Anda di halaman 1dari 14

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

PERTAHANAN NEGARA

DI SUSUN:
ANDRYA PUTRA PRATAMA (1622011)
RIFALDI ERLANGGA PUTRA (1622080)
PROGRAM STUDI ARSITEKTUR S-1
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN (FTSP)
ITN MALANG 2017
KATA PENGANTAR

Syukur alhamdulillah, merupakan satu kata yang sangat pantas penulis ucakan
kepadaAllah SWT, yang karena bimbingannyalah maka penulis bisa menyelesaikan sebuah
karya tulissosiologi berjudul "Pertahanan dan Keamanan Negara"Makalah ini dibuat dengan
berbagai observasi dalam jangka waktu tertentu sehinggamenghasilkan karya yang bisa
dipertanggungjawabkan hasilnya.
Saya mengucapkan terimakasihkepada pihak terkait yang telah membantu saya dalam
menghadapi berbagai tantangan dalam penyusunan makalah ini.Saya menyadari bahwa masih
sangat banyak kekurangan yang mendasar pada makalahini. Oleh karna itu saya mengundang
pembaca untuk memberikan kritik dan saran yang bersifatmembangun untuk kemajuan ilmu
pengetahuan ini.Terima kasih, dan semoga makalah ini bisa memberikan sumbangsih positif bagi
kitasemua.

1
DAFTAR ISI
Kata Pengantar....................................................................................... 1

A. Latar Belakang....................................................................................... 3

B. Pengertian Pertahanan Negara............................................................... 3

C. Definisis Keamanan Negara.................................................................. 4

D. Pertahanan Terhadap Keamanan Negara............................................... 5

E. Redifinisi Doktrin, Pembagian Wewenang dan Strategi Pertahanan.... 6

F. Aspek Pancagatra.................................................................................. 7

G. Interelasi Antar Gatra........................................................................... 10

H. Kedudukan dan fungsi konsepsi ketahanan nasional........................... 11

I. Daftar Pustaka...................................................................................... 12
PERTAHANAN DAN KEAMANAN NEGARA

A. Latar Belakang Penulisan Makalah


Sejauh menyangkut ancaman militer dari luar, tidak diragukan bahwa
peningkatankemampuan militer (modernisasi dan profesionalisasi) merupakan sa1ah satu
pilihan. Namun, selain karena pertimbangan ekonomi, peningkatan kekuatan militer
selalumengundang kecurigaan pihak 1ain, terutama jika hal itu dilakukan dengan lebih
banyak memberikan prioritas pada modernisasi senjata-senjata ofensif.Dalam suasana
anarki dan ketidakpastian, upaya unilateral bisa menimbulkan dilemakeamanan (security
dilemma) terutama jika upaya unilateral itu berupa penggelaran jenissenjata- senjata
ofensif baru. Pengembangan kekuatan militer yang mengarah pada non- provocative
defense merupakan salah satu pilihan strategis.Selain itu, di tengah gelombang
interdependensi dalam kehidupan antarbangsa, suatunegara tidak bisa mengamankan
dirinya dengan mengancam orang lain. Upaya untuk
membangun keamanan, oleh karenanya, bergeser dari konsep security against
menjadisecurity with. Apa yang selama ini dikenal sebagai cooperative security,
confidence
building measures, dan preventive diplomacy yang dilakukan secara bilateral,
regiona1,global, maupun multilateral adalah sebagian dari berbagai upaya menjawab
persoalan ini.

B. Pengertian Pertahanan Negara


Pertahanan negara disebut juga pertahanan nasional adalah segala usaha
untuk mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah sebuah negara dan
keselamatansegenap bangsa dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan
negara.Hakikat pertahanan negara adalah segala upaya pertahanan bersifat semesta
yang penyelenggaraannya didasarkan pada kesadaran atas hak dan kewajiban warga
negaraserta keyakinan pada kekuatan sendiri.Pertahanan negara dilakukan oleh
pemerintah dan dipersiapkan secara dini dengan sistem pertahanan negara.ertahanan
nasional merupakan kekuatan bersama (sipil dan militer) diselenggarakanoleh suatu
Negara untuk menjamin integritas wilayahnya, perlindungan dari orangdan/atau menjaga
kepentingan-kepentingannya. Pertahanan nasional dikelola olehDepartemen Pertahanan.
Angkatan bersenjata disebut sebagai kekuatan pertahanan dan,di beberapa negara
(misalnya Jepang), Angkatan Bela Diri.

