Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH PENGUKURAN

CURRENT TRANSFORMER (CT)

Dikumpulkan untuk memenuhi tugas matakuliah


Pengukuran
Yang diampu oleh Bapak Ir Budi Eko Prasetyo ., MMT

Disusun oleh:

FANY DWI KRISTANTI


1641150029

BRENDA YUNIEL VINZA H.


1641150031

DIAN AFRIKA PERMATASARI


16411500

LUTFI CHRISTANTI
16411500

RIKA DWI PRADITA


16411500

Kelas:
D4 SKL 2C

PRODI SISTEM KELISTRIKAN


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI MALANG
2017
KATA PENGANTAR

Segala puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala
rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan Makalah Current Transformer ini dengan baik.
Makalah ini berisi tentang pengertian trafo arus, fungsi dari trafo tersebut, prinsip kerja, jenis
jenis trafo arus, letak dari trafo, perbedaan trafo pengukuran dan trafo daya, galat (faktor error)
dan burden trafo, tingkat kejenuhan trafo dan lain-lain.
Penulis hanyalah insan biasa yang berusaha sebaik mungkin dalam membuat dan
menyelesaikan makalah ini, tetapi usaha konstruktif terutama dari penulis sendiri akan selalu
penulis tingkatkan guna mencapai hasil yang lebih baik. Penulis berharap makalah ini dapat
digunakan dan memberikan manfaat sekaligus sebagai media informasi bagi para pembaca.
Kritik dan saran yang bersifat membangun selalu penulis nantikan guna terselesaikannya
makalah yang lebih baik di masa mendatang dan meningkatkan kemampuan kami dalam
penyelesaian makalah.
Akhir kata penulis ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak
yang terkait baik secara langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan makalah ini.

Malang , 16 Oktober 2017

Penulis
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Perkembangan teknologi pada era modern sangat berkembang pesat. Hal ini
menyebabkan kebutuhan akan energi sangat besar terutama energi listrik. Listrik sangat
penting bagi kelangsungan hidup manusia di dunia ini. Listrik dapat dimanfaatkan dengan
berbagai macam mulai dari penerangan, indusri,transportasi, pembangunan, dan
perkembangan teknologi. Dengan semakin bertambahnya kebutuhan akan listrik maka sangat
diperlukan penambahan jumlah pembangkit listrik untuk dapat memenuhi kebutuhan listrik.
Komponen utama dari suatu pembangkit adalah turbin, generator dan transformator. Turbin
berfungsi penggerak rotor generator. Generator berfungsi untuk membangkitkan tegangan,
Transformator berfungsi untuk mengubah tegangan. Listrik untuk dapat sampai ke pelanggan
membutuhkan saluran atau penyulang. Dalam sistem kelistrikan mengenal dengan nama
jaringan transmisi dan jaringan distribusi.
Untuk jaringan transmisi dan distribusi terdapat gardu induk. Fungsi dari gardu induk
adalah menstransformasikan tegangan menjadi tegangan tinggi atau tegangan menengah.
Salah satu peralatan yang terdapat pada gardu induk adalah trafo arus (current transformer).
Fungsi utama dari peralatan tersebut adalah pengukuran dan pemberi sinyal gangguan kepada
relai. Trafo arus adalah trafo satu fasa dan berbeda dengan trafo daya. Alasan menggunakan
peralatan tersebut adalah jaringan yang sangat tinggi sangat sulit dilakukan pengukuran
secara langsung dengan menggunakan voltmeter atau ammeter dan juga dapat
membahayakan operator. Dengan sistem kelistrikan yang sangat kompleks maka dibutuhkan
peralatan ini.
Trafo arus memiliki prinsip kerja yang sama hanya berbeda pengkonversiannya. Trafo
arus mentransformasi arus. Komponen penting dari kedua peralatan tersebut adalah
kumparan dan inti. Kumparan pada trafo terdiri dari kumparan primer dan kumparan
sekunder. Prinsip kerja trafo sama dengan trafo daya satu fasa. Terdiri dari 2 bagian penting
yaitu kumparan dan inti besi. Kumparan pada trafio terdapat2 macam yaitu kumparan primer
dan kumparan sekunder. Jika pada kumparan primer menagalir arus 1 , maka pada kumparan
primer timbul gaya gerak magnet sebesar 1 1 . Gaya gerak magnet ini memproduksi fluks
mutual pada inti. Fluks mutual ini membangkitkan GGL (Gaya Gerak Listrik) pada
kumparan sekunder (2 ).
Dalam makalah ini akan menjelaskan secara lengkap tentang pengertian trafo arus, fungsi
dari trafo tersebut, prinsip kerja, jenis jenis trafo arus, letak dari trafo, perbedaan trafo
pengukuran dan trafo daya, galat (faktor error) dan burden trafo, tingkat kejenuhan trafo dan
lain-lain. Hal ini penting untuk diketahui dikarenakan peralatan ini memiliki peran yang
sangat besar dalam dunia kelistrikan apalagi peralatan ini sangat diperlukan di gardu induk
untuk dapat memonitor sekaligus membantu kinerja dari relai. Untuk mahasiswa teknik
elektro yang fokus pada sistem tenaga, makalah ini sangat bermanfaat untuk menambah ilmu
pengetahuan tentang macam macam trafo. Dan dapat dijadikan referensi untuk lebih
mengenal trafo arus.
1.2 Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :
Memahami pengertian dari trafo pengukuran
Mengetahui komponen komponen trafo
Mengetahui prinsip kerja trafo pengukuran
Mengerti tentang jenis jenis trafo pengukuran
Memahami galat dan burden trafo
Mengetahui faktor pertimbangan dalam pemilihan trafo pengukuran
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Current Transformator (CT)

