Anda di halaman 1dari 18

INTERAKSI RADIASI DENGAN INTERACTION OF RADIATION

MATERI WITH MATTER

Radiasi apabila menumbuk suatu Radiation when it hits a material


materi maka akan terjadi interaksi yang interaction will occur that will cause various
akan menimbulkan berbagai efek. Efek- effects. The effects of this radiation depends
efek radiasi ini bergantung pada jenis on the type of radiation, energy and also
radiasi, energi dan juga bergantung pada depends on the type of material that is
jenis materi yang ditumbuk. Pada crushed. In general, the radiation can cause
umumnya radiasi dapat menyebabkan ionization and excitation processes when
proses ionisasi dan atau proses eksitasi passing or material stamped.
ketika melewati materi yang ditumbuknya. In general, the interaction of radiation
Secara umum, interaksi radiasi dapat can be divided into three types, namely the
dibedakan menjadi tiga jenis yaitu interaksi
interaction of charged particle radiation
radiasi partikel bermuatan (alpha dan beta),
(alpha and beta), radiation uncharged
radiasi partikel yang tidak bermuatan
particles (neutrons) and the last is radaisi
(neutron) dan yang terakhir adalah radaisi
electromagnetic waves / photons (gamma
gelombang elektromagnetik/foton (radiasi
gamma dan sinar-x). Karena ketiga jenis radiation and x-rays). Because these three
radiasi ini memiliki karakteristik yang types of radiation have different
berbeda, maka interaksi yang terjadi pun characteristics, then the interaction would be
akan berbeda. different.
A. Interaksi radiasi A. Interaction charged particle
partikel bermuatan radiation
Ada tiga kemungkinan interaksi There are three possible interactions
radiasi yang dapat terjadi ketika suatu of radiation that can occur when a charged
partikel bermuatan mengenai materi, yaitu particle of matter, namely ionization,
ionisasi, eksitasi dan brehmstrahlung. excitation and brehmstrahlung. When
Ketika menumbuk suatu materi, radiasi punching a material, which has a mass of
alpha yang memiliki massa dan muatan alpha radiation and a relatively large load
yang relatif besar cenderung melakukan tend to do the ionization process, whereas
proses ionisasi, sedangkan radiasi partikel smaller particles of radiation such as beta,
yang lebih kecil seperti beta, elektron, atau electron, or proton can do all three.
proton dapat melakukan ketiganya. In addition to the above three reactions,
Selain ketiga reaksi tersebut diatas, there are other interactions that can occur,
ada interaksi lain yang dapat terjadi, yaitu namely a core reaction probability is much
reaksi inti yang probabilitas kejadiannya
smaller proportion than other interactions.
jauh lebih kecil dibandingkan interaksi
Examples of core reactions that can occur is
lainnya. Contoh reaksi inti yang dapat
the activation of the core, that core
terjadi adalah proses aktivasi inti, yaitu
manufacturing processes using new atomic
proses pembuatan inti atom baru dengan
accelerator called proton accelerator.
menggunakan alat pemercepat proton yang
disebut akselerator.

1
1. Proses ionisasi 1. ionization process
Ketika partikel bermuatan melalui When a charged particle through a
suatu materi, partikel tersebut akan material, the particles will interact with the
berinteraksi dengan atom-atom penyusun atoms making up the material and causes
materi dan menyebabkan beberapa elektron some electrons regardless of the trajectory
terlepas dari lintasannya karena adanya gaya due to the Coulomb drag force. The process
tarik Coulomb. Proses terlepasnya elektron of release of electrons from an atom is
dari suatu atom disebut sebagai proses called the ionization process. After the
ionisasi. Setelah proses ionisasi, atom yang ionization process, atoms are neutral
mula-mula netral menjadi bermuatan (ion)
initially be charged (ions) positive.
positif.

Gambar 1 : Proses terjadinya ionisasi


Figure 1 : The process of ionization
Setelah melakukan proses ionisasi
energi radiasi yang datang akan mengalami
After the process of ionization energy
pengurangan (terdapat selisih energi). Ini radiation that comes will experience a
dikarenakan adanya transfer energi dari reduction in ( there is a difference of
radiasi kepada elektron , sehingga elektron energy ) . This is due to the transfer of
memiliki energi yang cukup besar untuk radiation energy to the electrons , so the
melepaskan diri dari atom. Jika energi electrons have enough energy to break
radiasi akhir masih cukup banyak, proses away from the large atoms . If the end of
ioniasasi dapat terjadi lagi, terus-menerus the radiation energy is still quite a lot ,
hingga energi radiasinya habis. ioniasasi process can happen again ,
Elektron yang terlepas dari atom continuously until the radiation energy runs
(disebut ion negatif) akan menjadi elektron out.
bebas yang tidak memiliki energi kinetik Regardless of the atomic electrons
dan bebas bergerak secara random (acak) di ( called negative ions ) will be a free
dalam medium. electron that has no kinetic energy and are
Partikel berupa elektron dapat free to move randomly ( random ) in the
bergerak bebas dari suatu senyawa, molekul medium .
atau atom. Geraknya yang bebas ini dapat Particles such as electrons are able to
menumbuk senyawa, molekul atau atom move freely out of a compound , molecule
lain, seperti yang terlihat pada Gambar 1 or atom . This free movement can grind

