Anda di halaman 1dari 10

SYARAT TERBENTUKNYA KUALITAS SALESMANSHIP

Menjadi penjual yang handal dengan omzet berlipat bukan hal yang mudah.
Diperlukan semangat dan kerja keras agar target penjualan dapat terpenuhi,
bahkan terlampaui. Tidak hanya itu, dibutuhkan juga strategi agar dapat
menaklukan pasar sekaligus menangani persaingan.

Banyak dari salesmanship yang tidak memiliki sikap dan mental positif seperti
yang dimiliki para penjual andal dan tidak memiliki cara serta strategi tepat untuk
menunjang kesuksesan dibidang penjualan.

Disini saya memaparkan syarat yang harus dilakukan untuk membentuk kualitas
salesmanship.Berikut 10 syarat terbentuknya kualitas salesmanship :

1.Berani,Gigih,Dan ulet

Berani

Untuk membuat pelanggan yakin hingga membeli produk yang kita jual ,kita
memang haruslah berani. Bertindak dengan memiliki kepercayaan diri dan tidak
ragu-ragu ataupun khawatir. Jika seseorang dilingkupi perasaan khawatir maka
sikap yang dihasilkan pun setengah-setengah.

Sebagai seorang penjual rasa percaya diri mutlak dimiliki. Bagaimana orang lain
percaya terhadap diri anda, jika anda tidak percaya pada diri anda sendiri ?
Percayalah pada diri sendiri, dengan begitu anda sudah punya modal untuk
bertindak . Dalam setiap tindakan, modal satu ini sangat diperlukan. Misalnya,
ketika menawarkan produk kepada pelanggan, menghadapi komplain dari
pelanggan ,dan mempresentasikan produk kepada pelanggan, semua itu tidak
akan berjalan lancar tanpa rasa percaya diri

Sebagai seorang penjual, anda telah melangkah setengahjalan dari tujuan yang
dicapai bila memiliki kepercayaan diri. Kepercayaan diri juga melahirkkan
kreativitas dan rasa optimis. Yakinkan diri sendiri bahwa anda bisa. Dengan begitu,
rasa percaya diri pun hadir
Gigih

Be patient and persistence !!! berjiwa besar dan berani melawan kegagalan. Bagi
seorang sales, kegagalan maupun penolakan dalam memasarkan produk sudah
menjadi bumbu penyedap bagi kegiatan mereka setiap harinya. Untuk itu, sebagai
seorang pelaku pasar Anda juga dituntut untuk berjiwa besar dan jangan pernah
berkecil hati dalam menghadapi kegagalan, pastikan Anda selalu mengutamakan
kepentingan konsumen dan memberikan pelayanan prima bagi mereka dalam
kondisi maupun cuaca apapun.

Bentuklah Persepsi !!! Sebagai penjual yang andal , anda harus bisa
mempersepsikan bahwa produk anda sesuatu yang baik bagi konsumen,sesuatu
yang bagus buat mereka. Karena dengan begitu, mereka akan membeli produk
anda. Membentuk persepsi pelanggan juga penting. Bila persepsi telah
terbentuk,apapun bisa anda jual. Bahkan, bidang apapun bisa anda geluti jika
kmampuan ini benar-benar telah anda kuasai

Ulet

Sikap ulet harus dimiliki salesman masa kini dan masa depan . Siapa yang ulet
akan memenangkan pertempuran mendapat pelanggan karena pelanggan akan
diperebutkan oleh pesaing yang jumlahnya semakin banyak.

Salesman tidak hannya cukup bermodal keterampilan menjual dan pengetahuan


produk melainkan harus berjuang mati-matian. Ditolak harus berani maju terus.
Jangan sampai prospek yang ada direbut oleh oleh pesaing. Untuk itu laporan
harian prospek harus dibuat secara teratur dan ditindak lanjuti agar prospek tidak
lepas .

