Anda di halaman 1dari 12

Makalah Riset Sinema

Wall street 1 (1987)

Tugas Mata Kuliah

Auditing 2

Oleh:

BAB I

PENDAHULUAN

I. Tujuan

Tujuan penyusunan makalah ini selain untuk memenuhi tugas dalam mata
kuliah auditing 2, tujuan lainnya adalah memudahkan penulis dan pembaca dalam
menganalisa, mengamati dan menyimpulkan suatu fraud yang terjadi dalam suatu film
sehingga proses pembelajaran dalam mata kuliah ini pun menjadi lebih mudah untuk
diterima dan dipahami. Dalam tugas kali ini kami membuat suatu riset yang membahas
tentang film Wall Street 1 (1987).

II. Latar Belakang Film

Film dengan judul Wall Street ini disutradai oleh Oliver Stone, dan diproduksi
oleh 21 Century Fox (1987). Film ini menjadi terkenal karena selain mempunyai cerita
yang bagus serta didukung oleh bintang film yang ternama yaitu antara lain Michael
Douglas, Charlie Sheen dan Daryl Hannah.
Film ini bertema seputar dunia saham. Wall Street sendiri populer dikenal dari
nama jalan sepanjang delapan blok di distrik finansial bernama yang sama di New
York, Amerika Serikat. Di distrik inilah berdiri New York Stock Exchange, pasar saham
terbesar di A.S, serta beberapa pasar lainnya seperti NASDAQ, New York Mercantile
Exchange (pasar berbasis komoditas), dll.Film ini bercerita tentang sepak terjang
pemain di area Wall Street.
Di era 80-an, Amerika memang dilanda demam merger dan akuisi yang
kalap.Para pemegang kapital raksasa seperti selalu kehausan untuk beraksi
mengambil alih perusahaan, meganggabung perusahan, lalu melikuidasi atau
menjualnya demi keuntungan cepat.Di era 80-an ini A.S, juga mengalami kejatuhan
besar pasar saham pada 1987.Di masa inilah latar belakang film ini dibuat.
Cerita film ini, ada seorang pialang saham muda bernama Bud Fox (Charlie
Sheen) yang bekerja di firma Jackson Steinem & Co. Bud seorang yang ambisius.Ia
ingin sukses di pasar saham, seperti pemangsa perusahaan raksasa bernama Gordon
Gecko (Michael Douglas). Demi menuju puncak, tiap hari ini berusaha mencari jalan ke
lingkaran raksasa itu. Hingga suatu saat ia membocorkan rahasia internal bisnis.
Film ini diangkat dari berbagai sumber kisah nyata, kisah insider trading, tokoh
raksasa kejam semacam Gecko yang hanya peduli meraup uang besar dalam waktu
singkat, dan juga intrik pasar saham semuanya memang ada.
Kisah yang diangkat film ini merupakan sisi buruk pasar saham. Semua orang
mungkin akan berusaha menghindari kejahatan finansial seperti yang terjadi di film ini.
Tapi ironinya, kita selama ini mendapatkan konsep besar bahwa untuk kaya dalam
berinvestasi saham adalah dengan cara yang digambarkan di film Wall Street ini.
Dalam bab berikutnya akan dibahas secara singkat mengenai film wall street
serta kaitannya dengan mata audit 1 yang sedang dipelajari.