3
C. Definisi Keamnan Negara
Keamanan merupakan istilah yang secara sederhana dapat dimengerti sebagai
suasana"bebas dari segala bentuk ancaman bahaya, kecemasan, dan ketakutan". Dalam
kajiantradisional, keamanan lebih sering ditafsirkan dalam konteks ancaman fisik
(militer) yang berasal dari luar. Walter Lippmann merangkum kecenderungan ini dengan
pernyataannyayang terkenal: "suatu bangsa berada dalam keadaan aman selama bangsa
itu tidak dapatdipaksa untuk mengorbankan nilai-nilai yang diaggapnya penting (vital)
...dan jika dapatmenghindari perang atau, jika terpaksa melakukannya, dapat keluar
sebagai pemenang.Karena itu, seperti kemudian disimpulkan Arnord Wolfers, masalah
utama yang dihadapisetiap negara adalah membangun kekuatan untuk menangkal (to
deter) atau mengalahkan(to defeat) suatu serangan. Dengan semangat yang sama, kolom
keamanan nasionaldalam International Encyclopaedia of the Social Science
mendefinisikan keamanansebagai kemampuan suatu bangsa untuk melindungi nilai-nilai
internalnya dari ancamanluar".Kajian keamanan mengenal dua istilah penting, dilemma
keamanan (security dilemma)dan dilemma pertahanan (defence di1emma). Istilah yang
pertama, dilema keamanan,menggambarkan betapa upaya suatu negara untuk
meningkatkan keamanannya denganmempersenjatai diri justru, dalam suasana anarki
internasional, membuatnya semakinrawan terhadap kemungkinan serangan pertama pihak
lain. Istilah kedua, dilema pertahanan, menggambarkan betapa pengembangan dan
penggelaran senjata barumaupun aplikasi doktrinal nasional mungkin saja justru tidak
produktif atau bahkan bertentangan dengan tujuannya untuk melindungi keamanan
nasional. Berbeda daridilema keamanan yang bersifat interaktif dengan apa yang
[mungkin] dilakukan pihak lain, dilema pertahanan semata-mata bersifat non-interaktif,
dan hanya terjadi dalamlingkup nasional, terlepas dari apa yang mungkin dilakukan pihak
lain.

4
D. Pertahanan terhadap Keamanan Neagara
Dalam bahasa militer, pertahanan adalah cara-cara untuk menjamin perlindungan
darisatu unit yang sensitif dan jika sumber daya ini jelas, misalnya tentang cara-cara
membeladiri sesuai dengan spesialisasi mereka, pertahanan udara (sebelumnya
pertahananterhadap pesawat: DCA), pertahanan rudal, dll. Tindakan, taktik, operasi atau
strategi pertahanan adalah untuk menentang/membalas serangan.Jenis pertahanan:

Pertahanan militer untuk menghadapi ancaman militer, dan


Pertahanan nonmiliter/nirmiliter untuk menghadapi ancaman nonmiliter/nirmiliter.

Komponen Pertahanan Negara


Di Indonesia, sistem pertahanan negara dalam menghadapi ancaman
militer menempatkan Tentara Nasional Indonesia sebagai "komponen utama" dengan
didukungoleh "komponen cadangan" dan "komponen pendukung". Sistem Pertahanan
Negaradalam menghadapi ancaman nonmiliter menempatkan lembaga pemerintah di luar
bidang pertahanan sebagai unsur utama, sesuai dengan bentuk dan sifat ancaman yang
dihadapidengan didukung oleh unsur unsur lain dari kekuatan bangsa.

