Anda di halaman 1dari 12

MIMBAR

JURNAL PENELITIAN SOSIAL DAN POLITIK


April Juni 2015 ISSN : 2252-5270 Volume 4 No. 2

PELAKSANAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DALAM


MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) DI
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI BENGKULU

OLEH :
Rafles Tiara Sakti1
Mulyadi2

ABSTRAKSI

Pendidikan dan pelatihan merupakan penggerak di dalam upaya pengembangaan akan kemampuan
berpikir rasional dan berkeperibadian yang baik dengan nilai interitas yang tinggi akan emban
amanat jabatannya. Oleh karenanya, program pendidikan dan petihan di instansi pemerintahan,
harus menjadi perhatian yang besar, sehingga nantinya dapat menjadi poin penting untuk
meningkatkan kinerja pegawainya. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif,
yang bertujuan untuk menggambarkan secara sitematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta,
sifat-sifat serta hubungan antara fenomena yang diselidiki. Sistem pengembangan pegawai yang
dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu yang berdasarkan pengamatan peneliti,
ada beberapa pertimbangan dan syarat yang meliputi: 1) Sistem pengembangan dalam
mengoptimalkan peningkatan produktivitas kerja pegawai adalah berfungsi untuk memperbaiki
suasana organisasi/instansi yang berupa penguasaan keterampilan dan teknik pelaksanaan kerja
sehingga pengembangan suatu pegawai dianggap sangat penting; 2) Sistem pengembangan
pegawai yang dilaksanakan melalui Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) memberikan tanggapan
yang baik dari pegawai bahwa lembaga/instansi betul-betul memperhatikan kebutuhan akan
pegawai dalam pelaksanaan pekerjaan dan tanggung jawab yang telah diserahkan kepadanya; dan
3) Pegawai termotivasi untuk melaksanakan pekerjaan dan berusaha meningkatkan produktivitas
kerjanya dengan adanya pengembangan yang diberikan kepadanya. Namun dalam pelaksanaan
pengembangan pegawai melalui pendidikan dan pelatihan terdapat pengaruh yang disebabkan oleh
beberapa yang dipisahkan sebagai faktor pendukung dan faktor penghambat, diantaranya diuraikan
sebagai berikut: 1) Faktor Pendukung yang meliputi: a) Faktor kepemimpinan, pengembangan
Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) ini seorang pemimpin harus mampu menggunakan
kekuasaannya untuk bertindak dalam meningkatkan kemampuan pegawai atau bawahannya
sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai; b) Faktor motivasi, pendidikan dan pelatihan
(Diklat) senantiasa memotivasi pegawai oleh karena keinginan untuk menambah
kemampuan/kecakapan yang dimiliki oleh setiap pegawai. Meskipun sudah menjadi suatu tuntutan
organisasi tetapi melaui pendidikan dan pelatihan kita dapat mempelajari kemampuan diri; c)
Faktor komitmen, melalui pendidikan dan pelatihan (Diklat) setiap tindakan pelaksanaan
pengembangan pegawai membutuhkan adanya komitmen dan persepsi berupa kesiapan dan
kecukupan sehingga dalam pelaksanaan nantinya bisa berjalan baik dan lancar. 2) Faktor
Penghambat yang meliputi: a) Prestasi kerja yang cenderung rendah, prestasi kerja pada pegawai
tergambar pada tugas yang dikerjakan sangat lambat sehingga pertanggungjawaban yang
dibutuhkan tidak efektif dan efisien; b) Kondisi kerja yang kurang memadai, pengembangan
pegawai melalui Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) terdapat berbagai macam kondisi kerja yang
dianggap sangat mempengaruhi yaitu dari segi waktu, tenaga, pekerjaan, sasaran dan prasaranan.
Kondisi sarana dan prasarana dianggap sangat menghambat oleh karena ketersediaan lokasi
pengadaan pengembangan pegawai melalui pendidikan dan pelatihan tidak mendukung; dan c)
Komunikasi organisasi yang kurang efektif, dalam pengembangan pegawai melalui pendidikan
dan Pelatihan (Diklat) sangat dipengaruhi dari bagaimanan cara penyampaian informasi. Adapun
penymapaian informasi tentang Diklat di Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu dipengerahui atas
factor transmisi, kejelasan dan konsisten

Keywords: Pendidikan dan Pelatihan (Diklat), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Bengkulu

1
Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara Fisip Unihaz Bengkulu
2
Dosen Tetap Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unihaz Bengkulu

