Anda di halaman 1dari 24

PANDUAN

PEMBIMBING DU/DI
DAN
PEMBIMBING SEKOLAH

PELAKSANAAN
PRAKTEK KERJA INDUSTRI
SMK NEGERI 2 KOTA PROBOLINGGO

PEMERINTAH KOTA PROBOLINGGO


DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 2 KOTA PROBOLINGGO
Jl. Mastrip 153 Telp. 0335 421324 Probolinggo
KATA PENGANTAR

Berdasarkan kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan ( S M K ) Bidang Teknologi dan Industri


tahun 2004, untuk memenuhi kompetensi keahlian siswa supaya mampu menyesuaiakan diri saat
memasuki dunia kerja / dunia industri setelah siswa menyelesaikan pendidikan di SMK, maka seluruh
siswa SMK wajib mengikuti program Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) yang dilaksanakan paling
sedikit 4 ( empat ) bulan.

Pelaksanaan Prakerin tidak mungkin seluruhnya dilaksanakan sendiri oleh sekolah tanpa
melibatkan peran serta pihak lain yang menunjang program ini, yaitu: Perusahaan (Industri),
Instansi (lembaga), Jawatan, Proyek, BLPT (Balai Latihan dan Pendidikan Teknik) atau Dunia kerja
terkait. Kerjasama yang baik antara sekolah dengan pihak-pihak tersebut sangat dibutuhkan, agar
program Prakerin dapat terlaksana dengan baik serta demi mewujudkan kurikulum pendidikan yang
ada saat ini.

Tujuan penerbitan buku pedoman Prakerin ini adalah: untuk memberikan arah, pedoman dan
petunjuk operasional bagi para Pembimbing Industri, pembimbing sekolah dan siswa-siswi SMK
Negeri 2 Probolinggo khususnya, guna melaksanakan tugas Magang di Dunia kerja atau Instansi
terkait, juga sebagai acuan dalam pembuatan laporan dari hasil kegiatan magang tersebut, disamping
itu dimaksudkan pula sebagai media pengembangan yang lebih intensif dan optimal, baik bagi siswa-
siswi maupun unsur pendidikan yang lain di sekolah .

Kepada semua pihak yang membantu mencurahkan perhatian, pikiran, tenaga dan waktunya,
sekolah menyampaikan rasa hormat setinggi-tingginya serta ucapan terima kasih sebanyak-
banyaknya. Semoga Allah meridhoi usaha baik ini dan senantiasa melimpahkan rahmad-Nya kepada
hamba yang dengan tulus ikhlas mengabdi dan ikut serta mensukseskan semua pihak yang terlibat
dalam kegiatan Prakerin dalam rangka mencapai sukses dunia dan akherat .

Probolinggo,
Kepala

Drs. SUNARDI, MM
NIP. 19640217 198903 1 009
DAFTAR ISI
Kata pengantar i
Daftar isi ii

BAB I Pendahuluan 1
1. Latar belakang 1
2. Pengertian 2
3. Tujuan 2

BAB II Praktek Kerja Industri ( Prakerin ) 3


1. Pengertian 3
2. Tujuan 3
3. Kriteria Institusi Pasangan 3
4. Prinsip 4
5. Penilaian Prakerin 4
6. Program Keahlian
a. Kompetensi Prog. Teknik Gambar Bangunan 5
b. Kompetensi Prog. Teknik Elektronika Industri 6
c. Kompetensi Prog. Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik 7
d. Kompetensi Prog. Teknik Pemesinan 7
e. Kompetensi Prog. Teknik Kendaraan Ringan 8
f. Kompetensi Prog. Teknik Komputer dan Jaringan 9

BAB III Penutup 11


1. Kesimpulan 11
2. Saran 12

Lampiran - lampiran
1. Petunjuk pembuatan laporan
2. Jurnal kegiatan siswa prakerin
3. Contoh sertifikat PSG / Prakerin ( untuk rekapitulasi nilai )
4. Tata tertib siswa di tempat prakerin
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang

1. Pendidikan Nasional berdasarkan Pancasila bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia


Indonesia, yaitu manusia-manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, berdisiplin, bekerja keras, tangguh, bertanggung
jawab, mandiri, cerdas dan terampil serta sehat jasmani dan rohani.

