Anda di halaman 1dari 1

Appraisal of stressor (penilaian stresor)

Merupakan penentuan makna dan dan pemahaman dampak dari situasi stres. Hal ini mencakup
respon kognitif, afektif, fisiologis, perilaku dan sosial.
a. Respon kognitif
Faktor kognitif memainkan peran inti dalam proses adaptasi. Faktor kognitif
meperhitungkan dampak dari situasi stres, pemilihan pola koping yang digunakan, dan
emosi, fisiologis, perilaku serta sosial dari seseorang. Terdapat 3 tipe penilaian primer
kognitif terhadap stres, yakni harm/lost (membahayakan, sudah terjadi), threat
(mengancam, antisipasi terhadap bahay di masa depan), dan challenge (tantangan,
leboh berfokus pada potensi keuntungan, pertumbuhan, atau penguasaan daripada
kemungkinan risiko). Orang yang melihat stres sebagai tantangan lebih sering
mengubah stres menjadi keuntungan dan mengurangi stres.
b. Respon afektif
Merupakan gairah dari sebuah perasaan. Dalam penilaian stressor respon afektif
biasanya tidak spesifik atau teraksi umum dari kecemasan, yang menjadi sebuah emosi.
c. Respon fisiologis
Menunjukan reaksi dari beberapa aksis neuroendokrin. Stress memengaruhi sistem
imune tubuh.
d. Respon perilaku
Merupakan hasil dari respon emosi dan fisiologis sejalan dengan kemampuan kognitif
menganalisi situasi stres.
e. Respon sosial
Sifat yang tepat dari respon sesorang terhadap stres didasrakan pada 3 aktivitas, yakni
mencari tahu makna (sesorang mencari tahu tentang masalah yang dialami, hal ini
penting untuk mengidentifikasi sumber koping), atribusi sosial (respon sesorang untuk
mengidentifikasi fator apa saja yang berkontribusi, hasilnya seseorang dapat berhasil
atau gagal mengaktifkan mekanisme koping), dan perbandingan sosial
(membandingkan kemampuan dengan kapasitas pada masalah yang serupa, hasilnya
apakah seseorang membutuhkan sistem pendukung atau tidak)

Pada kasus tidak terkaji karena klien tidak dapat menceritakan masalahnya dan
bagaimana penilain klien terhadap masalah yang dihadapi