Anda di halaman 1dari 8

PRAKTIKUM PERAKITAN GALUR TANAMAN

KEPADATAN BIJI

Oleh :

Titania Dia Septiani NIM A41161396


Agung Wahyu Darmawan NIM A41161456
Sulthon Nurhayatuddin NIM A41161720
M. Zulkarnaen Lubis NIM A41161750
Hanif Ahmad Abdul G. NIM A41161787
Rizqi Amalia Pratiwi NIM A41161868

PROGRAM STUDI TEKNIK PRODUKSI BENIH


JURUSAN PRODUKSI PERTANIAN
POLITEKNIK NEGERI JEMBER
2017
BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Benih adalah faktor penetu pertama berhasilnya pertanian yang dilakukan.
Benih yang baik akan mendatangkan hasil yang baik pula bagi pertanian yang di
kembangkan. Namun sebaliknya benih yang buruk mampu mengakibatkan
kegagalan hasil pada pertanian yang diusahakan. Oleh karena itu perlu adanya
pengujian benih untuk mendapatkan benih yang baik untuk pertanian yang
diusahakan.
Pengukuran kepadatan biji merupakan salah satu pengujian benih dengan
menggunakan perbandingan volume dengan memasukkan biji kedalam air. Ada
beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kepadataan biji, diantaranya adalah
jenis atau varietas tanaman dan faktor -faktor eksternal seperti tinggi tempat
(elevasi), kondisi tanah, kondisi iklim, serta beberapa perlakukan budidaya
tertentu.

1.2 Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah mahasiswa diharapkan mampu :
1. Mengetahui kepadatan biji masing-masing varietas kedelai.
2. Mampu mengetahui kualitas biji berdasarkan kepadatanya.
3. Mengetahui banyaknya benih yang harus disediakan untuk bahan tanam benih.

1.3 Manfaat
Adapun manfaat praktikum ini adalah dapat menambah wawasan mahasiswa
tentang kepadatan biji dan bagaimana cara menghitung kepadatan biji tersebut.
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

Kepadatan biji merupakan paameter fisik yang mempunyai hubungan dengan


fenotipe dilapangan. Biji yang ukurannya paling besar dan kepadatannya paling
rendah mempunyai presentase perkecambahan dan kecepatan berkecambah yang
rendah. Biji dengan kepadatan yang lebih tinggi akan lebih unggul dibandingkan
dengan biji yang kepadatannya rendah (Hay dan Gamble, 1987).
Kepadatan biji merupakan komponen biji yang berkorelasi positif dengan
kandungan protein biji. Jika terjadi korelasi rendah antara kepadatan dengan
produksi biji, maka untuk mempertahankan produksi dan meningkatkan kandungan
protein dapat melakukan seleksi tak langsung melalui kepadatan benih (LI dan
Burton, 2002).
BAB 3. METODELOGI

3.1 Tempat dan Waktu


Praktikum Kepadatan Biji dilaksanakan di Laboratorium Teknik Produksi
Benih Politeknik Negeri Jember, pada hari Senin, 23 Oktober 2017 pukul 13.00-
15.00 WIB.

3.2 Bahan dan Alat


Adapun bahan dan alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah benih
kedelai 5 varietas berbeda, kertas HVS, gelas ukur, timbangan analitik, dan
kalkulator

3.3 Prosedur Kerja


1. Menyiapkan 50 biji kedelai dari masing-masing varietas dengan 3 kali ulangan,
terdiri dari benih berukuran kecil, sedang dan campuran.
2. Menirnbang masing-masing ulangan benih pada tiap genotipe.
3. Mencatat hasil berat benih dalam gram.
4. Menyiapkan gelas ukur yang telah diisi air sebanyak 50 ml.
5. Memasukkan benih dari masing-masing ulangan dan mencatat berapa kenaikan
volume air yang terlihat pada gelas ukur.
6. Menghitung nilai kepadatan biji dengan rumus.
BAB 4. PEMBAHASAN

4.1 Hasil
Berat Awal Biji (gr) Penambahan Volume (ml) Seed Density
Varietas Ulangan Rata-rata
Kecil Besar Mix Kecil Besar Mix Kecil Besar Mix
1 6,42 9,12 7,43 6 7,5 6,5 1,07 1,26 1,14 1,57
2 6,83 6,95 7,55 6 6,5 6,5 1,13 1,07 1,16 1,12
Anjasmoro
3 6,66 7,65 7,66 5,9 6,8 6,8 1,13 1,12 1,12 1,27
Rata-rata 6,63 7,9 7,66 5,96 6,93 6,6 1,11 1,15 1,43 1,13
1 4,48 6,9 5,81 3 7 5 1,5 0,98 1,16 1,21
2 4,55 6,92 6,06 3 7 5 1,51 0,98 1,12 1,23
Dering 1
3 4,7 6,98 6,04 3 7 5 1,57 0,99 1,2 1,25
Rata-rata 4,57 6,93 5,97 3 7 5 1,52 0,99 1,19 1,23
1 3,99 5,1 4,26 3,5 4,5 4 1,14 1,13 1,06 1,11
2 3,78 4,94 4,15 3,5 4,5 3,5 1,08 1,09 1,18 1,12
Ringgit
3 3,77 5,4 4,08 2 3,5 5,5 1,88 1,54 0,74 1,38
Rata-rata 3,84 5,01 4,16 3,84 4,16 3,66 1,36 1,25 0,99 1,2
1 6,65 10,25 8,78 5,5 8,5 7,5 1,21 1,21 1,17 1,2
2 6,07 10,78 8,23 4,5 9 7,5 1,35 1,2 1,1 1,22
Dega 1
3 6,1 10,12 8,19 5,5 9,5 7 1,11 1,17 1,17 1,5
Rata-rata 3,84 10,72 8,4 5,2 9 7,3 1,22 1,19 1,15 1,12
1 6,77 9,1 8,26 7 7,8 7,5 0,97 1,17 1,1 1,08
2 6,92 9,9 8,28 4 8 7,5 1,73 1,14 1,1 1,32
Dena 1
3 6,88 9,12 8,04 7 8 7 0,98 1,14 1,15 1,09
Rata-rata 6,86 9,1 8,19 6 7,93 7,3 1,23 2,09 1,12 1,68