2. Pendidikan baik di sekolah maupun di luar sekolah perlu disesuaikan dengan Perke-mbangan
tuntutan pembangunan yang memerlukan berbagai jenis ketrampilan dan keahlian disegala
bidang serta ditingkatkan mutunya sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

3. Pola Pendidikan Sistem Ganda (PSG) dipilih sebagai model yang ideal untuk
penyelenggaraan Pendidikan Kejuruan. Pemilihan pola ini karena PSG merupakan kerja
sama antara dunia usaha /industri dengan SMK yang bertujuan untuk menciptakan tenaga
kerja yang siap menggunakan teknologi yang maju yang digunakan dunia kerja.

4. Mengingat pola ini merupakan sesuatu yang baru dan memiliki banyak perbedaan yang
cukup mendasar bila dibandingkan dengan pola penyelenggaraan yang selama ini digunakan
(konvensional) maka dalam pengejawantahan implementasinya dilapangan tidak bisa sekali
diputuskan dan diperlakukan lalu berjalan seperti yang diharapkan, pengalaman selama ini
menunjukkan bahwa banyak kendala-kendala teknis dan organisatoris.

5. Dengan pilihan terhadap pola PSG ini maka dalam pelaksanaannya melibatkan sumber daya
tidak hanya dilingkungan sekolah saja tetapi akan melibatkan semua sumber daya yang ada
diluar sekolah atau dengan kata lain bahwa keterlibatan pihak luar sekolah (DU/DI) dengan
pihak sekolah secara bersama-sama dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya
manusia merupakan hal yang tidak dapat dielakkan lagi.
B. Pengertian

Bahwa dalam pelaksanaan PSG pada SMK pada dasarnya diorganisasikan oleh Komite
Sekolah dan Pelaksanaannya oleh SMK dan dunia usaha / industri terkait. Hasil pelaksanaan
PSG merupakan hasil bersama dan prestasi bersama, maka komite sekolah akan mempunyai
peran yang sangat mendasar di dalam menyatukan berbagai masukan dari sekolah dan dunia
usaha dan industri kemudian dirumuskan menjadi kesepakatan bersama antara pihak terkait dan
kesepakatan tersebut ditindaklanjuti dalam bentuk pelaksanaan Praktek Kerja Industri (Prakerin)
Sehubungan dengan itu berbagai jenis pendidikan kejuruan dan keahlian perlu terus
ditingkatkan mutunya dan perlu dikembangkan kerjasama antara dunia pendidikan dan dunia
usaha dalam rangka memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang cakap dan terampil diberbagai
bidang keahlian yang positif.

C. Tujuan

1. Bagi siswa :
a. Meningkatkan ketrampilan serta memperkuat kemandirian berpikir.
b. Meningkatkan keahlian profesi, pengalaman, etos kerja dan disiplin dengan terlibat
langsung pada kegiatan kerja di DU/DI
c. Secara praktis kegiatan Prakerin dapat dimanfaatkan para siswa untuk mencari
informasi seluas-luasnya tentang kesempatan lowongan pekerjaan pada DU/DI
2. Bagi sekolah ;
a. Mendapatkan input (masukan) tentang dunia kerja yang sesungguhnya
b. Hal-hal baru di tempat Prakerin akan memberikan bahan kepada guru guna penyusunan
materi kejuruan
c. Meningkatkan jalinan kerja sama antara sekolah dengan DU/DI
3. Bagi Industri :
a. Dengan kegiatan Prakerin diharapkan dapat membantu perusahaan mendapatkan
tenaga kerja tambahan sekaligus melatih dan mendidik siswa untuk bekerja secara
profesional
b. Mendapatkan calon-calon karyawan bila harus menambah tenaga kerja baru
BAB II
PRAKTEK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN)

A. Pengertian
Keterkaitan dan keterpaduan kerja proses pendidikan di Sekolah merupakan tanggung
jawab bersama antara sekolah dan dunia usaha dan industri. Hubungan yang telah ada di masa
lalu dalam bentuk penitipan siswa untuk kegiatan praktek Kerja Lapangan (PKL), merupakan
dasar yang kuat untuk kelangsungan hubungan yang berkelanjutan
Selain tersebut diatas masih perlu dijalin hubungan dan kerja sama dengan pihak dunia
usaha / industri yang selama ini belum terjalin. Berangkat dari hubungan yang ada perlu
dikembangkan terus terutama dalam upaya dan cara pembinaan hubungan tersebut, antara lain
dalam bentuk : Sinkronisasi kurikulum, magang guru, uji kompetensi, kunjungan industri dsb.

