Anda di halaman 1dari 9

KOEFISIEN GESEKAN

ABSTRAK

Percobaan koefisien gesekan bertujuan untuk mengetahui tingkat kekasaran dari


suatu permukaan benda. Kami melakukan dua kali percobaan, yakni untuk mengetahui
koefisien gesekan statis dan mengetahui koefisien gesekan kinetik. Metode yang kami
gunakan adalah sebuah balok dan beban yang saling dihubungkan dengan tali. Balok
diletakkan di atas sebuah papan kemudian tali dihubungkan dengan katrol sedang beban
dibiarkan menggantung. Setelah itu diberikan gaya luar dengan cara mengetuk meja
sampai balok bergerak. Sehingga akan didapatkan koefisien gesekan antara balok
dengan papan.
Dari hasil percobaan diperoleh nilai koefisien gesekan statis sebesar 0,46
sedangkan nilai koefisien gesekan kinetik sebesar 0,412. Hasil tersebut sudah sesuai
bahwa koefisien gesekan statis lebih besar nilainya dari pada koefisien gesekan kinetik.

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sebuah benda jika diletakkan di atas sebuah meja tanpa diberi perlakuan apapun
cenderung tetap memepertahankan posisinya. Namun, apabila diberi gaya luar maka
benda tersebut akan bergerak dan terjadi gaya gesek yang arahnya berlawanan dengan
gaya luar. Gaya gesek dipengaruhi oleh koefisien gesekan dan gaya normal. Koefisien
gesekan adalah tingkat kekasaran dari suatu benda. Sebuah benda yang tepat akan
bergerak mempunyai koefisien gesekan lebih besar dari pada benda yang sudah
bergerak dan mempunyai percepatan. Koefisien yang dimiliki benda tepat akan
bergerak disebut koefisien gesek statis sedang koefisien yang dimiliki benda yang
sudah bergerak dan mempunyai percepatan disebut koefisien gesek kinetik. Untuk
mengetahui koefisien gesekan itulah maka dilaukan percobaan dengan menggunakan
balok dan papan.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas dapat di ambil suatu rumusan masalah
sebagai berikut.
1. Bagaimanakah konsep gaya gesek?
2. Berapakah nilai koefisien gesekan statis dan koefisien gesekan kinetik antara
permukaan balok dengan papan?

C. Tujuan Percobaan
Adapun tujuan percobaan koefisien gesekan ini adalah:
1. Memahami konsep gaya gesek
2. Dapat menentukan nilai koefisien gesekan statis dan koefisien gesekan kinetik
antara permukaan balok dengan papan

II. KAJIAN TEORI


Gesekan muncul dikarenakan adanya dua permukaan benda yang bersentuhan.
Kami membatasi pada gaya gesek antara dua permukaan benda padat saja. Hal ini tidak
berarti bahwa tidak ada gaya gesek antara benda padat dan cair, serta benda padat dan
udara.
Secara mikroskopik, bagaimanapun halusnya permukaan suatu benda, akan
tetap menimbulkan gaya gesek karena adanya keterbatasan dalam membuat permukaan
benda menjadi licin sempurna. Keterbatasan ini muncul karena molekul-molekul atom-
atom benda tersebut, yang terletak di permukaan benda, memiliki ukuran tertentu dan
bersifat permanen.
Kekasaran permukaan suatu benda dinyatakan dengan koefisien gesekan
(miu). Semakin kasar permukaan benda yang bergesekan, semakin besar pula koefisien
gesekannya. Persamaan umum gaya gesek dapat dituliskan sebagai berikut.
f=N
gaya gesek dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu gaya gesek statis (fs) dan gaya
gesek kinetik (fk). Gaya gesek statis lebih besar nilainya dari gaya gesek kinetik. Gaya
gesek yang dibutuhkan untuk mempertahankan benda agar tetap diam disebut gaya
gesek statis, sedangkan gaya gesek statis ketika tepat benda akan bergerak disebut gaya
gesek statis maksimum.
fs(maks) = s N
Gaya gesek kinetik terjadi apabila gaya luar F pada benda lebih besar dibanding
gaya gesek statis maksimum fs(maks)
fk = k N
Untuk menentukan koefisien gesek statis adalah dengan membandingkan massa
benda I dengan massa benda II, sedangkan untuk mendapatkan nilai koefisien gesek
kinetik ditentukan dengan menggunakan rumus turunan sebagai berikut.
m2 m2 2 s
k = 1 + 2
m1 m1 gt

III. METODE PERCOBAAN


A. Rancangan percobaan

M1

M2

B. Alat dan Bahan


1. Papan 1 buah
2. Balok kayu 1 buah
3. Katrol 1 buah
4. Beban 1 set
5. Stopwatch 1 buah
6. Meteran 1 buah
7. Neraca teknis 1 buah
8. Benang nilon

