Anda di halaman 1dari 16

SIMULASI SOAL-SOAL PEMILU (SKEMA B)

Petunjuk pengerjaan soal.


1. Jumlah Soal 100, waktu yang disediakan untuk menjawab soal: 120 menit.
2. Gunakan ballpoint, boleh wama hitam atau biru untuk mengisi data maupun mengerjakan soal.
3. Tulis secara lengkap dan jelas (gunakan hurufcetak) : Nomor Tes, Nama Lengkap dan Tanda
tangan di tempat tersedia CONTOH:
4. Beri Tanda silang (x) pada pilihan jawaban yang tersedia No. Pilihan
berdasarkan pilihan jawaban yang paling tepat
5. Untuk soal tipe A, Anda dipersilakan memilih satu pilihan jawaban yang 21. A. X B. C. D. E
paling benar. 22. A. B. C. X D. E
6. Untuk soal tipe B, ketentuannya sebagai berikut:
(1) Jawaban A apabila yang benar adalah pilihan jawaban nomor 1,2 dan 3.
(2) Jawaban B apabila yang benar adalah pilihan jawaban nomor 1 dan 3.
(3) Jawaban C apabila yang benar adalah pilihan jawaban nomor 2 dan 4.
(4) Jawaban D apabila yang benar adalah pilihan jawaban nomor 4.
(5) Jawaban E apabila semua jawaban benar.
7. Untuk soal tipe C, ketentuannya sebagai berikut:
(1) Jawaban A apabila pernyataan pertama benar, pernyataan kedua benar dan keduanya
menunjukkan hubungan sebab akibat.
(2) Jawaban B apabila pernyataan pertama benar, pernyataan kedua benar tetapi keduanya tidak
menunjukkan hubungan sebab akibat.
(3) Jawaban C apabila pernyataan pertama benar dan pernyataan kedua salah.
(4) Jawaban D apabila pernyataan pertama salah dan pernyataan kedua benar.
(5) Jawaban E apabila pernyataan pertama dan kedua salah.
CONTOH:
8. Apabila ingin memperbaiki jawaban yang telanjur ditulis, tandailah
dengan tanda "sama dengan" (=) pada jawaban yang salah. No. Pilihan
Selanjutnya beri tanda silang (x)pada pilihan jawaban yang
dianggap benar. Perbaikan jawaban harus diparqf dan dibatasi
21. A. X =B. C. X D. E
maksimum 3 (tiga) kali tiap soal. 22. A. B. C. D. X E
9. Selama pengerjaan soal, dilarang mengaktifkan telepon genggam,
menerima pesan atau berkomunikasi dengan pihak lain.
10. Apabila peserta terbukti berbuat kecurangan selama mengerjakan soal, panitia seleksi berhak
mengeluarkan peserta tersebut dari lokasi tes dan/atau menyatakan peserta tersebut gugur.
11. Setelah waktu pengerjaan soal selesai, soal dan jawaban diletakkan terbalik dan peserta
dipersilakan meninggalkan ruangan setelah petugas mengumpulkan soal dan lembar jawaban.

Selamat bekerja!
BAGIAN I
Petunjuk : Pilihiah satujawaban yang paling benar, diantara altematifjawaban yang tersedia.
1. Hubungan keterkaitan antara UUD 1945 dan Pembangunan Nasional adalah
A. Antara Pembukaan UUD 1945 dan Pembangunan Nasional saling berkaitan.
B. Pembukaan UUD 1945 memuat rumusan Pembangunan Nasional.
C. Pembukaan UUD 1945 merupakan bagian yang terpisah dari Pembangunan Nasional.
D. Pembangunan Nasional merupakan pelaksanaan dari cita-cita nasional yang terkandung
dalam Pembukaan UUD 1945.
E. Rumusan Pembangunan Nasional tersirat dalam Pembukaan UUD 1945.

2. Demokrasi lahir sejak :


A. Ditetapkannya Magna Charta
B. Revolusi Perancis
C. Renaissance
D. Kebudayaan Yunani Kuno
E. Aufklarung

3. Sejak Indonesia Merdeka, Pemilu di Indonesia sudah diselenggarakan :


A. tigakali
B. delapan kali
C. sembilan kali
D. sepuluh kali
E. sebelas kali

4. Penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah secara langsung diatur dalam :
A. Undang-undang nomor 32 Tahun 2002
B. Undang-undang nomor 31 Tahun 2002
C. Undang-undang nomor 12 Tahun 2003
D. Undang-undang nomor 22 Tahun
2007
E. Undang-undang nomor 23 Tahun 2003

5. Konsep Wawasan Nusantara dalam kehidupan Bangsa Indonesia sangat berguna untuk :
A. Memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan POLEKSOSBUDHANKAM.
B. Menyatukan keanekaragaman yang terdapat pada bangsa kita.
C. Menjamin tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
D. Menciptakan kesadaran bela negara bagi warga negara.
E. Membantu terwujudnya kehidupan yang semakin rukun dan damai.

6. Pengertian hak azasi manusia yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945 alinea pertama
adalah
A. Hak menikmati kehidupan sebagai bangsa yang merdeka.
B. Bebas dari kebodohan, kemiskinan dan kemelaratan
C. Kemerdekaan untuk turut serta dalam menciptakan ketertiban dunia.
D. Kebebasan untuk memeluk agama dan beribadah.
E. Hak bekerja sama dengan bangsa manapun juga.

Kasus I: Sebuah provinsi yang cukup berkembang dan cukup makmur berpenduduk 11 juta
jiwa. Tingkat kepadatan penduduknya rendah. Persentasi penduduk perempuan di provinsi
tersebut 52 %.

