Anda di halaman 1dari 5

Rencana Penutupan Tambang An.

Hadirah

BAB IV

GAMBARAN RONA AKHIR

TAMBANG

4.1. KEADAAN CADANGAN

4.1.1. Cadangan Terukur

Kegiatan eksploitasi Tanah Urug apabila berjalan sesuai rencana,

maka semua cadangan yang dihitung layak tambang untuk tambang

terbuka akan ditambang secara totalitas. Mengingat dari beberapa

cadangan sumberdaya yang ada kondisinya bervariasi baik kualitas dan

ketebalan maupun sebarannya, maka tidak semua sumberdaya yang ada

dapat dieksploitasi secara keseluruhannya. Kondisi ini tentu akan

meninggalkan sisa cadangan Tanah Urug pada akhir penambangan.

Secara kuantitas sisa cadangan Tanah Urug yang tidak dapat

ditambang harus terukur volumenya, sebarannya dapat diidentifikasi dan

kualitasnya telah diketahui dengan pasti. Hal ini untuk memudahkan

dalam melakukan perencanaan pemanfaatannya di masa yang akan

datang. Penambangan Tanah Urug pada konsesi An.Hadirah akan

berlangsung selama 5 tahun yaitu dari tahun 2012 hingga tahun 2017.

BAB IV - 1
Rencana Penutupan Tambang An.Hadirah

Pemilihan lokasi pit dan urutan-urutannya yang akan ditambang setiap

tahun didasarkan pada target produksi dan kualitas Tanah Urug yang

diinginkan oleh pengguna atau pembeli Tanah Urug. Untuk memenuhi

rencana target dan kualitas yang diinginkan, maka setiap tahun dilakukan

penambangan dengan satu atau beberapa pit yang terpisah, baik yang

ditambang secara berurutan ataupun bersamaan. Pit akan ditambang

secara independen, artinya setiap pit yang dikerjakan

Bersamaan akan memiliki peralatan tersendiri, tetapi masih

terintegrasi di dalam penggunaan jalur jalan pengangkutan Tanah Urug

dan tanah penutup.

4.1.2. Rencana Produksi Tanah Urug

Rencana produksi Tanah Urug pada semua blok prospek wilayah

An.Hadirah, jumlah cadangan tertambang tanah urug milik hadirah adalah

873.000 M3 dengan rencana produksi pertahun adalah 184.300 M 3 pada

tahun ke 5 (lima) sebesar 135.000 M3.

4.1.3. Cadangan Setelah Operasi

Pendekatan matematis dalam pendugaan sisa cadangan akhir

Tanah Urug pasca produksi An.Hadirah berdasarkan data cadangan

terukur dikurangi dengan rencana produksi selama proses penambangan

berlangsung. Total cadangan sumberdaya Tanah Urug terukur adalah

sebesar 970.000 m3 dan rencana penambangan selama 5 tahun adalah

BAB IV - 2
Rencana Penutupan Tambang An.Hadirah

sebanyak 873.000 m3, sehingga sisa cadangan Tanah Urug terukur pada

semua blok hingga akhir operasi tambang adalah sebesar 97.000 m3.

4.2. PERUNTUKAN LAHAN

Pemanfaatan lahan dalam rencana aktivitas penambangan Tanah

Urug An.Hadirah meliputi luasan lahan yang termasuk di dalam dan

lahan di luar wilayah konsesi. Perkiraan luasan lahan yang akan

terganggu aktivitas di dalam wilayah konsesi adalah seluas 10 Ha.

Berdasarkan perencanaan tambang dan pembangunan

infrastruktur tambang perkiraan luasan lahan yang akan terganggu oleh

aktivitas pada areal Hadirah, yaitu : lokasi penambangan (pit) seluas 10

Ha

4.3. MORFOLOGI LAHAN

Kondisi morfologi lahan rona sebelum penambangan pada wilayah

An.Hadirah, secara umum merupakan kawasan dataran dengan

ketinggian 40 45 meter dari permukaan laut (dpl).

4.4. AIR PERMUKAAN DAN AIR TANAH

Curah hujan yang jatuh di permukaan tanah sebagian akan

terserap ke dalam tanah menjadi air tanah dan bagian lainnya akan

mengalir di permukaan tanah menjadi air limpasan. Air yang

terinfiltrasikan ke dalam penampang tanah akan menjadi air tanah. Aliran

air limpasan akan terakumulasikan pada alur-alur permukaan yang

BAB IV - 3
Rencana Penutupan Tambang An.Hadirah

selanjutnya menuju ke badan perairan setempat, baik berupa badan

sungai, rawa atau danau.

4.5. BIOLOGI AKUATIK DAN TERESTERIAL

4.5.1. Biologi Akuatik

Badan perairan yang terdapat di wilayah An.Hadirah tidak dilalui

sungai maupun daerah aliran sungai, sehingga tidak ada ganggan

terhadap biologi akuatik

4.5.2. Biologi Teresterial

A. Flora (Vegetasi)

Tipe vegetasi pada wilayah An.Hadirah terdiri dari hutan sekunder

muda, semak belukar dan vegetasi budidaya. Vegetasi hutan sekunder

muda dan semak belukar didominasi oleh jenis tumbuhan karet, kelapa,

bambu ilalang dan sebagainya

Bentuk gangguan ekstrim terhadap vegetasi alami setempat akibat

dari aktivitas eksploitasi pertambangan Tanah Urug adalah terjadinya

degradasi vegetasi penutup tanah pada bukaan lahan tambang,

infrastruktur tambang dan fasilitas penunjang. Reklamasi dan revegetasi

lahan bekas penambangan merupakan tindakan pemulihan yang penting

untuk diupayakan semaksimal mungkin agar fungsi ekologis kawasan

bekas penambangan dapat dipertahankan.

B. Fauna (Satwa Liar)

BAB IV - 4
Rencana Penutupan Tambang An.Hadirah

Terdapatnya beberapa bagian areal yang masih berhutan (hutan

sekunder muda dan semak belukar) pada areal An.Hadirah, menjadi

habitat hidup beberapa satwa liar endemik dan sering dijumpai

keberadaannya di wilayah ini. Beberapa jenis satwa liar yang masih ada

pada areal berhutan di areal meliputi reptil, mamalia, primata, dan aves.

Kelompok reptil yang terdapat pada areal ini meliputi biawak

kalimantan (Varanus sp) dan beberapa jenis ular. Kelompok primata yang

umum adalah beberapa jenis monyet/beruk. Kelompok mamalia liar yang

masih ada meliputi pelanduk/kancil (Tragulus javanicus), rusa

sambar/payau (Cervus unicolor), musang (Artogalidia trivirgata), babi

hutan (Sus barbatus), tupai (Tupaia sp) dan kijang (Muntiacus sp).

Kelompok aves yang sering ditemui meliputi elang bondol, punai, tekukur,

belatuk, walet, pipit, seriti, rangkok, kutilang, suit madu, dan beberapa

spesies lainnya.

Aktivitas penambangan An.Hadirah menyebabkan degradasi

vegetasi pada beberapa bidang lahan, terutama pada bukaan lahan

tambang dan infrastruktur tambang. Gangguan yang muncul

menyebabkan terjadinya migrasi satwa liar ke areal berhutan yang

terdapat di sekitar lokasi proyek. Pemulihan kondisi vegetasi pada bukaan

lahan (reklamasi dan revegetasi) secara berangsur-angsur akan

mengundang kembali kedatangan beberapa jenis satwa liar ke areal

bekas penambangan.

BAB IV - 5