Anda di halaman 1dari 41

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..............................................................................................

DAFTAR ISI .............................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN .........................................................................................

1.1 Latar Belakang .........................................................................................

1.2 Rumusan Masalah ....................................................................................

1.3 Tujuan Penulisan ......................................................................................

1.4 Manfaat Penulisan ....................................................................................

BAB II TINJAUAN PUSTAKA..............................................................................

2.1 Pengertian Penduduk ...............................................................................

2.2 Pertumbuhan Penduduk...........................................................................

2.3 Faktor-Faktor Pertumbuhan Penduduk

2.4 Dampak Pertumbuhan Penduduk

2.5 Model Populasi Eksponensial Dan Logistik

2.5.1 Model Populasi Eksponensial

2.5.2 Model Populasi Logistik

BAB III METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian ........................................................................................

3.2 Permasalahan

3.3 Asumsi
3.4 Pendefinisian Variabel

3.5 Jenis Dan Sumber Data

3.6 Metode Pengumpulan Data

BAB IV PEMBAHASAN

4.1 Penyelesaian Model Logistik

4.2 Prediksi Jumlah Penduduk Provinsi Bengkulu

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan

DAFTAR PUSTAKA
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 latar Belakang

Tingginya laju pertumbuhan penduduk dibeberapa wilayah di dunia

menyebabkan jumlah penduduk meningkat dengan cepat. Dibeberapa wilayah di

dunia telah terjadi kemiskinan dan kekurangan pangan. Hal ini telah berdampak

negatif terhadap pertumbuhan penduduk. Pertumbuhan penduduk yang tidak

terkendali bukan hanya menyebabkan kemiskinan dan kekurangan pangan

melainkan merupakan sebuah ancaman yang sangat besar bagi populasi manusia

di bumi yang berdampak kekurangan sumber daya dan tempat tinggal disuatu

daerah.

Pertumbuhan penduduk disuatu daerah merupakan hal penting yang dapat

mempengaruhi kemajuan dan kemakmuran daerah tersebut. Tingkat pertumbuhan

penduduk yang terlalu tinggi akan beresiko menimbulkan berbagai masalah bagi

daerah tersebut, seperti tingkat pengangguran yang tinggi, kemiskinan dan

kekurangan pangan yang mengakibatkan kelaparan. Namun dampak-dampak

negatif tersebut dapat dikurangi jika suatu daerah mampu mengantisipasi hal

tersebut. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk antara lain,

kelahiran (natalitas), kematian (mortalitas), dan migrasi (mobilitas).

Provinsi Bengkulu merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang terletak

di pulau sumatera yang secara geografis terletak di sepanjang pantai barat


sumatera lebih kurang 525 km dari pulau Enggano yang berada lebih kurang 90

mil laut di lautan hindia sebelah selatan provinsi Bengkulu. Menurut Dinas sosial

(2013) Provinsi Bengkulu memiliki luas wilayah sekitar 34.724,69 km2, dari luas

tersebut sekitar 43% wilayahnya merupakan perairan (lautan) yaitu sekitar

14.929,54 km2 sedangkan luas daratan Provinsi Bengkulu mencapai sekitar 67%

luasnya atau sekitar 19.788,70 km2. Dengan luas provinsi Bengkulu yang sebesar

itu maka tingkat kepadatan penduduk akan semakin meningkat.

Dari hasil sensus penduduk Provinsi Bengkulu tahun 2010, jumlah penduduk

provinsi Bengkulu mencapai 1.715.518 jiwa. Jika jumlah penduduk tersebut

dibandingkan dengan daratan Bengkulu yang luasnya 19.788,70 km2, maka

tingkat kepadatan penduduk Bengkulu adalah 86.69 jiwa/km2 yang berarti pada

setipa luas daratan 1 km2 ditempati 86 jiwa. Hal ini lama kelamaan akan

berdampak negatif bagi penduduk di bengkulu karena dengan tingkat

pertumbuhan penduduk yang terus meningkat akan terjadi persaingan diantara

penduduk.

Menurut Lakhsmana (2013), untuk mengurangi dampak negatif dari

pertumbuhan penduduk yang tak terkendali maka salah satu solusi yang dapat

dilakukan adalah proyeksi kependudukan. Menurutnya proyeksi kependudukan

penting untuk dilakukan karena bisa menjadi acuan untuk meningkatkan fasilitas

kesehatan, pendidikan, perumahan dan lapangan kerja di masyarakat. Proyeksi

kependudukan merupakan proses perhitungan jumlah penduduk di masa yang

akan datang berdasarkan asumsi arah perkembangan natalitas (kelahiran),

mortalitas (kematian) dan migrasi (mobilitas) untuk dapat melakukan proyeksi


kependudukan, dibutuhkan suatu model matematika yang dapat mewakili kondisi

riil, khususnya pertumbuhan penduduk suatu daerah dari waktu ke waktu.

Menurut Kulkarni dkk (2014), sebuah model populasi adalah jenis model

matematika yang diterapkan untuk mempelajari dinamika populasi. Pertumbuhan

penduduk merupakan suatu proses yang bersifat kontinu. Kontinu dalam hal ini

berarti populasi bergantung pada waktu. Karenanya model matematika yang akan

digunakan untuk memproyeksi penduduk provinsi Bengkulu dalam makalah ini

adalah model pertumbuhan populasi kontinu. Menurut Donovan (2002) tedapat

beberapa model pertumbuhan populasi yang kontinu diantaranya model populasi

eksponensial dan model populasi logistik. Dalam Model eksponensial faktor

penghambat pertumbuhan penduduk diabaikan, sedangkan model populasi

logistik adalah model populasi yang memperhitungkan faktor logistik berupa

ketersediaan makanan dan ruang lingkup.

