Anda di halaman 1dari 8

PERSAMAAN LINEAR

A. Pengertian Persamaan

Kalimat terbuka adalah kalimat yang memuat variabel dan belum diketahui nilai kebenarannya.
Variabel adalah lambang (simbol) pada kalimat terbuka yang dapat diganti oleh sebarang anggota
himpunan yang telah ditentukan. Konstanta adalah nilai tetap ( tertentu) yang terdapat pada kalimat
terbuka.

Persamaan adalah kalimat matematika terbuka yang menyatakan hubungan sama dengan. Kalimat
tertutup yang menyatakan hubungan sama dengan disebut kesamaan.

Dapat juga diartikan, persamaan adalah bentuk aljabar yang menggunakan lambing sama dengan
dan hanya dipenuhi oleh harga tertentu. Sedangkan kesamaan adalah bentuk aljabar yang menggunakan
lambing sama dengan dan dipenuhi semua harga yang terdefinisi.

Contoh:

1. 2x + 5 = 15 1. 3 + 7 = 10 contoh kesamaan
2. x + 10x + 25 = 0 2. 5 + 5 = 15 contoh kesamaan palsu

(salah satu contoh persamaan)

B. Persamaan Linear Satu Variabel

1. Pengertian Persamaan Linear Satu Variabel

Persamaan linear satu variable adalah kalimat terbuka yang dihubungkan oleh tanda sama dengan (=)
dan hanya mempunyai satu variabel berpangkat satu. Bentuk umum persamaan linear satu variabel adalah
ax + b = 0 dengan a 0.

Jika x pada persamaan x + 1 = 5 diganti dengan x = 4 maka persamaan tersebut bernilai benar.
Adapun jika x diganti bilangan selain 4 maka persamaan x + 1 = 5 bernilai salah. Dalam hal ini, nilai x =
4 disebut penyelesaian dari persamaan linear x + 1 = 5. Selanjutnya, himpunan penyelesaian dari
persamaan x + 1 = 5 adalah {4}.

Pengganti variabel x yang mengakibatkan persamaan bernilai benar disebut penyelesaian persamaan
linear. Himpunan semua penyelesaian persamaan linear disebut himpunan penyelesaian persamaan
linear.

2. Himpunan Penyelesaian Persamaan Linear Satu Variabel dengan Substitusi

Penyelesaian persamaan linear satu variabel dapat diperoleh dengan cara substitusi, yaitu mengganti
variabel dengan bilangan yang sesuai sehingga persamaan tersebut menjadi kalimat yang bernilai benar.
Contoh :

Tentukan himpunan penyelesaian dari persamaan x + 4 = 7, jika x variable pada himpunan bilangan
cacah.

Penyelesaian:

Jika x diganti bilangan cacah, diperoleh

Substitusi x = 0, maka 0 + 4 = 7 (kalimat salah)

Substitusi x = 1, maka 1 + 4 = 7 (kalimat salah)

Substitusi x = 2, maka 2 + 4 = 7 (kalimat salah)

Substitusi x = 3, maka 3 + 4 = 7 (kalimat benar)

Substitusi x = 4, maka 4 + 4 = 7 (kalimat salah)

Ternyata untuk x= 3, persamaan x+ 4 = 7 menjadi kalimat yang benar. Jadi, himpunan penyelesaian
persamaan x+ 4 = 7 adalah {3}.

3. Persamaan-Persamaan yang Ekuivalen

Perhatikan uraian berikut.

a. x 3 = 5

Jika x diganti bilangan 8 maka 8 3 = 5 (benar).

Jadi, penyelesaian persamaan x 3 = 5 adalah x = 8.

b. 2x 6 = 10 ( kedua ruas persamaannya dibagi 2 kemudian ditambah 3)

Jika x diganti bilangan 8 maka 2(8) 6 = 10

= 16 6 = 10 (benar).

Jadi, penyelesaian persamaan 2x 6 = 10 adalah x = 8.

c. x + 4 = 12 ( kedua ruas persamaannya dikurang 4)

Jika x diganti bilangan 8 maka 8 + 4 = 12 (benar).

Jadi, penyelesaian persamaan x + 4 = 12 adalah x = 8.

