Anda di halaman 1dari 6

TUGAS MATA KULIAH

TERMODINAMIKA LANJUT

PREDIKSI TEKANAN UAP OKTANA DENGAN MENGGUNAKAN PERSAMAAN


REDLICH-KWONG DAN SOAVE-REDLICH-KWONG

DISUSUN OLEH :
FEBIANI DWI UTARI
HANIF ARDIANSYAH

DOSEN PENGAMPU:
DR. Ir. RATNAWATI, MT.

PROGRAM MAGISTER TEKNIK


JURUSAN TEKNIK KIMIA
UNIVERSITAS DIPONEGORO
2016

1
KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
UNIVERSITAS DIPONEGORO
PROGRAM MAGISTER TEKNIK KIMIA
Jl. Prof. H. Soedarto, SH Tembalang Semarang, 50239 Telp. (024)76480675,
website : www.mtk.undip.ac.id

LEMBAR PENGESAHAN

Tugas ini telah diselesaikan oleh :


Nama : Febiani Dwi Utari
Hanif Ardiansyah
Dosen Pengampu : Dr. Ir. Ratnawati, MT.

Semarang, 10 Oktober 2016


Mengetahui
Dosen Pengampu

Dr. Ir. Ratnawati, MT.

2
PENERAPAN PREDIKSI TEKANAN UAP N-OKTANA
MENGGUNAKAN PERSAMAAN KEADAAN REDLICH KWONG DAN
SOAVE REDLICH KWONG

Febiani Utari dan Hanif Ardhiansyah

Program Magister Teknik Kimia, Universitas Diponegoro, Semarang


Jl. Prof. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang, Tel/Fax : 62-24-7460058
E-mail: febianidu@gmail.com; hanif.ardhi@gmail.com

Abstrak
Oktana adalah senyawa hidrokarbon jenis alkana dengan rumus kimia C8H18. Oktana
mempunyai banyak jenis isomer struktur yang perbedaannya terletak pada jumlah dan lokasi
percabangan dari rantai karbonnya. Salah satu isomernya, 2,2,4-trimetilpentana (isooktana)
adalah komponen utama pada bensin dan digunakan pada penghitungan bilangan oktan.
Oktana tentu mempunyai perilaku fasa yang spesifik. Dalam mempelajari perilaku fasa
diperlukan persamaan keadaan, yaitu suatu bentuk analitis yang menggambarkan sifat atau
kelakuan nyata suatu fluida. Persamaan keadaan Redlich-Kwong dibuat untuk
menyempurnakan persamaan Van Der Waals. Sedangkan persamaan Soave Redlich-Kwong
(SRK) menghasilkan kemampuan yang lebih baik dalam perhitungan kesetimbangan gas-cair
dengan cara mengganti rumus alfa dengan penambahan faktor asentrik (). Penelitian ini
bertujuan untuk memberikan perbandingan hasil prediksi tekanan uap n-oktana metode
Redlich Kwong dan Soave-Redlich Kwong dengan data hasil eksperimen. Pada penelitian
didapatkan prediksi dengan Soave-Redlich Kwong memberikan deviasi rata-rata terkecil
yakni 0,006%.

Kata kunci: n-oktana , persamaan keadaan, Redlich Kwong, Soave Redlich Kwong, tekanan uap

PENDAHULUAN tinggi mempunyai kualitas yang lebih


Oktana adalah senyawa baik. Meski begitu, n-oktana sendiri
hidrokarbon jenis alkana dengan rumus mempunyai nilai oktan negatif. Pada tabel
kimia C8H18. Struktur kimia oktana dapat 1 dijelaskan sifat fisik dan kimia oktana
dilihat pada gambar 1. Oktana mempunyai
banyak jenis isomer struktur yang
perbedaannya terletak pada jumlah dan
lokasi percabangan dari rantai karbonnya.
Salah satu isomernya, 2,2,4-trimetil
pentana (isooktana) adalah komponen
utama pada bensin dan digunakan pada
penghitungan bilangan oktan. Gambar 1. Struktur kimia oktana
Sebutan "Oktan" seringkali dipakai (Wikipedia, 2016)
untuk menyebut "bilangan oktan" (nama Dalam mempelajari perilaku fasa
yang diberikan pada salah satu isomer diperlukan persamaan keadaan, persamaan
oktana, isooktana, karena mempunyai keadaan yang dimaksud adalah suatu
kemampuan mengurangi ketukan mesin). bentuk analitis yang menggambarkan sifat
Bensin yang mempunyai angka oktan yang

