Anda di halaman 1dari 4

Maria Rosalinda (3203014347)

Gina Vinsensia (3203015185)

Topik: Perekonomian Membaik karena Tax Amnesty

Pendapat PRO
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, mengatakan tax amnesty dapat
menggenjot perekonomian Indonesia, di tengah lesunya perekonomian global.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara
memperkirakan kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty dapat
mendorong pertumbuhan ekonomi nasional menjadi 5,3 persen.
Capital inflow adalah cara untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Lewat
tax amnesty, kita bisa merebut kembali devisa dan dana yang harusnya
menjadi hak kita," kata Bambang.

Pendapat KONTRA
Direktur Eksekutif Perkumpulan Prakarsa Setyo Budiantoro menilai
rencana pemerintah untuk melakukan upaya pengampunan pajak atau Tax
Amnesty tak tepat.
Di APBN, postur penerimaan negara 85 persen berasal dari pajak. Ini cukup
besar dari PPh (pajak penghasilan) buruh Rp 700 triliun-Rp 800 triliun pajak
dari buruh yang dipotong tiap bulan melalui perusahaan. Buruh yang selama
ini taat dikasih upah murah, sementara perusahaan yang pengemplang malah
diampuni, justru dianggap pahlawan negara. Ini kan aneh," tandas Sekretaris
Jenderal KSPI Muhammad Rusdi
"Pengemplang pajak malah dikasih karpet merah. Mereka malah dilindungi,"
ujar Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal
Di tengah hiruk pikuk pembahasan reshuffle kabinet di Indonesia,
pembahasan mengenai Tax Amnesty masih hangat dibicarakan, terutama setelah
pergantian Menteri Keuangan Indonesia. Tax Amnesty atau pengampunan pajak saat
ini sedang didorong oleh pemerintah karena dianggap dapat meningkatkan pemasukan
negara. Perpajakan memang menjadi sumber dana yang besar bagi pembangunan
nasional di Indonesia, oleh sebab itu penerimaan pajak yang tinggi akan
mempengaruhi pada pembangunan nasional. Untuk menggali penerimaan negara dari
sektor perpajakan dibutuhkan upaya-upaya nyata, serta diimplementasikan dalam
bentuk kebijakan pemerintah. Upaya-upaya tersebut dapat berupa intensifikasi
maupun ekstensifikasi perpajakan. Intensifikasi pajak dapat berupa peningkatan
jumlah Wajib Pajak (WP) maupun peningkatan penerimaan pajak itu sendiri.
Upaya ekstensifikasi dapat berupa perluasan objek pajak yang selama ini
belum tergarap. Untuk mengejar penerimaan pajak, perlu didukung situasi sosial
ekonomi politik yang stabil, sehingga masyarakat juga bisa dengan sukarela
membayar pajaknya. Pemerintah tentu diharapkan dapat mempertimbangkan kembali
kebijakan perpajakan yang bisa menarik minat masyarakat menjadi wajib pajak
seperti sunset policy. Kebijakan Tax Amnesty ini mendapat sambutan baik dari Bank
Indonesia karena adanya kebijakan ini berdampak positif terhadap pasar keuangan
Indonesia di tengah pelemahan ekonomi global. Gubernur Bank Indonesia, Agus DW
Martowardjojo menjelaskan, BI mengamati kondisi dunia cukup banyak berdampak
terhadap ekonomi negara-negara berkembang, seperti Brexit. Ketika referendum di
Inggris memutuskan untuk keluar dari Uni Eropa, itu dampak kepada banyak negara
guncangannya.
Sambutan positif terhadap Tax Amnesty juga dikemukakan oleh Kepala Riset
NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, yang mengatakan bahwa
disahkannya RUU Pengampunan Pajak masih menjadi sentimen positif bagi mata
uang rupiah kembali terapresiasi terhadap dolar AS. Kebijakan itu membuka peluang
dana repatriasi di luar negeri akan masuk ke dalam negeri yang akhirnya dapat
menjaga pertumbuhan ekonomi domestik. Menteri Keuangan Bambang
Brodjonegoro, mengatakan tax amnesty dapat menggenjot perekonomian Indonesia,
di tengah lesunya perekonomian global. Dampak positifnya tersebut salah satunya
masuknya dana asing ke Indonesia sampai 24 Juni mencapai ekuivalen Rp 97 triliun,
padahal tahun lalu di periode yang sama hanya Rp 57 triliun. Menurut Bambang, sulit
untuk menggenjot kredit perbankan karena rasio pinjaman terhadap dana pihak ketiga
(DPK) pada bank di Indonesia sudah tinggi, yakni di atas 90%. Jadi perlu dana segar
yang diharapkan bisa datang dari repatriasi hasil tax amnesty. Kredit perbankan ini
