Anda di halaman 1dari 15

Analisis Kasus Southwest Airlines Corporation

Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Sistem Pengendalian Manajemen

Disusun oleh:

Rizky Ayu Aprianti 120110140001

Ayu Fuady Sania 120110140002

Merry Novita Anggraeni 120110140033

Dayanti 120110140039

Sadza Nabila 120110140083

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS PADJADJARAN

BANDUNG

2017
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penyusun panjatkan ke Hadirat Allah SWT yang Maha
Pengasih lagi Maha Penyayang. Berkat Rahmat, Hidayah dan Inayah-Nya
penyusun mampu menyelesaikan makalah yang berjudul Kasus Southwest
Airlines Corporation guna memenuhi tugas Sistem Pengendalian Manajemen .
Penyusun dapat menyelesaikan makalah ini berkat bantuan dan dorongan dari
semua pihak. Untuk itu, penyusun mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak
yang telah membantu penyusunan makalah ini.

Penyusun menyadari bahwa dalam makalah ini masih terdapat kekurangan


baik dari penyajian maupun penguraiannya. Oleh karena itu, penyusun berharap
adanya kritikan dan saran, supaya dalam pembuatan makalah berikutnya
penyusun bisa lebih baik lagi. Mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat
khususnya bagi penyusun sendiri dan umumnya bagi pembaca, Aamiin.

Bandung,20 Maret 2017

Penyusun

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................................... 2
DAFTAR ISI........................................................................................................................... 3
BAB I .................................................................................................................................... 4
PENDAHULUAN ................................................................................................................... 4
1.1 Profil Perusahaan ................................................................................................ 4
BAB II ................................................................................................................................... 6
PERMASALAHAN ................................................................................................................. 6
2.1 Kasus Southwest Airlines .......................................................................................... 6
2.2 Rumusan Masalah ..................................................................................................... 7
BAB III .................................................................................................................................. 8
PEMBAHASAN ..................................................................................................................... 8
3.1 Strategi dan Competitive Advantage ........................................................................ 8
3.1.1 Analisis Strategi ...................................................................................................... 8
3.1.2 Competitive Advantange ..................................................................................... 10
3.1.2 Sistem Pengendalian Southwest Airlines. ............................................................ 12
REKOMENDASI .................................................................................................................. 13
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................. 14

3
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Profil Perusahaan

Southwest Airlines Co. merupakan sebuah maskapai penerbangan


bertarif rendah di Amerika yang berbasis di Dallas, Texas, dengan kota fokus
terbesarnya di Bandar Udara Internasional McCarran Las Vegas. Southwest
Airlines merupakan maskapai terbesar di Amerika Serikat berdasarkan
jumlah penumpang yang diangkut secara domestik per tahun (31 Desember
2007) dan juga maskapai penerbangan terbesar di dunia berdasarkan jumlah
penumpang yang diangkut. Terbesar ke-6 di AS berdasarkan penghasilan dan
juga armada pesawat terbanyak keempat dari semua maskapai komersial
dunia lainnya.Menurut Biro Statistik Transportasi Departemen Transportasi
AS. Southwest Airlines merupakan salah satu maskapai paling
menguntungkan di dunia dan pada Januari 2008, mengumumkan keuntungan
untuk tahun ke-35nya.

Southwest Airlines merupakan sebuah maskapai penerbangan bertarif


rendah di Amerika yang didirikan di Texas memulai binis pelayanan
pelanggan pada tanggal 18 Juni 1971 dengan mengoperasikan 3 pesawat
terbang boeing 737 yang melayani 3 kota texas : Dallas,Houston, dan San
Antonio. Pada tahun 2002, perusahaan penerbangan ini menambah armadanya
yang terdiri dari 366 Boeing 737. Utilisasi pesawat mencapai 12 jam per hari,
melebihi angka rata-rata industri. Beberapa penghargaan pernah diterima oleh
Southwest Airlines diantaranya ialah pada tahun 2005, untuk tahunnya yang
kesembilan, majalah Fortune mengakui SouthwestAirlines sebagai perusahaan
penerbangan yang paling mengagumkan di dunia diantara semua industri,
Southwest Airlines menduduki peringkat 5 dalam daftar 10 perusahaan yang
paling mengagumkan. Pada tahun 2005 juga,The American

