Anda di halaman 1dari 18

PRAKTIKUM PENGUJIAN DAN EVALUASI SERAT

A. Pengujian Kandungan Air dalam Serat Kapas China (Regain)


B. Pengujian Panjang Serat dengan Alat Fibrograph
C. Pengujian Nep pada Serat Kapas
D. Cara Uji Kekuatan Serat Kapas China dengan Alat Pressley Tester

Nama : Nur Lathifatur Rofiah

NPM : 16010041

Group : 2T2

Dosen : 1. Wiah W., S.ST., M. Tech.

2. Ryan R., S.ST.

3. Dodi M., S.ST.

POLITEKNIK STTT BANDUNG

2017
A. Pengujian Kandungan Air dalam Serat Kapas China (Regain)
1. Maksud dan Tujuan
Menjelaskan pengertian kondisi ruang pengujian dan pengaruhnya terhadap bahan tekstil
khususnya serat kapas
Menjelaskan pengertian regain dan pengaruhnya terhadap sifat bahan tekstil
Memiliki kemampuan menguji kandungan air dalam serat kapas china

2. Teori Dasar
Pengujian regain diperlukan untuk pengendalian mutu dan perdagangan bahan tekstil terutama yang
diperdagangkan dalam satuan berat. Dalam pengujian regain diperlukan untuk mengetahui regain bahan
dan membuat koreksi apabila pengujian dilakukan tidak dalam kondisi ruang standar pengujian. Dalam
perdagangan diperlukan karena regain berpengaruh terhadap berat bahan sehingga bahan tekstil yang
diperjualbelikan dalam satuan berat perlu disepakati regainnya berapa (hal ini disebut dengan
commercial regain).
Regain adalah kandungan uap air dalam bahan tekstil yang dinyatakan dalam %. Sedangkan Regain
Standard adalah kandungan uap air bahan tekstil dalam keadaan standar dimana bahan disimpan dalam
ruangan standar selama 24 jam. Alat yang digunakan untuk mengetahui kandungan uap air ini
diantaranya adalah Humy Tester / Moisture Tester / Regain Tester, dan Aqua Boy. Kemampuan serat
menyerap uap air (sifat higroskops) dipengaruhi oleh struktur kimia dari seratnya, sebagai contoh serat
selulosa dapat menyerap uap air dikarenakan banyaknya gugus hidroksil yang dikandungnya. Kadar uap
air dalam serat biasanya dinyatakan dinyatakan dalam moisture regain (MR) atau moisture content (MC)
yang dinyatakan dengan rumus :
Ada dua cara untuk mengetahui kandungan uap air dalam bahan tekstil :
1) Moisture Content ( MC )
Yaitu persentase kandungan air terhadap berat bahan dalam kondisi tertentu.
BeratBasah BeratKerin g
MC 100%
BeratBasah
Atau
100
MC =
100+
2) Moisture Regain ( MR )
Yaitu persentase kandungan air terhadap berat kering mutlaknya.
BeratBasah BeratKerin g
MR 100%
BeratKerin g
Atau
100
MR =
100
Dalam bidang tekstil Moisture Regain lebih sering disebut Regain saja. Regain ada hubungannya
dengan RH, makin tinggi RH makin besar pula Regain serta sebaliknya. Karena itu selain RH Standard
dikenal pula Regain Standard yaitu regain bahan dalam keadaan ruangan yang RH-nya Standar.
Nilai presentase regain pada kondisi standar kurang lebih sebagai berikut:
- Kapas : 8,5%
- Rayon viskosa : 11%
- Wol 18%
- Nilon : 4%
- Polyester : 0,4%
- Asetat sekunder : 6,5%
Hubungan RH dengan regain : RH tinggi maka regain tinggi dan sebaliknya.
Regain Standar adalah prosen regain yang diperoleh dari pengujian MC dan MR yang dilakukan
dalam kondisi standar. Moisture Regain ada dua macam:
1. Regain standar (Standard Regain) adalah regain pada kondisi standar
2. Regain perdagangan (Commercial Regain) adalah regain sesuai kesepakatan antara penjual
dan pembeli yang digunakan dalam transaksi perdagangan
Regain dalam Bahan Campuran
(% A) RA + (% B) RB
Regain Campuran =
%A+%B

