Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH MONETER ISLAM

BAB V KEBERATAN DAN ALASAN


(PINJAMAN JANGKA PENDEK)

Di Susun Oleh:
Istiyana 20120430187

FAKULTAS EKONOMI
EKONOMI KEUANGAN DAN PERBANKAN ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2015
BAB I
PENDAHULUAN
Pengertian Kredit
Dalam pengertian sederhana kredit merupakan penyaluran dana dar pihak pemilik dana
kepada ihak yang memerlukan dana.Dalam bahasa Latin kredit berasal dari kata credere yang
artinya percaya. Dalam undang-undang perbankan No.10 Tahun 1998, kredit adalah penyediaan
uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan tujuan dan kesepakatan
pinkjam meminjam antara bank dan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk
melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan ppemberian bunga.Kredit ini
merupakan penyaluran dana yang dilakukan oleh bank konvensional kepada nasabah (debitur).
Sedangkan menurut pengertian pembiayaan adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat
dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara bank dengan pihak
lain yang mewajibkan pihak yang dibiayai untuk mengembalikan uang atau tagihan tersebut
setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan atau bagi hasil.
Intisari dari kredit adalah unsur kepercayaan.Unsur lainnya adalah mempunyai
pertimbangan tolong menolong.Slain itu dilihat dari pihak kreditur unsur penting dari kegiatan
kredit saat ini adalah untuk mengambil keuntungan dar modal dengan mengambil kontraprestasi,
sedangkan dipandang dari segi debitur adalah adanya bantuan dari kreditur untuk menutui
kebutuhan yang berupa prestasi.Hanya saja antara prestasi dengan kontraprestasi tersebut ada
suatu masa yang memisahkannya.Kondisi ini mengakibatkan adanya risiko yan berupa
ketidaktentuan, sehingga diperlukan suatu jaminan dalam peberian kredit tersebut.
Kredit dilihat dari jangka waktunya
Sesuai dengan jangka waktunya kredit dibagi menjadi tiga yaitu kredit jangka pendek,
menengah, dan jangka panjang.
a. Kredit Jangka Pendek
Kredit jangka pendek merupakan kredit yang diberikan dengan jangka waktu maksimal satu
tahun.Kredit tersebut biasanya diberikan oleh bank untuk membiayai modal kerja perusahaan
yang mempunyai siklus usaha dalam waktu satu tahun.Contohnya untuk peternakan, dan
pertanian.
b. Kredit Jangka Menengah
Kredit Jangka menengah merupakan kredit yang diberikan dengan jangka waktu antara satu
tahun sampai tiga tahun.Kredit ini dapat diberikan untuk ketiga jenis kredit yaitu kredit modal
kerja, kredit Investasi, dan kredit konsumtif.
c. Kredit Jangka Panjang
Kredit yang janka waktunya lebih dari tiga tahun.Kredit ini diberikan untuk kredit investasi,
misalnya untuk pembelian gedung, pembangunan prooyek, pengadaan mesin dan peralatan,dll
yang nominalnya besar serta kredit konsumtif yang nilainya besar, misalnya KPR.
Pada dasarnya fungsi kredit ialah merupakan pelayanan kepada masyarakat dalam
memenuhi kebutuhannya untuk meningkatkan usahanya. Masyarakat disini merupakan individu,
pengusaha, lembaga, dan badan usaha yang membutuhkan dana. Kredit berfungsi membantu
masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya melalui penyaluran dana yang diberikan oleh bank.
Fungsi kredit secara terperinci adalah sebagai berikut:
1. Kredit dapat meningkatkan arus tukar menukar barang dan jasa. Kredit dapat
meningkatkan arus tukar barang, hal ini seandainya belum tersedia uang sebagai alat
pembayaran, maka kredit akan mmbantu melancarkan pertukaran barang dan jasa.
2. Kredit merupakan alat yang dipakai untuk memanfaatkan idle fund. Di dalam kehidupan
ekonomi, ada beberapa pihak yang kekurangan dana. Kredit merupakan satu cara untuk
mengatasi gap tersebut.
3. Kredit dapat menciptakan alat pembayaran yang baru
Sebagai contoh adalah kredit rekening Koran yang diberikan oleh bank kepada usahawan.
4. Kredit sebagai alat pengendali harga
Pemberian kredit yang ekspansif akan mendorong meningkatnya jumlah uang yang beredar,
