Anda di halaman 1dari 25

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Seluruh tubuh manusia bagian terluar terbungkus oleh suatu sistem yang disebut
sebagai sistem integumen. Sistem integumen adalah sistem organ yang paling luas.Sistem
ini terdiri atas kulit dan aksesorisnya, termasuk kuku, rambut, kelenjar (keringat dan
sebaseous), dan reseptor saraf khusus (untuk stimuli perubahan internal atau lingkungan
eksternal).
Sistem integumen terdiri dari organ terbesar dalam tubuh. Kulit, ini sistem organ
yang luar biasa melindungi struktur internal tubuh dari kerusakan, mencegah dehidrasi,
lemak berlebih, dan menghasilkan vitamin dan hormon. Hal ini juga membantu untuk
mempertahankan homeostasis dalam tubuh dengan membantu dalam pengaturan suhu
tubuh dan keseimbangan air. Sistem integumen adalah garis peratama pertahanan tubuh
terhadap bakteri, virus dan mikroba lainnya. Hal ini juga membantu untuk memberikan
perlindungan dari radiasi ultraviolet yang berbahaya. Kulit adalah organ sensorik dalam
hal ini memiliki reseptor untuk mendeteksi panas dan dingin, sentuhan, tekanan dan
nyeri. Komponen kulit termasuk rambut, kuku, kelenjar keringat, kelenjar minyak,
pembuluh darah, pembuluh getah bening, saraf dan otot. Mengenai anatomi sistem yg
menutupi, kulit terdiri dari lapisan jaringan epitel (epidermis) yang didukung oleh lapisan
jaringan ikat (dermis) dan lapisan subkutan yang mendasari (hypodermis atau subcutis).
Selain kulit, ada pula rambut dan kuku yang termasuk kedalam sistem integumen.
Rambut adalah organ seperti benang yang tumbuh di kulit terutama. Rambut muncul dari
epidermis (kulit luar), walaupun berasal dari folikel rambut yang berada jauh di bawah
dermis. Serta pada kuku tumbuh dari sel mirip gel lembut yang mati, mengeras, dan
kemudian terbentuk saat mulai tumbuh dari ujung jari. Kulit ari pada pangkal kuku
berfungsi melindungi dari kotoran. Fungsi utama kuku adalah melindungi ujung jari yang
lembut dan penuh urat saraf, serta mempertinggi daya sentuh. Secara kimia, kuku sama
dengan rambut yang antara lain terbentuk dari keratin protein yang kaya akan sulfur.

1
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Apa pengertian sistem integumen ?
1.2.2 Bagaimanakah struktur sistem integumen ?
1.2.3 Apa saja derivat dari sistem integumen ?
1.2.4 Apa fisiologi dari sistem integument ?
1.2.5 Apa saja kelainan pada sistem integumen ?
1.3 Tujuan
1.3.1 Dapat mengetahui pengertian sistem integumen
1.3.2 Dapat memahami struktur sistem integumen
1.3.3 Dapat memahami derivat dari sistem integumen
1.3.4 Dapat memahami fisiologi dari sistem integumen
1.3.5 Dapat memahami kelainan pada sistem integumen
1.4 Manfaat
1.4.1 Bagi Penulis
1. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas anatomi dan fisiologi manusi
2. Sebagai sarana untuk memperluas wawasan anatomi dan fisiologi manusia
tentang sistem integumen
1.4.2 Bagi Pembaca
Sebagai sarana untuk mengatahui bagaimana anatomi dan fisiologi manusia
tentang sistem integumen

2
BAB II

ISI

2.1 Pengertian Sistem Integumen


Seluruh tubuh manusia bagian terluar terbungkus oleh suatu sistem yang disebut
sebagai sistem integumen. Integumen berasal dari bahasa yunani yaitu integumentum
yang artinya penutup. Sistem integumen adalah sistem organ yang paling luas. Sistem ini
terdiri atas kulit dan aksesorisnya, termasuk kuku, rambut, kelenjar (keringat dan
sebaseous), dan reseptor saraf khusus (untuk stimuli perubahan internal atau lingkungan
eksternal).
Sistem integumen dapat dianggap terdiri dari kulit yang sebenarnya dan derivat-
derivat dari kulit. Kulit merupakan organ paling luas yang berkontribusi terhadap total
berat tubuh sebanyak 7 %. Keberadaan kulit memegang peranan penting dalam mencegah
terjadinya kehilangan cairan yang berlebihan, dan mencegah masuknya agen-agen yang
ada di lingkungan seperti bakteri, kimia dan radiasi ultraviolet. Kulit juga akan menahan
bila terjadi kekuatan-kekuatan mekanik seperti gesekan (friction), getaran (vibration) dan
mendeteksi perubahan-perubahan fisik di lingkungan luar, sehingga memungkinkan
seseorang untuk menghindari stimuli-stimuli yang tidak nyaman. Kulit membangun
sebuah barier yang memisahkan organ-organ internal dengan lingkungan luar, dan turut
berpartisipasi dalam berbagai fungsi tubuh vital. Kulit yang sebenarnya terdiri dari
lapisan utama yaitu epidermis dan dermis, derivat integumen adalah struktur tertentu
dimana secara embryogenetik yang berasal dari salah satu atau kedua lapisan dari kulit
yang sebenarnya.
2.2 Struktur Sistem Integumen
Kulit terdiri dari tiga lapisan, yaitu : epidermis ( kulit ari), dermis (kulit jangat
atau korium) dan lapisan subkutan/hypodermis.