%A = persentase serat A dalam keadaan kering RA = regain serat A


%B = persentase serat B dalam keadaan kering RB = regain serat B

Koreksi Regain
Bs : Berat Standar
100 +
= Bn : BeratNyata

100 +
Rs ; Regain Standar/ Commercial Regain
Rn : Regain Nyata
Dalam bidang tekstil Moisture Regain lebih sering disebut Regain saja. Regain ada
hubungannya dengan RH, makin tinggi RH makin besar pula Regain serta sebaliknya. Karena itu
selain RH Standard dikenal pula Regain Standard yaitu regain bahan dalam keadaan ruangan yang
RH-nya Standar. Faktor-faktor yang mempengaruhi regain bahan-bahan tekstil:
Relative huminity
Kondisi ruangan pada RH tertentu
Waktu
Bahan tekstil yang dtempatkan pada atmosper tertentu membutuhkan waktu untuk
mencapai keseimbangan kecepatan konditioning,tergantung beberapa faktor seperti :
bentuk dan ukuran bahan,jenis bahan, kondisi ekstern dan lain-lain.
Suhu
Pengaruh suhu terhadap regain adalah kecil,maka praktis tidak terlalu penting Jadi yang
lebih penting adalah pengaruh kelembaban.Suatu perubahan suhu sebesar 10 0c memberi
perubahan regain.Serat kapas hanya +- 0,3% dan mengingat perubahan suhu pada
ruangan-ruangan pemintalan hanya berkisar antara 250C hingga 35 0 C maka pengaruh
suhu dapat diabaikan.
Keadaan sebelumnya
Kondisi bahan sebelum Kondisioning dapat mempengaruhi keseimbangan regain.Sebagai
contoh adalah pengaruh histeresis.Prosesing juga mempengaruhi keseimbangan regain.
Pengaruh-pengaruh regain terhadap sifat-sifat serat :
1. Dimensi serat
Absorbsi lembab mempengaruhi dimensi serat,Penggembungan atau swelling sebagian
besar adalah tranversal,karena molekul-molekul air masuk kedalam rantai-rantai molekul yang
kurang lebih paralel dan menimbulkan kekuatan kearah luar.
2. Sifat-sifat mekanisme
Pengaruh umum dari molekul-molekul air didalam serat adalah mengurangi besarnya
kekuatan yang menyatukan rantai molekul,sehingga melemahkan serat. Perkecualian yang
penting adalah serat kapas yang makin kuat oleh air.Lain-lain sifat mekanis yang dipengaruhi
regain adalah :Mulur,Crease recovery,Flexsibility dan kemampuan setting pada proses
pinishing.
3. Sifat-sifat listrik
Pengaruh kelembaban terhadap sifat-sifat listri yang sangat besar.Perbandingan tahanan
pada regain rendah dan tinggi dapat berbanding ratusan ribu dan satu. Hal ini digunakan dalam
pembuatan disegn dari alat-alat pengukuran kelembaban dengan menggunakan listrik
(moisture meter ) dengan dasar pengukuran ketahanan listrik dari serat-serat tekstil. Sifat-sifat
listrik yang lainnya dipengaruhi oleh kelembaban oleh serat tekstil adalah karakteristik dielektrik
dan kemungkinan mendapatkan kesukaran-kesukaran listri statik.Perubahan-perubahan dalam
karakteristik dielektrik merupakan sumber error dalam pengukuran kerataan sliver.Roving dan
benang dengan menggunakan capacity tipe tester seperti Fielden walker,yarn eveness, dan
uster evenes tester.

3. Alat dan Bahan


Oven (tungku pengering), harus dapat mencapai suhu 105-120C dan konstan
Botol timbang (weighing bottle)
Exsicator
Stopwatch
Penjepit
Neraca dengan ketelitian 0,1mg
Serat kapas China

4. Langkah praktikum
Cara pengujian kandungan air dalam serat kapas China yaitu dengan cara sbb :
1. Kondisikan contoh uji dalam ruang standar pengujian.
2. Timbang botol timbang yang kosong.
3. Timbang contoh uji (serat kapas China) seberat 3 gram dan masukkan ke botol timbang yang
kosong tadi.
4. Nyalakan oven dan atur suhu 1100C tunggu sampai suhu oven stabil pada suhu tersebut.
5. Masukkan contoh uji ke dalam botol timbang
6. Masukkan botol timbang yang berisi serat ke dalam oven dengan tutup botol dalam keadaan
terbuka dan biarkan selama 60 menit.
7. Keluarkan dan masukkan botol timbang yang berisi serat selama 15 menit pada desikator
lalu timbang (B1).
8. Timbang botol timbang yang berisi serat dan catat beratnya.
9. Masukkan kembali botol yang berisi contoh uji kedalam oven pada suhu 110C selama 15
menit dalam keadaan tutup botol timbang dibuka.
10. Keluarkan dan masukkan lagi selama 15 menit pada desikator lalu timbang (B2).
11. Hitung regain bahan pada kondisi standar.

