Anda di halaman 1dari 36

RENCANA BIMBINGAN KLINIK (RBK)

KIE TANDA TANDA PERSALINAN

Disusun Dalam Rangka Memenuhi Tugas Ujian Praktik Clinical Instructure

Oleh:

SRY NOVITA PURBA


030216A161

PROGRAM STUDI D IV KEBIDANAN

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

2017
LEMBAR PERSETUJUAN

Rencana Bimbingan Klinik pada mata kuliah Asuhan Kebidanan Kehamilan


dengan sub pokok bahasan KIE Tanda tanda Persalinan ini telah disetujui
oleh pembimbing pada :

Hari :

Tanggal :

Ungaran, Mei 2017

Mahasiswa

(Sry Novita Purba)

Telah disetujui oleh :

Pembimbing Akademik

(Erna Setiawati, S.SiT., M.Kes)


LEMBAR PENGESAHAN

Rencana Bimbingan Klinik pada mata kuliah Asuhan Kebidanan Kehamilan


dengan sub pokok bahasan KIE Tanda tanda Persalinan ini telah direvisi dan
disahkan oleh pembimbing pada :

Hari :

Tanggal :

Ungaran, Mei 2017

Mahasiswa

(Sry Novita Purba)

Telah disetujui oleh :

Pembimbing Akademik

(Erna Setiawati, S.SiT., M.Kes)


RENCANA BIMBINGAN KLINIK

A. IDENTITAS MATA KULIAH/PRAKTIK KLINIK

Mata Kuliah : Asuhan Kebidanan I (Kehamilan)


Capaian Pembelajaran :Setelah praktek selesai Mahasiswa mampu
melaksanakan asuhan kebidanan pada masa
kehamilan.
Hari : Senin, 29 mei 2017
Waktu Bimbingan : 1 x 30 Menit
Sasaran : Mahasiswa DIII Kebidanan/Semester IV
Pokok bahasan : KIE Tanda-tanda Persalinan

B. DESKRIPSI PEMBELAJARAN KLINIK


Mahasiswa H adalah mahasiswa DIII Kebidanan semester IV
Universitas Ngudi Waluyo. Mahasiswa H akan melaksanakan praktik klinik
pada hari Senin di Puskesmas. Dalam praktik klinik di dilahan mahasiswa H
mempunyai target-target yang harus di capai salah satunya Asuhan Kebidanan
Kehamilan. Praktik yang akan dilakukan kali ini adalah KIE Tanda tanda
Persalinan. Sebelum mahasiswa melaksanakan praktik klinik dibekali
mengenai KIE Tanda tanda Persalinan pada ibu hamil yang bertujuan,
mengetahui apa saja tanda tanda dalam Persalinan. Mahasiswa harus mampu
dalam melakukan KIE Tanda tanda Persalinan.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN UMUM


1. Tujuan Pembelajaran Umum
Tujuan umum dari pembelajaran klinik ini yaitu mahasiswa DIII
Kebidanan Semester IV dapat memberikan konseling atau KIE tentang
tanda tanda persalinan.
2. Tujuan Pembelajaran Khusus
Adapun tujuan khusus dari pembelajaran klinik ini yaitu:
a. Mahasiswa mampu melakukan pengumpulan data subjektif tentang
KIE tanda tanda persalinan
b. Mahasiswa mempunyai keterampilan daslam komunikasi terapeutik
sesuai pada perumusan diagnosa dan masalah dalam melakukan KIE
tanda-tanda persalinan
c. Mahasiswa mampu bersikap aktif, terampil dan percaya diri serta
profesional dalam melaksanakan KIE tanda-tanda persalinan

D. RINCIAN KEGIATAN

No Tahap Kegiatan Pembimbing Kegiatan Metode Kompetensi yang


Pembelajaran Terbimbing ingin di capai
Klinik dan Waktu
1. Pra Klinik Kognitif: Ceramah
1. Pembimbing 1. Mahasiswa dan Tanya
membuka terbimbing Jawab
pertemuan pra menjawab
klinik dengan salam salam
2. Pembimbing 2. Mahasiswa
menyampaikan terbimbing
maksud dan tujuan memperhati
dalam pembelajaran kan
klinik yang akan penjelasan
dilakukan. pembimbing

3. Pembimbing 3. Mahasiswa Mahasiswa dapat


melakukan terbimbing menjawab
apersepsi untuk menjawab pertanyaan
menggali pertanyaan pembimbing
pengetahuan dari
mahasiswa pembimbing
mengenai Tanda
tanda Persalinan

4. Pembimbing 4. Mahasiswa Mahasiswa


mampu terbimbing terbimbing
membimbing mampu mampu
mahasiswa menjelaskan menjelaskan
terbimbing tujuan, tanda pengertian , tanda
menjelaskan tanda tanda persalinan,
pengertian, tujuan, persalinan, dan tanda bahaya
tanda tanda dan tanda persalinan.
persalinan, dan bahaya
tanda bahaya persalinan.
persalinan
Afektif
Pembimbing mampu Mahasiswa Mahasiswa
membimbing terbimbing terbimbing juga
mahasiswa terbimbing mampu mampu dalam
melakukan komunikasi melakukan melakukan
terapeutik selama komunikasi komunikasi
melakukan KIE Tanda terapeutik terapeutik selama
tanda Persalinan selama melakukan KIE
melakukan KIE Tanda tanda
Tanda tanda Persalinan
Persalinan