3
Sumber : https://html2-f.scribdassets.com
1. Epidermis
Epidermis sering kita sebut sebagai kulit luar. Epidermis merupakan lapisan teratas
pada kulit manusia dan memiliki tebal yang berbeda-beda 400-600 m untuk kulit
tebal (kulit pada telapak tangan dan kaki) dan 75 -150 m untuk kulit tipis
(kulit selain telapak tangan dan kaki, memiliki rambut).
Selain sel-sel epitel, epidermis juga tersusun atas lapisan:
a. Melanosit, yaitu sel yang menghasilkan melanin melalui proses melanogenesis.
Melanosit (sel pigmen) terdapat di bagian dasar epidermis. Melanosit mnyintesis
dan mengeluarkan melanin sebagai respons terhadap rangsangan hormon hipofisis

4
anterior, hormone perangsang melanosit (melanocyte stimulating hormone,
MSH). Melanosit merupakan sel-sel khusus epidermis yang terutama terlibat
dalam produksi pigmen melanin yang mewarnai kulit dan rambut. Semakin
banyak melanin, semakin gelap warnanya. Melanin diyakini dapat menyerap
cahaya ultraviolet dengan demikian akan melindungi seseorang terhadap efek
pancaran cahaya ultraviolet dalam sinar matahari yang berbahaya.
b. Sel. Langerhans, yaitu sel yang merupakan makrofag turunan sumsum tulang,
yang merangsang sel Limfosit T, mengikat, mengolah, dan mempresentasikan
antigen kepada sel Limfosit T. Dengan demikian, sel Langerhans berperan
penting dalam imunologi kulit. Sel-sel imun yang disebut sel Langerhans terdapat
di seluruh epidermis. Sel Langerhans mengenali partikel asing atau
mikroorganisme yang masuk ke kulit dan membangkitkan suatu serangan imun.
Sel Langerhans mungkin bertanggungjawab mengenal dan menyingkirkan sel-
sel kulit displastik dan neoplastik. Sel Langerhans secara fisik
berhubungan dengan saraf-saraf simpatis, yang mengisyratkan adanya
hubungan antara sistem saraf dan kemampuan kulit melawan infeksi
atau mencegah kanker kulit. Stres dapat memengaruhi fungsi sel
Langerhans dengan meningkatkan rangsang simpatis. Radiasi
ultraviolet dapat merusak sel Langerhans, mengurangi kemampuannya
mencegah kanker.
c. Sel Merkel, yaitu sel yang berfungsi sebagai mekanoreseptor sensoris dan
berhubungan dengan fungsi dengan sistem neuroendokrin difus.
d. Keratinosit, yang secara bersusun dari lapisan paling luar hingga paling dalam
sebagai berikut:

5
Sumber : http://www.istockphoto.com
1) Stratum Korneum/lapisan tanduk, terdiri atas 15-20 lapis sel gepeng,
tanpa intidengan sitoplasma yang dipenuhi keratin. Lapisan ini
merupakan lapisan terluar dimana eleidin berubah menjadi keratin
yang tersusun tidak teratur sedangkan serabut elastis dan retikulernya
lebih sedikit sel-sel saling melekat erat.
2) Stratum Lucidum tidak jelas terlihat dan bila terlihat berupa lapisan
tipis yang homogen, terang jernih, inti dan batas sel tak terlihat. Stratum
lucidum terdiri dari protein eleidin. Selnya pipih, bedanya dengan stratum
granulosum adalah sel-sel sudah banyak yang kehilangan inti dan butir-butir
sel telah menjadi jernih sekali dan tembus sinar. Lapisan ini hanya terdapat
pada telapak tangan dan telapak kaki
3) Stratum Granulosum/lapisan keratohialin, terdiri atas 2-4 lapis sel
polygonal gepeng yang sitoplasmanya berisikan granula
keratohialin. P a d a membran sel terdapat granula lamela yang
mengeluarkan materi perekat antar sel, yang bekerja sebagai penyaring

6
selektif terhadap masuknya materi asi ng, serta menyediakan efek
pelindung pada kulit.
4) Stratum Spinosum/stratum Malpighi/pickle cell layer, tersusun dari beberapa
lapis sel di atas stratum basale. Sel pada lapisan ini berbentuk polihedris
dengan inti bulat/lonjong. Pada sajian mikroskop tampak mempunyai tonjolan
sehingga tampak seperti duri yang disebut spina dan terlihat saling
berhubungan dan di dalamnya terdapat fibril sebagai intercellukar bridge. Sel-
sel spinosum saling terikat dengan filament. Filamen ini mempunyai fungsi
untuk mempertahankan kohesivitas (kerekatan) antar sel dan melawan efek
abrasi. Dengan demikian, sel-sel spinosum ini banyak terdapat di daerah yang
berpotensi mengalami gesekan seperti telapak kaki.
5) Stratum Basal/Germinativum, merupakan lapisan paling bawah pada
epidermis (berbatasan dengan dermis), tersusun dari selapis sel-sel pigmen
basal, berbentuk silindris dan dalam sitoplasmanya terdapat melanin. Pada
lapiasan basal ini terdapat sel-sel mitosis.
2. Dermis
Lapisan yang mempunyai ketebalan 4 kali lipat dari lapisan epidermis (kira-kira0.25-
2.55mm ketebalannya) tersusun dari jaringan penghubung dan penyokong
lapisan epidermis dan mengikatkannya pada lapisan dalam hipodermis. Lapisan ini
terbagi atas :
a. Lapisan papilari
Merupakan lapisan tipis dan terdiri dari jaringan penghubung
y a n g l o n g g a r menghubungkan lapisan epidermis kelapisan subcutis,
banyak terdapat sel mast dan sel m a k r o f a g ya n g d i p e r l u k a n u n t u k
m e n g h a n c u r k a n m i k r o o r g a n i s m e ya n g m e n e m b u s lapisan dermis.
Di lapisan ini juga terdapat sejumlah kecil elastin dan kolagen.
Lapisan ini berbentuk gelombang yang terjulur kelapisan epidermis untuk
memudahkan kiriman nutrisi kelapisan epidermis yang tidak mempunyai
pembuluh darah.
b. Lapisan Retikular