37
MIMBAR
JURNAL PENELITIAN SOSIAL DAN POLITIK
April Juni 2015 ISSN : 2252-5270 Volume 4 No. 2

A. Pendahuluan Pendidikan dan Pelatihan dalam


Suatu organisasi modern diharapkan Meningkatkan Kinerja Pegawai Negeri Sipil
menjadi aplikasi manajemen perkantoran saat di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
ini, dimana kelangsungan pekerjaan di dalam Provinsi Bengkulu?.
organisasi tersebut diperlukan adanya sistem B. Kajian Teoritis
yang baik dengan di dukung oleh sumber 1. Konsep Pendidikan dan Pelatihan
daya manusia yang cakap dalam menjalankan Menurut Soekidjo Notoadmodjo
kegiatan-kegiatan yang terdapat di (1992:27) mengatakan bahwa pendidikan
organisasinya. (formal) didalam suatu organisasi merupakan
Upaya meningkatkan kinerja pegawai suatu proses pengembangan kemampuan
adalah melalui pengembangan pegawai kearah yang diinginkan oleh organisasi
dengan dilakukannya pendidikan dan bersangkutan. Sedangkan pelatihan
pelatihan. Untuk mencapai kinerja yang merupakan bagian dari suatu proses
diharapkan dalam suatu organisasi, para pendidikan yang tujuannya untuk
pegawai harus mendapatkan program meningkatkan kemampuan dan keterampilan
pendidikan dan pelatihan yang memadai khusus seseorang atau sekelompok orang.
untuk jabatannya sehingga mereka para Pendidikan dan pelatihan pegawai adalah
pegawai menjadi terampil di dalam suatu bagian yang tidak terpisahkan di dalam
melaksanakan pekerjaannya. pengembangan sumber daya manusia secara
Pendidikan dan pelatihan merupakan komperehensif, dimana Martoyo Susilo
penggerak di dalam upaya pengembangaan (1999: 341) berpendapat pendidikan adalah
akan kemampuan berpikir rasional dan proses pemberian tambahan pengetahuan
berkeperibadian yang baik dengan nilai yang dilakukan oleh sebuah organisasi
interitas yang tinggi akan emban amanat terhadap pegawainya. Sedangkan pelatihan
jabatannya. Oleh karenanya, program merupakan suatu proses pendidikan yang
pendidikan dan petihan di instansi diarahkan kepada nilai-nilai keterampilan dan
pemerintahan, harus menjadi perhatian yang keahlian pegawai sesuai dengan jabatan atau
besar, sehingga nantinya dapat menjadi poin pekerjaan yang diemban pegawai tersebut.
penting untuk meningkatkan kinerja Pendidikan dan pelatihan dipandang
pegawainya. sebagai bentuk investasi jangka panjang bagi
Program peningkatan kemampuan dan setiap organisasi, oleh karenannya setiap
kompetensi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di organisasi yang berkembang melakukan atau
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi memfasilitasi proses pendidikan dan
Bengkulu dengan melakukan pengembangan pelatihan bagi pegawainya dengan
pegawai berdasarkan pendekatan formal, memberikan perhatian yang sangat besar
yaitu dengan dilakukannya pendidikan dan terhadap proses tersebut. Sehingga
pelatihan jabatan yang mengarah pada sikap meningkatnya kemampuan atau keterampilan
dan pengabdian aparatur yang berorientasi para pegawai, maka secara otomatis akan
pada kepentingan publik, sehingga nantinya meningkat pula kinerja para pegawainya.
dapat meningkatkan efisiensi, efektivitas Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.
dan kualitas pelaksanaan tugas yang 101 tahun 2000 tentang Pendidikan dan
diembannya dengan semangat kerjasama Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil, maka
dan tanggungjawab sesuai dengan pendidikan dan pelatihan atau yang disebut
lingkungan kerja dan organisasinya. dengan Diklat bertujuan sebagai berikut:
Simpulannya adalah dalam pencapaian a. Untuk meningkatkan pengetahuan,
hasil yang optimal untuk menjalankan keahlian, keterampilan, dan sikap untuk
tugasnya, maka diperlukan adanya dapat melaksanakan tugas jabatan secara
peningkatan pegawai melalui pendidikan profesioanal dengan dilandasi
dan pelatihan jabatan, dengan harapan kepribadian dan etika pegawai negeri
nantinya Pegawai Negeri Sipil (PNS) di sipil sesuai dengan kebutuhan instansi.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi b. Menciptakan aparatur yang mampu
Bengkulu memiliki kinerja yang lebih baik berperan sebagai pembaharu dan perekat
dari sebelum mengikuti program pendidikan persatuan dan kesatuan bangsa.
dan pelatihan jabatan yang diselenggarakan c. Memantapkan sikap dan semangat
oleh pemerintahan provinsi Bengkulu secara pengabdian yang berorientasi pada
keseluruhan. pelayanan, pengayoman, dan
Adapun rumusan di dalam penelitian ini pemberdayaan masyarakat.
adalah: Bagaimana Pelaksanaan d. Menciptakan kesamaan visi dan

38
MIMBAR
JURNAL PENELITIAN SOSIAL DAN POLITIK
April Juni 2015 ISSN : 2252-5270 Volume 4 No. 2

dinamikapola piker dalam melaksanakan b. Faktor Motivasi (Motivation)


tugas pemerintahan umum dan Motivasi terbentuk dari sikap seorang
pembangunan demi terwujudnya pegawai dalam menghadapi situasi kerja.
pemerintahan yang baik. Motivasi merupakan kondisi yang
Berdasarkan penjelasan di atas, maka menggerakan diri pegawai yang terarah
dapat disimpulkan bahwasannya untuk mencapai tujuan organisasi. Sikap
pengembangan sumber daya manusia dalam mental yang mendorong diri pegawai
suatu organisasi merupakan suatu upaya di untuk berusaha mencapai kinerja secara
dalam peningkatan kemampuan pegawai maksimal. Sikap mental seorang pegawai
melalui pendidikan dan pelatihan yang tidak harus sikap mental yang siap secara
saja menambah pengetahuan, akan tetapi juga psikofisik (siap secara mental, fisik,
meningkatkan produktivitas kerja dalam tujuan dan situasi). Artinya, seorang
rangka mencapai tujuan organiasi secara pegawai harus memiliki sikap mental,
efisien dan efektif. mampu secara fisik, memahami tujuan
2. Pengertian Kinerja utama dan target kerja yang akan
Kinerja seseorang merupakan kombinasi dicapai, mampu memanfaatkan, dan
dari kemampuan, usaha dan kesempatan yang menciptakan situasi kerja.
dapat dinilai dari hasil kerjanya (Sulistiyani, Menurut David C. McClelland dalam
2003: 223). Suyadi (1992: 2) berpendapat Anwar P.M. (2005:68) berpendapat
bahwa kinerja atau performance adalah hasil bahwa ada hubungan positif antara motif
kerja yang dapat dicapai seseorang atau berprestasi dengan pencapaian kinerja.
sekelompok orang dalam suatu organisasi, Motif berprestasi adalah suatu dorongan
sesuai dengan wewenang dan tanggungjawab dalam diri pegawai untuk melakukan
masing-masing, dalam rangka mencapai suatu kegiatan atau tugas dengan sebaik-
tujuan organisasi tersebut secara legal dengan baiknya agar mampu mencapai kinerja
tidak melanggar hukum dan berkesesuain yang maksimal.
akan nilai-nilai moralitas maupun etika. Pegawai akan mampu mencapai
Anwar (2005: 67-68) berpendapat bahwa kinerja maksimal apabila pegawai
terdapat beberapa factor yang mempengaruhi tersebut memiliki motif berprestasi
pencapaian kinerja, yaitu: tinggi. Motif berprestasi tersebut perlu
a. Faktor Kemampuan (ability) dimiliki oleh pegawai yang ditumbuhkan
Secara psikologis, kemampuan dari dalam diri sendiri selain dari
(ability) pegawai terdiri dari kemampuan lingkungan kerja.
potensi (IQ) dan kemampuan reality Menurut Sagir dalam Siswanto
(knowledge + skill). Artinya, setiap (2003:269), mengemukakan unsur-unsur
pegawai yang memiliki IQ di atas rata- penggerak motivasi antara lain
rata dengan pendidikan yang memadai keinginan, penghargaan, tantangan
untuk jabatanya dan terampil dalam tanggung jawab, pengembangan,
mengerjakan pekerjaannya, maka ia akan keterlibatan dan kesempatan.
lebih mudah mencapai kinerja yang 3. Kerangka Pikir
diharapkan. Oleh karena itu, pegawai Aparatur pemerintah atau yang disebut
perlu ditempatkan sesuai dengan dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS)
keahliannya. merupakan sumber daya manusia yang akan
Menurut Suyadi (1999:193) secara menentukan keberhasilan instansi pemerintah
sederhana kemampuan seseorang dapat di dalam penyelenggaraan urusan maupun
dilihat dari keahlian atau skill yang permasalahan publik.
dimiliki seseorang. Keahlian tersebut Melakukan program pendidikan dan
dipengaruhi oleh latar belakang pelatihan bagi Pegawai Negeri Sipil
pendidikan dan pengalaman. merupakan upaya untuk meningkatkan
Menurut Siswanto (2003:236), kinerja pegawai.
kemampuan meliputi beberapa hal, yaitu: Untuk memberikan gambaran mengenai
1) Kualitas kerja (quality of work). penelitian ini, maka penulis mengajukkan
2) Kuantitas kerja (quantity of work). kerangka pikir sebagai berikut:
3) Pengetahuan tentang pekerjaan
(knowledge of job).
4) Kerja sama (coorperation).
5) Pengambilan Keputusan
(judgement).

