Anda di halaman 1dari 77

KASUS 8 - Psoriasis

KELOMPOK 11 :
Istar Febrianti 90717048
Ilmy Amalia H. 90717054
Eva Maulina Putri 90717065
Ariella Astasia Raust 90717084
Sitti Fatimah P. H. 90717114
Lidya Chintya 90717120
SUBJEKTIF

Keluhan : Ada noda merah,


FF 30 Tahun gatal, bersisik di tubuh

Sejarah papul kecil, eritema, gatal-gatal pada lutut, kaki bagian


bawah, siku, dan tangan atas selama 2 minggu yang tidak
membaik dengan body lotion. Papul telah menyebar ke paha,
dan punggung atas dan telah progres menjadi lebih besar dan
lebih bersisik. FF mengaku suka menggaruk, terutama malam
hari, dimana kadang-kadang jadi berdarah.
SUBJEKTIF

Medis : Keluarga :
Tidak ada sejarah infeksi akhir-akhir Kedua orang tua masih hidup dan
ini. Baru saja sembuh dari terbakar baik-baik saja. Tidak ada adik atau
sinar matahari sewaktu liburan ke kakak.
Bali 1 bulan yang lalu. Tidak ada
sejarah lesi atau papul kulit
sebelumnya. Sosial :
Tidak merokok, kadang-kadang
minum alkohol untuk relaksasi.
Pengobatan :
1. Vaseline Intensive Care Lotion Alergi :
pada lesi kulit Tidak ada sejauh ini
2. Calamine lotion (sisa obat) pada
malam hari untuk gatal-gatal
3. Panadol kadang-kadang untuk
sakit kepala
OBJEKTIF Tanda Vital

Parameter Nilai Pada Pasien Nilai Normal Keterangan Implikasi Klinis


Tekanan Darah 120/85 mmHg 120/80 mmHg Normal -
Denyut Nadi 72 kali/menit 50 70 kali/menit Normal
Kecepatan Nafas 15 kali/menit 12 20 kali/menit Normal -
Tinggi Badan 185 cm IMT : 26,44 Berat badan
18,5-24,9 kg/m2
Berat Badan 90,5 kg kg/m2 lebih

Ekstensif lesi seperti plak pada lutut, siku, kaki, lengan atas, dan
punggung; kulit kepala bersih; lesi mempunyai batas yang jelas yang dapat
diraba, bewarna terang merah keunguan, dan ada kulit kering yang
mengelupas bewarna putih perak yang menempel longgar (silvery-white
scale that is loosely adherent).
Tidak ada plak, jari kuku tidak terlibat; tidak ada pembengkakan sendi
OBJEKTIF Data Lab
PEMERIKSAAN ELEKTROLIT

Parameter Nilai Pada Pasien Nilai Normal Keterangan Implikasi Klinik


Natrium 140 mEq/L 135 144 mEq/L Normal -
Kalium 4,1 mEq/L 3,6 4,8 mEq/L Normal -
Klorida 107 mEq/L 97 106 mEq/L Normal
Glukosa 104 mg/dL 70 100 mg/dL Normal
Kalsium 8.7 mg/dL 8,8 10,4 mg/dL Normal
Phosphate 3,7 mg/dL 2,6 4,6 mg/dL Normal -
Magnesium 2,2 mg/dL 1,7-2,3 mg/dL Normal -
Asam urat 8,7 mg/dL 3,6-8,5 mg/dL Normal

Sumber: Pedoman Interpretasi Data Klinik, Kemenkes RI 2011


OBJEKTIF Data Lab
ANALISIS GAS DARAH

Parameter Nilai Pada Nilai Normal Keterangan Implikasi Klinik


Pasien
CO2 26 mEq/L 22 32 mEq/L Normal -

PEMERIKSAAN FAAL GINJAL


Parameter Nilai Pada Nilai Normal Keterangan Implikasi Klinik
Pasien
BUN 1 mg/dL 6 20 mg/dL Rendah
SCr 1,2 mg/dL 0,6 1,3 mg/dL Normal -

Sumber: Pedoman Interpretasi Data Klinik, Kemenkes RI 2011


OBJEKTIF Data Lab
PEMERIKSAAN HEMATOLOGI

Implikasi Klinik
Parameter Nilai Pada Pasien Nilai Normal Keterangan
Hemoglobin 12 g/dL 12 16 g/dL Normal -
Hematokrit 38,0% 35 - 45% Normal -
-
WBC 8100/mm3 3200 10.000/mm3 Normal
Platelet 170 103/mm3 170x103 380x103/mm3 Normal -