7. Jumlah kursi anggota DPR untuk provinsi tersebut (Kasus I) adalah :


A. 26 .
B. 110
C.8
D. 52
E. 34
8. Jumlah kursi anggota DPRD untuk provinsi tersebut (Kasus I) adalah :
A. 100
B. 65
C. 85
D, 75
E. 55

Kasus II: Sebuah provinsi yang agak tertinggal berpenduduk 8 juta jiwa. Tingkat kepadatan
penduduknya tinggi. Persentasi penduduk perempuan di provinsi tersebut 61 %.

9. Jumlah kursi anggota DPR untuk provinsi tersebut (Kasus II) adalah :
A. 25
B. 80
C. 52
D. 19
E. 36

10. Jumlah kursi anggota DPRD untuk provinsi tersebut (Kasus II) adalah :
A. 65
B. 85
C. 45
D. 75
E. 100

11. Ketentuan mengenai penundaan Pemilu Kepala Daerah diatur dalam :


A. PP 6 Tahun 2005.
B. UU Nomor 32 Tahun 2004.
C. PP 6 Tahun 2005 jo. PP 17 Tahun 2005
D. UU Nomor 22 Tahun 2007
E. UU Nomor 12 Tahun 2003

12. Menurut UU 32 Tahun 2004, setiap orang yang sengaja mengubah hasil penghitungan suara
diancam dengan pidana sebagai berikut:
A. 3 bulan hingga 18 bulan, dan/ atau denda Rp 600 ribu - Rp 6 juta.
B. 18 bulan hingga 3 tahun, dan/atau denda Rp 6 juta - Rp 60 juta.
C. 6 bulan bingga 18 bulan, dan/atau dendc. Rp 600 ribu - Rp 6 juta.
D. 6 bulan hingga 3 tahun, dan/atau denda Rp 100 juta - Rp 1 milyar.
E. 18 hari hingga 3 bulan, dan/atau denda sebanyak-banyaknya Rp 6 juta.

13. Apabila sebuah parpol pengusung pasangan calon dalam Pemilu Kepala Daerah mengajukan
lebih dari satu pasangan calon dimana dokumen pencalonan ditandatangani oleh nama ketua dan
sekretaris parpol yang sama, menurut UU 32 Tahun 2004 maka :
A. pada saat pendaftaran langsung ditolak.
B. pada saat pendaftaran diterima, lalu diverifikasi di DPP.
C. Pada saat pendaftaran ditolak, dan tidak boleh mengajukan pasangan calon baru.
D.Tergantung rapat pleno KPU provinsi atau kabupaten/Kota.
E. pada saat pendaftaran diterima, setelah masa perbaikan diminta melakukan perbaikan.

14. Anggota DPRD Kabupaten X berjumlah 35. Sebuah parpol memiliki kursi 5 buah. Jika parpol
tersebut mengajukan pasangan calon dalam Pemilu Kepala Daerah berdasarkan jumlah kursi di
DPRD, apakah memenuhi syarat menurut UU Nomor 32 Tahun 2004?
A. Tidak memenuhi syarat karena hasil pembagian 14, 28.
B. Memenuhi syarat asalkan kursinya ditambah satu.
C. Bisa diperbaiki pada saat verifikasi.
D. Tak penuhi syarat tapi masih bias diperbaiki.
E. Memenuhi syarat.
15. UU Nomor 32 Tahun 2004 dan PP 25 Tahun 2006 mengatur soal kampanye pasangan calon yang
dikategorikan incumbent sebagai berikut:
A. cukup cuti kampanye pada saat masa kampanye 2 minggu.
B. wajib mengundurkaii diri pada saat masa kampanye.
C. cukup cuti kampanye hanya pada saat hari berkampanye.
D. wajib mengundurkan diri dengan SK Mendagri.
E. Wajib mengundurkan diri tanpa hams dengan SK Mendagri

16. UU Nomor 12 Tahun 2003 pernmah disempumakan dengan Perpu, tepatnya:


A. Perpu Nomor 1 Tahun 2006
B. Perpu Nomor 1 Tahun 2003
C. Perpu Nomor 1 Tahun 2004
D. Perpu Nomor 1 Tahun 2005
E. Perpu Nomor 1 Tahun 2007

17. UU Nomor 12 Tahun 2003 mengatur syarat sebuah parpol menjadi peserta pemilu yakni pada:
A. Pasal7
B. Pasal 8
C. Pasal 9
D. Pasal 10
E. Pasal 11

18. UU Nomor 12 Tahun 2003 mengatur tentang syarat dukungan seseorang dapat mencalonkan diri
menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah yaitu:
A. Provinsi yang beqienduduk sampai dengan 1 juta didukung minimal 1.000 pemilih.
B. Provinsi yang berpenduduk 1-2 juta didukung minimal 2.000 pemilih.
C. Provinsi yang berpenduduk 1-5 juta didukung minimal 1.000 pemilih.
D. Provinsi yang berpenduduk 5-10juta didukung minimal 2.000 pemilih.
E. Provinsi yang berpenduduk 10 juta didukung minimal 5.000 pemilih.

19. UU Nomor 12 Tahun 2003 menyatakan bahwa Pemilu Presiden dan Wakil Presiden dilaksanakan
paling lambat
A. 3 bulan
B. 4 bulan
C. 5 bulan
D. 6 bulan
E. 7 bulan setelah pengumuman hasil Pemilu DPR, DPD, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota.

