Anda di halaman 1dari 13

8 Pengertian IPA menurut Para Ahli

Add Comment

pendidikan, pgsd, Skripsi

1.

Menurut Nash dalam Hendro Darmodjo dan Jenny R. E. Kaligis (1992: 3)


IPA adalah suatu cara atau metode untuk mengamati alam. Cara atau metode
tersebut harus bersifat analitis, lengkap, cermat, serta menghubungkan antara
fenomena dengan fenomena yang lain. Metode tersebut dapat membentuk
suatu perspektif yang baru tentang objek yang diamatinya itu. Metode
1. tersebut adalah metode berpikir ilmiah.

H.W Flowler dalam Trianto, (2010:136) menyatakan bahwa IPA sebagai


pengetahuan yang sistematis dan dirumuskan yang berhubungan dengan gejala-
gejala kebendaan dan didasarkan terutama atas pengamatan dan deduksi
2. Wahyana dalam Trianto (2010:136) mengatakan bahwa IPA adalah suatu kumpulan
pengetahuan yang tersusun secara sistematik, dan dalam penggunaanya secara
umum terbatas pada gejala-gejala alam.
3. Trianto. 2010. Model Pembelajaran Terpadu Konsep, Strategi, dan Implementasinya
dalam KTSP. Jakarta : Bumi Aksara. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan
cara mencari tahu mengenai alam Ilmu Pengetahuan Alam merupakan terjemahan kata-
kata dalam bahasa Inggris yaitu natural science, yang artinya ilmu pengetahuan alam
(IPA). Karena berhubungan dengan alam dan science artinya adalah ilmu pengetahuan,
jadi ilmu pengetahuan alam (IPA) atau science itu pengertiannya dapat disebut sebagai
ilmu pengetahuan alam. Ilmu yang mempelajari peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam
ini (Usman Samatowa, 2010: 3).
4. Usman Samatowa. (2010). Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar. Jakarta: PT Indeks.
Nash (dalam Hendro, 1992: 3) menjelaskan bahwa cara IPA mengamati dunia ini bersifat
analisis, lengkap, cermat, serta menghubungkannya antara suatu fenomena dengan
fenomena lain sehingga keseluruhannya membentuk suatu prespektif yang baru tentang
objek yang diamati.
Hendro Darmodjo & Jenny R. E. (1992). Pendidikan IPA II. Jakarta: Departemen Pendidikan
dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pembinaan Tenaga
Kependidikan.

Muslichach Asyari (2006: 7) mendefinisikan sains atau IPA adalah pengetahuan manusia
tentang alam yang diperoleh dengan cara yang terkontrol, selain sebagai produk yaitu
pengetahuan manusia sains atau IPA juga sebagai proses yaitu bagaimana cara
mendapatkan pengetahuan tersebut.
Muslichach Asyari. (2006). Penerapan Pendekatan Sains-Teknologi-Masyarakat Dalam
Pembelajaran Sains Di Sekolah Dasar. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Direktorat
Jenderal Pendidikan Tinggi Direktorat Ketenagaan.

Ahmad Susanto (2013: 167) mengatakan sains atau IPA adalah usaha manusia dalam
memahami alam semesta melalui pengamatan yang tepat pada sasaran, serta
menggunakan prosedur, dan dijelaskan dengan penalaran sehingga mendapatkan suatu
kesimpulan.
Ahmad Susanto. (2013). Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta:
Kencana Prenada Media Group.

Menurut Abruscato, Joseph dan Derosa, Donald A (2010: 6), Sains adalah:
Science is the name we give to group of process through which we
can sistematically gather information about the natural world.
Science is also the knowledge gathered through the use of such
process. Finally, science is characterized by those values and
attitudes processed by people who use scientific process to gather
knowledge.
Pengertian sains menurut uraian di atas adalah (1) sains adalah sejumlah
proses kegiatan mengumpulkan informasi secara sistematik tentang dunia
sekitar, (2) sains adalah pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan
tertentu, (3) sains dicirikan oleh nilai-nilai dan sikap para ilmuwan
menggunakan proses ilmiah dalam memperoleh pengetahuan. Dengan kata
11
lain, sains adalah proses kegiatan yang dilakukan para saintis dalam
memperoleh pengetahuan dan sikap terhadap proses kegiatan tersebut (sikap
ilmiah).