7
Merupakan lapisan tebal dan terdiri dari jaringan penghubung dengan susunan
yang tidak merata, disebut lapisan retikular karena banyak terdapat serat elastin
dan kolagen yang sangat tebal dan saling berangkai satu sama lain
menyerupai jaring- jaring. Dengan adanya serat elastin dan kolagen akan
membuat kulit menjadi kuat, utuh kenyal dan meregang dengan baik.
Kompenen dari lapisan ini berisi banyak struktur khusus yang
melaksanakan fungsi kulit. Terdiri dari :
1) Kelenjar sebaceous Sebasea (kelenjar lemak)
Menghasilkan sebum, zat semacam lilin, asam lemak atau trigliserida
bertujuan untuk m e l u m a s i p e r m u k a a n k u l i t d i k e l u a r k a n m e l a l u i
f o l i k e l r a m b u t ya n g m e n g a n d u n g banyak lipid. pada orang yang
jenis kulit berminyak maka sel kelenjar sebaseanya lebih aktif memproduksi
minyak, dan bila lapisan kulitnya tertutup oleh kotoran,debu atau kosmetik
menyebabkan sumbatan kelenjar sehingga terjadi pembengkakan. Pada
g a m b a r d i b a w a h t e r l i h a t k e l e n j a r s e b a s e a ya n g b e r w a r n a
k u n i n g d a n d i s e b e l a h kanannya terdapat kelenjar keringat).
2) Eccrine sweat glands atau kelenjar keringat
Walaupun stratum korneum kedap air, namun sekitar 400 mL air dapat
keluar dengan cara menguap melalui kelenjar keringat tiap hari. Seorang yang
bekerja dalam r u a n g a n mengekskresikan 200 mL keringat
t a m b a h a n , d a n b a g i o r a n g ya n g a k t i f jumlahnya lebih banyak
lagi. Selain mengeluarkan air dan panas, keringat juga merupakan sarana
untuk mengekskresikan garam, karbondioksida, dan dua molekul
organik hasil pemecahan protein yaitu amoniak dan urea. Terdapat
dua jenis kelenjar keringat, yaitu kelenjar keringat apokrin dan kelenjar
keringat merokrin.
(a) Kelenjar keringat apokrin terdapat di daerah aksila, payudara dan
pubis, serta aktif pada usia pubertas dan menghasilkan sekret yang
kental dan bau yang khas. Kelenjar keringat apokrin bekerja ketika ada
sinyal dari sitem saraf dan hormone sehingga sel-sel mioepitel yang ada di
sekeliling kelenjar berkontraksi dan menekan kelenjar keringat apokrin.

8
Akibatnya kelenjar keringat melepaskan sekretnya ke folikel rambut lalu
ke permukaan luar.
(b) Kelenjar keringat merokrin (ekrin) terdapat di daerah telapak tangan
dan kaki. Sekretnya mengandung air, elektrolit, nutrien organik, dan
sampah metabolisme. Kadar pH-nya berkisar 4,0-6,8. Fungsi dari kelenjar
keringat merokrin adalah mengatur temperature permukaan,
mengekskresikan air dan elektrolit serta melindungi dari agen asing dan
menghasilkan dermicidin, sebuah peptide kecil dengan sifat antibiotik.
3) Pembuluh darah
Dilapisan dermis sangat kaya dengan pembuluh darah yang
memberi nutrisi penting untuk kulit, baik vitamin, oksigen maupun zat-zat
penting lainnya untuk metabolisme sel kulit, selain itu pembuluh darah
juga bertugas mengatur suhu tubuhmelalui mekanisme proses pelebaran
atau dilatasi pembuluh darah.
Aliran darah untuk kulit berasal dari subkutan tepat di bawah
dermis. Arteri membentuk anyaman yang disebut retecutaneum
yaitu anyaman pembuluh darah di jaringan subkutan, tepat di bawah
dermis. Cabang-cabang berjalan ke superficial danke dalam. Fungsi
vaskularisasi yang ke dalam ini adalah untuk memelihara jaringan
lemak dan folikel rambut. Cabang yang menembus stratum reticulare,
memberi cabangke folikel rambut, kelenjar keringat dan kelenjar sebasea.
Pada perbatasan Str. Reticullare Str. Papilare membentuk
anyaman ke 2 yang disebut Rete Sub Papillare berupa pembuluh darah
yang lebih kecil. Arteriol-arteriol dari rete sub papillare berjalan ke arah
epidermis dan berubah menjadi anyaman kapiler (capillary beds). Pembuluh
kapiler ini terdapat pada tepat di bawah epidermis, sekitar matrik folikel
rambut, papilla folikel rambut, sekitar kelenjar keringat dan sebasea. Selain itu
di bagian superfisial di stratum reticular terdapat anyaman pembuluh darah
yang disebut pleksus papilaris. Pada keadaan temperature udara lebih rendah
dari tubuh maka kapiler venula di stratum papilar dan subpapilar menyempit
sehingga temperature tubuh tidak banyak yang hilang. Bila udara panas