PEMERIKSAAN LEMAK

Parameter Nilai Pada Pasien Nilai Normal Keterangan Implikasi Klinik


Kolesterol 190 mg/dL <200 mg/dL Normal -

Sumber: Pedoman Interpretasi Data Klinik, Kemenkes RI 2011


OBJEKTIF Data Lab
PEMERIKSAAN FUNGSI HATI

Nilai Pada
Parameter Nilai Normal Keterangan Implikasi Klinik
Pasien
AST 23 IU/L 5 35 IU/L Normal -
Masih dapat
ALT 40 IU/L 5 35 IU/L dikatakan
normal
Alkali
100 IU/L 30 130 IU/L Normal -
Phosphate
Total Bilirubin 1,0 mg/dL 1,4 mg/dL Normal -
Albumin 3,5 g/dL 3,5 5,0 g/dL Normal -
Laktat
110 IU/L 90-210 IU/L Normal -
Dehidrogenase

Sumber: Pedoman Interpretasi Data Klinik, Kemenkes RI 2011


PROFIL OBAT - Vaseline
Intensive Care Lotion
Indikasi Cara Pakai Cara Pakai KI Efek Samping
Literatur Resep

Kulit kering, Dioleskan di Dioleskan pada Hipersensitif Terbakar, terasa


lesi kulit terhadap menyengat, kemerahan,
kasar, bersisik, daerah kulit yang komponen dalam atau iritasi bisa terjadi
gatal, iritasi kulit kering, kasar, produk

ringan, dan kulit bersisik, gatal,


terbakar karena iritasi setelah
sinar matahari mandi

Sumber: https://www.drugs.com/mtm/vaseline-intensive-care.html
Diakses : 30-10-2017
PROFIL OBAT - Calamine lotion

Indikasi Cara Pakai Cara Pakai KI Efek Samping


Literatur Resep
Mengurangi rasa Terapkan dengan Digunakan pada Hipersensitivitas Iritasi dan pruritus
gatal terhadap yang jarang terjadi
kapas pada kulit kulit yang gatal komponen dalam
yang gatal setiap pada malam hari produk

6-8 jam jika perlu

Sumber: https://reference.medscape.com/drug/aveeno-anti-itch-cream-pramoxine-calamine-
topical-
Diakses : 30/10/2017
PROFIL OBAT Panadol
(Paracetamol)
Indikasi Dosis Literatur Dosis Resep KI Efek Samping

Analgesik, sakit 0,51 gram setiap 500 mg saat sakit Gangguan fungsi Reaksi
kepala 46 jam hingga kepala hati berat, hipersensitivitas dan
maksimum 4 hipersensitivitas. ruam kulit yang jarang
gram per hari terjadi. Dapat
menyebabkan
kerusakan hati pada
penggunaan jangka
panjang atau
overdosis

Sumber: http://pionas.pom.go.id/monografi/parasetamol-asetaminofen
Diakses : 30/10/2017
Assessment - DRP

Poin DRP Uraian


Indikasi tidak terobati Pasien baru datang dengan keluhan, sehingga baru akan
ditangani, belum bisa dikategorikan keluhan pasien tidak
terobati.
Obat tanpa indikasi Tidak ada obat yang diterima pasien tanpa indikasi.
Dosis subterapi Tidak ada.
Overdosis Tidak ada.
Pemilihan obat yang Penggunaan Vaseline Intensive Care Lotion dan Calamin
tidak tepat Lotion tidak sesuai dengan kondisi klinis pasien.
Interaksi obat Tidak ada interaksi obat yang terjadi.
Reaksi Obat Merugikan Tidak ada reaksi obat yang merugikan.
Kegagalan menerima Pasien tidak ada indikasi gagal menerima terapi.
terapi
PSORIASIS
Definisi

Psoriasis adalah progresif limfosit T yang memediasi penyakit peradangan sistemik


yang dihasilkan dari interaksi yang kompleks antara beberapa faktor genetik dan
pengaruh lingkungan.

Psoriasis merupakan penyakit kronik yang dapat memburuk/bertambah atau


membaik/berkurang. Namun demikian, psoriasis belum dapat disembuhkan.

Dipiro, Joseph T. dkk. 2014. Pharmacotherapy: a Pathophysiologic Approach, 9 Ed. McGraw-Hill


Education.
PSORIASIS
Tanda & Gejala
Gejala dan tanda pada pasien:
Terdapat lesi/plak pada
lutut, siku, kaki, lengan atas,
dan punggung
Lesi mempunyai batas yang
jelas yang dapat diraba,
bewarna terang merah
keunguan
Kulit kering yang mengelupas
bewarna putih perak
Gatal pada malam hari

15 tahun kemudian :
Eritema yang luas, plak
bersisik pada badan,
punggung belakang atas,
sikut, lutut, dan pada tangan
dan kaki
Kuku terlihat kasar dan tebal

Dipiro, Joseph T. dkk. 2014. Pharmacotherapy: a Pathophysiologic Approach, 9 Ed. McGraw-Hill


Education.
PSORIASIS
Faktor Resiko

Trauma Fisik Faktor Genetik Alkohol Stress

Hipokalsemia
Obat
PSORIASIS
Faktor Resiko

Pasien menggunakan Panadol kadang-kadang untuk sakit kepala.


