Anda di halaman 1dari 10

KAK Pemetaan Kerawanan Pangan Di Kota Balikpapan Tahun 2012

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Permasalahan pangan merupakan masalah pokok bagi penduduk


diseluruh dunia, termasuk Indonesia. Pada Tahun 1984 Indonesia pernah,
mengalami kejayaan dibidang pangan yaitu tercapainya swasembada pangan
(beras). Namun masa- masa keemasan penyediaan pangan tersebut telah
menurun pada dekade akhir- akhir ini. Untuk mengatasi kekurangan beras, maka
pemerintah mengambil kebijakan impor beras. Hal ini akan membawa dampak
buruk terhadap perkembangan pembangunan disektor lainnya.

Penyebab kerawanan pangan tidak hanya disebabkan oleh ketersediaan


pangan. Meski Kota Balikpapan tidak termasuk dalam peta daerah rawan
pangan, namun dengan perkembangan penduduk, pertanian dan perekonomian
maka tidak menutup kemungkinan dapat terjadi rawan pangan. Jika dilihat dari
struktur ekonominya, Kota Balikpapan merupakan daerah yang memiliki struktur
ekonomi pertanian (sektor primer) yang kecil penghasilannya. Hal ini ditunjukkan
oleh kontribusi Sektor Pertanian dari tahun ketahun adalah yang terkecil.

Namun yang perlu digarisbawahi disini yaitu masalah distribusi produksi


atau hasil produksinya. Ada kemungkinan produksi disektor ini banyak
dihasilkan oleh daerah tertentu saja. Selain itu distribusinyakemungkinan juga
tidak merata karena berbagai alasan, terutama dari kondisi ekonomi sebagian
anggota masyarakat strata tertentu.

1.2. Maksud

Adapun maksud dari Penyusunan Indikator Peta Rawan Pangan adalah


untuk memetakan wilayah Kota Balikpapan menurut kategori rawan pangan dan
tahan pangan. Selain dengan pendekatan lingkup wilayah, juga dapat dilihat dari
lingkup kependudukannya.

1.3. Tujuan

Tujuan dari Penyusunan Indikator Peta Rawan Pangan di wilayah Kota


Balikpapan adalah sebagai berikut:

Mengidentifikasi dan menentukan indikator indikator yang dapat digunakan


untuk menentukan secara relevan dan tepat terhadap wilayah rawan pangan
dan wilayah tahan pangan di Kota Balikpapan.

Memetakan wilayah di Kota Balikpapan yang termasuk dalam kategori rawan


pangan dan tahan pangan.

B a g i a n P e r e k o n o m i a n S e k r e t a r i a t D a e r a h K o t a B a l i k p a p a n Page1
KAK Pemetaan Kerawanan Pangan Di Kota Balikpapan Tahun 2012

1.4. Sasaran

Sasaran dari Penyusunan Indikator dan Pemetaan Daerah Rawan


Pangan adalah sebagai berikut:

Sasaran Umum

Sasaran umum kegiatan Penyusunan Indikator Ekonomi dan


Pemetaan Rawan Pangan di Kota Balikpapan, yaitu tersusunnya peta rawan
pangan dan tahan pangan di Kota Balikpapan. Sasaran lainnya yaitu
teridentifikasinya golongan penduduk yang rawan pangan dan tahan pangan.

Sasaran Khusus

Berkaitan dengan tujuan pemetaan rawan pangan yang sudah


diuraikan dimuka, maka ada beberapa sasaran kegiatan yang hendak
dicapai, yaitu :

a. Terpilihnya indikator rawan pangan yang tepat dan relevan bagi wilayah-
wilayah kecamatan di Kota Balikpapan.

b. Terpilihnya indikator rawan pangan yang tepat dan relevan bagi penduduk
di Kota Balikpapan.

c. Teridentifikasinya wilayah Kota Balikpapan yang termasuk dalam wilayah


yang rawan pangan dan wilayah yang tahan pangan.

d. Teridentifikasinya golongan penduduk di Kota Balikpapan yang termasuk


dalam rawan pangan dan tahan pangan.

e. Tersusunnya peta ketahanan pangan untuk unit analisa tingkat Kecamatan


di Kota Balikpapan.

1.5. Manfaat

Adapun manfaat dari kegiatan Penyusunan Indikator dan Pemetaan


Rawan Pangan di Wilayah Kota Balikpapan adalah sebagai berikut :

Bagi Pemerintah Kota Balikpapan sebagai sumber informasi dan


pengambilan kebijakan penanganan kondisi rawan pangan diwilayah
pemerintah kota.

