Anda di halaman 1dari 14

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

BAHAYA MEROKOK DAN NARKOBA

Disusun oleh

Candra Megaesi P17430213050

Dessy Liestyandini P17425213006

Erni Ernawati P17424513174

Fara Dila Santi P17420613055

Henny Armawati P17424413012

Ika Yuliandarwati P17433213012

Musdalifah Purwaningsih P17431213043

Rafida Wahyu Tri Utami P17420713016

Rizka Aprilia Eka Waskito P17431213051

Teri Leswati P17430213074

Titan Dwi Frannandha P17425213029

Wigi Davi P17424413036

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN


SEMARANGTAHUN2016
LEMBAR PENGESAHAN

SATUAN ACARA PENYULUHAN

BAHAYA NARKOBA

Judul : Bahaya Narkoba


Hari/tanggal : Sabtu, 13 Agustus 2016
Tempat : Aula Desa Morobongo
Waktu : 60 menit
Penyaji : Brigadir Sucipto
Audiens : Anggota Karang Taruna Desa Morobongo Kecamatan Jumo,
Kabupaten Temanggung

Temanggung, Agustus 2016

MENGETAHUI PENANGGUNG JAWAB MENYETUJUI


INSTANSI/ SASARAN PENYULUHAN DPL

( ) ( Fara Dila Santi ) (Herlina Tri Damailia, S.KM, M.Kes )


NIM. P17420613055 NIP.
SATUAN ACARA PENYULUHAN
BAHAYA NARKOBA

Judul : Bahaya Narkoba


Hari/tanggal : Sabtu, 13 Agustus 2016
Tempat : Aula Desa Morobongo
Waktu : 60 menit
Penyaji : Brigadir Sucipto
Audiens : Anggota Karang Taruna Desa Morobongo Kecamatan Jumo,
Kabupaten Temanggung

A. TUJUAN
Tujuan Umum
Agar Anggota Karang Taruna Desa Morobongo Kecamatan Jumo, Kabupaten
Temanggung dapat memahami bahaya merokok dan narkoba
Tujuan Khusus

Kegiatan penyuluhan kepada masyarakat ini bertujuan:

1. Sebagai salah satu wadah dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu
Pengabdian kepada Masyarakat.
2. Sebagai sarana Pengabdian kepada Masyarakat dengan memberikan pendidikan
kesehatan pada remaja, dengan harapan remaja dapat menerapkan pola hidup sehat
sejak dini.
3. Sebagai sarana promosi dan publikasi Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang.
4. Sebagai wahana peningkatan keterampilan bagi mahasiswa untuk belajar dan dapat
menyaksikan langsung para dosennya dalam mengaplikasikan ilmu dan teknologi
sesuai bidang keilmuannya.

B. SASARAN KEGIATAN
Sasaran kegiatan penyuluhan ini adalah anggota Karang Taruna Desa Morobongo yang
berjumlah 40 orang.
C. MATERI (TERLAMPIR)
1. Kandungan rokok
2. Bahaya merokok
3. Cara mengatasi kecanduan rokok
4. Kandungan narkoba
5. Bahaya narkoba
6. Cara menghindari merokok dan narkoba

D. ALAT BANTU
Menggunakan alat bantu :
Laptop, LCD, vidio dan Poster

E. METODE
Ceramah, demonstrasi dan tanya jawab.

F. KEGIATAN PENYULUHAN

NO WAKTU KEGIATAN PENYULUHAN KEGIATAN PESERTA

1. 5 menit Pembukaan : Peserta menjawab salam

1. Mengucapkan salam. Peserta mengenal perawat

2. Menjelaskan nama dan akademi Peserta mengerti tujuan


Peserta belum tau tentang
3. Menjelaskan tujuan pendidikan kesehatan
Mencuci tangan yang
4. Menyebutkan materi yang diberikan.
benar
5. Menanyakan kesiapan peserta Peserta sudah siap

2. 10 menit Pelaksanaan :

1. Penyampaian materi mendengarkan


-Peserta mengetahui
a. Menjelaskan tentang kandungan rokok
tentang
b. Menjelaskan tentang tujuan mencegah
Kandungan rokok
rokok
-Peserta mengetahui tujuan
c. Menjelaskan tentang bahaya merokok
Mencegah rokok
d. Menjelaskan tentang kandungan narkoba -Peserta mengetahui
e. Menjelaskan tentang mengapa harus tentang bahaya merokok
menghindari narkoba -Peserta mengetahui

