Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam pembahasan tentang momen ini erat hubunganya dengan gerakan rotasi benda
tegar tanpa mempersoalkan gaya yang menyebabkan benda tegar tersebut berotasi, dalam bab ini
kita akan membahas tentang gerakan rotasi benda tegar dan gaya yang mempengaruhinya.
Untuk lebih mudah memahami dari pembahasan berikut, berikut ini adalah contoh
ilustrasi dari gerak rotasi. Misalnya pada saat kita mengendarai mobil, benda dikerahkan suatu
gaya yang berputar pada porosnya, maka benda tersebut terjadi suatu puntiran.
Selain itu ada juga beberapa penerapan tentang momen yaitu pada saat kamu liat olahraga
senam, saat pesenam salto depan dan salto belakang. Itulah contoh gampang dari penerapan
tentang momen yang akan kita bahas.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka pertanyaan yang
menjadi batasan masalah dalam makalah ini untuk pembahasan selanjutnya adalah sebagai
berikut :
a. Bagaimana pengertian momen?
b. Bagaimana hubungan momen dan putaran badan?
c. Bagaimana cara mencari titik berat (melalui persmaan momen)?

1.3 Tujuan
Berdasarkan rumusan yang telah dikemukakan di atas, maka tujuan yang dapat diambil
yaitu:
a. Untuk mengetahui pengertian momen.
b. Untuk mengetahui hubungan momen dan putaran badan.
c. Untuk mengetahui cara mencari titik berat (melalui persamaan momen).
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Momen


Pada saat kita memegang, beban berupa besi yang dapat digeser pada batangnya. Kalau
besi tersebut berada dekat tangan (a) terasa ringan. Bila besi digeser menjauh tangan (b) maka
besi semakin berat. Sebenarnya berat besi itu tetap, b terasa berat disebabkan oleh momen.
Momen benda A = G x la
Momen benda B = G x lb
Karena lb > la, maka momen B > momen A

Contoh:
Cobalah buka keran air, kemudian tutup kembali, dan pegang setir mobil lalu belokkan
kekiri dan kekanan.
Aktivitas tersebut adalah aktivitas memuntir. Pada saat memuntir seseorang mengarahkan
kekuatan (gaya) yang berputar pada porosnya. Bila pada sebuah benda dikerahkan suatu gaya
yang berputar pada porosnya, maka benda tersebut terjadi suatu puntiran yang besarnya gaya =
gaya x lengan dari gaya ialah jarak terdekat dari gaya ke porosnya. Puntiran adalah torque atau
momen.

Apabila ada dua atau lebih momen gaya yang bekerja pada suatu benda, maka ada
perjanjian arah momen gaya yang disepakati, yaitu momen gaya positif jika benda cenderung
berputar searah putaran jarum jam, dan momen gaya negatif jika benda cenderung
berputar berlawanan putaran jarum jam.
Besarnya momen tergantung dari besarnya gaya yang bekerja dan besarnya lengan dari
gaya.
Momen = Gaya x Lengan dari gaya

Gambar di bawah ini, merupakan momen yang disebabkan oleh gaya terhadap poros.
Momen I = G x PA1 = G x l1
Momen II = G x PA2 = G x l2
Momen III = G x PA3 = G x l3 (l3 = 0)
Momen terbesar ialah pada I, sebab lengannya paling besar

Pada permainan jungkat jungkit bekerja gaya-gaya sehingga terjadi momen terhadap
porosnya. Gaya yang sebelah kiri menyebabkan terjadinya momen negatif, dan gaya yang
sebelah kanan menyebabkan terjadinya momen positif.
Momen A dan B harus saling mengimbangi.

Contoh dibawah ini menunjukkan gaya dan lengan momen yang berbeda-beda:
1. Pada pintu bak mobil A, lengan momennya kecil sehingga diperlukan gaya yang besar.
Sebaliknya pada mobil B, gaya untuk menutup bak yang lebih kecil sebab lengan momennya
besar

2. Pada gerakan fleksi siku, mula-mula (pada saat di A) terasa berat, sebab lengan momennya
kecil sehingga diperlukan gaya yang lebih besar. Pada saat di B Lebih ringan dan saat di C
lebih ringan lagi.