III. SINOPSIS FILM

Cerita film ini, diawali dengan adanya orang pialang saham muda bernama Bud
Fox (Charlie Sheen) yang bekerja di firma Jackson Steinem & Co. Bud seorang yang
ambisius.Ia ingin sukses di pasar saham, seperti pemangsa perusahaan raksasa
bernama Gordon Gecko (Michael Douglas). Demi menuju puncak, tiap hari ini
berusaha mencari jalan ke lingkaran raksasa itu.
Bud Fox bertugas mengelola investasi milik Gordon Gekko (Michael Douglas),
yang ternyata adalah seorang yang sangat tamak (greed).Gordon tidak peduli dengan
nasib para pegawai, performa perusahaan, nilai tambah yang diberikan, kedalaman
pengetahuan yang dimiliki perusahaan. Yang dia dan orang seperti dia inginkan
hanyalah : uang. Sekalipun itu dengan menjual perusahaan sendiri.
Ayah Fox, Carl (Martin Sheen) adalah seorang mandor bagian pemeliharaan
pada perusahaan penerbangan Bluestar Airlines yang sedang mengalami resesi.
Dalam suatu percakapan sehari-hari, secara tidak sengaja Carl mengatakan pada Bud
Fox bahwa Otoritas Penerbangan Federal (Federal Aviation Authority FAA) telah
memutuskan bahwa Bluestar bersih dari tanggung jawab atas sebuah kejadian besar
dimana perusahaan tersebut pernah terlibat.
Tidak lama kemudian, Bud Fox mengunjungi Gekko pada hari ulang tahunnya
dan memberikan sebuah wawancara singkat, menawarkannya sejumlah saham, tetapi
Gekko tidak terkesan.Sadar bahwa Gekko tidak tertarik berbisnis dengannya, Fox
putus asa dan akhirnya memberikan informasi tentang Bluestar yang ketika itu belum
dipublikasikan oleh FAA. Mengetahui hal itu, Gekko kemudian mengatakan akan
mempertimbangkan tawaran Fox. Fox yang kecewa karena penolakan Gekko lalu
kembali ke kantor dan menemukan bahwa Gekko telah menempatkan pesanan beli
untuk saham Bluestar, sehingga Gekko menjadi klien Fox.
Fox kemudian melakukan beberapa transaksi lanjutan dengan Gekko yang
tidak terlalu berhasil, namun sang legenda sudah telanjur menyukai kerjasamanya
dengan si broker muda tersebut dan menjadikannya sebagai tangan kanan. Gekko
menyatakan dengan jelas pada Fox bahwa dia tidak sekedar menginginkan tips-tips
terkait saham, yang ia inginkan adalah informasi internal rahasia, yang harus
didapatkan dengan cara apapun yang memungkinkan, bahkan jika perlu menggunakan
metode yang tidak etis dan ilegal. Dalam keputusasaan demi peningkatan
penghidupan, Fox setuju. Salah satu tugas pertamanya adalah untuk memata-matai
seorang corporate raider asal Inggris, Sir Lawrence Wildman (Terence Stamp) dan
melihat langkah apa yang akan dilakukannya. Dengan mengikuti Wildman hingga ke
New York, Fox mengetahui bahwa Wildman berencana untuk mengambil alih kendali
sebuah perusahaan besar di bidang produksi baja dan memberitakannya kepada
Gekko yang lalu membeli saham mayoritas.Wildman kemudian mengkonfrontasi
Gekko, mengklaim bahwa dia tidak bermaksud untuk melakukan asset stripping atas
perusahaan baja tersebut tetapi untuk meningkatkan infrastruktur dan membuat
perusahaan menjadi lebih menguntungkan.Setelah saling melakukan penghinaan,
kedua pria tersebut mencapai suatu kesepakatan.
Karir Fox menanjak, Ia menghasilkan banyak uang dan menikmati keuntungan
yang diberikan Gekko, termasuk sebuah penthouse di kawasan Upper East Side dan
seorang wanita, desainer interior, Darien (Daryl Hannah), yang diindikasikan sebagai
mantan kekasih Gekko. Masih bekerja di Jackson Steinem, Fox kemudian
dipromosikan berkat besarnya komisi yang dia hasilkan dari transaksi dengan Gekko
