Anda di halaman 1dari 11

Rencana Penutupan Tambang An.

Hadirah

BAB III
DISKRIPSI KEGIATAN
PERTAMBANGAN

3.1. KEADAAN CADANGAN

3.1.1. Bentuk dan Penyebaran Endapan

Kondisi topografi lahan penambangan tanah urug adalah

merupakan dataran alluvial dengan kemiringan lereng (0 o 10o)

penyebaran Tanah Urug yang terdapat di daerah penyelidikan

menghampar merata di semua area konsesi.

3.1.2. Sifat dan Kualitas Endapan

Penambangan Tanah Urug An. Hadirah ini merupakan

penambangan skala kecil dan hanya untuk memenuhi kebutuhan

masyarakat sehingga tidak diperlukan analisis di laboratorium, karena

selain membutuhkan biaya yang besar juga tidak efektif serta efisien.

3.2. PENAMBANGAN

3.2.1. Sistem dan Metode Penambangan

Dalam menentukan metode penambangan Tanah Urug di wilayah

penyelidikan yang akan diterapkan di daerah ini, berdasarkan hasil

BAB III - 1
Rencana Penutupan Tambang An.Hadirah

eksplorasi yang telah dilakukan, dipilih setelah mempertimbangkan

beberapa aspek antara lain :

- Kemampuan Pemilik untuk melakukan usaha penambangan yang

meliputi kemampuan teknis dan finansial serta jumlah target produksi

Tanah Urug pertahun.

- Ketebalan endapan

- Keadaan topografi daerah penyelidikan merupakan dataran atau

bergelombang lemah sehingga penambangan secara terbuka dapat

dilakukan.

- Lapisan penutup yang cukup tipis 0.5 meter, sehingga SR (Stripping

Ratio) yang dihasilkan rendah.

Berdasarkan kondisi Tanah Urug diatas, direncanakan

penambangan Tanah Urug didaerah ini dilakukan secara tambang terbuka

dan penambangan dilakukan dengan menggunakan alat berat.

3.2.2. Tahapan Penambangan


Rencana penambangan endapan Tanah Urug di wilayah eksplorasi

yang akan dilakukan dengan tambang terbuka telah disusun dalam bagan

alir dengan tahapan sebagai berikut :

BAB III - 2
Rencana Penutupan Tambang An.Hadirah

Pembersihan Pengupasan Penambangan


Lokasi Tambang Tanah Penutup

Penjualan Penimbunan Pengangkutan

Gambar 3.1. Diagram alir rencana penambangan

A. Pembersihan Tempat Kerja (Land Clearing)

Tujuan dari land clearing yaitu pembersihan lokasi tambang

terhadap tumbuhan dan semak belukar sehingga tidak mengganggu dan

mempermudah pekerjaan pengupasan tanah penutup serta pelaksanaan

penambangan.

Operasi pembersihan lahan dilakukan pada lokasi-lokasi yang akan

ditambang. Kegiatan ini sangat penting dilakukan untuk menjadikan

medan kerja yang baik. Beberapa kegiatan yang dilakukan berkaitan

dengan operasi ini adalah antara lain :


Pembabatan semak dan perdu
Pekerjaan ini dilakukan dengan mengunakan Buldozer, yang

menjalankan fungsi gali-dorong dengan memanfaatkan blade dan

tenaga dorong yang besar. Semak dan perdu yang menutupi area

penambangan didorong ke daerah-daerah pembuangan.


Penebangan pohon dan pemotongan kayu
Penebangan pohon-pohon dan pemotongan kayu-kayu yang ada

dilakukan sebelum operasi pembersihan lahan penambangan. Lahan

BAB III - 3
Rencana Penutupan Tambang An.Hadirah

dari lokasi yang akan ditambang ditumbuhi oleh berbagai jenis

pohon, dari yang berukuran kecil sampai besar. Untuk pohon yang

berukuran besar perlu dilakukan pemotongan dengan mesin

pemotong (chainsaw). Pohon yang telah dipotong, kayunya akan

dimanfaatkan untuk keperluan lain. Dalam operasi pemindahan

kayu-kayu, digunakan alat-alat pengangkut beban berat, kemudian

diangkut dengan truk.

