Anda di halaman 1dari 3

Sifat dan komposisi atmosfer

PENDAHULUAN
Apa itu atmosfer? Atmosfer adalah lapisan gas yang melingkupi sebuah planet, termasuk bumi,
dari permukaan pelanet tersebut sampai jauh di luar angkasa. Di bumi, atmosfer terdapat 0 km di
atas permukaan tanah, sampai dengan sekitar 560 km dari atas permukaan bumi. Atmosfer tersusun
atas beberapa lapisan, yang dinamain menurut fenomena yang terjadi di lapisan tersebut. Atmosfer
berfungsi untuk melindungi bumi dari ganguan benda benda angkasa da radiasi sinar matahari.
Atmosfer berfungsi juga sebagai penyeimbang panas bumi karena mengabsorsi radiasi infra merah
yang di pancarkan oleh matahari, dan juga mengabsorsi energi, kemudian dipancarkan kembali
oleh bumi dalam bentuk radiasi infra merah, sehingga pelanet bumi terhindar dari perubahan panas
yang terjadi secara tiba-tiba.

Di samping itu, atmosfer dapat menyediakan bahan nitrogen yang digunakan oleh bakteri dan
tumbuhan pengolah nitrogen menjadi senyawa nitrogen yang dibutuhkan oleh mahluk hidup.
Atmosfer berfungsi ganda sebagai pelindung dan sebagai cadangan gas yang diperlukan oleh
mahluk hidup untuk kelangsungan hidupnya. Fungsi lain dri atmosfer adalah sebagai sumber air
yang diperlukan oleh bumi karena atmosfer berperan penting sebagai alat transportasi air lautan
ke darat siklus hidrologi, dan berfungsi sebagai kondesor. Akan tetapi sangat disayangkan bahwa
atmosfer juga telah dijadikan oleh aktivitas manusia menjadi tempat pembangunan gas sehingga
atmosfer telah dipenuhi dengan kontaminan seperti belerang dioksida, aerosol Freon, dan gas gas
lain, normal dan bahkan di berbagai tempat kondisi atmosfer dapat di kategorikan sebagai
terpolusi. Karena begitu pentingya peran atmosfer, maka saat ini telah berkembang bidang ilmu
kimia yang telah mempelajari atmosfer yaitu kimia atmosfer selain kimia lingkungan. Ahli kimia
atmosfer mempelajari pergerakan udara (gas), air dan zat padat di atmosfer, yang berinterasi satu
sama lainya dan interaksi ya terhadap permukaan bumi, kehidupan biodata dan perubahan atmosfer
oleh aktifitas manusia.

B. KOMPOSISI ATMOSFER

Komposisi atmosfer dapat digolongkan pada dua bagian, yaitu komponen utama (mayor) dan
komponen kecil (minor). Komponen utama atmosfer adalah bagian komposisi udara yang paling
besar, yaitu misalnya pada udara kering pada bagian bawah mengandung 78,08% nitrogen, dan
20,95% oksigen sedangkan komponen kecil atmosfer adalah komponen adalah dalam jumlah dikit,
seperti 0,934% argon, karbon dioksida 0,036%. Udara dapat mengandung sebanyak 0,1-5% uap
air, dan kadar normal adalah berada dalam sekala 1-3%. Kadar gas mulia pada udara dilapisan
atmosfer bagian bawah adalah berupa gas: neon 1,818 x 10% helium 5,24 x 10% kripton 1,14 x
10% dan xenon 8,7 x 10% metana 1,7 x 10%, hydrogen 5x 10%, nitrogen oksida 3 x 10%, ozon 4
x 10% berapa senyawa kimia dalam bentuk gas dalam jumlah kecil.
C. BAGIAN-BAGIAN ATMOSFER

Untuk mengerti proses kimia di atmosfer maka perlu diketahui tentang sifat fisika atmosfer bumi.
Atmosfer bumi dibagi menjadi bagian-bagian wilayah (daerah) yang disebut sebagai wilayah
atmosfer bawah ( kira-kira ke atas sampai 50km) dan wilayah atmosfer atas ( lebih dari 50 km
ke atas). Sering dengan perkembangan dan kemajuan teknologi angkasa luar maka di perkirakan
pada saat ini hampir semua bagian atmosfer sudah di jelajahi dan di pelajari oleh manusia.
Organisme yang terdapat pada wilayah atmosfer atas beda organisme yang terdapat pada yang
terdapat pada wilayah atmosfer bawah. Karena komposisi atmosfer bawah lebih relatif homogeny
maka atmosfer bawah terdiri atas lapisan homosfer dan lapisan heterosfer. Komposisi udara pada
lapisan bawah atmosfer di ketinggian 25 km di perhatikan pada tabel seluruh gas yang terdapat
pada tabel seperti nitrogen, oksigen, uap air, karbon dioksida, metana, oksida nitrogen, dan ozon
semuanya penting sebagai selimut untuk menjaga kesehatan biosfer bumi. Perubahan komposisi
gas di dalam atmosfer dapat mengakibatkan perubahan lingkungan yang mengakibatkan
perubahan iklim.