2
dimana partikel menumbuk suatu atom. compound , molecules or other atoms , as
Dalam Gambar 1 tersebut partikel seen in Figure 1, where the particle hits a
menumbuk atom dan mengenai elektron atom . In Figure 1 the mashing atomic
pada kulit terluar sehingga terpental keluar. particles and the electrons in the outer shell
Elektron yang terpental keluar ini disebut so it bounced out . Electrons bounced out is
ion negatif, sedangkan atom yang called a negative ion , while the atom which
kehilangan elektronnya menjadi ion positif. loses electrons becomes a positive ion .
Setiap partikel bermuatan bila Each charged particle when it interacts with
berinteraksi dengan materi dapat matter can cause ionization , because in
menimbulkan ionisasi, karena dalam setiap
each of the tracks on that subject matter
lintasannya pada materi yang dikenai akan
will leave a number of pairs of positive ions
meninggalkan sejumlah pasangan ion positif
and negative ions . Alpha radiation is
dan ion negatif. Radiasi Alpha yang
positively charged ions will produce 10000-
bermuatan positif akan menghasilkan
70000 pairs per cm length of the track .
10.000-70.000 pasangan ion per cm panjang
However, traces the trajectory terlalau not
lintasannya. Akan tetapi jejak lintasannya
tidak terlalau jauh, karena massanya yang much , because of the large mass ( mass 4 )
besar (bermassa 4) dan juga karena and also because of the positive cargo
muatannya yang positif mudah ditarik oleh easily drawn by free electrons ( negatively
elektron bebas (yang bermuatan negatif) charged ) are aplenty scattered in nature .
yang banyak sekali tersebar di alam ini. Di Alpha radiation in the air is able to pass
udara radiasi alpha hanya mampu melintas only as far as 2-3 cm ( Ward , 2007) .
sejauh 2-3 cm (Wardana, 2007). Ionization produced by beta radiation
Ionisasi yang dihasilkan oleh radiasi is less negatively charged than the Alpha
Beta yang bermuatan negatif lebih sedikit radiation is positively charged . Beta
bila dibandingkan dengan radiasi Alpha radiation that interacts with matter will
yang bermuatan positif. Radiasi beta yang produce 60-7000 ion pairs per cm length of
berinteraksi dengan materi akan the track , much less when it is compared
menghasilkan 60-7000 pasangan ion per cm with the trajectory of alpha radiation
panjang lintasannya, jauh lebih sedikit bila ( Ward , 2007) . This is due to the relatively
dibandingakan dengan lintasan radiasi alpha infinitesimally small mass ( its mass can be
(Wardana, 2007). Hal ini disebabkan karena considered equal to zero ) and negative
massanya relatif amat sangat kecil payload helped on his way through the
(massanya bisa dianggap sama dengan nol) material , because it is driven by the force
dan muatannya yang negatif membantu
coulumb negatively charged electrons
dalam perjalanannya melintasi materi,
which are widely available in nature . For
karena didorong oleh gaya coulumb
positively charged beta radiation
elektron yang bermuatan negatif yang
( positrons ) which probabilities are very
banyak terdapat di alam ini. Untuk radiasi
small in nature , obviously much less ability
beta yang bermuatan positif (positron) yang
to mengionisasikan material in its path .
kebolehjadiannya di alam sangat kecil, jelas
jauh lebih sedikit kemampuannya untuk This is because before
mengionisasikan materi yang dilaluinya. mengionisasikan material , this will
Hal ini disebabkan karena sebelum advance positrons captured electrons are

3
mengionisasikan materi, terlebih dahulu widely spread in nature .
positron ini akan ditangkap oleh elektron
yang banyak tersebar di alam.

2. Proses eksitasi 2 . excitation process


Salah satu postulat Bohr menyatakan One of the postulates of Bohr stated
bahwa elektron dapat berpindah dari satu that electrons can move from one energy
tingkat energi ke tingkat energi yang lain. level to another energy level . This is
Berpindahnya elektron ini karena because the transfer of electrons gain extra
mendapatkan tambahan energi dari luar,
energy from outside , one of which can be
salah satunya dapat berasal dari radiasi
derived from alpha radiation and beta
alpha dan radiasi betha. Apabila elektron
radiation . When electrons move from lower
berpindah dari tingkat energi rendah menuju
energy level to the energy level is high then
tingkat energi tinggi maka energi akan
the energy will be absorbed in the process.
diserap untuk melakukan proses tersebut.
Electrons move from lower energy level to
Elektron yang berpindah dari tingkat energi
rendah menuju tingkat energi yang lebih the higher level of energy causes the
tinggi menyebabkan elektron tereksitasi. electrons excited . However, the excited
Akan tetapi keadaan elektron tereksitasi ini electron state is not stable, so the electrons
tidak stabil sehingga elektron kembali dari back from a high energy level to the lower
tingkat energi tinggi menuju tingkat energi energy level is accompanied by the release
rendah yang disertai pelepasan energi dalam of energy in the form of radiation
bentuk radiasi (deeksitasi). (deeksitasi).
Sepintas proses eksitasi mirip At first glance excitation process
dengan proses ionisasi. Akan tetapi, pada similar to the process of ionization .
proses eksitasi elektron tidak sampai However , the electron excitation process is
terlepas dari atom. Elektron hanya not to be separated from the atom .
berpindah ke lintasan yang lebih luar Electrons only move to the outer track
(energi lintasannya lebih besar). Setelah ( energy greater trajectory ) . After the
terjadi proses eksitasi, atom tersebut excitation , the atoms turn into excited
berubah menjadi atom yang tereksitasi. atoms .
Sebagaimana pada proses ionisasi, As the process of ionization , the
energi radiasi yang datang akan berkurang radiation energy that comes will be reduced
setelah melakukan proses eksitasi. Ini after the excitation process . This occurs
terjadi karena radiasi mentransfer sebagian
because the radiation transfer a portion ( or
(atau seluruh) energinya kepada elektron,
all ) energy to the electrons , so the
sehingga elektron memiliki energi yang
electrons have enough energy to move the
cukup untuk berpindah lintasan. Proses
track . Excitation process can also take
eksitasi juga dapat berlangsung berulang
place repeatedly until the radiation energy
kali hingga energi radiasinya habis.
runs out.
Atom yang berada dalam keadaan
tereksitasi ini akan kembali ke keadaan Atoms are in the excited state will
dasarnya (ground state) dengan melakukan return to the ground state ( ground state ) by
transisi elektron. Salah satu elektron yang performing electron transitions . One of the

4
berada di lintasan luar akan berpindah electrons are in the outside lane will move
mengisi kekosongan di lintasan yang lebih to fill the void in the deeper track while
dalam sambil memancarkan radiasi sinar-x emitting x-ray radiation characteristics .
karakteristik. Energi sinar-x karakteristik Characteristic x-ray energy emitted in this
yang dipancarkan dalam peristiwa ini setara event is equivalent to the energy difference
dengan selisih energi antara lintasan between the track before and after the
sebelum dan sesudah transisi. transition .