39
MIMBAR
JURNAL PENELITIAN SOSIAL DAN POLITIK
April Juni 2015 ISSN : 2252-5270 Volume 4 No. 2

Gambar 1. Kerangka Pikir

Pengembangan PNS di Mengikuti Program Meningkatnya Kinerja


Dinas Pendidikan dan Pendidikan dan Pelatihan PNS di Dinas
Kebudayaan Provinsi PNS Pendidikan dan
Bengkulu Kebudayaan Provinsi
Bengkulu

Aspek-aspek yang Berkaitan

Faktor Pendukung:
2 Kepemimpinan
3 Motivasi
4 Komitmen terhadap pekerjaan

Faktor Penghambat:
1 Prestasi kerja yang cenderung rendah
2 Kondisi kerja yang kurang memadai
3 Komunikasi organisasi yang kurang baik dan
kurang lancar

C. Metode Penelitian Adapun informan di dalam penelitian ini


1. Pendekatan Penelitian adalah Pegawai Negeri Sipil Dinas
Penelitian ini menggunakan pendekatan Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi
penelitian deskriptif, yang bertujuan untuk Bengkulu yang telah mengikuti Pendidikan
menggambarkan secara sitematis, faktual Pelatihan Kepemimpinan III dan IV dari
dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat tahun 2013 s/d 2014 yang berjumlah 26
serta hubungan antara fenomena yang orang.
diselidiki. 3. Teknik Pengumpulan Data
Hal ini sesuai dengan pengertian metode Untuk memperoleh data yang dibutuhkan
deskriptif kualitatif, deskriptif yang di dalam penelitian ini, maka penulis
diartikan sebagai prosedur pemecahan menggunakan tehnik pengumpulan data
masalah yang diselidiki dengan sebagai berikut:
menggambarkan/melukiskan keadaan a. Observasi
subyeklobyek penelitian (seorang, lembaga Tehnik ini digunakan untuk mengamati
masyarakat dan lain-lain) pada saat sekarang objek penelitian secara langsung serta
berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau meninjau lokasi-lokasi yang menjadi objek
sebagaimana adanya (Hadari Nawawi, 1993: penelitian, dalam tehnik atau kegiatan
63) pencatatan tentang berbagai hasil
Penelitian ini juga menggunakan jenis pengamatan, gejala-gejala ataupun
penelitian lapangan (Field Research), yaitu gambaran-gambaran yang berkaitan erat
data dikumpulkan langsung dari lapangan dengan masalah yang diteliti.
yang berupa data primer dan data sekunder.. b. Wawancara
2. Penentuan Informan Penelitian Tehnik pengumpulan data melalui cara
Penentuan informan menggunakan ini, dilakukan dengan mengajukan Tanya
metode purposive menurut pendapat jawab secara langsung dengan sejumlah
Moleong, (2000) metode purposive narasumber yang dianggap layak atau
menghendaki seorang peneliti memilih relevan dengan penelitian ini. Tehnik
informan yang dianggap tahu (key infoman) wawancara ini dilakukan secara terbuka dan
dan dapat dipercaya untuk menjadi sumber mendalam untuk memberi kesempatan
data yang mantap dan mengetahui kepada yang diwawancarai untuk menjawab
masalahnya secara mendalam. secara bebas.