dan peningkatan peredaran uang tersebut akan mendorong kenaikan harga. Sebaliknya
pembatasan kredit akan berpengaruh pada jumlah uang yang beredar dan keterbatasan uang
yang beredar di masyarakat memiliki dampak pada penurunan harga.
5. Kredit dapat mengaktifkan dan meningkatkan manfaat ekonomi yang ada.
Apabila bank memberikan kredit produktif, yaitu kredit modal kerja atau investasi, maka
pemberian kredit tersebut akan memiliki dampak pada kenaikan makro ekonomi. Hal ini
disebabkan karena pihak pengusaha akan memproduksi barang, mengolah bahan baku
menjadi barang jadi, meningkatkan volume perdagangan dll. Semua itu akan mempunyai
dampak ada kenaikan potensi ekonomi.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Kredit Jangka Pendek (dalam Konvensional)
Sebagian besar hutang jangka pendek terdiri atas hutang (kredit) dagang, yaitu kredit
yang diperlukan untuk menjalankan usaha operasional perusahaan.Adapun jenis hutang jangka
pendek terutama berupa rekening Koran, kredit dari penjual, kredit dari pembeli, dan kredit
wesel.
Kredit rekening Koran adalah kredit yang diberikan oleh suatu bank kepada perusahaan
dengan batas plafon tertentu. Perusahaan mengambilnya tidak secara sekaligus, namun bertahap
sesuai dengan kebutuhan.Bunga yang dibayar hanya unntuk jumlah dana yang telah diambil
meskipun sebenarnya perusahaan meminjamnya lebih dari jumlah tersebut.Perusahaan akan
mengambil rekening Koran hanya ketika memerlukan, misalnya untuk memenuhi kebutuhan
modal kerja akibat terjadi fluktuasi atau musiman.Jika uang ini sudah tidak dibutuhkan lagi,
maka disetor kembali kepada bank dan dapat diambil lagi apabila dibutuhkan dikemudian
hari.Dengan demikian, bentuk kredit ini relative elastis, tetapi bunganya relative
tinggi.Perusahaan menganggap kredit ini sebagai kredit cadangan karena hanya bersifat
melengkapi.
Kredit dari penjual atau disebut juga hutang dagang (trade credit) terjadi apabila
penjualan produk dilakukan secara kredit. Prosesnya adalah penjual baru menerima pembayaran
harga produk beberapa waktu kemudian setelah produnya diserahkan. Kredit ini sangat umum
digunakan dan hampir semua perusahaan memanfaatkannya.
Kredit dari pembeli adalah kredit yang diberikan oleh perusahaan sebagai pembeli
kepada pemasok (supplier) bahan mentah atau barang lainnya.Pembeli membayar harga barang
yang dibelinya lebih dahulu, dan setelah beberapa waktu barulah pembeli menerima barang yang
dibelinya.Pemberian kredit ini dimaksudkan untuk mendapatkan kepastian memperoleh barang
yang dibutuhkan pemebeli karena jumlah produknya diperkirakan terbatas.
Kredit atau utang wesel terjadi apabila perusahaan mengeluarkan surat pengakuan hutang
(promes atau notes payables) yang berisikan kesanggupan untuk membayar sejumlah uang
tertentu kepada pihak tertentu dan pada saat tertentu.Setelah ditandatangani, surat tersebut dapat
dijual atau diuangkan kepada bank.Dari kredit ini diperoleh uang sebesar jumlah yang tercantum
dalam surat hutang tersebut dikurangi jumlah bunga sampai hari jatuh temponya.Dengan
demikian pihak yang mengeluarkan surat hutang tersebut menerima kredit selama waktu mulai
diuangkannya sampai saat hutang tersebut harus dibayar.Bagi bank atau pihak yang membeli
promes tersebut (pembeli kredit), surat hutang itu merupakan tagihan atau wesel tagih (notes
receivables) sedangkan bagi puhak yang mengeluarkan surat hutang, surat tersebut merupakan
hutang wesel (notes payables).
Bentuk kredit jangka pendek lainnya dalam konvensional yaitu :
1. Pinjaman Sehari (day loan)

Merupakan pinjaman yang diberikan kepada pialang yang jangka waktunya hanya satu hari
sebagai fasilitas pendanaan pembelian surat berharga; pinjaman dilakukan pada pagi hari dan
pelunasannya dilakukan pada akhir hari; apabila pada akhir hari pinjaman tersebut belum dapat
dilunasi, pada saat tersebut surat berharga tersebut telah dikuasai oleh pialang, surat berharga
tersebut yang telah dikuasai oleh pialag akan menjadi jaminan pinjaman tersebut.

