Anda di halaman 1dari 402

Laporan Tahunan 2012

Delivering Indonesias Best to the World


Daftar isi Entitas Anak

PT Aero Wisata (Aerowisata)


Pembuka Tata Kelola Perusahaan
02 144
2 The New Icon of Indonesia 146 Tata Kelola Perusahaan
4 Menuju Maskapai dengan Standar Layanan
Kelas Dunia
6 Rute dan Frekuensi yang Tumbuh Pesat
8 Armada Pesawat Berumur Semakin Muda Tanggung Jawab Sosial
10 Tentang Garuda Indonesia
206 Perusahaan Bidang Usaha: Industri pariwisata dan
hospitality, antara lain perhotelan, jasa
14 Ikhtisar Keuangan & Operasional
208 Tanggung Jawab Sosial Perusahaan boga, transportasi darat dan keagenan
16 Ikhtisar Saham
serta tours & travel.
18 Peristiwa Penting 2012
28 Penghargaan & Sertifikasi
36 Visi, Misi, Nilai & Tujuan Perusahaan PT Abacus Distribution Systems
Laporan Keuangan Indonesia (Abacus DSI)
38 Strategi 2012
42 Laporan Dewan Komisaris
224 Konsolidasian
48 Laporan Direksi 226 PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Dan Entitas Anak
Laporan Keuangan Konsolidasian
Diskusi & Analisa Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir 31
56 Manajemen atas Desember 2012 Dan 2011
Kinerja Perusahaan Dan Laporan Auditor Independen Bidang Usaha: Penyedia jasa teknologi
informasi meliputi bidang jasa sistem
58 Industri
komputerisasi reservasi.
62 Komersial
Data Perusahaan
76 Operasional
84 Layanan
367
368 Profil Dewan Komisaris PT Garuda Maintenance Facility
90 SBU & Entitas Anak
370 Profil Direksi Aero Asia (GMFAA)
108 Tinjauan Keuangan
373 Profil Komite-Komite
375 Profil Internal Audit,
Sekretaris Perusahaan,
Tinjauan Pendukung dan Komunikasi Perusahaan
118 Bisnis 376 Pejabat Senior
120 Sumber Daya Manusia 381 Direktur Utama Entitas Anak
134 Teknologi Informasi 382 Struktur Organisasi
138 Procurement 384 Perkembangan Armada Bidang Usaha: Jasa perbaikan dan
385 Armada perawatan pesawat terbang termasuk
386 Alamat Kantor Cabang
engine dan komponennya.
393 Daftar Istilah
394 Surat Pernyataan Anggota Dewan
PT Aero Systems Indonesia
Komisaris dan Direksi Tentang
(Asyst)
Tanggung Jawab Atas Laporan
Tahunan 2012 PT Garuda Indonesia
(Persero)Tbk.

Bidang Usaha: Jasa konsultasi dan


rekayasa sistem teknologi informasi serta
jasa pemeliharaan bagi perusahaan
penerbangan maupun industri lain.

PT Citilink Indonesia

Bidang Usaha: Jasa angkutan udara niaga


berbiaya murah (low cost airline).
Borobudur
Borobudur adalah situs arkeologi candi Buddha
terbesar di dunia yang selesai dibangun
tahun 842M di masa kerajaan Mataram Kuno
keturunan wangsa Syailendra. Monumen sangat
impresif dan kokoh ini terdiri dari 6 tingkat
berbentuk bujur sangkar dan 3 pelataran
melingkar yang dindingnya dihiasi 2.672 panel
relief dan aslinya 504 arca Buddha. Pada tahun
1991, Borobudur ditetapkan UNESCO sebagai
Situs Warisan Dunia.
Relief Pada dinding candi Borobudur
terdapat sebuah panel relief yang
Borobudur menggambarkan kegiatan perdagangan
dan kapal layar penjelajah samudera,
yang membuktikan bahwa sejak abad 9M
Indonesia telah berada di dalam simpul
perniagaan antar negeri di dunia.
1

Di tahun 2012 Garuda Indonesia berhasil


mencapai pertumbuhan yang signifikan, berkat
ekspansi yang konsisten untuk mencapai target
Quantum Leap 2011-2015.

Ekspansi yang dilakukan melalui penambahan


rute dan frekuensi penerbangan, pengoperasian
pesawat-pesawat baru, program efisiensi
perusahaan serta peningkatan utilisasi aset,
telah memberikan hasil kinerja yang signifikan,
baik dalam aspek finansial maupun
kinerja operasional.

Berbagai pencapaian di tahun 2012 ini, disertai


peningkatan layanan Garuda Indonesia
Experience semakin mengukuhkan langkah
Garuda Indonesia sebagai maskapai pembawa
bendera bangsa menjadi Global Player
yang memiliki proses, teknologi, dan
sumber daya manusia kelas dunia.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


2

The New Icon


of Indonesia

Menegaskan Kepeloporan dan Identitas


Sebagai pelopor maskapai nasional yang didirikan pada tahun 1949, Garuda Indonesia
menambahkan kembali tagline The Airline of Indonesia sebagai penanda kepeloporan
dan identitas maskapai pembawa bendera bangsa (flag carrier) di tengah persaingan
industri penerbangan yang semakin ketat baik di tingkat nasional dan khususnya di
tingkat internasional. Dengan tagline ini, Garuda Indonesia semakin memantapkan
posisi menuju maskapai kelas dunia.

Garuda
Garuda
Indonesia
Indonesia
Laporan
Laporan
Tahunan
Tahunan
20122012
Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
3
Data Perusahaan

Keagungan dan keindahan bangunan serta relief Candi Borobudur


telah dikenal luas di seluruh dunia sebagai simbol yang memberikan
citra kebesaran dan keunikan Indonesia.

Melalui berbagai penghargaan dalam bermacam aspek baik domestik


maupun internasional yang diterima Garuda Indonesia, rute dan
frekuensi yang tumbuh pesat, serta umur armada pesawat yang
semakin muda, Garuda Indonesia kini telah menjadi salah satu simbol
kebanggaan Indonesia.

01 02 03
Menuju Maskapai dengan Rute dan Frekuensi yang Armada Pesawat
Standar Layanan Kelas Tumbuh Pesat Berumur Semakin Muda
Dunia

Dengan konsep layanan Garuda Indonesia Rute penerbangan Garuda Indonesia Armada Garuda Indonesia kini sebagian
Experience dan standar layanan di seluruh tumbuh pesat hingga ke kota menengah besar terdiri dari pesawat generasi terbaru
customers touch points, Garuda Indonesia di Indonesia, dan menerbangi kembali yang lebih efisien secara operasional, dan
secara konsisten terus meningkatkan destinasi kota yang dulu ditinggalkan di memberikan berbagai ekstra kenyamanan
standar layanan untuk menjadi maskapai berbagai negara dunia. kepada penumpang selama penerbangan.
dengan layanan kelas dunia.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


4 01
Menuju Maskapai
dengan Standar
Layanan Kelas Dunia

Dengan konsep layanan Garuda


Indonesia Experience dan
standard layanan di seluruh
customers touch points, Garuda Roy Morgan

Indonesia secara konsisten terus Customer Satisfaction Award


The Best International Airline
pada Januari, Februari
meningkatkan kualitas layanannya, dan Juli 2012.

untuk menjadi maskapai kelas


dunia.

Indeks Kepuasan Pelanggan

SKYTRAX
84 84
83 100,00 : Very Satisfied The Worlds Best Regional Airline
81 75,00-99,00 : Satisfied
79 50,00-74,99 : Not Fully Satisfied
25,00-49,99 : Dissatisfied
2008 2009 2010 2011 2012

Pengakuan Eksternal

Penghargaan Penghargaan Total


Domestik Internasional Penghargaan Berbagai inisiatif peningkatan layanan

44 19 63 dan operasional yang terus dikembangkan


membawa Garuda Indonesia berhasil SKYTRAX
memperoleh sejumlah penghargaan selama The Best Regional Airline In Asia
tahun 2012

Garuda
Garuda
Indonesia
Indonesia
Laporan
Laporan
Tahunan
Tahunan
20122012
Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
5
Data Perusahaan

Layanan Garuda Indonesia Experience yang


memadukan keramahan dan suasana khas
Indonesia (Indonesia Hospitality) kembali
memperoleh berbagai pengakuan dan
penghargaan internasional di tahun 2012.

Penumpang Domestik Penumpang Internasional


(dalam juta orang) (dalam juta orang)

13,9 3,6
12,2 3,2

14,3% 11,1%
2011 2012 2011 2012

Kepercayaan konsumen Jumlah penumpang di rute


terhadap kualitas layanan internasional meningkat seiring
Garuda Indonesia tercermin dengan penambahan frekuensi
dari terus meningkatnya penerbangan khususnya tujuan
jumlah penumpang di rute Jepang, Korea, Cina yang
domestik. tumbuh sangat pesat di tahun
2012.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


6 02
Rute dan Frekuensi
yang Tumbuh
Pesat

Rute penerbangan Garuda


Indonesia tumbuh pesat hingga
ke kota menengah di Indonesia,
dan menerbangi kembali
destinasi-destinasi yang dahulu
ditinggalkan di berbagai negara
dunia.
Rute Domestik

34 Destinasi (termasuk destinasi baru Tarakan)


Banda Aceh Rute baru
- Surabaya ke Bandung, Lombok, Semarang
Medan
Tarakan
Manado - Makassar ke Kendari, Lombok, Palu
Pekanbaru Ternate
Batam Pontianak
Gorontalo Biak
- Balikpapan ke Tarakan
Padang Palu
Jambi
Pgk. Pinang
Palangkaraya
Balikpapan Penambahan frekuensi di rute utama
Jayapura
- Jakarta ke Batam, Pekanbaru, Balikpapan,
Palembang Banjarmasin
Kendari Ambon
Tjg. Karang Timika
Makassar
Semarang Palembang, Pontianak, Surabaya, Denpasar,
Solo Surabaya
Medan, Padang.
Jakarta
Bandung
Denpasar
Mataram
Yogyakarta Malang
Kupang - Surabaya ke Balikpapan
Rute Internasional

19 Destinasi (termasuk destinasi baru Abu Dhabi,


Amsterdam
Haneda, Taipei)
Beijing Seoul Rute baru
Osaka
Tokyo
- Denpasar ke Haneda
Shanghai

Jeddah
Abu Dhabi
Guangzhou
Taipe - Jakarta ke Taipei
Hong Kong
Bangkok
- Jakarta - Abu Dhabi - Amsterdam
Kuala Lumpur
Balikpapan
Singapore
Makassar
Surabaya
Jakarta
Denpasar

Rute 2011
Perth
Sydney
Rute Baru 2012
Melbourne
Garuda
Garuda
Indonesia
Indonesia
Laporan
Laporan
Tahunan
Tahunan
20122012
Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
7
Data Perusahaan

Garuda Indonesia akan terbang non-stop ke


kota London, mendarat di bandara Gatwick,
mulai kuartal keempat 2013 menggunakan
pesawat terbaru Boeing 777-300ER yang
memiliki kelas layanan baru First Class.

Frekuensi Penerbangan Domestik


(rata-rata penerbangan per minggu)

1.940
1.750

10,8%
2011 2012

Frekuensi Penerbangan Internasional


(rata-rata penerbangan per minggu) Kerja sama codeshare dengan Etihad Airways
berlaku efektif sejak tanggal 28 Oktober 2012,
455
400 memungkinkan penumpang Garuda Indonesia
terhubung dengan lebih dari 80 destinasi Etihad

13,7% di 50 negara di dunia.

2011 2012

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


8 03
Armada Pesawat
Berumur Semakin
Muda

Armada Garuda Indonesia kini


sebagian besar terdiri dari
pesawat generasi terbaru yang
lebih efisien secara operasional,
dan memberikan berbagai ekstra
kenyamanan kepada penumpang
selama penerbangan.
Pengembangan dan Peremajaan Armada

Desember 2011 Desember 2012


Narrow Body Pada tahun 2012 Garuda Indonesia menerima
Boeing 737-300 5 3 22 pesawat baru terdiri dari 4 Boeing 737-800NG,
Boeing 737-400 1 - 2 Airbus A330-200, 5 Bombardier CRJ1000
Boeing 737-500 5 5 NextGen dan 11 Airbus A320-200 untuk Citilink,
Boeing 737-800NG 51 55 sehingga total pesawat Garuda Indonesia
Bombardier CRJ1000 NextGen - 5 menjadi 106 dengan rata-rata usia mainbrand
Total Narrow Body 62 68 5,8 tahun.

Wide Body Rata-rata Usia Pesawat


Boeing 747-400 3 2
Airbus A330-200 7 9
Airbus A330-300 6 6
Total Wide Body 16 17
2012 2011

5,8 6,5
Citilink
Boeing 737-300 5 6
Tahun Tahun
Boeing 737-400 1 1
Airbus A320-200 3 14
Total Citilink 9 21
Total Pesawat 87 106

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
9
Data Perusahaan

Pesawat regional jet mutakhir Bombardier


CRJ1000 NextGen yang irit bahan bakar dan
ramah lingkungan, melengkapi armada Garuda
Indonesia untuk melayani pasar penerbangan
jarak pendek dengan densitas tinggi.

Bombardier Rata-rata Utilisasi Pesawat

2011
10:40 Jam / Hari

2012
10:44 Jam / Hari

Rasio Ketersediaan Pesawat


Pada Singapore Airshow Februari 2012

99,46%
Garuda Indonesia menandatangani pengadaan
2011
18 pesawat Bombardier CRJ1000 NextGen, yang akan
datang secara bertahap yaitu 5 pesawat pada 2012,
7 pesawat di 2013 dan 6 pesawat lainnya pada tahun
2014-2015.
2012
99,65%
Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012
10
Tentang Garuda Indonesia

Garuda Indonesia resmi menjadi perusahaan pertama menggunakan pesawat DC-3 Dakota
publik pada 11 Februari 2011, dengan mencatatkan dengan registrasi RI 001 dari Calcutta ke Rangoon
6.335.738.000 sahamnya di Bursa Efek Indonesia dan diberi nama Indonesian Airways dilakukan
(BEI) dengan kode GIAA. Salah satu tonggak pada 26 Januari 1949. Pada tahun yang sama,
sejarah penting ini dilakukan setelah Perusahaan 28 Desember 1949, pesawat tipe Douglas DC-3
menyelesaikan transformasi bisnisnya melalui Dakota dengan registrasi PK-DPD dan sudah dicat
kerja keras serta dedikasi berbagai pihak. dengan logo Garuda Indonesian Airways, terbang
dari Jakarta ke Yogyakarta untuk menjemput
Sejarah Garuda Indonesia sebagai bagian dari Presiden Soekarno. Inilah penerbangan yang
industri penerbangan komersial Indonesia dimulai pertama kali menggunakan nama Garuda
saat bangsa Indonesia sedang mempertahankan Indonesian Airways.
kemerdekaannya. Penerbangan komersial

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
11
Data Perusahaan

Setahun kemudian, 1950, Garuda Indonesia resmi Armada Garuda Indonesia dan kegiatan
dicatatkan menjadi Perusahaan Negara. Pada operasionalnya mengalami revitalisasi dan
masa itu, Perusahaan memiliki 38 buah pesawat restrukturisasi besar-besaran di sepanjang tahun
yang terdiri dari 22 jenis DC-3, 8 pesawat laut 80-an. Hal ini menuntut Perusahaan merancang
Catalina, dan 8 pesawat jenis Convair 240. Armada pelatihan yang menyeluruh bagi karyawannya
Perusahaan terus berkembang dan untuk pertama dan mendorong Perusahaan mendirikan Pusat
kalinya Garuda Indonesia membawa penumpang Pelatihan Karyawan, Garuda Indonesia Training
jemaah Haji ke Mekkah pada tahun 1956. Rute Center di Jakarta Barat. Selain itu, Garuda
penerbangan ke kawasan Eropa dimulai Garuda Indonesia juga membangun Pusat Perawatan
Indonesia pada tahun 1965 dengan kota tujuan Pesawat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Amsterdam. pada masa itu.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


12
Tentang Garuda Indonesia

Di awal tahun 90-an, strategi jangka panjang Penyelesaian seluruh restrukturisasi utang
Garuda Indonesia disusun hingga tahun 2000. Perusahaan mengantarkan Garuda Indonesia siap
Jumlah armada juga terus meningkat sehingga untuk mencatatkan sahamnya ke publik di awal
Garuda Indonesia menjadi salah satu dari 30 besar tahun 2011.
maskapai penerbangan di dunia.
Per akhir Desember 2012, struktur kepemilikan
Seiring dengan upaya pengembangan usaha yang saham Garuda Indonesia sebagai perusahaan
dilaksanakan di awal tahun 2005, Garuda Indonesia publik adalah Pemerintah Republik Indonesia
memiliki tim manajemen baru, yang kemudian (69,14%), PT Angkasa Pura I (1,10%), PTAngkasa
membuat perencanaan baru bagi masa depan Pura II (1,78%), karyawan (0,44%), investor
Perusahaan. Manajemen baru Garuda Indonesia domestik (23,94%), dan investor internasional
melakukan transformasi bisnis dan restrukturisasi (3,60%).
Perusahaan secara menyeluruh dengan tujuan
meningkatkan efisiensi kegiatan operasional, Garuda Indonesia pada akhir 2012 mengoperasikan
membangun kembali kekuatan keuangan yang sebanyak 85 pesawat terdiri dari 2 pesawat Boeing
mencakup keberhasilan Perusahaan dalam 747-400, 6pesawat Airbus A330-300, 9 pesawat
menyelesaikan restrukturisasi utang, termasuk Airbus A330-200, 8 pesawat Boeing 737 Classic
hutang sewa pembiayaan dengan European (seri 300/400/500), 55 pesawat Boeing 737-800NG
Export Credit Agency (ECA), menambah tingkat serta 5 pesawat Bombardier CRJ1000 NextGen.
kesadaran para karyawan dalam memahami
pelanggan, dan yang terpenting memperbaharui
dan membangkitkan semangat Garuda Indonesia.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
13
Data Perusahaan

Sementara Citilink, anak perusahaan Garuda


Indonesia mengoperasikan 21 pesawat terdiri dari
1 pesawat Boeing 737-400, 6 pesawat Boeing 737-
300, dan 14 pesawat Airbus A320-200, sehingga
total armada yang dioperasikan mencapai 106
armada dengan rata rata umur pesawat 5,8 tahun.

Armada tersebut melayani 34 destinasi rute


penerbangan domestik dengan rata-rata
frekuensi sebanyak 1.940 kali penerbangan per
minggu dan 19 rute internasional dengan 455
frekuensi penerbangan per minggu serta 20,4 juta
penumpang. Untuk mendukung operasionalnya,
selain Jakarta dan Denpasar, sejak 2011, Garuda
telah membuka Hub baru yaitu Makassar, yang
melayani penerbangan ke 15 kota di Indonesia
timur.

Perusahaan didukung oleh 6.327 orang karyawan,


termasuk 681 orang siswa yang tersebar di
Kantor Pusat dan Kantor Cabang, dan didukung
oleh 5 Entitas Anak yang fokus pada produk/jasa
pendukung bisnis Perusahaan induk, yaitu
PT Abacus Distribution Systems Indonesia,
PT Aero Wisata, PT Garuda Maintenance Facility
Aero Asia, PT Aero Systems Indonesia, dan
PT Citilink Indonesia.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


14
Ikhtisar Keuangan & Operasional

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. & Entitas Anak (Dalam USD penuh kecuali dinyatakan lain)

1 Januari 2012/31 Desember 2011


2012 Kuasi Reorganisasi 2010*
Sesudah** Sebelum*

Jumlah Pendapatan Usaha 3.472.468.962 - 3.096.328.405 2.167.823.256


Jumlah Beban Usaha 3.304.396.858 - 3.003.980.817 2.101.355.970
Laba Usaha 168.072.104 - 92.347.588 66.467.286
Penghasilan (Beban) Lain-lain - Bersih (16.541.550) - 4.585.680 (9.981.436)
Laba Sebelum Pajak 151.530.554 - 96.933.268 56.485.850
Beban Pajak (40.687.981) - (32.707.732) (16.627.510)
Laba Bersih Tahun Berjalan 110.842.573 - 64.225.536 39.858.340
Laba Komprehensif Lain-lain-bersih 34.566.735 - 8.475.080 21.672.079
Jumlah Laba Komprehensif 145.409.308 - 72.700.616 61.530.419
Laba (Rugi) Bersih per Saham 0,0049 - 0,0029 0,0022

Jumlah Aset Lancar 636.566.218 757.266.770 749.951.148 422.061.515


Jumlah Aset Tidak Lancar 1.881.431.548 1.370.703.424 1.333.055.661 1.199.535.831
Jumlah Aset 2.517.997.766 2.127.970.194 2.083.006.809 1.621.597.346
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 754.207.052 645.834.604 645.834.604 570.334.808
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 648.830.636 514.374.429 514.374.429 554.601.862
Utang Bank 5.651.251 639.391 639.391 35.226.303
Liabilitas Sewa Pembiayaan 206.352.598 194.259.709 194.259.709 254.811.422
Liabilitas Terbeban Bunga 400.947.490 266.213.169 266.213.169 211.384.328
Jumlah Liabilitas 1.403.037.688 1.160.209.033 1.160.209.033 1.124.936.670
Modal Dasar (lembar saham) 30.000.000.000 30.000.000.000 30.000.000.000 30.000.000.000
Modal Sebelum Ditempatkan (lembar saham) 7.359.004.000 7.359.004.000 7.359.004.000 11.759.004.000
Modal Ditempatkan dan Disetor 1.146.031.889 1.146.031.889 2.291.936.892 2.049.030.852
Tambahan Modal Disetor 4.548.037 4.548.037 113.067.035 4.088.301
Komponen Ekuitas Lainnya (149.237.597) (183.804.332) (100.010.418) (108.485.498)
Opsi Saham 1.148.451 - 2.278.677 -
Saldo Laba (Defisit) 110.598.370 - (1.385.459.977) (1.449.327.706)
Kepentingan Non Pengendali 1.870.928 985.567 985.567 1.354.727
Jumlah Ekuitas 1.114.960.078 967.761.161 922.797.776 496.660.676
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 2.517.997.766 2.127.970.194 2.083.006.809 1.621.597.346
Jumlah Investasi 207.816.002 109.289.079 109.289.079 105.513.336
Jumlah Investasi pada Entitas lain 16.517.489 15.509.391 14.986.715 14.138.616
Modal Kerja Bersih (117.640.834) 111.432.166 104.116.544 (148.273.293)

Arus Kas Diperoleh dari Aktivitas Operasi 364.685.555 - 244.265.953 161.787.396


Arus Kas Digunakan untuk Aktivitas Investasi (524.398.946) - (260.726.555) (129.931.271)
Arus Kas Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas
75.457.956 - 292.674.875 (86.305.315)
Pendanaan

Rasio
Marjin EBITDA *** 8,58% - 7,30% 10,39%
Marjin Laba Usaha 4,84% - 2,98% 3,07%
Marjin Laba Bersih 3,19% - 2,07% 1,84%
Tingkat Pengembalian Aktiva 4,40% - 3,08% 2,46%
Tingkat Pengembalian Ekuitas 9,94% - 6,96% 8,03%
Rasio Lancar 84,40% 117,25% 116,12% 74,00%
Liabilitas Terbeban Bunga/Ekuitas 0,36 0,28 0,29 0,43

Informasi terkait Pendapatan Penumpang


Jumlah Penumpang (ribu) 20.415,3 17.074,0 17.074,0 12.535,0
Penumpang Kilometer Diangkut (dalam juta) 27.342,1 24.434,7 24.434,7 18.465,8
Tempat Duduk Kilometer Tersedia (dalam juta) 36.013,8 32.473,7 32.473,7 25.772,2
Tingkat Isian Penumpang (%) 75,9 75,2 75,2 71,7

Informasi terkait Kegiatan Usaha Kargo


Kargo (juta kilogram) 280,3 229,4 229,4 207,0
Muatan kargo (juta ton-kilometer) 532,9 465,0 465,0 436,2
 Disajikan kembali
*
** Sesudah kuasi reorganisasi
*** Marjin EBITDA dihitung dengan menjumlahkan Laba (Rugi) Usaha dan Penyusutan, dibagi Pendapatan Usaha

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
15
Data Perusahaan

Pendapatan Usaha Laba Usaha


USD Juta USD Juta

3.472 168
3.096

2.168
92

66

2010 2011 2012 2010 2011 2012

Laba Bersih Tahun Berjalan Total Aset


USD Juta USD Juta

111 2.518

2.083

1.622
64

40

2010 2011 2012 2010 2011* 2012

Total Liabilitas Total Ekuitas


USD Juta USD Juta

1.403 1.115

1.160 923
1.125

497

2010 2011* 2012 2010 2011* 2012

Rasio Margin Laba Bersih Rasio Tingkat Pengembalian Aktiva


% %

3,19 4,40

3,02
2,07
1,84
2,46

2010 2011* 2012 2010 2011* 2012

* Sebelum kuasi reorganisasi

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


16
Ikhtisar Saham

Kinerja Saham Garuda Indonesia (GIAA) di Bursa Efek Indonesia

Harga
(Rp) Volume
800 250.000.000

200.000.000
600

150.000.000

400

100.000.000

200
50.000.000

0 0
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des

Sumber: Bloomberg Finance L.P. Harga Volume

Harga Volume Saham - Triwulanan (Rupiah, kecuali disebutkan lain)

Q1 Q2 Q3 Q4
2012 2011 2012 2011 2012 2011 2012 2011

Pembukaan 480 700 620 560 710 530 620 435


Tertinggi 660 700 740 560 780 540 740 500
Terendah 465 500 600 500 580 425 620 390
Penutupan 620 530 710 530 620 435 660 475
Volume Transaksi (Jutaan Saham) 1.916 1.750 1.517 798 1.298 850 1.149 830
Total Saham (Jutaan Saham) 22.640 22.640 22.640 22.640 22.640 22.640 22.640 22.640

Kinerja Saham (Rupiah, kecuali disebutkan lain)

2012 2011

Harga Tertinggi 780 700


Harga Terendah 465 390
Volume Transaksi (jutaan saham) 5.880 4.230
Total Saham (jutaan saham) 22.640 22.640
Harga pada Akhir Tahun 660 475
Laba Bersih per Saham (USD) 0,0049 0,0029
Nilai Buku per Saham 1,44 0,95

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
17
Data Perusahaan

Komposisi Pemegang Saham (per 31 Desember 2012)

Kepemilikan Pemerintah,
Domestik & Internasional
Kepemilikan Saham Domestik & Internasional

Jumlah Lembar Saham %

Domestik
Pemerintah RI 15.653.128.000 69,14
Ritel 1.140.932.298 5,04
2012 Karyawan 94.866.977 0,42
Institusional 4.751.409.563 20,99
21.640.336.838 95,58
Internasional
Ritel 3.136.000 0,01
69,14% Pemerintah Republik Indonesia (RI)
Institusional 997.523.162 4,41
26,44% Domestik
1.000.659.162 4,42
4,42% Internasional Total 22.640.996.000 100,00

Kronologis Pencatatan Saham

Tanggal

Pengajuan/Pendaftaran
Pendaftaran ke BEI dan KSEI 18 November 2010
Mini Expose IDX 26 November 2010
BAPEPAM-LK Pengajuan Pernyataan Pendaftaran ke-1 6 Desember 2010
BAPEPAM-LK Pengajuan Pernyataan Pendaftaran ke-2 27 Desember 2010
BAPEPAM-LK Surat Pre-effective 10 Januari 2011
BAPEPAM-LK Surat Pernyataan Effective 31 Januari 2011
Pemasaran
Paparan Publik - Jakarta 12 Januari 2011
Domestic Roadshow 15 Januari 2011
International Roadshow/Book Building 13-21 Januari 2011
Penetapan Harga (24 Jan US Time) 25 Januari 2011
Penjatahan dan Pembayaran
Retail Offer 2, 4, 8 Februari 2011
Penjatahan 9 Februari 2011
Distribusi & Pengembalian 10 Februari 2011
Pencatatan di Bursa Efek Indonesia 11 Februari 2011

Komentar Analyst

Strategi turnaround Garuda tetap sesuai Memfokuskan pada internal perusahaan Melambung menuju tingkat yang lebih tinggi.
dengan rencana. Laba bersih yang solid sementara bandara tengah dikembangkan. Kami memulai coverage terhadap GIAA ,
di 9M12 didukung oleh perbaikan yang Kapasitas bandara di Jakarta akan BUMN Indonesia yang bergerak di maskapai
menyeluruh dalam indikator operasional. ditingkatkan di tahun 2015. Pengembangan penerbangan dengan rekomendasi BELI.
Kami mempertahankan rekomendasi BELI bandara sangat penting bagi perkembangan Kami menilai harga saham Perusahaan di
untuk Garuda: lanjutan strategi turnaround Garuda dalam jangka panjang. Dalam hal Rp 900/saham, mengimplikasikan 2012-
akan mendorong laba bersih dan valuasi kinerja keuangan, kinerja Q2-2012 secara 2013F adjusted EV/EBITDAR sebesar 5,6-
5,7x. Saham GIAA saat ini diperdagangkan di
yang lebih tinggi. keseluruhan sesuai dengan proyeksi kami.
5,0x adjusted EV/EBITDAR.
RIGAN WONG - Citigroup Valuasi kami untuk GIAA: tetap Netral.
ANANITA MIEKE KUSUMANINGSIH -
ERIC LIN UBS Danareksa

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


18
Peristiwa Penting 2012

Januari Januari

13 Garuda Indonesia dan Bali Safari & Marine Park


Laksanakan Program Konservasi Burung Jalak 20 Garuda Indonesia International Islamic Expo
(GAIIE)
Bali Bekerja sama dengan Bank Mandiri dan
Sebagai bagian dari program CSR dan bentuk Bank Syariah Mandiri, Garuda Indonesia
kepedulian terhadap kelestarian burung Jalak menyelenggarakan GAIIE yang merupakan
Bali (Bali Mynah) yang terancam kepunahan, pameran pariwisata, khususnya wisata ibadah
Garuda Indonesia melakukan kerja sama Haji dan Umrah bertaraf internasional yang
Program Konservasi Burung Jalak Bali dengan diikuti oleh asosiasi dan penyelenggara
Bali Safari & Marine Park. Melalui program perjalanan ibadah Haji dan Umrah, biro
ini, Garuda Indonesia berupaya meningkatkan perjalanan wisata, perhotelan serta berbagai
populasi Jalak Bali dengan membangun penyelenggara wisata inbound maupun outbound
penangkaran di Bali Safari & Marine Park, dari dalam maupun luar negeri. GAIIE seperti
memberi pelatihan dan edukasi kepada juga Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) yang
masyarakat lokal, serta melaksanakan program rutin diadakan setiap tahun, merupakan bentuk
Awareness Campaign melalui program dukungan dan komitmen Garuda Indonesia untuk
Garuda Indonesia & Safari Go To School. mendukung pariwisata Indonesia.

Januari Februari

27 Kemenhub Keluarkan SIUAU/NB


PT Citilink Indonesia 10 Garuda Buka Penerbangan Surabaya-Bandung
Sejalan dengan program pengembangan
Sehubungan dengan rencana Garuda rute dan jaringan, serta sebagai upaya untuk
Indonesia melakukan spin-off Citilink untuk memenuhi permintaan para pengguna jasa di
mengembangkan pasar low cost carrier kedua kota, Garuda Indonesia hari Jumat, 10
(LCC) domestik dan regional, Kementerian Februari 2013 meresmikan pembukaan rute
Perhubungan secara resmi menerbitkan Surabaya-Bandung pp. Rute Surabaya-Bandung
SIUAU/NB bernomor SIUAU/NB-027 kepada pp ini juga terhubung dengan penerbangan
PT Citilink Indonesia. Setelah memperoleh Surabaya-Denpasar dan Surabaya-Makassar
SIUAU/NB, Citilink masih memerlukan sehingga memudahkan masyarakat Bandung
AOC (Air Operator Certificate) untuk dapat untuk terbang menuju kota-kota tersebut dan
melaksanakan operasional dengan entitas sebaliknya masyarakat Makassar, Denpasar,
sendiri dan diharapkan AOC tersebut akan dapat dan Surabaya dapat dengan mudah menuju kota
keluar dalam kurun waktu tiga bulan sejak Bandung dan sekitarnya, untuk tujuan bisnis dan
dikeluarkannya SIUAU/NB. wisata.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
19
Data Perusahaan

Februari Februari

21 Garuda Indonesia dan Kementerian Pariwisata


& Ekonomi Kreatif Jalin Kerja Sama Promosi 23 CSR Garuda: Penanaman Mangrove di Pantai
Indah Kapuk, Jakarta
Pariwisata Indonesia Sebagai salah satu bentuk kepedulian Garuda
Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan Indonesia kepada lingkungan, dan sebagai
mancanegara ke Indonesia, serta dalam rangka bagian dari program Corporate Social
mendukung program pemerintah Wonderful Responsibility (CSR) Garuda Indonesia,
Indonesia, Garuda Indonesia dan Kementerian khususnya kepedulian terhadap pelestarian
Pariwisata & Ekonomi Kreatif menandatangani alam, Garuda Indonesia melaksanakan
Nota Kesepahaman (MoU) Promosi Pariwisata penanaman sebanyak 93 guludan atau
Indonesia berisi komitmen untuk saling sebanyak 18.600 bibit tanaman mangrove di
mendukung setiap kegiatan promosi pariwisata kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.
yang dilaksanakan oleh masing-masing pihak. Program penanaman bibit tanaman mangrove
Kerja sama tersebut meliputi Nation Branding yang bekerja sama dengan Pemerintah DKI
dan Pencitraan Indonesia melalui penyediaan Jakarta tersebut mengambil tema Garuda
bahan-bahan promosi pariwisata Indonesia, Indonesia for a Greener Environment.
dukungan pemberian sponsor untuk kegiatan
promosi pariwisata Indonesia; dan partisipasi
pada event-event pariwisata internasional.

Februari Maret

27 Garuda Indonesia Raih Ranking #1 Top 100


Annual Reports Worldwide 7 Garuda Raih Penghargaan The Best
International Airline dari Roy Morgan
Garuda Indonesia meraih annual report Garuda Indonesia ditetapkan sebagai The Best
award berskala internasional dari League International Airline oleh Roy Morgan, lembaga
of American Communications Professionals riset internasional independen yang telah
(LACP) yang berpusat di San Diego, Amerika beroperasi selama 70 tahun dan berkedudukan
Serikat. Annual Report 2011 Garuda Indonesia di Australia. Penetapan ini didasarkan pada
bertema Ready for the Next Journey dalam hasil riset terhadap produk dan layanan
ajang 2010/2011 Vision Awards Annual Report perusahaan-perusahaan penerbangan dunia
Competition berhasil memenangkan empat yang dilakukan bulan Februari 2011 hingga
kategori sekaligus, yaitu: Januari 2012 oleh Roy Morgan terhadap 3943
1. Juara pertama Top 100 Worldwide (overall responden yang 91% di antaranya menyatakan
Platinum Award), very satisfied terhadap layanan Garuda
2. Juara Pertama kategori Aerospace & Defence Indonesia.
(Platinum Award),
3. Special Achievement Award: The Most
Engaging Annual Report Worldwide
4. Bronze Award (versi Online)

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


20
Peristiwa Penting 2012

Maret Maret

13 50 Tahun Penerbangan Garuda Indonesia ke


Jepang
30 Garuda dan Shell International Limited Kerja
Sama Corporate Account Global Contract
Garuda Indonesia melaksanakan peringatan 50 Garuda Indonesia dan Shell International
tahun penerbangan ke Jepang secara simbolis Ltd. menandatangani kerja sama Global
dengan melepas pesawat A330-300 dengan Contract Corporate Account untuk mendukung
rute Jakarta Tokyo di Terminal 2 Bandara mobilitas karyawan Shell baik perjalanan
Soekarno-Hatta. Penerbangan pertama dinas maupun perjalanan pribadi karyawan
Garuda Indonesia ke Jepang dilaksanakan 50 beserta keluarga. Melalui kerja sama ini, Shell
tahun lalu yaitu 13 Maret 1962 dengan rute menunjuk Garuda Indonesia menjadi salah satu
Kemayoran menuju Haneda, Tokyo via Hong maskapai penerbangan resminya sehingga
kong menggunakan pesawat Lockheed L-118 seluruh karyawan baik di Indonesia maupun di
Electra berkapasitas 100 tempat duduk yang luar negeri dapat menggunakan penerbangan
diterbangkan oleh Pilot In Command (PIC), Garuda Indonesia pada rute domestik maupun
Capt. A. Muthalib, Capt. Jusman Repon dan internasional dengan harga dan layanan khusus
Capt. Roekanto Jokomono. berupa special net corporate fare, priority
reservation, dan kemudahan pembukuan group.

Maret April

31 Garuda Kembali Dukung Earth Hour 2012


Garuda Indonesia melaksanakan kampanye 9 Garuda Indonesia dan Standard Chartered
Kerja Sama Global
global Earth Hour 2012 di Gedung Manajemen Bertempat di Singapura, Garuda Indonesia
Garuda Indonesia, Cengkareng sebagai dan Standard Chartered Bank meresmikan
wujud komitmen pada pengurangan dampak perluasan kerja sama global antara dua
perubahan iklim. Tahun 2012 merupakan tahun perusahaan untuk mendukung pertumbuhan
keempat keikutsertaan Garuda Indonesia bisnis internasional maskapai kebanggaan
dalam kampanye ini sejak dilaksanakan tahun Indonesia. Standard Chartered akan
2009 lalu. Melalui kampanye ini, masyarakat berkolaborasi bersama Garuda Indonesia untuk
dihimbau untuk melakukan pemadaman mendukung program kesetiaan pelanggan
(minimal) 1 lampu dan peralatan elektronika Garuda Frequent Flyer, termasuk rencana
lain selama satu jam, sebagai bentuk dukungan memperkenalkan kartu kredit co-brand Garuda
terhadap pengurangan percepatan perubahan IndonesiaStandard Chartered untuk nasabah
iklim global. Pada kegiatan Earth Hour 2012 di Indonesia. Pemegang kartu kredit Standard
di Garuda Indonesia total daya listrik yang dapat Chartered di enam negara Asia dapat pula
dihemat mencapai 3.117.328 watt. menikmati manfaat tambahan serta potongan
harga khusus saat melakukan pembelian tiket
pesawat Garuda Indonesia.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
21
Data Perusahaan

April April

16 Garuda Indonesia Membeli 11 A330-300


Tambahan Dari Airbus 16 Garuda Indonesia Tandatangani MoU dengan
Auckland Airport, New Zealand
Garuda Indonesia menandatangani kontrak Guna meningkatkan hubungan kenegaraan
pembelian 11 pesawat Airbus A330-300 dengan antara Indonesia dan New Zealand khususnya
Airbus Industries yang dilakukan Direktur bidang penerbangan, Garuda Indonesia
Utama Garuda Indonesia dan Executive Vice menandatangani Nota Kesepahaman (MoU)
President, Programmes Airbus Tom William di dengan Auckland Airport. Dalam MoU tersebut,
Istana Negara RI, disaksikan Presiden RI Susilo disepakati Auckland Airport akan menjadi
Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri tujuan pertama Garuda Indonesia untuk
Inggris David Cameron. Kesebelas pesawat wilayah Selandia Baru segera setelah Garuda
A330-300 tersebut secara bertahap akan Indonesia membuka penerbangan ke Selandia
bergabung dengan armada Garuda Indonesia Baru. MoU juga meliputi kerja sama bidang-
mulai tahun 2013 hingga 2017. Saat ini Garuda bidang lain seperti dukungan pelaksanaan
Indonesia telah mengoperasikan 14 pesawat promosi bersama melalui berbagai event untuk
A330 series yang terdiri dari 6 pesawat A330-300 meningkatkan trafik turis antara Indonesia dan
dan 8 pesawat A330-200. Selandia Baru.

Mei Mei

10 Garuda Indonesia dan China Airlines


Menandatangani Kerja Sama 16 Garuda Indonesia Tandatangani Kerja
Sama Corporate Sales dengan 17 Institusi
Sebagai upaya untuk mengembangkan Pendidikan
jaringan penerbangan kedua maskapai Garuda Indonesia menandatangani Nota
serta meningkatkan kualitas pelayanan dan Kesepahaman (MoU) Corporate Sales dengan
nilai tambah kepada pelanggan, Garuda 17 institusi pendidikan internasional dan
Indonesia dan China Airlines melaksanakan perguruan tinggi di Indonesia. Sesuai MoU,
penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Garuda Indonesia menjadi penerbangan resmi
yang meliputi kerja sama berbagai bidang bagi institusi pendidikan tersebut dan siswa/
seperti codeshare pengangkutan penumpang mahasiswanya akan mendapatkan diskon harga
dan kargo yang berlaku untuk rute Taipei tiket penerbangan hingga 25% dan tambahan
JakartaTaipei, TaipeiDenpasarTaipei, bagasi 10 kg. Selain itu, para pengajar, staf
dan rute TaipeiSingapuraSurabaya pp. dan orang tua pendamping dari institusi
Ke depannya, kerja sama ini akan terus perguruan tersebut juga akan mendapatkan
dikembangkan untuk destinasi-destinasi lain diskon menarik ketika terbang dengan
seperti Los Angeles, San Fransisco, dan Dubai. Garuda Indonesia di rute domestik maupun
internasional, baik perjalanan kedinasan
maupun perjalanan wisata.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


22
Peristiwa Penting 2012

Mei Mei

23 Garuda Indonesia dan Accor Group Tanda


tangani Kerja Sama Program Kemitraan 24 Garuda Indonesia Membuka Kembali
Penerbangan ke Taipei
Global Garuda Indonesia membuka kembali
Garuda Indonesia dan Accor Group penerbangan rute JakartaTaipei pp yang
melaksanakan penandatanganan Nota sebelumnya dihentikan pada tahun 2004.
Kesepahaman (MoU) bidang Kemitraan Global. Penerbangan ke Taipei dilayani setiap hari
Kesepakatan ini berlaku di seluruh destinasi menggunakan pesawat Boeing 737-800
dan jaringan Garuda Indonesia dan Accor Group, NG berkapasitas 156 penumpang. Selain
dimana para penumpang Garuda Indonesia meningkatkan perdagangan dan pariwisata di
yang menggunakan fasilitas Accor Group dan antara kedua kota, rute ini dibuka kembali untuk
tamu Accor Group yang terbang dengan Garuda meningkatkan pelayanan kepada pelanggan
akan mendapatkan diskon khusus baik untuk Garuda Indonesia yang ingin melanjutkan
harga tiket pesawat Garuda maupun untuk penerbangan ke beberapa destinasi seperti San
harga kamar di setiap hotel Accor Group melalui Francisco, Los Angeles dan Dubai, melalui kerja
reservasi di website www.accorhotels.com/ sama codeshare dengan China Airlines.
garuda.

Juni Juni

8 GMF Menjadi Authorized Service Facility


Pertama Pesawat-pesawat Produksi 20 Garuda Indonesia Raih The Best BUMN
Marketers 2012
Bombardier di Asia Pasifik Garuda Indonesia kembali meraih penghargaan
Perusahaan asal Kanada, Bombardier Aerospace The Best BUMN Marketers 2012 dalam acara
menunjuk GMF AeroAsia, anak perusahaan BUMN Marketing Day 2012 karena dinilai
Garuda Indonesia, menjadi Authorized Services sebagai BUMN dengan aspek pemasaran
Facility (ASF) Bombardier di Asia Pasifik untuk terbaik. Aspek pemasaran yang dinilai juri
perawatan pesawat Bombardier CRJ Series adalah aspek strategic (brand, product,
(700/900/1000) hingga tahap heavy maintenance. customer management), aspek tactical
GMF AeroAsia menjadi ASF Bombardier yang (communication, sales, service) dan aspek
pertama di Asia Pasifik dan keenam di dunia. khusus (marketing 3.0, new wave marketing).
Pasar perawatan pesawat Bombardier kini Penghargaan ini adalah apresiasi bagi BUMN
menjadi peluang baru bagi GMF AeroAsia sebab yang telah mengembangkan marketing sebagai
5 Maintenance, Repair, Overhaul Bombardier faktor dominan dalam proses transformasi.
semuanya berada di Eropa dan Amerika, padahal
maskapai yang akan mengoperasikan CRJ Series
di kawasan Asia Pasifik terus bertambah.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
23
Data Perusahaan

Juni Juli

27 Garuda Indonesia dan Kementerian


Perhubungan Tandatangani MoU Pendidikan & 9 Garuda Indonesia Tandatangani Partnership
Agreement dengan Liverpool Football Club
Pelatihan Bidang Penerbangan Garuda Indonesia menandatangani perjanjian
Garuda Indonesia menandatangani Nota kerja sama dengan Liverpool Football Club
Kesepahaman (MoU) penyelenggaraan & Athletic Ground Ltd. sebagai bagian
pendidikan dan pelatihan bidang penerbangan dari langkah menuju Global Brand dan
dengan Badan Pengembangan Sumber Daya peningkatan pelayanan kepada pengguna
Manusia (BPSDM) Departemen Perhubungan. jasa. Melalui kerja sama eksklusif ini
Kerja sama ini bertujuan meningkatkan, Garuda Indonesia akan menjadi maskapai
mengembangkan, dan memanfaatkan penerbangan resmi bagi Liverpool dalam
kemampuan dan fasilitas kedua pihak untuk penerbangan ke berbagai negara yang
pertumbuhan bersama dan pengembangan memiliki rute penerbangan Garuda Indonesia.
industri penerbangan Indonesia. Tercakup Sebaliknya, Garuda Indonesia dapat memasang
di dalamnya adalah pendidikan & pelatihan; logo pada papan LED di sisi lapangan Anfield
penelitian di bidang penerbangan; rekrutmen; Stadium pada setiap pertandingan Liverpool
kerja sama pendirian sekolah penerbangan; yang disiarkan oleh jaringan televisi ke seluruh
penyediaan tenaga instruktur serta kerja sama dunia.
pemanfaatan fasilitas lainnya.

Juli Juli

12 Garuda Indonesia Terpilih Sebagai The


Worlds Best Regional Airline serta The Best 26 Garuda Indonesia Luncurkan CD Album The
Sounds of Indonesia
Regional Airline in Asia Garuda Indonesia meluncurkan CD album
Di ajang pameran kedirgantaraan Farnborough The Sounds of Indonesia untuk dijual ke
Airshow, Garuda Indonesia ditetapkan sebagai masyarakat melalui toko-toko musik sebagai
The Worlds Best Regional Airline serta The kelanjutan kerja sama dengan musisi Addie MS
Best Regional Airline in Asia oleh Skytrax, yang telah memproduksi album ini pada bulan
lembaga independen pemeringkat penerbangan Oktober 2011 lalu. The Sounds of Indonesia
berkedudukan di London. Anugerah ini merupakan koleksi lagu-lagu daerah dan
didasarkan pada customer satisfaction survey tradisional Indonesia yang di aransemen ulang
melibatkan lebih dari 18 juta penumpang dari oleh Addie MS sebagai musik resmi yang
100 kewarganegaraan. Survei secara global akan diperdengarkan selama penerbangan
ini mengukur lebih dari 38 aspek produk dan maupun di setiap lounge dan kantor penjualan
layanan dari maskapai penerbangan dan Garuda Indonesia dalam upaya mengenalkan
dilaksanakan pada Juli 2011 hingga Juni 2012. budaya Indonesia melalui layanan Garuda
Indonesia Experience.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


24
Peristiwa Penting 2012

Agustus Agustus

2 Garuda dan KONI DKI Jakarta Jalin Kerja Sama


Untuk Sukseskan PON XVIII/2012 3 Garuda Indonesia Siap Terbangkan 112.683
Calon Jemaah Haji Indonesia
Garuda Indonesia menandatangani kerja Garuda Indonesia dan Kementerian Agama
sama dengan Komite Olahraga Nasional RI menandatangani perjanjian pengangkutan
Indonesia (KONI) DKI Jakarta, sebagai bentuk musim Haji 2012/1433H untuk menerbangkan
dukungan terhadap kesuksesan Pekan Olah 112.683 jemaah Indonesia dalam 295 kelompok
Raga Nasional (PON) XVIII tahun 2012. Sebagai terbang (kloter) dari 10 embarkasi. Garuda
penerbangan resmi bagi kontingen Provinsi Indonesia mengoperasikan 15 pesawat berbadan
DKI Jakarta mengikuti PONXVIII di Pekanbaru lebar terdiri dari 1 pesawat Boeing-767 (325
- Riau, Garuda akan memberikan harga khusus kursi), 3 pesawat Boeing-747 (455 kursi), 11
dan layanan khusus seperti check-in group, pesawat Airbus A330-300 (375 kursi). Garuda
penanganan bagasi group, serta penunjukan Indonesia menyiapkan 556 awak kabin dimana
Person in Charge (PIC) yang akan menangani 60% direkrut dari masing-masing daerah
kebutuhan kontingen mulai dari reservasi embarkasi untuk mengatasi kendala komunikasi
hingga penanganan bagasi kontingen saat (bahasa), mengingat sebagian besar jemaah
keberangkatan dan kepulangan. hanya mampu berbahasa daerah.

Agustus September

17 Garuda Indonesia Meresmikan Layanan


Premium Check-in Bandara Soekarno-Hatta 5 Garuda Indonesia Kembali Terpilih Sebagai
The Best International Airline
Sebagai bagian dari upaya untuk terus Setelah terpilih sebagai The Best International
meningkatkan pelayanan kepada para Airline untuk bulan Januari dan Februari 2012
penumpang, Garuda Indonesia meresmikan dari Roy Morgan, Garuda Indonesia kembali
layanan Premium Check-in di Terminal ditetapkan sebagai The Best International
2EF, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Airline untuk bulan Juli 2012. Penetapan
Cengkareng. Layanan Premium Check-in ini berdasar hasil riset yang dilakukan oleh Roy
terletak di antara terminal 2E dan 2F sehingga Morgan pada Agustus 2011 hingga Juli 2012
para penumpang kelas bisnis dan anggota GFF terhadap 4.530 responden yang memberikan
Platinum, dapat dengan mudah dan nyaman penilaian terhadap produk dan layanan
melakukan check-in (baik dengan maupun tanpa maskapai penerbangan dunia. Dalam survei
bagasi), upgrade kelas penerbangan, reservasi, ini Garuda Indonesia meraih nilai tertinggi,
ticketing, maupun re-route penerbangan. yaitu sebesar 90%, bersama dengan Singapore
Airlines, melebihi perusahaan-perusahaan
penerbangan dunia lainnya.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
25
Data Perusahaan

September September

18 Garuda Indonesia memperoleh Penghargaan


Khusus dalam Annual Report Award 2011 21 Garuda Indonesia Mulai Terbangkan 112.683
Calon Jemaah Haji
Dalam Annual Report Award (ARA) Tahun 2011 Garuda Indonesia mulai menerbangkan kloter
Garuda Indonesia mendapatkan penghargaan pertama calon jemaah haji Indonesia dari 9
khusus sebagai Perusahaan dengan Rata- embarkasi yaitu Banda Aceh, Medan, Padang,
Rata Kenaikan Nilai Terbaik Pertama Kegiatan Palembang, Solo, Balikpapan, Makassar,
Penghargaan Laporan Tahunan Periode Lombok menuju Jeddah dan Jakarta menuju
2006-2011 (dari 72 Perusahaan). Dalam Medinah, dari 10 embarkasi yang dilayani.
penyelenggaraan Annual Report Award tahun Pelepasan calon jemaah haji dilakukan
2008 sampai dengan tahun 2010 Garuda Menteri Agama RI, Menteri Perhubungan
Indonesia selama 3 tahun berturut-turut RI dan Direktur Utama Garuda Indonesia
mendapatkan Peringkat Pertama untuk kategori di terminal Haji Bandara Soekarno-Hatta,
BUMN/BUMN Non Keuangan Non Listed. ARA Cengkareng. Penerbangan musim haji
adalah ajang tahunan penghargaan untuk dimulai 21 September 20 Oktober 2012
Laporan Tahun terbaik yang diselenggarakan (fase pemberangkatan), sementara fase
bersama oleh otoritas pasar modal dan pemulangan dilaksanakan 31 Oktober 1
keuangan Indonesia. Desember 2012.

Oktober
Oktober

12 Garuda Mulai Mengoperasikan Pesawat 15 Garuda Indonesia Meraih Best Annual Report
dalam International Business Awards di Seoul
Bombardier CRJ1000 NextGen Annual Report Garuda Indonesia berhasil
Garuda Indonesia melaksanakan Inaugural meraih penghargaan internasional dalam
Flight pesawat terbaru Bombardier CRJ1000 ajang Stevie Award yang dilaksanakan oleh
NextGen dari Jakarta menuju Makassar. International Business Awards berkedudukan di
Pesawat kapasitas 96 kursi (12 kelas bisnis, Virginia, Amerika Serikat. Dalam penghargaan
84 kelas ekonomi) ini melayani rute-rute jarak tersebut, Annual Report 2011 Garuda Indonesia
pendek density tinggi dan ditempatkan di Hub bertema Embarking into a New Dimension
Makassar guna mendukung pengembangan meraih Bronze Stevie Winner untuk kategori
wilayah Indonesia Timur. Pesawat akan terbang Best Annual Report (Print). Annual Report
dari Hub Makassar ke sejumlah kota di wilayah Garuda Indonesia merupakan satu-satunya
Indonesia Timur seperti Ternate, Mataram dan annual report perusahaan Indonesia yang
Kendari. Selanjutnya, pesawat sejenis juga akan mendapatkan penghargaan dalam malam
ditempatkan di Hub baru Garuda Indonesia kota anugerah Stevie Award yang diadakan di Seoul,
Medan, Balikpapan dan Surabaya. Korea Selatan.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


26
Peristiwa Penting 2012

Oktober Oktober

18 Garuda Indonesia Tandatangani Kerja Sama


Codeshare Dengan Etihad Airways 19 Garuda Indonesia Resmikan 20 Cargo Service
Center di 15 Kota
Garuda Indonesia dan Etihad Airways Garuda Indonesia meresmikan pembukaan
menandatangani codeshare agreement 20 Cargo Service Center yang tersebar di
di kantor pusat Etihad Airways, Abu Dhabi, 15 kota di Indonesia yaitu di Medan, Jambi,
Uni Emirat Arab. Melalui codeshare ini, Tanjung Karang, Jakarta, Bandung, Jogja, Solo,
Garuda akan menjadi partner untuk Semarang Surabaya, Denpasar, Balikpapan,
pengembangan destinasi Etihad di wilayah Banjarmasin, Kupang, Jayapura dan Timika.
timur (eastern outbounds), sementara Etihad Cargo Service Center berfungsi sebagai
akan mendukung pengembangan jaringan Sarana Promosi, Pusat Layanan Cargo,
Garuda di wilayah Barat (western outbounds). Outlet Penjualan serta Drop & Pickup Point
Kerja sama strategis ini akan memperkuat sehingga para pengguna jasa dapat melakukan
jaringan penerbangan kedua maskapai dan pengiriman dan pengambilan barang/dokumen
menghubungkan penumpang dengan 80 kota/ di Cargo Service Center terdekat tanpa harus
destinasi di 50 negara di dunia yang dilayani datang ke bandara.
oleh Etihad Airways, di Eropa, Amerika Utara,
Timur Tengah dan Afrika.

November November

9 Garuda Indonesia dan Bank Mandiri Menggelar


Garuda Indonesia Travel Fair 2012 12 BKPM dan Garuda Indonesia Meresmikan Kerja
Sama Promosi
Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2012 Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)
kembali digelar di Jakarta Convention Center, dan Garuda Indonesia menandatangani Nota
Jakarta. GATF merupakan travel fair terbesar di Kesepahaman (MoU) kerja sama promosi/
Indonesia guna mendukung pariwisata nasional informasi pengembangan investasi. Melalui
dengan memfasilitasi masyarakat mendapatkan kerja sama ini, BKPM memfasilitasi penempatan
harga tiket dan paket wisata yang menarik materi promosi Garuda Indonesia di kantor
dengan harga terjangkau. Pelaksanaan GATF perwakilan BKPM di luar negeri, serta
di Jakarta ini adalah puncak dari roadshow melibatkan Garuda Indonesia dalam kegiatan
GATF di kota-kota besar sepanjang tahun 2012 promosi investasi BKPM. Sebaliknya, Garuda
di Bandung, Manado, Pekanbaru, Makassar, Indonesia akan memuat berbagai materi
Medan, Surabaya, Padang, Malang, Pontianak, promosi BKPM di inflight magazine, inflight
Batam, Denpasar, Solo, Semarang, Palembang, entertainment, executive lounge, serta program-
Jogja, Jambi dan Banjarmasin. program MICE (Meeting Incentive Conference
Exhibition) yang dilaksanakan Garuda Indonesia,
serta kantor-kantor penjualan Garuda Indonesia
baik domestik maupun internasional.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
27
Data Perusahaan

November Desember

18 Garuda Indonesia Raih Penghargaan Dalam


Moscow Exchange Annual Report Competition 2 Garuda Indonesia Layani Penerbangan ke-6
Destinasi Baru di Eropa dan Timur Tengah
Annual Report Garuda Indonesia kembali Sejalan dengan codeshare agreement dengan
meraih penghargaan internasional di ajang Etihad Airways (maskapai Uni Emirat Arab),
Moscow Exchange Annual Report Competition Garuda Indonesia memperluas jaringan
yang dilaksanakan Bursa Efek Moskow, Rusia. penerbangan internasional ke 6 destinasi di
Dalam penghargaan yang diikuti 155 peserta Eropa dan Timur Tengah yang dilayani Etihad,
tersebut, Annual Report Garuda Indonesia 2011 yaitu London, Paris, Manchester, Moskow,
bertema Embarking into a New Dimension Athena, dan Muscat. Penerbangan keenam
mendapatkan peringkat pertama untuk kategori kota tersebut akan dilayani melalui hub Abu
Best Annual Report of Foreign Company (Best Dhabi. Garuda Indonesia secara resmi juga
Annual Report in English). Adapun penilaian memindahkan hub internasional dari Dubai ke
didasarkan pada kelengkapan informasi, Abu Dhabi yang akan menjadi pusat distribusi
compliance, Good Corporate Governance (GCG), penerbangan Garuda Indonesia (bekerja sama
kinerja perusahaan, serta prospek perusahaan dengan Etihad) menuju wilayah barat (western
ke depan. outbounds).

Desember Desember

6 Garuda Indonesia Tennis Master 2012


Kembali Digelar di Jakarta 14 Garuda Indonesia Menggelar Garuda
Indonesia International Islamic Expo (GAIIE)
Garuda Indonesia kembali menggelar event - 2012
olahraga tahunan Garuda Indonesia Tennis Garuda Indonesia bekerja sama dengan Bank
Master 2012 di Hotel Borobudur, Jakarta. Mandiri dan Alia Convex menggelar Garuda
Turnamen GATM 2012 ini merupakan Indonesia International Islamic Expo (GAIIE)
pelaksanaan turnamen yang kelima sejak tahun 2012, The 8th Umra-Hajj & Islamic Tourism
2008 lalu serta merupakan bagian dari upaya di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.
Garuda Indonesia untuk mengembangkan Expo ini dimaksudkan untuk menggairahkan
olahraga nasional, khususnya olah raga tennis. kepariwisataan Indonesia baik inbound
GATM 2012 diikuti oleh 8 petenis putra dan 8 maupun outbound internasional khususnya
petenis putri nomor tunggal unggulan nasional umrah, haji dan wisata Islami. GAIIE 2012
memperebutkan hadiah total sebesar Rp 500 melibatkan para Sellers dan Buyers serta
juta. asosiasi wisata dari Arab Saudi, Uni Emirat
Arab, Jordania, Mesir, Turki, Syria, Palestina,
Uzbekistan, China, Malaysia, Singapore,
Brunei Darussalam dan Indonesia.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


28
Penghargaan & Sertifikasi

Transformasi Perusahaan

SKYTRAX AWARDS 2012 SKYTRAX AWARDS 2012 IOSA (IATA Operational Safety Audit)
The Worlds Best Regional Airline The Best Regional Airline in Asia Certificate 2012 2014
Skytrax Skytrax IATA

Customer Satisfaction Award Customer Satisfaction Award Customer Satisfaction Award


The Best International Airline, The Best International Airline, The Best International Airline,
January 2012 February 2012 July 2012
Roy Morgan Roy Morgan Roy Morgan

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
29
Data Perusahaan

INDONESIA BEST CORPORATE INDONESIA BEST COMPANIES 2012 Anugerah BUMN 2012 Inovasi
TRANSFORMATION 2012 The Best Value Added Transportation Untuk Optimalisasi Kontribusi
The Best Achievement Company Juara III Inovasi Produk Jasa BUMN
SWA Warta Ekonomi Terbaik
BUMN Track

ANUGERAH BUMN 2012 2012 STRATEGY INTO PERFORMANCE THE MOST ADMIRED COMPANIES
Inovasi untuk Optimalisasi Kontribusi EXECUTION EXCELLENCE (SPEX2) 10 Perusahaan yang layak dikagumi di
Juara II Inovasi Manajemen BUMN AWARD Indonesia
Terbaik GML Consulting, Fortune Indonesia Hay Group
BUMN Track Magazine

Peningkatan Layanan

Penganugerahan Net Promoter Leader Indonesia Travel & Tourism


Tahun Kunjungan Wisata 2012 Customer Loyalty Award 2012 Awards 2012/2013
Kementerian Pariwisata dan As The Net Promoter Score (NPS) Indonesia Leading International Airline
Ekonomi Kreatif Leader for Airlines Category ITTA Foundation
Net Promoter, SWA dan Hachiko

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


30
Penghargaan & Sertifikasi

INDONESIAN CUSTOMER INDONESIA ORIGINAL BRANDS KARYA CIPTA INDONESIA AWARDS


SATISFACTION AWARD (ICSA) 2012 Product Category: Airline Service Penghargaan atas Apresiasi Terhadap
The Best in Achieving Total SWA Karya Cipta Lagu/Musik Karya Cipta
Customer Satisfaction Indonesia
Frontier Consulting Group, SWA

SERVICE QUALITY AWARD 2012 SERVICE QUALITY AWARD 2012 SERVICE TO CARE AWARD
Category: Domestic Airline Category: International Airline Awarded to Citilink as Indonesia Service
Carre Center for Customer Carre Center for Customer to Care Champion 2012
Satisfaction & Loyalty Satisfaction & Loyalty Markplus Insight

INDONESIA SERVICE TO CARE AWARD REKOR BISNIS THE BEST AIRLINE HAJJ SEASON
Awarded to Garuda Indonesia as Perusahaan Penerbangan Nasional 1433H/2012
Indonesia Service to Care Champion Pertama dengan Konsep Layanan Khas General Authority of Civil Aviation
2012 Budaya Indonesia (GACA) King Abdul aziz International
Markplus Insight Tera Foundation, Airport
Harian Seputar Indonesia

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
31
Data Perusahaan

Komersial

INDONESIA MOST FAVORITE INDONESIA MOST FAVORITE INDONESIAS MOST FAVORITE


NETIZEN BRAND 2012 NETIZEN BRAND 2012 WOMEN BRAND 2012
Category: Online Ticket Category: Pesawat Category: Transportation, Airline
Marketeers, MarkPlus Insight Marketeers, MarkPlus Insight Marketeers and Markplus Insight

WORD OF MOUTH MARKETING AWARD JUARA SOCIAL MEDIA 2012 BUDGIES & TRAVEL AWARD
2012 Indonesia Most Favorable Brand Awarded for Citilink
Most #1 Recommended Brand in Social Media The Best Overall Marketing Campaign
SWA and Onbee Airline Full Service Category Budgies & Travel Award
SWA, SITTI, OMG, isobar

INDONESIA BRAND CHAMPION 2012 BUMN MARKETING AWARD


Category: Airline Gold Winner, category: Strategic
Marketeers & Markplus Insight Marketing
Silver Winner, category: Tactical
Marketing
Silver Winner, category: Special
Award
BUMN Track

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


32
Penghargaan & Sertifikasi

Komersial

TOP BRAND AWARD 2012 INDONESIA LIVING LEGEND BRANDS


Category: Airlines 2012
Majalah Marketing & Frontier SWA

Bisnis

SOCIAL BUSINESS INNOVATION REKOR INDONESIA (MURI) 2012 ECONOMIC CHALLENGES


AWARD 2012 Penanaman Mangrove dengan Sistem AWARDS
Warta Ekonomi Guludan terbanyak (18.600 bibit Category: Airline Industry Sector
mangrove) Metro TV
Museum Rekor Dunia Indonesia

Manajemen

IR MAGAZINE AWARDS 2012 SOUTHEAST ASIAS INSTITUTIONAL ANUGERAH MANAJEMEN


Best Investor Relation by an Indonesian INVESTOR CORPORATE AWARDS 2012
Company (Big 3) Most Improved Investor Relations PPM Manajemen
IR Magazine in 2012
Alpha Southeast Asia

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
33
Data Perusahaan

ASIAMONEY CORPORATE ASIAMONEY CORPORATE ANUGERAH BUMN 2012


GOVERNANCE POLL 2011 GOVERNANCE POLL 2011 INOVASI UNTUK OPTIMALISASI
Best for Investor Relations in Indonesia Best for Shareholders Rights and KONTRIBUSI
3rd Place. Equitable Treatment in Indonesia 3rd CEO BUMN Inovatif Terbaik
Asia Money Place. BUMN Track
Asia Money

THE 1ST WINNER OF INDONESIA BEST ANUGERAH PEREMPUAN INDONESIA


CFO 2012 2012
SWA Magazine Kategori: Perusahaan Publik BUMN
Bidang Penerbangan
Menteri Pemberdayaan Perempuan
dan Perlindungan Anak, Ideku Group

Human Capital

INDONESIA HUMAN CAPITAL STUDY INDONESIA HUMAN CAPITAL STUDY


(IHCS) 2012 (IHCS) 2012
The Best for Human Capital Initiative Best of Employee Net Promoter Score
Culture Development for Infrastructure, Utilities,
Business Review and Transportation Industry
Business Review

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


34
Penghargaan & Sertifikasi

Tata Kelola Perusahaan

GOOD CORPORATE GOVERNANCE GOOD CORPORATE GOVERNANCE BEST CORPORATE GOVERNANCE


AWARD AWARD State Owned Enterprise (SOE) 2012
Indonesia Trusted Companies Based Most Trusted Company Based on The Indonesian Institute for Corporate
on Investors and Analysts Assessment Corporate Governance Perception Index Directorship (IICD)
Survey. (CGPI).
SWA, IICG SWA, IICG

INDONESIA MOST ADMIRED ASIAMONEY CORPORATE ASIAMONEY CORPORATE


COMPANIES 2011 GOVERNANCE POLL 2011 GOVERNANCE POLL 2011
The Best 20 Most Admired Companies Overall Best Company in Indonesia for Best for Responsibilities of
in Indonesia Corporate Governance 3rd Place Management and the Board of Directors
Fortune Indonesia Asia Money in Indonesia 3rd Place
Asia Money

The 1st SPS INDONESIA PR SUMMIT


2012
Korporasi Pilihan SPS 2012
Serikat Perusahaan Pers

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
35
Data Perusahaan

Annual Report

XV ANNUAL REPORT COMPETITION 2012 SPOTLIGHT AWARDS


MOSCOW EXCHANGE Penghargaan untuk Annual Report 2011 Garuda Indonesia
Penghargaan untuk Annual Report 2011 First Rank (Platinum) category Transportation
Best Report of a Foreign Company 3rd Rank Top-100 worldwide all categories (from 1500 entries)
Moscow Stock Exchange First Rank (Platinum) Best Visual Design
League of American Communications Professionals
LLC (LACP)

STEVIE AWARDS GALAXY AWARDS 2012


BRONZE STEVIE WINNER Penghargaan untuk Annual Report 2011
Penghargaan untuk Annual Report 2011 SILVER in the category/classification Annual Reports: Transportation
Best Annual Report (Print) BRONZE in the category/classification Copywriting: Annual Reports Asia
International Business Awards (IBA) . HONORS in the category/classification Design: Covers - Annual Reports - Artistic/
Illustrations
Mercomm

ANNUAL REPORT AWARD 2011


Penghargaan untuk Annual Report 2011 2010/2011 VISION AWARDS
Perusahaan dengan Rata-rata Kenaikan Penghargaan untuk Annual Report 2010
Nilai Terbaik Pertama Kegiatan First Rank Top 100 Annual Report Worldwide
Penghargaan Laporan Tahunan Periode First Rank (Platinum Award) category Aerospace & Defense
2006 2011 Special Achievement Award: The Most Engaging Annual Report (Platinum) worldwide
Bapepam-LK, IDX, BI, Kementerian Bronze Award (versi online)
BUMN, KNKG, IAI, Dirjen Pajak League of American Communications Professionals (LACP)
Kementerian Keuangan RI
Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012
36
Visi, Misi, Nilai & Tujuan Perusahaan

Visi Perusahaan
Menjadi perusahaan penerbangan yang handal dengan
menawarkan layanan yang berkualitas kepada masyarakat
dunia menggunakan keramahan Indonesia.

Misi Perusahaan
Sebagai perusahaan penerbangan pembawa bendera bangsa
(flag carrier) Indonesia yang mempromosikan Indonesia kepada
dunia guna menunjang pembangunan ekonomi nasional dengan
memberikan pelayanan yang profesional.

Nilai Perusahaan
Tata Nilai Perusahaan yang disebut sebagai FLY-HI terdiri dari:
eFficient & effective, Loyalty, Customer CentricitY, Honesty &
openness, dan Integrity.

Garuda
Garuda
Indonesia
Indonesia
Laporan
Laporan
Tahunan
Tahunan
20122012
Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
37
Data Perusahaan

eFficient & effective


Bekerja dengan akurat, hemat dan tepat waktu
untuk memberikan hasil yang berkualitas.

Loyalty
Menjalankan tugas dengan penuh dedikasi dan
tanggung jawab.

Customer CentricitY
Melayani dengan tulus dan mengutamakan
kepuasan pelanggan.