20. UU Nomor 12 Tahun 2003 mengatur tentang persentase minimal sebuah parpol atau gabungan
parpol hasil Pemilu 2004 untuk dapat mengajukan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden,
yaitu:
A. Minimal 15 persen perolehan kursi DPR atau 20 persen suara sah Pemilu 2004.
B. Minimal 15 persen perolehan kursi DPR atau 15 persen suara sah Pemilu 2004.
C. Minimal 20 persen perolehan kursi DPR atau 20 persen suara sah pemilih
2004
D. Minimal 20 persen perolehan kursi DPR atau 15 persen suara sah Pemilu
2004.
E. Cukup dengan minimal 15 persen suara sah Pemilu 2004.

21. Yang menjadi dasar pertimbangan Undang-undang Republik Indonesia no.2 tahun 2008 tentang
partai politik
A. bahwa partai politik merupakan suatu keharusan dalam sebuah Negara yang demokratis
B. bahwa kemerdekaan berserikat, berkumpul, serta mengeluarkan pikiran dan pendapat
merupakan hak asasi manusia yang diakui dan dijamin oleh Undang-undang Dasar Negara
Republik Indonesia tahun 1945
C. bahwa sebagai Negara yang mempunyai keinginan untuk menciptakan kemakmuran dan
kesejahteraan, maka pembentukan partai politik menjadi sarana masyarakat untuk menyalurkan
pendapatnya
D. bahwa untuk mewujudkan sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan perwakilan, maka Negara menjamin kebebasan berkumpul bagai warga
negaranya
E. bahwa keberadaan partai politik yang mempunyai fungsi untuk menyalurkan pendapat dan
aspirasi masyarakat merupakan hal-hal yang diatur dalam undang-undang Dasar 1945

22. Partai yang bukan partai peserta pemilu 1999 :


A. Partai Bulan Bintang
B. Partai Keadilan
C. Partai Demokrat
D. Partai Cinta Damai
E. Partai Indonesia Baru

23. Pada fusi partai 1973, Partai Demokrasi Indonesia adalah fusi dari 5 partai yaitu
A. PNI, IPKI, Masyumi, Murba, dan Parkindo
B. Parmusi, Masyumi, PNI, Partai Katholik dan Parkindo
C. IPKI, Parkindo. Murba, Parmusi dan PNI
D. PNI, IPKI, Parkindo, Partai Katholik dan Murba
E. Partai Katholik, PNI, Murba, IPKI dan Parmusi

24. Menurut teori kepartaian maka fungsi parpol dapat dirumuskan sebagai
A. Sarana penyaluran aspirasi masyarakat dan penyelesaian kasus hukum
B. Rekrutmen anggota DPR, DPRD dan DPD
C. Sosialisasi dan monitoring politik
D. Pendidikan politik dan pengenalan program partai
E. Rekrutmen politik dan komunikasi politik

25. Syarat pendirian partai politik menumt UU Partai Politik No.2 tahun 2008 pasal 2
A. Partai Politik didirikan dan dibentuk oleh paling sedikit 50 (lima puiuh) orang warga Negara
Indonesia yang telah berusia 21 (dua puluh satu) tahun dengan akta notaris dan Kepengurusan
Partai Politik tingkat pusat disusun dengan menyertakan sekurang-kurangnya 30% (tiga puluh
perseratus) keterwakilan perempuan.
B. Partai politik harus didaftarkan ke Departemen untuk menjadi badan hukum dan Pendirian
Partai Politik menyertakan 30% (tiga puluh perseratus) keterwakilan perempuan.
C. Mempunyai kantor tetap dan mempunyai Akta notaris pendirian paitai politik.
D. Mempunyai kantor tetap dan mempunyai anggaran dasar yang memuat:
asas dan ciri Partai Politik
visi dan misi Partai Politik
nama, lambang, dan tanda gambar Partai Politik;
tujuan dan fungsi Partai Politik;
organisasi, tempat kedudukan, dan pengambilan keputusan;
kepengurusan Partai Politik;
peraturan dan keputusan Partai Politik,-" pendidikan Politik;
keuangan Partai Politik.
E. Partai Politik didirikan dan dibentuk oleh paling sedikit 50 (lima puluh) orang warga Negara
Indonesia yang telah berusia 21 (dua puluh satu) tahun dengan akta notaris dan kepengurusan
paling sedikit 60% dari jumlah provinsi, 50% dari jumlah kabupaten/kota

26. Penyelenggaraan pemilihan umum secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil hanya
dapat terwujud apabila dilaksanakan oleh penyelenggara pemilu yang mempunyai :
A. Integritas dan profesionalitas
B. Integritas, jujur dan adil
C. Integritas, akuntabilitas, dan moralitas.
D. Integritas, profesionalitas dan akuntabilitas.
E. Integritas, profesional dan independent
27. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 adalah Undang -Undang tentang:
A. Penyelenggaraan Pemilu hwii
B. Tahapan dan proses Pemilu
C. Penyelenggara Pemilu.
D. Penyelenggara dan penyelenggaraan Pemilu.
E. Sistem Pemilu

28. Penyelenggara pemilu adalah lembaga yang menyelenggarakan pemilu untuk memilih:
A. Anggota DPR dan MPR, Presiden dan Wakil Presiden.
B. Anggota DPR.DPD, DPRD, Presiden dan wakil Presiden serta Kepa'a dan wakil Kepala Daerah
C. Anggota DPR dan DPD Presiden dan wakil Presiden serta Kepala dan wakil Kepala Daerah
D. Anggota DPR,DPD, DPRD, Presiden dan wakil Presiden
E. Anggota DPR, DPRD, Presiden dan wakil Presiden serta Kepala dan wakil Kepala Daerah

29. Tugas dan wewenang KPU Provinsi dalam penyelenggaraan Pemilu Anggota Dewan Perwakilan
Rakyat, DPD, dan DPRD, meliputi:
A. Melaksanakan semua tahapan penyelenggaraan di provinsi berdasarkan peraturan perundang-
undangan.
B. Memutakhirkan data pemilih berdasarkan data kependudukan dan menetapkannya sebagai
daftar pemilih.
C. Melaksanakan sosialisasi penyelenggaraan pemilu dan /atau yang berkaitan dengan tugas dan
wewenang KPU Provinsi kepada masyarakat.
D. Memeriksa pengaduan dan atau laporan adanya pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh
KPU Kabupaten/Kota.
E. Semua jawaban a, b, c dan d adalah benar.

