Anda di halaman 1dari 35

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Dalam rangka operasional suatu institusi salah satu bagian yang hampir pasti ada
adalah bagian keuangan, hal ini untuk mendukung berjalannya institusi dengan baik
demikian pula dengan Rumah Sakit Muhammadiyah Kalitidu oleh sebab itu agar
pelayanan keuangan dapat berjalan dengan aman, lancar serta berperan baik dalam
meningkatkan mutu pelayanan medik di Rumah Sakit maka perlu dibuat suatu pedoman
pelayanan keuangan sehingga pelayanan bagian keuangan mempunyai standar yang
dapat dijadikan pedoman.

B. Tujuan
- Sebagai pedoman penyelenggaraan organisasi bagian keuangan di RS Muhammadiyah
Kalitidu sesuai dengan undang-undang.
- Untuk menerapkan konsep organisasi dan tata kerja bagian keuangan di RS
Muhammadiyah Kalitidu sesuai dengan undang-undang.

C. Sasaran
- Instalasi Keuangan di RS Muhammadiyah Kalitidu menggunakan sistem
pengorganisasian rumah sakit meliputi pedoman, konsep dan tata kerja rumah sakit yang
sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
- Karyawan yang bertugas di Instalasi Keuangan RS Muhammadiyah Kalitidu memahami
tentang pengorganisasian rumah sakit meliputi pedoman, konsep dan tata kerja rumah
sakit yang sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

D. Landasan hukum
1. Undang Undang RI No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit
2. Undang Undang RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
3. Keputusan Mentri Kesehatan RI No. 156/Menkes/SK/1/2003 tentang Pedoman
Akuntansi Rumah Sakit
4. Keputusan Mentri Kesehatan No. 129 Tahun 2008 tentang Standar pelayanan Minimal
Rumah Sakit
BAB II
GAMBARAN UMUM UNIT KEUANGAN

Ruang Instalasi Keuangan merupakan unit dengan basis untuk melayani pembayaran pasien
dan mengelola keuangan Rumah Sakit Muhammadiyah Kalitidu dengan baik serta mengacu
kepada undang undang yang berlaku. Instalasi Keuangan di Rumah Sakit Muhammadiyah
Kalitidu terdiri dari 2 ruang yaitu ruang kasir berlokasi di lantai 1 gedung utama yang
bersebelahan dengan ruang Instalasi Farmasi dan ruang Pendaftaran sedangkan ruang Ka
Sub Bagian Keuangan berada di lantai 2 yang bersebelahan dengan ruang Ka Sub Bagian
PSDI.
Jenis Ketenagaan di Instalasi Keuangan terdiri dari:
1. Kasubag Keuangan
2. Kepala bendahara
3. Pelaksana kasir
4. Kepala akuntansi - perpajakan
5. Kepala logistik
Saat ini di Instalasi Keuangan mempunyai jumlah tenaga sebanyak 6 orang dengan 1 orang
Kasubbag Keuangan dan merangkap juga sebagai Kepala Bendahara, 1 orang Kepala
Akuntansi yang merangkap juga sebagai Pelaksana Kasir, 1 orang Kepala Logistik dan 3
orang Pelaksana Kasir.
BAB III
VISI, MISI, FALSAFAH, NILAI DAN TUJUAN

1. Visi, misi, landasan nilai dan tujuan


Visi
Meningkatkan kualitas kehidupan lahir batin manusia secara seimbang beserta lingkungan
hidupnya sejalan dengan waktu.
Misi
Menyelenggarakan pelayanan kesehatan paripurna (preventif, promotif, curatif dan
rehabilitatif) yang berkualitas tinggi, berstandar internasional dan berorientasi pada
kepuasan pelanggan.
Landasan Nilai
Nilai Royal Progres secara umum adalah PROGRESS
PRO yaitu proaktif dalam mewujudkan visi, misi dan tujuan Royal Progres
G yaitu gigih dalam meningkatkan terus profesionalisme berlandaskan etika
R yaitu ramah tamah dan cinta kasih dalam melayani
E yaitu efektif dan efisien dalam melakukan setiap pekerjaan dengan meningkatkan rasa
kekeluargaan
S yaitu saling asah, asih dan asuh
S yaitu saling menguntungkan
Tujuan
- Tercapainya pelayanan yang bermutu tinggi yang berorientasi pada kepuasan pelanggan
- Pelayanan kesehatan royal progress terus meningkat dan berkembang
- Tercapainya peningkatan produktifitas pelayanan royal progress
- Terbentuknya sumber daya manusia yang memiliki kompetensi tinggi, memiliki integritas,,
komitmen yang kuat terhadap organisasi melalui upaya pendidikan dan pelatihan, serta
upaya peningkatan kesejahteraan yang adil dan manusiawi

2. Pengertian, Falsafah, Tugas, Fungsi dan Tujuan IGD


Pengertian
Instalasi Gawat Darurat adalah unit pelayanan rumah sakit yang memberikan pelayanan
pertama pada pasien dengan ancaman kematian dan kecacatan secara terpadu dengan
melibatkan berbagai multi disiplin.
Falsafah
Kecepatan dan ketepatan dalam memberikan pertolongan pada pasien sesuai tingkat
kegawat daruratan tanpa membedakan sosial, ekonomi, agama dan ras akan menurunkan
angka kematian dan kecacatan.
Tugas dan Fungsi
Memberikan pelayanan kesehatan pasien gawat darurat selama 24 jam secara terus
menerus dan berkesinambungan, meliputi :
a. Mengelola pelayanan gawat darurat
b. Melakukan pelayanan siaga bencana
c. Melakukan pendidikan dan pelatihan gawat darurat
d. Mengelola fasilitas, peralatan, dan obat-obatan life saving
e. Mengelola tenaga medis, tenaga keperawatan dan tenaga non medis
f. Mengelola administrasi dan keuangan instalasi gawat darurat
g. Melaksanakan pengendalian mutu pelayanan gawat darurat
h. Melakukan koordinasi dengan dengan unit rumah sakit lain
Tujuan
a. Mencegah kematian dan kecacatan pada penderita gawat darurat, sehingga dapat hidup
dan berfungsi kembali dalam masyarakat sebagaimana mestinya.
b. Menerima rujukan / merujuk penderita gawat darurat melalui sistem rujukan untuk
memperoleh penanganan yang lebih memadai.
c. Melakukan pertolongan korban musibah massal dan bencana yang terjadi di dalam
maupun di luar rumah sakit.
d. Mengembangkan dan menyebarluaskan penanggulangan penderita gawat darurat
melalui pendidikan dan menyelenggarakan berbagai kursus yang berhubungan dengan
pengetahuan dan ketrampilan bantuan hidup dasar (basic life support) maupun bantuan
hidup lanjut (advanced life support).
3. Visi, Misi, Falsafah dan Tujuan IGD Rumah Sakit Muhammadiyah Kalitidu
Visi
Meningkatkan kualitas kehidupan lahir batin manusia secara seimbang melalui pelayanan
gawat darurat yang profesional dan bermutu tinggi, beserta lingkungan hidupnya sejalan
dengan waktu.
Misi
Menyelenggarakan pelayanan gawat darurat yang berkualitas tinggi, berstandar
internasional dan berorientasi pada kepuasan pelanggan.
Falsafah IGD
Kecepatan dan ketepatan dalam memberikan pelayanan gawat darurat kepada pasien
sesuai tingkat kegawat daruratan, tanpa membedakan sosial, ekonomi, agama dan ras
dengan tujuan menurunkan angka kematian dan kecacatan.
Tujuan IGD
a. Mencegah kematian dan kecacatan
b. Menerima rujukan pasien atau mengirim pasien / melakukan rujukan baik secara
horizontal (setingkat) maupun vertikal (ketingkat yang lebih tinggi)
c. Melakukan penanggulangan korban musibah masal dan bencana yang terjadi didalam
maupun diluar rumah sakit
d. Melakukan penanganan kasus true emergency maupun false emergency
e. Mengembangkan dan menyebarluaskan pengetahuan penanggulangan penderita
gawat darurat melalui pendidikan dan menyelenggarakan berbagai kursus yang
berhubungan dengan pengetahuan dan ketrampilan bantuan hidup dasar (basic life
support) maupun bantuan hidup lanjut (advanced life support)
BAB IV
STRUKTUR ORGANISASI INSTALASI KEUANGAN

