Anda di halaman 1dari 17

I.

Onshore
A. Pengertian Onshore

Onshore umumnya dimaksudkan sebagai bagian yg dikerjakan oleh company asing


dalam consortium (porsi oleh asing, dikerjakan di luar Indonesia). Agus Saputro

Pengeboran darat (Onshore) adalah pengeboran yang titik lokasinya berada didaratan.
Istilah lainnya adalah Onshore Drilling. Yoga Ramadhan

B. Jenis-Jenis Onshore
1. Pengeboran Lurus (Straight Hole Drilling)
Dari titik permukaan, lubang dibuat lurus vertikal sampai menjangkau titik target.
Pengeboran yang digolongkan pada Straight Hole Drilling, apabila Pengeboran masih dalam
suatu kerucut dengan sudut 5 derajat, untuk ketinggian kerucut 10000ft. Lubang boleh membelok
asal kemiringannya tidak kurang 3 derajat/100ft.

2. Pengeboran Berarah (Directional Drilling)


Pengeboran yang dilakukan dengan membelokan pipa ke arah titik target yang tidak
berada lurus dengan titik permukaan. Faktor penyebab dilakukan pengeboran berarah adalah
geografi dan pertimbangan ekonomi.

Beberapa jenis Directional Drilling :

- Inaccesible Location Drilling


Teknik ini adalah salah satu dari teknik pengeboran kearah paling umum dipakai untuk
mencapai lapisan yang tidak dapat dicapai dengan cara biasa, seperti Reservoir yang terletak
dibawah sebuah kota yang padat.

- Multiple Well Drilling


Sumur majemuk biasanya diperlukan bila akan membor dari suatu lokasi permukaan
yang terbatas luasnya. Untuk pengeboran lepas pantai dari suatu platform tunggal.

- Side Tracking
Dalam operasi pengeboran yang biasa, mungkin sekali perlu meluruskan lubang sumur
yang parah karena kemiringannya atau untuk memintas lubang yang terdapat pipa yang
terkubur.

- Relief Well Drilling


Kadang - kadang sebagai akibat Blow Out diperlukan pengeboran untuk mematikan
sumur yang sedang Blow Out. Dalam hal ini dipakai teknik pengeboran berarah (Directional
Drilling).
C. Manfaat Onshore

Manfaat dari Onshore terdiri dari dua macam, yaitu;

- DRILLING RIG, fungsi dari Rig ini adalah untuk melakukan pembuatan sumur baru,
memperdalam sumur lama, sert untuk membuat percabangan sumur ;
- WORK OVER RIG, fungsinya untuk melakukan perawatan, perbaikan, atau untuk
digunakan menutup sumur.

II. Offshore
A. Pengertian

OFF SHORE RIG, Rig ini pada umumnya dioperasikan pada permukaan air seperti laut,
sungai, danau, permukaan rawa. - Erlan A Rukka

Pengeboran lepas pantai (Offshore) adalah pengeboran yang titik lokasinya di lepas
pantai.Akan tetapi dapat dimasukkan juga untuk pengeboran lepas pantai jika lokasi
pengeborannya berada di lingkungan yang berair seperti di danau, sungai dan rawa. Yoga
Ramadhan

B. Jenis-Jenis Offshore

- SWAMP BARGE RIG, Rig ini merupakan jenis rig laut yang beroperasi untuk
kedalaman antara 7-15 feet (laut dangkal) dan pada umumnya dipakai untuk daerah rawa
ataupun sungai. Pengoperasian Rig jenis ini iyakni dengan mengisi ballast tank
menggunakan air agar posisinya tenggelam dan duduk didasar laut dan spud can juga
menancap di dasar laut. Agar terhindar dari resiko terjadinya pergeseran ballast tank
akibat adanya arus laut yang kuat, maka ballast tank harus diikat pada tiang yg sudah
dipersiapkan. Kesalahan akibat ketidakstabilan posisi dan terjadi pergeseran pada Rig,
maka akan sangat beresiko terutama pada sumur ;

- TENDER BARGE RIG, jenis Rig ini sama dengan jenis SWAMP BARGE,
perbedaannya terdapat pada kedalaman diatas 10 30 meter ;

- JACK UP RIG, Rig jenis ini yang banyak digunakan pada pengeboran lepas pantai
dengan kedalaman operasi 15 250 feet. Rig ini memiliki badan rig atau sering disebut
platform. Platform ini berdiri diatas permukaan air, yang ditopang oleh kaki-kaki
(biasanya terdiri dari 3 atau 4 kaki) yang terbuat dari baja. Saat dioperasikan, kaki-kaki
baja tersebut berpijak pada dasar laut. Setelah itu platform tersebut kemudian diangkat
keatas permukaan air. Saat mobilisasi, maka kaki-kaki baja tersebut kemudian diangkat,
sehingga badan rig (platform) tersebut mengapung diatas permukaan air. Saat terapung,
maka plaform dapat mudah dimobilisasi dengan cara ditarik menggunakan kapal jenis tug
boat. Rig jenis ini bisa dipakai untuk melakukan pengeboran sumur-sumur eksplorasi
- DRILLING JACKET, jenis Rig ini lebih sering digunakan pada permukaan laut dangkal
dan tenang. Serta dapat dikombinasi dengan jenis rig lainnya ;

- SUBMERSIBLE RIG, Rig jenis ini adalah jenis yang mengapung dan memiliki hull pada
platform-nya. Untuk menjaga kestabilan posisi yang diinginkan, maka Rig ini dilengkapi
dengan jangkar yang disangkutkan didasar laut. Selain itu peralatan pendukung berupa
baling-baling yang berada disekelilingnya serta sistem keseimbangan (ballast control
system) yang berfungsi untuk mengatur keseimbangan dan atau posisi agar selalu berada
diatas permukaan air. Dengan struktur tersebut, maka Rig jenis ini sering digunakan
pada lokasi laut dalam yang memiliki ombak besar dan sanggup menjangkau permukaan
dasar laut. Kedalaman pengoperasiannya diatas 250 feet ;

- DRILL SHIP RIG, Rig jenis ini banyak digunakan untuk melakukan pengeboran pada
kedalaman lebih dari 3000 meter. Rig ini ditempatkan diatas kapal laut sehingga
mendukung untuk mobilitas tinggi dan sanggup beroperasi pada lokasi yang jauh dari
daratan. Penempatan tower berada diatas kapal yang pada bagian bawah kapal dalam
kkondisi terbuka ke laut.