40
MIMBAR
JURNAL PENELITIAN SOSIAL DAN POLITIK
April Juni 2015 ISSN : 2252-5270 Volume 4 No. 2

c. Dokumentasi dipungkiri bahwa besar kecilnya prestasi


Tehnik ini digunakan untuk yang dapat dicapai pegawai tergantung pada
mengumpulkan data-data tertulis, yang bagaimana pemimpin memberikan
berupa dokumen-dokumen, arsip-arsip serta kesempatan untuk mengembangkan
data-data tertulis lainnya yang berhubungan, kapabilitas mereka yang sesuai dengan
serta mendukung penelitian ini. bidang pekerjaannya. Dengan demikian,
4. Teknik Analisa Data maka dapatlah dikatakan bahwa peranan
Teknik analisis menggunakan metode pengembangan pegawai dalam
analisis deskriptif yaitu mengumpulkan data instansi/perusahaan sangatlah mutlak
yang berisi uraian, paparan tentang suatu diperlukan untuk meningkatkan
obyek sesuai dengan kriteria serta hal-hal produktivitas kerja pegawai dalam mencapai
yang diperlukan dalam pendataan dan keberhasilan instansi/perusahaan tersebut.
penyajian. Metode analisis deskriptif Upaya untuk membentuk sosok pegawai
bertujuan mengubah kumpulan data mentah negeri yang mampu menyelesaikan tugas
menjadi yang mudah dipahami dalam bentuk secara efisien dan efektif, maka dipandang
informasi yang lebih ringkas (Istijanto, perlu untuk dilakukannya pemberdayaan
2005:90). melalui pendidikan dan pelatihan yang
Peneliti menggunakan metode analisis mengarah kepada:
deskriptif ini dimaksudkan agar memperoleh a. Peningkatan kepribadian dan semangat
gambaran dan data secara sistematis yang dan pengabdian dalam pelayanan
berkaitan dengan pendidikan dan pelatihan masyarakat
jabatan Pegawai Negeri Sipil sehingga b. Peningkatan kualitas kemampuan, baik
penulis dapat mengolah dan menyajikan data dalam bidang substansi maupun
yang sistematis, akurat dan dapat kepemimpinan dan koordinasi untuk
dipertanggungjawabkan kebenarannya. melaksanakan tugas-tugas umum
D. Hasil Analisis dan Pembahasan pemerintah, pembangunan dan
1. Hasil Analisis kemasyarakatan
a. Sistem Pengembangan SDM di Dinas c. Peningkatan semangat kerjasama dan
Pendidikan dan Kebudayaan tangggung jawab yang tinggi dakam
Provinsi Bengkulu implementasi tugas yang sesuai dengan
Pegawai Negeri Sipil sebagai salah satu lingkungan kerja dan misi instansinya
unsur aparatur negara yang mempunyai Berkenaan dengan pengembangan
peranan yang sangat strategis dalam sumber daya pegawai melalui pendidikan
menyelenggarakan tugas-tugas umum dan pelatihan tersebut, maka berikut salah
pemerintah, pembangunan dan seorang eselon yang berada di Dinas
kemasyarakatan. Sosok pegawai negeri sipil Pendidikan Provinsi Bengkulu memberikan
yang mampu memainkan peranan tersebut pernyataannya bahwa:
dapat dipandang dari sikap dan perilakunya Pengembangan pegawai melalui
yang penuh dengan kesetiaan dan ketaatan pendidikan dan pelatihan memang sangat
kepada pancasila dan Undang-Undang Dasar perlu diikuti oleh setiap instansi. Hal ini
1945, pemerintah dan Negara Republik dapat menjadi metode yang efektif dalam
Indonesia, yang mempunyai mental yang meningkatkan kemampuan pegawai untuk
baik, berwibawa, kuat, berdaya guna, lebih cepat menyelesaikan tugas-tugas
berhasil guna, bersih dari kolusi, korupsi dan kantor (Hasil Wawancara, April 2015)
nepotisme, berkualitas tinggi, sadar akan
tanggung jawabnya sebagai abdi Negara dan Berdasarkan pernyataan diatas, maka
abdi masyarakat. dapat dipahami bahwasannya
Meningkatkan nilai-nilai produktivitas pengembangan pegawai memalui
pada pegawai, maka diperlukan suatu pendidikan dan pelatihan (Diklat) sangat
sistem. Sistem yang dimaksud adalah suatu penting untuk mengembangkan kemampuan
sistem yang mampu mendorong kemampuan pegawai dalam rangka penyelesaian tugas-
pegawai dalam menyelesaikan tugas- tugas kantor yang lebih cepat. Oleh karena
tugasnya secara efektif dan efesien. Untuk itu setiap instansi/lembaga perlu
mencapai taraf efisiensi dan efektifitas serta memperhatikan pelaksanaan pengembangan
produktivitas yang tinggi, maka pegawai sebagai bentuk perhatian pada
pemimpin/kepala mengusahakan untuk pegawai yang dimilikinya karena akhirnya
mengetahui dan melayani kebutuhan juga akan berdampak pada produktivitas
pegawaiannya. Karena tidak dapat kerja pegawai.

41
MIMBAR
JURNAL PENELITIAN SOSIAL DAN POLITIK
April Juni 2015 ISSN : 2252-5270 Volume 4 No. 2

Pengembangan pegawai dalam b. Ketika kemajuan di dalam


meningkatkan produktivitas kerja pegawai organisasi/lembaga mengisyaratkan
melalui pendidikan dan pelatihan lebih individu agar memiliki keahlian,
lanjut dijelaskan oleh Ka. Sub. Bag Umum pengetahuan, atau sikap yang berbeda,
dan Kepegawaian bahwa: atau yang baru.
kebijaksanaan pimpinan dalam Hal diatas, mengharuskan agar setiap
pengembangan kepegawaian dilakukan atas pendidikan dan pelatihan terdiri atas
tuntutan akan kebutuhan dalam organisasi. program-program yang dirancang untuk
Adapun mekanisme pelaksanaannya pun meningkatkan kualitas dari para pegawai
telah tersusun secara baik dan diharuskan yang dapat diukur pada pengetahuan,
untuk diberlakukan bagi pegawai sipil, jadi keahlian, sikap dan perilaku sosial.
dapat disimpulkan kalau pendidikan dan Pendidikan dan pelatihan struktural
pelatihan merupakan keharusan untuk merupakan salah satu kegiatan yang
diprogramkan kepada pegawai sebagai dilakukan Dinas Pendidikan Provinsi
bentuk pengembangan sumber daya pegawai Bengkulu untuk mengirim pegawainya
di setiap instansi pemerintah. (hasil mengikuti pelatihan yang akan menduduki
Wawancara, Maret 2014) jabatan structural, mengapa hal ini menjadi
Pendidikan dan pelatihan bagi para sangat penting? Karena jabatan struktural
pegawai secara umum dapat dilakukan merupakan kedudukan yang menunjukkan
dalam dua situasi sebagai berikut: tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak
a. Pada saat pekerjaan mewajibkan seorang pegawai dalam memimpin suatu
individu-individu untuk memiliki organisasi. Berikut beberapa pegawai
keahlian-keahlian pengetahuan atau Diknas Provinsi Bengkulu yang telah
sikap yang berbeda dari yang saat ini mengikuti Diklat Struktural dari tahun 2012
dimilikinya. s.d 2014:
Tabel 2. Data Pegawai Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu yang Telah Mengikuti
Pelatihan Struktural dari Tahun 2012 s.d 2014

No Nama Gol Pelatihan PIM yang Tahun Mengikuti


Diikuti Pelatihan
1 Hj. Leli Azwarni, SE., MM IV/a PIM IV 2012
2 Hasan Basri, SE III/d PIM IV 2012
3 Budiman, SH III/d PIM IV 2012
4 Dra. HUrufiah III/d PIM IV 2012
5 Ir. Sri Suryantini III/d PIM IV 2012
6 R. Valentina, SH III/d PIM IV 2012
7 Fajri Auskarni, S.Sos III/d PIM IV 2012
8 Zaimarni, B.Pa III/d PIM IV 2012
9 Selamet, SE III/d PIM IV 2012
10 Mardiah Astuti, SE III/d PIM IV 2012
11 Tasman, S.Sos III/d PIM IV 2012
12 Sugeng Pujianto III/b PIM IV 2012
13 Ardin Sayudi, S.Pd IV/b PIM III 2013
14 Cukup, S.Pd IV/a PIM IV 2013
15 Suharman, SE IV/a PIM IV 2013
16 Dasimun, M.Pd IV/a PIM IV 2013
17 Nopian, S.Pd III/c PIM IV 2013
18 Yuliawarman, S.Pd IV/a PIM IV 2013
19 Dra. Siti Aisyah IV/a PIM IV 2013
20 Pisdi Muchrim, S.Pd III/d PIM IV 2013
21 Hindun III/c PIM IV 2013
22 May Sudarta, M.Pd III/d PIM IV 2013
23 Khairudin, S.Sos III/c PIM IV 2013
24 Dedi Supinno, S.IP., MM III/b PIM IV 2013
25 Herlina, A.Md III/c PIM IV 2014
26 Khairudin, S.Sos III/c PIM IV 2014
Sumber: Data Sekunder, April 2015