Trafo arus atau current transformer adalah trafo satu fasa yang berfungsi untuk
mentransformasikan arus kuat pada jaringan kesuatu nilai arus lemah supaya dapat diukur
dengan amperemeter dan dimanfaatkan sebagai besaran sensor pada relai proteksi. Pengukuran
arus pada jaringan tegangan tinggi tidak dapat dilakukan seperti mengukur pada jaringan
tegangan rendah. Dikarenakan dapat membahayakan operator dan sulit mengukur secara
langsung dengan menggunakan amperemeter karena memilii batas kemampuan..

Pada sistem tenaga listrik ditemukan juga relai-realai proteksi yang mengontrol kinerja
sistem tenaga listrik. Relai relai tersebut juga membutuhkan besara sensor berupa arus lemah.
Sehingga dibutuhkan peran trafo arus untuk mentransformasikan arus kuat pasda suatu jaringan
ke suatu nilai arus lemah supaya dapat diukur amperemeter dan dapat dimanfaatkan sebagai
besaran sensor pada relai proteksi.

a) Trafo arus tegangan tinggi. b) Trafo arus tegangan menengah. c) Trafo arus tegangan rendah
2.2 Fungsi Current Transformer ( Trafo Arus)
Trafo arus digunakan untuk pengukuran arus yang besarnya ratusan bahkan ribuan
ampere dan arus yang mengalir dalam jaringan tegangan tinggi. Pengukuran langsung dengan
amperemeter dapat dilakukan juga pada jaringan tegangan rendah dengan arus dibawah 5 A.
Pada jaringan tegangan tinggi pengukuran tidak dapat dilakukan secara langsung karena dapat
membahayakan operator. Pengukuran secara langsung pada jaringan tegangan tinggi juga dapat
membahayakan ammeter dikarenakan isolasi ammeter tidak dirancang untuk memikul tegangan
tinggi. Jika arus yang hendak diukur mengalir pada jaringan tegangan rendah dan besar arus
melebihi 5 A, maka pengukuran tidak dapat dilakukan secara langsung dengan menggunakan
ammeter dikarenakan batas kemampuan ammeter hanya mengukur arus di bawah 5 A.
Selain digunakan untuk pengukuran arus, trafo arus dibutuhkan untuk pengukuran daya
dan energi, untuk keperluan telemeter dan relai proteksi. Kumparan primer trafo arus
dihubungkan seri dengan jaringan atau peralatan yang diukur arusnya, sedangkan kumparan
skunder dihubungkan dengan meter atau relai proteksi seperti pada gambar 2.2. Pada umumnya
peralatan ukur dan relai membutuhkan arus sekitar 1 A sampai dengan 5 A.
Saat terjadi hubung singkat, trafo arus harus menahan arus hubung singkat pada batas
waktu tertentu. Rentang kerja trafo arus yang digunakan untuk pengukuran biasanya 0,05 sampai
1,2 kali arus yang akan diukur. Trafo arus untuk tujuan proteksi dirancang untuk mampu
mengalirkan arus lebih sebesar 10 kali arus nominalnya.