5. Data Pengamatan
Berat botol timbang = 112,736
Berat basah serat kapas china = 3 gram
Berat kering 1 serat kapas China = 115,555 112,736 = 2,819
Berat kering 2 serat kapas China = 115,583 112,736 = 2,847

6. Perhitungan
2,819 + 2,847
Rata rata berat kering = = 2,833
2

1. Moisture Content ( MC )
Yaitu persentase kandungan air terhadap berat bahan dalam kondisi tertentu.
BeratBasah BeratKerin g
MC 100%
BeratBasah
32,833
MC = 100% = 5,57%
3
Atau
100
MC =
100+
100 5,89
MC = = 5,57
100+5,89
2. Moisture Regain ( MR )
Yaitu persentase kandungan air terhadap berat kering mutlaknya.
BeratBasah BeratKerin g
MR 100%
BeratKerin g
3 2,833
MR = 100% = 5,89%
3,833

Atau
100
MR =
100
100 5,57
MR = = 5,89
1005,57

7. Diskusi
Pada praktikum pengujian kandungan air dalam serat (regain) yang bertujuan
mahasiswa dapat memiliki kemampuan untuk menjelaskan pengertian kondisi ruang
pengujian dan pengaruhnya terhadap bahan tekstil khususnya serat kapas (China),
menjelaskan pengertian regain dan pengaruhnya terhadap sifat bahan tekstil, memiliki
kemampuan menguji kandungan air dalam serat kapas (China).
Pada praktikum ini membutuhkan beberapa alat dan bahan seperti oven (tungku
pengering) untuk mengeringkan serat kapas, botol timbang sebagai wadah untuk bahan uji
agar tidak tercecer saat dimasukkan ke oven dan mudah untuk menimbangnya, desicator,
stopwatch untuk menghitung waktu, dan neraca dengan ketelitin 0,01mg untuk menimbang
berat.
Regain atau kandungan uap air dalam serat merupakan kemampuan menyerap air dari
serat itu sendiri. Pada umumnya regain pada serat alam lebih tinggi dibandingkan dengan
serat buatan. Seperti pada kapas yang mempunyai regain sekitar 6 % 8,5%. Pengujian
regain sangatlah diperlukan karena nantinya pada saat perdagangan serat-serat dalam
bentuk bal akan dihitung pula regainnya sehingga tidak ada kesalahan pada saat jual beli
dilaksanakan.
Pada percobaan regain, praktikan mendapatkan serat contoh uji yaitu serat kapas
China. Percobaan regain akan terbagi menjadi dua, moisture regain yaitu kemampuan
kandungan air dalam berat basah atau berat dalam keadaan normal dan moisture content
yaitu kandungan air dalam berat kering atau berat saat keaadaan serat dalam suhu yang
diatur atau ditentukan.
Pada percobaan kali ini, haruslah sangat teliti pada tahap persiapan usahakan agar
serat kapas selama 24 jam tetap dalam ruangan laboratorioum agar kelembaban serat
sama dengan kelembaban ruangan serta agar hasil lebih akurat dan benar, botol timbang
terlebih dahulu dipanaskan dalam oven setelah itu baru dipakai untuk pengujian regain pada
serat alam serta saat pengujjian dalam menutup botol timbang, usahakan agar pada saat
akan mendapatkan berat kering serat tutup botol timbang dalam keadaan terbuka agar
kandungan uap air dalam serat akan keluar saat dimasukan ke dalam oven. Sama halnya
dengan saat dimasukan ke dalam eksikator, usahakan agar botol timbang dalam keadaan
terbuka. Pada berat kering yang kedua beratnya lebih besar daripada berat kering 1
dikarenakan setalh dikeluarkan dari oven lalu dimasukkan kedalam desikator selama 15
menit. Setelah 15 menit, serat tidak langsung ditimbang tetapi dibiarkan saja dalam
keadaan desikator terbuka sehingga mungkin menyebabkan serat menyerap beberapa
kandungan air. Sehingga didapatkan nilai moisture content sebesar 5,57% dan moisture
regain 5,89%

8. Kesimpulan
Dari perhitungan pengujian kandungan air dalam serat kapas China (regain) didapatkan MR
sebesar 5,89% dalam persentase dan MC sebesar 5,57% dalam persentase.