C. Manfaat Offshore

Fungsi anjungan lepas pantai sangat bervariasi, tergantung jenis pekerjaannya.


Dibawah mi akan diberikan beberapa contoh fungsi anjungan lepas pantai yang selama
ini sering terjadi:

- Anjungan Pengeboran (drilling platform/well platform) Anjungan ini digunakan untuk


mengebor sumur-sumur minyak/gas, dapat berupa pengeboran awal untuk melihat
struktur dan kapasitas kandungan (reservoir) ataupun untuk pengeboran lanjutan sebagai
kebutuhan produksi/exploitasi. Tergantung dengan jumlah sumur dan jenis pengeboran
yang dilakukan, maka lamanya operasi dapat berlangsung dan beberapa bulan hingga
beberapa tahun. Pada umumnya untuk pengeboran satu sumur yang 1000 m dibawah
dasar laut rata-rata memerlukan waktu 2 bulan. Sebagai anjungan pengeboran dapat
berupa struktur terpancang ataupun struktur terapung (mobile offshore units). Anjungan
terapung seperti jack-up, semi submersible maupun tongkang karena kemampuan
mobilitasnya banyak dipakai orang sebagai fasilitas pengeboran. Kombinasi antara jack-
up dengan jacket platform sebagai anjungan pengeboran juga sering teijadi, sehingga
setelah selesai pengeboran jacket platform tersebut tetap berada pada lokasi dan berfungsi
sebagai well head platform yang menghubungkan antara sumur dengan anjungan
produksi.

- Anjungan Produksi (Production/Treatment Platform) Anjungan produksi digunakan


sebagai tempat untuk pengolahan atau proses pemisahan antara gas, minyak dan air.
Anjungan produksi banyak berupa bangunan terpancang seperti jacket steel platform
maupun gravity platform. Belakangan ini anjungan terapung (mobile offshore units) juga
sering digunakan sebagai fasilitas produksi, seperti jack-up platform, semi submersible
maupun kapal. Hasil olahan dan anjungan produksi kemudian dikirim ke darat dapat
melalui pipa bawah laut atau disimpan pada tempat penampungan sementara kemudian
dengan kapal pengangkut minyak/gas (tanker) dibawa ke darat.
Fasilitas produksi pada umumnya sebagian besar telah dilakukan pre-fabrikasi di darat
dan dikelompokkan menurut module-module dan jenis operasi. Berat dari tiap module
sangat bervariasi. Untuk operasi produksi gas di ladang Natuna diperkirakan
rnenggunakan jacket steel platform dengan berat 18.000 ton (64 x 105 m), berat per
module bervariasi dan 2500 ton hingga 3800 ton, sedang berat top side facilities untuk
produksi sebesar 33.500 ton. Fasilitas ini digunakan untuk melayani kebutuhan daya
sebesar 400 MWatt per deck dan untuk menghasilkan gas sebesar 480 Mcfd.

- Anjungan Akomodasi (Quarter Platform). Selain anjungan yang terpancang sekarang


banyak juga anjungan terapung yang dirnanfaatkan sebagai anjungan akomodasi. Setelab
kecelakaan yang terjadi pada semi submersible Alexander Kielland di tahun 80-an dan
Piper Alpha di tahun 90-an maka peraturan yang berhubungan dengan bahaya kebakaran
dan keselamatan semakin ketat. Hal mi terbukti dengan akan diberlakukannya ISM Codes
untuk anjungan terapung mulai tahun 2003. Selain itu struktur anjungan akomodasi juga
sangat ditentukan oleh jumlah personil, serta sistem penggunaan (sebagai hotel atau
transit).

- Anjungan Instalasi (Instalation Platform) Anjungan ini digunakan untuk membantu


instalasi anjungan lain seperti fasilitas derek (hook-up). Sebagai anjungan instalasi
kebanyakan berupa anjungan terapung baik itu kapal, semi submersible ataupun jack-up
platform. Selain kapasitas angkut juga perilaku di laut sangat menentukan kriteria
anjungan ini, seperti stabilitas, gerakan dan lamanya waktu tidak operasi (down time)
karena faktor lingkungan.

- Pipe Layer. Untuk pipe layer telah berkembang dan tongkang yang sederhana hingga
semi submersible yang dilengkapi dengan fasilitas las dan pendukung yang modern.
Faktor lingkungan yang sangat berpengaruh trntuk pipe layer adalali kedalaman air dan
kondisi laut tempat operasi.

III. Reservoir

A. Pengertian

Reservoir merupakan suatu tempat terakumulasi/terkumpulnya fluida hidrokarbon,


yang terdiri dari minyak dan gas, dan air. Djaka Koesdijanta

Reservoir adalah suatu tempat terakumulasinya minyak dan gas bumi. Victor
Manik
B. Jenis-Jenis Reservior

1. Black Oil Reservoir pada kondisi awal tekanan reservoir lebih besar dari tekanan
gelembungnya sedangkan temperatur lebh kecil dari temperatur kritiknya. Pada keadaan
awak reservoir hanya terdiri dari fasa cair, yaitu minyak mentah. Apabila minyak tersebut
diproduksikan ke permukaan maka fasa gas akan terbentuk di dalam sumur(well),
sehingga yang terproduksi ke permukaan terdiri dari dua fasa, yaitu minyak dan gas.