4
CustomerSatisfaction Index (ASCI) mencatat Southwest Airlines sebagai
industri terdepan dalam kepuasan pelanggan.

Visi Perusahaan
Menjadi maskapai penerbangan yang paling terjangkau dan terpercaya di
dunia.
Misi Perusahaan
Menyediakan penerbangan dengan pelayanan yang maksimal dan
penerbangan yang tepat waktu dengan harga yang terjangkau di Amerika
Serikat.
Model Bisnis

Southwest yang bergerak di jasa penerbangan berbiaya rendah,


telah menjadi inspirasi bagi banyak maskapai di seluruh dunia, model
bisnisnya pun banyak ditiru oleh maskapai berbiaya rendah yang lain.
Southwest menerapkan strategi yang menggabungkan kemampuan
pegawai dan kesiapan pesawat dengan cara mengurangi waktu singgah
pesawat di daratan (pesawat diusahakan terbang selama mungkin dalam
sehari, dan berhenti di bandara tidak terlalu lama). Maskapai Eropa
seperti EasyJet dan Ryanair adalah contoh maskapai yang terang-terangan
mengikuti model bisnis Southwest. Contoh lainnya adalah WestJet,
AirAsia (Maskapai LCC pertama dan terbesar di Asia), IndiGo, Jetstar,
Cebu Pacific, Nok Air, Volaris, dan Pegasus Airlines.

5
BAB II

PERMASALAHAN

2.1 Kasus Southwest Airlines


Southwest menggunakan pendekatan Short-haul atau trayek pendek.
Empat puluh persen dari pendapatan penumpang Southwest dihasilkan dari
reservasi Online, sehingga menggunkan biaya booking yang lebih murah dari
reservasi agen perjalanan. Pilot yang di rekrut Southwest adalah dari
perusahaan penerbangan AS besar yang tidak menjadi anggota serikat
nasional, sehingga jam terbang tidak di batasi, tetapi Southwest pilot mereka
di masukan di dalam serikat kerja secara independent. Pekerja lain pada
Southwest juga dimasukan sebagai anggota serikat secara nasional,tetapi
kontrak mereka memberikan keleluasaan untuk mengizinkan mereka keluar
dan masuk untuk memberi bantuan, tidak peduli jenis tugas apa yang mereka
kerjakan. CEO Herb Kelleher, pendiri Southwest , menggunakan filosofi
mengutamakan karyawan, dia beranggapan jika karyawan senang, puas, penuh
dedikasi, mereka akan sungguh memberikan perhatian baik kepada pelanggan.
Dan jika pelanggan gembira, mereka akan datang kembali, dan akan membuat
pemegang saham gembira. Karyawan Southwest dibayar paling tinggi dalam
industri jasa penerbangan,dan mempunyai tingkat Turnover yang rendah.
Southwest mempunyai pendekatan yang cermat dalam penerimaan karyawan
baru dan sedikit unik. Rekan-rekan karyawan menyaring kandidat dalam
melakukan proses wawancara, pilot menyeleksi pilot, petugas pintu gerbang
akan menyeleksi petugas pintu gerbang. Southwest mengindentifikasi
kekuatan karyawan mereka dan menggunakan profil-profil ini dalam
melakukan seleksi kandidat paling berkualitas. Southwest menggunakan
seleksi atas dasar attitude selaras dengan kecerdasan. Southwest mengiginkan
pekerjanya bekerja dengan baik, dengan tertawa dan senang hati. Southwest
melakukan sistem bagi hasil kepada karyawan, karyawan memiliki sekitar 10
persen dari saham perusahaan. Komitmen Southwest: Jika karyawan senang,
puas, penuh dedikasi, mereka akan sungguh memberikan perhatian baik

6
kepada pelanggan. Dan jika pelanggan gembira, mereka akan datang kembali,
dan akan membuat pemegang saham gembira.

2.2 Rumusan Masalah


1. Apakah strategi yang digunakan oleh Southwest?Apakah basis yang
digunakan sebagai landasan untuk membangun keunggulan
kompetitifnya?
2. Bagaimana sistem pengendalian Southwest membantu melaksanakan
strategi perusahaan?

