Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN KASUS

ASUHAN KEPERAWATAN PADA By. S DENGAN IMUNISASI


PENTABIO (DPT, HB, HIB) DAN POLIO
DI UPT PUSKESMAS GARUDA
KOTA BANDUNG

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Keperawatan Anak
Program Profesi Ners XXXII Unpad

RIZAL EKA KURNIAWAN


220112160019

PROGRAM PROFESI NERS ANGKATAN XXXII


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
2016
I. PENGKAJIAN
A. Identitas Klien
1. Nama : An. S
2. Jenis Kelamin : Perempuan
3. Tanggal Lahir : 15 Juni 2016
4. Usia : 4 Bulan
5. Agama : Islam
6. Suku Bangsa : Sunda
7. No. Medrek : 8305/16
8. Alamat : Citepus III Cicendo
9. Tanggal Pengkajian : 04 November 2016

B. Identitas Orang Tua


1. Nama Ayah : Tn. S
a. Usia : 28 Tahun
b. Pendidikan : SMA
2. Nama Ibu : Ny. N
a. Pendidikan : SMA
b. Usia :25 Tahun
3. Hubungan dengan klien : Orang Tua kandung

C. Alasan Ke Poli Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)

Ibu klien mengatakan kurang mengetahui tujuan imunisasi dan penanganan


efeksamping setelah dilakukan imunisasi saat ini.

D. Riwayat Kesehatan Sekarang

Ibu klien mengatakan kurang mengetahui tujuan dan penanganan saat terjadi
efeksamping sepelah mendapatkan imunisasi, meskipun pernah diimunisasi
sebelumnya.

E. Riwayat Kesehatan Dahulu

Ibu klien mengatakan anaknya tidak ada batuk pilek, demam, kejang dan
mencret ataupun penyakit yang lainya.
F. Riwayat Kehamilan dan Kelahiran
1. Prenatal
Ibu klien mengatakan, selama kehamilan ibu tidak mengalami masalah
kesehatan dan tidak mengkonsumsi obat-obatan. Ibu klien mengatakan sering
kontrol ke Puskesmas tiap bulan pada trimester I dan II dan saat trimester III
tiap 2 minggu.
2. Natal
Menurut Ibu klien, klien lahir pada saat usia kehamilan menginjak usia 9
bulan dengan persalinan normal di tolong oleh bidan Puskesmas dengan berat
badan lahir 2800 gr.
3. Post Natal
Ibu klien mengatakan selama masa nifas Ibu tidak ada keluhan. Berdasarkan
buku KMS, klien sudah dilakukan penyuntikan Vit K dan Imunisasi hepatitis
B secara IM segera setelah lahir. S setelah 1 bulan klien diimunisasi BCG dan
polio I. Bulan ke-2 klien diimunisasi Pentabio I dan polio II. Bulan ke-3 klien
diimunisasi Pentabio II dan polio III. Bayi tidak mengalami masalah apapun
setelah lahir.

G. Riwayat pertumbuhan dan perkembangan


Anak lahir dengan berat badan 2100 gram dan panjang badan 49 cm. Terdapat
pertambahan berat badan setiap bulanya. Saat ini berat badan 6,48, panjang
badan 61 cm. Klien sesuai dengan perkembanga usianya.

H. Riwayat Kesehatan Keluarga


Ibu klien mengatakan, dikeluarganya tidak ada yang menderita penyakit sesak
atau batuk pilek sebelumnya.

I. Kebutuhan Dasar
1. Nutrisi
BB : 6,46 kg, TB : 61 cm. Berdasarkan BB/PB dari tabel antropometri anak
tergolong kedalam status gizi normal.
2. Minum
Ibu klien mengatakan klien menggunakan ASI dan ditambah susu formula.
3. Eliminasi
a. BAK : Ibu klien mengatakan anaknya BAK 5-6 x/hari, berwarna kuning
jernih.
b. BAB : Ibu klien mengatakan anaknya BAB 1 kali dalam sehari, BAB yang
dikeluarkan oleh anak klien berwarna kuning dan lembek.
4. Istirahat Tidur
Ibu mengatakan anaknya tidur + 10 jam/ hari.
5. Aktifitas Bermain
Ibu klien mengatakan bermain saat di rumah dan digendong.