B. Tujuan
Praktek kerja industri yang merupakan implementasi dari Pendidikan Sistem Ganda (PSG)
adalah proses pembelajaran yang dilakukan di dunia usaha/industri dengan program dan arahan
sepenuhnya diatur oleh dunia usaha dan industri. Peranan dunia usaha/industri dalam
pendidikan dengan pihak sekolah dalam upaya peningkatan mutu tamatan yang :
1. Mempunyai kompetensi dasar kejuruan dan keterampilan yang memadai
2. Berwawasan kualitas, keunggulan dan bermuatan ekonomis
3. Memiliki disiplin dan etos kerja yang tinggi

C. Kriteria dan Bentuk Institusi Pasangan (DU/DI)


1. Kriteria Institusi Pasangan (DU/DI)
a. Memiliki aktifitas / kegiatan dan kompetensi yg relevan dengan program studi di SMK
Negeri 2 Probolinggo
b. Memiliki kepedulian dan perhatian terhadap dunia pendidikan
c. Memiliki fasilitas dan sarana praktek siswa yang memadai
d. Memiliki instruktur / pembimbing yg mampu membimbing siswa praktik
2. Bentuk-bentuk Institusi Pasangan (DU/Di)
a. Instansi Pemerintah
b. Perusahaan Negara
c. Perusahaan Swasta
d. BUMN
e. Koperasi
f. Yayasan
g. Badan Usaha / bengkel
h. Lembaga / Organisasi (yang sepadan dengan program SMK)
i. Sanggar

D. Prinsip
Prinsip dari pelaksanaan Praktek Kerja Industri adalah
1. Para siswa yang melaksanakan Prakerin tidak menjadi beban perusahaan tetapi menjadi
salah satu aset perusahaan. Untuk itu pihak perusahaan perlu menanamkan etos kerja, nilai
nilai ekonomis, ketaatan kerja sama tim dan kesetiakawanan.
2. Kewajiban dan tanggung jawab siswa selama Prakerin sesuai dengan apa yang dianjurkan
oleh pihak dunia usaha dan industi
3. Menjaga keamanan, kesehatan dan kesejahteraan dalam artian luas untuk para siswa
selama melaksanakan praktek keahlian di perusahaan. Oleh sebab itu siswa yang
melaksanakan Prakerin telah terdaftar menjadi anggota Asuransi Kecelakaan di sekolah.

E. Penilaian Praktek Kerja Industri (Prakerin)


Penilaian Praktek Kerja Industri mencakup aspek sebagai berikut :
1. Aspek Normatif / Non Teknis adalah nilai yang diperoleh siswa (peserta Prakerin)
berdasarkan perilaku keseharian yang bersangkutan selama melaksanakan Praktek Kerja
di Industri. Penilaian berupa kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, inisiatif dsb.
2. Aspek Kompetensi / Teknis adalah nilai yang diperoleh siswa (Prakerin) berdasarkan
kemampuan siswa / peserta Prakerin dalam mengerjakan tugas praktek yang dibebankan
siswa selama melaksanakan Prakerin di Industri. Contoh penilainnya dapat berupa kerja
las, kerja bubut, kerja instalasi, perencanaan, pengukuran dsb sesuai dengan kompetensi
program keahlian dan tugas lain dari perusahaan / industri tempat prakerin .

PEDOMAN PENILAIAN PRAKERIN


SMK NEGERI 2 PROBOLINGGO
Tahun Pelajaran 2010 / 2011
SKOR NILAI NORMATIF PREDIKAT

9,50 10,00 (Kompeten)

8,50 9.49 (Kompeten)

7,60 8,49 (Kompeten)

0,00 7,59 (Tidak Kompeten)

SKOR NILAI KOMPETENSI PREDIKAT

9,50 10,00 (Kompeten)

8,50 9.49 (Kompeten)

7,60 8,49 (Kompeten)

0,00 7,59 (Tidak Kompeten)

F. KOMPETENSI DARI MASING-MASING PROGRAM STUDI

1. TEKNIK BANGUNAN KONSENTRASI TEKNIK GAMBAR BANGUNAN meliputi :


A. DASAR KOMPETENSI KEJURUAN
1. Menerapkan dasar-dasar gambar teknik
2. Menerapkan ilmu statika dan tegangan
3. Mengidentifikasi ilmu bangunan gedung
4. Memahami bahan bangunan
5. Menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3)
B. KOMPETENSI KEJURUAN
1. Mengatur tata letak gambar manual
2. Menggambar dengan perangkat lunak
3. Membuat gambar rencana kolom beton bertulang
4. Membuat gambar rencana balok beton bertulang
5. Menggambar konstruksi lantai dan dinding bangunan
6. Menggambar rencana dinding penahan
7. Menggambar konstruksi kusen, pintu dan jendela
8. Menggambar rencana plat lantai
9. Menggambar konstruksi tangga
10. Menggambar konstruksi langit-langit
11. Menggambar konstruksi atap
12. Menggambar utilitas gedung
13. Menggambar lay out dekorasi interior dan eksterior
14. Menggambar dekorasi interior rumah tinggal, perkantoran dan ruang publik
15. Menerapkan desain interior bangunan
16. Menentukan unsur penunjang desain interior dan eksterior bangunan
17. Menerapkan desain eksterior bangunan
18. Menerapkan material finishing bangunan
19. Merancang partisi ruang

