Anda di halaman 1dari 4

RESUME MATERI 1

Nama : Devrita Irenike Mayade Chori


NIM : 201510230311237
Kelas : Psikologi D

1. Kelompok 1

Identitas Jurnal
Judul Jurnal Aplikasi Psikologi Positif dalam Dunia Bisnis
Nama Jurnal Jurnal Humanitas
Volume dan Halaman Volume 6, Halaman 130-143
Tahun 2009
Penulis Juneman
Pemateri Kelompok Alifia Satyana 2015-215

a. Definisi Psikologi Positif

Menurut Seligman, Steen, Park, dan Peterson (2005), psikologi positif merupakan
istilah yang memayungi studi-studi terhadap emosi-emosi positif, sifat-sifat dasar
positif, dan pemberdayaan institusi/komunitas. Psikologi positif mempelajari kondisi-
kondisi dan proses-proses yang berkontribusi terhadap penyuburan atau
pemfungsian individu, kelompok, dan lembaga secara optimal.

b. Kritik dalam Psikologi Positif

Terdapat beberapa kritik yang muncul dalam psikologi positif yaitu:


1. Dengan adanya gelombang psikologi positif ada tekanan kultural terhadap setiap
orang untuk menjadi bahagia.
2. Terdapat perbedaan kandungan isi psikologi positif versi psikologi popular dan
yang dikembangkan oleh para ilmuwan (scientific psychology).
3. Adanya pertanyaan apakah ada persamaan antara psikologi positif dalam tataran
individu dan kelompok (kelompok bisnis, sekolah, komunitas, dan sebagainya).

2. Kelompok 2

Identitas Jurnal
Judul Jurnal Positive Psychology: Positive Prevention and Therapy
Nama Jurnal -
Volume dan Halaman -
Tahun -
Penulis Martin E.P.Seligman
Pemateri Kelompok Esa Ainurrahmi 2015-231

a. Tujuan Psikologi Positif


Tujuan dari psikologi positif adalah untuk mengatalisis perubahan psikologi
dengan memperbaiki hal-hal terburuk dalam hidup dan juga membangun kualitas
terbaik dalam kehidupan, serta memperbaiki ketidakseimbangan sebelumnya
dengan perawatan dan pencegahan penyakit jiwa.
b. Ruang Lingkup dalam Psikologi Positif
- Menilai penderitaan individu
- Menyembuhkan penderitaan individu

c. Pencegahan dalam Psikologi Positif


Yang mendahului dalam pendekatan ini adalah isu pencegahan. Dalam jurnal ini
disebutkan bahwa ada kekuatan manusia yang bertindak sebagai penyangga
melawan penyakit jiwa seperti: keberanian, pemikiran masa depan, optimism,
ketrampilan interpersonal, iman, etika kerja dan lain sebagainya.

d. Pesan Gerakan Psikologi Positif


Psikologi positif bukan hanya sekedar mempelajari penyakit, kelemahan,
kerusakan, namun juga merupakan studi tentang kekuatan dan kebajikan.

3. Kelompok 3

Identitas Jurnal
Judul Jurnal Konsep Flourishing Dalam Psikologi Positif
Nama Jurnal Jurnal Psikologi UMM
Volume dan Halaman Vol. -, Halaman 326-333
Tahun 2016
Penulis Nurlaila Effendy
Pemateri Kelompok Afkar Jauhara 2015-217

a. Sejarah Psikologi Positif


Sejarah psikologi positif berkembang sangat cepat sejak didirikannya pada tahun
1998. Kajian pada psikologi semakin luas dengan perkembangan psikologi positif.
Kesejahteraan pada pendekatan psikologi positif meliputi pendekatan hedonic
(kesenangan) dan eudaemonic (aktualisasi diri).

b. Definisi Psikologi Positif


Psikologi positif sendiri adalah studi ilmiah tentang fungsi manusia yang optimal
dan tujuannya untuk menemukan dan mempromosikan faktor yang memungkinkan
individu, komunitas, masyarakat untuk tumbuh dan berkembang.

c. Tujuan Psikologi Positif


Tujuan dari psikologi positif adalah kesejahteraan. Kesejahteraan dalam psikologi
positif digambarkan dalam flourising yang merupakan kesejahteraan tertinggi, karena
mencakup semua aspek secara langsung dan tidak langsung.

d. Ruang Lingkup dalam Psikologi Positif


Terdapat tiga ruang lingkup dalam psikologi positif yaitu:
Positif Subjektif
Pikiran konstruktif tentang diri dan masa depan (misalkan: optimisme dan
harapan), serta perasaan energi, vitalitas, dan keyakinan, atau efek positif emosi
(misalkan: gembira, tertawa, dll).
Level Individu
Berfokus pada ciri-ciri individu positif (kapasitas untuk cinta dan rekreasi, courage,
interpersonal skills, forgiveness, kelapangan hati keberanian, ketekunan,
kejujuran, atau kebijaksanaan), mengembangkan kekuatan positif dari karakter,
mengembangkan potensi dan dorongan untuk mengejar keunggulan.
Level Kelompok/Masyarakat
Berfokus pada pengembangan, pembuatan, dan pemeliharaan lembaga positif
(pembangunan dari nilai-nilai sipil, penciptaan keluarga sehat, studi lingkungan
kerja yang sehat, dan masyarakat yang positif).