9
kelenjar keringat aktif memproduksi keringat kapiler dan venula dilatasi
penguapan keringat.
4) Serat elastin dan kolagen
Semua bagian pada kulit harus diikat menjadi satu, dan
pekerjaan ini dilakukan oleh sejenis protein yang ulet yang
dinamakan kolagen. Kolagen merupakan komponen jaringan ikat
yang utama dan dapat ditemukan pada berbagai jenis jaringan seta
bagian tubuh yang harus diikat menjadi satu.protein ini dihas ilkan
oleh sel-sel dalam jaringan ikat yang dinamakan fibroblast. Kolagen
diproduksi dalam bentuk serabut yang menyusun dirinya dengan
berbagai cara untuk memenuhi berbagai fungsi yang spesifik. Pada
kulit serabut kolagen tersusun dengan pola rata yang sal ing
menyilang.
Kolagen bekerja bersama serabut protein lainnya yang
dinamakan elastin yang memberikan elastisitas pada kulit. Kedua
tipe serabut ini secara bersama -sama menentukan derajat kelenturan
dan tonus pada kulit. Perbedaan serat elastin dan kolagen adalah
serat elastin yang membuat kulit menjadi elastin dan lentur
sementara kolagen yangmemperkuat jarring-jaring serat tersebut.
Serat elastin dan kolagen itu sendiri akan berkurang produksinya
karena penuaan sehingga kulit mengalami kehilangan kekencan gan
dan elastisitas kulit.
5) Saraf nyeri dan saraf sentuh
Kulit juga seperti organ lain terdapat cabang -cabang saraf
spinal dan permukaan yang terdiri dari saraf-saraf motorik dan saraf
sensorik. Ujung saraf motorik bergunauntuk menggerakkan sel-sel otot
yang terdapat pada kulit, sedangkan saraf sensorik berguna untuk
menerima rangsangan yang terdapat dari luar atau kulit. Pada kulit ujung-
ujung, saraf sensorik ini membentuk bermacam-macam kegiatan untuk
menerima rangsangan.

10
Sumber : http://slideplayer.com
3. Subkutan
Jaringan Subkutan atau hipodermis merupakan lapisan kulit yang
paling dalam.Lapisan ini terutama berupa jaringan adiposa yang
memberikan bantalan antara lapisan kulit dan struktur internal seperti otot dan
tulang. Banyak mengandung pembuluh darah, pembuluh limfe dan syaraf juga
terdapat gulungan kelenjar keringat dan dasar dari folikel rambut. Jaringan ini
memungkinkan mobilitas kulit, perubahan kontur tubuh dan penyekatan panas tubuh.
Lemak atau gajih akan bertumpuk dan tersebar menurut jenis kelamin seseorang, dan
secara parsial menyebabkan perbedaan bentuk tubuh laki-laki dengan perempuan.
Makan yang berlebihan akan meningkatkan penimbunan lemak di bawah kulit.
Jaringan subkutan dan jumlah lumak yang tertimbun merupakan factor penting dalam
pengaturan suhu tubuh. Tidak seperti epidermis dan dermis, batas dermis dengan
lapisan ini tidak jelas.
Pada bagian yang banyak bergerak jaringan hipodermis kurang, pada
bagian yanmelapisi otot atau tulang mengandung anyaman serabut yang kuat. Pada
area tertentu yng berfungsi sebagai bantalan (payudara dan tumit) terdapat lapisan

11
sel-sel lemak yang tipis. Distribusi lemak pada lapisan ini banyak berperan
dalam pembentukan bentuk tubuh terutama pada wanita.
2.3 Derivat Sistem Integumen
Derivat kulit atau disebut Skin Appendages/adnexa kulit merupakan struktur
tambahan kulit. Derivat kulit berasal dari epidermis, terdiri dari kelenjar sudorifera,
kelompok sebasea, rambut dan folikel rambut serta kuku. Nama lainnya appendages kulit
/ adneksa kulit / struktur tambahan kulit.
1. Rambut dan Folikel Rambut
Rambut terdiri dari batang yang terletak di atas permukaan kulit dan akar rambut
yang terletak di bagian rambut di dalam kulit. Folikel rambut merupakan jaringan
yang meliputi akar rambut.
Pertumbuhan rambut dimulai pada bulan ke 3 masa janin. Mula-mula epidermis
mengalami invasi ke dermis. Pertumbuhan rambut pertama kali terjadi pada daerah
alis, dagu, bibir atas selanjutnya diikuti bagian lain yang akan di tutup kulit tipis.
Invasi epidermis ini akan menjadi folikel rambut yang nantinya akan tumbuh menjadi
rambut.
Pada bulan ke 5 sampai ke 6, janin mempunyai rambut yang sangat halus yang
disebut Lanugo. Sebelum lahir Lanugo rontok, kecuali pada daerah alis, kelopak mata
dan kulit kepala. Beberapa bulan setelah lahir, rambut-rambut ini rontok, diganti
dengan yang lebih kasar yang disebut vellus. Pada masa puber, tumbuh rambut di
sekitar axila dan pubes. Pada pria juga akan tumbuh kumis, jenggot, dan lain-lain.
Rambut kasar terdapat pada kepala, alis dan tumbuh pada masa puber, yang disebut
sebagai Terminal Hairs.
a. Struktur
1) Struktur Rambut
Rambut terdiri dari dari medula yang terdiri dari keratin lunak dan kortex serta
kutikula yang terdiri dari keratin keras.
(a) Medula, merupakan bagian tengah rambut yang terdiri dari sel-sel yang
mengalami keratinisasi. Sel-selnya terpisah satu sama lain, dan antara sel-
sel kadang-kadang terdapat udara / cairan. Bagian ini tak terdapat pada
rambut tipis / halus.

12
(b) Kortex, merupakan bagian terbesar dari rambut yang terdiri dari sel-sel
berbentuk runcing, yang mengalami keratinisasi dan banyak mengandung
pigmen.
(c) Kutikula , merupakan membran tipis yang terdiri dari sel-sel
pipih/gepeng yang mengalami keratinisasi dan transparan. Secara
mikroskopis tersusun seperti genting, terdiri dari 1-3 lapis sel-sel yang
sebagian mengalami keratinisasi.