2. Volatile Oil Reservoir Tidak jauh berbeda dengan Black Oil Reservoir, perbedaannya
adalah pada gas oil ratio nya(GOR). GOR dari Volatile Oil Reservoir lebih besar dari
GOR black oil reservoir.

3. Gas-Condensate Reservoir mempunyai temperatur diantara temperatur kritik dan


cricondenterm. pada kondisi awal reservoir terdiri dari fasa gas. selama produksi
berlangsung, tidak ada fasa cair dalam reservoir sebelum tekanan titik embunnya
terlampaui, fasa cair akan terdapat dalam resevoir akan tetapi fasa cair tidak akan
mengalir ke dalam sumur produksi bila saturasi kritisnya belum terlampaui.

C. Fungsi Reservior

Tabung cadangan air radiator atau reservoir berfungsi untuk menampung muaian
air radiator yang disebabkan karena panas pada air radiator serta tekanan air di dalam
radiator naik, dan pada tekanan tertentu jika tekanan melebihi angka yang tertera pada
tutup radiator air akan mengalir menuju reservoir atau tabung cadangan air radiator.

IV. Well Heads


A. Pengertian

Well head merupakan peralatan menggantungkan casing atau tubing pada suatu sumur.
Mufthi Gazali

Wellhead atau kepala sumur dilengkapi dengan tubing hanger khusus yang mempunyai
lubang untuk cable pack-off atau penetrator. Galih

B. Jenis-Jenis Wellheads

Tekanan yang bisa ditahan oleh setiap Well Head tergantung dari jenis sambungan karena
bagian sambungan merupakan titik paling lemah, oleh karena itu jenis well head dibagi
berdasarkan rating tekanan kerja dan sambungannya.
- Low Pressure Well Head Tread Connected, Merupakan wellhead dengan rating
tekanan kerja rendah antara 3000 5000 psi dan sambnngannya menggunakan tread.
- Flanged Low and Medium pressure Well HeadAPI Flanged well head yang
mempunyai rating tekanan kerja antara 2000 5.000 psi.

- High Pressure Well Head FlangedWell Head dengan tekanan kerja diatas 5000 psi
dimana tekanan kerjanya adalah 10.000 psi, 15.000 psi dan 20.000 psi. Dimensi falang,
ring seal dan komponen lainnya sesiau dengan standard API yang biasa disebut BX flane

- Clamped Connected High Pressure Well Head, Didisain untuk rating tekanan diatas
5000 psi dan sambungannya menggunakan klem, dimana mempunyai tujuan : a. Disain
dan penggunaan perlatan permukaan yang lebih kecil yaitu blow out preventer, well head
dan Chrismast tree. b. Disain dan penggunaan remote control untuk control peralatan sub
sea. Karena baut flanged tidak praktis untuk penyelaman laut dalam. Pada saat ini ada
dua disain dari sambungan jenis clamped yang dibuat olleh Comeron dan Gray.

C. Fungsi Wallheads

Wellhead memiliki dua fungsi penting, yaitu:

1. Sebagai penyangga casing dan tubing string


Setiap casing dan tubing yang dimasukkan ke dalam sumur akan digantung di
wellhead shoulder melalui casing hanger atau tubing hanger.

2. Sebagai tempat terpasangnya alat pengontrol aliran


Wellhead dirancang untuk dapat dihubungkan dengan alat pengontrol aliran dari
dan ke dalam sumur.Pada tahap pengeboran, alat pengontrol aliran ini dikenal sebagai
blow out preventer stack atau BOP. BOP ini dipasang pada bagian atas wellhead dan
digunakan terus hingga tubing masuk ke dalam sumur. Pada tahap completion atau
tahap akhir, tugas BOP diganti dengan sistem pengontrol aliran atau yang dikenal
dengan nama Christmas Tree.

V. Crude Oil & Natural Gas


A. Pengertian

Crude Oil
Crude Oil merupakan campuran dari ratusan jenis hidrokarbon dari rentang yang paling
kecil, seperti metan, yang memiliki satu atom karbon sampai dengan jenis hidrokarbon yang
paling besar yang mengandung 200 atom karbon bahkan lebih. Ilmu Affiya

Campuran yang kompleks, terutama terdiri dari hidrokarbon bersama-sama dengan


sejumlah kecil komponen yang mengandung sulfur, oksigen dannitrogen dan sangat sedikit
komponen yang mengandung logam. Ilmu Affiya
Natural Gas
Gas alamadalah bahan bakar fosilterbentuk ketikalapisantanamanterkuburdan hewanyang
terkena panasintens dantekananselama ribuan tahun. Helen Knight
Gas alamadalahbahan bakar gasdiproduksi di dalam negeri, tersedia
melaluiinfrastrukturutilitas. Inibahan bakar alternatifbersih-pembakaran dapat digunakan
dalamkendaraanbaik sebagaigas alam terkompresi(CNG) atau gasalam cair(LNG).- David J

B. Jenis-Jenis
A. Crude Oil

Beberapa jenis crude oil, yaitu;

1. Minas/SLC
2. Ardjuna
3. Attaka
4. Cinta
5. Duri
6. Widuri
7. Belida
8. Senipah

B. Natural Gas

Beberapa jenis natural gas, yaitu;