DIREKTUR

KASUBBAG KEUANGAN

KEPALA BENDAHARA

KEPALA AKUNTANSI

KEPALA
KEPALAAKUNTANSI
LOGISTIK

PELAKSANA KASIR PELAKSANA KASIR PELAKSANA KASIR PELAKSANA KASIR


URAIAN JABATAN

1. Kepala Sub Bagian Keuangan


Nama Jabatan : Kasubbag Keuangan
Unit Kerja : Instalasi Keuangan
Ikhtisar Jabatan :
- Memimpin dan mengkoordinasi penyusunan program kerja, rencana bisnis anggaran
dan indikator keuangan yang sehat
- Memimpin dalam penyusunan standar prosedur operasional (SPO) pelaksanaan,
pengendalian, pemantauan dan evaluasi mutu kegiatan layanan dan operasionall
bagian keuangan
- Memimpin penyusunan dan pemantauan indikator mutu dan laporan kegiatan
keuangan sesuai prosedur dan aturan
- Mengkoordinir pelaksanaan mobilisasi anggaran, perbendaharaan, verifikasi,
akuntansi perpajakan dan logistik rumah sakit
- Mengontrol proses pelaksanaan kegiatan keuangan dan standar prosedur
operasional (SPO) keuangan
- Menyusun, mengkaji dan mengevaluasi kebijakan dan prosedur kegiatan keuangan
sesuai ketentuan
- Menganalisa dan mengevaluasi laporan kegiatan keuangan sesuai pedoman yang
berlaku
- Melaksanakan pengelolaan anggaran pendapatan rumah sakit
- Melakukan koordinasi dengan pejabat struktural setingkat dalam melaksanakan
pemantauan dan pembinaan mutu
- Melaksanakan tugas kedinasan yang diberikan oleh atasan

Hasil Kerja:
Terkoordinasi Program kerja, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penyelenggaraan
pelayanan di Instalasi Keuangan
Tersusun SPO Pelayanan Keuangan serta evaluasi pelaksanaan
Laporan pemantauan indikator mutu dan laporan kegiatan keuangan sesuai
prosedur dan aturan
Terkoordinir pelaksanaan mobilisasi anggaran, perbendaharaan, verifikasi akuntansi
perpajakan dan logistik rumah sakit.
Terkontrol proses pelaksanaan kegiatan keuangan dan SPO keuangan
Tersusun pengkajian dan evaluasi kebijakan dan prosedur kegiatan keuangan
sesuai ketentuan
Analisa dan evaluasi laporan kegiatan keuangan sesuai pedoman yang berlaku
Terlaksananya pengelolaan anggaran pendapatan rumah sakit
Lakukan koordinasi dengan pejabat struktural setingkat dalam melaksanakan
pemantauan dan pembinaan mutu
Terlaksananya tugas kedinasan yang di perintahkan oleh atasan

Bahan Kerja:
Kebijakan, pedoman, Juknis Depkes RI
Kebijakan pengelolaan SDM RS
Informasi langsung tak langsung tentang kegiatan bawahan
Rekapitulasi seluruh kegiatan di Instalasi Keuangan
Surat Keputusan dan surat tugas dari Direktur

Perangkat Kerja:
ATK
Telepon
Computer

Sifat Jabatan:
Jabatan Struktural yang dikerjakan pada jam kerja Rumah Sakit, yaitu:
Senin Jumat : jam 07.30 - 14.00
Sabtu : Libur

Uraian Tugas:
- Menyusun proyeksi keuangan dan nota keuangan jangka pendek, menengah dan
jangka panjang sesuai dengan perkembangan dan perspektif pelayanan Rumah Sakit
di masa yang akan datang
- Membuat program kerja tahunan dan membuat rencana anggaran keuangan sesuai
dengan perkembangan rumah sakit
- Merencanakan dan menyusun kebutuhan sarana sesuai dengan prosedur yang
berlaku
- Kerjasama dengan unit lain di Rumah Sakit dan melakukan koordinasi yang bersifat
intern/ekstern
- Pelaksanaan pencatatan data data akuntansi Rumah Sakit agar tidak menyimpang
dari sistem dan prosedur yang sudah di tetapkan
- Melaksanakan pemantauan dan evaluasi terhadap penggunaan seluruh fasilitas serta
kemampuan SDM yang ada kemudian melaksanakan upaya untuk
mengoptimalkannya
- Pengajuan pembayaran keuangan serta meneliti berkas berkas serta melakukan
verifikasi atas bukti bukti piutang yang di miliki Rumah Sakit
- Memberikan arahan dan bimbingan kepada seluruh staf penunjang keuangan agar
dapat meningkatkan kinerja secara optimal
- Membuat perencanaan program kerja
- Membuat dan menyajikan laporan kegiatan instalasi Keuangan (internal dan
eksternal)
Tanggung jawab:
Bertanggung jawab langsung kepada Direktur

Wewenang :
- Memberikan penilaian kinerja staf Keuangan
- Membuat prosedur pelayanan Keuangan

Nama Bawahan Langsung :


1. Kepala bendahara
2. Pelaksana kasir
3. Kepala akuntansi - perpajakan
4. Kepala Logistik

Korelasi Jabatan
NO JABATAN UNIT ORGANISASI DALAM HAL
1 Kepala Sub Bagian Kasie Yanmed, Kasie Pelaporan, perencanaan,
Keuangan Jangmed, Kasie pengawasan,
Keperawatan, Kasubbag Pengarahan, Evaluasi
PSDI, Kasubbag
Administrasi, Ka
Bendahara, Ka Akuntansi,
Ka Logistik
2 Kepala Bendahara Kasie Yanmed, Kasie Penugasan, pengawasan,
Jangmed, Kasie Pengkoordinasian kegiatan
Keperawatan, Kasubbag pelayanan Keuangan
PSDI, Kasubbag
Administrasi, Kasubbag
Keuangan,
3 Pelaksana Kasir Kasubbag Keuangan, Ka Pelaksana kegiatan di
Bendahara Instalasi Keuangan
4 Kepala Akuntansi Kasie Yanmed, Kasie Penugasan, pengawasan,
Jangmed, Kasie Pengkoordinasian kegiatan
Keperawatan, Kasubbag pelayanan Keuangan
PSDI, Kasubbag
Administrasi, Kasubbag
Keuangan, Ka Bendahara
5 Kepala Logistik Kasie Yanmed, Kasie Penugasan, pengawasan,
Jangmed, Kasie Pengkoordinasian kegiatan
Keperawatan, Kasubbag pelayanan Keuangan
PSDI, Kasubbag
Administrasi, Kasubbag
Keuangan, Ka Bendahara,
Ka Akuntansi

Kondisi Lingkungan Kerja :


NO ASPEK FAKTOR
1 Tempat kerja Diruang tertutup dan ber- AC

Resiko Bahaya :
NO ASPEK FAKTOR
1 Stress manajerial Tanggung jawab dan beban pelaksanaan
tugas
Syarat Jabatan :
NO JENIS PELATIHAN PENGALAMAN
PENDIDIKAN
1 Minimal S1 - Mampu mengoperasikan - Pengalaman kerja minimal
Ekonomi komputer (minimal microsoft 2 tahun.

office)
- Memiliki sertifikat pelatihan
standarisasi keuangan
- Telah bekerja di Rumah
Sakit minimal 3 tahun