4. Kelompok 4

Identitas Jurnal
Judul Jurnal Positive Psychology: Cara Meraih Kebahagiaan
Nama Jurnal Jurnal Psikologi UMS
Volume dan Halaman Vol. -, Halaman 83-89
Tahun 2012
Penulis Taufik
Pemateri Kelompok Nyoman Diana Rahayu 2015-204

a. Sejarah Psikologi Positif


Sejarah psikologi positif berakar dari psikologi humanisme yang pembahasannya
fokus pada kebermaknaan dan kebahagiaan. Sejak munculnya psikologi positif,
kajian-kajian tentang kebermaknaan dan kebahagiaan tumbuh subur dan
mengemuka di kalangan tokoh-tokoh psikologi positif. Psikologi positif merupakan
cabang baru dari ilmu psikologi yang dideklarasikan pertama kali pada tahun 1998
oleh Martin Seligman dan Mihaly Csikszentmihalyi.

b. Definisi Psikologi Positif


Psikologi positif sendiri adalah studi tentang emosi-emosi positif untuk
meningkatkan kualitas hidup manusia. Memfokuskan pada pemahaman dan
penjelasan tentang kebahagiaan dan subjective well-being.

c. Tiga Ranah dalam Psikologi Positif


Secara operasional psikologi positif didefinsikan dalam tiga ranah yaitu:
1. Menggambarkan Masa Lampau (kepuasan hidup dan kesejahteraan hidup)
2. Menggambarkan Masa Sekarang (mengalir (flow) dan bahagia)
3. Menggambarkan Masa Depan (harapan dan optimisme)
.
d. Faktor Kebahagiaan
Kebahagiaan (happiness) menjadi isu sentral yang didiskusikan dalam psikologi
positif. Ada banyak penelitian yang telah dilakukan untuk mengkaji faktor-faktor yang
berperan dalam kebahagiaan. Faktor-faktor tersebut adalah:
1. Harta 5. Kesehatan
2. Pernikahan 6. Agama
3. Kehidupan Sosial 7. Rasa syukur
4. Usia
5. Kelompok 5

Identitas Jurnal
Judul Jurnal Aplikasi Psikologi Positif Dalam Konteks Sekolah
Nama Jurnal Jurnal Psikologi UMM
Volume dan Halaman Vol. -, Halaman 120-124
Tahun 2015
Penulis Farah Aulia
Pemateri Kelompok Sri Wulan Dani 2015-235

a. Sejarah Psikologi Positif


Psikologi positif cukup banyak dipengaruhi oleh pendekatan Humanistik. Istilah
psikologi positif pertama kali muncul dalam bab terakhir dari buku Maslow yang
berjudul Motivation and Personality, yang judul babnya adalah Toward a Positive
Psychology. Pada bagian dari buku ini, Maslow mengatakan bahwa psikologi sendiri
tidak memiliki pemahaman yang akurat tentang potensi manusia, dan lahan tersebut
cenderung tidak berkembang. Lebih lanjut, Maslow menjelaskan bahwa ilmu psikologi
lebih berhasil untuk menjelaskan sisi negatif dari pada sisi positif manusia; menggali
terlalu banyak tentang kekurangan, gangguan, dosa manusia namun hanya sedikit
menggali tentang potensi manusia, bakat, aspirasi yangdapat diraihnya, atau kondisi
psikologis tertingginya (dalam Frohh, 2004). Walaupun cukup memberikan pengaruh
terhadap psikologi positif, namun Seligman dan Csikszentmihaly, tokoh psikologi
positif, memilih untuk memberi jarak antara mereka dengan psikologi humanistik,
karena mereka menganggap bahwa humanistik adalah metodologi yang kurang
ilmiah dan kurang memiliki dasar ilmiah yang kuat.
.
b. Definisi Psikologi Positif
Seligman and Csikszentmihalyi (2000), mendefinisikan psikologi positif sebagai
studi ilmiah tentang fungsi manusia yang positif dan berkembang pada beberapa
tingkat yang mencakup biologi, personal, relasional, kelembagaan, budaya, dan
dimensi global hidup.

c. Tujuan Psikologi Positif


Tujuannya adalah mengidentifikasi dan meningkatkan kekuatan dan kebajikan
manusia yang membuatnya dapat hidup dengan layak dan memungkinkan individu
dan masyarakat untuk berkembang.

d. Tiga Pilar Utama Psikologi Positif


Psikologi positif memiliki tiga pilar utama yaitu:
1. Pengalaman hidup yang positif pada individu dengan mengeksplorasi emosi-
emosi positif.
2. Properti fisik yang positif dari individu, menggali trait kepribadian positif, bakat dan
kekuatan individu.
3. Masyarakat yang positif, menggali institusi sosial yang positif, seperti demokrasi,
keluarga yang kuat dan pendidikan yang mendorong perkembangan yang positif.