B. Pengupasan Tanah Penutup (Overburden Removal)

Kegiatan pengupasan tanah dalam usaha penambangan Tanah Urug

ini dilakukan sebagai berikut :

- Pengupasan Tanah Penutup

Pengupasan tanah penutup dilakukan dengan mendorong tanah

penutup secara mendatar oleh bulldozer, kemudian dengan

excavator PC 200 dimuat ke dump truck PS 120 dan diangkut ke

tempat penimbunan tanah penutup (disposal).

- Tempat Pembuangan Tanah Penutup

Tanah penutup ditimbun ke disposal yang sudah disiapkan

tempatnya yaitu di bagian selatan di dalam konsesi Tanah Urug

urug Hadirah, tanah penutup ini nantinya akan digunakan untuk

penimbunan kembali (back fill) areal yang sudah dibuka.

C. Penambangan Tanah Urug

Rencana penambangan dengan metode Open Pit. Penambangan

Tanah Urug Hadirah ini dibagi menjadi beberapa blok. Pembagian blok ini

BAB III - 4
Rencana Penutupan Tambang An.Hadirah

adalah untuk mempermudah dalam perencanaan penambangan Tanah

Urug sehingga dalam praktek lapangan dapat terlaksana dengan baik dan

sesuai prosedur. Tanah Urug diambil dengan cara digali dengan

menggunakan Excavator Cat PC 200 dan dimuat kedalam Dump Truck

PS 120 dengan kapasitas 7 ton atau 5 kubik.

3.2.3. Rencana Produksi Dan Umur Tambang

Produksi Tanah Urug yang ditargetkan Hadirah disesuaikan dengan

jumlah cadangan tertambang, jumlah alat (unit) penggalian Tanah Urug

dan over burden, serta kemampuan kapasitas produksi dari

pengolahannya.

Rencana produksi Tanah Urug urug Hadirah per bulannya adalah

sebesar 15.358 kubik. Cadangan Tanah Urug urug Hadirah adalah

sebesar 873.000 kubik dengan overburden 103.880 kubik, dengan luas

bukaan tambang adalah sebesar 21 Ha. Umur tambang Tanah Urug

Hadirah adalah 5 tahun.

3.2.4. Penanganan Tanah Zona Pengakaran

Kegiatan ini merupakan pengupasan lapisan tanah permukaan.

Lapisan tanah yang dikupas antara lain tanah pucuk (pengertiannya

sebagai tanah zona perakaran dengan kedalaman mulai dari 0 - 100 cm)

dan sub soil kemudian dikumpulkan. Tanah pucuk yang sudah dikupas

akan ditempatkan dekat dengan rencana bukaan tambang, ini

BAB III - 5
Rencana Penutupan Tambang An.Hadirah

dimaksudkan agar setelah bekas tambang ditimbun kembali, tanah pucuk

dapat ditebarkan ke lokasi yang sudah ditimbun tersebut.

Tanah pucuk (top soil) digali dengan menggunakan excavator dan

dimuat dengan alat angkut dan selanjutnya ditempatkan pada tempat

penumpukan sementara yang bebas dari gangguan erosi pada saat

musim hujan. Tanah pucuk ini nantinya akan digunakan untuk pelapisan

tanah penutup pada saat reklamasi dilakukan. Tanah pucuk pada

umumnya di wilayah Kalimantan Timur relatif tipis, untuk itu pengertian

tanah pucuk disini mulai dari 0 - 1 m (daerah zone perakaran).

3.2.5. Penanganan Tanah Penutup (Overburden)

Penggalian tanah penutup akan dilakukan dengan mendorong

tanah penutup secara mendatar oleh bulldozer ke penimbunan sementara

di luar area tambang atau tanah penutup yang sudah terkupas dimuat dan

diangkut ke tempat penimbunan (waste dump) dengan menggunakan

dump truck. Pada kegiatan ini dibuat teras-teras atau jenjang untuk

memudahkan pembagian kerja dan pengoperasian alat-alat berat serta

menjaga pemantapan lereng.