Upaya Fisik :
1. Duduk : sering
2. Berdiri : sering
3. Berjalan : sering
4. Memegang : sering

Kondisi Fisik :
1. Jenis Kelamin : laki-laki/wanita
2. Berbadan : sehat jasmani dan rohani
3. Umur minimal : 22 tahun

2. Kepala Bendahara
Nama Jabatan : Kepala Bendahara
Unit Kerja : Keuangan
Ikhtisar Jabatan :
- Memimpin dan mengkoordinasi penyusunan program kerja dan indikator keuangan
(perbendaharaan) yang sehat
- Memimpin dalam penyusunan standar prosedur operasional (SPO) pelaksanaan,
pengendalian, pemantauan dan evaluasi mutu kegiatan layanan dan operasional
perbendaharaan
- Memimpin penyusunan dan pemantauan indikator mutu dan laporan kegiatan
perbendaharaan sesuai prosedur dan aturan
- Mengatur dan mengendalikan pelaksanaan pengelolaan penerimaan setoran harian
berdasarkan ketentuan
- Mengatur pengeluaran uang tunai , melakukan pembayaran tagihan, mengatur teknis
penagihan piutang dan menjamin jumlah kas sesuai dengan ketentuan yang berlaku
- Memimpin pelaksanaan kegiatan perbendaharaan dan standar prosedur operasional
(SPO) perbendaharaan
- Membuat laporan kegiatan perbendaharaan sesuai pedoman yang berlaku
- Melaksanakan pengelolaan anggaran pendapatan rumah sakit sesuai ketentuan
- Melakukan koordinasi dengan pejabat struktural setingkat dalam melaksanakan
pemantauan dan pembinaan mutu
- Melaksanakan tugas kedinasan yang diberikan oleh atasan

Hasil Kerja:
- Terpimpin dan terkoordinasinya penyusunan program kerja dan indikator keuangan
(perbendaharaan) yang sehat
- Terpimpinnya penyusunan standar prosedur operasional (SPO) pelaksanaan,
pengendalian, pemantauan dan evaluasi mutu kegiatan layanan dan operasional
perbendaharaan
- Terpimpinnya penyusunan dan pemantauan indikator mutu dan laporan kegiatan
perbendaharaan sesuai prosedur dan aturan
- Teratur dan terkendalinya pelaksanaan pengelolaan penerimaan setoran harian
berdasarkan ketentuan
- Teraturnya pengeluaran uang tunai , melakukan pembayaran tagihan, mengatur
teknis penagihan piutang dan menjamin jumlah kas sesuai dengan ketentuan yang
berlaku
- Terpimpinnya pelaksanaan kegiatan perbendaharaan dan standar prosedur
operasional (SPO) perbendaharaan
- Terbuatnya laporan kegiatan perbendaharaan sesuai pedoman yang berlaku
- Terlaksananya pengelolaan anggaran pendapatan rumah sakit sesuai ketentuan
- Telah dilakukan koordinasi dengan pejabat struktural setingkat dalam melaksanakan
pemantauan dan pembinaan mutu
- Terlaksananya tugas kedinasan yang diberikan oleh atasan

Bahan Kerja:
Kebijakan, pedoman, Juknis Depkes RI
Kebijakan pengelolaan SDM RS
Informasi langsung tak langsung tentang kegiatan bawahan
Rekapitulasi seluruh kegiatan di Instalasi Keuangan
Surat Keputusan dan surat tugas dari Direktur

Perangkat Kerja:
ATK
Telepon
Komputer

Sifat Jabatan:
Jabatan Struktural yang dikerjakan pada jam kerja Rumah Sakit, yaitu:
Senin Jumat : jam 07.30 - 14.00
Sabtu : Libur
Uraian Tugas:
- Membantu Kasubbag Keuangan dalam menyusun proyeksi keuangan dan nota
keuangan jangka pendek, menengah dan jangka panjang sesuai dengan
perkembangan dan perspektif pelayanan Rumah Sakit dimasa yang akan datang
- Merencanakan dan mengusulkan kebutuhan sarana sesuai dengan prosedur yang
berlaku
- Mengajukan saran / usul untuk mengembangkan dan meningkatkan mutu layanan
administrasi
- Mengkoordinasikan dan melaksanakan penerimaan, penyimpanan, dan
pengeluaran uang, cek dan surat berharga dan pengamanannya sesuai dengan
prosedur yang berlaku
- Membuat laporan posisi kas harian dan cash opname setiap hari dan mencocokan
dengan administrasi kas / bank
- Membuat kas bon sementara dan mengeluarkan uang tunai / kas atas permintaan
bagian yang membutuhkan sesuai dengan prosedur
- Melakukan penjagaan agar jumlah kas tunai sesuai dengan ketentuan yang berlaku
dan membuat laporan rekapitulasi pengeluaran kas
- Menyetor dan mengambil uang tunai dari bank sesuai pendapatan yang diperoleh
setiap hari
- Membuat perincian biaya ranap serat bukti piutang pasien jika pasien belum dapat
melunasi dan melakukan penagihan terhadap piutang dan mengatur tehnik
administrasi penagihannya
- Memberikan arahan dan bimbingan kepada staf dibawahnya agar dapat
meningkatkan kinerja secara optimal
- Mengawasi dan menilai pelaksanaan prosedur kerja yang telah ditentukan serta
melaksanakan penilaian terhadap upaya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan
di bidang keuangan
- Mengawasi dan mengendalikan pelaksanaan anggaran agar sesuai dengan RAPB
Rumah Sakit
- Evaluasi laporan laporan keuangan dan evaluasi kinerja staf administrasi

Tanggung jawab:
Bertanggung jawab langsung kepada Kasubbag Keuangan

Wewenang :
- Membuat laporan keuangan harian dan bulanan
- Menghadiri rapat rutin setiap 1 bulan sekali

Nama Bawahan Langsung :


1. Kasir
Korelasi Jabatan
NO JABATAN UNIT ORGANISASI DALAM HAL
1 Kepala Bendahara Kasie Yanmed, Kasie Penugasan, pengawasan,
Jangmed, Kasie Pengkoordinasian kegiatan
Keperawatan, pelayanan Keuangan
Kasubbag PSDI,
Kasubbag
Administrasi,
Kasubbag Keuangan,
2 Pelaksana Kasir Kasubbag Keuangan, Pelaksana kegiatan di
Ka Bendahara Instalasi Keuangan

Kondisi Lingkungan Kerja :


NO ASPEK FAKTOR
1 Tempat kerja Diruang tertutup dan ber- AC

Resiko Bahaya :
NO ASPEK FAKTOR
1 Stress manajerial Tanggung jawab dan beban pelaksanaan
tugas

Syarat Jabatan :
NO JENIS PELATIHAN PENGALAMAN
PENDIDIKAN
1 Pendidikan - Mampu mengoperasikan - Pengalaman kerja minimal
terakhir komputer minimal (microsoft 3 tahun.

minimal S1 office)
Ekonomi, - Memiliki sertifikat yang
SMEA atau mendukung
Sederajat - Telah bekerja di Rumah
Sakit minimal 3 tahun

Upaya Fisik :
1. Duduk : sering
2. Berdiri : sering
3. Berjalan : sering
4. Memegang : sering

