Anda di halaman 1dari 1

ABSTRAK

Kromatografi adalah teknik untuk memisahkan campuran menjadi komponennya


dengan bantuan perbedaan sifat fisik masing-masing komponen. Kromatografi
terbentuk apabila terdapat satu fase diam dan satu fase gerak. Fase diam adalah
kertas saring Whatman No.1 yang telah ditotolkan sampel yaitu tinta My Gel
berwarna ungu dan larutan kromium nitrat (Cr(NO3)3). Fase gerak adalah larutan
pengembang yang terdiri dari campuran dietil eter : metanol : aquadest dengan
perbandingan 1 : 2 : 3 sebanyak 30 ml serta campuran etanol : Chloroform dengan
perbandingan 3 : 2 sebanyak 30 ml dengan variasi suhu 40oC dan 45oC. Alat-alat
yang digunakan dalam percobaan ini adalah aluminium foil, beaker glass, corong
gelas, gelas ukur, kertas saring, neraca elektrik, penggaris, pipet tetes, spatula dan
tusuk gigi. Proses pertama dari percobaan ini adalah menyiapkan kertas saring dan
kemudian ditotolkan larutan sampel yang berjarak 1 cm dari ujung kertas dan jarak
pelarut 6 cm yang kemudian dicelupkan ke dalam larutan pengembang setelah hasil
penotolan mengering. Suhu dari masing-masing larutan pengembang divariasikan,
yaitu pada suhu 30oC dan 45oC dengan dipanaskan menggunakan hot plate. Suhu
larutan pengembang harus dijaga kestabilan suhunya. Setelah larutan pengembang
yang meresap naik ke kertas saring berhenti naik, kertas saring dikeringkan dan
hitung nilai Rf (Retordation Factor) senyawa. Dari percobaan ini, diperoleh harga Rf
tinta my gel ungu warna merah dan biru pada suhu kamar yaitu 0,25 dan 0,11,
harga Rf tinta my gel ungu warna merah dan biru pada suhu 45oC yaitu 0,55 dan
0,08 pada variasi larutan pengembang pertama nilai Rf rata-rata yang diperoleh dari
sampel Cr(NO3) pada suhu 40oC sebesar 0,55, harga Rf pewarna tekstil Cr(NO3)
pada suhu 45 oC yaitu 0,81 pada variasi larutan pengembang kedua.

Kata kunci: fase diam, fase gerak, kromatografi kertas, larutan pengembang, nilai Rf