Komponen utama
"Komponen utama" adalah Tentara Nasional Indonesia, yang siap digunakan
untuk melaksanakan tugas tugas pertahanan.

Komponen cadangan
"Komponen cadangan" (Komcad) adalah "sumber daya nasional" yang telah
disiapkanuntuk dikerahkan melalui mobilisasi guna memperbesar dan memperkuat
kekuatan dankemampuan komponen utama.

Komponen pendukung
"Komponen pendukung" adalah "sumber daya nasional" yang dapat digunakan
untuk meningkatkan kekuatan dan kemampuan komponen utama dan komponen
cadangan.Komponen pendukung tidak membentuk kekuatan nyata untuk perlawanan
fisik."Sumber daya nasional" terdiri dari sumber daya manusia, sumber daya alam, dan
sumber daya buatan. Sumber daya nasional yang dapat dimobilisasi dan didemobilisasi
terdiri dari sumber daya alam, sumber daya buatan, serta sarana dan prasarana nasional
yangmencakup berbagai cadangan materiil strategis, faktor geografi dan lingkungan,
saranadan prasarana di darat, di perairan maupun di udara dengan segenap
unsur perlengkapannya dengan atau tanpa modifikasi.Komponen pendukung terdiri dari
5 segmen :

Para militer

Polisi (Brimob)- (lihat pula Polri)


Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)
Perlindungan masyarakat(Linmas) lebih dikenal dengan sebutan pertahanan sipil
5
(Hansip)

Satuan pengamanan (Satpam)


Resimen Mahasiswa (Menwa)
Organisasi kepemudaan
Organisasi bela diri
Satuan tugas (Satgas) partai

A. Redifinisi Doktrin, Pembagian Wewenang dan Strategi Pertahanan


Threat, survival dan defence dilemma itu membawa implikasi serius. Pesan
yanghendaknya digarisbawahi adalah penggunaan eksesif dari resources tidak
boleh.Penggunaan kekerasan untuk menghadapi ancaman harus sepadan. Ancaman
tertentuharus dihadapi dengan instrumen tertentu yang sesuai, efektif, efisien, dan
tidak menimbulkan dislokasi sosial, ekonomi, politik, ideologi. Security deficit yang
timbu1karena vu1nerabilitas membawa kompleksitas tersendiri. Semuanya bermuara
pada satu persoalan besar: perlunya kajiulang terhadap doktrin keamanan dan pertahanan
nasional, khususnya sejauh menyangkut apa yang harus dipertahankan, bagaimana
untuk mempertahankannya, dan siapa yang harus memikul tanggungjawab itu.
Jawaban atas pertanyaan pertama, apa yang harus dipertahankan, memerlukan
suatukesepakatan politik. Pertimbangan historis, geografis, ideologis dan
perkembangan politik kontemporer harus dimasukkan dalam kalkulasi itu. Gravitas
hubunganantarnegara pada dinamika ekonomi tidak sepenuhnya menghapus relevansi
konteks politik geostrategi. Bagi sebuah negara kepulauan, termasuk Indonesia,
melindungi keamanan nasional adalah usaha besar untuk melindungi dan
mempertahankankedaulatan maritim berikut sumberdaya yang berada di dalamnya. Pada
tingkat strategi, bagaimana mempertahankan dari ancaman, tantangan yang dihadapi
adalah bagaimanamerumuskan ancaman secara lebih realistik. Untuk waktu yang dapat
diperhitungkan kedepan, keamanan terhadap ancaman interna1 masih akan mendominasi
pemikiranstrategis di Indonesia. Pluralisme sosial, ketimpangan ekonomi, disparitas
regionalmenjadikan upaya bina-bangsa dan bina-bangsa menjadi soal serius. Indonesia
adalahsuatu entitas politik (negara) yang dibangun di atas fondasi pluralitas.
PersatuanIndonesia seperti diikrarkan dalam Sumpah Pemuda 1928, selama ini lebih
direkat olehcommon history anti-kolonia1isme. Common history menghadapi
kolonialismekelihatannya perlu dijelmakan dalam wujud yang lebih konkret, misalnya
common platform dan komitmen untuk menegakkan keadilan sosia1, dan dengan
menggunakaninstrumen yang lebih appropriate seperti ketentuan hukum yang
demokratik.