dan ia diberikan sebuah kantor khusus yang mewah. Fox melanjutkan usahanya untuk
mendapatkan insider information, sejauh ini seringkali ia berpakaian seperti petugas
kebersihan dan masuk ke kantor-kantor pengacara dan perusahaan untuk
mengumpulkan data.
Fox percaya bahwa Bluestar dapat dikembangkan dan dapat sukses secara
komersial. Ia merayu Gekko untuk membeli Bluestar dan melakukan ekspansi dengan
menggunakan dana simpanan pekerja. Para pimpinan pekerja, termasuk Carl, ayah
Fox, diundang ke apartemennya untuk mendiskusikan proposal tersebut. Ketika itu
hanya Carl yang tidak setuju dengan ide tersebut karena ia tak percaya
dengan Gekko, namun setelah perdebatan dengan anaknya, ia akhirnya setuju. Hal
sepertinya berjalan lancar namun kemudian Fox mengetahui bahwa Gekko telah
mencuranginya dan bahkan berniat untuk menjual aset-aset Bluestar, meninggalkan
Carl dan seluruh pegawai Bluestar menjadi pengangguran.
Fox sendiri bertahan untuk memperoleh keuntungan dari tindakan Gekko, tapi
dihantui perasaan bersalah karena ia tidak pernah berniat untuk menghancurkan
Bluestar, khususnya karena banyak dari pegawai Bluestar merupakan temannya sejak
lama.
Fox akhirnya memutuskan untuk menghancurkan rencana Gekko. Darien
merayu Fox untuk tidak melakukannya dengan mengingatkan akan uang yang akan
mereka dapatkan dan akan bahaya yang mereka hadapi jika bermusuhan dengan
Gekko. Fox menolak argumen Darien, dan mereka putus. Fox dan para pemimpin
serikat pekerja bertemu dengan lawan Gekko, Sir Laurence Wildman yang setuju untuk
mengambil alih Bluestar dan menyelamatkannya dari asset stripping.
Fox kemudian mengumpulkan rekan kerjanya di Jackson Steinem untuk
merayu klien mereka untuk berinvestasi di Bluestar. Menggunakan metode yang sering
Gekko gunakan, Fox membocorkan berita bahwa Gekko akan mengambil alih Bluestar
yang kemudian membuat harga saham naik. Ketua serikat pekerja kemudian
mendatangi Gekko, memperingatkannya bahwa mereka mengetahui rencana Gekko
(yang disangkal oleh Gekko) dan mengancam akan membuat konsumen tidak puas
dengan pelayanan Bluestar sehingga ketika perusahaan bangkrut, perusahaan tidak
akan bernilai apa-apa. Gekko memutuskan untuk memangkas kerugiannya dan keluar
dari Bluestar tapi Fox kemudian menghubungi rekan-rekannya untuk serentak menjual
saham Bluestar sehingga saham Bluestar anjlok! Gekko tidak dapat menemukan
pembeli untuk sisa sahamnya sendiri. Aku rugi jutaan dollar!! ujarnya, dan ia terpaksa
menjual sahamnya dalam kerugian. Ketika harga saham telah turun hingga ke titik
terendah, Wildman kemudian membeli semuanya dan mengambil alih
Bluestar.Mengetahui ini Gekko murka dan tau siapa yang harus disalahkan.
Keesokan harinya, Fox yang telah merasa menang tiba di kantor Jackson
Steinem & Co. dan setibanya ia langsung dikonfrontasi oleh polisi dan Securities and
Exchange Commission (Bapepam-LK). Gekko telah melaporkan kepada mereka
mengenai insider trading yang telah dilakukan Fox. Fox kemudian ditangkap. Tak lama
kemudian, Fox mengkonfrontasi Gekko di Central Park.Gekko mencaci maki Fox atas
pengkhianatannya.Ia kemudian secara membabi buta menyerang Fox, setelah
sebelumnya menyebutkan beberapa transaksi ilegal mereka. Tanpa sepengetahuan
Gekko, Fox ketika itu mengenakan penyadap yang dipasang oleh otoritas federal. Fox
akhirnya masuk penjara tapi berkat kerjasamanya ia mendapatkan keringanan
hukuman dan Wildman telah menawarkannya sebuah pekerjaan di Bluestar ketika ia
bebas nanti.