Patta Bundu (2006: 9) sains atau IPA adalah proses kegiatan yang dilakukan para saintis
dalam memperoleh pengetahuan dan sikap terhadap proses kegiatan tersebut. Sains secara
garis besar memiliki tiga komponen, yaitu 1) proses ilmiah, misalnya mengamati,
mengklasifikasi, memprediksi, merancang dan melaksanakan eksperimen, 2) produk ilmiah,
misalnya prinsip, konsep, hukum, teori, dan 3) sikap ilmiah, misalnya ingin tahu, objektif,
hati-hati dan jujur.
Patta Bundu. (2006). Penilaian Keterampilan Proses dan Sikap Ilmiah dalam Pembelajaran
Sains-SD. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal
Pendidikan Tinggi Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan.

Menurut Paolo dan Marten (dalam Srini M. Iskandar, 1996: 15) Ilmu Pengetahuan Alam
untuk anak-anak didefinisikan menjadi :
1. mengamati apa yang terjadi,
2. mencoba memahami apa yang diamati,
3. mempergunakan pengetahuan baru untuk meramalkan apa yang akan terjadi,
4. menguji ramalan-ramalan dibawah kondisi-kondisi untuk melihat apakah ramalan tersebut
benar.
Srini M. Iskandar. (1996). Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta: Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pembinaan
Tenaga Kependidikan.

Carin (dalam Yusuf, 2007:1) menyatakan bahwa:


1 Heri Sulistyanto, dkk. 2008. Ilmu pengetahuan Alam. Jakarta : Pusat Perbukuan Depdiknas. Hal.7
17
IPA sebagai produk atau isi mencakup fakta, konsep, prinsip, hukumhukum,
dan teori IPA. Jadi pada hakikatnya IPA terdiri dari tiga komponen,
yaitu sikap ilmiah, proses ilmiah, dan produk ilmiah. Hal ini berarti bahwa IPA
tidak hanya terdiri atas kumpulan pengetahuan atau berbagai macam fakta yang
dihafal, IPA juga merupakan kegiatan atau proses aktif menggunakan pikiran
dalam mempelajari gejala-gejala alam yang belum dapat direnungkan2.
Pengertian IPA menurut beberapa ahli : menurut Fowler (dalam Santi,
2006:2.9) menyatakan IPA adalah Ilmu yang sistematis dan di rumuskan,
ilmu ini berhubungan dengan gejala-gejala kebendaan dan terutama di
dasarkan atas pengamatan dan induksi.

Nokes (dalam Abdullah, 2003:18) IPA adalah Pengetahuan teoritis


yang di peroleh dengan metode khusus.
2 Muslichahasyari. 2006. Penerapan Sains Teknologi Masyarakat Dalam
Pembelajaran Sainis di SD. Depdiknas Dirjen Dikti Direktorat Ketenagaan. Hal.11
18
Dari pendapat diatas dapat diartikan IPA adalah teoritis diperoleh
dengan metode khusus untuk mendapatkan suatu konsep berdasarkan hasil
observasi dan eksperimen tentang gejala alam dan berusaha mengembangkan
rasa ingin tahu tentang alam serta berperan dalam memecahkan menjaga dan
melestarikan lingkungan .

Menurut Hendro Darmojo menyatakan bahwa IPA adalah pengetahuan yang


rasional dan objektif tentang alam semesta dengan segala isinya (Samatowa 2010:2).
IPA merupakan salah satu mata pelajaran pokok dalam kurikulum pendidikan di
Indonesia, termasuk pada jenjang sekolah dasar. Susanto (2013:166), Ilmu Pengetahuan
Alam adalah usaha manusia dalam memahami alam semesta melalui pengamatan yang tepat
pada sasaran, serta menggunakan prosedur, dan dijelaskan dengan penalaran sehingga
mendapatkan suatu kesimpulan. Dalam Badan Nasional Standar Pendidikan (2006), bahwa
IPA berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga bukan
hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta, konsep, atau prinsip saja tetapi
juga merupakan suatu proses penemuan. Dari uraian tentang pengertian IPA tersebut, dapat
disimpulkan bahwa ilmu pengetahuan alam merupakan pembelajaran berdasarkan pada
prinsip-prinsip, proses yang dapat menumbuhkan sikap ilmiah siswa terhadap konsep-konsep
IPA melalui pengamatan, diskusi dan penyelidikan sederhana.

Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk
mempelajari diri sendiri dan alam sekitar dan alam sekitarnya, serta prospek pengembangan
lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari (BSNP, 2006). Menurut
Susanto (2013:169) Sikap ilmiah siswa dalam pembelajaran IPA dapat dikembangkan
melalui kegiatan diskusi, percobaan, observasi, simulasi, atau kegiatan proyek di lapangan.
Pembelajaran IPA di SD memberi kesempatan untuk memupuk rasa ingin tahu siswa
secara alamiah. Hal ini akan membantu siswa mengembangkan kemampuan bertanya dan
mencari jawaban berdasarkan bukti serta mengembangkan cara berpikir ilmiah. IPA tidak
hanya merupakan kumpulan pengetahuan atau kumpulan fakta, konsep, prinsip, atau teori
semata. Tetapi IPA juga menyangkut tentang cara kerja, cara berpikir dan cara
memecahkan masalah. Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), BSNP
(2011:13) menyatakan mata pelajaran IPA di SD bertujuan agar siswa memiliki kemampuan
sebagai berikut.
a. Memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan
keberadaan, keindahan dan keteraturan alam ciptaan-Nya.
b. Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep Sains yang bermanfaat
dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
c. Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positif dan kesadaran tentang adanya hubungan
yang saling mempengaruhi antara Sains, lingkungan, teknologi dan masyarakat.
d. Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan
masalah dan membuat keputusan
e. Meningkatkan kesadaran untuk berperanserta dalam memelihara, menjaga dan
melestarikan lingkungan alam.
f. Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala keteraturannya sebagai salah
satu ciptaan Tuhan.
g. Memperoleh bekal pengetahuan, konsep dan keterampilan Sains sebagai dasar untuk
melanjutkan pendidikan ke SMP/MTs.

Samatowa (2011:10) menyatakan beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan


guru dalam pembelajaran IPA di SD adalah:
a. pentingnya memahami bahwa pada saat memulai kegiatan pembelajarannnya, siswa telah
memiliki berbagai konsepsi, pengetahuan yang relevan dengan apa yang mereka pelajari.
Pemahaman akan pengetahuan pengetahuan apa yang dibawa siswa dalam pembelajaran
akan membantu siswa untuk meraih pengetahuan yang seharusnya mereka miliki.
b. aktivitas siswa melalui berbagai kegiatan nyata dengan alam menjadi hal utama dalam
pembelajaran IPA. Dengan berbagai aktivitas nyata, siswa akan dihadapkan langsung
dengan fenomena yang akan dipelajari sehingga memungkinkan terjadinya proses belajar
yang interaktif.
c. dalam pembelajaran IPA, kegiatan bertanya menjadi bagian yang penting. Melalui kegiatan
bertanya, siswa akan berlatih menyampaikan gagasan dan memberikan respon yang
relevan terhadap suatu masalah yang dimunculkan.
d. pembelajaran IPA memberikan kesempatan kepada anak untuk mengembangkan
kemampuan berpikirnya dalam menjelaskan suatu masalah.
Berdasarkan pendapat ahli yang telah dipaparkan, dapat disimpulkan bahwa
pembelajaran IPA merupakan salah ilmu pengetahuan yang mempelajari alam semesta,
baik ilmu pengetahuan yang mempelajari alam semesta dengan jalan mengamati berbagai
jenis dan perangkat lingkungan alam serta lingkungan alam buatan. IPA merupakan ilmu
yang mencari tahu tentang alam yang dilakukan secara sistematik untuk menguasai
pengetahuan, fakta-fakta, konsep-konsep, prinsip-prinsip, proses penemuan, dan memiliki
sikap ilmiah.Pembelajaran IPA menekankan kegiatan-kegiatan belajar yang memberikan
pengalaman langsung kepada siswa untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh
siswa. Pendidikan IPA diarahkan untuk mencari tahu dan berbuat sehingga siswa dapat
memperoleh pemahamannya mengenai alam di sekitarnya dengan lebih mendalam.