6
Di tengah keharusan untuk mempersiapkan diri terhadap keamanan internal,
ancamanmiliter dari luar merupakan sesuatu yang harus selalu diperhitungkan, sekalipun
pada saatyang sama harus diakui pula bahwa untuk beberapa tahun yang dapat
diperhitungkan kedepan sukar dibayangkan terjadinya perang dalam pengertian
tradisional. Mendudukiwilayah asing (occupation) menjadi sesuatu yang secara moral
memperoleh gugatansemakin tajam dan secara ekonomis semakin mahal. Konflik
bersenjata, jika harus terjadi,kemungkinan besar akan bersifat terbatas, berlangsung
dalam waktu singkat, danmenggunakan teknologi tinggi. Amerika Serikat diperkirakan
tetap memainkan peranan penting di kawasan Asia Pasifik, baik karena potensi
ketidakstabilan di semenanjungKorea, hubungan tradisionalnya dengan Jepang dan Korea
Selatan, kekhawatirannyaterhadap tampilnya Cina sebagai kekuatan hegemon regional,
maupun karenakepentingan ekonominya di kawasan ini. Ancaman militer dari luar
terhadap Indonesiakelihatannya akan bersifat ancaman tidak langsung yang terjadi karena
ketidakstabiIanregional. Termasuk dalam kategori ini adalah perlombaan senjata yang
dapat terjadikarena ketidakstabilan di Semenanjung Korea dan Asia Timur, prospek
penyelesaianmasalah Taiwan, dan kemungkinan konf1ik tapalbatas.Masalah pokok,
seperti dirumuskan sebagai pertanyaan ketiga, adalah apa cara yang paling efektif dan
efisien untuk menghadapi sumber dan watak ancaman-ancaman tertentu. Ancaman
internal harus diketahui dengan pasti alasan timbulnya. Gagasan-gagasan, termasuk
komunisme dan fundamentalisme religius, tidak pernah secaralangsung mempengaruhi
tindakan [kekerasan] politik. Menghilangkan deprivasi ekonomi, politik dan kultural.
Demokratisasi dalam penggunaan dan pengelolaan sumberdaya, dandistribusi
pembangunan. Penghormatan pada budaya lokal. Bhineka Tunggal Ika adalahsemboyan
yang seharusnya ditafsirkan sebagai komitmen untuk menghormati keragaman, bukan
untuk menciptakan keseragaman. Upaya nasional, unilateral, adalah
demokratisasi.Pengendalian dan resolusi konflik seharusnya semata-mata dilakukan
sebagai tindakan polisionil.

