Anda di halaman 1dari 10

ETIKA PROFESI DAN TATA KELOLA KORPORAT

TEORI ETIKA DAN PENGAMBILAN


KEPUTUSAN BERETIKA

KELOMPOK 10

Ade Meissyta Nurhijjah S. 17/414037/EE/07202

Rakhmaniar 16/406837/EE/07191

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI AKUNTAN

FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS

UNIVERSITAS GADJAH MADA

2017

A. PENGERTIAN ETIKA
1
Etika (Yunani Kuno: ethikos, berarti timbul dari kebiasaan) adalah cabang utama
yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian
moral. Kata etika berasal dari bahasa Yunani, ethos yang berarti kebiasaan atau adat
istiadat. Oleh filsuf Yunani, Aristoteles, etika digunakan untuk menunjukkan dan
menjelaskan fakta moral tentang nilai dan norma moral, perintah, tindakan kebajikan dan
suara hati. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk,
dan tanggung jawab. Pada pengertian yang paling dasar, etika adalah sistem nilai pribadi
yang digunakan memutuskan apa yang benar, atau apa yang paling tepat, dalam suatu
situasi tertentu; memutuskan apa yang konsisten dengan system nilai yang ada dalam
organisasi dan diri pribadi.
Menurut Kaiser dalam ( Suhrawardi Lubis, 1994:6-7 ) Etika profesi merupakan
sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan professional terhadap
masyarakat dengan penuh ketertiban dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka
melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat.
Etika juga diartikan pula sebagai yang berkaitan dengan studi tentang tindakan-
tindakan baik ataupun buruk manusia di dalam mencapai kebahagiaannya. Apa yang
dibicarakan di dalam etika adalah tindakan manusia, yaitu tentang kualitas baik atau buruk
atau nilai-nilai tindakan manusia untuk mencapai kebahagiaan serta tentang kearifannya
dalam bertindak.

B. TEORI ETIKA
1. Teori egoisme
Adalah motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan pandangan yang
hanya menguntungkan diri sendiri atau yang berarti menempatkan diri di tengah satu
tujuan serta tidak peduli dengan penderitaan orang lain, termasuk yang dicintainya
atau yang dianggap sebagai teman dekat. Istilah lainnya yang sangat dikenal yaitu
egois.
2. Utilitariansme
Adalah tindakan dimaksudkan untuk memberikan kebahagiaan atau kepuasan
yang maksimal.

3. Deontologi

2
Adalah tindakan berlaku umum & wajib dilakukan dalam situasi normal karena
menghargai: Norma yang berlaku, Misal kewajiban melakukan pelayanan prima
kepada semua orang secara obyektif.
4. Teori Keadilan (Justice and Fairness)
Suatu tindakan atau perbuatan dianggap baik bila perbuatan atau tindakan tersebut
sesuai dengan HAM. Teori hak merupakan suatu aspek dari deontologi
(teori kewajiban) karena hak tidak dapat dipisahkan dengan kewajiban. Bila suatu
tindakan merupakan hak bagi seseorang, maka sebenarnya tindakan yang sama
merupakan kewajibanbagi orang lain. Teori hak sebenarnya didsarkan atas asumsi
bahwa manusiamempunyai martabat dan semua manusia mempunyai martabat yang
sama.
5. Teori Keutamaan (Virtue Ethics)
Teori keutamaan berangkat dari manusianya. Teori keutamaan tidak menanyakan
tindakan mana yang etis dan tindakan mana yang tidak etis. Teori ini tidak
lagi mempertanyakan suatu tindakan, tetapi berangkat dari pertanyaan mengenai
sifat-sifat atau karakter yang harus dimiliki oleh seseorang agar bisa disebut sebagai
manusia utama, dan sifat-sifat atau karakter yang mencerminkan manusia hina.
Karakter/sifat utama dapat didefinisikan sebagai disposisi sifat/watak yang telah
melekat/dimiliki oleh seseorang dan memungkinkan dia untuk selalu bertingkah laku
yang secara moral dinilai baik. Mereka yang selalu melakukan tingkah laku buruk
secar amoral disebut manusia hina.

C. PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERETIKA


1. Kerangka Kerja Pengambilan Keputusan Beretika
a. Pendekatan Filosofis
1) Konsekuensialisme, Utilitarianisme atau Teleologi.
2) Konsekuensialisme bertujuan untuk memaksimalkan hasil akhir dari sebuah
keputusan.
3) Sebuah perbuatan benar secara moral jika dan hanya jika tindakan tersebut
mampu memaksimalkan kebaikan bersih.
b. Deontologi
1) Berfokus pada kewajiban atau tugas memotivasi keputusan atau tindakan,
bukan pada konsekuensi dari tindakan.

3
2) Kebenaran bergantung pada rasa hormat yang ditunjukkan dalam tugas, serta
hak dan keadilan yang dicerminkan oleh tugas-tugas tersebut.

c. Etika Kebajikan (Virtue Etchis)


1) Etika kebajikan berfokus pada karakter atau integritas moral para pelaku dan
melihat pada moral masyarakat, seperti masyarakat profesional untuk
membantu mengidentifikasikan isu-isu etis dan panduan tindakan etis.
2) Tiga kebajikan penting yaitu: keberanian, kesederhanaan dan keadilan.

d. Sniff Test
Sniff test merupakan semacam preliminary test yang dapat dilakukan dengan
cepat sekedar untuk memastikan bahwa keputusan yang diambil telah melalui
beberapa test etika. Berikut ini sniff test yang biasanya digunakan.
a. Apakah saya ancaman jika tindakan atau keputusan ini muncul besok pagi di
halaman pertama surat kabar nasional?
b. Apakah saya bangga dengan keputusan ini?
c. Apakah ibu bangga dengan keputusan yang saya ambil?
d. Apakah keputusan ini sesuai dengan misi dan kode etik perusahaan?
e. Apakah saya nyaman dengan keputusan ini?

e. Rule Of Thumb
Selain Sniff test, banyak ekseutif yang menggunakan rule of thumb dalam proses
pengambilan keputusan beretika, sebagai contoh adalah sebagai berikut:
Golden Rule :Perlakukan orang lain seperti anda ingin
diperlakukan.
Peraturan Pengungkapan : Jika anda merasa nyaman dengan tindakan atau
keputusan setelah bertanya pada diri sendiri apakah

anda akan keberatan jika semua rekan, teman, dan


keluarga anda menyadari hal itu, maka anda harus
bertindak atau memutuskan.
Etika Intuisi : Lakukan apa yang firasat anda katakan untuk
anda lakukan.

4
Imperatif Kategoris : Jangan mengadopsi prinsip-prinsip tindakan,
kecuali prinsip tersebut dapat tanpa adanya
inkonsistensi, diadopsi oleh orang lain.
Etika Profesi : Lakukan hanya apa yang bisa anda jelaskan di
depan komite dari rekan-rekan profesional anda.
Prinsip Utilitarian : Lakukan yang terbaik untuk jumlah terbesar.
Prinsip Kebajikan : Lakukan apa yang menunjukkan kebajikan yang
diharapkan.

2. Stakeholder Impact Analysis


Sesuai dengan judulnya, maka stakeholder impact analysis merupakan penerapan
teori utilitarianisme dalam keputusan bisnis. Kelebihan dari stakeholder impact
analysis ini adalah memberikan kerangka analisis mengenai pihak-pihak yang
kemungkinan terkena pengaru dari keputusan yang diambil.
Tahapan dalam stakeholder impact analysis adalah sebagai berikut:
a. Analisis kepentingan dari masing-masing pemangku kepentingan
b. Hitung dampak yang dapat dikuantifikasi
1) Laba
2) Dampak yang tidak tercakup dalam laba namun dapat diukur langsung.
Biasanya ini adalah biaya eksternalitas, misalnya biaya kerusakan lingkungan
akibat tidak dilakukan pengolahan limbah. Atau biaya kemacetan lalu lintas
dengan bertambahnya jumlah kendaraan.
3) Dampak yang tidak tercakup dalam laba dan tidak dapat diukur langsung.
Misalnya biaya pengobatan dari penyakit yang mungkin terjadi akibat polusi
yang dilakukan perusahaan. Atau biaya sosial akibat pengurangan pegawai.
4) Hitung net present value dari selisih present value dari benefit dikurangi
present value dari biaya akibat tindakan yang sedang dipertimbangkan akan
dilakukan.
5) Hitung risk benefit analysis.
6) Identifikasi pemangku kepentingan yang berpotensi terkena pengaruh dari
keputusan dan buat peringkat.
c. Lakukan penilaian terhadap dampak yang tidak dapat dikuantifikasi.
1) Keadilan dan kesetaraan antar pemangku kepentingan.
2) Hak-hak dari pemangku kepentingan.