7
BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Strategi dan Competitive Advantage


3.1.1 Analisis Strategi
Dalam menentukan strategi yang digunakan Perusahan menurut
kasus tersebut dapat mengunakan Analisis SWOT dimana melihat
kondisi internal dan eksternal perusahaan. Adapun kondisi internal
terdiri dari Kekuatan dan Kelemahan, sedangkan kondisi eksternal terdiri
dari Peluang dan Ancaman

Kekuatan (Strength)
- Southwest adalah satu-satunya yang bertarif rendah.
- Southwest memiliki struktur biaya paling rendah dalam industri
penerbangan domestik.
- Menggunakan pendekatan short-haul dan point- to-point
- Menggunakan media online untuk memesan tiket
- Pesawat mendarat sampai siap untuk lepas landas kurang lebih
20 menit.
- Lebih memperhatikan kesejahteraan karyawan.
- Tingkat turnover karywan rendah.
- Southwest memberikan bagi hasil 10% dari saham perusahaan.
Kelemahan (Weakness)
- Tidak ada penerbangan internasional
- Tergantung pada satu jenis pesawat- pesawat boeing 737
- Sebagian besar karyawan milik serikat
Peluang (Oppurtunity)
- Perjalanan via udara diprediksikan akan meningkat
- Teknologi baru, peluang untuk pelayanan baru
- Penggunaan internet lebih baik untuk pemasarn, ticketing dan
lain-lain

8
- Penerbangan jarak jauh merupakan pasar yang sedang meningkat
Ancaman (Threats)
- Semakin tinggi harga bahan bakar yang tentu akan berpengaruh
pada tiket pelanggan
- Kompetitor southwest airlines menerbangkan pesawat terbaru
dan teknologi terbaru
- Tarif pajak yang semakin tinggi
- Perusahaan penerbangan lain seperti jet blue adalah satu-satunya
penerbangan yang menggunakan televisi pemancar satelit di
pesawat
- Sudah banyak perusahaan yang menawarkan tempat duduk kelas
bisnis di pesawat mereka. Contohnya Airtran Airways

TOWS MATRIX
Kondisi Internal Kekuatan (Strength) Kelemahan (Weakness)
Southwest adalah Tidak ada
satu-satunya yang penerbangan
bertarif rendah. internasional
Southwest memiliki Tergantung pada satu
struktur biaya paling jenis pesawat-
rendah dalam industri pesawat boeing 737
penerbangan Sebagian besar
domestik karyawan milik
Menggunakan serikat
pendekatan short-
haul dan point- to-
Kondisi Ekternal point
Peluang (Oppurtunities) Strategi SO Strategi WO
Penggunaan internet
Menigkatkan promosi Melakukan
lebih baik untuk
via Social Media nemabahan fasilitas
pemasarn, ticketing dan
dengan fasilitas penerbangan
lain-lain
resevarsi Online yang Internasional agar
Penerbangan jarak jauh lebih murah dapat mengambil
merupakan pasar yang
Mengambil peluang peluang yang ada
sedang meningkat
penerbangan jarak Mencari alternatif
Perjalanan via udara jauh dengna tetap pesawat dengan
diprediksikan akan memerapkan Cost penambahan fasilitas
meningkat Leadership pesawat

9
Mengingkatakn Menerapkan
Fasilitas dan sumber komitmen Perusahaan
daya yang dimiliki dengan optimal agar
dapat meningkatkan
pangsa pasar

Ancaman (Threats) Strategi ST Strategi WT


Semakin tinggi harga
Meningkatkan Meningkatkan
bahan bakar yang tentu
frekuensi jumlah pendaan yang dimiliki
akan berpengaruh pada
penerbangan sehingga Southwest agar dapat
tiket pelanggan
menjadi lebih menambah fasilitas
Kompetitor southwest fleksible bagi guna kepuasan
airlines menerbangkan
pengguna pengguna
pesawat terbaru dan
Meningkatkan Memberikan Motivasi
teknologi terbaru
teknologi yang Kompensasi dan
Tarif pajak yang dimiliki oleh jaminan kesejahteraan
semakin tinggi
Southwest bisa karyawan
dengan leasing

Berdasarkan analisis SWOT diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa


Southwest Airline dalam Siklus Hidup Perusahaan menempati posisi
Growth pada tahun yang bersangkutan terkait kasus tersebut.
Berdasarkan analisis, Perusahaan ini masih memiliki banyak peluang
yang belum sempat diambil karena adanya beberapa keterbatasan
Sumber Daya, maka dari itu masih ada peluang bagi Perusahaan untuk
terus tumbuh.