1. LNG (liquefied natural gas) adalah gas metana dengan komposisi 90% metana (CH4)
yang dicairkan pada tekanan atmosferik dan suhu -163 derajat celcius. Sebelum proses
pencairan, gas harus menjalani proses pemurnian terlebih dahulu untuk menghilangkan
kandungan senyawa yang tidak diharapkan seperi CO2, H2S, Hg, H2O dan hidrokarbon
berat.
2. Proses tersebut akan mengurangi volume gas menjadi lebih kecil 600 kali. Penyusutan ini
membuat LNG mudah ditransportasikan dan dalam jumlah yang lebih banyak. LNG
ditransportasikan melalui kapal-kapal ke terminal-terminal LNG dan disimpan di tangki
dengan tekanan atmosferik. Kemudian LNG dikonversi kembali menjadi gas dan
disalurkan melalui sistem transmisi.
3. LPG (liquefied petroleum gas) atau gas bumi yang dicairkan dengan komponen utama
propana (C3H8) dan butana (C4H10). Menurut jenisnya, LPG dikelompokkan menjadi
LPG propana, LPG butana dan LPG campuran (mix) yang merupakan campuran dari
kedua jenis LPG tersebut. LPG dapat dari penyulingan minyak mentah atau dari
kondensasi gas bumi dalam kilang pengolahan gas bumi.
4. Pencairan gas bumi menjadi LPG dimaksudkan untuk memecahkan masalah
pengangkutan ke konsumen karena volume LPG jauh lebih kecil dari volume gasnya.
Untuk mempertahankan gasa LPG agar tetap cair pada suhu kamar, LPG harus disimpan
dalam tangki bertekanan (pressurized tank). Beberapa jenis proses yang dapat digunakan
untuk mengolah gas bumi sehingga diperoleh produk LPG, antara lain proses absorpsi
dan kriogenik.
5. CNG (compressed natural gas) adalah gas bumi yang dipampatkan pada tekanan tinggi
sehingga volumenya menjadi sekitar 1/250 dari volume gas bumi pada keadaan standar.
Tujuan pemampatan gas bumi adalah agar dapat diperoleh lebih banyak gas yang dapat
ditransportasikan per satuan volume vessel. Tekanan pemampatan CNG bisa mencapai
250 bar pada suhu atmosferik. Komposisi gas bumi yang akan dikirim ke konsumen
melalui CNG harus sudah memenuhi spesifikasi gas komersial seperti batasan maksimum
kandungan air, CO2 dan hidrokarbon berat. Selain itu, penyimpanan gas pada tekanan
yang sangat tinggi mensyaratkan batasan yang ketat terhadap kandungan air dan
hidrokarbon berat untuk mencegah terjadinya kondensasi dan pembentukan hidrat.

C. Fungsi
Crude Oil

Fungsi crude oil, yaitu;

1. GasAlam
Gas dari hasil distilasi yang dipergunakan untuk keperluan bahan bakar rumah tangga
atau pabrik.

2. Bensin
Bensin digunakan:

o Sebagai bahan bakar motor (Gbr. 14)


o Bahan ekstraksi pelarut dan pembersih.
o Bahan bakar penerangan dan pemanasan.

3. Nafta
Nafta adalah material yang memiliki titik didih antara gasolin dan kerosin yang
digunakan untuk :
o Pelarut dry cleaning (pencuci)
o Pelarut karet
o Bahan awal etilen
o Bahan bakar jet dikenal sebagai JP-4

4. Kerosin
Kerosin digunakan sebagai
o Minyak tanah
o Bahan bakar jet dikenal dengan air plane

5. Solar dan diesel


Solar dan diesel digunakan sebagai
o Pada bahan bakar motor, diesel tipe besar (seperti Bus & Truk )
o Memproduksi uap
o Mencairkan hasil peridustrian
o Membakar batu
o Mengerjakan panas dari logam
6. Minyak pelumas (Oli), digunakan untuk melumasi mesin-mesin.

7. Lilin
Digunakan untuk penerangan, kertas pembungkus berlapis, lilin batik, korek api, bahan
pengkilap seperti semir sepatu.

8. Minyak bakar
Digunakan sebagai bahan bakar di kapal, industri pemanas dan pembangkit listrik.

9. Bitumen
Materi aspal digunakan sebagai lapisan anti korosi, isolasi listrik dan pengedap suara
pada lantai.

Natural Gas

Secara garis besar pemanfaatan gas alam dibagi atas 3 kelompok yaitu :

1. Gas alam sebagai bahan bakar

Antara lain sebagai bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Gas/Uap, bahan bakar
industri ringan, menengah dan berat, bahan bakar kendaraan bermotor (BBG/NGV), sebagai
keperluan untuk kebutuhan rumah tangga hotel, restoran dan sebagainya.Gas alam
terkompresi (Compressed natural gas, CNG) adalah alternatif bahan bakar selain bensin atau
solar. Di Indonesia, kita mengenal CNG sebagai bahan bakar gas (BBG). Bahan bakar ini
dianggap lebih bersih bila dibandingkan dengan dua bahan bakar minyak karena emisi gas
buangnya yang ramah lingkungan.CNG dibuat dengan melakukan kompresi metana (CH4)
yang diekstrak dari gas alam.LPG (liquified petroleum gas), adalah campuran dari berbagai
unsur hidrokarbon yang berasal dari gas alam.Dengan menambah tekanan dan menurunkan
suhunya, gas berubah menjadi cair.Komponennya didominasi propana (C3H8) dan butana
(C4H10). Elpiji juga mengandung hidrokarbon ringan lain dalam jumlah kecil, misalnya etana
(C2H6) dan pentana (C5H12). Penggunaan Elpiji di Indonesia terutama adalah sebagai bahan
bakar alat dapur (terutama kompor gas).Selain sebagai bahan bakar alat dapur, Elpiji juga
cukup banyak digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor walaupun mesin
kendaraannya harus dimodifikasi terlebih dahulu.