Tsoularis ( 2001) dalam hasil penelitiannya yang berjudul Analysis of Logistic

Growth Models menyimpulkan bahwa model logistik lebih akurat dari pada

model eksponensial. Hal yang sama juga dikatakan oleh Kulkarni (2014) bahwa

keakuratan model logistik lebih mendekati realita dilapangan jika dibandingkan

dengan model eksponensial, karena pada model eksponensial faktor penghambat

pertumbuhan penduduk diabaikan, sedangkan pada model logistik faktor-faktor

penghambat pertumbuhan penduduk diperhatikan seperti peperangan, kelaparan,

wabah penyakit dan sebagainya. Dengan demikian model pertumbuhan populasi

yang akan digunakan dalam makalah ini adalah model pupolasi logistik. Model

ini mengasumsikan bahwa pada waktu tertentu jumlah populasi akan mendekati
titik kesetimbangan (equilibrium). Sedangakn data jumlah penduduk Provinsi

Bengkulu yang digunakan dalam makalah ini adalah data hasil sensus penduduk

Provinsi Bengkulu tahun 1971 sampai dengan tahun 2014 yang bersumber dari

Badan Pusat statistik (BPS) Provinsi Bengkulu.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas maka masalah-masalah

dalam penulisan makalah ini dapat dirumuskan sebagai berikut :

a. Bagaimanakah hasil proyeksi pertumbuhan penduduk di provinsi Bengkulu

dengan menggunakan model populasi logistik?

b. Berapakah jumlah penduduk provinsi Bengkulu pada tahun 2020 dari hasil

estimasi menggunakan model pertumbuhan logistik?

1.3 Tujuan Penulisan

Dari masalah yang telah dirumuskan pada rumusan masalah diatas, maka

tujuan penulisan makalah ini antara lain :

a. Untuk mengetahui hasil proyeksi penduduk di Provinsi Bengkulu dengan

menggunakan model populasi logistik

b. Untuk mengetahui jumlah penduduk Provinsi Bengkulu pada tahun 2020 dari

hasil estimasi menggunakan model pertumbuhan logistik


1.4 Manfaat Penulisan

Adapaun manfaat dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:

a. Bagi penulis, dengan adanya penulisan ini diharapkan dapat memperluas

pengetahuan dan wawasan penulis tentang pengaruh faktor-faktor yang

mempengaruhi pertumbuhan penduduk

b. Bagi dunia ilmu pengetahuan, dengan adanya penulisan ini diharapkan dapat

melengkapi kajian tentang laju pertumbuhan penduduk dan faktor-faktor

kependudukan yang mempengaruhinya.


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Penduduk

Penduduk adalah semua orang yang berdomisili di wilayah geografis

indonesia selama enam bulan atau lebih dan atau mereka yang berdomisili kurang

dari enam bulan tetapi bertujuan menetap.

Penduduk atau warga suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua

yaitu, orang yang tinggal di daerah tersebut dan orang yang secara hukum berhak

tinggal di daerah tersebut. Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi

untuk tinggal disitu. Misalkan bukti kewarganegaraan tetapi memilih tinggal di

daerah lain.

2.2 Pertumbuhan Penduduk

Pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat

dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi

menggunakan "per waktu unit" untuk pengukuran. Sebutan pertumbuhan

penduduk merujuk pada semua spesies, tapi selalu mengarah pada manusia, dan

sering digunakan secara informal untuk sebutan demografi nilai pertumbuhan

penduduk, dan digunakan untuk merujuk pada pertumbuhan penduduk dunia.

Model pertumbuhan penduduk meliputi model pertumbuhan Malthusian dan

Model Logistik
Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu faktor yang penting dalam

masalah sosial ekonomi umumnya dan masalah penduduk pada khususnya.

Karena di samping berpengaruh terhadap jumlah dan komposisi penduduk juga

akan berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi suatu daerah atau negara

maupun dunia. Angka pertumbuhan penduduk adalah tingkat pertambahan

penduduk suatu wilayah atau negara dalam suatu jangka waktu tertentu,

dinyatakan dalam persentase.

2.3 Faktor-faktor Pertumbuhan Penduduk

Pertumbuhan penduduk selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu,

yaitu bisa berkurang dan bertambah setiap waktunya. Faktor-faktor yang

mempengaruhi berkurang dan bertambahnya pertumbuhan penduduk adalah:

a. Natalitas (Angka Kelahiran)

Natalitas atau sering disebut angka kelahiran. Angka kelahiran adalah angka

yang menunjukkan jumlah bayi yang lahir hidup dari setiap 1.000 orang

dalam satu tahun. Angka kelahiran dihitung dengan rumus sebagai berikut:

jumlah bayi lahir dalam 1 tahun


Angka kelahiran = 1.000
jumlah penduduk

Angka kelahiran berguna untuk melihat tingkat kelahiran per tahun atau laju

pertumbuhan kelahiran. Laju pertumbuhan kelahiran akan memperlihatkan

kesuburan di suatu daerah. Angka kelahiran memiliki beberapa kriteria, yaitu

tinggi, sedang dan rendah. Dimana angka kelahiran tergolong tinggi itu

apabila nilainya lebih dari 30. Dan angka kelahiran tergolong sedang apabila
di antara 20 30 sedangkan angka kelahiran tergolong rendah apabila

nilainya kecil dari 20.

Faktor pro natalitas mengakibatkan pertambahan jumlah penduduk menjadi

besar. Faktor-faktor penunjang kelahiran (pro natalitas) antara lain:

1. Kawin pada usia muda, karena ada anggapan bila terlambat kawin

keluarga akan malu.