5
Kasus FORD PINTO

Untuk memenuhi keinginan memenangkan persaingan dengan Volkswagen dalam pasar


domestik, Lee Lacocca sebagai presiden Ford Motor Co. Memutuskan untuk
memperkenalkan produk baru mereka pada tahun 1970, yang diberi nama Pinto.
Tujuannya adalah untuk memproduksi mobil yang beratnya dibawah 2000 pon dengan
$ 2.000 atau kurang.

Proyek Pinto diawasi oleh Wakil presiden teknik mobil, Robert Alexander dan telah
di ahkan oleh Komite Perencanaan Produk Ford. Insinyur di Ford yang bekerja pada
proyek tersebut harus bertanggung jawab langsung kepada supervisor mereka, begitu
seterusnya sampai ke pada Lacocca.

Banyak laporan yang diabaikan dalam rantai komando selama desain dan proses
persetujuan, diantaranya hasil tes tabrakan dan usulan untuk perbaikan mobil yang
cenderung akan meledak di bagian belakang jika dipacu dengan kecepatan 21 mil per jam.
Hal ini disebabkan karena tanki gas mobil di antara roda dan bumper bagian belakang
yang di tata sedemikian rupa sehingga tumpukan pada bagian belakang ini dapat memicu
ledakan.

6
Perbaikan yang dapat dilakukan oleh Ford antara lain mengubah posisi tanki yang
sebelumnya terletak pada bagian belakang mobil menjadi di atas roda belakang, hal ini
akan memperkecil bagasi mobil atau memasang rubber bladder di tanki bahan bakar.
Karena pemasangan rubber bladder memakan biaya yang besar, kemudian sejalan dengan
peraturan pemerintah untuk menjalani tes wajib kecelakaan, analisis biaya manfaat Ford
terungkap dalam studi perusahaan. Biaya yang dikeluarkan untuk memasang rubber
bladder jauh melebihi manfaatnya.

Benefits: Unit Cost Total


Savings
180 meninggal terbakar 200.000 36.000.000
180 luka bakar serius 67.000 12.060.000
2.100 kendaraan terbakar 700 1.470.000
Total benefits 49.530.000
Costs: Unit Cost Total
Number of Units
11 juta mobil 11 121.000.000
1,5 juta truk 11 16.500.000
Total Cost 137.500.000
Fords Cost-Benefit Analysis

Fatality Payment Component 1971 Cost

Future Productivity Losses


Direct 132.000
Indirect 41.300
Medical Costs
Hospital 700
Other 425

7
Property damage 1.500
Insurance Administration 4.700
Legal and Court 3.000
Employer Losses 1.000
Victims pain and suffering 10.000
Funeral 900
Assets (lost and consumption) 5.000
Miscellaneous 200
Total per fatality: 200.275

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh National Highway Traffic Safety
Administration, Ford menghabiskan biaya sebesar 200.000 untuk biaya ganti rugi
kematian konsumen yang telah di estimasi sebelumnya.

Pertanyaan:

1. Apakah keputusan untuk tidak memasang rubber bladder tepat?


Menurut kami keputusan tersebut tidak tepat. Alasan ketidak tepatan akan di uraikan
dengan pendekatan 5-Question.

a. Question 1 : profitability
Apabila Ford melakukan perubahan produksi dengan menghabiskan biaya
sebesar 137.500.000 untuk 11 juta unit mobil dan 1,5 juta unit truk dan jika
dibandingkan dengan biaya ganti rugi kepada masyarakat sebesar 49.530.000. ini
berarti perusahaan bisa menghemat biaya sebesar 87.970.000. Jika dilihat dari
sisi Ford yang profit oriented dari pada harus mengeluarkan biaya untuk
mendesain ulang produk demi keselamatan konsumen yang membeli produknya.
Jika dilihat dari sisi konsumen yang membeli produk Ford, konsumen merasa
dirugikan karena perusahaan sudah melakukan kecurangan dengan menghemat
biaya produksi tetapi kualitas produk menurun disisi keselamatan pengendara.