Jangan meremehkan hal kecil !!! Penjual andal selalu mendengarkan keluhan atau
masukan pelanggan sekecil apapun. Mereka mengamati para pelanggan mulai dari
hal kecil sampai yang besar . Tidak ada hal yang salah bagi mereka memperhatikan
hal-hal kecil.
2.Kemauan Bekerja keras

Yang dibutuhkan hanya TEKAD bukan sekedar BAKAT !!! Seseorang juara tidak
akan menjadi juara bila ia tidak menanamkan tekad yang kuat dalam dirinya.
Tekad yang kuat sangat diperlukan dalam meraih apapun . Seorang pendaki tidak
akan bisa sampai kepuncak bila tidak memiliki kebulatan tekad. Kebulata tekadlah
yang mengantar sang pendaki sampai di puncak,mengalahkan cuaca ekstrem serta
maut yang mengintai. Namun, akan berbeda hasilnya bila si pendaki tidak ppunya
tekad yang kuat. Bisa saja baruseparuh perjalanan, ia mengurungkan niatnya
untuk menyelesaikan pendakian karena alasan cuaca atau bahaya.

Begitu juga bagi anda yang sedang merintis karir atau menggeluti bidang
penjualan. Anda harus menanamkan tekad kuat agar anda senantiasa
bersemangat dan tidak mudah patah arang. Keberhasilan dan kesuksesan tidak
dapat diraih dalam waktu singkat. Butuh waktu pengorbanan , dan perjuangan
yang panjang. Maka dari itu,dengan kebulatan tekad, Anda bisa bersabar serta
meningkatkan kemampuan yang diperlukan dalam meraih keberhasilan dan
kesuksesan. Semuanya tidak akan terjadi tanpa totalitas.

Jangan pernah mengeluh apalagi sampai pasang wajah murung !!! Ketika
berhadapan dengan orang dalam urusan pekerjaan, janganlah memasang wajah
murung,tunjukan wajah ceria anda pada orang lainn. Kecceriaan yang terpancar
dari wajah seseorang bisa memberikan energi positif bagi yang melihatnya. Hal
tersbut berlaku dalam urusan menjual. Janganlah menjual dengan memasang
wajah murung. Sebab, pembeli tidak betah berhadapan dengan penjual yang
demikian.

Penjual yang terlihat lebih akrab dengan pembeli ialah penjual yang menunjukan
keceriaan ,wajah yang tulus dan dihiasi senyumm hangat.Jika pembeli sudah
nyaman maka menjual akan lebih mudah.

3.Kesehatan fisik

Pertahankan Stamina !!!


Pekerjaan salesman membutuhkan stamina yang prima karena harus bekerja
dibawah tekanan. Daari atasan kita diharuskan dapat mencapai target penjualan.
Sementara itu , terhadap pelanggan kita harus dapat memberikan produk
berkualitas dengan harga terjangkau. Selain itu, medan kerja salesman yang
terbuka penuh dengan ketidaknyamanan seperti kemacetan lalu lintas dan iklim
yang tidak bersahabat. Oleh karena itu, salesman perlu memperhatikan kesehatan
fisik, mental, dan spiritual. Kita harus makan teratur, asupan yang mengandung
protein dan vitamin,melakukan olahraga dan istirahat yang cukup. Selain itu
,jangan lupa berdoa kepada tuhan YME agar selalu diberi kesehatan.

Perhatikan penampilan !!!

Seseorang tidak bisa dinilai bail-buruknya melalui penamplan semata. Namun,,


biar bagaimanapun penampilan adalah hal pertama yang dilihat orang lain dari
diri kita. Untuk itu, jagalah penampilan agar selalu terlihat menarik. Penampilan
yang menarik akan membawa hal positif. Lingkungan baru atau kenalan baru akan
lebh mudah menerima orang-orang yang mampu memukau dengan
penampilannya

Penampilan terbaik juga dibutuhkan dalam urusan menjual. Penjual jangan asal
percaya diri saja, perhatikan juga penampian, sudah menarik atau belum, sudah
enak dilihat atau belum. Pembeli enggan menawar pada penjual yang jorok dan
tidak sedap dipandang mata mereka lebih suka menawar pada penjual yang
wangi,bersih serta enak dipandang.

4.Pengetahuan apa yang dijual

Sebagai seorang penjual anda dituntut untuk tahu dan mengerti banyak hal,
terutama hal-hal yang berkaitan dengan produk yang anda jual . Mulai dari hal
kecil sampai persoalan besarnya harus anda kuasai. Minimal, jika ada pelanggan
yang bertanya, Anda bisa memberi sebuah jawaban pasti, bukan alasan yang
mengada-ada.