9. Daftar Pustaka
Wibowo Merdoko, Isminingsih, Wagimun dan Soeripto.1973.Evaluasi Tekstil Bagian
Fisika.Bandung:Institut Teknologi Tekstil
Tina Martina, Totong, Siti Rohmah dan Widayat.2006.Bahan Ajar Praktikum Evaluasi Tekstil I
(Serat).Bandung:Sekolah Teknologi Tekstil
Jurnal Praktikum Nur Lathifatur R.
B. Pengujian Panjang Serat dengan Alat Fibrograph
1. Maksud dan Tujuan
Memahami pengertian panjang serat, penyebab variasi panjang serat dan pengaruhnya terhadap
proses selanjutnya.
Memahami macam-macam cara pengujian panjang serat.
Memiliki kemampuan menguji panjang serat dengan menggunakan fibrograph dan menganalisa
hasil pengujiannya.

2. Teori Dasar
Serat kapas disiapkan menggunakan fibrosampler membentuk janggut dari jumbai-jumbai serat
kapas. Janggut serat kapas tersebut dipasang pada suatu alat pengukur sedemikian sehingga
janggut serat kapas tersebut terletak diatas suatu celah sempit yang dibelakangnya dipasang sel
foto-elektrik. Suatu sumber cahaya menyinari janggut serat kapas tersebut dari sinar yang
menembusnya diukur secara elektronik. Pengukuran dimulai dari bagian janggut serat kapas paling
padat yaitu dekat penjepit serat dan sinar yang menembusnya paling kecil, ketika janggut serat kapas
digerakkan kearah ujung serat. Makin banyak sinar yang mengenai sel foto-elektrik.
Pada alat digital fibrograph cahaya yang diterima sel foto-elektrik diproses secara elektronik dan
hasilnya diberikan kepada unit pengukur yang terdiri dari dua pencatat. Satu pencatat adalah
Amount (jumlah) dan yang lainnya adalah length (panjang). Sistim penghitung yang dihubungkan
sel foto-elektrik menunjukkan dengan pencatat Amount menghitung jumlah relative serat kapas
pada janggut di titik sinar yang melewatinya. Sistim penghitung mengingat jumlah serat pada jarak
0,5inchi dari jarum dan menghitung jumlah serat pada jarak berbeda yang disebut span length. Ketika
pencatat Amount menghitung jumlah relative serat, pencatat length menunjukkan panjang serat
dalam inchi.
Indonesia sendiri punya standar sendiri uji berlaku untuk serat mentah. Yaitu standar No. SNI :
SNI 8-4623-1998 Abstraksi : Cara uji ini berlaku untuk serat kapas mentah, serat kapas yang
terdapat pada bagian-bagian dalam proses atau beberapa jenis limbah serat kapas serta untuk
semua jenis Fibrograph Digital. Cara uji ini tidak berlaku untuk serat kapas yang dicampur dengan
serat kapas yang diambil dari benang atau kain (Kn).
Adapun standar penilaian kerataan panjang serat (UR)
(%) Nilai
>47 Sangat rata
46 47 Rata
44 45 Cukup
<43 Rendah
3. Alat dan Bahan
Fibrograph digital
Fibrosampler dan sisir
Kapas China dan kapas standar untuk kalibrasi
Sikat