TEKNIK ELEKTRONIKA KONSENTRASI TEKNIK ELEKTRONIKA INDUSTRI


2.
meliputi :
A. DASAR KOMPETENSI KEJURUAN
1. Menerapkan dasar-dasar kelistrikan
2. Menerapkan dasar-dasar elektronika
3. Menerapkan dasar-dasar teknik digital
4. Menerapkan Keselamatan, Kesehatan Kerja (K3)
B. KOMPETENSI KEJURUAN
1. Menerapkan dasar-dasar kelistrikan
2. Menerapkan dasar-dasar elektronika
3. Menerapkan dasar-dasar teknik digital
4. Menerapkan Keselamatan, Kesehatan Kerja (K3)
5. Mengukur besaran-besaran listrik dalam rangkaian elektronika
6. Menerapkan konsep elektronika digital dan rangkaian elektronika komputer
7. Menerapkan sistem mikroprosesor
8. Menerapkan sistem mikrokontroller
9. Mengoperasikan sistem operasi komputer
10. Mengoperasian software aplikasi program dan gambar
11. Menggambar teknik elektronika menggunakan komputer
12. Mengoperasikan rangkaian elektronika terapan
13. Mengoperasikan power supply elektronika industri
14. Memahami komunikasi data sinyal digital antar peralatan elektronika
15. Memprogram peralatan sistem pengendali elektronik yang berkaitan dengan I/O
berbantuan PLC dan komputer
16. Mengerjakan dasar-dasar pekerjaan bengkel elektronika
17. Menerapkan dasar-dasar kelistrikan
18. Menerapkan dasar-dasar elektronika

TEKNIK KETENAGALISTRIKAN KONSENTRASI TEKNIK INSTALASI TENAGA


3.
LISTRIK meliputi :
A. DASAR KOMPETENSI KEJURUAN
1. Menganalisis rangkaian listrik
2. Menggunakan hasil pengukuran
3. Menafsirkan gambar teknik listrik
4. Melakukan pekerjaan mekanik dasar
5. Menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3)
B. KOMPETENSI KEJURUAN
1. Memahami dasar-dasar elektronika
2. Menerapkan pengukuran komponen elektronika
3. Merawat peralatan rumah tangga listrik
4. Memperbaiki peralatan rumah tangga listrik
5. Memasang instalasi penerangan listrik bangunan sederhana
6. Memasang instalasi tenaga listrik bangunan sederhana
7. Memasang instalasi penerangan listrik bangunan bertingkat
8. Memasang instalasi tenaga listrik bangunan bertingkat
9. Memperbaiki motor listrik
10. Mengoperasikan sistem pengendali elektronik
11. Mengoperasikan peralatan pengendali daya tegangan rendah
12. Mengoperasikan sistem pengendali elektromagnetik
13. Memasang sistem pentanahan instalasi listrik
14. Merawat panel listrik dan switchgear

4. TEKNIK PEMESINAN KONSENTRASI TEKNIK PEMESINAN meliputi:


A. DASAR KOMPETENSI KEJURUAN
1. Memahami dasar kekuatan bahan dan komponen mesin
2. Memahami prinsip dasar kelistrikan dan konversi energi
3. Memahami proses dasar perlakuan logam
4. Memahami proses dasar teknik mesin
5. Menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3)
B. KOMPETENSI KEJURUAN
1. Melaksanakan penanganan material secara manual
2. Menggunakan peralatan pembandingan dan/atau alat ukur dasar
3. Mengukur dengan alat ukur mekanik presisi
4. Menggunakan perkakas tangan
5. Menggunakan perkakas bertenaga/operasi digenggam
6. Menginterpretasikan sketsa
7. Membaca gambar teknik
8. Menggunakan mesin untuk operasi dasar
9. Melakukan pekerjaan dengan mesin bubut
10. Melakukan pekerjaan dengan mesin frais
11. Melakukan pekerjaan dengan mesin gerinda
12. Menggunakan mesin bubut (kompleks)
13. Memfrais (kompleks)
14. Menggerinda pahat dan alat potong
15. Mengeset mesin dan program mesin NC/CNC (dasar)
16. Memprogram mesin NC/CNC (dasar)
17. Mengoperasikan mesin NC/CNC (Dasar)