C. Variabel yang Digunakan


# Untuk koefisien gesekan statis
Variabel manipulasi : massa balok (m)
Variabel respon : balok tepat bergerak bilamana dikenai gaya luar
Variabel kontrol : panjang tali (l)
# Untuk koefisien gesekan kinetik
Variabel manipulasi : jarak (s)
Variabel respon : waktu (t)
Variabel kontrol : massa balok (m), papan, dan panjang tali (l)
D. Langkah Percobaan
Kami melakukan dua kali percobaan, pertama ialah percobaan menentukan
koefisien gesek statis dengan cara menimbang massa balok kemudian mengikatkan
dengan tali dan memberi beban pada ujung tali lainnya. Membuat sistem seperti pada
rancangan percobaan kemudian mengetuk meja sampai balok sedikit bergerak.
Memanipulasi massa balok dan beban dengan perbandingan yang sama. Selanjutnya
percobaan koefisien gesek kinetik dilakukan dengan metode yang sama, namun yang
dimanipulasi adalah jaraknya dengan cara membuat tanda pada papan lintasan.
Kemudian mengetuk meja sampai balok bergerak lurus berubah beraturan. Menjalankan
stopwatch untuk mengetahui waktu yang diperlukan balok melintasi jarak yang telah
ditentukan.

IV. DATA DAN ANALISIS


A. Data
Adapun data yang kami peroleh selama percobaan adalah sebagai berikut.
Percobaan koefisien gesek statis
Perc. ke (M1 + 0,01) gram (M2 + 0,01) gram
1 186,00 60,00
2 191,00 70,00
3 196,00 80,00
4 201,00 90,00
5 206,00 100,00
6 211,00 110,00
7 216,00 120,00
8 221,00 130,00
Percobaan koefisien gesek kinetic
Perc. ke (M1 + 0,01) M2 + 0,01) (s + 0,1) cm (t + 0,1) detik
gram gram
1 181,00 80,00 10,0 0,5
2 181,00 80,00 15,0 1,0
3 181,00 80,00 20,0 1,4
4 181,00 80,00 25,0 1,6
5 181,00 80,00 30,0 1,9
6 181,00 80,00 35,0 2,1
7 181,00 80,00 40,0 2,5
8 181,00 80,00 45,0 2,0
9 181,00 80,00 50,0 1,9

B. Analisis
Dari kedua data diatas dapat diperoleh masing-masing koefisien sebagai berikut.
(lihat lampiran)
Perc. ke s
1 0,32
2 0,36
3 0,40
4 0,44
5 0,48
6 0,52
7 0,55
8 0,58

Perc. ke k
1 0,326
2 0,399
3 0,414
4 0,415
5 0,418
6 0,419
7 0,423
8 0,409
9 0,402
Dari analisis di atas diperoleh nilai koefisien gesekan statis sebagai berikut

s = s =
3,65
= 0,46
n 8
Dan nilai koefisien gesekan kinetik
m m
k = 2 1 + 2 2 s 2
m1 m1 gt
80 80 2.30
= 1 + 2
181 181 980.1,65
60
= 0,442 1,442
2665,6
= 0,442 1,442( 0,025 )
= 0,442 0,03
= 0,412

Jadi diperoleh nilai koefisien gesekan statis antara permukaan balok dengan papan
sebesar 0,46 dan nilai koefisien gesekan kinetiknya sebesar 0,412

V. DISKUSI
Setelah melakukan dua kali percobaan kami dapat memperoleh nilai dari
koefisien gesek statis dan kinetis antara permukaan balok dengan papan. Namun, hasil
tersebut masih kurang akurat dikarenakan beberapa faktor yaitu kurang cekatannya
kami dalam menghitung waktu dengan menggunakan stopwatch. Selain itu pada
percobaan koefisien gesek kinetik berdasarkan data yang kami peroleh dari bercobaan
pertama sampai keempat waktu yang dibutuhkan terus bertambah sedang pada
percobaan lima sampai sembilan waktu yang dibutuhkan semakin menurun, hal ini
karena mungkin kekasaran permukaan papan berbeda antara bagian belakang yang
jarang digunakan agak kasar sedang bagian depan yang lebih sering digunakan menjadi
lebih licin.
VI. KESIMPULAN
Percobaan menentukan koefisien gesekan statis antara permukaan balok dengan
papan diperoleh hasil sebesar 0,46 dan koefisien gesekan kinetiknya sebesar 0,412.
Hasil tersebut sudah cukup sesuai sebab hasil koefisien gesekan statis lebih besar dari
koefisien gesek kinetik. Namun, masih ada faktor yang membuat nilai yang kami dapat
kurang akurat yaitu kurang cekatannya kami dalam mengahitung waktu menggunakan
stopwatch.