42
MIMBAR
JURNAL PENELITIAN SOSIAL DAN POLITIK
April Juni 2015 ISSN : 2252-5270 Volume 4 No. 2

Selanjutnya dari hasil penelusuran pegawai tersebut benar-benar mengikuti


peneliti kepada beberapa pegawai Dinas pendidikan dan pelatihan jabatan guna
Pendidikan Provinsi Bengkulu yang pernah menambah pengetahuannya.
mengikuti pendidikan dan pelatihan Namun pada kenyataannya, masih
kepemimpinan menyatakan bahwa adanya beberapa pegawai yang mengikuti
pendidikan dan pelatihan perlu untuk pendidikan dan pelatihan karena hanya ingin
dilakukan, karena bertujuan untuk meningkatkan karier mereka, tanpa berusaha
mengembangkan pengetahuan, untuk meningkatkan kualitas kerjanya
keterampilan, keahlian serta membentuk dan sehingga dalam mengikuti pendidikan dan
mengembangkan sikap kepribadian setiap pelatihan jabatan kurang memperhatikan
individu dalam mengembangkan jalannya diklat tersebut. Hal ini disebabkan
kemampuan dirinya. karena kurangnya tanggung jawab pegawai
Berikut salah seorang pegawai terhadap tugas dan pekerjaannya.
menyatakan bahwa: Pendidikan dan pelatihan sangat
untuk mengikuti Diklat Kepemimpinan bermanfaat bagi para aparatur negara,
hanya diperbolehkan bagi mereka yang telah dimana terdapat manfaat yang dapat mereka
memenuhi syarat kepangkatan, jadi masih ambil sebagai modal untuk meningkatkan
dirasa kurang bagi pegawai yang mengikuti nilai-nilai produktivitas di dalam
proses Diklat tersebut. (Hasil Wawancara, menghasilkan kerja yang efektif dan efisien.
Maret 2015) Manfaat dari mengikuti Diklat tersebut
Dengan demikian dapat ditarik diantaranya adalah:
kesimpulan bahwa keikutsertaan pegawai a. Pendidikan dan pelatihan dapat
dalam pendidikan dan pelatihan struktural menigkatkan stabilitas pegawai
belum optimal, dikarenakan hanya aparatur b. Pendidikan dan pelatihan dapat
tertentu saja yang dapat mengikuti Diklat memperbaiki cara kerja pegawai,
tersebut, dan tidak semua jenis Diklat yang sehingga cara kerja mereka tidak
bisa diikuti oleh setiap pegawai bersifat statis melainkan selalu
b. Relevansi Hasil Kegiatan Pendidikan disesuaikan dengan perkembangan
dan Pelatihan Terhadap Kinerja organisasi dan volume kerja
Pegawai Dinas Pendidikan Provinsi c. Dengan pendidikan dan pelatihan
Bengkulu pegawai mampu bekerja lebih efisien
Pendidikan dan pelatihan jabatan d. Dengan pelatihan dan pendidikan
merupakan proses penyelenggaraan belajar pegawai dapat berkembang dengan
mengajar dalam rangka meningkatkan cepat
kemampuan pegawai. Dari hasil penelitian e. Dengan pelatihan dan pendidikan
di atas menyatakan bahwa pendidikan dan pegawai mampu melaksanakan tugas
pelatihan jabatan sangat diperlukan untuk dengan baik
diadakan dalam meningkatkan kualitas f. Dengan pelatihan dan pendidikan
pegawai sehingga pegawai memiliki berarti pegawai diberi kesempatan
kompetensi jabatan yang lebih baik dalam untuk mengembangkan diri.
penyelenggaraan negara dan pembangunan. g. Pelatihan dan pendidikan meningkatkan
Pendidikan dan pelatihan jabatan juga semangat kerja pegawai
merupakan salah satu upaya yang dilakukan Terdapat beberapa indikator dalam
oleh Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu mengukur sejauh mana aparatur negara
dalam meningkatkan kinerja pegawainya. dapat melaksanakan dan mengaplikasikan
Berdasarkan hasil penelitian yang dari kegiatan pendidikan dan pelatihan yang
dilakukan peneliti, hampir semua pegawai telah diikutinya, diantaranya adalah:
yang mengikuti pendidikan dan pelatihan a. Motivasi
menyatakan bahwa Diklat yang diikuti Manusia berbuat atau bertindak pada
mereka dapat mendorong kepekaan terhadap dasarnya karena didorong oleh suatu
pekerjaan yang harus diselesaikan secara motivasi tertentu. Motivasi adalah
baik, dimana tumbuh rasa keingintahuan alasan-alasan, dorongan-dorongan yang
akan hal-hal yang berhubungan dengan ada dalam diri manusia yang
pekerjaannya sehingga mereka mengikuti menyebabkan ia melakukan sesuatu.
pendidikan dan pelatihan jabatan dari Motivasi merupakan keinginan, hasrat
dorongan sendiri, bukan adanya paksaan dan tenaga penggerak yang berasal dari
dari orang lain. Hal ini menunjukan bahwa dalam diri manusia untuk melakukan