Gambar 2: Sebuah elektron Figure 2 : An electron


melompat dari n1 ke keadaan n2, dan jumps from n1 to state n2 , and
memancarkan foton emit photons

Pada tingkat yang lebih rendah, At the lower level , which is owned
energi yang dimiliki elektron lebih rendah by the electron energy is lower than in the
daripada di tingkat sebelumnya. Perbedaan
previous level . This energy difference
energi ini muncul sebagai sebuah kuantum
arises as a radiation quantum energy hv
radiasi berenergi hv yang sama besar
equal to the energy difference between the
dengan beda energi antara kedua tingkat
two levels . That is , if the electron jumps
tersebut. Artinya, jika elektron melompat
from n = n2 to n=n1,, such as Figure 2 , it
dari n = n2 ke n=n1, seperti Gambar 2, maka
terpancar sebuah foton dengan energi radiates a photon with energy
h = En2 En1 h = En2 En1
Proses eksitasi dapat terjadi karena
partikel radiasi bermuatan yang berinteraksi Excitation process can occur due to
dengan materi yang menyebabkan struktur charged particle radiation that interacts with
atom bahan terganggu atau dalam keadaan matter that causes the atomic structure of
tereksitasi.Pada radiasi alpha, peristiwa the material is disturbed or in a state
eksitasi yang terjadi disebabkan karena tereksitasi.Pada alpha radiation , excitation
energi radiasi alpha yang ditransfer ke events that occur due to alpha radiation
elektron orbital dari struktur atomnya. energy transferred to the electron orbitals of
Keadaan ini yang menyebabkan atom suatu the atomic structure . This state of the
bahan terganggu. atoms of a substance that causes disturbed .
Pada radiasi beta, peristiwa eksitasi
bisa terjadi karena pengaruh adanya In beta radiation , excitation events
peristiwa stopping power yang can occur because of the presence of events
menyebabkan energi radiasi beta hilang di

5
sepanjang lintasannya. Energi radiasi beta that led to stopping power of beta radiation
yang hilang ini menyebabkan atom-atom energy is lost along the trajectory. Missing
yang ada di sepanjang lintasan radiasi beta energy beta radiation is causing the atoms
juga terganggu (Wardana, 2007). that exist along the path of beta radiation
also disrupted ( Ward , 2007) .

3. Proses Brehmstrahlung 3 . Process Brehmstrahlung


Proses ini lebih dominan terjadi pada This process occurs in the interaction
interaksi radiasi beta dan elektron karena is more dominant beta radiation and
massa dan muatan partikel beta relatif lebih
electron mass and charge due to the beta
kecil sehingga kurang diserap oleh materi
particles are relatively small so that less
dan daya tembusnya lebih tinggi
power is absorbed by the material and break
dibandingkan partikel alpha.
higher than alpha particles .
Karena adanya gaya elektrostatik,
Because of the electrostatic forces , or beta
radiasi beta atau elektron yang bergerak
radiation of electrons moving past the core
melewati inti akan dibelokkan. Perubahan
arah gerak ini menyebabkan adanya will be deflected . This change in direction
perubahan momentum yang kemudian akan of motion causes a change of momentum
menghasilkan pancaran energi gelombang will then produce radiant energy
elektromagnetik (foton). Foton yang muncul electromagnetic waves ( photons ) . Photons
pada proses ini disebut sebagai sinar-x that appears on this process is referred to as
brehmsstrahlung (bedakan dengan sinar-x the x-ray brehmsstrahlung ( distinguished
karakteristik yang dihasilkan oleh transisi by the characteristic x-rays generated by
elektron). electron transitions ) .
Berbeda dengan energi radiasi sinar- In contrast to x-ray radiation energy
x karakteristik yang hanya dipengaruhi oleh characteristics are influenced only by the
selisih tingkat energi lintasan, tingkat energi difference in the energy levels of the
radiasi sinar-x brehmsstrahlung ini trajectory , the energy level of x-ray
dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu energi radiation brehmsstrahlung is influenced by
radiasi yang mengenai atom, nomor atom several things , namely the radiation energy
(jumlah proton) inti dan sudut of the atom , atomic number ( number of
pembelokannya. protons ) and the core pembelokannya
corner .
B. Interaksi Radiasi Neutron
Neutron mempunyai massa yang
B. Neutron Radiation Interactions
hampir sama dengan proton dan tidak
Neutrons have a mass similar to
bermuatan. Neutron ratusan kali lebih besar
protons and uncharged . Neutrons are
dari elektron, tetapi ukurannya 1/4 kali
hundreds of times larger than electrons , but
ukuran alpha. Karena itulah mengapa
the size is 1/4 times the size of the alpha .
neutron sangat sulit dihentikan dan memiliki
That is why the neutron is very difficult to
daya jangkau yang besar.
Ada 5 reaksi yang terjadi ketika stop and have a range of great .
sebuah neutron berinteraksi dengan inti. 2 There are 5 reactions that occur when
reaksi yang pertama dikenal sebagai a neutron interacts with the nucleus . The

