Anda di halaman 1dari 5

ASPEK BIOLOGI (PERTUMBUHAN, REPRODUKSI, DAN KEBIASAAN MAKAN

IKAN LALAWAK (Barbodes balleroides)


Ruth G. Marbun*1, Andre C. Farhan1 dan Aulia R. Tufliha1
1Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Jalan Raya Bandung Sumedang KM 21 Jatinangor 45363. Telepon (022) 84388888


*email: ruthgiovani24@gmail.com

Abstrak

Praktikum aspek pertumbuhan, reproduksi, cara makan dan kebiasaan makanan ikan lalawak
bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan, reprodusi dan cara makan pada ikan lalawak untuk
memaksimalkan ikan lalawak sebgai salah satu potensi perikanan dalam memajukan perekonomian
Indonesia serta memudahkan praktikan saat akan melaksanakan penelitian. Praktikum ini dilakukan
menggunakan metode observasi dengan teknik pengambilan data dan melakukan pengamatan objek
secara langsung. Berdasarkan hasil pengamatan, ikan lalawak memiliki bentuk tubuh compressed, tipe
mulut penghisap dan letak mulut subterminal. Dalam pengukuran panjang dan bobot, didapatkan nilai
b ..... Hal ini menunjukan bahwa ikan lalawak bersifat alometrik negatif dimana pertumbuhan panjang
ikan lalawak lebih cepat dari pertumbuhan bobotnya. Populasi ikan lalawak jantan yang diperoleh
adalah .... dari keseluruhan populasi ikan uji, sedangkan populasi ikan lalawak betina adalah .... dari
keseluruhan populasi ikan uji dimana rasio kelamin jantan lebih besar daripada betina dan termasuk
kedalam ikan poliandri. Berdasarkan data yang diperoleh, yang mendominasi populasi ikan lalawak
adalah ikan dengan TKG ..... Ikan lalawak memiliki pakan utama yaitu Detritus. Ikan lalawak merupakan
ikan yang bersifat omnivora atau pemakan segala.

Kata kunci : ikan lalawak, kebiasaan makan, pertumbuhan, reproduksi

Abstract

Practice aspects of growth, reproduction, eating and eating habits of fish lalawak aims to know the
growth, reproduction and how to eat in lalawak fish to maximize lalawak fish sebgai one potential of
fisheries in advancing the economy of Indonesia and facilitate praktikan when going to conduct
research. This practice is done using observation method with data retrieval technique and do
observation object directly. Based on observations, lalawak fish have compressed body shape, mouth
suction type and subterminal mouth location. In the measurement of length and weight, obtained value
b = 2.507. This shows that lalawak fish is negative allometric where long growth of lalawak fish is faster
than its weight growth. The population of male lengawak fish obtained was 79% of the total fish
population, whereas the female lalawak fish population was 21% of the total fish population where the
male sex ratio was larger than the females and was too deep into the polyandry fish. Based on the data
obtained, the dominant fish lalawak population is fish with TKG III with a total of 20 fish (15 males and
5 females) Lalawak fish has main feed that is Detritus and part of plant.Lalawak fish is omnivorous or
all-consuming fish.

Keywords : lalawak fish, food habits, growth, reproduction

Pengantar

Ikan lalawak atau biasa disebut juga dengan ikan Balar merupakan ikan air tawar yang hidup di sungai
yang berarus deras dan landai. Karakteristik dari ikan lalawak juga sama dengan ikan-ikan arus deras
lainnya, yaitu agresif dalam pergerakannya itu dikarenakan kondisi arus sungai yang deras. Ikan
lalawak merupakan salah satu komoditas perikanan air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Ikan
lalawak cukup berpotensi dalam bidang perikanan bila dikembangkan secara baik dengan mengetahui
segala aspek biologinya mulai dari segi aspek pertumbuhan, aspek reproduksi, sampai aspek
kebiasaan dan cara makan ikan tersebut.