Maaf, saya tidak tahu mengenai hal itu. Mengungkapkan kalimat demikian akan
sangat fatal bagi seorang penjual karena dapat membua pelanggan kecewa.
Ungkapan tersebut bukan mencerminkan seorang penjual sejati. Sebab penjual
sejati selalu menguasai produk yang dijualnya. Saat ada pelanggan bertanya
megenai produknya, ia akan antusia memberikan segala informasi yang
dibutuhkan . Ia akan mudah memberikan segala informasi yang dibutuhkan
pelanggan. Ia akan mudah membeberka apa saja yang menyangkut produknya.

Oleh karena itu , tida heran jika karyawan-karyawan baru di perusahaan besar
sebelum terjun langsung dibekali berbagai macam product knowlege terlebih
dahulu. agar mereka berani maju kemedan perang berbekal persiapan dan dapat
membuat calon konsumen percaya.

5.Kepercayaan terhadap apa yang dijual

Believe to The Our Product or Service Percaya kepada produk atau pelayanan
(service) yang dijual. Artinya, sampai sejauh mana kita memahami keunggulan
produk atau servis yang kita jual. Dalam arti differentiation atau unique selling
point agar kita bisa menjelaskan benefit dan keuntungan kepada pelanggan dan
prospek kita. Memahami bahwa produk atau pelayana bukan hanya feature atau
bentuk luar, melainkan content atau isi secara intangible atau nonfisik yang
membawa manfaat bagi calon pembeli kita. Kita sering kali terjebak karena
persaingan harga dipasar sehingga kita cenderung panik dan takut kalah. Believe
yang kuat terhadap apa yang kita jual akan menciptakan relasi yang kuat dengan
pembeli karena kita membangun keyakinan terkuat sehingga jalinan chemistry
relationdengan mereka bisa terbentuk dengan kuat juga.

6.Kesesuian apa yang dijual dengan kondisi prospek

Menururt Paul R. Krugman (2003:121) menyatakan bahwa Prospek adalah


peluang yang terjadi karena adanya usaha seseorang dalam memenuhi kebutuhan
hidupnya juga untuk mendapatkan profit atau keuntungan.

Siswanto Sutejo (1945;28) menyimpulkan secara jelas prospek adalah ; Suatu


gambaran keseluruhan, baik ancaman ataupun peluang dari kegiatan pemasaran
yang akan datang yang berhunbungan dengan ketidak pastian dari aktifitas
pemasaran atau penjualan.
Dengan demikian prospek merupakan kondisi yang akan dihadapi oleh
perusahaan dimasa yang akan datang baik kecendrungan untuk meningkatkan
atau menutup. Kodisi ini dipengaruhi oleh berbagai peluang dan ancaman yang
dihadapi. Kelemahan dan kekuatan yang dimiliki perusahaan sehingga diperlukan
perencanaan dan perumusan strategis perusahaan secara baik. Khususnya
kebijakan pemasaran dan perusahaan dapat meningkatkan pemasaran
produksinya dengan memanfaatkan peluang-peluang dan mengetahui berbagai
bentuk ancaman dikemudian hari.

Tahu apa yang dibutuhkan pelanggan ! Seseorang tidak bisa menolak sesuatu
jika sesuatu itu sangat dibutuhkan , sesuatu yang sangatberarti bagi dirinya.
Sebaliknya, seseorang akan merasa sangat terbantu bila ada orang yang mampu
memberikan apa yang dibutuhkannya. Jika kita sudah tahu apa yang dibutuhkan
oleh orang-orang yang berlalu lalang di depan toko kita ,otomatis mereka
mendatangi sendiri toko kita tanpa harus menawarkan kepada mereka untuk
mampir walau hanya melihat-lihat. Sebab, mereka tahu di mana tempat untuk
memenuhi kebutuhan mereka.

Harus tepat Sasaran ! Jangan membuang-buang waktu kepada orang yang salah
jika kita mempresentasikan atau mempromosikan produk kita. Harus anda ingat
bahwa pelanggan adalah orang yang butuh dan memiliki daya beli. Jangan sampai
mempresentasikan dengan semangat ,berbicara sampai mulut berbusa, tapi
ternyata tidak tepat sasaran. Itu sama halnya dengan anda menawarkan asuransi
dana pensiun kepada anak sekolah menengah. Akan tetapi, coba tawarkan
asuransi dana pensiun epada seorang karyawan atau eksekutif muda, pasti
hasilnya berbeda. Ingatlah, harus tepat sasaran.