6
hamburan neutron, dimana neutron tetap first two reactions are known as neutron
muncul diakhir proses. Sedangkan interaksi scattering , where the neutron still appear at
yang terakhir dikenal dengan sebutan the end of the process . While the
penyerapan neutron. Pada interaksi ini, inti interaction of the latter is known as neutron
menyerap neutron dan menghasilkan absorption . In this interaction , the core to
sesuatu yang lain. absorb neutrons and produce something
1. Tumbukan else .
Neutron merupakan partikel yang 1 . Collision
memiliki massa namun tidak bermuatan Neutrons are particles that have mass
listrik, sehingga interaksi neutron dengan
but not electrically charged , so that the
materi lebih banyak bersifat mekanik, yakni
interaction of neutrons with matter more
tumbukan antara neutron dengan atom (inti
mechanical nature , ie collisions between
atom) materi, baik secara elakstik maupun
neutrons with the atoms ( atomic nuclei )
tak elastik. Setiap tumbukan dengan materi
material , whether or not elastic elakstik .
akan menyerap energi neutron, sehingga
Each collision with the material will absorb
setelah beberapa kali tumbukan energi
neutron akan habis dan proses tumbukan energy neutrons , so that after some times
pun berhenti. Jika energi neutron sudah the collision energy will be depleted and
sangat rendah, ada kemungkinan untuk neutron collision process was stopped . If
terjadinya reaksi penangkapan neutron oleh the neutron energy is very low , it is
inti atom bahan penyerap. possible for neutron capture reactions by
atomic nuclei absorbent material.
2. Tumbukan elastik
Pada tumbukan elastik, tidak ada 2 . Elastic collision
energi yang ditransfer dari neutron kepada In elastic collision , no energy is
inti target yang dapat menyebabkan suatu transferred from the neutron to the target
keadaan eksitasi. Pada tumbukan elastik nucleus that can lead to a state of
berlaku hukum kekekalan momentum dan excitation . In elastic collisions apply the
energi kinetik (momentum atau energi law of conservation of momentum and
kinetik sistem sebelum dan sesudah kinetic energy ( momentum or kinetic
interaksi adalah sama), meskipun biasanya energy of the system before and after the
akan ada energi kinetik yang diberikan interaction is the same ) , although there
neutron kepada inti target. Sebagian energi will usually be given neutron kinetic energy
neutron yang diberikan kepada inti atom to the target nucleus . Most of the neutron
target menyebabkan inti atom target
energy given to the target atomic nucleus
terpental sedangkan neutronnya akan
causes the atomic nucleus while the
dibelokkan atau dihamburkan.
neutrons bounce off the target will be
Tumbukan elastik terjadi bila atom
deflected or dissipated .
yang ditumbuk neutron mempunyai massa
Elastic collision occurs when atoms
yang sama, atau setidaknya hampir sama
have a neutron pounded the same mass , or
dengan massa neutron (misalnya atom
hidrogen), sehingga fraksi energi neutron at least nearly equal to the mass of the
yang terserap oleh atom tersebut cukup neutron ( eg hydrogen atoms ) , so that the
besar. fraction of the neutron energy is absorbed

7
by the atoms is quite large .
3. Tumbukan tak elastik 3 . Nonelastic collision
Pada tumbukan tak elastik, neutron At no elastic collisions , neutrons will
akan diserap oleh inti atom target yang be absorbed by the target atom nuclei which
kemudian membentuk inti atom majemuk. then form the nucleus of the atom
Inti majemuk ini kemudian akan compound . The compound nucleus will
memancarkan neutron dengan energi kinetik then emit neutrons with low kinetic energy
rendah dan meninggalkan inti atom dalam and atomic nuclei left in a state of
keadaan eksitasi. Agar dapat kembali ke excitation . In order to return to a state of
keadaan groundstate, inti akan
groundstate , the core will release its excess
mengeluarkan kelebihan energi yang
energy in the form of gamma radiation .
dimilikinya dalam bentuk radiasi gamma.
The amount of kinetic energy dissipated
Jumlah energi kinetik neutron yang
neutrons , atomic nuclei and gamma targets
dihamburkan, inti atom target dan gamma
emitted will equal the number of neutrons
yang diemisikan akan sama dengan jumlah
kinetic energy before the collision .
energi kinetik neutron sebelum tumbukan.

4. Penyerapan/penangkapan 4 . Absorption / neutron capture


neutron On the absorption of neutrons by an
Pada penyerapan neutron oleh suatu atomic nucleus no neutrons are produced at
inti atom tidak ada neutron yang dihasilkan the end of the process , will instead be
pada akhir proses, sebagai gantinya akan produced charged particles or gamma . If
dihasilkan partikel bermuatan atau gamma. the resulting atomic nucleus is radioactive ,
Jika inti atom yang dihasilkan adalah then the additional radiation will be
radioaktif, maka radiasi tambahan akan produced some time later .
dihasilkan beberapa saat kemudian.
5 . Transmutation
5. Transmutasi When the neutron energy is very low
Bila energi neutron sudah sangat ( or commonly referred to as thermal
rendah (atau biasa disebut sebagai neutron neutrons , En < 0.025 eV ) , it is possible
termal, En < 0,025 eV), maka ada that the neutrons will be ' captured ' by the
kemungkinan neutron tersebut atomic nucleus absorbent material that will
akan ditangkap oleh inti atom bahan form a new atomic nuclei due to the
penyerap sehingga akan terbentuk inti atom addition of neutrons . These nuclei are
baru karena penambahan neutron. Inti atom
formed generally unstable ( radioactive )
yang terbentuk ini umumnya tidak stabil
which emit radiation ( alpha , beta or
(radioaktif) yang memancarkan radiasi
gamma ) . This is known as neutron
(alpha, beta atau gamma). Peristiwa ini
activation , a process that is done to change
disebut sebagai aktivasi neutron, yaitu suatu
the material / material that is stable had an
proses yang dilakukan untuk mengubah
advanced material / radioactive material .
bahan/materi yang tadinya bersifat stabil
menajdi bahan/materi yang radioaktif. B10 isotope of the element Boron is
Isotop B10 dari unsur Boron stable atomic nuclei . When a thermal
merupakan inti atom yang stabil. Ketika neutron regarding these isotopes , there will