30. Pemilihan Umum Presiden secara langsung diatur dalam Undang-undang Dasar 1945 pada
ketentuan
A. Pasal 5 ayat (1)
B. Pasal 6 ayat (1)
C. Pasal 6A
D. Pasal 6B
E. Pasal 7

31. Dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden secara langsung, pasangan calon Presiden
dan Wakil Presiden diusung oleh Partai Politik atau gabungan partai politik. Calon pasangan diluar
partai politik ( independent) dapat diakomodir apabila :
A. Semua Partai tidak ada yang mengusung Calon Presiden dan Wakil Presiden.
B. Hanya ada satu pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden
C. Adanya amandemen UUD 1945 yang mengatur tentang pencalonan presiden dan wakil
presiden
D. Terdapat dua pasangan calon presiden dan wakil presiden yang diusung oleh lebih dari tiga
gabungan partai politik.
E. Semua pasangan calon berhalangan
tetap
32. Undang-undang yang mengatur tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden pada
Pemilihan Umum tahun 2004 adalah:
A. Undang-undang Nomor 22 Tahun 2003
B. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2003
C. Undang-undang Nomor 24 Tahun 2003
D. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2003
E. Undang-undang Nomor 34 Tahun 2003
33. Berdasarkan ketentuan Undang-undang Tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden
tersebut diatas, Partai Politik dalam mendaftarkan pasangan calon ke KPU wajib menyerahkan
beberapa hal berikut kecuali:
A. Surat Pencalonan yang ditandatangani oleh Partai Politik atau para pimpinan Partai Politik
yang bergabung.
B. Kesepakatan tertulis antar Partai Politik yang bergabung untuk mencalonkan pasangan calon
C. Surat pemyataan tidak akan mengundurkan diri sebagai pasangan calon
D. Surat pemyataan mau mengundurkan diri sebagai pasangan calon pada pemilihan umum
putaran kedua apabila perolehan suaranya kurang dari 30%.
E. Surat pemyataan tidak akan menarik pencalonan atas pasangan yang dicalonkan yang
ditandatangani oleh pimpinan Partai Politik atau para pimpinan Partai Politik yang bergabung.
34. Pimpinan Partai Politik yang berhak menandatangani Surat Pencalonan Presiden dan Wakil
Presiden adalah:
A. Ketua Umum dan Sekretaris Jendral Partai Politik atan sebutan lain sesuai dengan Anggaran
Dasar/ Anggaran Rumah Tangga Partai Politik yang bersangkutan.
B. Pengurus harian Partai Politik
C. Dewan Penasehat Partai Politik atau sebutan lain sesuai dengan
Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga Partai Politik yang bersangkutan.
D. Semua Pengurus Partai Politik
E. Gabungan pengurus Partai Politik yang mencalonkan.
35. Dalam hal salah satu Pasangan calon berhalangan cetap maka pasangan calon tidak dapat
diganti serta dinyatakan gugur apabila:
A. Salah satu pasangan calon atau pasangan calon berhalangan tetap sejak penetapan calon
sampai pada saat dimulainya hari kampanye.
B. Salah satu pasangan calon atau pasangan calon berhalangan tetap sampai dengan 7 hari
sebelum penetapan calon
C. Salah satu pasangan calon atau pasangan calon berhalangan tetap pada saat dimulainya
kampanye sampai hari pemungutan suara dan masih terdapat dua pasangan calon atau lebih.
D. Salah satu pasangan calon afju pasangan calon berhalangan tetap pada saat dimulainya
kampanye sampai hari pemungutan suara danjumlah pasangan caloa kurang dari dua
pasangan calon.
E. Salah satu pasangan calon atau pasangan calon berhalangan tetap satu hari sebelum
didaftarkan ke KPU

BAGIAN II
Petunjuk : Setiap soal terdiri dari 4 (empat) pilihan. Jawablah dengan memperhatikan ketentuan berikut:
Jawaban A apabila yang benar adalah pilihan jawaban nomor 1, 2 dan 3.
Jawaban B apabila yang benar adalah pilihan jawaban nomor 1 dan 3.
Jawaban C apabila yang benar adalah pilihan jawaban nomor 2 dan 4.
Jawaban D apabila yang benar adalah pilihan jawaban nomor 4.
Jawaban E apabila semua pilihan jawaban benar.

36. Prinsip Demokrasi Pancasila adalah


1. Menonjolkan hak asasi manusia.
2. Menganut asas individualistis.
3. Mengutamakan kebebasan perseorangan.
4. Perlindungan terhadap hak asasi manusia.

37. Perbedaan ideologi Pancasila dengan Liberalisme di bidang politik. bahwa Pancasila
mengutamakan keseimbangan antara:
1. Persamaan pendapat dan oposisi yang bersifat liberal.
2. Kebebasan partai politik dan pembatasan partai politik.
3. Sistem banyak partai dan sistem dua partai.
4. Kepentingan masyarakat dan kebebasan individu.