3.1.2 Competitive Advantange


Basis yang digunakan Southwest sebagai landasan membangun
competitive advantage-nya seperti dikutip dari CEO Herb Kelleher
adalah melalui filosofi mengutamakan karyawan; apabila karyawan
bahagia, maka mereka akan memberikan pelayanan terbaik kepada
pelanggan, sehingga pelanggan menjadi gembira dan datang kembali,
yang juga akan membuat shareholder gembira. Strategi yang di
implementasikan Southwest melalui basis tersebut untuk membangun
competitive advantage-nya adalah :

10
1. Online Ticketing Strategy

46% dari pendapatan penumpang Southwest Airlines dihasilkan


dari pemesanan tiket online melalui southwest.com.Online strategy yang
dilakukan perusahaan dapat memangkas biaya tiket penerbangan jika
dibanding dengan melakukan pemesanan di agen perjalanan. Sebagai
perbandingan pada tahun 2002 biaya booking jika memesan melalui
internet adalah $1 sedangkan bila mengunakan agen sebesar $6-$8.
Strategi ini cukup berhasil dengan tingkat pencapaian 50% lebih tinggi
daripada maskapai penerbangan pesaingnya.

2. Tempat Duduk dan Awak Kabin (Limited Customer Services )

Untuk alasan effisiensi, para penumpang tidak dapat memilih


tempat duduk, Southwest telah mengatur agar setiap kursi dapat diisi
tanpa ada yang tersisa. Southwest Airlines juga membayar awak
menurut trayek yang dilayaninya. Hal ini membuat upah awak kabin
sesuai dengan beban pekerjaan yang diterimanya, awak kabin dengan
frekuensi terbang yang tinggi dan trayek yang padat mendapatkan upah
yang lebih tinggi jika dibandingkan awak kabin yang terbang lebih
sedikit.

3. Low Cost dan Efisiensi Bahan Bakar

Penerbangan biaya rendah memungkinkan para


pelancong/travellers yang tidak dapat terbang dengan First-Class untuk
dapat menikmati layanan premium. Oleh karena itu, unsur-unsur yang
menjadi pertimbangan adalah intensitas point-to-point konsumen,
layanan yang terbatas dan penerbangan tanpa pengembalian tiket.
Persfektif pertumbuhan hanya mengikuti logika bisnis yaitu dengan
pemanfaatan secara maksimal armada pesawat yang didasarkan pada
unsur-unsur efisiensi dalam pelayanan. Hal ini lah yang menjadi kunci
agar pesawat tetap terus terbang. Tingkat utilisasi dengan volume yang
sangat tinggi sangat penting untuk low-cost strategy. Dalam hal biaya

11
operasi, salah satu ukuran kunci adalah biaya bahan bakar, yang
merupakan beban terbesar kedua. Naiknya harga bahan bakar bisa
mengubah keuntungan dan kerugian.

Maskapai mencoba untuk mengelola biaya bahan bakar melalui


praktek lindung nilai, atau membeli berbagai instrumen keuangan yang
mengunci harga di masa depan. Southwest menguntungkan selama
bertahun-tahun karena terampil mengunci harga bahan bakar yang
menguntungkan selama periode ketika harga pasar tinggi. Selama
beberapa tahun berjalan, Southwest membayar lebih sedikit untuk
bahan bakar dibandingkan. Southwest juga mulai mengelola harga
bahan bakar dengan mencari cara untuk terbang lebih efisien. Ini telah
mengurangi konsumsi bahan bakar per-mil penumpang dengan
memasang "sayap" pada ujung sayap pesawat untuk membuat pesawat
lebih aerodinamis, dan sedang menguji pesawat yang dibangun dengan
menggunakan material yang lebih ringan

3.1.2 Sistem Pengendalian Southwest Airlines.


Goal Congruence atau Keselarasan Tujuan merupakan landasan
penting bagi Southwest Airlines Corporation. Manusia diarahkan untuk
mengambil tindakan yang sesuai dengan kepentingan pribadi mereka
sendiri, yang sekaligus juga merupakan kepentingan perusahaan seperti
dikutip dari buku Management Control System oleh Robert N. Anthony
dan Vijay Govindarajan. Beberapa sistem pengendalian yang digunakan
Southwest yang secara efektif telah membantu perusahaan meraih goal
congruence adalah:
1. Seleksi Karyawan Baru
Berdasarkan pendekatan yang digunakan Southwest dalam
strateginya, seleksi karyawan baru merupakan hal penting. CEO
Kelleher mengungkapkan bahwa Southwest mengutamakan orang yang
mengerjakan hal dengan baik, dengan tertawa dan senang hati. Maka
attitude dan kecerdasan menjadi kriteria yang sama pentingnya dalam