2. Pinjaman singkat (call money )


Pinjaman singkat (call money) merupakan pinjaman atau tagihan antar bank dengan jangka
sangat pendek (harian), yang setiap waktu dapat dibaya kembali. Di Indonesia berdasarkan
SEBI. No.6/22/UPUM tanggal 28 Februari 1974. Pinajaman ini ditentukan paling lama tujuh
hari. Pinjaman ini terbagi menjadi :

Pinjaman antar bank (call money)

Biasanya pinjaman ini dbrikan kepada bank-bank yg kalah kliring sehingga membutuhkan dana
yang cukup besa dalam tempo yang mendesak sehingga mengharuskan bank meminjam dengan
bank lain dengan jangka waktu pengebalian yang sangat pendek serta tingkat pengembalian
bunga yang cukup tinggi.

Pinjaman antar bank melalui interbank call money market

Pinjaman ini bersifat pinjaman jangka pendek berupa pinjaman dari bank lain melalui interbank
call money market dengan bunga pinjaman yang relatif tinggi. Pinjaman antar bank ini berbeda
dengan call money karena pinjaman ini dilakukan bukan untuk memenuhi kebutuhan dana
mendesak dalam jangka pendek, melainkan untuk mmenuhi suatu kenutuhan dana yang lebih
terencana dalam rangka pengembangan usaha atau meningkatkan penerimaan bank . Pinajaman
ini ditentukan paling lama tujuh hari.

3. Pinjaman arus kas

Pinjaman jangka pendek tanpa pengikatan agunan yang pelunasan pembayarannya baru dapat
dilakukan setelah mendapatkan hasil penjualan asset; misalnya pinjaman untuk memenuhi
kebutuhan arus kas (cash flow) yang pelunasannya baru dapat dilakukan setelah menjual asset
tertentu, seperti saham dan gedung kantor.