7.Pengetahuan tentang pembeli

Cek daftar Pelanggan ! Membuat daftar pelanggan sangatlah penting. Catatlah


profil pelanggan anda ,mulai dari nama, alamat, pekerjaan, hobi, dan tempat
favorit mereka bisa diisikan didalam daftar anda. Dari daftar tersebut , Anda bisa
sedikit terbantu untuk mengenali karakter pelanggan. Sebab, setiap konsumen
berasal dari latar belakang dan status berbeda.
Tahu Tempat Favorit Pelanggan ! Salah satu cara mengenal karakter orang adalah
mengunjungi tempat favorit orang tersebut. Sebagai penjual, Anda bisa
meluangkan waktu mengunjungi tempat-tempat pelanggan menghabiskan
waktunya. Pada kunjungan itu, Anda juga bisa mengamati seperti apa lingkungan
yang sering dikunjungi , siapa saja teman interaksinya, atau apa saja yang
dilakukannya.

Dari pengamatan itu, setidaknya penjual bisa mengerti seperti apa pola pikir serta
kebiasaan para calon pelanggannya tersebut. Keuntungan lain dari kunjungan
tersebut, Anda bisa berinteraksi dengan sang pelanggan sekaligus menawarkan
produk. Dan, Anda juga bisa menggaet pelanggan baru ditempat itu.

Tahu Alasan Orang Membeli !

Menurut Joe Vitale, penulis Buying Trances, ada beberapa alasan mendasar yang
menyababkan orang membeli suatu produk.

1. Pemeliharaan diri, termasuk didalamnya


keamanan,kesehatan,pemmeliharaan diri, dan keluarga.
2. Percintaan meliputi cinta dan nafsu.
3. Uang, yaitu hasrat untuk memperoleh uang banyak.
4. Penghargaan, Meliputi rasa bangga dan pujian.

Hasrat seorang penjual adalah menjual barang sebanyak-banyaknya. Akan


tetapi ingat, itu bisa saja terjadi bila penjual teliti dan mampu menghubungkan
kegunaan produknya dengan empat poin tersebut. Misalkan, seorang wanita
membeli baju hangat menjelang musim dingin. Baju hangat akan
menghindarkannya dari hawa dingin yang akan menerpa tubuhnya. Ini bisa
masuk pada alasan nomor 1, yaitu pemeliharaan diri.

Prinsipnya ,produk apapun yang ditawarkan harus memiliki manfaat bagi


pelanggan.

8.Kemampuan untuk membuka pikiran

kemampuan Anda untuk membuka pikiran dan emosi mereka serta membawa
mereka masuk ke dalam suatu pengalaman yang belum pernah mereka bayangkan
sebelumnya, kemudian mereka benar-benar mampu memvisualisasikannya dalam
pikiran mereka sehingga seolah mereka berada dalam kondisi nyata pada saat
mereka telah membeli produk itu. Anda bisa rasakan, bagaimana emosi mereka
yang sebelumnya diliputi keraguan, akhirnya bisa berubah lebih ingin tahu. Hal ini
terbukti saat mereka mengajukan sejumlah pertanyaan keingin tahuan dan
mereka tampak antusias pada produk Anda dan juga perusahaan.

9.Belajar dari Pengalaman

Setiap orang tentu memiliki pengalaman dalam hidupnya, baik itu suka maupun
duka. Pengalaman suka biasanya mudah dikenang karena rasanya manis. Bahkan,
orang-orang ingin mengalaminya sekali lagi. Sebaliknya, pengalaman duka kadang
meninggakan pahit dan kegetiran. Tak sedikit juga yang menyisakan tangis saat
mengenakannya.

Dari pengalaman tersebut, banyak pelajaran yang bisa dipetik. Terlepas itu,
pengalaman baik atau buruk,semuanya tetap memberikan hikmah bagi setiap
orang yang menjalaninya. Maka, tidak salah bila ada pepatah yang mengatakan
pengalaman adalah guru terbaik.

Sebagai penjual, tentunya anda juga memiliki banyak pengalaman yang bisa
diambil sebagai pelajaran, mulai dari pengalaman ditolak konsumen, berhasil
menjual produk, hingga pengalaman menghadapi konsumen yang komplain.
Semua itu tidak dapat dilupakan begitu saja.