BAB II
KAJIAN TEORITIS

Terdapat berbagai kajian toritis tentang audit terhadap film berjudul Wallstreet 1 ini,
diantaranya sebagai berikut:

I. Pengertian Kejahatan dalam Pasar Modal

Kejahatan pasar modal (capital market crime/securities fraud) adalah segala


pelanggaran hukum yang ada hubungannya dengan pasar modal, baik pelanggaran
peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal itu sendiri, maupun
pelanggaran peraturan perundang-undangan di luar bidang pasar modal dimana
perbuatan tersebut mempunyai kaitan dengan pasar modal.
Dalam UU Pasar Modal Pasal 110 disebutkan tindak pidana apa saja yang
merupakan pelanggaran dan kejahatan dalam pasar modal. Praktik kejahatan di pasar
modal merupakan perilaku yang dilarang serta diancam dengan hukuman administratif
dan pidana.Di dalam Undang-Undang Pasar Modal, ketentuan pidana diatur di dalam
pasal 103 s.d. 110.Penegakan hukum atas tindak pidana ini sangat bergantung pada
kepastian hukum yang dijalankan oleh otoritas pasar dan juga (Self Regulatory
Organization).
(SRO) yang diberikan kewenangan dalam menetapkan dan menjalankan sanksi
hukuman kepada pihak yang melakukan praktik yang bertentangan dengan ketentuan
yang ada. KUHP membagi tindak pidana menjadi dua yakni pelanggaran dan
kejahatan. Serupa dengan KUHP, ketentuan pidana dalam Undang-Undang Nomor 8
Tahun 1995 tentang Pasar Modal membagi tindak pidana pasar modal menjadi dua
yakni tindak pidana pelanggaran dan tidak pidana kejahatan. Perbedaan keduanya
terletak di besaran ancaman hukuman.
II. Insider Trading

Insider trading secara harfiah diartikan sebagai perdagangan orang dalam.


Didalam pasar modal, insider trading dapat diartikan sebagai upaya untuk mencari
keuntungan yang dilakukan oleh orang dalam dengan memanfaatkan informasi internal
(dapat diartikan juga informasi yang berasal dari kalangan internal perusahaan) yang
,mengandung fakta material, misalnya rencana masa depan atau putusan-putusan
perusahaan yang belum dipublikasikan kepada publik. Menurut UU Pasar Modal No. 8
tahun 1995, yang dimaksud dengan orang dalam ini meliputi dua kategori, yaitu;

a) Traditional Insiders, yaitu pihak yang berada dalam posisi fiduciary position
(pihak yang wajib menjalankan fiduciary obligation di dalam perusahaan) di
dalam Emiten atau Perusahaan Publik. Misalnya, komisaris, direktur,
pemergang saham utama, dan pegawai Emiten atau Perusahaan Publik.

b) Temporary Insiders, yaitu pihak luar perusahaan yang akibat pekerjaan atau
profesionalismenya memilki hubungan dengan perusahaan atau memiliki
hubungan jangka pendek yang mengakibatkan fiducuary obligation mereka
kepada perusahaan. Misalnya, konsultan hukum, notaris, akuntan, penasihat
keuangan atau investasi, dan pemasok perusahaan.

III. Informasi Informasi Material dalam Insider Trading

Informasi-informasi yang termasuk dalam kategori informasi material dalam


insider trading adalah sebagai berikut :
1. Merger, konsolidasi dan akuisisi.
2. Pemecahan saham dan pembagian deviden saham.
3. Tuntutan hukum terhadap perusahaan dan/atau direktur dan komisaris
perusahaan.
4. Pendapatan dan deviden yang luar biasa.
5. Perolehan atau kehilangan kontrak penting.
6. Produk atau penemuan baru yang berart.i
7. Perubahan tahun fiskal perusahaan.
8. Perubahan dalam pengendalian atau perubahan penting dalam manajemen.
9. Pengumuman pembelian kembali atau pembayaran efek yang bersifat utang.
10. Penjualan tambahan efek kepada masyarakat atau secara terbatas yang
material jumlahnya.

IV. Dampak Insider Trading

Faktor-faktor yang menyebabkan sesorang atau badan melakukan insider trading:


Praktik ini mengganggu jalannya mekanisme pasar modal yang efektif dan efisien,
karena dapat menciptakan pembentukan harga dan perlakuan yang tidak fair diantara
investor.

1. Praktik ini memberikan dampak negatif kepada emiten, karena dapat


membentuk harga yang semu akibat permainan dari insider trading.

2. Praktik ini menimbulkan kerugian bagi investor, karena adanya distribusi


informasi yang tidak merata di antara investor.