38. Dalam pelaksanaan demokrasi harus memperhatikan prinsip-prinsip :


1. Mewujudkan keadilan sosial.
2. Hak dan kewajiban yang seimbang.
3. Rakyat ikut serta dalam pemerintahan.
4. Pembagian peran.

39. Landasan konstitusional hukum tata pemerintahan Indonesia adalah :


1. Pancasila
2. PembukaanUUD 1945
3. Proklamasi 17 Agustus 1945
4. UUD 1945

40. Fungsi kunci administrasi dan manajemen pemerintahan negara Indonesia terdiri dari:
1. Fungsi perumusan dan penetapan kebijaksanaan negara dan/atau pemerintahan negara.
2. Fungsi kepemimpinan dalam sistem pemerintahan negara.
3. Fungsi pengawasan dalam sistem pemerintahan negara.
4. Fungsi koordinasi dalam pemerintahan negara.

41.Pada Pemilu 1971


1. Diikuti oleh 10 Partai.
2. Untuk memilih seluruh anggota MPR.
3. Dimenangkan oleh Golongan Karya.
4. Partai Demokrasi Indonesia bemomor 3.

42. Pemilu yang pertama kali setelah reformasi, tahun 1999. Pada Pemilu ini
1. Diikuti oleh 47 partai
2. Dimenangkan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.
3. Memilih Presiden Abdurrahman Wahid.
4. Komisi Pemilihan Umum dibentuk dari unsur-unsur partai.

43. Menurut Ben Reilly dan Andrew Reynold, sistem pemilu dibagi dalam kelompok besar yaitu ;
1. Pluralitas Mayoritas / Sistem Distrik
2. Semi Proporsional
3. Sistem Proporsional
4. Sistem Totalitas

44. Kelemahan Sistem Proporsional antara lain


1. Mempermudah fragmentasi partai (pembentukan partai baru).
2. Memperbesar perbedaan yang ada dibandingkan kerjasama.
3. Memberikan peranan dan kekuasaan yang sangat besar kepada pimpinan partai, karena
pimpinan partai yang menentukan orang yang dicalonkan menjadi wakil rakyat.
4. Karena banyaknya partai yang bersaing, sehingga sulit bagi suatu partai meraih mayoritas
(50%=1) dalam parlemen.
45. Fungsi-fungsi dalam manajemen Pemilu antara lain;
1. Pengelolaan SDM
2. Keuangan
3. Logistik dan Operasi
4. Informasi dan Publikasi

46. Penyelenggaraan Pemilu antara lain berpedoman pada asas


1. jujur
2. mandiri
3. adil
4. sama rata

47. Tugas dan wewenang KPU Provinsi dalam penyelenggaraan Pemilu Anggota Perwakilan Rakyat,
Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah antara lain :
1. menerima laporan dugaan pelanggaran terhadap pelaksanaan perundang-undangan
mengenai Pemilu.
2. menjabarkan program dan melaksanakan anggaran serta menetapkanjadwal di provinsi.
3. mengawasi pelaksanaan sosialisasi penyelenggaraan Pemilu; dan
4. melaksanakan semua tahapan penyelenggarakan di provinsi berdasarkan peraturan
perundang-undangan

48. Dalam Pemilu Legislatif bertujuan untuk mendapatkan:


1. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat.
2. Anggota Dewan Perwakilan Daerah.
3. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi.
4. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota.

49. Jumlah kursi anggota DPRD Provinsi didasarkan pada jumlah penduduk, ketentuannya antara
lain :
1. provinsi dengan jumlah penduduk lebih dari 1.000.000 (satu juta) jiwa sampai dengan
3.000.000 (tigajuta) jiwa mendapat 55 (empat puluh lima) kursi.
2. provinsi dengan jumlah penduduk lebih dari 3.000.000 (tigajuta) jiwa sampai dengan
5.000.000 (lima juta) jiwa mendapat 65 (lima puluh lima) kursi.
3. provinsi dengan jumlah penduduk lebih dari 5.000.000 (lima juta) jiwa sampai dengan
8.000.000 (delapan juta) jiwa mendapat 70 (enam puluh lima) kursi.
4. provinsi dengan jumlah penduduk sampai dengan 1.000.000 (satu juta) jiwa mendapat 35
(tiga puluh lima) kursi.

50. Tugas dan wewenang KPU dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden antara lain :
1. merencanakan program dan anggaran serta menetapkan jadwal.
2. menyusun dan menetapkan tata keija KPU, KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota, PPK, PPS,
KPPS, PPLN, dan KPPSLN.
3. menyusun dan menetapkan pedoman yang bersifat teknis untuk tiap-tiap tahapan berdasarkan
peraturan perundang-undangan.
4. mengawasi pemutakhiran data pemilih berdasarkan data kependudukan dan penetapan daftar
pemilih sementara dan daftar pemilh tetap.

51. Pasangan calon Presiden dan calon Wakil Presiden pada Pemilu 2004, antara lain:
1. Wiranto,SH dan Ir. H. Salahuuddin Wahid.
2. Hj. Megawati Soekarnoputri dan KH. Ahmad Hasyim Muzadi.
3. Prof. Dr.HM. Amien Rais dan Dr.Ir. H. Siswono Yudo Husodo.
4. Dr. H. Hamzah Haz dan H. Agum Gumelar, M.Sc.
52. Pemilihan Kepala Daerah melalui DPRD membuat sebagian besar rakyat kecewa, antara lain karena
1. DPRD dalam memilih Kepala Daerah mengutamakan kepentingan partai.
2. Mekanisme pemilihan Kepala daerah menciptakan ketergantungan kepala daerah kepada DPRD.
3. Terjadi penghentian dan pencopotan, serta tindakan berlebihan DPRD kepada Kepala Daerah.
4. Kepala Daerah tidak peka terhadap kepentingan masyarakat.

