Anda di halaman 1dari 66

Created by: hpy.kharisma@gmail.

com

Published by : PT. Anuresi


Created by: hpy.kharisma@gmail.com

1. PENDAHULUAN
Latar belakang
Maksud dan Tujuan
Landasan Hukum
2. TINJAUAN KEBIJAKAN
Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KP 365 Tahun 2015
Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara
Nomor : KP 590 TAHUN 2014 Tentang Pedoman Teknis
Pembuatan Rencana Induk Bandar Udara
3. TEKNIS PENYUSUNAN STUDI PENETAPAN DLKR
4. KONDISI EKSISTING & RENCANA PENGEMBANGAN
BANDAR UDARA TEBELIAN
5. PENETAPAN DAERAH LINGKUNGAN KERJA (DLKr)
BANDAR UDARA TEBELIAN
6. KESIMPULAN DAN SARAN

Published by : PT. Anuresi


Created by: hpy.kharisma@gmail.com

Published by : PT. Anuresi


Created by: hpy.kharisma@gmail.com

LATAR BELAKANG
Bandar Udara merupakan prasarana penting dalam kegiatan
transportasi udara. Dengan semakin meningkatnya peranan
angkutan udara, maka perlu adanya pengaturan yang lebih detail
dan terarah meliputi pengaturan penggunaan lahan dan ruang udara
serta lingkungan guna menjamin keselamatan operasi penerbangan
dan keselamatan masyarakat di sekitar bandar udara.
Keberadaan bangunan dan benda tumbuh serta suara bising
pesawat mempunyai dampak terhadap lingkungan dan masyarakat
di sekitar Bandar udara. Daerah lingkungan kerja yang dapat
digunakan untuk pelaksanaaan pembangunan, pengembangan dan
pengoperasian fasilitas bandar udara juga perlu dipetakan guna
melindungi batas-batas lahan bandar udara. Oleh karena itu, perlu
dilakukan studi penetapan Daerah Lingkungan Kerja (DLKr) Bandar
Udara Tebelian.
Studi penetapan Daerah Lingkungan Kerja (DLKr) dibatasi dengan
lahan yang dikuasai bandar udara untuk pembangunan dan
pengembangan Bandar Udara.

Published by : PT. Anuresi


Created by: hpy.kharisma@gmail.com

LATAR BELAKANG
Untuk menjamin dan terkendalinya Daerah Lingkungan Kerja (DLKr)
di Bandar Udara, perlu ditetapkan Daerah Lingkungan Kerja (DLKr)
Bandar Udara sesuai dengan yang diamanatkan dalam Undang-
undang No. 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan.
Sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 69 Tahun
2013 tentang Tatanan Kebandarudaraan Nasional yang merupakan
tindak lanjut dari Undang-undang Nomor 1 Tahun 2009 Tentang
Penerbangan mengamanatkan bahwa setiap Bandar Udara harus
mempunyai Rencana Induk Bandar Udara yang memuat Daerah
Lingkungan Kerja Bandar Udara.

Published by : PT. Anuresi


Created by: hpy.kharisma@gmail.com
LANDASAN HUKUM
Peraturan Perundang Undangan
Undang-undang No. 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan;
Undang-Undang No. 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Undang-Undang No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup;
Peraturan Pemerintah No. 40 Tahun 2012 tentang Pembangunan dan
Pelestarian Lingkungan Hidup Bandar Udara;
Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 69 Tahun 2013 Tentang Tatanan
Kebandarudaraan Nasional;
Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. KP 590 Tahun 2014
tentang Pedoman Teknis Pembuatan Rencana Induk Bandar Udara;