8
sebuah neutron termal mengenai isotop ini, be an activation process that will transform
maka akan terjadi proses aktivasi yang akan into a radioisotope B10 ( B11 ) * unstable .
mengubah B10 menjadi radioisotop The core is then rapidly transformed into a
11 *
(B ) yang tidak stabil. Inti ini kemudian stable Li7 while emitting alpha radiation .
dengan cepat berubah menjadi Li7 yang In addition to neutrons , such as the nuclear
stabil sambil memancarkan radiasi alpha. reaction process can also be caused by
Selain oleh neutron, proses reaksi charged particles such as protons , but with
inti seperti ini juga dapat disebabkan oleh a very high energy . The activation process
partikel bermuatan seperti proton, tetapi is typically used to produce radioisotopes .
dengan energi yang sangat tinggi. Proses
aktivasi ini biasanya dimanfaatkan untuk
memproduksi radioisotop.
6. Arrest radiation
This interaction is the most common
6. Penangkapan radiasi
nuclear reaction occurs. In these
Interaksi ini merupakan reaksi nuklir
interactions, a neutron is absorbed by
yang paling umum terjadi. Pada interaksi
ini, sebuah neutron akan diserap oleh inti atomic nuclei which later formed the core
atom target yang kemudian membentuk inti of the target compound in a state of
atom majemuk dalam keadaan eksitasi. Inti excitation of atoms. The compound nucleus
majemuk ini kemudian akan memancarkan will then emit gamma radiation and return
radiasi gamma dan kembali ke keadaan to the ground state (ground state). In the
dasarnya (ground state). Pada reaksi ini inti reaction of atomic nuclei produced an
atom yang dihasilkan merupakan isotop dari isotope of atomic nuclei targets, and no
inti atom target, dan ada kenaikan nomor increase in mass number by one.
massa sebesar satu.
7. fission
7. Fisi One of the most important interaction
Salah satu interaksi neutron yang is the neutron fission reaction that takes
paling penting adalah reaksi fisi yang place inside the reactor. In this reaction, the
berlangsung di dalam reaktor. Pada reaksi nuclei absorb neutrons would be so
ini, inti atom yang menyerap neutron akan unstable that divides into two new nuclei
menjadi sangat tidak stabil sehingga while releasing large amounts of energy.
membelah menjadi dua inti baru sambil An example of this reaction is the cleavage
melepaskan sejumlah besar energi. Contoh reaction of uranium-235 nuclei of atoms
reaksi ini adalah reaksi pembelahan inti
that takes place in a nuclear power plant.
atom uranium-235 yang berlangsung di
C. Interaction of Electromagnetic
dalam PLTN.
Waves Radiation
Gamma and x-rays are included in
C. Interaksi Radiasi Gelombang the group of electromagnetic radiation .
Elektromagnetik Unlike radio waves and visible light ,
Gamma dan sinar-x termasuk ke gamma and x-rays have a shorter
dalam kelompok radiasi elektromagnetik. wavelength ( or higher frequency ) that
Tidak seperti gelombang radio dan cahaya have much higher energy . While alpha and

9
tampak, gamma dan sinar-x memiliki beta radiation has a maximum range
panjang gelombang yang lebih pendek (atau limited , photons interact probabilistic so
frekuensi yang lebih tinggi) sehingga that maximum coverage of a photon can be
memiliki energi yang jauh lebih tinggi. highly variable ( not sure ) . Nevertheless ,
Sementara radiasi alpha dan beta memiliki the total fraction of photons that are
daya jangkau maksimum yang terbatas, absorbed by the material decreases
foton berinteraksi secara probabilistik exponentially with the thickness of the
sehingga daya jangkau maksimum sebuah material . There are three mechanisms by
foton bisa sangat bervariasi (tidak pasti). which gamma and x-rays interact with
Meskipun demikian, fraksi total foton yang
matter , the photoelectric effect , Compton
diserap oleh bahan berkurang secara
and pair production hambran . External
eksponensial dengan ketebalan bahan. Ada
gamma radiation have hazards due to
tiga mekanisme bagaimana gamma dan
radiation provides much more energy and
sinar-x berinteraksi dengan materi, yaitu
much more when compared with alpha and
efek fotolistrik, hambran Compton dan
beta radiation .
produksi pasangan. Radiasi gamma
memiliki bahaya eksternal karena radiasi ini The interaction of electromagnetic
memberikan energinya jauh lebih banyak radiation when the material further
dan lebih jauh bila dibandingkan dengan demonstrate the nature of the wave -
radiasi alpha dan beta. particle duality , namely :
Interaksi radiasi gelombang
elektromagnetik ketika mengenai materi
lebih menunjukkan sifat dualisme 1 . The photoelectric effect
gelombang-partikel, yaitu : In the process fotolistik effects ,
electromagnetic radiation ( photons )
1. Efek fotolistrik coming on the atoms , as if ' mashing ' one
Pada proses efek fotolistik, radiasi electron orbital and gives all his energy . If
gelombang elektromagnetik (foton) yang a given photon energy larger than the
datang mengenai atom, seolah- binding energy of the electron , then the
olah menumbuk salah satu elektron orbital electron can be detached from the atoms
dan memberikan seluruh energinya. Jika and ions . Electrons are removed ( or so-
energi foton yang diberikan lebih besar dari called photoelectrons ) can cause secondary
energi ikat elektron, maka elektron tersebut ionization events in the surrounding atoms
dapat terlepas dari atom dan menghasilkan in a manner similar to that of beta . The
ion. Elektron yang terlepas (atau biasa
photoelectric effect is likely to occur if the
disebut fotoelektron) dapat menyebabkan
photon has low energy ( less than 0.5
peristiwa ionisasi sekunder pada atom
MeV ) and the material has a large mass
sekitarnya dengan cara yang mirip dengan
( large atomic number ) . For example, the
yang dilakukan beta. Efek fotolistrik sangat
photoelectric effect occurs more frequently
mungkin terjadi jika foton memiliki energi
in lead ( Z = 82 ) than copper ( Z = 29 ) .
yang rendah (kurang dari 0,5 MeV) dan
materi memiliki massa besar (nomor atom In the event fotolistri effect , the
besar). Sebagai contoh efek fotolistrik lebih photon will be absorbed entirely of matter
banyak terjadi pada timah hitam (Z = 82) and one orbital electron will be emitted

10
daripada tembaga (Z = 29). with a kinetic energy that is almost equal to
Dalam peristiwa efek fotolistri, foton the energy of photons that hit him
yang mengenai materi akan diserap
sepenuhnya dan salah satu elektron orbital
akan dipancarkan dengan energi kinetik
yang hampir sama dengan energi foton yang
mengenainya

