Anda di halaman 1dari 19

Project Luar Kelas

CBDC TFI
Character Building Kewarganegaraan

SOSIALISASI ANTI KORUPSI PADA


SISWA/SISWI SMA

Judul Project
(Korupsi? Jangan, Transparan? Ya)

Identitas Kelompok
Nim Nama Jabatan (ketua,
sekertaris,
anggota)
1901457050 Anditya Perwiratama Ketua
1901470670 Angriella Giovani Sekretaris
1901469555 Jennifer Gunawan Sekretaris
1901457990 Billy Iskandar Anggota
1901466093 Cyintia Jennifer Anggota
1901465664 Imelda Meyliana Anggota
1901461400 Luthfi Maulana Anggota

Kelas LB 24

BINUS UNIVERSITY
2016
HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN AKHIR

Project Luar Kelas Character Bulidng Kewarganegaraan

1. Judul Project : Korupsi? Jangan, Transparan? Ya


2 Lokasi Project : SMA Mater Dei
3 Kelompok target : Siswa/Siswi
kegiatan
4. Nama Anggota
Kelompok
1. Anditya : Ketua
Perwiratama
2. Angriella Giovani : Sekretaris
3. Jennifer Gunawan : Sekretaris
4. Billy Iskandar : Anggota
5. Cyintia Jennifer : Anggota
6. Imelda Meyliana : Anggota
7. Luthfi Maulana : Anggota

5 Mata Kuliah : Character Building Kewarganegaraan


6 Kelas : LB 24
7. Dosen : Jamson Siallagan

Jakarta, 2 Desember 2016

Mengetahui Ketua Kelompok

(Jamson Siallagan) (Anditya Perwiratama)


Dosen CB Kewarganegaraan

2
DAFTAR ISI
JUDUL .......................................................................................................................... 1
LEMBAR PENGESAHAN ......................................................................................... 2
DAFTAR ISI ................................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN .............................................................................4
BAB II METODE KEGIATAN .....................................................................5
BAB III KONSEP ............................................................................................ 7
BAB IV PELAKSANAAN KEGIATAN ........................................................ 9
BAB V PENUTUP ....................................................................................... 12
REFERENSI ..............................................................................................................13
LAMPIRAN ...............................................................................................................14

3
BAB I
Pendahuluan

Korupsi merupakan masalah paling krusial yang dihadapi negara dan bangsa
Indonesia saat ini. Tindak pidana korupsi yang terjadi terentang mulai dari korupsi
kecil-kecilan seperti pemberian uang pelicin ketika berurusan di kelurahan sampai ke
korupsi besar-besaran seperti penyelewengan dana bantuan likuiditas Bank Indonesia
(BLBI) yang bernilai triliunan rupiah. Kejadian ini makin mempertegas anggapan
bahwa korupsi sudah membudaya dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Berbagai
upaya telah dilakukan untuk memberantas korupsi di bumi Indonesia antara lain
dengan membentuk badan Negara yang diberikan kewenangan luar biasa seperti
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memiliki peranan penting dalam
menuntaskan kasus kasus korupsi dan menekan perilaku laten korupsi melalui
pendidikan pengetahuan bahaya korupsi sejak dini. Sama halnya dengan Kepolisian
Republik Indonesia sebagai penegak dan pengawas hukum, memiliki peran instan
dan langsung untuk penegakan supremasi hukum khususnya dalam penanganan
kasus kasus Korupsi.
Masyarakat memiliki peranan yang penting untuk mengawasi, menganalisa
mengontrol, memberikan masukan perbaikan dan melaporkan perbuatan
menyimpang dari penyelenggara pemerintah. Peran serta masyarakat ini dilindungi
perundangan yang berlaku dan sudah menjadi hak element dan warga Negara
Indonesia. Kami merasa sangat penting, pendidikan pengetahuan bahaya Korupsi
diterapkan sejak dini dan seluas luasnya.
Atas dasar inilah kami menitip beratkan dan melakukan sosialisasi anti
korupsi sebagai penjelasan dan pemahaman akan pendidikan dan pengetahuan
bahaya korupsi sejak dini melalui seminar sehari yang diberi judul Seminar cegah
korupsi sejak dini dengan tema: Korupsi? Jangan, Transparan? Ya

