Anda di halaman 1dari 12

CONTOH SOAL PERHITUNGAN PRODUK

1. WADIAH
Berdasarkan hasil observasi di bank muamalat, hanya terdapat produk giro wadiah
tanpa mendapatkan bonus, karena berdasarkan konsep giro wadiah yad-dhamanah, bank tidak
diharuskan memberikan bonus atas dana titipan tsb Ssedangkan di bank syariah mandiri, haya
ada produk giro mudharabah dengan nisbah bagi hasil 25:75.
Rumus yang digunakan dalam memperhitungkan bonus giro wadiah adalah sebagai berikut:
1. Bonus wadiah atas dasar saldo terendah, yakni tarif bonus wadiah dikalikan dengan saldo rata-
rata harian bulan yang bersangkutan.
2. Bonus wadiah atas dasar saldo rat-rata harian, yakni tarif bonus wadiah dikalikan dengan saldo
rata-rata harian bulan yang bersangakutan.
3. Bonus wadiah atas dasar saldo harian, yakni tariff bonus wadiah dikalikan dengan saldo harian
yang bersangkutan dikali hari efektif.
Dalam memperhitungkan pemberian bonus wadiah tersebut, hal-hal yang harus diperhatikan
adalah:
1. Tarif bonus wadiah merupakan besarnya tariff yang diberikan bank sesuai ketentuan.
2. Saldo terendah adalah saldo terendah dalam satu bulan.
3. Saldo rata-rata harian adalah total saldo dalam satu bulan dibagi hari bagi hasil sebenarnya
menurut kalender.
4. Saldo harian adalah saldo pada akhir hari.
5. Hari efektif adalah hari kalender tidak termasuk hari tanggal pembukuan atau tanggal
pembukuan atau tanggal penutupan, tapi termasuk hari tanggal tutup buku.
6. Dana giro mengendap kurang dari satu bulan karena rekening baru dibuka awal bulan atau
ditutup tidak pada akhir bulan tidak mendapatkan bonus wadiah, kecuali apabila perhitungan
bonus wadiahnya atas dasar saldo harian.
Ketentuan teknis giro:
Sebagaimana lazimnya, pembukuan rekening giro memiliki syarat-syarat bank teknis,
misalnya fotokopi identitas (KTP), Nomor Pokok Wajib Pajak, Akte Pendirian
Perusahaan/Yayasan, dan sebagainya. Demikian pula sifat-sifatnya, seperti kewajiban bank
dalam membayarnya yang tidak lebih dari tujuh puluh hari, saldi minimum, ketentuan
pemindahan dana, harus ada cek sebagai medianya, dsb.
Contoh rekening giro Wadiah :
Tn. Baris memiliki rekening giro wadiah di Bank Muamalat Sungailat dengan saldo rata-rata
pada bulan Mei 2002 adalah Rp 1.000.000,-. Bonus yang diberikan BMS kepada nasabah
adalah 30% dengan saldo rata-rata minimal Rp 500.000,-. Diasumsikan total dana giro wadiah
di BMS adalah Rp 500.000.000,-. Pendapatan BMS dari penggunaan giro wadiah adalah Rp
20.000.000,-Pertanyaan : Berapa bonus yang diterima oleh Tn. Baris pada akhir bulan Mei
2002.
Jawab:
Bonus yang diterima = Rp. 1000.000 x Rp. 20.000.000 x 30%
Rp.500.000.000
= Rp 12.000
Bank syariah sentosa menyalurkan pembiayaan sebesar Rp.600.000.000 dengan keuntungan
dari pembiayaan tsb adalah sebesar Rp16.000.000. jika pak hasan adalah salah satu nasabah
yang memiliki giro di bank tersebut senilai Rp.25.000.000. dimana nisbah bagi hasil untuk
jenis giro adalah 20:80.dengan bobot giro 0,91. Berapakah pendapatan yang diterima oleh pak
hasan:
Jawab:
Pembiyaan= Rp.600.000.000
Total pendapatan=Rp.16.000.000
Jenis Saldo akhir Bobo Saldo Distribusi Nisbah Bagi hasil % PA
produk bulan t tertimbang pendapatan untuk nasabah per 7=(6/1)x12100
1 2 3=12 /jenis nasaba produk %
4=(3/3)x4 h 6=45
5
A. Giro Rp.100.000.0 0.91 Rp.91.000.00 Rp.2.600.00 20% Rp.520.000 6%
B. Tabunga 00 0.92 0 Rp.5.257.143 65% Rp.3.417.143 21%
n Rp.200.000.0 0.95 Rp.184.000.0 Rp.4.071.429 70% Rp.2.850.000 23%
C. Deposito 00 0.95 00 Rp.678.571 75% Rp.508.929 24%
1 bulan Rp.150.000.0 0.95 Rp.142.500.0 Rp.2.035.714 80% Rp.1.628571 26%
3 bulan 00 0.95 00 Rp.1.357.143 85% Rp.1.153.571 28%
6 bulan Rp.25.000.00 Rp.23.750.00
12 0 0
bulan Rp.75.000.00 Rp.71.250.00
0 0
Rp.50.000.00 Rp.47.500.00
0 0
jumlah Rp.600.000 Rp.560.000.0 Rp.16.000.00 Rp.10.078.21
00 0 4
Bagi hasil yang diperoleh pak hasan per tahunnya adalah:
Rp 25.000.0006% = Rp.1.500.000,
2. MUDHARABAH
Pengertian AI-mudharabah adalah akad kerja sama antara dua pihak, di mana pihak
pertama menyediakan seluruh modal dan pihak lain menjadi pengelola. Keuntungan dibagi
menurut kesepakatan yang dituangkan dalam kontrak. Apabila rugi maka akan ditanggung
pemilik modal selama kerugian itu bukan akibat dari kelalaian si pengelola. Apabila kerugian
diakibatkan kelalaian pengelola, maka si pengelolalah yang bertanggung jawab.
mudharabah muthlaqah merupakan kerja sama antara pihak pertama dan pihak lain
yang cakupannya lebih luas. Maksudnya tidak dibatasi oleh waktu, spesifikasi usaha dan
daerah bisnis.
mudharabah muqayyadah merupakan kebalikan dari mudharabah muthlaqah di mana pihak
lain dibatasi oleh waktu spesifikasi usaha dan daerah bisnis.