DAFTAR PUSTAKA
Samatowa, Usman. 2010. Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar. Jakarta:Indeks.
Putra, Rizema. 2012. Desain Belajar Mengajar Kreatif Berbasis
Sains.Jogjakarta:Diva Press.
Darmodjo, dkk. 1992. Pendidikan IPA II. Jakarta:Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
IPA adalah ilmu yang mempelajari tentang fenomena alam dan segala sesuatu yang ada di
alam. IPA mempunyai beberapa pengertian berdasarkan cara pandang ilmuwan
bersangkutan mulai dari pengertian IPA itu sendiri, cara berfikir IPA , cara penyelidikan IPA
sampai objek kajian IPA. Adapun pengertian IPA menurut Trowbridge and Bybee (1990)
sains atau IPA merupakan representasi dari hubungan dinamis yang mencakup tiga faktor
utama yaitu the extant body of scientific knowledge, the values of science and the method and
procecces of science yang artinya sains merupakan produk dan proses, serta mengandung
nilai-nilai. IPA adalah hasil interpretasi tentang dunia kealaman. IPA sebagai proses/metode
penyelidikan meliputi cara berpikir, sikap dan langkah-langkah kegiatan scientis untuk untuk
memperoleh produk-produk IPA, misalnya observasi, pengukuran, merumuskan, menguji
hipotesa, mengumpulkan data, bereksperimen dan prediksi.

hakikat IPA.
Pembelajaran IPA diajarkan secara terpadu berkaitan dengan kenyataan bahwa gejala-gejala yang
terjadi pada alam selalu berhubungan dan saling mempengaruhi satu sama lain. Trefil& Hazen
(2000:2) mengemukakan: As you can see, all of the earths systems an interrelated. A change in
another system, which may cause more systems to change and so on. All things depend on all
other things. Alam semesta muncul sebagai satu kesatuan di dunia ini yang saling berhubungan
tidak dapat dipisah saling ketergantungan satu dengan lainnya. Oleh karena itu, pendidikan IPA
diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam
sekitar secara menyeluruh, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya
dalam kehidupan sehari-hari. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian
pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami
alam sekitar secara ilmiah. Pendidikan IPA diarahkan untuk menemukan dan berbuat sehingga
dapat membantu peserta didik memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam
sekitar.

Menurut Robert B.Sund : Ilmu pengetahuan alam adalah sekumpulan pengetahuan dan
juga suatu proses.
Dalam definisi ini IPA mengandung dua unsur, yaitu sebagai sekumpulan
pengetahuan dan sebagai suatu proses untuk memperoleh dan
mengembangkan pengetahuan tersebut.
3) Definisi lainnya, yaitu menurut James B. Conant : Ilmu pengetahuan alam adalah suatu
rangkaian konsep-konsep yang saling berkaitan dan bagan-bagan konsep yang telah
berkembang sebagai hasil eksperiment dan obeservasi dan bermanfaat untuk
eksperimen serta observasi lebih lanjut.

engertian IPA menurut Srini M. Iskandar (1997: 2) yaitu Ilmu Pengetahuan Alam adalah

pengetahuan manusia yang luas yang didapatkan dengan cara observasi dan eksperimen yang

sistematik, serta dijelaskan dengan bantuan aturan-aturan, hukum-hukum, prinsip-prinsip, teori-teori

dan hipotesa.

Pengertian IPA Menurut Maslichah Asyari (2006: 7) Sains adalah pengetahuan manusia tentang

alam yang diperoleh dengan cara yang terkontrol. Penjelasan ini mengandung maksud bahwa sains

selain menjadi sebagai produk juga sebagai proses. Sains sebagai produk yaitu pengetahuan

manusia dan sebagai proses yaitu bagaimana mendapatkan pengetahuan tersebut.

Berdasarkan beberapa para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa Pengertian Ilmu Pengetahuan

Alam (IPA) atau Sainsmerupakan pengetahuan manusia tentang gejala-gejala alam dan kebendaan

yang diperoleh dengan cara observasi, eksperimen/penelitian, atau uji coba yang berdasarkan pada

hasil pengamatan manusia. Pengamatan manusia dapat berupa fakta-fakta, aturan-aturan, hukum-

hukum, prinsip-prinsip, teori-teori dan lain sebagainya.


