Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH

MANAJEMEN INDUSTRI OTOMOTIF


JENIS-JENIS INDUSTRI OTOMOTIF

Disusun oleh :
Ari Budiono
15504244006

PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF 2015


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARA
2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
hidayah-Nya kepada kami, sehingga dapat menyelesaikan makalah tentang Jenis-
jenis Industri Otomotif. Sholawat dan salam penyusun haturkan kepangkuan Nabi
Agung Muhammad SAW yang telah menunjukkan ajaran Islam dan memberikan
tauladan yang baik untuk kita semua, semoga kita semua mendapatkan Syafaatul
Ummahnya kelak di hari kiamat.

Penyusun mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang


telah membantu selama pembuatan makalah ini sampai selesai dengan tepat waktu.
penyusun menyadari makalah ini masih banyak kekuranganya. Oleh karena itu,
penyusun mohon kritik dan saran yang membangun untuk memperbaiki makalah
ini agar lebih baik.

Demikian yang dapat penyusun sampaikan, semoga makalah ini dapat


bermanfaat dan memberikan edukasi yang baik untuk penyusun dan pembaca yang
budiman.

Yogyakarta, September 2017

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................. i


DAFTAR ISI ........................................................................................................... ii
BAB 1
PENDAHULUAN .................................................................................................. 1
A. LATAR BELAKANG .............................................................................. 1
B. RUMUSAN MASALAH ......................................................................... 2
C. TUJUAN PENULISAN ........................................................................... 2
BAB II
PEMBAHASAN ..................................................................................................... 3
A. PENGERTIAN INDUSTRI ..................................................................... 3
B. KLASIFIKASI INDUSTRI ...................................................................... 5
C. INDUSTRI OTOMOTIF .......................................................................... 7
D. JENIS JENIS INDUSTRI OTOMOTIF ................................................... 8
1. INDUSTRI PEMEGANG MERK ........................................................ 8
2. INDUSTRI MANUFAKTUR / PERAKITAN ..................................... 9
3. INDUSTRI KAROSERI ..................................................................... 11
4. INDUSTRI MODIFIKASI ................................................................. 12
5. INDUSTRI JASA PERBENGKELAN .............................................. 13
6. INDUSTRI KOMPONEN .................................................................. 15
BAB III
PENUTUP ............................................................................................................. 17
A. KESIMPULAN ...................................................................................... 17
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 18

ii
BAB 1

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Kebanyakan orang mengasumsikan bahwa industri hanyalah kegiatan
ekonomi manusia yang mengolah bahan baku/ bahan mentah menjadi barang
setengah jadi atau bahan jadi. Padahal pengertian industri sangatlah luas,
proses industri ini meliputi semua kegiatan manusia dalam suatu bidang
tertentu yang sifatnya produktif dan komersial. Kata industri berasal dari
bahasa Francis kuno yaitu "industrie" yang berarti aktivitas, tetapi kata tersebut
dasarnya berasal dari bahasa latin yaitu "Industria" yang memiliki arti kerajinan
dan aktivitas.
Dalam arti luas industri adalah suatu bidang yang bersifat komersial
yang menggunakan keterampilan kerja serta teknologi untuk menghasilkan
suatu produk dengan tujuan mendapatkan keuntungan. Produk industri tidak
hanya berupa barang (manufaktur) tetapi juga dalam bentuk jasa (pelayanan).
Suatu Industri identik dengan tempat dimana berlangsungnya suatu
perindustrian yaitu pabrik, dalam arti luas pabrik adalah tempat manusia, mesin
atau teknologi, material, energi, modal dan sumberdaya dikelola bersama-sama
dalam suatu sistem produksi dengan tujuan menghasilkan suatu produk dan
jasa yang efektif, efisien dan aman yang siap digunakan oleh masyarakat umum
maupun dapat diolah lebih lanjut untuk menghasilkan jenis produk yang
lainnya. Pabrik identik dengan pengolahan bahan baku dan menghasilkan
produk jadi dalam bentuk barang.
Industri jasa adalah industri yang bergerak dalam bidang pelayanan
atau jasa, baik untuk melayani maupun menunjang aktifitas industri yang lain
serta dapat juga memberikan pelayanan langsung terhadap masyarakat
(kosumen).
Cakupan industri sangatlah luas, hampir meliputi semua hal yang
berkaitan dengan kebutuhan manusia. Salah satu cakupanya yaitu industri di