Tn. Derani memiliki tabungan di Bank Syariah Pangkal Pinang. Pada bulan juni 2002 Saldo
rata-rata tabungan Tn. Derani adalah sebesar Rp 10.000.000,-. Perbandingan bagi hasil (nisbah)
antara Bank Syariah Pangkal Pinang dengan deposan adalah 40%:60%. Saldo rata-rata
tabungan per-bulan di seluruh Bank Syariah Pangkal Pinang adalah Rp 10.000.000.000,-
. Kemudian pendapatan Bank Syariah Pangkal Pinang yang dibagihasilkan adalah
Rp 40.000.000,-.
Pertanyaan : Berapa keuntungan Tn. Derani pada bulan yang bersangkutan.
Jawab :

Rp 10.000.000,-

Keuntungan = x Rp 40.000.000,- x 60 %
Tn. Derani Rp 10.000.000.000,- (sebelum dipotong pajak)

= Rp 24.000,-
Contoh Perhitungan Keuntungan Deposito Mudharabah :
Tn. Rahman Hakim memiliki deposito sebesar Rp 100.000.000, untuk jangka waktu 1 bulan
di Bank Syariah Belinyu. Bagi hasil (nisbah) antara Bank Syariah Belinyu dengan nasabah
adalah 45%:55%. Saldo rata-rata deposito per bulan di Bank Syariah Belinyu adalah
Rp 10.000.000.000,-. Kemudian pendapatan yang dibagihasilkan di Bank Syariah Belinyu
adalah Rp 500.000.000, -.
Pertanyaan : Berapa keuntungan Tn. Rahman Hakim dari nisbah yang ditetapkan.