Psikomotor
1. Pembimbing mampu 1. Mahasiswa Mahasiswa
membimbing terbimbing terbimbing
mahasiswa mampu mampu melakukan
melakukan KIE melakukan KIE Tanda tanda
Tanda tanda KIE Tanda Persalinan kepada
Persalinan tanda klien
Persalinan

.
2. Klinik Kognitif:
1. Pembimbing mampu Mahasiswa Ceramah Mahasiswa
membimbing terbimbing dan Tanya terbimbing
mahasiswa melakukan KIE Jawab melakukan KIE
terbimbing Tanda tanda Dan Tanda tanda
melakukan KIE Persalinan pada bedside Persalinan pada ibu
Tanda tanda ibu hamil. theaching hamil.
Persalinan

Afektif
Pembimbing mampu Mahasiswa
membimbing terbimbing
mahasiswa terbimbing mampu
melakukan komunikasi berkomunikasi
terapeutik selama KIE dengan klien
Tanda tanda Persalinan. dan keluarga
menggunakan
komunikasi
terapeutik.
Psikomotor:
Pembimbing mampu Mahasiswa
membimbing terbimbing
mahasiswa mampu
terbimbing melakukan KIE
melakukan KIE Tanda tanda
Tanda tanda Persalinan
Persalinan
2. Mendemonstrasikan memperhatikan memperha Mahasiswa mampu
KIE tanda tanda tikan mempraktikkan
persalinan KIE tanda tanda
persalinan
3. Post Klinik Kognitif
Pembimbing mampu Mahasiswa Mahasiswa
mengevaluasi terbimbing terbimbing dapat
mahasiswa terbimbing melaksanakan melaksanakan
dalam pengertian, pendokumentasi pendokumentasian
tujuan, apa saja tanda an pada asuhan asuhan kebidanan
tanda persalinan, dan kebidanan dan dan evaluasi
tanda bahaya evaluasi
persalinan.

Afektif
Pembimbing mampu Mahasiswa Mahasiswa
mengevaluasi terbimbing terbimbing dapat
mahasiswa terbimbing memperhatikan memperhatikan
melaksanakan KIE evaluasi dari evaluasi dari
Pemeriksaan panggul pembimbing. pembimnbing
luar.

Psikomotorik
1. Pembimbing mampu Mahasiswa Mahasiswa mampu
mengevalusi tentang memperhatikan memperhatikan
komunikasi evaluasi dari evaluasi dari
terapeutik selama pembimbing pembimbing
melakukan KIE setelah setelah melakukan
Tanda tanda melakukan melakukan KIE
Persalinan. pemeriksaan Tanda tanda
melakukan KIE Persalinan.kepada
Tanda tanda klien.
Persalinan.

E. EVALUASI KLINIK
1. Tes pada awal : Pre requisite for clinical abilities menggunakan
a. Soal lisan
2. Tes pada proses : Component clinical abilities menggunakan
a. daftar tilik
3. Tes pada akhir : Clinical performance menggunakan diskusi
a. Jenis : Kognitif, afektif dan psikomotorik
b. Bentuk : Observasi
c. Alat : lembar observasi (lampiran)
4. Compotent Clinical Abilities
a. Bentuk : Observasi
b. Alat : Lembar Observasi (lampiran)

F. REFERENSI
Saifuddin, Ilmu Kebidanan, Yayasana Bina Pustaka, 2005, Jakarta
Neil, Wendi Rose. 1995. Panduan Lengkap : Perawatan Kehamilan. Jakarta:
Dian Rakyat
Rohmah, Nikmatur. 2009. Pendidikan Prenatal : Upaya Promosi Kesehatan
bagi Ibu Hamil. Jakarta: Gramata Publishing.
Varney Helen, Buku Ajar Asuhan Kebidanan I,EGC, Jakarta 2007
Sulistyawati Ari, asuhan kebidanan pada masa kehamilan, Salemba medica
Jakarta, 2009
G. LAMPIRAN
1. Lampiran 1 : Pertanyaan berupa soal lisan
2. Lampiran 2 : Rubrik
3. Lampiran 3 : Template
4. Lampiran 4 : Job Sheet
5. Lampiran 5 : Daftar tilik/Checklist
6. Lanpiran 6 : Materi
7. Lampiran 7 : Lembar Penilaian
Lampiran I

EVALUASI

A. Soal
1. Jelaskan pengertian persalinan.
2. Apa saja tanda tanda persalinan.

B. Kunci Jawaban

1. Persalinan dan kelahiran adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada
kehamilan cukup bulan (37-42 minggu), lahir spontan dengan presentasi
belakang kepala yang berlangsung selama 18 jam, tanpa komplikasi baik
ibu maupun janin. (Saifudin, 2001).