Berdasarkan uraian di atas tampak bahwa ketiga persamaan mempunyai penyelesaian yang sama,
yaitu x = 8. Persamaan persamaan di atas disebut persamaan yang ekuivalen.Suatu persamaan yang
ekuivalen dinotasikan dengan .
Dengan demikian bentuk x 3 = 5; 2x 6 = 10; dan x + 4 = 12 dapat dituliskan sebagai x 3 = 5
2x 6 = 10 x + 4 = 12. Jadi, dapat dikatakan sebagai berikut.

Dua persamaan atau lebih dikatakan ekuivalen jika mempunyai himpunan penyelesaian
yang sama dan dinotasikan dengan tanda .

Suatu persamaan dapat dinyatakan ke dalam persamaan yang ekuivalen dengan cara

a. Menambah atau mengurangi kedua ruas dengan bilangan yang sama.

b. Mengalikan atau membagi kedua ruas dengan bilangan yang sama.

4. Penyelesaian Persamaan Linear Satu Variabel Bentuk Pecahan


Dalam menentukan penyelesaian persamaan linear satu variabel bentuk pecahan, caranya hampir
sama dengan menyelesaikan operasi bentuk pecahan aljabar . Agar tidak memuat pecahan, kalikan kedua
ruas dengan KPK dari penyebut-penyebutnya, kemudian selesaikan persamaan linear satu variabel.

Contoh :
1 1
Tentukan penyelesaian dari persamaan x 2 = , jika x variabel pada himpunan bilangan
5 2
rasional.

Penyelesaian:

Cara 1
1 1
5
2 = 2

1 1
10 ( 5 2 ) = 10 ( 2
) ( kedua ruas dikalikan KPK dari 2 dan 5, yaitu 10)

2x 20 = 5(x-1)

2x 20 + 20 = 5x 5 + 20 (kedua ruas ditambah 20)

2x = 5x + 15

2x 5x = 5x + 15 5x (kedua ruas dikurangi 5x)

3x = 15

(3x) : (3) = 15 : (3) (kedua ruas dibagi 3)

x = 5
1 1
Jadi, himpunan penyelesaian persamaan 5 2 = 2
adalah {-5}

Cara 2
1 1
5
2 = 2

1 1 1
5 2 = 2 2

1 1 1
2+2 = + 2 (kedua ruas ditambah 2)
5 2 2

1 1 3
5 = 2 + 2

1 1 1 3 1 1
5 2 = 2 + 2 2 (kedua ruas dikurangi 2 )

3 3
10 =2

10 3 3 10 10
( ) x ( ) = x ( ) (kedua ruas dikalikan )
3 10 2 3 3

x = -5
1 1
Jadi, himpunan penyelesaian persamaan 5 2 = 2
adalah {-5}.

C. Persamaan Linear Dua VariabeL

2x + 3y = 14 12m n = 30

P + q + 3 = 10 r + 65s = 10

4a + 5b = b + 7 9z 3v = 5

Persamaan-persamaan tersebut memiliki dua variabel yang belum diketahui nilainya. Bentuk inilah
yang dimaksud dengan persamaan linear dua variabel. Jadi, persamaan dua variabel adalah persamaan
yang hanya memiliki dua variabel dan masing-masing variabel berpangkat satu.

Dua persamaan simultan dengan dua variable:

Definisi 1 : Jika pada persamaan ax + by = c

px + qy = r
a b c
p
= q = r, maka kedua persamaan tersebut bergantungan (grafik berampit dan tidak
memiliki penyelesaian).
Contoh: 2x y = 1

6x 3y = 3

harga x dan y yang memenuhi nkedua persamaan tersebut tak terhingga banyaknya.

Definisi 2: Jika pada persamaan ax + by = c

px + qy = r
a b c
= , maka kedua persamaan tersebut bertentangan (berlawanan) dan grafik sejajar.
p q r

Contoh: 2x + 3y = 5

4x + 6y = 15

Tak ada harga x dan y yang memenuhi kedua persamaan tersebut.

Definisi 3: Jika pada persamaan ax + by = c

px + qy = r
a b
p
q, maka kedua persamaan tersebut bebas dan grafik bebas.

