Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIK

SISTEM PEMINDAH TENAGA


TRANSAXLE

Disusun oleh :

1. Dika Saiful Mukminin 15504241049


2. Bagas Ary Pradana 15504241048
3. Candra Kharisma 15504241056
4. Yulian Ageng Prasetyo 15504241052

PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2016
I. KOMPETENSI :
Memelihara/servis, memperbaiki dan overhaul sistem pemindah tenaga pada
kendaraan ringan.
II. SUB KOMPETENSI :
1. Mengidentifikasi unit transaxle dan komponen-komponennya.
2. Melepas dan memasang unit transaxle dengan cara yang benar.
3. Menjelaskan cara kerja transaxle dan komponen-komponennya.
4. Melakukan pemeriksaan, pengukuran dan mengidentifikasi gangguan serta
cara mengatasinya.
III. ALAT DAN BAHAN :
1. Unit transaxle Charade/Timor
2. Oli atau grease
3. Tool Box set, pipa baja dan SST
4. Feller gauge, DTI dan jangka sorong
IV. KESELAMATAN KERJA :
1. Menggunakan alat sesuai dengan fungsinya masing- masing.
2. Saat membongkar mekanisme detent maupun interlock, pastikan dahulu pada
posisi netral dan berhati- hatilah dengan bola baja, jangan sampai terpental dan
mengenai mata atau bahkan hilang.
3. Urutkan posisi komponen- komponennya yang telah dibongkar, jangan ditaruh
secara acak dan saling bertumpuk.
4. Bekerja secara hati-hati dan teliti.
V. DASAR TEORI
1. Pengertian
Transaxle adalah transmisi, kopling dan diferensial yang dijadikan
satu, penempatannya di depan dengan penggerak roda depan ( FF ).
Transaxle biasanya dipakai pada kendaraan yang empunyai konfigurasu
dengan mesin posisi melintang. Pada konstruksi ini poros propeller tidak
diperlukan lagi, sehingga tenaga dari mesin langsung diberikan ke
transmisi > diferensial > drive shaft > roda-roda penggerak. Jenis kopling
yang dipakai pada transaxle adalah kopling jenis diafragma ( diafragma
spring ).

2|SISTEM PEMINDAH TENAGA/TRANSAXLE


- Keuntungan transaxle adalah :
a. Konstruksi lebih kompak, ringan dan bentuknya lebih kecil,
karena diferensial, transmisi dan kopling dibuat menjadi satu
kesatuan.
b. Karena diferensial ditempatkan di bawah mesin, maka lantai
depan kendaraan dapat dibuat lebih rendah dan lebih lebar. Hal
ini juga disebabkan panjang mesin semakin pendek.
c. Dengan tidak adanya poros propeller, maka ruangan kendaraan
lebih luas, disamping itu tidak timbul getaran atau suara yang
disebabkan run out poros propeller yang tidak seimbang.
d. Efisiensi pemindahan tenaga dari mesin ke roda-roda semakin
tinggi, sehingga memperkecil offset dari hypoid gear.
- Kerugian transaxle adalah
a. Konstruksinya rumit.
b. Pembongkaran dan pemasangan lebih sulit daripada transmisi
manual.
c. Biaya perawatan yang lebih mahal.
2. Tipe Transaxle:
a. Manual transaxle Gambar
1. Manual Transaxle

Gambar Manual Transaxle

3|SISTEM PEMINDAH TENAGA/TRANSAXLE


Transaxle manual adalah transmisi penggerak roda depan yang pemindahan giginya
masih manual atau pemindahan giginya dilakukan oleh pengemudi dengan bantuan tuas

b. Automatic Transaxle

Gambar Automatic Transaxle

Automatic transaxle adalah transmisi penggerak roda depan yang pemindahan giginya
secara otomatis. Dimana perpindahan gigi diatur oleh suatu mekanisme yang biasanya
menggunakan sistem hidrolik untuk pemindah mengatur brake maupun clutch yang
mempengaruhi ratio putar input dan output shaft.

VI. LANGKAH KERJA :


1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2. Mengamati kondisi dan fungsi kerjanya.
3. Melakukan pembongkaran unit Transaxle dengan langkah efektif, efisien dan
sistematik.
4. Mempelajari kerja transaxle.
5. Melakukan pengamatan dan pengukuran yang diperlukan untuk mengetahui
kondisi Transaxle.
6. Mendiskusikan mengenai kondisi komponen, kemungkinan penyebab
kerusakan, kemungkinan akibat jika kerusakan terjadi dan dibiarkan.
7. Melakukan pemasangan kembali terhadap komponen-komponen yang
dibongkar secara efektif dan efisien.
8. Mendiskusikan inovasi usaha apa yang bisa dikembangkan setelah mengetahui
tentang unit transaxle.
9. Mengembalikan alat dan bahan serta membersihkan tempat kerja.