Kondisi Fisik :
1. Jenis Kelamin : laki-laki/wanita
2. Berbadan : sehat jasmani dan rohani
3. Umur minimal : 22 tahun
3. Kepala Akuntansi - Perpajakan
Nama Jabatan : Kepala Akuntansi
Unit Kerja : Keuangan
Ikhtisar Jabatan :
- Memimpin dan mengkoordinir penyusunan program kerja dan indikator akuntansi
perpajakan sesuai ketentuan
- Menyusun standar prosedur operasional (SPO) pelaksanaan, pengendalian,
pemantauan dan evaluasi mutu kegiatan layanan dan operasional akuntansi
perpajakan
- Melakukan penghitungan dan pelaporan perpajakan sesuai dengan aturan
perpajakan yang berlaku
- Menyusun laporan keuangan rumah sakit yang meliputi neraca, L/R, cash flow,
perubahan modal serta catatan laporan keuangan secara periodik dan tepat waktu
sesuai pedoman yang berlaku
- Mengorganisasikan data data akuntansi yaitu bukti bukti transaksi, buku buku
pendukung dan buku buku laporan dan membuat laporan jasa layanan medis,
keperawatan dan penunjang
- Membuat laporan jasa layanan medis, keperawatan dan penunjang medis serta
remunerasi karyawan
- Membuat laporan kegiatan akuntansi perpajakan sesuai pedoman yang berlaku
- Melaksanakan pengelolaan anggaran pendapatan Rumah Sakit sesuai ketentuan
- Melakukan koordinasi dengan pejabat struktural setingkat dalam melaksanakan
pemantauan dan pembinaan mutu
- Melaksanakan tugas kedinasan yang diberikan oleh atasan

Hasil Kerja:
- Terpimpin dan terkoordinasinya penyusunan program kerja dan indikator akuntansi
perpajakan sesuai ketentuan
- Tersusun standar prosedur operasional (SPO) pelaksanaan, pengendalian,
pemantauan dan evaluasi mutu kegiatan layanan dan operasional akuntansi
perpajakan
- Terlaksananya penghitungan dan pelaporan perpajakan sesuai dengan aturan
perpajakan yang berlaku
- Tersusunnya laporan keuangan rumah sakit yang meliputi neraca, L/R, cash flow,
perubahan modal serta catatan laporan keuangan secara periodik dan tepat waktu
sesuai pedoman yang berlaku
- Terkoordinasinya data data akuntansi yaitu bukti bukti transaksi, buku buku
pendukung dan buku buku laporan dan membuat laporan jasa layanan medis,
keperawatan dan penunjang
- Terbuatnya laporan jasa layanan medis, keperawatan dan penunjang medis serta
remunerasi karyawan
- Terbuatnya laporan kegiatan akuntansi perpajakan sesuai pedoman yang berlaku
- Terlaksananya pengelolaan anggaran pendapatan Rumah Sakit sesuai ketentuan
- Lakukan koordinasi dengan pejabat struktural setingkat dalam melaksanakan
pemantauan dan pembinaan mutu
- Terlaksananya tugas kedinasan yang diberikan oleh atasan

Bahan Kerja:
Kebijakan, pedoman, Juknis Depkes RI
Kebijakan pengelolaan SDM RS
Informasi langsung tak langsung tentang kegiatan bawahan
Rekapitulasi seluruh kegiatan di Instalasi Keuangan
Surat Keputusan dan surat tugas dari Direktur

Perangkat Kerja:
ATK
Telepon
Computer

Sifat Jabatan:
Rumah Sakit muhammadiyah Kalitidu menggunakan acuan jam kerja 3 ( tiga ) Shift
dalam 24 jam. Dengan ketentuan :
Shift Pagi ( Shift A ) di mulai pukul 07.00 WIB 14.00 WIB
Shift Sore ( Shift B ) di mulai pukul 04.00 WIB 21.00 WIB
Shift Pagi ( Shift C ) di mulai pukul 21.00 WIB 07.00 WIB

Uraian Tugas:
- Membantu Kasubbag Keuangan dalam menyusun proyeksi keuangan dan nota
keuangan jangka pendek, menengah dan jangka panjang sesuai dengan
perkembangan dan perspektif pelayanan Rumah Sakit dimasa yang akan datang
- Merencanakan dan mengusulkan kebutuhan sarana sesuai dengan prosedur yang
berlaku
- Mengajukan saran / usul untuk mengembangkan dan meningkatkan mutu layanan
administrasi
- Mengkoordinasikan dan melaksanakan sistem akuntansi Rumah Sakit sesuai sistem
akuntansi dan prosedur yang sudah ditentukan sesuai dengan prinsip akuntansi
indonesia
- Menyusun laporan anggaran dan realisasi keuangan secara periodik sesuai dengan
pedoman yang berlaku
- Mengumpulkan semua data utang, inventaris dan aktiva Rumah Sakit serat sistem
pelaporannya
- Melakukan pencatatan dan pelaporan perpajakan yang berhubungan dengan Rumah
Sakit
- Membuat laporan data akuntansi yang meliputi bukti transaksi, buku pencatatan dan
laporan

Tanggung jawab:
Bertanggung jawab langsung kepada Kasubbag Keuangan
Wewenang :
- Menghadiri rapat rutin setiap 1 bulan sekali
- Membuat laporan rutin bulanan

Korelasi Jabatan
NO JABATAN UNIT ORGANISASI DALAM HAL
1 Kepala Sub Kasie Yanmed, Kasie Pelaporan, perencanaan,
Bagian Keuangan Jangmed, Kasie pengawasan,
Keperawatan, Kasubbag Pengarahan, Evaluasi
PSDI, Kasubbag
Administrasi, Ka Bendahara,
Ka Akuntansi, Ka Logistik
4 Kepala Akuntansi Kasie Yanmed, Kasie Penugasan, pengawasan,
Jangmed, Kasie Pengkoordinasian kegiatan
Keperawatan, Kasubbag pelayanan Keuangan
PSDI, Kasubbag
Administrasi, Kasubbag
Keuangan, Ka Bendahara

Kondisi Lingkungan Kerja :


NO ASPEK FAKTOR
1 Tempat kerja Diruang tertutup dan ber- AC

Resiko Bahaya :
NO ASPEK FAKTOR
1 Stress manajerial Tanggung jawab dan beban pelaksanaan
tugas

Syarat Jabatan :
NO JENIS PELATIHAN PENGALAMAN
PENDIDIKAN
1 Pendidikan - Mampu mengoperasikan - Pengalaman kerja minimal
terakhir komputer minimal (microsoft 3 tahun.

minimal S1 office)
Akuntansi - Memiliki sertifikat sertifkat
yang mendukung
- Telah bekerja di Rumah
Sakit minimal 3 tahun
4. Kepala Logistik
Nama Jabatan : Kepala Logistik
Unit Kerja : Keuangan
Ikhtisar Jabatan :
- Melaksanakan kegiatan rekapitulasi, pengadaan, pendistribusian dan pencatatan
logistik Rumah Sakit sesuai ketentuan
- Melaksanakan kegiatan inventarisasi dan pelaporan aset Rumah Sakit sesuai
pedoman yang berlaku
- Menyusun dan menyediakan kebutuhan sarana prasarana unit kerja sesuai
pedoman dan ketentuan
- Membuat laporan kegiatan logistik sesuai pedoman dan ketentuan yang berlaku
- Melaksanakan pengelolaan anggaran pendapatan pengeluaran logistik sesuai
ketentuan
- Melakukan koordinasi dengan pejabat struktural setingkat dalam melakasanakan
pemantauan dan pembinaan mutu
- Melaksanakan tugas kedinasan yang diberikan oleh atasan

Hasil Kerja:
- Terlaksananya kegiatan rekapitulasi, pengadaan, pendistribusian dan pencatatan
logistik Rumah Sakit sesuai ketentuan
- Terlaksananya kegiatan inventarisasi dan pelaporan aset Rumah Sakit sesuai
pedoman yang berlaku
- Tersusun dan tersedianya kebutuhan sarana prasarana unit kerja sesuai pedoman
dan ketentuan
- Laporan kegiatan logistik sesuai pedoman dan ketentuan yang berlaku
- Terlaksananya pengelolaan anggaran pendapatan pengeluaran logistik sesuai
ketentuan
- Terlaksananya koordinasi dengan pejabat struktural setingkat dalam melakasanakan
pemantauan dan pembinaan mutu
- Terlaksananya tugas kedinasan yang diberikan oleh atasan