2. Gas alam sebagai bahan baku

Antara lain bahan baku pabrik pupuk, petrokimia, metanol, bahan baku plastik LDPE
(low density polyethylene), LLDPE = linear low density polyethylene, HDPE (high density
polyethylen), PE (poly ethylene), PVC (poly vinyl chloride), C3 dan C4-nya untuk LPG, CO2-
nya untuk soft drink, dry ice pengawet makanan, hujan buatan, industri besi tuang,
pengelasan dan bahan pemadam api ringan.
3. Gas alam sebagai komoditas energi untuk ekspor

Gas alam yang paling besar digunakan untuk komoditas ekspor di dunia yaitu LNG
(Liquified Natural Gas) atau gas alam cair. Gas alam cair Liquefied Natural Gas (LNG)
adalah gas alam yang telah diproses untuk menghilangkan ketidakmurnian dan hidrokarbon
berat dan kemudian dikondensasi menjadi cairan pada tekan atmosfer dengan
mendinginkannya sekitar -160 Celcius. LNG ditransportasi menggunakan kendaraan yang
dirancang khusus dan ditaruh dalam tangki yang juga dirancang khusus.LNG memiliki isi
sekitar 1/640 dari gas alam pada Suhu dan Tekanan Standar, membuatnya lebih hemat untuk
ditransportasi jarak jauh di mana jalur pipa tidak ada.Ketika memindahkan gas alam dengan
jalur pipa tidak memungkinkan atau tidak ekonomis, dia dapat ditransportasi oleh kendaraan
LNG.Dibandingkan dengan minyak mentah, pasar gas alam cair relative lebih kecil.

Saat ini teknologi manusia juga telah mampu menggnakan gas alam untuk air
conditioner (AC), seperti yang digunakan di bandara Bangkok, Thailand dan beberapa
bangunan gedung perguruan tinggi di Australia.

VI. Condensates

A. Pengertian

Gas kondensat adalah campuran berdensitas rendah dari suatu cairan hidrokarbon
yang berupa komponen gas dalam gas alam mentah yang dihasilkan dari berbagai
lapangan gas alam.Gas kondensat terbentuk apabila suhu mengalami penurunan hingga
dibawah dew point gas alam tersebut. Fuad Rofiqi

B. Jenis-Jenis
1. Ardjuna
2. Belida
3. Cinta
4. Duri
5. Widuri
6. Attaka dan
7. Senipah

VII. Exploration

A. Pengertian

Exploration adalah tindakan mencari atau melakukan penjelajahan dengan tujuan


menemukan sesuatu; misalnya daerah tak dikenal, termasuk antariksa (penjelajahan
angkasa), minyak bumi (eksplorasi minyak bumi), gas alam, batubara, mineral, gua, air,
ataupun informasi.- Agus Saputro

B. Fungsi

Fungsi dari Eksplorasi yaitu untuk menemukan sesuatu yang sebelumnya tidak diketahui.
Sehingga dengan melakukan eksplorasi kita dapat mengetahui apa yang baru saja kita dapatkan.

VIII. Drilling
A. Pengertian

Drilling adalah suatu proses yang dilakukan oleh mesin perkakas dalam hal ini adalah
berupa pemberian tekanan kepada benda kerja sehingga terjadi lubang pada benda kerja yang
biasanya berupa putaran yang dilakukan pahat dan gerak makan berupa translasi oleh pahat.-
Hogo Go Seven

Drilling adalah salah satu kegiatan penting dalam sebuah industri pertambangan.- Geo
Eksplora

B. Manfaat
Ada beberapa manfaat dari suatu proses drilling, yaitu:
1. Bensin
2. Solar
3. Aftur
4. Lilin dll.

IX. Drilling Fluid

A. Pengertian

Drilling Fluid merupakan Fluida yang digunakan untuk sirkulasi dalam sumur pemboran
yang dapat terdiri dari air, minyak, tanah liat, bahan kimia, gas, udara maupun detergent.-
Menurut Arika Suswandy

B. Jenis-Jenis
1. Air : Compressed udara dipompa baik ke ruang anular lubang lubang atau bawah string
bor itu sendiri .
2. Udara / air : Sama seperti di atas , dengan air ditambahkan untuk meningkatkan
viskositas , menyiram lubang , memberikan pendinginan yang lebih , dan / atau untuk
mengendalikan debu.
3. Air / polimer : Sebuah kimia khusus diformulasikan , yang paling sering disebut sebagai
jenis polimer , ditambahkan ke dalam campuran air & udara untuk menciptakan kondisi
tertentu. Sebuah agen berbusa adalah contoh yang baik dari polimer . Air : Air sendiri
kadang-kadang digunakan .
4. Lumpur berbasis air ( WBM ) : sistem lumpur berbasis air paling dasar dimulai dengan
air , maka tanah liat dan bahan kimia lainnya yang dimasukkan ke dalam air untuk
membuat campuran homogen menyerupai sesuatu antara susu cokelat dan malt (
tergantung pada viskositas ) . Tanah liat ( disebut " shale " dalam bentuk batuannya )
biasanya merupakan kombinasi dari tanah liat asli yang tersuspensi dalam cairan
sementara pengeboran , atau tipe tertentu dari tanah liat yang diproses dan dijual sebagai
aditif untuk sistem WBM . Yang paling umum ini adalah bentonit , sering disebut di
ladang minyak sebagai " gel " . Gel kemungkinan membuat referensi untuk fakta bahwa
sementara fluida dipompa , itu bisa sangat tipis dan mengalir bebas (seperti susu coklat ) ,
meskipun ketika memompa dihentikan , cairan statis membangun " gel " struktur yang
tahan aliran . Ketika kekuatan memompa memadai diterapkan untuk "memecahkan gel " ,
resume aliran dan cairan kembali ke keadaan sebelumnya mengalir bebas . Banyak bahan
kimia lainnya ( misalnya kalium format ) ditambahkan ke sistem WBM untuk mencapai
berbagai efek , termasuk: kontrol viskositas , stabilitas shale , meningkatkan laju
pengeboran penetrasi , pendinginan dan pelumas peralatan .
5. Lumpur berbasis minyak ( OBM ) : lumpur berbasis minyak dapat menjadi lumpur di
mana fluida dasar adalah produk minyak bumi seperti bahan bakar diesel . Minyak
berbasis lumpur yang digunakan untuk berbagai alasan , beberapa yang meningkat
pelumasan , ditingkatkan shale penghambatan , dan kemampuan membersihkan lebih
besar dengan kurang viskositas . Minyak berbasis lumpur juga menahan panas yang lebih
besar tanpa mogok . Penggunaan minyak berbasis lumpur memiliki pertimbangan khusus
. Ini termasuk biaya , pertimbangan lingkungan seperti pembuangan stek di tempat yang
tepat untuk mengisolasi kemungkinan kontaminasi lingkungan dan kerugian eksplorasi
menggunakan lumpur berbasis minyak, terutama di sumur wildcat ketidakmampuan
karena menganalisis menunjukkan minyak pada stek , karena lumpur berbasis minyak
memiliki fluoresensi membingungkan dengan minyak asli pembentukan . Oleh karena itu
menginduksi kontaminasi sampel stek , core , core sidewall untuk analisis geokimia dari
TOC dan masker penentuan nyata API gravitasi akibat kontaminasi ini .
6. Cairan berbasis sintetik ( SBM ) ( Atau dikenal sebagai Keracunan Rendah Minyak
Lumpur Berbasis atau LTOBM ) : cairan berbasis Sintetis adalah lumpur di mana fluida
dasar adalah minyak sintetis . Hal ini paling sering digunakan pada rig lepas pantai
karena memiliki sifat-sifat suatu lumpur berbasis minyak, tetapi toksisitas dari asap fluida
jauh kurang dari cairan berbahan dasar minyak . Hal ini penting ketika orang bekerja
dengan cairan dalam ruang tertutup seperti rig pengeboran lepas pantai . Masalah
lingkungan yang sama dan kontaminasi untuk analisis sampel batuan terjadi
menggunakan cairan berbasis sintetik .
C. Manfaat