Jawab:
Rp 100.000.000,-

Keuntungan = x Rp 500.000.000,- x 55%


nasabah Rp 10.000.000.000,- (sebelum dipotong pajak)

= Rp 2.750.000,-
Bank Jayen Syariah (BJS) melakukan kerjasama bisnis dengan Bapak Irfa, seorang pedagang
buku di Pasar Shoping Yogyakarta menggunakan akad mudharabah (BJS sebagai pemilik dana
dan Irfa sebagai pengelola dana). BJS memberikan modal kepada Irfa sebesar Rp 10.000.000
sebagai modal usaha pada Tanggal 1 Januari 2009 dengan nisbah bagi hasil BJS : Irfa = 30% :
70%. Pada tanggal 31 pebruari 2009, Irfa memberikan Laporan Laba Rugi penjualan buku
sebagai berikut:
Penjualan Rp 1.000.000
Harga Pokok Penjualan (Rp 700.000)
Laba Kotor Rp 300.000
Biaya-biaya Rp 100.000
Laba bersih Rp 200.000
Hitunglah pendapatan yang diperoleh BJS dan Irfa dari kerjasama bisnis tersebut pada tanggal
31 Pebruari 2009 bila kesepakan pembagian bagi hasil tersebut menggunakan metode:
a. Profit sharing
b. Revenue sharing
Jawab:
a. Profit sharing
Bank Syariah : 30% x Rp 200.000 (Laba bersih) = Rp 60.000
Irfa : 70% x Rp 200.000 = Rp 140.000
b. Revenue sharing
Bank Syariah : 30% x Rp 300.000 (Laba Kotor) = Rp 90.000
Irfa : 70% x Rp 300.000 = Rp 210.000
3. MURABAHAH
a. Seorang Pengusaha bermaksud untuk membeli property berupa ruko dan sebuah Villa yang terletak di Kota
Tangerang dan BSD, harga Ruko yang ditawarkan adalah senilai Rp 800 juta dan harga villa yang ditawarkan
senilai Rp 500 juta. Nasabah adalah seorang pengusaha dengan penghasilan bersih setiap bulannya sebesar Rp
40 juta. Apabila nasabah memiliki uang muka senilai Rp 400 juta dan datang ke Bank Syariah ABC untuk
mengajukan pembiayaan, uraikanlah: Bagaimana struktur pembiayaan termasuk jangka waktu pembiayaan yang
dapat diberikan nepada nasabah tersebut ?
b. Berapa pembiayaan yang dapat diberikan oleh Bank Syariah ABC ?
c. Berapa angsuran yang harus dibayarkan nasabah kepada Bank apabila price yang ditawarkan oleh Bank setara
dengan 14,75% eff pa ? setara berapakah price yang ditawarkan Bank apabila dikonversi menjadi flat dan total
keuntungan yang akan diperoleh Bank selama 10 tahun tersebut ?
Jawab:
Dengan penghasilan bersih nasabah sebesar Rp 40 juta per bulan dan penetapatan DSR (Debt Service Ratio)
maksimum 40%, maka maksimum kewajiban nasabah kepada pihak lain (dalam hal ini Bank) aalah sebesar Rp
16 juta/bulan.
Berdasarkan data maksimum kewajiban nasabah tersebut maka struktur pembiayaan yang dapat diberikan kepada
nasabah adalah jenis pembiayaan Al-Murabahah dengan skema pembiayaan dengan jangka waktu 10 tahun
sebagai berikut:
Harga Beli Ruko dan Villa: Rp 1.300.000.000,00
Margin Keuntungan Bank: Rp 825.920.152,39
Harga Jual Bank: Rp 2.125.920.152,39
Angsuran Pendahuluan: Rp 400.000.000,00
Sisa Angsuran: Rp 1.725.920.152,39
Angsuran per bulan: Rp 14.382.667,94
Pembiayaan Bank: Rp 900.000.000,00 Bank mengambil keuntungan sebesar 63,53% dari harga beli awal, dan
setara dengan 9,18% flat pa.
4. MUSYARAKAH
Nasabah Bank ABC mengajukan pembiayaan Pengembangan software ADLC dari sebuah perusahaan
Telekomunikasi terkemuka di Indonesia, PT XYZ. Total Nilai proyek yang akan dikerjakan adalah sebesar Rp
2.970.000.00, termasuk PPN 10%. Berdasarkan perhitungan kebutuhan modal kerja, nasabah membutuhkan MK