12
proses ini. Proses penerimaan karyawan baru Southwest cukup unik;
rekan-rekan menyaring kandidat dan melakukan interview sesuai
pekerjaan masing-masing; pilot meng-interview pilot, petugas landasan
menerima petugas pintu gerbang. Hal ini merupakan sistem kontrol
pertama terhadap aset perusahaan yang paling utama dalam hal
pencapaian goal congruence: karyawan.
2. Sistem Kontrol dengan Melembagakan Kebijakan Budaya Kerja
Salah satu isi kontrak kerja dengan karyawan adalah mengijinkan
karyawan membantu bagian lain pada saat sedang mengerjakan
pekerjaannya. Hal ini guna mendorong tumbuhnya budaya inisiatif
pribadi yang bertujuan untuk mencapai kepentingan bersama. Dan
apresiasi perusahaan terhadap inisiatif pribadi, kerja keras, dan
kekreatifitasan karyawan dengan rencana bagi hasil. Sistem kontrol ini
cukup efektif untuk membantu Southwest menciptakancompetitive
advantage-nya.
3. Sistem Kontrol Formal dengan Gaya Manajemen yang
Walking Around Aturan-aturan yang dibuat perusahaan tidak
akan berjalan lancar tanpa kontrol langsung leader.Oleh karena itu,
paraleaderatau manager operasional, bahkan CEO perusahaan
melakukan kontrol langsung dibanding hanya diam di kantor menulis
laporan. Hal ini juga dilakukan untuk menjaga komunikasi dengan para
karyawan, memberikan kontrol terhadap keadaan aktual di lapangan dan
membantu memberikan solusi.

REKOMENDASI

Berdasarkan penjelasan yang telah diuraikan diatas, maka rekomendasi yang


dapat diberikan kepada Southwest Airlines ialah:

13
1. Sistem pengendalian yang dimiliki Southwest memiliki kelemahan.
Terutama dalam strategi kebijakan penerimaan pilot independen dan dapat
memiliki jam terbang yang lebih banyak. Pembatasan jam terbang
memiliki tujuan baik terhadap kesehatan dan konsentrasi pilot pada saat
penerbangan. Sehingga, penulis merekomendasikan Southwest untuk
menambah sistem pengendalian pada strategi kebijakan tersebut agar
Safety dan keadaan yang menyenangkan saat penerbangan dapat tetap
berjalan dengan baik disetiap penerbangan Southwest Airlines.
2. Dengan strategi yang sama, Southwest masih dapat berpeluang untuk
mengembangkan proses bisnisnya dengan melakukan penerbangan di luar
Amerika Serikat, untuk mengambil pangsa pasar khususnya pada negara
berkembang yang sangat sensitif terhadap harga.
3. Southwest Airlines juga harus memperhatikan pada penendalian dan
perawatan pada pesawatnya. Dengan frekuensi terbang yang cukup tinggi
maka diperlukan biaya perawatan yang cukup tinggi. Setiap pesawat
harus dapat dioptimalkan dan jangan sampai ada pesawat yang tidak bisa
terbang karena mengalami kendala teknis yang berakibat pada pelayanan
pelanggan yang berkurang.
4. Southwest Airlines juga harus mengantisipasi akan meningkatnya biaya
bahan bakar, biaya sewa serta perawatan pesawat. Southwest Airlines
harus menentukan seberapa besar harga tiket penerbangan yang dapat
menutupi semua biaya tersebut dan memberikan keuntungan ke
perusahaan, tetapi cukup bersaing dengan maskapai lain yang berharga
murah.

DAFTAR PUSTAKA

14
Anthony,Robert N & Vijay Govindarajan.2007.Management Control System.New
York : McGraw-Hill
Triswanto, Totok. 2014. Case study: Southwest Airlines. [Online]. Diakses
tanggal 20 Maret 2017 di https://www.scribd.com/doc/235764760/Studi-Kasus-
Southwest-Airlines.
Soraya,Anggun.2016. Sistem Pengendalian Management Southwest Airlines
Corporation (Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesuksesan Management
Southwest Airlines Corporation).[Online]. Diakses tanggal 20 Maret 2017 di
https://www.academia.edu/9185635/Sistem_Pengendalian_Management_Southwe
st_Airlines_Corporation_Faktor-
Faktor_yang_Mempengaruhi_Kesuksesan_Management_Southwest_Airlines_Cor
poration_.

15