4. Langkah praktikum
Pengujian untuk serat kapas kalibrasi :
1. Panaskan alat selama kurang lebih 1/4 jam.
2. Angka pada layar harus 0,150 0,151
3. Lampu Zero untuk mengatur no 7 di NOL
4. CAL dan RUN . Harus diposisi CAL
5. CAL diNOL dengan cara mengatur poin 4
6. Untuk mengetahui tebal tipisnya sisiran pada sisir ( Comb ) supaya hasil sisiran diantara garis
merah.
7. S.L 1 untuk panjang serat 50 %
8. S.L 2 untuk panjang serat 2,5 %
9. Inci dan mm, harus di Inci
10. Tombol ditekan supaya mendapatkan panjang yang 2,5 %
Pengujian untuk serat contoh uji :
1. Panaskan alat selama kurang lebih 1/4 jam.
2. Angka pada layar harus 0,150 0,151
3. Lampu Zero untuk mengatur no 7 di NOL
4. CAL dan RUN . Harus diposisi CAL
5. CAL diNOL dengan cara mengatur poin 4
6. Untuk mengetahui tebal tipisnya sisiran pada sisir ( Comb ) supaya hasil sisiran diantara garis
merah.
7. S.L 1 untuk panjang serat 50 %
8. S.L 2 untuk panjang serat 2,5 %
9. Inci dan mm, harus di Inci
10. Tombol ditekan supaya mendapatkan panjang yang 2,5 %

5. Data Pengamatan
Nilai panjang serat kalibrasi : 46,33
Hasil uji kapas standar : 77
Hasil uji kapas china :
No. SL 1 (50%) SL 2 (2,5%)
1. 0,794 1,057
2. 0,567 0,934
3. 0,785 1,031

6. Perhitungan
_
No. SL 1 (50%) SL 2 (2,5%) UR (%) UR FK (XI - x )
2

1. 0,794 1,057 75,12 45,072 7,171684


2. 0,567 0,934 60,71 36,426 35,617024
3. 0,785 1,031 76,14 45,684 10,8241
= 2,146 = 3,022 = 211,97 = 127,182 = 53,612808
_ _ _ _
x = 0,7153 x = 1,0073 x = 70,66 x = 42,394

Faktor koreksi =

46,33
= = 0,60
77

_
x SL 50%
Uniformity Ratio (UR) = 100%
_
x SL 2,5%

0,794
1) 100% = 75,12%
1,057
0,567
2) 100% = 60,71%
0,934
0,785
3) 100% = 76,14%
1,031

UR FK
1) 75,12 0,6 = 45,072
2) 60,71 0,6 = 36,426
3) 76,14 0,6 = 45,684
_
2
(XI - x )
1) (42,394 45,072)2 = 7,171684
2) 42,394 36,426)2 = 35,617024
3) 42,394 45,684)2 = 10,8241
_
(XI x ) 2
Standar Deviasi (S) =
1

53,612808
= = 5,18
31

Koefisien Variasi (CV) = 100%
_
x
5,18
= 100% = 12,21 %
42,394

7. Diskusi

Untuk mendapatkan hasil yang baik, penyisiran dilakukan sebersih mungkin sehingga hasil
panjang yang disensor oleh alat sesuai dengan yang sebenarnya. Pada saat untuk mengambil sisir
pada alat fibrograph harus menunggu sisir nya untuk maju sampai berhenti agar hasilnya tepat.

8. Kesimpulan
Maka dari hasil uji percobaan didapat pengujian panjang serat kapas China sebesar 42,394 yang
termasuk dalam kategori kerataan panjang yang RENDAH dalam standar penilaian kerataan panjang
searat (UR).
S = 5,18
CV = 12,21 %
UR = 42,394 %

9. Daftar Pustaka
Wibowo Merdoko, Isminingsih, Wagimun dan Soeripto.1973.Evaluasi Tekstil Bagian
Fisika.Bandung:Institut Teknologi Tekstil
Tina Martina, Totong, Siti Rohmah dan Widayat.2006.Bahan Ajar Praktikum Evaluasi Tekstil I
(Serat).Bandung:Sekolah Teknologi Tekstil
Jurnal Praktikum Nur Lathifatur R.
C. Pengujian Nep pada Serat Kapas China
1. Maksud dan Tujuan
Untuk menentukan banyaknya Nep yang terdapat pada serat kapas AUS dalam berat
tertentu.