1
bidang otomotif. Industri otomotif merupakan industri yang berkembang pesat
dan terdiri dari beberapa jenis industri mulai dari industri kecil hingga industri
besar. Industri otomotif merupakan industri yang erat kaitanya dengan
kebutuhan masyarakat pada kehidupan sehari-hari. Untuk itu perlu bagi
mahasiswa Pendidikkan Teknik Otomotif mengetahui apa saja jenis-jenis
industri otmotif guna menambah pengetahuan dan wawasan mahasiswa
tentang industri otomotif, karena tidak menutup kemungkinan nantinya
mahasiswa Pendidikkan Teknik Otomotif akan menjadi subjek yang
menangani industri otomotif.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa itu industri ?
2. Berdasar apa saja industri di klasifikasikan ?
3. Apa itu industri otomotif ?
4. Apa saja jenis jenis industri otomotif ?

C. TUJUAN PENULISAN
Tujuan penulisan makalah ini yaitu untuk mengetahui informasi dan
menambah pengetahuan tentang macam-macam industri khususnya industri
otomotif. Dengan adanya makalah ini diharap penulis dan pembaca dapat
mempunyai wawasan yang lebih mengenai jenis-jenis industri otomotif dan
penjelasanya. Disampinng tujuan tersebut, makalah ini juga dibuat untuk
menuhi tugas yang diberikan pada mata kuliah Manajemen Industri Otomotif.

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN INDUSTRI
Berikut adalah pengertian industri menurut para ahli :
1. Hasibuan, Memahami industri sangat luas, dapat dalam lingkup makro dan
mikro. Dalam usaha mikro adalah kumpulan perusahaan yang memproduksi
barang yang homogen, atau barang yang memiliki sifat dpt sangat erat. Dalam
hal pendapatan cenderung pembentukan makro. Industri adalah kegiatan
ekonomi yang menciptakan nilai tambah. Jadi industri ini dalam batas-batas
mikro sebagai kumpulan perusahaan yang memproduksi barang-barang,
sementara makro dapat membentuk pendapatan.
2. Menurut Moh. Hatta, Industri adalah upaya untuk mengubah struktur
pertanian ke dalam struktur industri.
3. UU No. 5 Tahun 1984, Industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah
bahan baku, bahan baku, barang setengah jadi atau barang jadi yang memiliki
nilai yang lebih tinggi untuk penggunaannya.
4. Menurut Encyclopedia Indonesia, Industri merupakan bagian dari proses
produksi yang tidak mengambil bahan-bahan tersebut langsung dari alam untuk
konsumsi, tetapi bahan-bahan diproses dan akhirnya menjadi komoditas yang
berharga kepada masyarakat.
5. Encyclopedia Americana, Industri adalah kegiatan kelompok yang
menumbuhkan benda ekonomi dan pengguna.
6. Sudut pandang Geografi, Industri adalah sesuatu yang merupakan perpaduan
dari subsistem fisik dan subsistem manusia.
7. Badan Pusat Statistik, Industri adalah unit usaha yang berjalan kesatuan
kegiatan ekonomi dengan tujuan untuk menghasilkan barang atau jasa yang
berdomisili di tempat tertentu atau lokasi dan memiliki catatan administrasi
tersendiri.
8. Tim Grasindo, Industri adalah semua jenis pekerjaan yang menghasilkan uang.