Contoh: x + 2y = 3

-2y + y = 4

Hanya ada sepasang harga x dan y yang memenuhi kedua persamaan tersebut.

Dengan menggunakan notasi determinan dapat dinyatakan:

1. D 0, persamaan tersebut mempunyai satu jawaban.


2. D = Dx = Dy = 0, persamaan mempunyai banyak jawaban.
3. D = 0, Dx 0, Dy 0, persamaan tidak mempunyai jawaban.

Untuk menyelesaikan sistem persamaan linear dua variable dapat dilakukan dengan metode eliminasi,
substitusi, dan metode gabungan.

1. Metode Eliminasi

Metode eliminasi adalah menghilangkan salah satu variabel untuk dapat menentukan nilai variabel
yang lain. Dengan demikian, koefisien salah satu variabel yang akan dihilangkan haruslah sama atau
dibuat sama.

Contoh:

Dengan metode eliminasi, tentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan 2x+ 3y= 6 dan x y= 3.
Penyelesaian:

2x + 3y = 6 dan x y = 3

Langkah I (eliminasi variabel y)

Untuk mengeliminasi variabel y, koefisien y harus sama, sehingga persaman 2x + 3y = 6 dikalikan 1


dan persamaan x y = 3 dikalikan 3.

2x + 3y = 6 1 2x + 3y = 6

x y=3 3 3x 3y = 9

5x = 15
15
x = 5

x =3

Langkah II (eliminasi variabel x)

Seperti pada langkah I, untuk mengeliminasi variabel x, koefisien x harus sama, sehingga persaman
2x + 3y = 6 dikalikan 1 dan persamaan x y = 3 dikalikan 2.

2x + 3y = 6 1 2x + 3y = 6

x y=3 2 2x 2y = 6

5y = 0
0
y=
5

y=0

Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah {(3, 0)}.

2. Metode Substitusi

Metode substitusi dilakukan dengan cara menyatakan salah satu variabel dalam bentuk variabel yang
lain kemudian nilai variabel tersebut menggantikan variabel yang sama dalam persamaan yang lain.

Contoh :

3x + y = 7

x+ 4y= 6
Penyelesaian:

Langkah pertama, tuliskan masing-masing persamaan dalam bentuk persamaan (1) dan (2).

3x + y = 7 (1)

x + 4y = 6 (2)

Langkah kedua, pilih salah satu persamaan, misalkan persamaan (1). Kemudian, nyatakan salah satu
variabelnya dalam bentuk variabel lainnya.

3x + y = 7

y = 7 3x (3)

Langkah ketiga, nilai variabel y pada persamaan (3) menggantikan variabel y pada persamaan (2).

x + 4y = 6

x + 4 (7 3x) = 6

x + 28 12x = 6

x 12x = 6 28

11x = 22

x = 2 (4)

Langkah keempat, nilai x pada persamaan (4) menggantikan variabel x pada salah satu persamaan
awal, misalkan persamaan (1).

3x + y = 7

3 (2) + y = 7

6+y=7

y=76

y = 1 (5)

Langkah kelima, menentukan penyelesaian SPLDV tersebut. Dari uraian diperoleh nilai x = 2 dan y =
1. Jadi, dapat dituliskan Hp = {(2, 1)}

3. Metode Gabungan

Metode gabungan merupakan gabungan antara metode eliminasi dan metode substitusi.
Contoh:

Dengan metode gabungan, tentukan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan 2x 5y = 2 dan x
+ 5y = 6, jika x, y R.

Penyelesaian:

Langkah pertama yaitu dengan metode eliminasi, diperoleh

2x 5y = 2 1 2x 5y = 2

x + 5y = 6 2 2x + 10y = 12

-15y = -10
10 2
y = 15 = 3

Selanjutnya substitusikan nilai y ke persamaan x + 5y = 6, sehingga diperoleh

x + 5y = 6
2
x + 5 (3) = 6

10
x+ 3
=6

10
x=6
3

2
x = 23

2 2
Jadi, himpunan penyelesaian dari persamaan 2x 5y = 2 dan x + 5y = 6 adalah {2 3 , 3}