2. Teori Dasar
Nep adalah kumpulan serat kusut yang menjadi satu yang membentuk bulatan-bulatan
kecil yang tidak dapat diuraikan lagi pada proses pengolahan berikutnya yang disebabkan
oleh pengerjaan mekanis. Gerakan-gerakan mekanis yang membantu kekusutan itu antara
lain putaran-putaran pisau ginning, pemukul pada mesin opening dan picking dll. Timbulnya
nep sendiri dapat terjadi apabila terdapat kapas yang belum dewasa dalam jumlah yang
besar,dan di dalam pengolahannya akan menimbulkan nep. Dengan adanya nep
akan menghasilkan benang yang tidak rata dan akan menimbulkan bintik-bintik berwarna
merah muda pada bahan yang telah dicelup.Serat yang muda atau yang belum dewasa
akam mudah membentuk nep dikarenakan serat yang lebih halus dan tipis dinding
selulosanya,dengan sendirinya akan lebih mudah kusut dibandingkan dengan serat-serat
yang lebih kasar dan tebal dinding selnya,dengan demikian serat muda mudah membentuk
nep.
Di dalam praktek sekarang dilakukan penghitungan nep pada serat kapas dengan berat
100 mg,dengan meluruskan dan menguraikan serat-serat tersebut sedikit demi sedikit pada
papan beludru dan kemudian dilakukan pencarian dengan menggunakan jarum pentul.

3. Alat dan Bahan


Neraca dengan ketelitian 0,1 mg
Papan beludru hitam
Serat kapas China
Jarum
Pinset

4. Langkah praktikum
Cara uji percobaan ini yaitu :
1. Timbang serat uji 100 mg sebanyak 5 kali (menjadi 5 gumpalan).
2. Siapkan papan lapis kain beludru hitam.
3. Cari Nep dari setiap gumpalan kapas tadi dengan menggunakan jarum
( Nep = serat kapas muda yang berkumpul menjadi satu dan tidak mudah hilang).

5. Data Pengamatan
Serat 1 = 22 nep
Serat 2 = 20 nep
Serat 3 = 25 nep

6. Perhitungan
Percobaan Banyaknya nep
Serat 1 22
Serat 2 20
Serat 3 25
_
x = 22,33
1.000.000
nep/kg = rata-rata jumlah nep/100mg
100
1.000.000
= 22,33 = 223300 nep/kg
100

7. Diskusi
Untuk menentukan Nep maka pengamat harus terlebih dulu mengetahui ciri-ciri Nep seperti
apa. Pengujian harus dilakukan dengan teliti dan perlu kesabaran untuk mendapatkan Nep
yang benar.

8. Kesimpulan
Kesimpulan dari percobaan ini didapat untuk serat kapas China setelah dilakukan
percobaan sebanyak 3 kali yang masing-masing 0,1 gram untuk mencari jumlah Nep maka
didapat rata-rata jumlah Nep tiap percobaan sebanyak 22,33 Nep sehingga didapat jumlah
Nep per kilogram sebanyak 223300 Nep/kg.

9. Daftar Pustaka
Wibowo Merdoko, Isminingsih, Wagimun dan Soeripto.1973.Evaluasi Tekstil Bagian
Fisika.Bandung:Institut Teknologi Tekstil
Tina Martina, Totong, Siti Rohmah dan Widayat.2006.Bahan Ajar Praktikum Evaluasi Tekstil I
(Serat).Bandung:Sekolah Teknologi Tekstil
https://upakawis.wordpress.com/2011/06/12/pengujian-jumlah-neps/
Jurnal Praktikum Nur Lathifatur R.
D. Cara Uji Kekuatan Serat Kapas China dengan Alat Pressley Tester
1. Maksud dan Tujuan
Menentukan kekuatan serat kapas setiap berkas yang dipergunakan untuk serat-serat kapas
yang terurai baik dengan alat Presley tester.
Mengetahui besar kekuatan per bundel serat kapas China.