PSORIASIS
Faktor Resiko

Pasien kadang-kadang minum alkohol untuk relaksasi

Sumber: https://www.psoriasis.org/

Pasien baru saja sembuh dari terbakar sinar matahari

Sumber: https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/psoriasis/psoriasis-sun-risks
PSORIASIS
Faktor Resiko

Kadar kalsium dalam darah pasien berada pada batas bawah nilai normal
PSORIASIS
Faktor Resiko

Pasien obesitas

Sumber: http://www.papaa.org/resources/overweight-and-psoriasis
PSORIASIS
Diagnosa (PASI Scoring)

Sumber: http://www.dermnetnz.org/topics/pasi-score/
PSORIASIS
Diagnosa (PASI Scoring) Awal

Sumber: http://pasi.corti.li/ Severe


PSORIASIS
Diagnosa (BSA)

Telapak tangan kira-kira 1% BSA, Pada pasien


Keterlibatan kepala dan leher sekitar Lengan atas, siku 5%
10% BSA, Punggung 7,5%
Kedua tungkai atas sekitar 20% BSA, Kaki, siku 10%
Keterlibatan badan (depan dan Total : 22,5% severe
belakang) sekitar 30% BSA,
Kedua tungkai bawah sekitar 40% 15 tahun kemudian
BSA. Telapak tangan & kaki 1%
Kepala 5%
Mild 5% Lengan atas, siku 5%
Severe 10% Punggung 7,5%
Kaki, siku 10%

Total : 28,5% severe

Dipiro, Joseph T. dkk. 2014. Pharmacotherapy: a Pathophysiologic Approach, 9 Ed. McGraw-Hill


Education.
SEJARAH PENGOBATAN
Vaseline Intensive Care Lotion (pada lesi kulit)
Calamine lotion-sisa obat (untuk gatal-gatal pada malam hari)
Panadol-terkadang (untuk sakit kepala)
ASSESSMENT TERAPI
SEBELUMNYA

Penggunaan Vaseline Intensive


Care Lotion untuk mengurangi
lesi pada pasien harus segera
dihentikan, karena vaseline dapat
menghambat proses regenerasi
sel-sel kulit dan memperlama
proses penyembuhan kulit.

Pustaka: Amazon Services LLC Associates Program. 2016.


Using Vaseline for Psoriasis? Youll Want to Read This on
http://solongpsoriasis.com/using-vaseline-for-psoriasis-
youll-want-to-read-this/
ASSESSMENT TERAPI
SEBELUMNYA
Penggunaan
Calamine bisa
dilanjutkan apabila
pasien merasakan
gatal yang sangat
mengganggu.

Pustaka: National Psoriasis


Foundation. 2017. Managing
Itch on
https://www.psoriasis.org/life
-with-psoriasis/managing-itch
ASSESSMENT TERAPI
SEBELUMNYA

Penggunaan
Acetaminophen
(Panadol)
berkepanjangan
dapat
meningkatkan
resiko psoriasis.

Pustaka: S Wu, Han J, 2015, Use of aspirin, non-steroidal anti-


inflammatory drugs, and acetaminophen (paracetamol), and risk of
psoriasis and psoriatic arthritis: a cohort study., Acta Derm Venereol.
2015 Feb;95(2):217-23. doi: 10.2340/00015555-1855.
TUJUAN TERAPI

Minimalisasi atau eliminasi lesi pada kulit


Meringankan gatal
Mengurangi frekuensi flare-up
Mengobati kondisi komorbiditas
Menghindari efek samping pengobatan
Menyediakan pengobatan yang cost-effective
Menyediakan konseling yang sesuai (co: mengurangi stress)
Menjaga atau meningkatkan kualitas hidup
PENDEKATAN UMUM

Fokus terhadap perbaikan


lesi.
Terapi nonfarmakologi :
akupuntur, psikoterapi, dan
modifikasi gaya hidup.
Terapi topikal :
kortikosteroid, derivat
vitamin D, retinoid,
imunosupresan, antralin,
salep tar, dan agen lainnya.
TERAPI FARMAKOLOGI

Pustaka: DiPiro J.T., Wells B.G., Schwinghammer T.L. and


DiPiro C. V., 2015, Pharmacotherapy Handbook, Ninth
Edition, McGraw-Hill Education Companies, Inggris.
TERAPI FARMAKOLOGI

Pustaka: CS lee, K Li, 2009, A review of acitretin for the


treatment of psoriasis, Expert Opin Drug Saf. 2009
Nov;8(6):769-79.
TERAPI FARMAKOLOGI

Pustaka:
MJ Levine, 1982, The effect of topical fluocinonide ointment
on phototherapy of psoriasis, J Invest Dermatol. 1982
Feb;78(2):157-9.
TERAPI FARMAKOLOGI

Pustaka: DiPiro J.T., Wells B.G., Schwinghammer T.L. and


DiPiro C. V., 2015, Pharmacotherapy Handbook, Ninth
Edition, McGraw-Hill Education Companies, Inggris.
TERAPI FARMAKOLOGI

Agen Sistemik: Acitretin dengan dosis awal 25 atau 50 mg secara oral


sehari sekali, diberikan dosis tunggal bersamaan dengan makanan. Lalu
dilanjutkan dengan dosis pemeliharaan dengan dosis dan rute yang
sama dan dipertimbangkan pemberiannya menyesuaikan dengan
respons pasien.