2. Anak dianggap sebagai sumber tenaga keluarga untuk membantu orang

tua

3. Anggapan bahwa banyak anak banyak rejeki

Faktor-faktor penghambat kelahiran (anti natalitas), antara lain:

1. Adanya program keluarga berencana yang mengupayakan pembatasan

jumlah anak.

2. Adanya ketentuan batas usia menikah, untuk wanita minimal berusia 16

tahun dan bagi laki-laki minimal berusia 19 tahun

3. Anggapan anak menjadi beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan

hidupnya

Faktor faktor penunjang tingginya angka natalitas dalam suatu negara

adalah kepercayaan dan agama, tingkat pendidikan, kondisi perekonomian,

kebijakan pemerintah, adat istiadat di masyarakat, kematian dan kesehatan

serta struktur penduduk.


b. Mortalitas (Angka Kematian)

Mortalitas sering disebut juga dengan angka kematian. Angka kematian

adalah angka yang menunjukkan jumlah kematian untuk setiap 1.000

penduduk dalam satu tahun. Angka kematian dapat dihitung dengan rumus.

jumlah penduduk meninggal dalam 1 tahun


Angka kematian = 1.000
jumlah penduduk

Angka kematian mempunyai beberapa kriteria, yaitu tinggi, sedang, dan

rendah. Angka kematian tergolong tinggi, apabila nilainya di atas 19. Angka

kematian tergolong sedang apabila nilainya di antara 1418. Angka kematian

tergolong rendah apabila hasilnya menunjukkan angka di bawah 13.

1. Faktor pendukung kematian (pro mortalitas)

Faktor ini mengakibatkan jumlah kematian semakin besar. Yang

termasuk faktor ini ada tiga yaitu, sarana kesehatan yang kurang

memadai, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, dan

terjadinya berbagai bencana alam

2. Faktor penghambat kematian (anti mortalitas)

Faktor ini dapat mengakibatkan tingkat kematian rendah. Yang termasuk

faktor ini ada tiga, yaitu lingkungan hidup sehat, fasilitas kesehatan

tersedia dengan lengkap dan ajaran agama melarang bunuh diri dan

membunuh orang lain.

c. Migrasi (Perpindahan)

Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain.

Orang yang melakukan perpindahan disebut migran. Migrasi dapat terjadi


dalam satu negara atau antarnegara. Migrasi dalam satu negara itu meliputi

urbanisasi dan transmigrasi. Yang mana urbanisasi adalah perpindahan

penduduk dari desa ke kota sedangkan transmigrasi adalah perpindahan

penduduk dari satu pulau ke pulau lain dalam satu negara. Urbanisasi dan

transmigrasi tidak mempengaruhi jumlah penduduk dalam suatu negara.

Migrasi yang terjadi antarnegara juga meliputi imigrasi dan emigrasi. Dimana

imigrasi itu adalah masuknya penduduk ke suatu negara sedangkan emigrasi

adalah keluarnya penduduk dari suatu negara. Imigrasi dan emigrasi

mempengaruhi jumlah penduduk suatu negara.

Faktor-faktor terjadinya migrasi, yaitu :

1. Persediaan sumber daya alam

2. Lingkungan social budaya

3. Potensi ekonomi

4. Alat masa depan

Oleh karena tiga faktor diatas tadi terjadilah pertumbuhan penduduk yang

tidak stabil dan mengakibatkan ledakan penduduk.

2.4 Dampak Pertumbuhan Penduduk

Dampak petumbuhan penduduk yang tidak stabil adalah terjadinya ledakan

penduduk. Ledakan penduduk adalah suatu keadaan kependudukan yang

memperlihatkan pertumbuhan yang melonjak naik (cepat) dalam jangka waktu

yang relatif pendek (30-50) tahun. Sehingga akibat terjadinya ledakan penduduk

itu sendiri adalah disebabkan oleh semakin meningkatnya jumlah pengangguran.


Semakin bertambahnya angka kemiskinan. Semakin tingginya kekurangan

pangan. Semakin berkurangnya luas lautan.

2.5 Model Populasi Eksponensial dan Model Logistik

Untuk model matematika yang akan digunakan untuk memproyeksi penduduk

provinsi Bengkulu dapat digunakan model pertumbuhan populasi kontinu.

Menurut Donovan (2002) tedapat beberapa model pertumbuhan populasi yang

kontinu diantaranya model populasi eksponensial dan model populasi logistik.

2.5.1 Model Eksponensial

Model eksponensial atau model pertumbuhan eksponesial adalah model

pertumbuhan penduduk dasar yang dibuat oleh Thomas Malthus pada tahun

1798. Pada model ini diasumsikan bahwa populasi bertambah dengan laju

pertumbuhan populasi yang sebanding dengan besarnya populasi. Misalkan

P(t) menyatakan jumlah populasi pada saat t (waktu), dan k menyatakan laju

pertumbuhan populasi, dengan rumus yaitu:


= () (1)

model persamaan diferensial di atas merupakan persamaan diferensial

separabel, sehingga kita dapat mencari solusi umumnya sebagai berikut:


= .

ln () = +

ln () = +

() = + (2)

jika diberikan kondisi awal t = 0 dan P(0) = P0 maka diperoleh nilai c = ln P0

sehingga bila nilai c disubstitusikan ke dalam (2) akan menghasilkan,

() = +ln 0

() = ln 0

() = 0 (3)

persamaan (3) merupakan bentuk solusi khusus dari model

pertumbuhan eksponensial. Dari persamaan tersebut dapat dilihat jika nilai k

positif maka populasi akan meningkat secara eksponensial, sebaliknya jika

nilai k negatif maka populasi akan semakin punah.