2. Teori Dasar
Praktikum pengujian kekuatan tarik serat kapas perbundel penting untuk dipahami dan
dimengerti untuk menetapkan pengaruh variatas, lingkungan dan proses pengolahan terhadap
kekuatan tarik. Hal lain pengujian kekuatan tarik serat kapas perbundel penting dalam pembuatan
benang atau mengevaluasi apakah serat yang akan digunakan sudah sesuai dengan rencana.
Pengujian kekuatan dilakukan pada industry pemintalan, karena kekuatan serat merupakan faktor
penunjang langsung kekuatan hasil produksi akhir, baik itu merupakan benang atau kain. Kekuatan
serat juga mempengaruhi pegangan, drape, dan sifat lainnya pada kain. Jika sifat-sifat lainnya tetap,
maka kain kuat serat makin kuat pula benang dan kainnya. Pengujian kekuatan serat kapas
perbundel memerlukan contoh uji lebih sedikit dan memberikan korelasi yang baik dengan kekuatan
benang yang dihasilkan terutama untuk kekuatan per bundel dengan jarak jepit 1/8 inchi.
Kekuatan tarik perbundel datar adalah beban yang diperlukan untuk memutus serat kapas
perbundel. Bundel datar adalah bundel atau kumpulan serat-serat kapas yang diambil dari contoh
laboratorium, kemudian disisir untuk menyejajarkan serat dan dipersiapkan untuk pengujian pada alat
uji kekuatan tarik perbundel datar. Sama seperti pada penguijan serat pada stelometer pada
pengujian dengan presley fibre strength tester ini juga menggunakan prinsip yaitu besarnya beban
yang mampu ditahan (dalam satuan lbs) oleh serat dengan kehalusan tertentu. Kehalusan tertentu
yang dimaksud di sini adalah bahwa panjang serat yang diuji sudah mempunyai panjang tetap yaitu
lebar clamp sedangkan beratnya berubah-ubah tergantung dari banyaknya serat yang diuji. Jadi
perbandingan antara besarnya beban yang mampu ditahan oleh serat sebanding dengan berat serat
yang diuji. Sehingga hasil akhir pengujian mempunyai satuan lbs/gram yang menunjukkan berat
beban yang mampu ditahan terhadap berat serat yang diuji untuk panjang yang tetap (lebar clamp).
Makin banyak serat yang diuji maka serat makin berat artinya bahwa nomer serat (kehalusan) juga
makin naik. Sehingga berat beban yang mampu ditahan pun juga makin bertambah. Dari
perbandingan antara kehalusan dan besar beban mempunyai perbandingan tertentu yang cenderung
konstan. Besarnya perbandingan ini tergantung dari jenis serat yang diuji.
3. Tabel Indeks Kekuatan Serat
Index Nilai 1000 psi

> 115 Sangat Kuat > 97


106 115 Kuat 89 97

96 105 Sedang 81 88

86 - 95 Cukup 72 80

< 85 Lemah < 71

Sumber : Grover,et al,1969

4. Alat dan Bahan


Pressley tester
Microbalance dengan ketelitian 0,01 mg
Pinset
Clamp vice
Dudukan clamp
Pengencang sekrup
Sisir kapas dengan 20 gigi/cm
Pisau
Papan bludru hitam
Serat kapas China
Serat kapas standar/Kalibrasi

5. Langkah praktikum
1. Mengambil serat kapas kemudian serat tersebut disejajarkan dengan sisir hingga diperoleh
kapas yang sejajar dan dengan lebar secukupnya ( inci)
2. Clamp diletakkan pada clamp vice kemudian dikuatkan
3. Clamp bagian atasnya dibuka dan kedua ujung serat kapasnya dipegang dan diratakan selebar
inci diatas clamp kemudian kencangkan sekrup pada clamp dengan kunci penguat/obeng
4. Clamp dilepaskan dari clamp vice kemudian kedua ujung serat kapas yang keluar dipotong
dengan pisau pemotong sampai rata dengan permukaan clamp
5. Clamp yang telah diisi serat kapas dipasang pada pressley tester kemudian picu diangkat
sehingga serat terputus. Kekuatan memutus dibaca pada skala kekuatan dalam satuan lbs
6. Clamp dibuka dan seratnya diambil dengan pinset lalu ditimbang dengan menggunakan
microgram
7. Percobaan diulangi apabila:
- Tidak semua serat putus.
- Serat putus tapi tidak rata.
- Kekuatan putus kurang atau sama dengan 10 Lbs dan lebih atau sama dengan 20
Lbs.

6. Data Pengamatan
Pressley kapas standar : 9,06
Kekuatan kapas standar : 18,1 lbs
Hasil uji kapas standar : 4,91
Berat kapas standar : 2,4 mg
Kekuatan (lbs) 11,8
PI = = = 4,91
Berat (mg) 2,4
Nks 9,06
Fk = = = 1,84
HUKS 4,91

7. Perhitungan

Berat Tenacity
Kekuatan
No. PI X fk ( )
(lbs) (mg)
/1000 PSI g/tex Mn/Tex

1 17,1 2,65 11,868 128,29 63,61 158,32 76,5625

2 18 2,7 12,2728 132,67 65,78 163,72 43,2964

3 16 1,8 16,3576 176,83 87,68 218,21 234,7024

X = 72,36 = 354,5613

Ts1 = (Pi x Fk) 10,81 Ts2 = (Pi x Fk) 10,81 Ts3 = (Pi x Fk) 10,81
= 11,868 x 10,81 = 12,2728 x 10,81 = 16,3576 x 10,81