4|SISTEM PEMINDAH TENAGA/TRANSAXLE


VII. PEMERIKSAAN DAN PENGAMATAN
1. Memeriksa secara visual kondisi transexle
Kondisi transaxle masih dalam kondisi bagus di setiap komponennya, dan juga
kondisi pelumasan yang kurang menyebabkan komponen menjadi timbul gaya
gesek yang besar.
2. Mempelajari powerflow transaxle
a. Percepatan 1
Input shaft gear 1st output shaft gear 1st drive gear differensial
ring gear differensial Side gear

Gambar Transaxle pada posisi percepatan 1

b. Percepatan 2

Input shaft gear 2nd output shaft gear 2nd drive gear differensial ring
gear differensial Side gear

5|SISTEM PEMINDAH TENAGA/TRANSAXLE


Gambar Transaxle pada posisi 2

c. Posisi 3
Input shaft gear 3rd output shaft gear 3rd drive gear differensial
ring gear differensial Side gear

Gambar Transaxle pada posisi 3

d. Posisi 4
Input shaft gear 4th output shaft gear 4th drive gear differensial
ring gear differensial Side gear

6|SISTEM PEMINDAH TENAGA/TRANSAXLE


Gambar Transaxle pada posisi 4

e. Posisi 5
Input shaft gear 5th output shaft gear 5th drive gear differensial
ring gear differensial Side gear

Gambar Transaxle posisi 5

7|SISTEM PEMINDAH TENAGA/TRANSAXLE


f. Posisi mundur
Input shaft gear R Idle gear output shaft gear R drive gear
differensial
ring gear differensial Side gear

Gambar Transaxle posisi mundur

3. Komponen dan fungsinya.


a. Shifting key
Komponen ini berfungsi untuk menahan posisi agar syncromesh unit tidak
berubah saat mesin berputar dan memutarkan unit transmisi. Cara kerjanya
adalah menahan gigi syncromesh yang terhubung dengan inner hub sleeve.
Jika shifting key hilang maka gigi akan mudah berpindah dengan
sendirinya saat putaran tinggi. Solusinya adalah mengganti dengan shifting
key baru
b. Syncro cone
Sebagai dudukan sycronizer ring. Cara kerjanya adalah sebagai tumpuan
saat sycronizer ring berputar bebas. Kemungkinan kerusakan yang terjadi
adalah syncro cone kering bahkan berkarat sehingga dapat menimbulkan
sycronizer ring aus karena bahannya terbuat dari kuningan. Solusinya

8|SISTEM PEMINDAH TENAGA/TRANSAXLE


adalah mengganti sycronizer ring dan memberi pelumas transmisi untuk
menjaga keausan komponen terhadap gaya gesek yang bekerja.
c. Bearing poros gigi mundur
Berfungsi sebagai bantalan poros gigi mundur, cara kerjanya adalah untuk
memperhalus putaran poros gigi mundur agar halus dan
ringan(mengurangi hambatan gesek. Fungsi lainnya adalah menjaga agar
yang poros gigi mundur tidak bergesekan langsung dengan rumah
porosnya, jadi jika terjadi keausan komponen yang diganti adalah
bearingnya. Kemungkinan kerusakan yang terjadi jika bearing ini hilang
adalah putaran menjadi kasar(kocak) dan poros gigi mundur cepat aus dan
timbul suara.
d. Pin pengait
Komponen ini berfungsi untuk mengaitkan shift fork dan fork. Cara
kerjanya adalah menjaga pergerakan antara shift fork dan fork agar
bergerak secara bersamaan untuk menggeser hub sleeve saat memindah
gigi percepatan. Jika pin ini hilang maka shift fork dan fork tidak terkait
akibatnya fork dan hub sleeve tidak bergerak dan gigi tidak berpindah.
Solusinya adalah mengganti dengan pin yang baru.
e. Bearing jarum
Berfungsi sebagai bantalan poros yang berputar. Cara kerjanya adalah
untuk memperhalus putaran poros agar tidak bergesekan langsung dengan
transmision case. Perawatannya dengan cara memberikan pelumas agar
tidak cepat aus dan tidak timbul suara. Jika rusak maka poros akan cepat
aus dan timbul suara yang berisik. Solusinya adalah mengganti bearing
tersebut.
f. Hub sleeve
Hub sleeve berfungsi untuk meneruskan pemindahan tenaga dari shift fork
menuju syncromesh. Cara kerjanya adalah ketika tuas perseneling
digerakkan oleh pengemudi, maka akan diteruskan ke shift fork, fork, dan
hub sleeve menggunakan gigi sleeve inner untuk menggeser clutch hub
dan sycronizer ring.
g. Drive gear (gigi percepatan) Berfungsi sebagai pengatur momen dan
putaran sesuai dengan posisi atau urutannya. Cara kerjanya adalah
meneruskan putaran dari input shaft menuju driven gear(counter gear pada

9|SISTEM PEMINDAH TENAGA/TRANSAXLE


transmisi manual) dan diferensial. Kerusakan yang terjadi adalah gigi aus
karena pelumasan yang kurang dan perpindahan gigi yang kasar pada
putaran tinggi. Solusinya adalah melakukan perawatan berkala dan
mengganti oli transmisi.
VIII. KESIMPULAN
Transaxle adalah transmisi, kopling dan diferensial yang dijadikan satu,
penempatannya di depan dengan penggerak roda depan ( FF ). Pada konstruksi ini
poros propeller tidak diperlukan lagi, sehingga tenaga dari mesin langsung
diberikan ke transmisi > diferensial > drive shaft > roda-roda penggerak.
Transaxle manual adalah transmisi penggerak roda depan yang pemindahan
giginya masih manual atau pemindahan giginya dilakukan oleh pengemudi
dengan bantuan tuas. Pembongkaran dan pemasangan yang benar harus
diperhatikan agar kelengkapan komponen transaxle terjaga sehingga kerja tetp
pada kondisi normal.

10 | S I S T E M P E M I N D A H T E N A G A / T R A N S A X L E