Honesty & openness


Menjunjung tinggi kejujuran, ketulusan,
keterbukaan dengan tetap memperhatikan
prinsip kehati-hatian.

Integrity
Menjaga harkat dan martabat serta
menghindarkan diri dari perbuatan tercela yang
dapat merusak citra profesi dan perusahaan.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


38
Strategi 2012

Strategic Milestones Quantum Leap 2011-2015

2015
Quantum Leap

2014
Service
Excellence
2013 Fleet 194
Network aircrafts
2012 Expansion Dedicated
2011 Global Alliance aircrafts for
Skytrax 5 Star
Hajj
IPO Denpasar
ASK/Employee Dedicated
6.80 mio terminal
Initial Public Cengkareng Best Cabin Crew Fly to all
Offering (IPO) dedicated province
Citilink terminal capital
Revitalization Garuda sub-100 First flight to
seater USA

Pada tahun 2012, Perusahaan merencanakan Pada tahun 2012, strategi Quantum Leap
pengembangan usaha dengan memfokuskan memasuki tahap pelaksanaan yang kedua. Dalam
pemenuhan keanggotaan Garuda Indonesia hal ini, implementasi strategi difokuskan pada
sebagai anggota Aliansi Global. Hal ini dilakukan upaya meningkatkan kualitas sesuai dengan
untuk meningkatkan pasar serta menjawab persyaratan keanggotaan Global Alliance SkyTeam,
tantangan terhadap kecenderungan harga bahan serta memperkuat daya kompetisi pada market
bakar yang akan tetap tinggi, dan semakin internasional & domestik. Adapun berbagai
meningkatnya persaingan dalam industri pencapaian (milestones) yang berperan sebagai
penerbangan. Di samping itu, Garuda Indonesia pengukuran kesuksesan implementasi strategi
akan lebih mengintensifkan pengembangan adalah sebagai berikut:
aspek human capital dan organisasi sebagai Pemenuhan persyaratan keanggotaan Aliansi
upaya menjadikan Garuda Indonesia sebagai high Global SkyTeam. Proses pemenuhan tersebut
performance organization dan employer of choice, yang telah dilakukan sejak Tahun 2011,
perusahaan idaman sebagai tempat bekerja. diharapkan dapat terpenuhi seluruhnya pada
Tahun 2012. Sejalan dengan berjalannya proses
Dengan mengimplementasikan strategi tersebut, tersebut, Perusahaan mendapatkan manfaat
Perusahaan menargetkan pencapaian beberapa dari peningkatan competitive advantage akibat
milestones penting berikut ini sebagai sebuah terselesaikannya berbagai kesepakatan dengan
maskapai penerbangan: laba bersih USD 110,8 beberapa maskapai anggota SkyTeam.
juta, jumlah pesawat mencapai 105 pesawat Pengembangan dedicated terminal untuk
(termasuk 17 pesawat baru selama tahun 2012), Garuda Indonesia di Bandara Internasional
total aset mencapai USD 2.517,9 juta, serta total Soekarno-Hatta, Cengkareng. Pengembangan
ekuitas mencapai USD 1.114,9 juta. ini diperlukan sebagai langkah strategis untuk
mempersiapkan infrastruktur yang ideal untuk
mendukung semakin bertambahnya armada
pesawat serta traffic Garuda Indonesia.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
39
Data Perusahaan

Pengoperasian pesawat freighter. Dengan Dengan kesuksesan yang telah dibangun selama
pengoperasian pesawat freighter, diharapkan beberapa tahun terakhir, Garuda Indonesia
dapat menjadi langkah strategis untuk lebih mengimplementasikan Strategi Quantum Leap
mengembangkan bisnis SBU Garuda Cargo untuk mengembangkan dan mendominasi
secara ekspansif, dan juga lebih memantapkan pasar penerbangan di Indonesia. Dalam kata
langkah melakukan Spin Off pada Tahun 2012. lain, strategi ini dilaksanakan untuk dapat terus
Sehingga, pada akhirnya hal tersebut akan meningkatkan pertumbuhan bisnis Perusahaan
meningkatkan kontribusi profitabilitas bisnis secara kontinu. Sehingga, diharapkan Perusahaan
kargo terhadap Garuda Indonesia Group secara dapat mencapai kondisi profitabilitas yang
signifikan. Rencana pengoperasian pesawat berkesinambungan (sustainable profitable growth).
Freighter saat ini sedang dikaji secara lebih
komprehensif oleh konsultan dan diharapkan Dalam mengimplementasikan strategi,
hasilnya akan diimplementasikan akhir tahun Perusahaan menggunakan pendekatan Balance
2012. Score Card (BSC), dan menetapkan sasaran-
Penerbangan Garuda Sub-100 Seater dengan sasaran strategis (strategic objectives) yang
menggunakan pesawat khusus regional jet. dikelompokkan ke dalam 4 perspektif yaitu
Kebijakan strategis ini merupakan langkah perspektif Keuangan/Financial, perspektif
lanjutan yang dilakukan pada Tahun 2011, Pelanggan/Customer, perspektif Proses Internal/
yaitu penerbangan Sub-100 Seater yang Internal Process dan perspektif Pembelajaran dan
menggunakan pesawat B735 dengan UPG Pertumbuhan/Learning & Growth. Keterkaitan
sebagai Hub. Sehingga, dengan adanya pesawat seluruh sasaran strategis tersebut, dapat dilihat
khusus regional jet pada Tahun 2012, tentu pada peta strategis (strategic map) di bawah ini.
akan membuat implementasi Program Sub- Dengan menggunakan pendekatan ini, Perusahaan
100 Seater semakin sempurna untuk dapat mendapatkan beberapa keuntungan dalam
menjangkau segmen market low density high melakukan pengelolaan strategi, yaitu:
yield. 1. Dapat memberikan gambaran utuh bagaimana
strategi pencapaian visi/tujuan Perusahaan.

Strategy Map

Sustainable Profitable
Financial
Growth

Consistent High
Customer Quality of Products &
Services

Internal
Revenue Product Quality Operational
Business Enhancement Excellence
Enhancement
Process

Learning & Employer of High Performance


Growth Choice Organization

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


40 Strategi 2012

7-Drivers

1 2
Domestic International
Grow and Dominate Enormous Upside
Full Service Market Potential

7 3 LCC
Human Capital
Right Quality & Citilink to
Right Quantity Address the LCC
Opportunity

6 Cost Discipline
4
Fleet
Efficient in Cost Expand, Simplify &
Structure Compared Rejuvenate Fleet
to Peers 5 Brand
Stronger Brand,
Better Product &
Services

2. Sebagai alat untuk menjamin bahwa visi/ meningkatkan posisi pangsa pasar serta posisi
tujuan-tujuan Perusahaan didukung oleh setiap kompetitif Garuda Indonesia di pasar domestik.
individu di Perusahaan (mendukung proses
penjabaran strategi). 2. International
3. Membantu penyusunan indikator kinerja Di pasar internasional, Perusahaan memiliki
untuk individu, sehingga mendukung sistem potensi peningkatan yang besar. Perusahaan
manajemen kinerja Perusahaan. telah membuktikan kemampuannya untuk
bersaing dengan maskapai penerbangan
Inisiatif strategis Perusahaan kemudian dijabarkan lainnya. Potensi di pasar international juga
berdasarkan tujuh komponen pendorong Strategi akan semakin kuat dengan bergabungnya
Quantum Leap atau yang dikenal dengan 7 Perusahaan ke aliansi global. Untuk terus
Drivers Quantum Leap. Ketujuh komponen meningkatkan daya saing terutama dengan
tersebut adalah sebagai berikut: para pesaing regional di Asia Pasifik, Garuda
Indonesia merealisasikan dua strategi utama,
1. Domestic yaitu peningkatan product feature, serta
Perusahaan mencanangkan untuk terus tumbuh bergabung dengan Global Alliance SkyTeam.
dan mendominasi pasar full services carrier Kedua strategi tersebut pada akhirnya
di Indonesia. Perusahaan saat ini merupakan diproyeksikan menjadi pemicu tercapainya
satu-satunya maskapai penerbangan kelas peningkatan Yield.
premium di pasar domestik. Strategi yang
diambil adalah memperkuat posisi di kelas 3. LCC
premium ini melalui peningkatan kualitas Perusahaan akan mengisi pasar Low Cost
layanan. Di sisi lain, mengingat pasar domestik Carrier melalui Citilink. Perusahaan akan terus
saat ini sangat dikuasai oleh pesaing Low Cost mengembangkan Citilink sehingga bisa mandiri
Carrier (LCC), maka hal tersebut mengharuskan dan menguntungkan. Dalam hal ini, strategi
Garuda Indonesia juga memperbesar market. yang dijalankan untuk pengembangan Citilink
Dalam hal ini, strategi yang diambil adalah pada Tahun 2012 adalah sebagai berikut:
melalui pengembangan Penerbangan Sub-100 Memisahkan manajemen perusahaan
Seater yang khusus menggunakan pesawat dari Garuda Indonesia (Spin Off), dengan
regional jet. Dengan demikian, diharapkan Corporate Culture: Simplicity, Professional,
kedua strategi tersebut akan semakin Passion, dan Resourceful.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
41
Data Perusahaan

Menetapkan pusat operasi yang berbeda Keramahan Khas Indonesia


dengan Garuda Indonesia, yaitu di Surabaya. Kualitas Customer Service yang prima
Melakukan ekspansi penambahan armada Interior kabin yang modern
dengan prinsip Simple Fleet (jenis yang sama Armada baru
dan sesuai digunakan untuk market LCC).
Memaksimalkan perawatan pesawat, serta 6. Cost Discipline
jaminan keselamatan penerbangan. Perusahaan akan fokus kepada upaya
Berfokus pada rute jarak pendek, dengan efisiensi biaya secara terus menerus sehingga
radius penerbangan 2 jam baik domestik dan keseluruhan biaya yang terjadi, berada pada
internasional. tingkat yang lebih kompetitif dibandingkan
Memaksimalkan utilisasi pesawat agar maskapai-maskapai lainnya. Strategi
mencapai level jam yang tinggi. Perusahaan pada tahun 2012 untuk aspek
cost discipline adalah dengan memfokuskan
4. Fleet pada penekanan biaya secara terus menerus,
Perusahaan akan terus melakukan namun tetap berupaya meningkatkan kualitas
pengembangan armada berdasarkan pelayanan. Hal ini akan menghasilkan posisi
pertumbuhan dan potensi pasar internasional median dibandingkan dengan maskapai regional
dan domestik, sekaligus meremajakan dan lainnya. Strategi ini diterapkan melalui dua
menyederhanakan tipe pesawat terbang inisiatif, yaitu:
yang digunakan. Strategi Garuda Indonesia Peralihan dari Indirect sales model
dalam pengembangan armada adalah (c/o: agen) menjadi direct sales model
menyeimbangkan antara jumlah armada (c/o: internet, call center), sehingga dapat
dengan kebutuhan armada yang beragam, menekan biaya penjualan.
sehingga dapat mendukung pertumbuhan bisnis Pengoperasian armada baru yang dapat
Perusahaan. Dengan demikian, akan tercapai mengurangi biaya perawatan dan biaya
ketersediaan armada yang dapat dioperasikan bahan bakar.
secara efisien dan fleksibel untuk memenuhi
kebutuhan jaringan rute Garuda Indonesia yang 7. Human Capital
beragam. Dalam hal ini, strategi pengembangan Perusahaan akan terus berupaya memiliki
armada tersebut berjalan sinergis antara jumlah dan kualitas sumber daya manusia yang
pesawat yang akan digunakan oleh tepat, semakin memahami budaya Fly-Hi serta
penerbangan Garuda Indonesia dan Citilink. menghargai setiap karyawannya berdasarkan
Hingga Tahun 2012 strategi pengembangan Meritocracy, Market Price dan Companys
armada telah berjalan dengan baik, dimana Capability (MMC). Strategi Perusahaan di bidang
rata-rata umur pesawat berhasil diturunkan human capital di tahun 2012 adalah berfokus
menjadi 5,8 tahun, paling rendah dibandingkan pada internalisasi Fly-Hi yang diterapkan
beberapa maskapai regional lainnya. melalui berbagai inisiatif sebagai berikut:
Pengembangan Organisasi
5. Brand Meningkatkan Performance Management
Perusahaan akan memperkuat brand Garuda System
Indonesia, serta terus meningkatkan kualitas Membangun kapabilitas kepemimpinan
produk dan pelayanan melalui konsep Garuda Strategi Sumber Daya Manusia yang sejalan
Indonesia Experience. Strategi Tahun 2012 dengan strategi Garuda
Garuda Indonesia pada aspek pengembangan Membangun budaya, penjualan, pelayanan,
brand adalah melalui pengembangan lanjutan operasional berkinerja tinggi, serta learning
dari Konsep The Garuda Experience, atau culture.
dikenal sebagai The Garuda Experience V.2.
Strategi ini berupaya memberikan proposisi
premium untuk produk Garuda Indonesia, yang
dicapai melalui pengembangan 4 komponen
utama, yaitu:

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


42

Laporan
Dewan
Komisaris
Garuda Indonesia
melanjutkan strategi
Quantum Leap di
tahun 2012 dengan
fokus menjadi
Global Player.

Perekonomian Indonesia di tahun 2012 tetap sehingga memberikan tekanan terhadap mata
mencatat kinerja yang mengesankan di tengah uang Rupiah terhadap US dollar.
ketidakpastian perekonomian global. Produk
Domestik Bruto (PDB) tumbuh sebesar 6,3% yang Sementara itu, suku bunga yang relatif rendah
dicapai pada tingkat laju inflasi yang rendah yaitu memungkinkan bagi korporasi untuk melakukan
4,2%. Pertumbuhan ekonomi ini terutama ditopang ekspansi bisnis, yang pada gilirannya memberikan
oleh pertumbuhan konsumsi domestik seiring dampak pada bertumbuhnya permintaan terhadap
dengan semakin berkembangnya kelas menengah jasa penerbangan. Disamping itu, kelas menengah
di Indonesia. Disamping itu, investasi juga tumbuh yang mengalami peningkatan pesat juga
pesat seiring dengan membaiknya iklim investasi memberikan pengaruh terhadap meningkatnya
domestik serta besarnya potensi demografi kebutuhan terhadap jasa penerbangan.
Indonesia.
Berbagai indikator perekonomian yang kondusif
Tingginya pertumbuhan konsumsi domestik telah tersebut memberikan dampak positif terhadap
memicu aktivitas impor, sementara di sisi lain industri penerbangan nasional. Data dari
ekspor Indonesia mengalami perlambatan akibat Kementerian Perhubungan menunjukkan bahwa
melemahnya perekonomian global. Sebagai akibat jumlah penumpang udara domestik rata-rata
hal tersebut, neraca berjalan mengalami defisit selama 5 tahun berturut-turut mengalami

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
43
Data Perusahaan

Bambang Susantono
Komisaris Utama

kenaikan sebesar 17% per tahun sedangkan global brand di dunia internasional; di antaranya
untuk penumpang internasional pertumbuhan melalui kerja sama codeshare dengan Etihad
rata-ratanya sebesar 20% sehingga jumlah Airways untuk memperluas jaringan penerbangan
penumpang udara pada tahun 2011 sebanyak 68,3 internasional Garuda Indonesia, melaksanakan
juta penumpang, maka pada tahun 2012 mencapai kerja sama dengan klub sepakbola Liverpool
sekitar 81,3 juta penumpang. FC sebagai global brand, dan melanjutkan
pengembangan sistem dan layanan Garuda
Penilaian Kinerja Direksi atas Hasil Usaha Indonesia untuk menjadi bagian dari aliansi global
Perusahaan SkyTeam. Kami berharap Garuda Indonesia dapat
Di tahun 2012, Manajemen Garuda Indonesia memenuhi semua persyaratan yang diajukan oleh
melanjutkan strategi Quantum Leap yang telah SkyTeam sehingga target untuk menjadi full
dicanangkan sebelumnya, dengan fokus pada member di awal tahun 2014 dapat terpenuhi.
tercapainya Garuda Indonesia menjadi Global
Player. Komisaris menyampaikan apresiasi dan
penghargaan kepada Manajemen atas segenap
Sejalan dengan objektif tersebut, Direksi telah inisiatif yang telah dilakukan untuk meningkatkan
melaksanakan berbagai program dan inisiatif layanan dan reputasi Perusahaan di pasar
untuk membangun Garuda Indonesia menjadi internasional. Upaya dan langkah tersebut telah

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


44 Laporan Dewan Komisaris

mendapatkan apresiasi dan recognition dari 2015. Namun demikian, kondisi perekonomian
berbagai stakeholders, yang antara lain ditandai global yang belum sepenuhnya pulih dan tingkat
dengan keberhasilan Garuda Indonesia menjadi persaingan industri penerbangan yang semakin
The Worlds Best Regional Airline dan meraih tinggi, merupakan faktor yang akan dapat
penghargaan The Best International Airline dari mempengaruhi kinerja Perusahaan.
Roy Morgan Australia.
Namun, dengan kondisi perekonomian Indonesia
Sementara itu, kinerja keuangan Perusahaan yang baik dan prediksi pertumbuhan perekonomian
juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, dapat mencapai di atas 6%, dengan laju inflasi
dengan laba bersih tercatat sebesar USD 110,84 terjaga pada tingkat 4,5 1% sesuai proyeksi Bank
juta, atau meningkat 72,6% dibandingkan tahun Indonesia maka pendapatan per kapita rakyat
sebelumnya. Peningkatan ini dicapai melalui Indonesia akan tetap meningkat. Hal ini akan
peningkatan pendapatan usaha sebesar 12,1% memberikan pengaruh terhadap peningkatan
menjadi USD 3,47 miliar di tahun 2012, seiring jasa penerbangan, dan memberikan kondisi yang
dengan peningkatan kualitas produk dan layanan kondusif bagi Garuda Indonesia untuk melanjutkan
serta tercapainya operational excellence di dalam pertumbuhannya di tahun 2013.
Perusahaan.
Dewan Komisaris mengharapkan Direksi untuk
Tahun 2012 merupakan tahun pertama Perusahaan terus melanjutkan program Quantum Leap
menggunakan mata uang US dollar dalam yang telah ditetapkan. Dewan Komisaris akan
pelaporan keuangannya. Hal tersebut membantu terus meningkatkan pengawasan agar di tahun
Perusahaan mengurangi fluktuasi pendapatan dan 2013 Garuda Indonesia berhasil meraih kinerja
biaya akibat pergerakan US dollar, mengingat mata keuangan yang baik dengan pangsa pasar yang
uang US dollar merupakan komponen yang cukup terus meningkat. Disamping itu, perhatian khusus
besar dalam mempengaruhi harga jual dan biaya perlu diberikan agar kinerja Strategic Business
Perusahaan. Unit (SBU) serta anak-anak perusahaan dapat
ditingkatkan sehingga kinerja Perusahaan secara
Dewan Komisaris menilai langkah spin-off Citilink konsolidasi dapat terus menunjukkan peningkatan
merupakan keputusan strategis, mengingat yang berarti.
dengan beroperasi sebagai entitas bisnis yang
mandiri, Citilink akan lebih mampu untuk Kinerja Komite-komite di Bawah Dewan
memperluas pangsa pasar di Low Cost Carrier Komisaris
(LCC), dan sebagai induk Garuda Indonesia dapat Implementasi Good Corporate Governance (GCG)
berkonsentrasi penuh sebagai Full Service Carrier di Garuda Indonesia pada tahun 2012 terus
(FSC). mengalami peningkatan; baik dalam aspek
kelembagaan maupun lingkup implementasinya.
Kami juga menilai langkah Perusahaan Pentahapan implementasi GCG di Garuda
membuka hub baru di Makassar melengkapi Indonesia saat ini telah meningkat pada level
hub sebelumnya di Jakarta dan Denpasar - Good Garuda Citizen dengan fokus menjadi
serta menempatkan pesawat sub-100 seater Perusahaan yang beretika dan bertanggung jawab
Bombardier CRJ1000 NextGen di hub tersebut melalui pemantapan budaya GCG.
akan semakin memperkuat posisi Garuda
Indonesia di wilayah Indonesia bagian Timur. Keberhasilan implementasi GCG di Garuda
Langkah ini juga merupakan dukungan Garuda Indonesia, yang meningkat dari tahapan
Indonesia terhadap program pemerintah yang sebelumnya Good Governed Garuda, merupakan
tertuang dalam Master Plan Percepatan dan realisasi komitmen Direksi yang tinggi dalam
Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia melaksanakan tata kelola perusahaan yang baik,
(MP3EI) 20112025, melalui pengembangan dan ditunjang peran aktif seluruh Komite di bawah
konektivitas antar kota-kota di seluruh provinsi. Dewan Komisaris.

Pandangan atas Prospek Usaha Perusahaan Menindaklanjuti kebijakan Menteri Negara


Mengacu pada pencapaian kinerja tahun 2012 yang BUMN dalam meningkatkan pengurusan dan
positif, Garuda Indonesia memiliki landasan yang pengawasan BUMN, pada tahun 2012 Dewan
lebih baik untuk melanjutkan rencana dan target Komisaris melakukan perampingan jumlah Komite
Perusahaan sesuai program Quantum Leap 2011- di bawah Komisaris; dari sebelumnya 4 Komite

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
45
Data Perusahaan

menjadi 2 Komite, yaitu Komite Audit dan Komite Wendy Aritenang sebagai Komisaris, serta
Kebijakan Perusahaan, yang merupakan gabungan Betti Setiastuti Alisjahbana dan Peter F. Gontha
dari 3 Komite yang telah ada sebelumnya, yaitu sebagai Komisaris Independen. Dalam susunan
Komite Kebijakan Corporate Governance, Komite Dewan Komisaris yang baru ini, Wendy Aritenang
Kebijakan Risiko, dan Komite Nominasi dan merupakan anggota dari Dewan Komisaris
Remunerasi. sebelumnya.

Namun, dengan mempertimbangkan kompleksitas Atas nama pribadi dan Dewan Komisaris yang
bisnis Garuda Indonesia, serta rencana baru, saya menyampaikan terima kasih dan
pengembangan ke depan yang cukup agresif dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Dewan
terlebih sejak Perusahaan menjadi perusahaan Komisaris terdahulu yang telah menjalankan
publik di tahun 2011, maka Dewan Komisaris tugasnya dengan baik, dan mengantarkan
memandang perlu untuk menyempurnakan Garuda Indonesia berhasil menjalankan program
struktur organ pendukung, dengan membentuk transformasi, dan menjadi perusahaan publik.
1 Komite baru sehingga kini memiliki 3 Komite
Komisaris yaitu Komite Audit; Komite Nominasi, Pada pelaksanaan RUPST tanggal 27 April 2012,
Remunerasi dan Tata Kelola Perusahaan; serta jajaran Direksi juga mengalami perubahan,
Komite Pengembangan Usaha dan Pemantauan dimana dua Direksi lama tetap menjabat, yaitu
Risiko. Emirsyah Satar selaku Direktur Utama dan Elisa
Lumbantoruan sebelumnya menjabat Direktur
Melalui pembentukan struktur komite yang baru Keuangan, kini menempati posisi baru sebagai
ini, kami berharap dapat terus meningkatkan Direktur Pemasaran dan Penjualan.
peran pengawasan dan peran komite-komite
di bawah Dewan Komisaris dalam memelihara Kami menyampaikan penghargaan dan terima
kepercayaan Pemegang Saham dan stakeholders. kasih kepada Direksi terdahulu atas sumbangsih
dan kerja keras yang telah diberikan sehingga
Batasan Kewenangan Direksi Garuda Indonesia dapat meraih berbagai
Dalam menghadapi tantangan perubahan bisnis pencapaian positif, dan kami juga mengucapkan
yang sangat dinamis dan fluktuatif, maka sangat selamat bekerja kepada jajaran Direksi yang baru.
diperlukan adanya mekanisme pengambilan
keputusan yang cepat dan tepat. Dalam kaitan Atas nama Dewan Komisaris, saya mengucapkan
ini, pada tahun 2012 dan sesuai dengan amanat terima kasih kepada Pemegang Saham atas
Pasal 12, Ayat 7 Anggaran Dasar PT Garuda dukungan yang telah diberikan kepada Garuda
Indonesia (Persero) Tbk., Dewan Komisaris telah Indonesia, dan juga kepada Manajemen serta
mengeluarkan Surat Keputusan tentang batasan seluruh karyawan Garuda atas upaya dan kerja
kewenangan yang diberikan kepada Direksi. keras yang telah diberikan, sehingga Perusahaan
dapat mencapai kinerja yang sangat baik di tahun
Perubahan Susunan Dewan Komisaris dan 2012.
Direksi
Sesuai dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Ucapan terima kasih dan penghargaan juga kami
Saham Tahunan (RUPST) Garuda Indonesia tanggal sampaikan kepada seluruh pelanggan, mitra kerja
27 April 2012 yang mengangkat Dewan Komisaris dan mitra usaha Garuda Indonesia atas segenap
baru, maka tahun 2012 ini merupakan tahun dukungan yang telah diberikan kepada Garuda
pertama bagi Dewan Komisaris baru menjalankan Indonesia pada tahun 2012, dan kiranya dukungan
perannya. Dewan Komisaris baru terdiri dari serta kerja sama yang baik dapat kita lanjutkan di
Bambang Wahyudi, Sonatha Halim Jusuf, dan masa-masa mendatang.

Bambang Susantono
Komisaris Utama

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


46
Dewan Komisaris

Peter F. Gontha Bambang Wahyudi Bambang Susantono


Komisaris Independen Komisaris Komisaris Utama

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
47
Data Perusahaan

Betti Setiastuti Alisjahbana Wendy Aritenang Sonatha Halim Jusuf


Komisaris Independen Komisaris Komisaris

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


48

Laporan
Direksi

Dengan berbagai
peningkatan kinerja,
laba bersih Perusahaan
meningkat sebesar 72,6%
mencapai USD 110,84 juta
di tahun 2012.

Garuda Indonesia berhasil mempertahankan dengan Liverpool FC sebagai global brand yang
pertumbuhan kinerja di tahun 2012 di tengah memiliki jaringan penggemar yang kuat dan
situasi perekonomian global yang belum tersebar di berbagai negara. Kami juga terus
sepenuhnya menunjukkan pemulihan. melanjutkan pengembangan berbagai sistem dan
melaksanakan peningkatan layanan dalam kaitan
Tahun 2012 merupakan momentum bagi Garuda dengan upaya kami untuk menyiapkan menjadi
Indonesia untuk menjadi global player, dimana anggota SkyTeam secara penuh di tahun 2014.
untuk menjadi global brand, Garuda Indonesia
melaksanakan berbagai langkah dan program, Kinerja Perusahaan Tahun 2012
di antaranya melaksanakan kerja sama dengan
Etihad Airways, yang memungkinkan Garuda Kebijakan Strategis
Indonesia memperluas jaringan penerbangan Pelaksanaan program Quantum Leap secara
internasionalnya ke lebih dari 80 kota/destinasi konsisten, telah menjadikan Garuda Indonesia
di 50 negara di dunia bersama Etihad Airways. berhasil meraih pencapaian kinerja yang baik di
Garuda Indonesia juga melaksanakan kerja sama tahun 2012.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
49
Data Perusahaan

Emirsyah Satar
Direktur Utama

Di tahun 2012, Perusahaan berhasil meraih memungkinkan Garuda Indonesia membagikan


pendapatan usaha sebesar USD 3,47 miliar, atau dividen di masa mendatang. Disamping itu,
meningkat 12,1% dibanding tahun sebelumnya. tahun 2012 merupakan tahun pertama bagi
Peningkatan ini mendukung peningkatan laba Perusahaan menggunakan mata uang US dollar
bersih tahun berjalan sebesar 72,6% yaitu menjadi dalam pelaporan keuangannya, dan hal tersebut
USD 110,8 juta dan peningkatan laba komprehensif merupakan salah satu langkah penting bagi kami
sebesar 100,0% menjadi USD 145,4 juta. dalam mengurangi volatilitas laporan keuangan
Peningkatan dalam perolehan pendapatan usaha akibat fluktuasi US dollar, mengingat mata uang
dan laba bersih ini memberi makna penting bagi US dollar merupakan komponen yang cukup
kami mengingat kondisi perekonomian global yang besar dalam mempengaruhi harga jual dan biaya
masih belum sepenuhnya pulih. Perusahaan.

Dari sisi keuangan, hal penting yang kami Dalam aspek operasional, tahun 2012 Garuda
laksanakan adalah terealisasinya rencana Kuasi Indonesia mendatangkan 22 pesawat baru terdiri
Reorganisasi Perusahaan di akhir tahun 2012 yang dari 2 Airbus A330-200, 4 Boeing 737-800NG,

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


50
Laporan Direksi

5 Bombardier CRJ1000 NextGen dan 11 Airbus 2012 Perusahaan berhasil mendapatkan 63


A320-200 untuk Citilink, sehingga total pesawat penghargaan (awards), terdiri dari 19 awards
yang dioperasikan selama tahun 2012 adalah 106 internasional, di antaranya The Worlds Best
pesawat dengan rata-rata umur pesawat 5,8 tahun, Regional Airline dari Skytrax, London dan The
dari 6,5 tahun pada tahun 2011. Dengan jajaran Best International Airline dari Roy Morgan,
armada baru yang didukung teknologi mutakhir Australia serta 44 penghargaan lainnya dari
dan hemat bahan bakar, maka Perusahaan dalam negeri, mencakup aspek transformasi,
akan dapat melakukan efisiensi di tahun-tahun manajemen, pelayanan, keuangan, Good Corporate
mendatang. Governance, branding, dan human capital.

Sejalan dengan kedatangan pesawat Bombardier Melalui penerapan budaya perusahaan FLYHI yang
CRJ1000 NextGen, Garuda Indonesia membuka terus dikembangkan dan dilandasi semangat One
hub baru di Makassar, untuk memperkuat Team, One Spirit, One Goal, maka hal tersebut
posisi Garuda Indonesia di wilayah Indonesia telah meningkatkan produktivitas karyawan
bagian Timur dan membangun konektivitas antar dan menjadikan Perusahaan sebagai High
kota-kota di seluruh provinsi. Langkah yang kami Performance Organization.
laksanakan ini tidak terlepas dari dukungan
Garuda Indonesia terhadap program Pemerintah Kinerja Entitas Anak & Strategic Business
yaitu Master Plan Percepatan dan Perluasan Unit (SBU)
Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) Seiring dengan pertumbuhan kinerja Garuda
20112025. Indonesia, maka Entitas Anak dan SBU juga
terus didorong untuk menjadi entitas bisnis
Dalam bidang komersial, kami terus melakukan yang mandiri. Di tahun 2012, Garuda Indonesia
pengembangan rute dan jaringan (network) melaksanakan spin-off Citilink sehingga Garuda
penerbangan, baik di pasar domestik maupun Indonesia dapat fokus sebagai Full Service Carrier,
internasional. Di pasar domestik, selain membuka sementara Citilink akan dapat menggarap segmen
hub baru di Makassar, Garuda Indonesia pasar Low Cost Carrier yang tumbuh secara
membuka beberapa rute baru, terutama ke wilayah signifikan.
Indonesia Timur. Sejalan dengan potensi pasar
penerbangan, khususnya pada rute internasional, Kinerja Entitas Anak dan SBU akan terus kami
selain melaksanakan kerja sama dengan Etihad tingkatkan sehingga memiliki kemampuan untuk
Airways, kami membuka rute penerbangan baru mandiri dan mampu menggarap potensi pasar di
DenpasarHaneda (Tokyo) dan JakartaTaipei, luar Garuda Indonesia, dimana peningkatan kinerja
serta menambah frekuensi penerbangan Jakarta Entitas Anak dan SBU tersebut akan mendukung
Kuala Lumpur. pencapaian kinerja keuangan Garuda Indonesia
secara konsolidasi.
Sejalan dengan berbagai perbaikan dan
pengembangan yang dilaksanakan, Garuda
Indonesia juga mendapatkan apresiasi dari
berbagai kalangan, dimana pada tahun

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
51
Data Perusahaan

Perbandingan Hasil yang Dicapai dengan Prospek Tahun 2013


yang Ditargetkan Dengan prospek perekonomian Indonesia yang
Secara umum Garuda Indonesia berhasil akan tumbuh dengan baik dan perekonomian
memenuhi target yang telah ditetapkan. global yang menunjukkan tren perbaikan, maka
Salah satu tantangan Perusahaan pada tahun sejalan dengan kedatangan pesawat-pesawat baru,
2012 adalah kondisi perekonomian dunia yang pada tahun 2013 Perusahaan akan melanjutkan
belum sepenuhnya pulih yang mempengaruhi pengembangan jaringan penerbangan (network
kinerja penerbangan internasional pada umumnya. expansion); baik di dalam maupun luar negeri.
Dalam kaitan dengan kondisi perekonomian
global tersebut, Garuda Indonesia melaksanakan Di tahun 2013 Garuda Indonesia akan
penyesuaian layanan penerbangan ke Eropa menerbangkan pesawat Boeing 777-300ER dan
dengan mengurangi frekuensi dari sebelumnya 7x akan memperkenalkan New Service Concept
seminggu menjadi 4x seminggu. serta layanan First Class sebagai bagian
peningkatan layanan kepada pengguna jasa.
Dalam kaitan dengan rencana pengoperasian
dedicated terminal, maka Garuda Indonesia Sementara itu, dalam melanjutkan pengembangan
akan melanjutkan proses penyelesaian dan Garuda Indonesia menjadi global player,
pengoperasian dedicated terminal tersebut yang Perusahaan akan terus mengembangkan Garuda
belum sepenuhnya terselesaikan pada tahun 2012. Indonesia menjadi organisasi yang memiliki world
class process, system and human capital.
Kendala-Kendala yang Dihadapi
Tren harga bahan bakar yang menunjukkan Ulasan Penerapan Good Corporate
kecenderungan terus meningkat, merupakan salah Governance (GCG) di Tahun 2012
satu tantangan yang harus dikelola mengingat Pelaksanaan GCG di tahun 2012 difokuskan pada
bahan bakar merupakan komponen terbesar upaya menjadikan Garuda Indonesia sebagai
dalam struktur biaya operasional penerbangan. perusahaan yang beretika dan bertanggung jawab
dan para karyawan dapat menjadi Good Garuda
Kendala lain yang menjadi tantangan Perusahaan Citizen.
adalah fasilitas bandara dan sarana infrastruktur
lainnya, mengingat hal tersebut sangat Hal tersebut kami laksanakan melalui pendekatan
mempengaruhi kegiatan operasional penerbangan tiga aspek, menyangkut Leadership, Systems &
khususnya terhadap ketepatan jadwal Members.
penerbangan (On Time Performance), dan layanan
kepada para pelanggan pada umumnya. Selain Pada aspek Leadership, para leaders pada
itu sejalan dengan ekspansi usaha Perusahaan, semua tingkatan diharapkan dapat menjadi role
terbatasnya ketersediaan sumber daya manusia model dan teladan dalam penerapan prinsip
juga merupakan kendala. tata kelola yang baik bagi karyawan. Hal tersebut
dilaksanakan antara lain melalui kegiatan
workshop di seluruh tingkatan jabatan.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


52
Laporan Direksi

Pada aspek Systems kami memprioritaskan Pada tahun 2012, Garuda Indonesia melakukan
penerapan prinsip akuntabilitas dengan evaluasi penerapan GCG melalui self assessment
merancang sistem manajemen kinerja yang menggunakan parameter GCG Scorecards
terstruktur dan sistematis yang memuat Indikator terbaru tahun 2011, dengan hasil 90,91 dan masuk
Kinerja Utama (KPI) dengan target-target yang dalam kategori Sangat Baik.
harus dicapai, dan dijabarkan mulai dari target
perusahaan hingga target individu. Sementara itu, dalam evaluasi yang menggunakan
parameter ASEAN GCG Scorecards yang
Perusahaan juga merumuskan dan dirumuskan ASEAN Capital Market Forum,
mensosialisasikan Etika Bisnis dan Pedoman Garuda Indonesia memperoleh penghargaan
Perilaku, agar karyawan Garuda Indonesia Best Corporate Governance from State-Owned
tidak hanya berupaya patuh pada peraturan dan Enterprises.
perundangan, namun juga menjunjung nilai-nilai
moral yang tinggi. Sistem pengendalian gratifikasi Perubahan Komposisi Direksi
dan Whistle Blowing System (WBS) yang kini Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan
secara konsisten diterapkan adalah bagian dari (RUPST) Garuda Indonesia pada tanggal 27 April
upaya kami melembagakan etika bisnis di Garuda 2012, Pemegang Saham melakukan perubahan
Indonesia. susunan Direksi berkaitan beberapa Direksi telah
memasuki akhir masa jabatan. Dalam kaitan ini,
Pada aspek Members atau karyawan, Garuda saya menyampaikan penghargaan dan terima
Indonesia merancang program pelatihan dengan kasih kepada para Direksi yang mengakhiri masa
mengintegrasikan konsep dan prinsip-prinsip jabatannya, yaitu Achirina selaku Direktur Strategi,
GCG dalam silabus program pelatihan. Pada Pengembangan Bisnis & Manajemen Risiko, Agus
tahun 2012, silabus program pelatihan yang telah Priyanto selaku Direktur Niaga, Capt. Ari Sapari
memuat materi GCG adalah recurrent training selaku Direktur Operasi, serta Hadinoto Soedigno
untuk awak kabin dan program pelatihan orientasi selaku Direktur Teknik & Pengelolaan Armada,
untuk pegawai baru. Kami juga aktif melaksanakan atas kerja keras dan dedikasi yang telah diberikan
komunikasi internal melalui berbagai saluran kepada Garuda Indonesia.
media Perusahaan untuk mensosialisasikan
konsep dan implementasi GCG di Perusahaan. Saya juga mengucapkan selamat kepada
jajaran Direksi baru, yaitu Handrito Hardjono
Garuda Indonesia juga telah meratifikasi Peraturan selaku Direktur Keuangan, Faik Fahmi selaku
Menteri BUMN nomor 1 tahun 2011 yang Direktur Layanan, Heriyanto Agung Putra selaku
mewajibkan BUMN untuk melakukan penilaian Direktur SDM dan Umum, Batara Silaban selaku
(assessment) dan evaluasi (self assessment) Direktur Teknik dan Pengembangan Armada,
penerapan GCG setiap 2 tahun sekali. Garuda Judi Rifajantoro selaku Direktur Strategi
Indonesia telah melaksanakan assessment GCG Pengembangan Bisnis dan Manajemen Risiko
secara rutin sejak tahun 2007, yang dilakukan oleh serta Capt. Novianto Herupratomo selaku Direktur
auditor eksternal, dengan mengacu pada CCG Operasi.
Scorecards tahun 2002 dan pedoman dari Komite
Nasional Kebijakan Governance (KNKG).

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
53
Data Perusahaan

Apresiasi keras dan dedikasi yang telah diberikan kepada


Sebagai penutup, saya ingin menyampaikan Perusahaan sehingga Garuda Indonesia dapat
ucapan terima kasih kepada para pelanggan, mitra mencapai kinerja yang signifikan di tahun 2012.
usaha, mitra kerja, dan stakeholders lain atas
kerja sama dan dukungan yang telah diberikan Kami juga menyampaikan penghargaan yang
kepada Garuda Indonesia selama ini. setinggi-tingginya kepada Pemegang Saham
atas segenap dukungan yang diberikan,
Kami sampaikan juga ucapan terima kasih dan sehingga Perusahaan dapat terus melakukan
penghargaan kepada seluruh karyawan atas kerja pengembangan di tahun 2012.

Emirsyah Satar
Direktur Utama

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


54
Direksi

Emirsyah Satar Elisa Lumbantoruan Batara Silaban Faik Fahmi


Direktur Utama Direktur Pemasaran Direktur Teknik Direktur Layanan
& Penjualan & Pengelolaan Armada

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
55
Data Perusahaan

Handrito Hardjono Judi Rifajantoro Novianto Herupratomo Heriyanto Agung Putra


Direktur Keuangan Direktur Strategi, Direktur Operasi Direktur SDM & Umum
Pengembangan Bisnis
& Manajemen Risiko

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


56

Diskusi & Analisa


Manajemen atas
Kinerja Perusahaan
Amsterdam
Jakarta-Amsterdam di negeri Belanda adalah rute
historis Garuda Indonesia, yang kini diterbangi
5 kali seminggu dengan stopover di Abu Dhabi.
Sejalan dengan rencana pengembangan rute
2013, Garuda Indonesia akan membuka rute
nonstop ke Eropa yaitu ke London, Inggris
menggunakan pesawat baru Boeing 777-300ER
mendarat di bandara Gatwick.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
57
Data Perusahaan

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


58

Industri
Pasar bisnis penumpang tetap
meningkat di tahun 2012, terutama
untuk penerbangan domestik
yang antara lain didorong oleh
pertumbuhan kelas menengah di
Indonesia yang sangat cepat dalam
beberapa tahun terakhir ini.

Kondisi Umum Global Dengan integrasi dan interdependensi yang


Pertumbuhan perekonomian global masih semakin solid dengan kekuatan-kekuatan
mengalami perlambatan di tahun 2012 ekonomi besar di Asia, seperti Cina, India,
sebesar 3,2% seiring dengan belum pulihnya Jepang, dan Korea Selatan, ASEAN 2015
krisis yang terjadi, terutama di negara berpeluang menjadi bagian penting dari
Amerika Serikat dan kawasan Uni Eropa emerging economies yang akan menjadi
(Sumber: World Economic Outlook, January alternatif pertumbuhan ekonomi dunia pada
2013). Sementara itu pertumbuhan emerging saat ekonomi Amerika Serikat dan Uni Eropa
Sektor transportasi countries tercatat sebesar 5,1% yang terutama masih terus dibayangi krisis.
dan komunikasi didukung oleh kuatnya permintaan domestik.
tumbuh sebesar Kendati mengalami penurunan, Cina masih
10% di tahun 2012. mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi
yaitu sebesar 7,8% di tahun 2012.

Garuda
Garuda
Indonesia
Indonesia
Laporan
Laporan
Tahunan
Tahunan
20122012
Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
59
Data Perusahaan

Kondisi Umum Domestik Kondisi persaingan dalam industri penerbangan


Perekonomian Indonesia di tahun 2012 mengalami nasional cenderung meningkat seiring dengan
pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) penambahan kapasitas operator low cost carrier
sebesar 6,2%. Meski sedikit di bawah target APBN baik untuk rute domestik maupun internasional
2012 sebesar 6,5%, pencapaian pertumbuhan serta penerapan ruang udara terbuka (open
tersebut merupakan sebuah prestasi yang patut sky) ASEAN secara bertahap. Pada akhir 2012
diapresiasi karena dicapai pada saat perekonomian maskapai penerbangan asing yang masuk ke
global mengalami perlambatan. Pertumbuhan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta
PDB ini terjadi di semua sektor lapangan usaha, tercatat berjumlah 30 buah, yaitu Air Asia, Air
dengan pertumbuhan tertinggi dibukukan China, All Nippon, Royal Brunei Airlines, Cathay
oleh sektor transportasi dan komunikasi, yaitu Pasific Airways, Cebu Pacific, China Airlines,
sebesar 10%. Tingginya pertumbuhan ekonomi China Southern Airlines, Emirates, Etihad Airways,
menyebabkan tingginya pendapatan per kapita Eva Air, Japan Airlines, Jetstar, KLM, Korean Air,
yang pada gilirannya meningkatkan permintaan Kuwait Airways, Mihin Lanka, Malaysia Airlines,
terhadap jasa penerbangan. Indonesia mencatat Philippines Airlines, Qantas Airways, Qatar
pertumbuhan kelas menengah yang sangat cepat Airways, Saudi Arabia Airlines, Sinchuan Airlines,
dalam beberapa tahun terakhir yang menjadi Singapore Airlines, Thai Airways, Tiger Airways,
salah satu sumber peningkatan terhadap jasa Turkish Airways, Value Air, Vietnam Airlines dan
penerbangan. (Sumber: Badan Pusat Statistik) Yemenia Airways.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


60
Industri

Pasar Bisnis Penumpang rute-rute regional yang dipicu oleh pertumbuhan


Bisnis penerbangan penumpang internasional ekonomi kawasan Asia Pasifik dan penambahan
dunia mengalami pertumbuhan trafik Revenue kapasitas ASK sebesar 3,9%. SLF rata-rata
Passenger Kilometer (RPK) sebesar 6%, penerbangan internasional Asia Pasifik tercatat
sebagaimana yang dilaporkan oleh IATA. sebesar 77,9%.
Pemulihan trafik ini sejalan dengan pemulihan
ekonomi global dan ditopang oleh penambahan Trafik penumpang penerbangan internasional
kapasitas Available Seat Kilometer (ASK) sebesar Indonesia yang diangkut dari Indonesia tercatat
4%. Seat Load Factor rata-rata penerbangan meningkat 21,9% dari 8,1 juta orang pada tahun
internasional tercatat sebesar 78,9%. Trafik 2011 menjadi 9,9 juta orang pada tahun 2012.
penumpang penerbangan internasional Asia Kenaikan penumpang internasional yang berasal
Pasifik - sebagaimana yang dilaporkan oleh dari Indonesia juga dipicu oleh meningkatnya
maskapai-maskapai penerbangan anggota aktivitas ekonomi dan meningkatnya jumlah
Association of Asia Pacific Airlines (AAPA) masyarakat kelas menengah. Jumlah penumpang
mencapai 207 juta orang di tahun 2012, mengalami domestik meningkat 18,6% dari 60 juta orang
peningkatan sebesar 7% dibandingkan tahun pada tahun 2011 menjadi 71 juta orang pada
sebelumnya. Selain itu, RPK juga meningkat 5,8% tahun 2012. Kenaikan ini sebagai hasil dari
menjadi 773,7 miliar pada tahun 2012. Peningkatan aktivitas perekonomian nasional yang meningkat,
ini mencerminkan kuatnya permintaan pada

Perkembangan Pasar Penumpang


dan Kargo Garuda Indonesia
2011 2012
Trafik
12,2 juta Penumpang
Domestik 14,3% 13,9 juta

Trafik
3,2 juta Penumpang
Internasional 11,1% 3,6 juta

141,3 ribu ton Trafik


Kargo Domestik 15,8% 163,8 ribu ton

60,2 ribu ton Trafik


Kargo Internasional 13,2% 68,2 ribu ton

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
61
Data Perusahaan

meningkatnya pendapatan per kapita masyarakat Kilometer (AFTK) naik sebesar 0,2% sebagaimana
Indonesia, penambahan pesawat, harga tiket yang yang dilaporkan oleh IATA. Penurunan ini
terjangkau, dan pemenuhan kualitas pelayanan merupakan cerminan dari melemahnya kondisi
serta keselamatan penerbangan. (Sumber: perekonomian dunia. Tingkat isian ruang kargo
Kementerian Perhubungan) (cargo load factor) rata-rata penerbangan global
tercatat sebesar 45,2% turun 0,7 percentage point.
Pasar Bisnis Kargo Udara
Bisnis penerbangan kargo udara global mengalami
penurunan trafik Freight Tonne Kilometer
(FTK) sebesar 1,5% dan Available Freight Tonne

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


62

Komersial
Perbaikan produk, route to
market dan segmentasi pasar
menjadi fokus komersial di
tahun 2012 dalam rangka
meningkatkan perolehan
pangsa pasar Garuda
Indonesia.

Tahun 2012 merupakan tahun yang cukup Perusahaan memperkenalkan premium check
menggembirakan dari sisi komersial di in, one stop services untuk kelas premium
tengah perlambatan perekonomian global demi mempertahankan loyalitas penumpang
yang terjadi. Hal ini dimungkinkan oleh premium.
pertumbuhan perekonomian domestik yang
kokoh serta perekonomian Asia Pasifik yang Sementara perbaikan untuk route to market
juga relatif kondusif. Di tahun 2012, terdapat dilakukan melalui penambahan frekuensi di
peningkatan kapasitas yang cukup berarti, beberapa jalur penerbangan, baik domestik
baik yang berasal dari maskapai penerbangan maupun internasional. Di tahun 2012, Garuda
domestik maupun maskapai penerbangan Indonesia juga menjalin kerja sama dengan
internasional yang juga melayani penerbangan Etihad Airways, yang dimaksudkan untuk
ke/dari Indonesia. Bagi Garuda Indonesia, mendukung upaya perbaikan dari route to
penambahan kapasitas di tahun 2012 diikuti market ini. Terkait dengan route to market,
Di tahun 2012, oleh perbaikan tingkat load factor seiring Perusahaan menyadari perlunya upaya yang
Garuda Indonesia dengan penambahan flight frequency yang berkesinambungan untuk meningkatkan brand
juga menjalin kerja dilakukan di sepanjang tahun 2012. awareness dari masyarakat internasional
sama dengan terhadap Garuda Indonesia. Untuk itu,
Etihad Airways Dari aspek komersial, Garuda Indonesia kerja sama dengan Liverpool Football Club
memfokuskan pada perbaikan produk, route to dilakukan di tahun 2012.
market dan segmentasi pasar di tahun 2012.
Dari sisi produk, perbaikan terutama terjadi
untuk segmen penumpang premium dimana

Garuda
Garuda
Indonesia
Indonesia
Laporan
Laporan
Tahunan
Tahunan
20122012
Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
63
Data Perusahaan

Perbaikan Route to Market juga menyentuh aspek komunitas dan masyarakat umum. Perusahaan
penjualan, dimana Garuda Indonesia berupaya melakukan banyak inisiatif untuk membangun
untuk meningkatkan kualitas dari Internet Booking loyalitas dari segmen GFF, misalnya dengan
Engine-nya sehingga kontribusi penjualan tiket meningkatkan nilai dari mileage yang telah
secara langsung (direct) kepada penumpang dapat dikumpulkan oleh anggota GFF. Selain itu,
ditingkatkan. Perusahaan juga meningkatkan value proposition
untuk segmen korporasi sehingga penjualan
Dari sisi segmentasi pasar, Perusahaan melalui jalur ini bisa meningkat. Garuda Indonesia
memfokuskan peningkatan penjualan berdasarkan akan mengembangkan Customer Relationship
segmentasi pasar yang telah diidentifikasikan Management untuk mengembangkan segmen ini
sebelumnya. Perusahaan melakukan berbagai di masa datang.
inisiatif untuk mendorong penjualan dari berbagai
segmen ini, termasuk penjualan dari segmen Untuk segmen komunitas, Garuda Indonesia juga
GFF (Garuda Frequent Flyer), corporate account, melakukan berbagai inisiatif untuk mendukung

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


64
Komersial

penjualan dari segmen komunitas, seperti Di pasar domestik, strategi jaringan penerbangan
komunitas sepeda, fotografi, dan sebagainya. dilakukan dengan melakukan ekspansi melalui
Terkait dengan ini, berbagai promosi melalui pembukaan beberapa rute baru dan destinasi
digital atau social media dilakukan agar lebih baru, yaitu Tarakan, serta mulai mengoperasikan
mendekatkan Perusahaan dengan komunitas yang pesawat baru dengan kapasitas 100 seat yang
dilayani oleh Perusahaan. Promosi melalui digital biaya operasionalnya relatif lebih efisien, yaitu
juga dilakukan untuk meningkatkan penjualan pesawat Bombardier CRJ1000 NextGen. Pesawat
kepada masyarakat umum seiring dengan semakin ini mulai dioperasikan sejak bulan Oktober
populernya penggunaan jalur digital, khususnya sebanyak 5 buah, dari total 18 buah yang sudah
social media di kalangan masyarakat Indonesia. dipesan.

Keseluruhan inisiatif ini berhasil meningkatkan Sejalan dengan program Pemerintah MP3EI,
kinerja komersial di tahun 2012, sebagaimana Garuda Indonesia ikut mengembangkan
tercermin dari peningkatan SLF dari 75,2% perekonomian melalui pembangunan hub-hub
di tahun 2011 menjadi 76,32% di tahun 2012. baru. Disamping Makassar yang telah dibuka di
Disamping itu yield juga meningkat dari USc 9,84 di pertengahan tahun 2011, Perusahaan juga akan
tahun 2011 menjadi USc 9,99 di tahun 2012. membuka hub Medan, Balikpapan, dan Surabaya.
Diharapkan dengan pembukaan lebih banyak
Network Management hub baru ini, sumber daya Garuda Indonesia juga
Kebijakan dalam pengembangan jaringan semakin dapat diutilisasikan secara lebih optimal.
penerbangan 2012 diarahkan sejalan dengan
strategi Quantum Leap 20112015 dimana pada Network management bisa dibagi ke dalam 2
tahun 2012 difokuskan kepada global alliance, area besar yaitu Indonesia bagian Barat dan
ikut ambil bagian dalam menyukseskan program Indonesia bagian Timur. Untuk Indonesia bagian
Pemerintah MP3EI (Master Plan Percepatan barat, kapasitas ASK (Available Seat Kilometer)
dan Pembangunan Ekonomi Indonesia) serta yang dialokasikan mencapai 20,4% dari total
mengoptimalisasikan sumber daya yang semakin ASK di tahun 2012. Untuk area ini, upaya yang
bertambah. Selama tahun 2012 Garuda Indonesia dilakukan untuk memperkuat posisi di pasar
mendatangkan 11 pesawat baru yang terdiri dari 2 adalah melalui penambahan frekuensi, sedangkan
unit Airbus A330-200, 4 unit Boeing 737-800NG dan penambahan rute baru hanya ada 2 rute, yaitu
5 unit Bombardier CRJ1000 NextGen. Surabaya-Bandung dan Surabaya-Semarang yang
menggunakan Bombardier CRJ1000 NextGen.
Strategi Jaringan Penerbangan Domestik Sementara penambahan frekuensi dilakukan
untuk rute Jakarta-Batam, Jakarta-Pekan

Pertumbuhan Pasar Penerbangan 2012 Kontribusi ASK 2012

10,9% 20,4%
17,8%
7,8%
13,7%
11,5%
10,4%
7,9% 8,7%
5,8%

IBB IBT ASA EUR JKC MEA SWP Average


25,8%
25,1%

3,7% 6,3%

IBB (Indonesia Bagian Barat) EUR (Eropa)

IBT (Indonesia Bagian Timur) JKC (Jepang Korea Cina)

-23,9% ASA (Asia) MEA (Middle East)

SWP (South West Pacific)

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
65
Data Perusahaan

Rute Domestik

Banda Aceh

Medan
Tarakan
Manado
Pekanbaru Ternate
Batam
Pontianak
Gorontalo Biak
Padang Palu
Jambi Palangkaraya
Pgk. Pinang Balikpapan
Jayapura
Palembang Banjarmasin
Ambon
Kendari
Tjg. Karang Timika
Makassar

Semarang
Jakarta Solo Surabaya
Bandung
Denpasar

Yogyakarta Malang Mataram

Kupang

Rute Internasional

Amsterdam

Beijing Seoul
Osaka
Tokyo

Shanghai
Guangzhou
Abu Dhabi
Taipe
Jeddah Hong Kong
Bangkok

Kuala Lumpur
Balikpapan
Singapore
Makassar
Surabaya
Jakarta
Denpasar

Perth
Sydney

Melbourne
Rute 2011

Rute Baru 2012

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


66
Komersial

Baru, Jakarta-Jambi, Jakarta-Padang, Jakarta- sama ini jaringan penerbangan Garuda Indonesia
Yogyakarta, Jakarta-Tanjung Karang dan Jakarta- akan menjadi lebih luas dan memungkinkan
Palembang. Adapun pertumbuhan penumpang Perusahaan menggarap potensi pasar yang banyak
Garuda Indonesia di Indonesia bagian Barat adalah untuk sektor di luar Abu Dhabi. Dengan demikian,
sebesar 14,9% di tahun 2012. sejak bulan Desember 2012, dilakukan perubahan
pada penerbangan ke Amsterdam dari melalui
Untuk Indonesia bagian Timur, Perusahaan Dubai menjadi Abu Dhabi. Selain itu, pemindahan
membangun Makassar sebagai Hub baru untuk penerbangan melalui Abu Dhabi ini juga dilakukan
mengakomodasi pasar di Indonesia bagian Timur demi mendukung efisiensi biaya.
yang tumbuh sebesar 10,4%. Disamping itu, efektif
sejak bulan Oktober 2012 mulai dioperasikan Asia
pesawat baru CRJ1000 NextGen. Adapun rute- Pertumbuhan pasar Asia yang mencapai 5,8%
rute yang diterbangkan dengan CRJ1000 NextGen telah diakomodasi dengan pertumbuhan produksi
meliputi rute baru, yaitu rute Makassar-Lombok, ASK (Available Seat Kilometer) sebesar 18,7%.
Makassar-Gorontalo, Surabaya-Semarang, Pertambahan frekuensi juga dilakukan untuk
Surabaya-Lombok, Manado-Ternate, Makassar- rute Jakarta-Bangkok menjadi 3 kali sehari dan
Manado, Makassar-Palu dan Tarakan-Balikpapan Jakarta-Kuala Lumpur menjadi 3 kali sehari,
serta penggantian pesawat pada beberapa rute, walaupun untuk Jakarta-Kuala Lumpur telah
yaitu rute Makassar-Ternate, Makassar-Kendari, dikurangi menjadi 2 kali sehari sejak bulan
Makassar-Surabaya, Denpasar-Surabaya, September 2012. Selain itu terjadi perubahan rute
Makassar-Denpasar, Yogyakarta-Denpasar, untuk Makassar-Singapura menjadi Makassar-
Makassar-Balikpapan dan Yogyakarta-Balikpapan. Balikpapan-Singapura, sehingga pasar Balikpapan
-Singapura juga dapat digarap secara bersamaan.
Dalam memperkuat posisi Garuda Indonesia
di pasar Indonesia Timur, selain dengan Jepang, Korea dan Cina
pengoperasian CRJ1000 NextGen, juga telah Untuk mengakomodasi pertumbuhan pasar
dilakukan penambahan frekuensi pada rute-rute Jepang, terutama Tokyo yang cukup signifikan
yang pertumbuhan pasarnya cukup menjanjikan sebesar 19%, penerbangan ke Tokyo ditambah
seperti: Jakarta-Denpasar, Jakarta-Balikpapan, dengan membuka rute baru Denpasar-Haneda
Jakarta-Pontianak, dan Surabaya-Balikpapan. efektif sejak akhir April 2012. Disamping
Denpasar-Haneda, pada bulan Mei 2012 rute
Strategi Jaringan Penerbangan Jakarta-Taipei juga mulai dioperasikan dengan
Internasional menggunakan Boeing 737-800NG, sementara rute
Di pasar internasional, strategi jaringan Jakarta-Guangzhou yang sebelumnya dioperasikan
penerbangan dilakukan dengan memperkuat dengan Boeing 737-800NG diganti dengan Airbus
rute-rute Internasional melalui penambahan A330-200.
frekuensi dan pembukaan rute baru. Pertumbuhan
pasar Internasional pada rute-rute yang diterbangi Middle East
Garuda Indonesia mencapai 8,7% di tahun 2012, Pembatasan pengiriman TKI (Tenaga Kerja
diakomodasi dengan pertumbuhan produksi ASK Indonesia) cukup mempengaruhi kinerja rute
(Available Seat Kilometer) sebesar 3,4%. Kurang Jakarta-Jeddah, dan oleh karenanya Garuda
seimbangnya produksi ASK yang ditawarkan Indonesia lebih memfokuskan untuk menggarap
dengan pertumbuhan pasar disebabkan pasar Umroh. Untuk mengantisipasi hal tersebut
oleh adanya penurunan produksi ASK pada ada sedikit pengurangan frekuensi, sehingga dari
penerbangan Amsterdam sebagai antisipasi krisis sisi tingkat isian relatif lebih baik.
yang terjadi di Eropa.
Adanya konflik di Suriah juga menjadi perhatian
Terkait dengan program Quantum Leap 2011 Garuda Indonesia dan sebagai bagian dari CSR
2015, yaitu global alliance, maka pemenuhan (Corporate Social Responsibility) telah dilakukan
SkyTeam requirement tetap menjadi prioritas pemulangan Warga Negara Indonesia di Suriah
utama. Selain itu, Garuda Indonesia juga berupaya dengan menggunakan penerbangan Garuda
menjadi global player dengan melakukan kerja Indonesia dengan rute Jakarta-Jeddah-Amman-
sama dengan Etihad Airways. Dengan adanya kerja Jakarta pada bulan September 2012.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
67
Data Perusahaan

South West Pacific Selain itu, unit Network Management juga


Selama tahun 2012 tidak terdapat perubahan rute bertanggung jawab terhadap program berikut:
yang signifikan di wilayah South West Pacific.
Pertumbuhan pasar meningkat sebesar 11,2% dan 1. EU-ETS: European Emissions Trading
sudah diakomodasi dengan peningkatan produksi Scheme
ASK (Available Seat Kilometer) sebesar 10,9%. Tahun 2012 merupakan Trading Period
Penambahan produksi ASK ini hanya mampu EU ETS (European Union Emissions
diserap pasar melalui peningkatan penumpang Trading Scheme) yang pertama. Untuk
Garuda Indonesia di South West Pacific sebesar tahun 2012, Garuda Indonesia tidak perlu
8,2%. Lebih rendahnya pertumbuhan penumpang mengkompensasi pengeluaran emisi di wilayah
Garuda Indonesia dibandingkan pertumbuhan Eropa dikarenakan pengurangan frekuensi
pasar, menyebabkan pangsa pasar Garuda penerbangan Garuda Indonesia ke wilayah
Indonesia mengalami penurunan dari 35,5% di Eropa sejak 1 Maret 2012 yang menyebabkan
tahun 2011 menjadi 34,6% di tahun 2012. Garuda Indonesia berada di kategori operator
penerbangan yang tidak termasuk dalam
Disamping inisiatif pengembangan jaringan skema EU ETS untuk Monitoring periode 2012.
seperti tersebut di atas, Garuda Indonesia juga
menjalin kerja sama dengan mitra airline dalam Selain itu, pada 12 November 2012 European
memperluas jaringannya. Selama tahun 2012 Commission mengumumkan bahwa EU akan
Garuda Indonesia melakukan kerja sama dengan menghentikan sementara implementasi ETS
11 maskapai, yaitu China Airlines, China Southern, aviation selama 1 tahun atau disebut stop
KLM, Korean Air, Vietnam Airlines, Turkish the clock, sebagai reaksi untuk mendorong
Airlines, Singapore Airlines, Silk Air, Royal Brunei, ICAO (International Civil Aviation Organization)
Philippines Airlines dan Etihad Airways. perihal solusi pengurangan emisi secara
global.
Ekspansi dan strategi menambah frekuensi yang
dilakukan selama tahun 2012 telah meningkatkan 2. Kerja Sama dengan Airline Partners
jumlah penumpang sebesar 13,6%, lebih tinggi Untuk meningkatkan kinerja dan memperluas
dibandingkan dengan peningkatan produksi ASK jaringan, Garuda Indonesia menjalin kerja
(Available Seat Kilometer) yang hanya meningkat sama dengan 11 airline selama tahun 2012,
sebesar 7,2%. yaitu China Airlines, China Southern, KLM,

Kerja sama dengan


Etihad Airways
menawarkan kepada
penumpang jaringan
penerbangan ke 27
kota di 24 negara
dengan lebih dari 297
penerbangan setiap
minggunya.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


68
Komersial

Korean Air, Vietnam Airlines, Turkish Airlines, 3. Kegiatan Rutin


Singapore Airlines, Silk Air, Royal Brunei, Sebagai kelanjutan dari program
Philippines Airlines dan Etihad Airways. keikutsertaan Garuda Indonesia bergabung
dalam Aliansi Global SkyTeam, SkyTeam
Pada tahun 2012, Garuda Indonesia menjalin telah membentuk tim yang bertugas
kerja sama baru dengan Etihad Airways untuk memonitor secara rutin progress milestone
menggarap potensi pasar sedini mungkin. kesiapan Garuda Indonesia bergabung
Sebagai mitra strategis, Etihad Airways akan dengan SkyTeam:
dapat memberikan cakupan jaringan global Transition Support Team (TST) terdiri
yang lebih luas sebelum Global Alliance dari beberapa maskapai penerbangan
melalui SkyTeam efektif dijalankan pada tahun yang telah memiliki perjanjian bilateral
2014. Kemitraan ini akan menawarkan kepada dengan Garuda Indonesia dan SkyTeam
penumpang jaringan penerbangan ke 27 kota di Office. Koordinasi TST ini dilakukan
24 negara dengan lebih dari 297 penerbangan setiap 3 bulanan di Jakarta dengan
setiap minggunya. agenda utama adalah progress report
Garuda Indonesia dalam pemenuhan
3. Global Alliance dengan SkyTeam membership requirement untuk
Dalam upaya Garuda Indonesia menjadi full menjadi anggota SkyTeam serta kendala
member SkyTeam di tahun 2014, terdapat 3 yang dihadapi dalam prosesnya. Garuda
hal utama yang memegang peran penting Indonesia Subject Matter Expert (SME)
dalam keberhasilan Garuda Indonesia menjadi yang terkait dengan membership
anggota aliansi global SkyTeam. requirement memberikan laporan pada
TST meeting ini.
1. Kesiapan Kerja Sama Bilateral dan IT2 (Information Technology Integrated
Implementasi IT Team) bertugas melakukan koordinasi
Dari daftar persyaratan yang harus dipenuhi dan memastikan integrasi sistem
oleh Garuda Indonesia sebagai syarat antara Garuda Indonesia dengan
bergabung menjadi anggota SkyTeam setiap anggota maskapai SkyTeam,
adalah kerja sama bilateral seperti agar dapat terpenuhi sesuai jadwal
Codeshare, FFP, Lounge, Zona Employee yang telah ditetapkan. Koordinasi ini
Discount, dan Inter Airline Through dilakukan melalui conference call yang
Check-in. Untuk mengimplementasikan dilaksanakan minimal sebulan sekali.
seluruh kerja sama bilateral ini, peran IT Tugas tim ini meliputi:
sebagai enabler suatu kerja sama mutlak - Memastikan System & Infrastructure
diperlukan dan menjadi perhatian utama. Altea & FFP terintegrasi dengan 19
Maskapai anggota SkyTeam lainnya sangat partnership SkyTeam
mendukung Garuda Indonesia dalam - Memastikan System & infrastucture
memenuhi persyaratan masuk keanggotaan SkyTeam SupportDesk untuk
SkyTeam melalui kerja sama ini. SkyTeam Member 24 hour/7 days
- Memastikan System Features
2. Change Management Garuda Indonesia dapat
Menjadi bagian dari suatu aliansi global, berkolaborasi dengan Features
tidak hanya berarti bahwa Perusahaan SkyTeam
perlu memenuhi seluruh persyaratan - Memastikan Garuda Indonesia
menjadi anggota, namun yang utama adalah Security Policy telah mematuhi
mempersiapkan seluruh masyarakat/insan SkyTeam Information Security Policy
Garuda Indonesia untuk bertindak sebagai - Memastikan adanya Service Oriented
bagian dari maskapai global yang mampu Architecture untuk pengembangan
menawarkan serta memberikan pelayanan SkyTeam jangka panjang.
eksklusif dengan standar pelayanan - Memastikan Best Practice
SkyTeam kepada pelanggan Garuda Document Management System
Indonesia dan SkyTeam di seluruh dunia. untuk document SkyTeam (easy to
Track)

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
69
Data Perusahaan

- Memastikan kesiapan progress Revenue Management


report IT2 Garuda Indonesia di setiap Selama tahun 2012 berbagai usaha dilakukan
call conference & TST oleh Perusahaan untuk menghasilkan pendapatan
yang optimal sesuai kapasitas yang ada. Strategi
Di samping 2 tim di atas, setiap bulan harga dan seat allocation ditetapkan dengan
rutin dilakukan Big Conference Call mempertimbangkan kondisi pasar dan persaingan,
dengan beberapa anggota SkyTeam, perilaku konsumen dan target keuntungan
dimana pada kesempatan tersebut Perusahaan. Untuk mendukung pencapaian target
Garuda Indonesia memberikan progress Perusahaan, pembenahan dan peningkatan juga
pencapaian dalam memenuhi SkyTeam terus dilakukan pada aspek pokok yang meliputi
membership requirements serta sumber daya manusia, proses dan teknologi.
menyampaikan kendala yang sedang
dihadapi sehingga maskapai anggota
SkyTeam dapat membantu memberikan
solusi berdasarkan pengalaman
mereka.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


70
Komersial

Dari sisi sumber daya manusia, Perusahaan Dari sisi teknologi, Perusahaan mengganti sistem
aktif mengembangkan kemampuan sumber daya lama dengan sistem baru yang diharapkan
manusianya melalui training, workshop ataupun dapat memenuhi tuntutan perkembangan
seminar disamping pembinaan yang meliputi bisnis global. Passenger Service System, Fare
penugasan khusus. Pengembangan kemampuan Management System dan Revenue Management
tersebut dilakukan agar SDM terbiasa dan handal System merupakan sistem pendukung
dalam menggunakan beberapa sistem baru yang Revenue Management yang sedang dalam taraf
akan diterapkan di unit Revenue Management . pembaruan. Dengan dukungan sistem yang
handal, peningkatan pendapatan yang maksimal
Dari sisi proses bisnis, program yang telah diharapkan dapat dicapai sesuai dengan target
berjalan dengan baik akan terus dilanjutkan dan yang telah ditentukan oleh Perusahaan.
ditingkatkan di tahun 2013. Penetapan harga Early
Bird, Advanced Purchase, dan pemberian harga Passenger Yield - Harga
khusus melalui direct channel, pameran dan Secara keseluruhan terjadi peningkatan yield
partnership akan terus dilakukan. Restrukturisasi pada tahun 2012, dari USc 9,84 menjadi USc
harga dengan airline partner demi memperoleh 9,99. Peningkatan yield di tengah penambahan
harga yang kompetitif dan memasukkan harga armada dan penambahan rute serta frekuensi
ke dalam sistem sehingga proses auto pricing menunjukkan penerapan strategi Revenue
dapat dilakukan juga akan terus dilakukan dan Management yang tepat.
ditingkatkan. Proses auto pricing memegang
peranan yang cukup penting karena dapat Pemasaran
meningkatkan efisiensi dan akan mengurangi Selama tahun 2012 Garuda Indonesia aktif
kesalahan yang ditimbulkan akibat human melakukan kegiatan pemasaran dalam upaya
error. Mulai 1 Desember 2012 Perusahaan juga mendukung peningkatan kapasitas produksi yang
mulai melakukan perubahan RBD (Reservation ada. Kegiatan pemasaran yang dilakukan meliputi
Booking Designator) untuk memenuhi salah satu sponsorship, partnership, tour & MICE, serta
requirement dari SkyTeam.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
71
Data Perusahaan

media advertising print dan digital media. Garuda Salah satu momentum penting yang
Indonesia banyak menjalin kerja sama penjualan diraih Perusahaan di tahun 2012 adalah
dengan beberapa perusahaan, terutama yang penandatanganan perjanjian kerja sama
bergerak di bidang perbankan dan telekomunikasi sponsorship dengan Liverpool FC sebagai Official
mengingat basis pelanggannya yang besar. Selain Global Airline Partner. Melalui kerja sama
itu, Perusahaan juga aktif menyelenggarakan sponsorship ini, Perusahaan dapat melakukan
kegiatan-kegiatan promosi berupa Travel Fair, baik kegiatan marketing yang efektif dengan
yang diselenggarakan oleh Perusahaan sendiri menggunakan global channel communication
maupun yang bekerja sama dengan partner seperti yang dimiliki oleh Liverpool FC. Selain itu,
Garuda Indonesia Travel Fair (GATF), Garuda Perusahaan juga mensponsori Rio Haryanto untuk
Indonesia International Islamic Expo, BNI Travel kegiatan olahraga balap mobil internasional GP2.
Fair, Kompas Travel Mart, Astindo Travel fair, Kegiatan ini dilakukan dalam upaya meningkatkan
Mandiri Travel fair dan lainnya. awareness perusahaan di pasar internasional.

Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) menjadi Kegiatan media advertising dengan penggunaan
agenda yang kehadirannya sangat ditunggu oleh media digital sebagai sarana komunikasi dalam
masyarakat. Sambutan positif yang diberikan upaya mendekatkan diri dengan pelanggan
oleh masyarakat di tahun 2011 membuat menjadi pilihan perusahaan yang banyak dilakukan
Perusahaan melaksanakan kembali kegiatan ini di tahun 2012. Hal yang sangat penting adalah
di tahun 2012 dengan cakupan yang lebih luas. telah dilaksanakannya Website Revamp, yaitu
Sepanjang tahun 2012 GATF telah dilaksanakan perubahan tampilan pada website Perusahaan
di 18 kota besar di seluruh Indonesia, atau 8 kota dengan fitur dan konten yang semakin menarik.
lebih banyak dibandingkan pelaksanaan GATF Selain itu, Perusahaan juga memanfaatkan secara
tahun sebelumnya. Rangkaian pelaksanaan maksimal social media sebagai sarana untuk
GATF dimulai pada awal tahun di Kota Bandung, berinteraksi dengan pelanggan.
Pekanbaru, Manado, Surabaya, Padang, Malang,
Batam, Denpasar, Solo, Semarang, Yogyakarta, Distribusi Penjualan
Palembang, Jambi, Pontianak, Makassar, Medan, Seiring dengan perkembangan zaman yang
dan Jakarta. Kota Banjarmasin dipilih sebagai kota semakin pesat di bidang teknologi dan komunikasi,
terakhir sebagai kota penutup penyelenggaraan saluran distribusi Garuda Indonesia pun ikut
Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2012. berkembang dan semakin bervariasi. Melalui dua
saluran penjualan utama, yaitu saluran langsung
(direct channel) dan saluran tidak langsung

Di tahun 2012,
Garuda Indonesia
menyelenggarakan
Garuda Indonesia
Travel Fair (GATF)
di 18 kota besar di
Indonesia.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


72
Komersial

(indirect channel), Perusahaan berusaha untuk (dapat dipindahkan) dan dikelola oleh pihak
mendekatkan diri dengan pelanggan. ketiga. Umumnya gerai counter berada di lobby
hotel, mall, dan gedung perkantoran. Gerai
Direct channel terdiri dari Call Center, Sales Office pertama telah diluncurkan di Tangerang City
& Ticketing Office, Website, Garuda Online Sales Mall pada September 2012, dan akan dilakukan
(GOS), Bilateral Interline Traffic Management pengembangan gerai lainnya ke beberapa kota
(BITA), dan Multilateral Interline Business Travel lainnya di Indonesia di masa datang.
Agreement (MIBA), sementara Indirect Channel
terdiri dari Travel Agent, GSA (General Sales Selama tahun 2012 porsi penjualan melalui travel
Agent), dan IBCS (IATA BSP Consolidator System). agent (IATA BSP agent) merupakan penyumbang
terbesar di antara seluruh channel distribusi,
Demi meningkatkan kemudahan akses masyarakat dengan jumlah agent aktif tercatat sebanyak 644
terhadap Garuda Indonesia, Perusahaan telah IATA agent. Sedangkan jumlah member Garuda
melakukan penambahan dan pengembangan pada Online System (GOS/badan usaha selain travel
Branch Office, Sales Office, dan pengembangan agent) mencapai 5.175 member, atau meningkat
konsep distribusi baru di seluruh wilayah 36% dibandingkan tahun sebelumnya.
Indonesia. Di tahun 2012, Perusahaan membangun
2 Sales Office baru dan merenovasi 2 Branch Office Di tahun 2012, terdapat penambahan kantor
dan 1 Sales Office. Selain itu, Garuda Indonesia penjualan General Sales Agent (GSA) di 6 negara,
juga telah menambah jenis saluran penjualan yaitu Brunei, Kuwait, Frankfurt, London, Belgium,
langsung dengan meluncurkan Mobile Ticketing dan Abu Dhabi, selain kantor GSA yang telah ada
Counter (MTC) pada November 2012. MTC sebelumnya di USA, Canada, Vietnam, Philippines,
merupakan konsep penyediaan layanan reservasi Qatar, Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, dan
dan service lainnya dengan menggunakan unit Auckland.
kendaraan bergerak. Saat ini terdapat 2 MTC yang
beroperasi di wilayah Jakarta, dan direncanakan Corporate Sales
akan bertambah di wilayah lainnya di seluruh Kerja sama Corporate Sales menjadi fokus
Indonesia. Perusahaan mengingat besarnya potensi yang
dimiliki di segmen ini. Potensi penjualan untuk
Saluran penjualan lain yang dikembangkan pasar corporate masih terbuka lebar dan terus
Garuda Indonesia adalah Gerai Counter, yaitu dikembangkan oleh Perusahaan, dengan terus
counter penjualan yang bersifat moveable bertambahnya baik jumlah corporate maupun

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
73
Data Perusahaan

pendapatan yang dihasilkan. Garuda Indonesia Pada akhir tahun 2011 Garuda Indonesia telah
secara aktif terus menggarap pasar ini dengan menawarkan program Corporate Online System
mengadakan kerja sama dengan Perusahaan, baik (COS) yang dapat memfasilitasi corporate untuk
dalam negeri maupun luar negeri. dapat melakukan pembukuan, pembayaran, dan
pencetakan tiket di kantor sendiri. Hal ini sangat
Keuntungan yang didapat oleh pelanggan membantu sebuah perusahaan dalam upaya
corporate berupa potongan harga, penambahan efisiensi dan kemudahan baik untuk karyawan
barang bawaan/bagasi, priority handling jika atau untuk keluarganya. Sampai dengan akhir
pesawat penuh serta benefit lainnya terus tahun 2012 jumlah perusahaan yang telah
dikembangkan. Sedangkan keuntungan bagi menggunakan sistem tersebut mencapai lebih dari
Garuda Indonesia adalah terciptanya captive 275 perusahaan.
market dalam jangka waktu yang cukup lama
dan akan mengurangi biaya distribusi serta Dengan semakin banyaknya pelanggan corporate
sangat membantu perluasan pasar, disamping dan semakin tingginya ekspektasi pengguna
peningkatan pendapatan. jasa, maka Garuda Indonesia terus memberikan
kemudahan bagi pelanggan corporate seperti
Garuda Indonesia akan lebih fokus pada halnya fleksibilitas perubahan jadwal, pemberian
perusahaan besar yang mempunyai banyak cabang apresiasi, dan special identity pada kartu Garuda
dan mempunyai potensi tinggi dalam perjalanan Frequent Flyer (GFF).
dinas atau untuk keluarganya. Jumlah Corporate
sampai dengan akhir tahun 2012 mencapai 1.721 E-Commerce
Corporate, dengan kenaikan pendapatan rata-rata Di tahun 2012, Garuda Indonesia juga terus
dari tahun 2007 hingga 2012 mencapai 54,1% dan berupaya untuk meningkatkan kinerja dari
pendapatan di tahun 2012 tercatat sebesar Rp 1,95 jalur distribusi E-Commerce. Total Penumpang
triliun. (passenger traffic) dari jalur distribusi ini mencapai
2.943.149 penumpang di tahun 2012, atau
Untuk pasar luar negeri, saat ini telah menyumbang sekitar 16,5% dari total penumpang
dikembangkan konsep kerja sama Global Garuda Indonesia. Hal ini pada gilirannya
Contract dengan perusahaan bertaraf meningkatkan penjualan E-Commerce. dari USD
multinasional. Kontrak kerja sama tersebut 197,2 juta di tahun 2011 menjadi USD 307,7 juta di
berlaku di semua negara dimana perusahaan tahun 2012 atau meningkat sebesar 56%.
tersebut mempunyai perwakilan. Kontrak yang
sedang berjalan adalah global contract dengan Beberapa inisiatif yang dijalankan di tahun 2012
Shell, Standard Chartered Bank, Citibank, guna mendukung peningkatan kinerja adalah
Syngenta dan sedang dalam proses dengan peluncuran desain web yang baru penerapan
Microsoft, Total, IBM, Yamaha, Honda dan lainnya. online marketing, penambahan platform dari
mobile commerce antara lain windows phone

Pertumbuhan Penumpang melalui E-Commerce (%)


250
350.000
205%
300.000
188% 200
179% 179% 182%
178%
250.000

157% 159% 150


200.000 148% 145%
136%
150.000 100

100.000 126%
50
50.000

0 0
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des

2011 2012 Pertumbuhan (%)

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


74
Komersial

dan Symbian, menjalankan Mobile website serta maskapai yang melayani di area ini terutama
beberapa Inisiatif penjualan, seperti Early Bird, maskapai low cost seperti Jetstar.
Midnite Sales dan Every Day Good Prices.
Domestik
PANGSA PASAR Total penumpang mainbrand perusahaan selama
tahun 2012 mengalami peningkatan sebesar 12%
Internasional dibandingkan tahun 2011 seiring dengan stabilnya
Pangsa pasar internasional Perusahaan pada perekonomian makro Indonesia.
tahun 2012 mengalami kenaikan sebesar 0,8
percentage points menjadi 15,1% dibandingkan Penambahan armada baik Garuda Indonesia
tahun sebelumnya. maupun pesaing ikut mendorong semakin
meningkatnya total penumpang dengan semakin
Pangsa pasar mainbrand Perusahaan di banyaknya rute dan frekuensi yang ditawarkan.
pasar internasional dari dan ke Bandar Udara Penggunaan pesawat dengan kapasitas yang
Internasional Soekarno-Hatta, Ngurah Rai besar juga turut memicu peningkatan jumlah
Denpasar, Sultan Hassanudin Makassar, dan penumpang, karena dengan kapasitas yang besar
Juanda Surabaya mengalami kenaikan sebesar memungkinkan penawaran harga yang lebih
0,7 percentage points menjadi 24,2% pada tahun menarik.
2012 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Hal ini disebabkan penambahan frekuensi yang Pertumbuhan pasar domestik diikuti dengan
mengakibatkan frequency share Perusahaan persaingan yang semakin ketat di antara maskapai
bertambah 1,6 percentage points menjadi 28,4%. yang ada. Garuda Indonesia dan pesaing secara
aktif melakukan ekspansi ke rute-rute baru dan
Pertumbuhan pasar terbesar dinikmati oleh area penambahan frekuensi seiring dengan terus
Japan Korea China (JKC) yang disebabkan oleh bertambahnya armada yang dimiliki. Pangsa pasar
penambahan frekuensi dari maskapai lain seperti Garuda Indonesia di tahun 2012 pada rute yang
Hong Kong Express Airways. Pertumbuhan pasar diterbangi dari dan ke Bandar Udara Internasional
Japan Korea China mencapai 17,8%. Pertumbuhan Soekarno-Hatta, Ngurah Rai Denpasar, Sultan
positif di area JKC diikuti oleh pertumbuhan di Hassanuddin Makassar, dan Juanda Surabaya
area South West Pacific sebesar 11,2%, yang stabil di 28,2%. Hal ini merupakan efek dari
juga disebabkan oleh bertambahnya frekuensi

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
75
Data Perusahaan

aktifnya ekspansi yang dilakukan Perusahaan pada Rencana di Tahun 2013


akhir triwulan IV tahun 2012 ke rute-rute baru di Di tahun 2013, Garuda Indonesia akan
pasar domestik. meluncurkan berbagai inisiatif untuk memperluas
network coverage Perusahaan. Seiring dengan
Secara total di semua rute domestik, Garuda rencana kedatangan 24 pesawat baru di tahun
Indonesia dan Citilink berhasil meningkatkan 2013, Perusahaan berencana membuka 27 rute
pangsa pasar Perusahaan sebesar 0,7 percentage baru untuk meningkatkan utilisasi atas pesawat
points menjadi 23,5% di tahun 2012. ini. Selain itu, Perusahaan juga akan menambah
hub baru yang akan dioperasikan dengan
Kargo menggunakan pesawat CRJ1000 NextGen.
Secara total, tonase kargo yang diangkut
penerbangan mainbrand sebesar 231.959 ton, atau Dari sisi pemasaran, Perusahaan akan
meningkat sebesar 15,1% dibandingkan dengan meningkatkan strategi marketing communication
tahun 2011, sementara Freight Tonne Kilometer baik untuk rute domestik maupun rute
mencapai 495.091.690, atau meningkat sebesar internasional untuk lebih meningkatkan brand
12,1%. awareness, memperkokoh brand imagery serta
merubah persepsi masyarakat terhadap produk
Tingkat isian Cargo (Cargo Load Factor) tercatat dan layanan Garuda Indonesia.
sebesar 47,5%, mengalami peningkatan
dibandingkan 45,7% di tahun 2011. Hal ini Sementara itu, demi kemudahan akses bagi
disebabkan oleh kenaikan kapasitas, terutama di masyarakat, Garuda Indonesia juga akan terus
sektor domestik. melakukan penambahan dan pengembangan
Branch Office, Sales Office, dan pengembangan
konsep distribusi baru di seluruh wilayah
Indonesia. Selain itu Garuda Indonesia juga akan
mengembangkan Gerai Counter ke beberapa kota
di Indonesia.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


76

Operasional
Mengimbangi penambahan armada
dan ekspansi rute dan jaringan,
Garuda Indonesia berupaya
meningkatkan indikator-indikator
kinerja operasional melalui berbagai
program efisiensi dan perbaikan,
termasuk di aspek keselamatan.

Di tengah kondisi perekonomian global yang Selain itu, Perusahaan juga berhasil
masih mengalami perlambatan, semakin mengembalikan beberapa pesawat berusia
ketatnya persaingan di industri penerbangan, tua kepada pemiliknya, yaitu 1 pesawat
fluktuasi harga bahan bakar dan kondisi Boeing 747-400, 1 pesawat Boeing 737-400
bandara yang mayoritas sedang dalam dan 1 pesawat Boeing 737-300 Citilink. Hal
perbaikan, Garuda Indonesia tetap mencatat ini dilakukan untuk mendukung Perusahaan
kinerja operasional yang baik di tahun 2012 karena armada baru lebih efisien dari segi
sebagaimana tercermin dalam berbagai bahan bakar serta biaya pemeliharaan
indikator operasional. Hal ini antara lain sehingga dapat meningkatkan efisiensi.
dimungkinkan oleh kondusifnya perekonomian
domestik dan eksekusi strategi yang baik oleh Dari total 85 pesawat yang dimiliki, 68 pesawat
direksi Perusahaan. memiliki status operating lease, 9 pesawat
financial lease dan 8 sisanya dimiliki oleh
Armada mainbrand Armada Perusahaan. Dengan masuknya armada baru,
Perusahaan Sarana produksi atau pesawat mainbrand yang usia pesawat Garuda Indonesia menjadi lebih
berjumlah 85 digunakan sampai dengan bulan Desember muda yaitu rata-rata 5,8 tahun di tahun 2012
pesawat pada tahun 2012 berjumlah 85 pesawat, mengalami dibandingkan dengan 6,5 tahun di tahun 2011.
2012, meningkat peningkatan dari 78 pesawat di tahun 2011.
dari 78 pesawat Selama tahun 2012, Garuda Indonesia Penambahan armada pesawat yang dilakukan
pada tahun 2011. mendatangkan 11 pesawat baru yang terdiri pada gilirannya meningkatkan ASK sebesar
dari 2 unit Airbus A330-200, 4 unit Boeing 10,9% dari 32,47 miliar di tahun 2011 menjadi
737-800NG dan 5 unit Bombardier CRJ1000 36,04 miliar di tahun 2012, serta Freight
NextGen untuk melayani penerbangan Garuda Available Tonne Kilometer (FATK) dari 1,39 juta
Indonesia, serta 11 pesawat Airbus A320 di tahun 2011 menjadi 1,57 juta di tahun 2012.
untuk melayani penerbangan low cost carrier
(Citilink).

Garuda
Garuda
Indonesia
Indonesia
Laporan
Laporan
Tahunan
Tahunan
20122012
Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
77
Data Perusahaan

Rute dan Jaringan frequency share di sektor domestik. Total frekuensi


Pada tahun 2012 Garuda Indonesia membuka di tahun 2012 meningkat 11,1% menjadi 129.118
7 rute baru, yaitu 5 rute domestik dan 2 rute
internasional. Sebagian dari rute tersebut adalah Jumlah frekuensi penerbangan domestik pada
hasil pengembangan jaringan di wilayah Indonesia 2012 adalah 104.636 atau 81% dari total frekuensi
Timur dengan Makassar sebagai Hub baru. Efektif penerbangan mainbrand. Peningkatan frekuensi
sejak bulan Oktober 2012 mulai dioperasikan ini merupakan hasil kajian Perusahaan atas
pesawat baru Bombardier CRJ1000 NextGen. permintaan terhadap sarana transportasi udara
Adapun rute-rute yang diterbangkan dengan di kawasan tersebut. Perusahaan senantiasa
CRJ1000 meliputi 15 rute termasuk 4 rute baru. melakukan studi kelayakan sebelum membuka
rute baru atau meningkatkan frekuensi untuk
Selain melakukan ekspansi rute, Perusahaan memastikan bahwa penambahan rute dan
juga meningkatkan frekuensi penerbangan, baik peningkatan frekuensi ini akan berdampak positif
di sektor domestik maupun internasional guna terhadap kinerja operasional Perusahaan.
memiliki daya saing yang kuat dan mendominasi

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


78
Operasional

Aircraft Maintenance Management luar Jakarta serta implementasi Aircraft Interior


Sebagai salah satu bagian dari Direktorat Teknik, Maintenance Program (AIMP) yang dimulai pada
Aircraft Maintenance Management bertanggung triwulan IV 2012.
jawab dalam melaksanakan pengelolaan
perawatan pesawat yang dioperasikan oleh Garuda Aircraft Availability
Indonesia demi menyediakan pesawat yang andal Pemenuhan pesawat yang rata-rata mencapai
dan nyaman sesuai dengan rencana penerbangan. 99,65%, mengalami peningkatan dibandingkan
Perawatan pesawat secara terencana dan tahun 2011 yang sebesar 99,46%. Peningkatan
terkendali dilakukan agar pemenuhan jumlah ini dimungkinkan oleh perbaikan pengaturan dan
dan tipe pesawat setiap harinya sesuai rencana pengendalian jadwal perawatan masing-masing
unit Operasi dan Niaga. Dalam hal pesawat tipe pesawat, meningkatkan kontrol pelaksanaan
dioperasikan, maka kontribusi keterlambatan perawatan di hangar baik perawatan rutin maupun
penerbangan yang disebabkan oleh kerusakan non rutin.
pesawat atau penyebab teknis lainnya harus
diminimalkan untuk mendukung target ketepatan Kinerja Operasional
penerbangan Garuda Indonesia. Penerapan strategi yang menyeluruh di tahun 2012
menyebabkan perbaikan di beberapa indikator
Sejalan dengan rencana Perusahaan mencapai 5 operasional seperti utilisasi pesawat, produktivitas
Star Airline pada tahun 2015, maka kondisi kabin awak kokpit serta efisiensi biaya. Sementara
pesawat berikut penampilan interior dan eksterior indikator On Time Performance mengalami
pesawat harus dijaga dan dirawat agar selalu penurunan yang mayoritas disebabkan oleh airport
memberikan kenyamanan kepada penumpang. facilities.
Seluruh peralatan yang ada di dalam pesawat
seperti Seat, Passenger Entertainment System/ On Time Performance (OTP)
PES, Cabin Light, Lavatory, Galley, Luggage Di tahun 2012, tingkat ketepatan penerbangan
Bin harus dipastikan dapat berfungsi guna OTP Garuda Indonesia mengalami penurunan
memberikan kenyamanan kepada penumpang. dari 85,68% di tahun 2011 menjadi 84,9%. Jika
Demikian pula dengan kerapian dan penampilan memperhatikan OTP pada setiap stasiun pada
interior kabin, termasuk karpet, seat cover periode Januari-Desember 2012, maka stasiun
dan seluruh peralatan dalam pesawat, serta internasional Sydney merupakan stasiun dengan
penampilan eksterior atau bagian luar pesawat OTP tertinggi yaitu 97,82%, sedangkan Jeddah
menjadi ukuran dalam upaya menciptakan merupakan stasiun dengan OTP terendah, yaitu
kenyamanan penumpang. 43,01%. Untuk stasiun domestik, OTP tertinggi
dicatat oleh stasiun Banda Aceh yaitu 94,26%
Termasuk dalam aircraft maintenance dan OTP terendah ditemui pada stasiun Tarakan
management adalah pemenuhan pesawat, sebesar 70,00%.
fungsional kabin dan penampilan interior.
Penyebab penurunan OTP antara lain adalah
Sementara itu, kinerja fungsional kabin rata-rata faktor airport facilities 9,13%, faktor teknik
tercatat sebesar 99,38 % di tahun 2012, mengalami 1,57% dan faktor cuaca 1,09%. Perbaikan tingkat
penurunan dibandingkan dengan 99,76% di OTP dilakukan dengan peningkatan operational
tahun 2011 sebagai akibat dari banyaknya monitoring and control serta dengan station
lavatory seat yang pecah pada pesawat Boeing management control. Garuda Indonesia juga
737-800NG sementara dukungan suku cadang terus melakukan program OTP enhancement
dari manufacture terbatas, sehingga terjadi dan monitoring terhadap 2 faktor penyebab
keterlambatan penggantian. keterlambatan yaitu airport facilities dan teknik.

Dari segi penampilan interior, pencapaian indikator Utilisasi Pesawat


ini tercatat sebesar rata-rata 92,70% di tahun Tingkat utilisasi armada mainbrand secara rata-
2012, mengalami peningkatan dibandingkan rata mengalami peningkatan dari 10:40 jam per
dengan 90,89% di tahun 2011 yang dimungkinkan hari di tahun 2011 menjadi 10:44 jam per hari di
oleh pelaksanaan daily cleaning di 16 station di tahun 2012. Kenaikan yang cukup signifikan terjadi

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
79
Data Perusahaan

pada tipe pesawat Boeing 747-400. Sementara Optimalisasi penggunaan GPU sebagai pengganti
tipe pesawat Boeing 737-300/400/500 mengalami Auxiliary Power Unit (APU) dilakukan di stasiun
penurunan utilisasi akibat pengalihan operasi domestik (Lombok, Banjarmasin, Balikpapan,
ke pesawat-pesawat baru. Garuda Indonesia Jakarta, Denpasar, Yogyakarta, Medan, Padang,
akan terus mengembangkan rute dan jaringan Pekanbaru, Palembang, Pontianak, Semarang,
penerbangannya ke seluruh provinsi di Indonesia Surabaya dan Makassar) dan di stasiun
untuk meningkatkan tingkat utilisasi pesawat di internasional (Amsterdam, Guangzhou, Seoul,
masa yang akan datang. Osaka, Narita, Beijing dan Shanghai).

Produktivitas Awak Kokpit dan Awak Kabin Flight Fuel Conservation adalah program
Produktivitas awak pesawat yang dihitung penghematan penggunaan bahan bakar yang
berdasarkan total block hours dibandingkan diperoleh dari selisih Flight Plan Trip Fuel (yang
dengan jumlah awak pesawat yang berproduksi selanjutnya disebut sebagai Plan Fuel) dengan
mengalami perbaikan di tahun 2012 dibandingkan Fuel Burn (yang selanjutnya disebut sebagai
dengan tahun 2011. Hal ini dimungkinkan oleh Actual Fuel) dilakukan melalui potable water
kenaikan produksi seiring bertambahnya jumlah management, optimum centre of gravity, nearest
armada khususnya tipe Boeing 737-800NG. alternate, implementasi Cost Index, peningkatan
koordinasi dengan Air Traffic Control (ATC) untuk
Jumlah Pilot dan Copilot tahun 2012 tercatat mendapatkan optimum flight level dan direct
sebanyak 842 orang, mengalami peningkatan routes, Constant Angle Non Precision Approach
dibandingkan dengan 729 orang di tahun 2011. (CANPA) dan Instrument Flight Procedure (IFP)
Peningkatan ini seiring dengan peningkatan jumlah Category D untuk pesawat Boeing 737-800NG,
armada serta rute dan frekuensi penerbangan. Extended Operation (ETOPS) 180 minutes untuk
pesawat Airbus A330, Performance Based
Produktivitas awak kokpit tercatat meningkat dari Navigation (PBN), optimalisasi rute Jeddah-
65 jam dan 57 menit di tahun 2011 menjadi 67 jam Jakarta dan Conservation yang dilakukan dalam
1 menit di tahun 2012. Maintenance Program.

Sementara itu, jumlah awak kabin Garuda Centralized Flight Planning (CFP) yang merupakan
Indonesia tercatat sebanyak 2.183 orang di tahun perubahan permintaan Flight Plan dengan
2012, meningkat dibandingkan dengan 2.128 orang menggunakan jaringan Jidom/Aeronet sebagai
di tahun 2011. Produktivitas awak kabin meningkat pengganti permintaan langsung ke Jeppesen USA,
dari 82 jam 50 menit di tahun 2011 menjadi tercatat telah terlaksana untuk 32 stasiun domestik.
sebesar 86 jam dan 39 menit di tahun 2012.
Crew Transport merupakan metode pembayaran
Efisiensi Biaya atas pembiayaan penjemputan crew menggunakan
Program Efisiensi Biaya yang dilakukan tahun 2012 sistem Ritase dimana biaya tol dan taksi sudah
merupakan kelanjutan dari program yang telah termasuk dalam service fee. Sistem sebelumnya
diterapkan pada tahun 2011, namun dilengkapi belum memasukkan biaya tol dan taksi ke dalam
dengan tambahan program Crew Transport dan service fee.
Zero Flight Time Training agar dapat diperoleh
hasil yang lebih optimal. Zero Flight Time Training dimana Flight Training
yang semula harus menerbangkan pesawat
Secara umum, program efisiensi dilakukan digantikan secara simulator.
adalah melalui penerapan Economical Tanking,
optimalisasi penggunaan Ground Power Unit Disamping itu efisiensi yang diperoleh dari
(GPU), Flight Fuel Conservation, Centralized Flight penyelenggaraan Haji 2012 dengan menjalankan
Planning, Crew Transport dan Zero Flight Time beberapa inisiatif seperti pengurangan jumlah
Training. cabin Haji, pemilihan transit point Padang sebagai
pengganti Batam untuk embarkasi Solo dan
Economical Tanking sebagai program yang Makassar, penerbangan langsung Lombok-Jeddah
ditujukan untuk menghemat biaya bahan bakar pergi pulang tanpa transit Padang, pemilihan
dengan menerapkan prosedur tankering dilakukan transit point Banda Aceh sebagai pengganti Batam
di Jakarta, Jayapura, Denpasar, Medan, Surabaya, untuk embarkasi Balikpapan, meminimalkan
Makassar, Kuala Lumpur dan Singapura.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


80
Operasional

passenger irregularity, cover insurance, route mengacu pada SOP maupun standar best Incident Rate
per 1.000 Departures
charge discount untuk embarkasi Padang dan practices yang berlaku. Garuda Indonesia sebagai
efisiensi fuel, flight hour. IOSA (IATA Operational Safety Audit) Operator 0,76 0,76
mematuhi standar keselamatan IOSA Standards
Efisiensi biaya yang diperoleh pada tahun 2012 yang merupakan acuan/standar internasional 0,31
0,29
mencapai Rp 88,1 miliar, mengalami peningkatan tertinggi, dan digunakan oleh maskapai bertaraf
8,6% dibandingkan tahun sebelumnya yang internasional lainnya.
sebesar Rp 81,1 miliar.
Pada tanggal 8 September 2012, Garuda Indonesia
Sementara itu, Flight Fuel Conservation berhasil kembali berhasil memperpanjang sertifikasi 2011 2012
menghemat penggunaan bahan bakar pada tahun IOSA untuk ketiga kalinya yang akan berlaku Safety Achievement
2012 sebesar 24,22 juta liter, lebih tinggi 10,04% hingga 2 tahun mendatang, Garuda Indonesia
dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar akan senantiasa mempertahankan standar safety Safety Target
22,01 juta liter. sesuai dengan aturan IOSA yang terbaru.

Total pemakaian bahan bakar (fuel burn) di Garuda Indonesia secara konsisten menerapkan
tahun 2012 tercatat sebesar 1.182,78 juta liter, Safety Management System (SMS) sebagai salah OHR Target VS
meningkat sebesar 7,1% dibandingkan tahun satu acuan untuk meningkatkan keselamatan Achievement
sebelumnya yaitu 1.104 juta liter. Peningkatan ini penerbangan. Implementasi peningkatan 1.999 1.944
disebabkan oleh peningkatan produksi dimana keselamatan ini tercermin pada penetapan safety
frekuensi penerbangan mengalami peningkatan target korporat yang mencakup maksimum
sebesar 10,48%, Available Tonne Kilometer Incident Rate per 1.000 departures dan jumlah 788 867
(ATK) mengalami peningkatan sebesar 9,04% minimum pelaporan Operational Hazard Report
dan Revenue Tonne Kilometer (RTK) meningkat (OHR) yang ditentukan setiap tahun oleh Board of
sebesar 9,85%. Management di dalam Corporate Safety Committee
(CSC) Meeting. Di tahun 2012, incident rate per
2011 2012
Rencana Tahun 2013 1.000 departures adalah 0,288 atau 0,472 lebih
Untuk menjaga konsistensi terhadap kualitas rendah dibandingkan dengan tingkat insiden di Achievement

produk dan pelayanan dari sisi operasional, Garuda tahun 2011 yang sebesar 0,31. Incident rate tahun
Target
Indonesia menargetkan ketepatan penerbangan 2012 ini merupakan incident rate terendah/terkecil
(On Time Performance/OTP) sebesar 85%, dimana selama 10 tahun terakhir.
rata-rata pencapaian OTP tahun sebelumnya
sebesar 84,90%. Peningkatan kualitas produk Sementara itu perolehan OHR pada tahun 2012
terus dilakukan dengan peningkatan manajemen secara korporat mencapai 1.944 report atau
operasional di antaranya dengan melengkapi 124% lebih tinggi dibandingkan target minimum
teknologi terbaru di pesawat dengan pemasangan di tahun 2012 yang berjumlah 867 OHR. Hal ini
electronic flight bag (EFB), Centralized Flight mencerminkan konsistensi unit-unit yang terkait
Dispatch (CFD) di Australia, Singapura dan Jepang. dengan kegiatan operasional penerbangan
Pembentukan Domestic Hub sebagai bagian dalam pengelolaan operasional sehingga dapat
dari strategi pengembangan jaringan domestik mengurangi jumlah insiden dan memitigasi risiko
(Makassar dan Medan). yang timbul.

Efisiensi biaya juga menjadi perhatian yang sangat Rencana Tahun 2013
besar. Tahun 2013 Perusahaan menargetkan Sebagai maskapai penerbangan yang
efisiensi sebesar Rp 324 miliar yang diperoleh dari mengutamakan aspek keselamatan dan
Fuel Conservation Program, Centralized Flight keamanan, Garuda Indonesia meningkatkan
Dispatch Document Service, Zero Flight Time target incident rate 2013 sebagai indikator safety
Training dan e-learning DG and AVSEC. performance operational penerbangan yang
ditetapkan dalam Corporate Safety Committee
Aspek Keselamatan Penerbangan Meeting dan Joint Safety Board Meeting di bulan
Garuda Indonesia berkomitmen sebagai maskapai Desember 2012 yaitu sebesar 0,72 per 1.000
yang mengutamakan aspek keselamatan departures turun sebanyak 0,04 atau 5% lebih
dan keamanan, dimana di setiap kegiatan rendah dari 0,76 per 1.000 departures target
operasionalnya dipersyaratkan untuk selalu tahun 2011 dan 2012. Sedangkan untuk target

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
81
Data Perusahaan

penerimaan OHR 2013 adalah 1.100 reports naik kelompok terbang (kloter) dari 10 embarkasi, yaitu
20% dari target corporate 2012 yang berjumlah 867 Banda Aceh, Medan, Padang, Palembang, Jakarta,
reports. Solo, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar dan
Lombok. Untuk melayani penerbangan ini, Garuda
Menyikapi ekspansi Garuda Indonesia yang cukup Indonesia mengoperasikan 15 pesawat terdiri:
signifikan terutama fleet & route expansion, telah 1 pesawat Boeing 767-300ER (325 seat)
diimplementasikan sistem pelaporan (safety 3 pesawat Boeing 747-400 (455 seat)
report) berbasis web yaitu Integrated Electronic 11 pesawat Airbus A330 (325/360/375 seat).
Safety Database (IESD) yang dapat diakses
dimana saja dan kapan saja. Dengan adanya IESD Armada pesawat ini rata-rata berusia muda
tersebut diharapkan karyawan lebih proaktif dalam sebagaimana yang dipersyaratkan oleh
menyampaikan laporan yang berkaitan dengan Kementerian Agama. Sejalan dengan hal tersebut
keselamatan dan keamanan Garuda Indonesia. Garuda Indonesia senantiasa berupaya terus
meningkatkan kualitas layanan kepada para
Program Penerbangan Haji pelanggan yaitu jemaah haji Indonesia.
Penerbangan Haji merupakan salah satu
program yang senantiasa ditingkatkan kinerjanya Garuda Indonesia senantiasa berupaya
demi mendukung kinerja Perusahaan secara meningkatkan kualitas layanan kepada para
keseluruhan. Perbaikan kinerja dilakukan melalui pelanggan. Di tahun 2012, inisiatif yang dilakukan
peningkatan pendapatan dan pengelolaan biaya pada pelaksanaan operasional penerbangan Haji di
secara lebih efektif dan efisien. antaranya adalah:

Dalam pelaksanaan penerbangan Haji di 1. Untuk mempermudah masyarakat mendapat


tahun 2012/1433H, Garuda Indonesia berhasil informasi tentang jadwal keberangkatan
mencapai tingkat ketepatan penerbangan (On dan kepulangan penerbangan Haji, Garuda
Time Performance/OTP) sebesar 90,88% untuk menyiapkan website: www.haji-ga.com yang
fase-1 Keberangkatan dan 78,33% untuk fase-2 dapat diakses oleh masyarakat dan data dari
Kepulangan. website ini bersifat real-time dan on-line.

Untuk fase keberangkatan tingkat OTP lebih 2. Sosialisasi mengenai ketentuan barang bawaan
rendah dibandingkan dengan tahun sebelumnya disampaikan kepada jemaah haji, mulai
yang sebesar 96,99% karena Garuda harus dari penyebaran brosur mengenai informasi
mengalihkan jalur penerbangannya dengan penerbangan Haji, sosialisasi langsung kepada
menempuh rute yang lebih jauh seiring dengan jemaah haji dan Panitia Penyelenggara Ibadah
adanya percobaan peluncuran roket yang Haji (PPIH), distribusi dan penayangan CD/
dilakukan oleh negara India. Sementara untuk VCD perihal ketentuan barang bawaan, serta
fase kepulangan tingkat OTP telah mengalami pemasangan standing poster di asrama
peningkatan yang cukup signifikan menjadi Haji embarkasi, hotel transit dan bandara
78,33% dibandingkan dengan tahun lalu sebesar internasional King Abdulaziz Jeddah.
69,46%, hal ini merupakan dampak positif dengan
digunakannya dedicated terminal (West Terminal) 3. Pelaksanaan proses body search dan
Bandara Internasional King Abdulaziz (KAIA) sweeping bagasi yang di luar ketentuan
Jeddah. kepada jemaah haji oleh petugas Haji
Garuda Indonesia dilakukan di plaza bandara
Pelaksanaan Penerbangan Haji 1433H/2012M internasional King Abdulaziz, Jeddah sebelum
dimulai pada tanggal 21 September hingga 20 jemaah haji masuk ke dalam ruang tunggu
Oktober 2012 (Fase-1 Keberangkatan), sementara bandara. Kegiatan ini dilakukan selain untuk
Fase-2 Kepulangan dilaksanakan pada tanggal 31 terjaminnya kenyamanan, keselamatan dan
Oktober hingga 30 November 2012. keamanan dalam penerbangan juga untuk
memperlancar proses Security X-Ray oleh pihak
Pada tahun 2012, Garuda Indonesia menerbangkan airport authority Jeddah.
112.473 jemaah haji yang tergabung dalam 295

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


82
Operasional

Jumlah Embarkasi, Jemaah & OTP Operasional Haji

Jumlah Pesawat Kapasitas Jumlah


Embarkasi OTP - Fase 1 OTP - Fase 2
Jemaah Digunakan Penumpang Kloter

Banda Aceh 3.957 B-767 325 12 75% 42%


Medan 8.230 B-747 455 18 100% 72%
Padang 7.356 A330 374 20 95% 75%
Palembang 7.247 A330 360 21 90% 86%
Jakarta 22.628 B747 455 50 98% 86%
Solo 33.216 A330 375 89 90% 75%
Banjarmasin 5.026 B767 325 16 81% 94%
Balikpapan 5.286 A330 360 15 81% 87%
Makassar 14.964 A330 375 40 87% 76%
Lombok 4.563 A330 325 14 100% 79%
112.473 295 91%* 78%*

* Rata-Rata OTP

4. Program rekrutmen awak kabin Haji putra- 9. Pelaksanaan riset kepuasan penumpang
putri daerah terus dilakukan untuk dapat dilakukan oleh tim independen dari unit
melancarkan komunikasi dalam melayani Customer Research untuk mengukur dan
jemaah haji khususnya pada saat di dalam mengetahui seberapa besar tingkat kepuasan
pesawat, mengingat sebagian jemaah hanya jemaah haji. Customer satisfaction index
mampu berbahasa daerah, Garuda Indonesia yang dicapai pada pelaksanaan operasional
menugaskan 556 orang awak kabin yang 60% di Haji tahun 2012M/1433H adalah sebesar 81%
antaranya merupakan awak kabin yang berasal melebihi target yang ditetapkan 71%.
dari putra-putri daerah embarkasi.
Pemulangan WNI Overstay
5. Menyajikan makanan di pesawat berupa 2 kali Pada saat pelaksanaan operasional Haji fase-1
meal dan 1 kali snack selama penerbangan tahun 2012M/1433H, Garuda Indonesia turut
dimana menu makanan yang disajikan sudah berperan aktif dalam membantu program
disesuaikan dengan selera jemaah haji dari Pemerintah untuk pemulangan Warga
masing-masing embarkasi (daerah asal). Negara Indonesia Overstay (WNIO) dari Saudi
Arabia dengan menggunakan Empty Flight
6. Pemberian 5 liter air zam-zam kepada seluruh penerbangan Haji.
Jemaah Haji dilakukan di debarkasi setempat
yaitu pada saat kepulangan Jemaah Haji, hal Pihak Menko Kesra melalui Kementerian
ini agar jemaah haji tidak perlu lagi membawa Luar Negeri telah meminta kepada Garuda
zam-zam ke dalam kabin pesawat. Indonesia perihal WNI Overstay tersebut dapat
dipulangkan ke tanah air dengan menggunakan
7. Pada kegiatan Continual Improvement pesawat Haji Garuda Indonesia yaitu empty
Program operasional Haji 1433H telah flight penerbangan Haji fase-1 (masa
dilakukan serangkaian kegiatan audit Sertifikasi pemberangkatan Jemaah Haji).
Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 oleh
pihak badan sertifikasi SGS Indonesia. Pelaksanaan pemulangan WNI Overstay
dilakukan dengan menggunakan 6 flight Haji
8. Kemudian dalam pelaksanaan program Safety & yang dilaksanakan dari tanggal 17 Oktober
Security unit Haji, Garuda Indonesia senantiasa sampai dengan 20 Oktober 2012, yaitu sebagai
mengacu kepada program IOSA IATA yang telah berikut:
dicanangkan oleh Perusahaan.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
83
Data Perusahaan

Nomor
Kloter Tanggal Dewasa Anak-anak Bayi Total
Penerbangan

1 5119 17-Okt-12 302 15 19 335


2 4115 17-Okt-12 301 42 30 373
3 6218 18-Okt-12 317 55 29 401
4 6319 18-Okt-12 339 33 28 400
5 6019 19-Okt-12 348 19 20 387
6 6119 20-Okt-12 295 22 16 333
Total 1.902 186 142 2.230

Untuk pemulangan WNIO ini bagi Garuda yang menjadi Key Performance Indicator
Indonesia telah mendapatkan additional (KPI) Dinas Haji tahun tahun 2012M/1433H
revenue sebesar USD 188,11 X 2.230 adalah sebesar 2,3%.
penumpang = USD 419.485. Mengacu kepada data SAP per tanggal 17
Desember 2012 pencapaian profit Haji tahun
Kinerja Finansial 2012M/1433H mencapai di atas 3%.
1. Revenue Angkutan Haji
Berdasarkan aktual jemaah haji yang 2. Efisiensi Program
diangkut sebanyak 112.473 orang, maka total Dalam kegiatan operasional angkutan
revenue angkutan Haji tahun 2012M/1433H Haji tahun 2012M/1433H Unit Haji telah
sebesar USD 249.280.660. mengupayakan pelaksanaan efisiensi
Other Revenue (WNIO, Sponsorship, SOB, program.
dan lain-lain): sebesar Rp 5.376.665.140 Efisiensi program yang dilakukan adalah
Proyeksi profit untuk kinerja finansial Haji sebagai berikut:

Nilai Efisiensi
No. Efisiensi Optimalisasi

Rp miliar

1 Flight hour & fuel Redispatch & alternate route 38,3


2 Flight Schedule Perpindahan transit point dari Batam ke Padang 12,6
3 Awak Kabin Optimalisasi Pemberdayaan A/K Haji 8,9
4 Flight Schedule Direct flight untuk embarkasi Lombok 2,8
5 Irregularities Passenger Irregularities Jeddah 1,7
6 Hedging Pelaksanaan hedging fuel 89,8
Total 154,1

Penghargaan dari Pemerintah Arab Saudi


Garuda Indonesia memperoleh piagam
penghargaan The Best Airline dari Direktorat
Jenderal Penerbangan Sipil Arab Saudi (General
Authority of Civil Aviation/GACA) dan King
Abdulaziz International Airport, Jeddah, atas
kinerja Garuda Indonesia yang baik selama
pelaksanaan penerbangan haji tahun 2012.
Penghargaan diberikan berdasarkan penilaian
GACA terhadap 3 aspek, yaitu perencanaan
penerbangan haji serta operasional dan
pelayanan (service), dan tingkat ketepatan
penerbangan (On-Time Performance/OTP).

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


84

Layanan
Sebagai The Airline of Indonesia,
peningkatan layanan senantiasa
menjadi komitmen Garuda
Indonesia guna meningkatkan
loyalitas pelanggan dan
mempromosikan citra Indonesia
ke dunia internasional.

Garuda Indonesia sangat memahami Garuda Indonesia terus mengembangkan


pentingnya aspek pelayanan kepada konsep Garuda Indonesia Experience, sebuah
pelanggan. Hal ini selaras dengan nilai konsep layanan yang mengandalkan basis
perusahaan (corporate values) yaitu keramahtamahan Indonesia. Ini sejalan
customer centricity. Garuda Indonesia selalu dengan visi Garuda Indonesia yaitu menjadi
menempatkan pelanggan sebagai fokus perusahaan penerbangan yang handal dengan
perhatian. Oleh karena itu, Perusahaan menawarkan layanan yang berkualitas kepada
menyusun perencanaan layanan secara masyarakat dunia dengan menggunakan
menyeluruh demi memastikan bahwa seluruh keramahan Indonesia. Garuda Indonesia
aspek layanan telah ditangani dengan baik. mengemban misi khusus sebagai perusahaan
Perusahaan melakukan identifikasi interaksi penerbangan pembawa bendera bangsa
yang mungkin terjadi antara Perusahaan Indonesia yang mempromosikan Indonesia
dengan pelanggan, termasuk pre-journey, kepada dunia. Konsep keramahtamahan
Berbagai pre-flight, inflight, post flight dan post journey Indonesia ini kemudian diterjemahkan ke
penghargaan terkait dan menyusun konsep layanan yang tepat dalam ikon-ikon yang mengandalkan panca
layanan diterima demi memuaskan pelanggan. Setelah aspek indera manusia.
perencanaan selesai, maka pengawasan atas
Perusahaan di
pelayanan yang diberikan dilakukan secara Sight
tahun 2012.
ketat sehingga penilaian pelanggan yang baik Konsep Sight menawarkan berbagai
terhadap Perusahaan dapat dicapai. keindahan Indonesia, termasuk beragam
tekstil tradisional yang menyajikan warna
Garuda Indonesia aktif melaksanakan berbagai cerah, pola indah, serta tekstur unik.
program guna meningkatkan kepuasan Keseluruhan konsep tersebut dapat ditemui
pelanggan, dimulai dari pengembangan visi pada desain interior yang baru di kabin
yang berfokus pada pelanggan; mendorong pesawat Garuda Indonesia, yang memadukan
inovasi untuk menghasilkan high value added warna-warna alami dan motif tradisional
products hingga merintis budaya service Indonesia yang indah, disamping kenyamanan
excellence, serta perampingan proses bisnis dan kemudahan perangkat hiburan di dalam
untuk mempercepat pelayanan. pesawat yang modern. Semua ini dirancang

Garuda
Garuda
Indonesia
Indonesia
Laporan
Laporan
Tahunan
Tahunan
20122012
Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
85
Data Perusahaan

untuk memberikan pengalaman penerbangan yang Scent


menyenangkan bagi para penumpang. Konsep Beragam kelopak bunga dan tumbuhan beraroma
sight juga tercermin dalam warna-warna menarik telah digunakan di Indonesia sejak zaman dahulu.
seragam awak kabin Garuda Indonesia. Kini, konsep serupa dipakai untuk aromaterapi
dan spa modern. Keharuman aromatis Garuda
Sound Indonesia diciptakan secara eksklusif untuk
Musik dan alat musik tradisional Indonesia Garuda Indonesia. Keharuman ini merupakan
merupakan cermin keragaman kelompok etnis perpaduan aromatis dari minyak sari yang
dan budaya di Indonesia. Para penumpang dihasilkan oleh tumbuhan dan rempah-rempah
Garuda Indonesia dapat menikmati kecanggihan asli Indonesia seperti cengkeh dan pala, demi
perangkat hiburan di dalam pesawat, yang menciptakan aroma yang menyegarkan sekaligus
tersedia di penerbangan kelas Eksekutif maupun menenangkan. Aromatis Garuda Indonesia juga
Ekonomi. Perangkat mutakhir Audio and Video dapat ditemui di kantor penjualan dan di Executive
On Demand (AVOD) menawarkan berbagai pilihan Lounge Garuda.
untuk menikmati film, siaran TV, video game,
serta musik, termasuk musik tradisional dan
kontemporer Indonesia.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


86
Layanan

Taste Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta


Terletak di persimpangan jalur perdagangan sejak bulan Agustus 2012
peradaban kuno, Indonesia telah menyerap Implementasi Passenger Service Charge (biaya
pengaruh seni kuliner berbagai negeri, yang kini Airport Tax diperhitungkan dalam harga tiket)
menyatu dalam cita-rasa makanan tradisional
Indonesia yang mengundang selera. Cita-rasa In Flight
dan pengalaman khas Indonesia terwujud Peningkatan Produktivitas rata-rata Awak Kabin
dalam makanan yang disajikan dengan iringan Implementasi Program E-Briefing untuk
senyum awak kabin selama penerbangan. Kami awak kabin sehingga lebih memudahkan
menawarkan sajian makanan dan minuman pendistribusian informasi pengembangan
khas Garuda Indonesia seperti nasi kuning dan produk, kebijakan manajemen dan hal-hal
jus martebe, racikan buah markisa dan terung terkait dengan perbaikan layanan yang harus
belanda. diketahui oleh Awak Kabin
Implementasi Food Plating yakni cara
Touch penyajian makanan yang ditata secara estetik
Keramahtamahan khas Indonesia telah cukup dan menggugah selera layaknya hidangan
dikenal, dan menjadikan negara kepulauan ini pada restoran dan hotel berbintang, khusus
salah satu tujuan favorit di dunia. Berbagai tarian penerbangan di atas 4 Jam
tradisional Indonesia pun menyajikan ucapan Penambahan pilihan bahan bacaan (Reading
selamat datang, sekaligus memberi sentuhan Material)
keramahtamahan khas Indonesia. Penambahan New Movie Content on Portable
Media Player
Garuda Indonesia Experience adalah konsep Penambahan New Movie Content on Audio Video
layanan baru yang menyajikan aspek-aspek terbaik on Demand
dari Indonesia kepada para penumpang. Mulai dari Penambahan New Music Program
saat reservasi penerbangan hingga tiba di bandara Penambahan variasi Beverage di Pesawat
tujuan, para penumpang akan dimanjakan oleh Pencapaian Awak Kabin Peringkat ke 8 versi
layanan tulus dan bersahabat yang menjadi ciri Penilaian Skytrax
keramahtamahan Indonesia, dan disimbolkan oleh Peningkatan Kualifikasi Awak Kabin untuk
Salam Garuda Indonesia dari para awak kabin. persiapan mencapai Best Cabin Crew 2013 versi
Skytrax
Konsep ini dapat diterima dengan baik oleh Penambahan Jumlah Awak Kabin untuk
pelanggan dan berhasil meningkatkan citra Garuda memenuhi rasio kebutuhan Awak Kabin seiring
Indonesia di mata pelanggan. Selain itu, auditor pertambahan Pesawat dan pertambahan rute
external Skytrax juga memberikan peringkat 4 penerbangan
kepada Garuda Indonesia dengan detail penilaian Peningkatan pelayanan dalam pesawat oleh
pada setiap atribut penilaian meningkat signifikan awak kabin Garuda Indonesia dengan multi-
dibandingkan hasil audit sebelumnya. nationality dan multi-etnic

Di tahun 2012, Garuda Indonesia terus melakukan Post Flight


berbagai program layanan yang diharapkan dapat Berbagai program yang dilakukan untuk
terus memberikan nilai tambah bagi Garuda menekan Baggage Irregularities
Indonesia. Berbagai program yang dilaksanakan
adalah: Selain hal di atas, Garuda Indonesia juga
melakukan entry into service pesawat jet
Pre Flight regional Bombardier CRJ1000 NextGen dari Hub
Pelaksanaaan inisiatif Garuda Indonesia Makassar, khususnya persiapan Ground Service
Experience, yaitu Garuda Aromatheraphy dan Inflight Service, selain tentunya aspek penting
Fragrance di Kantor Penjualan Garuda lain seperti operasi penerbangan dan dukungan
Implementasi New Look Gate Counter di dari segi teknik. Suatu program khusus juga
Terminal 2F, Bandar Udara Internasional telah dimulai untuk menyiapkan peluncuran
Soekarno-Hatta sejak bulan Agustus 2012 layanan baru pesawat B777-300ER dengan
Implementasi Premium Check In Service untuk fitur utama layanan First Class disamping juga
Executive Class dan anggota GFF Platinum di layanan Executive/Economy Class yang diperbarui
spesifikasi dan standar layanannya.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
87
Data Perusahaan

Indeks Kepuasan
Pelanggan

84

84


83
81
79

2008 2009 2010 2011 2012

100,00 : Very Satisfied

75,00-99,00 : Satisfied

50,00-74,99 : Not Fully Satisfied

25,00-49,99 : Dissatisfied

Berbagai program layanan yang terus Indonesia Customer Satisfaction Award (ICSA)
dikembangkan membawa Garuda berhasil 2012 for The Best in Achieving Total Customer
memperoleh beberapa penghargaan selama tahun Satisfaction dari Frontliner Consulting Group,
2012, seperti: SWA, November 2012
Penghargaan Customer Satisfaction Award dari Penghargaan Rekor Bisnis, Perusahaan
Roy Morgan Australia - Januari, Februari dan Penerbangan Nasional Pertama dengan Konsep
Juli 2012 sebagai The Best International Airline Layanan Khas Budaya Indonesia dari Tera
Penghargaan Indonesia Service to Care Award Foundation
dari Markplus, bulan April 2012 Karya Cipta Indonesia Awards, November 2012
Service Quality Award 2012 kategori Domestik
dan International Airline dari Care-Centre for Indeks Kepuasan Pelanggan
Customer Satisfaction & Loyalty, Mei 2012 Salah satu parameter yang digunakan Perusahaan
Skytrax Award sebagai The Words Best untuk mengukur tingkat keberhasilan berbagai
Regional Airline dan The Best Regional Airline program layanan yang telah diupayakan adalah
in Asia, Juli 2012 dengan melakukan pengukuran tingkat kepuasan
pelanggan.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


88
Layanan

Untuk itu, Perusahaan secara teratur mengukur persentase komplain menurun dari 23% di tahun
indeks kepuasan pelanggan melalui survei di 2011 menjadi 21%. Customer Feedback
%
dalam pesawat yang disajikan dalam Inflight
Magazine. Melalui survei ini penumpang Garuda Indonesia berupaya menanggapi seluruh 19% 58%

memberikan penilaian terhadap kinerja layanan Customer Voice yang diterima perbulannya.
pada 28 Customer Touch Point. Penumpang Customer feedback ditanggapi berkisar antara
juga memberikan pengukuran terhadap tingkat 2-10 hari kerja kecuali keluhan lanjutan yang
kepentingan dari setiap titik layanan tersebut bagi melibatkan Lembaga Hukum yang biasanya 2011
pelanggan. Berdasarkan hasil pengukuran di tahun membutuhkan waktu penyelesaian yang lebih
2012 Garuda Indonesia berhasil mempertahankan panjang.
level kepuasan pelanggan pada Indeks 84, sama 23%

dengan pencapaian tahun 2011. Dengan skala Optimasi Customer Feedback Compliment - 22.183
pengukuran 100, indeks tersebut menunjukkan Keseluruhan feedback yang diterima kemudian
Complaint - 8.740
bahwa pelanggan Garuda Indonesia berada pada dikelola dalam database yang up-to-date dan
level Satisfaction/Puas terhadap kinerja layanan komprehensif. Database ini kemudian dikelola Suggestion - 7.168
secara keseluruhan. Customer Satisfaction Index menjadi berbagai laporan manajemen dan
ini kemudian digunakan sebagai informasi untuk program perbaikan:
menetapkan fokus pengembangan dan strategi
Perusahaan ke depannya. A. Laporan Manajemen
Setiap customer feedback diolah menjadi
Feedback Performance informasi yang disampaikan ke manajemen Customer Feedback
Komitmen yang tinggi terhadap layanan dan unit terkait pengambil keputusan. Adapun %
membuat Perusahaan menerapkan sistem yang laporan manajemen yang tersedia adalah: 16% 63%
memungkinkan diperolehnya feedback dari para Monthly Management Report ditujukan kepada
pelanggan demi kemajuan layanan Perusahaan. Direksi dan Unit terkait
Weekly Management Report yang ditujukan
Dalam rangka membangun komunikasi yang kepada Direksi 2012
simultan dengan pelanggan, Garuda Indonesia
dituntut untuk menemukan metode yang paling B. Reference for Related Department
kreatif dan efektif untuk menampung aspirasi Laporan ini berfungsi sebagai informasi bagi 21%

customer serta memiliki komitmen penuh untuk untuk melakukan bisnis proses lanjutan. Compliment - 26.726
mengolah feedback menjadi serangkaian langkah
perbaikan maupun inovasi baru. Menyediakan C. Enhance Customer Intimacy Program Complaint - 8.805
berbagai akses yang mudah dijangkau oleh Database Customer Voice juga dioptimalkan Suggestion - 6.817
Customer untuk menyampaikan Voices untuk membangun relationship dengan
merupakan bentuk keterbukaan dan komitmen pelanggan. Perusahaan menetapkan program
Perusahaan untuk menjalankan prinsip Customer Attentive Customer dengan memberikan
Centricity. Saat ini Perusahaan menyediakan apresiasi kepada selected customer yang
media untuk mengakomodasi penilaian dari menyampaikan Feedback dengan frekuensi
para pelanggan terhadap layanan Perusahaan, tertentu dalam periode 1 tahun. Program ini
penilaian ini disebut Customer Voice, yang dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa
dapat disampaikan melalui E-mail, Call Centre, Perusahaan serius dalam mencermati dan
Suggestion Form yang tersedia di Inflight mengolah setiap Feedback yang disampaikan.
Magazine, ataupun melalui Surat. Disamping
media yang disediakan oleh Perusahaan, Garuda D. Tools to Review Business Process
Indonesia juga memantau seluruh feedback Berbagai masukan yang disampaikan digunakan
yang disampaikan melalui berbagai media online sebagai review terhadap kelengkapan Standard
maupun media sosial. Operation Procedure (SOP).

Upaya perbaikan dan konsistensi pelayanan, yang Sejalan dengan upaya Perusahaan untuk
dilaksanakan selama tahun 2012, membuahkan terus melakukan penataan, perbaikan dan
hasil yang positif, sebagaimana tercermin pada pengembangan pelayanan agar selalu dapat
peningkatan Compliment dari 58% di tahun memenuhi harapan para pengguna jasa, maka
2011 menjadi 63% di tahun 2012. Sementara itu, setiap masukan yang berupa Customer Need
and Wants kemudian dikelola menjadi sebuah

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
89
Data Perusahaan

informasi dan referensi bagi unit terkait sehingga Sebagai penghargaan lebih kepada para top-
dapat menjadi acuan dalam menetapkan corrective member GFF, maka sejak bulan Juli 2012 anggota
action maupun improvement program. GFF Platinum dapat menikmati lounge di seluruh
airport destinasi International Garuda, sebuah
Berbagai masukan dari pelanggan telah menjadi peningkatan layanan dimana sebelumnya anggota
acuan bagi perbaikan layanan, terutama dalam GFF Platinum hanya dapat menikmati layanan
hal peningkatan titik layanan yang memiliki lounge di bandara Indonesia dan Singapura.
kesenjangan antara tingkat kepentingan dan
kinerja yang dirasakan oleh pelanggan. Selain meluncurkan berbagai inisiatif yang
bertujuan untuk meningkatkan layanan kepada
Garuda Frequent Flyer anggota GFF sebagai upaya untuk menumbuhkan
Garuda Frequent Flyer (GFF) terus berupaya loyalitas pelanggan Garuda, keberadaan GFF
melakukan inovasi dalam memberikan juga merupakan suatu bisnis tersendiri yang
penghargaan bagi pelanggan setia Garuda menghasilkan revenue bagi Perusahaan di luar
Indonesia. Per akhir Desember 2012 jumlah tiket. Di tahun 2012 Garuda Indonesia memperoleh
anggota GFF mencapai 715.646 atau meningkat penghasilan sebesar Rp 73,503,248,150 dari
sebesar 25,9% dibandingkan dengan tahun program penyelenggaraan GFF yang berasal dari
2011. Aktivitas penerbangan dari anggota GFF penjualan mileage pada kerja sama Co-branding,
menyumbang trafik sebesar 29,4% pada tahun FFP Partnership airline dan non-airline, fasilitas
2012, mengalami peningkatan dibandingkan Buy Mileage, dan keanggotaan EC Plus.
dengan 28,4% di tahun 2011.
Rencana Tahun 2013
Pada bulan Juli 2012, GFF meluncurkan produk Di tahun 2013, Perusahaan akan terus berupaya
baru yaitu Garuda BNI Credit Card. Keistimewaan meningkatkan layanan demi mendukung
yang akan diperoleh para pemegang Garuda BNI peningkatan pangsa pasar Perusahaan. Berbagai
Credit Card terdiri dari GFF Mileage Bonus, Diskon inovasi akan dilakukan di tahun 2013 seperti
5% untuk penukaran tiket, fast track ke GFF Gold, redesign GFF untuk menyesuaikan program
dan juga akses ke BNI Executive Lounge. GFF dengan best practice dalam industri,
meningkatkan kualitas layanan kepada anggota
Di tahun 2012 GFF melakukan beberapa GFF dengan menggabungkan Contact Center GFF
terobosan layanan baru yang berbasis online, ke Call Center Garuda Indonesia, serta menjalin
seperti penyediaan fasilitas Online Claim kerja sama FFP dengan airline partner yang dapat
Missing Mileage, e-Newsletter, Online Mileage memberikan keuntungan lebih bagi anggota GFF,
Statement, dan Online Membership Guide. Semua tidak hanya ketika menggunakan layanan Garuda
layanan online tersebut dapat diakses melalui Indonesia namun juga ketika menggunakan
website GFF gff.garuda-indonesia.com atau layanan penerbangan airline partner. Keseluruhan
dikirim langsung ke anggota GFF melalui direct upaya ini diharapkan dapat meningkatkan loyalitas
electronic mail. Layanan online ini selain dapat pelanggan terhadap Garuda Indonesia.
mempercepat komunikasi dengan anggota GFF
juga berkontribusi pada efisiensi biaya secara
signifikan.

Anggota dan Pertumbuhan GFF Kontribusi Trafik GFF (%)


Jumlah Anggota GFF Pertumbuhan
800.000

700.000 29,4
600.000
28,7 28,4
500.000 26
400.000 24
300.000

200.000

100.000

0
2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012
8.794 33.793 61.501 88.447 117.126 126.025 152.274 200.279 271.063 356.000 469.348 568.629 715.646 2008 2009 2010 2011 2012
24.999 27.708 26.946 28.679 8.899 26.249 48.005 70.784 84.937 113.348 99.281 147.017

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


90

SBU &
Entitas Anak
Setelah melakukan spin-off
di tahun 2012, Citilink menjadi
entitas sendiri dan beroperasi
penuh sebagai anak perusahaan
Garuda Indonesia.

SBU Garuda Sentra Medika penerbangan (SpKP) dan dokter-dokter


(SBU GSM) penerbangan (Flight Surgeon) yang telah
berpengalaman lebih dari 20 tahun serta
Dalam mendukung program Quantum Leap didukung oleh fasilitas layanan kesehatan yang
Garuda Indonesia, SBU GSM memberikan lengkap. Selain itu, dokter-dokter SBU GSM
kontribusi terhadap Perusahaan dalam memiliki peranan dalam mengajarkan Basic
hal pengelolaan awak pesawat, mulai dari Medical Knowledge untuk awak kabin.
rekrutmen calon awak pesawat (pilot dan
awak kabin), pemeliharaan kesehatan sesuai Dalam kegiatan operasional penerbangan,
Service Level Agreement antara Garuda kondisi kesehatan awak pesawat menjadi
Indonesia dengan perusahaan asuransi, faktor utama yang menentukan kelangsungan
monitoring dan coaching awak pesawat yang kegiatan operasional, karena akan
dinyatakan unfit, sampai dengan pelaksanaan sangat berpengaruh terhadap keamanan
case management program untuk awak penerbangan dan jaminan terhadap
pesawat yang mengalami kasus long sick. keselamatan penerbangan bagi semua
Dalam melaksanakan pengelolaan awak stakeholder Garuda Indonesia.
pesawat, SBU GSM mengikuti aturan yang
tertulis dalam ketentuan International Civil Dalam pelaksanaan pengelolaan awak
Aviation Organization (ICAO) Annex 9, Civil pesawat Garuda Indonesia, SBU GSM telah
Aviation Safety Regulations (CASR) Part 67 mendapatkan kepercayaan dari Kementerian
dan part 183 tentang pemeliharaan kesehatan Perhubungan, Direktorat Jenderal
oleh operator penerbangan. Bertindak sebagai Perhubungan Udara, Balai Kesehatan
pelaksana dalam pengelolaan awak pesawat Penerbangan (Hatpen) untuk melakukan
adalah dokter-dokter spesialis kesehatan Medical Check Up Personil Penerbangan Kelas

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
91
Data Perusahaan

II dan Kelas III (Cabin Crew, Flight Operations Bentuk dukungan SBU GSM dalam operasional
Officer dan Air Craft maintenance), mengacu penerbangan di luar pelayanan kesehatan adalah
pada ketentuan ICAO Annex 1 Chapter 6 tentang penyediaan dan pendistribusian Aviation Kit yang
Medical Provisions for Licensing Standard, Civil terdiri dari Emergency Medical Kit, First Aid
Aviation Safety Regulations (CASR) Part 67, Kit dan Universal Precaution Kit sesuai dengan
Keputusan Menteri Perhubungan No. 25 Tahun ketentuan dari ICAO Annex 6 tentang persyaratan
2000 dan peraturan terkait lainnya. SBU GSM pesawat komersial. Selain penerbangan Garuda
juga melakukan koordinasi dengan Hatpen untuk Indonesia, SBU GSM juga telah bekerjasama
kelancaran kegiatan Medical Check Up awak kokpit dengan beberapa perusahaan penerbangan
sehingga target penyelesaian lisensi kesehatan swasta di Indonesia maupun maskapai asing
bagi awak kokpit dapat berjalan dengan lancar dan yang melakukan maintenance pesawat di Garuda
tepat waktu. Maintenance Facility Aero Asia. Di samping itu SBU
GSM berperan dalam melakukan assessment dan
SBU GSM melaksanakan program pemeriksaan approval penumpang sakit, layanan pendampingan
alkohol dan narkoba untuk mencegah terhadap penumpang yang memerlukan
penyalahgunaan alkohol dan narkoba oleh awak penanganan khusus (medical escort) dan
pesawat sehingga safety dalam penerbangan pengelolaan terhadap tabung oksigen yang khusus
terjaga sesuai dengan aturan Civil Aviation dipergunakan dalam kabin pesawat.
Safety Regulations (CASR) Part 120 subpart E
Kementerian Perhubungan. Setiap tahunnya SBU GSM menjadi salah satu
unit yang mendukung pelaksanaan kegiatan Haji
Klinik-klinik yang dimiliki oleh SBU GSM ditunjuk Garuda Indonesia. Dukungan tersebut meliputi
sebagai provider utama perusahaan asuransi rekrutmen calon awak kabin Haji, pemeliharaan
untuk melayani pengobatan awak pesawat kesehatan awak kabin dan petugas Haji selama
Garuda Indonesia berdasarkan Service Level musim haji, melakukan assessment dan approval
yang disepakati antara Garuda Indonesia dengan pemulangan jemaah haji yang sakit, serta
perusahaan asuransi. Namun SBU GSM masih penyediaan obat-obatan dan alat kesehatan untuk
menjalankan fungsi promotif dan preventif bagi setiap embarkasi dan armada pesawat Garuda
awak pesawat untuk mengurangi terjadinya loss Indonesia yang digunakan dalam operasional Haji
of work days yang berkepanjangan sehingga sesuai dengan persyaratan yang dikeluarkan oleh
produktivitas kerja awak pesawat lebih terjaga. Departemen Agama dan Departemen Kesehatan.
Upaya promotif dan preventif oleh SBU GSM antara
lain dilakukan melalui pelaksanaan program Sebagai unit kesehatan di Garuda Indonesia,
penyuluhan atau coaching secara individu bagi SBU GSM memberikan kontribusi terhadap
awak pesawat yang berisiko tinggi sehingga pelaksanaan Corporate Social Responsibility
faktor risiko terjadinya sudden in capacity dapat (CSR) Perusahaan yang terkait dengan kegiatan
diminimalisir. Sedangkan bagi awak pesawat yang kesehatan. Kerja sama pelaksanaan CSR
mengalami kasus long sick, SBU GSM melakukan dilakukan SBU GSM dengan unit Corporate
case management program dengan melakukan Social Responsibility Garuda Indonesia, dengan
coaching dan monitoring terhadap penyakit yang melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan (health
diderita oleh awak pesawat, sehingga produktivitas talk), pengobatan massal, khitanan massal dan
awak pesawat dapat ditingkatkan. donor darah. Pelaksanaan CSR pada 2012 telah
dilakukan di beberapa wilayah di Indonesia, seperti
SBU GSM berkoordinasi dengan Hatpen untuk Padang, Makassar, Biak, Manokwari dan beberapa
melakukan advokasi terhadap awak kokpit wilayah lainnya.
yang dinyatakan unfit (grounded) oleh Hatpen
karena masalah kesehatan dengan melakukan
medical flight test baik di simulator maupun saat
menerbangkan pesawat untuk menilai status aero
medis dan kelayakan terbang awak kokpit.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


92
SBU & Entitas Anak

Aspek Operasional Aspek Keuangan


Aset
Dalam rangka mengembangkan bisnis health Jumlah pendapatan SBU GSM secara keseluruhan (USD Juta)
care, SBU GSM telah meningkatkan kapasitas selama tahun 2012 tercatat sebesar USD 2,55 juta,
12,41
layanannya untuk meningkatkan pangsa pasar turun 23,4% dibanding tahun sebelumnya yang 10,86
perusahaan-perusahaan asuransi dan masyarakat sebesar USD 3,33 juta. Hal ini terutama disebabkan
umum. Di tahun 2012, GSM telah bekerja sama oleh pendapatan portofolio bisnis managed care
dengan 10 perusahaan asuransi antara lain yang mengalami penurunan sebesar USD 1,08 juta
InHealth, CAR Life Insurance, Asuransi Jasa atau 78% dibandingkan sebelumnya yang sebesar
Indonesia (Persero), QSmart Assistance, Global USD 1,38 juta di tahun 2011 menjadi USD 0,30 juta
Assistance & Healthcare, Seven Administration di tahun 2012. Sedangkan pendapatan portofolio
Services, Abadi Smilynks, Asuransi Adira bisnis health care meningkat sebesar USD 0,30 2011 2012

Dinamika, Gesa Assistance dan Intensive Medicare juta miliar atau 16% dibandingkan USD 1,95 juta di
(Im Care 177). SBU GSM juga sudah bekerjasama tahun 2011 menjadi USD 2,25 juta di tahun 2012.
Pendapatan
dengan 18 asuransi lain yang merupakan Kontribusi terbesar revenue health care selama (USD Juta)
bagian dari 3 perusahaan TPA (Third Party tahun 2012 berasal dari farmasi, poli gigi dan
3,33
Administration). dental cosmetic, penunjang medis dan poli umum.
2,55
GSM terus meningkatkan optimalisasi kunjungan Hal ini sesuai dengan rencana transformasi bisnis
pasien asuransi dan umum di Klinik Tangerang SBU GSM dari Managed Care ke Health Care
dan Bekasi serta mengembangkan produk dental dengan mempertimbangkan faktor persaingan
estetika di Klinik Kemayoran. Pada bulan Agustus dengan perusahaan asuransi yang cukup ketat
2012 SBU GSM telah membuka klinik satelit baru dan kompetensi inti SBU GSM di bidang layanan
di wilayah Bintaro sebagai klinik ke-5 yang dimiliki kesehatan. 2011 2012
SBU GSM setelah klinik utama Kemayoran, klinik
Garuda Sentra Operasi, klinik satelit Tangerang, Rencana Tahun 2013
dan klinik satelit Bekasi. Sejalan dengan rencana Perusahaan untuk fokus
ke bisnis jasa angkutan udara, Perusahaan
Jumlah kunjungan pasien selama tahun 2012 berusaha meningkatkan kinerja bisnis jaringan
tercatat sebanyak 225.787 kunjungan, turun 1% klinik yang saat ini dimiliki oleh SBU GSM dengan
bila dibandingkan dengan jumlah kunjungan di terus meningkatkan market value SBU GSM
tahun 2011 yang sebanyak 227.903 kunjungan. melalui pengembangan kompetensi unggulan
Hal ini disebabkan karena mulai 1 Juli 2012 dan meningkatkan pangsa pasar bisnis layanan
pengelolaan kesehatan Garuda Indonesia yang kesehatan kepada perusahaan-perusahaan
sebelumnya dikelola oleh SBU GSM dialihkan asuransi, korporasi dan masyarakat umum. Selain
kepada perusahaan asuransi sehingga banyak itu Perusahaan akan melakukan optimalisasi
peserta yang memilih provider layanan kesehatan aset dan bisnis SBU GSM dengan meningkatkan
di luar jaringan klinik yang dimiliki oleh SBU GSM. kapabilitas SBU GSM dalam bidang Aviation
Medicine dan layanan spesialistik lainnya di klinik
Namun pada tahun 2012 jumlah kunjungan pasien Kemayoran bekerjasama dengan prinsipal
asuransi dan umum di klinik Satelit Tangerang alat-alat kedokteran atau mitra bisnis.
dan Bekasi mengalami peningkatan masing-
masing sebesar 5% dan 415% dibandingkan tahun Sedangkan dalam jangka panjang, Perusahaan
2011, dari 63.243 di tahun 2011 menjadi 66.243 akan mencari mitra strategis dalam rangka
kunjungan di tahun 2012 untuk klinik Tangerang optimalisasi aset dan bisnis SBU GSM untuk
dan 3.957 di tahun 2011 menjadi 20.381 kunjungan mendirikan Aviation Hospital dan pengembangan
di tahun 2012 untuk klinik Bekasi. bisnis jaringan klinik guna meningkatkan kinerja
bisnis layanan kesehatan SBU GSM.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
93
Data Perusahaan

SBU Cargo USD 160,7 juta di tahun 2011. Sementara sisanya


SBU Cargo menangani pelayanan jasa angkutan berasal dari pendapatan pos yang tercatat sebesar
barang melalui transportasi udara dengan USD 7,0 juta, atau meningkat sebesar 56,5%
menggunakan pesawat-pesawat yang dimiliki dibandingkan tahun sebelumnya.
oleh Garuda Indonesia. Selain melalui penjualan
langsung, bersama dengan para mitra, yaitu Pendapatan lain SBU Cargo diperoleh melalui jasa
Agen atau Freight Forwarder dan GSSA (General pergudangan di Gudang Cengkareng, Soekarno-
Sales and Service Agent), SBU Cargo memberikan Hatta, yang meningkat sebesar 6,2 % dari USD 22,9
pelayanan kepada para pengirim barang baik juta di tahun 2011 menjadi USD 24,3 juta di tahun
untuk tujuan domestik maupun internasional. 2012.