V. Poin-Poin Pembahasan dari Sinopsis Film

1. Berdasarkan sinopsis dari film wall street, tersebut latar belakang Bud Fox
melakukan fraud berupa insider Trading tersebut yaitu :

a. Bud Fox memiliki sifat ambisius terhadap keinginannya untuk menjadi


seperti idolanya yaitu Gorden Gekko. Gorden Gekko merupakan seorang
investor yang sukses.Namun memiliki sifat yang tidak peduli dengan nasib
para pegawai, performa perusahaan, nilai tambah yang diberikan,
kedalaman pengetahuan yang dimiliki perusahaan sehingga hanya
mementingkan untuk keuntungan pribadi sendiri yang dapat dinilai dengan
uang.Sifat buruk tersebut yang tidak sadari oleh Bud Fox ketika
mengagumi sorang Gorden Gekko.

b. Bud Fox, mempunyai kesempatan untuk membocorkan informasi internal


mengenai Perusahaan Bluestar Airlines. Kesempatan tersebut ia peroleh
secara tidak sengaja karena diawali atas dasar pembicaraan seorang anak
dan ayahnya. Pada saat yang sama ketika Bud Fox mengalami
kekecewaan karena setiap penawaran investasi selalu di tolak oleh Gorden
Gekko, sehingga karena sifat ambisiusnya ingin berkerjasama atau ingin
seperti Gorden Gekko maka ia memberitahukan inforasi internal mengenai
Perusahaan tersebut.
c. Bud Fox tidak hanya menginkan kekayaan namun, karena ketertarikannya
pada seorang wanita sehingga Ia akan berusaha untuk mendapatkan
wanita tersebut dengan cara menjadi sesorang yang sesuai dengan
kualifikasi seorang lelaki yang diinginkan oleh wanita tersebut. Wanita
tersebut adalah Darien, yang merupakan kekasih gelap dari Gorden
Gekko.

d. Hubungan antara Bud Fox dan Gorden Gekko yang mulai baik merupakan
suatu kesempatan yang berharga untuk Bud Fox, sehingga ketika Gorden
Gekko merasa kecewa atas kegagalan yang dilakukan oleh Bud Fox,
membuat Bud Fox merasa takut untuk kehilangan kesempatan belajar dan
menjadi seperti Gorden Gekko sehingga, Ia pun melakukan apapun yang
diingikan oleh Gorden Gekko. Mulai dari menjadi mata-mata hinga insider
trading.

2. Proses Fraud yang dilakukan adalah dilakukan dengan berbagai cara antara
lain sebagai berikut :

a. Memberitahui informasi internal perusahaan Bluestar Airlines yang berasal


dari ayahnya. Padahal informasi tersebut belum dipublikasikan, dimana
ayahnya sudah memperkirakan bahwa apabila informasi dan keputusan
tidak berasalah atas kasus Bluestar tersebut dipublikasikan maka harga
saham akan naik. Akibat informasi tersebut Gorden Gekko memperoleh
keuntungan atas kenaikan sahamnya.

b. Memata-matai seorang corporate raider asal Inggris, Sir Lawrence


Wildman (Terence Stamp) dan melihat langkah apa yang akan
dilakukannya. Dengan mengikuti Wildman hingga ke New York, Fox
mengetahui bahwa Wildman berencana untuk mengambil alih kendali
sebuah perusahaan besar di bidang produksi baja dan memberitakannya
kepada Gekko yang lalu membeli saham mayoritas.Wildman kemudian
mengkonfrontasi Gekko, mengklaim bahwa dia tidak bermaksud untuk
melakukan asset stripping atas perusahaan baja tersebut tetapi untuk
meningkatkan infrastruktur dan membuat perusahaan menjadi lebih
menguntungkan.Setelah saling melakukan penghinaan, kedua pria tersebut
mencapai suatu kesepakatan.Sehingga akbiat hal tersebut Gorden Gekko
memperoleh keuntungan dari penjualan saham kepada Lawrence
Wildman.

c. Memanfaatkan temann-teman sepergaulannya untuk memperoleh


informasi serta mempengaruhi mereka dengan berbagai keuntungan yang
dijanjikan.

d. Berpakaian seperti petugas kebersihan dan masuk ke kantor-kantor


pengacara dan perusahaan untuk mengumpulkan data.