- Menjelaskan tentang bagaimana cara tentang mengapa harus


menghindari narkoba
menghindari narkoba
-Peserta mengetahui
tentang bagaimana cara
2. Tanya jawab menghindari narkoba
a. Memberikan kesempatan kepada peserta Peserta bertanya kepada
untuk bertanya Ppemberi materi

3. 10 menit Evaluasi: peserta mampu menjawab

1. Menanyakan kembali hal-hal yang pertanyaan dari pemberi

sudah dijelaskan mengenai bahaya materi

merokok dan narkoba peserta mampu


menjelaskan kembali
bahaya merokok dan
narkoba

4. 5 menit Penutup : peserta mendengarkan

1. Menutup pertemuan dengan peserta menjawab salam


menyimpulkan materi yang telah dibahas

2. Memberikan salam penutup

G. HASIL YANG DIHARAPKAN

Hasil yang diharapkan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah:

1. Bagi pihak Poltekkes Semarang


Tim PKN IPC Desa Morobongo Kecamatan Jumo Kabupaten Temanggung Poltekkes
Kemenkes Semarang dapat melaksanaan pengabdian masyarakat dan
mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang dimilikinya pada anggota Karang Taruna
Desa Morobongo Kecamatan Jumo Kabupaten Temanggung.
2. Bagi pihak Karang Taruna Desa Morobongo Kecamatan Jumo Kabupaten
Temanggung
Anggota Karang Taruna Desa Morobongo Kecamatan Jumo Kabupaten Temanggung
mendapatkan ilmu pengetahuan yang lebih mengenai bahaya merokok dan narkoba,
selanjutnya diharapkan mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Pengorganisasian

1. Penyaji
2. Moderator
3. Fasilitator
4. Notulen
5. Observer
6. Pembimbing Lahan Praktek
7. Pembimbing Akademk
MATERI

1. Rokok

a. Rokok dan zat yang terkandung di dalam rokok.

Rokok adalah suatu bahan yang terbuat dari tembakau yang banyak
dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat yang merupakan salah satu produk
industri dari komoditi internasional yang mengandung bahan kimia yang
berbahaya.

Komponen gas asap rokok adalah karbon monoksida, amoniak, asam


hidrosianat, nitrogen oksida, dan formaldehid. Partikelnya berupa tar, indol,
nikotin, karbarzol, dan kresol. Zat-zat ini beracun, mengiritasi, dan menimbulkan
kanker (karsinogen).

Nikotin
Zat yang paling sering dibicarakan dan diteliti orang, meracuni saraf
tubuh, meningkatkan tekanan darah, menimbulkan penyempitan pembuluh
darah tepi, dan menyebabkan ketagihan dan ketergantungan pada pemakainya.
Kadar nikotin 4-6 mg yang diisap oleh orang dewasa setiap hari sudah bisa
membuat seseorang ketagihan. Di Amerika Serikat, rokok putih yang beredar
di pasaran memiliki kadar 8-10 mg nikotin per batang, sementara di Indonesia
berkadar nikotin 17 mg per batang.
Timah Hitam (Pb)
Timah hitam yang dihasilkan oleh sebatang rokok sebanyak 0,5 ug.
Sebungkus rokok (isi 20 batang) yang habis diisap dalam satu hari akan
menghasilkan 10 ug. Sementara ambang batas bahaya timah hitam yang
masuk ke dalam tubuh adalah 20 ug per hari. Bisa dibayangkan, bila seorang
perokok berat menghisap rata-rata 2 bungkus rokok per hari, berapa banyak
zat berbahaya ini masuk ke dalam tubuh.

Gas Karbonmonoksida (CO)


Karbon Monoksida memiliki kecenderungan yang kuat untuk berikatan
dengan hemoglobin dalam sel-sel darah merah. Seharusnya, hemoglobin ini
berikatan dengan oksigen yang sangat penting untuk pernapasan sel-sel tubuh,
tapi karena gas CO lebih kuat daripada oksigen, maka gas CO ini merebut
tempatnya di sisi hemoglobin. Jadilah, hemoglobin bergandengan dengan
gas CO. Kadar gas CO dalam darah bukan perokok kurang dari 1 persen,
sementara dalam darah perokok mencapai 4 15 persen.