Letak trafo arus pada sistem single busbar


2.3 Prinsip Kerja Current Transformer

Prinsip kerja trafo sama dengan trafo daya satu fasa. Terdiri dari 2 bagian penting yaitu
kumparan dan inti besi. Kumparan pada trafio terdapat 2 macam yaitu kumparan primer dan
kumparan sekunder. Jika pada kumparan primer mengalir arus 1 , maka pada kumparan primer
timbul gaya gerak magnet sebesar 1 1 . Gaya gerak magnet ini memproduksi fluks mutual pada
inti. Fluks mutual ini membangkitkan GGL (Gaya Gerak Listrik) pada kumparan sekunder (2 ).

Bagian utama trafo arus dan rangkaian ekivalen trafo arus

Jika terminal kumparan sekunder tertutup, maka pada kumparan sekunder mengalir arus 2 .
Arus ini akan menimbulkan gaya gerak magnet sebesar 2 2 pada kumparan sekunder. Bila
pada trafo tergolong trafo ideal, sehingga berlaku persamaan
1 1 = 2 2
atau
1 2
=
2 1

Dalam praktiknya trafo arus selalu mengandung arus eksitasi atau arus beban nol (0 ). Arus
beban nol menimbulkan fluks mutual ( ) yan dibutuhkan untuk membangkitkan gaya gerak
listrik 2 . Hubungan fluks mutual ( )dengan gaya gerak listrik 2 adalah

2 = 4,44 2 = 4,44 2

Dalam perencanaan suato trafo arus ditetapkan batas tertinggi arus kontinu yang mengalir
pada belitan primer dan belitan sekunder, masing masing disebut arus nominal primer dan arus
nomoinal sekunder. Perbandingan arus nominal dengan arus sekunder disebut faktor rasio
nominal.
2.4 Perbedaan Current Transformer dengan Power Transformer
Perbedaan current transformer dengan power transformer dapat dijelaskan sebagai berikut :
Jumlah belitan kumparan primer CT sangat sedikit , tidak lebih dari lima belitan.
Arus primer tidak dipengaruhi arus beban yang terhubung ke kumparan sekunder, karena
arus primer ditentukan oleh arus pada jaringan yang diukur.
Semua beban pada kumparan sekunder dihubung seri.
Terminal sekunder trafo tidak boleh terbuka, oleh karena itu terminal kumparan sekunder
harus selalu dihubungkan dengan beban atau dihubung singkat jika bebannya belum
dihubungkan. Hal ini dikarenakan saat sisi sekunder dilepas fluks mutual tidak tersalurkan
ke sisi sekunder dan hanya mengelilingi inti. Efeknya adalah dengan fluks mutual yang
sangat tinggi berputar di dalam inti besi,maka timbul rugi rugi inti. Rugi rugi inti
menyebabkan pada inti besi kenaikan temperature inti besi. Akibatnya isolasi pada trafo
arus akan rusak dan mengakibatkan trafo arus rusak dan pecah.