J. Pemeriksaan Fisik

Keadaan umum lemah, tingkat kesadaran : kompos mentis, klien sering


menangis. Tanda-tanda vital: Suhu : 36,80 C, Respirasi : 32 x/menit.
1. Kepala
Kepala simetris, warna rambur hitam, tidak terdapat lesi dan benjolan.
2. Mata
Sudut mata simetris dengan telinga, konjungtiva tidak anemis, sklera tidak
ikterik.
3. Hidung
Bentuk hidung simetris, tidak ada pernafasan cuping hidung.
4. Mulut
Bibir tidak sianosis, lembab, tampak pernapasan dari mulut dan belum
tumbuh gigi.
5. Telinga
Telinga simetris, tidak ada lesi, benjolan dan tampak bersih.

6. Dada
Bentuk dada simetris, suara napas vasikuler dan tidak terdapat retraksi otot
pernapasan. Bunyi jantung murni regular, pernapasan 32x/ menit dan denyut
jantung 140x/ menit.
7. Abdomen
Tekstur lembut, tidak asites, bising usus ada dan tidak ada lesi.
8. Ekstremitas
a. Atas : pergerak aktif, tidak terdapat oedema, tidak ada sianosi dan CRT <
2 detik.
b. Bawah : pergerakan kaki aktif, tidak ada oedema, tidak ada lesi atau
deformitas dan kecacatan dan reflek babinsky negative.
9. Integumen
Kulit bersih, tidak ada lesi, lembab dan turgor kulit < 3 detik.

K. Data Psikososial dan Spiritual

1) Sosial keluarga
Ibu mengatakan selalu membawa anak ke puskesmas jika sakit dan rutin ke
posyandu.
2) Psikologis keluarga
Ibu klien mengatakan khawatir setelah dilakukan imunisasi anaknya
menjadi demam dan apa yang harus dilakukan di rumah jika demam terjadi.
3) Spiritual
Ibu klien mengatakan dukungan darinsuami dan keluarga yang lain sangat
baik untuk kesembuhan klien. Ibu klien beragama Islam, klien sering berdoa
untuk kesembuhan klien melalui beribadah salat dan berdoa.

L. Status Imunisasi
Waktu Reaksi Setelah
No Jenis Imunisasi Frekuensi
Pemberian Pemberian
1. BCG, polio I 1 bulan 1x Demam
2. Pentabio I, polio II 2 bulan 1x Tidak ada
3. Pentabio II, polio III 3 bulan 1x Tidak ada

M. Analisa Data
Data yang menyimpang Etiologi Masalah
S: Kurang pengetahuan Cemas
Ibu klien mengatakan tentang peawatan klien
kurang mengetahui tujuan dengan sesak akibat
imunisasi saat ini dan hidung tersumbat
khawatir demam serta bagai
mana cara penanganan bila Merangsang
terjadi demam di rumah. hipotalamus
O:
Ibu klien tampak Peningkatan darap
khawatir perifer
Ibu klien tampak
bertanya-tanya tentang Merangsang saraf
tujun imunisasi saat ini, otonom
efeksamping dan
perawatan demam di cemas
rumah
S: Tindakan imunisasi Gangguan rasa nyaman:
O: invasive secara IM nyeri
Klien menangis saat di
suntik imunisasi Terdapat putusnya
Pentabio III 0,5 ml jaringan
secara IM
Polio IV sebanyak 2 Merarangsang
tetes pengeluaran serotonin
Nadi 140 x/menit bradikinin
Respirasi 32x/menit prostaglandin dan
Parasetamol 125 mg adrenalin
peroral jika panas
Medulla spinalis yang
dihantarkan serabut
tipe A