SBU Cargo melalui Cargo Service Center melayani Operational Excellence


pengiriman barang City to Port, sehingga pemilik Untuk menuju Operational Excellence, SBU
barang dapat dengan mudah menjangkau kantor Cargo telah menerapkan standar internasional
SBU Cargo. Di akhir tahun 2012, telah dibangun manajemen mutu ISO 9001:2008 dan sertifikasi
20 Cargo Service Center di beberapa kota besar IOSA dalam setiap kegiatan usahanya,
di Indonesia seperti di Jakarta, Denpasar, Medan, mengintensifkan pengembangan cargo channel
Balikpapan, Surabaya. distribution seperti GSSA, direct selling melalui
Corporate Account dan Cargo Service Center
Selain itu, SBU Cargo juga menjalin kerja sama dan telah menerapkan sistem informasi yang
dengan maskapai seperti Korean Airline, Malaysia terintegrasi yaitu eCargo dan RAPID yang
Airline, China Airline, Turkish Airline untuk mencakup sales & reservation, operation, dan
memperluas layanan pengiriman barang ke revenue accounting.
beberapa tujuan mancanegara.
Rencana Tahun 2013
SBU Cargo juga melakukan self-handled Di tahun 2013, SBU Cargo berencana melakukan
warehouse di Gudang Cengkareng, Soekarno berbagai inisiatif untuk meningkatkan kinerjanya,
Hatta. Sementara di gudang lainnya kegiatan seperti:
pergudangan dikerjasamakan dengan pihak ketiga. 1. Mengembangkan layanan Cargo Service Center
menjadi City to City Service.
Aspek Operasional 2. Mengembangkan layanan door to door service
Di tahun 2012 Freight Mail Tonne Carried dengan bekerja sama dengan pihak ketiga.
penerbangan mainbrand tercatat sebesar 231.959 3. Melakukan standardisasi layanan operasional
ton, atau meningkat sebesar 15,1% dibandingkan dengan menjadi anggota dari Cargo 2000
dengan tahun 2011, sementara Freight Tonne 4. Mengembangkan layanan angkutan udara
Kilometres mencapai 495.091.690, atau meningkat menggunakan pesawat khusus kargo
sebesar 12,1%. Cargo Load Factor tercatat sebesar 5. Mengembangkan jalur distribusi, berupa
47,5%, mengalami peningkatan dibandingkan penjualan dan layanan Kantor Garuda di
45,7% di tahun 2011. Hal ini disebabkan oleh semua kota besar untuk melayani pelanggan
kenaikan kapasitas, terutama di sektor domestik. Perusahaan dari kota ke kota sebagai
perpanjangan bandara ke bandara.
Aspek Keuangan 6. Memperluas jaringan bisnis dengan airline
Selama tahun 2012, jumlah pendapatan angkutan lainnya dan perusahaan truk (trucking
udara kargo meningkat sebesar 11,9% dari USD company).
165,2 juta di tahun 2011 menjadi USD 184,8 juta. 7. Membentuk perusahaan mandiri dengan
Peningkatan ini dipicu oleh penambahan kapasitas SpinOff dari Garuda Indonesia.
Freight Available Tonne Kilometres sebesar 7,8%,
dan strategi penerapan harga yang kompetitif yang Entitas Anak
berdampak pada peningkatan kargo diangkut.
Pendapatan barang memberikan kontribusi Garuda Indonesia memiliki 5 Entitas Anak yaitu
terbesar terhadap total pendapatan kargo yaitu PT Aero Wisata, PT Abacus Distribution Systems
USD 177,8 juta di tahun 2012, atau meningkat dari Indonesia, PT Garuda Maintenance Facility Aero
Asia, PT Aero Systems Indonesia dan PT Citilink
Indonesia.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


94
SBU & Entitas Anak

PT Aero Wisata

PT Aero Wisata didirikan di Jakarta pada tanggal Perusahaan-perusahaan anak dengan kepemilikan
30 Juni 1973 dengan misi mengembangkan usaha hak suara lebih dari 50% adalah PT Bina Inti
jasa yang berkaitan dengan industri pariwisata dan Dinamika, PT Mirtasari Hotel Development,
hospitality. Untuk mendukung misi ini, Aerowisata PT Senggigi Pratama International, PT Aerofood
memiliki sejumlah Entitas Anak yang bergerak di Indonesia, PT Aerotrans Services Indonesia,
usaha-usaha perhotelan, jasa boga, transportasi PT Aero Globe Indonesia, Garuda Orient Holidays
darat dan keagenan serta tours & travel. Pty. Ltd, Garuda Orient Holidays Korea Co. Ltd.
PT Aerojasa Perkasa, Garuda Orient Holidays
Japan Co. Ltd, PT Aero Hotel Management dan
PT Belitung Inti Permai.

PT Aero Wisata
Laporan Laba Rugi (Rp Juta)

Perkembangan
Uraian 2012 2011
%

Pendapatan Usaha 2.499.347 2.024.333 23,5


Beban Usaha 2.434.309 1.918.333 26,9
Laba Usaha 65.038 106.000 -38,6
Laba (Rugi) Bersih - Net 52.923 70.732 -25,2
Aset 2.013.137 1.799.149 11,9
Liabilitas 683.447 621.949 9,9
Ekuitas 1.329.689 1.177.200 13,0
* Disajikan sesuai Laporan Keuangan yang diaudit dalam mata uang Rupiah

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
95
Data Perusahaan

Susunan pengurus PT Aero Wisata selengkapnya Sementara itu beban usaha meningkat 26.9%
adalah sebagai berikut: menjadi sebesar Rp 2.434.309 juta. Dengan
peningkatan biaya usaha sebesar 26,9% maka laba
Dewan Komisaris: usaha yang diperoleh selama tahun 2012 menjadi
Komisaris Utama : Abdulgani Rp 65.038 juta, menurun 38,6% dari tahun 2011.
Komisaris : Abdul Anshari Ritonga Setelah memperhitungkan pendapatan dan (biaya)
Komisaris : Agus Priyanto lain lain, beban pajak dan hak minoritas, maka
pencapaian laba bersih yang diatribusikan kepada
Direksi: entitas induk pada tahun 2012 sebesar Rp 52.923
Direktur Utama : Alexander Maria Tae juta, menurun 25,2% dari tahun 2011.
Maneklaran
Direktur : Doddy Virgianto Total aset per 31 Desember 2012 adalah
Rp 2.013.137 juta, meningkat 11,9% dari tahun
Pendapatan usaha yang diraih PT Aero Wisata 2011 karena aset tetap meningkat. Liabilitas
dan entitas anak tahun 2012 sebesar Rp 2.499.347 meningkat 9,9% menjadi Rp 683.447 juta
juta, meningkat 23,5% dibandingkan tahun lalu, sementara ekuitas meningkat 13,0% dari tahun
terutama karena ada kenaikan meal uplift. 2011 menjadi Rp 1.329.689 juta.

Kepemilikan Saham di Entitas Anak

Persentase Tahun Operasi


Kegiatan Usaha
Entitas Anak Lokasi Kepemilikan Komersial
Utama
%

PT Aero Wisata dan entitas anak/ Aerowisata Building Hotel, 99,99 1973
and subsidiaries (PT AWS) Jl. Prapatan No. 32 jasa boga,
Jakarta penjualan tiket
Tel. (62-21) 3500012
Fax. (62-21) 2310030

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


96
SBU & Entitas Anak

PT Abacus Distribution Systems Indonesia

PT Abacus Distribution Systems Indonesia menyediakan fasilitas pelatihan kepada karyawan


merupakan perusahaan yang bergerak di penyedia biro perjalanan dan menyediakan petugas
jasa teknologi informasi dan komunikasi. Visi yang dapat membantu mengatasi masalah
perusahaan adalah menjadi salah satu GDS yang dihadapi oleh biro perjalanan dalam
(Global Distribution Systems) dan penyedia jasa mengoperasikan Computerized Reservation
teknologi informasi dan komunikasi terdepan di Systems (CRS).
Indonesia. Ruang lingkup kegiatan meliputi bidang
jasa sistem komputerisasi reservasi, menyewakan
perangkat komputer kepada biro-biro perjalanan,

PT Abacus Distribution Systems Indonesia


Laporan Laba Rugi (USD)

Perkembangan
Uraian 2012 2011
%

Pendapatan Usaha 2.840.466 2.800.440 1,4


Beban Usaha 2.744.524 2.935.290 -6,5
Laba Usaha 95.942 (134.850) 171,1
Laba (Rugi) Bersih - Net 71.490 (99.556) 171,8
Aset 6.228.900 5.447.132 14,4
Liabilitas 995.522 833.827 19,4
Ekuitas 5.233.378 4.613.305 13,4

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
97
Data Perusahaan

Susunan pengurus PT Abacus Distribution Systems Laba bersih yang diperoleh selama tahun 2012
Indonesia selengkapnya adalah sebagai berikut: tercatat USD 71.490, mengalami perbaikan
dibandingkan rugi bersih USD 99.556 di tahun
Dewan Komisaris : 2011.
Komisaris Utama : Agus Priyanto
Komisaris : Achirina Total aset per 31 Desember 2012 adalah
Komisaris : Dane Kondic USD6.228.900 atau meningkat 14,4% dari tahun
sebelumnya. Liabilitas berjumlah USD 995.522
Direksi: atau meningkat 19,4% dari tahun sebelumnya,
Direktur Utama : Iswandi Said sementara ekuitas tumbuh 13,4% menjadi
USD5.233.378.
Pendapatan usaha PT Abacus DSI yang diperoleh
selama tahun 2012 tercatat USD 2.840.466, atau
meningkat 1,4 % dibandingkan tahun sebelumnya
karena adanya peningkatan booking segment.
Seiring efisiensi yang dilakukan, beban usaha
menurun sebesar 6,5% menjadi USD 2.744.524
sehingga laba usaha tercatat USD 95.942.

Kepemilikan Saham di Entitas Anak

Persentase Tahun Operasi


Kegiatan Usaha
Entitas Anak Lokasi Kepemilikan Komersial
Utama
%

PT Abacus Distribution Jl. Mampang Prapatan Raya Penyedia 95,00 1996


Systems Indonesia (ADSI) No. 93 Jakarta jasa sistem
Tel. (62-21) 27535331, komputerisasi
27535399 reservasi
Fax. (62-21) 7943517

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


98
SBU & Entitas Anak

PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia

PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia didirikan perbaikan dan perawatan pesawat terbang, serta
pada tanggal 26 April 2002 untuk melaksanakan memupuk keuntungan bagi Garuda Indonesia
dan menunjang kebijakan serta program dengan menyelenggarakan jasa perbaikan dan
Pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan perawatan pesawat terbang termasuk engine dan
nasional pada umumnya, khususnya di bidang komponennya.
jasa perbaikan dan perawatan pesawat terbang
serta bidang lainnya yang berkaitan dengan jasa

PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia


Laporan Laba Rugi (USD)

Perkembangan
Uraian 2012 2011
%

Pendapatan Usaha 211.637.715 185.859.458 13,9


Beban Usaha 197.201.215 174.528.683 13,0
Laba Usaha 14.436.500 11.330.775 27,4
Laba (Rugi) Bersih - Net 11.021.269 7.291.970 51,1
Aset 177.971.164 151.409.684 17,5
Liabilitas 108.324.230 92.509.430 17,1
Ekuitas 69.646.934 58.900.254 18,2

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
99
Data Perusahaan

Susunan pengurus PT Garuda Maintenance Facility Kenaikan pendapatan usaha memberikan


Aero Asia selengkapnya adalah sebagai berikut: kontribusi atas kenaikan laba usaha menjadi
USD14.436.500 dan laba bersih meningkat
Dewan Komisaris: signifikan sebesar 51,1% menjadi USD 11.021.269.
Komisaris Utama : Hadinoto Soedigno
Komisaris : Heriyanto Agung Putra Total aset per 31 Desember 2012 adalah
USD177.971.164 atau meningkat 17,5%
Direksi: dibandingkan tahun sebelumnya karena
Direktur Utama : Richard Budihadianto piutang usaha meningkat. Liabilitas tercatat
Direktur : Gatot Satriawan USD108.324.230 atau meningkat 17,1%
Direktur : Setijo Awibowo dibandingkan tahun sebelumnya. Ekuitas tercatat
Direktur : Harkandri sebesar USD 69.646.934 atau tumbuh 18,2% dari
Direktur : Iwan Joeniarto tahun sebelumnya seiring kinerja yang meningkat.
Direktur : Agus Sulistyono

PT GMFAA selama tahun 2012 memperoleh


pendapatan usaha USD 211.637.715 atau
meningkat 13,9% dibanding tahun sebelumnya.
Beban usaha meningkat 13,0% menjadi
USD197.201.215.

Kepemilikan Saham di Entitas Anak

Persentase Tahun Operasi


Kegiatan Usaha
Entitas Anak Lokasi Kepemilikan Komersial
Utama
%

PT Garuda Maintenance Facility Gedung Manajemen Perbaikan dan 99,99 2002


Aero Asia (GMFAA)* GMF Lt.3 Bandara pemeliharaan
Soekarno Hatta pesawat
Cengkareng terbang
Tel. (62-21)
5508608
Fax. (62-21)
5502441
* Kepemilikan langsung dan tidak langsung

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


100
SBU & Entitas Anak

PT Aero Systems Indonesia

PT Aero Systems Indonesia, sebelumnya dikenal Ruang lingkup kegiatan Aero Systems
dengan nama PT Lufthansa Systems Indonesia, Indonesia meliputi bidang jasa konsultasi dan
berdiri sejak tahun 2005. Per akhir Desember rekayasa sistem teknologi informasi serta jasa
2010, Garuda Indonesia memiliki 51% kepemilikan pemeliharaan bagi perusahaan penerbangan
di perusahaan ini, sementara sisanya sebesar 49% maupun industri lain.
dimiliki oleh PT Aero Wisata.

PT Aero Systems Indonesia


Laporan Laba Rugi (USD)

Perkembangan
Uraian 2012 2011
%

Pendapatan Usaha 19.413.420 14.102.926 37,7


Beban Usaha 18.176.178 13.250.041 37,2
Laba Usaha 1.237.242 852.885 45,1
Laba (Rugi) Bersih - Net 510.418 520.220 -1,9
Aset 29.636.493 24.884.051 19,1
Liabilitas 17.290.410 13.048.386 32,5
Ekuitas 12.346.083 11.835.665 4,3

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
101
Data Perusahaan

Susunan pengurus PT Aero Systems Indonesia bersih menurun 1,9% dibandingkan tahun 2011
selengkapnya adalah sebagai berikut: yaitu menjadi USD 510.418.

Dewan Komisaris: Total aset per 31 Desember 2012 adalah


Komisaris Utama : Hadinoto Soedigno USD29.636.493, meningkat 19,1% karena
Komisaris : Alexander M.T. Maneklaran adanya kenaikan aset tetap. Liabilitas adalah
Komisaris : Albert Burhan USD17.290.410 atau meningkat 32,5% dari
tahun sebelumnya sementara Ekuitas mencapai
Direksi: USD12.346.083 atau meningkat sebesar 4,3%
Direktur Utama : Ridwan Irianto dibanding tahun sebelumnya.
Direktur : Firdaus Muchtar

Pendapatan Usaha PT Aero Systems Indonesia


yang selama tahun 2012 adalah USD 19.413.420
atau meningkat 37,7% dibanding tahun
sebelumnya. Biaya usaha meningkat 37,2%
menjadi USD 18.176.178 sehingga laba usaha yang
diperoleh mencapai USD 1.237.242 atau meningkat
45,1% dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan
biaya lain-lain mengakibatkan perolehan laba

Kepemilikan Saham di Entitas Anak

Persentase Tahun Operasi


Kegiatan Usaha
Entitas Anak Lokasi Kepemilikan Komersial
Utama
%

PT Aero Systems Indonesia* Ratu Plaza (Office Penyedia jasa 99,99 2005
(dahulu/formerly ) PT Lufthansa Tower) Lt. 28-29 teknologi
Systems Indonesia Jl. Jend. Sudirman informasi
Kav. 9 Jakarta
10270
Tel. (62-21)
7252350, 7255670
7255660/
29356000 jidom 2540
Fax. (62-21)
7256062
* Kepemilikan langsung dan tidak langsung

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


102
SBU & Entitas Anak

PT Citilink Indonesia

PT Citilink Indonesia didirikan berdasarkan Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar


akta No. 01 tanggal 6 Januari 2009 dari Arikanti Perusahaan, Citilink menjalankan usaha di bidang
Natakusumah S.H., notaris di Jakarta. Akta jasa angkutan udara niaga berbiaya murah (low
pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri cost) dan optimalisasi pemanfaatan sumber daya
Kehakiman Republik Indonesia melalui surat yang dimiliki untuk menghasilkan barang dan
keputusan No. AHU-0014555.AH.01.01 tanggal jasa. Citilink telah memperoleh Surat Izin Usaha
22 April 2009. Anggaran Dasar Citilink telah Angkutan Udara Niaga Berjadwal No. SIAU/NB-
mengalami beberapa kali perubahan, terakhir 027 tanggal 27 Januari 2012 dan Air Operator
dengan Akta No. 91, tanggal 10 Agustus 2012 dari Certificate (AOC) No. AOC/121-046 tanggal 22
Aryanti Artisari S.H. M.Kn., notaris di Jakarta, Juni 2012 masing-masing dari Kementerian
mengenai perubahan anggaran dasar dan telah Perhubungan. Dengan diperolehnya surat izin
mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum usaha dan AOC ini, Citilink resmi berdiri sebagai
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan entitas sendiri.
Surat Keputusan No. AHU-47100.A.H.01.02.
tanggal 4 September 2012. Citilink berdomisili Sebagai kelanjutan dari pengembangan usaha
di Jalan Raya Juanda, Komplek Ruko JBC Blok low cost carrier (LCC), Citilink mendapat investasi
C1 No. 2, Sawotratap Gedangan Sidoarjo dan 5 unit pesawat Boeing 737-300 dan aset-aset
berkantor pusat di Menara Citicon Lantai 16 Jl. S. lainnya dari Garuda Indonesia. Disamping itu
Parman Kav. 72, Jakarta. terhadap pesawat Airbus A320-200 yang disewa
Garuda Indonesia dilakukan sub-lease ke Citilink.
Investasi yang besar pada Citilink ini akan
membuat perusahaan ini lebih siap bersaing
dan memberikan landasan yang kuat untuk
pengembangan usaha di masa mendatang.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
103
Data Perusahaan

Modal ditempatkan dan modal disetor Citilink per Operasional


31 Desember 2012 adalah Rp 431.710 juta atau Sepanjang tahun 2012 Citilink memperoleh
setara USD 44.901.104, yang terdiri dari 406.960 tambahan 13 unit pesawat dan mengembalikan
lembar saham yang dimiliki oleh PTGaruda 1 unit Boeing 737-300 yang masa sewanya sudah
Indonesia (Persero) Tbk. dan 24.750 lembar saham habis sehingga jumlah pesawat meningkat dari 9
yang dimiliki oleh PT Aero Wisata. Persentase unit pada 31 Desember 2011 menjadi 21 unit pada
kepemilikan di antara oleh PT Garuda Indonesia 31 Desember 2012. Jumlah ini terdiri atas 5 unit
(Persero) Tbk. dan PT Aero Wisata per 31 Boeing 737-300 yang berasal dari inbreng, 1 unit
Desember 2012 masing-masing 94,27% dan 5,73%. Boeing 737-300, 1 unit Boeing 737-400 dan 14
unit Airbus A320-200. Sedangkan usia rata-rata
Susunan pengurus Citilink selengkapnya adalah pesawat menurun dari 12,9 tahun pada tanggal
sebagai berikut: 31 Desember 2011 menjadi 9 tahun pada 31
Desember 2012.
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Elisa Lumbantoruan
Komisaris : Alexander M.T. Maneklaran

Direksi
Direktur Utama : Muhammad Arif Wibowo
Direktur Produksi : Hadinoto Soedigno
Direktur Keuangan : Albert Burhan

Armada Pesawat Citilink

31 Desember 2012 31 Desember 2011 Perubahan

Boeing 737-300/400
Milik 5 3 2
Sewa 2 3 (1)
Jumlah 7 6 1
Kapasitas kursi 142 & 170 142 & 170
Umur rata-rata 16,1 16,6 (0,5)
Airbus A320-200
Sewa 14 3 11
Kapasitas kursi 180 180
Umur rata-rata (tahun) 5,1 12,3 (7,2)
Jumlah
Milik 5 3 2
Sewa 16 6 10
Jumlah 21 9 12
Kapasitas kursi 142-180 142-180
Umur rata-rata (tahun) 9,0 12,9 (3,9)

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


104

Jaringan Rute adalah Jakarta-Makassar, Jakarta-Padang,


Meskipun pada tahun-tahun sebelumnya Surabaya-Lombok, Surabaya-Batam, Denpasar-
penerbangan Citilink telah beroperasi, namun Bandung, Denpasar-Balikpapan, Batam-Medan,
penerbangan ini masih menggunakan brand Batam-Padang dan Makassar-Balikpapan. Kota
Garuda Indonesia. Setelah Citilink menerima AOC atau destinasi baru yang dilayani adalah Lombok,
maka Citilink menjadi entitas yang memasuki Bandung dan Padang.
tahapan start-up business berupa pembangunan
brand, budaya perusahaan dan jaringan rute Citilink memiliki 19 rute, 13 rute di antaranya sama
sendiri, modernisasi Passenger Service System dengan rute-rute Garuda Indonesia, sehingga
dan operation system dan mengelola air crew pelanggan memiliki pilihan full service dan low
sendiri. Strategi yang digunakan adalah penetrasi cost pada rute-rute tersebut. Sedangkan 6 rute
pasar dengan sasaran untuk meningkatkan pangsa berikut hanya dilayani dengan layanan low cost
pasar. dengan penerbangan Citilink, yaitu Surabaya-
Banjarmasin, Surabaya-Batam, Denpasar-
Dengan penambahan jumlah pesawat, Citilink Bandung, Denpasar-Balikpapan, Batam-Medan
menambah frekuensi penerbangan untuk dan Batam-Padang.
meningkatkan mutu produk, membuka 9 rute
baru dan menambah 3 kota untuk memperluas Utilisasi pesawat Citilink tahun 2012 belum
jaringan penerbangan. Frekuensi penerbangan optimal. Pencapaian utilisasi ini disebabkan jam
one way harian pada akhir tahun meningkat dari operasional dan kepadatan bandara domestik dan
56 kali pada tahun 2011 menjadi 98 kali pada tahun ketidakcukupan awak kokpit dalam mengimbangi
2012, dengan frekuensi roundtrip terbanyak pada penambahan jumlah pesawat.
rute Jakarta-Surabaya, Surabaya-Balikpapan dan
Surabaya-Denpasar masing-masing sebanyak 7,
5 dan 5 kali sehari. Rute-rute yang baru dibuka

Beberapa Indikator Penting

2012 Perubahan
2011 2010
2011-2012

21
Jumlah Pesawat 31 Des. 9 8 133%
13,2
Rata-rata Jumlah Pesawat 7,0 5,6 89%
7:24
Utilisasi Armada (jam/hari) 8:24 8:00 -12%
531
Jumlah Pegawai - 31 Des. 301 236 101%
19
Jumlah Rute 10 8 111%
11
Jumlah Kota yang Dilayani 8 8 38%
21
Jumlah Pesawat - 31 Des. 9 8 133%

Rute Penerbangan Citilink 2012

medan

Batam

Padang
Balipapan

banjarmasin

jakarta
makassar
surabaya

bandung

denpasar lombok

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
105
Data Perusahaan

Available Seat Kilometer (ASK) Citilink meningkat Realisasi Program Kerja


sebesar 76% dari 1.778 juta di tahun 2011 menjadi Sejumlah program kerja yang direalisasikan
3.121 juta di tahun 2012. Pertumbuhan ASK ini mencakup:
melampaui pertumbuhan ASK penerbangan full 1. Pembuatan Rencana Jangka Panjang (RJPP)
service/mainbrand sebesar 7%. Dengan demikian Tahun 2012-2017, Long Term Fleet Plan 2012-
porsi ASK Citilink terhadap total ASK (penerbangan 2022 dan Rencana Kerja dan Anggaran (RKAP)
mainbrand dan Citilink) meningkat dari 5,5% Tahun 2013.
pada tahun 2011 menjadi 8,7% pada tahun 2012, 2. Pembelian 25 unit pesawat A320-200 sebagai
seiring dengan pertumbuhan permintaan pada kelanjutan dari Purchase Agreement antara
segmen pasar budget traveller yang lebih tinggi Garuda Indonesia dan Airbus Industries
dibandingkan segmen premium. 3. Brand Refreshment: logo, theme song, website,
tag line, seragam crew, desain kantor
Jumlah penumpang penerbangan Citilink 4. Rekrutmen awak pesawat, instruktur dan
meningkat 76% dari 1,6 juta orang pada tahun 2011 karyawan/karyawati darat
menjadi 2,9 juta orang pada tahun 2012. Sebagai 5. Implementasi Passenger Service System
hasilnya, pangsa pasar penumpang meningkat dari Navitaire dan sistem operasi penerbangan
3,2% pada tahun 2011 menjadi 5,3%. Geneva
6. New payment method dan B2B direct access
Penambahan kapasitas kursi 88% menjadi 4 juta 7. Perbaikan safety management system
pada tahun 2012 yang tidak seluruhnya terserap 8. Perbaikan ground operations
oleh pasar seiring dengan persaingan yang ketat 9. Perbaikan maintenance.
menyebabkan tingkat isian tempat duduk (Seat
Load Factor/SLF) menurun dari 76,1% di tahun
2011 menjadi 71,7% di tahun 2012. Perolehan SLF
ini juga dipengaruhi oleh adanya rute-rute baru
yang dipasarkan dan pertumbuhan permintaan
yang tidak merata di semua rute.

Statistik Operasional Penerbangan Citilink

Perubahan
Unit 2012 2011 2010 AOC Citilink *
2011-2012

Frekuensi ('000) 24,1 13,9 10,6 74% 12,2


Frekuensi mingguan pada bulan 1 620 376 244 65% 620
Desember
Kursi yang tersedia (000) 3.964 2.104 1.610 88% 2.036
Tempat duduk-kilometer (juta) 3.121 1.778 1.386 76% 1.586
tersedia (ASK)
Rata-rata jarak segmen km 781 841 864 -7% 772
penerbangan
Jam terbang (000) 36 21 16 67% 18
Jumlah penumpang diangkut (000) 2.861 1.626 1.143 76% 1.445
Penumpang-kilometer diangkut (juta) 2.238 1.354 979 65% 1.120
(RPK)
Tingkat isian tempat duduk % 71,7 76,1 70,6 -4.4pp. 70,6
Pangsa pasar penumpang % 5,3 3,2 2,6 2.1pp. 6,1
Tonase kargo diangkut (000 ton) 48 28 21 74% 24
Tonase-kilometer diangkut (juta) 239 145 106 65% 120
(RTK)
* Agustus - Desember 2012

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


106
SBU & Entitas Anak

Tinjauan Keuangan Jumlah aset adalah USD 73.144 ribu pada tangal
Pendapatan usaha tahun 2012 sejak Citilink 31 Desember 2012. Jumlah kewajiban lancar dan
menjadi operator yang memiliki AOC mencapai kewajiban tidak lancar masing-masing adalah
USD 73.398 ribu, sementara pendapatan usaha USD45.254 ribu dan USD 4.901 ribu pada tanggal
tahun lalu tidak ada karena Citilink belum memiliki 31 Desember 2012. Ekuitas berjumlah
AOC. Pendapatan usaha dari penerbangan Citilink USD 22.989 ribu pada 31 Desember 2012.
sebagai unit usaha Garuda sampai dengan Juli
2012 dicatat dan dilaporkan oleh Garuda Indonesia. Selama tahun 2012 kas yang diperoleh dari
aktivitas operasi dan dari aktivitas investasi
Setelah memperhitungkan beban usaha, masing-masing berjumlah USD 2.770 ribu dan
penghasilan lain-lain bersih, pajak tangguhan USD 3.223 ribu. Sedangkan arus kas yang
dan pendapatan komprehensif lain, pada tahun digunakan untuk aktivitas pendanaan adalah
pertama beroperasi sebagai operator dengan AOC USD 109 ribu.
terpisah, Citilink membukukan rugi bersih sebesar
USD 28.410 ribu.

Ikhtisar Keuangan Citilink (USD 000)

2012

Jumlah pendapatan usaha 73.398


Jumlah beban usaha 104.943

Rugi usaha (31.545)


Penghasilan keuangan 308
Rugi sebelum pajak (31.237)
Manfaat pajak 2.827
Rugi bersih periode berjalan (28.410)
Laba komprehensif lain 6.315
Jumlah Rugi komprehensif (22.095)

Jumlah aset lancar 32.035


Jumlah aset tidak lancar 41.110
Jumlah aset 73.144
Jumlah liabilitas jangka pendek 45.254
Jumlah liabilitas jangka panjang 4.901
Modal saham 44.901
Tambahan modal disetor -
Komponen ekuitas lainnya 3,211
Saldo laba (defisit) (25.124)
Jumlah ekuitas 22.989
Jumlah liabilitas dan ekuitas 73.144

Kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi 2.770


Kas bersih diperoleh dari aktivitas investasi 3.223
Kas bersih digunakan untuk aktivitas pendanaan (109)

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
107
Data Perusahaan

Rencana Tahun 2013 c. Mengembangkan hub-hub penerbangan


Manajemen Citilink berkeyakinan bahwa domestik, baik pada medium-high density
sebagai maskapai penerbangan yang baru market maupun secondary market.
lahir, Perusahaan harus cepat beradaptasi d. Ekspansi di regional
dengan lingkungan usaha dan bertumbuh untuk e. Penetrasi brand di pasar budget traveler.
memanfaatkan besarnya potensi pertumbuhan f. Mengembangkan layanan non-penerbangan
permintaan jasa angkutan udara. untuk mendapat ancillary income
g. Penambahan dan peningkatan sumber daya
Di tahun 2013, strategi usaha yang dikembangkan manusia dan infrastruktur
untuk mendorong pertumbuhan yang h. Menjalankan beragam inisiatif untuk
berkelanjutan meliputi hal-hal berikut: menurunkan unit cost secara berkelanjutan
a. Menjamin ketersediaan armada pesawat
melalui komitmen dengan pabrik pesawat
terbang
b. Penambahan armada melalui cara sewa.

Kepemilikan Saham di Entitas Anak

Kegiatan Usaha Persentase Tahun Operasi


Entitas Anak Lokasi Utama Kepemilikan Komersial
%

Jasa
PT Citilink Indonesia Kantor Pusat 94,27 2012
Menara Citicon Lt. 16 penerbangan
Jl. S. Parman Kav. 72 LCC
Jakarta

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


108

Tinjauan
Keuangan
Laba bersih tercatat sebesar
USD 111 juta di tahun 2012,
atau tumbuh sebesar 72,6%
dibandingkan dengan
di tahun 2011.

Lingkungan Operasional Kilometer (RPK) juga meningkat sebesar


Di tengah ketidakpastian perekonomian 5,8% menjadi 773,7 miliar di tahun 2012,
global, perekonomian Asia masih mencatat yang mencerminkan kuatnya permintaan
pertumbuhan yang solid dengan Cina terhadap rute-rute regional yang dipicu oleh
mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi pertumbuhan ekonomi kawasan Asia Pasifik
yaitu sebesar 7,8% di tahun 2012. Hal dan penambahan kapasitas Available Seat
ini memicu permintaan terhadap jasa Kilometer (ASK).
penerbangan, baik penumpang ataupun kargo
untuk mendukung aktivitas perdagangan. Sementara di sisi lain, perekonomian
domestik juga tetap menunjukkan kinerja
Trafik penumpang penerbangan internasional yang menggembirakan dengan pertumbuhan
Asia Pasifik sebagaimana yang dilaporkan ekonomi tercatat sebesar 6,2%. Pertumbuhan
oleh maskapai-maskapai penerbangan ini dicapai dengan laju inflasi yang rendah,
anggota Association of Asia Pacific Airlines yaitu 4,3%. Kuatnya perekonomian domestik
(AAPA) mencapai 207 juta orang, mengalami mendorong permintaan yang tinggi terhadap
peningkatan sebesar 7% dibandingkan tahun impor sehingga mengakibatkan defisit
sebelumnya. Selain itu, Revenue Passenger transaksi berjalan di tahun 2012.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
109
Data Perusahaan

Sementara itu, persaingan bisnis di industri Pendapatan Usaha Penerbangan Berjadwal


penerbangan di Indonesia tetap berlangsung ketat, Pendapatan dari penerbangan berjadwal tetap
baik persaingan antara sesama operator nasional mendominasi pendapatan usaha Perusahaan
yang berjumlah lebih dari 13 maskapai maupun di tahun 2012, yaitu mencakup 83,1% dari total
dengan maskapai penerbangan asing yang pendapatan usaha. Pendapatan ini mengalami
menerbangi rute-rute penerbangan internasional peningkatan sebesar 11,9% di tahun 2012
ke dan dari Indonesia. Garuda Indonesia memilih menjadi USD 2.887 juta, antara lain didukung
untuk melihat persaingan ini sebagai tantangan oleh peningkatan pendapatan dari penumpang
untuk memicu Perusahaan menjadi lebih baik dan penerbangan berjadwal sebesar 11,8% dari
memberikan yang terbaik bagi seluruh pelanggan USD 2.404 juta di tahun 2011 menjadi USD 2.687
dan stakeholder lainnya. juta di tahun 2012.

Peningkatan harga bahan bakar penerbangan


Hasil-Hasil Operasional mainbrand di tahun 2012 menjadi USc 91,0/liter
dibandingkan dengan USc 89,7/liter di tahun 2011
Pendapatan Usaha mendorong peningkatan harga jual tiket rata-rata
Pertumbuhan ekonomi dan jumlah penumpang per kilometer (passenger yield) menjadi USc
pada umumnya mendukung peningkatan 10,0 di tahun 2012 dari USc 9,8 di tahun 2011.
pendapatan usaha Garuda Indonesia Grup dari Peningkatan passenger yield ini menjadi salah satu
USD 3.096 juta di tahun 2011 menjadi USD 3.472 faktor penunjang pertumbuhan pendapatan dari
juta di tahun 2012, atau meningkat sebesar penumpang penerbangan berjadwal.
12,1%. Peningkatan ini terutama berasal dari
pertumbuhan pendapatan dari penerbangan Sementara itu, pendapatan kargo dari
berjadwal sebesar 11,9% menjadi USD 2.887 juta. penerbangan berjadwal juga naik sebesar 12,4%
Sementara itu pendapatan dari penerbangan tidak menjadi USD 185 juta, sehingga menyumbang 6,4%
berjadwal dan pendapatan lainnya juga mengalami dari total pendapatan berjadwal di tahun 2012.
peningkatan masing-masing sebesar 9,2% dan
17,4% menjadi USD 269 juta dan USD 316 juta di
tahun 2012.

Pendapatan dari Penumpang Penerbangan Berjadwal (USD juta)

2012 Perkembangan
2011
%

Penerbangan Mainbrand
Domestik 1.387 1,253 10,7%
Internasional 1.135 1.029 10,3%
Subtotal 2.522 2.282 10,5%
Penerbangan Citilink 130 79 64,6%
Total 2.652 2.361 12,3%

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


110
Tinjauan Keuangan

Pendapatan Usaha Penerbangan Tidak Beban operasional penerbangan tercatat


Berjadwal sebesar USD 1.909 juta di tahun 2012,
Pendapatan dari penerbangan tidak berjadwal meningkat sebesar 9% dibandingkan
yang mencakup layanan penerbangan haji dan dengan USD 1.751 juta di tahun 2011 akibat
charter mengalami peningkatan sebesar 9,2% peningkatan beban bahan bakar sebesar 10,3%
di tahun 2012 dari USD 246 juta di tahun 2011 dari USD 1.138 juta di tahun 2011 menjadi
menjadi USD 269 juta di tahun 2012, dengan USD 1.255 di tahun 2012. Peningkatan bahan
pendapatan dari penerbangan haji mencakup bakar ini sejalan dengan peningkatan harga
92% dari total pendapatan dari penerbangan tidak rata-rata avtur dari USc 89,7/liter di tahun 2011
berjadwal. menjadi USc 91,0/liter di tahun 2012. Beban
bahan bakar merupakan penyumbang terbesar
Pendapatan Usaha Lainnya dari beban operasional penerbangan, yaitu
Pendapatan usaha lainnya mengalami peningkatan mencakup 65,7% dari total beban operasional
sebesar 17,4% dari USD 269 juta di tahun penerbangan di tahun 2012. Sementara
2011 menjadi USD 316 juta di tahun 2012. itu, beban sewa dan charter pesawat yang
Pendapatan jasa biro perjalanan mengalami merupakan penyumbang terbesar kedua
peningkatan sebesar 53,6% dari USD 52 juta di yaitu 23,5% dari total beban operasional
tahun 2011 menjadi USD 80 juta di tahun 2012, penerbangan mengalami peningkatan sebesar
sehingga menyebabkan kontribusi pendapatan 11,2% menjadi USD 449 juta di tahun 2012
jasa biro perjalanan meningkat dari 19,3% di tahun sebagai akibat dari penambahan armada yang
2011 menjadi 25,3% di tahun 2012. Pendapatan dilakukan selama tahun 2012.
jasa biro perjalanan merupakan penyumbang Beban tiket penjualan dan promosi yang
terbesar dari pendapatan lain-lain di tahun 2012. menyumbang 9,6% dari total beban usaha
juga mengalami peningkatan sebesar 19,7%
Penyumbang terbesar kedua adalah pendapatan menjadi USD 317 juta.
dari pemeliharaan dan perbaikan pesawat yaitu Beban pelayanan penumpang meningkat
sebesar USD 67 juta di tahun 2012, meningkat sebesar 1% menjadi USD 264 juta di tahun 2012
sebesar 27,3% dari tahun sebelumnya. seiring dengan peningkatan kualitas layanan
yang diberikan Perusahaan serta kenaikan
Pendapatan dari jasa boga juga cukup substansial jumlah penumpang.
yaitu sebesar USD 50 juta di tahun 2012, atau Beban bandara mengalami peningkatan dari
meningkat sebesar 14,6% dibandingkan tahun USD 222 juta di tahun 2011 menjadi USD 240
2011. juta di tahun 2012. Beban ini menyumbang
7,3% dari total beban usaha.
Beban Usaha Beban administrasi dan umum berjumlah
Beban usaha mengalami peningkatan sebesar 10% USD 214 juta atau 6,5% dari total beban usaha,
dari USD 3.004 juta di tahun 2011 menjadi USD mengalami kenaikan sebesar 7,8% yang dipicu
3.304 juta di tahun 2012 antara lain dipicu oleh oleh kenaikan beban pajak, asuransi, dan
peningkatan sebesar 9% pada beban operasional pemeliharaan dan perbaikan.
penerbangan menjadi USD 1.909 juta. Beban ini Beban pemeliharaan dan perbaikan tercatat
menyumbang 57,8% terhadap beban usaha. sebesar USD 289 juta, mengalami kenaikan
sebesar 16,4% sejalan dengan penambahan
Unit cost layanan penumpang jasa penerbangan pesawat dan produksi. Jam terbang
berjadwal naik sebesar 0,9% menjadi USc 8,0 per penerbangan mainbrand di tahun 2012
ASK terutama disebabkan oleh kenaikan harga meningkat 10,6% menjadi 289 ribu jam. Beban
Aircraft Fuel dan pemenuhan standar kualitas ini menyumbang 8,7% dari total beban usaha.
layanan 4-star Skytrax. Beban operasional transportasi, beban
operasional jaringan dan beban operasional
hotel mengalami kenaikan masing-masing
sebesar 12,3%, 24,3% dan 270,9%. Adapun
porsi beban ini terhadap total beban usaha
masing-masing adalah 0,6%, 0,5% dan 0,8%.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
111
Data Perusahaan

Beban lain-lain bersih tercatat sebesar USD Laba Bersih


10 juta di tahun 2012, mengalami penurunan Laba bersih tercatat sebesar USD 111 juta di tahun
sebesar 52,2% dibandingkan dengan USD 21 2012, mengalami peningkatan sebesar 72,6%
juta di tahun 2011 terutama akibat keuntungan dibandingkan dengan di tahun 2011. Sebagai
selisih kurs. akibat dari peningkatan laba bersih, marjin bersih
mengalami peningkatan dari 2,1% di tahun 2011
menjadi 3,2% di tahun 2012.
Cost/ASK Penerbangan Berjadwal (US Cent)

Perkembangan
2012 2011
%

Penerbangan Mainbrand
Domestik 8,83 8,95 -1,4%
Internasional 7,28 7,12 2,2%
Rata-Rata 7,98 7,91 0,9%
Penerbangan Citilink 6,46 6,40 0,9%
Rata-Rata Penerbangan Berjadwal 7,85 7,83 0,3%

Laba Usaha dan EBITDA Laba Komprehensif Lain


Tingginya pertumbuhan pendapatan usaha Laba komprehensif lain tercatat sebesar USD 35
dibandingkan dengan beban usaha membuat juta pada tahun 2012, mengalami peningkatan
Perusahaan membukukan laba usaha USD 168 dibandingkan tahun 2011 yang hanya USD 8 juta.
juta di tahun 2012 meningkat dibandingkan dengan Laba komprehensif ini terutama berasal dari
USD 92 juta di tahun 2011. EBITDA Perusahaan surplus revaluasi aset tetap.
mengalami peningkatan sebesar 31,8% menjadi
USD 298 juta di tahun 2012. Jumlah Laba Komprehensif
Jumlah laba komprehensif tercatat sebesar
Penghasilan (Beban) Lain-lain USD 145 juta di tahun 2012, mengalami
Di luar laba usaha, Perusahaan mencatat peningkatan sebesar 100% dibandingkan dengan
penghasilan dan beban lain-lain. Penghasilan lain- tahun 2011.
lain berasal dari pendapatan bunga sebesar
USD 6,8 juta di tahun 2012. Selain pendapatan
bunga, penghasilan lain-lain juga berasal dari Posisi Keuangan
bagian laba bersih asosiasi yang tercatat sebesar
USD 1,9 juta di tahun 2012. Aset
Jumlah aset Perusahaan tercatat sebesar
Sementara itu, beban lain-lain berasal dari beban USD 2.518 juta di tahun 2012, mengalami
keuangan yang meningkat sebesar 27,4% menjadi peningkatan sebesar 20,9% dibandingkan dengan
USD 25 juta di tahun 2012. Peningkatan beban USD 2.083 juta di tahun 2011, terutama dipicu
keuangan ini terutama berasal dari peningkatan oleh peningkatan sebesar 41,1% dalam aset tidak
beban bunga sebesar 16,5% menjadi USD 22 juta lancar menjadi USD 1.881 juta di tahun 2012.
di tahun 2012 akibat penambahan pinjaman jangka
panjang terkait dengan penambahan armada di Aset Lancar
tahun 2012. Aset lancar tahun 2012 tercatat sebesar USD 637
juta, menurun dibandingkan aset lancar di tahun
Laba Sebelum Pajak 2011 yang sebesar USD 750 juta. Penurunan ini
Laba sebelum pajak tercatat sebesar USD 152 juta terutama disebabkan oleh:
di tahun 2012, mengalami peningkatan sebesar
56,3% dibandingkan dengan tahun 2011.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


112
Tinjauan Keuangan

Penurunan kas dan setara kas sebesar 21,9% penambahan pinjaman yang ditujukan untuk
menjadi USD 326 juta di tahun 2012 yang pengembangan bisnis Perusahaan.
terutama disebabkan oleh pembayaran uang
muka pembelian pesawat terkait dengan Ekuitas
penambahan armada di tahun 2012. Ekuitas mengalami peningkatan dari USD 923 juta
Penurunan piutang usaha sebesar 26,2% di tahun 2011 menjadi USD 1.115 juta di tahun 2012
menjadi USD 129 juta di tahun 2012 seiring seiring peningkatan laba bersih Perusahaan di
dengan penurunan tagihan baik kepada pihak tahun 2012.
berelasi maupun kepada pihak ketiga.
Pada tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan
Aset Tidak Lancar melakukan kuasi reorganisasi dengan mengacu
Aset tidak lancar mengalami peningkatan sebesar pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
41,1% dari USD 1.333 juta di tahun 2011 menjadi (PSAK) No. 51 (Revisi 2003) Akuntansi Kuasi
USD 1.881 juta di tahun 2012. Kenaikan ini antara Reorganisasi. Kuasi reorganisasi dilakukan
lain disebabkan oleh: dengan metode reorganisasi akuntansi dimana
Kenaikan dana perawatan pesawat dan uang aset dan liabilitas dinilai kembali sebesar nilai
jaminan dari USD 329 juta di tahun 2011 wajarnya yang dihitung dengan metode nilai pasar
menjadi USD 462 juta di tahun 2012. dan arus kas yang didiskontokan. Selisih hasil
Kenaikan uang muka pembelian pesawat revaluasi aset dan liabilitas disajikan dalam saldo
sebesar 118,6%, dari USD 227 juta di tahun selisih revaluasi aset dan liabilitas yang digunakan
2011 menjadi USD 497 juta di tahun 2012. untuk mengeliminasi defisit.
Perusahaan melakukan pembelian 21 pesawat
Airbus A330 dengan jadwal pengiriman mulai Arus Kas
November 2012 sampai dengan Desember Pada tanggal 31 Desember 2012, kas dan setara
2017, 25 pesawat Airbus A320 dengan jadwal kas tercatat sebesar USD 326 juta, menurun
pengiriman mulai 2014 sampai dengan 2018, sebesar 21,9% dibandingkan posisi pada 31
10 pesawat Boeing 777-300ER dengan jadwal Desember 2011 yang tercatat sebesar USD 417
pengiriman mulai Juni 2013 sampai dengan juta.
Januari 2016, 25 pesawat Boeing 737-800
dengan jadwal pengiriman mulai Juni 2009 1. Aktivitas Operasional
sampai dengan Februari 2016. Pada tanggal 16 Sumber utama likuiditas Perusahaan adalah
Desember 2011, Perusahaan menandatangani dana yang berasal dari kegiatan operasional.
perjanjian pembelian 6 buah pesawat Kas yang diperoleh dari aktivitas operasi
Bombardier CRJ1000 NextGen series dengan mengalami peningkatan dari USD 244 juta di
Bombardier Inc. tahun 2011 menjadi USD 365 juta di tahun 2012
antara lain dimungkinkan oleh peningkatan
Liabilitas kinerja Perusahaan di tahun 2012.
Liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan
sebesar 16,8% menjadi USD 754 juta di tahun 2012 2. Aktivitas Investasi
antara lain disebabkan oleh peningkatan utang Arus kas yang digunakan untuk kegiatan
usaha dari USD 115 juta di tahun 2011 menjadi investasi mencapai USD 524 juta di tahun
USD 173 juta di tahun 2012. Liabilitas jangka 2012, mengalami peningkatan dibandingkan
panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun juga dengan USD 261 juta di tahun 2011 seiring
mengalami peningkatan dari USD 164 juta di tahun dengan ekspansi armada Garuda Indonesia.
2011 menjadi USD 186 juta di tahun 2012 seiring Perusahaan mengeluarkan dana sebesar
dengan jatuh temponya beberapa pinjaman jangka USD 374 juta di tahun 2012 dalam bentuk uang
panjang yang dimiliki Perusahaan. muka pembelian pesawat.

Sementara itu, liabilitas jangka panjang 3. Aktivitas Pendanaan


mengalami peningkatan sebesar 26,1% dari USD Arus kas yang diperoleh dari aktivitas
514 juta di tahun 2011 menjadi USD 649 juta di pendanaan tercatat sebesar USD 75 juta
tahun 2012 yang terutama dipicu oleh kenaikan di tahun 2012, mengalami penurunan
sebesar 58,6% dalam pinjaman jangka panjang dibandingkan dengan USD 293 juta di tahun
menjadi USD 295 juta di tahun 2012 seiring 2011 karena di tahun 2011 Perusahaan

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
113
Data Perusahaan

memperoleh dana dari hasil penawaran umum Kebijakan Investasi


saham perdana. Pada tahun 2012 Perusahaan Kebijakan investasi Perusahaan di tahun 2012
memperoleh pinjaman jangka panjang dan adalah menjaga capital expenditure agar tidak
utang bank masing-masing USD 206 juta dan melebihi anggaran secara keseluruhan, kendati
USD 40 juta serta melakukan pembayaran terdapat kebutuhan untuk melakukan investasi.
pinjaman jangka panjang dan pembayaran
utang bank masing-masing sebesar USD 125 Kebijakan Dividen
juta dan USD 37 juta. Di tahun 2012 Garuda Indonesia melakukan
kuasi reorganisasi yang memungkinkan
Perusahaan melakukan pembagian dividen di
Pengungkapan Lain-lain masa mendatang. Mengingat adanya mekanisme
prioritas pembayaran pembayaran ke kreditor
Struktur Modal lama (terkait restrukturisasi utang yang dilakukan
Kebijakan struktur modal Perusahaan adalah oleh Perusahaan sebelumnya) terlebih dahulu
untuk mempertahankan struktur modal yang sebelum melakukan pembagian dividen, maka
optimal untuk mencapai tujuan-tujuan usaha, pembagian dividen saat ini belum dapat dilakukan.
termasuk melalui rasio modal yang sehat dan Disamping itu, Perusahaan juga sedang berada
peringkat kredit yang kuat. dalam masa konsolidasi/turnaround dimana untuk
menyerap pertumbuhan pasar yang sangat pesat,
Kemampuan Membayar Utang diperlukan pendanaan yang cukup besar.
Debt to Equity Ratio (DER) Perusahaan tahun
2012 sebesar 1,26x, tidak mengalami perubahan Kuasi Reorganisasi
dibandingkan tahun 2011. Walaupun total liabilitas Sebagai dampak memburuknya kondisi ekonomi
mengalami kenaikan seiring dengan ekspansi di Indonesia sejak pertengahan tahun 1997 dan
armada untuk memenuhi pertumbuhan pasar yang dampak negatif lainnya, Perusahaan memiliki
pesat, tetapi peningkatan ini diimbangi dengan akumulasi defisit sebesar USD 1.385.459.977.
kenaikan ekuitas Perusahaan. Para pemegang saham Perusahaan menyetujui
dilakukannya kuasi reorganisasi pada tanggal
Tingkat solvensi (solvency ratio) Perusahaan, yang 1 Januari 2012, dalam rangka mengeliminasi
dihitung dengan membagi jumlah laba bersih akumulasi kerugian mengacu pada Pernyataan
dan penyusutan dengan jumlah liabilitas jangka Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 51 (revisi
pendek dan jangka panjang mengalami perbaikan 2003). Selanjutnya, Perusahaan mengajukan
dari 17,1% di tahun 2011 menjadi 17,2% di akhir pengurangan nilai nominal per saham dari Rp 500
tahun 2012. Perbaikan ini dimungkinkan oleh menjadi Rp 459, tanpa mengurangi jumlah saham
peningkatan laba bersih yang signifikan di tahun yang beredar. Penurunan nilai nominal saham
2012. tersebut menghasilkan tambahan modal disetor
sebesar USD 459.852 pada tanggal 1 Januari 2012.
Restrukturisasi Utang
Restrukturisasi utang Perusahaan telah selesai Sesuai dengan peraturan yang berlaku,
ditandatangani pada akhir tahun 2010, tetapi hal pelaksanaan kuasi reorganisasi yang juga
tersebut merupakan awal dari babak baru dimana berdampak pada penurunan nilai nominal saham,
Perusahaan harus tetap membayar cicilan pokok terlebih dahulu harus mendapatkan persetujuan
utangnya secara teratur. Dalam tahun 2012, dari Rapat Umum Pemegang Saham dan Menteri
seluruh pembayaran bunga dan pokok utang Hukum & Hak Asasi Manusia. Berdasarkan
kepada tiap kreditur dapat dilaksanakan pada hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham
waktunya. Pembayaran bunga selama tahun 2012 Luar Biasa (RUPSLB) tanggal 28 Juni 2012, para
adalah sebesar USD 7.629.395 dan pokok sebesar pemegang saham telah menyetujui pelaksanaan
USD 89.079.038. Hal ini mengakibatkan saldo kuasi reorganisasi dengan dasar laporan keuangan
pokok utang yang direstrukturisasi berkurang Perusahaan per 1 Januari 2012, serta menyetujui
menjadi USD 255.249.426. penurunan modal saham yang diakibatkan oleh
penurunan nilai nominal saham.
Sumber dana pembayaran bunga dan utang
pokok pada tahun 2012 berasal dari pendapatan Penurunan modal saham tersebut yang tertuang
operasional Perusahaan. dalam Anggaran Dasar Perusahaan, telah

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


114
Tinjauan Keuangan

mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum Kuasi reorganisasi di atas merupakan tahap
dan Hak Asasi Manusia melalui Surat Keputusan pertama dari serangkaian tahapan yang akan
No. AHU-66159.AH.01.02.Tahun 2012 tanggal diambil oleh Perusahaan untuk mempertahankan
27 Desember 2012. Lebih lanjut, penurunan kelangsungan usahanya sekaligus mencapai
modal saham yang mengakibatkan pengurangan pertumbuhan yang berkelanjutan dalam jangka
penyertaan modal negara itu, telah ditetapkan panjang. Manajemen dan pemegang saham
dalam Peraturan Pemerintah No. 114 Tahun 2012 Perusahaan berkeyakinan dan senantiasa
tanggal 27 Desember 2012 yang diumumkan dalam berkeyakinan bahwa Perusahaan memiliki prospek
Lembaran Negara Republik Indonesia No. 287 usaha yang baik di masa depan seperti tercantum
tahun 2012. pada rencana usaha jangka panjang Perusahaan.

Selanjutnya, Grup melakukan penilaian kembali Penggunaan Dana Initial Public Offering
laporan keuangan konsolidasian per tanggal 1 (IPO)
Januari 2012 ke nilai wajar yang dilakukan oleh Pada awal tahun 2011, Perusahaan telah
penilai independen. Dampak penyesuaian atas nilai berhasil mencatatkan sahamnya pada Bursa
wajar aset tersebut, menyebabkan kenaikan aset Efek Indonesia. Dari hasil penjualan saham,
sebesar USD 44.963.385. Berikut daftar aset yang Perusahaan berhasil memperoleh dana sebesar
mengalami penyesuaian atas nilai wajarnya: Rp 3.187.020.395.046. Perusahaan berkomitmen

Daftar Aset yang Mengalami Penyesuaian

Kenaikan Revaluasi
USD

Persediaan 7.315.622
Dana Perawatan Pesawat dan Uang Jaminan 11.923.653
Investasi pada Entitas Asosiasi 522.676
Aset Keuangan Lain 1.141.984
Aset Tetap 23.989.249
Aset Lain-lain Bersih 70.201
Jumlah 44.963.385

Tidak terdapat penyesuaian atas nilai liabilitas untuk mengoptimalkan penggunaan dana hasil
pada tanggal 1 Januari 2012, karena jumlah IPO, yaitu sebesar 80% digunakan untuk ekspansi
tercatat sebelum kuasi reorganisasi telah usaha, pengembangan rute dan armada baru serta
mencerminkan nilai wajarnya. 20% digunakan untuk membiayai belanja modal
Perusahaan maupun entitas anak. Penggunaan
Dengan kuasi reorganisasi tersebut, Perusahaan dana yang telah terpakai sampai dengan akhir
mengeliminasi defisit per tanggal 1 Januari 2012 tahun 2012 adalah sebesar Rp 2.549.616.316.037
sebesar USD 1.385.459.977 dengan komponen untuk pengembangan armada baru yaitu untuk
ekuitas sebagai berikut: mendanai pre-delivery payment, security deposit

Daftar Aset yang Mengalami Penyesuaian

Kenaikan Revaluasi
USD

Defisit (1.385.459.977)
Selisih Penilaian Kembali Aset dan Liabilitas 44.963.385
Opsi Saham 2.278.677
Komponen Ekuitas Lainnya - Surplus Revaluasi 83.793.914
Tambahan Modal Disetor 108.518.998
Modal Ditempatkan dan Disetor 1.145.905.003
Jumlah -

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
115
Data Perusahaan

dan biaya lain terkait pengembangan armada, Asuransi Armada Pesawat


serta sebesar Rp 461,2 miliar untuk belanja modal Seiring dengan kinerja operasi dan keuangan
Perusahaan. Dengan demikian sisa dana hasil Perusahaan yang meningkat secara signifikan
Penawaran Umum yang belum digunakan per 31 dalam beberapa tahun terakhir, Perusahaan telah
Desember 2012 adalah sebesar Rp 176,22 miliar. berhasil menurunkan rate premi asuransi armada
pesawat dalam 3 tahun berturut-turut. Di tahun
2012 ini, penurunan rate yang diperoleh tercatat
Penggunaan Dana IPO (Rp Juta)

Realisasi Penggunaan Sisa Dana


Nilai Realisasi Hasil
Dana Hasil Penawaran Hasil
Penawaran Umum
Umum (2012) Penawaran Umum

Pre-Delivery Payment (PDP) 2.079.552 2.079.552 -


Security Deposit & Biaya lain Terkait 470.064 470.064 -
Pengembangan Armada
Belanja Modal (Capital Expenditure) 637.404 461.184 176.220
Total 3.187.020 3.010.800 176.220

Pendanaan Pertumbuhan Armada lebih dari 20%. Komitmen manajemen Perusahaan


Pada tahun 2012, armada Perusahaan terus terhadap safety dan perolehan sertifikasi IOSA
meningkat secara signifikan. Untuk pemenuhan (IATA Operational Safety Audit) telah berhasil
kebutuhan armada tersebut, pendanaan dilakukan melepaskan Perusahaan dari sanksi larangan
melalui beberapa cara termasuk melalui sale terbang Uni Eropa (EU Ban) dan meningkatkan
and lease back dengan sumber pendanaan dari kepercayaan underwriter di pasar asuransi dunia
perusahaan leasing dan dari bank. Pada tahun sehingga turut mempercepat penurunan rate
2012, telah dilakukan pendanaan melalui sale and premi tersebut. Dalam tahun-tahun mendatang,
lease back untuk 4 pesawat Boeing 737-800, dan Perusahaan tetap mengusahakan penurunan rate
1 pesawat Airbus A330-200. Untuk pendanaan premi asuransi armada pesawat agar dapat setara
3 pesawat Bombardier CRJ1000 NextGen yang dengan maskapai penerbangan lain yang setara di
datang di tahun 2012, Perusahaan mendapatkan industri penerbangan internasional.
pendanaan kredit ekspor dari Export Development
Canada (EDC). Hal ini menunjukkan bahwa Asuransi Berdasarkan Peraturan Menteri
Perusahaan telah memiliki akses pendanaan yang Perhubungan Nomor 77 Tahun 2011
semakin membaik. Pada tanggal 1 Januari 2012, pemerintah Republik
Indonesia telah memberlakukan Peraturan
Pendanaan Working Capital Menteri Perhubungan Nomor 77 tahun 2011
Selain untuk pendanaan armada, Perusahaan juga jo Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 92
membutuhkan penambahan modal kerja untuk tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut
membiayai ekspansinya. Pada bulan Agustus Angkutan Udara, dimana Perusahaan dan
2012 telah ditandatangani perjanjian pinjaman maskapai penerbangan domestik diwajibkan
sebesar USD 75 juta dengan Indonesia Eximbank memberikan kompensasi atas kerugian
yang merupakan pinjaman lanjutan dari fasilitas penumpang akibat kecelakaan, ketidaknyamanan
pembiayaan sebelumnya untuk mendanai pre- perjalanan, kerugian atas bagasi dan kargo.
delivery payment pembelian pesawat di tahun Perusahaan saat ini sudah memenuhi ketentuan
2011. Selain itu Perusahaan juga memperoleh dalam peraturan Menteri Perhubungan tersebut
pinjaman dari Citibank Club Deal sebesar dan berkomitmen untuk terus memberikan
USD 120 juta pada Bulan Nopember 2012. kenyamanan dan pelayanan yang terbaik bagi
Pinjaman ini adalah pinjaman tanpa agunan, pelanggan dengan menjamin kompensasi
dengan bunga cukup rendah, yang sekaligus kerugian kepada penumpang dan pemilik barang
membuktikan kepercayaan perbankan kepada kargo melalui jaminan asuransi tanggung jawab
Perusahaan semakin kuat. pengangkut angkutan udara.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


116
Tinjauan Keuangan

Cash Management sebesar USD 6 juta, PT Bank Central Asia Tbk


Untuk mendukung aktivitas Cash Management, sebesar Rp 213.378.000.000 (setara dengan USD 24
dan sejalan dengan penerapan SAP-ECC6, juta), dan Emirates NBD PJSC, Singapore Branch
Perusahaan telah menjalankan Weekly Transfer sebesar USD 20 juta.
Fund dengan Branch Office Domestik dan telah
melakukan automatic payment yaitu pembayaran Tingkat suku bunga pinjaman adalah sebesar
menggunakan data yang telah diposting di SAP LIBOR +3,75% untuk pinjaman USD dari Emirates
langsung ke server Bank dan automatic posting NBD PJSC, Singapore Branch, LIBOR +4,00% untuk
MT940 dari Bank ke server SAP. Perusahaan juga pinjaman USD dari PT Bank ICBC Indonesia dan
telah melakukan testing untuk Pooling Operational PT Bank Panin Tbk, dan JIBOR +4,00% untuk
Bank Account di kantor cabang domestik yang pinjaman Rupiah dari PT Bank Panin Tbk dan
mendorong kemampuan Finance Manager PT Bank Central Asia Tbk.
Kantor Cabang melakukan internet banking dan
efisiensi rekening di Kantor Cabang. Jangka waktu pinjaman adalah 24 bulan
terhitung mulai tanggal 7 November 2012 dengan
Perusahaan juga telah melakukan pengelolaan pembayaran pokok pinjaman pada bulan ke 15, 18,
pembayaran Immigration on Board (Visa on Board/ 21 dan 24. Seluruh pinjaman telah dicairkan oleh
VoB) dengan proses data hasil penjualan VoB Perusahaan pada tanggal 1 Maret 2013.
yang telah terintegrasi, sehingga transfer aplikasi
pembayaran dan posting pembukuan pembayaran Transaksi Benturan Kepentingan
dapat dilakukan secara otomatis melalui sistem. Sepanjang tahun 2012, Perusahaan tidak
VoB yang telah dijalankan adalah rute Tokyo, melakukan transaksi yang dapat digolongkan
Osaka, Seoul, Sydney, dan Amsterdam-Dubai. sebagai transaksi yang mengandung benturan
Selain itu Perusahaan juga telah melakukan kepentingan.
pengelolaan pembayaran Passenger Service
Charge (PSC) on ticket yang dikoordinasikan Transaksi dengan Pihak Berelasi
bersama dengan Angkasa Pura I dan Angkasa Dalam kegiatan usahanya, Perusahaan dan entitas
Pura II. Langkah tersebut mencerminkan anak melakukan transaksi dengan pihak berelasi,
efektifitas dan efisiensi dalam Cash Management yang didefinisikan sebagai pihak atau entitas
serta memberikan nilai lebih atas layanan yang dimana Pemerintah Republik Indonesia memiliki
diberikan oleh Perusahaan. pengaruh signifikan berdasarkan kepemilikan atau
pengendalian manajemen. Pemerintah Republik
Kejadian Penting Setelah Tanggal Neraca Indonesia adalah pemegang saham mayoritas di
Pada tanggal 18 Februari 2013, Perusahaan Perusahaan.
menandatangani perjanjian pinjaman komersial
dengan PT Bank Permata Tbk. Jumlah fasilitas Nama-nama pihak yang berelasi, serta bentuk dan
pinjaman yang diberikan kepada Perusahaan jumlah transaksi dengan masing-masing pihak
sebesar USD 70 juta dengan jangka waktu 24 bulan berelasi tersebut diungkapkan secara terinci pada
bunga tetap 4,5% per tahun. Seluruh pembayaran Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian.
pokok di bulan ke 24 yaitu pada bulan 18 Februari
2015. Dana pinjaman telah dicairkan seluruhnya Pengaruh Perubahan Peraturan Pemerintah
oleh Perusahaan pada tanggal 21 Februari 2013. Tidak ada perubahan peraturan perundang-
undangan yang berpengaruh signifikan terhadap
Pada tanggal 21 Februari 2013, Perusahaan Perusahaan dan berdampak langsung terhadap
menerima pinjaman sindikasi III dari Citibank laporan keuangan.
dengan nilai total pinjaman sebesar USD 90
juta. Pinjaman sindikasi tersebut dihimpun dari
beberapa bank yaitu PT Bank Panin Tbk sebesar
USD 20.000.000 dan Rp 213.378.000.000 (setara
dengan USD 24 juta), PT Bank ICBC Indonesia