E. Aspek Pancagatra
1. Ideologi
Ideologi diartikan sebagai prinsip pengarahan yang dijadikan dasar atau pemberi
arhdan tujuan yang hendak dicapai di dalam melangsungkan dam
mengembangkanhidup dan kehidupan nasional suatu bangsa dan negara.Ideologi
adalah ilmu dan pengetahuan dsar atau dapat disamakan dengan cita-cita.Dengan
kata lain bahwayang dicita-citakan dan yangdiperjuangkan dalam suatu kehidupan
nyata.Faktor yang mempengaruhi ketahanan di bidang ideologi adalah nilai dan
sistemnilai.Ideologi yang baik harus mampu menampung aspirasi manusia baik
secar pribadi maupun makluk sosial sesuai kodratnya.Agar dapat mencapai
ketahanannasional di bidang ideologi diperlukan penghayatan dan pengamalan
ideologi secarasungguh-sungguh.Ketahanan nasional di bidang ideologi bangsa
Indonesia ditujuksn intuk mrngatasiancamanyang membahayakan kelanngsungan
kehidupan pancasila sebagai dasar falsafah bangsa Indonesia.Semakin tinggi
kesadaran suatu bangsa untuk melaksanakan dan mengaktualisasikanideologi, baik
aktualisasi objektif maupun subjektif, maka makin tinggi ketahananideologi suatu
bangsa.Dalam strategi pembinaan ideologi ada beberapa prinsip antar lain:
7
Ideologi harus diaktualisasikan baik bidang kenegaraan dan oleh setiap warganegara.
Ideologi sebagai perekat pemersatu harus senantisa ditanamkan kepada seluruhwarga negara
Ideologi harus dijadikan panglima, atau politik, ekonomi, budaya dan Hankamharus
bersumber dan mengacu pada ideologi bangsa dan bukan sebaliknya.
Aktualisasi ideologi dikembangkan ke arah keterbukaan dan kedinamisanideologi yang
senantiasa mampu mengantisipasi perkembengan zaman dandinamika masyarakat.
Ideologi pancasila mengakui keanekaragaman dalam hidup berbangsa dan bernegara.Ideologi
dijadikan untuk pemersatu dan menyejahterakan bangsa.
Mensosialisasikan ideologiPancasila sebagai ideologi humanis, religius,demokratis,
nasionalistis, dan berkeadilan.

2. Politik
Politik dalam hal ini diartikan sebagai asas, haluan, dan kebijaksanaan yang diguakanuntuk
mencapai tujuan dan kekuasaan. Oleh karena itu masalah politik seringdihubungkan
dengan masalah kekuasaan dalam suatu negara yang berbeda ditangan pemerintah.
Kehidupan politik dapat dibag ke dalam dua sektor:

Sektor masyarakat yangberfungsi memberikan masukan,terwujud dalam pernyataan keinginan


dan tuntutan kebutuhan masyarakat.
Sektor pemerintahan berfungsi sebagai keluaran yang berupa kebijaksanaanyang melahirkan
peraturan perundang-undangn yang merupakan keputusan politik.

a) Ketahanan aspek politik


Dalam ranka mewujudkan ketahanan politik, diperlukan kehidupan politik bangsa yang
sehat, dinamis, mampu memelihara stabilitas politik berdasarkan pancasila, UUD 1945
yang menyangkut:

Sistem pemerintahan berdasarkan hukum, tidak berdasarkankekuasaan bersifat absolut, dan


kedaulatan ditangan rakyat, dilakukansepenuhnya oleh MPR.
Dalam mekansme politik dimungkinkan adanya perbedan pendapat,namun perbedaan tersebut
tidak menyangkut nilai dasar, sehinggatidak antagonis yang menjurus kepada konflik.

Kepemimpinan nasional diharapkan mampu mengakomodasikanaspirasi yang hidup dalam


masyarakat, dengan tetap memegang tefuhnilai-nilai Pancasila.
Terjalin komunikasi politik timbal balik antara pemerintah denganmasyarakat, antara
kelompok dan golongan dalam mewujudkan tujuannasional.

8
b) Ketahanan aspek politik luar negeri
Hubungan politik luar negeri ditujukan untuk meningkatkan kerjasama internasional di
berbagai bidang atas dasar salingmenguntungkan, dan meningkatkan citra positif Indonesia
danmemantapkan persatuan dan kesatuan.
Politik luar negeri dikembangkan berdasarkan sekala prioritas dalamrangka meningkatkan
persahabatan dan kerja sama antar negara berkembang, negara maju sesuai dengan kemampuan dan
kepentingannasional.Kerja sama antar negara Asean dalam bidang ekonomi, sosial budaya,
iptek dan kerja sama dengan negara non blok.
Citra positif bangasa indonesia perlu ditingkatkan melalui promosi,diplomasi dan lobi
internasional, pertukaran pemuda dan kegiatan olah raga.
Perjuangan bangsa indonesia didunia untuk meningkatkankepentingan nasional seperti
melindungi kepentingan indonesia darikegiatan diplimasi negatif negara lain, dan hak WNI di
luar negeri perlu ditingkatkan.