3
atau kelakuan nyata suatu fluida. Sifat atau kesetimbangan gas-cair pada sistem
kelakuan nyata fluida yang dimaksud hidrokarbon gas kondensat. Secara
adalah hubungan timbal balik antara matematis persamaan SRK dirumuskan
tekanan (P), suhu (T) dan volume (V). sebagai berikut.
Persamaan keadaan tersebut digunakan RT a
untuk meramalkan atau memprediksi sifat P
dari fluida baik komponen murni maupun V b V V b
campuran (Sudibjo, et al, 1992; Supahar, Dengan adalah faktor tak
2005). berdimensi, pada ini SRK
Tabel 1. Sifat fisik dan kimia oktana mengembangkannya menjadi persamaan
(Wikipedia, 2016) berikut.


Massa molar 114,23 g/mol 2
1 0.48508 1.55171 0.15613
2
Fase, warna Cair,tidak

berwarna
1 Tr
0.5


Densitas 0,703 g/ml Pada persamaan RK, persamaan alfanya
Viskositas 0,542 Cp (20C) Dengan mengevaluasi persamaan P
Entalpi pembentukan -250 kJ/mol diperoleh parameter a dan b dengan
standar pendekatan rumus di bawah ini.
Entalpi pembakaran -5074,2 kJ/mol T 1 2

standar r

Persamaan keadaan yang pertama Kemudian dari persamaan tersebut


kali diturunkan oleh Van Der Waals dari diperoleh persamaan kubik untuk
persamaan ideal untuk menyatakan menghitung faktor kompresibilitas (z).
kesinambungan (continuity) keadaan fasa Z Z A B B Z AB 0
3 2 2

gas menuju fasa cair. Pada keadaan


tekanan relatif tinggi, letak molekul gas Dengan
menjadi berdekatan sehingga gaya tarik- aP P
A 0.42748 r

menarik (kohesi) antar molekul, demikian R T 2


T2

r
2

dengan volume molekul, tidak bisa bP P


B 0.08662 r

diabaikan lagi. Dengan menerapkan kedua RT R2 T 2 T


a 0.42748
r
c
faktor koreksi tersebut Van Der Waals
P
mengembangkan persamaan keadaan ideal c

RT
(Sudibjo et al., 1992). b 0.08662 c

Persamaan keadaan Redlich- P c

Kwong dibuat untuk menyempurnakan Persamaan keadaan dapat


persamaan Van Der Waals. Sebuah digunakan untuk mengevaluasi komposisi
papper membandingkan antara Van der uap dan cairan. Persamaan tersebut
Waals dengan Redlich Kwong, yang sebagai berikut.
disoroti adalah pada modifikasi awal yang y L

fokus pada prediksi sifat-sifat K i i

volumetrikbh pada fase gas saja, namun x i i


V

seiring perkembangan waktu mulai Selain metode Van Der Waals, Redlich-
digunakan pada VLE (vapour-liquid Kwong dan Soave-Redlich-Kwong ada
equilibrium) untuk zat murni dan metode lain yaitu Peng-Robinson. Sejauh
campuran (Supahar, 2005). ini metode yang paling akurat dan sering
Soave Redlich Kwong (SRK) digunakan adalah Peng-Robinson dan
mengganti rumus alfa dengan penambahan Soave-Redlich-Kwong (Supahar, 2005).
faktor asentrik (). Persamaan keadaan
SRK menghasilkan kemampuan yang
lebih baik dalam perhitungan