e. Fox kemudian mengumpulkan rekan kerjanya di Jackson Steinem untuk


merayu klien mereka untuk berinvestasi di Bluestar. Menggunakan metode
yang sering Gekko gunakan, Fox membocorkan berita bahwa Gekko akan
mengambil alih Bluestar yang kemudian membuat harga saham naik.

f. Bud Fox berkerjasama dengan Ketua serikat pekerja untuk mendatangi


Gekko, memperingatkannya bahwa mereka mengetahui rencana Gekko
(yang disangkal oleh Gekko) dan mengancam akan membuat konsumen
tidak puas dengan pelayanan Bluestar sehingga ketika perusahaan
bangkrut, perusahaan tidak akan bernilai apa-apa. Gekko memutuskan
untuk memangkas kerugiannya dan keluar dari Bluestar.Ketika harga
saham telah turun hingga ke titik terendah, Wildman kemudian membeli
semuanya dan mengambil alih Bluestar.

3. Proses Pembuktian atas Fraud atau insider trading yang dilakukan oleh Bud
Fox adalah sebagai berikut :

Kekecewaan Gorden Gekko karena perlawanan dan tidakan yang


dilakukan oleh Bud Fox kepadanya, membutnya marah sehingga
melaporan perbuatan Bud Fox kepada Securities dan Exchange
Commission (Bapepam-LK), sehingga pada saat Bud Fox sudah
memperbaiki kesalahannya dan membuat Blustar bangkit dari
keterpurukannya, Bud Fox harus di tangkap polisi dan Securities and
Exchange Commission (Bapepam-LK).
Bud Fox juga berkerjasama dengan polisi untuk membktikan bahwa
tindakan yang dilakukan tersebut diperintah oleh Gorden Gekko, tidak
hanya dilakukan oleh dirinya sendiri.
Kerjasama yang dilakukan ketika Bud Fox menemui Gekko di
Central Park, kemudian pada saat itu Bud Fox memancinng Gekko untuk
berbica sehingga Gekko mencaci maki Fox atas pengkhianatannya.Ia
kemudian secara membabi buta menyerang Fox, setelah sebelumnya
menyebutkan beberapa transaksi ilegal mereka. Tanpa sepengetahuan
Gekko, Fox ketika itu mengenakan penyadap yang dipasang oleh otoritas
federal. Fox akhirnya masuk penjara tapi berkat kerjasamanya ia
mendapatkan keringanan hukuman dan Wildman telah menawarkannya
sebuah pekerjaan di Bluestar ketika ia bebas nanti.
KESIMPULAN

Dalam film wall street tersebut dapat dilihat seberapa besar keinginan dan kesuksesan
yang didapatkannya dengan mudah tanpa kerja keras tidak akan bertahan dengan
lama. Bud Fox mencapai keinginannya dengan cara singkat serta memanfaatkan
profesi yang dimilikinya serta orang-orang yang ada disekitarnya dengan menjadi
insider trading, apa yang dilakukannya pun diawali atas perintah dari Gorden Gekko.
Seorang investor sukses namun tidak pernah peduli dan nasib karyawan serta sifat
ketamakannya. Setelah menyadari bahwa apa yang dilakukannya salah dan
merugikan orang-orang disekitarnya bahkan menyakiti ayah dan keluarganya, Ia pun
menyadari dan bersikap bertanggung jawab untuk menerima resiko atau hukuman
yang telah dilakukannya.
Konsep agar sukses di saham kita harus mendapatkan informasi internal, agar peluang
kita membeli saham di harga lebih murah kemudian menjual sahamnya ketika harga
turun merupakan cara yang tidak ilegal.
Padahal dalam kenyataanya, ada begitu banyak investor yang sukses bahkan dengan
metodologi konservatif dan berdasarkan analisa mendalam atas fundamental
perusahaan. Untuk menjadi sukses dari investasi saham seperti Warren Buffett pun tak
perlu harus melanggar aturan.

REFERENSI

1. Tuanakotta, T. M. 2015. Audit Kontemporer. Salemba Empat, Jakarta.


2. Al Haryono Jusup. 2001. Auditing (Pengauditan), Buku 1, BP STIE YKPN,
Yogyakarta.
3. https://bolasalju.com/artikel/wall-street-1987/
4. Simamora, Henry. (2002), Auditing II, Yogyakarta: UPP AMP YKPN