53. Ciri-ciri sistem Ekonomi Pancasila antara lain ;


1. Peranan negara penting, tetapi tidak dominan.
2. Sistem ekonomi tidak didominasi oleh modal dan tidak didominasi buruh.
3. Masyarakat memegang peranan penting.
4. Negara menguasai bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya.

54. Pertentangan antar umat beragama di beberapa daerah dapat dikurangi dengan
1. Berusaha mempertahankan agamanya.
2. Dialog antar umat beragama digiatkan.
3. Menyerahkan masalah ini kepada pemerintah.
4. Meningkatkan rasa toleransi terhadap umat lain agama.

55. Menurut UU 32 Tahun 2004, penundaan Pemilu Kepala Daerah dimungkinkan jika terjadi:
1. kerusuhan
2. bencana alam
3. gangguan keamanan lainnya.
4. Sejumlah pemilih tidak terdaftar.

56. Menurut UU Nomor 32 Tahun 2004


1. Pergerakan surat suara dari TPS-PPS-PPK-KPU Kabupaten-KPU Provinsi.
2. PP Nomor 17 Tahun 2005 tentang Perubahan PP Nomor 6 Tahun 2005.
3. UU Nomor 32 Tahun 2004 mengatur juga pembagian urusan pemerintahan.
4. UU Nomor 32 Tahun 2004 mengatur bahwa pembentukan PPK 6 bulan sebelum hari
pemungutan suara.

57. Menurut UU Nomor 32 Tahun 2004, yang termasuk tahap pelaksanaan Pemilu Kepala Daerah
adalah:
1. Penetapan daftar pemilih tetap.
2. Kampanye.
3. Pendaftaran dan Penetapan pasangan calon.
4. Pembentukan Panwas Pemilu Kepala Daerah

58. Menurut UU Nomor 12 Tahun 2003 pasal 93, surat suara dinyatakan sah apabila:
1. Ditandatangani oleh Ketua KPPS.
2. Tanda coblos pada tanda gambar parpol dan kolom calon legislatif. Dapat di luar kotak yang
disediakan.
3. Tanda coblos pada tanda gambar parpol dan calon berada pada kolom yang disediakan.
4. Dapat mencoblos kolom calon legislatif saja tanpa mencoblos tanda gambar parpol.

59. Menurut UU Nomor 12 Tahun 2003, tata cara penetapan alokasi kursi adalah:
1. Apabila sama atau melebihi angka BPP langsung memperoleh sejumlah kursi.
2. Apabila kurang dari angka BPP bisa langsung memperoleh kursi dan tak termasuk suara sisa
asalkan suara tersebut tinggi.
3. Suara sisa terbanyak yang paling berhak atas kursi sisa.
4. Parpol boleh bergabung untuk menentukan suara sisa.

60. Menurut UU Nomor 12 Tahun 2003, pernyataan di bawah yang benar adalah:
1. Pasal 5 mengatur tentang peserta Pemilu.
2. Pasal 3 mengatur tentang asas Pemilu.
3. Pasal 6 mengatur tentang system Pemilu.
4. Pasal 8 mengatur tentang syarat parpol menjadi peserta Pemilu.

61. Fungsi partai politik menurut Pasal 11 UU Partai Politik 2007:


1. Pendidikan politik bagi anggota dan masyarakat luas agar menjadi warga negara Indonesia
yang sadar akan hak dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara;
2. Penciptaan iklim yang kondusif bagi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia untuk
kesejahteraan masyarakat;
3. Penyerap, penghimpun dan penyalur aspirasi politik masyarakat dalam merumuskan dan
menetapkan kebijakan Negara;
4. Penciptaan sarana partisipasi masyarakat untuk mewujudkan kesejahteraan, keadilan dan
kemerataan pembangunanyang berkeadilan gender

62. Sesuai pasal 34 ayat (1) UU Partai Politik, maka sumber keuangan parpol adalah
1. Iuran anggota dan pengurus
2. Sumbangan yang sah menurut hukum
3. Sumbangan dari donator yang tidak mengikat
4. Bantuan keuangan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara/Anggaran Pendapatan
dan Belanja Daerah

63. Syarat dukungan minimal untuk pendaftaran partai di departemen hukum dan perundangan
1. Mendapatkan dukungan minimal di 60% darijumlah penduduk
2. Menyertakan 30 % perempuan pada waktu pendirian partai
3. Mempunyai 30% perempuan pada kepengurusan partai di tingkat pusat
4. Mempunyai kepengurusan di minimal 60% dari jumlah provinsi

64. Dalam hal calon Presiden terpilih berhalangan tetap, maka:


1. Calon Wakil Presiden terpilih dilantik menjadi Presiden
2. Partai Politik atau gabungan Partai Politik yang mengusung calon Presiden dan Wakil
Presiden mengusulkan kembali dua calon Presiden kepada Majelis Pennusyawaratan Rakyat
untuk dipilih.,
3. Calon Wakil Presiden terpilih dilantik menjadi Presiden dan kemudian Presiden yang telah
dilantik mengusulkan dua calon Wakol Presiden kepada Majelis Pennusyawaratan Rakyat
untuk dipilih
4. Partai Politik atau gabungan Partai Politik mengajukan kembali dua pasangan calon Presiden
dan Wakil Presiden yang baru kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk dipilih menjadi
Presiden dan Wakil Presiden.