4.2 Pembahasan
Salah satu usaha untuk meningkatkan produksi tanaman kedelai adalah
penggunaan benih yang unggul. Apalagi bila pemeliharaan dan pengolahannya
cukap baik, pasti usaha ini akan menghasilkan produktivitas tanaman kedelai yang
tinggi. Untuk meningkatkan hasil produksi tanaman kedelai perlu diawali dengan
penggunaan benih unggul bermutu dengan upaya peningkatan kualitas produk agar
dihasilkan produk yang bermutu tinggi dan memenuhi selera konsumen secara
optimal. Mutu kedelai dipengaruhi oleh faktor-faktor yang dapat dikendalikan
antara lain kualitas benih kedelai, jenis kedelai, dan benih yang digunakan.
Hasil dari perhitungan kepadatan biji kopi dari beberapa varietas
menunjukkan tingkat kepadatan yang berbeda beda namun selisihnya tidak jauh
berbeda. Kedelai varietas Anjasmoro memiliki rerata kepadatan benih kecil 1,12
gr/l, benih besar 1,15 gr/l dan benih campuran (mix) 1,43 gr/l, sementara varietas
Dering 1 memiliki rerata kepadatan benih kecil 1,52 gr/l, benih besar 0,99 gr/l dan
benih campuran (mix) 1,19 gr/l. Varietas Ringgit memiliki rerata kepadatan benih
kecil 1,36 gr/l, benih besar 1,25 gr/l dan benih campuran (mix) 0,99 gr/l. Varietas
Dega memiliki rerata kepadatan benih kecil 1,22 gr/l, benih besar 1,19 gr/l dan
benih campuran (mix) 1,15 gr/l. Varietas Dena 1 memiliki rerata kepadatan benih
kecil 1,23 gr/l, benih besar 2,09 gr/l dan benih campuran (mix) 1,12 gr/l. Dari data
pengamatan bahwa benih yang ukuranya besar belum tentu kepadatanya lebih
tinggi dari benih yang ukuranya lebih kecil.
Pengukuran tingkat kepadatan biji kedelai dapat dilakukan dengan cara
memilih beberapa varietas tanaman kedelai, kemudian menimbang berat biji 50 biji
kedelai kering, Memasukkan kedalam gelas ukur yang berisi air pada skala volume
awal. Volume gelas ukur akan mengalami kenaikan skala volume ini digunakan
sebagai tingkatan volume gelas ukur tersebut. Setelah selesai menghitung selisih
antara volume setelah penambahan biji kedelai dengan volume awal pemberian air
pada gelas ukur. Proses akhir dalam pengkuran ini dapat diketahui tingkat
kepadatan biji dengan cara melakukan perhitungan perbandingan antara bobot biji
kering dengan hasil selisih volume akhir. Pengukuran kepadatan menggunakan
perbandingan volume dengan memasukkan biji kedalam air ini menjukkan bahwa
biji yang dimasukkan dalam air memberiakn pengaruh nyata terhadap kandungan
dalam biji kedelai. Jika biji kedelai tenggelam dan memiliki penambahan jumlah
air besar maka tingkat kepadatan biji kedelai tersbut tinggi, sedangakan jika biji
kedelai terapung itu menunjukkan kepadatan biji rendah.
Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kepadataan biji kedelai,
diantaranya adalah jenis kedelai dan faktor -faktor eksternal seperti tinggi tempat
(elevasi), kondisi tanah, kondisi iklim, serta beberapa perlakukan budidaya tertentu,
terutama sistem pemangkasan dan skema pemupukan.
BAB 5. PENUTUP

5.1 Kesimpulan
1. Kepadatan biji kedelai berpengaruh terhadap kandungan protein dalam biji
kedelai yang berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman kedelai dan kualitas
kedelai.
2. Kepadatan biji kedelai mempengaruhi proses pertumbuhan tanaman kedelai
dilapang yakni proses adaptasi biji kedelai dilapang pada saat proses
perkecambahan dan pemindahan dari perkecambahan.
3. Kepadatan biji kedelai berbanding lurus dengan mutu biji kedelai, semakin
tinggi kepadatan biji kedelai maka semakin tinggi pula mutu biji kedelai.

5.2 Saran
Sebaiknya dalam praktikum juga dilakukan praktikum perkecambahan dari
benih yang sudah diukur kepadatanya agar mendapatkan pengetahuan tambahan.
DAFTAR PUSTAKA

Tim Dosen. 2017. Buku Kerja Praktek Mahasiswa (BKPM) Perakitan Galur
Tanaman Menyerbuk Sendiri. Jember: Politeknik Negeri Jember.