Ada 2 macam keratin rambut, yaitu :


(a) Keratin Lunak, terdapat pada seluruh permukaan kulit, terutama kulit
tebal, yaitu pada bagian Medula rambut. Secara Histologis akan terlihat
perubahan sel-sel epidermis. Mula-mula sitoplasma mengandung
keratohialin berubah menjadi sel-sel jernih (Str. Lusidum), dan selanjutnya
sel-sel mengalami keratinisasi kemudian desquamasi.
(b) Keratin keras, terdapat pada kuku, kutikula dan kortex rambut.
Pembentukannya tidak melalui butir-butir keratohialin, Str. Lusidum,
tetapi perubahannya terjadi perlahan-lahan dari sel-sel epidermis yang
tetap hidup, menjadi keratin. Keratin keras bersifat keras, tidak mengalami
desquamasi dan lebih banyak mengandung sullfur.
2) Struktur Folikel Rambut
Folikel rambut terdiri dari komponen dermis dan epidermis. Pada
dasarnya folikel rambut bagian dermis terlihat menonjol yang disebut papila
dan terdiri dari jaringan ikat, pembuluh darah dan sel-sel saraf.
Bagian luar papila diliputi sel-sel epitel yang disebut germinal matri,
dan ujung folikel rambut yang tampak membesar. Sel-sel germinal matrik
(puncak papila) berproliferasi membentuk rambut yang dapat tumbuh terus.
Bagian sentral germinal matrik (puncak papila) akan membentuk bagian
medula rambut dan kortex. Bagian perifer akan membentuk selubung akar
rambut luar dan selubung akar rambut bagian dalam.
Selubung akar dalam hanya tedapat pada bagian bawah folikel, terdiri
dari 3 lapisan yaitu lapisan kutikula yang merupakan lapisn bagian dalam
yang dekat dengan kutikula dari kortek rambut yang terdiri dari sel-sel pipih.

13
Lapisan Husley yang merupakan lapisan tengah dan lapisan Henle yang
merupakan lapisan luar yang terdiri sari 1 lapis sel yang seluruhnya
mengalami keratinisasi. Sel-sel selubung akar dalam mempunyai keratohialin
yang bersifat asidofil dan disebut granula trichohyalin yang dengan H.E akan
tampak kemerahan.
Selubung akar luar terletak pada dasar folikel yang merupakan lanjutan
dari germinal matrix dan hanya terdiri dari 1 lapis sel-sel sesuai stratum basale
epidermis. Lebih ke atas, sel-sel terdiri dari beberapa lapis, sesuai lapisan
epidermis. Selubung Jaringan Ikat merupakan dermis yang langsung
berhubungan / menyelubungi folikel rambut. Dipisahkan dari selubung akar
luar oleh membran basales. Musculus Erector Pili merupakan otot polos yang
melekat pada pertengahan selubung jaringan ikat, ujung lainnya berakhir pada
stratum papillare dermis, dengan arah miring ke atas. Kontraksi otot ini
menyebabkan rambut berdiri tegak, kulit melekuk, dan sekret kelenjar sebasea
keluar. Inervasinya berasal dari serabut saraf simpatis.
Warna rambut tergantung kualitas dan kuantitas pigmen korteks. Bila
sedikit / kurang akan tampak putih. Campuran rambut putih dan berpigmen,
tampak abu-abu (uban). Rambut coklat atau hitam disebabkan oleh adanya
melanin. Melanosit terdapat pada matrix folikel rambut, yang dapat
mengalami mitosis. Melanosit kemudian akan terdorong ke atas.

14
Sumber : https://www.scribd.com/doc/175141291/Anatomi-
Dan-Fisiologi-Sistem-Integumen

2. Kuku
Kuku berpoliferasi membetuk matriks kuku, epidermis yang tepat di
bawahnya menjadi dasar kuku yang berbentuk U bila dilihat dari atas dan diapit oleh
lipatan kulit yang merupakan dinding kuku. Lempeng kuku terdiri dari sisik
epidermis yang menyatu erat dan tidak mengelupas. Badan kuku berwarna bening
sehingga kelihatan kemerahan karena ada pembuluh kapiler darah di dalam dasar
kuku.
Sel-sel stratum korneum meluas dari dinding kuku ke permukaan lempeng
kuku sebagai epikondrium atau kutikula. Kuku tumbuh dari akarnya yang terletak di
bawah lapisan tipis kulit yang dinamakan kutikula. Pertumbuhan kuku berlangsung
sepanjang hidup dengan pertumbuhan rata-rata 0,1 mm/hari. Pembaharuan total kuku
jaringan tangan memerlukan waktu sekitar 170 hari, sedangkan kaki sekitar 12-18
bulan. Bagian dari kuku, terdiri dari ujung kuku atas ujung batas, badan kuku yang
merupakan bagian yang besar, dan akar kuku (radik).

15
Kuku tersusun atas protein yang mengeras disebut keratin. Fungsinya sebagai
pelindung ujung jari tangan dan jari kaki. Lempeng kuku (LK) berbentuk empat
persegi panjang, keras, cembung ke arah lateral dan dorsal, transparan, terletak di
dorsalo paling distal. LK terbentuk dari bahan tanduk yang tumbuh ke arah dorsal
untuk waktu yang tidak terbatas. Kecepatan tumbuh kuku jari tangan: lebih kurang
0,1 mm/ hari, kuku jari kaki 1/3-1/2 kecepatan kuku jari tangan. Tebal kuku tangan
bervariasi 0,5 mm- 0,75mm, dan pada kaki dapat mencapai 1,0 mm. LK terdiri dari
tiga lapisan horizontal yang masing-masing adalah:
a. Lapisan dorsal tipis yang dibentuk oleh matriks bagian proksimal (1/3 bagian).
b. Lapisan intermediet yang dibentuk oleh matriks bagian distal (2/3 bagian).
c. Lapisan ventral yang dibentuk oleh lapisan tanduk dasar kuku dan hiponikium
yang mengandung keratin lunak.
Lunula atau bulan sabit terletak di proksimal LK. Lunula merupakan ujung
akhir matriks kuku. Warna putih lunula disebabkan epitel yang lebih tebal dari epitel
kasar kuku dan kurang melekatnya epitel dibawahnya sehingga transmisi warna
pembuluh drah kurang dipancarkan. Daerah di bawah LK disebut hiponikium. Alur
kuku dan lipat kuku merupakan batas dan pelindung kuku. Lipat kuku proksimal
merupakan perluasan epidermis, bersama kuku yang melindungi matriks kuku.
Produk akhirnya adalah kutikel. Pada matriks kuku terdapat sel melanosit.