Sebagai pertimbangan bagi dinas untuk mengatur kebijakan ketahanan


pangan didaerah, khususnya didaerah yang sangat rentan dengan
kerawanan pangan.

B a g i a n P e r e k o n o m i a n S e k r e t a r i a t D a e r a h K o t a B a l i k p a p a n Page2
KAK Pemetaan Kerawanan Pangan Di Kota Balikpapan Tahun 2012

Sebagai landasan merumuskan kebijakan dalam penyusunan program-


program yang berkaitan ketahanan pangan dan penanganan kerawanan
pangan.

1.6. Keluaran (output)

Kegiatan Penyusunan Indikator dan Pemetaan Daerah Rawan Pangan di


Kota Balikpapan diharapkan dapat menghasilkan keluaran sebagai berikut :

Indikator rawan pangan Kota Balikpapan, dan

Peta daerah rawan pangan Kota Balikpapan.

1.7. Lokasi dan Waktu Kegiatan

Kegiatan Penyusunan Indikator dan Pemetaan Daerah Rawan Pangan di


Wilayah Kota Balikpapan berlokasi di 5 Kecamatan diKota Balikpapan, dan
dilaksanakan selama 4 (empat) bulan tahun 2012.

1.8. Sumber Pendanaan

Pelaksanaan kegiatankajian Penyusunan Indikator dan Pemetaan


Daerah Rawan Pangan di Wilayah Kota Balikpapan dibiayai melalui Sumber
dana APBD Kota Balikpapan 2012 sebesar Rp. 145.157.000,- (Seratus empat
puluh lima juta rupiah).

1.9. Organisasi Pengguna Jasa

Dalam Pelaksanaan kegiatanPenyusunan Indikator dan Pemetaan


Daerah Rawan Pangan di Wilayah Kota Balikpapan berdasarkan Dokumen
Pelaksanaan Anggaran (DPA), bahwa organisasi pelaksanaan kegiatan adalah
Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Balikpapan, sedangkan Kuasa
Pengguna Anggaran adalah Muh. Yusuf. L yang menjabat selaku Kepala Bagian
Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Balikpapan.

II. DATA PENUNJANG

Data Dasar

Dilihat dari sumbernya, data dasar yang digunakan dalam Studi ini ada
dua jenis yaitu data sekunder dan data primer.

B a g i a n P e r e k o n o m i a n S e k r e t a r i a t D a e r a h K o t a B a l i k p a p a n Page3
KAK Pemetaan Kerawanan Pangan Di Kota Balikpapan Tahun 2012

1. Data Sekunder

Data ini merupakan data yang telah dikumpulkan dan sajikan oleh
pihak lain. Adapun data sekunder yang akan digunakan dalam studi ini
adalah data time series lima tahun terakhir, yaitu:

Data padi menurut kecamatan di seluruh kota:


- Intensitas tanam padi per tahun
- Luas tanaman padi per tahun/per tanam
- Luas tanaman padi yang rusak per tahun
- Luas panen padi per tahun
- Jumlah produksi padi per tahun
- Rata-rata harga gabah per tahun
- Luas lahan pertanian yang menganggur/tidak digarap

Data palawija (non padi) menurut kecamatan di seluruh kota:


- Intensitas tanam per tahun
- Luas tanaman per tahun/per tanam
- Luas tanaman yang rusak per tahun
- Luas panen per tahun
- Jumlah produksi per tahun
- Rata-rata harga per tahun
- Jumlah ternak

Data kesehatan/gizi penduduk menurut kecamatan di seluruh kota:


- Prevalensi balita kurang energi protein
- Angka kelahiran dan jumlah ibu
- Angka kematian bayi waktu lahir (IMR)
- Umur harapan hidup anak usia 1 tahun
- Jumlah anak kurang gizi
- Jumlah penduduk yang dapat mengakses air bersih
- Jumlah penduduk menurut jarak tempat tinggal dengan puskesmas
- Wanita yang buta huruf

Data sosial ekonomi penduduk menurut kecamatan di seluruh kota:


- Jumlah penduduk/kepala keluarga miskin (keluarga pra sejahtera dan
keluarga sejahtera I.