Ketentuan Teknis Tingkat Internasional


ICAO ; ANNEX 14 tentang Aerodromes dan Konvesi Chicago Tahun 1944;
ICAO ; ANNEX 10 Volume 1 Part 1 Chapter 3 beserta Attachment C tentang
Spesifikasi untuk Alat Bantu Radio Navigasi;
Advisory Circular FAA; Chapter 1, Chapter 2 ; Chapter 3 tentang perletakan
Alat Bantu Navigasi Udara dan ketentuan Obstacle yang kemudian
dimodofikasi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara untuk syarat-syarat
Kawasan disekitar perletakan Alat Bantu Navigasi Udara
Published by : PT. Anuresi
Created by: hpy.kharisma@gmail.com
MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dan tujuan pekerjaan studi penetapan Daerah Lingkungan
Kerja (DLKr) di Bandar UdaraSei Tebeliandan sekitarnya selain
untuk memenuhi ketentuan di dalam Undang-undang No. 1 Tahun
2009 Tentang Penerbangan dan Peraturan Menteri Perhubungan
No. KM 69 Tahun 2013 Tentang Tatanan Kebandarudaraan Nasional
juga untuk :
Menjamin keselamatan dan keamanan penerbangan;
Menentukan dan memberi tanda lahan yang telah dikuasai oleh
penyelenggara bandar udara untuk kegiatan pengoperasian
bandar udara; dan
Memberikan jaminan kepastian hukum terhadap lahan yang
dikuasai oleh penyelenggara Bandar Udara (Daerah
Lingkungan Kerja Bandar Udara).
Mengumpulkan data yang dibutuhkan guna Penyusunan
Daerah Lingkungan Kerja (DLKr) di Bandar Udara Tebelian;
Hasil kegiatan ini akan dapat menjadi pegangan utama dalam
pembuatan/penyusunan Rancangan Peraturan Menteri
Perhubungan Rencana Induk Bandar Udara Tebelian atau
review Rencana Induk Bandar Udara Tebelian yang memuat
Daerah Lingkungan Kerja (DLKr)di Bandar Udara Tebelian.

Published by : PT. Anuresi


Created by: hpy.kharisma@gmail.com

Published by : PT. Anuresi


Created by: hpy.kharisma@gmail.com
Keputusan Menteri Perhubungan
Nomor : KP 365 Tahun 2015
Tentang Penetapan Lokasi Bandar Udara
Di Kecamatan Sungai Tebelian Kabupaten Sintang

Lokasi Bandar Udara Baru di Sungai Tebelian Kabupaten


Sintang, Provinsi Kalimantan Barat, dengan koordinat geografis
00 02 42,30 Lintang Selatan dan 111 27 09,09 Bujur Timur
serta sumbu landas pacu yang mempunyai azimuth as landas
pacu 270 1 28,8746.
Titik referensi bandar udara / Aerodrome Reference Point (ARP)
ditentukan lebih lanjut oleh Direktur Jenderal Perhubungan
Udara sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Bandar udara di Sungai Tebelian Kabupaten Sintang Provinsi
Kalimantan Barat, yang akan dibangun tersebut hirarki
fungsinya adalah sebagai bandar udara pengumpul (hub).
Luas lahan untuk kebutuhan pembangunan Bandar udara di
Sungai Tebelian Kabupaten Sintang seluas kurang lebih 144,07
Ha.
Published by : PT. Anuresi
Created by: hpy.kharisma@gmail.com
Keputusan Menteri Perhubungan
Nomor : KP 365 Tahun 2015
Tentang Penetapan Lokasi Bandar Udara
Di Kecamatan Sungai Tebelian Kabupaten Sintang

Rencana Induk Bandar udara di Sungai Tebelian Kabupaten


Sintang terdiri dari:
1. Prakiraan permintaan kebutuhan pelayanan penumpang
dan kargo;
2. Kebutuhan fasilitas;
3. Tata letak fasilitas;
4. Tahapan pelaksanaan pembangunan;
5. Kebutuhan dan pemanfaatan lahan; dan
6. Kawasan keselamatan operasi penerbangan.
Pemerintah Kabupaten Sintang Provinsi Kalimantan Barat dalam
jangka waktu 3 (tiga) tahun wajib melengkapi dokumen batas
kawasan kebisingan, daerah lingkungan kerja, dan daerah
lingkungan kepentingan untuk menjadi bagian yang tidak
terpisahkan dari peraturan ini.