Bahan Kerja:
Kebijakan, pedoman, Juknis Depkes RI
Informasi langsung tak langsung tentang kegiatan keperawatan
Mengikuti seluruh kegiatan di Instalasi Keuangan
Surat Keputusan dan surat tugas dari Direktur

Perangkat Kerja:
ATK
Telepon
Komputer
Sifat Jabatan:
Rumah Sakit muhammadiyah Kalitidu menggunakan acuan jam kerja 3 ( tiga ) Shift
dalam 24 jam. Dengan ketentuan :
Shift Pagi ( Shift A ) di mulai pukul 07.00 WIB 14.00 WIB
Shift Sore ( Shift B ) di mulai pukul 04.00 WIB 21.00 WIB
Shift Pagi ( Shift C ) di mulai pukul 21.00 WIB 07.00 WIB

Uraian Tugas:
- Menyusun rencana kebutuhan pengadaan barang dan perlengkapan Rumah Sakit
- Merencanakan dan mengusulkan kebutuhan sarana sesuai dengan prosedur yang
berlaku
- Melaksanakan administrasi persediaan obat, alat kesehatan dan kebutuhan lain
sesuai dengan prosedur
- Menyetujui permintaan barang, proses penerimaan barang sampai pendistribusian ke
bagian / unit yang membutuhkan
- Membuat laporan inventaris barang setiap bulan
- Melakukan opname barang secara berkala minimal 3 bulan sekali

Tanggung jawab:
Bertanggung jawab langsung kepada Kasubbag Keuangan

Wewenang :
- Menghadiri rapat rutin setiap 1 bulan sekali
- Membuat laporan rutin bulanan

Korelasi Jabatan
NO JABATAN UNIT ORGANISASI DALAM HAL
1 Kepala Sub Bagian Kasie Yanmed, Kasie Pelaporan, perencanaan,
Keuangan Jangmed, Kasie pengawasan,
Keperawatan, Kasubbag Pengarahan, Evaluasi
PSDI, Kasubbag
Administrasi, Ka
Bendahara, Ka Akuntansi,
Ka Logistik
5 Kepala Logistik Kasie Yanmed, Kasie Penugasan, pengawasan,
Jangmed, Kasie Pengkoordinasian kegiatan
Keperawatan, Kasubbag pelayanan Keuangan
PSDI, Kasubbag
Administrasi, Kasubbag
Keuangan, Ka Bendahara,
Ka Akuntansi

Kondisi Lingkungan Kerja :


NO ASPEK FAKTOR
1 Tempat kerja Diruang tertutup dan ber- AC
Resiko Bahaya :
NO ASPEK FAKTOR
1 Stress manajerial Tanggung jawab dan beban pelaksanaan
tugas

Syarat Jabatan :
NO JENIS PELATIHAN PENGALAMAN
PENDIDIKAN
1 Pendidikan - Mampu mengoperasikan - Pengalaman kerja minimal
terakhir komputer minimal (microsoft 3 tahun.

minimal DIII office)


Farmasi / - Memiliki sertifikat yang
SLTA mendukung
sederajat - Telah bekerja di Rumah
Sakit minimal 3 tahun

5. Pelaksana Kasir
Nama Jabatan : Pelaksana Kasir
Unit Kerja : Keuangan
Ikhtisar Jabatan :
- Membuat kwitansi pembayaran biaya perawatan pasien rawat inap dan rawat jalan
- Memberikan informasi rekening pasien sementara maupun rekening pasien pulang
bagi yang memerlukan
- Mengumpulkan semua bukti biaya perawatan pasien rawat inap dan rawat jalan serta
pengeluaran harian
- Membuat rekapitulasi piutang pasien dalam perawatan
- Membuat laporan dan melakukan operan keuangan kepada shift berikutnya (shift
sore dan shift malam)
- Membuat laporan dan melakukan penyetoran keuangan kepada kepala bendahara
(shift pagi)
- Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan

Hasil Kerja:
- Terlaksananya pembuatan kwitansi pembayaran biaya perawatan pasien rawat inap
dan rawat jalan
- Terlaksananya informasi rekening pasien sementara maupun rekening pasien pulang
bagi yang memerlukan
- Terkumpulnya semua bukti biaya perawatan pasien rawat inap dan rawat jalan serta
pengeluaran harian
- Terbuatnya rekapitulasi piutang pasien dalam perawatan
- Terbuatnya laporan dan melakukan operan keuangan kepada shift berikutnya (shift
sore dan shift malam)
- Terbuatnya laporan dan melakukan penyetoran keuangan kepada kepala bendahara
(shift pagi)
- Terlaksananya tugas lain yang diberikan oleh atasan

Bahan Kerja:
Kebijakan, pedoman, Juknis Depkes RI
Informasi langsung tak langsung tentang kegiatan keperawatan
Mengikuti seluruh kegiatan di Instalasi Keuangan
Surat Keputusan dan surat tugas dari Direktur

Perangkat Kerja:
ATK
Telepon
Komputer

Sifat Jabatan:
Rumah Sakit muhammadiyah Kalitidu menggunakan acuan jam kerja 3 ( tiga ) Shift
dalam 24 jam. Dengan ketentuan :
Shift Pagi ( Shift A ) di mulai pukul 07.00 WIB 14.00 WIB
Shift Sore ( Shift B ) di mulai pukul 04.00 WIB 21.00 WIB
Shift Pagi ( Shift C ) di mulai pukul 21.00 WIB 07.00 WIB

Uraian Tugas:
- Membina hubungan terapeutik dengan pasien / keluarga
- Menerima pasien baru dan mengorientasikan pasien / keluarga jika DPJP tidak ada di
tempat
- Melakukan tindakan keperawatan pada kliennya berdasarkan rencana perawatan
yang telah di buat DPJP
- Melakukan evaluasi dan dokumentasi tindakan keperawatan
- Mendampingi visite dokter bila PJ shift tidak di tempat
- Menerapkan perilaku caring dalam pemberian asuhan keperawatan
- Melaporkan kepada DPJP bila menemukan masalah yang perlu diselesaikan
- Menyiapkan klien untuk pemeriksaan diagnostik, laboratorium, pengobatan dan
tindakan
- Memberikan pendidikan kesehatan pada pasien dan keluarga
- Memelihara sarana, fasilitas keperawatan dan kebersihan ruangan
- Mengikuti kegiatan ilmiah / pelatihan
- Melakukan kompetensi dasar keperawatan
- Menerapkan misi pelayanan asuhan keperawatan dalam mencapai visi rumah sakit
- Mempertahankan citra keperawatan
- Menerapkan ketrampilan mengelola emosi pribadi dan penampilan diri
- Melakukan pengukuran tanda-tanda vital
- Memfasilitasi kegiatan KDM
- Melakukan resusitasi jantung paru

Tanggung jawab:
Bertanggung jawab langsung kepada Kasubbag Keuangan

Wewenang :
- Menghadiri rapat rutin setiap 1 bulan sekali
- Membuat laporan rutin bulanan

Korelasi Jabatan
NO JABATAN UNIT ORGANISASI DALAM HAL
1 Kepala Sub Bagian Kasie Yanmed, Kasie Pelaporan, perencanaan,
Keuangan Jangmed, Kasie pengawasan,
Keperawatan, Pengarahan, Evaluasi
Kasubbag PSDI,
Kasubbag
Administrasi, Ka
Bendahara, Ka
Akuntansi, Ka
Logistik
2 Kepala Bendahara Kasie Yanmed, Kasie Penugasan, pengawasan,
Jangmed, Kasie Pengkoordinasian kegiatan
Keperawatan, pelayanan Keuangan
Kasubbag PSDI,
Kasubbag
Administrasi,
Kasubbag Keuangan,
3 Pelaksana Kasir Kasubbag Keuangan, Pelaksana kegiatan di
Ka Bendahara Instalasi Keuangan