5. TEKNIK OTOMOTIF KONSENTRASI TEKNIK KENDARAAN RINGAN meliputi :


A. DASAR KOMPETENSI KEJURUAN
1. Memahami dasar-dasar mesin
2. Memahami proses-proses dasar pembentukan logam
3. Menjelaskan proses-proses mesin konversi energi
4. Menginterpretasikan gambar teknik
5. Menggunakan peralatan dan perlengkapan di tempat kerja
6. Menggunakan alat-alat ukur (measuring tools)
Menerapkan prosedur keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan tempat kerja
B. KOMPETENSI KEJURUAN
1. Memperbaiki sistem hidrolik dan kompresor udara
2. Melaksanakan prosedur pengelasan, pematrian, pemotongan dengan panas dan
pemanasan
3. Melakukan overhaul sistem pendingin dan komponen komponennya
4. Memelihara/servis sistem bahan bakar bensin
5. Memperbaiki sistem injeksi bahan bakar diesel
6. Memeliharaan/servis engine dan komponen-komponen-nya
7. Memperbaiki unit kopling dan komponen-komponen sistem pengoperasian
8. Memelihara transmisi
9. Memelihara unit final drive/gardan
10. Memperbaiki poros penggerak roda
11. Memperbaiki roda dan ban
12. Memperbaiki sistem rem
13. Memperbaiki sistem kemudi
14. Memperbaiki sistem suspensi
15. Memelihara baterai
16. Memperbaiki kerusakan ringan pada rangkaian/ sistem kelistrikan, pengaman dan
kelengkapan tambahan
17. Memperbaiki sistem pengapian
18. Memperbaiki sistim starter dan pengisian
19. Memelihara/servis sistem AC (Air Conditioner)

6. TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN meliputi :


A. DASAR KOMPETENSI KEJURUAN
1. Merakit personal computer
2. Melakukan instalasi sistem operasi dasar
3. Menerapkan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH)
B. KOMPETENSI KEJURUAN
1. Menerapkan teknik elektronika analog dan digital dasar
2. Menerapkan fungsi peripheral dan instalasi PC
3. Mendiagnosis permasalahan pengoperasian PC dan periferal
4. Melakukan perbaikan dan/ atau setting ulang sistem PC
5. Melakukan perbaikan periferal
6. Melakukan perawatan PC
7. Melakukan instalasi sistem operasi berbasis graphical user interface (GUI) dan
command line interface (CLI)
8. Melakukan instalasi software
9. Melakukan instalasi perangkat jaringan lokal (Local Area Network)
10. Mendiagnosis permasalahan pengoperasian PC yang tersambung jaringan
11. Melakukan perbaikan dan/ atau setting ulang koneksi jaringan
12. Melakukan instalasi sistem operasi jaringan berbasis GUI (Graphical User
Interface) dan Text
13. Melakukan instalasi perangkat jaringan berbasis luas (Wide Area Network)
14. Mendiagnosis permasalahan perangkat yang tersambung jaringan berbasis luas
(Wide Area Network)
15. Membuat desain sistem keamanan jaringan
16. Melakukan perbaikan dan/ atau setting ulang koneksi jaringan berbasis luas
(Wide Area Network)
17. Mengadministrasi server dalam jaringan
18. Merancang bangun dan menganalisa Wide Area Network
19. Merancang web data base untuk content server
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Panduan ini dibuat untuk mempermudah pelaksanaan prakerin siswa siswi di tempat
prakerin sehingga dapat memperlancar komunikasi maupun administrasi antara sekolah dengan
dunia kerja .dengan urutan kegiatan prakerin sbb. :
Kegiatan siswa sebelum melaksanakan Prakerin
1. Siswa siswi melihat pengumuman tempat prakerin di jurusan masing-masing dengan
memperhatikan jumlah kuota dari tempat prakerin yang dituju.
2. Prakerin dilaksanakan secara kelompok dengan menunjuk seorang siswa sebagai ketua
kelompok .
3. Seluruh siswa mengajukan pendaftaran terlebih dulu di jurusan masing-masing satu
semester sebelum pelaksanaan prakerin ( disesuaikan dengan kondisi dan kuota tempat
prakerin ).
4. Pengajuan secara kolektif diperuntukkan pada dunia kerja berskala besar .
5. Seluruh siswa mendapat pembekalan dari sekolah sebelum melaksanakan prakerin melalui
pembimbing ( wali kelas , ketua jurusan dan Waka Humas ).
6. Dalam melaksanakan prakerein siswa siswi memperoleh :
a. Surat pengantar dari sekolah
b. Agenda kerja harian Prakerin
c. Panduan Prakerin siswa
Kegiatan siswa siswi ditempat Prakerin
1. Siswa datang tepat waktu sesuai dengan ketetapan, aturan dan tatatertib serta menunjukan
etos kerja yang baik dunia kerja
2. Setiap kegiatan prakerin di dunia kerja harus di catat dalam agenda harian prakerin.
3. Seluruh siswa harus proaktif ( memperkaya pengetahuan dan bahan untuk laporan ),
mampu berkomunikasi dengan laku sopan santun dan tata krama yang benar.
4. Meminta rekapitulasi nilai yang di tanda tangani dari pembimbing dunia kerja untuk
pembuatan sertifikat dari sekolah, bila waktu sudah mendekati akhir tugas prakerin, dan
tidak menutup kemungkinan bila dunia kerja memberikan (mengeluarkan) sertifikat prakerin,
lengkap dengan kompetensi yang diajarkan di dunia kerja.
5. Wajib lapor ke sekolah bila terjadi mutasi ( pindah ) tempat prakerin yang terkait dengan
kegiatan didunia kerja .
Kegiatan siswa siswi setelah melaksanakan tugas prakerin bagi siswa-siswi
1. Wajib berpamitan dan berterima kasih dengan pihak dunia kerja atas pengalaman yang
diperoleh selama melaksanakan tugas prakerin.
2. Wajib menyusun laporan sesuai dengan pedoman penyusunan laporan, satu kelompok
boleh sama, tetapi tiap siswa masing-masing membuat satu laporan yang ditanda tangani
pihak sekolah dan dari pihak dunia kerja .