B. Pembiayaan jangka Pendek didalam islam


Didalam perbankan syariah, istilah kredit tidak dikenal karena bank syariah memiliki skema
yang berbeda dengan bank konvensional dalam menyalurkan dananya kepada nasabah dalam
bentuk pembiayaan.Pembiayaan yang diberikan kepada pihak pengguna dana berdasarkan
prinsip syariah.
Sebelum lebih jelas kita membahas pembiyaan jangka pendek dalam islam, baik itu pembiyaan
secara umum, terlebih kita membahas konsep dasar dalam modal kerja dalam islam
A. Konsep Dasar
1. Konsp dasar Modal kerja dalam perbankan syariah
a. Modal kerja (Worrking capital asssets)
Modal kerja adalah modal lancar yang digunakan untuk mendukung operasional perusahaan
sehari-hari sehingga perusahaan dapat beroperasi secara normal dan lancar. Beberapa
penggunaan modal kerja antara lain adalah untuk pembayaran persekot pembelian bahan baku,
pembayaran upah buruh, dan lain-lain.
b. Modal kerja Bruto
Modal kerja bruto adalah keseluruhan dari jumlah aktiva lancar. Pengertian ini didasarkan pada
jumlah atau kuantitas dana yang tertanam pada unsur-unsur aktiva lancar. Aktiva lancar
merupakan aktiva yang sekali berputar akan kembali dalam bentuk semula.
c. Modal kerja netto
Modal kerja netto merupakan kelebihan aktiva lancar atas hutang lancar. Dengan konsep ini,
jumlah tertentu aktiva lancar harus digunakan untuk kepentingan pembayaran hutang lancar dan
tidak boleh dipergunakan untuk keperluan lain.
2. Penggolongan Modal Kerja
Berdasarkan penggunaannya, modal kerja diklasifiikasikan menjadi 2 golongan,
a. Modal kerja permanen
Modal kerja permanen berasal dari modal sendiri atau dari pembiyaan jangka panjang.Sumber
pelunasan modal kerja permanen berasal dari laba bersih setelah pajak ditambah penyusutan.
b. Modal kerja seasonal
Modal kerja seasonal ini bersumber dari modal jangka pendek dengan pelunasan dari hasil
penjualan barang dagangan, penerimaan hasil tagihan termin, atau dari penjualan hasil produski.
3. Unsur-unsur modal kerja permanen
a. Kas
Kas perusahaan harus dipelihara dalam jumlah yang cukup adar dapat memenuhi kebutuhan
setiap saat diperlukan. Pemeliharaan sejumlah tertentu kas dimaksudkan untuk berbagai
keperluan baik untuk transaksi sehari-hari, juga untuk antsipasi.
Jumlah kas yang cukup memungkinkan perusahaan melakukan hal-hal sebagai brikut:
- Memanfaatkan peluang potongan harga dari pemasok jika pembayaran dilakukan
sebelum jatuh tempo, atau pembayaran dilakukan di muka
- Memanfaatkan peluang diskon dari pemasok jika pembayaran dilakukan secara tunai
- Memberikan keleluasaan bagi manajemen perusahaan dalam memanfaatkan peluang
bisnis yang datangnya tidak dapat diperkirakan.
b. Piutang dagang
Pemberian piutang dagang oleh perusahaan kepada pelanggan merupakan salah satu strategi
mengantisipasi persaingan dengan tujuan untuk menjaga keberlengguan hubungan dengan
pelanggan.
Besar kecilnya piutang dagang perusahaan dtentukan oleh hal-hal sebagai beerikut:
- Kebijakan penjualan yang ditetapkan
- Volume penjualan kredit
- Kebijakan penagihan
- Komunitas pejualan
c. Persediaan bahan baku
Jumlah persediaan bahan baku yang selalu tersedia diperusahaan dapat digolongkan menjadi dua
bagian
- Stock untuk memenuhi kebutuha produksi normal
- Stock untuk antisipasi guna menjaga kontiuitas produksi
4. Perputaran Modal Kerja
Peningkatan penjualan perusahaan harus didukung oleh peningkatan produksi sehingga
kelangsungan penjualan dapat terjamin.Peningkatan produksi sampai dengan batas maksimum
kapasitas yang ada membutuhkan tambahan modal kerja. Tambahan modal kerja dapat diperoleh
dari sejumlah kas yang tersedia dari hasil penjualan. Selanjutnya kas digunakan untuk membeli
bahan baku sehingga proses produksi dapat berkesinambugan.
Perputaran modal kerja dimaksud merupakan suatu siklus yang dapat digambarkan sebagai
berikut :

Kas Pembelian Persediaan


bahan baku bahan baku

Persediaan
Piutang Persediaan barang dlm
barang jadi proses

5. Alokasi Modal Kerja


Pengalokasian modal kerja diperunukan kepada unsur-unsur modal kerja yaitu:
a. Alokasi kepada piutang dagang
b. Pembelanjaan persediaan barang