Data pendukung lainnya


- Angka kejahatan (pencurian)
- Pola konsumsi pangan (peralihan dari pangan pokok ke lainnya)
- Mobilitas tenaga kerja lokal ke daerah lain
- Frekuensi jual beli ternak

B a g i a n P e r e k o n o m i a n S e k r e t a r i a t D a e r a h K o t a B a l i k p a p a n Page4
KAK Pemetaan Kerawanan Pangan Di Kota Balikpapan Tahun 2012

Sumber Data

Data-data sekunder yang disebutkan dimuka dikumpulkan dari


berbagai sumber resmi, yaitu:

BPS,
Bappeda,
Dinas Pertanian,
BKKBN,
Dinas Kesehatan.

2. Data Primer

Data ini merupakan data yang diperoleh langsung dari obyek studi.
Adapun data primer yang digunakan dalam studi ini diantaranya meliputi:
kondisi visual lapangan, informasi masyarakat langsung, pendapat dan
pandangan dari pemerintah daerah.

Kerangka studi khususnya kerangka analisis dapat didukung oleh


pustaka-pustaka teoritis. Hal ini akan membantu mengarahkan proses
kegiatan agar tepat sasaran.

III. LINGKUP KEWENANGAN, KEGIATAN DAN TENAGA AHLI

3.1. Lingkup Kewenangan

Kegiatan Penyusunan Indikator dan Pemetaan Daerah Rawan Pangan di


Kota Balikpapan dilaksanakan oleh bagian Perekonomian Sekretariat Daerah
Kota Balikpapan bekerjasama dengan Konsultan Perencana dan berkoordinasi
dengan seluruh instansi terkait dalam pelaksanaan forum-forum diskusi.

Sesuai dengan hal tersebut maka kelembagaan yang terlibat dalam


kegiatan Penyusunan Indikator dan Pemetaan Daerah Rawan Pangan di Kota
Balikpapan adalah sebagai berikut:

1. Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Balikpapan :

- Menyiapkan rencana anggaran dan melaksanakan Penyusunan


Indikator dan Pemetaan Daerah Rawan Pangan di Kota Balikpapan.
- Menyiapkan Konsep Kerangka Acuan Kerja (KAK) Term Of Reference
(TOR).
- Melakukan koordinasi pembahasan hasil pekerjaan konsultan
perencana dengan mengundang Dinas/Instansi/Lembaga terkait di
tingkat Kota Balikpapan.

B a g i a n P e r e k o n o m i a n S e k r e t a r i a t D a e r a h K o t a B a l i k p a p a n Page5
KAK Pemetaan Kerawanan Pangan Di Kota Balikpapan Tahun 2012

2. Konsultan Perencana :

- Melaksnakan pekerjaan Penyusunan Indikator dan Pemetaan Daerah


Rawan Pangan di Kota Balikpapan.
- Melakukan identifikasi, kajian/analisis dan menyusun materi
Penyusunan Indikator dan Pemetaan Daerah Rawan Pangan di Kota
Balikpapan.
- Melaporkan setiap hasil pekerjaan kepada Bagian Perekonomian
Sekretariat Daerah Kota Balikpapan
- Mempresentasikan dan mendiskusikan hasil pekerjaan kepada Bagian
Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Balikpapan dan
Dinas/Instansi/Lembaga terkait di tingkat Kota Balikpapan.

3.2. Lingkup Kegiatan

Ruang lingkup kegiatan Penyusunan Indikator dan Pemetaan Daerah


Rawan Pangan di Kota Balikpapan sebagai berikut:

Kegiatan Persiapan
Kegiatan ini meliputi persiapan administrasi dan teknis termasuk perekrutan
tenaga pelaksana.

Survey dan Pengumpulan Data


- Untuk mengidentifikasi, memahami karakteristik lokasi penelitian berikut
potensi yang perlu dikembangkan dan permasalahannya.
- Ditujukan untuk mengumpulkan data-data, baik primer dan sekunder untuk
bahan pengkajian dan analisa pengembangan.

Pengolahan Data dan Analisa


Kegiatan ini meliputi:
- Inventarisasi dan pengujian data;
- Analisis data dan penyajian hasilnya;
- Kajian pembahasan Penyusunan Indikator dan Pemetaan Daerah Rawan
Pangan Kota Balikpapan.

3.3. Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan

Kegiatan Penyusunan Indikator dan Pemetaan Daerah Rawan pangan ini


akan dilaksanakan selama 4 (empat) bulan, dengan perhitungan berikut:
- Persiapan Survey
- Survey
- Analisa Data
- Rancangan Rencana
- Rencana/pelaporan

B a g i a n P e r e k o n o m i a n S e k r e t a r i a t D a e r a h K o t a B a l i k p a p a n Page6
KAK Pemetaan Kerawanan Pangan Di Kota Balikpapan Tahun 2012

Disamping kegiatan diatas, untuk lebih terkoordinasi dengan baik,


konsultan diwajibkan senantiasa berkonsultasi kepada Tim Teknis/Pimpinan
Proyek untuk penyesuaian jadwal apabila ada perubahan sewaktu-waktu.