B. SARAN
Kerja sama yang baik di bidang Prakerin ini mempunyai peran dan tanggung jawab yang
sama antara Sekolah dengan Dunia Kerja (Instansi, Industri dan lembaga terkait) untuk
mempersiapkan tenaga terampil dari siswa-siswi tamatan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2
Probolinggo, yang melibatkan Pokja prakerin, Ketua Program Keahlian, Wali Kelas dan guru
serta Tata Usaha, juga dari Dunia Kerja yang melibatkan Pimpinan , Staf Manager , Kepala
Bagian dan Sekesi-seksi yang ada.
Demikian panduan ini kami buat untuk dijadikan dasar kerja sama antara sekolah SMK
Negeri 2 Probolinggo dengan institusi / Industri pasangan dalam kegiatan Pendidikan Sistem
Ganda ( PSG ) atau Praktik Kerja Industri ( Prakerin ).

Kepala

Drs. SUNARDI, MM
NIP. 19640217 198903 1 009
LAMPIRAN
PETUNJUK PENYUSUNAN LAPORAN PRAKERIN

I. SISTEMATIKA PENYUSUNAN LAPORAN

A. Kerangka laporan praktik kerja industri adalah :


1. Halaman judul
2. Halaman persetujuan
3. Halaman pengesahan
4. Kata pengantar
5. Daftar isi
6. Materi laporan prakerin
7. Lampiran lampiran
8. Daftar pustaka ( bila menggunakan )

B. Materi laporan Prakerin terdiri atas :

1. BAB I Pendahuluan isi tentang :

1.1. Latar belakang


1.2. Tujuan Prakerin
1.3. Ruang Lingkup Kerja
1.4. Sejarah singkat perusahaan
1.5. Visi dan Misi Perusahaan
1.6. Stuktur Organisasi Perusahaan

2. BAB II Bidang pembelajaran di tempat prakerin / Materi

2.1 Pengertian dari Mesin, alat, Benda kerja yang akan gunakan
2.2 Fungsi dari Mesin,alat, Benda kerja yang akan gunakan
2.3 Bagian-bagian dari Mesin,alat, Benda kerja yang akan gunakan
2.4 Cara mengoperasikan Mesin, alat, Benda kerja yang akan gunakan
2.5 Benda kerja yang dikerjakan dan bagaimana cara yang mengerjakan