B. Pembiayaan modal kerja syariah


PMK yang dimaksud disini secara umum adalah pembiyaan jangka pendek yang diberikan
kepada perusahaan untuk membiayai kebutuhan modal kerja usahanya berdasarkan prinsip-
prinsip syariah.
Fasilitas PMK dapat diberikan kepada keseluruhan sektor maupun subsektor ekonomi yang
dinilai prospek, tidak bertentangan dengan syariat islam dan tidak dilarang oleh ketentuan
perundang-undangan yang berlaku serta dinyatakan jenuh oleh BI. Hal-hal yang harus
diperhatikan dalam melakukan analisa pemberiaan pembiyaan antara lain:
1. Jenis usaha. Kebutuhan modal kerja masing-masing jenis usaha berbeda-beda.
2. Skala usaha. Besarnya kebutuhan modal kerja suatu usaha sangat tergantung kepada skala
usaha yang dijalankan. Semakin besar skala usaha yang dijalankan, kebutuhan modal kerja akan
semakin besar.
3. Tingkat kesulitan usaha yang dijalankan. Beberapa pertnyaan yang harus dijawab dalam
melakukan analisa pembiyaan antara lain:
a. Apakah proses produksi membutuhkan , tenaga ahli dengan menggunakan peralatan
canggih ?
b. Apakah perusahaan memiliki tenga ahli dan peralatan yang dibutuhkan untuk menunjang
produksi ?
c. Apakah perusahaan memiliki sumber pasokan bahan baku yang tetap dapat menjamin
kesinambungan proses produksi?
d. Apakah perusahaan memiliki pelanggan tetap?
4. Karakter transksi dalam sektor usaha yang akan dibiyai. Dalam hal ini, yang harus
ditelaah adalah :
a. Bagaimana sistem pembayaran pembelian bahan baku
b. Bagaimana sistem penjualan hasil produksi, tunai, ata cicilan
Dalam hal ini pemberian Pembiyaan Modal Kerja, bank juga harus mempunyai daya analisis
yang kuat tentang sumber pembayaran kembali, yakni sumber pendapatan proyek yang akan
dibiyai.
1. Proyek dengan kontrak
2. Proyek tanpa kontrak
Berdasarkan akad yang digunakan dalam pembiyaan syariah, jenis Pembiyaan Modal Kerja
Syariah dapat dibagi menjadi 5 macam yaitu :
1. PMK Murabahah
2. PMK Salam
3. PMK Istishna
4. PMK Ijarah
5. PMK Mudharabah
Dalam melakukan penetapan akad pembiyaan modal kerja syariah, proses analisa yang dilakukan
adalah sebagai berikut:
1. Hal pertama dan utama harus dilahat bank adalah jenis proyek akan dibiyai tersebut
apakah memilki kontrak atau belum
2. Jika poyek tersebut memiliki kontrak, faktor berkutnya yang harus cermati adalah apakah
proyek terebut untuk pembiyaan konstruksi atau pengadaan barang. Jika untuk konstruksi
pembiyaan yang diberikan adalah PMK istisnha.
3. Jika proyek tersebut bukan untuk pembiyaan konstruksi ataupun pengadaan barang, maka
bank tidak layak untuk memberikan pembiyaan.
4. Dalam hal proyek tersebut tidak memiliki kontrak, maka faktor selanjutnya yang harus
dilihat oleh bank adalah apakah proyek tersebut untuk pembelian barang atau penyewaan barang.
Jika untuk pembelian barang maka hal berikutnya yang harus dilihat adalah apakah
barang tersebut mrupakan ready stock atau goods in process.Jika ready stock pembayaran
yang dapat diberikan adalah pembiayaan murabahah.Namun jika buukan merupakan
ready stock melainkan goods in process maka yang harus dilihat lagi adalah apakah
proses barang tersebut memerlukan waktu kurang dari 6 bulan, maka pembiayaan yang
diberikan adalah pembiayaan istishna.
Jika untuk penyewaan barang, maka pembiayaan yang diberikan bank adalah pembiayaan
ijarah.
a) Pembiayaan Murabahah
Murabahah (al-baibi tsaman ajil) lebih dikenal sebagai murabahah saja, Murabahah yang
berasal dari kata ribhu (keuntungan), adalah transaksi jual beli dimana bank menyebutkan jumlah
keuntungannya.Bank bertindak sebagai penjual, sementara nasabah sebagai pembeli. Harga jual
adalah harga beli bank dari pemasok ditambah keuntungan(marjin).
Kedua belah pihak harus mmensepakati harga jual dan jangka waktu pembayaran. Harga
jual dicantumkan dalam akad jual beli dan jika telah disepakati tidak dapat berubah selama
berlakunya akad. Dalam perbankan , murabahah selalu dilakukan dengan cara pembayaran
cicilan ( bi staman ajil, atau muajjal). Dalam transaksi in barang diserahkan segera setelah akad,
sementara pembayaran dilakukan secara tangguh/cicilan.
b) Pembiayaan Salam
Salam adalah transaksi jual beli dimana barang yang diperjualbelikan belum ada. Oleh
karena itu, barang diserahkan secara tangguh sementara pembayaran dilakukan secara tunai.
Bank bertindak sebagai pembeli, sementara nasabah sebagai penjual. Sekilas transaksi ini mirip
jual beli jon, namun dalam transaksi ini kuantitas, kualitas,harga dan waktu penyerahan barang
harus ditentukan secara pasti
Dalam praktik perbankan, ketika barang telah diserahkan kepada bank maka bank akan
menjualnya kepada rekanan nasabah atau kepada nasabah itu sndiri secara tunai atau secara
cicilan. Harga jual yang ditetapkan oleh bank adalah harga beli bank dari nasabah ditambah
keuntungan. Dalam hal bank menjualnya secara tunai biasanya disebut pembiayaan talangan