43
MIMBAR
JURNAL PENELITIAN SOSIAL DAN POLITIK
April Juni 2015 ISSN : 2252-5270 Volume 4 No. 2

sesuatu atau untuk berbuat yang kepemimpinan, maka proses


mencerminkan hubungan atau interaksi pengembangan pendidikan dan
antara sikap, kebutuhan dan kepuasan pelatihan pegawai tidak akan
yang tetrjadi pada diri manusia. berjalan dengan baik. Sebagai
Motivasi timbul karena dua faktor, yaitu faktor penting maka dalam proses
faktor instrinsik dan faktor ekstrinsik. pengembangan pendidikan dan
Faktor intrinsik adalah faktor dari dalam perlatihan pegawai harus didukung
diri manusia yang dapat berupa sikap, oleh kepemimpinan yang baik,
kepribadian, pendidikan, pengalaman, yang dapat dijadikan contoh oleh
pengetahuan, cita-cita. Sedangkan bawahannya. Berikut Kepala Dinas
ekstrinsik adalah faktor dari luar diri Pendidikan Provinsi Bengkulu
manusia, yang dapat berupa gaya menyatakan bahwa:
kepemimpinan alasan, dorongan atau
kepemimpinan merupkan hal yang
bimbingan seseorang, perkembangan
penting di dalam pergerakkan
situasi, dan sebagainnya.
sebuah organisasi, kepemimpinan
b. Kesiagaan
dijadikan sebagai suatu penggerak
Yaitu suatu penilaian menyeluruh
yang mampu menggerakkan
sehubungan dengan kemungkinan
pegawai untuk bekerja lebih baik.
bahwa individu-individu di dalam
(Hasil Wawancara, 2015)
organisasi mampu menyelesaikan suatu
tugas khusus dengan baik jika diminta. Dari hasil wawancara diatas, maka
c. Kualitas peneliti dapat menyimpulkan
Kualitas dari jasa atau produk primer bahwa, kepemimpinan merupakan
yang dihasilkan oleh organisasi ini suatu penggerak yang mampu
mungkin mempunyai banyak bentuk menggerakkan pegawai untuk
operasional, terutama dicantumkan oleh dapat bekerja dengan lebih baik.
jenis produk atau jasa yang dihasilkan Karena kemampuan dari
oleh organisasi. kepemimpinan yang dapat
d. Adaptasi diri dengan pekerjaan dijadikan sebagai suatu penggerak
Faktor yang paling mempengaruhi sehingga dapat mendorong pegawai
proses penyesuaian diri seseorang dalam bekerja. Dengan adanya
dengan pekerjaannya adalah sikap sikap pengarahan yang baik yang
pekerja itu sendiri. diturunkan oleh pemimpin maka
c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi di pegawai dapat bekerja dengan lebih
dalam Pengembangan Sumber Daya efektif dan efisien dalam
Aparatur pada Dinas Pendidikan mewujudkan produktivitas kerja
Provinsi Bengkulu yang lebih baik.
Pengembangan pegawai melalui 2) Motivasi
pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan Motivasi merupakan suatu proses
oleh Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu mempengaruhi atau mendorong
merupakan usaha yang membawa pengaruh dari luar terhadap seseorang atau
positif bagi pegawai itu sendiri maupun kelompok kerja agar mereka mau
organisasi. Dengan bertitik tolak dari melaksanakan sesuatu yang telah di
masalah yang akan dibahas yakni faktor- tetapkan. Motivasi atau dorongan
faktor yang mempengaruhi pengembangan dimaksudkan sebagai desakan yang
pegawai, maka sebagai berikut ini akan alami untuk meningkatkan
dibahas aspek yang paling dominan yang keinginan seorang pegawai untuk
mempengaruhi pengembangan pegawai mengubah dirinya menjadi lebih
sebagai berikut: baik. . Motivasi yang dimiliki oleh
a. Faktor Pendukung pemimpin untuk mencapai tujuan
1) Kepemimpinan organisasi sangan berpengaruh
Kepemimpinan merupakan pada kemampuan pegawai yang
kemampuan meyakinkan dan dimilikinya. Karena pegawai akan
menggerakkan orang lain agar mau termotivasiapabila pemimpin
bekerja sama di bawah senantiasa mendorong pegawainya
kepemimpinannya sebagai suatu untuk mengembangkan
tim untuk mencapai suatu tujuan kemampuan yang dimilikinya.
tertentu. Tanpa adanya dukungan simpulkan bahwa pendidikan dan

44
MIMBAR
JURNAL PENELITIAN SOSIAL DAN POLITIK
April Juni 2015 ISSN : 2252-5270 Volume 4 No. 2

pelatihan senantiasa memotivasi pelaksana yang nantinya merasa


pegawai oleh karena keinginan tidak sungguh-sungguh dalam
untuk menambah melaksanakannya. Karena nantinya
kemampuan/kecakapan yang juga akan berdampak pada
dimiliki oleh setiap pegawai. produktivitas kerja para pegawai
Meskipun sudah menjadi suatu yang selanjutnya mengakibatkan
tuntutan bagi organisasi tetapi pelayanan pemerintahan yang
melalui pendidikan dan pelatihan lambat.dari pernyataan
kita dapat mempelajari kemampuan sebelumnya, maka dapat
diri. Hal ini juga pada nantinya disimpulkan bahwa keikutsertaan
akan berdampak pada peningkatan pegawai dalam menyumbangkan
produktivitas kerja. pendapat tidak terlalu diperhatikan.
3) Komitmen Tuntutan yang telah dikeluarkan
Komitmen/inisiatif serta atau dihasilkan dari hasil rapat
kesungguhan pelaksana perusahaan antar pelaksana pada
menjalankan program akhirnya tetap harus dilaksanakan
pengembanganpegawai pada Dinas oleh setiap pegawai.
Pendidikan Provinsi Bengkulu b. Faktor Penghambat
melalui pendidikan dan pelatihan 1) Prestasi Kerja yang Cenderung
ini juga sangatlah penting karena Rendah
tanpa hal ini pelayanan publik tidak Prestasi kerja merupakan tingkat
akan pernah terwujud. Yang ada pelaksanaan tugas yang dapat
hanyalah perencanan tanpa disertai dicapai oleh seseorang, unit atau
pembuktian berupa kegiatan. devisi dengan menggunakan
Adanya komitmen atau intensif kemampuan yang ada dan batasan-
dalam pengembangan pegawai batasan yang telah ditetapkan untuk
pada Dinas Pendidikan Provinsi mencapai tujuan
Bengkulu melalui pendidikan dan organisasi/instansi.Prestasi kerja
pelatihan sanagat berpengaruh adalah penampilan hasil kerja SDM
karena setiap tindakan pelaksanaan dalam suatu organisasi. Prestasi
membutuhkan adanya komitmen kerja dapat merupakan penampilan
berupa kesiapan dan kecukupan individu maupun kelompok kerja
sehingga dalam pelaksanaan SDM. Penampilan hasil kerja
nantinya bsa berjalan dengan baik terbatas pada pegawaiyang
dan lancar. Oleh karena itu memangku jabatan maupun
tersedianya dana yang mencukupi struktural tetapi yang kepada
untuk pengadaan pendidikan dan keseluruhan jajaran SDM dalam
pelatihan ini juga sangatlah penting suatu organisasi atau perusahaan.
khususnya yang ditujukan pada Untuk meningkatkan prestasi kerja
pegawai. Komitmen dalam tersebut diatas maka diadakannya
pengembangan pegawai pada Dinas pendidikan dan perlatihan sebagai
Pendidikan Provinsi Bengkulu salah satu program pengembangan
melalui pendidikan dan pelatihan pegawai. Hal ini seperti
tidak akan terlaksana tanpa diungkapkan oleh Ka.Sub.Bag
sebelumnya adanya persepsi yang Perencanaan bahwa:
sama antar pelaksana ( baik salah satu penyebab diadakannya
pemimpintertinggi maupun pendidikan dan pelatihan, yaitu
pimpinan bagian) dan pihak yang karena prestasi kerja pegawai yang
akan mengikuti pendidikan dan dinilai cenderung rendah. Hal ini
pelatihan. bahwa dalam dapat dilihat dari penyelesaian
pelaksanaan pendidikan dan pekerjaan kantor yang selalu
pelatihan dalam hal ini terhambat dan menumpuk sehingga
pengembangan pegawai perlu mengakibatkan penundaan laporan
adanya kesamaan persepsi masing- pertanggungjawaban" (Hasil
masing pelaksana yaitu dari mulai Wawancara, Maret 2015)
pusat, pihak provinsi hingga ke Dari hasil wawancara tersebut,
masing-masing daerah sehingga dapat kita lihat bahwa salah satu
dalam hal ini tidak ada salah satu faktor yang menyebabkan