Figure 11 : event photo-electric effect

The photoelectric effect arises


because of the interaction between
electromagnetic radiation with electrons in
Gambar 11: peristiwa efek foto listrik
atomic materials . In this incident photon
Efek fotolistrik timbul karena
energy absorbed by the electron which all
interaksi antara radiasi elektromagnetik
dengan electron-elektron dalam atom bahan. strongly bound by an atom so that the
Dalam peristiwa ini energy foton diserap electron bonds regardless of the atomic
semuanya oleh electron yang terikat kuat nucleus . Tarjadi photoelectric effect mainly
oleh suatu atom sehingga electron tersebut on low-energy photons , which ranged from
terlepas dari ikatan inti atom. Efek 0.01 Mev to 0.5 Mev and dominant at
fotolistrik terutama tarjadi pada foton photon energy below 0.1 Mev .
berenergi rendah, yaitu berkisar antara 0,01 Electromagnetic radiation with a small
Mev hingga 0,5 Mev dan dominan pada fotonnya energy will interact with the
energy foton dibawah 0,1 Mev. Radiasi electrons which are beyond diorbit large
elektromagnetik dengan energy fotonnya atom.Semakin the photon energy electrons
kecil akan berinteraksi dengan elektron- which are in the orbit will be released .
elektron yang berada diorbit luar Electrons knocked out of atoms are
atom.Semakin besar energy foton maka most likely derived from the skin electron
elektron-elektron yang berada pada orbit energy photons coming K. ( hv ) most of the
lebih dalam akan dilepaskan. photoelectric electrons move into kinetic
Elektron yang terlempar ke energy in the form of a very small portion
luar dari atom yang paling mungkin berasal elektrondan used against connective energy
dari electron dikulit K. Energi foton datang electrons (Be) . thrown electron ionization
(hv) sebagian besar berpindah ke electron
process can then perform other atoms in the
fotolistrik dalam bentuk energy kinetic
material . Large photoelectron kinetic
elektrondan sebagian sangat kecil dipakai
energy (Be) in this event is
untuk melawan energy ikat electron (Be).
Ek = hv Be
electron terlempar selanjutnya dapat
melakukan proses ionisasi atom-atom lain di
2.Compton scattering (Compton
dalam bahan. Besar energy kinetic
fotoelektron (Be) dalam peristiwa ini adalah effect)
Ek = hv Be Compton scattering events are

11
2. Hamburan Compton (efek actually not much different from the
Compton) photoelectric effect. However, not all of the
Peristiwa hamburan Compton Compton scattering photon energy is given
sebenarnya tidak berbeda jauh dengan efek to electrons, but only partially, the rest of
fotolistrik. Akan tetapi, pada hamburan the photon energy is in the form of
Compton tidak semua energi foton electromagnetic waves (photons) are
diberikan kepada elektron, melainkan hanya scattered. The scattered photon will
sebagian saja, sisa energi foton masih continue to interact with other electrons
berupa gelombang elektromagnetik (foton) until energy runs out and the resulting
yang dihamburkan. Foton yang
electron (photoelectron) will cause
dihamburkan ini akan terus berinteraksi
secondary ionization process
dengan elektron lain sampai energinya habis
dan elektron yang dihasilkan (fotoelektron)
akan menyebabkan proses ionisasi
sekunder.

Figure 12: Compton effect events

Compton scattering occurs when a


photon with energy hv interact with the free
Gambar 12: peristiwa efek Compton electrons or electrons are not strongly bound
to the core, ie electrons are on the outer
Hamburan Compton terjadi apabila shell of the atom. Electrons released from
foton dengan energy hv berinteraksi dengan the nucleus and moves with a certain kinetic
electron bebas atau electron yang tidak energy photons with other photons of
terikat secara kuat oleh inti, yaitu electron energy lower than dating. Another photon is
yang berada pada kulit terluar dari atom. called the scattering of photons with energy
Electron dilepaskan dari inti atom dan hv 'and scattered at an angle to photons
bergerak dengan energy kinetic tertentu coming. Because there are connective
disertai foton lain dengan energy lebih energy electrons that must be resisted,
rendah dibandingkan foton dating. Foton although very small, this includes Compton
lain itu disebut dengan foton hamburan
scattering inelastic interaction process.
dengan energy hv dan terhambur dengan
Electron kinetic energy (Ee) is the energy
sudut terhadap foton datang. Karena ada
difference between incoming photons and
energy ikat elektron yang harus dilawan,
photons out.
meskipun sangat kecil, hamburan Compton
Ee = hi ho
ini termasuk proses interaksi inelastik.
Dominant Compton scattering occurs
Energi kinetik elektron (Ee) sebesar selisih
when photons have energies were (above
energi foton masuk dan foton keluar.
Ee = hi ho 0.5 MeV) and occurs more frequently in the

12
Hamburan Compton sangat dominan material with a mass number (Z) is low.
terjadi bila foton mempunyai energi sedang
(di atas 0,5 MeV) dan lebih banyak terjadi
pada material dengan nomor massa (Z) yang
rendah.

3. Produksi pasangan 3 . Pair production


Peristiwa ini menunjukkan It demonstrated the equivalence
kesetaraan antara massa dengan energi between mass and energy as introduced by
sebagaimana yang diperkenalkan oleh
Einstein. While you're at the core of an
Einstein. Ketika berada di daerah medan inti
atomic field region , the photon can
sebuah atom, foton dapat mengalami
experience conversion ( gone ) into postron
konversi (lenyap) menjadi postron yang
a positively charged and a negatively
bermuatan positif dan elektorn yang
charged elektorn . By using a mass- energy
bermuatan negatif. Dengan menggunakan
conversion equation (E=mc2) , electrons and
persamaan konversi energi menjadi massa
(E=mc2), elektron dan positron yang positrons produced will have the equivalent
dihasilkan akan memiliki energi yang setara energy of 0.511 MeV. Therefore, only large
dengan 0,511 MeV. Oleh karena itu hanya energetic photons only ( > 1.02 MeV ) can
foton berenergi besar saja (>1,02 MeV) produce electron- psoitron . Each edge
yang dapat menghasilkan pasangan energy 1.02 MeV above will be given in the
elektron-psoitron. Setiap kelebihan energi form of kinetic energy of particles .
diatas 1,02 MeV akan diberikan pada ( Kinetic Energy a total of two particles is
partikel dalam bentuk energi kinetik. equal to the energy of the photons that come
(Energi kinetik total dari dua partikel minus 1.02 MeV ) .
tersebut sama dengan energi foton yang Electrons produced will interact with
datang dikurangi 1,02 MeV). surrounding atoms and causing an
Elektron yang dihasilkan akan ionization , while the positron will find a
berinteraksi dengan atom sekitar dan free electron and the second will be getting
menyebabkan terjadinya ionisasi, sedangkan rid of particles ( positron interactions ) , and
positron akan menemukan sebuah elektron produce energy .
bebas dan kedua partikel ini akan saling
menghilangkan (interaksi positron), dan
menghasilkan energi.