sebesar Rp 1.744.947.500. Bank memiliki aturan untuk memberikan share pembiayaan maksimum 70% dari
kebutuhan pembiayaan. Berdasarkan proyeksi cashflow nasabah penarikan modal kerja dilakukan secara
bertahap (sesuai tabel) dan pembayaran dari Bouwheer dilakukan berdasarkan progress penyelesaian pekerjaan
sesuai dengan kontrak (terlampir dalam tabel)
Pertanyaan:
a. Berapakah pembiayaan yang dapat diberikan oleh Bank dan dana yang harus dipersiapkan nasabah (dengan
angka pembulatan 7 digit ke bawah ) ?
b. Bagaimana proyeksi pembayaran bagi hasil dari nasabah dan berapa besar nisbah yang harus dibayar nasabah
jika ekspektasi return yang diharapkan oleh Bank adalah setara dengan 14,5% pa ? Adakah perbedaan dengan
perhitungan bunga yang dihitung setiap bulan sesuai dana bank yg digunakan oleh nasabah ?
Jawab:
a. Pembiayaan yang dapat diberikan oleh Bank ABC adalah senilai Rp 1.744.947.500 x 70% = Rp 1.221.463.250,-
atau dibulatkan ke bawah menjadi Rp 1.220.000.000,00
b. Menghitung nisbah bagi hasil didasarkan atas pendapatan nett nasabah setelah mengeluarkan PPN, sehingga
pendapatan nett nasabah adalah sebesar Rp 2.700.000.000,00
Proyeksi pembayaran bagi hasil dihitung berdasarkan ekspekatasi return yang diinginkan oleh Bank setara 14,5%
pa dengan model dropping pembiayaan secara bertahap sesuai tabel dan juga schedule pembayaran dari
Bouwheer secara bertahap sesuai dengan progress penyelesaian proyek. Proyeksi pencairan pembiayaan secara
bertahap ini diperoleh dari proyeksi cashflow proyek nasabah sehingga besaran pembiayan yang diberikan benar-
benar langsung secara produktif dugunakan atas proyek yang dibiayai secara musyarakah ini.
Setiap pencairan pembiayaan, nasabah pun memasukkan share atau dana syirkah bagian nasabah untuk
kemudian digunakan oleh nasabah guna membiayai proyek tersebut, dalam hal ini sekitar 70% share bank dan
30% share nasabah.
Penurunan pokok pembiayaan dilakukan secara proporsional sesuai dengan progress pembayaran dengan
memperhitungkan prosentase Modal Kerja atas Pendapatan yang diperoleh nasabah dalam proyek ini (sebesar
rata-rata 65%) dengan perhitungan
= MK/NP(nilai Proyek)
= 1.744.947.500 / 2.700.000.000,-
= 64,63% atau dibulatkan menjadi 65%
Pada pembayaran tahap 1 sebesar Rp 540 juta (20% dari nett nilai kontrak), maka pokok turun sebesar Rp 540
juta x 70% x 65% = Rp 245.700.000,- Sisa dana yang masuk sebagian menjadi bagian keuntungan Bank dan
Nasabah dan sebagian sebagai pengembalian share pokok nasabah, sehingga nasabah dapat memanfaatkan
dana tersebut untuk proyek lainnya.
Berdasarkan schedule proyeksi penyelesaian proyek, return yang diharapkan oleh Bank ABC atas pembiayaan ini
sampai dengan akhir adalah sebesar Rp 75.885.750,-, sehingga nisbah bagi hasil antara Bank ABC dengan
nasabah berdasarkan revenue sharing adalah 2,81% untuk Bank dan 97,19% untuk nasabah.
Prosentase pembayaran nisbah pada pembayaran tahap selanjutnya tetap sama mengingat jumlah porsi
pembiayaan sama-sama turun secara proporsional. Terlihat perbedaan jumlah pembayaran nisbah dengan
perhitungan bunga bulanan setara 14,5% meskipun secara total pembayaran yg diterima memiliki nilai/jumlah yg
sama.