1. Hapus stek dari sumurMud Pit

Cairan pengeboran membawa batu digali oleh bor menggigit sampai ke


permukaan . Kemampuan untuk melakukannya tergantung pada ukuran pemotongan ,
bentuk, dan kepadatan , dan kecepatan fluida bepergian dengan baik (kecepatan
annular ) . Pertimbangan ini analog dengan kemampuan aliran untuk membawa
sedimen , butiran pasir yang besar dalam aliran yang bergerak lambat mengendap di
dasar sungai , sementara butiran pasir kecil dalam aliran yang bergerak cepat yang
dilakukan bersama dengan air . Lumpur viskositas properti lain yang penting , seperti
stek akan mengendap ke dasar sumur jika viskositas yang terlalu rendah .
Fly Ash serapan untuk Cairan di Pits MudSifat lainnya termasuk :

- Kebanyakan lumpur pengeboran adalah thixotropic ( yaitu, mereka menjadi gel di bawah
kondisi statis ) . Karakteristik ini membuat stek dihentikan saat lumpur tidak bergerak
selama, misalnya, pemeliharaan.
- Cairan yang memiliki geser menipis dan viskositas tinggi yang efisien untuk
membersihkan lubang .
- Kecepatan annular lebih tinggi meningkatkan transportasi pemotongan . Rasio
transportasi ( kecepatan transportasi / kecepatan annular terendah ) harus minimal 50 % .
- Cairan kepadatan tinggi dapat membersihkan lubang memadai bahkan dengan kecepatan
annular lebih rendah ( dengan meningkatkan kekuatan daya apung yang bekerja pada
stek. Tapi mungkin memiliki dampak negatif jika berat lumpur adalah lebih dari yang
diperlukan untuk menyeimbangkan tekanan sekitar batuan ( tekanan formasi ) , sehingga
berat lumpur biasanya tidak meningkat untuk tujuan pembersihan lubang .
- Kecepatan bor -string lebih tinggi rotary memperkenalkan komponen melingkar untuk
jalur aliran annular . Ini heliks aliran di sekitar bor -string menyebabkan stek bor dekat
dinding , di mana kondisi pembersihan lubang yang buruk terjadi, untuk pindah ke daerah
yang lebih tinggi transportasi anulus . Peningkatan rotasi adalah metode terbaik dalam
tidur sudut dan horizontal yang tinggi .
2. Suspend dan melepaskan stek
- Harus menangguhkan stek bor , bahan berat dan aditif di bawah berbagai kondisi .
- Bor stek yang menetap dapat menyebabkan jembatan dan isi , yang dapat menyebabkan
terjebak - pipa dan kehilangan sirkulasi .
- Berat bahan yang mengendap disebut sebagai melorot , hal ini menyebabkan variasi luas
dalam kepadatan cairan dengan baik, hal ini lebih sering terjadi pada sudut tinggi dan
sumur panas.
- Konsentrasi tinggi dari padatan bor merugikan :
- Efisiensi pengeboran (itu menyebabkan peningkatan berat lumpur dan viskositas , yang
pada gilirannya meningkatkan biaya pemeliharaan dan peningkatan dilusi )
- Tingkat Penetrasi ( ROP ) ( kenaikan tenaga kuda yang dibutuhkan untuk mengedarkan )
- Sifat lumpur yang tersuspensi harus diimbangi dengan sifat dalam memotong
penghapusan oleh peralatan kontrol padatan
- Untuk kontrol yang efektif padatan , padatan bor harus dihapus dari lumpur pada tanggal
1 sirkulasi dari sumur . Jika kembali beredar , stek pecah menjadi potongan-potongan
yang lebih kecil dan lebih sulit untuk menghapus .
- Melakukan tes untuk membandingkan isi pasir lumpur di aliran garis dan hisap lubang
(untuk menentukan apakah stek sedang dihapus ) .
3. Kontrol tekanan formasi

Jika tekanan formasi meningkat , kepadatan lumpur juga harus ditingkatkan ,


sering dengan barit ( atau bahan lainnya bobot ) untuk menyeimbangkan tekanan dan
menjaga stabil lubang sumur . Tekanan formasi yang tidak seimbang akan menyebabkan
masuknya terduga tekanan dalam sumur bor mungkin mengarah ke ledakan dari cairan
formasi bertekanan .