= 128,29 = 132,67 = 176,83

g/tex1 = (Pi x Fk) 5,36 g/tex2 = (Pi x Fk) 5,36 g/tex3 = (Pi x Fk) 5,36
= 11,868 x 5,36 = 12,2728 x 5,36 = 16,3576 x 5,36

= 63,61 = 65,78 = 87,68

mN/tex1= (Pi x Fk) 13,34 mN/tex2= (Pi x Fk) 13,34 mN/tex1= (Pi x Fk) 13,34
= 11,868 x 13,34 = 12,2728 x 13,34 = 16,3576 13,34

= 158,32 = 163,72 = 218,21


Sd
( )2 Cv = x 100%
Sd = x
1
13,31
354,5613 = X 100%
= 72,36
2
= 18,39%
= 13,31

8. Diskusi
Kekuatan tarik serat merupakan daya tahan dari serat per bundel ataupun per helai untuk menahan
gaya yang diberikan. Pada uji kekuatan tarik, praktikan mendapatkan serat kapas China. Kekuatan serat
kapas termasuk ke dalam grade kapas. Karena pada dipintal kekuatan berpengaruh ketika terjadi
peregangan, penarikan, pensejajaran dan pemberian puntiran-puntiran. Pada uji coba kekuatan tarik
serat kapas per bundel. Untuk itu persiapan serat kapas sangatlah penting sebelum diuji.
Praktikan mendapat serat kapas China yang mempunyai ciri-ciri seratnya pendek, warna serat putih
kecoklat-coklatan, dan masih terdapat beberapa nep. Sebelum diuji serat kapas terlebih dahulu diurai
dan disisir dengan sisir kapas dengan 20 buah gigi/inchi. Sisir membantu untuk mensejajarkan serat
kapas dan menghilangkan nep pada serat kapas China. Setelah jepit serat kapas dan uji kekuatannya.
Ketika pada skala menunjukan nilai kekuatan putus kurang dari 10 lbs atau lebih dari 20 lbs maka
percobaan diulang. Praktikan melakukan uji coba sebanyak 5x dan 3 diantaranya berhasil sisanya nilai
skala pada kekuatan kurang dari 10 lbs atau lebih dari 20 lbs. Hal ini dikarenakan pada persiapan serat,
atau saat serat diurai terlalu pendek, serat-serat per bundel terlalu sedikit ataupun terlalu banyak, dan
serat-serat yang dipersiapkan belum seajar satu sama lain sehingga nilai skala menunjukan kurang dari
10 lbs ataupun lebih dari 20 lbs. Maka dari itu persiapan serat seperti mengurai serat, menyisir serat dan
meratakan serat sangatlah penting pada uji coba kekuatan tarik serat per bundel. Dari data perhitungan
didapatkan rata-rata nilai kekuatan serat kapas China sebesar 72,36 g/tex dan 180,083 mN/tex.

9. Kesimpulan

Pada uji kekuatan tarik dan mulur serat kapas per bundel dapat disimpulkan bahwa kekuatan tarik
serat merupakan daya tahan dari serat per bundel ataupun per helai untuk menahan gaya yang diberikan
sedangkan mulur serat merupakan kemampuan serat untuk memanjang hingga putus. Dan didapatkan
beberapa nilai sebagai berikut:

1. Hasil pengujian kapas standar


Hasil uji kapas standar = 4,91 Pi

Faktor koreksi (fk) = 1,84

2. Hasil pengujian kapas togo

Rata-rata tenacity= 72,36 g/tex

Rata-rata tenacity = 180,083 mN/tex

Sd = 13,31

Cv = 18,39%

9. Daftar Pustaka
Wibowo Merdoko, Isminingsih, Wagimun dan Soeripto.1973.Evaluasi Tekstil Bagian
Fisika.Bandung:Institut Teknologi Tekstil
Tina Martina, Totong, Siti Rohmah dan Widayat.2006.Bahan Ajar Praktikum Evaluasi Tekstil I
(Serat).Bandung:Sekolah Teknologi Tekstil
Jurnal Praktikum Nur Lathifatur R.