Tar
Tar adalah kumpulan dari beribu-ribu bahan kimia dalam komponen
padat asap rokok, dan bersifat karsinogen. Pada saat rokok dihisap, tar masuk
ke dalam rongga mulut sebagai uap padat. Setelah dingin, akan menjadi padat
dan membentuk endapan berwarna cokelat pada permukaan gigi, saluran
pernapasan, dan paru-paru. Pengendapan ini bervariasi antara 3-40 mg per
batang rokok, sementara kadar tar dalam rokok berkisar 24 45 mg.

b. Tipe-tipe perokok

Tipe perokok berdasarkan jumlah rokok yang dihisap per hari:

Perokok Ringan
Disebut perokok ringan apabila merokok kurang dari 10 batang per hari.
Perokok Sedang
Disebut perokok sedang jika menghisap 10 20 batang per hari.
Perokok Berat
Disebut perokok berat jika menghisap lebih dari 20 batang (Bustan, 1997:
c. Bahaya merokok bagi kesehatan

Merokok dapat menyebabkan berbagai macam penyakit, antara lain:

Penyakit Paru Obstruksi Menahun (PPOM), Emfisema, Bronkitis Kronis,


Asma dan juga kanker paru.
Trombosis (penggumpalan), Arterosklerosis (Pengapuran) terhadap
tercetusnya Penyakit Jantung Koroner (PJK).
d. Kiat-kiat berhenti merokok

Kurangi jumlah batang rokok yang dihisap per hari sedikit demi sedikit
Alihkan merokok dengan kegiatan lain yang lebih bermanfaat
Giat olah raga minimal 3 kali seminggu
Kurangi tidur larut malam
Dukungan keluarga
Gantikan kegiatan merokok dengan mengulum permen
e. Keuntungan berhenti merokok
Mengurangi resiko terkena serangan jantung, kanker paru,penyakit paru
kronik,obstruktif, stroke, tukak lambung, hambatan pertumbuhan janin,
gangguan kehamilan dan persalinan, impoten dan infertilitas dan osteoporosis.
Bernafas bisa lebih mudah dan mempunyai stamina yang lebih baik
Menghemat pengeluaran. Jika dalam sehari kita menghabiskan sebungkus
rokok, makan kira-kira kita akan menghemat Rp.3.650.000
(Rp.10.000/bungkus) selama setahun. Jika lebih dari sebungkus, maka
semakin banyak penghematan yang bi sa kita lakukan.
Menghemat biaya pengobatan dan pembayaran asuransi.
Memiliki gigi yang lebih bersih, nafas, baju, kamar,rumah dan mobil yang
tidak berbau.
Kita menyelamatkan orang-orang di sekeliling kita yang tidak merokok,
terutama anak-anak dan istri kita. Karena perokok aktif hanya mengisap 25
persen asap rokok yang berasal dari ujung yang terbakar, sementara 75 persen
lainnya di berikan kepada nonperokok.

2. Narkoba

Narkoba merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika dan bahan adiktif.


Narkoba adalah obat, bhan, zat dan bukan tergolong makanan jika diminum , dihisap,
ditelan, atau disuntikan dapat mennyebabkan ketergantungan dan berpengaruh
terhadap kerja otak,demikian pula fungsi vital organ tubuh lain (jantung, peredaran
darah,pernapasan dll).

Narkoba adalah istilah yang dipakai penegak hukum yang di sosialisasikan


pada masyarakat. Di Malaysia biasa disebut dadah sedangkan si barat biasa disebut
drugs. Sebagian jenis narkoba berguna dalam dunia pengobatan, tetapi karena
menimbulkan ketergantungan , penggunaannya harus mengikuti petunjuk dokter,
contoh : morfin dan petidin yang digunakan untuk menghilangkan rasa nyeri pada
penyakit kanker ; obat bius pada pasien pada waktu operasi ; Ampetamin untuk
mengurangi nafsu makan dan masih banyak lagi.
Narkotika yang sama sekali tidak boleh digunakan dalam pengobatan adalah
narkotika golongan 1 (Kokain, Heroin, Ganja) dan psikotropika golongan 1(LSD ,
Ekstasi ) karena bukan tergolong obat, dan menyebabkan ketergantungan tingkat
tinggi. Karena bahaya ketergantungan , penggunaan, dan peredaran maka narkoba
diatur dalam undang undang no.22 tahun 1997 tentang narkotika dan undang
undang no. 5 tahun 1997 tentang psikotropika.

Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman,
baiksintetis maupun semisintetis yang menyebabkan penurunan atau perubahan
kesadaran dan dan menghilangkan atau mengurangi rasa nyeri. Menurut undang
undang narkotika dibagi menurut potensi ketergantungannya sebgai berikut:

Narkotika Golongan 1 : berpotensi sangat tinggi menyebabkan ketergantungan,


tidak digunakan dalam terapi. Contoh : Heroin, Kokain, Ganja, Putaw(Heroin
tidak murni berupa bubuk).
Narkotika Golongan II : berpotensi tinggi menyebabkan ketergantungan,
digunakan dalam terapi. Contoh : Morfin dan Petidin.
Narkotika Golongan III : berpotensi ringan menyebabkan ketergantungan, banyak
digunakan dalam terapi. Contoh : Kodein.

Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan
narkotika, yang berhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif dan susunan saraf pusat
dan menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku, yang dibagi
menurut potensi yang menyebabkan ketergantungan sebagai berikut :

Psikotropika golongan I : berpotensi sangat tinggi menyebabkan ketergantungan,


tidak digunakan dalam terapi. Contoh : MDMA(Ekstasi), LSD, dan STP.
Psikotropika golongan II : berpotensi tinggi menyebabkan ketergantungan,
digunakan amat terbatas dalam terapi. Contoh :Ampetamin, Metamfetamin,
Ritalin.
Psikotropika golongan III : berpotensi sedang menyebabkan ketergantungan,
digunakan dalam terapi. Contoh : Pentobarbital.
Psikotropika golongan IV : berpotensi ringan tinggi menyebabkan
ketergantungan, sangat luas digunakan dalam terapi . Contoh : diazempam,
klobazam, barbital, dan nitrazepam.
Faktor yang Mendorong untuk menggunakan Narkoba

a. Motivasi dalam penyalahgunaan zat dan narkotika ternyata menyangkut motivasi yang
berhubungan dengan keadaan individu (motivasi individual) yang mengenai aspek
fisik, emosional, mental-intelektual dan interpersonal.
b. Di samping adanya motivasi individu yang menimbulkan suatu tindakan
penyalahgunaan zat, masih ada faktor lain yang mempunyai hubungan erat dengan
kondisi penyalahgunaan zat yaitu faktor sosiokultural seperti di bawah ini dan ini
merupakan suasana hati menekan yang mendalam dalam diri remaja antara lain:
1. Perpecahan unit keluarga misalnya perceraian, keluarga yang berpindah-
pindah, orang tua yang tidak ada/jarang di rumah dan sebagainya
2. Pengaruh media massa misalnya iklan mengenai obat-obatan dan zat.
3. Perubahan teknologi yang cepat.
4. Kaburnya nilai-nilai dan sistem agama serta mencairnya standar moral; (hal ini
berarti perlu pembinaan Budi Pekerti Akhlaq)
5. Meningkatnya waktu menganggur.
6. Ketidakseimbangan keadaan ekonomi misalnya kemiskinan, perbedaan
ekonomi etno rasial, kemewahan yang membosankan dan sebagainya.
7. Menjadi manusia untuk orang lain.

Bahaya Menggunakan Narkoba

a. Menurut Efeknya
Halusinogen, efek dari narkoba ini bisa mengakibatkan bila dikonsumsi dalam
sekian dosis tertentu dapat mengakibatkan seseorang menjadi ber-halusinasi
dengan melihat suatu hal/benda yang sebenarnya tidak ada / tidak nyata
contohnya kokain & LSD
Stimulan, efek dari narkoba ini bisa mengakibatkan kerja organ tubuh seperti
jantung dan otak bekerja lebih cepat dari kerja biasanya sehingga
mengakibatkan seseorang lebih bertenaga untuk sementara waktu , dan
cenderung membuat seorang pengguna lebih senang dan gembira untuk
sementara waktu
Depresan, efek dari narkoba ini bisa menekan sistem syaraf pusat dan
mengurangi aktivitas fungsional tubuh, sehingga pemakai merasa tenang
bahkan bisa membuat pemakai tidur dan tidak sadarkan diri. Contohnya putaw
Adiktif, Seseorang yang sudah mengkonsumsi narkoba biasanya akan ingin dan
ingin lagi karena zat tertentu dalam narkoba mengakibatkan seseorang
cenderung bersifat pasif , karena secara tidak langsung narkoba memutuskan
syaraf-syaraf dalam otak,contohnya ganja , heroin , putaw
b. Menurut Jenisnya
Adapun bahaya narkoba berdasarkan jenisnya adalah sebagai berikut:

Opioid Kokain
depresi berat denyut jantung bertambah cepat
apatis gelisah
rasa lelah berlebihan rasa gembira berlebihan
malas bergerak rasa harga diri meningkat
banyak tidur banyak bicara
gugup kejang-kejang
gelisah pupil mata melebar
selalu merasa curiga berkeringat dingin
denyut jantung bertambah cepat mual hingga muntah
rasa gembira berlebihan mudah berkelahi
banyak bicara namun cadel pendarahan pada otak
rasa harga diri meningkat penyumbatan pembuluh darah
kejang-kejang pergerakan mata tidak terkendali
pupil mata mengecil kekakuan otot leher
tekanan darah meningkat
berkeringat dingin
mual hingga muntah
luka pada sekat rongga hidung
kehilangan nafsu makan
turunnya berat badan