45
MIMBAR
JURNAL PENELITIAN SOSIAL DAN POLITIK
April Juni 2015 ISSN : 2252-5270 Volume 4 No. 2

terhambatnya pengembangan akhirnya produktivitas kerja tidak


pegawai dapat dilihat dari prestasi sesuai apa yang diharapkan.
kerja pegawai yang cenderung 3) Komunikasi Organisasi yang
rendah. Menurunya prestasi kerja Kurang efektif
pada pegawai tergambar pada tugas Keberhasilan pengembangan
yang dikerjakan sangat lambat pegawai melalui pendidikan dan
sehingga pertanggungjawaban yang pelatihan ini mengisyaratkan agar
dibutuhkan tidak efektif dan pelaksanaan mengetahui apa yang
efisien. Tidak efektif dan harus dilakukan. Apa yang menjadi
efisiennya tugas yang dikerjakan tujuan dan sasaran program
menyebabkan produktivitas kerja pendidikan dan pelatihan harus
menurun. ditransmisikan kepada kelompok
2) Kondisi yang Kurang Memadai sasaran (target group) yang dalam
Kondisi kerja merupakan hal ini adalah pegawai yang akan
kesesuaian situasi yang dimiliki mengikuti program pendidikan dan
dalam melakukan suatu kegiatan. pelatihan (Diklat) sehingga akan
Dalam penyelengaaraan mengurangi distorsi implementasi.
pengembangan pegawai melalui Apabila tujuan dan sasaran suatu
pendidikan dan pelatihan (Diklat) program tidak jelas atau bahkan
adalah kondisi kerja yang tidak diketahui sama sekali oleh
memungkinkan selama kegiatan kelompok sasaran (pegawai) maka
pendidikan dan pelatihan. Kondisi akan membuat pegawai kurang
kerja yang baik akan sangat berminat untuk mengikutnya.
berpengaruh pada pelaksanaan Komunikasi organisasi dalam hal
proses pengembangan pegawai ini menyangkut tentang cara atau
melalui pendidikan dan pelatihan. upaya dalam proses penyampaian
Sebaliknya, jika kondisi kerja tidak informasi. Selain pentingnya
memungkinkan, akan sangat informasi sebagai pendukung
mengganggu pelaksanaan program dalam komunikasi, informasi juga
yang pada akhirnya akan perlu didukung dengan adanya
menurunkan produkvitas kerja. transmisi, kejelasan dan
Berdasarkan data dari lapangan konsistensi.
berupa hasil wawancara dengan 2. Pembahasan
narasumber, bahwa kondisi kerja Tujuan setiap organisasi dapat
sangat mempengaruhi pelaksanaan tercapainya dengan baik, apabila pegawai
pendidikan dan pelatihan dalam dapat menjalankan tugas-tugas dengan
rangka pengembangan pegawai. efektif dan efisiensi sesuai dengan yang
Kondisi kerja yang baik maka akan diharapkan. Untuk mencapai tujuan tersebut
memungkinkan proses dibutuhkan pegawai yang mampu dan
pengembangan pegawai melalui trampil. Serta memiliki semangat kerja yang
pendidikan dan pelatihan tinggi, sehingga dapat diharapkan suatu hasil
terlaksana. Kondisi kerja yang kerja yang baik dan memuaskan.
tidak efektif seharusnya Untuk meningkatkan efektivitas kerja
diperhatikan oleh kepala Dinas pegawai dapat dilakukan dengan cara
Pendidikan Provinsi Bengkulu, meningkatkan atau menambah pengetahuan,
khususnya dalam hal ini sarana keterampilan, maupun sikap pegawai
prasarana. Karena kondisi sarana terhadap tugas atau pekerjaan-pekerjaan
dan prasarana yang tidak memadai yang diberikan kepadanya. Pengetahuan
pada akhirnya akan mempengaruhi pegawai akan pelaksanaan tugas maupun
pekerjaan pegawai, selanjutnya pengetahuan umum yang berkaitan dengan
akan menghambat waktu yang pelaksanaan tugas, sangat menentukan
dibutuhkan untuk bekerja. Kondisi berhasil tidaknya pelaksanaan tugas dengan
sarana dan prasarana dalam baik.
pengadaan pendidikan dan Pegawai yang kurang memiliki
pelatihan akan menjadi penegetahuan yang cukup tentang bidang
penghambat khususnya dalam tugasnya akan menemui banyak hambatan
proses konsentrasi terhadap dalam proses pekerjaan dan melakukan
pelaksanaan pekerjaan yan pada pemborosan waktu, bahan dan faktor