Thalamus

Cortex serebri

Nyeri dipersepsikan
dengan menangis

II. Diagnosa Keperawatan


1. Cemas berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tetang imunisasi pentabio III
dan polio IV, efeksamping dan penangan saat deman terjadi di rumah
2. Gangguan rasa nyaman: nyeri berhubungan dengan kerusakan jaringan akibat
tindakan invasive imunisasi pentabio ditandai dengan anak menangis kencang saat
di imunisasi
III. INTERVENSI
Perencanaan
No Diagnosa Keperawatan
Tujuan Intervensi Rasional
1 Cemas berhubungan dengan Klien tidak cemas setelah 1. Kaji tingkat kecemasan Ibu klien 1. Setiap individu memiliki
kurangnya pengetahuan dilakukan perawatan selama tingkat kecemasan berbeda
tetang tujuan imunisasi saat 1x30 menit, dengan dengan 2. Kaji penyebab cemas Ibu klien 2. Cemas didasari oleh stimulus
ini, efeksamping dan kriteria: cemas
penangan demam saat terjadi Ibu klien tampak tenang 3. Ajarkan tarik napas dalam pada ibu 3. Tarik napas dalam membuat
di rumah, ditandai dengan: Ibu klien memahami klien rileks otot yang tegang
perawatan di rumah 4. Berikan penjelasan tentang 4. Penjelasan penyebab
S: penyebab kecemasan dan kecemasan mengurangi
Ibu klien mengatakan kurang memberikan pejelasan tentang kecemasan
mengetahui tujuan imunisasi tujuan imunisasi, efeksamping dan
saat ini dan khawatir demam penangana demam saat di rumah
serta bagai mana cara
penanganan bila terjadi
demam di rumah
O:
Ibu klien tampak khawatir
Ibu klien tampak
bertanya-tanya tentang
tujun imunisasi saat ini,
efeksamping dan
perawatan demam di
rumah
2 Gangguan rasa nyaman: nyeri Rasa nyaman terpenuhi setelah 1. Libatkan ibu saat pemberian 1. Anak akan lebih tenang jika
berhubungan dengan dilakukan tindakan imunisasi dengan sara memegang ibu mendampinginya
kerusakan jaringan akibat keperawatan selama 1x 30 tangan bayi dan memeluknya
tindakan invasive imunisasi menit dengan kriteria: 2. Alihkan perhatian anak saat akan 2. Mengalihkan perhatian
pentabio ditandai dengan Anak tidak menangis diimunisasi merupakan salah satu cara
anak menangis kencang saat Anak tidak rewel untuk mengurangi nyeri
di imunisasi, ditandai dengan: Anak dapat kembali 3. Anjurkan ibu untuk menggendong 3. Bayi akan merasa lebih aman
S: tersenyum dan mengusap-usap anak sampai dan nyaman ketika digendong
O: anak tenang oleh ibunya
Klien menangis saat di 4. Pemberian imunisasi pentabio dan 4. Vaksin pentabio di masukan
suntik imunisasi Pentabio polio secara IM dan polio memiliki
III 0,5 ml secara IM rasa yang manis.
Polio IV sebanyak 2 tetes 5. Kolaborasi pemberian parasetamol 5. Parasetamol mengurangi efek
Nadi 140 x/menit nyeri dan demam
Respirasi 32x/menit
Parasetamol 125 mg
peroral saat demam
IV. IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

No. Waktu DP Impelementasi DP Evaluasi Paraf


1. Jumat, 04- 1 S:
11-2016 1 Mengkaji tingkat kecemasan Ibu klien Ibu klien mengatakan lebih tenang dan
Pkl. 09:00 mengerti
Hasil: klien mengatakan khawatir
WIB O:
1 Mengkaji penyebab cemas Ibu klien cemas Klien tampak tenang
Hasil: klien khawatir demam saat diimunisasi Klien tidak bertanya-tanya kembali
Klien tampak tidak khawatir
1 Mengajarkan tarik napas dalam pada ibu klien A:
Hasil: klien tampak tenang Masalah teratasi
I:
1 Memberikan penjelasan tentang penyebab kecemasan dan Intervensi dihentikan
menjelaskan tentang tujuan imunisasi, efeksamping dan
penangana demam saat di rumah S:
2
Hasil: klien mengerti Ibu klien mengatakan anaknya tidak lagi
menangis dan rewel
1 Melibatkan ibu saat pemberian imunisasi dengan sara O:
memegang tangan bayi dan memeluknya Klien tampak tidak lagi menangis
Klien tampak tenang
Hasil: klien tidak bergerak bebas terfiksasi A:
2 Mengalihkan perhatian anak saat akan diimunisasi Masalah teratasi
P:
Hasil: klien melihat mainan Intervensi dihentikan
2 Menganjurkan ibu untuk menggendong dan mengusap-
usap anak sampai anak tenang
Hasil: klien tampak tenang dan tidak rewel
2 Memberian imunisasi pentabio dan polio
Hasil: pentabio diberikan 0,5 ml di paha kiri bagian atas
secara IM dan polio 2 tetes peroral reaksi alergi tidak ada
2 Melakukan kolaborasi pemberian parasetamol di rumah
bila panas badan
HAsil: akan diminum saat demam