4
BAB II
Metode Kegiatan

Wibowo (2013:38) menyatakan bahwa pendidikan anti korupsi adalah usaha


sadar dan terencana untuk mewujudkan proses belajar mengajar yang kritis terhadap
nilai-nilai anti korupsi. Dalam proses ini, Pendidikan Anti korupsi bukan sekedar
media transfer pengetahuan, namun juga menekankan pada upaya pembentukan
karakter, nilai anti korupsi dan kesadaran moral dalam melakukan perlawanan
terhadap perilaku korupsi. Pendidikan Anti Korupsi juga merupakan instrumen untuk
mengembangkan kemampuan belajar dalam menangkap konfigurasi masalah dan
kesulitan persoalan kebangsaan yang memicu terjadinya korupsi, dampak,
pencegahan, dan penyelesaiannya. Sistem pendidikan yang ikut memberantas
korupsi adalah sistem pendidikan yang berangkat dari hal-hal sederhana (Supeno,
2009:239), seperti tidak mencontek, disiplin waktu, dll.
Dalam kegiatan ini, kami akan menerapkan metode pembelajaran:
1. Metode Ice Breaking
Ice breaking dapat membangun suasana yang membosankan menjadi
menyenangkan juga dapat meningkatkan perhatian audiens, antusias dan
gairah audiens. Karena itulah ice breaking tidak hanya digunakan untuk
mencairkan suasana beku, namun juga sering digunakan melibatkan audiens
secara fisik maupun mental, membangun hubungan antara presenter dengan
audiens, dan audiens satu dengan audiens lainnya. Metode Ice Breaking yang
kami gunakan berupa lelucon dan pemutaran video singkat tentang Anti
Korupsi.
2. Metode Ceramah
Metode ceramah adalah penuturan bahan pelajaran secara lisan.
Metode ini, didukung dengan alat dan media, yang kami gunakan adalah
powerpoint dan video. Metode ceramah adalah suatu cara mengajar yang
digunakan untuk menyampaikan keterangan atau informasi atau uraian
tentang suatu pokok persoalan serta masalah secara lisan.

5
3. Metode Tanya jawab
Metode ini system mengajar yang memungkinkan terjadinya
komunikasi langsung yang bersifat two way traffic, sebab pada saat yang
sama terjadi dialog antara kami dan para siswa.
4. Metode Diskusi
Metode diskusi adalah bertukar informasi, berpendapat, dan
unsur-unsur pengalaman secara teratur dengan maksud untuk mendapat
pengertian bersama yang lebih jelas dan lebih cermat tentang permasalahan
atau topik yang sedang dibahas. Disini kami akan menerapkan sistem
pembagian kelompok setelah kami melaksanakan metode ceramah dan tanya-
jawab. Pembagian kelompok ini berfungsi agar setiap siswa satu dengan yang
lainnya dapat bertukar pikiran, pendapat, informasi, yang dapat mereka
tuangkan di sebuah kertas gambar yang nantinya setiap kelompok tersebut
akan maju satu persatu, untuk mendemostrasikan apa yang telah mereka buat
untuk mencegah korupsi sejak dini.
5. Metode Mindmap
Mind Mapping adalah cara mencatat yang kreatif, efektif dan secara
harfiah akan memetakan pikiran-pikiran Mind Mapping juga merupakan peta
rute yang memudahkan ingatan dan memungkinkan untuk menyusun fakta
dan pikiran, dengan demikian cara kerja alami otak dilibatkan sejak awal. Ini
berarti mengingat informasi materi Anti Korupsi akan lebih mudah dan lebih
bisa diandalkan daripada menggunakan teknik mencatat tradisional. Selain
itu, Mind Mapping adalah sistem penyimpanan, penarikan data dan akses
yang luar biasa untuk perpustakaan raksasa dalam otak manusia yang
menajubkan.