bisa menggenjot perekonomian Indonesia, di tengah lesunya perekonomian global.
Capital inflow adalah cara untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Lewat tax
amnesty, kita bisa merebut kembali devisa dan dana yang harusnya menjadi hak kita,"
kata Bambang.
Tax amnesty diketahui menjadi instrumen sumber pertumbuhan ekonomi
pemerintah. Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro, mengatakan tahun ini dan
tahun depan, kondisi perekonomian global tidak pasti. Sehingga sulit bagi pemerintah
Indonesia untuk mencari sumber dana asing (capital inflow) untuk masuk ke dalam
negeri. Jadi tax amnesty ini akan menjadi alat untuk mendatangkan dana segar dari
luar negeri ke dalam negeri. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Mirza
Adityaswara memperkirakan kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty dapat
mendorong pertumbuhan ekonomi nasional menjadi 5,3 persen.
Namun berbeda halnya dengan dukungan dan argumen positif terhadap Tax
Amnesty sebelumnya, Direktur Eksekutif Perkumpulan Prakarsa Setyo Budiantoro
justru menilai rencana pemerintah untuk melakukan upaya pengampunan pajak atau
Tax Amnesty tak tepat. Ia menilai Tax Amnesty bukan akan meningkatkan
pendapatan pajak, upaya itu justru akan berdampak sebaliknya. Keringanan bagi
wajib pajak yang enggan membayar akan menjadi preseden buruk bagi masyarakat
yang selama ini taat membayar pajak. Menurutnya, Tax amnesty justru
kontraproduktif karena membuat orang yang taat bayar pajak menjadi tidak
termotivasi. Sebaliknya, bagi wajib pajak yang menyembunyikan aset mereka di luar
negeri, upaya ini akan mengesankan bahwa pemerintah tak tegas dan bisa ditawar. Di
Indonesia sendiri, Tax Amnesty sebelumnya sudah pernah diberikan oleh pemerintah.
Memang terjadi peningkatan pajak jangka pendek, namun secara keseluruhan rasio
pajak tetap menunjukkan penurunan.
Meski Undang-Undang Pengampunan Pajak telah disahkan dan pemerintah
mulai menjalankan program tersebut, sejumlah kalangan masih menyampaikan
penolakan. Mereka beralasan bahwa UU Pengampunan Pajak justru akan lebih
banyak menyengsarakan rakyat. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia
(KSPI) Said Iqbal kemudian membawa ratusan orang yang terdiri dari buruh formal
dan informal ke depan gedung Mahkamah Konstitusi (MK). Mereka menuntut
pembatalan UU Pengampunan Pajak. Massa yang datang dari berbagai perusahaan ini
menilai bahwa UU tersebut telah mencederai buruh yang menjadi elemen penting
dalam penerimaan pajak negara melalui potongan gaji yang selalu dipangkas setiap
bulan oleh perusahaan. "Pengemplang pajak malah dikasih karpet merah. Mereka
malah dilindungi," ujar Said.
Sementara itu, secara substansi, tax amnesty ini dinilai tidak memberikan rasa
keadilan kepada buruh dan pekerja. Pasalnya selama ini buruh dan pekerja yang sudah
taat membayar pajak dinilai kurang mendapatkan perhatian. Sementara para pemilik
modal yang menghindar dari pajak malah mendapatkan pengampunan. Di APBN,
postur penerimaan negara 85 persen berasal dari pajak. Ini cukup besar dari PPh
(pajak penghasilan) buruh Rp 700 triliun-Rp 800 triliun pajak dari buruh yang
dipotong tiap bulan melalui perusahaan. Buruh yang selama ini taat dikasih upah
murah, sementara perusahaan yang pengemplang malah diampuni, justru dianggap
pahlawan negara. Ini kan aneh," tandas Sekretaris Jenderal KSPI Muhammad Rusdi.

Daftar Pustaka:
Deni, S. (2016). Ini Alasan Buruh Ngotot Tolak Tax Amnesty. Retrieved 29
Sep 2016 from http://bisnis.liputan6.com/read/2613698/ini-alasan-buruh-
ngotot-tolak-tax-amnesty
Aquina, D. (2016). Tax Amnesty Diberlakukan, Perekonomian Indonesia akan
Membaik?. Retrieved 18 Juli 2016 from http://www.money.id/finance/tax-
amnesty-diberlakukan-perekonomian-indonesia-akan-membaik-1607157.html
Iqbal, M. (2016). Penolakan Terhadap Tax Amnesty. Retrieved 09 April 2017
from http://www.republika.co.id/berita/koran/pareto/16/08/01/ob86g721-
penolakan-terhadap-tax-amnesty
Alifa, S. (2016). Pro Kontra Tax Amnesty di Indonesia: Produktif atau
Kontraproduktif?. Retrieved 4 Agustus 2016 from
http://www.pasbana.com/2016/08/pro-kontra-tax-amnesty-di-indonesia.html