Ganja Ectasy
mata sembab enerjik tapi matanya sayu dan wajahnya
kantung mata terlihat bengkak, merah, dan pucat,
berair berkeringat
sering melamun sulit tidur
pendengaran terganggu kerusakan saraf otak
selalu tertawa dehidrasi
terkadang cepat marah gangguan liver
tidak bergairah tulang dan gigi keropos
gelisah tidak nafsu makan
dehidrasi saraf mata rusak
tulang gigi keropos
liver
saraf otak dan saraf mata rusak
skizofrenia

Shabu-shabu Benzodiazepin
enerjik berjalan sempoyongan
paranoid wajah kemerahan
sulit tidur banyak bicara tapi cadel
sulit berfikir mudah marah
kerusakan saraf otak, terutama saraf konsentrasi terganggu
pengendali pernafasan hingga merasa sesak kerusakan organ-organ tubuh terutama otak
nafas
banyak bicara
denyut jantung bertambah cepat
pendarahan otak
shock pada pembuluh darah jantung yang
akan berujung pada kematian

Penyelesaian atau Solusi

Banyak yang masih bisa dilakukan untuk mencegah remaja menyalahgunakan narkoba dan
membantu remaja yang sudah terjerumus penyalahgunaan narkoba. Ada tiga tingkat
intervensi, yaitu

1. Primer

Sebelum penyalahgunaan terjadi, biasanya dalam bentuk pendidikan, penyebaran informasi


mengenai bahaya narkoba, pendekatan melalui keluarga, dll. Instansi pemerintah, seperti
halnya BKKBN, lebih banyak berperan pada tahap intervensi ini. kegiatan dilakukan seputar
pemberian informasi melalui berbagai bentuk materi KIE yang ditujukan kepada remaja
langsung dan keluarga.

2. Sekunder

Pada saat penggunaan sudah terjadi dan diperlukan upaya penyembuhan (treatment). Fase ini
meliputi: Fase penerimaan awal (initialintake) antara 1 3 hari dengan melakukan
pemeriksaan fisik dan mental, dan Fase detoksifikasi dan terapi komplikasi medik, antara 1
3 minggu untuk melakukan pengurangan ketergantungan bahan-bahan adiktif secara
bertahap.

3. Tertier

yaitu upaya untuk merehabilitasi mereka yang sudah memakai dan dalam proses
penyembuhan. Tahap ini biasanya terdiri atas Fase stabilisasi, antara 3 - 12 bulan, untuk
mempersiapkan pengguna kembali ke masyarakat, dan Fase sosialiasi dalam masyarakat, agar
mantan penyalahguna narkoba mampu mengembangkan kehidupan yang bermakna di
masyarakat. Tahap ini biasanya berupa kegiatan konseling, membuat kelompok-kelompok
dukungan, mengembangkan kegiatan alternatif, dll.

Jadi dapat disimpulkan apabila narkoba dikonsumsi Oleh:

a. Remaja
Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa anak-anak dan masa dewasa.
Perkembangan seseorang dalam masa anak-anak dan remaja akan membentuk perkembangan
diri orang tersebut di masa dewasa. Karena itulah bila masa anak-anak dan remaja rusak
karena narkoba, maka suram atau bahkan hancurlah masa depannya.
Pada masa remaja, justru keinginan untuk mencoba-coba, mengikuti trend dan gaya hidup,
serta bersenang-senang besar sekali. Walaupun semua kecenderungan itu wajar-wajar saja,
tetapi hal itu bisa juga memudahkan remaja untuk terdorong menyalahgunakan narkoba. Data
menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba yang paling banyak adalah kelompok usia
remaja.

Masalah menjadi lebih gawat lagi bila karena penggunaan narkoba, para remaja tertular dan
menularkan HIV/AIDS di kalangan remaja. Hal ini telah terbukti dari pemakaian narkoba
melalui jarum suntik secara bergantian. Bangsa ini akan kehilangan remaja yang sangat
banyak akibat penyalahgunaan narkoba dan merebaknya HIV/AIDS. Kehilangan remaja
sama dengan kehilangan sumber daya manusia bagi bangsa.

Sumber :
Makalah Bahaya Narkoba. http://divo-jepangkorea.blogspot.co.id/2014/04/pengertian-jenis-
dampak-efek-dan.html