Lapisan homosfer, yaitu lapisan yang mempunyai komposisi udara dengan variasi sedikit.
Lapisan homosfer berada di antara permukaan bumi dengan heterosfer. Pada lapisan ini gas
tercampur secara homogen (seragam) walaupun pada permukaan ini terjadi pengurangan densitas
bedasarkan ketinggian. Pengecualian hanya terdapat pada lapisan ozon pada ketinggian 19-50 km,
yaitu adanya variasi uap air, karbon dioksida dan populasi udara. Sedangkan lapisan hetorosper,
yaitu lapisan atmosfer yang mempunyai komposisi udara dengan variasi tinggi. Heterosfer adalah
bagian terluar atmosfer di mana gas terdistribusi pada lapisan-lapisan sesuai dengan berat
molekulnya berdasarkan gravitasi. Pada ketinggian 80 km, unsur paling ringan seperti hidrogen
dan helium terdapat pada batas luat atmosfer, sedangkan unsur paling berat seperti nitrogen dan
oksigen terdapat pada bagian lapisan dasar atmosfer.

D. REAKSI KIMIA DAN REAKSI FOTOKIMIA ATMOSFER

Mempelajari reaksi kimia dan reaksi foto kimia di atmosfer sangat sulit karena berhubungan
dengan senyawa kimia dalam jumlah sangat kecil (konsentrasi sangat kecil) , di samping itu
kondisi atmosfer yang sulit diatasi juga menambah kesulitan dalam mempelajari reaksi kimia dan
hasil reaksi berikutnya. Akan tetapi, sering kemajuan imu pengetahuan dan teknologi maka proses
reaksi kimia di atmosfer telah banyak sudah dipelajari, baik melalui percobaan laboratium melalui
mikro atmosfer. Percobaan mikro atmosfer paling ideal untuk dilakukan untuk mempelajari
kondisi laboratorium sama seperti kondisi atmosfer sebenar nya maupun melalui pemantauan
kondisi atmosfer menggunakan satelit dan pengamatan langsung melalui penjelajah angkasa luar.

Absorbsi sinar oleh senyawa kimia menyebabkan reaksi kimia terjadi di atmosfer, atau
dapat juga terjadi akibat perubahan temperatur tampa kehadiran sinar, sehingga reaksi kimia
seperti fotokimia dapat terjadi pada katalis pada temperatur yang lebih rendah dari yang di
harapkan. Reaksi fotokimia ini memberikan peran sangat penting di dalam mengetahui sifat-sifat
di atmosfer.

E. GAS DI ATMOSFER DAN PEMANASAN GELOBAL

Pembahasan terhadap terjadinya pemanasan gelobal pada saat ini banyak dilakukan karena
kenyataan menunjukan bahwa sudah terjadi peningkatan temperature bumi, dan banyak
menghubungkan dengan pengaruh peningkatan gas karbon dan dihubungkan dengan terjadinya
perubahan iklim. Data ilmiah menunjukan bahwa terjadi peningkatan suhu bumi selama satu abat
ini sebanyak 0,5 c, akan peningkatan ini tidak stabil suhu terendah bumi terjadi pada tahun 1940an,
dan diikuti dengan penurunan suhu pada tahun 1970an, dan sesudah itu terjadi peningkatan suhu
kembali secara signifikan sehingga suhu bumi terpanas adalah pada tahun 1997. Mungkin saja
pada abad ke-21 ini suhu udara tergolong tinggi dibandingkan abad-abad sebelumnya. Akibat
terjadinya pemanasan lapisan es di daerah kutub ini sangat berhubungan dengan karbon dioksida
di dalam pada lapisan es masing-masing periode terjadinya pemanasan gelobal. Panas matahari
mengakibatkan peningkatan temperatur bumi seperti yang terjadi pada rumah kaca, sehingga
disebut efek rumah kaca.

Efek rumah kaca terjadi ketika gas seperti karbon dioksida mengizinkan enegi yang berasal
dari matahari mempenetrasi atmosfer dan memanaskan permukaan bumi. Akan tetapi, ketika
permukaan bumi akan memancarkan kembali di luar angkasa maka gas karbon dioksida
memantulkan energy kembali ke permukaan bumi seperti terjadi pada rumah kaca. Hal ini karena
gas karbon dioksida mengabsorsi sinar matahari pada panjang gelobang dekat infra merah
sehingga hanya sedikit terabsobsi. Uap air yang terdapat pada saat ini terjadi pengguapan maka
energy ini di lepaskan kembali pada proses kondensasi.

F. PENGARUH MANUSIA TERHADAP KOMPOSISI ATMOSFER

Perubahan komposisi sering di hubungkan dengan aktivitas manusia, namun sebagian orang masih
meragukan kebenaran bahwa aktivitas manusia telah mengubah komposisi atmosfer, banyak
argumentasi yang pro dan kontra tentang pengaruh aktivitas mausia terhadap perubahan komposisi
atmosfer, dan mungkin masing-masing pihak dapat memberi argumentasi yang masuk akal. Satu
hal yang di soroti adalah bahwa perubahan komposisi atmosfer telah berpengaruh terhadap
perubahan iklim secara global. Aktivitas manusia yang memberikan kontribusi meningkatnya
emisi partikel dan gas berbahaya ke atmosfer, pembuangan karbon dioksida melalui pembakaran
bahan bakar fosil, dan kegiatan lainya telah terbukti dapat mengubah komposisi atmosfer yang
cendrung memberikan dampak negative.