2. Tanda tanda Persalinan

a. Kontraksi (His)

b. Dilatasi serviks atau pembukaan

c. keluarnya bloody show atau lendir darah

d. Pecahnya ketuban.
Lampiran 2

RUBRIK PENILAIAN KIE TANDA-TANDA PERSALINAN

B
0 o
1 2 3 Skor
No Kompetensi (Tidak b
(Borderline) (Lulus) (Superior) Maksimal
lulus) o
t

1 Pengumpulan Peserta Peserta uji Peserta uji Peserta uji 3 9


data didik melaksanak menuliska menuliskan
subyektif tidak an 1 data n 1-2 data 3 data
menulis subyektif subyektif subyektif
data yang akan yang akan yang akan
subyektif dicari yaitu: dicari dicari yaitu:
yang yaitu:
akan
1. Riwayat
dicari 1. Riwayat kehamila 1. Riwayat
kehamila, n, kehamila,
persalinan persalina persalinan
dan nifas n dan dan nifas
nifas
2. Keluhan
yang
dialami
2. Keluhan 2. Keluhan
saat ini
yang yang
3. Data
dialami dialami
Psikosos
saat ini saat ini
ial
3. Data 3. Data
Psikososia Psikososia
l l
2 Pendidikan Peserta Peserta uji Peserta Peserta 2 6
Kesehatan Uji tidak melakukan didik didik
melakuk 1-2 unsur melakukan melakukan
an KIE yang 2-4 unsur 5 unsur
tanda- dilakukan yang yang
tanda dilakukan dilakukan
persalina
1. Melaku 1. Melakuk
n atau 1. Melakuk kan an
hanya an apersep aperseps
menjelas aperseps si i kepada
kan 1 i kepada kepada klien
klien klien

2. Menjel
askan 2. Menjelas
2. Menjelas menge kan
kan nai mengena
mengena bloody i bloody
i bloody show show
show

3. Menjel
askan
kepada 3. Menjelas
3. Menjelas klien kan
kan tentang kepada
kepada adanya klien
klien kontrak tentang
tentang si (his) adanya
adanya 4. Menjel kontraks
kontraks askan i (his)
i (his) kepada 4. Menjelas
4. Menjelas klien kan
kan tentang kepada
kepada pecahn klien
klien ya tentang
tentang ketuba pecahny
pecahny n a
a 5. Menjel ketuban
ketuban askan
kepada
klien 5. Menjelas
5. Menjelas menge kan
kan nai kepada
kepada dilatasi klien
klien serviks mengena
mengena i dilatasi
i dilatasi serviks
serviks 6.menj
elaskan
kepada
klien 6.menjelaskan
6. menjelas menge kepada
kan nai klien
kepada tanda mengenai
klien bahaya tanda
mengena pada bahaya
i tanda pada
persali
bahaya persalinan
pada nan
persalina
n
3 Perilaku Peserta Peserta uji Peserta uji Peserta uji 2 6
profesional tidak akan akan akan
melakuk melakukan melakukan melakukan
an 1-2 unsur 2-4 unsur 6 undur
ynag yang yang
dilakukan dilakukan dilakukan

1. Merespo 1. Meresp 1. Merespo


n on n
terhadap terhada terhadap
reaksi p reaksi
pasien reaksi pasien
2. Memper pasien 2. Memper
kenalkan 2. Mempe kenalkan
diri rkenalk diri
kepada an diri kepada
klien kepada klien
3. Merespo klien 3. Merespo
n 3. Meresp n
terhadap on terhadap
reaksi terhada reaksi
klien p klien
4. Memper reaksi 4. Memper
hatikan klien hatikan
privasi 4. Mempe privasi
5. Percaya rhatika 5. Percaya
diri n diri
6. Memberi privasi 6. Memberi
kan rasa 5. Percay kan rasa
empati a diri empati
kepada 6. Membe kepada
klien rikan klien
rasa
empati
kepada
klien
Global performance

Beri tanda (v) pada kolom yang disediakan sesuai dengan penilaian Anda secara
umum terhadap kemampuan peserta ujian