Agen Topikal: kortikosteroid topikal potensi tinggi misalnya krim


fluocinonide 0,1% 1-2xsehari maks 2 minggu, dan tidak lebih dari 60
grm per minggu.
Agen Topikal-2: analog vitamin D kalsipotriol krim 0,005% 1-2 kali sehari
(tidak lebih dari 100 gram/minggu).

Pustaka: Genus Pharmaceuticals. 2016. Acitrecin 10 mg on


https://www.medicines.org.uk/emc/medicine/28610
TERAPI FARMAKOLOGI

Pustaka: Uva Luis, 2012, Mechanisms of Action of Topical


Corticosteroids in Psoriasis, Int J Endocrinol 2012; 2012: 561018.
TAPPERING DOWN
KORTIKOSTEROID

Ketika psoriasis
mengalami perbaikan,
kortikosteroid yang
poten dapat diganti ke
kortikosteroid yang lebih
tidak poten.

Chisholm, 2010, Pharmacotherapy : Principle&Practice


TERAPI FARMAKOLOGI

Fototerapi: Radiasi sinar UV B

Daftar Pustaka:
- DiPiro J.T., Wells B.G., Schwinghammer T.L. and DiPiro C. V.,
2015, Pharmacotherapy Handbook, Ninth Edition, McGraw-
Hill Education Companies, Inggris.
- MD, Alan Menter, Guidelines of care for the management
of psoriasis and psoriatic arthritis, Dallas, Texas
JADWAL PENGOBATAN
Keterangan:
A25: Kapsul Acitrecin 25 mg
(1xsehari)
A25, A25, A25, A25, FL, A25, FL, A25, FL, A50: Kapsul Acitrecin 50 mg
FL, & FL, & FL, & & VD & VD & VD
VD VD VD (1xsehari)
A25, FL, A25, FL, A25, FL, A25, FL, A25, FL, A25, FL,
FL: Krim Fluocinonide 0,1%
A25, FL,
& VD & VD & VD & VD & VD & VD & VD (2xsehari)
VD: Krim Kalsipotriol 0,005%
A25, FL, A50 & A50 & A50 & A50 & A50 & A50 & (1xsehari)
& VD VD VD VD VD VD VD

A50 & A50 & A50 & A50 & A50 & A50 & A50 & Apabila dalam 2 minggu
VD VD VD VD VD VD VD penggunaan topikal
kortikosteroid psoriasis telah
A50 &
VD membaik, maka harus ada
penggantian ke pemakaian
kortikosteroid yang lebih kurang
poten (betametasone valerate
0,05-1%)
TERAPI FARMAKOLOGI

Setelah membaik bisa diberikan kalsipotrien krim 0,005%


dan salep yang digunakan 1-2 kali dalam sehari (tidak
lebih dari 100 gr/minggu). Sediaan ini diaplikasikan tanpa
menggunakan agen topikal kortikosteroid lagi.
Apabila tidak membaik juga bisa diberikan anthralin
konsentrasi rendah yaitu 0,1% 0,25 % dan selanjutnya
peningkatan konsentrasi menjadi 0,5%-1%

Pustaka: DiPiro J.T., Wells B.G., Schwinghammer T.L. and


DiPiro C. V., 2015, Pharmacotherapy Handbook, Ninth
Edition, McGraw-Hill Education Companies, Inggris.
PERJALANAN PENYAKIT
SUBJEKTIF
Setelah 15 tahun

Datang kembali ke klinik karena


FF 45 Tahun mengalami kekambuhan plak psoriasis
yang biasanya bersamaan dengan
adanya masalah emosional.

Sejarah Penyakit :
Bertambah parahnya plak dan sisik pada sebagian besar
tubuhnya, terutama pada siku, lutut, telapak tangan, dan telapak
kaki, yang tidak membaik dengan salep fluocinonide 0,5% dan
PUVA . Sekarang ada juga plak kecil di kulit kepala.
SUBJEKTIF

Pengobatan :
1. Tidak cocok dengan terapi anthralin, walau hanya dengan kosentrasi 0,05%.
2. Kortikosteroid topikal (Salep Fluocinonide 0,05% dioleskan 2x/hari) untuk
mengontrol episode akut hingga umur 40 tahun
3. Terapi PUVA 2x/minggu di klinik
4. Loratadine 10 mg bila perlu untuk gatal
5. Panadol kadang-kadang untuk sakit kepala

Medis :
Tidak ada sejarah infeksi akhir-akhir Sosial :
ini dan tidak ada penyakit kronis Tidak lagi menggunakan alkohol.
lainnya
OBJEKTIF
Pemeriksaan Fisik