3. BAB III Penutup berisi kesimpulan dan saran

3.1. Kesimpulan berisi tentang pengalaman siswa di tempat prakerin dan


mensinkronkan hasil pembelajaran di sekolah dengan di tempat prakerin
selama melaksanakan prakerin .
3.2. Saran berisi tentang sesuatu yang perlu disampaikan ke sekolah sebagai
bahan pertimbangkan untuk ditindaklanjuti terkait dengan pembelajaran di
tempat prakerin untuk perbaikan kegiatan prakerin dimasa yang akan datang.
II. PERBANDINGAN MATERI LAPORAN

a. Pendahuluan isi materi = 10 %


b. Inti laporan isi materi = 80 %
c. Penutup isi materi = 10 %

III. TEKNIK PENGETIKAN DAN PENYAJIAN

A. Pengetikan
1. laporan diketik dengan jarak 1,5 spasi
2. kertas yang digunakan HVS Folio 70 gr
3. batas pengetikan dari setiap tepi :
- dari sisi atas berjarak = 4 Cm
- dari sisi bawah = 3 Cm
- dari sisi samping kanan = 2 Cm
- dari sisi samping kiri = 4 Cm

B. Penyajian

1 Halaman persiapan menggunakan angka romawi kecilpada bagian tengan halaman.


- halaman sampul dalam = i
- halaman persetujuan = ii
- halaman pengesahan = iii
- halaman kata pengantar = iv
- halaman daftar isi = v
- halaman daftar lampiran = vi

2 Halaman inti / pokok dari BAB I s/d Penutup menggunakan angka biasa yaitu : 1,2,3
dst. Diketik dibagian bawah kanan dengan jarak 3 cm dari tepi samping kanan bawah
, tanpa titik atau tanda-tanda yang lain.

3 Penulisan angka dan huruf


a. Pada penulisan kalimat yang menunjukan jumlah , tidak boleh di tulis dengan
angka
misal : ....... delapan tahun yang lalu ........tidak ditulis 8 tahun yang lalu
.......... seratus orang karyawan ........ tidak ditulis 100 orang karyawan
b. Penulisan angka ditengah dan di akhir
misal : ............. tanggal 15 Juli 2007 .............
............ Rp. 50.000.000 ,- .................

4 Penulisan rumus dapat mengikuti tanda-tanda atau kode sesuai program keahliannya.
5 Angka romawi besar digunakan pada nomor Bab dan periode
Contoh : BAB I, BAB II, Periode IV, Tahap X dan sebagainya.

C. Memotong kata :

Hindarkan sejauh mungkin pemotongan kata, apabila dipandang perlu memotong kata
harus berpedoman pada ejaan yang disempurnakan.

D. Tata cara mengambil kutipan dari sumber lain :

1. Pada dasarnya kutipan harus sama dengan teks aslinya, baik mengenai susunankata,
ejaan maupun tanda bacanya.
2. Kutipan panjangnya lebih dari 3 baris atau lebih diketik berspasi satu. Dan
pengetikannya dimulai 5 spasi ke dalam dari batas kiri kertas. Kutipan yang lebih dari
3 baris tidak perlu diberi tanda kutip.

E. Lain-l ain

1. Laporan hendaknya dijilid dan diurutkan sesuai dengan kerangka laporan


2. Setiap siswa mengumpulkan :
a. 1 (satu) laporan untuk dunia usaha / industri
b. 1 (satu) laporan untuk sekolah
3. Siswa yang melaksanakan Prakerin dengan kelompok, maka isi laporan boleh sama,
tetapi penyerahannya seperti pada butir 2
4. Laporan diserahkan ke sekolah paling lambat akhir bulan 1 (satu) bulan setelah siswa
selesai melaksanakan prakerin .
5. Pelaksanaan Prakerin setiap tahun pada bulan juni s/d September (pada kondisi
tertentu waktu pelaksanaan menyesuaikan dengan keadaan dunia industri / dunia
usaha oleh siswa siswi tingkat dua yang naik ke tingkat tiga pada tahun pembelajaran
yang berlaku saat itu.
JURNAL HARIAN
KEGIATAN PRAKERIN SISWA

Paraf
No Tanggal Jenis Kegiatan Uraian Kegiatan
Pembimbing
PEMERINTAH KOTA PROBOLINGGO Nomor : 423 / / 425.103.8.2/2015
DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 2
Jl. Mastrip 153 Telp. (0335) 421324 PROBOLINGGO 67213

Diberikan kepada :
..
NIS.
Program Keahlian ..........................................

