Anda di halaman 1dari 18

DAFTAR ISI

Halaman

MAKALAH DESAIN INSTALASI LISTRIK II ....................................................... i

DAFTAR ISI ...... 1

STARTER MOTOR SEPARATE WINDING .......................................................... 2

1. Tujuan . 2
2. Introduksi .... 2
3. Konstruksi Motor ................................................................................................. 4
4. Data diagram pengawatan pabrikan ......................... 6
5. Diagram Sirkit ...... 9
6. Daftar komponen ...... 11
7. Prinsip Kerja .. 13
8. Pertanyaan ............................................................................................................ 16

Daftar Pustaka ... 18

1
STARTER DUA-SPEED UNTUK MOTOR DENGAN
LILITAN TERPISAH (SEPARATE WINDING)

1. Tujuan

Setelah mempelajari dan melakukan praktek, diharapkan mahasiswa dapat :

1.1 Mengidentifikasikan terminal motor dua-kecepatan, dua lilitan terpisah.


1.2 Menjelaskan tujuan dan fungsi starter motor dua-kecepatan, dua lilitan terpisah.
1.3 Membaca gambar dan menggambar diagram sirkit starter untuk motor dua lilitan
terpisah, dua kecepatan.
1.4 Memasang dan mengoperasikan starter motor lilitan terspisah (separate winding).

2. Introduksi
2.1 Kecepatan rotor motor induksi sedikit di bawah kecepatan medan putar (terdapat
slip); dimana kecepatan medan putar (kecepatan sinkron) sebanding dengan
frekuensi tegangan supply dan sebanding terbalik dengan jumlah kutub pada stator.
120
=

Dimana Ns = kecepatan sinkron dalam rpm
f = frekuensi
P = jumlah kutub

2.2 Pada motor induksi kecepatannya ditentukan oleh frekuensi dan jumlah kutub.
Beberapa kecepatan dapat diperoleh dengan mengubah jumlah kutub, pada
umumnya adalah :

2 speed : - Dua lilitan terpisah (separate winding)

- Satu tapped winding (Dahlander)

3 speed : satu tapped winding, satu separate winding

4 speed : dua tapped windings

2
2.3 Motor dengan dua lilitan terpisah, dua kecepatan, memiliki dua lilitan stator yang
terpisah di mana masing-masing lilitan dikonstruksi dengan jumlah kutub berbeda
untuk menghasilkan kecepatan yang berbeda.
Lilitan stator terdiri dari tiga kumparan yang dihubungkan bintang. Untuk
memperoleh salah satu kecepatan putar, salah satu lilitan dihubungkan dengan
jaringan, sedangkan lilitan lainnya tidak dihubungkan.
2.4 Fungsi
Pengasut lilitan terpisah dirancang untuk digunakan pada motor rotor sangkar yang
yang memiliki dua lilitan stator yang paralel dan terpisah.

2.5 Penggunaan

Motor lilitan terpisah dipakai untuk mengendalikan beban beban sentrifugal


seperti kipas, blower, pompa sentrifugal, dan lain- lain.

3
3. Konstruksi Motor

4
Dari gambar konstruksi motor MV 191 di atas dapat diketahui bahwa motor jenis ini
memiliki 2 nameplate yang berbeda yang mana dari setiap nameplate menjelaskan
tentang nilai nilai seperti arus nominal, tegangan inputan, frekuensi kerja motor,
torsi motor, daya motor, faktor daya, nilai rpm motor, kelas isolasi dan indeks
proteksi motor.
Pada konstruksi terdapat 6 lubang inputan yang mana merupakan inputan untuk low speed
(Ua, Va, Wa) dan untuk high speed (Ub, Vb, Wb) dengan dua lilitan saling terpisah yang
mana pada proses pengkabelan untuk rangkaian daya tidak perlu membutuhkan kutub bantu
di luar motor.

gambar Konstruksi belitan

Pada gambar diatas dari masing-masing lilitan low speed ataupun high speed
mempunyai jumlah kutub yang berbeda yang menyebabkan timbulnya perbedaan
kecepatan.