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
117
Data Perusahaan

Pengaruh Perubahan Kebijakan Akuntansi Selain itu, beberapa entitas (PT Aero Wisata
Sehubungan dengan penerapan Pernyataan dan entitas anak, selanjutnya disebut AWS
Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 10 (Revisi Grup) yang mata uang fungsional dan pelaporan
2010) Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing, menggunakan Indonesia Rupiah, laporan keuangan
efektif 1Januari 2012 seperti yang dijelaskan entitas tersebut telah di translasikan ke mata uang
dalam Catatan 2a, Laporan Keuangan pelaporan grup (US Dollar) dengan tujuan agar
Konsolidasian tahun sebelumnya disajikan kembali laporan keuangan entitas anak tersebut dapat
untuk memperlihatkan efek pengukuran kembali dimasukkan ke laporan keuangan konsolidasian
atas saldo akun dari entitas induk dan entitas tahun sebelumnya yang telah dinyatakan kembali.
anak tertentu yang pembukuannya dilakukan
dalam mata uang selain mata uang fungsional Ikhtisar Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
dan menyajikan kembali laporan keuangan pada tanggal 31 Desember 2011 dan Laporan Laba
konsolidasian dalam US Dollar sebagai mata Rugi Komprehensif Konsolidasian untuk tahun
uang penyajian Grup, yang merupakan mata uang yang berakhir pada tanggal tersebut sebelum
fungsional dari entitas induk. dan sesudah pengukuran kembali adalah sebagai
berikut:
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian

31 Desember 2011
Sebelum Pengukuran Setelah Pengukuran
Kembali Kembali
(Rp) (USD)

ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas 3.783.646.333.373 417.252.577
Piutang usaha
Pihak-pihak berelasi 373.241.478.888 41.207.537
Pihak ketiga - bersih 1.217.465.089.628 134.212.244
Piutang lain-lain 31.113.927.621 3.431.179
Persediaan - bersih 720.554.811.432 79.264.516
Uang muka dan biaya dibayar di muka 633.621.677.138 71.886.980
Pajak dibayar di muka 24.448.370.218 2.696.115
Jumlah Aset Lancar 6.784.091.688.298 749.951.148

ASET TIDAK LANCAR


Dana perawatan pesawat dan uang jaminan 3.010.466.915.189 328.921.176
Uang muka pembelian pesawat 2.062.555.516.943 227.454.292
Investasi pada entitas asosiasi 143.812.890.590 14.986.715
Aset pajak tangguhan 219.525.907.743 27.260.144
Aset tetap - bersih 5.045.541.650.331 643.008.375
Properti investasi 165.317.596.743 18.230.877
Aset tak berwujud - bersih 34.639.456.986 3.886.349
Beban tangguhan - bersih 16.602.260.275 2.565.924
Aset lain-lain - bersih 595.904.875.143 66.741.809
Jumlah Aset Tidak Lancar 11.294.367.069.943 1.333.055.661
JUMLAH ASET 18.078.458.758.241 2.083.006.809

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


118

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian

31 Desember 2011
Sebelum Pengukuran Setelah Pengukuran
Kembali Kembali
(Rp) (USD)

LIABILITAS DAN EKUITAS


LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank 5.797.997.739 639.391
Utang usaha
Pihak-pihak berelasi 472.666.804.547 52.124.703
Pihak ketiga 571.614.233.872 63.036.417
Utang lain-lain 240.758.487.450 26.550.366
Utang pajak 114.535.294.214 12.630.711
Beban akrual 1.445.372.619.147 159.392.656
Pendapatan diterima di muka 1.451.575.732.310 158.862.887
Uang muka diterima 78.916.242.282 8.753.128
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun
Pinjaman jangka panjang 728.653.273.004 80.354.353
Liabilitas sewa pembiayaan 494.681.117.860 54.552.395
Liabilitas estimasi biaya pengembalian dan pemeliharaan pesawat 262.406.132.770 28.937.597
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 5.866.977.935.195 645.834.604
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam 1 tahun:
Pinjaman jangka panjang 1.685.367.743.488 185.858.816
Liabilitas sewa pembiayaan 1.266.865.928.224 139.707.314
Liabilitas estimasi biaya pengembalian dan pemeliharaan pesawat 240.218.031.499 26.490.740
Liabilitas pajak tangguhan 32.280.610.566 3.559.838
Liabilitas imbalan kerja 1.416.752.442.698 156.236.485
Liabilitas tidak lancar lainnya 22.862.552.731 2.521.236
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 4.664.347.309.206 514.374.429
EKUITAS
Modal saham 11.320.498.000.000 2.291.936.892
Tambahan modal disetor 995.422.474.047 113.067.035
Komponen ekuitas lainnya 1.170.782.240.341 (100.010.418)
Opsi saham 19.740.236.981 2.278.677
Defisit (5.974.223.243.992) (1.385.459.977)
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik 7.532.219.707.377 921.812.209
Kepentingan non pengendali 14.913.806.463 985.567
Jumlah Ekuitas 7.547.133.513.840 922.797.776
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 18.078.458.758.241 2.083.006.809

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
119
Data Perusahaan

Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian

31 Desember 2011
Sebelum Pengukuran Setelah Pengukuran
Kembali Kembali
(Rp) (USD)

PENDAPATAN USAHA
Penerbangan berjadwal 22.627.577.883.936 2.580.538.964
Penerbangan tidak berjadwal 2.177.921.568.826 246.459.221
Lainnya 2.359.070.425.084 269.330.220
Jumlah Pendapatan Usaha 27.164.569.877.846 3.096.328.405
BEBAN USAHA
Operasional penerbangan 15.848.635.480.137 1.750.918.352
Tiket, penjualan dan promosi 2.329.671.267.574 265.239.707
Pelayanan penumpang 2.289.637.230.561 261.326.123
Bandara 1.954.032.780.700 222.389.175
Administrasi dan umum 1.739.100.703.859 198.258.565
Pemeliharaan dan perbaikan 1.668.973.777.744 248.166.721
Operasional transportasi 142.749.354.277 16.282.577
Operasional jaringan 119.044.048.249 13.579.030
Operasional hotel 60.997.785.165 6.957.658
Beban operasional lain-lain bersih 48.888.872.286 20.862.909
Jumlah Beban Usaha 26.201.731.300.552 3.003.980.817
LABA USAHA 962.838.577.294 92.347.588
Bagian laba bersih asosiasi 14.564.921.236 1.648.960
Pendapatan keuangan 198.743.287.876 22.738.090
Beban keuangan - bersih (173.489.677.444) (19.801.370)
LABA SEBELUM PAJAK 1.002.657.108.962 96.933.268
BEBAN PAJAK (193.991.788.747) (32.707.732)
LABA BERSIH TAHUN BERJALAN 808.665.320.215 64.225.536
LABA KOMPREHENSIF LAIN
Peningkatan revaluasi aset tetap - bersih setelah pajak 49.115.310.129 9.642.325
Selisih kurs karena penjabaran operasi luar negeri 1.014.724.113 (1.167.245)
Jumlah laba komprehensif lain-lain - bersih 50.130.034.242 8.475.080
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF 858.795.354.457 72.700.616
LABA YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA
Pemilik entitas induk 805.529.821.141 63.867.730
Kepentingan non pengendali 3.135.499.074 357.806
Laba bersih tahun berjalan 808.665.320.215 64.225.536
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA
Pemilik entitas induk 855.413.207.673 73.069.776
Kepentingan non pengendali 3.382.146.784 (369.160)
Jumlah Laba Rugi Komprehensif 858.795.354.457 72.700.616
LABA PER SAHAM - diatribusikan kepada pemilik entitas induk
Dasar 36,39 0,0029
Dilusi 36,39 0,0029

Pembentukan Entitas Anak atas SBU Citilink pada pertengahan tahun 2012
Untuk mendukung strategi Perusahaan menjadi entitas anak yang bergerak dalam jasa
khususnya pengembangan Low Cost Carrier penerbangan dengan segmentasi LCC.
(LCC), Perusahaan telah melakukan spin off

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


120

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
121
Data Perusahaan

Tinjauan
Pendukung
Bisnis
Australia
Australia adalah salah satu destinasi
internasional Garuda Indonesia yang
berkembang pesat. Dari Jakarta, terdapat
penerbangan langsung ke Melbourne,
sementara dari Denpasar Garuda Indonesia
terbang ke tiga kota di Australia yaitu Melbourne,
Perth dan Sydney. Di tahun 2013 direncanakan
dibuka kembali rute Denpasar-Brisbane.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


122

Sumber Daya
Manusia
Tiga pilar utama yang mendasari
strategi human capital adalah
pengelolaan talent, peningkatan
internalisasi budaya perusahaan
yang akan mendorong
terciptanya conducive working
environment serta peningkatan
dan pengembangan peran people
manager.
Melanjutkan strategi dalam pengelolaan SDM yang memiliki engagement terhadap
untuk mendukung program Quantum Leap perusahaan.
2015 serta pelaksanaan dari Seven Drivers
yaitu Human Capital with the Right Quantity Berdasarkan hal tersebut di atas, tiga pilar
and Quality, maka Human Capital Management utama yang mendasari strategi human capital
menjadikan unitnya sebagai partner dalam adalah:
pengembangan Bisnis Perusahaan, yang Pengelolaan talent yang akan memastikan
mencakup antara lain: tersedianya para pemimpin perusahaan di
Dukungan aspek SDM dengan memenuhi masa depan
kebutuhan penerbang yang disesuaikan Budaya Perusahaan yang akan mendorong
dengan pertumbuhan pesawat yaitu terciptanya working environment
dengan melakukan kerja sama dengan yang kondusif yang pada akhirnya
flying School di Domestik, selain itu juga akan mendorong kinerja terbaik dan
melakukan strategic partnership dengan berkelanjutan
agen untuk memenuhi penerbang pesawat Meningkatkan dan mengembangkan peran
100 seaters. people manager yang mampu menjadi
Memenuhi kebutuhan awak kabin di base mentor dan coacher yang kompeten
Makassar sehingga pegawai dapat mengembangkan
Menjadikan Garuda Indonesia sebagai kompetensinya serta terjaga produktivitas
High Performance Organization yang dan kinerjanya.
didukung oleh high performance people

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
123
Data Perusahaan

Pengelolaan Talent Tujuan dari proses pengelolaan talent adalah


Sebagai input dari Pengelolaan Talent adalah untuk mempertahankan pegawai, mendukung
proses talent acquisition baik dari dalam perubahan, mengembangkan tim unggulan
organisasi (juga meliputi anak perusahaan) terbaik, memperoleh calon pengganti untuk key
maupun dari luar untuk menjamin kesinambungan position, memenuhi persyaratan keahlian masa
kepemimpinan jangka panjang sesuai dengan depan, membantu perencanaan sumber daya
perkembangan bisnis dan untuk mengantisipasi organisasi, memastikan adanya peluang bagi
kebutuhan bisnis ke depan. Penyusunan strategi pegawai yang berpotensi tinggi serta membangun
perusahaan dalam mengelola talent dimulai dari budaya yang mendorong pencapaian kinerja yang
pencarian kader potensial dengan talenta yang maksimal.
mampu bersaing, tidak hanya di regional namun
juga global (talent acquisition), demi menjamin Proses yang dilaksanakan diantaranya mencakup:
competitiveness dan agresivitas perusahaan Penetapan critical/key posisi dari area yang ada
dalam menghadapi tantangan industri saat ini di perusahaan.
dan di masa yang akan datang, termasuk di Identifikasi kebutuhan Talent yang selaras
dalamnya penetapan kriteria talent, profil sukses dengan strategi Perusahaan
kepemimpinan perusahaan dan pemetaan Seleksi Talent dengan mempertimbangkan
karyawan potensial yang diidentifikasi sebagai aspek kinerja dan potensi critical/ posisi
calon pimpinan Perusahaan. kunci dari suatu jabatan yang dibutuhkan

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


124
Sumber Daya Manusia

oleh perusahaan. Dalam penetapan talent Pengembangan leadership bagi setiap people
perlu memperhatikan ketersediaan internal manager di Perusahaan, terutama dalam hal
dengan melakukan proses review dan evaluasi; coaching dan mentoring, untuk meningkatkan
atau ketersediaan eksternal dengan mencari kapabilitas setiap people manager dalam
kandidat dari luar perusahaan melalui proses mengembangkan dan mempersiapkan talent-
rekrutmen untuk posisi yang critical seperti talent di bawahnya untuk posisi berikutnya di
posisi middle management dan excecutive dalam organisasi.
management.
Pengembangan Talent, mencakup tiga aspek Pengelolaan talent management dilakukan
yaitu assignment, mentoring dan leadership secara sistematis dengan menggunakan single
development. Salah satu program yang data source, Historical talent disimpan dalam
dilaksanakan adalah melakukan kerja sama sistem dengan masa retensi sesuai kebutuhan.
dengan General Electric. Sebagai tindak Pengelolaan talent dilakukan secara bersama-
lanjut dari MoU antara Garuda Indonesia-GE, sama antara unit human capital dengan line
sudah dilakukan training Change Acceleration manager di unit kerjanya sehingga akurasi dari
Program oleh GE di GITC di bulan Maret 2012, informasi dapat lebih terukur. Development
yang diikuti dengan Global Customer Summit talent dibuat terintegrasi dengan unit Learning &
di Crotonville, Juli 2012, Amerika Serikat bagi Development sehingga pengelolaan menjadi lebih
para executive leader terpilih. Pengembangan terarah. Development talent dapat dilaksanakan
dari MoU awal, Garuda Indonesia dan GE dengan rotasi/penempatan sementara karena
sepakat untuk menginstitusionalisasikan dapat diketahui secara sistem unit yang terkait
kesepakatan pengembangan leadership dan dengan developmentnya. Monitoring dibantu
management ini menjadi sebuah Garuda secara sistem yang akan memberikan report
Indonesia-GE Institute. sesuai dengan kebutuhan.
Mempertahankan talent dengan metode
dan mekanisme penilaian karyawan Transformasi Budaya Perusahaan
Talent Review (performance vs potential), Penetapan nilai-nilai FLYHI merupakan bagian
memastikan tersedianya Key People dan Key dari Program Transformasi Budaya yang bertujuan
Position melalui strategi dan metode Talent untuk menjadikan Insan Garuda Indonesia sebagai
Management yang terintegrasi dengan strategi High Performance People yang menerapkan
perencanaan dan target jangka panjang nilai-nilai budaya dalam segala aspek organisasi,
Perusahaan serta sesuai dengan peraturan sehingga tercapai High Performance Organization
perundangan, tersedianya strategi acceleration serta Result Operational Excellence sebagaimana
development program yang selaras dengan tercermin berikut ini:
strategi perusahaan pengadaan program MT,
Future Leader dengan curriculum
development nya).

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
125
Data Perusahaan

Serangkaian kegiatan sosialisasi serta program Sharing forum sebagai media internal
implementasi telah dilakukan untuk seluruh best practices dirasakan penting untuk
jajaran pimpinan hingga pegawai. Sesuai menunjukkan bagaimana unit menerapkan
arahan Direktur Utama bahwa dalam 5 tahun, FLYHI (proses), bagaimana hasilnya
values sudah tertanam di seluruh insan Garuda (result), peran Pimpinan dalam mendorong
Indonesia, maka di awal tahun 2012 telah disusun implementasi secara konsisten dan selalu
dan dilakukan berbagai inisiatif program dan walk the talk yang akan mendorong pegawai
campaign yang diberi tema FLYHI Acceleration di jajarannya untuk menerapkannya dalam
Program 2012. Program ini bertujuan untuk terus keseharian kerja.
mendorong implementasi FLYHI di seluruh unit
kerja dan kantor cabang, melakukan standardisasi FLYHI Acceleration Sharing Forum bertujuan
program implementasi dan perilaku yang sesuai untuk:
dengan nilai-nilai FLYHI di tingkat Perusahaan, Sarana sharing antar Tim Internalisasi
serta memperluas buy-in (seluruh unit yang FLYHI (TIF) di seluruh unit kerja.
terlibat) sehingga mendorong kinerja Perusahaan Sarana komunikasi mengenai implementasi
secara optimal dan berkesinambungan. FLYHI di masing-masing unit kerja HO dan
BO Domestik
Kick Off Program 2012 dan FLYHI Expo Sarana monitoring progress implementasi
Dalam rangka internalisasi FLYHI Acceleration program corporate FLYHI
Program 2012, maka ditetapkan Program Sarana evaluasi implementasi FLYHI
Nasional dengan tiga tema pokok yaitu Penegakan Sharing implementasi dari perusahaan
Disiplin, Sharing Session dan Inovasi (Business yang Budaya Perusahaannya dianggap
Proccess Improvement). Ketiga Program Nasional kuat.
yang menjadi acuan program budaya di seluruh
unit ini diharapkan dapat memberikan dampak WORKSHOP FLYHI KARYAWAN BARU
positif bagi perubahan perilaku, lingkungan kerja (INDUCTION PROGRAM)
yang kondusif yang mendorong pencapaian kinerja Selama tahun 2012, Workshop Induction bagi
individu, unit dan perusahaan secara menyeluruh. karyawan baru dilaksanakan secara periodik
sejalan dengan bergabungnya para karyawan
Sementara FLYHI Expo merupakan sarana baru di Garuda Indonesia. Peserta selain
untuk sharing program dari Unit kerja yang pegawai darat juga awak kabin dan pilot (ab
memenangkan FLYHI Competition, sebagai initio). Workshop dilaksanakan selama 2 hari
internal benchmark bagi unit kerja lain yang belum dengan metode experiental learning yaitu
sepenuhnya mampu secara konsisten menjalankan dilibatkan dalam serangkaian permainan tim
3 program nasional tersebut. Kick Off Program yang berkaitan dengan 5 values FLYHI dan
Nasional 2012 dan Expo dilaksanakan dengan 10 perilaku Utama, group discussion terkait
mengundang perwakilan Tim Internalisasi FLYHI di dengan perilaku-perilaku yang harus muncul
seluruh Unit Kerja dan Kantor Cabang Domestik. dalam keseharian kerja sesuai dengan nilai-
nilai FLYHI dan in class. Materi yang diberikan
SHARING FORUM TIM INTERNALISASI FLYHI mencakup penyampaian pesan dari CEO
(TIF) tentang Implementasi FLYHI, pemaparan
Memasuki tahun kelima tahap internalisasi terkait pentingnya budaya dalam organisasi,
nilai-nilai perusahaan dan salah satu titik diskusi perilaku stop-start-continue yang
berat adalah implementation evidence, baik dikaitkan dengan penulisan program nasional
dampak FLYHI terhadap perubahan perilaku, serta presentasi hasil diskusi kelompok.
memberi nilai tambah kepada Unit Kerja dan Workshop diakhiri dengan wrap up serta
berdampak kepada kinerja unit; tentunya, penandatangan komitmen dari seluruh peserta.
untuk terus mendorong proses tersebut
diperlukan media yang menunjukkan CUSTOMIZED WORKSHOP
bentuk implementasi FLYHI sehingga mampu Dalam kaitan dengan upaya memberikan
mendorong unit lain untuk melakukannya. awareness dan reminder di segala lini, telah
Salah satu media tersebut adalah sharing diselenggarakan sejumlah workshop yang
forum, yaitu sharing untuk berbagi pengalaman disesuaikan dengan kebutuhan unit, seperti:
dan memberikan inspirasi efektivitas
penerapan budaya.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


126
Sumber Daya Manusia

Workshop untuk Petugas Security internal dimanfaatkan sebagai salah satu


Bertujuan memberikan pengenalan mengenai sarana publikasi dan komunikasi, antara lain
budaya perusahaan kepada petugas security sebagai berikut:
Garuda Indonesia. Program ini mencakup Info Fly-Hiers diterbitkan setiap bulan.
pemaparan terkait pentingnya budaya Web - Intra: update berita seputar kegiatan
perusahaan yang difokuskan pada fungsi FLYHI
dan tanggung jawab seorang security dalam GA View: penulisan artikel seputar kegiatan
menegakkan disiplin, kerja sama Tim FLYHI
dalam memperkuat aspek safety & security. Penyebaran poster & banner FLYHI di
Workshop Cargo. seluruh unit kerja.

Workshop ini diikuti oleh personil Cargo yaitu Dalam rangka eksternalisasi, telah dilakukan
checker, porter, staf dan jajaran struktural pula pemuatan Visi dan Tata Nilai FLYHI di
tingkat senior manajer yang bertujuan media inflight magazine.
sebagai reminder tentang pentingnya
penerapan nilai-nilai budaya dalam mendorong PROGRAM EMPLOYEE OF THE YEAR
environment kerja yang kondusif, optimis, Pemilihan karyawan terbaik Employee of
sekaligus memberikan materi mengenai The Year diselenggarakan dengan tujuan
pentingnya kerja sama tim (teamwork). memberikan apresiasi bagi pegawai terbaik
Workshop Petugas Call Center dalam hal kinerja serta perilaku yang
Workshop bagi calon petugas call center mencerminkan nilai-nilai FLYHI dalam
Garuda Indonesia, dengan tujuan pemahaman keseharian.
terhadap nilai-nilai budaya perusahaan,
menumbuhkan sense of belonging sebagai Meningkatkan Peran People Manager
anggota keluarga Garuda Indonesia yang Pada saat ini fungsi SDM sudah diarahkan untuk
memiliki peran penting dalam memberikan menciptakan kontribusi terbaik dari masing-
layanan yang terbaik kepada pelanggan. masing karyawan. Di dalam organisasi hal ini
perlu dipicu oleh masing-masing pimpinan dimana
PROGRAM MONITORING pimpinan di organisasi ini merupakan kepala unit
Memantau sejauh mana penerapan dan dan saat ini Kepala unit tersebut sudah bermigrasi
efektivitas program FLYHI di seluruh unit menjadi people manager yang mempunyai
melalui pengamatan langsung kondisi di kewajiban untuk memantau dan memastikan
lapangan, melalui wawancara dengan People bahwa kinerja unit yang dipimpinnya sejalan
Manager, Focus Group Discussion dengan Tim dengan kinerja perusahaan.
Internalisasi FLYHI (TIF) Unit Kerja, penyebaran
angket kepada karyawan di Unit tersebut. Pengelolaan Hubungan Industrial
Monitoring ini bertujuan untuk:
Sosialisasi dan cascading Penyelesaian Perjanjian Kerja Bersama
Memastikan berjalannya implementasi Proses perundingan Perjanjian Kerja Bersama
FLYHI (PKB) yang telah berlangsung sejak tahun 2009
Validasi evidence telah memasuki babak baru pada tanggal 28
Menggali hal-hal yang perlu ditingkatkan Agustus 2012 dengan ditandatanganinya Perjanjian
dan memberikan feedback Kerja Bersama antara Garuda Indonesia dengan
Sekretariat Bersama Serikat Pekerja Garuda
Adapun output dari kegiatan monitoring ini Indonesia (SEKARGA).
adalah laporan analisa hasil wawancara, Focus
Group Discussion, observasi, kuesioner serta Employee Engagement
rekomendasi. Perusahaan menyadari bahwa pegawai yang
memiliki engagement akan dapat meningkatkan
PROGRAM KOMUNIKASI produktivitasnya sehingga produktivitas dan kinerja
Sebagai upaya untuk terus mengingatkan unit serta Perusahaan dapat meningkat. Dengan
pegawai akan penerapan nilai-nilai FLYHI dan demikian pegawai yang memiliki engagement akan
sebagai media sharing implementasi FLYHI menjadikan pertumbuhan bisnis Perusahaan yang
unit, maka secara berkala beberapa media berkesinambungan.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
127
Data Perusahaan

Engagement selain berkorelasi dengan performa yang sangat bernilai yang pada akhirnya dapat
bisnis juga memberikan informasi kepada mengurangi talent yang berkinerja rendah, karena
perusahaan seberapa atraktif perusahaan people manager semakin mengenali kinerja
dalam kompetisi perang talent, selain itu dapat anggota timnya, bagaimana mereka bertindak dan
meningkatkan kemampuan perusahaan untuk berpikir.
menarik, memotivasi, dan mempertahankan talent

Jumlah Karyawan Berdasarkan Usia

Kelompok Usia (tahun) 2012 2011

> 50 938 896


41 50 2.476 2.419
31 40 9456 1.236
21 30 2.198 1.595
< 21 450 562
Total 7.008 6.708

Jumlah Karyawan Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis Kelamin 2012 2011

Pria 3.737 3.654


Wanita 3.271 3.054
Total 7.008 6.708

Jumlah Karyawan Berdasarkan Pendidikan

Pendidikan 2012 2011

S3 4 3
S2 312 308
S1 2.356 2.377
Diploma 802 669
SLTA 3.534 3.351
Jumlah 7.008 6.708

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


128
Sumber Daya Manusia

Jumlah Karyawan Berdasarkan Profesi

Tetap Calon Pegawai Kontrak Siswa


No. Profesi
2012 2011 2012 2011 2012 2011 2012 2011

A. 1 Pilot & Copilot


Aktif 688 611 - - 154 118 239 213
Diperbantukan - - - - - - - -
Cuti Diluar Tanggungan - - - - - - - -
Perusahaan
Cuti Gravida - - - - - - - -
2 Cabin Attendant
Aktif 1.275 1.238 - - 908 890 431 146
Cuti Gravida 29 50 - - - - - -
Cuti Diluar Tanggungan 9 20 - - - - - -
Perusahaan
3 Sales & Promotion 669 711 1 - 100 60 - -
4 Airport Handling 434 372 - - 109 53 - -
5 Maintenance & Engineering 110 98 - - 22 37 - -
6 All Other Personnel 1.283 1.222 1 14 169 191 11 13
Cuti Diluar Tanggungan 2 - - - - - - -
Perusahaan
Pegawai diperbantukan 25 26 - - - 1 - -
Jumlah Pegawai 4.524 4.348 2 14 1.426 1.350 681 372
Garuda Indonesia (A)
B. 1 SBU GSM 38 38 - - 29 49 - -
2 SBU GARUDA CARGO 259 284 - - 13 9 - -
3 Jumlah SBU (B) 297 332 - - 42 227 - 65
Total Pegawai 4.821 4.680 2 14 1.504 1.577 681 437
Garuda Indonesia (A+B)

Total Jumlah Karyawan 7.008 6.708

Training dengan bisnis Garuda Indonesia (Dangerous


Training di Garuda Indonesia bisa dibagi ke dalam Goods, Basic Cargo, fare & Ticketing serta GSE
4 kategori yaitu Airline Business Training, Flight untuk refueling Garuda Indonesia Aircraft).
Attendant Training, Flight Operation Training dan
Flight Operations Officer Training. Secara garis besar ruang lingkup training yang
diselenggarakan dikategorikan sesuai dengan
Airline Business Training sifat kebutuhan training tersebut dengan
Airline Business Training merupakan unit pengelompokan sebagai berikut:
penyelenggara pelatihan dengan ruang lingkup 1. Mandatory Training by regulatory body dan
fungsi utama sebagai berikut: IOSA Requirement.
1. Menyediakan kebutuhan training untuk 2. Mandatory Training oleh Perusahaan.
pengembangan personil di semua direktorat 3. Optional Training/Elective Training.
dengan ruang lingkup pelatihan meliputi: 4. Training on request-based.
- Training keniagaan (pre journey service,
pre-flight service, post flight service dan Mengacu kepada Balance Score Card unit
post journey service) Learning & Development tahun 2012 dan
- Training perkargoan sejalan dengan corporate strategic business,
- Training manajemen dan keuangan program kerja di tahun 2012 meliputi:
- General Training Annual Training Conference.
2. Training sinergi dengan Garuda Indonesia Sales Academy, Marketing & Service
Group/ pemenuhan training personil Garuda Academy.
Indonesia Group. Penyelenggaraan General, Management,
3. Menyediakan training untuk travel agent dan Finance, Service, dan training terkait
cargo agent atau pun institusi lain yang terkait dengan IOSA Certification.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
129
Data Perusahaan

Memfasilitasi kebutuhan training yang menghantarkan para lulusannya menjadi Awak


terkait dengan Corporate Change Kabin yang handal dan profesional.
Management.
Penugasan Training Expert sebagai Proses pembelajaran di Unit ini mengacu kepada
Counterpart Business Partner di Direktorat kebutuhan dan strategi perusahaan yang harus
dan/atau Consultant. dipenuhi dengan titik berat program adalah
Penugasan Instruktur & Training Analyst strategi perusahaan berupa 7 Drivers, Milestone
sebagai Counterpart Consultant. Direktorat Human Capital dan Direktorat Services
sebagai Users. Semua Materi Pembelajaran
Di tahun 2012 telah dilaksanakan 54 jenis training harus sesuai dengan Mandatory by Regulator
terkait dengan Airline Business Training, 30 jenis serta Mandatory by Company. Selain itu, materi
training dilaksanakan berdasarkan permintaan penguatan-penguatan soft skill juga sangat
user, 13 Training baru dilaksanakan melalui diperlukan untuk membentuk sikap mental yang
Training Need Analysis 2012. positif.

Sementara itu, dalam rangka implementasi Flight Attendant Training Department memiliki
muatan program academy dalam kaitannya dengan fungsi sebagai penyelenggara pendidikan dan
pemenuhan soft competence dalam Employee pelatihan dengan ruang lingkup fungsi utama
Development Plan 2012, telah diselenggarakan adalah menyediakan dan memenuhi serta
program training terkait Employee Development melaksanakan (eksekusi) kebutuhan training
Plan (EDP). untuk jajaran Awak Kabin Garuda Indonesia baik
yang telah ada maupun bagi para calon Awak
Program pelatihan di Airline Business Training Kabin dengan lingkup pelatihan baik di bidang
pada tahun 2012 total diikuti 7.080 peserta. Service maupun Safety yang mengacu pada Civil
Aviation Safety Regulation (CASR) part 121.

Flight Attendant Training Adapun training yang dilakukan oleh Unit Flight
Dalam rangka mendukung program Quantum Leap Attendant Training adalah:
2015, maka kebutuhan akan Awak Pesawat baik
Cockpit Crew maupun Cabin Crew akan sangat Training Program
tinggi sehingga akan menimbulkan tuntutan tidak
hanya dari sisi jumlah personil namun juga dari Regular F/A Safety Training Syllabus
segi kualitas. - Zero Hour F/A Safety Training
- Transition / AC Type Safety Training
- Differences Safety Training
Berkenaan dengan hal tersebut, unit Flight - Recurrent F/A Safety Training
Attendant Training telah melakukan serangkaian - Re-qualification F/A Safety Training
- Cabin Management Safety Training
kegiatan proses belajar mengajar guna

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


130
Sumber Daya Manusia

Training Program No. Training Program

Regular F/A Service Training Syllabus 1 - Initial New Hire r F/A Safety Training
- Zero hour F/A Service Training - Zero Hours F/A Safety Training
- Transition / AC Type Service Training - Transition / AC Type Safety Training
- Service Recurrent Training - Differences F/A Safety Training
- Re-qualification F/A Service Training 2 - Re-qualification F/A Safety Training
- Cabin Management Service Training - Recurrent F/A Safety Training
- Integrated Crew Training (ICT)
Hajj F/A Hajj Safety Training Syllabus - Crew Resources Management (CRM)
- Zero Hour Hajj F/A Safety Training - Recurrent Crew Resources Management
- Initial New Hire Hajj F/A Safety Training - Dangerous Goods for F/A
- Re current Hajj F/A Safety Training - Recurrent Dangerous Goods for F/A
- Re-qualification Hajj F/A Safety Training - Aviation Security for F/A
- Recurrent Aviation Security for F/A
Hajj F/A Service Training Syllabus
- Emergency Drill
- Zero Hour Hajj F/A Service Training
- Initial New Hire Hajj F/A Service Training
- Re current Hajj F/A Service Training Dalam rangka menjalankan Proses Kegiatan
- Re-qualification Hajj F/A Service Training
Belajar Mengajar yang efektif maka peran SDM
Special Training Program yang mengelola dan menjalankan kegiatan
- Initial New Hire F/A Safety Training tersebut tentunya memiliki pengaruh yang sangat
- Initial New Hire F/A Service Training
- Initial Zero Hour Native F/A Safety Training penting, dimulai dari peran dan fungsi Senior
- Initial Zero Hour Native F/A Service Training Manager, Training Expert, Instruktur, Training
- VVIP SEP Training Analyst dan Training Officer yang dimaksimalkan
- VVIP Service Training
dan diselaraskan dengan fungsi Management
dalam Organisasi (POAC).
Selain itu Garuda Indonesia Training Center (GITC)
juga menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Koordinasi dan kerja sama dengan user dalam
Awak Kabin untuk Pihak ketiga dengan mengacu hal ini unit Cabin Services terus ditingkatkan
pada CASR Part 142 yang melingkupi seluruh mengingat hampir 80% para instruktur adalah
pelatihan yang terkait pada Profesi Awak Kabin. instruktur dari lapangan yang tentunya sangat
Training program tersebut adalah: terkait dengan penjadwalan terbang mereka.

Di tahun 2012 telah dilaksanakan 16 jenis training


terkait dengan Flight Attendant Training yang
terbagi dalam 259 kelas diikuti oleh 5.916 peserta.

Flight Attendant Training Bulan Januari - Desember 2012

Jumlah
No. Jenis Training Student/ Student/ Training Student
Kelas Hours
Kelas Training Hours Hours

1 Initial Flight Attendant 26 24 624 436 11.336 272.064


2 Recurrent EPT 114 24 2.736 32 3.646 87.552
3 Rec. EPT for Flight Attendant 10 20 200 8 80 1.600
4 Transition for Flight Attendant 12 20 240 88 1.056 21.120
5 Food Platting 20 20 400 8 160 3.200
6 Initial Zero Hour Citilink 4 18 72 264 1.056 19.008
7 Initial New Hire Citilink 1 20 20 152 152 3.040
8 Transition Citilink 1 20 20 24 24 400
9 Seasonal For F/A 5 20 100 136 60 13.600
10 Flight Service Manager 3 24 72 232 696 16.704
11 Requalification Ex. Gravida 5 12 60 176 1.380 16.560
12 Type Rating Hajj 23 24 552 32 736 17.664
13 Initial New Hire Hajj 3 24 72 192 576 13.824
14 Requalification Hajj 3 24 72 144 432 10.368
15 Recurrent Hajj 24 24 576 52 1.248 29.952
16 CRJ 1000 5 20 100 32 160 3.200
Jumlah 259 338 5.916 2.108 23.420 529.936

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
131
Data Perusahaan

Flight Operation Training nilainya, yaitu Effective & Efficient. Salah satu
Sasaran strategis yang dimiliki oleh Flight bentuk implementasi dari nilai tersebut adalah
Operation Training terdiri dari Excellent Training saving electrical energy dengan mematikan
Delivery for Flight Operation Training Program, lampu dan perangkat kerja lainnya saat
Support Corporate University in LMS, Improve istirahat dan saat jam pulang kantor.
Customer Satisfaction Index, All Training Product
& Training Media Certified, Penyelarasan 2. Conduct Effective TNA
Pemahaman Individu terhadap Corporate Strategy, Menganalisis kebutuhan pelatihan yang
dan Mempercepat Pemahaman Budaya Fly-Hi. berorientasi pada soft competency dan hard
competency guna menunjang profesionalisme
Adapun program terkait dengan Flight Operation SDM perusahaan. Hasil analisa tersebut akan
Training meliputi Program Internalisasi Program dijabarkan dalam bentuk kurikulum, silabus,
Fly-Hi, Conduct Effective Training Need Analysis, materi, dan handout siswa. Materi tersebut
Cost Budget Match to Units Program, Develop dapat disampaikan dengan menggunakan
e-Learning Modules, Simulator, Training Media metode classroom atau e-Learning bahkan
& Facilities Improvement, Develop Associate dapat melalui seminar.
Instructors, Develop Multi Competence Instructor,
Develop Standard Learning Material, Optimizing 3. Cost Budget Match to Units Program
Roles & Functions of Solution Partner, Training Di dalam melaksanakan setiap pelatihan, Flight
product & Training media compliance program, Operation Training mengacu pada training cost
Effective Coaching & EDP realization, Sharing & agar sesuai dengan cost budget yang telah
discipline (All Structural and selected staff). ditetapkan (Cost Awareness).

Garuda Indonesia telah merekrut 10 instruktur 4. Develop e-Learning Modules


pilot guna memperlancar jalannya training Untuk dapat mengurangi biaya pelatihan dan
dan sebagai antisipasi terhadap kemungkinan mengurangi loss of production hours dari
kemunduran training karena kekurangan siswa penerbang, Flight Operation Training
instruktur. Selain dalam hal ketersediaan berinovasi dengan mengembangkan modul
instruktur, Unit Flight Operation Training juga turut pembelajaran berbasis e-Learning. Metode
membantu dalam ketersediaan training venue pembelajaran e-Learning ini dapat mengubah
dengan melakukan ekspansi dan bekerja sama cara belajar siswa menjadi lebih aktif. Siswa
dengan beberapa training venue di dalam dan luar dapat mengunduh sendiri modul-modul
negeri. training yang dibutuhkan dalam website
yang dimiliki oleh Garuda Indonesia Training
Inisiatif Pencapaian Program Kerja dari Flight Center. Dalam website tersebut, masing-
Operation Training adalah: masing modul diunggah secara terpisah
1. Program Internalisasi Program Fly-Hi sesuai dengan trainingnya masing-masing.
Program Fly-Hi terwujud dalam salah satu Modul-modul tersebut pun akan di-update

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


132
Sumber Daya Manusia

apabila mengalami pengembangan subjek 10. Optimizing Roles & Functions of Solution
atau materinya. Sehingga kualitas dari modul- Partner
modul e-Learning tersebut tetap terjaga sesuai Untuk membantu perusahaan dalam
dengan standarisasi yang dimiliki. menyediakan tenaga ahli di bidang tertentu
yang tidak dapat difasilitasi oleh perusahaan,
5. Simulator maka Flight Operation Training melakukan
Untuk menjaga keberlangsungan simulator kerja sama dengan konsultan yang kompeten
training, Flight Operation Training terus (DKUPPU).
melakukan upaya-upaya agar kehandalan
simulator tetap terjaga sehingga kebutuhan 11. Training Product & Training Media Compliance
training korporat dapat terlaksana dengan baik. Program
Training device yang dimiliki Flight Operation
Dalam hal penambahan simulator yang Training selalu dijaga kelayakannya agar dapat
sesuai dengan fleet plan perusahaan, Flight terus digunakan dalam kegiatan pelatihan.
Operation Training sangat bergantung pada Hal tersebut dilakukan agar tetap dapat
kebijakan perusahaan. Simulator yang akan memberikan pelatihan dengan kualitas terbaik.
ditambahkan adalah Simulator Boeing 737-800
(2), Simulator Airbus A320-200, dan Simulator 12. Effective Coaching & EDP Realization
CRJ-1000. Program Ready For Training (RFT) Untuk dapat meningkatkan kinerja pegawai,
direncanakan akan diselenggarakan pada maka diberikan pengarahan kepada pegawai
tahun 2013 dan 2014 sesuai dengan jadwal dalam pelaksanaan tugas dan tanggung
kedatangan dari simulator-simulator tersebut. jawab. Pengarahan tersebut diberikan agar
pegawai dapat terus meningkatkan kinerjanya.
6. Training Media & Facilities Improvement Sedangkan EDP realization merupakan
Untuk menjaga Output Training Quality yang bentuk perwujudan dari EDP yang telah diisi
tinggi Flight Operation Training menyediakan oleh masing-masing pegawai sesuai dengan
training media dan fasilitas training yang sesuai kebutuhan mereka masing-masing.
dengan kebutuhan training korporat, Computer
Based Training adalah salah satu media yang 13. Sharing & Discipline (All Structural and
selalu dijaga dan diikuti perkembangannya selected staff)
untuk menunjang perkembangan perusahaan Knowledge Sharing dilakukan untuk dapat
saling memberikan informasi pengetahuan
7. Develop Associate Instructors ke dalam lingkup Flight Operation Training
Untuk dapat mencegah terjadinya bottleneck maupun lainnya. Topik yang dipilih sebagai
dalam keberlangsungan pelatihan yang materi dalam Knowledge Sharing bisa
dikarenakan jumlah instruktur yang tidak melingkupi topik yang sedang marak
memadai, maka Flight Operation Training dibicarakan ataupun mengenai pengetahuan
berinisiatif untuk mengembangkan associate yang dapat saling menunjang dalam hal
instructors. Hal tersebut dilakukan dengan pekerjaan.
cara membantu ketersediaan instruktur
dengan merekrut kembali pilot instructor yang Di tahun 2012 telah dilaksanakan 35 jenis training
pernah aktif mengajar sebelumnya. terkait dengan Flight Operation Training, yang
diikuti oleh 10.858 peserta.
8. Develop Multi Competence Instructor
Guna mengurangi loss of production pilot yang Flight Operations Officer Training
mengajar ground training, maka dilakukan Flight Operations Officer Training adalah unit
pengembangan kompetensi instruktur (non yang melaksanakan training di bidang Flight
pilot) agar instruktur (pilot) dapat fokus pada Operations Officers (FOO) baik untuk peserta yang
tugas utamanya sebagai penerbang. berasal dari Garuda Indonesia, Garuda Group dan
Eksternal. Berdasarkan assignment yang diberikan
9. Develop Standard Learning Material oleh manajemen di tahun 2012 ini, unit FOO
Melakukan pengembangan materi-materi juga mengakomodasi permintaan training untuk
dalam metode e-Learning, materi presentasi, kebutuhan training di jajaran Ground Operations
dan handout siswa yang mengacu pada dan Direktorat Teknik Garuda dalam rangka
tuntutan regulasi (IATA, CASR, IOSA). mendukung pencapaian sasaran perusahaan

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
133
Data Perusahaan

dengan mengacu pada ketentuan dan peraturan E-Learning


perundangan yang berlaku serta prinsip-prinsip E-Learning dijalankan di unit Learning &
Good Corporate Governance. Development sebagai salah satu metode
pembelajaran yang efektif untuk mendukung
Training yang ada di unit FOO Training, pemenuhan kriteria Garuda Indonesia Corporate
diklasifikasikan sebagai berikut: University (CU). E-Learning terfokus pada upaya
1. FOO Initial Training membangun organisasi pembelajar yaitu dengan
2. FOO Recurrent and Competency Check menerapkan paradigma pembelajaran yang
3. FOO Basic Training berorientasi pada Learner. E-Learning ditujukan
Basic Indoctrination Course (BOC) agar proses pembelajaran menjadi efektif dan
Station Management Training efisien sehingga dapat mendukung pencapaian
Operations Orientation Course (OOC) program Quantum Leap 2015.
4. General Purpose Training
Aviation Security Dalam implementasinya, salah satu upaya yang
Dangerous Goods dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah
5. TRQ (Type Rating Qualification) pengembangan modul-modul yang interaktif
Transition Training sehingga peserta pelatihan mendapatkan
Differences Training pengalaman belajar yang fleksibel dan independen
Requalification Training tanpa mengurangi kualitas dari isi materi
Type Rating yang disampaikan sehingga tujuan dari suatu
6. Special Purpose Training pembelajaran tetap terjaga dengan baik. Pada
ETOPS tahun 2012 modul yang sudah dihasilkan tercatat
CRM Joint sebanyak 77 modul, mengalami peningkatan
DRM dibandingkan 51 modul di tahun 2011.

Di tahun 2012, beberapa inisiatif dilakukan oleh Knowledge Management


unit ini, yaitu: Garuda Indonesia menerapkan Knowledge
Melakukan pembahasan lebih intensif dengan Management (KM) sebagai salah satu upaya
para Subject Matter Expert (SME). untuk memenuhi kriteria pembangunan Garuda
Mengadakan pertemuan dengan semua Indonesia Corporate University (CU). Fokus pada
unit terkait dengan finalisasi dan persiapan upaya membangun organisasi pembelajar, KM
implementasi program e-learning tahun 2013. ditujukan untuk menghilangkan knowledge gap
Berperan serta dalam workshop TPM 142 guna yang dibutuhkan dalam pencapaian Quantum
maintain dan updating TPM 142. Leap 2015 melalui analisis pengetahuan yang
Memastikan lengkapnya bukti-bukti yang dibutuhkan dan pengetahuan yang saat ini dimiliki
menjadi audit finding di tahun-tahun perusahaan. Selain itu banyaknya pegawai yang
sebelumnya. saat ini memasuki masa pensiun juga semakin
Berkoordinasi dengan unit terkait dalam meningkatkan kebutuhan perusahaan untuk
persiapan audit guna perpanjangan renewal menerapkan KM, dalam upaya mengakuisisi
TPM 142. pengetahuan tacit yang dimiliki pegawai tersebut
Sebagai narasumber/auditee. untuk dijadikan aset perusahaan.

Di tahun 2012, jumlah training yang dilakukan Dalam implementasinya, salah satu upaya yang
adalah: dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut
Training yang dilaksanakan oleh Calendar of adalah pengembangan budaya sharing. Para
Training (COT): 107 training event. pegawai khususnya yang telah memiliki banyak
Training yang dilaksanakan di luar Calendar of pengalaman dan pengetahuan, membagikan
Training (COT)/unplan: 11 training event. pengalaman dan pengetahuannya melalui kegiatan
Total training event: 118. knowledge sharing session yang dihadiri oleh
pegawai lainnya. Pengalaman dan pengetahuan
Training ini diikuti oleh 974 peserta (yang berasal tersebut kemudian didokumentasikan dalam
dari Internal Garuda, Eksternal Garuda dan Garuda bentuk knowledge document untuk didistribusikan
Group). kepada seluruh pegawai melalui email blast
maupun corporate information dalam bentuk

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


134
Sumber Daya Manusia

Knowledge Bulletin. Melalui program ini, dengan maskapai-maskapai besar dunia lainnya.
diharapkan pengalaman dan pengetahuan tersebut Dalam usaha mewujudkan impian tersebut, Unit ini
dapat diketahui dan dipahami oleh seluruh pegawai telah menyiapkan suatu paket Strategic Learning
untuk kemudian diterapkan dalam pekerjaan yang mencakup training drivers, curriculum
sehari-hari. Selain pengalaman dan pengetahuan content, dan implementasi program.
yang dimiliki selama masa kerja, seorang pegawai
juga dapat membagikan pengetahuan yang Best training drivers yang disiapkan dan
diperolehnya dari kegiatan seminar, benchmarking, dikembangkan antara lain:
workshop, maupun training. 1. Updated Teaching Methods
Merupakan usaha pemutakhiran metodologi
Selain kegiatan knowledge sharing session, pembelajaran yang disesuaikan dengan
upaya perusahaan melakukan akuisisi terhadap dinamika pendidikan modern yang akan
pengetahuan pegawainya juga dilakukan melalui meningkatkan efektivitas penyampaian materi
implementasi Knowledge Management System oleh instruktur dan penyerapan oleh siswa.
(KMS). Sebagai salah satu aplikasi teknologi
informasi, KMS ditujukan untuk mengakuisisi 2. Global Oriented Instructors
pengetahuan pegawai secara online sehingga Adalah sumber daya manusia berkualitas yang
seorang pegawai dengan waktu kerja yang cukup memiliki kecakapan di bidang pengajaran,
padat akan dapat dengan mudah memperoleh dan penguasaan komprehensif terhadap materi
membagikan pengetahuannya. yang diajarkan, dan orientasi global yang
bagus, sehingga akan meningkatkan kualitas
Secara keseluruhan, Knowledge Management materi kepada para siswa.
di Garuda Indonesia sudah berjalan dengan baik
didukung oleh pengembangan sistem KM. Selain 3. Excellent Training Media and Facilities
mempersiapkan sistem, infrastruktur seperti Merupakan instrumen penting yang berkaitan
Manual dan policy juga sudah disiapkan dengan dengan comprehensiveness dari materi yang
baik agar seluruh aktifitas KM berjalan secara dikuasai siswa. Fasilitas dan alat peraga
sempurna di Garuda Indonesia. Kerja sama yang yang lengkap dan bagus pada akhirnya
baik antar unit berperan penting dalam perjalanan akan meningkatkan serta memudahkan
KM di Garuda Indonesia, khususnya ketika penyampaian materi oleh instruktur dan
menghadapi event-event tertentu. meningkatkan pemahaman materi oleh siswa.

Rencana Tahun 2013 4. Real Life Training Environment


Di tahun 2013, masing-masing unit training Adalah lingkungan pelatihan yang memberikan
memiliki program kerja yang berbeda yang direct insight kepada siswa sehingga siswa
bermuara pada peningkatan kinerja perusahaan. dapat lebih merasakan dan mendapatkan
Untuk Unit Airline Business Training, programnya gambaran mendalam tentang bidang
meliputi: pekerjaannya secara langsung.
1. Mencapai Skyteam training requirement.
2. Implementasi Academy program (CU) Selain training drivers, pelatihan yang baik
3. Membangun Strategic Partnership juga harus didukung dengan konten kurikulum
4. Meningkatkan kapabilitas staf & instruktur yang baik pula. Adapun konten kurikulum yang
5. Menjaga kepatuhan terhadap aturan untuk disiapkan untuk meraih target Best Cabin Crew
mandatory training 2013 antara lain:

Unit Flight Attendant Training bertekad 1. Approved Mandatory Training


mendukung program perusahaan Best Cabin Crew. Adalah materi pelatihan wajib yang diberikan
Unit Flight Attendant Training menyadari bahwa kepada siswa, di antaranya: Rules and
target ini menjadi suatu tantangan besar terutama Regulation, Social Grace, Food & Beverages,
dalam mendidik, melatih, dan mencetak awak- Cabin Practice, Safety & Emergency, Aircraft
awak kabin yang memiliki profesionalisme yang Types, Aviation Security & Aviation Knowledge,
tinggi. Posisi perusahaan yang berada di peringkat Basic Medical Knowledge, dan Crew Resource
8 pada tahun 2012 memerlukan adanya inovasi- Management.
inovasi baru agar perusahaan dapat bersaing

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
135
Data Perusahaan

2. Language Competencies Improvement 3. Memaksimalkan training device utilization (IPT


Merupakan usaha peningkatan kemampuan dan Simulator) dengan memanfaatkan kerja
bahasa asing, terutama Bahasa Inggris sama dengan Garuda Group dan memberikan
yang akan membekali awak kabin dengan peluang bagi pihak ketiga untuk dapat
kemampuan berkomunikasi yang mumpuni mengelola excess capacity yang ada.
dalam bahasa asing. Usaha peningkatan 4. Staff upskilling
tersebut antara lain pengadaan test TOEIC baik
secara langsung maupun online dengan target Empat program prioritas di tahun 2013:
skor minimal 700, serta pengadaan extra class 1. Implementasi CU Program (FOO Academy)
Bahasa Inggris untuk para siswa initial. 2. Melaksanakan MT Program FOO Initial
3. Menjaga kepatuhan terhadap aturan untuk
3. Integrated Service Training mandatory training
Adalah pelatihan service terpadu yang 4. Meningkatkan kapabilitas staf dan instruktur
memberikan pengetahuan lebih mendalam
kepada para awak kabin. Pelatihan ini terdiri Sementara unit e-learning memiliki target untuk
atas: Corporate Strategies Lecture by BOD, membuat modul e-learning sebanyak 180 modul.
Garuda Product Knowledge to Support Service, Dari keseluruhan modul tersebut beberapa telah
Service Enhancement, dan Service Quality menjadi General Training Program seperti:
Management. Selain itu, dalam menjawab 1. FLY HI
dinamika dunia bisnis penerbangan dan 2. Safety Management Program
strategi yang disiapkan perusahaan, Unit Flight 3. Security Management Program
Attendant Training juga sedang menyiapkan 4. Drug Alcohol Management Program
training Chef on Board dan awak kabin untuk 5. Enterprise Risk Management
First Class. 6. GA Product Knowledge
7. GFF Product Knowledge
4. Soft Skills Embedded Training
Merupakan usaha peningkatan soft skill Selain dari hasil modul-modul yang dihasilkan
awak kabin sehingga memiliki kemampuan untuk memperkaya materi yang ada di
lebih selain dari penguasaan hard skill. e-learning, unit Learning & Development juga
Pelatihan-pelatihan peningkatan soft skill mengembangkan Calendar of Training (COT)
ini antara lain: Achievement Motivation, System sehingga karyawan dapat melihat agenda/
Service with Heart, Personal Brand Building, jadwal training yang ada di unit Learning and
Performance Coaching Program, Cross Development secara online. COT Systems ini
Culture Understanding, International Etiquette, berisi mengenai informasi pelatihan baik dengan
Supervisory & Leadership Skills, dan Effective menggunakan kelas maupun e-learning seperti
Negotiation. jadwal pelatihan, Instruktur, deskripsi pelatihan,
dan course outline.
Unit Flight Operation Training berencana untuk:
Selain itu, untuk pengembangan e-learning di
1. Mengelola semua kebutuhan training korporat tahun 2013 akan dibangun Student Satisfaction
yang meliputi ground training dan simulator Index (SSI) Online System yang merupakan
training secara mandiri. Hal tersebut dilakukan angket evaluasi e-learning untuk mengukur
dengan cara merekrut kembali instruktur yang tingkat kepuasan karyawan yang telah melakukan
sebelumnya pernah aktif mengajar di Garuda pembelajaran dengan menggunakan metode
dan mengembangkan instruktur GITC yang e-learning. SSI juga dapat dijadikan bahan acuan
telah ada agar dapat memenuhi kebutuhan dalam melakukan penyempurnaan dan perbaikan
training korporat sampai dengan simulator di dalam e-learning.
training. Sehingga pilot yang selama ini
digunakan sebagai tenaga pengajar dapat fokus
pada tugas pokoknya.
2. Melakukan learning expansion dengan
melakukan outsource ke training venue lainnya
untuk dapat mengantisipasi kebutuhan training
yang ada, sehingga diperlukan SDM yang
handal untuk melakukan negosiasi.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


136

Teknologi
Informasi
Pengembangan dan
Implementasi masterplan
teknologi informasi dilakukan
Garuda Indonesia selaras
dengan strategi bisnis
dalam rangka mendukung
pertumbuhan bisnis yang
berkelanjutan.

Di tahun 2012 telah disusun IT Masterplan Membangun kapabilitas TI untuk secara


untuk periode 2012 2016 untuk memperkuat signifikan meningkatkan kemampuan
pondasi IT untuk mendukung pertumbuhan Garuda Indonesia untuk mengimplementasi
perusahaan dengan inisiatif IT yang selaras inisiatif Teknologi Informasi.
dengan strategy business dan program
Quantum Leap Garuda Indonesia. ITMP merupakan pedoman pengembangan
inisiatif IT yang mencakup jangka waktu
IT Masterplan 2012-2016 bertujuan untuk 2012 2016. IT Masterplan secara umum
membantu Garuda Indonesia mewujudkan menjelaskan target tujuannya, roadmap untuk
tujuan bisnis melalui seleksi dan prioritisasi pelaksanaan inisiatif TI, dan kapabilitas TI
yang terfokus, realistis, pragmatis terhadap yang dibutuhkan beserta model operasinya.
inisiatif Teknologi Informasi. Hal ini difokuskan
pada beberapa tujuan utama: Dalam rangka mengimplementasikan ITMP
Sukses menggantikan teknologi inti sistem yang telah ditetapkan maka disusunlah visi IT
penerbangan. yaitu bahwa IT merupakan Excellent business
Menyediakan teknologi yang dibutuhkan enabler. Sedangkan misi yang ditetapkan
untuk bergabung ke aliansi SkyTeam. adalah bahwa IT sebagai pendukung bisnis
Membangun teknologi yang handal di untuk menyiapkan solusi bisnis dalam rangka
seluruh area bisnis user. mewujudkan pencapaian Quantum Leap.
Memfasilitasi untuk memberikan
perbedaan di area bisnis tertentu sebagai Pelaksanaan Implementasi ITMP pada
daya saing perusahaan dengan kompetitor. tahun 2012 diselaraskan dengan rencana
(Contoh: Direct Customer Channel) Perusahaan tahun 2012 yang telah ditetapkan

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
137
Data Perusahaan

dengan menggunakan Balance Score Card. Memulai pengembangan New PSS sebagai
Sedangkan rencana penerapan dan pemanfaatan aplikasi yang mendukung layanan pelanggan
IT berdasarkan information strategic theme yaitu yang terintegrasi dan sesuai dengan aplikasi
organisasi, produksi dan kebutuhan pasar telah PSS yang digunakan oleh sebagian besar
disesuaikan pelaksanaannya dalam IT Master Plan anggota SkyTeam.
2012. Implementasi sistem aplikasi pendapatan
New Revenue Management System (RMS)
Berbagai inisiatif IT yang telah dilaksanakan dalam rangka pemutakhiran dan optimalisasi
Perusahaan pada tahun 2012 yang merupakan pendapatan secara terintegrasi.
kelanjutan inisiatif tahun 2011 dan juga Implementasi sistem aplikasi tarif penerbangan
untuk menstabilkan fondasi IT untuk dasar New Fare Management System (FMS) agar
pengembangan dan peningkatan layanan IT, dapat lebih terintegrasi dengan Global
adalah sebagai berikut: Distribution System di seluruh dunia.
Pemutakhiran teknologi aplikasi Passenger Improve keandalan aplikasi muatan barang
Service System (PSS) dengan melaksanakan (Cargo System) untuk peningkatan layanan IT
upgrade dari ARGA versi 4 (EDS 4) ke ARGA guna memaksimalkan pendapatan.
versi 15 (EDS 15). Solusi ini bertujuan untuk Melakukan optimalisasi pemanfaatan
menstabilkan sistem PSS agar layanan PSS Integrated Operation Control System (IOCS)
handal. untuk meningkatkan operational excellence
Pemilihan sistem New PSS dalam rangka di operation management yang meliputi rotasi
mendukung rencana Garuda Indonesia penerbangan dan pengelolaan penjadwalan
bergabung dalam SkyTeam. awak pesawat.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


138
Teknologi Informasi

Implementasi Employee Corporate Portal perbaikan terus menerus IT Operating Model


guna meningkatkan keamanan terhadap akses dengan anak perusahaan Garuda yaitu PT Aero
semua aplikasi. System Indonesia. Dengan pembagian peran
Implementasi Knowledge Management System plan, do, check, action dan penerapan framework
dan e-Learning Management System agar management IT sesuai dengan best practice.
terjadi efisiensi biaya training pegawai terutama
training untuk awak pesawat. Rencana 2013
Implementasi New e-Procurement yang Pengembangan penerapan dan pemanfaatan
terintegrasi dengan sistem Back Office (ERP). TI selalu berpegang pada masterplan teknologi
Pengintegrasian tersebut bertujuan untuk informasi yang disesuaikan dengan rencana kerja
meningkatkan keandalan sistem, peningkatan perusahaan tiap tahunnya. Penetapan inisiatif 2013
kualitas data dan business proses agar proses dilakukan dengan cara melakukan Join Planning
pengadaan lebih cepat, akurat dan transparan. Session (JPS) bersama dengan business owner di
Memulai pelaksanaan Implementasi sistem masing masing departemen. Hasil JPS tersebut
perawatan pesawat (Integrated Maintenance kemudian dilakukan prioritasi terhadap inisiatif
and Engineering IT) untuk peningkatan inisiatif baru dengan tetap fokus pada implementasi
operational excellence di bidang pengelolaan inisiatif yang telah ditetapkan pada ITMP menjadi IT
dan perawatan teknis pesawat. Project Portofolio tahun 2013.
Mempersiapkan Requirement IT yang
diperlukan untuk bergabung dengan SkyTeam, Rolling ITMP tersebut mempertimbangkan
dan salah satunya adalah Information kesesuaian inisiatif IT dengan business strategy,
Security Policy. Karena anggota SkyTeam pengelolaan kebutuhan IT dengan One Gate
membutuhkan kepastian bahwa Perusahaan IT Policy, agar implementasi, investasi dan
akan menjaga data anggota SkyTeam untuk pemanfaatan IT dilakukan lebih efisien, efektif dan
tidak disalahgunakan. akuntabel.
Pemilihan dan Implementasi Core system untuk
Citilink yaitu Navitaire. Selain penentuan inisiatif IT juga dilakukan
Mengimplementasikan New IBE (Internet peningkatan IT Capability dengan melaksanakan
Booking Engine) untuk perbaikan fitur di pengelolaan IT sesuai dengan framework IT
versi sebelumnya. New IBE akan semakin Management. Adapun inisiatif tersebut adalah:
memudahkan customer untuk dapat terbang Melakukan pengelolaan IT yang mencakup
menggunakan Garuda Indonesia. perencanaan, arsitektur dan pengelolaan
kebutuhan IT (IT demand management) melalui
Selain itu, pada tahun 2012 telah dilakukan inisiatif One Gate IT Demand dan IT Policy.
untuk stabilisasi kondisi infrastruktur IT adalah Improvement tata kelola IT sesuai dengan
sebagai berikut: akuntabilitas IT sebagai pengelola IT perusahaan.
Konsolidasi IT infrastruktur dengan Tata kelola ini mencakup mulai dari perencanaan,
meningkatkan layanan data center telah penganggaran dan monitoring pelaksanaan
dilakukan asessment dan evaluasi terhadap program dengan IT Project Management Office
kondisi DC guna dilakukan perbaikan-perbaikan (PMO) dengan berpedoman pada standar tata
ke depannya. kelola dan layanan IT.
Melakukan improvement terhadap kapasitas Mengembangkan IT Service Catalog yang
jaringan (network), kehandalan dan keamanan. merupakan daftar layanan resmi IT perusahaan
Semua jaringan yang menggunakan X25 dan juga mencakup skill set dan penugasan
digantikan dengan IP Based supaya tidak pegawai terhadap layanan IT tersebut.
terjadi bottle neck agar tidak terjadi hambatan Menentukan IT Capability yang harus dikelola
dalam akses jaringan tersebut. Untuk inisiatif perusahaan dan pengembangan kemampuan
improve network reliability dan security dengan pegawai termasuk program karir IT.
menerapkan Network SPOF Removal, Network Membuat desain arsitektur IT yang mencakup
Security. arsitektur infrastruktur, arsitektur aplikasi dan
arsitektur informasi perusahaan.
Semua inisiatif IT yang telah diimplementasikan Menetapkan IT Security Policy guna menjamin
tersebut di atas juga didukung oleh organisasi keamanan semua informasi perusahaan sesuai
IT yang sesuai dengan organisasi yang telah dengan standar IT security industri penerbangan.
ditetapkan dalam IT Master Plan dan juga Melakukan review, monitoring dan control

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
139
Data Perusahaan

operasional IT dalam rangka melakukan Melanjutkan optimalisasi IOCS (Integrated


perbaikan dan peningkatan layanan operasional Operations Control System) pada kegiatan
IT yang lebih baik. operasional pesawat untuk meningkatkan
operational excellence yang meliputi rotasi
Adapun setelah proses Rolling ITMP tersebut penerbangan dan pengelolaan penjadwalan
dilakukan maka untuk inisiatif IT pada tahun 2013 awak kabin pesawat.
seperti yang tertuang dalam IT Project Portofolio
telah ditetapkan sebagai berikut: Selain inisiatif inisiatif tersebut di atas,
Melanjutkan Implementasi New PSS termasuk dukungan IT terhadap layanan terhadap pegawai
implementasi impacted system PSS untuk dan operasional IT tetap dilakukan secara
mendukung perusahaan bergabung dalam konsisten dengan tetap menjaga SLA (service
aliansi penerbangan yaitu SkyTeam. level aggreement) dengan Asyst sebagai anak
Implementasi Frequent Flyer sesuai dengan perusahaan yang bertanggung jawab terhadap
kebutuhan aliansi penerbangan. operasional IT. Inisiatif yang mendukung hal ini
Implementasi IBE disesuaikan dengan adalah:
implementasi New PSS tersebut di atas. Mengimplementasikan dashboard performance
Implementasi Integrated Contact Center dan monitoring yang disepakati kedua belah
Melanjutkan implementasi IT security untuk pihak.
mendukung bergabungnya Garuda indonesia Implementasi dan Optimalisasi corporate
ke dalam aliansi penerbangan (SkyTeam). unified communication dan sistem Employee
Dukungan IT ini berupa jaminan keamanan IT Corporate Portal
(IT security) terhadap aplikasi, sistem, jaringan
dan data yang akan dipertukarkan dengan Dengan inisiatif-inisiatif implementasi sistem
anggota aliansi lainnya. Cakupan dari jaminan tersebut akan berdampak pada infrastruktur IT
keamanan IT ini adalah masalah kerahasiaan yang merupakan fondasi IT untuk mendukung
agar terhindar dari penggunaan informasi oleh operational excellence operasional IT. Adapun
orang yang tidak berhak, integritas terhadap inisiatif pada 2013 adalah:
kelengkapan dan keakuratan informasi serta Peningkatan kapasitas jaringan (network) dan
availabilitas sistem untuk melakukan bisnis End User Computing (EUC) sesuai dengan
dengan anggota aliansi lainnya. kebutuhan standar kapasitas yang dibutuhkan
Merencanakan dan menyelesaikan roadmap oleh New PSS.
untuk implementasi Customer Relationship Peningkatan coverage jaringan untuk
Management (CRM) meningkatkan layanan akses pegawai dalam
Implementasi Enterprise Service Bus (ESB) menjalankan bisnis proses.
yang mencakup: Implementasi DRC untuk aplikasi utama
- Integrasi new PSS dengan beberapa aplikasi perusahaan guna menjamin kelangsungan
yang disebut dalam impacted system. bisnis Perusahaan.
- Integrasi IOCS dengan sistem perawatan Peningkatan new landscape IOCS untuk
pesawat (MRO). meningkatkan keandalan sistem.
Implementasi ESB ini bertujuan untuk
mengurangi dampak perubahan IT terhadap Pertumbuhan bisnis Garuda melalui program
bisnis agar dukungan IT lebih fleksibel terhadap Quantum Leap memerlukan dukungan penuh
inisiatif bisnis. IT untuk dapat menjalankan business process
Implementasi Online Data Store (ODS) guna dengan cepat, tepat akurat. Dengan melakukan
menyediakan data PSS untuk digunakan lebih rolling ITMP sesuai dengan business strategy
lanjut. maka IT Perusahaan akan berperan sebagai
Implementasi SAP Customer Center of business enabler dalam mendukung pertumbuhan
Expertise guna mendukung operasional aplikasi Perusahaan.
enterprise back office Perusahaan.
Melanjukan implementasi aplikasi Maintenance
Repair and Overhaul (MRO) untuk mendukung
perawatan pesawat Garuda indonesia.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


140

Procurement
Di tahun 2012 perusahaan
berada pada fase Procurement
Excellence dengan fokus pada
partnership dalam strategi
pengadaan.