Parameter Nilai Pada Pasien Nilai Normal Keterangan Implikasi Klinis


Tinggi Badan 185 cm IMT : 33,16
18,5-24,9 kg/m2 Gemuk
Berat Badan 113,5 kg kg/m2

Sedikit gelisah dan tidak terlihat stress

Eritema yang luas, plak bersisik pada badan, punggung belakang atas,
sikut, lutut, dan pada tangan dan kaki. Tidak terlihat atau bullae.
Kaki dan tangan terlihat sisik yang ekstrim pada telapak tangan dan
telapak kaki. Terlihat plak yang besar pada siku dan lutut. Kuku terlihat
kasar dan tebal.
Tidak ada nyeri pada sendi.
OBJEKTIF Data Lab
PEMERIKSAAN ELEKTROLIT

Hasil lab untuk serum elektrolit, fungsi


liver, kolesterol, dan trigliserida dalam
batas normal
PROFIL OBAT - Salep
Fluocinonide 0,05%
Indikasi Aturan Pakai Aturan Pakai KI Efek Samping
Literatur Resep
Psoriasis Dioleskan tipis Dioleskan 2x Hipersensitivitas, Rasa terbakar,
pada kulit dengan sehari infeksi kulit menyengat, gatal,
lesi setiap 12 jam (jamur, virus, atau kering, atau
(2x sehari) tuberkulosis, kemerahan bisa
herpes simpleks) terjadi saat pertama
kali penggunaan yang
akan hilang seiring
pengobatan

Sumber: https://reference.medscape.com/drug/vanos-fluocinonide-topical-343519#4
Diakses : 30/10/2017
PROFIL OBAT ANTHRALIN 0,5%

Indikasi Dosis Literatur Dosis Resep KI Efek Samping

Pengobatan Dioleskan pada - Hipersensitivitas, Reaksi alergi di


psoriasis jangka letusan psoriasis seputar kulit yang
panjang kulit yang terkena akut tidak terlibat dan
psoriasis hingga perubahan warna
pada kulit sementara
terserap 2x
sehari, hindari
penggunaan
berlebihan

Sumber: https://reference.medscape.com/drug/dritho-scalp-creme-hp-anthralin-343472#4
Diakses : 31/10/2017
PROFIL OBAT PUVA
(Psoralen Plus Ultraviolet A)

Indikasi Dosis Literatur Dosis Resep Efek Samping

Pengobatan Oral PUVA: 0,6- PUVA 2x Kanker kulit,


kronik plak 0,8 mg / kg 8- seminggu fotosensitivitas.
psoriasis MOP atau 1,2-1,8
mg / kg 5-MOP
diberikan 1-3 jam
sebelum
fototerapi.

Sumber: British Photodermatology Group, 1994, Guidelines for PUVA, British


Journal of Dermatology No. 130.
PROFIL OBAT PUVA
(Psoralen Plus Ultraviolet A)
Sumber: British
Photodermatology Group,
1994, Guidelines for PUVA,
British Journal of
Dermatology No. 130.
PROFIL OBAT PUVA
(Psoralen Plus Ultraviolet A)

Sumber: British
Photodermatology Group,
1994, Guidelines for PUVA,
British Journal of
Dermatology No. 130.
PROFIL OBAT - Loratadin

Indikasi Dosis Literatur Dosis Resep KI Efek Samping

Antihistamin, 10 mg 1x sehari 10 mg bila perlu Hipersensitivitas Sakit kepala,


rhinitis alergi, samnolensi, mulut
urtikaria kering, nausea, sakit
perut.

Sumber: https://reference.medscape.com/drug/claritin-reditabs-loratadine-343397#5
Diakses : 30/10/2017
PROFIL OBAT Panadol
(Paracetamol)
Indikasi Dosis Literatur Dosis Resep KI Efek Samping

Analgesik, sakit 0,51 gram setiap 500 mg saat sakit Gangguan fungsi Reaksi
kepala 46 jam hingga kepala hati berat, hipersensitivitas dan
maksimum 4 hipersensitivitas. ruam kulit yang jarang
gram per hari terjadi. Dapat
menyebabkan
kerusakan hati pada
penggunaan jangka
panjang atau
overdosis

Sumber: http://pionas.pom.go.id/monografi/parasetamol-asetaminofen
Diakses : 30/10/2017
Assessment - DRP

Poin DRP Uraian


Indikasi tidak terobati Tidak ada indikasi tidak terobati
Obat tanpa indikasi Tidak ada obat yang diterima pasien tanpa indikasi.
Dosis subterapi Tidak ada.
Overdosis Tidak ada.
Pemilihan obat yang Tergantung diagnosis kondisi klinis pasien. Jika psoriasis
tidak tepat ringan-sedang terapi sudah benar; psoriasis sedang-
berat terapi kurang tepat

Interaksi obat Tidak ada interaksi obat.