65. Syarat Partai Politik atau gabungan Partai Politik yang dapat mengusulkan pasanagan calon
Presiden dan Wakil Presiden adalah:
1. Partai Politik atau gabungan Partai Politik yang memperoleh sekurang-kurangnya 20% (dua
puluh persen) dari jumlah kursi Dewan Perwakilan Rakyat
2. Partai Politik atau gabungan Partai Politik yang memperoleh sekurang-kurangnya 15% (lima
belas persen) dari jumlah kursi Dewan Perwakilan Rakyat
3. Partai Politik atau gabungan Partai Politik yang memperoleh sekurang-kurangnya 15% (lima
belas persen) dari perolehan suara sah secara Nasional dalam Pemilu anggota Dewan
Perwakilan Rakyat.
4. Partai Politik atau gabungan Partai Politik yang memperoleh sekurang-kurangnya 20% (dua
puluh persen) dari perolehan suara syah secara Nasional dalam Pemilu anggota Dewan
Perwakilan Rakyat.

BAGIAN III
Petunjuk : Setiap soal terdiri dari 2 (dua) pemyataan. Jawablah dengan memperhatikan ketentuan
berikut:
Jawaban A apabila pernyataan pertama benar, pernyataan kedua benar dan keduanya
menunjukkan hubungan sebab akibat.
Jawaban B apabila penyataan pertama benar, pernyataan kedua benar tetapi kedua lya tidak
menunjukkan hubungan sebab akibat.
Jawaban C apabila pernyataan pertama benar dan pernyataan kedua salah. "
Jawaban D apabila penyataan pertama salah dan pernyataan kedua benar.
Jawaban E apabila pernyataan pertama dan pernyataan kedua salah.
66. Penjelasan UUD 1945 merupakan penafsiran otentik dari UUD 1945.
SEBAB A
Terdapat dalam satu rangkaian utuh dengan batang tubuhnya.

67. Kegiatan seseorang dalam partai politik merupakan suatu bentuk partisipasi politik.
SEBAB A
Partai politik adalah organisasi politik yang dibentuk oleh sekelompok warga negara Republik
Indonesia secara sukarela atas dasar persamaan kehendak dan cita-cita untuk memperjuangkan
kepentingan anggota, masyarakat, bangsa, dan negara melalui pemilihan umum.

68. Sistem Pemerintahan merupakan bagian dari sistem politik.


SEBAB A
Salah satu ciri sistem politik modem adalah adanya unit-unit yang membentuk sitem itu, sekaligus,
batas-batas pengaruhnya.

69. Indonesia menganut trias politica dalam arti pemisahan kekuasaan


SEBAB D
Dalam UUD 1945 diterangkan dengan jelas tentang Kekuasaan Pemerintahan Negara, tentang
Dewan Perwakilan Rakyat, serta Kekuasaan Kehakiman.

70. Pada masa Orde Baru, Pemilu diikuti oleh 2 partai.


SEBAB B
Pada masa Orde Baru semua Pemilu dimenangkan oleh Golongan Karya.

71. Sistem Distrik kurang efektif bagi suatu masyarakat yang heterogen
SEBAB A
Sistem Distrik kurang memperhatikan adanya partai-partai kecil dan golongan minoritas, apalagi
golongan tersebut terpencar dalam beberapa distrik .
72. Pada Sistem distrik tidak cenderung ke arah koalisi partai-partai
SEBAB C
Sistem Distrik mendorong partai menonjolkan kerjasama dari perbedaan, setidak-tidaknya
menjelang pemilu melalui stembus accord (penggabungan kartu suara pemilih).

73. Sistem Proporsional dianggap lebih demokrastis, asas one man one vote dilaksanakan secara
penuh tanpa ada suara yang hilang
SEBAB A
Pada Sistem Proporsional jumlah kursi partai dalam parlemen sesuai dengan jumlah suara yang
diperolehnya dari masyarakat dalam pemilu.

74. Dalam menyelenggarakan Pemilu KPU bebas dari pengaruh pihak mana pun berkaitan
dengan pelaksanaan tugas dan wewenangnya
SEBAB B
Wilayah kerja KPU meliputi seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

75. Komisi Pemilihan Umum adalah lembaga Penyelenggara Pemilu yang bersifat nasional, tetap
dan mandiri.
SEBAB C

Undang-undang nomor 22 tahun 2007 tentang Pemilihan Umum.

76. Pemilu 2004 merupakan pemilu pertama yang memungkinkan rakyat untuk memilih presiden
secara langsung.
SEBAB
Pemilu 2004 terbagi menjadi maksimal tiga tahap dan minimal dua tahap.

77. Alokasi kursi provinsi dihitung berdasarkan tingkat kepadatan penduduk


SEBAB
Jumlah kursi pada setiap provinsi dialokasikan tidak kurang dari jumlah kursi pemilu sebelumnya.

78. Pemilu Presiden dan Wakil Presiden diselenggarakan dalam dua putaran
SEBAB
Pemilu 2004 diselenggarakan dalam tiga tahap.

79. Partai yang memperoleh suara lebih besar atau sama dengan tiga persen dapat mencalonkan
pasangannya untuk Pemilu Presiden Putaran Pertama
SEBAB D
Bila pada Pemilu Presiden putaran pertama sudah ada calon yang mendapatkan suaran lebih dari
50 persen, tidak diperlukan pemilu tahap ketiga.

80. Pasangan calon Presiden Prof.Dr.HM. Amien Rais dan Dr.Ir. H. Siswono Yudo Husodo mengikuti
putaran kedua, pada pemilu presiden tahun 2004.
SEBAB D
Pemilu tahun 2004 harus diselenggarakan dalam tiga tahap.