Kondisi Lingkungan Kerja :


NO ASPEK FAKTOR
1 Tempat kerja Diruang tertutup dan ber- AC

Resiko Bahaya :
NO ASPEK FAKTOR
1 Stress manajerial Tanggung jawab dan beban pelaksanaan
tugas
Syarat Jabatan :
NO JENIS PELATIHAN PENGALAMAN
PENDIDIKAN
1 Pendidikan - Mampu mengoperasikan - Pengalaman kerja minimal
komputer minimal (microsoft 2 tahun.
terakhir
minimal office)
- Mampu bertutur kata dengan
SMK, SMA
baik
atau
- Memiliki etika dan kejujuran
sederajat
BAB IV
SUMBER DAYA MANUSIA

A. POLA KETENAGAAN
INSTALASI KEUANGAN
No. Nama Jabatan Kualifikasi Pengalaman dan Jumlah
Formal Sertifikat kualifikasi yang
diperlukan
1. Ka. Instalasi Dokter ACLS - Sebagai dokter jaga 1
Gawat Darurat Umum di IGD minimal 2th
(sudah lulus - Memiliki
PTT) kemampuan dalam
kepemimpinan
- Sehat jasmani dan
rohani
2. Ka. Ruang IGD DIII - PPGD/ - Sebagai perawat 1
Keperawatan BCLS IGD minimal 2th
- Manajemen - Memiliki
Bangsal kemampuan dalam
kepemimpinan
- Memiliki
kemampuan dalam
membina hubungan
baik dengan orang
lain
- Dapat dipercaya
- Memiliki
kemampuan
menggunakan
komputer
- Sehat jasmani dan
rohani
3. Dokter IGD Dokter - ACLS - Sebagai dokter 5
Umum umum di IGD
(sudah lulus minimal 2th
PTT) - Memiliki
kemampuan
mengenai pasien
umum dan gawat
darurat
- Memiliki
kemampuan
menggunakan alat
medik yang terkait
dengan
penanganan pasien
gawat darurat
- Sehat jasmani dan
rohani
4. Penanggung S1/D3 - PPGD/ - Sebagai perawat 4
Jawab Shift Keperawatan BTCLS IGD minimal 2th
- Memiliki jiwa
kepemimpinan dan
tanggung jawab
- Memiliki minat dan
kepribadian yang
baik
- Sehat jasmani dan
rohani
5. Perawat DIII - PPGD/ - Sebagai perawat 8
Pelaksana Keperawatan BTCLS IGD minimal 2th
- Memiliki minat dan
kepribadian yang
baik
- Sehat jasmani dan
rohani
B. KUALIFIKASI

Kualifikasi
No. Nama Jabatan Formal Masa Sertifikat Jumlah Yang Ada
Kerja
1. Ka. Instalasi Gawat Dokter 5 tahun ACLS 1
Darurat Umum
2. Ka. Ruang IGD D3 5 tahun BTCLS / BLS 1
Keperawatan / PPGD
3. Dokter Jaga IGD Dokter 2-10 tahun ACLS / ATLS 5
Umum
4. PJ shift D3 5 tahun BTCLS / 4
Keperawatan PPGD
5. Perawat Pelaksana D3 5 tahun BTCLS / 4
Keperawatan PPGD

C. Dasar Perhitungan Ketenagaan IGD


1. Dokter Jaga Konsulen On Call
Dokter spesialis jaga on call terdiri dari 4 dokter spesialis yaitu :
a. Dokter spesialis Kandungan
b. Dokter spesialis Bedah
c. Dokter spesialis Penyakit Dalam
d. Dokter spesialis Anak
Setiap hari dokter jaga konsulen on call berlaku dari jam 07.30-07.30 keesokan
harinya kecuali cito bisa di luar jam tersebut.

2. Dokter Jaga IGD


Cara perhitungan ketenagaan dokter jaga di IGD adalah berdasarkan rasio jumlah
kasus di IGD dalam 24 jam yaitu 1:20 kasus di bagi dalam 3 shift (1-1-1).
Peraturan kerja dokter jaga IGD dibagi dalam 3 shift yaitu :
Shift pagi : jam 07.30 14.00
Shift sore : jam 14.00 21.00
Shift malam : jam 21.00 07.30

3. Perawat IGD
Cara perhitungan ketenagaan perawat di IGD adalah berdasarkan jam perawatan
untuk setiap pasien dalam waktu 24 jam dan berdasarkan jumlah kunjungan pasien
IGD dan mengacu kepada rumus dari DEPKES 2002, adapaun cara perhitungannya
sebagai berikut :
a. Rata rata jumlah pasien per hari = 7 pasien
b. Jumlah jam perawatan = 4 jam (menurut DEPKES)
c. Jam efektif setiap perawat 7 jam per hari
d. Perhitungan perawat di instalasi gawat darurat
= jumlah pasien x jumlah jam perawatan
Jam efektif setiap perawat
= 7 x 4 = 28 = 4
7 7
Loss day = (jumlah hari minggu / th + cuti + hari besar) x keb. Tenaga
Jumlah hari kerja efektif / th
= ( 52 + 12 + 14 ) x 4 = 78 x 4 = 312 = 1,09
365 (52 + 14 + 12) 287 287
Tugas non keperawatan= jumlah perawat IGD x 15% = 1,09 x 15% = 0,16 orang
Kepala Ruang = 1 orang
Jadi kebutuhan tenaga di ruang IGD
= jumlah perawat ruang IGD + tugas non keperawatan + kepala ruang
= 4 + 1,09 + 0,16 + 1 = 6,25 7 orang
Jadi jumlah tenaga perawat yang dibutuhkan 9 orang yang di bagi dalam 3 shift
yaitu :
Dinas pagi : 3 orang ( 1 KARU, 1 PJ Shift, 1 Perawat Pelaksana )
Dinas sore : 2 orang ( 1 PJ Shift, 1 Perawat Pelaksana )
Dinas Malam : 2 orang ( 1 PJ Shift, 1 Perawat Pelaksana )
BAB V
TATA HUBUNGAN KERJA

B. Bagan Tata Hubungan Kerja

Unit HCU Gizi IRJ Kasir


Perawatan

Logistik
Logistik
Farmasi
Umum

Admission Instalasi Gawat Darurat Operator


(IGD)