(bridging financing). Sedangkan dalam hal bank menjualnya secara cicilan, kedua pihak harus
mnyepakati harga jual dan jangka waktu pembayaran.
Ketentuan umum dalam Bai Salam :
Pembelian hasil produksi harus diketahui spesifiknya secara jelas seperti jenis, macam,
ukuran, mutu dan jumlahnya.
Apabila asil produksi yang diterima cacat atau tidak sesuai dengan akad, nasabah
harus bertanggungjawab.
Mengingat bank tidka menjadikannya barang yang dibeli atau dipesannya sebagai
persediaan, maka bank dimungkinkan melakukan akad salam pada pihak ketiga
(pembeli kedua).
c) Pembiayaan Istishna
Produk Istishna menyerupai produk salam, tapi dalam istishna pembayarannya dapat
dilakukan oleh bank dalam beberpa kali (termin) pembayaran. Skim Istishna dalam Bank
Syariah umumnya diaplikasikan pada pembiayaan manufaktur dan konstruksi.
Ketentuan umum :
Spesifikasi barang pesanan harus jelas seperti jenis, macam,ukuran, mutu dan jumlahnya.
Harga jual yang telah disepakati diantumkan dalam akad dan tidak boleh berubah selama
berlakuny akad.
Jika terjadi perubahan kriteria pesanan dan terjadi perubahan harga setelah akad
ditandatangani maka seluruh biaya tambahan tetap ditanggung nasabah.
d) Pinsip Sewa (Ijarah)
Transaksi ijarah dilandasi adanya pemindahan manfaat. Jadi pada dasarnya prinsip ijarah
sama dengan prinsip jual beli, namun perbedaannya terletak pada obyek transaksinya. Bila ppada
jual beli obyek transaksinya adalah barang, maka pada ijarah obyek transaksinya adalah jasa.
Pada akhir masa sewa bank dapat saja menjual barang yang disewakannya kepada nasabah.
Karena itu dalam perbankan syariah dikenal Ijarah muntahia bittamlik ( sewa yang diikuti
dengan berpindahnya kepemilikan). Harga sewa dan harga jual disepakati pada awal perjanjian.
e) Pembiayaan Mudharabah
Secara spesifik terdapat bentuk musyarakah yang populer dalam produk perbankan syariah
yaitu mudharabah. Mudharabah adalah bentuk kerja sama antara dua atau lebih pihak dimana
pemilik modal (shahib al-maal) mempercayakan sejumlah modal kepada pengelola (mudharib)
dengan perjanjian pembagian keuntungan. Bentuk ini menegaskan kerja sama dengan paduan
kontribusi 100% modal kas dari shahib al-maal dan keahlian dari mudharib.
Transaksi ini tidak mensyaratkan adnya wakil shahib al-maal dalam menejemen proyek.
Sebagai orang kepercayaan mudharib harus bertindak hatihati dan bertanggung jawab untuk
setiap kejadian yang terjadi akibat kelalaian. Sedangkan wakil shahib al-maal dia diharapkan
untuk mengelola modal dengan cara tertentu untuk menciptakan laba optimal.
Musyarakah dan Mudharabah dalam literature fiqih berbentuk perjaniian kepercayaan (uqud
al amanah) yang menuntut kejujuran yang tinggi dan menjunjung keadilan.
Ketentuan umum skema pembiayaan mudharabah adalah sebagai berikut :
Jumlah modal yang diberikan kepada nasabah selaku engelola modal harus diserahkan
secara tunai, dan dapat berupa uang atau barang ang dinyatakan nilainya dalam satuan
uang.
Hasil dari pengelolaan modal pembiayaan mudharabah dapat diperhitungkan dengan cara
perhitungan dari endaatan proyek (revenues sharing) atau dengan perhitungan dari
keuntungan proyek (profit sharing).
Hasil usaha dibagi sesuai dengan persetujuan akad pada setiap bulan atau waktu yang
disepakati.Bank selaku pemilik modal menanggung seluruh kerugian kecuali akibat
kelalaian dan penympangan pihak nasabah seperti enyelewengan,kecurangan.
Bank berhak melakukan pengwasan terhadap pekerjaan namun tidak berhak mencampuri
urusan pekerjaan atau usaha nasabah.
Contoh Kasus
1. Pembiayaan Likuiditas
Pembiayaan likuiditas digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang timbul akibat terjadinya
ketidaksesuaian antara cash inflow dan cash outflow pada perusahaan nasabah.Fasilitas yang
biasa diberikan oleh bank konvensional berupa kredit rekening Koran.Atas pemberian faslitas ini
bank meperoleh imbalan berupa bunga atau jumlah rata-rata dana yang disediakan dalam fasilitas
tersebut.Dalam bank syariah dapat menyediakan fasilitas tersebut dalam bentuk compensating
balance (qardh timbal balik).Melalui fasilitas ini apabila terjadi mismatched, nasabah dapat
menarik dana melebihi saldo yang tersedia sehingga menjadi negatif sampai maksimum jumlah
yang disepakati dalam akad. Atas fasilitas ini bank tidak dibenarkan meminta imbalan apapun,
keual sebatas biaya administrasi pengelolaan fasilitas tersebut.
2. Pembiayaan Piutang
Bank memberikan pinjaman dana kepada nasabah untuk mengatasi kekurangan dana karena
masih tertananam dalam piutang. Atas pinjamn itu bank meminta cssie atas tagihan nasabah
tersebut.Pada dasrnya nasabah mempunyai kewajiban untuk menagih sendii piutangnya. Tetapi
jika bank merasa perlu dengan menggunakan cessie tersebut bank berhak untuk menagh
langsung kepada pihak yang berhutang.
Sedangkan dalam bank syariah fasilitas ini tersedia dalam bentuk Anjak Piutang (Factoring).