Reaksi Obat Merugikan Tidak ada reaksi obat yang merugikan.
Kegagalan menerima Pasien menerima terapi, tetapi mengalami kekambuhan.
terapi
PSORIASIS
Faktor Resiko

Penyakit kambuh bersamaan dengan adanya masalah emosional

Sumber: Thomas, J. 2014. Psoriasis : A Closer Look.


FAKTOR YANG
MENGINDUKSI PSORIASIS
Faktor Resiko
PSORIASIS
Diagnosa (PASI Scoring) 15 tahun

Sumber: http://pasi.corti.li/ Severe


TERAPI
Terapi yang Digunakan

Salep fluocinonide 0,05% dioleskan


2x/hari kortikosteroid topikal
Terapi PUVA 2x/minggu di klinik
Loratadine 10 mg bila perlu untuk gatal
Panadol kadang untuk sakit kepala
Dari terapi yang digunakan sebelumnya,
terapi ditujukan untuk psoriasis ringan ke
sedang. Bila dari diagnosis pasien
menunjukkan psoriasi ringan ke sedang,
terapi sudah tepat. Namun, bila termasuk
sedang ke berat, terapi belum tepat.
TERAPI SISTEMIK

(Chisholm, 2008)
Pasien termasuk psoriasis berat, sehingga
harus menggunakan agen sistemik.
Agen sistemik yang dapat digunakan adalah
sulfasalazin, acitretin, metotreksat, dan
sebagainya.
(Chisholm, 2008)
PLAN TERAPI

Karena pasien sudah tidak membaik dengan salep


fluocinonide, maka dipertimbangkan penggantian
ke kortikosteroid yang lebih poten, seperti
klobetasol, halobetasol, atau betametason
dipropionat.
Pasien sudah termasuk kategori berat, sehingga
membutuhkan terapi agen sistemik.
Agen sistemik yang dapat dipilih adalah acitretin.
KORTIKOSTEROID
TOPIKAL

Dapat digunakan Salep Halobetasol 0,05% untuk menggantikan Salep


Fluocinonide.
ACITRETIN

Acitretin
merupakan terapi
sistemik yang efektif
dan dapat
ditoleransi dengan
baik pada
penggunaan jangka
panjang.
Acitretin lebih aman
dibandingkan
metotreksat dan
siklosporin.
TERAPI ROTASI

Terapi rotasi dapat


dipertimbangkan karena dapat
meminimalisir toksisitas pada
penggunaan obat jangka panjang.
Pada terapi rotasi, pasien
(Chisholm, 2008) merotasikan penggunaan agen
sistemik dengan agen sistemik
lain.
Terapi rotasi yang dapat
dipertimbangkan menjadi pilihan
adalah MTX-acitretin-siklosporin.
TERAPI ROTASI

Terapi rotasi dapat


dipertimbangkan karena hasil
pemeriksaan serum elektrolit,
fungsi hati, kolesterol, dan
trigliserida pasien dalam batas
normal.

(Chisholm, 2008)
SALEP CALCIPOTRIOL

Salep calcipotriol 50
mcg/g 2xsehari dengan
kombinasi agen sistemik
dan fototerapi UVB atau
PUVA dapat
meningkatkan perbaikan
pada pasien dengan
psoriasis sedang ke berat.
PLAK KECIL PADA KULIT
KEPALA

Keluhan tambahan pasien : plak kecil


di kulit kepala.
Dapat diberikan sampo yang
mengandung tar distilat atau asam
salisilat.
(Chisholm, 2008)
TERAPI PASIEN

Acitretin sebagai agen sistemik, digunakan 25 mg/hari sebagai dosis


awal dan dapat ditingkatkan hingga 75 mg bila dibutuhkan.
Salep halobetasol 0,05%
Salep calcipotriol 50 mcg/g 2x sehari
Fototerapi PUVA 2x seminggu
Shampoo yang mengandung asam salisilat
JADWAL PENGOBATAN
Keterangan:
A25: Kapsul Acitrecin 25 mg
A25, A25, A25, FL, A25, FL, A25, FL, A25, FL, (1xsehari)
FL, & FL, & & VD, & VD & VD & VD, A50: Kapsul Acitrecin 50 mg
VD VD PUVA PUVA (1xsehari)
A25, FL, A25, FL, HB : Krim Halobetasol 0,05%
A25, FL, A25, FL, A25, FL, & VD, A25, FL, A25, FL, & VD,
& VD & VD & VD PUVA & VD & VD (2xsehari)
PUVA
VD: Krim Kalsipotriol 0,005%
A50 & A50 &
A25, FL, A50 & A50 & VD, A50 & A50 & VD,
(1xsehari)
& VD VD VD PUVA VD VD PUVA
A50 & A50 &
A50 & A50 & A50 & A50 & A50 & Apabila dalam 2 minggu
VD, VD,
VD VD VD VD VD
PUVA PUVA penggunaan topikal
kortikosteroid psoriasis telah
A50 &
VD membaik, maka harus ada
penggantian ke pemakaian
kortikosteroid yang lebih kurang
poten (betametasone valerate
0,05-1%)
TERAPI NON FARMAKOLOGI