46
MIMBAR
JURNAL PENELITIAN SOSIAL DAN POLITIK
April Juni 2015 ISSN : 2252-5270 Volume 4 No. 2

produksi yang lain. Oleh karena itu tugas-tugas bagaimanapun beratnya. Hal ini
pengetahuan pegawai harus ditambah. dapat dilihat adanya kerja sama dengan
Pengembangan karir untuk menduduki atasan maupun koordinasi bersama instansi
jabatan dari penjenjangan Diklat PIM lain dalam menyelesaikan tugas-tugas
khususnya Diklat PIM III dan IV dalam apabila dirasakan diluar kemampuan.
kenyataannya tidak selamanya menjadi E. Simpulan
prasyarat untuk menduduki jabatan tertentu, Berdasarkan hasil penelitian dan
bagi seorang pegawai karena persyaratan pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan
lain sifatnya non teknis atau lebih menjurus bahwa pengembangan pegawai melalui
pada nilai-nilai politis, seperti perekrutan program pendidikan dan pelatihan
pegawai yang akan menduduki jabtan (DIKLAT) di Dinas Pendidikan dan
strategis dengan mengikuti system Kebudayaan Provinsi Bengkulu membawa
nepotisme atau pola tradisional di dalam suatu pengaruh positif, baik bagi pihak
tubuh birokrasi kita hari ini. pegawai itu sendiri maupun instansi.
Realita di lapangan dalam menempatkan Sistem pengembangan pegawai yang
pegawai dalam eselon III dan IV sering kali dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan
terjadi kesenjangan antara kompetensi Provinsi Bengkulu yang berdasarkan
individu dan tugas yang diemban. Oleh pengamatan peneliti, terdapat beberapa
sebab itu, maksud diupayakannya Diklat pertimbangan dan syarat sebagai berikut:
bagi setiap pegawai diharapkan akan 1. Sistem pengembangan dalam
meningkatkan pengetahuan, keahlian, mengoptimalkan peningkatan
keterampilan dan sikap untuk dapat produktivitas kerja pegawai adalah
melaksanakan tugasnya secara professional berfungsi untuk memperbaiki suasana
dengan dilandasi kepribadian dan etika organisasi/instansi yang berupa
sesuai dengan kebutuhan instansi. penguasaan keterampilan dan teknik
Efektivitas pelaksanaan Diklat PIM III pelaksanaan kerja sehingga
dan IV bagi pegawai di Dinas Pendidikan pengembangan suatu pegawai dianggap
Provinsi Bengkulu adalah sebagai upaya sangat penting.
dalam meningkatkan sumber daya 2. Sistem pengembangan pegawai yang
manusianya, diantaranya dapat diuraikan dilaksanakan melalui Pendidikan dan
manfaat Diklat sebagai berikut: Pelatihan (Diklat) memberikan
a. Dari segi meningkatkan wawasan tanggapan yang baik dari pegawai
pengetahuan Diklat mengajarka diri bahwa lembaga/instansi betul-betul
yang tidak tahu menjadi individu yang memperhatikan kebutuhan akan
tahu, sehingga terjadinya peningkatan pegawai dalam pelaksanaan pekerjaan
akan pengetahuan baru, misalnya dan tanggung jawab yang telah
pengetahuan yang berkenaan dengan diserahkan kepadanya.
bagaimana cara seseorang menjadi 3. Pegawai termotivasi untuk
pemimpin yang baik. melaksanakan pekerjaan dan berusaha
b. Dari segi keterampilan, Diklat meningkatkan produktivitas kerjanya
mengajarkan kepada individu pegawai dengan adanya pengembangan yang
dalam kemampuannya kelak untuk diberikan kepadanya.
memimpin bawahannya, mampu Adapun di dalam pelaksanaan
mendelegasikan tugas kepada pengembangan pegawai melalui pendidikan
bawahannya sesuai kemampuan yang dan pelatihan pada Dinas Pendidikan dan
dimiliki bawahan dan yang terpenting Kebudayaan Provinsi Bengkulu, terdapat
dapat memotivasi bawahannya untuk pengaruh yang disebabkan oleh faktor
dapat bekerja dengan baik. pendukung dan faktor penghambat, dimana:
c. Dari sikap, Diklat mampu mengajarkan 1. Faktor Pendukung, meliputi:
bagaimana cara dari seorang calon a. Faktor kepemimpinan
pemimpin untuk dapat b. Faktor motivasi
bertanggungjawab terhadap tugas yang c. Faktor komitmen
diembannya dengan cara memberikan 2. Faktor Penghambat, meliputi:
contoh yang teladan bagi bawahannya. a. Prestasi kerja yang cenderung rendah
Akhirnya dapat kita pahami bahwasannya b. Kondisi kerja yang kurang memadai
Pendidikan dan Pelatihan merupakan c. Komunikasi organisasi yang kurang
manifestasi untuk membuat aparat menjadi efektif.
lebih berdaya guna dalam melaksanakan

47
MIMBAR
JURNAL PENELITIAN SOSIAL DAN POLITIK
April Juni 2015 ISSN : 2252-5270 Volume 4 No. 2

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 1996. Prosedur


Penelitian Suatu Pendekatan Paktek,
Edisi Revisi III. Jakarta: Rineka Cipta.

HB. Sutopo, 2002. Metode Penelitian


Kualitatif. Surakarta : Universitas
Sebelas Maret.

Lexy J Moleong, 2006. Metode Penelitian


Kualitatif. Bandung : PT. Remaja Rosda
Karya.

Notoatmodjo, Soekidjo. 2003.


Pengembangan Sumber Daya Manusia.
Jakarta: PT. Rineka Cipta

Prabu, Anwar Mangkunegara. 2005.


Manajemen Sumber Daya Manusia
Perusahaan. Bandung : PT. Remaja
Rosdakarya.

Prawirosentono, Suyadi. 1999. Kebijakan


Kinerja Karyawan. Yogyakarta : BPFE

Susilo, Martoyo, 1999, Sumber Daya


Manusia, BPFE, Yogyakarta

Sastrohadiwiryo, Siswanto. 2003.


Manajemen Tenaga Kerja Indonesia.
Jakarta : PT. Bumi Aksara.

Sulistiyani, Ambar T. dan Rosidah. 2003.


Manajemen Sumber Daya Manusia.
Yogyakarta : Graha Ilmu.

Sumber Lain:

Undang-undang No.43 Tahun 1999 pasal 31


tentang Perubahan Undang-Undang
No.8 Tahun 1974 tentang pokok-
pokok kepegawaian

Peraturan Pemerintah No.101 Tahun 2000


Tentang pelatihan dan Pendidikan
Pegawai Negeri Sipil

48