2.5.2 Model Logistik

Model logistik Model ini pertama kali diperkenalkan oleh

matematikawan dan juga seorang ahli biologi berkebangsaan Belanda, yaitu

Pierre Verhulst pada tahun 1838, hal ini diakibatkan karena model

pertumbuhan alami tidak cukup tepat untuk populasi yang cukup besar dan

tempatnya terbatas sehinggga timbul hambatan karenanya padatnya populasi

yang akan mengurangi populasi itu sendiri (Ngilawajan, 2010). Model


pertumbuhan populasi logistik ini merupakan penyempurnaan dari model

pertumbuhan eksponensial di atas. Pada model ini jumlah populasi

dipengaruhi oleh besar kecilnya daya dukung lingkungan seperti suplai

makanan, tempat tersebut diharapkan model ini mempunyai penyimpangan

data populasi yang sangat kecil atau mempunyai kemiripan dengan data yang

sebenarnya.

Model logistik mengasumsikan bahwa pada waktu tertentu jumlah

populasi akan mendekati titik kesetimbangan (equilibrium). Pada titik ini

jumlah kelahiran dan kematian dianggap sama sehingga grafiknya mendekati

konstan. Bentuk yang paling sederhana untuk laju pertumbuhan relatif yang

mengakomodasi asumsi ini adalah:

1
= (1 ) (4)

Kalikan dengan P, maka model pertumbuhan populasi dinyatakan

dalam bentuk persamaan diferensial logistik:


= (1 ) (5)

Perhatikan dari persamaan (1) dan (2) bahwa jika P kecil

dibandingkan dengan K, maka P/K mendekati 0 dan dP/dt kP. Namun, jika

PK (populasi mendekati kapasitas tampungnya), maka P/K 1, sehingga

1. Jika populasi P berada diantara 0 dan K, maka ruas kanan persamaan


di atas bernilai positif, sehingga
1 dan populasi naik. Tetapi jika

populasi melampaui kapasitas tampungnya (P > K), maka 1 negatif,


sehingga < 0 dan populasi turun. Solusi persamaan logistik dapat

diperoleh melalui langkah-langkah berikut ini:


=

(1 )

Dengan begitu kita dapat mengintegralkan kedua sisi,


=

(1 )

Istilah dalam integrasi di sisi kiri dari persamaan diatas dapat ditulis ulang

sebagai berikut:


= = = = +
2 ( )
(1 ) ( ) ( )

Sehingga:


+ =
( )

ln|| ln| | = +


ln | | =


| | = (6)


= dimana = , konstan

Ketika waktu dianggap = 0 dan = 0 , maka kita subsitusi sehingga

kita dapatkanlah:
0
= (7)
0


= (8)
1 +

Kemudian kita tinjau lagi dari persamaan (6) maka,

P e kt c ( K P)

P Kekt c Pekt c

P Pekt c Kekt c

P(1 e kt c ) Kekt c

+
= (9)
1 + +

Dari persamaan (P.06) jika kita memberikan nilai awal t = 0 dan P(0)

= Po kemudian disubstitusikan ke dalam (P.06) maka akan diperoleh nilai c =

ln (P0 / K - P0) selanjutnya nilai c tersebut disubstitusikan kembali ke dalam

persamaan (P.06), sehingga diperoleh solusi khusus dari model logistik seperti

berikut,

P0
kt ln( )
K P0
Ke
P P0
kt ln( )
K P0
1 e
P0
Ke kt ( )
K P0
P
P0
1 e kt ( )
K P0
Kekt P0
K P0
P
K P0 e kt P0
K P0

Ke kt P0
P
K P0 e kt P0
KP0
P
( K P0 e kt P0 )e kt
KP0
P
( Ke kt P0 e kt P0 )
K
P
K kt
( e e kt 1)
P0

= (10)

( 1) + 1
0

Keterangan;

P adalah jumlah populasi pada saat t

P0 merupakan jumlah populasi awal saat t = 0.

K adalah daya tampung (carrying capacity) dari suatu daerah untuk populasi.

k merupakan laju pertumbuhan per kapita populasi.

t menyatakan waktu.

persamaan (P.07) merupakan bentuk sederhana dari solusi khusus model logistik

yang akan digunakan dalam melakukan proyeksi penduduk provinsi maluku. Menurut

Iswanto (2012) penentuan nilai K dapat dilakukan dengan cara trial error, yaitu
dengan cara mensubstitusikan perkiraan nilai K ke dalam model yang diperoleh

hingga hasil yang diperoleh model mendekati jumlah populasi yang sebenarnya.

2.6 Estimasi Populasi dengan Model Logistik

Estimasi penduduk adalah penaksiran atau perkiraan penduduk, biasanya

tentang jumlahnya pada waktu tertentu. Menurut Swanson dan Siegel (2004),

estimasi terbagi menjadi tiga jenis, yaitu estimasi antarsensus (intercensal

estimate), estimasi pascasensus (post-censal estimate), dan proyeksi. Jadi,

proyeksi penduduk merupakan bagian dari estimasi penduduk. Proyeksi

penduduk menggunakan metode yang lebih rinci dibanding metode estimasi

lainnya, karena memperhitungkan perkembangan fertilitas, mortalitas, dan

migrasi untuk kurun waktu tertentu sehingga menghasilkan tingkat kepercayaan

yang lebih tinggi.

Proyeksi penduduk dapat dibuat untuk mengetahui keadaan penduduk pada

masa depan (forward projection) atau keadaan penduduk pada masa lalu

(backward projection). Menurut Rowland (2003), proyeksi penduduk merupakan

ramalan jumlah penduduk berdasarkan penghitungan dari jumlah penduduk masa

lalu, dan masa mendatang dengan menggunakan asumsi tertentu tentang

perubahan tingkat pertumbuhan penduduk dan komponen-komponennya.