Mengurangi stress psikoterapi termasuk manajemen stress, guided imagiry,


relaksasi memperbaiki keparahan psoriasis
Mandi oatmeal dalam air hangat membantu meringankan rasa gatal dan
mengurangi kebutuhan akan agen antipruritik sistemik
Pelembab dan emolien. Pelembab dapat digunakan beberapa kali sehari untuk
mencegah kulit kering. Emolien untuk memperbaiki kelenturan kulit, mengurangi
pruritus, mencegah pengelupasan kulit dan perdarahan. Pilih produk yang bebas
fragrance
Hindari iritan kimia pada kulit. Jangan gunakan abun keras dan detergen.
Pembersihan dengan air hangat yang bebas fragrance dan lipid.
Hindari trauma kulit. Sunburn dapat menginduksi flare-up. Sunscreen SPF minimal
15 harus rutin digunakan saat di luar ruangan; SPF 30 direkomendasikan.
Penggarukan dapat memperparah psoriasis. Gunakan pakaian katun yang longgar
untuk mengurangi iritasi.

(Chisholm-Burns et al. 2013)


TERAPI ALTERNATIF

Acupressure menggunakan tekanan pada tubuh untuk mengurangi nyeri dan


stress, meningkatkan sirkulasi, dan sistem imun. Belum ada bukti saintifik dalam
mengontrol nyeri pada psoriasis, namun banyak orang merasakan manfaatnya.
Acupuncture memasangkan jarum ke bagian tubuh. WHO menyatakan
akupunktur berguna dalam mengurangi nyeri punggung, nyeri kepala, dan mual.
Belum ada bukti klinis terkait psoriasis, namun banyak orang merasakan
manfaatnya.
Massage manipulasi lapisan superfisial pada otot dan jaringan ikaat untuk
meningkatkan fungsi, memperbaiki sirkulasi limfa dan relaksasi.
Reiki teknik relaksasi yang dapat mengontrol stress mental, emosional, dan
meningkatkan penyembuhan

https://www.psoriasis.org/treating-psoriasis/complementary-and-alternative/alternative-
therapies
MONITORING

Pantau pembersihan lesi pada kulit. Bergantung pada agen yang digunakan dan
lokasi lesi, perlu 2-6 minggu atau lebih untuk melihat efek. Pembersihan seluruh lesi
dapat tidak terjadi pada pasien.
Monitor efek samping dan interaksi obat.
Kortikosteroid topikal pantau penipisan kulit, telangiektasias, kemungkinan
supresi aksis adrenal-pituitari-hipotalamik

(Chisholm-Burns et al. 2013)


MONITORING
PUVA

Ada resiko malignansi kutan dan kerusakan mata perlu pemeriksaan kulit
dan evaluasi mata

(Wu et al. 2017)


MONITORING
Fluocinonide

(Mancano et al. 2014)


MONITORING
Acitretin dan Kortikosteroid Topikal

Acitretin : Monitor serum lipid dan fungsi hati


Kortikosteroid topikal : Monitor kulit, telangiectasias, dan supresi adrenal

(Chisholm. 2008)
PATIENT CARE DAN
MONITORING

Beritahu pasien perkiraan waktu untuk perbaikan berdasarkan area dan jenis
terapi.
Beritahu regimen obat, termasuk cara penggunaan agen topikal/sistemik,
pencegahan, dan toksisitas yang mungkin terjadi. Ingatkan bahwa terapi topikal
dapat memberikan efek samping secara sistemik
Cek profil pasien dan bicarakan dengan pasien untuk menjamin bahwa tidak ada
interaksi obat.
Beritahu pentingnya kepatuhan pada pasien
Pentingnya follow-up
Interaksi dengan staf medis lain mengenasi pasien dan masalah yang terjadi,
termasuk interaksi obat, ketidakpatuhan, komorbiditas, dan efek samping.

(Chisholm-Burns et al. 2013)


EVALUASI

Membantu pasien agar paham mengenai terapi dan pentingnya kepatuhan


Respon positif berupa pengurangan eritema dan plak pada kulit
PASI metode untuk menentukan derajat eritema, indurasi, dan scaling. Skor
keparahan < 12 (ringan), 12-18 (sedang), > 18 (parah)
Physician Global Assessment untuk meringkas eritema, indurasi, scaling, dan
perluasan plak relatif terhadap penilaian baseline
National Psoriasis Foundation Psoriasis Score menggabungkan QoL dan
persepsi pasien
Efek terapi dapat dicapai beberapa hari atau minggu. Terapi antipsoriasis spesifik
dapat dicapai 2-8 minggu atau lebih

(Chisholm-Burns et al. 2013)


Konseling dan Informasi
Pasien
3 prime question

Informasi obat (indikasi, efek samping, penggunaan,


penyimpanan)

Terapi nonfarmakologi (makanan dan olahraga)