Contoh Perhitungan Murabahah, Musyarakah dan Ijarah


I. MURABAHAH

Seorang Pengusaha bermaksud untuk membeli property berupa ruko dan sebuah Villa yang terletak
di Kota Tangerang dan BSD, harga Ruko yang ditawarkan adalah senilai Rp 800 juta dan harga villa
yang ditawarkan senilai Rp 500 juta. Nasabah adalah seorang pengusaha dengan penghasilan bersih
setiap bulannya sebesar Rp 40 juta. Apabila nasabah memiliki uang muka senilai Rp 400 juta dan
datang ke Bank Syariah ABC untuk mengajukan pembiayaan, uraikanlah:
a. Bagaimana struktur pembiayaan termasuk jangka waktu pembiayaan yang dapat diberikan nepada
nasabah tersebut ?
b. Berapa pembiayaan yang dapat diberikan oleh Bank Syariah ABC ?
c. Berapa angsuran yang harus dibayarkan nasabah kepada Bank apabila price yang ditawarkan oleh
Bank setara dengan 14,75% eff pa ? setara berapakah price yang ditawarkan Bank apabila
dikonversi menjadi flat dan total keuntungan yang akan diperoleh Bank selama 10 tahun tersebut ?

Jawab:
Dengan penghasilan bersih nasabah sebesar Rp 40 juta per bulan dan penetapatan DSR (Debt
Service Ratio) maksimum 40%, maka maksimum kewajiban nasabah kepada pihak lain (dalam hal ini
Bank) aalah sebesar Rp 16 juta/bulan.

Berdasarkan data maksimum kewajiban nasabah tersebut maka struktur pembiayaan yang dapat
diberikan kepada nasabah adalah jenis pembiayaan Al-Murabahah dengan skema pembiayaan
dengan jangka waktu 10 tahun sebagai berikut:
Harga Beli Ruko dan Villa: Rp 1.300.000.000,00
Margin Keuntungan Bank: Rp 825.920.152,39
Harga Jual Bank: Rp 2.125.920.152,39
Angsuran Pendahuluan: Rp 400.000.000,00
Sisa Angsuran: Rp 1.725.920.152,39
Angsuran per bulan: Rp 14.382.667,94
Pembiayaan Bank: Rp 900.000.000,00

Bank mengambil keuntungan sebesar 63,53% dari harga beli awal, dan setara dengan 9,18% flat pa.

II. MUSYARAKAH

Nasabah Bank ABC mengajukan pembiayaan Pengembangan software ADLC dari sebuah
perusahaan Telekomunikasi terkemuka di Indonesia, PT XYZ. Total Nilai proyek yang akan
dikerjakan adalah sebesar Rp 2.970.000.00, termasuk PPN 10%. Berdasarkan perhitungan
kebutuhan modal kerja, nasabah membutuhkan MK sebesar Rp 1.744.947.500. Bank memiliki aturan
untuk memberikan share pembiayaan maksimum 70% dari kebutuhan pembiayaan. Berdasarkan
proyeksi cashflow nasabah penarikan modal kerja dilakukan secara bertahap (sesuai tabel) dan
pembayaran dari Bouwheer dilakukan berdasarkan progress penyelesaian pekerjaan sesuai dengan
kontrak (terlampir dalam tabel)
Pertanyaan:

a. Berapakah pembiayaan yang dapat diberikan oleh Bank dan dana yang harus dipersiapkan
nasabah (dengan angka pembulatan 7 digit ke bawah ) ?
b. Bagaimana proyeksi pembayaran bagi hasil dari nasabah dan berapa besar nisbah yang harus
dibayar nasabah jika ekspektasi return yang diharapkan oleh Bank adalah setara dengan 14,5% pa ?
Adakah perbedaan dengan perhitungan bunga yang dihitung setiap bulan sesuai dana bank yg
digunakan oleh nasabah ?