Populasi Provinsi Bengkulu dari tahun 1971-2014 diperoleh dari situs BPS

Indonesia seperti yang ditunjukkan pada tabel 1 berikut:


Tabel 1. Daftar Populasi Provinsi Bengkulu dari tahun 1971-2010

Tahun Variabel waktu (t) Populasi Variabel population (P)


1971 0 519316 0
1980 9 768064 9
1990 19 1179122 19
1995 24 1409117 24
2000 29 1567432 29
2010 39 1715518 39
2011 40 1742080 40
2012 41 1766794 41
2013 42 1814357 42
2014 43 1844788 43
2015 44 1874944 44
Dapat kita lihat dari tabel 1 bahwa dari tahun 1971-2010 jumlah penduduk provinsi

Bengkulu mengalami kenaikan dan terjadinya ledakan penduduk. Secara umum jika

kita perhatikan lagi, kemudian kita bandingkan jumlah penduduk awal tahun hingga

akhir tahun terjadi kenaikan jumlah penduduk provinsi Bengkulu.


BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah penelitian

kepustakaan atau riset kepustakaan (library research). Riset kepustakaan atau

sering juga disebut studi pustaka ialah serangkaian kegiatan yang berkenaan

dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat serta

mengolah bahan penelitian.

3.2 Permasalahan

Permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini adalah tentang

pertumbuhan penduduk Provinsi Bengkulu yang setiap tahunnya meningkat yang

akan menyebabkan tingginya tingkat pengangguran, kriminalitas, semakin

berkurangnya lahan tempat tinggal.

Dari data jumlah penduduk hasil sensus penduduk provinsi Bengkulu dari

tahun 1971 sampai tahun 2010 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS)

Provinsi Bengkulu dan data jumlah penduduk tahun 2011, 2012, 2013, 2014 yang

diperoleh dari buku serta jurnal publikasi Bengkulu Dalam angka yang diterbitkan

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi bengkulu. Berikut ini adalah tabel 1 yang

menyatakan jumlah penduduk provinsi Bengkulu dari tahun 1971-2014


Tabel 2. Daftar jumlah Penduduk Propinsi Bengkulu
Tahun Penduduk

1971 519316

1980 768064

1990 1179122

1995 1409117

2000 1567432

2010 1715518
2011 1742080
2012 1766794
2013 1814357
2014 1844788
Dari tabel 1 di atas terlihat bahwa sejak tahun 19711 sampai tahun 2014 jumlah

penduduk provinsi Bengkulu mengalami kenaikan. Secara umum jika kita

bandingkan jumlah penduduk pada awal tahun dan akhir tahun maka telah terjadi

kenaikan jumlah penduduk provinsi Bengkulu. Berapakah jumlah penduduk Provinsi

Bengkulu pada tahun 2020 dari hasil estimasi menggunakan model pertumbuhan

logistik.

3.3 Asumsi

Diasumsikan terlebih dahulu bahwa waktu (t) yang diukur dalam tahun dan

dimisalkan t = 0 pada tahun 1971 maka syarat awal adalah P(0) = 519316. Karena

jumlah penduduk provinsi Bengkulu sejak tahun 1971-2014 masih berada

dibawah 2.000.000 maka diasumsikan untuk kapasitas tampungnya yaitu K =


2.000.000, sehingga jika nilai P(0) dan nilai K disubstitusikan ke dalam

persamaan solusi model logistik.

3.4 Pendefinisian Variabel

Persamaan logistik

K
P
K
e kt ( 1) 1
P0
P : Jumlah populasi pada saat t

P0 : Jumlah populasi awal saat t=0

K : Daya tampung (carrying capacity) dari suatu daerah untuk populasi

k : Laju pertumbuhan perkapita populasi

t : Waktu

3.5 Jenis dan Sumber Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data

sekunder merupakan data yang diperoleh dari sumber yang tidak berkaitan

langsung dengan objek penelitian atau sumber-sumber lain yang sekiranya terkait

dengan penelitian ini. Data diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi

Bengkulu dan Dinas sosial Provinsi Bengkulu.

3.6 Metode Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi, yaitu mengumpulkan

catatan-catatan/data-data yang diperlukan sesuai penelitian yang akan dilakukan

dari dinas/kantor/instansi atau lembaga terkait.


BAB IV

PEMBAHASAN

4.1 Penyelesaian Model Logistik

Untuk menentukan model logistik dari data jumlah penduduk provinsi

Bengkulu pada tabel 2 di atas, sebelumnya diasumsikan terlebih dahulu bahwa

waktu (t) yang diukur dalam tahun dan dimisalkan t = 0 pada tahun 1971 maka

syarat awal adalah p(0) = 519316. Karena jumlah penduduk provinsi Bengkulu

sejak tahun 1971-2010 masih berada dibawah 2.000.000 maka diasumsikan untuk

kapasitas tampungnya yaitu K = 2.000.000, sehingga jika nilai P(0) dan nilai K

disubstitusikan ke dalam persamaan 10 solusi model logistik akan diperoleh :


=
( 1) + 1
0

= 2000000
2000000
( 1) + 1
519316

2000000
= 11
(2,85122) + 1

Selanjutnya dari persamaan 11 akan di cari model logistik yang dapat

mewakili laju pertumbuhan penduduk di Bengkulu. Untuk t = 9 pada tahun 1980

makan P(9) = 768064 disubstitusikan ke dalam persamaan 11 diperoleh :


2000000
768064 =
(2,85122) 9 + 1

2000000 768064
(2,85122) 9 =
768064

1,603949
9 =
2,85122

9 = ln(0,562549)