5
.4. Data diagram pengawatan pabrikan

a. Fantech

b. Moeller Wiring Menual


- Sirkit Daya dan Sirkit Kendali

6
Versi a Versi b Versi c

c. Telemecanique

7
8
5. Diagram Sirkit

Sirkit kendali tidak langsung


1 2 3 4 5 6 7 ` 8 9 10 11 12 13 14

220 V / 50 Hz

J
220 / 127 V / 50 Hz L1
L1 F1
95
L2
F2
L3

I
96
95

F3
1 3 5 96

H
Q1
21

S1

22
2 4 6
21 21

G
S3 S2

22 22

13 53 83 83 97 97
13 53

F
1 3 5 1 3 5
S3 KM2 KM1 KM2 F2 F3
KM 1 KM 2 S2 KM1
2 4 6 2 4 6
14 54
14 54 84 84 98 98

21 21

E
KM2 KM1
X1 X1 X1 X1
22 22

A1 H1 H2 H1 H2
A1
KM1 KM2 X2
X2 X2 X2

D
1 3 5 1 3 5
A2 A2
F2 F3
2 4 6 2 4 6 N

3 4 5 6 7 8 9 10

Main Main Operation Operation Overload Low Overload

C
contactor contactor Low Speed High Speed Speed High Speed
Low Speed High Speed
Ua Va Wa PE

NO NC NO NC

2 4 6

1 3 5 53
M
2 4 6

1 3 5 53

2
1
3x1 5 3x2 3
MV 191

B
3 ~ 4 6

6
54
4
54

7 8

8
7

83
84
83
84

Ub Vb Wb

5
3

21
22
21
22

A
Desain Instalasi Listrik II Kelompok 5 DPRK Drs. Abdul Manaf,MMT TGL DIG 20 09 2015
SEPARATE WINDING STATER DIG
Politeknik Negeri Malang
(KENDALI TAK LANGSUNG) A4 VisioDocument No Gbr.: 001 D3 TL 2D TTD TTD TGL DPRK
Sirkit kendali langsung

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

220 V / 50 Hz

J
220 / 127 V / 50 Hz L1
L1

L2
F1 95

F2
L3

I
96
95

F3
1 3 5 96

H
Q1
21

S1

22
2 4 6
21 21

G
S3 S2

22 22

13 53 83 83 97 97
13 53

F
1 3 5 1 3 5
S3 KM2 KM1 KM2 F2 F3
KM 1 KM 2 S2 KM1
2 4 6 2 4 6
14 54
14 54 84 84 98 98

21 21

E
KM2 KM1
X1 X1 X1 X1
22 22

A1 A1 H1 H2 H1 H2
KM1 KM2 X2 X2 X2 X2

D
1 3 5 1 3 5 A2 A2
F2 F3
2 4 6 2 4 6 N

3 4 5 6 7 8 9 10

Main Main Operation Operation Overload Low Overload

C
contactor contactor Low Speed High Speed Speed High Speed
Low Speed High Speed
Ua Va Wa PE 2 4 6

1 3 5 53 83 21

2 4 6

1 3 5 53
NO NC NO NC
M

2
1
MV191 3x1 5 3x2 3

B
3 ~
54

6
4 7

54
4 6

8
8

83
7
84

84
Ub Vb Wb

5
3
22

21
22

A
Desain Instalasi Listrik II DIG Kelompok 5 DPRK Drs. Abdul Manaf, MMT TGL DIG 20 09 2015
SEPARATE WINDING STATER
Politeknik Negeri Malang
(KENDALI LANGSUNG) TGL DPRK
A4 VisioDocument No Gbr: 002 D3 TL 2D TTD TTD
10
6. Daftar Komponen

Gambar Komponen Nama Komponen Jumlah Komponen

Kontaktor 3-pole
(KM1 dan KM2)
LC1 D129 . A60

Relai Beban lebih thermis


(Thermal Overload Relay)
2
F2 dan F3
LR2 D13

Blok Kontak Bantu 2


NO+ 2NC
LA1 D22

Tombol tekan stop S1 [0],


S2 [1] low speed dan S3 1
[II] High speed

Lampu indikator low


speed (H1), high speed 3
(H2) dan overload (H3)

Motor Induksi 3 Fasa, 2


Speed 220 V/50 Hz (MV 1
191)

11
Pemutus Daya(Circuit
Breaker) MagnetikGV2-L
1
(Q1)
GV2 L08 4A

Power Supply 1

Kabel Penghubung secukupnya

7. Langkah Kerja

1. Lengkapilah diagram sirkit daya (3.1) dan sirkit kendali starter motor tiga-fasa, dua
lilitan terpisah, dua kecepan. Sirkit kendalinya ada dua macam, yaitu :

Merubah kecepatan setalah mengoperasikan tombol stop dan tanpa mengoperasikan


tombol stop.

2. Siapkan peralatan (komponen-komponen) yang akan digunakan sesuai dengan daftar


komponen.

3. Pasang komponen-komponen tersebut pada papan-rakit (kit board). Kerjakan


pengawatan (hubungkan) sesuai dengan diagram sirkit 3.2.

4. Kerjakan pengawatan sesuai dengan diagram (3.3).

12
5. Apabila pemasangannya sudah dioeriksa oleh dosen pembimbing dan sudah
dinyatakan benar, hubungkan rangkain kontrol ke sumber tegangan 1-fase 220 volt
50 Hz. Operasikan, amati dan cermati cara kerjanya.