Jawab:

a. Pembiayaan yang dapat diberikan oleh Bank ABC adalah senilai Rp 1.744.947.500 x 70% = Rp
1.221.463.250,- atau dibulatkan ke bawah menjadi Rp 1.220.000.000,00
b. Menghitung nisbah bagi hasil didasarkan atas pendapatan nett nasabah setelah mengeluarkan
PPN, sehingga pendapatan nett nasabah adalah sebesar Rp 2.700.000.000,00

Proyeksi pembayaran bagi hasil dihitung berdasarkan ekspekatasi return yang diinginkan oleh Bank
setara 14,5% pa dengan model dropping pembiayaan secara bertahap sesuai tabel dan juga
schedule pembayaran dari Bouwheer secara bertahap sesuai dengan progress penyelesaian proyek.
Proyeksi pencairan pembiayaan secara bertahap ini diperoleh dari proyeksi cashflow proyek nasabah
sehingga besaran pembiayan yang diberikan benar-benar langsung secara produktif dugunakan atas
proyek yang dibiayai secara musyarakah ini.

Setiap pencairan pembiayaan, nasabah pun memasukkan share atau dana syirkah bagian nasabah
untuk kemudian digunakan oleh nasabah guna membiayai proyek tersebut, dalam hal ini sekitar 70%
share bank dan 30% share nasabah.

Penurunan pokok pembiayaan dilakukan secara proporsional sesuai dengan progress pembayaran
dengan memperhitungkan prosentase Modal Kerja atas Pendapatan yang diperoleh nasabah dalam
proyek ini (sebesar rata-rata 65%) dengan perhitungan
= MK/NP(nilai Proyek)
= 1.744.947.500 / 2.700.000.000,-
= 64,63% atau dibulatkan menjadi 65%
Pada pembayaran tahap 1 sebesar Rp 540 juta (20% dari nett nilai kontrak), maka pokok turun
sebesar Rp 540 juta x 70% x 65% = Rp 245.700.000,-
Sisa dana yang masuk sebagian menjadi bagian keuntungan Bank dan Nasabah dan sebagian
sebagai pengembalian share pokok nasabah, sehingga nasabah dapat memanfaatkan dana tersebut
untuk proyek lainnya.

Berdasarkan schedule proyeksi penyelesaian proyek, return yang diharapkan oleh Bank ABC atas
pembiayaan ini sampai dengan akhir adalah sebesar Rp 75.885.750,-, sehingga nisbah bagi hasil
antara Bank ABC dengan nasabah berdasarkan revenue sharing adalah 2,81% untuk Bank dan
97,19% untuk nasabah.
Prosentase pembayaran nisbah pada pembayaran tahap selanjutnya tetap sama mengingat jumlah
porsi pembiayaan sama-sama turun secara proporsional.
Terlihat perbedaan jumlah pembayaran nisbah dengan perhitungan bunga bulanan setara 14,5%
meskipun secara total pembayaran yg diterima memiliki nilai/jumlah yg sama.