3. Ekonomi
Kegiatan ekonomi adalah seluruh kegiatan pemeerintah dan masyarakat di
dalammengelola faktor-faktor produksi( sumber daya alam, tenaga kerja, modal,
teknologi,dan manajemen) dan distribusi barang serta jasa untuk kesejahteraan
rakyat.Upayameningkatkan ketahanann ekonomi adalah uoaya meningkatkan
kapasitas produksidan kelancaran barang dan jasa secara merata ke seluruh wilayah
negara.Agar dapat terciptanya ketahanan ekonomi yang diinginkan perlu upaya
pembinaanterhadap berbagai hal yang menunjang antara lain:

Sistem ekonomi diarahkan untuk memakmurkan rakyat melalui ekonomikerakyatan untuk


menjamin kelangsungan hidup bangsa.
Kemampuan bersaing harus ditumbuhkan dalam meningkatkan kemandirianekonomi, dengan
memanfaatkan sumber daya nasional menggunakan saranaiptek dalam menghadapi setiap
permasalahan serta tetap memperhatikankesempatan kerja.
Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya harus senantiasa
dilaksanakanmelalui keseimbangan dan keselarasan pembangunan antar wilayah dan sektor.
Struktur ekonomi dimantabkan secara seimbang dan saling menguntungkandalam keselarasan,
keterpaduan antar sektor pertanian, industri dan jasa.

4. Ketahanan sosial budaya


Ketahanan sosial budaya diartian sebagai kondisi dinamik budaya bangsa yang
berisikeuletan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan
mengatasiATGH baik yang datang dari dalam dan luar yang langsung dan tidak
langsungmembahayakan kelangsungan hidup sosial dan NKRI berdasarkan Pancasila
danUUD 1945.

9
5. Ketahanan di bidang pertahanan dan keamanan
Ketahanan pertahanan dan keamanan diartikan sebagai kondisi dinamik
kehidupan pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia berisi keuletan dan
ketangguhan yangmengandung kemampuan mengembangkan nasional dalam
menghadapi danmengatasi ATGH yang datang dari dalam dan luar, yang langsung
dan tidk langsungmembahayakan identitas, itegritas dan kelangsungan hidup bangsa
dan negara berdasarkan pancasila dan UUD 1945.Postur kekuatan Hankam
mencakup struktur kekuatan, tingkat kemampuan dan gelar kekuatan.Dalam
pembangunan kekuatan Hankam terdapat empat pendekatan, yaitu pendekatan
ancaman, misi, kewilayahan, dan politik.Pada konteks ini perlu ada pembagian tugas
dan fungsi yang jelas antara masalah keamanan dan pertahanan.Pertahanan
diserahkan kepada TNI, sedang keamanan dalam negeridiserhkan kepada
POLRI.TNI dapat dilibatkan untuk menangani masalah dalamnegeri jika POLRI
tidak mampu karena eskalasi ancaman yang meningkat kekeadaan
darurat.Pembangunan kekuatan Hankam harus mengacu pada konsepwawasan
nusantara, dimana Hankam diarahkan untuk seluruh wilayah RI,disampingkekuatan
Hankam harus mampu mengantisipasi preduksi ancaman dari luar sejalandengan
kemajuan iptek militer yang menghasilkan daya gempur jarak jauh.Kondisi
kehidupan nesional merupakan pencerminan ketahanan nasional yangmencakup
aspek idiologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan,sehingga
ketahanan nasional adalah kondisi yang harus dimiliki dalam semua aspek kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegar dalam wadah NKRI yangdilandasi
pancasila, UUD 1945 dan landasan fisional wawasan nusantara.

