Anda di halaman 1dari 5

Laboratorium Hidrolika UNHAS

2. RAINFALL SIMULATOR

2.1 Maksud dan Tujuan


Untuk menaksir perbedaan intensitas curah hujan dan keseragamannya.

2.2 Alat yang Digunakan


1. Satu set Rainfall Simulator
2. Table test
3. Kontainer
4. Papan kayu ukuran 60 x 60 cm
5. Gelas ukur
6. Stopwatch

2.3 Teori Dasar


Ada hubungan antara intensitas curah hujan dan erosi tanah dimana pada
umumnya intensitas tertinggi sama dengan erosi terbesar.
Pemberian tekanan udara, aliran, kecepatan piringan yang dikombinasikan.
Intensitas curah hujan simulasi dikontrol oleh ukuran bukaan piringan. Bukaan
piringan yang luas memungkinkan banyak hujan mencapai area tes intensitas curah
hujan.
Intensitas (I) biasanya dinyatakan sebagai kedalaman air yang jatuh pada sebuah
wadah per satu waktu (mm/jam) dan dapat dihitung dengan menggunakan persamaan :

Dimana : Q = volume air di tiap kontainer (ml)


A = luas kontainer (cm2)
t = waktu (menit)
I = intensitas (mm/jam)

Keseragaman distribusi curah hujan simulasi pada area tes sangat penting sejak
keseragaman yang didapat memberikan hasil yang tidak pasti. Keseragaman dapat
berubah-ubah pada tekanan udara, kecepatan disk dan ukuran bukaan piringan. Ukuran
keseragaman diberikan oleh Cristiansen Koefisien (Cu) yang dihitung dari rumus di
bawah :

Dimana :
Laboratorium Hidrolika UNHAS

Cu = koefisien keseragaman curah hujan


m = kedalaman pengamatan rata-rata (ml)
n = jumlah pengamatan
= deviasi dari pengamatan individual kedalam rata-rata (mm/jam)

Gambar 2.1 Sketsa Alat Simulator Hujan

2.4 Prosedur Percobaan


1. Atur besarnya bukaan piringan (disk)
2. Pasang dan atur posisi table test pada dasar simulator, kemudian letakkan
kontainer.
3. Tutup kontainer dengan menggunakan papan, kemudian nyalakan simulator
hujan.
4. Atur besarnya tekanan pompa dan putaran piringan sesuai dengan petunjuk
asisten.
Laboratorium Hidrolika UNHAS

5. Buka papan penutup kontainer dan nyalakan stopwatch secara bersamaan.


6. Tunggu selama 10 menit kemudian tutup kontainer dengan papan lalu matikan
simulator hujan.
7. Hitung volume air dari tiap kontainer dengan menggunakan gelas ukur, kemudian
tentukan volume rata-ratanya.
8. Ulangi percobaan untuk fariasi yang lain : buka piringan (o), tekanan pompa (bar)
dan putaran piringan (rpm).

2.5 Tabel Pengamatan


Terlampir

2.6 Foto Alat


Terlampir
Laboratorium Hidrolika UNHAS

FOTO ALAT

PERCOBAAN RAINFALL SIMULATOR


Laboratorium Hidrolika UNHAS