Anda di halaman 1dari 12

INFRASTRUKTUR TAPAK

DI SUSUN:

ANDRYA PUTRA PRATAMA (1622011)

PROGRAM STUDI ARSITEKTUR S-1


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN (FTSP)
ITN MALANG
2017
KATA PENGANTAR

Syukur alhamdulillah, merupakan satu kata yang sangat pantas penulis ucapkan
kepadaAllah SWT, yang karena bimbingannyalah maka penulis bisa menyelesaikan makalah
ini."Makalah ini dibuat dengan berbagai observasi dalam jangka waktu tertentu sehingga
menghasilkan karya yang bisa dipertanggungjawabkan hasilnya.
Saya mengucapkan terimakasihkepada pihak terkait yang telah membantu saya dalam
menghadapi berbagai tantangan dalam penyusunan makalah ini.Saya menyadari bahwa masih
sangat banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh karena itu saya mengundang
pembaca untuk memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk kemajuan ilmu
pengetahuan ini.Terima kasih, dan semoga makalah ini bisa memberikan sumbangsih positif bagi
kitasemua.

i
Daftar Isi

Kata Pengantar .................................................................................................. i


Daftar Isi............................................................................................................ ii
Bab 1 Pendahuluan ......................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang .................................................................................................................1
1.2 Maksud Dan Tujuan ........................................................................................................1
1.3 Identifikasi Masalah .........................................................................................................1

Bab 2 Pembahasan .......................................................................................... 2


2.1 Definisi Drainase .............................................................................................................2
2.2 Fungsi Drainase ...............................................................................................................2
2.3 Macam Macam Drainase ..............................................................................................3
2.4 Pembahasan Drainase Kampus ITN MALANG ..............................................................7
2.5 Solusi................................................................................................................................8

Bab 3 Penutup ................................................................................................. 9


3.1 Kesimpulan ......................................................................................................................9

ii
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sebuah komplek kampus merupakan kebutuhan dasar bagi para mahasiswa, para dosen,
dan pegawainya. Menyadari akan pentingnya suatu kampus maka sudah sewajarnya kampus
terencana dalam suatu sistem dan pola pengaturan yang tertata dengan baik. Pola pengaturan
yang direncanakan meliputi tata letak baik geografis maupun topografis, kualitas dan
kuantitas kampus yang dibutuhkan dan kebutuhan penyediaan sarana dan prasarana fisik dan
non fisik. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui kelayakan dari saluaran
drainase yang ada di sekitar Kampus ITN MALANG.. Penyebab genangan air pada saluran
pada saat hujan lebat adalah dimensi saluran yang kurang besar atau kurangnya daya
tampung saluran pada saluran tersebut karena harus menampung air dari seluruh saluran yang
ada di komplek Kampus ITN MALANG.

1.2 Maksud Dan Tujuan


Maksud dan tujuan dari tugas drainase ini adalah agar mahasiswa dapat mengerti dan
memahami sistem drainase, serta bisa mengaplikasikannya di lapangan.
Tujuan dari tugas untuk memberikan persoalan kepada mahasiswa sedemikian rupa sehingga
mahasiswa tersebut dapat atau mampu untuk merancang sistem penyaluran air , dimana
rancangan disesuaikan dengan kriteria disain dan memenuhi kaidah-kaidah perencanaan.

1.3 Identifikasi Masalah


Ruang lingkup dari tugas ini adalah sebagai berikut:
a. Definisi drainase
b. Fungsi drainase
b. Macam-macam drainase
c. Jenis saluran drainase
d. pembahsan drainase area kampus ITN MALANG

1
BAB 2 PEMBAHASAN
2.1 Definisi Drainase

Drainase yang berasal dari kata kerja 'to drain' yang berarti mengeringkan atau
mengalirkan air, adalah terminologi yang digunakan untuk menyatakan sistim-sistim yang
berkaitan dengan penanganan masalah kelebihan air, baik diatas maupun dibawah permukaan
tanah. Drainase adalah lengkungan atau saluran air di permukaan atau di bawah tanah, baik
yang terbentuk secara alami maupun dibuat oleh manusia. Drainase atau pengatusan adalah
pembuangan massa air secara alami atau buatan dari permukaan atau bawah permukaan dari
suatu tempat. Pembuangan ini dapat dilakukan dengan mengalirkan, menguras, membuang,
atau mengalihkan air[1]. Irigasi dan drainase merupakan bagian penting dalam penataan
sistem penyediaan air di bidang pertanian maupun tata ruang.