3.2.6. Penanganan Air Asam Tambang

Pada pertambangan dengan sistem penambangan terbuka ada tiga

sumber utama yang berpotensi menyebabkan pencemaran air asam

tambang, yaitu timbunan tanah penutup yang membawa asam pada lokasi

disposal area, air dari penirisan lantai tambang, dan timbunan Tanah Urug

Urug di stockpile area. Air limpasan yang berasal dari timbunan tanah

BAB III - 6
Rencana Penutupan Tambang An.Hadirah

penutup berpotensi menghasilkan air asam tambang yang akan

mencemari lingkungan di sekitarnya.

Penanganana air asam tambang perlu dilakukan untuk menghindari

penyebaran pencemaran terhadap tanah dan badan perairan yang

terdapat di sekitarnya. Beberapa langkah yang dapat dilakukan dalam

menangani air asam tambang tersebut , yaitu:

a) Batuan penutup pembawa asam ditempatkan pada lapisan paling

bawah saat penimbunan tanah penutup.

b) Melokalisir air limpasan dari timbunan tanah penutup, timbunan Tanah

Urug dan air pompaan dari lantai tambang dengan membuat parit

keliling dan unit kolam pengendapan (settling pond).

c) Memberikan perlakuan kimiawi terhadap air tampungan pada unit

setling pond untuk mengurangi keasaman air sebelum dilepaskan ke

badan perairan di sekitarnya.

3.2.7. Upaya Pengendalian Erosi Dan Sedimentasi

Erosi adalah proses abrasi, benturan dan pengangkatan puing-

puing batuan atau tanah ke tempat-tempat yang lebih rendah oleh media

air atau angin. Di Indonesia, media yang lebih berperan dalam kegiatan

erosi pada umumnya adalah air. Lahan-lahan yang terbuka seperti halnya

daerah-daerah penambangan adalah lahan yang rawan terhadap proses

ini, demikian juga dengan daerah-daerah atau lokasi penimbunan tanah

(dumping area).

BAB III - 7
Rencana Penutupan Tambang An.Hadirah

Pada lahan yang terbuka, aktivitas air mulai dari tetes hujan sampai

gelontoran aliran permukaan tanah, senantiasa akan melakukan

pengikisan yang mengakibatkan material-material terkelupas dan

terangkat melalui alur-alur kemudian mengalir ke sungai-sungai yang

akhirnya diendapkan pada tempat-tempat yang alirannya tak mampu lagi

mengangkat material tersebut.

Erosi yang tak terkendali akan mengakibatkan hilangnya lapisan-

lapisan tanah subur di sekitar daerah hulu sungai, sedangkan di daerah

hilir sungai akan terjadi banjir. Banjir ini banyak membawa lumpur yang

mengakibatkan warna air sungai akan tampak keruh kecoklat-coklatan

karena kadar lumpur yang tinggi.

A. Mekanisme Erosi

Mekanisme erosi yang terjadi di daerah penambangan Tanah Urug

Urug akan diawali oleh proses erosi permukaan (sheet erotion),

dilanjutkan dengan erosi alur (rill erotion) dan diteruskan dengan erosi

lembah (gully erotion).

Erosi permukaan, pada umumnya akan terjadi pada lahan-lahan yang

terbuka di sekitar penambangan, di mana sifat materialnya lepas dan

mudah terkikis bila terkena kontak langsung oleh aktifitas air hujan. Hasil

erosi permukaan yang terjadi pada banyak lokasi, kemudian terbawa oleh

aliran air ke tempat yang lebih rendah. Dalam perjalanannya, alur-alur

erosi tadi akan bertemu membentuk alur-alur erosi yang lebih besar. Alur-

BAB III - 8
Rencana Penutupan Tambang An.Hadirah

alur besar tersebut kemudian menyatu dalam volume yang lebih besar

dan melaju ke daerah permukaan yang lebih rendah, seperti lembah-

lembah. Pada akhirnya, aliran erosi akan menuju ke sungai-sungai dan

mengalir bersama dengan aliran air sungai.