KUMPULAN PENGERTIAN
Kumpulan Pengertian Menurut Para Ahli

HOME
DAFTAR ISI
ABOUT
KONTAK
PRIVACY POLICY
DISCLAIMER
Home Pengertian Pengetahuan Pengertian (Ilmu Pengetahuan Alam) IPA Menurut
Para Ahli

Pengertian (Ilmu Pengetahuan Alam) IPA Menurut Para Ahli

Apa Itu IPA? IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) atau sering disebut Sains, dalam Bahasa
Inggris Science mempunyai berbagai macam pengertian. Beberapa ahli di berbagai
bidang merumuskan suatu definisi science yang operasional.

Fisher Science adalah kumpulan pengetahuan yang diperoleh dengan


menggunakan metode-metode yang berdasarkan observasi.
Carin Science adalah suatu kumpulan pengetahuan yang tersusun secara
sistematik, yang di dalam penggunaannya secara umum terbatas pada gejala-
gejala alam. Perkembangan science tidak hanya ditunjukkan oleh kumpulan fakta
saja, tetapi juga oleh timbulnya metode ilmiah dan sikap ilmiah.
Nash seorang ahli kimia, menekanakan bahwa science adalah suatu proses atau
suatu cara untuk meneropong dunia.
Wigner seorang ahli fisika mendefinisikan science sebagai gudang / penyimpanan
tentang gejala-gejala alam.
T.H. Huxley, seorang ahli biologi Science adalah pikiran sehat yang diorganisir.
Secara tepat pernyataan yang mudah dimengerti ini melukiskan kewajaran dan
kemasukakalan (rasionalitas) pengetahuan ilmiah sehingga dapat membantu
melenyapkan beberapa ilmu sihir (mistik) yang sering melingkupi science.
Bube, seorang ahli fisika Science adalah pengetahuan tentang dunia alamiah
yang diperoleh dari interaksi indera dengan dunia tersebut. Pernyataan ini
memberikan suatu ketelitian yang menarik terhadap dua aspek tentang
bagaimana observasi terjadi (berlangsung) : 1. Observasi gejala-gejala alam
(yang merupakan dasar-dasar otoritas dimana pengetahuan ilmiah berlaku)
melalui pikiran dan indra seseorang. 2. Proses observasi menyangkut dua jalur
interaksi antara pengamat (orang yang melakukan observasi) dan objek (sesuatu
yang diobservasi)
James Conant, seorang ahli kimia organik Science adalah rangkaian konsep-
konsep yang saling berhubungan dan baganbagan konsep yang telah
berkembang sebagai suatu hasil eksperimentasi dan observasi, dan merupakan
hasil eksperimentasi dan observasi yang lebih lanjut.
Benyamin, seorang ahli filsafat Science adalah mode of inquiry yang berusaha
untuk mencapai pngetahuan tentang dunia dengan menggunakan metode
hipotesa yang telah ditetapkan terhadap apa yang diberikan di dalam observasi.
Dampier, seorang ahli sejarah science Science adalah pengetahuan tentang
gejala-gejala alam yang teratur dan studi rasional tentang hubungan antara
konsep-konsep yang mana gejala-gejala ini dinyatakan.
A.N. Whitehed menyatakan bahwa Sains dibentuk karena pertemuan dua orde
pengalaman. Orde pertama didasarkan pada hasil observasi terhadap gejala/
fakta (orde observasi) dan orde kedua didasarkan pada konsep manusia
mengenai alam semesta (orde konsepsional).
H.W. Fowler IPA merupakan ilmu yang sistematis yang berhubungan dengan
gejala-gajala kebendaan dan didasarkan terutama atas pengamatan dan induksi.
Sund mendefinisikan Science sebagai berikut : 1. Scientific attitudes (sikap
ilmiah), yaitu kepercayaan/ keyakinan, nilainilai, gagasan/ pendapat, objektif. 2.
Scientific methods (metode ilmiah), yaitu cara-cara khusus dalam menyelidiki/
memecahkan masalah. 3. Scientific products (produk ilmiah), berupa fakta,
prinsip, hukum, teori dan sebagainya.

Sekian Pengertian Tentang IPA, Semoga Bermanfaat.

Share on Facebook

Share on Twitter

Share on Google+
Enter your e
SUBMIT

Tags : Pengertian, Pengetahuan

Related : Pengertian (Ilmu Pengetahuan Alam) IPA Menurut Para Ahli

Jenis Sel Darah PutihJenis Sel Darah Putih Granula Neutrofil : Neutrofil
(Polimorf), sel ini berdiameter 1215 m memilliki inti yang khas padat terdiri atas
sitoplasma pucat di an ...