Published by : PT. Anuresi


Created by: hpy.kharisma@gmail.com
Keputusan Menteri Perhubungan
Nomor : KP 365 Tahun 2015
Tentang Penetapan Lokasi Bandar Udara
Di Kecamatan Sungai Tebelian Kabupaten Sintang

Pemerintah Kabupaten Sintang Provinsi Kalimantan Barat


berkewajiban untuk:
1. Menyediakan lahan untuk pembangunan Bandar Udara di
Kecamatan Sungai Tebelian;
2. Menyusun rancangan teknik terinci fasilitas pokok bandar
udara;
3. Menyusun analisa dampak lingkungan pembangunan dan
pengoperasian bandar udara; dan
4. Memiliki izin mendirikan bangunan (IMB) Bandar Udara
dalam jangka waktu paling lambat 5 (lima) tahun.

Published by : PT. Anuresi


Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KP 365 Tahun 2015
Created by: hpy.kharisma@gmail.com
Penetapan Lokasi Bandar Udara Di Kec. Sungai Tebelian Kab. Sintang

Published by : PT. Anuresi


Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KP 365 Tahun 2015
Created by: hpy.kharisma@gmail.com
Penetapan Lokasi Bandar Udara Di Kec. Sungai Tebelian Kab. Sintang

Published by : PT. Anuresi


Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KP 365 Tahun 2015
Created by: hpy.kharisma@gmail.com
Penetapan Lokasi Bandar Udara Di Kec. Sungai Tebelian Kab. Sintang

Published by : PT. Anuresi


Usulan Rencana Pengembangan Lahan Bandar Udara Tebelian
Created by: hpy.kharisma@gmail.com

RENCANA
PENEMPATAN
SKADRON-14/SERBU
25,2 Ha

Published by : PT. Anuresi


Created by: hpy.kharisma@gmail.com
Rencana Pesawat yang Beroperasi dan Forecast Pergerakan
Penumpang/Pesawat di Bandara Baru Tebelian

1. Bandara Tebelian Dapat Melayani Pesawat Type ATR 72 Seri


600
2. Dapat Melayani Pesawat Parkir Type ATR 72-600 Sebanyak 4
Unit
3. Forecast Pergerakan Penumpang 700 Perhari
4. Maskapai yang Beroperasi di Bandara Susilo Sintang
- Garuda Type ATR 72-600 ( Sintang Pontianak PP ) 1 kali
Sehari
- Kalstar Type ATR 72-600 ( Sintang Pontianak PP ) 2 kali
Sehari
- Demonim Air Type Cesna Caravan ( Sintang-Ketapang PP )
- Wings Air Type ATR 72-600 ( Proses Permohonan Izin Rute
Sintang Pontianak PP)

Bandar Udara Baru Tebelian Sintang Melayani Demand Penumpang


dari 4 Kabupaten disekitar Sintang , antara lain: Kabupaten Melawi,
Kabupaten Sekadau, Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Kapuas
Hulu.
Published by : PT. Anuresi
Created by: hpy.kharisma@gmail.com