3
9. Menurut George T. Renner, Industri adalah semua kegiatan manusia dalam
ekonomi produktif / memproduksi barang dan uang.
10. Sukimo, Industri adalah perusahaan yang melakukan kegiatan ekonomi yang
termasuk ke dalam sektor sekunder.
11. Kartasapoetra, Industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan baku,
bahan baku, barang setengah jadi atau barang jadi menjadi barang dengan
menggunakan nilai yang lebih tinggi, termasuk kegiatan desain industri dan
teknik industri.
12. Dra. Sri Milaningsih, Industri berasal dari bahasa Latin, yang berarti bahwa
tenaga kerja atau tenaga kerja Perindustrian.
13. I Made Sandi, Industri adalah suatu usaha untuk menghasilkan barang jadi
untuk bahan baku atau bahan baku melalui proses produksi budidaya dalam
jumlah besar sehingga barang dapat diperoleh dengan harga serendah mungkin
tetapi dengan kualitas tertinggi.
14. Badan Perencanaan Pembangunan Sumatera Utara, Industri adalah
kegiatan untuk mengubah bahan baku menjadi barang setengah jadi atau
barang jadi untuk tujuan penjualan.
15. Teguh S. Pamudi, Industri adalah kelompok perusahaan yang menghasilkan
produk yang dipertukarkan dengan satu sama lain.
16. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Industri adalah kegiatan proses atau
barang proses dengan menggunakan sarana dan peralatan, seperti mesin.
17. Anto Pracoyo dan Tri Kurnawangsih, Industri adalah kumpulan dari beberapa
perusahaan yang memproduksi barang atau jasa di pasar.
18. Hinsa Sahaan, Industri merupakan bagian dari proses pengelolaan bahan baku
menjadi bahan baku atau bahan mentah menjadi barang jadi menjadi barang
yang berharga kepada masyarakat.
19. Wirastuti, industri adalah pengolahan bahan baku atau barang setengah jadi
menjadi barang jadi yang membawa keuntungan.
20. Dini Natalia, industri merupakan pengolahan bahan baku menjadi barang yang
membawa keuntungan.

4
Sedangkan pengertian industri menurut UU REPULIK INDONESIA NOMOR 3
TAHUN 2014 tentang Perindustrian Pasal 1 adalah sebagai berikut :

1. Perindustrian adalah tatanan segala kegiatan yang bertalian dengan kegiatan


industri.
2. Industri adalah seluruh bentuk kegiatan ekonomi yang mengolah bahan baku
dan/atau memanfaatkan sumber daya industri sehingga menghasilkan barang
yang mempunyai nilai tambah atau manfaat lebih tinggi, termasuk jasa
industri.

Sedangkan pengertian industri otomotif adalah segala bentuk kegiatan ekonomi


berupa pengolahan bahan baku menjadi produk jadi, pengelolaan proses distribusi
produk , penjualan, dan juga pelayanan jasa untuk produk otomotif.

B. KLASIFIKASI INDUSTRI
Secara umum industri dibagi menjadi 2 yaitu industri manufaktur dan
industri jasa. Selain itu macam atau jenis industri juga dibedakan menurut
beberapa klasifikasi antara lain :
a. Klasifikasi berdasarkan SK Menteri Perindustrian No.19/M/I/1986, industri
dibedakan menjadi :
Industri kimia dasar
Industri mesin dan logam dasar.
Industri otomotif masuk ke dalam klasifikasi industri mesin dan logam
dasar. Karena proses produksi yang dilakukan oleh industri otomotif
kebanyakan menggunakan mesin dan bahan bakunya sebagian
merupakan bahan logam.
Industri kecil
Aneka industri
b. Klasifikasi berdasarkan tempat bahan baku
Industri ekstraktif, yaitu industri yang bahan baku diambil langsung dari
alam sekitar. Contoh : pertanian, perkebunan, perhutanan, perikanan,
peternakan, pertambangan, dan lain lain.