Garuda Indonesia menjalankan strategi seperti source quality & risk, suppliers cost
pengadaan secara konsisten sebagai driver, serta customer focus. Dalam upaya
serangkaian proses pengembangan sistem mencapai maturity pada fase Procurement
pengadaan sesuai dengan Garuda Indonesia Excellence, di tahun 2012 Perusahaan
Procurement Road Map. memiliki fokus untuk menjadikan partnership
sebagai strategi utama pengadaan yang juga
Di tahun 2012 Garuda Indonesia telah sampai menjawab tantangan Perusahaan untuk ketiga
pada fase Procurement Excellence, yang aspek tersebut di atas.
dapat diterjemahkan sebagai implementasi
atas Supply Chain Management secara Dengan membangun lebih banyak partnership,
menyeluruh yang melibatkan berbagai aspek proses transaksional dalam pengadaan

Phase III Procurement


Excellence

Phase II Procurement
Total supply
Partnership chain perspective
on cost drivers
Phase I Strategic
Continuous Supplier
Buying Strategic Buying management
Focus on approach
Basic Buying Consolidate reducing differentiated by
purchasing suppliers costs segment
Consolidate Long term Buyer focuses
Local Negotiation supplier base agreements with on own core
Local Buying Standardized help to supplier competencies
Decentralized purchases to improve Value added
Buying Maximize productivity partnerships with
Product Ordering total business Develop supply supplier
Focus leverage chain system Continuous joint
Measurement based on IT performance
focused on prices approach improvement
paid Purchase of non- Maximizing
strategic parts dynamic leverage
through relent-
less strategic
reselection of
suppliers

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
141
Data Perusahaan

dapat dikurangi dan Perusahaan dapat fokus Nilai Partnership


pada core business serta strategi pengembangan Salah satu parameter kesuksesan Partnership
Perusahaan lebih lanjut. adalah adanya peningkatan nilai tiap-tiap
pihak/Perusahaan dalam kerja sama yang
Sampai dengan akhir tahun 2012, Perusahaan dibangun. Partnership juga diupayakan dan
telah membentuk embrio partnership dengan kerja diarahkan pada Continous Joint Performance
sama strategis jangka panjang yang meningkatkan Improvement dimana performance &
nilai tambah bagi Perusahaan dan supplier. Bentuk improvement yang dilakukan tiap pihak dalam
kerja sama ini diarahkan kepada continous joint partnership akan membentuk nilai partnership
performance improvement. yang akan mendorong peningkatan dari nilai
masing-masing Perusahaan. Untuk itu dalam
Adapun beberapa kerja sama yang telah dilakukan membangun partnership, Perusahaan perlu
di tahun 2012 adalah: mempertimbangkan berbagai aspek yang
Kerja sama dengan CFM International/General dapat mendukung terbangunnya value added
Electric (GE) dalam rangka pengembangan partnership.
kapabilitas GMF untuk maintenance engine
CFM56-7B Sumber Daya Manusia
Kerjasama dengan Aerofood ACS dalam Keberhasilan partnership juga ditentukan
pembentukan Inflight Service Total Solution oleh kualifikasi personil pengadaan yang tepat
(ISTS), yaitu penyediaan inflight catering dan dan memiliki integritas. Dalam membangun
Inflight service serta pengelolaan barang partnership, personil yang terlibat harus memiliki
inventory. kemampuan analisa yang cukup tinggi, memiliki
Kerja sama dengan GMF dalam rangka can do attitude serta memiliki budaya yang
penyediaan jasa maintenance pesawat berbasis proaktif dalam mengidentifikasi kebutuhan
jam terbang (Powered By The Hour) Perusahaan secara strategis dan jangka panjang
Kerja sama dengan Accor Hotel Group dalam untuk kemudian diterjemahkan dalam ruang
rangka penyediaan jasa akomodasi untuk awak lingkup partnership dengan pihak ketiga.
pesawat Garuda. Untuk melindungi kepentingan Perusahaan,
setiap personil pengadaan yang terlibat
Kerja sama-kerja sama ini merupakan cikal bakal dalam pembentukan partnership diwajibkan
pembentukan partnership yang secara terus untuk menandatangani Pakta Integritas untuk
menerus dipertajam untuk lebih memberikan nilai mewujudkan partnership yang berorientasi pada
tambah bagi kedua belah pihak dan menjadi acuan kepentingan Perusahaan.
dalam pembentukan partnership baru.
Sistem Pengadaan
Tantangan Perusahaan untuk dapat mencapai Guna mendukung dan meningkatkan kinerja
maturity dalam fase Procurement Excellence (performance sustainability) Perusahaan
adalah mendapatkan partner yang tepat sejalan dalam pembentukan partnership, Perusahaan
dengan strategi jangka panjang Perusahaan. Untuk membangun sistem pengadaan yang sesuai
menjawab tantangan tersebut, key success faktor dengan world class best practice. Ruang lingkup
yang dapat diidentifikasi yaitu Nilai Partnership, dari sistem pengadaan adalah kebijakan/prosedur,
Sumber Daya Manusia, dan Sistem Pengadaan. organisasi, dan teknologi informasi

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


142
Procurement

Garuda Indonesia menjadikan regulasi IOSA dan bahan bakar (fuel). Pencapaian kinerja
sebagai referensi dalam penyusunan pedoman tahun 2012 ini membuktikan bahwa konsistensi
pengadaan guna memenuhi aspek security dan menjalankan road map pengadaan telah
safety aviation. Diskusi, workshop dan aktivitas memberikan kontribusi yang signifikan terhadap
lain guna memperbaiki pedoman pengadaan tetap kinerja Perusahaan.
terus dilakukan. Dalam hal organisasi pengadaan,
Perusahaan menggunakan konsep gabungan Persepsi supplier terhadap sistem pengadaan di
antara desentralisasi dan sentralisasi. Sentralisasi Perusahaan juga mengalami perbaikan dengan
dijalankan dalam proses pembentukan menurunnya tingkat ketidakpuasan selama 3 tahun
partnership, sementara konsep desentralisasi terakhir dari 8% di tahun 2009 menjadi 0%
ditempuh guna percepatan pemenuhan kebutuhan di tahun 2012.
operasional di seluruh Indonesia dan luar negeri.
Selain pedoman dan organisasi, dalam bidang Rencana Tahun 2013
teknologi informasi, Perusahaan juga telah Strategi pengadaan di tahun 2013 adalah
menerapkan Supplier Relationship Management melanjutkan ke tahapan selanjutnya setelah
(SRM) yang menitikberatkan pada terjalinnya Perusahaan mencapai maturity dalam fase
hubungan Perusahaan dengan supplier secara Procurement Excellence yaitu mencapai World
online dan transparan, termasuk memonitor Class Procurement dengan memberikan layanan
dan memberikan umpan balik untuk evaluasi prima bagi pelanggan (internal maupun eksternal)
kinerja supplier, sampai dengan pengembangan serta membangun iklim yang external focus untuk
kapabilitas supplier. Melalui implementasi SRM, pengembangan sistem pengadaan.
maka baik Garuda Indonesia maupun suppliernya
dapat tumbuh bersama-sama dan saling Program di tahun 2013 antara lain adalah
mendukung satu sama lain. membangun lebih banyak partnership dengan
memfokuskan pada pencapaian nilai tambah
Kinerja Tahun 2012 bagi Perusahaan dan partner, melanjutkan
Selama tahun 2012, dalam hal efisiensi pengadaan, pengembangan sistem pengadaan dan optimalisasi
Perusahaan berhasil memperoleh efisiensi yang atas implementasi Supplier Relationship
signifikan. Efisiensi ini antara lain diperoleh dari Management (SRM), serta membangun sinergi
pengembangan partnership komponen pesawat, Garuda Group dengan fokus pada kompetensi inti
strategi pengadaan di bidang teknologi informasi masing-masing.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
143
Data Perusahaan

Persepsi Supplier 2009 - 2012

8% 33% 9% 26%

3% 10%

2009 2010

56% 55%

1% 0%
10% 22% 29%
13%

2011 2012

67% 58%

Baik

Cukup

Kurang

Tidak Tahu

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


144

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
145
Data Perusahaan

Tata Kelola
Perusahaan

Abu Dhabi
Garuda Indonesia kembali mendarat di Abu
Dhabi, UEA pada akhir 2012. Sebagai bagian dari
codeshare agreement dengan Etihad Airways,
dari gerbang Abu Dhabi penumpang Garuda
Indonesia dapat melakukan penerbangan
lanjutan (connecting flight) ke London,
Manchester, Paris, Muscat, Athena, dan Moskow.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


146

Tata Kelola
Perusahaan
Pada tahun 2012 implementasi
GCG di Garuda Indonesia telah
meningkat ke tahap Good Garuda
Citizen yang terfokus untuk
menjadi Perusahaan yang beretika
dan bertanggung jawab dengan
membangun budaya GCG.

Membangun Budaya GCG Selanjutnya tahap Good Governed Garuda


Tahap Good Garuda Governance (2005-2008) diselesaikan (2009-2010), Garuda Indonesia
yang difokuskan pada pemenuhan terhadap telah melakukan proses internalisasi tata
peraturan dan perundang-undangan telah nilai budaya kerja baru yang disingkat Fly-
diselesaikan. Hal-hal yang telah dicapai pada Hi yang merupakan gabungan nilai-nilai
tahap ini di antaranya terbentuknya struktur dari kata: eFficient & effective, Loyalty,
dan mekanisme mengenai organ utama customer centricitY, Honesty & openness
perusahaan yaitu Pemegang Saham, Dewan and Integrity. Sistem lain yang telah selesai
Komisaris dan Direksi. diimplementasikan dan dikembangkan secara
konsisten adalah sistem manajemen kinerja
serta manajemen risiko (Enterprise Risk
Management).

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
147
Data Perusahaan

Strategic Plan

Survival: Growth:
Consolidation & Turnaround Expansion to Sustainable Growth
Rehabilitation Intercontinental

GCG Blue Print


2003-2005 2006-2008 2009-2010 2011-2013
Good Corporate Governance Re-Arrange GCG Good Governed Garuda Good Corporate Citizen
(GCG) (GGG) (GCC)

Tahap Good Garuda Citizen memiliki sasaran Pada aspek Leadership telah dilakukan workshop
untuk membangun budaya GCG melalui berkaitan dengan fungsi dan peran para leader
pendekatan pada 3 (tiga) aspek penting yaitu sebagai role model dalam membangun budaya
Leadership, Systems & Members. GCG. Dewan Komisaris dan Direksi telah
melaksanakan RUPS, menyampaikan rencana

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


148
Tata Kelola Perusahaan

jangka panjang perusahaan, rencana kerja dan Pada aspek pegawai (Members), Garuda Indonesia
anggaran tahunan serta kontrak manajemen, telah merancang program pelatihan dengan
yang pelaksanaannya telah sesuai dengan tata mengintegrasikan konsep dan prinsip-prinsip
cara dan batas waktu yang ditetapkan oleh GCG dalam silabus program pelatihan. Pada tahun
peraturan dan perundang-undangan. Komitmen 2012 ini silabus program pelatihan yang telah
Dewan Komisaris dan Direksi terhadap GCG juga memuat materi GCG adalah Recurrent Training
ditunjukkan dengan pelaksanakan assessment untuk Awak Kabin (Flight Attendant) dan program
GCG secara konsisten dan melakukan tindaklanjut pelatihan orientasi untuk pegawai baru.
atas rekomendasi hasil assessment. Perusahaan melakukan program komunikasi
internal melalui berbagai saluran media
Pada aspek sistem, sebagai wujud implementasi perusahaan atau intranet dengan memuat artikel-
atas prinsip akuntabilitas yaitu perusahaan artikel berkenaan dengan GCG baik konsep
harus memastikan setiap individu memahami maupun implementasinya di Perusahaan.
peran, tugas, ukuran kinerja serta target yang
harus dicapai. Untuk itu telah dirancang model Pelaksanaan GCG Tahun 2012
sistem manajemen kinerja yang terstruktur Pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) di
dan sistematis mulai dari pembuatan kontrak Garuda Indonesia terus meningkat dalam cakupan
manajemen antara Direksi dan Dewan Komisaris dan kedalamannya. Pentahapan implementasi
yang memuat Indikator Kinerja Utama (Key GCG di Garuda Indonesia, saat ini memasuki tahap
Performace Indicators) dan target-target Good Garuda Citizen dengan fokus untuk menjadi
perusahaan yang harus dicapai, kemudian Perusahaan yang beretika dan bertanggung jawab
dijabarkan menjadi KPI dan target unit kerja dengan membangun budaya GCG.
hingga target individu setiap pegawai.
Kontrak Manajemen
Dalam membangun sistem, perusahaan telah Direksi dan Dewan Komisaris telah menetapkan
merumuskan dan mensosialisasikan etika Key Performance Indicators (KPI) dan target
bisnis dan pedoman perilaku kepada seluruh yang harus dicapai atas setiap KPI untuk tahun
pegawai. Hal ini menunjukkan bahwa Garuda anggaran 2012. Tabel berikut adalah rincian KPI
Indonesia tidak hanya berupaya untuk patuh pada target dan pencapaian tahun 2012.
peraturan dan perundangan, tetapi juga berupaya
membangun etika bisnis dan perilaku yang
menjunjung nilai-nilai moral yang tinggi. Sistem
pengendalian gratifikasi sebagai bagian dari
etika bisnis yang bersih telah diimplementasikan
secara konsisten. Selanjutnya, untuk memonitor
dan menegakkan etika, perusahaan menerapkan
whistleblowing system, yang memungkinkan setiap
pemangku kepentingan dapat melaporkan dugaan
kecurangan dan pelanggaran etika yang dilakukan
oleh oknum perusahaan.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
149
Data Perusahaan

Kontrak Manajemen dan Realisasi Tahun 2012

Sasaran Strategis Key Performance Indicators Target 2012 Realisasi 2012


Net Profit (USD Mio) 117,4 110,84
EBITDAR (USD Mio) 662,2 679,4
Margin per ASK (USc) 0,47 0,49
Profitable Sustainable Subsidiaries Operational
Growth 29,1 22,7
Profit (USD Mio)
International Route
RR+ CM3+
Performance (USD Mio)
Cost per ASK, Exc.Fuel (USc) 4.72 4,58
IOSA Certification (%) 100 100
SKYTRAX Rating 4 Star 4 Star
Consistent of High Quality On Time Performance/OTP (%) 85 84,90
of Product & Service
27% Domestic 28,2% Domestic
Market Share
25% International 24,2% International
# of Dedicated Terminal (%) 100% 60%
Seat Load Factor/SLF (%) 75.43 75,90
Cargo Load Factor/CLF (%) 51.1 47,51
# of FFP Membership 670.000 715.646
Revenue Enhancement % of FFP Member Contribution 33 29,4
Global Alliances (%) 80 85
Europe Flight Performance
CM3+ CM3-
(USD Mio)
Customer Satisfaction Index 80 84
Product Quality 55 B738NG; 9 A332; 55 B738NG; 9 A332;
# of New Aircraft
Enhancement 5 Sub-100 Seater; 13 A320 5 Sub-100 Seater; 14 A320
Average Age of Fleet (Years) 6,76 5,79
Aircraft Utilization (Hrs/day) 11:05 10:44
Reliability Index 99,1 99,65
Number of Pilot 1.024 1.102
Number of Cabin Crew 2.652 2.614
Operational Excellence
GA 1st Freighter 100 5
Preparation (%)
GA Sub-100 Seater (%) 100 100
Employee Engagement (%) 60 80,4
Employee Satisfaction (%) 68 80
Employer of Choice Average Training 50 97
(Hrs/Employee)
ASK/Employee (Mio) 5,03 5,25
High Performance
Organization SBU Spin Off 2 (CT & GSM) CT 100%
GSM on progress

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


150
Tata Kelola Perusahaan

Rapat Umum Pemegang Saham 2. Menetapkan Sdr. Adi Rahman Adiwoso yang
(RUPS) semula anggota Dewan Komisaris Independen
menjadi anggota Dewan Komisaris.
RUPS mempunyai wewenang yang tidak diberikan 3. Memberikan kuasa kepada Direksi Perseroan,
kepada Direksi atau Dewan Komisaris, dalam dengan hak substitusi untuk menyatakan hasil
batas yang ditentukan dalam Undang-undang keputusan Rapat ini dalam suatu akta notaris,
tentang Perseroan Terbatas (UUPT) dan ketentuan menghadap pihak yang berwenang, mengajukan
Anggaran Dasar (AD). pemberitahuan perubahan susunan Dewan
Komisaris ini ke Kantor Kementerian Hukum
Pada tahun 2012, Garuda Indonesia telah dan HAM, serta melakukan hal-hal lain yang
melaksanakan Rapat Umum Pemegang terkait demi terealisasinya keputusan Rapat ini.
Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2011 yang
diselenggarakan pada tanggal 27 April 2012, Sehingga berdasarkan keputusan di atas, susunan
serta 2 kali Rapat Umum Pemegang Saham Luar Dewan Komisaris menjadi sebagai berikut:
Biasa (RUPSLB) pada tanggal 3 Februari 2012 dan Komisaris Utama : Hadiyanto
tanggal 28 Juni 2012. Komisaris Independen : Abdulgani
Komisaris Independen : Betti Setiastuti
Prosedur Pelaksanaan RUPS Alisjahbana
Prosedur peyelenggaraan RUPS dan RUPSLB Komisaris : Adi Rahman Adiwoso
telah memenuhi ketentuan Anggaran Dasar dan Komisaris : Sahala Lumban Gaol
peraturan perundang-undangan yang berlaku, Komisaris : Wendy Aritenang
termasuk ketentuan peraturan di bidang Pasar
Modal. Prosedur tersebut adalah sebagai berikut: Agenda 2:
Memberitahukan rencana penyelenggaraan 1. Menyetujui perubahan penggunaan dana hasil
RUPS dan RUPSLB kepada BAPEPAM-LK penawaran umum Perdana saham Perseroan
sesuai batas waktu yang dipersyaratkan. untuk pengembangan armada baru, menjadi
Mengiklankan pengumuman mengenai akan sebagai berikut:
dilaksanakannya RUPS dan RUPSLB dalam sebesar 80% untuk pengembangan armada
2 harian berbahasa Indonesia dan 1 harian baru. Penambahan armada baru yang
berbahasa Inggris, sesuai batas waktu yang direncanakan adalah pesawat B737-800NG
dipersyaratkan. atau pesawat sejenis lainnya sebanyak 20
Mengiklankan panggilan RUPS dan RUPSLB unit, B777 atau pesawat sejenis lainnya
kepada para Pemegang Saham dalam 2 harian sebanyak 10 unit, A330-200 atau Airbus
berbahasa Indonesia dan 1 harian berbahasa Family lainnya sebanyak 24 unit serta
Inggris, sesuai batas waktu yang ditetapkan. pesawat narrow-body untuk Citilink sebanyak
Membuat pengumuman hasil RUPSLB dalam 25 unit, serta pesawat tipe Sub-100 sebanyak
2 surat kabar berbahasa Indonesia dan 1 surat 18 unit atau pesawat lain yang sejenis
kabar berbahasa Inggris. yang kemungkinan akan dibeli atau disewa
Perseroan terkait dengan antara lain rute
Pelaksanaan RUPS penerbangan yang akan dikembangkan oleh
Perseroan. Untuk jangka waktu penambahan
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa armada baru ini, akan disesuaikan dengan
(RUPSLB) 3 Februari 2012 jadwal penyerahan pesawat udara yang
RUPSLB pada tanggal 3 Februari 2012 dihadiri diperkirakan akan dipenuhi pada tahun 2016
oleh 71,429% dari seluruh Pemegang Saham. Hal berdasarkan perjanjian dengan produsen
ini berarti telah memenuhi ketentuan Anggaran pesawat udara.
Dasar Pasal 25 mengenai kuorum, hak suara Dana diperlukan baik untuk pembayaran
dan keputusan dalam RUPS. RUPSLB telah Pre-Delivery Payment (PDP) pesawat yang
memutuskan hal-hal sesuai dengan agenda rapat. dibeli maupun disewa, security deposit
Agenda dan keputusan RUPSLB tanggal 3 Februari pesawat yang disewa, final payment
2012 adalah sebagai berikut: pembayaran pesawat baru dalam rangka
pembiayaan (finance lease) maupun belanja
Agenda 1: modal lain yang diperlukan dalam rangka
1. Mengangkat Sdri. Betti Setiastuti Alisjahbana pengembangan armada, seperti spare part
sebagai anggota Dewan Komisaris Independen.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
151
Data Perusahaan

dan komponen pesawat, serta persediaan wajar dalam semua hal yang material, posisi
engine/mesin pesawat. keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Pengembangan armada baru harus dan entitas anak tanggal 31 Desember 2011
dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan dan 2010 sesuai dengan standar akuntansi
arus penumpang, kenaikan frekuensi keuangan Indonesia sekaligus memberikan
penerbangan, peningkatan efisiensi bahan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab
bakar dan menurunkan beban perawatan sepenuhnya (volledig acquit et de charge)
pesawat udara dikarenakan umur pesawat kepada Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan
perseroan. Selain itu penggunaan dana atas pengurusan dan pengawasan yang telah
diperlukan untuk memenuhi kewajiban dijalankan selama tahun buku 2011 sepanjang
Perseroan sesuai perjanjian antara tindakan tersebut tercatat pada buku-buku
Perseroan dengan produsen pesawat udara Perseroan dengan tidak bertentangan dengan
termasuk Boeing dan Airbus, terutama ketentuan dan peraturan perundangan.
pembayaran uang muka (pre-delivery
payment) sebagaimana diuraikan dalam Agenda 2:
bagian lain Prospektus. Tidak ada hubungan Mengesahkan Laporan Tahunan Program
afiliasi antara Perseroan dengan Boeing, Kemitraan dan Bina Lingkungan Tahun Buku 2011,
Airbus, dan pihak penyedia pembayaran. termasuk Laporan Keuangan yang telah diaudit
2. Memberikan wewenang dan kuasa kepada oleh KAP Osman Bing Satrio & Rekan berafiliasi
Direksi untuk melaporkan perubahan dimaksud dengan Deloitte Touche Tohmatsu sebagaimana
kepada instansi yang berwenang, serta dalam laporannya No. GA/112/0262/PKBLGIA/FAN
mengumumkan kepada publik. tertanggal 4 April 2012, sekaligus memberikan
pelunasan dan pembebasan tanggung jawab
Agenda 3: sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada
Menyetujui Perseroan untuk menerapkan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan atas
Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara pengurusan dan pengawasan Program Kemitraan
Republik Indonesia Nomor PER-01/MBU/2011 dan Bina Lingkungan yang telah dijalankan selama
tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang tahun buku 2011 sepanjang tindakan tersebut
Baik (Good Corporate Governance) pada Badan tercatat pada buku-buku Perseroan dengan tidak
Usaha Milik Negara. bertentangan dengan ketentuan dan peraturan
perundangan.
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan
27 April 2012 Agenda 3:
Pelaksanaan RUPS Tahunan (RUPST) untuk tahun Menyetujui penetapan penggunaan Laba Bersih
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 Tahun Buku 2011, sebagai berikut:
tanggal 27 April 2012 dihadiri oleh 72,71% dari 1. Dana Program PKBL dialokasikan sebesar
seluruh Pemegang Saham. Hal ini berarti telah 2,5% dari laba bersih Tahun Buku 2011 atau
memenuhi ketentuan Anggaran Dasar Pasal 25 maksimal sebesar Rp 20.138.245.529 dengan
mengenai kuorum, hak suara dan keputusan alokasi Program Kemitraan sebesar 1% dan
dalam RUPS. RUPST telah memutuskan hal-hal Program Bina Lingkungan sebesar 1,5%.
sesuai dengan agenda rapat. Keputusan RUPST 2. Sisa laba bersih Tahun Buku 2011 sebesar
tanggal 27 April 2012 adalah sebagai berikut: Rp785.391.575.610 dialokasikan untuk
mengurangi Saldo Rugi tahun buku
Agenda 1: sebelumnya.
1. Menyetujui Laporan Tahunan yang disampaikan
Direksi mengenai keadaan dan jalannya Agenda 4:
Perseroan selama Tahun Buku 2011 termasuk Menyetujui pelimpahan kewenangan kepada
laporan Pelaksanaan Tugas Pengawasan Dewan Dewan Komisaris untuk melakukan pemilihan/
Komisaris selama Tahun Buku 2011. seleksi atas Kantor Akuntan Publik untuk
2. Mengesahkan laporan Keuangan Perseroan mengaudit laporan keuangan perseroan tahun
Tahun Buku 2011 yang telah diaudit oleh KAP Buku 2012 dan Laporan pelaksanaan Program
Osman Bing Satrio & Rekan berafiliasi dengan Kemitraan dan Bina Lingkungan Perseroan Tahun
Deloitte Touche Tohmatsu sebagaimana Buku 2012, dan penetapannya harus mendapatkan
dalam laporannya nomor GA112 0119 GIA FAN persetujuan dari pemegang saham seri A
tertanggal 19 Maret 2012 dengan pendapat Dwiwarna.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


152
Tata Kelola Perusahaan

Agenda 5: 5. Memberikan kuasa dan wewenang kepada


Memberikan wewenang dan kuasa kepada Direksi Perseroan, dengan hak substitusi untuk
Dewan Komisaris dengan terlebih dahulu menyatakan dalam akta notaris tersendiri
mendapat persetujuan Pemegang Saham Seri A mengenai keputusan dalam agenda Rapat ini
Dwiwarna untuk menetapkan besarnya tantiem dan melakukan segala tindakan yang diperlukan
yang diberikan kepada anggota Direksi dan berkaitan dengan agenda ini sesuai peraturan
Dewan Komisaris untuk tahun buku 2011 serta perundang-undangan yang berlaku, termasuk
menetapkan besarnya gaji anggota Direksi dan untuk mendaftarkan anggota Dewan Komisaris
honorarium anggota Dewan Komisaris serta Perseroan.
tunjangan dan fasilitas bagi anggota Direksi dan 6. Memberhentikan dengan hormat:
Dewan Komisaris untuk tahun buku 2012. a. Sdr. Agus Priyanto sebagai Direktur
b. Sdr. Achirina sebagai Direktur
Agenda 6: c. Sdr. Hadinoto Soedigno sebagai Direktur
Perubahan Susunan Direksi dan Dewan Komisaris d. Sdr. Elisa Lumbantoruan sebagai Direktur
1. Memberhentikan dengan hormat: e. Sdr. Ari Sapari sebagai Direktur
a. Sdr. Hadiyanto sebagai Komisaris Utama Terhitung sejak ditutupnya Rapat dengan
b. Sdr. Adi Rahman Adiwoso sebagai Komisaris ucapan terima kasih atas sumbangan tenaga
c. Sdr. Wendy Aritenang Yazid sebagai Komisaris dan pikirannya selama masa bakti sebagai
d. Sdr. Abdulgani sebagai Komisaris Independen anggota Direksi Perseroan.
Terhitung sejak ditutupnya Rapat ini dengan 7. Mengukuhkan Sdr. Emirsyah Satar sebagai
ucapan terima kasih atas sumbangan tenaga Direktur Utama sejak tanggal 15 Oktober
dan pikirannya selama masa bakti sebagai 2010 sampai dengan penutupan Rapat Umum
anggota Dewan Komisaris Perseroan. Pemegang Saham Tahunan kelima sejak 15
2. Mengukuhkan pemberhentian Sdr. Sahala Oktober 2010 namun dengan tidak mengurangi
Lumban Gaol sebagai Komisaris terhitung sejak hak dari Rapat Umum Pemegang Saham
1 Maret 2012 sehubungan dengan penarikan untuk sewaktu-waktu dapat memberhentikan
penugasan dari Kementerian BUMN dengan yang bersangkutan sebelum masa jabatannya
ucapan terima kasih atas sumbangan tenaga berakhir.
dan pikirannya selama masa bakti sebagai 8. Mengangkat:
anggota Dewan Komisaris Perseroan. a. Sdr. Handrito Hardjono sebagai Direktur
3. Mengangkat: Keuangan
a. Sdr. Bambang Susantono sebagai Komisaris b. Sdr. Faik Fahmi sebagai Direktur Layanan
Utama c. Sdr. Elisa Lumbantoruan sebagai Direktur
b. Sdr. Bambang Wahyudi sebagai Komisaris Pemasaran & Penjualan
c. Sdr. Sonatha Halim Jusuf sebagai Komisaris d. Sdr. Heriyanto Agung Putra sebagai Direktur
d. Sdr. Wendy Aritenang Yazid sebagai Komisaris SDM & Umum
Terhitung sejak ditutupnya Rapat ini sampai e. Sdr. Batara Silaban sebagai Direktur Teknik
dengan penutupan Rapat Umum Pemegang & Pengelolaan Armada
Saham Tahunan Kelima setelah tanggal f. Sdr. Judi Rifajantoro sebagai Direktur
pengangkatannya, namun dengan tidak Strategi, Pengembangan Bisnis &
mengurangi hak dari Rapat Umum Manajemen Risiko
Pemegang Saham untuk sewaktu-waktu g. Sdr. Novianto Herupratomo sebagai Direktur
dapat memberhentikan pada anggota Dewan Operasi
Komisaris sebelum masa jabatannya berakhir. Terhitung sejak ditutupnya Rapat ini
4. Dengan demikian, susunan anggota Dewan sampai dengan penutupan Rapat Umum
Komisaris Perseroan sejak ditutupnya Rapat ini Pemegang Saham Tahunan Kelima setelah
menjadi sebagai berikut: tanggal pengangkatannya, namun dengan
a. Sdr. Bambang Susantono sebagai Komisaris tidak mengurangi hak dari Rapat Umum
Utama Pemegang Saham untuk sewaktu-waktu dapat
b. Sdr. Bambang Wahyudi sebagai Komisaris memberhentikan pada anggota Direksi sebelum
c. Sdr. Sonatha Halim Jusuf sebagai Komisaris masa jabatannya berakhir.
d. Sdr. Wendy Aritenang Yazid sebagai Komisaris 9. Dengan demikian susunan Direksi Perseroan
e. Sdr. Betti Setiastuti Alisjahbana sebagai sejak ditutupnya Rapat ini menjadi sebagai
Komisaris Independen berikut:

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
153
Data Perusahaan

a. Sdr. Emirsyah Satar sebagai Direktur Utama Agenda 1:


b. Sdr. Handrito Hardjono sebagai Direktur 1. Menyetujui Kuasi Reorganisasi Perseroan
Keuangan sesuai dengan ketentuan PSAK 51 (Revisi 2003)
c. Sdr. Faik Fahmi sebagai Direktur Layanan dan Peraturan Bapepam No. IX.L.1 tentang
d. Sdr. Elisa Lumbantoruan sebagai Direktur Tata Cara Pelaksanaan Kuasi Reorganisasi,
Pemasaran & Penjualan Lampiran Keputusan Ketua Bapepam Nomor
e. Sdr. Heriyanto Agung Putra sebagai Direktur Kep-16/PM/2004 tanggal 13 April 2004 dengan
SDM & Umum dasar Laporan Keuangan Perseroan per
f. Sdr. Batara Silaban sebagai Direktur Teknik & 1 Januari 2012 yang disajikan dalam mata
Pengelolaan Armada uang US Dollar sebagai mata uang penyajian
g. Sdr. Judi Rifajantoro sebagai Direktur Perseroan. Untuk keperluan penetapan nilai
Strategi, Pengembangan Bisnis & nominal saham, Perseroan menggunakan
Manajemen Risiko kurs tengah Bank Indonesia per 31 Desember
h. Sdr. Novianto Herupratomo sebagai Direktur 2011 sebesar Rp 9.068 per USD 1. Sehubungan
Operasi dengan pelaksanaan Kuasi Reorganisasi,
10.Memberikan kuasa dan wewenang kepada maka menyetujui pengurangan permodalan
Direksi Perseroan, dengan hak substitusi untuk Perseroan dengan cara menurunkan nilai
menyatakan dalam akta notaris tersendiri nominal saham Perseroan dari semula sebesar
mengenai keputusan dalam agenda Rapat ini Rp 500 menjadi sebesar Rp 459 yang akan
dan melakukan segala tindakan yang diperlukan dilaksanakan setelah Peraturan Pemerintah
berkaitan dengan agenda ini sesuai peraturan terkait dengan pengurangan modal Perseroan
perundang-undangan yang berlaku, termasuk tersebut diterbitkan, sehingga setelah efektif,
untuk mendaftarkan anggota Direksi Perseroan. struktur permodalan Perseroan akan menjadi
sebagai berikut:
Agenda 7: I. Modal Dasar dari semula sebesar
Menyetujui pengukuhan penerapan ketentuan Rp 15.000.000.000.000,00 (lima belas
Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara triliun Rupiah) menjadi sebesar
No.PER-06/MBU/2011 tentang Pedoman Rp13.770.000.000.000,00 (tiga belas triliun
Pendayagunaan Aktiva Tetap Badan Usaha Milik tujuh ratus tujuh puluh miliar Rupiah);
Negara yang ditetapkan tanggal 30 Desember II. Modal Ditempatkan dan Modal Disetor dari
2011. semula sebesar Rp 11.320.498.000.000,00
(sebelas triliun tiga ratus dua puluh
Agenda 8: miliar empat ratus sembilan puluh
Laporan Penggunaan Dana Hasil Penawaran delapan juta Rupiah) menjadi sebesar
Umum Saham Perdana Rp10.392.217.164.000,00 (sepuluh triliun
1. Dana penawaran umum per 31 Desember 2011 tiga ratus sembilan puluh dua miliar dua
yang telah direalisasikan sebagai berikut: ratus tujuh belas juta seratus enam puluh
a. Realisasi pengembangan armada baru empat ribu Rupiah).
sebesar Rp 1.152.387.116.488,- 2. Sehubungan dengan keputusan pada butir a
b. Realisasi belanja modal perseroan sebesar diatas, menyetujui perubahan pasal 4 ayat (1)
Rp 255.502.374.4523,- dan (2) Anggaran Dasar Perseroan.
2. Dengan demikian total dana IPO yang belum
direalisasikan sebesar Rp 1.779.130.904.104. Agenda 2:
Menyetujui pengeluaran saham baru oleh
Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Perseroan yang akan diambil bagian seluruhnya
Biasa (RUPSLB) 28 Juni 2012 oleh Negara Republik Indonesia sebagai bagian
Pelaksanaan RUPSLB tanggal 28 Juni 2012 dihadiri dari tambahan penyertaan modal negara atas
oleh 82,24% dari seluruh Pemegang Saham. Hal aset berupa unit jet engine test cell eks Protocol
ini berarti telah memenuhi ketentuan AD Pasal Loan Perancis yang pengadaannya melalui DIP
25 mengenai kuorum, hak suara dan keputusan Departemen Perhubungan tahun 1982/1983
dalam RUPS. RUPSLB telah memutuskan hal-hal (sesuai surat Menteri Keuangan RI Nomor S-124/
sesuai dengan agenda rapat. Keputusan RUPSLB MK.016/1993 tanggal 28 Januari 1993), yang akan
tanggal 28 Juni 2012 adalah sebagai berikut: dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


154
Tata Kelola Perusahaan

berlaku di bidang Pasar Modal serta memberikan jawab penuh, melaksanakan tugasnya untuk
pelimpahan kewenangan dan kuasa kepada Dewan kepentingan Perseroan (Pasal 108 UUPT, Pasal 31
Komisaris untuk melaksanakan keputusan Rapat UU BUMN, Pasal 15 AD, Pasal 12 Permen BUMN
ini termasuk menetapkan jumlah saham yang No. 01/2011).
akan diterbitkan dari hasil pengeluaran saham
baru tersebut yang akan dilaksanakan setelah Tugas, Kewajiban, dan Wewenang Dewan
Peraturan Pemerintah terkait dengan pengeluaran Komisaris
saham baru tersebut diterbitkan. Karakteristik mendasar Dewan Komisaris adalah
bahwa Dewan Komisaris merupakan suatu
Agenda 3: majelis, dimana setiap anggota Dewan Komisaris
Mengangkat Sdr. Peter F. Gontha selaku tidak dapat bertindak sendiri-sendiri melainkan
Komisaris Independen Perseroan terhitung sejak berdasarkan keputusan Dewan Komisaris.
ditutupnya Rapat ini sampai dengan penutupan Sebagaimana disebutkan di awal, tugas Dewan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang Komisaris adalah dengan itikad baik dan tanggung
kelima setelah tanggal pengangkatannya, namun jawab penuh melakukan pengawasan dan
dengan tidak mengurangi hak dari Rapat Umum memberikan nasihat dan pendapat kepada Direksi
Pemegang Saham untuk sewaktu-waktu dapat dalam rangka memastikan bahwa Perseroan
memberhentikan para anggota Dewan Komisaris dikelola sesuai dengan maksud dan tujuan
sebelum masa jabatannya berakhir. kegiatan usaha Perseroan. Tugas khusus dapat
diberikan kepada Komisaris Independen. Dewan
Dengan demikian susunan anggota Dewan Komisaris membuat pembagian tugas yang diatur
Komisaris Perseroan sejak ditutupnya Rapat ini oleh anggota Dewan Komisaris itu sendiri.
menjadi sebagai berikut:
a. Sdr. Bambang Susantono sebagai Komisaris Dalam melaksanakan tugasnya, Dewan Komisaris
Utama; berkewajiban, antara lain, (Pasal 116 UUPT, Pasal
b. Sdr. Bambang Wahyudi sebagai Komisaris; 31 UU BUMN, Pasal 15 (2b) AD Perseroan, Pasal 12
c. Sdr. Sonatha Halim Jusuf sebagai Komisaris; dan 15 Peraturan Menteri No. 01/2011):
d. Sdr. Wendy Aritenang Yazid sebagai Komisaris;
e. Sdr. Betti Setiastuti Alisjahbana sebagai a. Pengawasan
Komisaris Independen; Mengawasi perkembangan kegiatan dan
f. Sdr. Peter F. Gontha sebagai Komisaris kinerja kepengurusan Perseroan termasuk
Independen; menyediakan laporan termasuk pendapat dan
saran untuk RUPS sehubungan dengan seluruh
Selanjutnya memberikan kuasa dan wewenang tugas pengawasan dan tindakan yang dilakukan
kepada Direksi Perseroan dengan hak substitusi selama tahun buku sebelumnya.
untuk menyatakan dalam akta notaris tersendiri
mengenai keputusan dalam agenda Rapat ini Dewan Komisaris bertanggung jawab dan
dan melakukan segala tindakan yang diperlukan berwenang melakukan pengawasan atas
berkaitan dengan keputusan ini sesuai peraturan kebijakan pengurusan, jalannya pengurusan
perundang-undangan yang berlaku, termasuk pada umumnya, baik mengenai Perseroan
untuk mendaftarkan anggota Dewan Komisaris maupun usaha Perseroan dan memberikan
Perseroan. nasihat kepada Direksi. Pengawasan dan
nasihat yang diberikan dilakukan untuk
kepentingan Perseroan dan sesuai maksud dan
Dewan Komisaris tujuan Perseroan, dan tidak dimaksudkan untuk
Dewan Komisaris adalah organ perseroan yang kepentingan pihak atau golongan tertentu.
bertugas untuk melaksanakan pengawasan atas
kebijakan kepengurusan Perseroan dan kegiatan b. Tanggapan atas Laporan Tahunan Direksi
usaha Perseroan serta untuk memberikan Meneliti dan memberikan tanggapan kepada
nasihat kepada Direksi sebagaimana diminta atau RUPS atas laporan berkala dan Laporan
ketika diperlukan dalam rangka memastikan Tahunan yang disiapkan oleh Direksi dan
Perseroan dikelola sesuai dengan maksud dan menandatangani Laporan Tahunan tersebut.
tujuan usahanya, dan tidak dimaksudkan untuk
kepentingan pihak atau golongan tertentu. Dewan Dewan Komisaris harus memastikan bahwa
Komisaris wajib, dengan itikad baik dan tanggung dalam Laporan Tahunan Perseroan telah

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
155
Data Perusahaan

memuat informasi mengenai identitas, Komisaris, kepada RUPS. Dewan Komisaris


pekerjaan-pekerjaan utamanya, jabatan Dewan dapat memberikan penugasan kepada Komite
Komisaris di perusahaan lain, termasuk rapat- Nominasi dan Remunerasi berupa penyusunan
rapat yang dilakukan dalam satu tahun buku Key Performance Indicator (KPI) Dewan
(rapat internal maupun rapat gabungan dengan Komisaris dengan sistem self assessment atau
Direksi), serta honorarium, fasilitas, dan/atau sistem lain untuk kemudian diputuskan dalam
tunjangan lain yang diterima dari Perseroan. rapat Dewan Komisaris.

c. Rapat Dewan Komisaris dan Risalahnya h. Penilaian Kinerja Direksi


Menyelenggarakan rapat bulanan Dewan Dewan Komisaris memberikan penilaian dan
Komisaris dan menyiapkan risalah rapat Dewan evaluasi mengenai kinerja Direksi berdasarkan
Komisaris dan memegang salinan risalah KPI yang ditetapkan oleh Dewan Komisaris, baik
tersebut. secara perseorangan maupun kolektif.

Seluruh anggota Dewan Komisaris wajib i. Persetujuan atas Pendayagunaan Aktiva Tetap
menandatangani risalah Rapat Dewan Perseroan
Komisaris paling lambat 7 hari kerja setelah Dewan Komisaris harus memberikan
dilakukannya Rapat Dewan Komisaris. persetujuan atau penolakan selambat-
lambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah
d. Keterbukaan Kepemilikan Saham menerima permohonan dari Direksi atas
Melaporkan kepada Perseroan mengenai Pendayagunaan Aktiva Tetap.
kepemilikan saham mereka dan keluarga
mereka di Perseroan atau perseroan lain. Dalam hal Pendayagunaan Aktiva Tetap
Peraturan Pasal Modal mewajibkan Dewan harus disetujui oleh RUPS, maka Dewan
Komisaris untuk melaporkan kepemilikan Komisaris juga harus memberikan tanggapan
sahamnya di dalam Perseroan dalam waktu 10 tertulis selambat-lambatnya 30 (tiga puluh)
hari sejak terjadinya transaksi. hari, yang ditujukan kepada Direksi setelah
menerima permohonan dari Direksi mengenai
e. Persetujuan RKAP dan RJPP pendayagunaan tersebut. Pendayagunaan Aktiva
Memberikan pendapat dan persetujuan Tetap (Pasal 32 dan 33 Permen BUMN
terhadap RJPP dan RKAP yang disusun No. 06/2011).
Direksi. Dengan disetujuinya RJPP dan
RKAP oleh Dewan Komisaris, maka Direksi j. Melakukan Pelaporan Kepada Menteri Negara
berwenang untuk melaksanakan dan BUMN
mengimplementasikan pelaksanaan RJPP dan Dewan Komisaris wajib menyampaikan laporan
RKAP selama periode tahun anggaran tersebut. tentang tugas pengawasan yang telah dilakukan
selama tahun buku yang baru lampau kepada
f. Usulan Akuntan Publik RUPS.
Mengusulkan kepada RUPS penunjukan
Akuntan Publik yang akan melakukan k. Memantau Pelaksanaan Good Corporate
pemeriksaan atas buku-buku Perseroan. Governance
Pemantauan atas penerapan Good Corporate
g. RKAP Tahunan Dewan Komisaris dan Penilaian Governance dilakukan oleh Dewan Komisaris
Kinerja untuk memastikan bahwa Good Corporate
Menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Governance telah berjalan secara efektif dan
Tahunan Dewan Komisaris yang merupakan berkelanjutan.
bagian yang tidak terpisahkan dari Rencana
Kerja dan Anggaran Tahunan Perseroan. l. Melakukan Evaluasi Terhadap Sekretariat
Dewan Komisaris
Dewan Komisaris dapat memberikan usulan Dewan Komisaris melakukan evaluasi atas
mengenai Indikator Pencapaian Kinerja/ kinerja Sekretariat Dewan Komisaris setiap
Key Performance Indicator (KPI) yang 1 tahun dengan menggunakan metode yang
merupakan ukuran penilaian atas keberhasilan ditetapkan oleh Dewan Komisaris.
pelaksanaan tugas dan tanggung jawab
pengawasan dan pemberian nasihat oleh Dewan

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


156
Tata Kelola Perusahaan

Dalam melakukan tindakan pengawasan atas f. mengangkat dan memberhentikan Sekretaris


tindakan pengurusan yang dilakukan oleh Direksi, Dewan Komisaris;
Dewan Komisaris berwenang untuk: g. memberhentikan sementara anggota Direksi;
a. memeriksa buku-buku, surat-surat bukti, h. membentuk Komite Audit, Komite Remunerasi
persediaan barang, memeriksa dan dan Nominasi, Komite Pemantau Resiko dan
mencocokkan keadaan uang kas dan lain- komite lainnya jika dianggap perlu;
lain surat berharga serta mengetahui segala i. menghadiri rapat Direksi dan memberikan
tindakan yang telah dijalankan oleh Direksi; pandangan terhadap hal yang dibicarakan;
b. memasuki bangunan-bangunan dan halaman- j. melakukan tindakan pengawasan sepanjang
halaman atau tempat-tempat lain yang tidak bertentangan dengan ketentuan AD.
dipergunakan atau dikuasai oleh Perseroan;
c. meminta keterangan/penjelasan dari Direksi Rapat Dewan Komisaris
atau pejabat lainnya mengenai segala persoalan Sesuai ketentuan Pasal 16 ayat 7 Anggaran Dasar,
yang menyangkut pengelolaan Perseroan dan Dewan Komisaris mengadakan rapat paling sedikit
Direksi harus memberikan semua keterangan/ setiap bulan sekali, dalam Rapat tersebut Dewan
penjelasan yang berkenaan dengan Perseroan Komisaris dapat mengundang Direksi. Sampai
sebagaimana diperlukan oleh Dewan Komisaris; dengan Desember 2012, Dewan Komisaris telah
d. mengetahui segala kebijakan dan tindakan yang melaksanakan rapat sebanyak 28 kali, 15 kali
telah dan akan dijalankan oleh Direksi; diantaranya merupakan Rapat Internal Dewan
e. meminta Direksi dan/atau pejabat lainnya di Komisaris dan 13 kali Rapat Dewan Komisaris
bawah Direksi dengan sepengetahuan Direksi bersama Direksi. Jumlah rapat Dewan Komisaris
untuk menghadiri Rapat Dewan Komisaris; dan tingkat kehadiran tertuang dalam tabel berikut
ini:

Jumlah Rapat Internal Dewan Komisaris dan Tingkat Kehadiran (Januari April 2012)

No. Nama Jabatan Hadir Jumlah Rapat Tingkat Kehadiran


1. Hadiyanto Komisaris Utama 5 5 100%
2. Abdulgani Komisaris 5 5 100%
3. Sahala L. Gaol Komisaris 5 5 100%
4. Wendy Aritenang Komisaris 5 5 100%
5. Adi R. Adiwoso Komisaris 5 5 100%
6. Betti Setiastuti
Komisaris Independen 3 3 100%
Alisjahbana *
* Diangkat sebagai Komisaris Independen melalui RUPSLB tanggal 3 Februari 2012

Jumlah Rapat Internal Dewan Komisaris dan Tingkat Kehadiran (Mei Desember 2012)

No. Nama Jabatan Hadir Jumlah Rapat Tingkat Kehadiran


1. Bambang Susantono** Komisaris Utama 10 10 100%
2. Bambang Wahyudi** Komisaris 10 10 100%
3. Wendy Aritenang ** Komisaris 10 10 100%
4. Sonatha H. Yusuf ** Komisaris 7 10 70%
5. Betti Setiastuti
Komisaris Independen 10 10 100%
Alisjahbana *
6. Peter F. Gontha *** Komisaris Independen 5 5 100%
** Perubahan susunan Dewan Komisaris baru sesuai RUPS tanggal 27 April 2012
*** Diangkat sebagai Komisaris Independen melalui RUPSLB tanggal 28 Juni 2012

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
157
Data Perusahaan

Jumlah Rapat Dewan Komisaris bersama Direksi dan Tingkat Kehadiran (Januari April 2012)

No. Nama Jabatan Hadir Jumlah Rapat Tingkat Kehadiran

DEWAN KOMISARIS
1. Hadiyanto Komisaris Utama 4 4 100%
2. Abdulgani Komisaris 4 4 100%
3. Sahala L. Gaol Komisaris 4 3 75%
4. Wendy Aritenang Komisaris 4 4 100%
5. Adi R. Adiwoso Komisaris 4 4 100%
6. Betti Setiastuti
Komisaris Independen 3 3 100%
Alisjahbana*

DIREKSI
1. Emirsyah Satar Direktur Utama 4 4 100%
Direktur Teknik &
2. Hadinoto Soedigno 4 4 100%
Pengelolaan Armada
Direktur Strategi,
3. Achirina Pengembangan Bisnis 4 4 100%
& Manajemen Risiko
4. Ari Sapari Direktur Operasi 4 4 100%
5. Elisa Lumbantoruan Direktur Keuangan 4 4 100%
6. Agus Priyanto Direktur Niaga 4 4 100%
* Diangkat sebagai Komisaris Independen melalui RUPSLB tanggal 3 Februari 2012

Jumlah Rapat Dewan Komisaris bersama Direksi dan Tingkat Kehadiran (Mei Desember 2012)

No. Nama Jabatan Hadir Jumlah Rapat Tingkat Kehadiran

DEWAN KOMISARIS
1. Bambang Susantono** Komisaris Utama 9 9 100%
2. Bambang Wahyudi** Komisaris 9 9 100%

3. Wendy Aritenang** Komisaris 9 9 100%


4. Sonatha H. Yusuf** Komisaris 9 9 100%
5. Betti Setiastuti
Komisaris Independen 9 8 89%
Alisjahbana
6. Peter F. Gontha*** Komisaris Independen 7 7 100%

DIREKSI
1. Emirsyah Satar Direktur Utama 9 9 100%
Direktur Pemasaran
2. Elisa Lumbantoruan 9 9 100%
dan Penjualan
3. Heriyanto A.P Direktur SDM & Umum 9 8 89%
4. Novianto Herupratomo Direktur Operasi 9 8 89%
Direktur Teknik &
5. Batara Silaban 9 9 100%
Pengelolaan Armada
Direktur Strategi,
6. Judi Rifajantoro Pengembangan Bisnis 9 9 100%
& Manajemen Risiko
7. Handrito Hardjono Direktur Keuangan 9 9 100%
8. Faik Fahmi Direktur Layanan 9 9 100%
** Perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi baru sesuai RUPS tanggal 27 April 2012
*** Diangkat sebagai Komisaris Independen melalui RUPSLB tanggal 28 Juni 2012

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


158
Tata Kelola Perusahaan

Perubahan dan Penetapan Organ Komite Audit


Pendukung Dewan Komisaris Ketua : Betti Setiastuti Alisjahbana
Anggota : Adi Dharmanto
Komite Komisaris Anggota : Lily R. Sihombing
Untuk meningkatkan pengurusan dan pengawasan
BUMN, Menteri Negara BUMN melalui surat Dengan memperhatikan kompleksitas bisnis
No. S-375/MBU.Wk/2012 tanggal 3 Desember Garuda, Dewan Komisaris melakukan perubahan
2011 perihal Kebijakan Menteri Negara BUMN struktur organ pendukung Dewan Komisaris
dalam Pengurusan dan Pengawasan BUMN, berdasar Surat Keputusan No. JKTDW/
menyebutkan bahwa Dewan Pengawas/Dewan SKEP/060/2012 tanggal 25 Juli 2012, yang
Komisaris hanya boleh memiliki Komite Audit mengubah jumlah Komite Dewan Komisaris
dan dapat memiliki 1 Komite lainnya dengan dari 2 komite menjadi 3 komite, yaitu Komite
keanggotaan masing-masing Komite berasal dari Audit, Komite Nominasi, Remunerasi, dan Tata
luar Dewan Komisaris/Dewan Pengawas. Kelola Perusahaan, serta Komite Pengembangan
Usaha dan Pemantauan Risiko, dengan susunan
Menindaklanjuti surat Menteri Negara BUMN keanggotaan:
tersebut, Dewan Komisaris PT Garuda Indonesia
(Persero) Tbk melakukan perampingan jumlah Komite Audit
Komite Komisaris dari yang sebelumnya 4 Komite Ketua : Betti Setiastuti Alisjahbana
Komisaris menjadi 2 Komite Komisaris, yaitu Anggota : Adi Dharmanto
Komite Audit dan Komite Kebijakan Perusahaan Anggota : Lily R. Sihombing
yang merupakan gabungan dari 3 Komite yang
telah ada sebelumnya, yaitu Komite Kebijakan Komite Nominasi, Remunerasi, dan Tata Kelola
Corporate Governance, Komite Kebijakan Perusahaan
Risiko, dan Komite Nominasi dan Remunerasi. Ketua : Wendy Aritenang
Perubahan Komite Komisaris tersebut ditetapkan Wakil Ketua : Sonatha Halim Yusuf
melalui surat Dewan Komisaris dengan No. Anggota : G. Suprayitno
JKTDU/SKEP/5017/2012 tanggal 1 Maret 2012
tentang Perubahan Anggota Komite Audit dan Komite Pengembangan Usaha dan Pemantauan
Pembentukan Komite Kebijakan Perusahaan Risiko
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Adapun Ketua : Peter F. Gontha
susunan keanggotaan dari masing-masing Komite Wakil ketua : Bambang Wahyudi
adalah sebagai berikut: Anggota : Asril Fitri Syamas

Komite Audit Selanjutnya, Dewan Komisaris melakukan


Ketua : Abdulgani perubahan keanggotaan Komite berdasarkan Surat
Anggota : Adi Dharmanto Keputusan No. JKTDW/SKEP/070/2012 tanggal 1
Anggota : Lily R. Sihombing Oktober 2012, yang mengangkat dan menetapkan
Sdr. Ahmad Ridwan Dalimunthe menjadi anggota
Komite Kebijakan Perusahaan Komite Pengembangan Usaha dan Pemantauan
Ketua : Betti Setiastuti Alisjahbana Risiko serta memberhentikan Sdr. Adi Dharmanto
Anggota : Asril F. Syamas sebagai anggota Komite Audit dan mengangkat
Anggota : G. Suprayitno dan menetapkan Sdr. Chaerul D. Djakman
sebagai anggota Komite Audit berdasarkan Surat
Sejalan dengan perubahan susunan keanggotaan Keputusan No. JKTDW/SKEP/071/2012 tanggal
Dewan Komisaris pasca RUPS Tahunan yang 1 Oktober 2012 sehingga susunan keanggotaan
diselenggarakan tanggal 27 April 2012, maka perlu menjadi sebagai berikut:
dilakukan perubahan keanggotaan Komite Audit
dan Komite Kebijakan Perusahaan. Melalui Surat Komite Pengembangan Usaha dan Pemantauan
Keputusan No. JKTDW/SKEP/038/2012 tanggal Risiko
1 Juni 2012, Dewan Komisaris telah menetapkan Ketua : Peter F. Gontha
Komite Audit Sebagai Organ Pendukung Dewan Wakil ketua : Bambang Wahyudi
Komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Anggota : Asril Fitri Syamas
Dengan susunan keanggotaan sebagai berikut: Anggota : Ahmad Ridwan Dalimunthe

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
159
Data Perusahaan

Komite Audit operasi, kontrak manajemen, kerja sama


Ketua : Betti Setiastuti Alisjahbana lisensi Bangun Guna Serah (Build, Operate,
Anggota : Lily R. Sihombing Transfer/BOT), Bangun Guna Milik (Build,
Anggota : Chaerul D. Djakman Operate and Own/BOO) dan perjanjian-
perjanjian lain yang memiliki sifat yang sama
Sekretaris Dewan Komisaris yang jangka waktunya melebihi dari jangka
Untuk mendukung pelaksanaan tugas Dewan waktu yang ditetapkan oleh Dewan Komisaris.
Komisaris, sesuai ketentuan Pasal 15 ayat 2.a.6
Anggaran Dasar, berdasarkan Surat Keputusan Kerjasama yang dimaksud di atas adalah kerja
Dewan Komisaris No. JKTDW/SKEP/053/2012 sama yang:
Dewan Komisaris telah menunjuk seorang a. Memiliki jangka waktu lebih dari 3 tahun;
Sekretaris Dewan Komisaris, yaitu Sdr. Achmad dan/atau
Jaka Santos Adiwijaya untuk masa jabatan selama b. Nilai transaksi lebih dari 3% dari Total Nilai
3 tahun. Aktiva Tetap; dan/atau
c. Menimbulkan kewajiban kontijen
Pembatasan Kewenangan Direksi (contingent liabilities) dengan nilai lebih
Sesuai Anggaran Dasar Garuda Indonesia, Pasal dari 3% dari Total Nilai Aktiva Tetap.
12 ayat 7, terdapat batasan atas perbuatan-
perbuatan Direksi yang perlu ditetapkan lebih Yang dimaksud dengan perjanjian-perjanjian
lanjut oleh Dewan Komisaris. Sehubungan dengan lain yang memiliki sifat yang sama di atas
hal tersebut, Dewan Komisaris menerbitkan surat adalah perjanjian-perjanjian yang sifatnya
keputusan dengan No. JKTDW/SKEP/077/2012 sama dengan bentuk kerja sama operasi,
tanggal 31 Oktober 2012 mengenai batasan kontrak manajemen, kerja sama lisensi
wewenang yang diberikan kepada Direksi untuk Bangun Guna Serah (Build, Operate, Transfer/
melakukan perbuatan-perbuatan tertentu menurut BOT), dan Bangun Guna Milik (Build, Operate
Pasal 12 ayat 7 Anggaran Dasar Perusahaan. and Own/BOO).
Pembatasan Kewenangan Direksi Perseroan
tersebut adalah sebagai berikut: Berikut adalah penjelasan terkait dengan
perjanjian kerja sama di atas:
Direksi wajib meminta persetujuan Dewan
Komisaris sebelum melaksanakan hal-hal sebagai Kerjasama Operasi (KSO)
berikut: Pengertian KSO adalah kerja sama dengan
prinsip bagi hasil yang saling menguntungkan
a. Memindahtangankan atau menghapuskan antara Perseroan dengan mitra kerja sama,
aktiva tetap milik Perseroan yang melebihi dimana Perseroan terlibat dalam manajemen
batas nilai Rp 50.000.000.000 (lima puluh pengelolaan kerja sama tersebut.
milyar Rupiah) atau dalam nilai agregat yang
jumlahnya sama dengan atau lebih dari 3% Pendayagunaan aktiva tetap dengan cara KSO,
(tiga persen) dari total nilai Aktiva Tetap dilakukan terhadap aktiva tetap Perseroan
Perseroan dalam tahun yang sama. berupa tanah, bangunan dan/atau aktiva tetap
lainnya. Objek KSO yang diberdayagunakan
Aktiva Tetap adalah aktiva berwujud yang tersebut diperhitungkan sebagai penyertaan
digunakan dalam operasional Perseroan yang Perseroan dalam KSO yang bersangkutan.
tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka
kegiatan normal perusahaan, dan memiliki Kontrak Manajemen
masa manfaat lebih dari satu tahun. Kontrak Manajemen adalah suatu perjanjian
Memindahtangankan Aktiva Tetap dapat dimana aset, sumber daya, dan dana
dilaksanakan dengan cara menjual, tukar disediakan oleh Perseroan sedangkan jasa
menukar atau hibah, yang wajib dilaksanakan manajemen atau pengelolaan diserahkan
oleh Perseroan dengan prinsip kehati-hatian kepada mitra.
dan berdasarkan ketentuan yang berlaku,
termasuk pasar modal. Bangun Guna Serah (BOT)
Bangun Guna Serah (Build Operate
b. Mengadakan kerja sama dengan badan usaha and Transfer/ BOT) adalah kerja sama
atau pihak lain dalam bentuk kerja sama pendayagunaan aktiva tetap berupa tanah

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


160
Tata Kelola Perusahaan

milik Perseroan oleh pihak lain dengan cara melebihi batas yang dari waktu ke waktu
mendirikan bangunan dan/atau sarana berikut ditetapkan oleh Dewan Komisaris.
fasilitasnya, kemudian didayagunakan oleh
pihak lain tersebut dalam jangka waktu tertentu Batas wewenang Direksi untuk menghapuskan
yang disepakati. Selanjutnya, tanah beserta piutang macet dan persediaan barang mati
bangunan dan/atau sarana berikut fasilitasnya Perseroan dari pembukuan adalah senilai
akan diserahkan kepada Perseroan setelah Rp50.000.000.000 (lima puluh miliar Rupiah)
berakhirnya jangka waktu. atau dalam tahun yang sama nilai agregat yang
jumlahnya kurang dari atau sama dengan 5%
Pendayagunaan ini dilakukan terhadap Aktiva (lima persen) dari nilai ekuitas Perseroan.
Tetap dalam bentuk tanah. Dalam hal terdapat
Aktiva Tetap tidak dapat dijadikan sebagai Tindakan tersebut perlu dilaporkan kepada
objek kerja sama, maka Aktiva Tetap tersebut Dewan Komisaris disertakan dengan data
dihapusbukukan dan diperhitungkan dalam dan informasi mengenai tahapan-tahapan
penetapan kompensasi. proses penagihan yang telah dilakukan Direksi
sebelum melakukan penghapusbukuan sesuai
c. Menerima atau memberikan pinjaman jangka dengan ketentuan Perseroan yang berlaku.
menengah/panjang dalam nilai yang melebihi
batas yang dari waktu ke waktu ditetapkan e. Menetapkan struktur organisasi sampai
oleh Dewan Komisaris dengan ataupun dengan 1 tingkat di bawah Direksi.
tanpa jaminan, kecuali pinjaman utang atau
piutang yang timbul karena transaksi bisnis, Kecuali ditetapkan lain oleh RUPS, Direksi
dan pinjaman yang diberikan kepada anak mendiskusikan dan memperoleh persetujuan
perusahaan Perseroan hanya perlu dilaporkan dari Dewan Komisaris untuk menetapkan
kepada Dewan Komisaris. struktur organisasi Direksi dan organisasi satu
tingkat di bawah Direksi. Direksi melaporkan
Untuk memberikan pinjaman kepada pihak kepada Dewan Komisaris Keputusan Direksi
ketiga, batas wewenang Direksi adalah sampai atas pembagian kewenangan di antara anggota
dengan Rp 50.000.000.000 (lima puluh miliar Direksi dan nama-nama pejabat dalam struktur
Rupiah) per tahun dan sepanjang terkait organisasi satu tingkat dibawah Direksi.
dengan kegiatan operasional perusahaan.
f. Membentuk yayasan, organisasi dan/atau
Untuk menerima pinjaman dari pihak ketiga perkumpulan baik yang berkaitan langsung
batas wewenang Direksi adalah sampai dengan maupun tidak langsung dengan Perseroan yang
Rp 500.000.000.000 (lima ratus miliar Rupiah) dapat berdampak finansial bagi Perseroan.
atau dalam tahun yang sama nilai agregat/
akumulasi jumlahnya <10% nilai Ekuitas. Direksi wajib mendapatkan persetujuan
dari Dewan Komisaris dalam hal (i) yayasan,
Dalam hal pinjaman tersebut memerlukan organisasi, dan atau perkumpulan tersebut
persetujuan Dewan Komisaris, persetujuan didirikan untuk jangka waktu lebih dari 3 tahun,
Dewan Komisaris tersebut berlaku selama 12 dan/atau (ii) nilai dari pembentukan yayasan,
bulan sejak persetujuan diberikan oleh Dewan organisasi dan atau perkumpulan tersebut
Komisaris. lebih dari 3% (tiga persen) dari Total Nilai
Aktiva Tetap.
Persetujuan Dewan Komisaris dikecualikan
untuk (i) pinjaman utang atau piutang Dalam hal tindakan ini tidak memerlukan
yang timbul karena transaksi bisnis, dan persetujuan Dewan Komisaris, maka Direksi
(ii) pinjaman yang diberikan kepada anak wajib melaporkan tindakan tersebut kepada
perusahaan Perseroan, dengan ketentuan Dewan Komisaris.
pemberian pinjaman tersebut dilaporkan
kepada Dewan Komisaris. Untuk memastikan agar yayasan, organisasi
dan/atau perkumpulan dikelola secara
d. Menghapuskan dari pembukuan piutang macet profesional, Direksi dapat mengangkat
dan persediaan barang mati, dalam nilai yang pengurus dari pihak eksternal Perseroan untuk
melakukan pengurusan rutin.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
161
Data Perusahaan

g. Membebankan biaya Perseroan yang bersifat Direksi membutuhkan persetujuan dari Dewan
rutin untuk kegiatan yayasan, organisasi Komisaris untuk tidak lagi menagih piutang
dan/atau perkumpulan baik yang berkaitan macet yang telah dihapusbukukan dengan
langsung maupun tidak langsung dengan nilai di atas Rp 10.000.000.000 (sepuluh miliar
Perseroan. Rupiah).
Tindakan tersebut perlu dilaporkan kepada
Direksi menetapkan anggaran tahunan (apabila Dewan Komisaris disertakan dengan data
ada) untuk kegiatan yayasan, organisasi dan informasi mengenai tahapan-tahapan
dan/atau perkumpulan bersamaan dengan proses penagihan yang telah dilakukan Direksi
penetapan anggaran (budget) Perseroan. sebelum melakukan penghapusbukuan sesuai
dengan ketentuan Perseroan yang berlaku.
Selain pembebanan biaya yang bersifat rutin
dan tetap dari organisasi, kegiatan yayasan, j. Menetapkan dan mengubah logo Perseroan
dan atau perkumpulan sebagaimana tersebut Logo Perseroan adalah termasuk logo baru dan
di bawah ini, maka perlu mendapatkan logo yang saat ini sudah terdaftar atau sedang
persetujuan dari Dewan Komisaris: dalam proses untuk didaftarkan di Direktorat
INACA, PATA, IATA, Kadin, Air Promotion Jenderal Hak Kekayaan dan Intelektual.
Group, Zone Employee Discount Multi Bilateral
Agreement (ZED MIBA Forum), Dana Pensiun k. Melakukan penyertaan modal dalam perseroan
Garuda, Yayasan At Taqwa,Yayasan Kesehatan lain dalam nilai yang melebihi batas dari waktu
Garuda, KOAPGI, KOKARGA, Masyarakat ke waktu ditetapkan oleh Dewan Komisaris,
Hukum Udara (MHU), Member of Board of sepanjang penyertaan modal tersebut tidak
Airline Representative in Netherlands (BARIN), memerlukan persetujuan RUPS sesuai dengan
Member Board of Governor PATA BENELUX peraturan Pasar Modal.
(Belgium, Netherland & Luxemburg), AOC
(Airlines Operator Committee), Member of Direksi wajib meminta persetujuan dari Dewan
BARSA (Board of Airlines Representative), Komisaris untuk melakukan penyertaan modal
BAR (Board of Airlines Representative), KASEC yang nilainya lebih besar dari 10% (sepuluh
(Korea Airlines Secretary), BARINDO (Board persen) dari nilai ekuitas Perseroan.
of Airlines Representative Indonesia), Forum
Human Capital BUMN, Forum IT BUMN, ICSA Perseroan melaksanakan penyertaan modal
(Indonesian Corporate Secretary Association), dalam perusahaan lain dalam rangka
PERHUMAS, AAPA (Association of Asia Pacific mengembangkan kegiatan usaha utamanya,
Airlines). kegiatan usaha pendukung, dan dalam rangka
optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang
h. Mengusulkan wakil Perseroan untuk menjadi dimiliki, atau pelaksanaan keputusan peraturan
calon anggota Direksi dan Dewan Komisaris yang berlaku.
pada anak perusahaan Perseroan yang
memberikan kontribusi signifikan kepada l. Mendirikan anak perusahaan, sepanjang hal
Perseroan dan/atau bernilai strategis yang tersebut tidak memerlukan persetujuan RUPS
ditetapkan oleh Dewan Komisaris. sesuai dengan Peraturan Pasar Modal.
Direksi mengusulkan nama-nama serta data
lengkap dari rekam jejak pihak-pihak yang m. Melepaskan penyertaan modal pada anak
dinominasikan menjadi anggota Direksi atau perusahaan, sepanjang hal tersebut tidak
Dewan Komisaris pada anak perusahaan. Calon memerlukan persetujuan RUPS sesuai dengan
anggota Direksi dan Dewan Komisaris tersebut peraturan Pasar Modal. Bahwa pelepasan
harus menjalani proses pemilihan sesuai penyertaan modal pada anak perusahaan
dengan ketentuan dan tatacara pencalonan termasuk terdilusinya presentase kepemilikan
anggota Direksi dan Dewan Komisaris anak saham Perseroan.
perusahaan BUMN yang berlaku.
n. Melakukan penggabungan, peleburan,
i. Tidak lagi menagih piutang macet yang telah pengambilalihan, pemisahan dan pembubaran
dihapusbukukan dalam nilai yang melebihi anak perusahaan, sepanjang hal tersebut tidak
batas yang dari waktu ke waktu ditetapkan oleh memerlukan persetujuan RUPS sesuai dengan
Dewan Komisaris. peraturan Pasar Modal.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


162
Tata Kelola Perusahaan

o. Menetapkan gaji, pensiun atau jaminan hari tua Direksi


dan penghasilan lain bagi pegawai Perseroan
yang melampaui kewajiban yang ditetapkan Tugas, Kewajiban, dan Wewenang Direksi
peraturan perundang-undangan. Direksi merupakan organ Perseroan yang
bertanggung jawab untuk menjalankan pengurusan
p. Mengikat Perseroan sebagai penjamin (borg perseroan sehari-hari untuk kepentingan terbaik
atau avalist) yang mempunyai akibat keuangan Perseroan, yaitu dalam rangka mencapai maksud
yang melebihi jumlah tertentu yang ditetapkan dan tujuan Perseroan serta memastikan agar
peraturan perundangan. Perseroan melaksanakan tanggung jawab
sosialnya serta memperhatikan kepentingan dari
Borg menurut Pasal 1820 KUH Perdata adalah berbagai pemangku kepentingan (stakeholders)
suatu persetujuan di mana pihak ketiga demi sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
kepentingan kreditur, mengikatkan diri untuk
memenuhi perikatan debitur, bila debitur Berdasarkan Corporate Organization Manual
itu tidak memenuhi perikatannya. Tindakan Perseroan, Direksi berperan sebagai pengambil
pemberian jaminan termasuk juga diantaranya keputusan, dimana untuk hal-hal tertentu, dalam
berupa pemberian jaminan ganti rugi mengambil keputusan Direksi harus mendapatkan
(indemnity) dan corporate guarantee. persetujuan dari Dewan Komisaris dan RUPS.
Direksi selain melaksanakan kepengurusan
Aval menurut Pasal 129 KUH Dagang adalah Perseroan untuk kepentingan dan tujuan Perseroan,
perjanjian jaminan (aval) yang dapat diberikan juga bertindak selaku pimpinan serta mengurus
oleh pihak ketiga, atau oleh orang yang dan memelihara kekayaan Perseroan.
tanda tangannya terdapat dalam surat wesel.
Pemberi aval (avalist) terikat dengan cara yang Direksi bertanggung jawab atas tugas dan fungsi
sama seperti orang yang diberi aval. untuk melakukan pengurusan dan pengelolaan
Perseroan. Dalam hal pembagian tugas dan
q. Menyusun RJPP dan RKAP termasuk setiap fungsi Direksi tidak ditentukan oleh RUPS, maka
perubahan terhadap RJPP dan RKAP tersebut. pembagian tugas dan fungsi Direksi diatur
RJPP adalah rencana strategis yang memuat dalam Rapat Direksi. Setiap anggota Direksi oleh
sasaran dan tujuan Perseroan yang hendak karenanya bertanggungjawab atas pelaksanaan
dicapai dalam jangka waktu 5 tahun. RKAP tugas dan fungsinya tersebut masing-masing.
merupakan penjabaran tahunan dari RJPP yang
dipersiapkan oleh Direksi dan disampaikan Direksi bertugas menjalankan segala tindakan
kepada Dewan Komisaris dan RUPS untuk yang berkaitan dengan pengurusan Perseroan
mendapatkan pengesahan. RKAP memuat untuk kepentingan Perseroan dan sesuai dengan
antara lain, anggaran tahunan Perseroan untuk maksud dan tujuan Perseroan serta mewakili
tahun anggaran yang akan datang, yang dibuat Perseroan baik di dalam maupun di luar
sebelum tahun anggaran berikutnya tersebut pengadilan tentang segala hal dan segala kejadian
dimulai. dengan pembatasan sebagaimana ditentukan
dalam Anggaran Dasar Perseroan.
Direksi menyiapkan RJPP dan RKAP
Perseroan serta seluruh perubahannya, Dalam melakukan tugasnya, Direksi berwenang
dan menyampaikannya serta memberikan untuk menjalankan pengurusan sesuai dengan
penjelasan kepada Dewan Komisaris paling kebijakan yang dipandang tepat, dalam batas yang
lambat 60 hari sebelum tahun buku baru ditentukan UUPT dan/atau AD Perseroan. Dari
dimulai untuk mendapatkan persetujuan ketentuan UU Perseroan Terbatas tersebut terkandung
Dewan Komisaris. Rancangan RKAP disetujui konsep fiduciary duty. Fiduciary duty adalah suatu
oleh Dewan Komisaris paling lambat 30 hari doktrin yang menunjukkan jalinan hubungan yang
setelah tahun anggaran Perseroan berjalan. terjadi antara Direksi dengan perseroan terbatas.
Dalam hal rancangan RKAP belum disetujui
Dewan Komisaris dalam kurun waktu 30 hari Tanggung Jawab Direksi sesuai Bidang Kerja
setelah tahun anggaran Perseroan berjalan, Direktur Utama: Mengendalikan dan menjamin
maka RKAP yang sebelumnya diberlakukan. keberlangsungan bisnis Perusahaan yang
efektif dan efisien berdasarkan aturan