= 0,063919

Maka

2000000
= Model I
(2,85122) (0,063919) + 1

Untuk t = 19 pada tahun 1990 makan P(19) = 1179122 disubstitusikan ke

dalam persamaan 11 diperoleh

2000000
1179122 =
(2,85122) 19 + 1

2000000 1179122
(2,85122) 19 =
1179122
0,696178
19 =
(2,85122)

19 = ln(0,244169)

= 0,074205

Maka 2000000 Model II


=
(2,85122) (0,074205) + 1
Untuk t = 24 pada tahun 1995 makan P(24) = 1409117 disubstitusikan ke

dalam persamaan 11 diperoleh

2000000
1409117 =
(2,85122) 24 + 1

2000000 1409117
(2,85122) 24 =
1409117

0,419329
24 =
(2,85122)

24 = ln(0,147071)

= 0,079869

Maka

2000000
= Model III
(2,85122) (0,079869) + 1

Untuk t = 29 pada tahun 2000 makan P(29) = 1567432 disubstitusikan ke

dalam persamaan 11 diperoleh

2000000
1567432 =
(2,85122) 29 + 1

2000000 1567432
(2,85122) 29 =
1567432

0,275973
29 =
(2,85122)

29 = ln(0,275973)

= 0,044395
Maka

2000000
= Model IV
(2,85122) (0,044395) + 1

Untuk t = 39 pada tahun 2010 maka P(39) = 1715518 disubstitusikan ke

dalam persamaan 11 diperoleh

2000000
1715518 =
(2,85122) 39 + 1

2000000 1715518
(2,85122) 39 =
1715518

0,165829
39 =
(2,85122)

39 = ln(0,058161)

= 0,072937

Maka 2000000
=
(2,85122) (0,072937) + 1 Model V

Untuk t = 40 pada tahun 2011 maka P(40) = 1742080 disubstitusikan ke

dalam persamaan 11 diperoleh


2000000
1742080 =
(2,85122) 40 + 1

2000000 1742080
(2,85122) 40 =
1742080

0,148053
40 =
(2,85122)

40 = ln(0,051927)

= 0,073948

Maka
2000000
= Model VI
(2,85122) (0,073948) + 1

Untuk t = 41 pada tahun 2012 maka P(41) = 1766794 disubstitusikan ke

dalam persamaan 11 diperoleh

2000000
1766794 =
(2,85122) 41 + 1

2000000 1766794
(2,85122) 41 =
1766794

0,131994
41 =
(2,85122)

41 = ln(0,046294)

= 0,074945
Maka 2000000
=
(2,85122) (0,074945) + 1 Model VII

Untuk t = 42 pada tahun 2013 maka P(42) = 1814357 disubstitusikan ke

dalam persamaan 11 diperoleh

2000000
1814357 =
(2,85122) 42 + 1

2000000 1814357
(2,85122) 42 =
1766794
0,102319
42 =
(2,85122)

42 = ln(0,035887)

= 0,079224

Maka 2000000
=
(2,85122) (0,079224) + 1 Model VIII

Untuk t = 43 pada tahun 2014 maka P(43) = 1814357 disubstitusikan ke

dalam persamaan 11 diperoleh

2000000
1814357 =
(2,85122) 43 + 1

2000000 1814357
(2,85122) 43 =
1814357
0,084136
43 =
(2,85122)

43 = ln(0,029509)
= 0,0811932

Maka
2000000
=
(2,85122) (0,0811932) + 1 Model IX

Dari hasil perhitungan diatas diperoleh hasil model logistik sebagai berikut

a. Model logistik I, bentuk persamaannya

2000000
=
(2,85122) (0,063919) + 1

b. Model logistik II, bentuk persamaannya

2000000
=
(2,85122) (0,074205) + 1

c. Model logistik III, bentuk persamaanya

2000000
=
(2,85122) (0,079869) + 1

d. Model logistik IV, bentuk persamaannya

2000000
=
(2,85122) (0,044395) + 1
e. Model logistik V,

bentuk persamaannya
2000000
=
(2,85122) (0,072937) + 1

f. Model logistik VI, bentuk persamaannya

2000000
=
(2,85122) (0,073948) + 1

g. Model logistik VII, bentuk persamaannya

2000000
=
(2,85122) (0,074945) + 1

h. Model logistik VIII, bentuk persamaannya

2000000
=
(2,85122) (0,079224) + 1

i. Model logistik VIII, bentuk persamaannya

2000000
=
(2,85122) (0,081932) + 1

Selanjutnya akan dihitung jumlah penduduk provinsi Bengkulu dari tahun

1971 sampai dengan tahun 2014 yang akan dihasilkan dari kesembilan model
diatas, kemudian akan dianalisis model yang memberikan hasil yang cukup

signifikan atau yang mendekati bila dibandingkan dengan hasil sensus penduduk.

Berikut ini dalam tabel 3 memuat hasil jumlah penduduk berdasarkan sembilan

model logistik diatas

Tabel 3 Perbandingan Jumlah Penduduk Provinsi Bengkulu antara Hasil


Sensus dan Hasil Model
Hasil Model
Hasil
Thn
Sensus Model Model Model Model Model Model
Model I Model II Model V
III IV VI VII VIII IX

1971 519316 519316 519316 519316 519316 519316 519316 519316 519316 519316

1980 768064 768060,8 812301,1 837003,9 686794,2 811137,8 811185,6 815515,8 834179,9 846054,2

1990 1179122 1083164 1179121 1230656 898232,5 1176655 1176756 1185916 1224846 1249126

1995 1409117 1238473 1351002 1409121 1008866 1348179 1348295 1358764 1402656 1429522

2000 1567432 1382472 1502092 1560956 1119283 1499180 1499299 1510073 1554513 1581112