6. Hubungkan sirkit daya ke sumber tegangan 3-fase 220/127 volt 50 Hz. Operasikan,
amati keadaan kontaktor dan kampu-lampu tandanya.

7. Selesai praktek simpan kembali semua komponen di tempat semula.

PRINSIP KERJA
1. Sirkit Kendali Tidak Langsung
Ketika S2 NO pada jalur 3 ditekan, maka arus akan mengalir dari sumber
menuju kontaktor KM1 jalur 3.
Saat kontaktor KM1 pada jalur 3 bekerja, kontak bantu NO KM1 53-54 pada
jalur 4 akan menutup dan mengunci pushbutton sehingga apabila tombol S2
dilepas kontaktor akan tetap akan aktif , kontak bantu NO KM1 83-84 pada jalur
7 akan tertutup sehingga lampu H1 akan menyala. Karena adanya interkoneksi
maka S2 NC pada jalur 5 dan kontak bantu NC KM1 21-22 pada jalur 5 akan
terbuka sehingga kontaktor KM2 pada pada jalur 5 tidak bekerja ketika
kontaktor KM1 masih aktif. Saat lampu H1 pada jalur 7 menyala, berarti motor
bekerja pada low speed
Apabila terjadi overload, F2 95-96 pada jalur 3 akan terbuka, kontaktor KM1
pada jalur 3 tidak akan bekerja dan lampu H1 pada jalur 7 akan mati. Tetapi F2
97-98 pada jalur 9 akan tertutup dan lampu indikator overload H2 pada jalur 9
akan menyala.
Untuk mengaktifkan kontaktor KM2 maka perlu menekan tombol S1 NC pada
jalur 3 terlebih dahulu, maka kontaktor KM1 akan off sehingga kontak-kontak
bantu lainya akan kembali ke keadaan normal dan lampu H1 akan mati, dan
kontak NC KM1 21-22 pada jalur 5 akan kembali menutup, sehingga apabila
tombol S3 pada jalur 5 ditekan maka arus akan mengalir dan mengaktifkan
kontaktor KM2.
Saat kontaktor KM2 pada jalur 5 bekerja, kontak bantu NO KM2 53-54 pada
jalur 6 akan menutup dan mengunci tombol S3, kontak bantu NO KM2 83-84
pada jalur 8 akan tertutup sehingga lampu H2 pada jalur 8 akan menyala. Tetapi

13
S3 NC dan kontak bantu NC KM2 21-22 pada jalur 3 akan terbuka, sehingga
kontaktor KM1 pada jalur 3 tidak bekerja
Saat lampu H2 pada jalur 8 menyala, berarti motor bekerja pada high speed
Apabila terjadi overload, F2 95-96 pada jalur 3 akan terbuka, kontaktor KM2
pada jalur 5 tidak akan bekerja dan lampu H2 pada jalur 8 akan mati. Tetapi F3
97-98 pada jalur 10 akan tertutup dal lampu indikator overload H2 pada jalur 10
akan menyala
Untuk memutuskan atau mematikan arus pada rangkaian, tekan S1 NC pada
jalur 3

2. Sirkit Kendali Langsung


Ketika S2 NO pada jalur 3 ditekan, maka arus akan mengalir dari sumber
menuju kontaktor KM1 jalur 3.
Saat kontaktor KM1 pada jalur 3 bekerja, kontak bantu NO KM1 53-54 pada
jalur 4 akan menutup dan mengunci pushbutton sehingga apabila tombol S2
dilepas kontaktor akan tetap akan aktif , kontak bantu NO KM1 83-84 pada
jalur 7 akan tertutup sehingga lampu H1 akan menyala. Karena adanya
interkoneksi maka S2 NC pada jalur 5 dan kontak bantu NC KM1 21-22 pada
jalur 5 akan terbuka sehingga kontaktor KM2 pada pada jalur 5 tidak bekerja
ketika kontaktor KM1 masih aktif. Saat lampu H1 pada jalur 7 menyala,
berarti motor bekerja pada low speed
Apabila terjadi overload, F2 95-96 pada jalur 3 akan terbuka, kontaktor KM1
pada jalur 3 tidak akan bekerja dan lampu H1 pada jalur 7 akan mati. Tetapi
F2 97-98 pada jalur 9 akan tertutup dan lampu indikator overload H2 pada
jalur 9 akan menyala.
Jika S3 NO pada jalur 5 ditekan, maka S3 NC pada jalur 3 akan terbuka
sehingga memutuskan arus pada jalur 3 dan menyebabkan kontaktor KM1 pada
jalur 3 off dan kontak bantu NC KM1 21-22 pada jalur 5 akan menutup kembali
sehingga mengalirkan arus dan mengaktifkan kontaktor KM2
Saat kontaktor KM2 pada jalur 5 bekerja, kontak bantu NO KM2 53-54 pada
jalur 6 akan menutup dan mengunci tombol S3, kontak bantu NO KM2 83-84
pada jalur 8 akan tertutup sehingga lampu H2 pada jalur 8 akan menyala. Tetapi