TIDAK LULUS BORDERLINE LULUS SEPERIOR

< 60 : Tidak Lulus


60-76.1 : Borderline
>76-94 : Lulus
95 : Superior
Lampiran 3
TEMPLATE SOAL OSCE
UJI KOMPREHENSIF
1. Nomor Stasi
2. Judul stasi Kehamilan
3. Waktu yang 30 menit
dibutuhkan
4. Tujuan stasi Menilai peserta uji untuk mengumpulkan data subyek
Melaksanakan KIE tanda-tanda persalinan
Melaksanakan prosedur secara profesional
5. Kompetensi 1. Pengumpulan data subyektif
(tebalkan beberapa 2. Prosedur pemeriksaan fisik dan laboratorium
atau semua kompetensi sederhana
yang dinilai) 3. Perumusan diagnosa dan masalah
4. Keterampilan prosedur tindakan, sesuai pada
perumusan diagnosa dan masalah
5. Pendidikan kesehatan
6. Pendokumentasian
7. Perilaku profesional
6. Siklus (tebalkan 1. Kehamilan Fisiologi
kategori yang dinilai) 2. Deteksi dini pada komplikasi kehamilan
3. Persalinan fisiologi
4. Deteksi dini komplikasi persalinan
5. Penanganan awal kegawatdaruratan persalinan
6. Nifas fisiologi
7. Deteksi dini dan penanganan awal
kegawatdaruratan pada nifas
8. Bayi baru lahir, bayi dan balita fisiologis
9. Deteksi dini dan penanganan awal
kegawatdaruratan pada bayi baru lahir, bayi dan
balita
10. Masa antara dan keluarga berencana
7. Tipe ruangan Ruang Tindakan
8. Kebutuhan manikin 1. Leaflet
dan alat
9. Kebutuhan laboran Tidak ada
10. Kebutuhan dan Ada
Instruksi pasien standar Skenario :
Seorang ibu hamil yang bernama Ny.S berusia 29
tahun datang ke BPM Nur pada pagi hari pukul 10.00
WIB untuk memeriksakan kehamilannya yang berusia
6 bulan. Ibu mengatakan ini kehamilan pertama dan
belum pernah keguguran.Ibu mengatakan ingin
mengetahui tanda-tanda persalinan.
11. Instruksi untuk peserta Skenario klinis :
ujian Seorang ibu hamil yang bernama Ny.S berusia 29
tahun datang ke BPM Nur pada pagi hari pukul 10.00
WIB untuk memeriksakan kehamilannya yang berusia
8 bulan. Ibu mengatakan ini kehamilan pertama dan
belum pernah keguguran. Ibu mengatakan ingin
mengetahui perkembangan janinnnya.
Tugas :
1. Tuliskan data subyektif apa yang akan anda
tanyakan kepada Ny. I (Tulis dilembar kertas yang
telah disediakan)
2. Lakukan pemberian KIE tentang tanda-tanda
persalinan
12. Instruksi untuk penguji Skenario :
Seorang ibu hamil yang bernama Ny.S berusia 29
tahun datang ke BPM Nur pada pagi hari pukul 10.00
WIB untuk memeriksakan kehamilannya yang berusia
8 bulan. Ibu mengatakan ini kehamilan pertama dan
belum pernah keguguran. Ibu mengatakan ingin
mengetahui perkembangan janinnnya.

Tugas :
1. Tuliskan data subyektif apa yang akan anda
tanyakan kepada Ny. S (Tulis dilembar kertas yang
telah disediakan)
2. Lakukan pemberian KIE tanda-tanda persalinan

Instruksi Umum :
1. Pastikan identitas peserta sesuai dengan kartu ujian
2. Tulislah no peserta ujian pada lembar nilai tulis
3. Amati peserta tentukan global rating dan berilah
skore (0/1/2/3) pada lembar nilai terhadap tugas
yang dikerjakan sesuai rubrik
4. Penguji tidak diperbolehkan melakukan interupsi
dan bertanya kepada peserta selain yang ditentukan
5. Taatilah peraturan dan laksanakan tugas sebagai
penguji

Instruksi Khusus :
1. Menilai data subyektif yang ditulis peserta uji di
kertas yang telah disiapkan
2. Mengamati tindakan yang dilakukan peserta uji
3. Memberi penilaian sesuai rubric
13. Penulis Sry Novita Purba
14. Referensi Departemen Kesehatan RI. 2007. Pelatihan APN
Bahan Tambahan IMD. Jakarta : JNPKKR-
JHPIEGO.

Muslihatun, Wafi & Mufdlilah. 2009. Dokumentasi


Kebidanan. Fitramaya: Yogyakarta.

Sulistyawati, Ari. 2011. Asuhan Kebidanan pada


Masa Kehamilan. Jakarta : Salemba Medika
Lampiran 4

NO BUTIR YANG DINILAI ILUSTRASI


SIKAP DAN PERILAKU
1 Menyambut klien dengan ramah dan
sopan

2 Memperkenalkan diri pada klien

3 Menjaga privasi klien

4 Menjelaskan maksud dan tujuan kepada


klien
5 Merespon terhadap reaksi klien

6 Percaya diri

CONTENT
8 Menanyakan keluhan yang dirasakan
klien

9 Menanyakan riwayat obstetric klien


(kehamilan, persalinan, nifas)

10 Melakukan apersepsi tentang sejauh


mana pengetahuan klien tentang tanda-
tanda persalinan (adanya kontrasksi/his,
dilatasi serviks, keluarnya bloody show,
pecahnya ketuban)
11 Menjelaskan pada klien mengenai
kontaksi (his)
Kontaksi palsu (kontraksi palsu
berlangsung sebentar, tidak terlalu
sering dan tidak teratur)
Kontaksi sebenarnya (merasakan
kenceng-kenceng makin sering,
waktunya semakin lama, dan makin
kuat terasa, diserta mulas atau nyeri
seperti kram perut)

12

Menjelaskan dilatasi serviks


(pembukaan servik), primigravida > 1,8
cm dan multigravida 2,2 cm

13 Menjelaskan pada klien tentang


keluarnya bloody show (keluarnya
lendir bercampur dengan darah)