Figure 13 : event production partner

13
Pair production occurs due to the
Gambar 13: peristiwa produksi pasangan interaction between photons with the
electric field in the nuclei of heavy atoms .
Produksi pasangan terjadi karena This process can only occur in the electric
interaksi antara foton dengan medan listrik field around the charged particles ,
dalam inti atom berat. Proses ini hanya especially in the field around the core . In
dapat terjadi dalam medan listrik di sekitar the process of pair production , can be
partikel bermuatan, terutama dalam medan considered that the photon interacts with an
sekitar inti. Dalam proses produksi atom as a whole . If this interaction occurs ,
pasangan, dapat dianggap bahwa foton
then the photon will disappear . Instead, an
berinteraksi dengan atom secara
electron- positron pair arise . Since the rest
keseluruhan. Jika interaksi ini terjadi, maka
mass of the electron / positron is equivalent
foton akan lenyap. Sebagai gantinya timbul
to 0.51 Mev the pair production can only
sepasang electron-positron. Karena massa
occur at a photon energy of dating 1.02
diam electron/positron ekuivalen dengan
Mev .
0,51 Mev maka produksi pasangan hanya
dapat terjadi pada energy foton dating
1,02 Mev. In this mode an X-ray photons will
Dalam moda ini suatu foton sinar X transform into a pair particles , ie electrons
akan bertransformasi menjadi satu pasangan and what is called a positron . This
zarah, yaitu elektron dan apa yang transformation can only occur under the
dinamakan positron. Transformasi ini hanya influence of a strong core field , so it can
dapat terjadi di bawah pengaruh medan inti not happen in a vacuum . The positron is an
yang kuat, jadi tak dapat terjadi dalam ruang electron -like particles are positively
hampa. Positron adalah suatu zarah mirip charged . So the transformation of pair
elektron yang bermuatan positip. Jadi production can be written as follows :
transformasi produksi pasangan dapat v e+ + e-
dituliskan sebagai berikut : This can happen energetically
v e+ + e- course only if the photon energy :
Secara energetik ini dapat Hv > 2m0c2 = 1,02MeV
terjadi tentunya hanya apabila energi foton : the electron mass mo ( = mass
Hv > 2m0c2 = 1,02MeV positrons )
dengan mo massa elektron (=massa pair production can occur if
positron) the photon energy greater than 1.02 MeV .
produksi pasangan dapat Positron particle was predicted by PAM
terjadi apabila energi foton lebih besar dari Dirac in 1929. This arises from the
1,02 MeV. Zarah positron telah diramalkan
examination of the relativistic quantum
oleh PAM Dirac tahun 1929. Hal ini timbul
theory .
dari penelaahannya mengenai teori kuantum
In the particulars of the positron
relativistik.
theory precedes experiment . 1932 new
Dalam hal-ihwal positron ini
positron discovered experimentally by
teori mendahului eksperimen. Baru tahun
Anderson at Caltech ( California Institute of
1932 positron ditemukan secara eksperimen
oleh Anderson di CALTECH (California Technology ) . It happened when Anderson

14
Institute of Technology). Hal itu terjadi pada is conducting experiments on cosmic rays
saat Anderson sedang melakukan with fog room ( Wilson ) .
percobaan-percobaan mengenai sinar
kosmos dengan kamar kabut (Wilson). In the thirties , many physicists
Pada tahun tigapuluhan itu studying ionizing radiation coming from the
banyak fisikawan mempelajari radiasi cosmos . The detection is done with a
pengion yang datang dari kosmos. Geiger - Muller counter alone , or GM
Deteksinya dilakukan dengan pencacah counter associated with a fog room . When
Geiger-Muller secara sendiri, atau pencacah an ionizing radiation fog the room through
GM yang dikaitkan dengan suatu kamar
the trail can be seen as grains of
kabut. Apabila suatu radiasi pengion
condensation . This occurs because the ions
melalui kamar kabut maka jejaknya dapat
in the room udar the fog is condensation
dilihat sebagai butir-butir kondensasi. Ini
nuclei . By shooting the trail can be
terjadi karena ion-ion udar dalam kamar
recorded and analyzed . Such studies can
kabut itu merupakan inti-inti kondensasi.
distinguish a ray trace , electrons , or
Dengan pemotretan jejak itu dapat direkam
dan dianalisa. Studi-studi semacam ini dapat gamma rays .
membedakan jejak sinar a, elektron, atau By placing the entire room mist in a
pun sinar gama. magnetic field , it can also be expected to
Dengan menempatkan charge particles that make the trail . In the
seluruh kamar kabut dalam medan magnet, footsteps of Anderson found traces of a
maka dapat pula diperkirakan muatan zarah particle is an electron Mirik , except on
yang membuat jejak. Dalam jejak itu cargo positive ( positron ) .
Anderson menemukan jejak suatu zarah Conservation of energy requires that
yang mirik elektron, kecuali tentang the photon energy hn must satisfy :
muatannya yang positif (positron). hv = E+ + E-
Kekekalan energi with E + and E - respectively are the
mensyaratkan bahwa energi foton hn harus relativistic energy positrons and electrons .
memenuhi : If the kinetic energy is expressed in K , then
hv = E+ + E- apply .
dengan E+ dan E- secara berturut- E+ = K+ + m0c 2

turut adalah energi relativistik positron dan and


elektron. Apabila tenaga kinetik dinyatakan E- = K- + m0c2
dalam K, maka berlaku. Therefore, conservation of
E+ = K+ + m0c2
energy requires
dan
hv = K+ + K- + 2 m0c2
E- = K- + m0c2
with mo = 9,11.10-31 kg ..
Oleh karena itu kekekalan
c = 3,00.10sm/s
energi mempersyaratkan
2 m0c2 = 1,022 MeV
hv = K+ + K- + 2 m0c2
dengan ..mo = 9,11.10-31 kg
c = 3,00.10sm/s The inverse process of pair
2 m0c2 = 1,022 MeV production can occur is called the
separation of couples.