Pada fasilitas ini bank syariah memberikan pembiayaan piutang dalam bentuk al-qardh dimana
bank tidak boleh meminta imbalan , kecuali biaya administrasi. Untuk kasus anjak piutang, bank
dapat memberikan faslitas pengambilalihan piutang, yaitu yang disebut hiwalah. Tetapi untuk
fassilitas ini pun bank tidak dibenarkan meminta imbalan kecuali biaya layanan atau biaya
administrasi atau biaya penagihan. Dengan demikian, bank syariah meminjamkan uang (qardh)
sebesar piutang yang tertera dalam dokumen piutang (wesel tagih atau promes) ang diserahkan
kepada bank tanpa potongan.
3. Pembiayaan Persediaan
Bank syariah mempunyai mekanisme tersendiri untuk memenuhi kebutuhan pendanaan
persediaan tersebut, yaitu antara lain dengan menggunakan prinsip jual-beli (al-bai) dalam dua
tahap. Tahap pertama bank mengadakan barang dengan cara membeli dari supplier secara tunai
barang-barang yang dibutuhkan nasabah. Tahap kedua bank menjual epada nasabah pembeli
dengan pembayaran secara tangguh dan dengan mengambil keuntungan yang disepakati bersama
antara bank dengan nasabah.
4. Pembiayaan Modal Kerja Untuk Perdagangan
a) Perdagangan Umum
Perdagangan umum adalah perdagangan yang dilakukan dengan target pembeli siapa saja yang
dating membeli barang-barang yang telah disediakan di tempat penjual, baik pedagang eceran
maupun pedagang besar. Pada umumnya perputaran modal kerja ( working capital turnover)
perdagangan semacam ini sagat tinggi sehingga pedagang harus mempertahankan sejumlah
persediaan yang cukup, karena barang-barang yang dijual itu sebatas jumlah persediaan yang
ada. Untuk pembiayaan modal kerja seperti ini yang paling tepat adalah skema mudharabah.
b) Pedagangan berdasarkan pesanan
Perdagangan seperti ini biasanya tidak dilakukan atau diselesaikan ditempat penjual, yaitu
seperti perdagangan antarkota, antar pulau atau perdagangan antar Negara. Pembeli terlebih dulu
memesan barang-barang yang dibutuhkan kepada penjual berdasarkan contoh barang atau daftar
barang serta harga yang ditawarkan.Biasanya pembeli akan membayar barangnya apabila barang
yang dipesannya telah diterima.Hal ini untuk menghindari kemungkinan risiko akibat dari
ketidakmampuan penjual memenuhi pesanan, atau ketidak sesuaian antara jumlah dan kualitas
barang yang duikirimkan dengan spesifikasi yag dimaksud dalam surat penawaran atau
pemesanan.
Untuk mengatasi masalah tersebut bank syariah telah dapat mengadopsi mekanisme L/C
dengan menggunakan skema al wakalah, al musyarakah, al mudharabah ataupun al murabahah.
Dalam hal al wakalah bank syariah hanya memperoleh pendapatan berupa fee atas jasa yang
diberikannya.
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Kredit atau pembiayaan dapat berupa uang atau tagihan yang nilainya diukur dengan
uang.Contoh berbentuk tagihan (kredit barang), misalnya bank mebiayai kredit untuk pembelan
rumah atau mobil.Kredit ini berate nasabah tidak uang tetapi rumah atau mobil.kredit ini berate
nasabha tidak memperoleh uang tetapi rumah, karena bank membayar langsung ke developer dan
nasabah hanya membayar ciciln rumah tersebut tiap bulan.Yang menjadi perbedaan antara kredit
yang diberikan oleh bank berdasarkan konvensional dengan pembiayaan yang diberikan oleh
bank berdasarkan prinsip syariah adalah terletak pada keuntungan yang diharapkan.Bagi bank
berdasrkan prinsip konvensionalkeuntunhgan yang diperoleh melalui bunga, sedangkan bagi
bank yang berdasarkan rinsip syariah berupa imbalan atau bagi hasil.
Kredit dilihat dari jangka waktunya dibagi menjadi tiga yaitu kredit jangka pendek, kredit
jangka menengah dan kkredit jangka anjang. Kredit jangka pendek merupakan kredit yang
diberikan dengan jangka waktu maksimal satu tahun.Kredit tersebut biasanya diberikan oleh
bank untuk membiayai modal kerja perusahaan yang mempunyai siklus usaha dalam waktu satu
tahun.Contohnya untuk peternakan, misalnya kredit peternakan ayam atau jika untuk pertanian
misalnya tanaman padi atau palawija.
Pada dasarnya fungsi kredit adalah pelayanan kepada masyarakat dalam memenuhi
kebutuhannya untuk meningkatkan usahanya.Masyarakat disini merupakan individu, pengusaha,
slembaga dan badan usaha yang membutuhkan dana. Kredit berfungsi membantu masyarakat
dalam memenuhi kebutuhannya melalui penyaluran dana yang diberikan oleh bank.
Didalam perbankan syariah, istilah kredit tidak dikenal karena bank syariah memiliki
skema yang berbeda dengan bank konvensional dalam menyalurkan dananya kepada nasabah
dalam bentuk pembiayaan. Sifat penyaluran dana dengan skema pembiayaan, bukan merupakan
utang piutang tetapi merupakan pembiayaan yang diberikan bank kepada nasabah dalam
melakukan usaha. Pembiayaan yang diberikan kepada pihak pengguna dana berdasarkan prinsip
syariah. Aturan yang digunakan yaitu sesuai dengan hukum islam.
DAFTAR PUSTAKA