5
Industri non-ekstraktif, yaitu industri yang bahan baku didapat dari
tempat lain selain alam sekitar.
Industri fasilitatif Industri fasilitatif, yaitu industri yang produk
utamanya adalah berbentuk jasa yang dijual kepada para konsumennya.
Industri otomotif salah satunya merupakan industri fasilitatif, karena
industri otomotif tidak hanya memproduksi kendaraan bermotor, namun
juga menyediakan layanan jasa unntuk perawatan dan perbaikan.
c. Jenis industri berdasarkan modal
Industri padat modal, yaitu industri yang dibangun dengan modal yang
jumlahnya besar untuk kegiatan operasional maupun pembangunannya.
Industri padat karya , yaitu industri yang lebih dititik beratkan pada
sejumlah besar tenaga kerja atau pekerja dalam pembangunan serta
pengoperasiannya.
d. Jenis industri berdasarkan jumlah tenaga kerja
Industri rumah tangga, adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga
kerja berjumlah antara 1-4 orang.
Industri kecil, adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja
berjumlah antara 5-19 orang.
Industri sedang atau industri menengah, adalah industri yang jumlah
karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 20-99 orang.
Industri besar, adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja
berjumlah antara 100 orang atau lebih.
e. Penggolongan industri berdasakan pemilihan lokasi
Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada pasar (market
oriented industry), yaitu industri yang didirikan sesuai dengan lokasi
potensi target konsumen. Industri jenis ini akan mendekati kantong-
kantong di mana konsumen potensial berada. Semakin dekat ke pasar
akan semakin menjadi lebih baik.
Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada tenaga kerja (man
power oriented industry), Adalah industri yang berada pada lokasi di

6
pusat pemukiman penduduk karena bisanya jenis industri tersebut
membutuhkan banyak pekerja / pegawai untuk lebih efektif, dan efisien.
Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada bahan baku (supply
oriented industry), yaitu jenis industri yang mendekati lokasi di mana
bahan baku berada untuk memangkas atau memotong biaya transportasi
yang besar.
Industri yang tidak terkait oleh persyaratan yang lain, yaitu industri yang
didirikan tidak terkait oleh syarat-syarat di atas. Industri ini dapat
didirikan di mana saja, karena bahan baku, tenaga kerja, dan pasarnya
sangat luas serta dapat ditemukan di mana saja. Misalnya : Industri
elektronik, Industri otomotif, dan industri transportasi.
f. Klasifikasi Industri berdasarkan Proses Produksi
Industri Hulu, yaitu industri yang hanya mengolah bahan mentah menjadi
barang setengah jadi. Industri ini sifatnya hanya menyediakan bahan
baku untuk kegiatan industri yang lain. Misalnya : Industri kayu lapis,
industri alumunium, industri pemintalan, dan industri baja.
Industri Hilir, yaitu industri yang mengolah barang setengah jadi menjadi
barang jadi sehingga barang yang dihasilkan dapat langsung dipakai atau
dinikmati oleh konsumen, misalnya: Industri pesawat terbang, industri
konveksi, industri otomotif, dan industri meubeler.

C. INDUSTRI OTOMOTIF
Otomotif adalah salah satu cabang ilmu teknik mesin yang mempelajari
tentang bagaimana merancang, membuat dan mengembangkan alat-alat
transportasi darat yang menggunakan mesin, terutama sepeda motor, mobil, bis dan
truk. Teknik otomotif menggabungkan elemen-elemen pengetahuan mekanika,
listrik, elektronik, keselamatan dan lingkungan serta matematika, fisika, kimia,
biologi dan manajemen. Cabang-cabang dari otomotif anatara lain Perencanaan
(product atau design), Pengembangan (development), Produksi (manufacturing),
dan Perawatan (maintenance).

7
Industri otomotif ialah industri yang di dalamnya mencakup merancang,
mengembangkan, memproduksi, memasarkan, dan menjual serta melakukan purna
jual kendaraan bermotor. Hal hal tersebut perlu dilakukan oleh industri otomotif
guna meningkatkan kualitas produk dan memenuhi tuntutan kebutuhan pasar dan
konsumen.

D. JENIS JENIS INDUSTRI OTOMOTIF


Kegiatan industri otomotif dilakukan berdasarkan sistem bisnis industri
otomotif yang terdiri dari : perencanaan dan pengembangan produk, manufaktur,
karoseri, modifikasi, dan pelayanan after sales. Penulis membagi jenis-jenis industri
otomotif berdasarkan komponen sistem bisnis industri otomotif seperti disebutkan
sebelumnya. Penjelasan jenis jenis industri otomotif adalah sebagai berikut :

1. INDUSTRI PEMEGANG MERK


Yang dilakukan industri pemegang merk adalah melakukan desain
(perancangan) produk yang akan dibuat. Untuk melahirkan sebuah produk, proses
mendesain tak luput dari fokus utama sebuah pabrikan otomotif. Karena semakin
menarik desain sebuah produk, maka konsumennya akan semakin tertarik.
Apalagi, konsumen otomotif saat ini banyak yang melihat segi desain terlebih
dahulu sebelum membeli produk.