15
Kebalikan proses produksi pasangan
juga dapat terjadi yang
dinamakan pemisahan pasangan.

The process of separation of couples

Separation event occurs when a pair


Proses terjadinya pemisahan of electrons and positrons is adjacent to
pasangan both approach each other under the
influence of attractive forces of opposite
Peristiwa pemisahan pasangan charge . Both particles are destroyed at the
terjadi bila positron berdekatan dengan same time and mass into energy and
elektron dan keduanya saling mendekati di destroyed the gamma ray photons are
bawah pengaruh gaya tarik menarik dari
created.
muatan yang berlawanan. Kedua partikel
At least two photons must be produced to
tersebut musnah pada saat yang sama dan
meet the conservation of energy and
massa yang musnah tersebut menjadi energi
momentum . The equation can be obtained
dan foton sinar gamma yang tercipta.
as follows :
Sedikitnya dua foton harus
Eawal = Eakhir or 2moc2 + K + + K - =
dihasilkan untuk memenuhi kekekalan
energi dan momentum. Adapun persamaan h1 + h2
yang dapat diperoleh sebagai berikut : pawal = pakhir atau m+v+ + m-v- =
Eawal = Eakhir atau 2moc2 + K+ + K- (h/2)k1 + (h/2)k2
= h1+ h2 where k is the photon propagation
pawal = pakhir atau m+v+ + m-v- = vector , | k | = 2 / .
(h/2)k1 + (h/2)k2 Contrary to pair production , pair
dengan k adalah vektor perambatan separation turns out to be done in a vacuum
foton, |k|=2/. and the principles of energy and momentum
Berlawanan dengan can be applied ( Gautreau & Savin , 1999) .
produksi pasangan, ternyata pemisahan
pasangan dapat dilakukan di ruang hampa
dan prinsip-prinsip energi dan momentum
dapat diterapkan (Gautreau & Savin,1999).
4 . Indirect interaction
Of the three interactions of
4. Interaksi tidak langsung electromagnetic waves ( photons ) that have
Dari tiga interaksi gelombang been mentioned above , it is seen that all
elektromagnetik (foton) yang telah interactions will produce charged particles
disebutkan di atas, terlihat bahwa semua ( electrons or positrons ) are high-energy .

16
interaksi akan menghasilkan partikel Energetic electrons or positrons are in the
bermuatan (elektron atau positron) yang movement will ionize the atoms of the
berenergi tinggi. Elektron atau positron material in its path so in other words ,
yang berenergi tersebut dalam electromagnetic waves can also ionize
pergerakannya akan mengionisasi atom- materials but indirectly . One example of
atom bahan yang dilaluinya sehingga indirect interaction is secondary emissions
dengan kata lain, gelombang Secondary emissions may also occur
elektromagnetik juga dapat mengionisasi due to the photoelectric effect is caused by
bahan tetapi secara tidak langsung. Salah two things as follows :
satu contoh interaksi tidak langsung adalah
emisi sekunder.
Emisi sekunder dapat juga terjadi
First :
pada efek fotolistrik karena disebabkan oleh
Since the energy of the electrons that
dua hal sebagai berikut :
are released from the electron orbit in the
Pertama:
large atomic numbered elements , the
Karena energinya besar elektron
yang dilepaskan adalah elektron dari orbit electron vacancy will be filled by an
yang lebih dalam pada unsur bernomor electron from the outer orbit . If the release
atom besar, maka lowongan elektron ini of electrons occur in orbits of K , then the
akan diisi oleh elektron dari orbit yang lebih transition will be accompanied by the
luar. Apabila pelepasan elektron terjadi emission of photons with different
pada orbit K, maka transisi ini akan disertai characteristics such as X-ray radiation
dengan emisi foton dengan berbagai characteristic known as " fluorescence
karakteristik berupa radiasi sinar-X radiation " .
karakteristik yang dikenal dengan radiasi Second :
fluoresensi. Sometimes these photon
Kedua: impingement of electrons from outer orbits
Kadang-kadang foton ini menumbuk of the atom and release electrons . The
elektron dari orbit yang lebih luar dari atom electron has a kinetic energy equal to the
dan melepaskan elektron ini. Elektron characteristic X-ray energy minus the
tersebut memiliki energi kinetik yang sama binding energy of the electron in its orbit
dengan energi sinar-X karakteristik and the orbit is called the Auger electron .
dikurangi dengan energi ikat elektron
tersebut dalam orbitnya dalam orbitnya dan
disebut elektron Auger.

17
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2010. Interaksi Radiasi dengan Materi.


http://kreatif-sains-madina.blogspot.com/2010/09/interaksi-radiasi-gelombang.html.
(26 Maret 2014).
Anonim. 2011. Interaksi Radiasi dengan Materi.
http://www.infonuklir.com/read/detail/95/interaksi-radiasi-dengan-materi#.
(26 Maret 2014).
Mukmin, S. 2011. Interaksi Radiasi dengan Materi.
http://smukmin.blogspot.com/2011/10/interaksi-radiasi-dengan-materi.html
(26 Maret 2014).
Zaki. 2009. Interaksi Radiasi. http://zakizaka.blogspot.com/2009/05/interaksi-radiasi.html.
(26 Maret 2014).

18