Saluran drainase sering kali dirujuk sebagai drainase saja karena secara teknis hampir
semua drainase terkait dengan pembuatan saluran. Saluran drainase permukaan biasanya
berupa parit , sementara untuk bawah tanah disebut gorong-gorong di bawah tanah.

Dalam lingkup rekayasa sipil, drainase dibatasi sebagai serangkaian bangunan air yang
berfungsi untuk mengurangi dan/atau membuang kelebihan air dari suatu kawasan atau
lahan, sehingga lahan dapat difungsikan secara optimal sesuai dengan kepentingan. Dalam
tata ruang, drainase berperan penting untuk mengatur pasokan air demi pencegahan banjir[2].
Drainase juga bagian dari usaha untuk mengontrol kualitas air tanah dalam kaitannya dengan
salinitas.

2.2 FUNGSI DRAINASE


Untuk mengurangi kelebihan air dari suatu kawasan atau lahan, sehigga lahan dapat
difungsikan secara optimal.
Sebagai pengendali air kepermukaan dengan tindakan untuk memperbaiki daerah becek,
genangan air/banjir.
Menurunkan permukaan air tanah pada tingkat yang ideal.
Mengendalikan erosi tanah, kerusakan jalan dan bangunan yang ada.
Mengendalikan air hujan yang berlebihan sehinga tidak terjadi bencana banjir.

2
2.3 MACAM MACAM DRAINASE
A. Menurut Sejarah Terbentuknya
1). Drainase Alamiah ( Natural Drainase )
Drainase yang terbentuk secara alami dan tidak terdapat bangunan-bangunan penunjang
seperti bangunan pelimpah, pasangan batu/beton, gorong-gorong dan lain-lain. Saluran ini
terbentuk oleh gerusan air yang bergerak karena grafitasi yang lambat laun membentuk jalan
air yang permanen sepertisungai.
2).DrainaseBuatan(ArficialDrainage)
Drainase yang dibuat dengan maksud dan tujuan tertentu sehingga memerlukan bangunan
bangunan khusus seperti selokan pasangan batu/beton, gorong-gorong, pipa-pipa dan
sebagainya.
B. Menurut Letak Bangunan
1). Drainase Permukaan Tanah (Surface Drainage)
Saluran drainase yang berada di atas permukaan tanah yang berfungsi mengalirkan air
limpasan permukaan. Analisa alirannya merupakan analisa open chanel flow.
2). Drainase Bawah Permukaan Tanah ( Subsurface Drainage )
Saluran drainase yang bertujuan mengalirkan air limpasan permukaan melalui media
dibawah permukaan tanah (pipa-pipa), dikarenakan alasan-alasan tertentu. Alasan itu antara
lain Tuntutan artistik, tuntutan fungsi permukaan tanah yang tidak membolehkan adanya
saluran di permukaan tanah seperti lapangan sepak bola, lapangan terbang, taman dan lain-
lain.
C. Menurut Fungsi
1). Single Purpose, yaitu saluran yang berfungsi mengalirkan satu jenis air buangan,
misalnya air hujan saja atau jenis air buangan yang lainnya seperti limbah domestik, air
limbah industri dan lain lain.
2). Multi Purpose, yaitu saluran yang berfungsi mengalirkan beberapa jenis air buangan baik
secara bercampur maupun bergantian.
D. Menurut Konstruksi
1). Saluran Terbuka. Yaitu saluran yang lebih cocok untuk drainase air hujan yang terletak
di daerah yang mempunyai luasan yang cukup, ataupun untuk drainase air non-hujan yang
tidak membahayakan kesehatan/ mengganggu lingkungan.