6
BAB III
Konsep

Korupsi yang terjadi di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan dan


berdampak buruk luar biasa pada hampir seluruh sendi kehidupan. Korupsi telah
menghancurkan sistem perekonomian, sistem demokrasi, sistem politik, sistem
hukum, sistem pemerintahan, dan tatanan sosial kemasyarakatan di negeri ini. Dilain
pihak upaya pemberantasan korupsi yang telah dilakukan selama ini belum
menunjukkan hasil yang optimal. Korupsi dalam berbagai tingkatan tetap saja
banyak terjadi seolah-olah telah menjadi bagian dari kehidupan kita yang bahkan
sudah dianggap sebagai hal yang biasa. Jika kondisi ini tetap kita biarkan
berlangsung maka cepat atau lambat korupsi akan menghancurkan negeri ini.
Korupsi harus dipandang sebagai kejahatan luar biasa (extra ordinary crime) yang
oleh karena itu memerlukan upaya luar biasa pula untuk memberantasnya.
Korupsi, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), didefinisikan
penyelewengan atau penggelapan uang negara atau perusahaan, dan sebagainya
untuk keperluan pribadi. Sedangkan dalam undang-undang No. 20 tahun 2001 dapat
diambil pengertian bahwa korupsi adalah Tindakan melanggar hokum dengan
maksud memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi yang berakibat
merugikan keuangan negara atau perekonomian Negara.
Korupsi merupakan tindakan yang dapat menyebabkan sebuah negara
menjadi bangkrut dengan efek yang luar biasa seperti hancurnya perekonomian,
rusaknya sistem pendidikan dan pelayanan kesehatan yang tidak memadai. Di
lingkungan sekolah sangat banyak ditemui praktek-praktek korupsi, mulai dari yang
paling sederhana seperti mencontek, berbohong, melanggar aturan sekolah, terlambat
datang sampai pada menggelapkan uang pembangunan sekolah. Pendirian Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 29 September tahun 2002 , tugas KPK adalah
untuk memberantas semua permasalahan korupsi di Indonesia ini. Cara yang paling
efektif adalah melalui media pendidikan. Untuk menciptakan sebuah tatanan
kehidupan yang bersih, diperlukan sebuah sistem pendidikan anti korupsi yang berisi
tentang sosialisasi bentuk-bentuk korupsi, cara pencegahan dan pelaporan serta

7
pengawasan terhadap tindak pidana korupsi. Pendidikan seperti ini harus ditanamkan
secara terpadu mulai dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi.
Upaya pemberantasan korupsi yang terdiri dari dua bagian besar, yaitu (1)
penindakan, dan (2) pencegahan tidak akan pernah berhasil optimal jika hanya
dilakukan oleh pemerintah saja tanpa melibatkan peran serta masyarakat. Oleh
karena itu tidaklah berlebihan jika siswa/siswi sebagai salah satu bagian penting dari
masyarakat yang merupakan pewaris masa depan diharapkan dapat terlibat aktif
dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Keterlibatan siswa/siswi dalam
upaya pemberantasan korupsi tentu tidak pada upaya penindakan yang merupakan
kewenangan institusi penegak hukum. Peran aktif siswa/siswi diharapkan lebih
difokuskan pada upaya pencegahan korupsi dengan ikut membangun budaya anti
korupsi di masyarakat. Siswa/siswi diharapkan dapat berperan sebagai agen
perubahan dan motor penggerak gerakan anti korupsi di masyarakat. Untuk dapat
berperan aktif siswa/siswi perlu dibekali dengan pengetahuan yang cukup tentang
seluk beluk korupsi dan pemberantasannya. Yang tidak kalah penting, untuk dapat
berperan aktif siswa/siswi harus dapat memahami dan menerapkan nilai-nilai anti
korupsi dalam kehidupan sehari-hari.

Agar konsep yang tertera di atas dapat terealisasikan


dengan baik, kami memakai buku ajar Pendidikan Anti
Korupsi yang diterbitkan oleh Dirjen Dikti yang berisikan
bahan ajar dasar yang dapat dikembangan sesuai dengan
materi yang kami sampaikan.