3.4. Tenaga Ahli

Dalam pelaksanaan kegiatan Penyusunan Indikator dan Pemetaan


Daerah Rawan Pangan di Kota Balikpapan ini memerlukan tenaga ahli dari
berbagai disiplin ilmu diantaranya:

1. Sarjana Pertanian (sebagai team leader), pengalaman kerja lebih dari 5


tahun, Kualifikasi Strata-2.
2. Ahli Gizi, pengalaman kerja lebih dari 5 tahun, Kualifikasi Strata-1.
3. Sarjana Ekonomi, pengalaman kerja lebih dari 3 tahun, Kualifikasi Strata-1.

Disamping tenaga ahli tersebut diatas, dalam kegiatan ini dibutuhkan


pula tenaga pendukung pula tenaga pendukung yang terdiri dari :

1. Staf administrasi.
2. Operator komputer.
3. Surveyor.

VI . PELAPORAN

Sistem pelaporan untuk kegiatan Penyusunan Indikator dan Pemetaan


Daerah Rawan Pangan di Kota Balikpapan yang dilakukan dengan bekerjasama
dengan konsultan perencana adalah sebagai berikut:

1. Laporan Pendahuluan

Laporan memuat :
Laporan ini meliputi: latar belakang, tujuan dan sasaran kegiatan, dasar
hukum dan ruang lingkup.
Gambaran secara garis besar karakteristik isu dan permasalahan yang
ada dikawasan perencanaan.
Tinjauan Kebijaksanaan yang terkait Rawan Pangan meliputi kebijakan
nasional maupun provinsi.
Konsepsi pemikiran meliputi pendekatan dan metodologi perencanaan
serta model-model analisis yang digunakan.
Metode pelaksanaan kegiatan meliputi lingkup kegiatan dan rencana
tahapan pelaksanaan pekerjaan.
Struktur organisasi dan tata kerja personil tenaga ahli dan instansi-
instansi yang akan terlibat dalam masalah ini.
Rencana kegiatan survey/design survey.

B a g i a n P e r e k o n o m i a n S e k r e t a r i a t D a e r a h K o t a B a l i k p a p a n Page7
KAK Pemetaan Kerawanan Pangan Di Kota Balikpapan Tahun 2012

Adapun laporan tersebut diserahkan selambat-lambatnya 30 (tiga


puluh) hari kalender setelah penandatanganan SPMK dan diserahkan
kepada pihak pemberi pekerjaan sebanyak 25 (dua puluh lima) eksemplar
cetak jilid dalam format kertas A4 dan penyampaian laporan sudah
termasuk laporan aslinya.

Laporan dianggap selesai setelah Tim Pemeriksa Laporan


menyatakan laporan telah sempurna berdasarkan masukan hasil diskusi
dan sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) serta Penelitian Panitia
Pemeriksa Barang/Jasa terhadap hasil yang diserahkan yang selanjutnya
dibuat dalam berita acara Laporan Pendahuluan.

2. Laporan Interim / Fakta Analis


Laporan ini memuat :

1. Identifikasi Karakteristik Wilayah meliputi :

Identifikasi faktor-faktor eksternal antara lain ;


- Tinjauan kebijaksanaan pembangunan Nasional, Propinsi Kaltim,
Kota Balikpapan dan Kebijakan pembangunan sektoral lainnya
yang berpengaruh.

Identifikasi faktor-faktor internal antara lain ;


- Karakteristik fisik lingkungan, meliputi ; penutupan dan
penggunaan lahan, status kepemilikan lahan, topografi, morfologi,
geologi, hidrologi, iklim, jenis tanah, dsb.
- Karakteristik Kependudukan dan sosial kemasyarakatan meliputi ;
pertumbuhan penduduk ; jumlah dan kepadatan penduduk ,
komposisi penduduk menurut usia, pendidikan, agama, dan
lapangan pekerjaan ; adat istiadat, norma-norma yang
berkembang dalam masyarakat, dsb.
- Karakteristik Sarana dan Prasarana / Infrastruktur meliputi ;
fasilitas sosial ekonomi; sarana dan prasarana transportasi;
prasarana pengairan dan air baku; sistem jaringan listrik/energi
dan telekomunikasi ; sistem drainase, jaringan air limbah,
persampahan, dan prasarana lingkungan lainnya.