Pertumbuhan dapat diartikan sebagai pertambahan ukuran panjang atau bobot tubuh dalam suatu
waktu. Pertumbuhan bagi populasi adalah sebagai pertambahan jumlah, sedangkan pertumbuhan bagi
individu adalah pertambahan jaringan akibat dari permbelahan sel secara mitosis. Hal tersebut terjadi
apabila ada kelebihan input energi dan asam amino (protein) yang berasal dari makanan (Effendi,
2002).

Reproduksi adalah kemampuan individu untuk menghasilkan keturunan sebagai upaya untuk
melestarikan jenisnya atau kelompoknya. Untuk dapat melakukan reproduksi maka harus ada gamet
jantan dan betina. Penyatuan gamet jantan dan betina akan membentuk zigot yang selanjutnya
berkembang menjadi generasi baru (Fujaya 2004).

Cara makan adalah tingkah laku ikan dalam mendapatkan makanan hingga lalawakuk ke dalam mulut.
Tingkat kesukaan makanan mencakup jenis, kualitas, dan kuantitas makanan yang dimakan oleh ikan.
Umumnya makanan pertama semua ikan di fase juvenil adalah plankton (Effendie, 1997).

Bahan dan Metode

Bahan
Bahan-bahan yang digunakan diantaranya adalah mikroskop, timbangan analitik, timbangan digital,
milimeter blok, pisau bedah (scalpel); pinset (forceps); gunting bedah (dissecting scissors), petri dish,
sonde (penusuk), baki, sterofoam, ikan lalawak, larutan acetokarmin, larutan serra.

Metode
Praktikum ini dilakukan menggunakan metode observasi dengan teknik pengambilan data dan
melakukan pengamatan objek secara langsung. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan
menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Analisa data deskriptif kuantitatif merupakan suatu metode
untuk mengolah sebuah data menjadi inforlalawaki sehingga karakteristik data tersebut menjadi mudah
untuk dipahami dan juga bermanfaat untuk menemukan solusi perlalawakalahan terutama dalam
sebuah penelitian. Adapun aspek yang dikaji dalam praktikum meliputi:

1. Aspek pertumbuhan
Parameter pengamatan pada aspek pertumbuhan ikan lalawak (Cyprinus carpio) yaitu:
A. Hubungan panjang bobot
Menurut Saputra (2009), analisa hubungan panjang berat menggunakan metode yang
dikemukakan Effendi (2002), adalah sebagai berikut:

= .
Keterangan:
W = Berat (gram)
L = Panjang total ikan (cm)
A = Nilai intersep
b = Nilai slope atau sudut tangensial

Persamaan tersebut dapat digambarkan dalam bentuk linier dengan logaritma digunakan
persamaan log W = log a + b log L. Yang harus ditentukan dari persamaan tersebut ialah nilai a
dan b, sedangkan nilai W dan L diketahui. Teknik perhitungan panjang berat menurut Rousefell
dan Everhart (1960) secara langsung adalah dengan membuat daftar tersusun dari nilai L, log L,
W, Log W, log L x Log, dan (log L)2. Apabila N = jumlah ikan yang sedang dihitung, maka untuk
mencari a:
Log a = log W x (log L) - log L x (log L x log W)

N x (log L) - ( log L)

Untuk mencari b digunakan rumus:

b = log W (N x log a)
log L

Kemudian nilai log a dan b lalawakukkan ke dalam rumus:

Log W = log a + b log L


B. Faktor kondisi
Perhitungan factor kondisi atau indek ponderal menggunakan sistem metric (K). Mencari nilai
K digunakan rumus:

K=
.
Keterangan:
K = Faktor kondisi
W = Bobot ikan
L = Panjang total
A = Intercept
B = Slope

2. Aspek reproduksi
Parameter pengamatan pada aspek reproduksi ikan lalawak (Cyprinus carpio) yaitu:

A. Rasio Kelamin
Rasio kelamin dihitung dengan cara membandingkan jumlah ikan jantan dan betina yang
diperoleh sesuai dengan Haryani (1998), adalah sebagai berikut:

Rasio kelamin =

Keterangan:
J = Jumlah ikan jantan (ekor)
B = Jumlah ikan betina (ekor)

B. Indeks Kematangan Gonad


Untuk menghitung Indeks Kematangan Gonad (IKG), mengacu kepada Effendi (1992) dengan
rumus:

= %

Keterangan:
IKG = Indeks Kematangan Gonad (%)
Bg = Berat gonad (gram)
Bw = Berat tubuh ikan (gram)

C. Hepatosomatik Indeks
Hepatosomatik indeks (HSI) ikan dapat dihitung berdasarkan Effendie (1997) sebagai berikut:

= %

Keterangan:
HIS = Hepatosomatik indeks (%)
Bh = Berat Hati (gram)
Bw = Berat tubuh ikan (gram)

D. Diameter Telur
Diameter telur dihitung menggunakan rumus (Rodriquez et al. 1995) dalam Effendi (1997),
adalah sebagai berikut:

Ds =

Keterangan:
Ds = Diameter telur sebenarnya (mm)
D = Panjang diameter telur (mm)
D = Lebar diameter telur (mm)

E. Fekunditas
Fekunditas individu dihitung berdasarkan metode gravimetric (Effendi 1992) dengan rumus
sebagai berikut:

F= ( )

Keterangan:
F = Jumlah total tekur dalam gonad
G = Bobot gonad tiap satu ekor ikan
G = Bobot sebagian gonad (sampel) satu ekor ikan
n = Jumalh telur dari sampel gonad

Fekunditas ikan juga dapat dihitung berdasarkan metode volumetric (Effendi 1997) dengan
bentuk rumus:

X:x=V:v

Keterangan:
X = Jumlah telur didalam gonad yang akan dicari ( fekunditas )
x = Jumlah telur dari sebagian gonad
V = Volume seluruh gonad
v = Volume sebagian gonad contoh

3. Aspek food habits


Parameter pengamatan pada aspek food and feeding habits ikan lalawak (Cyprinus carpio)
yaitu:

A. Indeks propenderan
Indeks propenderan adalah gabungan metode frekuensi kejadian dan volumetrik dengan
rumus sebagai berikut:


= %
=

Keterangan :
Ipi = indeks preponderan
Vi = persentase volume satu macam makanan
Oi = persentase frekuensi kejadian satu macam makanan
(vi x oi) = jumlah vi x oi dari semua jenis makanan

B. Indeks pilihan
Preferensi tiap organisme atau jenis plankton yang terdapat dalam alat pencernaan ikan
ditentukan berdasarkan indeks pilihan dalam Effendi (1979) sebagai berikut:

E=
+

Keterangan:

E = indeks pilihan
ri = jumlah relatif macam-macam organisme yang dimakan
pi = jumlah relatif macam-macam organisme dalam perairan
C. Tingkat tropik
Untuk mengetahui tingkat tropic ikan, ditentukan berdasarkan pada hubungan antara tingkat
trofik organisme pakan dan kebiasaan makanan ikan sehingga dapat diketahui kedudukan ikan
tersebut dalam ekosistem dirumuskan sebagai berikut:

= + ( )

Keterangan :
Tp = tingkat trofik ikan
Ttp = tingkat trofik kelompok pakan ke-p
Ii = indeks bagian terbesar untuk kelompok pakan ke-p
Tingkat trofik ikan dikategorikan menjadi tingkat trofik 2 yaitu untuk ikan yang bersifat herbivora,
tingkat 2,5 untuk ikan yang bersifat omnivora dan tingkat trofik 3 atau lebih untuk ikan yang bersifat
karnivora (Caddy dan Sharp 1986 dalam Tjahjo 2001 dalam Nugraha 2011).

Hasil dan Pembahasan