8
BAB IV
Pelaksanaan Kegiatan

Pada hari Rabu, 12 Oktober 2016, kami mengadakan rapat pertama kalinya
dalam rangka menentukan lokasi kegiatan untuk sosialisasi Anti Korupsi. Hasil yang
kami dapatkan setelah rapat pertama dengan seluruh anggota kelompok, bahwa kami
akan mengadakan survey lokasi terlebih dahulu ke Sekolah Menengah Atas (SMA)
Mater Dei. Alasan kami memilih sekolah tersebut karena adanya akses dari anggota
kelompok kami yang merupakan alumni sekolah tersebut dan kami akhirnya
membuat perjanjian dengan sekolah tersebut melalui Kepala Sekolah yang
bersangkutan.
Pada hari Senin, 17 Oktober 2016, kami mengunjungi SMA Mater Dei untuk
survey lokasi dan bertemu dengan Kepala Sekolah dan Dewan Guru yang
bersangkutan mengenai sosialisasi Anti Korupsi yang akan kami adakan. Kami
memberikan gambaran akan kegiatan sosialisasi dan Dewan Guru memberikan
sedikit revisi dan tambahan untuk proses sosialisasi. Kemudian, setelah berdiskusi
mengenai tanggal dan waktu untuk sosialisasi Anti Korupsi di Mater Dei, pihak
sekolah dan kelompok kami memutuskan untuk mengadakan sosialisasi di SMA
Mater Dei hari Senin, tanggal 7 November 2016 di jam sebelum makan siang (10.20-
11.30 WIB).
Setelah semua rancangan kegiatan sudah pasti waktu dan tempatnya, kami
membuat surat izin berkunjung ke SMA Mater Dei dan proposal mengenai gambaran
kegiatan yang diajukan ke Dosen Character Building: Kewarganegaraan, Pak Jamson
Siallagan. Judul sosialisasi yang akan kami sampaikan berjudul Korupsi? Jangan,
Transparan? Ya. Setelah di setujui dan di tandatangani oleh beliau, kami
mengantarkan surat izin dan proposal tersebut ke SMA Mater Dei. SMA Mater Dei
memberikan kesempatan kepada kami, untuk sosialisasi Anti Korupsi di kelas XI
IPS. Kemudian, kami memulai pembagian tugas pada seluruh anggota kelompok
secara adil.
Pada hari Senin, 7 November 2016, kami berkumpul langsung di SMA Mater
Dei pukul 09.30 WIB. Seluruh kelompok datang tepat waktu dan membawa seluruh

9
keperluan untuk sosialisasi dengan lengkap. Lalu, kami menemui Dewan Guru atau
PIC (Person in Charge) Guru yang bertanggung jawab atas kegiatan sosialisasi kami
yaitu Ibu Yulia. Ibu Yulia membantu kami untuk memenuhi perlengkapan yang
diperlukan untuk sosialisasi. Perlengkapan tersebut berupa remote proyektor,
proyektor, kabel HDMI, dan spidol papan tulis.
Pada pukul 10.20 WIB, kelompok kami memulai kegiatan sosialisasi Anti
Korupsi Korupsi? Jangan, Transparan? Ya yang diawasi oleh Ibu Yulia.
Kegiatan kami diawali dengan perkenalan seluruh anggota kelompok dan
menjelaskan tujuan sosialisasi kami. Siswa/siswi SMA Mater Dei terlihat
bersemangat akan topik sosialisasi kami. Pukul 10.25 WIB, kami membuka materi
sosialisasi dengan Ice breaking, pemutaran video tentang contoh tindakan korupsi
berjudul No Sea Malito sebanyak 2 kali. Agar siswa/siswi lebih memahami video,
kami memberikan selembaran pertanyaan mengenai video tersebut yang akan
siswa/siswi jawab di kertas yang telah disediakan dan dikumpulkan.
Pukul 10.35 WIB, kami memulai presentasi sosialisasi Anti Korupsi
Korupsi? Jangan, Transparan? Ya dengan menggunakan powerpoint yang sudah
kami siapkan sebelumnya, presentasi dilakukan secara bergantian oleh masing
masing anggota kelompok. Materi presentasi yang kami berikan berupa dua media,
yaitu powerpoint dan prezi. Isi presentasi mengenai sosialisasi yang kami berikan
mulai dari pengertian sampai dengan dampak korupsi, serta contoh contoh nyata
korupsi di lingkungan sekolah seperti korupsi waktu dengan tujuan siswa/siswi
menjalankan sikap transparan sejak dini. Agar siswa/siswi lebih menyerapi materi
presentasi yang sudah kami jelaskan, pada pukul 10.45 WIB, kelompok kami
menginstruksikan untuk membuat mindmap secara berkelompok terkait dengan
materi presentasi. Mindmap tersebut akan dikumpulkan lalu dinilai oleh kelompok
kami dan diberikan hadiah untuk yang terbaik.
Sebelum menutup kegiatan sosialisasi Anti Korupsi, pada pukul 11.00, kami
memulai games tebak tebakan yang dibagi menjadi tiga kelompok perbarisan
tempat duduk. Sistematika games yang kami berikan, berupa pengumpulan poin
terbesar dan berlomba lomba untuk menjawab pertanyaan. Siswa/siswi terlihat
excited dan sangat bersemangat akan games yang kami berikan karena setiap
siswa/siswi yang menjawab akan diberikan snack berupa choki choki, sampai akhir