Bagian-bagian kuku :
a. Matriks kuku, merupakan pembentuk jaringan kuku yang baru.
b. Dinding kuku (nail wall), merupakan lipatan-lipatan kulit yang menutupi bagian
pinggir dan atas.
c. Dasar kuku (nail bed), merupakan bagian kulit yang ditutupi kuku.
d. Alur kuku (nail groove), merupakan celah antara dinding dan dasar kuku.
e. Akar kuku (nail root), merupakan bagian tengah kuku yang dikelilingi dinding
kuku.
f. Lempeng kuku (nail plate, merupakan bagian tengah kuku yang dikelilingi
dinding kuku.
g. Lunula, merupakan bagian lempeng kuku berwarna putih dekat akar kuku
berbentuk bulan sabit, sering tertutup oleh kulit.

16
h. Eponikium, merupakan dinding kuku bagian proksimal, kulit arinya menutupi
bagian permukaan lempeng kuku.
i. Hiponikium, merupakan dasar kuku, kulit ari di bawah kuku yang bebas (free
edge) menebal.

Sumber : https://www.scribd.com/doc/49757368/Sistem-Integumen-dan-Derivat
3. Kelenjar Sudorifera
Kelenjar sudorifera merupakan kelenjar tubulus sederhana berselubung-
selubung yang terletak pada bagian dalam dermis. Kelenjar sudorifera ini terutama

17
terdapat pada kulit tebal (telapak tangan kurang lebih 3000/mm), terdiri dari bagian
sekretorik dan bagian exretorik.
Bagian sekretorik merupakan bagian yang letaknya langsung dibawah dermis
dalam jaringan subkutan, bentuk bergulung-gulung dan berkelok-kelok terdiri atas
sel-sel kollumner selapis, susunan tak teratur. Disini inti relatif kecil, sitoplasma
berisi pigmen dan vakuola, lumen lebih besar dibanding tebal dinding. Pada kelenjar
kecil epitel langsung menempel pada membrana basalis, sedangkan pada kelenjar
yang besar di luar epitel ada mioepitel kemudian menempel membrana basalis. Sel
mioepitel berbentuk fusiform seperti sel otot berasal dari ektoderm berjalan spiral /
longitudinal. Sel ini dapat berkontraksi untuk pengeluaran keringat.
Bagian exkretorik berperan dalam mengalirkan keringat. Tubulus berjalan agak
spiral pada dermis kemudian melalui ujung interpapillary pegs menuju ke epidermis.
Dindingnya, pada dermis terdiri dari 2 lapis sel kuboid yang tercat lebih gelap,
sedangkan pada epidermis terdiri dari sel-sel epidermis yang tersusun konsentris.
Lumen exkretorik lebih kecil dari lumen sekretorik. Kelenjar keringat tidak di
dapatkan pada dasar kuku, preputium penis dan glans penis.
4. Kelenjar Sebaseae
Kelenjar sebasea terdapat pada seluruh permukaan tubuh, kecuali telapak
tangan dan kaki. Kelenjar sebasea ini hampir selalu berhubungan dengan folikel
rambut kecuali pada papila mama, labila minora, bibir, sudut mulut dan kelenjar
meiboom. Pada kulit hidung lebih banyak kelenjar sebasea dari folikel rambut.
Bentuknya alveoler sederhana atau bercabang, tipe holokrin. Sel-selnya terdiri dari
beberapa lapis sel diatas membrana basalis dan diluarnya diliputi jaringan ikat halus.
Sekresi dari kelenjar ini disebut sebum yang pembentukannya diawali dari
proliferasi sel-sel basal, pendorongan sel-sel hasil poliferasi kearah lumen, akumulasi
tetesan-tetesan lemak dalam sitoplasma, sehingga sel-sel membesar, nekrosis sel-sel
yang jauh dari basal, inti piknotik atau hilang. Beberapa sel mengandung keratohialin.
Kearah bagian leher kelenjar (saluran keluarnya), sel-sel kelenjar hancur, membentuk
sekret sebum. Sebum terdiri dari lemak, butir-butir keratohialin, keratin dan sisa-sisa
sel. Fungsi sebum untuk meminyaki rambut dan permukaan kulit. Untuk setiap
lembar rambut terdapat sebuah kelenjar sebasea yang sekretnya akan melumasi

18
rambut dan membuat rambut menjadi lunak, serta lentur. Kelenjar sebasea banyak
terdapat di wajah, dada, dan punggung. Testosteron meningkatkan ukuran kelenjar
sebasea dan pembentukan sebum. Kadar testosteron meningkat pada pria dan wanita
selama pubertas.
2.4 Fisiologi Sistem Integumen
Kulit memiliki banyak funfs, yang berguna dalam menjaga homeostasis tubuh. Fungsi-
fungsi tersebut dapat dibedakan menjadi fungsi proteksi, absorpsi, ekskresi, persepsi,
pengaturan suhu tubu a9trmoregulasi) dan vitamin D.
1. Fungsi Proteksi
Kulit menyediakan proteksi terhadap tubuh dalam berbagai cara sebagai yaitu berikut:
a. Keratin Mlindungi kulit dari mikroba, abrasi (gesekan) panas, dan Zat kimia.
Keratin merupakan struktur yang keras, kaku, dan tersusun rapi dan erat seperti
batu bata di permukaan kulit.
b. Lipid yang dilepaskan mencegah evaporasi air dari permukaan kulit dan
dehidrasi;selain itu juga mencegah masuknya air dari lingkungan luar tubuh
melalui kulit.
c. Sebum yang berminyak dari kelenjar sebasea mencegan kulit dan rambut dari
kekeringan serta mengandung szat bakterisid yang berfungsi membunuh bakteri
di permukaan kulit. Adanya sebum ini, bersamaan dengan ekskresi keringat, akan
menghasilkan mantel asam dengan kadar pH 5-6.5 yang mampu menghambat
pertumbuhan mikroba.
d. Pigmen melanin melindungi dari efek sinar UV yang berbahaya. Pada stratum
basal, sel-sel melanosit melepaskan pigmen melanin kesekitarnya. Pigmen ini
bertugas melindungi materi genetik dari sinar matahari, sehingga materi genetik
dapat tersimpa dengan baik. Apabila terjadi gangguan pada proteksi oleh melanin,
maka dapat timbul keganasan.
e. Selain itu, da sel-sel yang berperan sebagai sel imun yang protekti. Yangpertama
adalah sel Lengarhans, yang mempresentasikan antigen terhadap mikroba.
Kemudian ada sel fagosit yang bertugas memfagositas mikroba yang masuk
melewati keratin dan sel Langerhans
2. Fungsi absorbs