2.2 Momen dan Putaran Badan


Momen yang ditimbulkan oleh sebuah gaya (G) terhadap poros (P), akan menyebabkan
benda/badan berputar.
Contoh:
Kalau seorang pesenam setelah mengambil awalan kemudian menolak pada papan tolak,
dan pada saat menolak badan pesenam akan condong kedepan sehingga tubuhnya berada di
depan papan tolakan. Maka yang terjadi selain badan terangkat keatas, dia juga akan berputar.
Salto kedepan dan kebelakang menggunakan trampoling dimana putaran badan
disebabkan oleh karena bekerjanya sebuah momen.

Salto depan:
Momen K1 san K2 menyebabkan terjadinya putaran kedepan.
K1 = Gaya ngerem dari kaki
K2 = Kecepatan awalan
Salto belakang:
Momen K1 san K2 menyebabkan terjadinya putaran kebelakang.
K1 = Gaya ngerem dari kaki
K2 = Kecepatan dari gerak jatuh

2.3 Mencari Titik Berat (Melalui Persamaan Momen)


1. Jika melakukan penelitian mencari titik berat badan maka perhitungan yang digunakan
adalah persamaan momen

Contoh:
Untuk mencari titik berat badan, gunakan papan yang dapat berputar pada poros P, dan sebuah
timbangan.
Diketahui:
Berat papan 8 kg Angka timbangan 32 kg
Panjang papan 2 m Jarak t.t.b. orang = x
Berat badan 60 kg

Hitugan :
Momen papan (terhadap poros P) = 1 m x 8 kg = 8 kgm
Momen orang = xm x 60 kg = 60 kgm
Momen papan dan orang = 8 + 60x kgm .(1)

Timbangan menahan seluruh momen (papan + orang) sebesar:


2 m x 32 kg = 64 (2)
Berarti (1) = (2) atau 8 + 60x = 64
60x = 64 8 = 56
x = 56/60 = 0,933m

Dari persamaan tersebut dapat dibuat rumus:


Kalau panjang papan =p Momen papan & orang = Momen timbangan
Lengan papan =p ( p x BP) + (x x BO ) = p x BT
Berat papan = BP p. BP + BO x x = pBT
Berat orang = BO x = p.BT p.BP
BO
Titik berat orang =x x = p (2.BT BP)
Berat timbangan = BT BO

Kalau dilapangan diketahui panjang papan = 2 m dengan berat papan = 8 kg, maka :
x = 2.BT 8
BO

Bila kita meneliti ratusan bahkan ribuan sampel, untuk mencari x, tinggal mengukur berat
badan sampel dan melihat angka pada timbangan.

2. Persamaan momen digunakan juga untuk mencari titik berat dari beberapa benda yang
menyatu. Misalnya benda A dan B dibawah ini, kalau menyatu dimanakah titik beratnya?
Diketahui:
A ukuran 10 x 60 cm; berat 5 kg
B ukuran 30 x 30 cm; berat 8 kg
Ditanyakan:
Dimanakah letak titik berat A dan B?

Hitungan:
Misalnya titik berat A + B ialah P
Terhadap P :
Momen tA = (45 - x ) x 5 225 5x = 8x
Momen tB = x x 8 13x = 255
x = 255/13
Momen tA = Momen tB, = 17,31 cm
berarti (45 - x ) x 5 = x x 8
Cara lain:
Persamaan momen dari P yang letaknya ditetapkan 1 cm diluar tA tB
Misalnya titik berat A+B, di tR.
tR tB = x
tR = tA + tB = 5 + 8 = 13 kg
Momen tA = (1 x 5) (Terhadap P)
Momen tB = (46 x 8)
Momen tA + Momen tB = Momen tR
(1 x 5) + (46 x 8) = {1 +(45 x x)} x 13
5 + 368 = (46 - x) x 13
373 = 588 13x
13x = 588 373
x = 215/13
= 17,31 cm
BAB III
PENUTUPAN
1.1 Simpulan
Pada saat memuntir seseorang mengarahkan kekuatan (gaya) yang berputar pada
porosnya. Bila pada sebuah benda dikerahkan suatu gaya yang berputar pada porosnya, maka
benda tersebut terjadi suatu puntiran yang besarnya gaya = gaya x lengan dari gaya ialah jarak
terdekat dari gaya ke porosnya. Puntiran adalah torque atau momen. Besarmya momen
tergantung dari besarnya gaya yang bekerja dan besarnya lengan dari gaya.

1.2 Saran
Semoga makalah ini menjadi bahan pembelajaran kepada pembaca sehingga dapat
dipraktekkan di lapangan nanti pada saat mengajar.