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
163
Data Perusahaan

perundangan yang berlaku dan prinsip-prinsip Kewajiban-Kewajiban Direksi


Good Corporate Governance. 1. Menyerahkan Anggaran Dasar Perseroan dan
Direktur Layanan: Menjamin keberlangsungan setiap perubahannya kepada Menteri Hukum
peningkatan layanan prima, melalui dan Hak Asasi Manusia untuk memperoleh
pengelolaan service planning & development, persetujuan atau pernyataan pemberitahuan,
passenger services, dan customer loyalty untuk kemudian didaftarkan pada Daftar
secara terintegrasi berdasarkan aturan Perseroan dan diumumkan dalam Berita
perundangan yang berlaku dan prinsip-prinsip Negara oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Good Corporate Governance. Manusia (Pasal 21 (1) - (3), 29, 30 UUPT).
Direktur Operasi: Menjamin keberlangsungan 2. Menyampaikan beberapa perubahan tertentu
operasional penerbangan yang handal, melalui dari Anggaran Dasar ke Departemen
pengelolaan Awak Kokpit, Ground Operations, Perdagangan.
Operation Control, dan dukungan operasional 3. Membuat dan memelihara (atau menunjuk
lainnya berdasarkan aturan perundangan yang suatu BAE untuk melakukan hal tersebut)
berlaku dan prinsip-prinsip Good Corporate daftar pemegang saham yang mencatat: (a)
Governance. nama dan alamat seluruh pemegang saham;
Direktur Teknik & Pengelolaan Armada: (b) jumlah, nomor, dan tanggal pengambilalihan
Menjamin keberlangsungan tersedianya saham atau sertifikat saham kolektif; (c) nama
pesawat yang airworthy melalui pengendalian dan alamat pemegang gadai saham Perseroan;
dan pengelolaan fleet acquisition, fleet (d) setiap informasi penting lainnya (Pasal 100
management, aircraft maintenance, (1) (a) UUPT, Pasal 12 (2.b.4) AD Perseroan).
dan airworthiness berdasarkan aturan 4. Membuat dan memelihara daftar khusus
perundangan yang berlaku dan prinsip-prinsip yang berisi kepemilikan saham setiap
Good Corporate Governance. anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris
Direktur Strategi, Pengembangan Bisnis & dan keluarga dari masing-masing anggota
Manajemen Risiko: Menjamin keberlangsungan Direksi dan Dewan Komisaris tersebut dalam
tersedianya strategi dan perencanaan Perseroan dan dalam perseroan lainnya, serta
jangka panjang yang efisien dan efektif serta tanggal perolehan saham tersebut (Pasal 100
dukungan teknologi informasi yang handal (1) (a) UUPT, Pasal 12 (2.b.4) AD Perseroan).
dan pengelolaan risiko berlandaskan aturan 5. Memelihara seluruh daftar, dokumen
perundangan yang berlaku dan prinsip-prinsip pendaftaran dan dokumen perseroan,
Good Corporate Governance. termasuk keputusan, risalah RUPS, Risalah
Direktur Keuangan: Memastikan Rapat Direksi, risalah Rapat Dewan Komisaris
keberlangsungan dan pengendalian keseimbangan dan menyimpan di tempat kedudukan
cash flow Perusahaan melalui pengelolaan Perseroan, serta menyediakan akses bagi
treasury, budget, akuntansi, dan aset, serta pemegang saham atas dokumen-dokumen
memperhatikan kepatuhan terhadap aturan tersebut (Pasal 100 (1) (c), (d), (2) UUPT, Pasal
perundangan yang berlaku dan prinsip-prinsip 12 (2.b.10 dan 2.b.11) AD Perseroan).
Good Corporate Governance. 6. Menyusun Laporan Keuangan dan memelihara
Direktur SDM & Umum: Menjamin sistem akuntansi Perseroan berdasarkan
keberlangsungan pelaksanaan pengelolaan Standar Akuntansi Keuangan dan berdasarkan
Sumber Daya Manusia serta layanan prinsip-prinsip pengendalian intern, terutama
administrasi dan umum yang efektif dan efisien pemisahan fungsi pengurusan, pencatatan,
dengan tetap mematuhi aturan perundangan penyimpanan dan pengawasan, dan
yang berlaku dan prinsip-prinsip Good menyerahkan kepada Akuntan Publik untuk
Corporate Governance. diaudit (Pasal 68, 69 UUPT, Pasal 12 (2.b.6 dan
Direktur Pemasaran & Penjualan: Menjamin 2.b.12) AD Perseroan). Laporan Keuangan yang
keberlangsungan pertumbuhan pendapatan telah diaudit kemudian disampaikan kepada
dan penjualan, melalui pengelolaan network, Bapepam-LK, Kementerian Perdagangan,
marketing, revenue, secara terintegrasi dengan Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian
tetap memenuhi aturan perundangan yang BUMN, Kementerian Keuangan dan
berlaku dan prinsip-prinsip Good Corporate Kementerian Perhubungan sesuai dengan
Governance. ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


164
Tata Kelola Perusahaan

7. Menyiapkan dan memelihara seluruh Risalah Bab III Board Manual mengenai Tindakan
Rapat Direksi (Pasal 100 (1) UUPT, Pasal 12 Perseroan Tertentu (Corporate Action
(b.4, b.11) AD Perseroan). Tertentu).
8. Paling lambat dalam 5 bulan setelah tahun 15. Direksi dalam setiap pengambilan keputusan/
fiskal berakhir, menyiapkan, menyerahkan tindakan harus mempertimbangankan risiko
serta memberikan penjelasan mengenai usaha serta membangun dan melaksanakan
Laporan Tahunan dan dokumen keuangan program manajemen risiko korporasi
sebagai wujud pertanggungjawaban atas secara terpadu yang merupakan bagian dari
pengurusan Perseroan kepada RUPS untuk pelaksanaan Good Corporate Governance.
memperoleh persetujuan dan pengesahan 16. Direksi wajib menyampaikan laporan profil
setelah ditelaah dan disetujui oleh Dewan manajemen risiko dan penanganannya
Komisaris (Pasal 66, 67, 100 ayat (1)-(3) UUPT, bersamaan dengan laporan berkala
Pasal 12 (2.b.5), (2.b.7), (2.b.8) AD Perseroan). perusahaan. (Pasal 25 Permen BUMN No.
9. Menyiapkan Rencana Jangka Panjang 01/2011).
Perseroan (RJPP) dan Rencana Kerja dan 17. Direksi wajib bertanggungjawab atas
Anggaran Perseroan (RKAP) serta seluruh pelaksanaan Pendayagunaan Aktiva Tetap
perubahannya, dan menyampaikannya serta untuk kepentingan Perseroan, serta menjamin
memberikan penjelasan kepada Dewan pendayagunaan tersebut agar bebas dari
Komisaris paling lambat 60 hari sebelum tekanan, paksaan dan campur tangan dari
tahun buku baru dimulai untuk mendapatkan pihak lain. Pendayagunaan Aktiva Tetap
persetujuan (Pasal 63-65 UUPT, Pasal 12 (2.b.2, adalah tindakan Perseroan untuk melakukan
2.b.3) AD Perseroan). optimalisasi pemanfaatan aktiva tetap untuk
10. Menyampaikan Neraca dan Laporan Laba Rugi menciptakan nilai tambah bagi Perseroan
(sebagai bagian dari Laporan Keuangan di dengan tidak mengakibatkan beralihnya
dalam Laporan Tahunan) yang telah disahkan kepemilikan Perseroan atas aktiva tetap
oleh RUPS kepada Menteri Hukum dan Hak tersebut, antara lain melalui bangun guna
Asasi Manusia (Pasal 12 (2.b.9) AD Perseroan). serah, bangun serah guna, kerja sama operasi,
11. Membangun program manajemen risiko kerja sama usaha, sewa, atau pinjam pakai atas
korporasi, menetapkan sistem pengendalian aktiva tetap Perseroan (Pendayagunaan Aktiva
internal dalam rangka mengamankan Tetap).
investasi dan aset Perseroan, mengatur 18. Direksi wajib mengevaluasi perjanjian
mekanisme pelaporan atas dugaan Pendayagunaan Aktiva Tetap yang belum
penyimpangan etika kerja Perseroan, dilaksanakan apabila Direksi berpendapat
menyelenggarakan pengawasan intenal bahwa perjanjian yang sudah ditandatangani
melalui pembentukan Satuan Pengawasan merugikan Perseroan atau belum memberikan
Intern dan menyelenggarakan fungsi Sekretaris keuntungan yang optimal, dengan tetap
Perusahaan (Pasal 25 29 Permen BUMN No. memperhatikan peraturan perundang-
01/2011, Peraturan Bapepam dan LK No. IX.I.7). undangan (Pasal 5 butir 12 Peraturan Menteri
12. Menetapkan tata kelola Teknologi Informasi Negara BUMN No. PER-06/MBU/2011 tentang
yang efektif serta menyiapkan laporan kepada Pedoman Pendayagunaan Aktiva Tetap Badan
Dewan Komisaris mengenai pelaksanaan Usaha Milik Negara (Permen BUMN No.
program Teknologi Informasi dan Sumber Daya 06/2011)).
Manusia tersebut (Pasal 30 Permen BUMN No. 19. Direksi perlu melakukan pelaporan mengenai
01/2011). rencana-rencana pengadaan substansial
13. Melaporkan kepemilikan saham dirinya dan yang akan dilakukan Perseroan. Selain hal
keluarganya kepada Perseroan dan perseroan tersebut, Direksi wajib melaporkan kepada
lain untuk dicatat di dalam Daftar Khusus. Dewan Komisaris atas pengadaan substansial
Peraturan Pasal Modal mewajibkan Direksi yang telah dilakukan yaitu untuk pengadaan
untuk melaporkan kepemilikan sahamnya di barang/jasa yang telah tertuang dalam RJPP/
dalam Perseroan dalam waktu 10 hari sejak RKAP yang menunjang kegiatan usaha utama
terjadinya transaksi. Perseroan dengan nilai di atas 5% dari ekuitas
14. Melakukan keterbukaan informasi sesuai Perseroan dalam satu transaksi. Pelaporan
dengan ketentuan peraturan perundang- atas pengadaan substansial tersebut dilakukan
undangan di bidang pasar modal, antara lain sebelum Direksi melakukan pengikatan atau
mengumumkan transaksi material (lihat juga menandatangani suatu perjanjian dengan pihak

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
165
Data Perusahaan

vendor. (Surat Dewan Komisaris No. GARUDA/ 5. Mengangkat dan memberhentikan sekretaris
DEKOM-021/2011 tanggal 6 April 2011 tentang Perusahaan.
Pengadaan Barang & Jasa). 6. Melakukan segala tindakan dan perbuatan
lainnya mengenai pengurusan maupun
Wewenang Direksi pemilikan kekayaan Perseroan, mengikat
1. Menetapkan kebijakan pengurusan. Perseroan dengan pihak lain dan/atau pihak
2. Mengatur penyerahan kekuasaan Direksi lain dengan Perseroan, termasuk namun tidak
untuk mewakili Perseroan di dalam dan di luar terbatas pada optimalisasi pemanfaatan asset
pengadilan kepada seseorang atau beberapa Perseroan, dengan pembatasan sebagaimana
orang anggota Direksi yang ditunjuk atau diatur dalam AD Perseroan.
kepada seseorang atau pegawai Perseroan dan
mengatur penyerahan kekuasaan Direksi untuk Rapat Direksi
mewakili Perseroan kepada Kepala Cabang Sesuai ketentuan Pasal 13 Anggaran Dasar,
atau kepala perwakilan di dalam maupun di penyelenggaraan Rapat Direksi dapat dilakukan
luar negeri. setiap waktu apabila (i) dipandang perlu oleh
3. Mengatur ketentuan tentang kepegawaian seorang atau lebih anggota Direksi; (ii) atas
Perseroan, termasuk penetapan gaji, pensiun permintaan tertulis dari seorang atau lebih
atau jaminan hari tua dan penghasilan lain bagi anggota Dewan Komisaris; atau (iii) atas
pegawai Perseroan berdasarkan peraturan permintaan tertulis dari 1 orang atau lebih
perundang-undangan. pemegang saham yang bersama-sama mewakili
4. Mengangkat dan memberhentikan pegawai 1/10 (satu per sepuluh) atau lebih dari jumlah
Perseroan berdasarkan peraturan kepegawaian seluruh saham dengan hak suara. Sampai
dan peraturan perundang-undangan. dengan 31 Desember 2012, Direksi telah
menyelenggarakan 40 kali rapat Direksi.

Jumlah Rapat Direksi dan Tingkat Kehadiran (Januari April 2012)

No. Nama Jabatan Jumlah Rapat Kehadiran Tingkat Kehadiran


1. Emirsyah Satar Direktur Utama 11 11 100%
2. Elisa Lumbantoruan Direktur Keuangan 11 7 64%
3. Ari Sapari* Direktur Operasi 11 10 91%
Direktur Teknik &
4. Hadinoto Soedigno* 11 10 91%
Pengelolaan Armada
5. Agus Priyanto* Direktur Niaga 11 10 91%
6. Achirina* Direktur SDM & Umum 11 5 45%
*Dibebaskan sebagai Direktur melalui RUPS Tahunan Perseroan tanggal 27 April 2012

Jumlah Rapat Direksi dan Tingkat Kehadiran (Mei Desember 2012)

No. Nama Jabatan Jumlah Rapat Kehadiran Tingkat Kehadiran


1. Emirsyah Satar Direktur Utama 29 29 100%
Direktur Pemasaran
2. Elisa Lumbantoruan 29 25 86%
dan penjualan
Novianto
3. Direktur Operasi 29 23 79%
Herupratomo*
Direktur Teknik &
4. Batara Silaban* 29 28 97%
Pengelolaan Armada
Heriyanto Agung
5. Direktur SDM & Umum 29 27 93%
Putra*
6. Handrito Hardjono* Direktur Keuangan 29 26 90%
7. Faik Fahmi* Direktur Layanan 29 28 97%
Direktur Strategi,
8. Judi Rifajantoro* Pengembangan Bisnis 29 27 93%
dan Manajemen Risiko
*Diangkat menjadi Direktur melalui RUPS Tahunan Perseroan pada tanggal 27 April 2012

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


166
Tata Kelola Perusahaan

Penunjukkan Direktur Yang 7 Februari 2012 telah ditunjuk Direktur Strategi,


Bertanggungjawab Dalam Penerapan dan Pengembangan Bisnis & Manajemen Risiko
Pemantauan Tata Kelola Perusahaan (Good sebagai Direktur yang bertanggung jawab dalam
Corporate Governance/GCG) penerapan dan pemantauan GCG di Garuda
Sesuai ketentuan Pasal 19 Permen BUMN Indonesia.
No.1/2011 tentang Tata Kelola Perusahaan Pada
BUMN, bahwa salah seorang anggota Direksi Pelatihan dan Pengembangan Direksi
ditunjuk oleh Rapat Direksi sebagai penanggung Pelatihan dan pengembangan Direksi merupakan
jawab dalam penerapan dan pemantauan salah satu parameter implementasi tata kelola
GCG di BUMN yang bersangkutan, melalui perusahaan yang baik.
Keputusan Direksi Di Luar Rapat Direksi tanggal

Pelatihan dan Pengembangan Direktur Utama Tahun 2012

No. Seminar Tanggal Lokasi Keterangan


1. Financial Lecture Pasca Investment
18 Januari 2012 Jakarta Pembicara
Grade, Whats Next? By BRI
2. Kegiatan Pembekalan bagi Pejabat Eselon
3 Februari 2012 Jakarta Narasumber
III baru di Lingkungan Ditjen Pajak
3. Workshop Bank Jabar 10 Februari 2012 Jakarta Pembicara
4. Singapore Airshow Aviation Leadership
13 Februari 2012 Singapore Panelis
Summit: The Challenge of Gowth
5. Panorama Management Conference ke 3 17 Februari 2012 Yogyakarta Pembicara
6. World Economic Forum 25-29 Februari 2012 Davos, Switzerland -
Pemaparan kajian INDEF (Institute for
Development of Economics and Finance)
7. 2 Maret 2012 Jakarta -
bersama Prof Didik J Rachbini, Ekonom
Senior
Willis IATA AAPA Asia Pacific Aviation
8. 7-9 Maret 2012 Hong Kong Pembicara
Insurance Conference
Kuliah Umum Program Pascasarjana
Universitas Esa Unggul: Keberhasilan
9. 10 Maret 2012 Jakarta Pembicara
Restrukturisasi GA Ditinjau dari Segi SDM
& Keuangan
10. USAID: Panelis dalam Reformasi Birokrasi 12 Maret 2012 Jakarta Panelis
Indonesia-New Zealand Business and
11. Investment Seminar Building Strongers 16 April 2012 Jakarta Pembicara
Partnership
Seminar Nasional BUMN dengan
12. tema Peluang, Tantangan dan Strategi 26 April 2012 Jakarta Narasumber
Pengelolaan BUMN
International Society of Transport Aircraft
13. 7 Mei 2012 Singapore Panelis
Trading (ISTAT) Conference
14. Airbus Forum 17 Mei 2012 Tokyo Pembicara
Inaugural Leadership Forum for State
15. 22 Mei 2012 Jakarta Pembicara
Owned Enterprises Raising the Bar
GLOBE Asia Business Summit 2012:
16. 29 Mei 2012 Jakarta Pembicara
Building Indonesia Infrastructure
Global Airports Indonesia 2012 host by
17. 27 Juni 2012 Jakarta Pembicara
Angkasa Pura Airport & Airline Strategy
18. Indonesia Investment Day 24-25 September 2012 New York, USA -
19. Danamon Senior Officer Gathering 8 Oktober 2012 Yogyakarta Pembicara
20. 5th Annual Aviation Outlook Asia 17 Oktober 2012 Singapore Pembicara
Program Pendidikan Kepemimpinan BI
21. 12 November 2012 Jakarta Pembicara
Tingkat Lanjut (PKBI-2) tahun 2012
Temu Alumni dan Peringatan 50 Tahun
Teknik Penerbangan ITB dengan topik
22. Contribute to Indonesia: Developing 1 Desember 2012 Jakarta Pembicara
Indonesia as a Main Player in the World
Aviation Business and Industry

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
167
Data Perusahaan

Pelatihan dan Pengembangan Direktur Utama Tahun 2012

No. Seminar Tanggal Lokasi Keterangan


Konferensi Nasional Pemberantasan
Korupsi (KNPK) 2012: Inisiatif
23. 5 Desember 2012 Jakarta -
Pemberantasan Korupsi melalui
Pembangunan Sistem Integritas
MarkPlus Inc: Opening Session of the
24. 13 Desember 2012 Jakarta -
MarkPlus Conference 2013
Swanetwork: Indonesia Corporate
25. 18 Desember 2012 Jakarta Pembicara
Transformation Conference 2012

Pelatihan dan Pengembangan Direktur SDM & UmumTahun 2012

No. Seminar Tanggal Lokasi Keterangan


Ritz Carlton Pacific
1. Portal HR Summit 2012 17 18 April 2012 Pembicara
Place, Jakarta
CEO Forum Insead Social
2. 15 Mei 2012 - Partisipan
Entreprenuership Conference 2012
3. Mastering the Origin of Leadership 2012 16 Mei 2012 - Partisipan
28 Mei 2012 02 Juni Binus University,
4. Binus Festival of Inovation & Enterprise Pembicara
2012 Jakarta
5. GE Leadership Course 10-17 Agustus 2012 New York Partisipan
6. Global HR Effectiveness 08 November 2012 JW Marriot Jakarta Pembicara
Hotel Borobudur,
7. Procurement Management Seminar 17-18 Oktober 2012 Pembicara
Jakarta

Pelatihan & Pengembangan Direktur Layanan Tahun 2012

No. Seminar Tanggal Lokasi Keterangan


Cabin Innovation & Strategic for Future
1. 26 Maret 2012 Messe, Hamburg
Conference
Ballroom Ritz
Knowledge Forum 2012 Conference &
2. 28 September 2012 Carlton, Pasific Place, Pembicara
Expo
Jakarta
Seminar Tahunan & Getting
Annex Building,
3. Commitment Ceremony PT Toyota Astra 07 Desember 2012 Pembicara
Wisma Nusantara
Financial Services
JW Marriot Hotel,
4. 1st World Class Quality Conference 22 Desember 2012 Pembicara
Surabaya

Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi pada 31 Desember 2012

No. Jabatan Jenis Remunerasi Total (Rp)

1. Imbalan kerja jangka pendek 9.072.390.122


Dewan Komisaris
Imbalan kerja pasca kerja 1.306.557.201
Sub Total Dewan Komisaris 10.378.947.323
2. Imbalan kerja jangka pendek 33.071.707.125
Direksi
Imbalan kerja pasca kerja 4.304.403.787
Sub Total Direksi 37.376.110.912
Total 47.755.058.325

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


168
Tata Kelola Perusahaan

KOMITE KOMISARIS tahunan telah di audit/review oleh auditor


eksternal.
Komite Audit 2. Mengkaji hasil pemeriksaan laporan keuangan
oleh auditor eksternal.
A. Tugas dan Tanggungjawab 3. Mengkaji laporan keuangan dan
1. Komite Audit merupakan suatu Komite yang mendiskusikannya dengan Direksi, auditor
dibentuk oleh Dewan Komisaris dengan tujuan internal dan atau auditor eksternal sebelum
untuk membantu dan memperkuat fungsi laporan tersebut akan dikeluarkan/
Dewan Komisaris dalam menjalankan fungsi dipublikasikan Perusahaan untuk pihak
pengawasan (oversight) atas proses pelaporan Pemerintah (regulator) maupun pihak-pihak
keuangan, pelaksanaan audit, pengendalian lainnya.
intern dan implementasi dari Corporate 4. Mengkaji masalah laporan keuangan
Governance yang dijalankan oleh Direksi dalam yang disajikan oleh pihak profesional dan
mengelola Perusahaan. Pemerintah (regulator).
2. Sesuai Piagam Komite Audit PT Garuda
Indonesia (Persero) Tbk, Komite Audit D. Audit Internal
mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk: 1. Menilai efektivitas audit internal yaitu dengan
melakukan penelaahan terhadap perencanaan,
B. Pengendalian Internal pelaksanaan, hasil dan efektivitas tindak lanjut
1. Menelaah tingkat kecukupan dan efektivitas hasil audit internal yang dilakukan.
pengendalian internal Perusahaan. 2. Menelaah laporan audit internal yang
2. Menelaah tingkat kecukupan upaya manajemen disampaikan kepada Dewan Komisaris.
dalam menindaklanjuti rekomendasi auditor
internal dan eksternal. E. Audit Eksternal
3. Mengevaluasi tingkat kecukupan upaya 1. Menelaah ruang lingkup dan pendekatan
manajemen dalam mengembangkan arti audit yang digunakan auditor eksternal, dan
pentingnya budaya pengawasan (control memastikan bahwa tidak terdapat pembatasan
culture). ruang lingkup yang dapat mengaburkan atau
4. Melakukan penelaahan dan melaporkan membiaskan hasil audit.
kepada Dewan Komisaris atas pengaduan yang 2. Menelaah hasil audit dan kecukupan pihak
berkaitan dengan Perusahaan. manajemen dalam menindaklanjuti hasil audit
5. Memberikan rekomendasi mengenai eksternal.
penyempurnaan sistem pengendalian 3. Menilai kualitas kinerja auditor eksternal dan
manajemen dan pelaksanaannya. memberikan rekomendasi kepada Dewan
6. Memastikan telah terdapat prosedur review Komisaris berkaitan dengan penunjukan
terhadap segala informasi yang dikeluarkan auditor eksternal.
Perusahaan. 4. Mengkaji kecukupan cakupan pelaksanaan
7. Melakukan penelaahan atas informasi audit eksternal, termasuk di dalamnya
mengenai Perusahaan, Rencana Jangka perencanaan audit.
Panjang, Rencana Kerja dan Anggaran
Perusahaan, Laporan Manajemen dan F. Peraturan dan Perundangan
informasi lainnya. 1. Menelaah ketaatan Perusahaan terhadap
8. Melakukan penelaahan atas pengaduan yang peraturan perundang-undangan di bidang
berkaitan dengan Perusahaan. terkait dan peraturan perundang-undangan
lainnya yang berhubungan dengan kegiatan
C. Laporan Keuangan Perusahaan.
1. Menelaah laporan keuangan tahunan dan 2. Menelaah efektivitas sistem yang berfungsi
memastikan apakah laporan tersebut telah untuk memantau kepatuhan terhadap hukum
lengkap dan konsisten dengan informasi- dan perundang-undangan.
informasi keuangan sebelumnya, minimal 3. Menelaah hasil pemeriksaan atau pemantauan
mengkaji Ikhtisar Laporan Keuangan (Financial kepatuhan Perusahaan terhadap peraturan
Highlight), Laporan Direksi dan Laporan Dewan perundang-undangan yang berlaku, baik yang
Komisaris, termasuk memastikan bahwa data- dilakukan oleh instansi pemerintah, pihak
data keuangan yang disajikan dalam laporan internal maupun pihak eksternal.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
169
Data Perusahaan

G. Kode Etik Perusahaan mempunyai hubungan bisnis dengan Perusahaan.


1. Menelaah kode etik Perusahaan dan Masa jabatan komite adalah 2 tahun dan hanya
mekanisme yang dilaksanakan manajemen dapat diperpanjang satu kali. Komite Audit
dalam upaya mensosialisasikan dan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya
mengefektifkan kode etik tersebut kepada secara profesional dan independen.
seluruh komponen Perusahaan.
2. Menelaah tingkat upaya manajemen dalam Pelaksanaan Program Kerja Komite
mensosialisasikan atau mengkomunikasikan Audit Tahun 2012
arti penting kode etik Perusahaan.
Triwulan I (1 Januari s/d 31 Maret 2012)
H. Lain-lain Keanggotaan Komite Audit per 1 Januari 2012:
Melaksanakan tugas lainnya atas permintaan Ketua : Abdulgani
Dewan Komisaris. Anggota : Adi Dharmanto
Anggota : Endang Mudiman*
Biografi Komite Audit Anggota : Lily R. Sihombing **
Biografi singkat Komite Audit dapat dilihat pada *Mengundurkan diri tanggal 27 Februari 2012
bagian Data Perusahaan dalam buku laporan **Diangkat tanggal 1 Maret 2012 (SK No. JKTDU/
tahunan ini. SKEP/5017/12)

Independensi Anggota Komite Audit Dalam rangka melaksanakan tugasnya, selama


Komite Audit diketuai oleh Komisaris Independen, Triwulan I 2012 Komite Audit telah melaksanakan
dengan anggota dua orang profesional yang 11 kali rapat yang terdiri dari 3 kali rapat internal,
berasal dari luar perusahaan dan memiliki 2 kali rapat dengan manajemen Perusahaan (Unit
kemampuan di bidang akuntansi dan keuangan. Audit Internal, Unit Keuangan dan Akuntansi dan
Anggota Komite Audit tidak memiliki usaha Unit Finance Analyst) dan 6 kali rapat lainnya.
atau memiliki saham pada perusahaan yang

Jumlah Rapat Komite Audit dan Tingkat Kehadiran (Januari Maret 2012)

Rapat dengan SPI


No. Nama Rapat Internal dan Unit Akuntansi Rapat lainnya Jumlah
dan Keuangan
1. Abdulgani 1 kali - 3 kali 4 kali

2. Adi Dharmanto 3 kali 2 kali 6 kali 11 kali

3. Endang Mudiman 3 kali 1 kali 2 kali 6 kali


4. Lily R. Sihombing 1 kali 2 kali 3 kali

Kegiatan Komite Audit Triwulan I tahun 2012: 4. Monitoring terhadap pelaksanaan audit internal
1. Penyampaian Laporan Pelaksanaan Kegiatan Perusahaan berdasarkan Program Kerja
Komite Audit PT. Garuda Indonesia (Persero) Pemeriksaan Tahunan 2012 (PKPT).
Tbk., tahun buku 2011. 5. Melaksanakan tugas-tugas lainnya
2. Penyusunan Rencana Kerja Komite Audit tahun berdasarkan disposisi/instruksi Dewan
2012. Komisaris, yang terdiri dari:
3. Penelaahan terhadap Laporan Keuangan a. Pengkajian pengadaan 11 Pesawat Airbus
Konsolidasi PT. Garuda Indonesia (Persero) A330-300 dan 3 Pesawat Airbus A330-200F.
Tbk., untuk tahun buku 2011 (Draft Final b. Pengkajian Pendapat Hukum pengadaan
Audited). Pesawat Airbus A330.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


170
Tata Kelola Perusahaan

Triwulan II (1 April s/d 30 Juni 2012) Dalam rangka melaksanakan tugasnya, selama
Keanggotaan Komite Audit per 27 April 2012: Triwulan II 2012 Komite Audit telah melaksanakan
Ketua : Betti Setiastuti Alisjahbana 19 kali rapat yang terdiri dari 1 kali rapat internal,
Anggota : Adi Dharmanto 2 kali rapat dengan manajemen Perusahaan (Unit
Anggota : Lily R. Sihombing Audit Internal, Unit Keuangan dan Akuntansi dan
Unit Finance Analyst), 2 kali rapat dengan Dekom
dan 14 kali rapat lainnya.

Jumlah Rapat Komite Audit dan Tingkat Kehadiran (April Juni 2012)

Rapat dengan SPI


Rapat dengan
No. Nama Rapat Internal dan Unit Akuntansi Rapat lainnya Jumlah
Dekom
dan Keuangan
1. Abdulgani * - - 1 kali - 1 kali
Betti Setiastuti
2. 1 kali 1 kali 1 kali 8 kali 11 kali
Alisjahbana **
3. Adi Dharmanto 1 kali 2 kali 1 kali 9 kali 13 kali
4. Lily R. Sihombing 1 kali 2 kali 2 kali 14 kali 19 kali
* Berakhir masa jabatannya sebagai Ketua Komite Audit tanggal 27 April 2012
** Menjabat sebagai Ketua Komite Audit tanggal 27 April 2012

Kegiatan Komite Audit Triwulan II tahun 2012: 4. Monitoring Laporan Hasil Pemeriksaan Badan
1. Penyampaian Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Perusahaan.
Komite Audit PT. Garuda Indonesia (Persero) 5. Monitoring proses Kuasi Reorganisasi dan
Tbk. untuk Triwulan I tahun 2012. Penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN)
2. Penilaian atas Efektivitas Sistem Pengendalian PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk.
Internal. 6. Melakukan Kajian atas pengadaan Passenger
3. Penilaian atas Efektivitas Pelaksanaan Tugas Service System (PSS).
Eksternal Auditor: 7. Evaluasi cash flow Perusahaan terhadap
a. Pengkajian Laporan Keuangan Konsolidasi kewajiban utang dan leasing.
Perusahaan tahun buku 2011 (audited) 8. Melakukan kunjungan kerja ke kantor cabang
b. Pengkajian Laporan Kepatuhan Perusahaan (BO) Singapore.
terhadap Peraturan Perundang-undangan
dan Pengendalian Intern. Triwulan III (1 Juli s/d 30 September 2012)
c. Pengkajian Laporan Evaluasi Kinerja Dalam rangka melaksanakan tugasnya, selama
PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Triwulan III 2012 Komite Audit telah melaksanakan
dan Anak Perusahaan untuk tahun yang 15 kali rapat yang terdiri dari 4 kali rapat dengan
berakhir 31 Desember 2010. manajemen Perusahaan (Unit Audit Internal,
d. Pengkajian Laporan Keuangan Program Unit Keuangan dan Akuntansi dan Unit Finance
Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Analyst), 1 kali rapat dengan Dekom dan 10 kali
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. tahun rapat lainnya.
buku 2011.

Jumlah Rapat Komite Audit dan Tingkat Kehadiran (Juli September 2012)

Rapat dengan SPI


Rapat dengan
No. Nama Rapat Internal dan Unit Akuntansi Rapat lainnya Jumlah
Dekom
dan Keuangan
Betti Setiastuti
1. - 3 kali 1 kali 2 kali 6 kali
Alisjahbana

2. Adi Dharmanto - 4 kali 1 kali 2 kali 7 kali

3. Lily R. Sihombing - 4 kali - 10 kali 14 kali

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
171
Data Perusahaan

Kegiatan Komite Audit Triwulan III tahun 2012: 9. Berpartisipasi dalam pembahasan atas Board
1. Menyampaikan Laporan Pelaksanaan Kegiatan Manual.
Komite Audit PT. Garuda Indonesia (Persero) 10. Berpartisipasi dalam pembahasan
Tbk., untuk Triwulan II tahun 2012. implementasi Manajemen Resiko di
2. Melakukan Penilaian atas Efektivitas Sistem Perusahaan.
Pengendalian Intern.
3. Memonitor Kinerja Kerja Perusahaan dengan Triwulan IV (1 Oktober s/d 31 Desember
Unit Financial Accounting dan Unit Financial 2012)
Analyst. Keanggotaan Komite Audit per 1 Oktober 2012:
4. Membahas tindak lanjut Hasil Pemeriksaan Ketua : Betti Setiastuti Alisjahbana
BPK pada Perusahaan. Anggota : Lily R. Sihombing
5. Memonitor proses Kuasi Reorganisasi dan Anggota : Chaerul D. Djakman*
Penambahan Penyertaan Modal Negar (PMN) *Diangkat tanggal 1 Oktober 2012
PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk.
6. Melakukan kajian atas usulan Direksi atas Kegiatan Komite Audit pada Triwulan IV Tahun
Perubahan RKAP tahun 2012. 2012. Dalam rangka melaksanakan tugasnya,
7. Melakukan kunjungan Kerja ke BO Medan. selama Triwulan IV 2012 Komite Audit telah
8. Berpartisipasi dalam pembahasan atas Batas melaksanakan 10 kali rapat, dengan tingkat
dan Kewenangan Dewan Komisaris. kehadiran sesuai tabel berikut ini.

Jumlah Rapat Komite Audit dan Tingkat Kehadiran (Oktober Desember 2012)

Rapat dengan SPI


Rapat dengan
No. Nama Rapat Internal dan Unit Akuntansi Rapat lainnya Jumlah
Dekom
dan Keuangan
Betti Setiastuti
1. 1 kali 3 kali 1 kali 1 kali 6 kali
Alisjahbana
2. Lily R. Sihombing 1 kali 3 kali 1 kali 5 kali 10 kali
Chaerul D.
3. 1 kali 3 kali 1 kali 4 kali
Djakman*

* Chaerul D. Djakman menggantikan Adi Dharmanto per 1 Oktober 2012

Kegiatan Komite Audit Triwulan IV Tahun 2012: 1. Penilaian atas efektivitas sistem pengendalian
1. Menyampaikan Laporan Pelaksanaan Kegiatan intern
Komite Audit PT Garuda Indonesia (Persero), Komite audit melakukan kajian atas
Tbk untuk Triwulan III dan IV Tahun 2012. efektivitas sistem pengendalian intern dan
2. Melakukan Penilaian atas Efektivitas Sistem dapat disimpulkan bahwa Perusahaan telah
Pengendalian Internal dan memberikan menerapkan sistem pengendalian intern
rekomendasi sistem pengendalian manajemen. secara memadai. Hal ini antara lain terlihat
3. Memonitor Kinerja Perusahaan. dari pelaksanaan tugas Unit Audit Internal
4. Membahas tindak lanjut Hasil Pemeriksaan Perusahaan (SPI).
BPK.
5. Melakukan kajian terhadap Laporan Keuangan SPI telah melaksanakan audit sebanyak 48
Konsolidasi PT Garuda Indonesia (Persero) Pemeriksaan sesuai dengan Program Kerja
Tbk untuk periode sampai dengan tanggal 30 Pemeriksaan Tahunan (PKPT) dan telah
September 2012 (Unaudited). melaksanakan 13 Pemeriksaan khusus,
6. Melakukan kajian dan menyampaikan dengan tahapan penyelesaian sebagai berikut:
rekomendasi kepada Dewan Komisaris 1. 48 audit berdasarkan Program Kerja
berkaitan dengan penetapan Kantor Akuntan Pemeriksaan Tahunan (PKPT) tahun 2012
Publik untuk Periode Laporan Keuangan 31 i. Sudah terbit Laporan sebanyak 13 PKPT
Desember 2012. ii. Dalam bentuk Draft Laporan sebanyak
7. Melakukan kajian atas usulan Direksi atas 14 PKPT
Pengadaan 3 buah Simulator. iii. Dalam proses Audit Meeting sebanyak 9
8. Melakukan kunjungankerja kerja ke BO PKPT
Amsterdam. iv. Dalam proses audit (Field Work)
sebanyak 12 PKPT
Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012
172
Tata Kelola Perusahaan

2. 13 Pemeriksaaan Khusus diluar PKPT c. Audit atas Laporan Keuangan PKBL


sesuai dengan adanya current issues, PT Garuda saja
permintaan Direksi dan atau pengaduan d. Review atas Laporan kepatuhan terhadap
masyarakat. Status penyelesaiannya adalah peraturan perundang-undangan dan sistem
sudah terbit 12 Laporan Hasil Pemeriksaan pengendalian interim dan Review atas
(LHP) dan 1 draft laporan finalisasi LHP Laporan Evaluasi Kinerja untuk Garuda.

2. Monitoring Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Hasil Kajian tersebut telah dilaporkan kepada
Pemeriksa Keuangan (BPK) Dewan Komisaris melalui surat no. GARUDA/K.
Dari 24 temuan yang masih dalam proses, AUDIT-037/2012 tanggal 2 November 2012.
19 sudah selesai ditindak lanjuti, sementara
5 masih dalam proses, dimana seluruhnya 5. Kajian Atas Pengadaan 3 Simulator Boeing
terkait dengan sistem Reservasi TI dan DRC 737-800, Airbus 320-200, Bombardier
yang sampai saat ini masih dalam proses. CRJ1000
DRC ditargetkan selesai pada kuartal Simulator merupakan peralatan pelatihan
I 2013, sementara sistem Reservasi TI yang digunakan untuk melatih penerbang
ditargetkan selesai 18 bulan s/d awal tahun agar tetap kompeten dalam melaksanakan
2014. tugasnya. Sejalan dengan kedatangan
pesawat yang semakin bertambah baik jumlah
3. Melakukan Kajian Terhadap Laporan maupun jenisnya, maka kebutuhan simulator
Keuangan Konsolidasi semakin mendesak. Untuk itu perusahaan
Komite Audit telah melakukan review atas berencana untuk mengoperasikan simulator
Laporan Keuangan Konsolidasi PT Garuda pada bulan Oktober 2013 dan Perusahaan
Indonesia (Persero) Tbk. untuk periode sampai telah mengajukan persetujuan investasi
dengan tanggal 30 September 2012 yang tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku. Proses
diaudit (unaudited). Hasil Kajian tersebut telah pengadaan dilakukan melalui open tender
dilaporkan kepada Dewan Komisaris melalui dengan 3 peserta, yaitu: CAE, FSI dan Lockheed
surat no. GARUDA/K.AUDIT- 034/2012 tanggal Martin-Sim Industries (SIM) dan pemenangnya
26 Oktober 2012. adalah CAE. Berdasarkankajian Komite Audit,
proses pengadaan sudah dilakukan dengan
4. Melakukan Kajian dan memberikan benar sesuai dengan prosedur yang berlaku di
rekomendasi atas Penetapan Kantor Akuntan perusahaan
Publik Periode 31 Desember 2012
Komite Audit telah melakukan kajian dan 6. Kunjungan ke Kantor Cabang Amsterdam
menyampaikan rekomendasi kepada Dewan Komite Audit melakukan kunjungan kerja
Komisaris atas Penetapan Kantor Akuntan ke Kantor Cabang Garuda Indonesia di
Publik KAP Osman Bing Satrio dan Rekan Amsterdam, Belanda. Hal ini dengan
(Deloitte) untuk melakukan audit Laporan pertimbangan bahwa kinerja rute ini masih
Keuangan Perusahaan Periode 31 Desember belum mencapai sasaran yang ditetapkan,
2012, dengan catatan bahwa KAP Osman Bing meskipun telah dibuka sejak bulan Juni 2010.
Satrio dan Rekan harus mengganti signing Laporan hasil kunjungan termasuk saran dan
partner mengingat partner terdahulu sudah 3 perbaikan telah disampaikan kepada Dewan
kali penugasan sebagain signing patner. KAP Komisaris melalui surat no GARUDA/K.Audit-
Osman Bing Satrio dan Rekan berganti nama 038/2012 tanggal 19 November 2012.dan diatas
menjadi KAP Osman Bing Satrio dan Eny. target. Untuk memperbaiki kinerja Direksi
telah memutuskan untuk mengganti General
Untuk periode pelaporan keuangan 31 Manager Kantor Cabang Amsterdam. Laporan
Desember 2012, ruang lingkup kerja KAP hasil kunjungan termasuk saran dan perbaikan
Osman Bing Satrio dan Eny, adalah: telah disampaikan kepada Dewan Komisaris
a. Audit umum atas Laporan Keuangan melalui surat No. GARUDA/K.AUDIT-038/2012
PT Garuda dan dan anak perusahaan Per 31 tanggal 19 November 2012.
Desember 2012
b. Audit remeassurement atas LK
Konsolidasian Garuda & Entitas Anak 31
Desember tahun 2011 dan 2010

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
173
Data Perusahaan

KOMITE KEBIJAKAN RISIKO (KKR)


Susunan keanggotaan Komite Kebijakan Risiko:
Ketua : Sahala Lumban Gaol
Anggota : Asril Fitri Syamas
Anggota : Lily R. Sihombing

Komite Kebijakan Risiko telah melaksanakan 11


kali rapat, yang terdiri dari 2 kali rapat internal,
3 kali rapat ERM, 1 kali rapat dengan Dewan
Komisaris, serta 5 kali rapat dengan komite lain
dan unit lain.

Jumlah Rapat Komite Kebijakan Risiko dan Tingkat Kehadiran

Rapat dengan Rapat dengan


No. Nama Rapat Internal Rapat ERM Dewan komite/unit Total
Komisaris lain
1. Sahala L. Gaol 2 kali - 1 kali 3 kali 6 kali
2. Asril Fitri Syamas 2 kali 3 kali 1 kali 5 kali 11 kali
3. Lily R. Sihombing 2 kali 3 kali 1 kali 5 kali 11 kali

Biografi Komite Kebijakan Risiko KOMITE KEBIJAKAN PERUSAHAAN


Biografi singkat Komite Kebijakan Risiko dapat Bahwa berdasarkan Surat Menteri BUMN
dilihat pada bagian Data Perusahaan dalam buku No.S-375/MBU.Wk/2011 tanggal 3 Desember 2011
laporan tahunan ini. perihal Kebijakan Menteri Negara BUMN Dalam
Pengurusan dan Pengawasan BUMN, komisaris
Kegiatan Komite Kebijakan Risiko hanya boleh memiliki komite audit dan dapat
1. Melakukan pembahasan dengan Unit ERM, memiliki 1 komite lainnya dengan keanggotaan
selaku counterpart KKR, di antaranya perihal: masing-masing komite yang berasal dari luar
a. Unit Corporate Risk Profile tahun 2012. perusahaan.
b. Manual ERM
c. Rencana Kerja Unit ERM tahun 2012. Berkenaan dengan surat tersebut, Dewan
2. Pembahasan Tanggapan atas surat dari Komisaris melakukan penggabungan 2 (dua)
Direksi No. GARUDA/JKTDZ-20591/11 tanggal komite komisaris yang ada yaitu Komite Kebijakan
9 Desember 2011 perihal Permohonan Risiko dan Komite Kebijakan GCG menjadi Komite
Persetujuan Perubahan Organisasi Induk Kebijakan Perusahaan yang efektif berlaku mulai
PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. tanggal 01 Maret 2012 (SK Dekom No.JKTDU/
3. Pembahasan risk profile SBU Garuda Sentra SKEP/5017/12).
Medika (SBU GSM).
4. Laporan kegiatan peningkatan kualitas sistem Keanggotaan Komite Kebijakan Perusahaan
teknologi informasi (TI) PT. Garuda Indonesia Ketua : Betti Setiastuti Alisjahbana
(Persero) Tbk. Anggota : Asril Fitri Syamas
5. Pembahasan keberatan IKAGI atas Salary Anggota : G. Suprayitno
Adjustment 2010.
6. Pembahasan Risk Profile Unit Haji Plus, Umroh Komite Kebijakan Perusahaan telah melaksanakan
dan Workers 16 kali rapat, yang terdiri dari 2 kali rapat internal,
7. Pembahasan Assessment Corporate 10 kali rapat ERM, 1 kali rapat dengan Dewan
Governance 2011. Komisaris, serta 3 kali rapat dengan komite lain
dan unit lain.

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


174
Tata Kelola Perusahaan

Jumlah Rapat Komite Kebijakan Perusahaan dan Tingkat Kehadiran

Rapat
Rapat dengan Rapat
Rapat Pemantuan Rapat
No. Nama Dewan Koordinasi Jumlah
Internal dengan Unit Lainnya
Komisaris antar Komite
Manajemen
Betti Setiastuti
1. - 3 kali 1 kali 2 kali 6 kali 13 kali
Alisjahbana

2. Adi Dharmanto - 4 kali 1 kali 2 kali 7 kali 16 kali

3. Lily R. Sihombing - 4 kali - 10 kali 14 kali 15 kali

Biografi Komite Kebijakan Perusahaan KOMITE PENGEMBANGAN USAHA DAN


Biografi singkat Komite Kebijakan Perusahaan PEMANTAUAN RISIKO
dapat dilihat pada bagian Data Perusahaan dalam Pada tahun 2012 organ pendukung Dewan
buku laporan tahunan ini. Komisaris dalam hal pengawasan atas
pengembangan dan implementasi sistem
Independensi Anggota Komite Kebijakan manajemen risiko di perusahaan mengalami 2 kali
Perusahaan perubahan. Hal tersebut dilakukan dalam rangka
Komite Kebijakan Perusahaan diketuai oleh menyesuaikan dengan perubahan peraturan
Komisaris Independen, dengan dua anggota yang yang berlaku dan kebutuhan atas dinamika bisnis
profesional yang berasal dari luar perusahaan perusahaan.
dan memiliki kemampuan di bidang tata
kelola perusahaan. Anggota Komite Kebijakan Komite Kebijakan Risiko yang dibentuk sejak
Perusahaan tidak memiliki usaha atau memiliki tahun 2009, pada 1 Maret 2012 digabungkan
saham pada perusahaan yang mempunyai dengan Komite GCG menjadi Komite Kebijakan
hubungan bisnis dengan Perusahaan. Masa Perusahaan. Kemudian, pada tanggal 4
jabatan komite adalah 2 tahun dan hanya dapat Agustus 2012 dikembangkan menjadi Komite
diperpanjang satu kali. Komite Kebijakan Pengembangan Usaha dan Pemantauan Risiko
Perusahaan melaksanakan tugas dan tanggung (KPUPR).
jawabnya secara profesional dan independen.
KPUPR merupakan komite yang dibentuk oleh
Kegiatan Komite Kebijakan Perusahaan: Dewan Komisaris guna mendukung tugas dan
1. Penyusunan Rencana Kerja Komite Kebijakan fungsi Dewan Komisaris dalam pengawasan,
Perusahaan tahun 2012. pemberian nasihat atas pengembangan usaha
2. Pemantauan terhadap pelaksanaan Kebijakan dan penerapan sistem manajemen risiko di
Risiko berdasarkan Strategi Perusahaan tahun perusahaan.
2012.
3. Pemantauan terhadap pelaksanaan Kebijakan Tugas dan Tanggungjawab
Disclosure dan Transparency berdasarkan Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris
Strategi Perusahaan 2012. No. JKTDW/SKEP/062/2012 tanggal 4 Agustus 2012
4. Pemantauan terhadap pelaksanaan Kebijakan tentang Pembentukan Komite Pengembangan
Perencanaan berdasarkan Strategi Perusahaan Usaha dan Pemantauan Risiko, KPUPR mempunyai
2012. tugas dan tanggung jawab untuk:
5. Pemantauan terhadap pelaksanaan Kebijakan A. Tugas terkait dengan Pengembangan Usaha:
Kepatuhan dan Pengawasan Internal 1. Membantu Dewan Komisaris dalam melakukan
berdasarkan Strategi Perusahaan 2012. monitoring dan evaluasi terhadap realisasi
6. Pemantauan terhadap pelaksanaan Kebijakan rencana bisnis perusahaan.
Manajemen Operasi berdasarkan Strategi 2. Membantu Dewan Komisaris dalam
Perusahaan 2012. mengevaluasi rencana pengembangan/
7. Pemantauan terhadap Kebijakan Governance ekspansi bisnis perusahaan.
berdasarkan Strategi Perusahaan tahun 2012. B. Tugas terkait dengan Pemantauan Risiko:
1. Mendapatkan pemahaman atas manajemen
risiko perusahaan yang mencakup berbagai
risiko yang dihadapi perusahaan, strategi,
sistem dan kebijakan manajemen risiko

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
175
Data Perusahaan

perusahaan, pengendalian intern perusahaan, * Diangkat sebagai Komisaris Independen tanggal 28


Juni 2012 dan diangkat menjadi Ketua KPUPR tanggal 1
termasuk kebijakan, metodologi dan
Agustus 2012.
infrastruktur. ** Diangkat sebagai anggota KPUPR tanggal 1 Oktober 2012.
2. Melakukan evaluasi terhadap berbagai model
pengukuran risiko yang digunakan perusahaan Biografi Komite Pengembangan Usaha dan
dan memberikan rekomendasi penyempurnaan Pemantauan Risiko
lebih lanjut. Biografi singkat Komite Pengembangan Usaha dan
3. Memantau kesesuaian berbagai kebijakan dan Pemantauan Risiko dapat dilihat pada bagian Data
peaksanaan manajemen risiko Perusahaan Perusahaan dalam buku laporan tahunan ini.
dan memantau berbagai potensi risiko yang
dihadapi perusahaan. Independensi Anggota Komite
4. Mengevaluasi berbagai kebijakan manajemen Pengembangan Usaha dan Pemantauan
risiko perusahaan. Risiko
5. Melakukan koordinasi implementasi dan Komite Pengembangan Usaha dan Pemantauan
pengawasan keberadaan dan tingkat efektivitas Risiko diketuai oleh Komisaris Independen dan
masing-masing komponen dan Enterprise Risk wakil ketua oleh salah seorang Komisaris, dengan
Management (ERM) dalam perusahaan. dua anggota yang profesional yang berasal dari
6. Mengukur efektivitas masing-masing luar perusahaan yang memiliki kemampuan dan
komponen dari ERM yang telah diterapkan di pengalaman dalam pengelolaan perusahaan serta
perusahaan. pengetahuan tentang manajemen risiko. Masa
7. Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan jabatan komite adalah 3 (tiga) tahun dan hanya
oleh Dewan Komisaris berdasarkan ketentuan dapat diperpanjang satu kali.
peraturan perundang-undangan.
Sejak pembentukannya, Komite Pengembangan
Susunan Keanggotaan dari Komite Pengembangan Usaha dan Pemantauan Resiko telah
Usaha dan Pemantauan Risiko: melaksanakan 16 kali rapat, terdiri dari 1 kali rapat
Ketua : Peter F. Gontha* dengan Dewan Komisaris, 1 kali rapat internal
Wakil Ketua : Bambang Wahyudi komite, 11 kali rapat pemantauan dengan unit
Anggota : Asril Fitri Syamas manajemen, 2 kali rapat koordinasi antar komite
Anggota : A. Ridwan Dalimunthe** dan 1 kali rapat lainnya.

Jumlah Rapat Komite Pengembangan Usaha dan Pemantauan Risiko dan Tingkat Kehadiran

Rapat
Rapat dgn Rapat
Rapat Pemantauan Rapat
No. Nama Dewan Koordinasi Total
Internal dengan Unit Lainnya
Komisaris antar Komite
Manajemen

1. Peter F. Gontha 1 kali 1 kali 2 kali - 1 kali 5 kali

2. Bambang Wahyudi 1 kali 1 kali 4 kali - 1 kali 7 kali

3. Asril Fitri Syamas 1 kali 1 kali 5 kali 2 kali 1 kali 10 kali

A. Ridwan
4. - 1 kali 5 kali 1 kali 1 kali 8 kali
Dalimunthe

Kegiatan Komite Pengembangan Usaha dan 1. Hasil review penerapan Risk Management.
Pemantauan Risiko: Pengembangan Sistem Manajemen Risiko dan
1. Review penerapan Risk Management penerapannya yang dilaksanakan sejak tahun 2009
2. Review Corporate Risk Profile 2012. tidak hanya dimaksudkan sbagai pelaksanaan atas
3. Penyusunan Corporate Risk Profile 2013 Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara
4. Review Kinerja Route Profitability Nomor Kep-117/M-MBU/2002 tentang Penerapan
5. Tanggapan KPUPR atas RKAP 2013 Praktik Good Corporate Governance pada Badan
6. Review Kinerja Citilink tahun 2012 Usaha Milik Negara, tetapi juga didasari oleh
kesadaran bahwa jalannya operasional perseroan
tidak terlepas dari berbagai risiko, baik risiko

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


176
Tata Kelola Perusahaan

yang berada di bawah kendali maupun risiko tepat waktu setiap tahunnya. Sehingga dapat
yang berada di luar kendali perusahaan. Risiko menjadi acuan bagi manajemen dalam
berpotensi menghambat pencapaian sasaran pengelolaan atas risiko yang berpotensi
perusahaan. Oleh karena itu risiko harus dikelola menghambat pencapaian KPI yang ditargetkan
dan dikendalikan agar pencapaian sasaran dalam RKAP.
perusahaan tidak terhambat, atau setidaknya Penyusunan Corporate Risk Profile tahun 2013
dapat mengurangi hambatan-hambatan yang dikelompokkan ke dalam 4 kategori risiko, yaitu
mungkin akan muncul dalam pencapaian Compliance Risk, Operational Risk, Startegic
sasaran perusahaan. Oleh karena itu, perlu Risk dan Financial Risk.
dikembangkan dan diterapkan pengelolaan risiko
perusahaan secara terintegrasi, optimal dan 2. Review Kinerja Route Profitability
berkesinambungan. Secara keseluruhan kinerja Route Result tahun
2012 menghasilkan nilai positif secara signifikan.
Review penerapan risk management difokuskan Meskipun demikian, masih terdapat beberapa
pada: rute, khususnya beberapa rute internasional, yang
Efektifitas pengembangan organisasi masih belum mampu menghasilkan route result
pendukung dalam struktur organisasi yang positif. Atas peningkatan kinerja terhadap
perusahaan: Direktur Strategi Pengembangan rute-rute tersebut Direksi telah menyiapkan
Bisnis dan Manajemen Risiko, Unit Manajemen langkah-langkah strategis yang diharapkan
Risiko dan Key Risk Officer pada setiap Unit mampu meningkatkan kinerjanya pada tahun 2013.
Kerja. Demikian halnya terhadap pembukaan rute-rute
Dalam fungsi pengawasan dan pemberian internasional baru, yang akan dilaksanakan pada
nasihat kepada Direksi atas pengembangan tahun 2013.
dan penerapan sistem manajemen risiko,
Dewan Komisaris pada tahun 2009 membentuk 3. Review Kinerja Citilink
Komite Kebijakan Risiko dan pada tahun 2012 Ciitlink yang secara resmi beroperasi dengan
dikembangkan menjadi Komite Pengembangan menggunakan kode penerbangan sendiri (QG)
Usaha dan Pemantauan Risiko. mulai 30 Juli 2012, hingga akhir 2012 kinerja
Implementasi kebijakan perusahaan: Risk keuangannya masih negatif. Langkah-langkah yang
Philosphy dan ERM Manual dipersiapkan Direksi Citilink dalam meningkatkan
Peningkatan kompetensi sumber daya manusia kinerjanya di tahun 2013 antara lain:
dalam manajemen risiko. Penambahan jumlah armada dari 21 pesawat
menjadi 32 pesawat.
Hasil-Hasil: Peningkatan SLF menjadi minimal 80%.
Dengan kelengkapan organisasi, kebijakan Peningkatan frekwensi penerbangan pada rute
perusahaan dan sumber daya manusia yang yang ada dan pembukaan rute-rute baru.
memiliki kompetensi, manajemen risiko di Peningkatan utilisasi pesawat.
Garuda Indonesia telah mulai terimplementasi Promosi yang intensif di media masa
secara sistemik dan terintegrasi. Peningkatan kwalitas IT
Risk awareness (kesadaran atas risiko)
karyawan dalam pelaksanaan tugas telah KPUPR pada tahun 2013 masih akan melakukan
semakin meningkat dan diharapkan tumbuh pemantauan terhadap perkembangan kinerja
menjadi risk culture (budaya risiko) bagian Citilink.
budaya perusahaan yang terintegrasi dengan
budaya kerja perusahaan Fly Hi. KOMITE NOMINASI, REMUNERASI DAN TATA
Sosialisasi atas risk culture kepada seluruh KELOLA PERUSAHAAN
karyawan dan peningkatan kompetensi
dalam manajemen risiko masih harus terus Tugas dan Tanggungjawab
dilaksanakan. Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris
Sejak tahun 2011 telah dimulai penyusunan No. JKTDW/SKEP/060/2012 tanggal 25 Juli 2012
Corporate Risk Profile yang didasarkan yang menetapkan pembentukan 3 (tiga) komite,
pada KPI (Key Performance Indicators) yang yaitu Komite Audit, Komite Nominasi, Remunerasi,
dikembangkan dengan metode Balance Score dan Tata Kelola Perusahaan, serta Komite
Card di dalam penyusunan RKAP. Diharapkan Pengembangan Usaha dan Pemantauan Risiko
Corporate Risk Profile dapat tersusun secara

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
177
Data Perusahaan

Tugas dari Komite Nominasi, Remunerasi dan Tata pasar, baik BUMN maupun perusahaan swasta
Kelola Perusahaan adalah sebagai berikut: sebagai pembanding dalam menetapkan
kebijakan remunerasi perusahaan.
A. Tugas yang terkait dengan Nominasi: 6. Mengevaluasi sistem imbalan pegawai,
1. Melakukan penelaahan dan pemantauan untuk pemberian tunjangan dan fasilitas lainnya serta
memastikan bahwa Perusahaan telah memiliki menyampaikan rekomendasi yang transparan
strategi dan kebijakan nominasi, meliputi minimal sekali dalam dua tahun, tentang :
proses analisis organisasi, prosedur dan 7. Penilaian terhadap sistem imbalan karyawan,
criteria rekruitmen, seleksi dan promosi. pemberian tunjangan dan fasilitas lainnya.
2. Menyusun criteria seleksi, kualifikasi, syarat- 8. Memberikan alternatif imbalan lainnya antara
syarat dan prosedur nominasi yang transparan lain opsi atas saham.
bagi calon anggota Dewan Komisaris, Direksi 9. Sistem dan tunjangan pensiun.
dan para pejabat senior manajemen satu 10. Sistem dan tunjangan lainnya dalam hal
tingkat dibawah Direksi Perusahaan. pengurangan karyawan.
3. Membantu Dewan Komisaris dalam 11. Memastikan adanya liability insurance dari
memastikan bahwa nama-nama calon anggota anggota Dewan Komisaris dan Direksi minimal
Dewan Komisaris atau Direksi yang akan di sekali dalam setahun.
usulkan baik dari dalam maupun dari luar
Perusahaan telah sesuai dengan criteria C. Tugas yang terkait dengan Tata Kelola
seleksi dan prosedur nominasi yang ditetapkan. Perusahaan:
4. Menyampaikan rekomendasi kepada Dewan 1. Memantau pelaksanaan dan mengevaluasi
Komisaris nama-nama calon Komisaris atau hasil assessment berkala tentang penerapan
Direksi yang akan diusulkan kepada Rapat good corporate governance (GCG) untuk
Umum Pemegang Saham. memastikan efektifitas peranan organ-organ
5. Menyampaikan rekomendasi kepada Dewan RUPS, Komisaris dan Direksi, dan organ
Komisaris bahwa nama-nama calon yang pendukung dalam penegakan GCG yakni
diusulkan Direksi untuk mengisi jabatan senior Sekretaris Perseroan, Sekretaris Komisaris,
manajemen satu tingkat dibawah Direksi Satuan Pengawas Intern, Komite Audit dan
sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam Komite Komisaris lainnya.
Pedoman Kebijakan Perusahaan. 2. Memberikan rekomendasi tentang
penyempurnaan sistem dan kelengkapan GCG
B. Tugas yang terkait dengan Remunerasi: Perusahaan serta memantau pelaksanaannya,
1. Mempelajari peraturan perundang-undangan terutama berkenaan dengan :
dan ketentuan yang berlaku dalam kebijakan i) Pedoman GCG (Code of CG).
remunerasi untuk diberlakukan di Perusahaan. ii) Pedoman Prilaku (Code of Conduct)
2. Memastikan bahwa Perusahaan telah memiliki iii) Board Manual.
system remunerasi yang transparan berupa 3. Mengevaluasi rencana kerja dan laporan
gaji atau honorarium, tunjangan dan fasilitas tentang pelaksanaan GCG sebagai bagian dari
yang bersifat variabel bagi Dewan Komisaris Laporan Tahunan Perusahaan.
dan Direksi. 4. Melakukan kajian tentang praktek-praktek
3. Membantu Dewan Komisaris dalam terbaik GCG (best practices) untuk dapat di
merumuskan dan menentukan kebijakan implementasikan di Perusahaan.
remunerasi berupa gaji atau honorarium, 5. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh
tunjangan dan fasilitas yang bersifat tetap Komisaris yang terkait dengan pengembangan
serta berupa insentif dan tantiem yang bersifat dan penerapan GCG.
variabel bagi anggota Dewan Komisaris, Direksi 6. Kedudukan, tugas dan tanggung jawab Komite
dan pejabat lainnya minimal sekali dalam GCG serta hubungan kelembagaan antara
setahun. Komite GCG dengan Fungsi Penanggung Jawab
4. Memberikan rekomendasi tentang sistem yang Pelaksanaan GCG Perusahaan yang dituangkan
transparan untuk mengangkat, menentukan dalam Piagam Komite GCG dan ditandatangani
remunerasi dan menilai kinerja para pejabat oleh Komisaris Utama dan Direktur Utama.
senior manajemen yang tidak menjabat sebagai
Direksi dengan persetujuan Dewan Komisaris. Masa jabatan anggota Komite Nominasi,
5. Melakukan pemantauan tentang tingkat Remunerasi dan Tata Kelola Perusahaan yang
remunerasi perusahaan sejenis yang berlaku di bukan berasal dari anggota Dewan Komisaris

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


178
Tata Kelola Perusahaan

Perusahaan paling lama 3 tahun dan dapat di anggota yang profesional yang berasal dari luar
perpanjang satu kali selama 2 tahun masa jabatan, perusahaan dan memiliki kemampuan di tata
dengan tidak mengurangi hak Dewan Komisaris kelola perusahaan. Anggota Komite Nominasi,
untuk menghentikannya sewaktu-waktu. Remunerasi dan Tata Kelola Perusahaan tidak
memiliki usaha atau memiliki saham pada
Susunan keanggotaan Komite Nominasi, perusahaan yang mempunyai hubungan bisnis
Remunerasi dan Tata Kelola Perusahaan: dengan Perusahaan. Masa jabatan komite adalah
Ketua : Wendi Aritenang 2 (dua) tahun dan hanya dapat diperpanjang
Anggota : Sonata Halim Yusuf satu kali. Komite Nominasi, Remunerasi dan
Anggota : G. Suprayitno Tata Kelola Perusahaan melaksanakan tugas
dan tanggung jawabnya secara profesional dan
Biografi Komite Nominasi, Remunerasi dan independen.
Tata Kelola Perusahaan
Biografi singkat Komite Nominasi, Remunerasi dan Sejak pembentukannya, Komite Nominasi,
Tata Kelola Perusahaan dapat dilihat pada bagian Remunerasi dan Tata Kelola Perusahaan telah
Data Perusahaan dalam buku Laporan Tahunan ini. melaksanakan 16 kali rapat, terdiri dari 3 kali rapat
dengan Dewan Komisaris, 3 kali rapat internal
Independensi Anggota Komite Nominasi, komite, 7 kali rapat pemantauan dengan unit
Remunerasi dan Tata Kelola Perusahaan manajemen, 3 kali rapat koordinasi antar komite
Komite Nominasi, Remunerasi dan Tata Kelola dan 1 kali rapat lainnya.
Perusahaan diketuai oleh Komisaris dengan

Jumlah Rapat Komite Nominasi, Remunerasi dan Tata Kelola Perusahaan dan Tingkat Kehadiran

Rapat
Rapat dgn Rapat
Rapat Pemantauan Rapat
No. Nama Dewan Koordinasi Total
Internal dengan Unit Lainnya
Komisaris antar Komite
Manajemen

1. Wendi Aritenang 3 kali 3 kali 5 kali 3 kali 1 kali 14 kali

2. Sonata H. Yusuf 1 kali 2 kali 2 kali - 1 kali 6 kali

3. G. Suprayitno 2 kali 3 kali 7 kali 3 kali 1 kali 16 kali

Laporan dan Kegiatan Komite Nominasi, 9. Persiapan Riset dan Pemeringkatan Corporate
Remunerasi dan Tata Kelola Perusahaan Governance Perception Index (CGPI)
1. Penyusunan Rencana Kerja Penyelesaian 10. Rumusan Mengenai Batasan Perbuatan
Dokumen GCG perbuatan Direksi yang harus mendapat
2. Pemantauan Kinerja Operasional dan persetujuan Dewan Komisaris
Keuangan Semester I tahun 2012 11. Pemantauan Persiapan Organisasi dan SDM
3. Pemantauan mekanisme penyampaian dan untuk Pesawat Bombardier
pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran 12. Pemantauan Penyelesaian Board Manual
Perusahaan tahun 2012 13. Pengkajian Perubahan Organisasi Induk GIAA
4. Pemantauan Implementasi tata kelola 14. Kajian atas usulan Pengangkatan Anggota
manajemen risiko Direksi Anak Perusahaan
5. Pemantauan mekanisme penyampaian 15. Kajian atas usulan sistem remunerasi
dan pembahasan Rencan Kerja Anggaran 16. Observasi dalam Program Riset dan
Perusahaan tahun 2013 Pemringkatan Corporate Governance
6. Pemantauan implementasi tata kelola Perception Index (CGPI) dalam perspektif
Pengendalian Internal dan Eksternal risiko.
Perusahaan 17. Kajian Organ Pendukung Dewan Komisaris.
7. Pemantauan implementasi tata kelola sistem
teknologi informasi terkait implementasi
sistem PSS
8. Pemantauan implementasi tata kelola
manajemen dan pengembangan karir

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
179
Data Perusahaan

SEKRETARIS PERUSAHAAN 4. Menyiapkan buku Daftar Pemegang Saham


Perusahaan, yang wajib memuat seluruh
Tugas Pokok Fungsi Sekretaris Perusahaan pihak yang memiliki 5% atau lebih saham
Pada intinya, tanggung jawab utama dari Sekretaris Perusahaan
Perusahaan adalah untuk memastikan kepatuhan 5. Sebagai penghubung (liaison officer) antara
Perusahaan terbuka terhadap seluruh peraturan Perusahaan dengan masyarakat
perundang-undangan yang berlaku dan terkait 6. Menghadiri rapat Direksi
dengan kegiatan usaha Perusahaan. Khususnya, 7. Bertanggung jawab untuk pelaksanaan RUPS
Sekretaris Perusahaan bertugas untuk memberikan Perusahaan; dan
pendapat kepada Direksi Perusahaan dalam 8. Menatausahakan serta menyimpan dokumen
memastikan kepatuhan terhadap peraturan perusahaan, termasuk tetapi tidak terbatas
perundang-undangan di bidang pasar modal. pada Daftar Pemegang Saham, Daftar Khusus
dan Risalah Rapat Direksi, rapat Dewan
Dalam rangka melakukan tugas tersebut, Komisaris dan RUPS.
sekretaris Perusahaan wajib terus mengikuti setiap
perkembangan hukum, khususnya dalam sektor Sekretaris Perusahaan diangkat dan diberhentikan
pasar modal (Peraturan BAPEPAM-LK No. IX.I.4). Di oleh Direktur Utama berdasarkan mekanisme
sisi lain, sekretaris perusahaan wajib juga bertindak internal Perusahaan dengan persetujuan Dewan
sebagai penghubung antara Perusahaan terbuka, Komisaris (Pasal 29 (3) Permen BUMN No.
BAPEPAM-LK dengan masyarakat pemodal atau 01/2011). Berdasarkan ketentuan AD, Direksi
investor. Selain itu, Sekretaris Perusahaan wajib berwenang untuk menunjuk dan mengangkat
menyediakan seluruh informasi sehubungan dengan Sekretaris Perusahaan. Saat ini Direksi
status dan kondisi Perusahaan yang diperlukan Perusahaan telah membentuk fungsi Sekretaris
oleh investor. Untuk tujuan ini, Peraturan BEI No. Perusahaan melalui Surat Keputusan Direksi
I-A mewajibkan Perusahaan terbuka yang terdaftar Perusahaan No. JKTDZ/SKEP/50007/11 tanggal 31
pada papan bursa BEI untuk mengangkat Sekretaris Januari 2011 tentang Organisasi Induk PT Garuda
Perusahaan dan menyediakan akses terhadap Indonesia (Persero) Tbk sebagaimana telah diubah
seluruh informasi material tentang Perusahaan oleh Surat Keputusan Direksi Perusahaan No.
terbuka terkait sesuai dengan prinsip keterbukaan JKTDZ/SKEP/50022/11 tanggal 11 Maret 2011.
informasi dan transparansi.
Kinerja Sekretaris Perusahaan Tahun 2012
Untuk maksud dan tujuan yang sama, kewajiban 1. Memastikan Perusahaan mematuhi peraturan
untuk membentuk fungsi Sekretaris Perusahaan tentang persyaratan keterbukaan sejalan
ini juga berlaku bagi Perusahaan sebagai BUMN dengan penerapan prinsip-prinsip GCG
sebagaimana diatur dalam Permen BUMN No. Sekretaris Perusahaan telah mempersiapkan
01/2011. Peranan dan tanggung jawab ini tidak dan menyampaikan informasi material yang
hanya berlaku bagi Perusahaan tetapi juga bagi dipersyaratkan oleh Pasar Modal kepada
seluruh Entitas Anaknya. Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam)
sesuai dengan batas waktu yang ditetapkan
Tanggung Jawab Sekretaris Perusahaan serta melakukan diclosure kepada publik
Tanggung jawab khusus Sekretaris Perusahaan atas informasi material yang dibutuhkan
pada Perusahaan berdasarkan Peraturan BEI No. dalam kerangka kepatuhan kepada pasar
I-A dan Permen BUMN No. 01/2011 adalah sebagai modal sesuai dengan batas waktu yang
berikut: dipersyaratkan.
1. Memastikan bahwa Perusahaan mematuhi 2. Bertanggung jawab untuk pelaksanaan RUPS
peraturan tentang persyaratan keterbukaan Perusahaan
sejalan dengan penerapan prinsip-prinsip GCG Sekretaris Perusahaan telah mempersiapkan
2. Memberikan informasi yang dibutuhkan oleh dan mengkoordinasikan pelaksanaan Rapat
Direksi dan Dewan Komisaris secara berkala Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan 2012
dan/atau sewaktu-waktu apabila diminta dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
3. Menyiapkan daftar khusus sehubungan dengan (RUPSLB). Pelaksanaan RUPS dan RUPSLB
kepemilikan saham dan hubungan usaha dari telah dilakukan sesuai dengan Peraturan
Direksi, Dewan Komisaris dan anggota keluarga Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dan
mereka masing-masing dalam Perusahaan, Anggaran Dasar Perusahaan.
yang dapat menimbulkan benturan kepentingan