b. Question 2 : Legality
Jika dilihat dari sisi legalitasnya sudah jelas bahwa Ford melanggar legalitas
karena untuk proses uji kecelakaan, Ford melakukan lobby terhadap pemerintah
terkait dan proses uji kecelakaan ditunda selama 8 tahun. Padahal Ford Pinto
sudah dijual ke pasaran sebelum uji kecelakaan tersebut. Hal tersebut
membuktikan bahwa selama ini Ford melakukan kecurangan dengan menutupi

8
cacat produknya kepada publik dan tetap menjualnya tanpa melakukan
perubahan terhadap produksinya.
Dan banyaknya kasus kendaraan terbakar serta korban meninggal yang terbakar
menimbulkan banyak tuntutan hukum yang diterima oleh Ford, hal ini
disebabkan oleh terbakarnya kendaraan apabila ditabrak dari belakang.

c. Question 3 : Fairness
Setelah Ford Pinto selesai di produksi dan diuji kelayakan oleh Ford, dan
ternyata mobil meledak saatditabrak dari belakang karena tanki bensin berada
tepat pada bawah bumper belakang. Ford sudah mengetahui akan hal tersebut
dan mengajukan lobby terhadap pemerintah untuk menunda uji kecelakaan
selama 8 tahun dan tidak berusaha untuk menggunakan rubber bladder karena
biiayanya sangatt tinggi. Hal ini sangat tidak adil untuk konsumen karena tidak
mementingkan aspek keselamatan.

d. Question 4 : Impact on Right


Pada kasus ini Ford tidak mementingkan hak-hak konsumen dan tidak menjamin
keselamatan bagi pengguna Ford Pinto. Konsumen seharusnya berhak untuk
mengetahui spesifikasi kendaraan tersebut dengan jelas sehingga produk tersebut
layak digunakan atau tidak. Tetapi disini Ford malah melakukan suatu
kebohongan terhadap konsumennya.

e. Question 5 : Does it contribute to suistainable development/ and or survivability?


Iya. Karena produk Ford Pinto adalah produk cacat yang tidak layak edar dan
Ford juga tidak menginstall rubber bladder dikarenakan cost benefitnya yang
sangat tinggi. Setelah produk Ford banyak menimbulkan insiden di jalan raya,
maka publik mempunya persepsi negatif atas produk tersebut dan bisa merusak
reputasi Fordd itu sendiri. Apabila reputasi suatu perusahaan sudah tertanggu hal
ini akan berpengaruh terhadap produk dari Ford itu sendiri di pasaran.

2. Kesalahan apa yang bisa anda identifikasi pada analisis cost-benefit Ford?
Dalam kasus ini Ford terlalu menekan biaya produksi sebesar 2.000 di setiap unit
produksinya dengan harapan dapat memperoleh keuntungan yang tinggi. Ford
mendesain mobil dengan meletakkan tanki bahan bakar dibawah bumper belakang
ddengan harapan akan mendapatkan bagasi yang lebih luas. Pada saat uji kelayakan
ternyata Ford Pinto meledak saat ditabrak dari belakang. Dan dari uji kelayakan
yang telah dilakukan seharusnya dilakukan desain ulang terhadap Ford Pinto
dengan menambahkan rubber bladder pada tanki bahan bakar. Hal ini tidak
dilakukan karena membutuhkan biaya sebesar 137.500.000. Dari kejadian ini dapat
disimpulkan bahwa Ford tidak ingin mengeluarkan banyak biaya untuk menarik
produknya dari pasaran dan mendesain ulang dengan menambahkan rubber
bbladder, dan menomor duakan keselamatan pengendara.

9
3. Haruskah Ford membebankan kepada konsumen untuk membayar biaya
pemasangan rubber bladder sebesar $ 20?
Menurut kami tidak perlu. Karena hal tersebut seharusnya telah dilakukan oleh
Ford dan hal ini merupakan tanggung jawab perusahaan untuk memberikan
keselamatan kepada konsumennya.

Daftar pustaka:

Leonard J. Brooks and Paul Dunn (2012). Business & Professional Ethics for
Directors, Executives and Accountants. South-Western College Publishing, 6th
edition.

Ikatan Akuntan Indonesia. Modul Chartered Accountant: Etika Profesi dan Tata
Kelola Korporat. IAI

http://www.engineering.com/Library/ArticlesPage/tabid/85/articleType/ArticleVie
w/ArticleId/166/Ford-Pinto.aspx

10