2.5 Komponen-Komponen Current Transformer


Untuk tipe cincin yang terlihat pada gambar 2.4 terdiri dari 4 bagian yaitu terminal
utama, terminal sekunder, kumparan sekunder dan plat pertanahan. Fungsi dari masing-masing
bagian tersebut adalah sebagai berikut ;
Terminal Utama berfungsi sebagai penghubung trafo arus dengan terminal arus tinggi.
Untuk tipe cincin tidak memiliki kumparan primer, hanya terdapat terminal utama
sebagai pengganti kumparan primer. Hal ini dikarenakan CT dipasang bergelantungan
pada saluran.
Terminal Sekunder berfungsi untuk penghubung trafo arus dengan alat ukur atau relai
proteksi
Kumparan Sekunder berfungsi menurunkan arus sehingga sebesar 1-5 A agar dapat
digunakan sebagai pengukuran atau proteksi
Plat Pertanahan berfungsi pengaman untuk bodi trafo arus saat terjadi gangguan

1) Terminal Utama
2) Terminal Sekunder
3) Kumparan sekunder
4) Plat pertanahan

Tipe Cincin

Untuk tipe tangki yang sebelumnya komponen-komponennya sama dengan komponen


komponen CT tipe cincin. Hanya saja memiliki tambahan tambahan seperti bagian atas Trafo
arus (transformator head), peredam perlawanan pemuaian minyak (oil resistant expansion
bellows), penjepit (clamps), Inti kumparan dengan belitan berisolasi utama (core and coil
assembly with primary winding and main insulation), inti dengan kumparan sekunder (core
with secondary windings), Tangki (tank), Tempat terminal (terminal box).
1. Bagian atas Trafo arus (transformator head).
2. Peredam perlawanan pemuaian minyak (oil
resistant expansion bellows).
3. Terminal utama (primary terminal).
4. Penjepit (clamps).
5. Inti kumparan dengan belitan berisolasi utama
(core and coil assembly with primary winding
and main insulation).
6. Inti dengan kumparan sekunder (core with
secondary windings).
7. Tangki (tank).
8. Tempat terminal (terminal box).
9. Plat untuk pentanahan (earthing plate)

2.6 Jenis-jenis Current Transformator

Jenis trafo dapat dibagi menurut jumlah dan konstruksi kumparan primer, menurut jumlah rasio,
menurut jumlah inti, menurut ketelitian, menurut pemasangan, menurut konstruksi isolasi.
Berikut ini akan dijelaskan jenis-jenis trafo menurut pembagiannya.

2.6.1 Menurut Jumlah dan Konstruksi Kumparan Primer


Jenis trafo arus ditinjau dari konstruksi belitan primer terdiri dari jenis kumparan
(wound type) dan jenis konduktor tunggal. Jenis konduktor terbagi menjadi 2 jenis
yaitu jenis cincin dan jenis bar. Jenis trafo tersebut dapat diperlihatkan pada gambar
2.6.
Jenis cincin tidak dilengkapi dengan kumparan primer, hanya terdiri dari inti dan
kumparan sekunder. Jenis ini dapat langsung dirangkaikan pada kondoktor yang
arusnya akan diukur, Jenis cincin juga terbagi 2 jenis yaitu jenis bushing dan jenis
terbuka. Jenis bushing digunakan untuk mengukur arus pada konduktor yang sudah
berisolasi penuh. Seperti untuk mengukur arus keluaran trafo daya, trafo arus dipasang
pada bushing trafo daya. Dalam hal ini , isolasi belitan primer dengan inti trafo arus
adalah isolasi dari bushing itu sendiri, sehingga tidak dibutuhkan lagi isolasi
tambahan. Untuk jenis cincin terbuka, intinya dilengkapi dengan isolasi untuk
mengisolir belitan primer dengan inti. Trafo arus ini digunakan untuk pengukuran arus
pada konduktor telanjang, misalnya rel daya pada panel daya.
Trafo arus jenis kumparan digunakan untuk pengukuran arus rendah, untuk
burden yang besar dan pengukuran untuk ketelitian yang sangat tinggi. Jumlah belitan
primernya bergantung pada arus primer yang diukur, biasanya di batasi lebih daripada
5 belitan dan dirancang menghasilkan gaya gerak magnet kira kira 1200 ampere per
belitan. Penambahan jumlah belitan primer akan mengurangi kemampuan trafo arus
memikul efek termal dan gaya dinamis yang terjadi pada kumparan ketika kumparan
primer dialiri arus hubung singkat sistem. Jenis kumparan dapat dilihat pada gambar
2.6.
Trafo arus jenis konduktor tunggal digunakan untuk pengukuran arus besar
(ribuan ampere). Konstruksinya sangat sederhana dan kokoh sehingga trafo arus ini
mampu menahan arus hubung singkat yang besar atau bisa dikatakan bahwa trafo ini
dapat memikul efek termal dan gaya dinamis yang terjadi pada kumparannya, ketika
kumparan primer arus hubung singkat sistem. Tetapi , trafo arus jenis kondutor
tunggal dengan arus nominal primer rendah. Hanya pada arus primer nominal 1000
A diperoleh ketelitian yang lebih tinggi. Ketelitian trafo arus jenis konduktor tunggal
dapat juga ditinggikan dengan menambah luas penampang intinya. Akibatnya,
dibutuhkan volume isolasi yang semakin besar sehingga biaya menjadi lebih tinggi.