DAFTAR PUSTAKA
Tim.2009.Panduan Praktikum Fisika Dasar I.Surabaya;Unipress.UNESA
Kamajaya.2007.Fisika untuk Kelas XI.Bandung;Grafindo

LAMPIRAN
Perhitungan
m2 60
1. s = = = 0,322
m1 186
m2 70
2. s = = = 0,366
m1 191
m2 80
3. s = = = 0,408
m1 196
m2 90
4. s = = = 0,447
m1 201
m2 100
5. s = = = 0,485
m1 206
m2 110
6. s = = = 0,521
m1 211
m2 120
7. s = = = 0,556
m1 216
m2 130
8. s = = = 0,588
m1 221

m2 m2 2 s
1. k = 1 + 2
m1 m1 gt
80 80 2.10
= 1 + 2
181 181 980 . 0,5
= 0,442 0,116
= 0,326
m2 m2 2 s
2. k = 1 + 2
m1 m1 gt
=
80 80 2.15
1 +
181 181
(
980.12
)
= 0,442 0,043
= 0,399
m2 m2 2 s
3. k = 1 + 2
m1 m1 gt
80 80 2.20
= 1 + 2
181 181 980.1,4
= 0,442 0,028
= 0,414
m2 m2 2 s
4. k = 1 + 2
m1 m1 gt
80 80 2.25
= 1 + 2
181 181 980.1,6
= 0,442 0,027
= 0,415
m2 m2 2 s
5. k = 1 + 2
m1 m1 gt
80 80 2.30
= 1 + 2
181 181 980.1,9
= 0,442 0,024
= 0,418
m m
6. k = 2 1 + 2 2 s 2
m1 m1 gt
80 80 2.35
= 1 + 2
181 181 980.2,1
= 0,442 0,023
= 0,419
m2 m2 2 s
7. k = 1 + 2
m1 m1 gt
80 80 2.40
= 1 + 2
181 181 980.2,5
= 0,442 0,019
= 0,423
m2 m2 2 s
8. k = 1 + 2
m1 m1 gt
=
80 80 2.45
1 +
181 181
(
980.2 2
)
= 0,442 0,033
= 0,409
m2 m2 2 s
9. k = 1 + 2
m1 m1 gt
80 80 2.50
= 1 + 2
181 181 980.1,9
= 0,442 0,040
= 0,402

Pertanyaan
1. Berikan penjelasan mengapa secara umum s>k?
Hal ini disebabkan karena jika diumpamakan seseorang yang mendorong
lemari, awal mendorong akan lebih sulit karena koefisien gesekan statis lebih
besar sedangkan pada saat benda telah bergerak dan mempunyai percepatan
maka akan lebih mudah di dorong sebab koefisien gesekan kinetik lebih kecil.
Sehingga gaya F yang diperlukan pada awal mendorong lebih besar dari pada
saat bergerak.
2. Bagaimanakah cara menemukan persamaan (5)?
N = w = m1 g
F f k = ( m1 + m2 ) a
F = m2 g
fk = k N
a = 2s
t2
Balok I
F = ma
F f k = m1 a
F k N = m1 a
F = k m1 g + m1 a..........(1)
Balok II
F = ma
w F = m2 a
m2 g F = m2 a
F = m2 g m2 a...............( 2 )
k m1 g + m1 a = m2 g m2 a
m2 a + m1 a = m2 g k m1 g
k m1 g = m2 g m2 a m1 a
m g m2 a m1 a
k = 2
m1 g
m
k = 2 1
( m + m2 ) a
m1 m1 g
m2 m1 m2 a
k = +
m1 m1 m1 g
m m
k = 2 {1 + 2 2 s 2
m1 m1 gt
3. Berikan penjelasan mengapa ban kendaraan dibuat berbatik dan jalan dibuat
kasar?
Ban kendaraan dibuat kasar agar dapat mengurangi gaya gesekan antara ban
kendaraan dengan jalan. Karena semakin kasar permukaan suatu benda semakin
besar gaya statis maksimumnya.
4. Apabila balok berada pada bidang miring apakah persamaan (5) dapat
digunakan? Apabila tidak bagaimanakah yang sesuai?
Tidak bisa, karena pada bidang miring gaya normalnya searah dengan bidang
miring, diperhitungkan juga sudutnya.

f
w sin
F
w cos

N = w = mg
N = w cos
N = mg cos
Benda saat akan bergerak
F = 0
F f s ( maks ) = 0
F = f s ( maks )
w sin = f s ( maks ) ..............(1)
f s ( maks ) = s N ................( 2 )
s N = w sin
s w cos = w sin
s cos = sin
sin
s = = tan
cos
Benda bergerak
Fx = ma x
mg sin k N = ma x ............(1)
F y = ma y
N mg cos = ma y = 0
N = mg cos .........................( 2 )
mg sin k ( mg cos ) = ma x
k = mg sin ma x