Umum / Umum / Supir


Tehnisi

Kamar Rekam Medik Radiologi Laboratorium Umum /


Operasi/ IBS Keamanan
C. Hubungan Kerja IGD Rumah Sakit Muhammadiyah Kalitidu
1. Logistik Farmasi
Kebutuhan obat dan alat medis di IGD diperoleh dari bagian logistik farmasi
dengan prosedur permintaan sesuai SPO terlampir.
2. Logistik Umum
Kebutuhan alat-alat rumah tangga dan alat tulis kantor di IGD diperoleh dari
logistik umum dengan prosedur permintaan sesuai dengan SPO.
3. Instalasi Bedah Sentral (IBS)
Pasien IGD yang memerlukan tindakan operasi akan dibuatkan surat pengantar
operasi oleh dokter kemudian penanggung jawab / keluarga pasien dianjurkan ke
bagian admission untuk dijelaskan biaya operasi serta perawat IGD memberitahu
bagian IBS tentang rencana operasi (bila keluarga/ penanggung jawab sudah
setuju). (prosedur pasien IGD yang akan operasi sesuai dengan SPO terlampir)
4. Laboratorium
Pasien IGD yang membutuhkan pemeriksaan laboratorium akan dibuatkan formulir
permintaan laboratorium oleh dokter dan formulir diserahkan kepada petugas
laboratorium oleh perawat IGD (prosedur pemeriksaan laboratorium pasien IGD
sesuai SPO terlampir).
5. Umum / Tehnisi
Kerusakan alat medis dan non medis di IGD akan di laporkan dan diajukan
perbaikan ke bagian umum dengan prosedur permintaan perbaikan sesuai dengan
SPO yang berlaku.
6. Rekam Medis
Pasien yang berobat di Rumah Sakit Muhammadiyah Kalitidu akan di berikan
nomor rekam medis dan status medis pasien dan yang sudah selesai berobat
disimpan dibagian rekam medis serta bila pasien berobat kembali status medis
pasien diminta kembali ke bagian rekam medis oleh petugas admission (prosedur
permintaan dan penyerahan status ke bagian rekam medis sesuai dengan SPO
terlampir).
7. Admission
Setiap pasien yang berobat ke IGD selalu di daftarkan ke bagian admission dari
bagian admission disiapkan status dan slip pembayaran pasien, kemudian status
dan slip pembayaran di antarkan oleh petugas admission ke IGD (pendaftaran
pasien ke bagian admission sesuai dengan SPO terlampir).
8. Radiologi
Pasien IGD yang membutuhkan pemeriksaan radiologi akan dibuatkan formulir
permintaan pemeriksaan radiologi oleh dokter dan formulir diserahkan ke petugass
radiologi oleh perawat IGD (prosedur pemeriksaan radiologi pasien IGD sesuai
dengan SPO terlampir).
9. Operator
Apabila IGD membutuhkan sambungan telepon keluar RSM Kalitidu (tanpa
menggunakan PIN) maka bagian IGD akan meminta bantuan ke bagian operator
dengan cara menekan angka 0 (nol) pada pesawat telpon.
10. Kasir
Pasien yang telah selesai berobat ke IGD akan diantar ke bagian kasir oleh
perawat IGD untuk menyelesaikan administrasi.
11. Unit Perawatan
Pasien IGD yang akan dirawat dibuatkan surat pengantar rawat oleh dokter,
penanggung jawab / keluarga pasien dianjurkan ke bagian admission untuk
memilih kamar perawatan, setelah penanggung jawab / keluarga passien
menandatangani surat persetujuan rawat inap, maka pasien diantar oleh perawat
IGD ke unit perawatan (prosedur pasien IGD yang akan rawat inap sesuai dengan
SPO terlampir).
12. Gizi
Pasien IGD yang memerlukan kebutuhan nutrisi segera, akan dimintakan
langsung ke bagian gizi melalui telepone dengan memberitahukan nama
pasien dan makanan / minuman (teh manis) yang diperlukan.
Dokter IGD yang praktek akan mendapat snack dan makan malam dari
bagian gizi sesuai dengan jadwal jaga dokter IGD yang diserahkan ke bagian
gizi.
13. Hight Care Unit (HCU)
Apabila ada pasien dari IGD yang memerlukan perawatan intensif maka pasien
akan dibuatkan surat persetujuan masuk HCU oleh dokter, penanggung jawab /
keluarga pasien dianjurkan ke bagian admission untuk memilih kamar, setelah
penanggung jawab / keluarga pasien menandatangani surat persetujuan rawat
HCU maka pasien di antar oleh perawat IGD ke ruang HCU.
14. Instalasi Rawat Jalan (IRJ)
Pasien IGD yang memerlukan tindakan lanjut / konsul ke dokter spesialis pada jam
kerja, perawat akan menghubungi dokter konsulen dan bila kondisi pasien
memungkinkan untuk tindak lanjut di poliklinik, maka pasien diantar oleh perawat
IGD ke bagian IRJ. (prosedur konsul pasien IGD ke dokter spesialis yang sedang
praktek sesuai SPO terlampir).
15. Umum / Supir
Pasien IGD yang memerlukan rujukan ke Rumah Sakit lain dapat menggunakan
ambulance RSM Kalitidu, bila keadaan memungkinkan (prosedur merujuk pasien
sesuai dengan SPO terlampir).
16. Umum / Keamanan
Bila ada pasien IGD yang meninggal maka setelah jenazah dirapikan akan diantar
ke kamar jenazah dengan terlebih dahulu menginformasikan kebagian umum /
keamanan (prosedur pasien meninggal sesuai SPO terlampir).
BAB VI
KEGIATAN ORIENTASI

1. KEGIATAN ORIENTASI
Perkembangan RS Muhammadiyah Kalitidu dari setiap tahunnya menunjukkan peningkatan
yang baik dari sisi bangunan dan penataan ruang serta penambahan jumlah tempat tidur
bagi pasien. Seiring dengan penambahan fasilitas penunjang dan pelayanan unggulan yang
selalu digelorakan pelaksanaan dalam setiap harinya mulai bagian kebersihan sampai
dengan direktur. Proses perekrutan karyawan baru juga tidak bisa dihindarkan yang
didalamnya ada program orientasi sebelum karyawan baru yang bersangkutan ditempatkan
pada unit yang membutuhkan.
Program Orientasi dilakukan seluruh karyawan baru yang masuk di Instalasi Gawat Darurat,
sebelum masa orientasi karyawan yang bersangkutan telah lolos diseleksi sebelumnya
yakni: Test Tulis, Tes Wawancara dan tes kesehatan.

2. TUJUAN DAN SASARAN


A. Tujuan
Tujuan kegiatan orientasi adalah:
Memberikan bekal awal, pemahaman dan pengetahuan yang cukup bagi karyawan
baru di Instalasi Gawat Darurat terhadap ketentuan yang berlaku di Rumah Sakit
Muhammadiyah Kalitidu
Memberikan kesempatan pengenalan dan beradaptasi dengan lingkungan kerja baru
dan memberikan gambaran terhadap Instalasi Gawat Darurat, baik SOP pelayanan
dan alur kerjanya
Memberikan pengetahuan yang cukup bagi karyawan baru terhadap unit kerja Instalasi
Gawat Darurat yang terkait dan berhubungan erat dengan profesi dan bidang
tugasnya.
B. Sasaran
Seluruh karyawan baru di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Muhammadiyah Kalitidu

3. WAKTU PELAKSANAAN
Waktu pelaksanaan orientasi dilakukan selama 2 (dua) setelah karyawan lolos tes kesehatan
dan sebelum melaksanakan masa magang di Instalasi Gawat Darurat
4. METHODE DAN JADWAL ORIENTASI
Tabel Metodhe Orientasi
Hari MATERI METODE PEMATERI
ke
1. Mengerti struktur Penanggung jawab :
Orientasi dengan metode on the job
organisasi, visi, misi, Kepala Instalasi
training atau praktek langsung di unit
tujuan di unit yang
kerja yang bersangkutan
ditempati
Instruktur/tutor adalah Ka. Instalasi
Waktu pelaksanaan orientasi jam
kerja ( 07.00 WIB 14.00 WIB )
2. Mengerti dan mampu Orientasi SPO di unit dengan metode Penanggung jawab :
menerapkan SPO di unit job training atau praktek langsung di Kepala Instalasi
yang ditempati unit kerja yang bersangkutan
Instruktur/tutor adalah ka. Instalasi
Waktu pelaksanaan orientasi jam
kerja ( 07.00 WIB 14.00 WIB )
3. Mengerti fasilitas dan Orientasi fasilitas dan sarana yang Penanggung jawab :
sarana yang tersedia dan tersedia dengan metode job training Kepala Instalasi
cara penggunaannya di atau praktek langsung di unit kerja
unit yang ditempati yang bersangkutan
Instruktur/tutor adalah ka. Instalasi
Waktu pelaksanaa orientasi jam kerja
( 07.00 WIB 14.00 WIB )
4. Mengerti standar Orientasi standar akreditasi dan PPI Penanggung jawab :
akreditasi dan PPI dasar Dasar di unit dengan metode job Kepala Instalasi dan
di unit yang ditempati training atau praktek langsung di unit Tim PPI
orientasi kerja yang bersangkutan
Instruktur/tutor adalah ka.Instalasi
didampingi Tim PPI
Waktu pelaksanaa orientasi jam kerja
( 07.00 WIB 14.00 WIB )
5. Praktek langsung Orientasi praktek langsung di unit Penanggung jawab :
ke pasien dengan dengan metode job training atau Kepala Instalasi
diawasi oleh Ka. Instalasi praktek langsung di unit kerja yang
Anamnesa bersangkutan
Penerapan SPO Instruktur/tutor adalah ka. Instalasi
masing-masing unit Waktu pelaksanaa orientasi jam kerja
( 07.00 WIB 14.00 WIB )
6. Penilaian/ Observasi Penanggung jawab :
yang dilakukan oleh ka. Kepala Instalasi
Instalasi meliputi Penilaian/ observasi dilakukan selama
masa orientasi (6 hari) secara terus
Kedisiplinan
menerus di unit kerja yang
karyawan (kehadiran,
bersangkutan
atribut, seragam)
Penilai adalah ka. Instalasi
Kerjasama antar tim
Waktu pelaksanaan disetiap jam kerja
Koordinasi dengan
( 07.00 WIB 14.00 WIB ) selama
tim lain
orientasi
Hubungan karyawan
dan pasien
Tabel Jadwal Orientasi