10
perhitungan poin, ada dua kelompok yang seri atau memiliki poin yang sama.
Sehingga, kami membuat pertanyaan tambahan untuk dua kelompok yang seri. Tiba
saatnya pada puncak acara dan penutupan acara pukul 11.15, dimulai dengan sesi
tanya jawab dari siswa/siswi kepada kami. Lalu dilanjutkan dengan pembagian
hadiah bagi siswa/siswi terbaik dalam pembuatan mindmap dan games tebak
tebakan. Hadiah yang kami berikan adalah snack berupa biscuit better. Selanjutnya,
tidak lupa kami mendokumentasikan kegiatan sosialisasi Anti Korupsi dengan
berkumpul di depan kelas dan berfoto bersama. Sebagai tanda terimakasih kepada
Dewan Guru dan Kepala Sekolah yang membantu dalam kelancaran kegiatan
sosialisasi Anti Korupsi, kami mengunjungi ruang guru untuk berterimakasih kepada
mereka dan pamit untuk pulang.

11
BAB IV
PENUTUP

Korupsi merupakan masalah paling krusial yang dihadapi negara dan bangsa
Indonesia saat ini. Korupsi dapat dimulai dari lingkungan sekolah yang berawal dari
korupsi kecil kecilan seperti korupsi waktu, contohnya masih banyak siswa/siswi
yang mengulur waktu istirahat mereka, padahal waktu sudah menunjukan untuk
masuk ke kelas. Oleh karena itu, kelompok kami memberikan sosialisasi yang
berjudul Korupsi? Jangan, Transparan? Ya. Judul project yang kami buat,
bertujuan untuk mencegah korupsi sejak dini dan mengarahkan siswa/siswi untuk
menjadi pribadi yang transparan.
Sosialisasi Anti Korupsi, kami adakan di hari Senin, 7 November 2016, mulai
dari pukul 10.20 sampai dengan 11.30. Dalam menjalankan kegiatan sosialisasi,
kami menghadapi beberapa kendala. Yang pertama, lokasi sekolah yang jauh dari
kampus, hal ini menyebabkan banyak waktu yang terbuang di jalanan. Kedua,
suasana kelas agak gaduh, mengingat siswa/siswi yang masih duduk di bangku SMA
kelas XI. Sehingga, kami berusaha untuk membuat suasana kelas lebih kondusif
dengan bantuan Ibu Yulia. Ketiga, koneksi internet yang tidak lancar selama
kegiatan, sehingga kami harus mengganti games awal yang kami siapkan dengan
games tebak tebakan.
Saran untuk kegiatan sosialisasi ke depannya, yang pertama, lebih
memperhitungkan jarak dan waktu untuk tujuan ke sekolah, supaya kegiatan yang
dilakukan lebih efisien dan efektif. Kedua, selalu memikirkan dan mempersiapkan
perencanaan cadangan jika terjadi hal hal diluar dugaan sehingga acara tetap
berjalan dengan lancar dan sesuai rencana.

12
REFERENSI

Mukodi & Afid Burhanuddin. 2014. Pendidikan Anti Korupsi: Rekonstruksi


Interpretatif dan Aplikatif di Sekolah. Yogyakarta: Aura Pustaka, kerjasama dengan
LPPM STKIP Pacitan.
https://hswipencarifakta.wordpress.com/2010/04/28/seminar-cegah-korupsi-sejak-
dini/
http://heslylintuuran.blogspot.co.id/2015/09/contoh-proposal-pendidikan-anti-
korupsi.html
https://afidburhanuddin.wordpress.com/perkuliahan/pendidikan-anti-korupsi/
https://zaifbio.wordpress.com/2014/01/23/metode-pembelajaran-mind-mapping/
http://www.ronapresentasi.com/ice-breaking-dalam-presentasi/