Gambar 1. Proses mendesain produk berupa produk mobil

8
Untuk mendesain sebuah produk, proses yang dilakukan pun cukup
panjang. Pembuatan design biasanya dilakukan oleh Department Product
Planning & Development Division. Sebelum masuk ke tahap desain, tim
perencanaan produk harus mensurvei pasar terlebih dahulu bagaimana
karakteristik konsumen yang menginginkan sebuah produk. Setelah itu, intisari
survei yang dilakukan tim perencanaan produk disaring dan diwujudkan ke dalam
desain produk.
Setelah desain produk jadi, kemudian desain tersebut dibuat dalam bentuk
Prototype yang kemudian dilanjutkan dengan uji coba (riset) terhadap prototype
tersebut dengan berbagai macam standarisasi pengujian-pengujian yang berlaku
dan kemudian melakukan perbaikan terhadap prototype tersebut sampai kemudian
prototype tersebut dianggap layak untuk diproduksi .
Setelah prototype sudah diuji dan dilakukan perbaikan-perbaikan lalu
prinsipal kemudian merancang industri untuk membuat kendaraan prototype
tersebut dalam jumlah banyak. Proses perancangan industri ini diserahkan kepada
industri manufaktur.

2. INDUSTRI MANUFAKTUR / PERAKITAN


Istilah manufaktur berasal dari dua kata bahasa latin, yaitu manus dan factus
yang berarti manus adalah tangan dan factus adalah mengerjakan. Jadi manufaktur
artinya mengerjakan dengan tangan atau proses pembuatan produk yang
dikerjakan dengan tangan. Pengertian manufaktur sekarang adalah proses
pembuatan produk dengan bantuan mesin dan pengontrolan bahkan dikerjakan
secara automatis penuh, tetapi tetap melalui pengawasan secara manual.
Industri manufaktur/ perakitan sering disebut ATPM (Agen Tunggal
Pemegang Merk). Definisi industri manufaktur yaitu industri yang kegiatan
utamanya adalah mengubah bahan baku, komponen, atau bagian lainya menjadi
barang jadi yang memenuhi standar spesifikasi. Standar ini ditentukan oleh
arahan teknis dari Pemegang Merk. . Untuk melaksanakan perakitan bisa
dilakukan oleh Pemegang Merk itu sendiri, atau bekerjasama dengan investor lain
untuk memproduksi kendaraan rancangan dari Pemegang Merk. Industri perakitan

9
hanya melaksanakan SOP dan standarisasi teknis yang diberikan oleh pemegang
merk, adapun untuk pengembangan teknis perancangan dilaksanakan oleh
Pemegang Merk.
Contoh industri manufaktur yaitu industri PT Astra Otoparts Tbk, PT
Toyota Motor Manufacturing Indonesia, dan lainya. Industri manufaktur
bertujuan menghasilkan produk, dan dalam proses pelaksanaanya industri ini
ditarget untuk bisa menghasilkan sekian produk dalam periode waktu tertentu.
Oleh karena itu industri manufaktur harus dibuat efektif dan efisien, salah satu
penunjangnya yaitu pengunaan mesin mesin yang canggih dan tenaga kerja
sebagai operator dan quality controlnya. Dengan hal yang demikian itu akan
mempercepat proses produksi dan proses produksi menjadi tertata dan sistematis.

Gambar 2. Industri Otomotif Manufaktur mobil

10
Gambar 3. Industri manufaktur sepeda motor

3. INDUSTRI KAROSERI
Industri Karoseri, adalah industri yang melakukan perubahan dari bodi
kendaraan yang diproduksi oleh industri perakitan untuk melayani kebutuhan
pasar tertentu seperti mobil box, bis, truk dll. Industri karoseri menggunakan
platform yang dirancang oleh pemegang merk dengan mengacu pada spesifikasi
teknis kendaraan yang ditentukan oleh pemegang merk.
Istilah mudahnya karoseri adalah industri yang membuat badan kendaraan.
Untuk komponen seperti sasis dan mesin, didatangkan dari industri perakitan, dan
industri karoseri tinggal membentuk badan kendaraan sesuai dengan jenis
kendaraan yang akan dibuat.