Pengertian Kepariwisataan Menurut Para AhliPengertian Kepariwisataan -


Kepariwisataan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pariwisata. Ketetapan MPRS
No. 12 tahun 1960 menyebutkan, kepariwisataan dalam dunia mo ...

Pengertian Citra (Image) Menurut Para AhliPengertian Citra - Menurut


G. Sach dalam Soemirat dan Elvinaro Ardianto (2007:171) citra adalah pen ...

Pengertian CobitPengertian CobitCOBIT (Control Objectives for Information


and Related Technology) adalah sekumpulan dokumentasi best practices untuk IT
Governance yang dapat membantu au ...

Sejarah Sepak Bola dan Pengertian Sepak BolaSejarah Sepak Bola - Saat
sepakbola Piala Eropa 96 berlangsung di Inggris, banyak orang bilang sepakbola itu
berasal dari Inggris. Mungkin banyak orang percaya. Lagipula ...

0 komentar:

Post a Comment
Search..
GO
POPULAR POSTS

Pengertian Pembangunan Menurut Para Ahli

Apa Itu Pembangunan? Pengertian Pembangunan Pada hakekatnya, pengertian pembangunan

secara umum pada hakekatnya adalah proses peruba...

Pengertian Kemampuan (Ability) Menurut Para Ahli

Apa itu Kemampuan? Kemampuan (abilities) seseorang akan turut serta menentukan perilaku dan

hasilnya. Yang dimaksud kemampuan atau abi...

Pengertian Siswa Menurut Para Ahli

Pengertian Siswa - Siswa merupakan pelajar yang duduk dimeja belajar setrata sekolah dasar

maupun menengah pertama (SMP), sekolah menengah...

Pengertian Musik Menurut Para Ahli

Apa itu musik? Pengertian Musik Ada beberapa definisi dan pendapat mengenai musik menurut

beberapa filsuf, penulis, musikolog maupun ...

Pengertian Nota, Faktur Dan Kuitansi


Pengertian Nota - Nota adalah bukti atas pembelian sejumlah barang secara tunai. Nota dibuat

oleh pedagang dan diberikan kepada pembeli. B...

Pengertian Penelitian Kualitatif Menurut Para Ahli

Penelitian Kualitatif - Secara teoritis format penelitian kualitatif berbeda dengan format penelitian

kuantitatif. Perbedaan tersebut terle...

Pengertian Transformasi

Pengertian Transformasi - Transformasi adalah sebuah proses perubahan secara berangsur-angsur

sehingga sampai pada tahap ultimate, perubah...

Pengertian Tumbuh dan Berkembang

Pengertian Tumbuh dan Berkembang - Tumbuh dan berkembang adalah salah satu dari sekian

ciri-ciri organisme yang ada. Pertumbuhan selalu be...

Pengertian Struktur Organisasi Menurut Para Ahli

Apa Itu Struktur Organisasi? Pengertian Struktur Organisasi Setiap perusahaan pada umumnya

mempunyai struktur organisasi. Penyusuna...


Pengertian Dan Jenis Tema

Pengertian Teman: Apa Itu Teman? Tema Salah satu unsur intrinsik pembangun cerita dalam

sebuah karya sastra adalah tema. Tema merupakan uns...

LABELS

PengertianInformasiEkonomiSosialHukumBahasa
IndonesiaManajemenAkuntansiKesehatanPenelitianBisnisKewarganegaraanBiologiPemas
aranLingkunganPengetahuanPsikologiSeniPolitikSistemTeknologiKimiaInternetIslamKom
puterPendidikanSastraSejarahPemrogramanGeografiKebudayaanElektronikaKewirausaha
anPembelajaranPengetahuan AlamSosiologiEkosistemOrganisasiPengertian
KomunikasiAsuransiHAKIIlmuAstronomiGlobal
WarmingHAMHutanIPAKoperasiPajakProfesi PendidikanSoftwareStatistikAlat
UkurAnatomiAwanMatematikaMetodePerbankanPertanianTrend

blog directory

blog directory

Kategori: Pengertian | Ekonomi | Hukum | Sosial | Manajemen | Akuntansi | Bahasa


Indonesia | Biologi | Kesehatan | Bisnis | Kewarganegaraan | Pemasaran | Penelitian

Anda mungkin juga menyukai