F. Interelasi antar gatra


1. Ketahanan nasionalhakikatnya tergantung pada kemampuan bangsa dan negara
didalam mempergunakan aspek alamiahnya sebagai dasar penyelenggaraan
dankehidupan-kehidupan nasional di segala bidang.
2. Ketahanan nasional mengandung pengertian keutuhan dimana terdapat
salinghubumgan erat antar gatra di dalam keseluruhan kehidupan nasional.
3. Kelemahan salah satu bidang dapat mengakibatkan kelemahan di bidang lainya
danmempengarui kondisi keseluruhanya.
4. Ketahanan nasional bukan merupakan penjumlahan ketahanan segenap
gatra,tetapiditentukan oleh struktur atau konfigurasi aspek secara struktural dan
funsional.

10
G. Kedudukan dan fungsi konsepsi ketahanan nasional
1. Kedudukan ketahanan nasiona
Konsepsi ketahanan nasional merupakan suatu ajaran yang diyakini kebenarannyaoleh
seluruh bangsa indonesia serta merupakan cara terbaik yang perludiimplementsikan
dalam kehidupan nasional yang ingin diwujudkan.Wawasannusantara dan ketahanan
nasionalmerupakan landasan knseptual yang didasari oleh pancasila dan UUD 1945
sebagai landasan ideal dan konstitusional.

Fungsi ketahanan nasionalKetahanan nasional berdasarkan tuntutan penggunaannya


berfungsi sebagai doktridasar nasional, atau sebagai metode pembinaan kehidupan
nasional dan sebagai poladasar pembangunan nasional,antara lain:

Kosepsi ketahanan nasional dalam fungsi sebagai doktri dasar nasional perludipahami untuk
menjamin tetap terjadinya pola pikir, pola sikap, pola tindak,dan pola kerja dalam
menyatukan langkah bangsa.
Kosepsi ketahanan nasional dalam fungsi sebagai pola dasar pembangunan, padahakekatnya
merupakan arah dan pedoman dalam pelaksanaan pembangunannasional di segala bidang
secara terpadu dan dilakukan sesuai rencana program.
Konsepsi ketahanan nasional dalam fungsi sebagai metode pembinaankehidupan naional pada
hakekatnya merupakan suatu metode integral yangmencangkup seluruh aspek yang terdiri
dari aspek alamiah dan aspek sosial.

2. Hakekat ketahanan nasional


Pada hekekatnya ketahanan nasional ialah kemampuan dan ketangguhan
suatu bangsa untuk menjamin kelangsungan hidupnya.Penyelenggaraan ketahanan
nasionaldilakukan melalui pendekatan keamanan dan kesejahteraan:

Kesejahteraan digugakan untuk mewujudkan ketahanan yang berbntuk kemampuan bangsa


dalam menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilainasionalnya menjadi kemakmuran yang
adil merata, baik jasmani maupunrohani.
Keamanan adalah kemampuan dalam melindungi keberadaa nbangsa, sertamelindungi nilai-
nilai luhur bangsa terhadap segala ancaman dari dalammaupun dari luar.
Kedua pendekatan keamanan dan kesejahteraan telah dugunakan bersama-sama.Pendekatan
mana yang ditekankan tergantung pada kondisi dan situasinasional dan internasional.
Penyelenggaraan kesejahteraan memerlukantingkat keamanan tertentu, demikian pula
keadaaan sebaliknya. Dengandemikian evaluasi penyelenggaraan ketahanan nasional
sekaligusmemberikan gambaran tentang tingkat kesejahteraan dan keamanan suatu bangsa.
Konsep ketahanan dikembangkan berdasarkan konsep wawasan nusantara,sehingga konsep
ketahanan nasional dapat dipahami dengan baik apabilatelah memahami wawasan nusantara.
11
Daftar Pustaka

Bakrie,
Connie Rahakundini Bakrie. Pertahanan Nasional. Jakarta: 2007
http://id.wikipedia.org/wiki/Pertahanan_negarahttp://hankam.kompasiana.com/20
13/04/28/pertahanan-keamanan-nasional-
551062.htmlhttp://pertahanandankeamanannegara.blogspot.com/2010/03/pertahana
n-dan-keamanan-negara.html

12