- Tekanan hidrostatik = densitas fluida pengeboran * benar vertikal kedalaman *


percepatan gravitasi . Jika tekanan hidrostatik lebih besar dari atau sama dengan tekanan
formasi , fluida formasi tidak akan mengalir ke lubang sumur .
- Kontrol Yah berarti ada aliran tak terkendali cairan formasi ke dalam lubang sumur .
- Tekanan hidrostatik juga mengontrol tekanan disebabkan oleh kekuatan tektonik , ini
dapat membuat wellbores stabil bahkan ketika tekanan fluida formasi seimbang.
- Jika tekanan formasi yang subnormal , udara, gas , kabut , busa kaku , atau lumpur
densitas rendah ( base oil ) dapat digunakan .
- Dalam prakteknya , kepadatan lumpur harus dibatasi minimum yang diperlukan untuk
kontrol baik dan stabilitas lubang sumur . Jika terlalu besar mungkin fraktur formasi.

4. Seal permeabel formasi

Tekanan kolom lumpur harus melebihi tekanan formasi , dalam kondisi ini filtrat
lumpur menyerang formasi , dan filter cake lumpur diendapkan pada dinding lubang bor .
Lumpur dirancang untuk deposit tipis, rendah permeabilitas blotong untuk membatasi
invasi .
Masalah terjadi jika filter cake tebal terbentuk , kondisi yang ketat lubang , kualitas log
miskin , pipa terjebak , sirkulasi hilang dan kerusakan formasi .Dalam formasi sangat
permeabel dengan leher bore besar , seluruh lumpur dapat menyerang formasi ,
tergantung pada ukuran padatan lumpur ;Gunakan agen bridging untuk memblokir
pembukaan besar, maka padatan lumpur dapat membentuk segel .
Untuk efektivitas , agen bridging harus lebih ukuran setengah dari ruang pori / patah
tulang Agen Bridging ( misalnya kalsium karbonat , selulosa tanah) .Tergantung pada
sistem lumpur yang digunakan , sejumlah aditif dapat meningkatkan blotong ( misalnya
bentonit , alami & sintetis polimer , aspal dan gilsonite ) .Menjaga stabilitas sumur bor

Komposisi kimia dan sifat lumpur harus menggabungkan untuk memberikan lubang
sumur stabil . Berat lumpur harus berada dalam kisaran yang diperlukan untuk
menyeimbangkan kekuatan mekanik .

Sumur bor ketidakstabilan = peluruhan formasi , yang dapat menyebabkan kondisi


lubang ketat , jembatan dan mengisi perjalanan ( gejala yang sama menunjukkan lubang
membersihkan masalah ) .

Sumur bor stabilitas = lubang mempertahankan ukuran dan bentuk silinder .


Jika lubang diperbesar , menjadi lemah dan sulit untuk menstabilkan , sehingga
masalah seperti kecepatan rendah annular , membersihkan lubang miskin, padatan
pemuatan dan evaluasi formasi miskin

Dalam pasir dan formasi batu pasir, lubang pembesaran dapat dicapai melalui aksi
mekanis ( gaya hidrolik & nozel kecepatan ) . Kerusakan formasi dikurangi dengan
sistem hidrolik konservatif. Sebuah kualitas Filter cake mengandung bentonit yang baik
diketahui untuk membatasi pembesaran lubang bor .Dalam serpih , berat lumpur biasanya
cukup untuk keseimbangan pembentukan stres , karena sumur ini biasanya stabil .
Dengan dasar lumpur air, perbedaan kimia dapat menyebabkan interaksi antara lumpur &
shale yang menyebabkan pelunakan batu asli . Sangat patah , kering , serpih rapuh bisa
sangat tidak stabil ( yang mengarah ke masalah mekanik ) .
Berbagai inhibitor kimia dapat mengontrol lumpur / shale interaksi ( kalsium, kalium ,
garam , polimer , aspal , glikol dan minyak - yang terbaik untuk formasi sensitif air)
Minyak ( dan minyak sintetis ) pengeboran berbasis cairan digunakan untuk mengebor
paling Shales sensitif air di daerah dengan kondisi pengeboran sulit .
Untuk menambahkan penghambatan , fase air garam emulsi ( kalsium klorida ) cairan
pengeboran digunakan untuk mengurangi aktivitas air dan menciptakan kekuatan osmotik
untuk mencegah adsorpsi air dengan Shales .

5. Meminimalkan kerusakan formasi

Kerusakan kulit atau setiap pengurangan porositas formasi alam dan


permeabilitas ( washout ) merupakan kerusakan formasi

Kerusakan yang paling umum;