Gambar 4. Chasis dan engine dari industri perakitan untuk industri karoseri

11
Penyediaan karoseri tak seperti membeli kendaraan roda empat pada
umumnya, yang telah tersedia model dan calon konsumen tinggal memilih mobil
yang diinginkan. Karoseri dibuat secara sangat khusus sesuai pemesanan.
Contoh industri karoseri yang ada di indonesia antarai lain adalah New
Armada, Laksana, Adi Putro dll. Contoh karoseri tersebut adalah industri karoseri
yang melayani pemesanan bus.

Gambar 5. Proses pembuatan karosesi bus

4. INDUSTRI MODIFIKASI
Modifikasi adalah cara merubah bentuk sebuah barang dari yang kurang
menarik menjadi lebih menarik tanpa menghilangkan fungsi aslinya,serta
menampilkan bentuk yang lebih bagus dari aslinya. Industri Modifikator otomotif,
adalah industri yang melakukan perubahan modifikasi kendaraan mulai dari bodi,
mesin, dan bagian-bangian lain sesuai dengan kebutuhan atau keinginan sang
modifikator atau pasar dengan menggunakan platform dari pemegang merk.
Biasanya modifikasi dilakukan oleh orang-orang yang merasa kurang puas
akan produk asli dari pabrikan, sehingga untuk mengubah agar sesuai dengan
keinginanya dilakukan modifikasi. modifikasi umumnya dilakukan untuk
memperindah tampilan kendaraan dan membuatnya menjadi unik. Modifikasi
kendaraan yang sering dilakukan yaitu modifikasi body, mesin, suspensi dan roda,
serta modifikasi audio dan interior kendaraan.

12
Modifikasi sudah menjadi hal yang umum sekarang ini, malah kerap
diadakan kontes modifikasi kendaraan untuk memperlombakan modifikasi yang
dilakukan oleh pemilik kendaran. Dengan kebutuhan dan tututankonsumen untuk
melakukan modifikasi maka lahirlah industri modifikator yang melayani
modifikasi kendaraan. Contoh bengkel modifikasi body kendaraan yang terkenal
yaitu kupu-kupu malam yang beraa di kota Yogyakarta.

Gambar 6. Mobil hasil modifikasi

5. INDUSTRI JASA PERBENGKELAN


Arti industri jasa adalah industri yang melakukan kegiatan ekonomi dan
menghasilkan produk yang bersifat tidak terwujud dan produk tersebut tidak dapat
dikonsumsi secara simultan dengan waktu produksi. Definisi industri jasa adalah
industri yang menghasilkan suatu bentuk produk yang bersifat tidak berwujud
serta tidak menghasilkan kepemilikan akan sesuatu. Industri Pelayanan / Jasa
(Service Industries), yaitu industri yang bergerak dibidang pelayanan atau jasa,
baik untuk melayani dan menunjang aktifitas industri yang lain maupun langsung
memberikan pelayanan/jasa kepada konsumen.

Perbedaan Dasar Industri Manufaktur dan Industri Jasa :


Industri manufaktur memiliki kemungkinan yang kecil dalam hal kontak
langsung dengan konsumen karena aktifitas industri tersebut lebih banyak

13
dilakukan dalam suatu pabrik sedangkan industri jasa memiliki pegawai khusus
yang bertugas untuk melayani para konsumen.
Industri manufaktur merupakan industri yang mengolah bahan mentah menjadi
bahan jadi sehingga dapat digunakan oleh para konsumen dan masyarakat
umum, sedangkan industri jasa yang menyediakan pelayanan jasa kepada
konsumen yang membutuhkan.
Produk dari industri manufaktur bersifat tahan lama dan bersifat fisik (memiliki
wujud) sedangkan industri jasa tidak berwujud.
Hasil keluaran (produk) dari industri manufaktur dapat disimpan dengan
jangka waktu tertentu sedangkan hasil dari industri jasa hanya dapat dinikmati.
Jangka waktu kerja industri manufaktur relatif lebih lama jika dibandingkan
dengan industri jasa.