Drs. Ismail, MBA, Ak.(2010). Menejemen Perbankan: Dari Teori menuju Aplikasi. Jakarta :
KENCANA, PRENADAMEDIA Group.

Dr. Kasmir, S.E., M.M.(2012). Dasar-dasar Perbankan. Jakarta: PT GRAFINDO PERSADA.

Dr.Muhammad, M.Ag. (2011). Menejemen Bank Syariah. Yogyakarta : UNIT PENERBIT


DAN PERETAKAN SEKOLAH TINGGI ILMU MENEJEMEN YKPN.

H. Budi Untung, SH., MM. (2005). Kredit Perbankan di Indonesia. Yogyakarta : ANDI.

Najmudin (2011). Menejemen keuangan dan Akutansi Syariyyah Modern. Yogyakarta :


CV.ANDI OFFSET.

Ir. Adiwarman A.Karim, S.E., MBA., M.A.E.P (2011). Bank Islam : Analisis Fiqih dan
Keuangan. Jakarta : PT RAJAGRAFINDO PERSADA.

https://books.google.co.id/books?id=FnWZzGMnY8AC&pg=PA233&lpg=PA233&dq=definisi
+pinjaman+day+loans&source=bl&ots=G5ImmFfPR-
&sig=JtnvNd36HgstSQMkkBWVdBdV_kY&hl=id&sa=X&ei=Q8iIVZ3HFdeRuASl_JeADA&
ved=0CCcQ6AEwAg#v=onepage&q=definisi%20pinjaman%20day%20loans&f=false