2. Analisis

Analisis Fisik dan Daya Dukung Lingkungan meliputi ;

- Analisis kendala fisik pengembangan kawasan (rawan bencana


alam seperti ; banjir, longsor, abrasi pantai dll).

B a g i a n P e r e k o n o m i a n S e k r e t a r i a t D a e r a h K o t a B a l i k p a p a n Page8
KAK Pemetaan Kerawanan Pangan Di Kota Balikpapan Tahun 2012

- Analisis mengenai kesesuian lokasi/tapak untuk pengembangan


peruntukan kegiatan masyarakat .

Analisis Kondisi dan kebutuhan sarana dan prasarana


(Infrastruktur) meliputi ;

- Analisis mengenai kondisi, jenis dan jumlah, tingkat pelayanan


fasilitas sosial ekonomi, serta kebutuhannya di masa akan
datang.

- Analisis kondisi dan tingkat pelayanan sistem prasarana


transportasi, serta kebutuhan di masa mendatang.

- Analisis kondisi dan tingkat pelayanan sistem prasarana


pengairan dan air baku, serta kebutuhan di masa mendatang.

- Analisis kondisi dan tingkat pelayanan sistem prasarana


listrik/energi, serta kebutuhan di masa mendatang.

- Analisis kondisi dan tingkat pelayanan sistem prasarana


telekomunikasi, serta kebutuhan di masa mendatang.

- Analisis kondisi dan tingkat pelayanan sistem prasarana


pengelolaan lingkungan lainnya (drainase, air limbah,
persampahan dan sebagainya), serta kebutuhannya dimasa
mendatang.

3. Perumusan konsep/skenario, strategi dan arahan penanganan


daerah rawan pangan di Kota Balikpapan.

4. Peta-Peta Hasil Studi dan Fakta Lapangan.

Laporan Antara diserahkan selambat-lambatnya 75 (tujuh puluh


lima) hari kalender setelah penandatangan SPMK atau 45 (empat puluh
lima) hari kalender setelah penyerahan Laporan Pendahuluan. Laporan
tersebut diserahkan kepada pihak pemberi pekerjaan sebanyak 25
(dua puluh lima) eksemplar cetak jilid dalam format kertas A4 dan
penyampaian laporan sudah termasuk laporan aslinya. Laporan
dilengkapi dengan Peta Hasil Pengamatan Kondisi Kawasan dan Hasil
Analisis, dalam format peta berwarna.

Laporan dianggap selesai setelah Tim Pemeriksa Laporan


menyatakan laporan telah sempurna berdasarkan masukan hasil diskusi
dan sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) serta Penelitian Panitia

B a g i a n P e r e k o n o m i a n S e k r e t a r i a t D a e r a h K o t a B a l i k p a p a n Page9
KAK Pemetaan Kerawanan Pangan Di Kota Balikpapan Tahun 2012

Pemeriksa Barang/Jasa terhadap hasil yang diserahkan, yang


selanjutnya dibuat dalam berita acara Laporan Antara.

5. Laporan Akhir

Laporan akhir disampaikan setelah penyempurnaan Laporan


Interim/ Fakta analisis selambat-lambatnya 180 (seratus delapan puluh)
hari kalender setelah penandatangan SPMK atau 30 (tiga puluh) hari
setelah penyerahan Laporan akhir. Laporan akhir diserahkan kepada
pihak pemberi pekerjaan sebanyak 25 (dua puluh lima) eksemplar cetak
jilid dalam format kertas A4 dan penyampaian laporan sudah termasuk
laporan aslinya. Laporan ini dilengkapi dengan arsip/Back up dokumen
dalam bentuk Compact Disk (CD) sejumlah 25 (dua puluh lima) buah.

Laporan dinyatakan selesai dan diterima setelah Tim Pemeriksa


Laporan menyatakan laporan telah sempurna berdasarkan perbaikan
Laporan Interim/ Fakta analisa dan sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja
(KAK) serta Penelitian Panitia Pemeriksa Barang/Jasa terhadap hasil
yang diserahkan yang selanjutnya dibuat dalam berita acara.

Balikpapan, 05 Maret 2012

Mengetahui/menyetujui:
Kepala Bagian Perekonomian Dibuat oleh :
Sekretariat Daerah Kota Balikpapan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan

Muh. Yusuf. L Lestari Sumiarsih


NIP. 19631231 199403 1 065 NIP. 19690216 199403 2 005

B a g i a n P e r e k o n o m i a n S e k r e t a r i a t D a e r a h K o t a B a l i k p a p a n Page10