Kalau ingin meraih sukses, belajarlah dari pengalaman karena dari pengalaman
seseorang bisa mengetahui apa yang menjadi kelemahan dan kelebihannya. Ini
juga bisa diterapkan bagi penjual untuk meningkatkan penjualannya.

Siap Menerima Ide dari pelanggan maupun sesama penjual !


Saat sedang berbincang dengan pelanggan, sesekali mereka menyelipkan
masukan atau pendapat tentang berbagai hal. Bila anda jeli, itu bisa menjadi
sebuah ide. Ingat, penjua harus bisa menjadi pendengar yang baik bagi
pelangganny. Maka, dengarkanlah ide dan masukkan dari pelanggan, siapa tahu
itu bisa mendongkrak omzet anda. Ambilah ide yang menurut anda positif dan
bisa menunjang kinerja serta penjualan.
Anda harus ingat bahwa pelanggan berasal dari berbagai kalangan. Tentu cara
pikir dan hal yang mereka lewati berbeda dengan anda. Maka, ide-ide yang
mereka utarakan pastinya juga unik dan menarik. Anda tidak harus cepat-cepat
menggunakan ide-ide yang mereka ungkapkan. Anda bisa mengendapkannya
terlebih dahulu atau mengombinasikan ide Anda sendiri.

10.Kebiasaan memberi lebih dari apa yang diterma sebagai imbalan

Dalam menerapkan promosi kepada pelanggan, bukanlah hal yang asing lagi jika
pelanggan menginginkan lebih dari apa yang sudah mereka bayar. Mereka
mengincar diskon besar, reward, dan point-point lainnya terlebih jika mereka
pelanggan lama mereka akan mengincar reward akhir tahun, reward hari raya dan
reward-reward lainnya. Dari perilaku tersebut anda sebagai penjual juga dapat
menjadikan hal tersebut sebagai peluang karena semakin banyak event dan
reward yang kita adakan semakin banyak pula minat konsumen yang datang untuk
membeli produk kita. Tidak perlu takut untuk mengadakan event-event tersebut
karena reward yang kita berikan tidak harus melulu berupa materi ,ada kalanya
kita memberi reward berupa kualitas pelayanan yang lebih ataupun motivasi-
motivasi lainnya agar pelanggan loyal terhadap brand maupun produk kita.

Berikut ini adalah 6 cara untuk memberikan penghargaan kepada para pelanggan
tanpa mengurangi margin di perusahaan anda :

1. Memberikan dukungan kepada para pelanggan untuk melakukan bisnis


dalam cara-cara yang mengurangi biaya perusahaan dan meningkatkan
pengalaman pelanggan. Misalnya melalui service 24 jam sehari melalui
website, dimana tidak mahal dan memberikan kemudahan bagi para
pelanggan.

2. Mensegmentasikan pilihan service berdasarkan preference dari pelanggan.


Melalui jenis service yang berbeda untuk level pelanggan yang berbeda
pula. Misalnya dengan memberikan pelayanan ekstra kepada pelanggan
anda yang profitable.
3. Memberikan pelatihan gratis kepada pelanggan untuk membantu mereka
dalam memutuskan untuk membeli suatu produk atau jasa. Misalnya
melalui seminar kecil atau mengedukasi pelanggan anda melalui trade
show, dan akan mengurangi biaya untuk kegiatan sales di perusahaan anda.

4. Berikan konsultasi atau analisa secara periodik kepada pelanggan


perusahaan anda, seperti service audit gratis, yang dapat memonitor faktor
legal atau operasional yang berkaitan dengan produk perusahaan.
Kemudian hasilnya digunakan untuk memberikan sesuatu yang berguna
kepada pelanggan. Mungkin anda dapat memberikan jasa ini secara gratis
bagi pelanggan anda yang paling menguntungkan, dan untuk yang lainnya,
dikenakan biaya tambahan..

5. Berikan penghargaan kepada pelanggan dari partner perusahaan anda yang


membeli produk dalam jumlah yang lebih besar. Seperti American Express,
melalui program discountnya

6. Ciptakan suatu program referral yang memberikan discount untuk


pembelian referral. Misalnya dengan memberikan discount sebagai credit
on their

Tentu saja faktor-faktor ini disesuaikan dengan perusahaan anda. Hasilnya dapat
anda ukur dan tentukan juga pengukuran dasarnya sebelum anda memulai hal ini.