2010 1715518 1618485 1727372 1775337 1329109 1724902 1725003 1734096 1770271 1790889

2011 1742080 1637830 1744378 1790779 1348756 1732855 1742077 1750905 1785896 1805741

2012 1766794 1656402 1760470 1805275 1368100 1749290 1758240 1766794 1800577 1819644

2013 1814357 1674212 1775680 1818869 1387132 1764852 1773521 1781795 1814357 1832645

2014 1844788 1691271 1790038 1831603 1405838 1779569 1787953 1795943 1827276 1844788

Selanjutnya untuk mengetahui model yang akan untuk digunakan

memprediksi jumlah penduduk Provinsi Bengkulu pada tahun 2020 bisa

ditentukan dengan cara menghitung kesalahan yang dihasilkan oleh model

dengan kata lain perhitungan jumlah penduduk yang dihasilkan oleh model

masing-masing akan dikurangi dengan jumlah penduduk dari data sensus BPS.

Hasil perhitungan akan ditampilakn dalam tabel dibawah ini.


Tabel 4. Nilai kesalahan yang dihasilkan setiap model
Hasil Model
Hasil
Thn
Sensus Model Model Model Model Model Model
Model I Model II Model V
III IV VI VII VIII IX

1971 519316 0 0 0 0 0 0 0 0 0

1980 768064 -3,23658 44237,08 68939,95 -81269,8 38738,06 43121,57 47451,76 66115,9 77990,24

1990 1179122 -95957,5 -1,37755 51533,81 -280889 -11685,5 -2365,57 6794,401 45724,16 70003,77

1995 1409117 -170644 -58114,6 3,54253 -400251 -71526,6 -60821,6 -50353,1 -6461,28 20405,09

2000 1567432 -184960 -65340,3 -6476,02 -448149 -79217,8 -68132,5 -57358,6 -12919,2 13680,31

2010 1715518 -97033,5 11853,95 59819 -386409 -1,06026 9485,272 18578,43 54753,3 75370,78

2011 1742080 -104250 2297,887 48698,65 -393324 -9225,23 -2,82939 8824,848 43815,88 63660,83

2012 1766794 -110392 -6323,87 38481,37 -398694 -17503,6 -8554,44 0 33783,5 52850,25

2013 1814357 -140145 -38677,4 4512,23 -427225 -49505 -40836,2 -32561,7 0 18287,81

2014 1844788 -153517 -54749,5 -13185,4 -438950 -65218,6 -56835,3 -48844,7 -17512,3 0

Jika perbandingan jumlah penduduk Provinsi Bengkulu antara hasil sensus

dan hasil pada tabel 3 ditampilkan dalam bentuk grafik, maka akan terlihat

seperti di bawah ini


Populasi Penduduk Tahun 1971-2010
2000000
1800000
1600000
1400000
1200000
1000000
800000
600000
400000
200000
0
1971 1980 1990 1995 2000 2010 2011 2012 2013 2014

Hasil sensus Model I Model II Model III Model IV


Model V Model VI Model VII Model VIII Model IX

Grafik 1. Jumlah penduduk Provinsi Bengkulu berdasarkan hasil sensus dan hasil
model logistik

Jika nilai kesalahan yang dihasilkan setiap model pada tabel 4 akan

ditampilkan dalam bentuk grafik

Nilai Kesalahan Setiap Model


100000 Model I

0 Model II
Model III
-100000
Model IV
-200000
Model V
-300000 Model VI
-400000 Model VII

-500000 Model VIII

Grafik 2. Nilai kesalahan yang dihasilkan Model I sampai Model IX


Berdasarkan jumlah penduduk yang dihasilkan oleh kesembilan model diatas

jumlah penduduk yang dihasilkan dari setiap model pada tahun 1971 sama

dengan jumlah hasil sensus penduduk hal ini dibuktikan dengan nilai

kesalahannya yaitu nol.

Pada tahun 1980 jumlah penduduk yang dihasilkan model I mendekati dengan

hasil sensus penduduk hal ini dibuktikan dengan nilai kesalahannya yang

mendekati nol yaitu -3,23658.

Pada tahun 1990 jumlah penduduk yang dihasilkan model II mendekati

dengan hasil sensus penduduk hal ini dibuktikan dengn nilai kesalahan yang

mendekati nol yaitu -1,37755.

Pada tahun 1995 jumlah penduduk yang dihasilkan model III mendekati

dengan hasil sensus penduduk hal ini dibuktikan dengn nilai kesalahan yang

mendekati nol yaitu 3,54253

Pada tahun 2000 jumlah penduduk yang dihasilkan model III mendekati

dengan hasil sensus penduduk hal ini dibuktikan dengn nilai kesalahan yang

mendekati nol yaitu -6476,02

Pada tahun 2010 jumlah penduduk yang dihasilkan model V mendekati

dengan hasil sensus penduduk hal ini dibuktikan dengn nilai kesalahan yang

mendekati nol yaitu -1,06026

Pada tahun 2011 jumlah penduduk yang dihasilkan model VI mendekati

dengan data penduduk yang diperoleh dari jurnal Provinsi Bengkulu Dalam

angka 2013 yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) hal ini dibuktikan

dengn nilai kesalahan yang mendekati nol yaitu -2,82939


Pada tahun 2012 jumlah penduduk yang dihasilkan model VII sama dengan

data penduduk yang diperoleh dari jurnal Provinsi Bengkulu Dalam Angka 2013

yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) hal ini dibuktikan dengan nilai

kesalahannya yaitu nol

Pada tahun 2013 jumlah penduduk yang dihasilkan model VIII sama dengan

data penduduk yang diperoleh dari buku Peta Statistik Provinsi Bengkulu 2014

yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) hal ini dibuktikan dengan nilai