81. Dalam mengusung kandidat Kepala Daerah, partai-partai cenderung melakukan koalisi
SEBAB C
Kebanyakan partai mempunyai koalisi yang permanen.
82. Partai-partai kecil lebih aktif dalam pemilu legislatif.
SEBAB
Partai-partai kecil lebih berpeluang di Pilkada dibandingkan dengan Pemilu Legislatif.

83. Partai pemenang pemilu legislatif lebih berpeluang dalam pilkada


SEBAB C
Hasil pilkada sangat dipengaruhi oleh partai besar.

84. Koperasi merupakan bentuk perekonomian yang demokratis dan sangat mendukung tujuan
pembangunan nasional, yaitu pemerataan kesejahteraan.
SEBAB A
Koperasi mengutamakan kepentingan bersama para anggota.

85. Salah satu masalah pokok yang dihadapi oleh Bangsa Indonesia belakangan ini adalah
terjadinya konflik sosial yang perlu diwaspadai karena dapat menjurus pada munculnya gejala makin
melemahnya nilai rupiah.
SEBAB B
Konflik sosial dipacu oleh meluasnya kriminalitas.

86. Kebebasan atau hak asasi manusia bukanlah tanpa batas.


SEBAB A
Manusia merupakan mahluk sosial, maka hak asasi manusia yang satu dibatasi oleh hak asasi
manusia lain.

87. Menurut UU Nomor 22 Tahun 2007, KPU bersifat mandiri


SEBAB B
Wilayah kerja KPU meliputi seluruh wilayah Negara Kesatuan RI.

88. Menurut UU 12 Tahun 2003, peserta Pemilu adalah partai politik dan perseorangan.
SEBAB A
Ketentuan itu sejalan dengan pasal 6 UU 12 Tahun 2003.

89. Menurut UU 12 Tahun 2003, daerah pemilihan anggota DPR adalah provinsi atau bagian
bagian provinsi.
SEBAB C
Alokasi kursi yang disediakan antara 6-12 kursi sebagaimana ketentuan pasal 46.

90. Untuk mendapatkan dukungan yang lebih kuat, partai perlu melakukan koalisi
khususnya untuk mengusung calon dalam pencalonan presiden dan wakil presiden
SEBAB A
Koalisi yang kuat, apabila dihubungkan dengan teori P.O.X triangle sebaiknya mempertimbangkan
kekuatan basis masa, popularitas calon dan issue yang hendak diusung.

91. Partai tidak serta merta menjadi peserta pemilu untuk periode
berikutnya

SEBAB A
Partai harus lolos parliamentary threshold

92. Menurut UU Nomor 32 Tahun 2004, sebuah parpol hanya dapat mengusulkan satu pasangan
calon
SEBAB A
Jika mengajukan lebih dari satu pasangan calon maka melanggar pasal 59 ayat (6) UU Nomor 32
Tahun 2004.
93. Apabila penyelenggara Pemilu Kepala Daerah melakukan tindak pidana Pemilu, maka patut dihukum
lebih berat.
SEBAB A
Hal ini sejalan dcngan ketentuan pasal 119 UU Nomor 32 Tahun 2004.
94. Pasangan calon yang dapat mengikuti Pemilihan Urnum Presiden dan wakil Presiden adalah
pasangan calon yang diusulkan oleh Partai Politik atau gabungan Partai Politik yang memenuhi
persyaratan
SEBAB A
Partai Politik atau gabungan Partai Politik yang memenuhi persyaratan hanya dapat mengusulkan
satu pasangan calon
95. Salah satu syarat untuk menjadi calon Presiden dan Wakil Presiden adalah memiliki daftar riwayat
hidup
SEBAB A
Calon Presiden dan Wakil Presiden harus Warga Negara Indonesia sejak kelahirannya dan tidak
pernah menerima kewarganegaraan lain karena kehendaknya sendiri.

96. Apabila terjadi hal-hal yang mengakibatkan KPU Provinsi atau KPU Kabupaten/Kota tidak dapat
menjalankan tugasnya, tahapan penyelenggaraan Pemilu untuk sementara dilaksanakan oleh
Pemerintah Daerah.
SEBAB D
Penyelenggaraan pemilu merupakan tanggungjawab KPU.

97. Sekretariat KPU melayani KPU Provinsi


SEBAB E
Pengisian jabatan dalam struktur organisasi sekretariat KPU Provinsi ditetapkan dengan keputusan
Pemerintah Daerah.

98. Dalam menjalankan tugasnya, KPU Provinsi bertanggungjawab kepada KPU dan menyampaikan
laporan kinerja serta penyelenggaraan pemilu secara periodik kepada KPU. Sedangkan KPU
Kab/Kota bertanggungjawab kepada KPU Provinsi, menyampaikan laporan kinerja serta
penyelenggaraan pemilu secara periodik kepada KPU Provinsi.
SEBAB A
KPU bersifat hirarkis

99. KPU bersifat tetap,


SEBAB B
dalam menyelenggarakan Pemilu, KPU bebas dari pengaruh pihak manapun berkaitan dengan
pelaksanaan tugas dan wewenangnya.
100. KPU Provinsi dapat menonaktifkan sementara dan /atau mengenakan sanksi adminstratif kepada
anggota KPU Kab/Kota, sekretaris dan pegawai sekretariat KPU Provinsi
SEBAB C
Wewenang KPU provinsi diatur dalam UU Nomor 22 Tahun 2003.

Anda mungkin juga menyukai