14 Menjelaskan tentang pecahnya ketuban


(keluarnya cairan dari jalan lahir dan
bukan air kencing, berwarna bening,
berbau amis. Serta dalam waktu <24
jam harus segera lahir, apabila belum
lahir dalam waktu lebih dari 24 jam
maka dilakukan penangana selanjutnya
misalnya caesar).
15. Menjelaskan pada klien apa saja tanda
bahaya dalam persalinan Ketuban
pecah dini, Perdarahan, Pergerakan
janin berkurang, Tekanan darah
meningkat

15 Menjelaskan kepada klien agar segera


mengunjungi tenaga kesehatan (bidan,
dokter, Puskesmas, rumah sakit,dll) bila
mengalami tanda-tanda persalinan

16 Memberikan kesempatan klien untuk


bertanya, memberikan umpan balik

17 Mengevaluasi pemahaman klien


berkaitan dengan tanda-tanda
persalinan dan kunjungan saat terjadi
tanda tanda persalinan

18 Menyimpulkan hasil konseling yang telah


dilaksanakan

TEHNIK
19 Teruji menjelaskan secara sistematis
20 Menggunakan bahasa yang mudah
dimengerti

21 Penggunaan media

22 Melakukan dokumentasi
Lampiran 5

CHEKLIST PENILAIAN
KIE TANDA TANDA PERSALINAN

Nama

NIM

Hari/Tanggal

Tanda Tangan

NILAI
NO BUTIR YANG DINILAI
0 1 2

SIKAP DAN PERILAKU

1 Menyambut klien dengan ramah dan sopan

0. Tidak dikerjakan

1. Memberikan salam saja tanpa mempersilahkan


duduk
2. Memberikan salam dan mempersilahkan duduk

2 Memperkenalkan diri pada klien

0. Tidak dilakukan
1. Memperkenalkan diri sebagai bidan tanpa menyebut
nama
2. Memperkenalkan diri sebagai bidan dengan
menyebut nama sambil menjabat tangan
3 Menjaga privasi klien

0. Tidak dikerjakan
1. Menjaga privasi hanya dengan ucapan atau hanya
memperagakan menutup sampiran
2. Menjaga privasi hanya dengan ucapan dan
memperagakan menutup sampiran
4 Menjelaskan maksud dan tujuan kepada klien

0. Tidak dilakukan
1. Hanya menjelaskan maksud saja saja

2. Menjelaskan maksud dan tujuan kepada klien

5 Merespon terhadap reaksi klien

0. Tidak merespon

1. Merespon reaksi klien tetapi tidak tepat


2. Merespon reaksi klien dengan tepat

6 Percaya diri

0. Teruji gugup

1. Terlihat tergesa-gesa dan ragu-ragu

2. Terlihat tenang dan melakukan dengan percaya diri

CONTENT

8 Menanyakan keluhan yang dirasakan klien

0. Tidak dilakukan
1. Menanyakan kurang tepat
2. Menanyakan dengan tepat

9 Menanyakan riwayat obstetric klien (kehamilan,


persalinan, nifas)

0. Tidak dilakukan

1. Menanyakan tapi kurang sempurna


2. Menanyakan dengan sempurna

10 Melakukan apersepsi tentang sejauh mana pengetahuan


klien tentang tanda-tanda persalinan (adanya
kontrasksi/his, dilatasi serviks, keluarnya bloody show,
pecahnya ketuban)

0. Tidak dilakukan
1. Menanyakan tapi kutang tepat

2. Menanyakan dengan tepat

11 Menjelaskan pada klien mengenai kontaksi (his)


1. Kontaksi palsu (kontraksi palsu berlangsung
sebentar, tidak terlalu sering dan tidak teratur)
2. Kontaksi sebenarnya (merasakan kenceng-kenceng
makin sering, waktunya semakin lama, dan makin
kuat terasa, diserta mulas atau nyeri seperti kram
perut)
0. Tdak menjelaskan

1. Menjelaskan hanya satu bahasan pada klien


2. Menjelaskan dengan lengkap pada klien

12 Menjelaskan dilatasi serviks (pembukaan servik),


primigravida > 1,8 cm dan multigravida 2,2 cm

0. Tdak menjelaskan
1. Menjelaskan tidak lengkap kepada klien

2. Menjelaskan secara lengkap pada klien

13 Menjelaskan pada klien tentang keluarnya bloody show


(keluarnya lendir bercampur dengan darah)

0. Tdak menjelaskan
1. Menjelaskan kurang tepat
2. Menjelaskan dengan sempurna

14 Menjelaskan tentang pecahnya ketuban (keluarnya


cairan dari jalan lahir dan bukan air kencing, berwarna
bening, berbau amis. Serta dalam waktu <24 jam harus
segera lahir, apabila belum lahir dalam waktu lebih dari
24 jam maka dilakukan penangana selanjutnya misalnya
caesar.