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


180
Tata Kelola Perusahaan

3. Menghadiri Rapat Direksi system sebanyak 11 Unit kerja dari 33 Unit


Pada tahun 2012, Sekretaris Perusahaan telah kerja satu tingkat di bawah Direksi. Total
menyelesaikan sebanyak 35 risalah rapat alihmedia yang telah dilakukan adalah
Direksi. Sekretaris Perusahaan memastikan sebanyak lebih dari 6 juta lembar dokumen
adanya dokumentasi Risalah Rapat Direksi, inaktif dan telah di-upload ke dalam sistem.
Risalah rapat Direksi & Komisaris serta risalah
RUPS. Kinerja Sekretaris Perusahaan tahun 2012
4. Sebagai penghubung (liaison officer) antara sesuai Tupoksi yang ditetapkan Perusahaan
Perusahaan dengan masyarakat, regulator 1. Perubahan Anggaran Dasar
dan Pemegang Saham Pasca Go Public terjadi perubahan susunan
Sekretaris Perusahaan membina hubungan kepemilkan modal Perusahaan dan Sekretaris
dengan Kantor Kementerian BUMN (sebagai Perusahaan telah menindaklanjutinya dengan
Pemegang Saham Seri A Dwi Warna), Kantor penyelesaian perubahan Anggaran Dasar
Kementerian Perhubungan dan Kantor Perusahaan.
Kementerian Keuangan. 2. Surat Keputusan Direksi
5. Menatausahakan serta menyimpan dokumen Sekretaris Perusahaan telah memastikan
perusahaan, termasuk tetapi tidak terbatas bahwa penerbitan surat keputusan Direksi
pada Daftar Pemegang Saham, Daftar Khusus dilakukan sesuai dengan mekanisme
dan Risalah Rapat Direksi, rapat Dewan Perusahaan serta memastikan bahwa materi
Komisaris dan RUPS keputusan sesuai dengan ketentuan dan
perundang-undangan. Pada tahun 2012 ini,
Pada tahun 2012, Sekretaris Perusahaan Sekretaris Perusahaan telah memeriksa dan
telah melakukan penataan ulang pengelolaan melegalisasi sebanyak 131 surat keputusan
dokumen Perusahaan sebagai berikut: Direksi.
a. Dokumen Inaktif (arsip) Perusahaan 3. Perjanjian/Kontrak
Sebagai Perusahaan IOSA registered, Sekretaris Perusahaan bertanggung jawab pula
maka Perusahaan harus memenuhi atas legalisasi seluruh perjanjian Perusahaan
ketentuan dan standar yang ditetapkan oleh yang diterima oleh Sekretaris Perusahaan.
Internasional Air Transport Association Pada tahun 2012 jumlah perjanjian yang
(IATA), melalui pelaksanaan operational dilegalisasi sebanyak 1.134 buah perjanjian,
safety audit yang dilakukan oleh IATA. meningkat 12% dibandingkan dengan tahun
Dalam aspek pengelolaan dokumen inaktif 2011. Adapun cakupan perjanjian sebagai
(records), persyaratan yang harus dipenuhi, berikut:
diantaranya adalah tempat penyimpanan a. Pesawat Udara
dokumen yang harus aman (safe). Untuk Perjanjian terkait dengan pesawat udara
memenuhi persyaratan keamanan tersebut, (aircraft) baik perjanjian pembelian
maka pada tahun 2012 Garuda mengalihkan pesawat (aircraft purchase agreements),
pengelolaan dokumen inaktif kepada perjanjian sewa pesawat (aircraft lease
pihak ketiga (outsource) yang memiliki agreements) dan perjanjian wet lease untuk
kompetensi dan fasilitas yang handal. penerbangan haji
Proses pemindahan seluruh dokumen asli b. Mesin Pesawat Udara
telah dilakukan ke gedung (warehouse) Perjanjian terkait dengan mesin pesawat
baru yang lebih aman. (aircraft engine) mencakup perjanjian sewa
b. Implementasi Document Management mesin pesawat (engine lease agreements),
System perjanjian perawatan pesawat (engine
Untuk meningkatkan kecepatan, maintenance agreements).
kemudahan dan keamanan serta c. Teknologi Informasi
traceability dari dokumen perusahaan, Perjanjian teknologi informasi mencakup
maka Sekretaris Perusahaan perjanjian terkait aplikasi teknologi
telah mengembangkan dan (software), penyediaan hardware, jaringan
mengimplementasikan sistem pengelolaan sistem informasi dan komunikasi serta
dokumen berbasis Web (document konsultasi.
management system). Pada tahun 2012 d. Keuangan
ini unit kerja perusahaan yang telah Perjanjian keuangan mencakup perjanjian
memanfaatkan document management terkait kerja sama bank, perjanjian

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
181
Data Perusahaan

pinjaman (loan), asuransi dan Perjanjian efektivitas manajemen risiko, pengendalian, dan
dengan Internasional Swap & Derivatives proses tata kelola perusahaan.
Association Inc.
e. Niaga Sesuai ketentuan Peraturan Menteri Negara
Perjanjian niaga mencakup perjanjian BUMN No. PER-01/MBU/2011 tentang Penerapan
terkait ground handling, corporate sales, Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Corporate
co-branding, Frequent Flier Program dan Governance) Pada Badan Usaha Milik Negara Pasal
airport facility. 28, bahwa Direksi BUMN wajib menyelenggarakan
f. Umum pengawasan intern yang dilakukan dengan:
Perjanjian Umum mencakup perjanjian a. Membentuk Satuan Pengawasan Intern
terkait dengan fuel, sewa kantor, b. Membuat Piagam Pengawasan Intern
outsourcing, pembangunan gedung, sewa
kendaraan, akomodasi hotel Crew dan Pilot. Fungsi pengawasan intern sebagaimana dimaksud
butir a di atas, antara lain meliputi:
Jumlah a. Evaluasi atas efektivitas pelaksanaan
Legalisasi
pengendalian intern, manajemen risiko, dan
Kontrak
proses tata kelola perusahaan, sesuai dengan
900
peraturan perundang-undangan dan kebijakan
889
perusahaan.
b. Pemeriksaan dan penilaian atas efisiensi dan
efektivitas di bidang keuangan, operasional,
2012
sumber daya manusia, teknologi informasi, dan
kegiatan lainnya.
2011

Perusahaan telah membentuk Satuan Pengawasan


Jumlah perjanjian yang dilegalisasi mengalami Intern dengan nama Unit Internal Audit.
peningkatan jumlah yang cukup signifikan
dibandingkan tahun sebelumnya, sejalan dengan VP Internal Audit
meningkatnya jumlah transaksi bisnis dan Berdasarkan ketentuan Peraturan BUMN dan
operasional yang dilakukan oleh Perusahaan, juga Peraturan Bapepam-LK, Unit Internal
antara lain terkait dengan pengadaan pesawat Audit dipimpin oleh seorang Kepala Unit
udara, kerja sama dengan para airline member Internal Audit (Vice President Internal Audit)
aliansi (+/- 18 airlines) mengenai codeshare, yang diangkat dan diberhentikan oleh Direktur
airport lounge, frequent flyer, dan perjanjian- Utama atas persetujuan Dewan Komisaris, dan
perjanjuan bilateral lainnya dalam rangka bertanggung jawab kepada Direktur Utama. Setiap
SkyTeam, beberapa perjanjian lainnya sejalan pengangkatan, penggantian, atau pemberhentian
dengan program Quantum Leap, serta perjanjian2 VP Internal Audit harus segera diberitahukan
sublease perjanjian sewa pesawat udara dan kepada Bapepam-LK.
perjanjian-perjanjian turunannya dari Perusahaan
ke PT Citilink Indonesia setelah PT Citilink Setiap tahun VP Internal Audit menetapkan
Indonesia mendapatkan AOC pada pertengahan Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT)
2012. Perusahaan dan Anggaran Pemeriksaan
Tahunan. Dalam melaksanakan tugasnya, VP
Internal Audit memiliki akses untuk memeriksa
AUDIT INTERNAL dokumen, pencatatan, personal, dan fisik
Berdasarkan Peraturan Bapepam IX.I.7, Lampiran kekayaan perusahaan di seluruh unit kerja guna
Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-496/ mendapatkan data dan informasi yang berkaitan
BL/2008 tentang Pembentukan dan Pedoman dengan pelaksanaan tugas audit. Di samping itu
Penyusunan Piagam Unit Audit Internal, Audit VP Internal Audit juga berkewajiban menerapkan
Internal adalah suatu kegiatan pemberian nilai-nilai budaya perusahaan dalam setiap
keyakinan (assurance) dan konsultasi yang bersifat aktivitas di lingkungan kerjanya dan konsisten
independen dan obyektif, dengan tujuan untuk melakukan pembinaan serta pengawasan terhadap
meningkatkan nilai dan memperbaiki operasional implementasinya pada seluruh SDM di unit
perusahaan, melalui pendekatan yang sistematis, kerjanya.
dengan cara mengevaluasi dan meningkatkan

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


182
Tata Kelola Perusahaan

Piagam Audit Internal Piagam Audit Internal Perusahaan telah ditetapkan


Perusahaan telah memiliki Piagam Audit Internal oleh Direktur Utama dan telah disetujui oleh
(Internal Audit Charter) yang memuat mengenai: Dewan Komisaris Perusahaan.
a. Struktur dan kedudukan Unit Internal Audit.
b. Tugas dan tanggung jawab Unit Internal Biografi VP Internal Audit
Audit. Sri Mulyati menjabat sebagai VP Internal Audit
c. Wewenang Unit Internal Audit. sejak Mei 2000. Beliau sebelumnya merintis
d. Kode etik Unit Internal Audit yang mengacu karir di Badan Pengawasan Keuangan dan
kepada kode etik yang ditetapkan asosiasi Pembangunan (BPKP) sejak 1984 dengan posisi
Internal Audit yang ada di Indonesia atau terakhir sebagai Kepala Seksi Pengawasan
kode etik Internal Audit yang lazim berlaku Kontraktor Minyak Asing. Sri Mulyati lahir 2 Juni
secara internasional. 1956, lulusan Universitas Airlangga Surabaya,
e. Persyaratan auditor yang duduk dalam Unit jurusan Ekonomi Akuntansi pada tahun 1982 ini
Internal Audit. telah mengikuti berbagai kursus dan pelatihan di
f. Pertanggungjawaban Unit Internal Audit. bidang akuntansi dan audit dari berbagai institusi
g. Larangan perangkapan tugas dan jabatan di dalam dan luar negeri.
auditor dan pelaksana yang duduk dalam
Unit Internal Audit dari pelaksanaan
kegiatan operasional perusahaan.

Struktur Organisasi Internal Audit

Vice President
INTERNAL AUDIT

Senior Manager
Senior Manager Senior Manager
Planning, Analysis, Senior Manager
Production & Commercial &
Evaluation & EDP & SBU Audit
Financial Audit General Audit
Investigation

Jumlah Pegawai Berfungsi sebagai katalisator untuk membantu


Kekuatan pegawai unit internal audit pada Manajemen dan Auditee dalam mencapai
Desember 2012 adalah 35 pegawai terdiri dari 1 tujuan Perusahaan sekaligus menjadi mitra
pejabat Vice President, 4 pejabat Senior Manager kerja bagi Eksternal Auditor (BPK, BPKP, KAP,
dan 28 Auditor serta 2 pegawai sekretariat. Komite Audit, dan lainnya) dalam menjalankan
fungsi pengawasan
Uraian Pelaksanaan Tugas Memberikan saran perbaikan yang obyektif
Melakukan pemeriksaan untuk memastikan tentang kegiatan yang diperiksa, membuat
bahwa pengendalian internal, manajemen laporan hasil pemeriksaan dan menyampaikan
risiko, dan proses tata kelola perusahaan telah laporan tersebut kepada Direktur Utama dan
berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku Dewan Komisaris/Komite Audit.
Melakukan pemeriksaan dan penilaian atas
efisiensi dan efektivitas di bidang keuangan, Sertifikasi
akuntansi, operasional, sumber daya manusia, Dalam rangka meningkatkan keahlian profesi
pemasaran, teknologi informasi dan kegiatan auditor internal perusahaan telah mengirimkan
lainnya pegawainya untuk mengikuti pelatihan keahlian
auditor untuk memiliki sertifikasi/keahlian profesi

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
183
Data Perusahaan

yaitu CFE, CISA, CIA, Perpajakan dan QIA serta Finansial


secara bertahap auditor yang ada diwajibkan Pemeriksaan Pengelolaan PKBL
mengikuti pelatihan keahlian/sertifikasi. Pemeriksaan Pembayaran kepada pihak ketiga
Pemeriksaan Asuransi
Aktivitas Unit Audit Internal Pemeriksaan Renovasi Gedung
Dalam rangka melaksanakan fungsi pemeriksaan Pemeriksaan Cash In Advance (CIA)
unit audit internal memastikan bahwa Pemeriksaan Pengadaan Pendanaan Pesawat
pengendalian internal, manajemen risiko dan
proses tata kelola perusahaan telah sesuai Branch Office
dengan aturan yang berlaku. Di samping itu Pemeriksaan Branch Office sebanyak 16
juga fungsi unit audit internal memberikan nilai pemeriksaan
tambah bagi Perusahaan dengan cara membantu
manajemen dan auditee dalam mencapai tujuan SBU & Entitas Anak
perusahaan sekaligus menjadi mitra kerja untuk Pemeriksaan Citilink
Komite Audit dan Eksternal Auditor dalam rangka Pemeriksaan Pengelolaan PT Abacus
memperlancar proses pemeriksaan termasuk Distribution Systems Indonesia
menindaklanjuti adanya laporan/pengaduan Pemeriksaan Khusus Pengelolaan
masyarakat. Laboratorium Garuda Sentra Medika
Pemeriksaan SBU Cargo
Selama tahun 2012 Audit Internal Perusahaan Evaluasi Pengadaan PT Aero Wisata
telah merealisasikan Program Kerja Pengawasan Pemeriksaan Pengelolaan PT Aero Systems
Tahunan (PKPT) sebanyak 48 program Indonesia (Asyst)
pemeriksaan dan 14 pemeriksaan dalam rangka Pemeriksaan SBU Garuda Sentra Medika
menindaklanjuti laporan pengaduan yang berasal
dari Whistle Blowing System (WBS) dan media Disamping menjalankan program kerja
laporan lainnya yang merupakan sarana yang pemeriksaan tersebut, unit audit internal
disediakan perusahaan untuk menerima laporan juga melaksanakan program kerja dalam
dan pengaduan dari karyawan serta masyarakat. rangka peningkatan kualitas pemeriksaan dan
pengembangan Sumber Daya Manusia, meliputi
Aplikasi IT kegiatan sebagai berikut:
Evaluasi Aplikasi FATA Melakukan Review terhadap Internal Audit
Evaluasi Aplikasi E-Commerce. Charter dengan mengacu kepada Surat
Evaluasi Aplikasi NETLINE Keputusan Ketua BPPM & LK, nomor KEP-
496/BL/2008 tanggal 28 November 2008 serta
Operasi melakukan review terhadap standar profesi
Pemeriksaan Utilisasi Pesawat audit internal dan SOP lainnya sesuai standar
Pemeriksaan Pengelolaan Crew dokumen perusahaan.
Pemeriksaan Operasional Haji Berkoordinasi secara rutin dengan Komite
Pemeriksaan Pengelolaan Fuel Audit dalam rangka menyelaraskan program
kerja, mengevaluasi pelaksanaannya termasuk
Teknik membahas current issue yang berkembang di
Pemeriksaan Repair & Maintenance Engine perusahaan serta membahas laporan kinerja
Pemeriksaan MR Claim perusahaan.
Pemeriksaan Pengelolaan Fixed Asset Pesawat Merealisasikan program pendidikan
berkelanjutan (PPL) dan program sertifikasi
Commercial auditor baik lingkup Nasional (QIA) &
Pemeriksaan Corporate Account Internasional (CIA, CISA, CFE) serta beberapa
Pemeriksaan Code Share workshop dan diklat lainnya.
Evaluasi Kerja Sama Sales On Board (SOB) Sebagai mitra auditor eksternal yaitu KAP, BPK
Pemeriksaan Pengelolaan IFE dan BPKP dalam rangka membantu kelancaran
Pemeriksaan TKI & Umroh pemeriksaan yang dilakukan.
Pemeriksaan Pengelolaan Promosi Melakukan koordinasi secara rutin dengan
Pemeriksaan Pengadaan barang & Jasa Niaga unit kerja di perusahaan dalam rangka
Pemeriksaan Pengelolaan Ground Service menindaklanjut atas laporan hasil audit
Pemeriksaan Pengelolaan GFF eksternal auditor dan hasil audit internal (SPI).

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


184
Tata Kelola Perusahaan

AKUNTAN PUBLIK didukung komitment kuat atas pengembangan


Fungsi pengawasan independen terhadap kualitas sumber daya manusia serta dukungan
aspek keuangan Perusahaan dilakukan dengan teknologi informasi yang tepat. Efektivitas
melaksanakan pemeriksaan Audit Eksternal yang penerapan manajemen risiko membutuhkan
dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik Osman proses internalisasi nilai-nilai dan budaya
Bing Satrio dan Eny (member of Deloitte Touche kerja yang berbasis manajemen risiko. Sejak
Tohmatsu Limited), beralamat di The Plaza diformalkan sebagai sistem manajemen
Office Tower 32nd Floor, Jl. M.H. Thamrin Kav. perusahaan, risk management framework telah
28-30, Jakarta 10350, ditunjuk sebagai Auditor diimplementasikan secara menyeluruh, dimana
Independen Perusahaan yang akan melakukan risiko-risiko korporat telah diidentifikasikan,
audit laporan keuangan Perseroan dan laporan dievaluasi dan dikendalikan secara terintegrasi.
keuangan PKBL Perseroan dengan total biaya Seluruh bisnis unit terlibat secara aktif dalam
Rp 1.744.000.000. mengidentifikasikan dan melakukan evaluasi risiko
secara bottom-up, risiko-risiko tersebut di-review
Kantor Akuntan Publik Osman Bing Satrio dan dalam perspektif korporat oleh unit Enterprise
Eny telah melakukan audit laporan keuangan Risk Management untuk menghasilkan perspektif
konsolidasian Garuda Indonesia sebanyak 4 top-down. Di dalam Risk Management Framework
periode tahun buku berturut-turut sejak tahun Perusahaan, risiko-risiko disusun berdasarkan
2009, sementara Akuntan Publik Drs. Osman urutan prioritasnya dan masing-masing unit
Sitorus dari KAP Osman Bing Satrio dan Eny telah bisnis akan melakukan tindakan-tindakan
melakukan pemeriksaan audit laporan keuangan preventif berupa pengendalian dan mitigasi untuk
konsolidasian Garuda Indonesia sebanyak 1 pengelolaan risiko agar tidak melampaui batas
periode tahun buku. toleransi yang ditetapkan.

Selain melakukan audit atas laporan keuangan Aktivitas-aktivtas manajemen risiko ini dilakukan
perseroan dan laporan keuangan PKBL, KAP secara rutin dan berkelanjutan sebagai proses
Osman Bing Satrio dan Eny juga melakukan jasa pengembangan nilai-nilai budaya di Perusahaan.
profesional untuk audit remeassurement atas LK Dalam jangka panjang, dengan penerapan budaya
Konsolidasian Garuda Indonesia & Entitas Anak perusahaan (FlyHi) yang kuat dalam praktek
31 Desember tahun 2011 dan 2010, serta Review manajemen risiko, diharapkan nilai-nilai tersebut
atas Laporan kepatuhan terhadap peraturan akan membentuk budaya sadar risiko (Risk
perundang-undangan dan sistem pengendalian Culture) dan akan menjadi praktek keseharian di
interim, serta Review atas Laporan Evaluasi dalam setiap bisnis proses (embedded).
Kinerja untuk Garuda Indonesia dengan total biaya
Rp 777.000.000. Risiko yang Dihadapi dan Mitigasi Risiko
Perusahaan
MANAJEMEN RISIKO Selama tahun 2012 Manajemen telah melakukan
Perusahaan penerbangan memiliki karakteristik pengelolaan atas risiko-risiko yang mempengaruhi
industri yang padat modal, padat teknologi serta pencapaian target Perusahaan secara efektif.
memerlukan ketersediaan sumber daya manusia Beberapa risiko penting yang dihadapi Perusahaan
yang mencukupi dan handal, maka operasional selama tahun 2012 antara lain:
penerbangan tidak terlepas dari berbagai risiko,
baik risiko yang bisa dikendalikan maupun risiko A. Potensi Risiko Terkait Aspek Safety,
yang berada diluar kendali Perusahaan. Karena Security & Compliance
itu risiko harus dikendalikan dan dikelola secara
terintegrasi, terstruktur dan berkesinambungan 1. Instabilitas Sosial, Politik, Keamanan dan
sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari tata Lingkungan
kelola perusahaan baik Instabilitas sosial, politik, keamanan
dan lingkungan dapat secara negatif
Integrasi Manajemen Risiko dengan mempengaruhi perekonomian dan dapat
Corporate Value (FlyHi) berdampak negatif secara signifikan terhadap
Sebagai bagian dari implementasi manajemen bisnis Perusahaan (kerusuhan, wabah penyakit,
risiko di Perusahaan, pengelolaan risiko secara terorisme, bencana alam, kebakaran hutan,
terintegrasi dijalankan secara berkesinambungan banjir).
dari seluruh pemegang kendali Perusahaan yang

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
185
Data Perusahaan

pembatasan emisi
Meskipun selama tahun 2012 tidak terdapat Peraturan perpajakan dan regulasi lainnya.
isu-isu yang signifikan terhadap ancaman
safety & security maupun lingkungan, namun Pada tahun 2012 telah diterapkan pengenaan
Perusahaan tetap memandang bahwa Airport Tax yang dipungut oleh maskapai
potensi adanya gangguan atau ancaman sebagai bagian dari komponen tiket. Dengan
terhadap aspek keamanan dan keselamatan kondisi ini, maka sensitifitas penerapan
penerbangan perlu dikelola dengan baik. harga akan semakin tinggi yang disebabkan
Krisis politik di Timur Tengah masih belum kecenderungan harga akan cenderung
memperlihatkan tanda-tanda akan selesai, mendekati batas atas yang mengurangi
demikian juga ketegangan di kawasan regional fleksibilitas Perusahaan dalam melakukan
(laut China) juga menunjukkan intensitas yang penyesuaian harga.
masih cukup tinggi.
Selain itu, kondisi saat ini mengenai isu
Ancaman kerusuhan, separatis dan terorisme ketenagakerjaan mulai meningkat eskalasinya
(baik domestik dan internasional) pada masa dengan semakin tingginya tuntutan
lalu maupun ancaman ke depan secara sensitif penghapusan outsourcing di Indonesia. Dengan
dapat mengganggu pasar maupun kegiatan potensi jumlah outsourcing di Garuda Indonesia
usaha Perusahaan. Ketidakstabilan di kawasan saat ini, maka risiko atas penggunaan
tertentu (domestik/regional/timur tengah) juga maupun skema outsourcing di Perusahaan
masih berpotensi menjadi ancaman. Selain dapat meningkatkan gangguan atas bisnis
itu Perusahaan juga beroperasi pada kawasan Perusahaan serta potensi adanya kenaikan
yang rawan bencana alam (gunung berapi, biaya.
kabut, badai dan banjir) dapat berpotensi
mengganggu bisnis Perusahaan Terhadap potensi risiko atas perubahan
undang-undang maupun ketentuan-ketentuan
Perusahaan telah secara aktif meningkatkan lainnya yang dapat mempengaruhi bisnis
antisipasi terhadap potensi gangguan yang Perusahaan, maka beberapa upaya telah
bersumber dari aspek safety & security dijalankan, antara lain melakukan kajian
maupun lingkungan antara lain melalui : analisa secara independen atas perubahan
Penerapan SMS, SeMS, EMS, ERP secara ketentuan atau perundang-undangan serta
konsisten dan berkelanjutan membuat design atau skema bisnis proses
Melakukan update Safety and Security baru
Manual serta pelaksanaan pelatihan terkait
dengan safety & security. 3. Persaingan Usaha di Luar Negeri
Melakukan compliance audit termasuk Persidangan atas dugaan pelanggaran praktek
menjalankan corrective action secara persaingan usaha (kartel) yang terjadi di
konsisten Australia berpotensi mengganggu reputasi
Perusahaan dan dapat berdampak atas
Sampai saat ini Perusahaan telah berhasil meningkatnya biaya. Sampai saat ini proses
mempertahankan audit IOSA sebagai persidangan masih berjalan. Perusahaan telah
kualifikasi dan pengakuan dalam penerapan menunjuk konsultan hukum independen di
sistem manajemen risiko pada aspek safety & negara setempat guna melindungi kepentingan
security. Perusahaan.

2. Perubahan Perundang-Undangan B. Potensi Risiko Terkait Aspek Operasional


Beberapa ketentuan perundang-undangan Penerbangan
yang berpotensi mempengaruhi Bisnis
Perusahaan antara lain: 1. Keterbatasan Merekrut, Melatih dan
Ketentuan mengenai batas atas/bawah tarif Mempertahankan Personel Kunci
penerbangan, Pada tahun 2012, Perusahaan telah melakukan
Ketentuan mengenai persaingan usaha baik penambahan armada dan peningkatan
di Indonesia maupun di negara lain kapasitas produksi dalam jumlah yang
Ketentuan mengenai ketenagakerjaan cukup tinggi. Selain Garuda Indonesia, maka
Ketentuan mengenai safety & security pertumbuhan usaha yang sangat cepat juga
Ketentuan yang mengatur mengenai
Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012
186
Tata Kelola Perusahaan

terjadi pada perusahaan lain dengan skala yang dengan Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II
cukup besar, khususnya pada pasar domestik. serta menggoptimalkan pengaturan slot time
Pertumbuhan usaha akan meningkatkan selain upaya pembukaan beberapa Hub baru di
kebutuhan akan sumber daya manusia Makassar dan Medan.
ditengah tengah terbatasnya ketersediaan
sumber daya dengan kualifikasi yang baik. 3. Kegagalan Sistem Otomasi Terhadap
Pencapaian Bisnis Perusahaan
Keterbatasan Perusahaan dalam memenuhi Perusahaan akan menerapkan sistem
kebutuhan sumber daya manusia, termasuk Teknologi Informasi (IT) baru, diantaranya
Pilot, Awak Kabin, Teknisi maupun key PSS, IT MRO, CRM dan sistem penunjang
personeel lainnya, dapat berdampak negatif lainnya. Penerapan sistem tersebut sangat erat
terhadap bisnis Perusahaan. kaitannya dengan layanan customer maupun
operasional ke depan.
Saat ini Perusahaan telah melakukan
perencanaan dalam perekrutan serta Perusahaan saat ini telah
menerapkan Sistem Manajemen Sumber Daya mengimplementasikan sistem IT penunjang
Manusia (Human Capital Management System) antara lain IOCS, SAP, PSS dan aplikasi
termasuk didalamnya telah menerapkan penunjang lainnya. Operasional IT Garuda
Performance Management System dalam Indonesia saat ini didukung oleh PT Aero
upaya mempertahankan sumber daya yang ada Systems Indonesia (Asyst) sebagai anak
saat ini. Selain itu juga dilakukan kerja sama perusahaan Garuda Indonesia.
dengan lembaga pendidikan pilot seperti STPI
Curug dan juga BIFA. Peningkatan fasilitas Selain tergantung kepada keandalan aplikasi,
training juga dilakukan dengan meningkatkan sistem IT juga memerlukan dukungan yang
investasi pada peralatan training seperti tinggi terhadap infrastruktur lainnya seperti
simulator B737/800 dan juga A330. jaringan, hardware dan operation support.

2. Keterbatasan Infrastruktur Bandara Tingginya ketergantungan Perusahaan atas


Pertumbuhan industri penerbangan yang keandalan IT menempatkan Perusahaan pada
sangat cepat di Indonesia telah menghadapkan risiko yang besar apabila terjadi gangguan
Perusahaan pada keterbatasan infrastruktur atau kegagalan sistem IT. Gangguan sistem
airport. Beberapa kondisi bandara di Indonesia IT terhadap bisnis dapat terjadi antara lain
saat ini sudah pada kapasitas maksimumnya disebabkan:
dan bahkan diantaranya beberapa bandara Jaringan yang tidak memadai
yang besar sudah malampaui kapasitas yang Aplikasi yang tidak up-to-date
ada. Beberapa infrastruktur bandara yang Terbatasnya kemampuan SDM dalam
sudah tidak memadai kapasitasnya antara pengelolaan IT
lain meliputi terminal penumpang, runway, Ketergantungan yang tinggi pada penyedia
apron, sistem pengaturan lalu lintas udara jasa yang terbatas
serta peralatan navigasi lainnya. Peningkatan Keterlambatan ataupun kegagalan
kapasitas bandara yang saat ini mulai implementasi IT baru
dilakukan akan berpacu kecepatan dengan
pertumbuhan perusahaan penerbangan. Dampak kegagalan IT secara signifikan
berpengaruh terhadap operasional dan juga
Dampak keterbatasan infrastruktur ini reputasi Perusahaan.
berpotensi mengganggu pencapaian target
bisnis Perusahaan seperti OTP, rencana Saat ini Perusahaan telah melakukan
ekspansi rute, peningkatan layanan maupun berbagai upaya dalam menjaga keandalan dan
gangguan atas keamanan dan keselamatan ketersediaan IT melalui beberapa hal, yaitu:
penerbangan. Pengukuran SLA dengan standar tinggi
Menjalankan quality control maupun quality
Dalam kaitan dengan adanya keterbatasan assurance
infrastruktur airport, Perusahaan telah secara Penerapan strategi IT Master Plan
aktif melakukan beberapa strategi, termasuk Menggunakan konsultan PMO untuk
diantaranya melakukan kerja sama/sinergi implementasi IT yang strategis

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
187
Data Perusahaan

C. Potensi Risiko Terkait Jaringan dan Pasar Untuk itu Perusahaan secara terus-menerus
akan tetap mengupayakan peningkatan kualitas
1. Kompetisi Industri Penerbangan layanan serta melakukan pengawasan yang
Perusahaan masih akan menghadapi tingkat memadai atas layanan-layanan yang telah
persaingan baik di dalam negeri maupun diluar diberikan kepada pelanggan.
negeri. Pertumbuhan pasar penerbangan,
selain memberikan harapan akan pertumbuhan D. Potensi Risiko Terkait Aspek Keuangan
industri, namun sekaligus juga membuka
peluang persaingan. 1. Tingginya Tingkat Utang dan Pembayaran
Kewajiban
Persaingan dalam industri penerbangan Tingginya tingkat utang dan pembayaran
meliputi pada keunggulan dari masing-masing kewajiban Perusahaan dapat mempengaruhi
perusahaan dalam hal jaringan penerbangan, kemampuan perusahaan dalam mencari
kualitas layanan, sistem IT, program image sumber pendanaan baru yang diperlukan
Perusahaan, dan khususnya aspek safety & dalam mendukung rencana pertumbuhan
service. Perusahaan (ekspansi). Selain itu, dengan
masih terbatasnya kemampuan perseroan
Pada beberapa rute tertentu, Perusahaan dalam mencari sumber pendanaan baru
juga menghadapi persaingan harga/tarif serta adanya pembatasan-pembatasan
yang dapat menurunkan yield dan load dalam mencari sumber permodalan, dapat
factor. Penambahan armada yang juga menyebabkan kurang kompetitif dibanding
penambahan kapasitas, akan semakin pesaing dalam hal sumber permodalan.
memperketat persaingan dan ditambah lagi
potensi munculnya airline baru akan semakin Perencanaan Perusahaan dalam
mempersempit pasar yang diperebutkan. mengantisipasi meningkatnya kebutuhan
modal akan dilakukan melalui beberapa upaya,
Kemampuan Perusahaan dalam memperbesar antara lain:
market share dan juga mempertahankan yield Menambah pinjaman komersial
di tengah-tengah persaingan akan berdampak Pelunasan utang dengan tingkat suku
pada pencapaian profitabilitas Perusahaan. bunga yang tinggi

Manajemen secara efektif telah melakukan 2. Fluktuasi Suku Bunga


upaya-upaya dalam mengantisipasi risiko dari Beban utang yang cukup besar dan potensi
pasar melalui beberapa program, antara lain: penambahan utang pada masa yang
Membangun aliansi dan codeshare akan datang akan tetap tinggi, berpotensi
Mengembangkan rute baru atau menambah meningkatkan eksposur risiko suku bunga,
frekuensi khususnya tingkat suku bunga mengambang.
Mengembangkan premium services
Membangun CRM Manajemen telah mempertimbangkan untuk
melakukan inisiatif-inisiatif antara lain
2. Terganggunya Reputasi Perusahaan Sebagai penerapan skema Interest Hedging untuk
Dampak dari Insiden Pesawat atau Layanan utang dengan skema suku bunga mengambang
Peningkatan operasional perusahaan, serta serta untuk utang baru memakai nilai
ekspansi bisnis dengan pertumbuhan yang tukar tetap (fixed rate). Penggunaan skema
tinggi akan berpotensi meningkatnya hazard interest hedging maupun fixed rate akan
maupun komplain dari pelanggan. Setiap dilakukan dengan perhitungan matang dengan
insiden yang timbul, maupun komplain atas mempertimbangkan indikator-indikator di
layanan yang disampaikan oleh pelanggan, pasar.
berpotensi dapat mengganggu reputasi
Perusahaan. Kemampuan Perusahaan dalam 3. Fluktuasi Nilai Tukar
mengelola hazard maupun komplain akan Terkait dengan transaksi bisnis Perusahaan
sangat menentukan atas terjaganya reputasi yang sebagian dilakukan dalam mata uang
Perusahaan. asing (Pendapatan & Biaya) serta eksposur
utang Perusahaan sebagian dalam mata uang

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


188
Tata Kelola Perusahaan

asing (multi currency), maka dengan pergerakan 5. Fluktuasi Harga Bahan Bakar Pesawat
kurs yang cukup dinamis, dapat menimbulkan Biaya bahan bakar pesawat merupakan
potensi adanya kerugian nilai tukar mata uang. komponen biaya langsung (direct cost) yang
cukup besar dalam struktur biaya Perusahaan
Eksposur aset moneter dan kewajiban moneter selain biaya sewa dan perawatan pesawat.
dalam mata uang asing yang cukup tinggi akan Sebagai konsekuensi apabila terjadi fluktuasi
meningkatkan profil risiko dari pergerakan nilai kenaikan harga bahan bakar pesawat akan
tukar. berdampak sangat signifikan terhadap
peningkatan beban bahan bakar yang pada
Untuk mengurangi kerugian akibat pergerakan gilirannya akan mempengaruhi pencapaian
kurs maka dilakukan Penerapan Kebijakan laba usaha atau dengan kata lain mengurangi
hedging/lindung nilai dengan dengan pencapaian target profit.
mempertimbangkan prinsip kehati-hatian.
Perusahaan telah melaksanakan lindung
4. Biaya Modal dan Operasional di atas Perkiraan nilai untuk penerbangan Haji sejak tahun
(Capex & Opex Overrun) 2009 hingga tahun 2012 dengan volume
Secara umum, bisnis penerbangan memiliki lindung nilai sekitar 8% hingga 10% dari total
karakteristik berbiaya tinggi termasuk untuk pemakaian bahan bakar. Instrumen lindung
biaya operasional dan sewa armada. Adanya nilai yang digunakan adalah Call Option. Target
potensi gap antara biaya dan pendapatan, lindung nilai mengacu pada harga pasar,
dapat memberikan tekanan yang cukup tinggi volume, biaya premi dan marjin keuntungan
atas pencapaian profitabilitas. Karakteristik (operating margin) yang telah dianggarkan oleh
maskapai pada umumnya ditandai dengan Perusahaan setiap tahun.
sebagian besar biaya-biaya operasional yang
muncul tidak secara proporsional berhubungan Selain upaya mengurangi risiko pergerakan
dengan jumlah penumpang, sementara di sisi harga bahan bakar melalui transaksi lindung
lain perolehan pendapatan dari penerbangan nilai, Perusahaan juga terus melakukan upaya
berhubungan langsung dengan jumlah pengelolaan pemakaian bahan bakar secara
penumpang dan struktur tarif. operasional yaitu penghematan biaya melalui
Fuel Conservation Program maupun dengan
Beberapa strategi initiatif dalam rangka penggunaan alternatif pesawat secara efektif
Network Expansion akan memberi tekanan dan efisien, termasuk juga melakukan evaluasi
meningkatnya Capex maupun Opex yang untuk kontrak-kontrak berjalan. Upaya efisiensi
berpotensi meningkatnya biaya/beban di atas ini telah dituangkan dalam program-program
perkiraan. kinerja Perusahaan.

Perusahaan akan melakukan upaya untuk tetap Risiko yang bisa diantisipasi diukur melalui
mempertahankan kewajaran pengeluarannya, valuation/Mark to Market (MTM) yang
baik dalam bentuk Capex maupun Opex. Upaya dihasilkan setiap bulan saat jatuh tempo
tersebut antara lain: transaksi. Pada tahun 2012 aktivitas lindung
Efektivitas penggunaan anggaran nilai menghasilkan MTM positif USD 7.9 juta
Proses pengadaan dilakukan dengan efisien (realized) dan USD 6 juta (un-realized yet).
serta melakukan evaluasi/negosiasi kembali
atas kontrak-kontrak yang berjalan 6. Tingginya Premi Asuransi Karena Instabilitas
Upaya peningkatan kualitas pelayanan Sosial/Politik/Keamanan.
dengan berfokus pada pemakaian biaya Dari beberapa kajadian, seperti serangan
secara tepat guna dan terus menerus, teroris, ketidakstabilan politik di beberapa
menghasilkan posisi di bawah rata-rata kawasan timur tengah maupun di benua lain,
pembiayaan dibandingkan dengan pesaing- berpotensi mengakibatkan premi asuransi
pesaing dari negara sekitar. menjadi lebih mahal atau tidak tersedia atau
Armada baru dapat mengurangi biaya nilai pertanggungan tidak sesuai dengan
perawatan dan biaya bahan bakar kontrak/peraturan. Ketentuan-ketentuan
Konversi dari fixed cost menjadi variable cost mengenai safety & security di masa yang akan
datang akan semakin ketat dengan penerapan
standard internasional yang semakin tinggi

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
189
Data Perusahaan

berpotensi akan semakin kompleksnya Perkara Penting yang Dihadapi Perusahaan


Perusahaan dalam mempertahankan Dari waktu ke waktu, Perusahaan terlibat
sertifikasi safety & security. dalam berbagai tindakan hukum/tuntutan
dari pihak ketiga yang terkait dengan kegiatan
Dalam pengelolaan risiko atas tingginya premi operasional dan bisnis Perusahaan. Selama tahun
asuransi, maka secara efektif Perusahaan 2012, perkara-perkara penting yang dihadapi
telah berhasil menjalankan mitigasi, antara Perusahaan adalah sebagai berikut:
lain:
Penerapan standar internasional untuk 1. Pada tanggal 6 Agustus 2004, Perusahaan
safety & security secara berkesinambungan dan PT World Simulator Technology (WST)
Audit berkala baik audit internal maupun menandatangani Perjanjian Sewa Ruang
external Simulator beserta Fasilitas Pendukung dimana
Kontrak Jangka panjang dan negosiasi Perusahaan setuju untuk menyewakan ruang
simulator beserta fasilitas pendukungnya di
Aktivitas Guna Meningkatkan Pengelolaan lokasi SBU Garuda Indonesia Training Center
Risiko untuk digunakan sebagai tempat pemasangan
Full Flight Simulator B 737-200 Level D Six Axis
1. Review Risiko Tahunan milik WST.
Dalam tahun berjalan, review risiko
tahunan dilakukan oleh unit Enterprise Karena Perusahaan dianggap tidak
Risk Management untuk melihat efektifitas melaksanakan perjanjian, pada tanggal 19
pengelolaan risiko. Review tahunan ini juga Desember 2006, WST mengajukan gugatan
melibatkan Key Risk Officer dari masing- perdata di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat
masing unit untuk mendapatkan perspektif atas dasar wanprestasi terhadap perjanjian
yang lebih luas. Proses sharing session tersebut dan perbuatan melawan hukum.
maupun group discussion dilakukan secara
efektif dan sekaligus dalam upaya untuk Pada tanggal 4 Juni 2007, Pengadilan
meningkatkan kompetensi personel yang Negeri Jakarta Pusat telah mengeluarkan
berhubungan erat dengan pengelolaan risiko. putusan yang mengabulkan gugatan WST
dan memerintahkan Perusahaan membayar
2. Review Mitigasi Risiko dan Risiko Baru ganti rugi kepada WST sebesar USD 1.360.800
Unit Enterprise Risk Management melakukan dan Rp 1.590.000.000. Pada tanggal 21
review terhadap beberapa risiko yang secara Agustus 2008, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta
spesifik muncul serta memastikan kecukupan memutuskan menguatkan putusan Pengadilan
dan efektifitas pengendalian yang dilakukan. Jakarta Pusat tersebut dan menghukum
Potensi risiko baru bisa muncul seperti adanya Perusahaan membayar ganti rugi sebesar USD
perubahan operasional, faktor eksternal, 1.984.500 dan Rp 1.590.000.000.
adanya peraturan atau ketentuan baru dan
faktor lainnya. Atas potensi munculnya risiko Perusahaan mengajukan permohonan kasasi
baru yang muncul, perlu dipastikan identifikasi tanggal 7 Nopember 2008. Pada tanggal 4
dan evaluasi atas risiko baru yang muncul Maret 2010, Mahkamah Agung mengeluarkan
serta rencana mitigasi yang disiapkan untuk putusan dalam perkara menolak permohonan
mengelola risiko. kasasi yang diajukan oleh Perusahaan.
Sehingga pada tanggal 28 Januari 2011
Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Perusahaan melakukan pembayaran ganti
(CSR) rugi kepada WST sebesar IDR 590.000.000 dan
Uraian tentang aktivitas pelestarian lingkungan; USD 1.984.500, dan berdasarkan kesepakatan
ketenagakerjaan, kesehatan dan keselamatan antara Perusahaan dengan WST. Pada tanggal
kerja; serta pengembangan sosial kemasyarakatan 15 Juli 2011 Perusahaan telah melakukan
disajikan pada bab khusus Tanggung Jawab Sosial pembayaran sisa kewajiban ganti rugi sebesar
Perusahaan di buku Laporan Tahunan ini. Rp 1.000.000.000.

2. Pada tanggal 17 Desember 2007, Perusahaan


telah menerima Notice to Fursnish Information

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


190
Tata Kelola Perusahaan

and Produce Document dari Australian denda dan perintah pengembalian biaya
Competition and Commerce Commission transportasi sejumlah Rp 8.075.000.000,- atas
(ACCC) terkait dugaan kartel bersama tuduhan persaingan usaha tidak sehat terkait
maskapai penerbangan internasional lain tender give away haji yang melanggar UU No.
dalam penetapan harga Fuel Surcharge 5 tahun 1999. Perusahaan menerima salinan
Kargo. Pada tanggal 17 Oktober 2012, ACCC keputusan KPPU pada tanggal 30 Oktober
telah mengajukan kepada Pengadilan Federal 2010. Perusahaan telah mengajukan upaya
Australia Surat Perubahan Tuntutan kepada keberatan ke pengadilan Negeri Jakarta Pusat
Perusahaan. Saat ini, perkara masih dalam pada tanggal 20 Desember 2010. Pada tanggal
proses pemeriksaan oleh Pengadilan Federal 15 Juni 2011, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat
Australia. telah memutus perkara keberatan, dimana
dalam putusannya Pengadilan Negeri Jakarta
3. Pada tanggal 16 Nopember 2009, Perusahaan Pusat telah menguatkan putusan KPPU.
telah menerima Pemberitahuan Pemeriksaan
Lanjutan Perkara dari Komisi Pengawas Terhadap putusan ini, Perusahaan mengajukan
Persaingan Usaha (KPPU) terkait dugaan kasasi ke Mahkamah Agung pada tanggal 11
kartel penetapan harga Fuel Surcharge tiket Juli 2011 dan pada tanggal 15 Agustus 2012
domestik. Perusahaan telah menerima pemberitahuan
putusan kasasi yang menyatakan Perusahaan
Pada tanggal 4 Mei 2010, KPPU telah memutus tidak terbukti melanggar Undang-undang
perkara ini dan menyatakan Perusahaan No. 5 tahun 1999. Pada tanggal 9 Agustus
bersalah serta menghukum untuk membayar 2010, Perusahaan mencatatkan perselisihan
denda sebesar Rp 25.000.000.000,- dan ganti kepentingan kepada Dinas Tenaga Kerja dan
rugi sebesar Rp 162.000.000.000,-. Perusahaan Transmigrasi Provinsi DKI Jakarta sehubungan
mengajukan permohonan banding pada dengan tidak tercapainya kesepakatan dengan
tanggal 17 Juni 2010 ke Pengadilan Negeri Serikat Pekerja Perusahaan mengenai
Jakarta Pusat. Pada tanggal 28 Pebruari rancangan Perjanjian Kerja Bersama (PKB)
2011 Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah periode 2010 2012. Pada tanggal 23
mengabulkan permohonan keberatan yang Nopember 2010, Dinas Tenaga Kerja dan
diajukan oleh Perusahaan dan membatalkan Transmigrasi DKI Jakarta telah mengeluarkan
Putusan KPPU tanggal 4 Mei 2010 serta anjuran yang merupakan hasil mediasi
menghukum KPPU untuk membayar biaya para pihak. Pada tanggal 6 Desember 2010
perkara. Perusahaan telah menyetujui anjuran tersebut,
namun demikian Serikat Pekerja Perusahaan
KPPU telah mengajukan upaya Kasasi atas menolak anjuran tersebut.
Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat
tersebut ke Mahkamah Agung Republik 5. Pada tanggal 9 Mei 2011, Perusahaan
Indonesia. Perusahaan juga telah mengajukan mendaftarkan gugatan ke Pengadilan
kontra memori kasasi pada tanggal 27 Hubungan Industrial pada Pengadilan
April 2011. Sampai dengan tanggal laporan Negeri Jakarta Pusat sehubungan dengan
keuangan konsolidasi diterbitkan, perkara perselisihan kepentingan dengan Serikat
tersebut masih dalam proses pemeriksaan di Pekerja Perusahaan mengenai rancangan
Mahkamah Agung Republik Indonesia dan isi PKB periode 2010-2012. Pada tanggal
pemberitahuan putusan belum diterima oleh 22 Agustus 2011, Pengadilan Hubungan
Perusahaan. Industrial pada Pengadilan Negeri Jakarta
Pusat telah memutus perkara, yang pada
4. Pada tanggal 8 April 2010, Perusahaan telah intinya adalah menghukum para pihak untuk
menerima Pemberitahuan Pemeriksaan menandatangani PKB periode 2011-2013 paling
Pendahuluan Perkara dari Komisi Pengawas lambat 30 November 2011. Pada tanggal 2
Persaingan Usaha (KPPU) terkait dugaan Desember 2011 Perusahaan telah mengajukan
pelanggaran diskriminasi pelaku usaha pada permohonan eksekusi atas putusan Pengadilan
persetujuan perpanjangan give away haji Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri
tahun 2009/2010 dan tahun 2010/2011. Pada Jakarta Pusat tersebut. Pada tanggal 28
tanggal 27 Oktober 2010, KPPU menjatuhkan Agustus 2012, Perusahaan dan Serikat Pekerja

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
191
Data Perusahaan

Perusahaan telah menandatangani PKB dan penginapan jamaah haji dalam hal terjadi
pada tanggal 15 Oktober 2012, Kementrian irregularities penerbangan. Al Azhar menuntut
Tenaga Kerja telah menerbitkan Surat pembayaran tagihan dan ganti rugi kepada
Keputusan No.165/PHIJSK-PKKAD/PKB/X/2012 Perusahaan sebesar SAR 750.040 ditambah
tentang Pendaftaran Perjanjian Kerja Bersama. biaya pengacara sebesar SAR 100.000.

6. Pada tanggal 4 Agustus 2010, Hutomo Mandala Dalam perubahan gugatan yang diajukan,
Putera (Tommy Suharto) menyampaikan Hotel Al-Azhar merubah jumlah tuntutan
gugatan atas beberapa Tergugat, termasuk menjadi sebesar SAR 10.905.355 ditambah
Perusahaan, sehubungan dengan artikel yang biaya pengacara sebesar SAR 100.000. Saat
dipublikasikan oleh in-flight magazine, Majalah ini perkara masih dalam proses di Pengadilan
Garuda edisi Desember 2009. Negeri Jeddah, Arab Saudi.

Tommy Suharto menyampaikan gugatan Pengaruh Perkara Penting terhadap


ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan Keuangan Perusahaan
menuntut ganti rugi material dan imaterial, Tidak ada dari perkara-perkara penting tersebut
serta permintaan maaf dari Pihak Tergugat di atas yang memiliki dampak material terhadap
yang dipublikasikan di Majalah Garuda dan keuangan Perusahaan.
beberapa media nasional lainnya. Perusahaan
telah mengajukan banding ke Pengadilan
Tinggi DKI Jakarta pada tanggal 1 Juni 2011 KETERBUKAAN INFORMASI
dan menyerahkan memori banding melalui Sebagai Perusahaan Terbuka yang telah
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada mencatatkan sahamnya di Bursa Efek
tanggal 19 Agustus 2011. Sampai laporan Indonesia (BEI), Garuda Indonesia wajib untuk
keuangan konsolidasian diterbitkan, perkara menyampaikan Keterbukaan Informasi kepada
tersebut masih dalam proses di Pengadilan Publik sebagaimana diatur dalam Peraturan
Tinggi DKI Jakarta. Bapepam No. X.K.1 Lampiran Keputusan
Ketua Bapepam No. Kep-86/Pm/1996 tentang
7. Pada tahun 2012, tanggal 8 Januari 2012, Keterbukaan Informasi Yang Harus Segera
Hotel Al Azhar mengajukan perubahan atas Diumumkan Kepada Publik dan Keputusan Direksi
gugatan kepada Perusahaan yang telah PT Bursa Efek Jakarta No. Kep-306/BEJ/07-2004
diajukan sebelumnya pada tanggal 14 Juni tentang Peraturan No. I-E tentang Kewajiban
2009 di Pengadilan Negeri Jeddah, Arab Saudi Penyampaian Informasi. Sampai dengan akhir
terkait dugaan cidera janji atas Perjanjian yang Desember 2012, Direksi telah menyampaikan 67
telah dibuat berkenaan dengan akomodasi laporan keterbukaan informasi kepada BEI.

Berita Pers Tahun 2012

No Tanggal Judul
1. 12 Januari Kinerja Garuda Indonesia Tahun 2012
2. 12 Januari Garuda Indonesia Performance in 2011 (in English)
3. 13 Januari Garuda Indonesia dan Bali Safari & Marine Park Laksanakan Program Konservasi
Burung Jalak Bali
4. 20 Januari Garuda Indonesia International Islamic Expo (in English)
5. 20 Januari Garuda Indonesia International Islamic Expo
6. 23 Januari Garuda Indonesia Tambah Frekuensi Penerbangan ke Asia Pasific dan Kurangi
Frekuensi Penerbangan ke Eropa (Amsterdam)
7. 23 Januari Garuda Indonesia Increases Flight Frequency to the Asia Pacific Region and Reduces
Flights to Europe (Amsterdam) (in English)
8. 25 Januari Garuda Indonesia Terima IMAC Award & Asia Money
9. 25 Januari Garuda Indonesia Wins IMAC & Asia Money Award (in English)
10. 26 Januari Garuda Indonesia Kerjasama Promosi Bersama dengan Bank Mandiri
11. 26 Januari Garuda Indonesia & Bank Mandiri Joint Marketing Promotion (in English)
12. 30 Januari Kementerian Perhubungan Keluarkan SIUAU PT Citilink Indonesia

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


192
Tata Kelola Perusahaan

Berita Pers Tahun 2012

No Tanggal Judul
13. 30 Januari Ministry Transportation Issues SIUAUNB PT Citilink Indonesia (in English)
14. 3 Februari Pemegang Saham Secara Mayoritas Menyetujui Program Pengembangan Armada
Sejalan Ekspansi Garuda Indonesia
15. 3 Februari The Majority of Shareholders Approves Fleet Development Program for Garudas
Future Expansion (in English)
16. 8 Februari Garuda Indonesia Tandatangani Perjanjian Kerja Bersama (PKB) 2011-2013 Sebagai
Bagian Melaksanakan Putusan PHI
17. 8 Februari Garuda Indonesia Wisuda Bali International Flight Academy (BIFA)
18. 10 Februari Garuda Indonesia Buka Penerbangan Bandung-Surabaya pp
19. 10 Februari Garuda Indonesia opens Bandung-Surabaya service (in English)
20. 15 Februari Garuda Indonesia Datangkan Pesawat Bombardier CRJ1000 NextGen
21. 15 Februari Garuda Indonesia to acquire 18 Bombardier CRJ1000 NextGen (in English)
22. 17 Februari Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) Roadshow: Bandung
23. 21 Februari Garuda Indonesia dan Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif Jalin Kerjasama
Promosi Pariwisata Indonesia
24. 23 Februari CSR Garuda: Penanaman Mangrove di Pantai Indah Kapuk
25. 24 Februari Garuda Indonesia Datangkan Pesawat Baru 2 Boeing 737-800NG dan 1 Airbus A330-
200
26. 24 Februari Road Show Garuda Indonesia Travel Fair 2012 di Pekanbaru
27. 2 Maret Road Show Garuda Indonesia Travel Fair 2012 di Manado
28. 5 Maret Garuda Indonesia dan Pertamina Luncurkan Aplikasi Fuel Reconcile System Fuel
Online Garuda (FOGA) - Online Sales Distribution System (OSDS)
29. 7 Maret Garuda Indonesia Raih Penghargaan Best Airline in the World dari Roy Morgan
30. 7 Maret Garuda Indonesia Named Best International Airline by Roy Morgan (in English)
31. 7 Maret Garuda Indonesia Named Best Airline in The World (Sydney version)
32. 8 Maret Garuda Indonesia Kembali Menangkan Annual Report Award dari Lembaga
Internasional
33. 13 Maret 50 Tahun Penerbangan Garuda Indonesia ke Jepang
34. 16 Maret Road Show Garuda Indonesia Travel Fair 2012: Garuda Menggelar Travel Fair di
Makassar
35. 21 Maret Garuda Indonesia Raih Laba Komprehensif Rp 858.8 Miliar 2011
36 21 Maret Garuda Indonesia Books Comprehensive Income IDR 858,8 Billion in 2011 (in English)
37 30 Maret Road Show Garuda Indonesia Travel Fair 2012: Garuda Menggelar Travel Fair di Medan
38 30 Maret Garuda Indonesia dan Shell International Limited Kerjasama Corporate Account Global
Contract
39 31 Maret Garuda Indonesia Earth Hour 2012
40. 4 Maret Tingkatkan Sinergi Antar BUMN, Telkom dan Garuda Indonesia Tandatangani MoU
Layanan Korporat
41. 9 April Garuda Indonesia dan Standard Chartered Kerjasama Global
42. 11 April Garuda Indonesia Membeli 11 Airbus A330-300 Tambahan dari Airbus
43. 11 April Garuda Indonesia Orders More 11 Airbus A330-300 from Airbus (in English)
44. 11 April Penjelasan Garuda Indonesia tentang Penerbangan GA653
45. 12 April Garuda Indonesia Resmikan Gudang Cargo Domestik
46. 13 April Road Show Garuda Indonesia Travel Fair 2012 di Surabaya
47. 15 April Kunjungan PM Selandia Baru & 50 Tahun Penerbangan ke Jepang
48. 16 April Garuda Indonesia Tandatangani MoU dengan Auckland Airport
49. 16 April Auckland Airport signs MoU with Garuda Indonesia (in English)
50. 16 April Kerjasama Co-Branding Garuda BNI Credit Card

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
193
Data Perusahaan

Berita Pers Tahun 2012

No Tanggal Judul
51. 20 April Garuda Indonesia dan Amadeus Kerjasama Tingkatkan Sistem Pelayanan Penumpang
52. 20 April Garuda Indonesia and Amadeus Sign Agreement to Improve Passenger Service System
(in English)
53. 22 April Garuda Indonesia Resmikan GA642 Penerbangan Jakarta-Gorontalo
54. 25 April Garuda Indonesia dan Bank BJB Tandatangani Kerjasama Untuk Tingkatkan Sinergi
55. 25 April Penjelasan Listrik di Bandara Soekarno-Hatta Padam
56. 26 April Garuda Indonesia Ranking I Top 100 Annual Report Worldwide
57. 27 April RUPS Tahunan Garuda Indonesia
58. 27 April Road Show Garuda Indonesia Travel Fair 2012 di Pontianak
59. 27 April Garuda Indonesia Annual General Shareholders Meeting (in English)
60. 28 April Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif Sambut Penerbangan Baru Garuda Indonesia
dari Haneda - Denpasar
61. 30 April Kinerja Garuda Indonesia Kuartal I 2012
62. 30 April Q1-2012 Performance of Garuda Indonesia
63. 1 Mei Garuda Indonesia Tambah Frekuensi Makassar-Kendari-Makassar
64. 2 Mei Kerjasama Bantuan Pendidikan Garuda Indonesia dan Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan
65. 9 Mei Garuda Indonesia & GE Aviation Peduli Pendidikan Anak Usia Dini
66. 9 Mei Garuda Indonesia & GE Aviation Concern for Early Childhood Education (in English)
67. 10 Mei Kerjasama Garuda Indonesia & China Airlines
68. 10 Mei Garuda Indonesia Signs Agreement with China Airlines (in English)
69. 10 Mei Kerjasama Garuda Indonesia dan Ferrari Owner Club Indonesia (FOCI)
70. 11 Mei Road Show Garuda Indonesia Travel Fair 2012 di Padang
71. 14 Mei Kerjasama Coporate Sales Garuda Indonesia & Komite Sepeda Indonesia
72. 16 Mei Kerjasama Corporate Sales Garuda Indonesia dan 17 Institusi Pendidikan
73. 23 Mei Kerjasama Kemitraan Global Garuda Indonesia dan Accor Group
74. 24 Mei Garuda Indonesia Reinstates Service to Taipei (in English)
75. 25 Mei Road Show Garuda Indonesia Travel Fair 2012 di Malang
76. 24 Mei Garuda Indonesia Membuka Kembali Penerbangan Taipei
77. 26 Mei Garuda Indonesia Wisuda Pilot Bali International Flight Academy (BIFA) Angkatan 6
78. 1 Juni Garuda Indonesia Percayakan Jaminan Kesehatan Karyawannya kepada InHealth
79. 2 Juni Garuda Indonesia Membuka Kembali Penerbangan ke Pontianak
80. 7 Juni Kerjasama Garuda Indonesia dengan BTN
81. 8 Juni Road Show Garuda Indonesia Travel Fair 2012 di Batam
82. 8 Juni GMF Menjadi Authorized Service Facility Pertama Pesawat-pesawat Produksi
Bombardier di Asia Pasifik
83. 15 Juni Road Show Garuda Indonesia Travel Fair 2012 di Denpasar
84. 20 Juni Garuda Indonesia Raih the Best BUMN Marketers 2012
85. 21 Juni Tingkatkan Layanan, Garuda Indonesia Operasikan Boeing B737-800NG terbaru ke
Jambi
86. 26 Juni Garuda Indonesia Tambah Kapasitas Angkutan Lebaran 1433H
87. 27 Juni Garuda Indonesia Kerjasama dgn BPSDM
88. 28 Juni RUPSLB Garuda Indonesia
89. 6 Juli Garuda Indonesia dan Bank Indonesia Laksanakan Sosialisasi Corporate Online
System Bagi Pegawai Bank Indonesia
90. 12 Juli Garuda Indonesia Terpilih sebagai The Worlds Best Regional Airline di Farnborough
Air Show

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


194
Tata Kelola Perusahaan

Berita Pers Tahun 2012

No Tanggal Judul
91. 12 Juli Garuda Indonesia Tandatangani Kerjasama dengan Liverpool Football Club
92. 12 Juli Garuda Indonesia signs with Liverpool Football Club (in English)
93. 17 Juli Penjelasan Garuda Indonesia tentang Penerbangan GA174
94. 25 Juli Garuda Indonesia Buka Penerbangan Langsung Balikpapan-Singapura pp
95. 26 Juli Kerjasama Online Payment Garuda Indonesia dan Bank Danamon
96. 26 Juli Garuda Indonesia Luncurkan CD The Sounds of Indonesia
97. 1 Agustus Kinerja Garuda Indonesia Semester I 2012
98. 2 Agustus Garuda Indonesia dan KONI DKI Jakarta Kerjasama Sukseskan PON XVIII
99. 3 Agustus Garuda Indonesia Siap Terbangkan Jemaah Haji 2012
100. 13 Agustus Kebakaran IDC Duren Tiga
101. 15 Agustus Garuda Indonesia Himbau Penumpang Gunakan City Check-In dan Kiosk Check-In
102. 17 Agustus Garuda Indonesia Resmikan Premium Check-in di Bandara Soekarno-Hatta
103. 17 Agustus Garuda Indonesia Launches Premium Check-in in Soekarno-Hatta Airport (in English)
104. 28 Agustus Garuda Indonesia dan Serikat Pekerja Tandatangani Perjanjian Kerja Bersama (PKB)
105. 3 September Garuda Indonesia Resmi Sebagai Global Official Airline Liverpool FC
106. 3 September Garuda Indonesia officially appointed as Global Official Airline of Liverpool FC (in
English)
107. 5 September Garuda Indonesia Kembali Terpilih sebagai Best International Airlines
108. 5 September Once Again Garuda Indonesia Voted The Best International Airline
109. 11 September Kinerja Garuda Indonesia Januari-Juli 2012
110. 11 September Garuda Indonesia Performance January-July 2012
111. 14 September Road Show Garuda Indonesia Travel Fair 2012 di Semarang
112. 21 September Road Show Garuda Indonesia Travel Fair 2012 di Palembang
113. 21 September Garuda Indonesia Terbangkan 112.683 Calon Jemaah Haji Mulai Hari Ini
114. 1 Oktober Untuk Meningkatkan Pelayanan Kepada Penumpang, Garuda Indonesia, Angkasa Pura
I dan Angkasa Pura II Berlakukan Passenger Service Charge (PSC) Ke Dalam Tiket
Penerbangan
115. 5 Oktober Road Show Garuda Indonesia Travel Fair 2012 di Jambi
116. 11 Oktober Garuda Indonesia dan UOB Indonesia Tandatangani Kerjasama Promosi
117. 11 Oktober Garuda Indonesia Resmikan 20 Cargo Service Center di 15 Kota di Indonesia
118. 12 Oktober Garuda Indonesia Operasikan Pesawat Bombardier CRJ1000 NextGen
119. 15 Oktober Garuda Indonesia Raih Best Annual Report Di International Business Award di Seoul
120. 18 Oktober Garuda Indonesia dan Etihad Airways Tandatangani Kerjasama Codeshare
121. 20 Oktober Garuda Indonesia Terbangkan 112.473 Calon Jemaah Haji Ke Tanah Suci dengan
Ketepatan Penerbangan Mencapai 90.88%
122. 25 Oktober Hingga Q3-2012, Garuda Indonesia Berhasil Raih Pendapatan USD 2.39 milliar
123. 25 Oktober In the third quarter of 2012, Garuda Indonesia Succeeds in Earning USD 2.39 billion (in
English)
124. 2 November Garuda Indonesia Tandatangani Kerjasama Perawatan Mesin Airbus A330 Trent 700
Dengan Rolls Royce
125. 9 November Garuda Indonesia dan Mandiri Menggelar Garuda Indonesia Travel Fair 2012
126. 10 November Garuda Indonesia Gelar Golf Tournament Medan
127. 12 November BKPM dan Garuda Indonesia Resmikan Kerjasama Promosi
128. 18 November Garuda Indonesia Raih Penghargaan Best Annual Report Dalam Moskow Exchange
Annual Report Competition di Rusia
129. 21 November Citibank dan 6 Lembaga Keuangan Internasional Menfasilitasi Kredit Sindikasi US$120
Juta Untuk Garuda Indonesia
130. 1 Desember Garuda Indonesia Tambah Frekuensi Penerbangan Jakarta-Bangkok

Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2012


Profil Perusahaan
Strategi Perusahaan
Laporan Manajemen
Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan Pendukung Bisnis
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi
195
Data Perusahaan

Berita Pers Tahun 2012

No Tanggal Judul
131. 2 Desember Garuda Indonesia Layani Penerbangan ke 6 Destinasi Baru di Eropa dan Timur Tengah
132. 2 Desember Garuda Indonesia Telah Selesaikan Telah Selesaikan Penerbangan Haji 1433H/ 2012
133. 5 Desember GE, TEMPO Institute dan Garuda Indonesia Lahirkan Calon Pemimpin Berkualitas
Melalui Program Menjadi Indonesia
134. 6 Desember Garuda Indonesia Tennis Master Kembali Digelar di Jakarta
135. 7 Desember Garuda Indonesia Dukung Konser Keajaiban Indonesia The Great Indonesian
Songbook: Sound From the East
136. 12 Desember Hari Pertama Christopher Rungkat Bertemu Irfandi Hendrawan Sementara Fany
Damayanti Dipertemukan dengan Vivin Silfany
137. 12 Desember Garuda Indonesia buka Rute Balikpapan-Tarakan
138. 12 Desember Garuda Indonesia Selenggarakan Garuda Indonesia Peduli Peningkatan Kualitas
Pendidikan Jawa Timur
139. 13 Desember Hari Kedua, Christopher Rungkat, Elbert Sie, dan Sunu Wahyu Trijati, Pimpin
Perolehan Poin Sementara Tunggal Putra. Sementara Ayu Fani Damayanti dan Jessy
Rompies, Unggul pada Perolehan Poin Sementara Tunggal Putri
140. 14 Desember Garuda Indonesia Menggelar Garuda Indonesia Islamic Expo 2012
141. 14 Desember Garuda Indonesia Raih Penghargaan Korporasi Pilihan Serikat Perusahaan Pers 2012
142. 15 Desember Jessy Rompies bertemu Lavinia Tananta di Babak Final, Christopher Rungkat kembali
bertemu dengan Sunu Wahyu Trijati di Babak Final
143. 16 Desember Christopher Rungkat dan Lavinia Tananta Raih Gelar Juara Garuda Indonesia Tennis
Master 2012
144. 18 Desember Coca-Cola Amatil Indonesia dan Quiksilver Bangun Kemitraan dengan Garuda
Indonesia untuk Optimalkan Upaya Kurangi Sampah di Pantai Bali
145. 19 Desember Garuda Indonesia Gelar Pelatihan Program ProfesiAirlines Business Bagi Siswa
Berprestasi yang berasal dari Keluarga Kurang Mampu
146. 21 Desember Garuda Indonesia Buka Rute SurabayaLombok dan Surabaya-Semarang
147. 21 Desember Garuda Indonesia Buka Rute SemarangSurabaya
148. 22 Desember Garuda Indonesia Alihkan Terminal Keberangkatan (Domestik) Di Bandara Ngurah Rai,
Denpasar Bali

Keterbukaan Informasi ke IDXNet Tahun 2012

No. Tanggal Perihal Keterangan


Pemberitahuan Rencana Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa RUPS
1. 5 Januari Penyelenggaraan Ke- 1 untuk tahun buku 2012 pada 3 Februari 2012
Rapat Umum Pemegang Saham pukul 09:00 WIB

2. 5 Januari Penyampaian Bukti Iklan Pemberitahuan RUPS Luar Biasa

Penjelasan Atas Permintaan Konfirmasi


Penjelasan mengenai Maskapai Hong Kong dan AS
3. 11 Januari Bursa Tentang Pemberitaan Di Media
Minati 11% Saham GIAA
Massa