Published by : PT. Anuresi


Created by: hpy.kharisma@gmail.com

Published by : PT. Anuresi


Created by: hpy.kharisma@gmail.com

Published by : PT. Anuresi


Created by: hpy.kharisma@gmail.com TEKNIS PENYUSUNAN STUDI PENETAPAN DLKR
INVENTARISASI DATA
Inventarisasi data fasilitas bandar udara, meliputi :
A. Fasilitas Pokok Bandar Udara
1. Fasilitas Sisi Udara (Airside Facility), antara lain :
Landas pacu (runway);
Runway strip, runway end safety area (RESA), stopway,
clearway;
Landas hubung (taxiway);
Landas parkir (apron);
Marka dan Rambu; dan
Taman meteo (fasilitas dan peralatan pengamatan cuaca)
2. Fasilitas Sisi Darat (Landside Facility), antara lain :
Bangunan terminal penumpang;
Bangunan terminal kargo;
Menara pengatur lalu lintas penerbangan ( control tower);
Bangunan operasional penerbangan;
Jalan masuk ( access road );
Parkir kendaraan bermotor
Depo pengisian bahan bakar pesawat udara;
Bangunan hanggar;
Bangunan administrasi/perkantoran;
Published by : PT. Anuresi Marka dan rambu; serta
Fasilitas pengolahan limbah
Created by: hpy.kharisma@gmail.com TEKNIS PENYUSUNAN STUDI PENETAPAN DLKR
3. Fasilitas Keselamatan dan Keamanan, antara lain :
Fasilitas Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam
Kebakaran (PKP-PK);
Salvage;
Alat bantu navigasi penerbangan;
Alat bantu pendaratan visual (Airfield Lighting System);
Catu daya kelistrikan; dan
Pagar.
B. Fasilitas Penunjang Bandar Udara, meliputi :
1. Fasilitas Perbengkelan Pesawat Udara;
2. Fasilitas Pergudangan;
3. Penginapan/Hotel;
4. Toko; dan
5. Restoran;
C. Fasilitas Navigasi Penerbangan, antara lain:
1. Non Directional Beacon (NDB);
2. Doppler VHF Omni Range (DVOR);
3. Distance Measuring Equipment (DME);
4. Runway Visual Range ( RVR );
5. Instrument Landing System ( ILS );
Published by : PT. Anuresi
6. Radio Detection and Ranging (RADAR);
Created by: hpy.kharisma@gmail.com TEKNIS PENYUSUNAN STUDI PENETAPAN DLKR

7. Very High Frequency-Direction Finder (VHF-DF);


8. Differential Global Pasitioning System (DGPS);
9. Automatic Dependent Surveillance (ADS).
10. Satelite Navigation System;
11. Aerodrome Surface Detection Equipment; dan
12. Very High Frequency Omnidirectional Range.

SURVEY LAPANGAN DAN ANALISA DATA


1. Terhadap inventarisasi data fasilitas bandar udara, dilakukan analisa
data sebagai berikut:
menentukan tata lahan fasilitas bandar udara yang eksisting dan
rencana pengembangan dengan memberi tanda patok dan diukur
koordinatnya;
koordinat patok titik bantu batas lahan fasilitas bandar udara
merupakan satu kesatuan lahan dan diukur batas terluar dari
lahan dimaksud;
apabila fasilitas bandar udara berada diluar lahan bandar udara,
maka diukur berdasarkan luas lahan yang dikuasai.

Published by : PT. Anuresi


Created by: hpy.kharisma@gmail.com TEKNIS PENYUSUNAN STUDI PENETAPAN DLKR

2. Pengukuran Koordinat patok-patok tetap batas lahan Daerah


Lingkungan Kerja Bandar Udara dilakukan dengan menggunakan
standar dari Direktorat Jenderal erhubungan Udara dengan tahapan
pekerjaan sebagai berikut:
a) Persiapan pengukuran, meliputi:
pengadaan peta dasar rencana kerja;
pengadaan peta topografi dari daerah lokasi bandar udara
dan daerah sekitarnya;
informasi distribusi patok-patok tetap yang akan digunakan
sebagai titik ikat referensi pengukuran dalam sistem WGS
1984.
b) Pemasangan patok-patok tetap sebagai titik-titik batas lahan
Daerah Lingkungan Kerja Bandar Udara, dilakukan dengan
ketentuan teknis sebagai berikut :
patok terbuat dari patok bertulang, diberi nomor dan kode
tertentu;
patok ditanam sedalam 0,75 m sehingga bagian Bench Mark
yang berada di atas permukaan tanah setinggi 0,25 m;

Published by : PT. Anuresi


Created by: hpy.kharisma@gmail.com TEKNIS PENYUSUNAN STUDI PENETAPAN DLKR

Pelaksanaan pengukuran koordinat patok-patok tetap batas lahan yang


dimaksudkan untuk :
1. mendapatkan mendapatkan koordinat setiap patok-patok tetap yang
sudah dipasang;
2. menghitung luas Daerah Lingkungan Kerja Bandar Udara dengan
menggunakan metode koordinat;
3. melakukan plotting penggambaran Daerah Lingkungan Kerja Bandar
udara.