0. Tidak menjelaskan

1. Menjelaskan tidak lengkap


2. Menjelaskan dengan lengkap

15 Menjelaskan kepada klien agar segera mengunjungi


tenaga kesehatan (bidan, dokter, Puskesmas, rumah
sakit,dll) bila mengalami tanda-tanda persalinan

0. Tidak menjelaskan
1. Menjelaskan tidak tepat
2. Menjelaskan dengan tepat

16 Menjelaskan kepada klien tanda bahaya pada persalinan


seperti Ketuban pecah dini, Perdarahan, Pergerakan
janin berkurang, Tekanan darah meningkat.

0. Tidak menjelaskan
1. Menjelaskan tidak tepat

2. Menjelaskan dengan tepat

17 Memberikan kesempatan klien untuk bertanya,


memberikan umpan balik

0. Tidak dilakukan
1. Memberikan kesempatan kepada klien untuk
menanyakan apa yang belum dimengerti dan tidak
segera memberikan jawaban
2. Memberikan kesempatan kepada klien untuk
mengajukan pertanyaan apa yang belum dimengerti
dan segera memberikan tanggapan dari apa yang
menjadi pertanyaan klien
18 Mengevaluasi pemahaman klien berkaitan dengan
tanda-tanda persalinan dan kunjungan saat terjadi tanda
tanda persalinan

0. Tidak dilakukan
1. Dilakukan tidak tepat
2. Dilakukan dengan tepat

19 Menyimpulkan hasil konseling yang telah dilaksanakan

0. Tidak dilakukan

1. Dilakukan kurang tepat


2. Dilakukan dengan tepat
TEHNIK

20 Teruji menjelaskan secara sistematis


0. Tidak dilakukan atau menyimpang dari topik

1. Menjelaskan tetapi tidak secara urut.


2. Menjelaskan secara urut/runtut.

21 Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti

0. Menggunakan bahasa yang tidak dimengerti


oleh klien
1. Sebagian masih menggunakan istilah-istilah
medis
2. Menggunakan bahasa yang mudah
dimengerti oleh klien
22 Penggunaan media

0. Tidak dilakukan
1. Menggunakan media tetapi tidak efektif

2. Menggunakan media secara efektif dan benar

23 Melakukan dokumentasi

0. Tidak dilakukan

1. Mendokumentasikan hasil penkes tanpa identitas


pelaksana
2. Mendokumentasikan secara lengkap meliputi
tanggal, jam, inti tindakan penkes & hasilnya,
tanda tangan & nama terang

TOTAL SCORE = 44

Nilai akhir = score X 100

46

Ungaran, Mei 2017


Penguji

( )
Lampiran 6
TANDA-TANDA PERSALINAN

Pada kebanyakan wanita persalinan dimulai antara minggu ke 39 dan 41


usia kehamilan. Namun karena lama kehamilan setiap orang berbeda-beda
akibatnya banyak bayi yang dilahirkan pada salah satu minggu tersebut. Pada
bulan-bulan akhir kehamilan, tubuh memproduksi progesterone yang bertujuan
melunakkan jaringan disekitar cerviks dan pelvis untuk persiapan bersalin juga
biasanya ibu akan mengalami beberapa ketidaknyamanan antara lain persaan ingin
berkemih dengan frekuensi yang meningkat. Hal ini disebabkan karena pada ibu
primigravida kepala janin mulai memasuki Pintu Atas Panggul sehingga kandung
kemih ibu menjadi terdesak oleh kepala janin.
Persepsi awam umumnya menyamakan dimulainya proses kelahiran
dengan rasa sakit akan bersalin. Namun kadang-kadang rasa sakit ini tidak segera
muncul meskipun proses persalinan sudah mulai, karena masing-masing orang
akan mempunyai pengalaman yang berbeda-beda selama menjalani proses
persalinan.

A. PENGERTIAN PERSALINAN
1. Persalinan adalah suatu proses saat janin dan produk konsepsi dikeluarkan
sebagai akibat kontraksi teratur, progresif, sering dan kuat (Barbara, 2009).
2. Persalinan adalah klimaks dari kehamilan dimana berbagai sistem yang
nampaknya tidak saling berhubungan bekerja dalam keharmonisan untuk
melahirkan bayi. (Manuaba, 2008).
3. Persalinan dan kelahiran adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada
kehamilan cukup bulan (37-42 minggu), lahir spontan dengan presentasi
belakang kepala yang berlangsung selama 18 jam, tanpa komplikasi baik
ibu maupun janin. (Saifudin, 2001).
4. Persalinan normal (WHO) adalah persalinan yang dimulai secara spontan
beresiko rendah pada awal persalinan dan tetap demikian selama proses
persalinan, bayi dilahirkan spontan dengan presentasi belakang kepada
pada usia kehamilan antara 37 hingga 42 minggu lengkap. Setelah
persalinan ibu dan bayi dalam keadaan baik.
Berdasarkan pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa persalinan
adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan
(37-42 minggu), lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang
berlangsung selama 18 jam produk konsepsi dikeluarkan sebagai akibat
kontraksi teratur, progresif, sering dan kuat.