19
Kulit tidak menyerapair, tetapibisa menyerap material larut-lipid seperti vitamin A,
D, E dan K, obat-obatan tertentu, oksigen dan karbon dioksida. Permeabilitas kulit
terhadap oksigen, karbondioksida dan uap air memungkinkan kulit ikut
mengambil bagian pada fungsi respirasi.Selain itu beberapa material toksik dapat
diserap seperti aseton, CCI, dan merkuri. Beberapa obat juga dirancang
untuk larutlemak, seperti kortison, sehingga mampu berpenetrasi ke kulit
dan melepaskan antihistamin di tempat peradangan. Kemampuan absorpsi kulit
dipengaruhi oleh tebal tipisnya kulit, hidrasi,kelembaban, metabolisme dan jenis
vehikulum. Penyerapan dapat berlangsung melaluicelah antarsel atau melalui
muara saluran kelenjar; tetapi lebih banyak yang melalui sel-sel epidermis daripada
yang melalui muara kelenjar.
3. Fungsi ekskresi
Kulit juga berfungsi dalam ekskresi dengan perantaraan dua kelenjar eksokrinnya,
yaitukelenjar sebasea dan kelenjar keringat
4. Fungsi persepsi
Kulit mengandung ujung-ujung saraf sensorik dermis dan subkutis. Terhadap
rangsangan panas diperankan oleh badan-badan Rufini di dermis dan subkutis.
Terhadap dingin diperankan oleh badan-badan Krause yang terletak di dermis,
badantaktil Meissner terletak di papila dermis berperan terhadap rabaan, demikian
pula badan Merkel Renvier yang terletak di epidermis. Sedangkan terhadap
tekanan diperankanoleh badan Paccini di epidermis.Saraf-saraf sensorik tersebut
lebih banyak jumlahnyadi daerah yang erotik.
5. Fungsi pengaturan suhu tubuh (termoregulasi)
Kulit berkontribusi terhadap pengaturan suhu tubuh (termoregulasi)
melalui dua cara: pengeluaran keringat dan menyesuaikan aliran darah di
pembuluh kapiler. Pada saatsuhu tinggi, tubuh akan mengeluarkan keringat dalam
jumlah banyak serta memperlebar pembuluh darah (vasodilatasi) sehingga panas
akan terbawa keluar dari tubuh.Sebaliknya, pada saat suhu rendah, tubuh akan
mengeluarkan lebih sedikit keringat danmempersempit pembuluh darah
(vasokonstriksi) sehingga mengurangi pengeluaran panas oleh tubuh.
6. Fungsi pembentukan vitamin D

20
Sintesis vitamin D dilakukan dengan mengaktivasi prekursor 7 dihidroksi
kolesteroldengan bantuan sinar ultraviolet.Enzim di hati dan ginjal lalu
memodifikasi prekursor dan menghasilkan calcitriol, bentuk vitamin D yang
aktif.Calcitriol adalah hormon yang berperan dalam mengabsorpsi kalsium
makanan dari traktus gastrointestinal kedalam pembuluh darah. Walaupun
tubuh mampu memproduksi vitamin D sendiri, namun belum memenuhi
kebutuhan tubuh secara keseluruhan sehingga pemberian vitamin D
sistematik masih tetap diperlukan. Pada manusia kulit dapat pula
mengekspresikan emosi karena adanya pembuluh darah, kelenjar keringat,
dan otot-otot di bawah kulit.
2.5 Kelainan pada Sistem Integumen
1. Pitiriasis Versicolor (Panu)

Sumber : http://www.kumpulanpenyakit.com/penyakit-panu
a. Definisi
Pitiriasis versikolor yang disebabkan Malassezia furfur Robin (BAILLON
1889)adalah penyakit jamur superfisial yang berupa bercak berskuama
halus yang bewarna putih sampai coklat hitam, terutama meliputi badan dan
kadang-kadang menyerangketiak, lipat paha, lengan, tungkai atas, leher muka dan
kulit kepala yang berambut.
b. Etiologi