WAKTU PELAKSANAAN
No KEGIATAN
1 2 3 4 6 7 8 9 10 11 12 13 14
1 Mengerti struktur organisasi unit yang
ditempati
2 mengerti falsafah dan tujuan unit yang
ditempati orientasi
3 mengerti fasilitas dan sarana yang tersedia
dan cara penggunaannya di unit yang
ditempati INSTALASI GAWAT DARURAT
4 mengerti SPO di unit yang ditempati
5 mengerti standar akreditasi dan PPI dasar
di unit yang ditempati orientasi
6 Praktek langsung ke pasien dengan di
dampingi Karu di unit yang ditempati
7 Penilaian attitude dan kerjasama antar tim
BAB VII
PENILAIAN KINERJA SDI

1. PENILAIAN KINERJA SDI


Pada masa sekarang ini peningkatan produktifitas dan kualitas kerja menjadi tuntutan
masyarakat ( khususnya pasien dan keluarga ). Untuk mengatasi daya saing antar Rumah
Sakit swasta lain ataupun Rumah Sakit pemerintah baik lokal ataupun non lokal maka suatu
instansi harus mempunyai SDI yang mampu bersaing baik dalam skill maupun
pengetahuannya. Kwalitas SDI Rumah Sakit tergambar dari hasil penilaian kinerja karyawan.
Untuk menilai kinerja karyawan dibutuhkan instrumen penilaian kinerja, yang selanjutnya
disebut Pedoman Evaluasi Kinerja Karyawan yang terdapat standart yang harus dicapai oleh
setiap karyawan.Penilaian Kinerja ini merupakan instrumen manajemen yang penting untuk
menilai karyawan sebagai dasar untuk melakukan promosi, mutasi, pelatihan dan pendidikan
yang dibutuhkan, kompensasi, pengakuan dan penghargaan bagi karyawan.

2. TUJUAN DAN SASARAN


A. Tujuan
Tujuan pedoman penilaian kinerja karyawan adalah :
Agar setiap karyawan mengerti standar penilaian kinerja yang harus dicapai dan
bagaimana mencapainya, yang keseluruhannya mengacu pada pelayanan dengan
senyum, sapa, salam dan ucapan terima kasih sehingga dapat memuaskan konsumen
dan selanjutnya dapat mengatasi persaingan, serta menghasilkan laba yang dapat
membuat manajemen mampu untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan dan
mewujudkan misi bersama serta berkelanjutan.
Agar setiap karyawan termotivasi untuk meningkatkan kemampuan, usaha dan sikap
mental positifnya, sehingga dapat memperoleh keberhasilan dalam karyanya.
Meningkatkan produktifitas dan kualitas kerja karyawan serta efisiensi perusahaan.
B. Sasaran
Seluruh karyawan Rumah Sakit Muhammadiyah Kalitidu.
BAB VIII
PERTEMUAN/ RAPAT

1. Rapat Rutin
Diselenggarakan pada :
Waktu : Hari Rabu minggu ke 1
Jam : 12.00 - selesai
Tempat : Ruang Rapat RSM Kalitidu
Peserta : Kepala Instalasi Gawat Darurat, KARU IGD, PJ Shift dan Perawat Pelaksana.
Materi :
- Evaluasi kinerja mutu
- Masalah dan pemecahannya
- Evaluasi dan rekomendasi

2. Rapat Insidentil
Diselenggarakan sewaktu-waktu bila ada masalah atau sesuatu hal yang perlu dibahas
segera.
BAB IX
PELAPORAN

Pelaporan merupakan sistem atau metode yang dilakukan untuk melaporkan segala bentuk
kegiatan yang ada terkait dengan pemberian pelayanan gawat darurat di IGD.
1. Tujuan
- Tersedianya data yang akurat sebagai bahan evaluasi
- Tersedianya informasi yang akurat
- Tersedianya arsip yang memudahkan penelusuran surat dan laporan
- Mendapat data/ laporan yang lengkap untuk membuat perencanaan
- Agar anggaran yang tersedia untuk pelayanan IGD dapat dikelola secara efisien dan
efektif.
2. Proses pendataan dan pelaporan dapat dilakukan secara :
- Tulis tangan.
- Print out
- Otomatisasi dengan menggunakan komputer soft ware
3. Cara kerja pembuatan laporan :
Laporan harian
- Laporan kunjungan pasien IGD
- Laporan SDM IGD
- Laporan keadaan sarana dan fasilitas IGD
- Laporan mutu pelayanan
Laporan bulanan
- Laporan kunjungan pasien IGD
- Laporan SDM IGD
- Laporan keadaan sarana dan fasilitas IGD
- Laporan mutu pelayanan
- Laporan pemasukan dan pengeluaran IGD
Triwulan
- Laporan kunjungan pasien IGD dan Evaluasi dalam 3 bulan
- Laporan SDM IGD dan Evaluasi dalam 3 bulan
- Laporan keadaan sarana dan fasilitas IGD dan Evaluasi dalam 3 bulan
- Laporan mutu pelayanan IGD
Laporan tahunan
- Laporan kunjungan pasien IGD dan Evaluasi dalam 1 tahun
- Laporan SDM IGD dan Evaluasi dalam 1 bulan
- Laporan keadaan sarana dan fasilitas IGD dan Evaluasi dalam 1 tahun
- Laporan mutu pelayanan IGD
BAB X
PENUTUP

Dengan ditetapkannya Pedoman Pengorganisasian IGD di Rumah Sakit, diharapkan


dapat menjawab permasalahan tentang organisasi di unit pelayanan IGD yang sudah
berlangsung tentu akan menghadapi bebagai kendala, antara lain sumber daya manusia/
tenaga IGD di Rumah Sakit, kebijakan manajeman Rumah Sakit
Untuk keberhasilan pelaksanaan Pedoman Pengorganisasian IGD di Rumah Sakit
Muhammadiyah Kalitidu perlu komitmen dan kerjasama yang lebih baik antara pihak-pihak
menejerial dan fungsional yang terkait dengan pengorganisasian instalasi gawat darurat,
sehingga pengorganisasian di seluruh Instalasi Rumah Sakit pada umumnya akan semakin
optimal, dan khususnya pengorganisasian IGD di Rumah Sakit akan dirasakan oleh pasien/
masyarakat.
Selanjutnya pedoman ini akan selalu dievaluasi untuk menyesuaikan dengan
perkembangan yang terkait dengan pengorganisasian IGD dan pengorganisasian Rumah Sakit
serta peraturan perundangan yang berlaku.

Nopember 2016
Direktur RSM Kalitidu

Dr. Hj. Diana Kawulaningsari, M. MKes


NBM: 992. 224