B. TANDA-TANDA PERSALINAN
Pengetahuan tentang persalinan dan tanda-tanda persalinan diharapkan akan
mengurangi kecemasan, dan meningkatkan kemampuan ibu untuk beradaptasi
terhadap ketidaknyamanan yang timbul selama proses persalinan. Tanda-tanda
persalinan antara lain:
1. Keluar lendir bercampur darah
Selama kehamilan bayi tersumbat dalam rahim oleh gumpalan lendir yang
lengket pada leher rahim. Saat persalinan dimulai dan serviks mulai
membuka, gumpalan mucus tadi terhalau. Pada saat bersamaan membrane
yang mengelilingi bayi dan cairan amniotic agak memisah dari dinding
rahim. Penampakan dari darah dan mucus yang keluar tampak bagai cairan
lengket berwarna merah muda, hal ini bisa kita lihat sebelum muncul
tanda-tanda persalinan lainnya
Apa yang harus dilakukan:
Pengeluaran darah dan lendir dapat terjadi beberapa hari sebelum
persalinan, jadi tunggulah sampai mendapatkan kontraksi yang teratur atau
air ketuban pecah, sebelum pergi bidan atau kerumah sakit. Anda harus
menghubungi dokter bila terjadi pendarahan hebat.

2. Kontraksi yang teratur setiap 10 15 menit


Pada bulan terakhir dari kehamilan sebelum persalinan dimulai, sudah ada
kontraksi rahim yang disebut his pendahuluan atau his palsu, yang
sebetulnya hanya merupakan peningkatan daripada kontraksi Braxton
Hicks. His pendahuluan ini tidak teratur dan menyebabkan nyeri diperut
bagian bawah dan lipat paha tidak menyebabkan nyeri yang memancar
dari pinggang ke perut bagian bawah seperti his persalinan. Lamanya
kontraksi pendek dan tidak bertambah kuat bila dibawa berjalan, malahan
sering berkurang. His pendahuluan tidak bertambah kuat dengan majunya
waktu bertentangan dengan his persalinan yang semakin kuat. Yang paling
penting adalah bahwa his pendahuluan tidak mempunyai pengaruh pada
serviks. Kontraksi rahim bersifat otonom tidak dipengaruhi oleh kemauan,
walaupun begitu dapat dipengaruhi dari luar misalnya rangsangan oleh
jari-jari tangan dapat menimbulkan kontraksi. Kontraksi rahim bersifat
berkala dan yang harus diperhatikan ialah :
Lamanya kontraksi : kontraksi berlangsung 45 detik sampai 75 detik
Kekuatan kontraksi : menimbulkan naiknya tekanan intrauterine
sampai 35 mmHg. Kekuatan kontraksi secara klinis ditentukan dengan
mencoba apakah jari kita dapat menekan dinding rahim ke dalam.
Interval antara kedua kontraksi: pada permulaan persalinan his timbul
sekali dalam 10 menit, pada kala pengeluaran sekali dalam 2 menit.
Menurut faalnya his persalinan dapat dibagi dalam :
His pembukaan adalah his yang menimbulkan pembukaan dari serviks.
His pengeluaran adalah his yang mendorong anak keluar. His
pengeluaran biasanya disertai dengan keinginan mengejan.
His pelepasan uri adalah his yang mengeluarkan uri.
Mulanya kontraksi terasa sakit pada punggung bawah, yang berangsur-
angsur bergeser ke bagian bawah perut. Beberapa menggambarkan mirip
dengan mulas pada saat haid, saat mulas bergerak ke bagian perut, dengan
tangan dapat dirasakan bagian tersebut mengeras. Kejangnya mirip
Braxton Hicks, namun terasa teratur semakin sering dan kuat, ferekuensi
dan durasi seiring dengan kemajuan persalinan.
3. Ketuban pecah
Pada beberapa kasus membrane masih utuh hingga akhir tahap pertama
persalinan. Kemudian desakan kontraksi dan tekanan kepala bayi pada
mulut servik menyebabkan pecahnya membrane. Saat kebocoran dimulai,
bisa dirasakan seperti semburan air atau hanya rembesan, namun
sebenarnya pecahnya membrane takkan terasa karena membrane tidak
memiliki saraf. Seringkali pada ketuban pecah ini ibu merasakan seperti
mengompol, namun untuk memastikan apa yang keluar melalui jalan lahir
tersebut apakah urin atau cairan ketuban dari baunya. Urin biasanya
mempunyai bau yang khas, demikian halnya dengan cairan ketuban namun
cairan ketuban ini berbau anyir.
Saat ketuban pecah maka akan keluar cairan ketuban melaui jalan lahir,
selama masa perjalanan menuju ke tenaga kesehatan sebaiknya gunakan
pembalut untuk menampung cairan yang keluar untuk mengurangi
ketidaknyamanan bagi ibu.
4. Dilatasi serviks atau pembukaan yaitu primi >1,8cm dan multi 2,2cm
Terjadi dilatasi serviks, primi (Pertama hamil) >1,8cm dan multi (lebih
dari satu kali hamil) 2,2cm. Biasanya pada bumil dengan kehamilan
pertama, terjadinya pembukaan ini disertai nyeri perut. Sedangkan pada
kehamilan anak kedua dan selanjutnya, pembukaan biasanya tanpa diiringi
nyeri. Rasa nyeri terjadi karena adanya tekanan panggul saat kepala janin
turun ke area tulang panggul sebagai akibat melunaknya rahim. Untuk
memastikan telah terjadi pembukaan, tenaga medis biasanya akan
melakukan pemeriksaan dalam (vaginal touche) (Sulistyawati, 2011).
Sampai saat ini mungkin masih banyak ibu yang belum tahu kapan
harus menghubungi tenaga kesehatan terutama pada ibu primigravida yang
belum pernah memiliki pengalaman dalam menghadapi tanda-tanda
persalinan. Kurangnya pengetahuan ibu terhadap hal ini bisa
membahayakan ibu maupun janin yang dikandungnya. Saat yang tepat
menghubungi dokter adalah ketika Ibu merasakan tanda-tanda memasuki
tahap persalinan seperti yang telah disebutkan diatas, Apalagi jika Ibu
mengalami pecah ketuban. Jangan tunda menghubungi tenaga kesehatan.
Pengetahuan tentang tanda-tanda persalinan diatas diharapkan
dapat membantu ibu hamil untuk lebih menyiapkan mentalnya dallam
menghadapi persalinan dan lebih waspada terhadap timbulnya tanda- tanda
persalinan agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan, karena jika
ibu tidak mengetahui dan tidak segera menghubungi tenaga kesehatan baik
dokter maupun bidan maka hal ini sangat membahayakan ibu dan janin
yang dikandungnya.
C. TANDA-TANDA BAHAYA IBU BERSALIN
1. Ketuban pecah dini
Normalnya ketuban pecah beberapa saat sebelum melahirkan. Jika
sebelum tanggal perkiraan persalinan ibu talah merasa keluarnyacairan
dalm jumlah banyak dari kemaluan (pecahnya ketuban), Segeralah ke
Nakes, karena ketuban pecah dini meningkatkan resiko terjadinya infeksi.
2. Perdarahan