13
Template Lampiran

Lampiran 1 Notulensi Kegiatan Diskusi Kelompok


1. Tema Diskusi : Target lokasi kegiatan
2. Tempat dan Waktu Diskusi : 12 Oktober 2016, Di Kantin Binus Alam
Sutera
3. Peserta Diskusi : Semua peserta hadir
a. Anditya Perwiratama
b. Angriella Giovani
c. Jennifer Gunawan
d. Billy Iskandar
e. Cyintia Jennifer
f. Imelda Meyliana
g. Luthfi Maulana
4. Kesimpulan Diskusi : Dalam Kegiatan Diskusi kami yang pertama
ini kami memfokuskan pada target lokasi kegiatan kami. Setelah banyak
perbincangan, kami mempunyai dua target lokasi untuk kegiatan kami, yaitu
sekolah candle tree dan sekolah mater dei. Kami lebih fokus ke sekolah mater
dei karena adanya akses dari anggota kelompok kami yang merupakan alumni
sekolah tersebut. Selain target lokasi telah di tentukan kami jika
membicarakan Judul dari kegiatan kami ini diberi nama Korupsi? Jangan,
Transparan? Ya, dengan tujuan untuk mengajak siswa/siswi dapat
mencegah korupsi sejak dini dan mengarahkan siswa/siswi untuk menjadi
pribadi yang transparan. Serta dengan metode pengajaran seminar yang tidak
monoton, tetapi lebih berusaha untuk mengadakan interaksi dengan
siswa/siswi yaitu seperti diadakan games, ice breaking, team-work.

14
5. Foto Kegiatan Diskusi

Lampiran 2 Survey Lokasi


1. Lokasi Yang Disurvey : Sekolah SMA Mater Dei, Pamulang
2. Peserta Survey : Semua peserta hadir
a. Anditya Perwiratama
b. Angriella Giovani
c. Jennifer Gunawan
d. Billy Iskandar
e. Cyintia Jennifer
f. Imelda Meyliana
g. Luthfi Maulana
3. Pihak yang dijumpai : Ibu Yulia
4. Hasil Survey : Kami telah sepakat untuk mengunjungi
sekolah mater dei sebagai lokasi kegiatan kami, setiba kami di Sekolah SMA
Mater Dei, Pamulang, Kami bertemu dengan Ibu Yulia selaku guru yang
mengajar dalam bidang pelajaran sosiologi, kami di perkenankan untuk
memberikan sosialisasi di kelasnya. Dengan beliaulah kami berbincang
mengenai kegiatan penyuluhan yang akan kami salurkan. Pihak sekolah
sangat terbuka dan memberikan kami kesempatan untuk menjalankan
kegiatan ini, masukan-masukan yang adapun kami terima dengan baik, serta

15
hari, tanggal dan waktu pelaksanaannya pun telah di sepakati saat itu, yaitu
pada hari Senin, 07 November 2016 pukul 10:20 11:30 WIB.

5. Foto Kegiatan Survey

Lampiran 3 Kegiatan
1. Tema Kegiatan Project : Korupsi? Jangan, Transparan? Ya
2. Peserta Kelompok yang hadir : Semua peserta hadir
a. Anditya Perwiratama
b. Angriella Giovani
c. Jennifer Gunawan
d. Billy Iskandar
e. Cyintia Jennifer
f. Imelda Meyliana
g. Luthfi Maulana

16
3. Foto kegiatan Project

17
Lampiran 4 Diskusi Pembuatan Laporan Akhir
1. Tema Diskusi : Pembuatan Laporan Akhir ini kami kerjakan
dengan sistem pembagian tugas.
2. Tempat dan Waktu Diskusi : 28 November 2016, Di Perpustakaan Binus
Alam Sutera.
4. Peserta Diskusi: : Semua peserta hadir
a. Anditya Perwiratama
b. Angriella Giovani
c. Jennifer Gunawan
d. Billy Iskandar
e. Cyintia Jennifer
f. Imelda Meyliana
g. Luthfi Maulana
3. Kesimpulan Diskusi : Kami membuat Laporan Akhir ini dengan
model pembagian tugas, walaupun pembagian tugas kami tetap saling
memberi masukan, melengkapi di setiap bab dalam laporan ini
4. Foto Kegiatan Diskusi : Kami melakukan sesi foto bersama dalam
kegiatan diskusi sebagai bentuk solidaritas kami dalam berdiskusi yang di
hadiri oleh semua anggota, dalam melakukan persiapan sosialisasi yang akan
kami bawakan.

18
19

Anda mungkin juga menyukai