Telah Melaksanakan Praktek Kerja Industri (Prakerin)


Pada tanggal 23 Pebruari 201 30 Mei 2015 (Pola 840 jam) di :
Probolinggo,..
Kepala

Foto
3x4
Drs. SUNARDI, MM
NIP.19640217 198903 1 009
MATERI PROGRAM PELATIHAN
NAMA :
NO. INDUK : .TMO
No MATERI Rata-rata KETERANGAN
A. Normatif Kualifikasi Nilai :
1. Disiplin Waktu 9.50 Normatif
2. Inisiatif Kerja 8.50 Untuk penilaian Normatif penilaian
3. Perilaku 9.50 dilaksanakan selama masa pelaksanaan
4. Tanggung Jawab 9.50 Prakerin
5. Kerjasama 9.50
Total / Nilai rata-rata ( NN ) 9.30
B. Kompetensi Praktek Kompetensi Praktek / Laporan
1. Teknik Gambar Bangunan Lihat Halaman 6 ( Kompeten ) : 9,50 10,00
2. Teknik Elektronika Industri Lihat Halaman 7 ( Kompeten ) : 8,50 9,49
3. Teknik Instalasi Tenaga Listrik Lihat Halaman 8 9.50 ( Kompeten ) : 7,60 8,49
4. Teknik Pemesinan Lihat Halaman 9 ( Tidak Kompeten ) : 0,00 7,59
5. Teknik Kendaraan Ringan Lihat Halaman 10
6. Teknik Komputer dan Jaringan Lihat Halaman 11 Nilai akhir : ( NN + NKP + Nilai Laporan)
7. Teknik Ototronik Lihat Halaman 12 3
8. NN : Nilai Normatif
C. Laporan Prakerin 8.00 NKP : Nilai Kompetensi Praktek
Total / Nilai rata-rata 8.93 NLp : Nilai Laporan
Mengeta Pembimbing

..
TATA TERTIB SISWA / PESERTA PRAKERIN
SMK NEGERI 2 KOTA PROBOLINGGO
1. Kewajiban Siswa :

a. Mematuhi peraturan yang berlaku dalam institusi dimana Prakerin dilaksanakan


b. Berada di tempat Prakerin 15 menit sebelum jam kerja dimulai
c. Sopan, jujur bertanggung jawab berinisiatif serta kreatif terhadap tugas yang diberikan
d. Menggunakan seragam sekolah lengkap dengan atributnya dan dalam hal tertentu memakai
pakaian praktek / pakaian kerja.
e. Memberi salam waktu dating dan mohon diri pada saat meninggalkan tempat / pulang
f. Memberitahu kepada pembimbing / pembimbing institusi apabila berhalangan hadir atau
bermaksud meninggalkan tempat karena suatu kepentingan.
g. Memberitahu dengan segera kepada pembimbing, ketua kelompok atau petugas yang
ditunjuk apabila menemui kesulitan
h. Mentaati peraturan atau petunjuk dalam menggunakan peralatan dan bahan
i. Melaporkan dengan segera kepada pembimbing atau petugas yang ditunjuk apabila terjadi
kerusakan atau kesalahan mengambil bahan / alat.
j. Membersihkan tempat kerja dan mengatur kembali peralatan bila meninggalkan tempat.
k. Menerima, mengisi dan menyerahkan kembali jurnal kegiatan Prakerin
l. Membuat laporan Prakerin sebanyak rangkap 2 (dua) untuk industri dan sekolah. Adapun
cara pembuatan laporan tersebut terlampir.

2. Larangan Siswa :
a. Merokok di tempat kerja
b. Menggunakan pesawat telpon perusahaan / tempat prakerin tanpa seijin dari petugas
c. Menerima tamu pribadi pada saat praktek kerja
d. Pindah tempat Prakerin, kecuali atas perintah yang berwenang mengatur penempatan
kegiatan prakerin

3. Sanksi-sanksi:
Pelanggaran pelanggaran terhadap tata tertib ini akan dikenakan sanksi berikut ini :
a. Peringatan secara lisan
b. Peringatan secara tertulis
c. Dikeluarkan dari institusi / tempat Prakerin dan diserahkan kembali ke sekolah
d. Dikembalikan ke orang tua (di keluarkan dari SMK Negeri 2 kota probolinggo)
4. Catatan :
a. Pada prinsipnya pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh siswa secara perseorangan
maupun kelompok akan merusak almamater sekolah dan merugikan siswa lain maupun untuk
periode angkatan siswa berikutnya yang akan melaksanakan Prakerin di tempat tersebut.
Oleh karena itu berhati-hatilah dalam bertindak dan bertutur kata, Jagalah tata tertib dan
sopan santun selama melaksanakan prakerin.
b. Hal-hal yang belum tertulis dalam tata tertib ini akan diatur dan ditetapkan kemudian, dengan
pertimbangan situasi dan kondisi lingkungan dimana siswa melaksanakan Prakerin.

Probolinggo,
Kepala SMK Negeri 2

Drs. SUNARDI, MM
NIP. 19640217 198903 1 009