14
S3 NC dan kontak bantu NC KM2 21-22 pada jalur 3 akan terbuka, sehingga
kontaktor KM1 pada jalur 3 tidak bekerja
Saat lampu H2 pada jalur 8 menyala, berarti motor bekerja pada high speed
Apabila terjadi overload, F2 95-96 pada jalur 3 akan terbuka, kontaktor KM2
pada jalur 5 tidak akan bekerja dan lampu H2 pada jalur 8 akan mati. Tetapi F3
97-98 pada jalur 10 akan tertutup dal lampu indikator overload H2 pada jalur 10
akan menyala
Untuk memutuskan atau mematikan arus pada rangkaian, tekan S1 NC pada
jalur 3

15
8. Pertanyaan

1. Apa keuntungan starting ini ? ( kelompok 1 : Anastasia Engeline )


Pada starting ini pembacaan gambar diagram sirkitnya mudah dipahami
Kebutuhan komponen kerja tidakterlalu banyak
Kita bisa mendapatkan 2 kecepatan motor berbeda yang mana bisa
disesuaikan dengan kebutuhan aplikasinya.
2. Mengapa untuk menghasilkan kecepatan berbeda pada penyambungan kontaktor
pada sirkit daya hanya salah satu kontaktor yang dihubungkan ke jaringan
sedangkan satunya tidak ? ( kelompok 2 : Deli Khalifatur)
Karena terdiri dari 3 stator yang kumparannya dihubungkan bintang yang
mana terdapat dua stator yang terpisah sehingga yang mana belitan pada
low speed jumlah belitannya lebih sedikit dari pada high speed sehingga
perlu adanya perbedaan pengambilan sumber agar diperoleh kecepatan
yang berbeda.
Keduannya bisa dihubungkan kesumber tetapi untuk penghematan
komponen sirkit daya maka bisa digunakan satu magnetic sirkuit breaker
untuk pengaman dari kontaktor.

3. Mengapa pada sirkit daya starter motor separate winding dipasang 2 thermal
overload relay? ( Kelompok 3 : Hirzuna Rifqi )

Karena terdapat perbedaan arus nominal antara low speed dan high speed
yang mana bisa diketahui pada nameplate, maka dipergunakan seperti itu
karena untuk proteksi dari beban lebih yang mungkin terjadi pada sisi low
speed maupun high speed sehingga dapat mengurangi resiko kerusakan
motor pada saat beban lebih.

4. Apakah perlu pembuatan kutub pada luar motor ? ( Kelompok 4 : Muhammad


Nur Azis )
Tidak perlu, karena pembentukan kutubnya sudah terbentuk di dalam
konstruksi motor itu sendiri yang mana antara kutub low speed dan high
speed tidak saling berhubungan sehingga jika kita ingin motor dalam
kecepatan rendah pada rangkaian daya bisa langsung dihubungkan ke (Ua,
Va, Wa) dan untuk kecepatan tinggi ke (Ub, Vb, Wb)

16
5. Pada starter ini, dapatkah kedua kontaktor KM1 dan KM2 bekerja bersama ?
( Kelompok 6 : Sinta Devi T )

Tidak bisa, sebab pada rangkaian control sudah didesain agar interlock.
Seperti rangkaian sebelum tombol start kecepatan rendah dipasang kontak
NC yang seporos dengan tombol start kecepatan rendah, begitu pula
sebaliknya. Juga sebelum kontaktor untuk oprerasi motor kecepatan rendah
dipasang kontak NC dari kontaktor untuk operasi motor kecepatan tinggi,
sehingga saat motor beroperasi dengan kecepatan tinggi kontak NC
membuka dan kontaktor untuk operasi motor kecepatan rendah pasti tidak
beroperasi.

17
Daftar Pustaka

REL 334 Desain Instalasi Listrik II (Drs. Abdul Manaf, MMT)

Rendymars.2011. Bagian-Bagian Kontaktor Magnet. Online

(http://rendymars.blogspot.co.id/2011/10/bagian-bagian-kontaktor-magnet.html),

diakses 29 September 2015.

Arifgamers.2012. Fungsi TOR Thermal Overload Relay. Online

(https://arifgamers.wordpress.com/2012/12/03/fungsi-tor-thermal-overload-relay/),

diakses 29 September 2015.

Trikueni.2014. Pengertian Push Button. Online

(http://trikueni-desain-sistem.blogspot.co.id/2014/04/Pengertian-Push-

Button.html), diakses 29 September 2015.

18