Dengan demikian daerah aliran dekat tambang yang terbuka memiliki

potensi untuk menjadi daerah endapan lumpur hasil kegiatan erosi

tersebut. Hal ini mengindikasikan bahwa selama periode tertentu akan

terjadi kegiatan pendangkalan pada aliran-aliran sungai tersebut.

B. Teknik Penanganan Erosi

Untuk mencegah adanya erosi yang terjadi akibat adanya kegiatan

pertambangan, beberapa hal yang dapat dilakukan meliputi :

1. Pembuatan saluran dan bak penenang

Pembuatan saluran pada lereng tebing dan pembuatan bak penenang

pada lereng-lereng yang masih aktif digunakan selama operasi

penambangan, harus dibangun ditches (saluran horizontal) dan

trenches (saluran vertikal) dengan tujuan untuk menampung air

permukaan yang masuk ke lereng tambang yang kondisinya terbuka,

yang rentan terhadap erosi permukaan. Saluran ini berfungsi

mengarahkan aliran air permukaan menuju sumuran (sump) yang

dibangun pada lantai tambang. Pada pertemuan antara ditch dan

trench juga harus dibangun suatu bak penenang, dengan maksud

untuk mengurangi tekanan air limpasan pada saat mengalir ke bawah.

2. Pembuatan teras bangku

BAB III - 9
Rencana Penutupan Tambang An.Hadirah

Pada bidang miring lahan (area timbunan atau bidang kupasan),

dibuat berjenjang berupa teras-teras yang berbentuk seperti bangku

yang memotong arah kemiringan lahan. Bentukan ini bertujuan untuk

mengurangi energi kinetic massa air limpasan yang mengalir di

permukaan bukaan lahan tambang.

3. Revegetasi

Segera melakukan penanaman tanaman revegetasi pada bukaan

lahan permanen dengan menggunakan jenis tanaman penutup tanah

(cover crop) dan tanaman pohon yang berakar dalam. Keberadaan

vegetasi tersebut berfungsi untuk melindungi permukaan tanah dari

terpaan curah hujan serta untuk meningkatkan soliditas ikatan butiran

tanah permukaan.

4. Pembuatan unit-unit jebakan sedimen

Untuk mengurangi beban sedimentasi badan perairan sekitar, maka

perlu dibuat unit kolam jebakan sediment (sediment trap) pada alur-

alur yang mengarah ke badan perairan setempat. Perlakuan koagulasi

dan pengerukan endapan sediment pada unit sedimen trap perlu

dilakukan untuk menjaga performa dan fungsi dari kolam jebakan

sediment.

3.3. PENGOLAHAN
Pada kegiatan penambangan tanah urug milik Hadirah tidak terdapat

proses pengolahan pada bahan galian.

BAB III - 10
Rencana Penutupan Tambang An.Hadirah

3.4. FASILITAS PENUNJANG

3.4.1. Infrastruktur Tambang (Mine Site Infrastructure)

Infrastruktur tambang merupakan fasilitas-fasilitas pendukung

kegiatan penambangan yang dibangun di sekitar area tambang. Pendirian

dan penempatannya didasarkan pada kondisi tempat kerja seperti

topografi, sipat fisik dan mekanik lahan, pertimbangan ekonomis dan

keamanan.

3.4.2. Bangunan Kantor, Mess Karyawan, dan Fasilitas Umum

A. Kantor Administrasi Tambang

Bangunan kantor administrasi tambang merupakan bagian

dari infrastruktur tambang yang akan digunakan untuk kegiatan

perencanaan, pelaksanaan pengawasan, dan evaluasi dari kegiatan

operasi penambangan,

B. Sarana Jalan

Fasilitas jalan ini digunakan untuk kegiatan pengangkutan Tanah

Urug dan kegiatan penunjang lainnya. Jalan tambang ini akan dibuat

sendiri sejauh 500 m yaitu jalan masuk menuju block penambangan

Tanah Urug.

C. Stockpile

Pada kegiatan penambangan tanah urug Hadirah tidak dilakukan

penimbunan sehingga tidak di perlukan infrastruktur stock pile.

BAB III - 11