Perdarahan pada kehamilan lanjut ( Ususia kehamilan > 20 minggu)


meskipun sangat sedikit dapat merupakan ancaman bagi ibu dan janin. Ibu
perlu segera mendapatkan pertolongan di Nakes.

3. Pergerakan janin berkurang

Berkurang atau hilangnya pergerakan janin dapat merupakan suatu


tanda gawat janin yang dapat berakhir denagn kematian janin. Karena itu
sebaiknya ibu mengerti cara menghitung pergerakan janin dalam satu hari,
dan segera ke Nakes jika menduga pergerakan janin berkurang.
Pemantauan pergerakan janin harus sudah duimual;ai sejak awal, yakni
sejak ibu merasa pergerakan janinnya, karena ibu sendirilah yang paling
tahu dan mungkin mendeteksei kesehatan janinnya, bisanya
memperhatikan gerakan janin setiap hari, dianjurkan untuk
memperhatikannya pada malaam hari, saat itu janin sedang bangun.
Caranya : ibu berbaring ( malam hari dan menghitung gerakan janin
selama 20 menit. Janin yang sehat akan bergerak labih dari 5 kali dalam 20
menit. Apabila ini terjadi, janin ibu akan baik selama 24 jam berikutnya
sehingga dengan memantau gerakan janin ibu dapat memprediksi
kesehatan janin setidaknya 24 jam ke depan. Apabila janin bergerak
kurang dari 5 kali dalam 20 menit segera hubungi nakes untuk
mndapatkan pemantauan yang lebih akurat dengan cara NST (Non Stress
Test)

4. Tekanan darah meningkat

Tekanan darah meningkat tanpa pemeriksaan tensi darah sulit


diketahui, tetapi apabila ibu merasa bengkak pada kaki yang tidak hilang
setelah diistirahatkan, bengkat pada punggung tangan, bengkak pada
kelopak mata atau bagian tubuh lainnya segera hubungi nakes karena
kemungkinan ibu terancam pre-eklampsi (keracunan kehamilan).
Lampiran 7

LEMBAR PENILAIAN

No Capaian Kompetensi Bobot No. Punggung Mahasiswa


1 2 3
1. Pengumpulan data subyektif 3
2. Prosedur pemeriksaan fisik dan
labolatorium sederhana
3. Perumusan diagnosis dan/masalah
4. Ketrampilan prosedur tindakan,
sesuai pada perumusan diagnosis
dan / masalah
5. Pendidikan kesehatan
6. Pendokumentasian 2
7. Perilaku profesional 2
Total

Beri tanda () pada kolom yang disediakan sesuai dengan penilaian Anda
secara umum terhadap kemampuan peserta ujian.
TIDAK LULUS BORDERLINE LULUS SUPERIOR

Nilai yang didapat


Nilai = x 100%
total score
BATAS LULUS :
Superior : Jika nilai 85
Lulus : Jika nilai 75 - 85
Borderline : Jika nilai 60 - 74
Tidak lulus : Jika nilai 60