III. IJARAH

Haji Sabar bermaksud untuk memiliki mobil Avanza tipe G seharga Rp 140 juta. Saat ini dana yang
dimiliki oleh Haji Sabar sungguh terbatas sehingga tidak bisa memberikan uang muka di awal
pembelian. Haji Sabar baru memperkirakan akan memiliki dana untuk dapat memiliki mobil tersebut
di akhir tahun ketiga. Haji Sabar datang ke Bank dan Bank menawarkan untuk memberikan skim
pembiayaan Ijarah dengan opsi membeli barang yang disewa di akhir.

a. Bagaimana skema pembiayaan yang akan diberikan Bank kepada Haji sabar ?
b. Apabila Bank mengenakan sewa sebesar Rp 3.200.000,00 setiap bulan untuk jangka waktu 36
bulan, berapa keuntungan sewa yang diperoleh Bank apabila seluruh biaya perawatan dan yang
lainnya menjadi beban nasabah dan Mobil disusutkan selama jangka waktu 5 tahun (menggunakan
metode penyusutan garis lurus) ?
c. Apabila saat opsi beli kepada nasabah diberikan harga 65 juta sehingga mobil menjadi milik
nasabah di tahun ke-3, berapa total keuntungan dan prosentasenya yang diperoleh Bank ?

Jawab:
Skema pembiayaan yang diberikan kepada nasabah adalah Ijarah dengan opsi beli di akhir atau
disebut Ijarah Muntahiyah bit Tamlik dengan uraian sebagai berikut:

Kendaraan yang disewakan: Avanza Type G


Harga sewa setiap bulan: Rp 3.200.000,00
Seluruh biaya perawatan dan asuransi menjadi beban nasabah

Keuntungan sewa yang diperoleh Bank


Harga sewa: Rp 3.200.000,00/bulan
Penyusutan kendaraan setiap bulan: Rp 2.333.333,33/bulan
Keuntungan Bank setiap bulan: Rp 866.666,67/bulan
Keuntungan setara 27% per bulan selama 3 tahun
Apabila dibeli di akhir periode senilai Rp 65 juta, maka total keuntungan yang diperoleh Bank adalah
sebagai berikut:
Pendapatan sewa 3 tahun: Rp 115.200.000,00
Penyusutan Kendaraan selama 3 tahun: Rp 84.000.000,00
Keuntungan atas selisih sewa dan Peny.: Rp 31.200.000,00

Pembelian Kendaraan di akhir: Rp 65.000.000,00


Nilai sisa kendaraan: Rp 56.000.000,00
Keuntungan penjualan di akhir: Rp 9.000.000,00

Grand total keunt. yg diperoleh Bank: Rp 40.200.000,00


Setara dengan 28,7% selama 3 tahun atau 9,57% per tahun

Konvensional

Contoh Soal 1
Setelah 9 bulan uang tabungan Susi di koperasi berjumlah Rp 3.815.000.
Koperasi memberi jasa simpanan berupa bunga 12% per tahun. Berapa
tabungan awal Susi di koperasi

Penyelesaian:
Missal:
Tabungan awal = M
Persentase = p
Tahun = a

Karena bunganya pertahun maka:


9 bulan = 9/12 tahun = tahun, jadi:
a = tahun

Ingat rumusnya:
Bunga = a . p . M
Bunga = . 12% . M
Bunga = 9M%
Bunga = 9M/100

Tabungan akhir = bunga + M


3.815.000 = (9M/100) + M
3.815.000 = (9M/100) + (100M/100)
3.815.000 = 109M/100
M = 3.815.000 . 100/109
M = 3.500.000

Contoh Soal 2
Ali menabung di bank sebesar Rp.2.000.000,00 dengan suku bunga
tunggal 6% pertahun. Pada saat diambil uang Ali menjadi
Rp.2.080.000,00. Lama Ali menabung adalah .
A. 6 bulan
B. 7 bulan
C. 8 bulan
D. 9 bulan

Penyelesaian:
Hal pertama yang dicari adalah bunga tabungan yang didapatkan oleh ali
selama menabung.
Bunga = tabungan akhir tabungan awal
Bunga = 2.080.000 2.000.000
Bunga = 80.000

Bunga = a . p . M
80.000 = a . 6% . 2.000.000
80.000 = a . (6/100) . 2.000.000
8 = 12a
a = 8/12 tahun = 8 bulan