kesalahannya yaitu nol

Pada tahun 2014 jumlah penduduk yang dihasilkan model IX sama dengan

data penduduk yang diperoleh dari Jurnal Provinsi Bengkulu Dalam Angka 2015

yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) hal ini dibuktikan dengan nilai

kesalahannya yaitu nol

Dari pembuktian nilai kesalahan yang dihasilkan setiap model dapat

dibuktikan jumlah penduduk yang dihasilkan model III mendekati dengan hasil

sensus penduduk yaitu pada tahun 1995 dan tahun 2000 dengan masing-masing

nilai kesalahan 3,54253 dan -6476,02, dengan kata lain model III dapat

digunakan untuk memprediksi jumlah penduduk di Provinsi Bengkulu pada

beberapa tahun mendatang


4.2 Prediksi Jumlah Penduduk Provinsi Bengkulu

Karena model logistik III yang akan digunakan untuk memprediksi jumlah

penduduk provinsi bengkulu pada tahun 2020, maka persamaan modelnya adalah

2000000
=
(2,85122) (0,079869) + 1

Sebelum memprediksi jumlah penduduk tahun 2020 maka terlebih dahulu

memprediksi jumlah penduduk ditahun 2015 sampai dengan tahun 2019 dengan

mensubstitusikan ke dalam model logistik III. Hasil prediksi jumlah penduduk

dari tahun 2015 sampai tahun 2019 akan ditampilkan dalam tabel dibawah ini

Tabel 5. Prediksi penduduk Provinsi bengkulu tahun 2015-2019

Tahun Hasil Prediksi (jiwa)

2015 1843518

2016 1854657

2017 1865061

2018 1874771

2019 1883825

Pada tabel 5 diatas dapat dilihat prediksi jumlah penduduk setiap tahunnya yang

dihasilkan model III. Dari model III diatas akan digunakan untuk memprediksi

jumlah penduduk pada tahun 2020 diambil t = 49 disubstitusikn ke dalam model

logistik III diatas maka diperoleh


2000000
=
(2,85122) (0,079869)(49) + 1

2000000
=
(2,85122) (3,913581) + 1

2000000
=
(2,85122)(0,019969) + 1

2000000
=
(0,056936) + 1

2000000
=
1,056936

= 1892263

Dari hasil perhitungan di atas diperoleh jumlah penduduk Provinsi bengkulu

pada tahun 2020 yang dihasilakn model logistik adalah 1.892.263 jiwa.
BAB V

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Untuk melakuka proyeksi penduduk dengan menggunakan model logistik

maka terlebih dahulu ditentukan nilai jumlah penduduk maksimum yang

merupakan daya tampung (carrying capacity) yakni nilai variabel K. Stelah

menentukan nilai K, harus menghitung semua bentuk model logistik yang

dihasilkan dari data yang digunakan. Dari model-model yang dihasilakn

selanjutnya lakukan perbandingan antara hasil yang diperoleh lewat model dan

hasil sensus penduduk. Model yang dianggap dapat mewakili hasil sensus dapat

dijadikan sebagai model akhir untuk melakukan prediksi jumlah penduduk di

masa mendatang.

Dalam makalah ini diperoleh model logistik V lebih tepat untuk memprediksi

jumlah penduduk provinsi bengkulu dengan daya tampung 2000000 jiwa. Bentuk

persamaan dari model logistik V adalah

2000000
=
(2,85122) (0,079869) + 1

Dengan menggunakan model

logistik III dapat diprediksi jumlah penduduk provinsi Bengkulu pada tahun 2020

yakni sebanyak 1.892.263 jiwa.


DAFTAR PUSTAKA

Badan Pusat Statistik. 2015. Sumber : Sensus Penduduk 1971, 1980, 1990, 2000 dan

Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 1995.

Badan Pusat Statistik. 2015. Peta Statistik Provinsi Bengkulu Tahun 2014. Badan

Pusat Statistik Provinsi Bengkulu

Badan Pusat Statistik. 2015. Provinsi Bengkulu Dalam Angka Tahun 2015. Badan

Pusat Statistik Provinsi Bengkulu

Badan Pusat Statistik. 2013. Provinsi Bengkulu Dalam Angka Tahun 2013. Badan

Pusat Statistik Provinsi Bengkulu

Iswanto, R, J. 2012. Pemodelan Maematika (Aplikasi Dan Terapannya). Yogyakarta.

Graha Ilmu

Kulkarni. S. Shilpa, dkk. 2014. Analysis of Population Growth of India and

Estimation for Future. Department of Mathematical , Karnataka State Open

University, Mysore, India. IJIRSET

Ngilawajan, D, A. 2010. Model Matematika Untuk Pengankapan Ikan Pada

Budidaya Ikan. Buletin Pendidikan Matematika. Vol.10. No. 1, 60-67

M. Lakshmana. 2013. Population,Development and Environmenti in India. Chinese

Journal of Population Resources and Environment. Vol. 11, No. 4, 367-374


Rowland. 2003. Buletin Kependudukan. Diakses dari http://rowland-

blogspot.co.id/buletin-kependudukan. Pada 30 November 2015

Swanson dan Siegel. 2004. Proyeksi Penduduk Provinsi Jawa Barat Dengan Model

Pertumbuhan Logistik , Jurnal. Universitas Padjajaran, Bandung.

Therese M. Donovan and Charles W. Welden. 2002. Spreadsheet Exercises in

Ecology and Evolution. Sinauer Associates, Inc. P110-113

Tsoularis. 2001. Analysis Of LogisticModels. Rass. Lett.Math. Sci, 2, 23-46