Beberapa industri otomotif termasuk dalam industri jasa yaitu industri untuk
menyediakan pelayanan tertentu. Industri otomotif bidang jasa biasanya melayani
produk otomotif aftersales. Contohnya yaitu industri bengkel , baik bengkel motor
ataupun mobil. Industri bengkel ini menyediakan layanan jasa untuk perawatan
dan perbaikan kendaraan. Contoh industri otomotif bidang jasa yaitu bengkel
resmi dan bengkel bengkel spesialis, seperti bengkel spesialis sepeda motor,
sesialis engine, spesialis kaki kaki, spesialis kelistrikan dan modifikasi.

Industri jasa bengkel merupakan industri yang menyeediakan pelayanan dan


berhadapan langsung dengan konsumen. Untuk menunjang suksesnya proses jasa
agar membuat konsumen puas maka diperlukan adaya pelayanan konsumen yang
baik dan memaskan.

14
Gambar 7. Industri bengkel motor

Gambar 8. Industri otomotif bengkel mobil

6. INDUSTRI KOMPONEN
Industri komponen adalah industri yang melakukan pembuatan/manufaktur
untuk komponen2 otomotif sesuai dengan standarisasi teknis dari pemegang
merk. Komponen yang dibuat bisa dibagi dalam 2 kategori, yaitu: komponen
OEM dan Komponen After Market.
OEM adalah kependekan dari Original Equipment Manufacturer adalah
perusahaan yang membuat komponen yang dijual kepada perusahaan pembeli
kemudian perusahaan pembeli membuat suatu produk lain yang menggunakan
komponen tersebut dan produk yang menggunakan komponen tersebut dijual

15
dengan menggunakan merk perusahaan pembeli. Dalam produk tersebut, nama
komponen perusahaan adalah asli yang berisi identitas perusahaan OEM
Perusahaan pembeli juga dapat menentukan spesifikasi dan disain untuk
dikerjakan perusahaan OEM (Original Equipment Manufacturer). Dalam hal ini,
perusahaan pembeli bisa menentukan supaya perusahaan OEM mencamtumkan
part-number perusahaan pembeli dan tidak mencamtumkan part-number
perusahaan OEM.
Menggunakan jasa OEM bisa memangkas biaya produksi karena
perusahaan OEM melakukan produksi masal. Menggunakan jasa OEM berarti
bula tidak perlu membuat pabrik dan tidak perlu membayar tenaga kerja dalam
memproduksi suatu komponen. Perusahaan pembeli cukup membayar harga
sesuai kesepakatan dengan pihak OEM.
Sedangkan after market part adalah komponen pengganti yang dibuat oleh
perusahaan selain produsen asli kendaraan. komponen after market juga sering
disebut dengan komponen generik, atau komponen non-OEM.

16
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Industri otomotif merupakan industri yang bertujuan untuk menyediakan
produk dan layanan jasa otomotif. Jenis jenis industri otomotif antara lain industri
pemegang merk yang bertugas membuat desain produk, industri perakitan /
manufaktur membuat produk berdasar desain yang dibuat, industri karoseri
mengubah bodi kendaraan untuk keperluan dan tujuan tertentu, industri
modifikator sebagai penyedia layanan modifikasi kendaraan, industri
perbengkelan sebagai penyedia layanan perawatan dan perbaikan kendaraan, dan
industri komponen sebagai industri pembuat komponen kendaraan untuk dijual.

17
DAFTAR PUSTAKA

https://id.wikipedia.org/wiki/Industri#Deskripsi
http://www.gurupendidikan.co.id/20-pengertian-industri-menurut-para-ahli/
Undang Undang No 3 tahun 2014 tentang perindustrian
http://www.definisimenurutparaahli.com/pengertian-industri-jasa-dan-
contohnya/
http://www.definisimenurutparaahli.com/pengertian-industri-manufaktur-dan-
contohnya/
http://papaninformasi09.blogspot.co.id/2014/12/makalah-klasifikasi-
industri.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Teknik_otomotif
https://oto.detik.com/mobil/2945858/lika-liku-mendesain-mobil-toyota

18