Terapi PUVA

Pemberian motivasi
Konseling dan Informasi
Pasien
Pembuka
Pengenalan diri kepada pasien/keluarga pasien
Identifikasi pasien, 3PQ
Penggalian riwayat penyakit, riwayat pengobatan, pola hidup, alergi.
Penggalian suplemen kehamilan yang dikonsumsi pasien

Inti
Penyampaian mengenai kondisi pasien
Penyampaian fungsi obat yang diberikan
Penyampaian ES yang mungkin dialami pasien
Penyampaian terapi nonfarmakologi
Konseling dan Informasi
Pasien
Penutup
Meminta pasien untuk mengulangi poin penting untuk memastikan
pemahaman pasien.
Memotivasi pasien.
Salam.
DAFTAR PUSTAKA
https://www.drugs.com/, diakses tanggal 30/10/2017
https://reference.medscape.com/drug/, diakses tanggal 30/10/2017
http://pionas.pom.go.id/monografi/, diakses tanggal 30/10/2017
Dipiro, Joseph T. dkk. 2014. Pharmacotherapy: a Pathophysiologic Approach, 9 Ed. McGraw-Hill Education.
Chisholm-Burns MA, Wells BG, Schwinghammer TL, Malone PM, Kolesar JM, Dipiro JT, 2013,
Pharmacotherapy Principles and Practices 3rd edition, McGraw Hill Education, 1127-1139
Mancano MA, Gallagher JC, 2014, Frequently described medications 2nd edition, Jones &Bartlett Learning,
318
Wu JJ, Feldman SR, Lebwohl MG, 2017, Therapy for severe psoriasis, Elsevier
https://www.psoriasis.org/treating-psoriasis/complementary-and-alternative/alternative-therapies
(diakses 31 Oktober 2017 pukul 20.20 WIB)
British Photodermatology Group, 1994, Guidelines for PUVA, British Journal of Dermatology No. 130.
Armstrong AW, Harskamps CT, dan Armstrong EJ, 2012, The association between psoriasis and obesity: a
systematic review and meta-analysis of observational studies, Nutr Diabetes. 2(12): e54.
Heller MM, Lee ES, dan Koo JY, 2011, Stress as an influencing factor in psoriasis, Skin Therapy Lett. 16(5):1-
4.
Qadim HH, Goforoushan F, Nejad SB, Goldust M, 2013, Studying the calcium serum level in patients
suffering from psoriasis, Pak J Biol Sci. 16(6):291-4.
Shaowei Wu, Jiali Han, dan Qureshi AA, 2015, Use of Aspirin, Nonsteroidal Anti-inflammatory Drugs, and
Acetaminophen (Paracetamol), and Risk of Psoriasis and Psoriatic Arthritis: A Cohort Study, Acta Derm
Venereol. 95(2): 217222.
DAFTAR PUSTAKA
https://www.psoriasis.org/ (diakses pada tanggal 31 Oktober 2017 pukul 16.20 WIB)
https://www.psoriasis.org/treating-psoriasis/complementary-and-alternative/alternative-therapies
(diakses 31 Oktober 2017 pukul 20.20 WIB)
https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/psoriasis/psoriasis-sun-risks (diakses pada
tanggal 31 Oktober 2017 pukul 16.35 WIB)
Mancano MA, Gallagher JC, 2014, Frequently described medications 2nd edition, Jones &Bartlett Learning,
318
MD, Alan Menter, Guidelines of care for the management of psoriasis and psoriatic arthritis, Dallas, Texas
MJ Levine, 1982, The effect of topical fluocinonide ointment on phototherapy of psoriasis, J Invest
Dermatol. 1982 Feb;78(2):157-9.
National Psoriasis Foundation. 2017. Managing Itch on https://www.psoriasis.org/life-with-
psoriasis/managing-itch
Qadim HH, Goforoushan F, Nejad SB, Goldust M, 2013, Studying the calcium serum level in patients
suffering from psoriasis, Pak J Biol Sci. 16(6):291-4.
S Wu, Han J, 2015, Use of aspirin, non-steroidal anti-inflammatory drugs, and acetaminophen
(paracetamol), and risk of psoriasis and psoriatic arthritis: a cohort study., Acta Derm Venereol. 2015
Feb;95(2):217-23. doi: 10.2340/00015555-1855.
Shaowei Wu, Jiali Han, dan Qureshi AA, 2015, Use of Aspirin, Nonsteroidal Anti-inflammatory Drugs, and
Acetaminophen (Paracetamol), and Risk of Psoriasis and Psoriatic Arthritis: A Cohort Study, Acta Derm
Venereol. 95(2): 217222.
Thomas J, 2014, Psoriasis : A Closer Look, India : Jaypee Brothers Medical Publishers, hal. 80
Uva Luis, 2012, Mechanisms of Action of Topical Corticosteroids in Psoriasis, Int J Endocrinol 2012; 2012:
561018.
Wu JJ, Feldman SR, Lebwohl MG, 2017, Therapy for severe psoriasis, Elsevier