Contoh Soal 3
Pak Alan meminjam uang dikoperasi sebesar Rp. 2.000.000,00 dengan
bunga 2% perbulan. Jika lama meminjam 5 bulan, besar angsuran yang
harus dibayar setiap bulan adalah .
Penyelesaian:
Bunga = p . M
Bunga = 2% . 2.000.000
Bunga = (2/100) . 2.000.000
Bunga = 40.000

Angsuran Modal = M/b


Angsuran Modal = 2.000.000/5
Angsuran Modal = 400.000

Angsuran perbulan = angsuran modal + bunga


Angsuran perbulan = 400.000 + 40.000
Angsuran perbulan = 440.000

Contoh Soal 4
Seseorang meminjam uang dikoperasi sebesar Rp. 6.000.000,00 dengan
bunga 1,5% perbulan. Jika lama meminjam 12 bulan, besar angsuran yang
harus dibayar setiap bulan adalah .

Penyelesaian:
Bunga = p . M
Bunga = 1,5% . 6.000.000
Bunga = (1,5/100) . 6.000.000
Bunga = 90.000

Angsuran Modal = M/b


Angsuran Modal = 6.000.000/12
Angsuran Modal = 500.000

Angsuran perbulan = angsuran modal + bunga


Angsuran perbulan = 500.000 + 90.000
Angsuran perbulan = 590.000
Contoh Soal 5
Sebuah bank menerapkan suku bunga 8% pertahun. Setelah 2 tahun,
tabungan Budi di bank tersebut Rp. 3.000.000. Tabungan awal Budi
adalah . . .

Penyelesaian:
Missal:
Tabungan awal = M
Persentase = p
Tahun = a

Ingat rumusnya:
Bunga = a . p . M
Bunga = 2 . 8% . M
Bunga = (5/2) . 8% . M
Bunga = 20M%
Bunga = 20M/100
Bunga = M/5

Tabungan akhir = bunga + M


3.000.000 = (M/5) + M
3.000.000 = (M/5) + (5M/5)
3.000.000 = 6M/5
M = 3.000.000 . 5/6
M = 2.500.000

Contoh Soal 6
Seseorang meminjam uang dikoperasi sebesar Rp. 400.000,00 dengan
bunga 18% pertahun. Jika lama meminjam 5 bulan, besar angsuran yang
harus dibayar setiap bulan adalah .
Penyelesaian:
Sekarang cari terlebih dahulu bunga pinjaman selama 5 bulan. Ingat 1
tahun = 12 bulan, jika a merupakan waktu meminjam maka, a = (5/12).
Bunga = a . p . M
Bunga = (5/12) . 18% . 400000
Bunga = (5/12)(18/100) . 400000
Bunga = 30.000

Bungan perbulannya yakni:


Bunga perbulan = 30.000/5 = 6000

Angsuran Modal = M/b


Angsuran Modal = 400000/5
Angsuran Modal = 80000

Angsuran perbulan = angsuran modal + bunga perbulan


Angsuran perbulan = 80000 + 6000
Angsuran perbulan = 86000
Jadi, besar angsuran yang harus dibayar setiap bulan adalah Rp. 86.000

Contoh Soal 7
Ayah menabung di bank sebesar Rp 2.100.000,00 dengan suku bunga
tunggal 8% setahun. Saat diambil. Tabungan ayah menjadi Rp
2.282.000,00. Lama ayah menabung adalah ....
A. 13 bulan
B. 14 bulan
C. 15 bulan
D. 16 bulan

Penyelesaian:
Hal pertama yang dicari adalah bunga tabungan yang didapatkan oleh ali
selama menabung.
Bunga = tabungan akhir tabungan awal
Bunga = 2.282.000 2.100.000
Bunga = 182.000

Bunga = a . p . M
182.000 = a . 8% . 2.100.000
182.000 = a . (8/100) . 2.100.000
182 = 168a
a = (182/168) tahun = (13/12) tahun
a = (13/12) 12 bulan
a = 13 bulan