4
METODE 428 2.14
Penelitian yang dilakukan adalah 438 2.69
membandingkan hasil prediksi tekanan 448 3.34
uap isobutana metode Redlich Kwong dan
Soave Redlich Kwong. yang dilakukan HASIL DAN PEMBAHASAN
menggunakan program Microsoft Excel Dari perhitungan menggunakan
dengan data hasil eksperimen. Dengan rumus pendekatan Redlich-Kwong dan
memasukkan suhu dan tekanan yang Soave-Redlich-Kwong pada 6 titik (suhu
bervariasi. Kemudian melakukan tebakan dan tekanan yang berbeda) menggunakan
awal tekanan uap dari masing-masing software exel diperoleh hasil pada tabel 3.
komponen. Tebakan dilakukan hingga Tabel 3 dan Gambar 3 merupakan
diperoleh nilai perbandingan fugasitas gas hasil yang diperoleh dari trial tekanan uap
dan cair sama dengan satu. Adapun dengan pendekatan Redlich Kwong dan
langkah kerja yang dilakukan ditampilkan Soave Redlich Kwong vs data eksperimen
pada Gambar 1. dari berbagai suhu yang mendapatkan
Masukkan T rasio fugasitas antara cair dan uap bernilai
1.
Dari Gambar 3 dapat dilihat bahwa
prediksi tekanan uap n-hexana dengan
Asumsi P
menggunakan persamaan Soave Redlich
Kwong lebih mendekati tekanan
experimen dibandingkan pendekatan
Hitung ZV dan ZL Redlich Kwong. Dari Tabel 3dapat dilihat
bahwa deviasi rata-rata pendekatan
Redlich Kwong lebih besar di banding
Hitung VV dan Hitung VL Soave Redlich Kwong. Hal ini disebabkan
karena Soave Redlich Kwong merupakan
Iterasi P lain
penyempurnaan dari Redlich
Hitung V dan L Kwong.Dalam Redlich Kwong
perhitungan menggunakan persamaan :

T r
1 2

V /L=1 V /L1
Sedangkan Soave Redlich Kwong
perhitungan menggunakan persamaan :
OK


1 0.48508 1.55171 0.15613
2
2


Gambar 2. Algoritma Perhitungan
Tekanan Uap Menggunakan Persamaan

1 Tr
0.5


RK dan SRK Sehingga ketelitian Soave Redlich Kwong
Adapun data percobaan yang diberikan lebih tinggi karena dalam persamaan
ditampilkan pada Tabel 1. tersebut di gunakan data yaitu faktor
Tabel 2. Data Tekanan n-octana Hasil asentrik. Faktor asentrik adalah faktor
Percobaan yang digunakan karena ukuran molekul
T (K) P (bar) dari n hexana tidak simetris.
399 1.02
409 1.33
418 1.68

5
Tabel 3. Hasil perhitungan pendekatan Redlich-Kwong dan Soave-Redlich-Kwong
n-oktane
Redlich-Kwong SRK
T (K) P experimen (bar)
P iterasi RK Deviasi P iterasi SRK deviasi
399,290 1,027 2,233 1,175 1,024 0,003
409,010 1,333 2,723 1,042 1,335 0,001
418,150 1,683 3,255 0,934 1,690 0,004
428,150 2,143 3,912 0,826 2,157 0,007
438,150 2,694 4,655 0,728 2,719 0,009
448,150 3,343 5,503 0,646 3,388 0,013
Deviasi rata-rata 0,892 Deviasi rata-rata 0,006

6,000

5,000
Tekanan (bar)

4,000

3,000

2,000 Experiment
RK
1,000
SRK
0,000
390 400 410 420 430 440 450 460
Suhu (K)

Gambar 3. Perbandingan Tekanan Uap Murni Experimen dengan Pendekatan Redlich-


Kwong dan Soave-Redlich-Kwong

KESIMPULAN
Dari perhitungan yang telah dilakukan, Sudibjo, R., Muthalib, A., dan Thow, D.
diperoleh kesimpulan bahwa metode 1992. Kajian Laboratorium dan
persamaan keadaan yang lebih akurat Persamaan Keadaan Gas Kondensat.
untuk menghitung komposisi uap-cair Supahar. 2005. Kajian Numerik Sifat
dengan menggunakan persamaan Soave- Densitas Sistem Hidrokarbon Gas
Redlich-Kwong dengan deviasi rata-rata Kondensat Berbasis Komposisi
sebesar 0,006%. Menggunakan Persamaan Soave
Redlich-Kwong (Srk-Eos). Prosiding
DAFTAR PUSTAKA Seminar Nasional Penelitian,
Ratnawati. 2010. Improvement Of The Pendidikan & Penerapan MIPA, 1
Redlich-Kwong Equation Of State By 11.
Modification Of CO-Volume Wikipedia, 2016, Oktana, Diakses pada 9
Parameter. Reaktor, Vol.13 No. 1, Oktober 2015 pukul 07.34 Dalam
Juni 2012, Hal. 58-65. https://id.wikipedia.org/wiki/Oktana