21
1) Infeksi Malassezia furfur, Pityrosporum orbiculare, Pityrosporum ovale
merupakan jamur lipofilik yang normalnya hidup di keratin kulit dan folikel
rambut manusia saat masa pubertas & menimbulkan gangguan pada keadaan-
keadaan tertentu.
2) Faktor kausatif lainnya yang juga signifikan adalah sistem kekebalan
tubuh/imun penderita. Singkatnya, kekebalan tubuh yang diperantarai oleh sel
(cell-mediated immunity) berperan pada penyebab timbulnya penyakit
c. Manifestasi klinis
Biasanya timbul makula dalam berbagai ukuran dan warn a, terlihat
sebagai bercak-bercak berwarna-warni, berbentuk tidak teratur sampai teratur,
berbatas jelassampai difus, ditutupi sisik halus dengan rasa gatal (ringan), atau
asimtomatik (tanpagejala atau tanpa keluhan) sehingga ada kalanya penderita
tidak mengetahui bahwa ia berpenyakit tersebut. Pseudoakromia, akibat tidak
terkena sinar matahari ataukemungkinan pengaruh toksis jamur terhadap
pembentukan pigmen. Keluhan gatal ringan dan bercak hipopigmentasi,
merupakan salah sati alasan penderita datang berob at.
d. Penanganan
1) Keringkan handuk setelah dipakai dan ganti sesering mungkin .
2) Mandi rutin (minimal 2 kali sehari), memakai sabun dan bersih
3) Simpan atau gantung pakaian di tempat kering
4) Pola hidup sehat. Hal-hal yang mempengaruhi tumbuhnya jamur
adanya udara yang panas, lembab, kebersihan diri yang kurang,
kegemukan, sosial ekonomi rendah, pemakaian obat-obatan yang lama,
adanya penyakit kronis seperti TBC ataukeganasan, dan penyakit
endokrin(diabetes mellitus)
5) Pada kehidupan sehari-hari, sebaiknya bila udara terasa panas, maka kita
harus rajin menyeka keringat yang menempel di badan.
6) Selain itu, setelah terkena air, maka sebaiknya segera mengeringkannya,
karena jamur senang engan tempat yang lembab.dianjurkan pula untuk
menggunakan pakaian, ataupun handuk secara terpisah antar keluarga.

22
7) Seabaiknya pula menjaga keseimbangan berat badan. Sebab, orang yang
mengalami kegemukan (obesitas), umumnya lebih banyak mengeluarkan
keringat.
8) Pada pagi hari hingga siang membuka ventilasi jedela kamar, agar sirkulasi
udara dapat berjalan dengan bak dan terkena sinar matahari.
9) Rajin menjemur kasur, agar bila ada jamur ataupun mikroorganisme patologi
bisa mati terkena terik matahari.
2. Dermatitis

Sumber : http://romasociale.com
a. Definisi
Eksim atau Dermatitis adalah istilah kedokteran untuk kelainan kulit yang mana
kulit tampak meradang dan iritasi. Keradangan ini bisa terjadi dimana saja namun
yang paling sering terkena adalah tangan dan kaki. Jenis eksim yang paling sering
dijumpai adalah eksim atopik atau dermatitis atopik.
b. Gejala
Dimanapun lokasi timbulnya eksim, gejala utama yang dirasakan pasien adalah
gatal. Terkadang rasa gatal sudah muncul sebelum ada tanda kemerahan pada
kulit. Gejala kemerahan biasanya akan muncul pada wajah, lutut, tangan dan kaki,
namun tidak menutup kemungkinan kemerahan muncul di daerah lain.

23
Daerah yang terkena akan terasa sangat kering, menebal atau keropeng. Pada
orang kulit putih, daerah ini pada mulanya akan berwarna merah muda lalu
berubah menjadi cokelat. Sementara itu pada orang dengan kulit lebih gelap,
eksim akan mempengaruhi pigmen kulit sehingga daerah eksim akan tampak
lebih terang atau lebih gelap.
c. Pengobatan
Tujuan utama dari pengobatan adalah menghilangkan rasa gatal untuk mencegah
terjadinya infeksi. Ketika kulit terasa sangat kering dan gatal, lotion dan krim
pelembab sangat dianjurkan untuk membuat kulit menjadi lebih lembab. Tindakan
ini biasanya dilakukan saat kulit masih sedikit basah, seperti saat habis mandi
sehingga lotion yang dioleskan akan mempertahankan kelembaban kulit.
Kompres dingin juga diduga dapat mengurangi rasa gatal yang terjadi.
Salep atau krim yang mengandung kortikosteroid seperti hydrokortison diberikan
untuk mengurangi proses inflamasi atau keradangan. Untuk kasus kasus yang
berat, dokter akan memberikan tablet kortikosteroid dan apabila pada daerah
eksim telah terinfeksi maka bisa diberikan antibiotika untuk membunuh bakteri
penyebab infeksi. Obat lain yang dibutuhkan adalah antihistamin untuk
mengurangi rasa gatal yang terlalu berat, dan cyclosporin untuk penderita yang
tidak berespon terhadap semua jenis pengobatan yang diberikan.
d. Pencegahan
Munculnya eksim dapat dihindari dengan melakukan beberapa tips dibawah ini :
1) Jaga kelembaban kulit.
2) Hindari perubahan suhu dan kelembaban yang mendadak.
3) Hindari berkeringat terlalu banyak atau kepanasan.
4) Kurangi Stress.
5) Hindari pakaian yang menggunakan bahan yang menggaruk seperti wool dan
lain lain.
6) Hindari sabun dengan bahan yang terlalu keras, deterjen dan larutan lainnya.
7) Hindari faktor lingkungan lain yang dapat mencetuskan alergi seperti serbuk
bunga, debu, bulu binatang dan lain lain.
8) Hati hati dalam memilih makanan yang bisa menyebabkan alergi.

24
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Sistem integumen adalah sistem organ yang paling luas. Sistem integumen
terdiri dari tiga lapisan, yaitu: epidermis (kulit ari), dermis (kulit jangat atau korium)
dan lapisan subkutan/hypoderms. Sistem integumen sangat berperan dalam
melindungi sistem-sistem yang berada didalam tubuh. Karena sistem integumen
terletak pada luar tubuh. Selain itu juga masih banyak fungsi dari sistem integumen
sendiri, diantaranya yaitu menjaga suhu normal tubuh. Mencegah patogen-patogen
masuk kedalam tubuh. Kelainan pada sistem integumen antara lain: Pitiriasis
Versicolor (Panu), dan Dermatitis.

25