3
2). Saluran Tertutup, yaitu saluran yang pada umumnya sering dipakai untuk aliran kotor
(air yang mengganggu kesehatan/lingkungan) atau untuk saluran yang terletak di
kota/permukiman.

gambar 1. Dranaise Buatan

E. Pola Jaringan Drainase


a. Siku
Dibuat pada daerah yang mempunyai topografi sedikit lebih tinggi dari pada sungai. Sungai
sebagai saluran pembuang akhir berada akhir berada di tengah kota.

Gambar 2. Pola Jaringan Drainase Siku

4
b. Pararel
Saluran utama terletak sejajar dengan saluran cabang. Dengan saluran cabang (sekunder)
yang cukup banyak dan pendek-pendek, apabila terjadi perkembangan kota, saluran-saluran
akan dapat menyesuaikan diri.

Gambar 3 Pola Jaringan Drainase Pararel

c. Grid Iron
Untuk daerah dimana sungainya terletak di pinggir kota, sehingga saluran-saluran cabang
dikumpulkan dulu pada saluran pengumpulan.

Gambar 4. Pola Jaringan Drainase Grid Iron

5
d. Alamiah
Sama seperti pola siku, hanya beban sungai pada pola alamiah lebih besar

Gambar 5. Pola Jaringan Drainase Alamiah

e. Radial
Pada daerah berbukit, sehingga pola saluran memencar ke segala arah.

6
2.4 PEMBAHASAN DRAINASE KAMPUS 1 ITN MALANG
Kampus 1 ITN MALANG merupakan kampus yang memiliki banyak gedung, diantaranya
gedung arsitektur,geodesi, teknik sipil , pwk, aula dan masih banyak lagi. Namun demikian tidak
semua drainase yang ada disekitar bangunan berfungsi sebagaimana mestinya. Oleh karena itu
makalah ini akan membahas beberapa permasalahan drainase di beberapa bangunan kampus 1
ITN MALANG.

1. Saluran drainase pada gedung planologi


pada gedung geodesi terlihat bagaimana saluran drainasenya dapat dikatakan tidak
begitu baik, dikarenakan saluran drainase tersebut tidak bisa bekerja secara maksimal.
Banyaknya daun dan sampah di dalam saluran drainase dapat menyebabkan
tersumbatnya saluran air sehingga dapat menyebabkan meluapnya air pada saluran
drainase.

7
2. Saluran drainase pada gedung arsitektur
Pada gedung arsitektur ini tidak begitu banyak sampah di dalam saluran drainasenya,
akan tetapi didalam saluran tersebut banyak terdapat batu batu dan pasir, hal itu tidak
akan berdampak di waktu dekat, tetapi akan berdampak diwaktu yang akan dating.
Karena batu batu dan pasir tersebut apabila dibiarkan secara lama, maka lama
kelamaan akan menumpuk dan dapat menyebabkan tersumbatnya saluran drainase
tersebut. Tertutupnya saluran drainase oleh bunga atau rumput di sekitar juga tidak
baik karena dapat menimbulkan sarang penyakit/ mengganggu kesehatan.

2.5 Solusi
solusinya yaitu membuat atau membentuk tim kebersihan khusunya pada
saluran drainase, karena di kampus ITN terlihat kurangnya menjaga kebersihan serta
fasilitas bak sampah yg sedikit menyebabkan mahasiswa kampus dengan mudahnya
membuang sampah tidak pada tempatnya. Serta membuat jenis saluran terbuka agar
tetap terjaga kebersihan disekitar gedung.

8
BAB 3 PENUTUP
3.1 Kesimpulan

Dari permasalahan yang di amati tidak lain permasalahan utamanya adalah kebersihan,
kurangnya menjaga kebersihan dapat membawa dampak buruk baik bagi lingkungan maupun
diri sendiri.