- Lumpur atau bor padatan menyerang matriks formasi, mengurangi porositas dan
menyebabkan efek kulit.
- Pembengkakan lempung formasi dalam reservoir, mengurangi permeabilitas
- Pengendapan padatan akibat pencampuran filtrat lumpur dan formasi cairan
mengakibatkan endapan garam larut
- Filtrat lumpur dan cairan formasi membentuk emulsi , mengurangi porositas reservoa
- Dirancang khusus drill- dalam cairan atau workover dan cairan penyelesaian ,
meminimalkan kerusakan formasi .Keren , melumasi , dan mendukung perakitan bit dan
pengeboran
- Panas yang dihasilkan dari kekuatan mekanik dan hidrolik di bit dan ketika string bor
berputar dan menggosok terhadap casing dan lubang sumur .
- Dinginkan dan perpindahan panas dari sumber dan rendah terhadap suhu dibandingkan
lubang bawah
- Jika tidak, bit , bor tali dan lumpur motor akan gagal lebih cepat .
- Pelumasan berdasarkan koefisien gesekan . Minyak dan berbasis sintetik lumpur
umumnya melumasi lebih baik dari lumpur berbasis air ( tetapi yang terakhir dapat
ditingkatkan dengan penambahan pelumas ) .
- Jumlah pelumasan yang disediakan oleh pengeboran cairan tergantung pada jenis &
jumlah padatan bor dan bahan berat + komposisi kimia sistem .
- Pelumasan yang buruk menyebabkan torsi tinggi dan drag, pengecekan panas dari string
bor , namun masalah ini juga disebabkan oleh duduk kunci, membersihkan lubang miskin
dan bawah lubang desain rakitan yang salah
- Cairan pengeboran juga mendukung sebagian bor -string atau casing melalui apung .
Suspend dalam cairan pengeboran, didukung oleh kekuatan sama dengan berat badan (
atau kepadatan ) dari lumpur , sehingga mengurangi beban pengait derek .
- Berat yang derek dapat mendukung dibatasi oleh kapasitas mesin , meningkatkan
kedalaman sehingga berat bor -string dan casing meningkat
- Ketika berjalan lama , tali berat atau casing , daya apung mungkin untuk menjalankan
string casing yang berat badannya melebihi kapasitas beban kail rig .
- Memancarkan energi hidrolik untuk alat dan bit
Energi hidrolik memberikan listrik ke motor lumpur untuk sedikit rotasi dan MWD (
pengukuran sementara pengeboran ) dan LWD ( penebangan sementara pengeboran )
alat. Hidrolik program dasar pada nozel bit sizing untuk tersedia pompa lumpur tenaga
kuda untuk mengoptimalkan dampak jet di bagian bawah dengan baik. Terbatas
pada: pompa tenaga kuda Hilangnya tekanan di dalam drillstringTekanan permukaan
maksimum yang diijinkanLaju alir optimum
- Tekanan drill string kehilangan lebih tinggi dalam cairan kepadatan yang lebih tinggi ,
viskositas plastik dan padatan .
- Padatan rendah , geser menipis cairan pengeboran seperti polimer cairan , lebih efisien
dalam memancarkan energi hidrolik .
- Kedalaman dapat diperpanjang dengan mengendalikan sifat lumpur .
- Mentransfer informasi dari MWD & LWD ke permukaan oleh pulsa tekanan .
- Pastikan evaluasi formasi yang memadaiKimia dan sifat fisik lumpur dan kondisi lubang
sumur pengeboran setelah mempengaruhi evaluasi formasi .Penebang lumpur memeriksa
stek untuk komposisi mineral , tanda visual hidrokarbon dan mencatat log lumpur
litologi, ROP , deteksi gas atau parameter geologi .Mengukur logging Wireline -
resonansi listrik , sonik, nuklir dan magnetik .
- Zona produktif Potensi terisolasi dan melakukan pengujian pembentukan dan pengujian
bor batang .
- Lumpur membantu tidak untuk membubarkan stek dan juga meningkatkan transportasi
pemotongan untuk penebang lumpur menentukan kedalaman stek berasal .Minyak
berbasis lumpur , pelumas , aspal akan menutupi indikasi hidrokarbon .Jadi lumpur untuk
core dipilih berdasarkan pengeboran pada jenis evaluasi yang akan dilakukan ( banyak
operasi coring menentukan lumpur campuran dengan minimal aditif ) .
- Kontrol korosi (dalam tingkat yang dapat diterima )
Bor -string dan casing dalam kontak terus-menerus dengan cairan pengeboran dapat
menyebabkan bentuk korosi .
- Gas-gas terlarut ( oksigen , karbon dioksida , hidrogen sulfida ) menyebabkan masalah
korosi serius Penyebab yang cepat , bencana kegagalanMungkin mematikan bagi
manusia setelah periode waktu yang singkat PH rendah ( asam ) memperburuk korosi ,
jadi gunakan kupon korosi [ klarifikasi diperlukan ] untuk memantau jenis korosi , tarif
dan memberitahu inhibitor kimia yang benar digunakan dalam jumlah yang benar .
- Lumpur aerasi , berbusa dan O2 lainnya kondisi terperangkap menyebabkan kerusakan
korosi dalam jangka waktu singkat .
- Ketika pengeboran di H2S yang tinggi , mengangkat cairan pH + sulfida pemulungan
kimia ( zinc ) .Memfasilitasi penyemenan dan penyelesaianPenyemenan sangat penting
untuk zona yang efektif [ klarifikasi diperlukan ] dan baik selesai .
- Selama casing run , lumpur harus tetap cairan dan mengurangi tekanan surge sehingga
fraktur disebabkan sirkulasi hilang [ klarifikasi diperlukan ] tidak terjadi .Lumpur harus
memiliki tipis, licin penyaring kue , sumur bor tanpa potongan , cavings atau jembatan . [
Klarifikasi diperluka Untuk semen dan operasi selesai dengan baik [ klarifikasi
diperlukan ] , lumpur menggusur oleh flushes dan semen [ klarifikasi diperlukan ] Untuk
efektivitas. Lubang di dekat pengukur [ klarifikasi diperlukan ]Mud viskositas rendah [
klarifikasi diperlukan ]Mud kekuatan gel non progresif [ klarifikasi diperlukan
]Meminimalkan dampak terhadap lingkunganLumpur , dalam berbagai derajat , beracun .
Hal ini juga sulit dan mahal untuk membuangnya dengan cara yang ramah lingkungan .
Sebuah artikel Vanity Fair menggambarkan kondisi di Lago Agrio , lapangan minyak
besar di Ekuador di mana pengebor yang efektif tidak diatur .