Jenis trafo arus menurut jumlah dan konstruksi kumparan primer

2.6.2 Menurut Jumlah Rasio

Menurut jumlah rasio trafo arus terbagi atas dua jenis yaitu trafo arus rasio
tunggal dan trafo arus rasio ganda. Untuk memperoleh trafo arus rasio ganda,
jumlah belitan kumparan primer diperbanyak. Kumparan-kumparan itu dapat
dihubungkan seri atau paralel. Trafo arus rasio ganda dapat juga diperoleh dengan
mengubah jumlah belitan sekundernya.

Trafo arus dapat digunakan untuk mengukur arus yang besar, maka belitan
primer biasanya dibagi menjadi menjadi beberapa kelompok yang dapat
dihubungkan seri atau parallel. Dengan demikian arus primer nominal trafo arus
dapat diatur. Perubahan arus primer nominal membuat rasio arus nominal
bervariasi, namun galat tetap tidak berubah untuk setiap rasio yang dipilih, karena
ampere seri, ketahanan arus hubung singkat sangat rendah daripada ketika belitan
primer dihubungkan parallel dan ketahanan arus hubung singkat trafo arus
menjadi kurang.

Rasio ganda pada trafo arus jenis kumparan diperoleh dengan merangkai
kumparan primernya.. Untuk memperoleh arus nominal primer dan arus waktu
singkat yang tinggi, konduktor primer tafo arus terbuat dari konduktor tunggal.
Pada trafo arus jenis konduktor tunggal, rasio ganda diperoleh dengan membuat
sadapan di kumparan sekundernya. Tetapi perlu diperhatikan bahwa daya
keluaran sebanding dengan kuadrat ampere-belitan sekundernya. Jika rasio
dikurangi menjadi setengah , maka kapasitas dayanya berkurang menjadi
seperempat daripada semula, tetapi arus termal waktu singkat tetap seperti semula
Jenis trafo.

Rangkaian primer untuk memperoleh rasio ganda

2.6.3 Menurut Jumlah Inti

Berdasarkan jumlah inti, trafo arus terbagi menjadi 2 jenis yaitu trafo arus inti
tunggal dan trafo arus inti ganda. Trafo arus inti ganda digunakan jika sistem
,membutuhkan arus pengukuran dan proteksi. Pada gambar diatas memperlihatkan
trafo arus 2 inti , satunya diapakai untuk pengukuran dan satunya lagi digunakan
untuk proteksi.
Jika terjadi gangguan pada sisi primer suatu trafo arus, gangguan juga dirasakan
pada rangkaian sekunder trafo arus tersebut. Relai proteksi pada rangkaian sekunder
tidak membutuhkan ketelitian tingg, tetapi harus mentransformasikan arus
gangguan sehingga relai bekerja.
Inti trafo arus untuk pengukuran terbuat dari bahan yang jenuh pada arus rendah,
sehingga besar arus belitan sekunder tetap dalam batas kemampuan ammeter
sekalipun arus di belitan primer naik beberapa puluh arus nominalnya, sehingga
ammeter tidak menjadi rusak ketika arus primer sangat besar. Sebaliknya, inti yang
digunakan untuk relai proteksi harus terbuat dari bahan yang jenuh pada arus tinggi,
sehingga arus sekunder tetap sebanding dengan arus primer sekalipun arus primer
naik sampai sepuluh atau lima belas kali arus nominal primer.

Trafo arus inti tunggal dan inti ganda