Published by : PT. Anuresi


Created by: hpy.kharisma@gmail.com TEKNIS PENYUSUNAN STUDI PENETAPAN DLKR

PERALATAN
Peralatan yang digunakan berdasarkan pada metode yang diterapkan
di lapangan, yaitu Pengukuran dengan menggunakan metode Global
Positioning System (GPS), antara lain:
1. Alat ukur koordinat
2. Antena Receiver GPS
3. Komputer
4. Catu daya
5. Alat ukur tinggi antena
6. Alat komunikasi radio
7. Pentunjuk waktu
8. Baterry charger

Published by : PT. Anuresi


Created by: hpy.kharisma@gmail.com TEKNIS PENYUSUNAN STUDI PENETAPAN DLKR

Spesifikakasi teknis dan


gambar koordinat
patok-patok tetap

Published by : PT. Anuresi


Created by: hpy.kharisma@gmail.com

Published by : PT. Anuresi


Created by: hpy.kharisma@gmail.com

LOKASI BANDARA (DESA S. UKOI KEC S. TEBELIAN SINTANG)


Published by : PT. Anuresi
Created by: hpy.kharisma@gmail.com

LOKASI BANDARA (DESA S. UKOI KEC S. TEBELIAN SINTANG)


Published by : PT. Anuresi
Created by: hpy.kharisma@gmail.com

LOKASI BANDARA (DESA S. UKOI KEC S. TEBELIAN SINTANG)


Published by : PT. Anuresi
Created by: hpy.kharisma@gmail.com

Published by : PT. Anuresi


VIDEO : Fasilitas Sisi Udara (Airside Facility)
Created by: hpy.kharisma@gmail.com

Published by : PT. Anuresi


VIDEO : Fasilitas Sisi Darat (Landside Facility)
Created by: hpy.kharisma@gmail.com

Published by : PT. Anuresi


Inventarisasi Tanah Lokasi Bandar Udara Tebelian
Created by: hpy.kharisma@gmail.com

Published by : PT. Anuresi


Realisasi Pengadaan Tanah Lahan Bandar Udara Tebelian
Created by: hpy.kharisma@gmail.com

Published by : PT. Anuresi


Created by: hpy.kharisma@gmail.com

Hambatan Operasional dan Rencana Pengembangan


Bandara Udara Tebelian - Sintang
1. Belum Adanya Fasilitas Pendukung Bangunan Tower dan Peralatan
Navigasi Penerbangan oleh Airnav Indonesia. Hasil Koordinasi
Direncanakan Akan Dibangun Tahun 2017. Untuk Operasional
Sementara Menggunakan Watch Room Gedung PKP-PK

2. Belum adanya Jaringan Internet dan Telepon, Tindak Lanjut Sedang


Dikoordinasikan dengan Telkom Sintang dan Pemkab Sintang
3. Kondisi lahan bandara masih banyak berupa rawa dan lahan gambut
4. Status lahan untuk rencana pengembangan Bandara Tebelian masih
banyak belum dibebaskan

Published by : PT. Anuresi


Created by: hpy.kharisma@gmail.com

Published by : PT. Anuresi


Created by: hpy.kharisma@gmail.com

UU No.1 Tahun 2009 tentang Penerbangan


Daerah Lingkungan Kerja (DLKr) Bandar Udara
adalah wilayah daratan dan/atau perairan yang
digunakan secara langsung untuk kegiatan bandar
udara.

Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara


No. KP 590 Tahun 2014 tentang Pedoman Teknis
Pembuatan Rencana Induk Bandar Udara
"Daerah lingkungan kerja bandar udara (DLKr)
merupakan wilayah daratan dan/atau perairan
yang dikuasai Badan Usaha Bandar Udara untuk
digunakan dalam pelaksanaan pembangunan,
pengembangan dan operasi fasilitas pokok dan
penunjang bandar udara.

Published by : PT. Anuresi


Created by: hpy.kharisma@gmail.com

PENYAJIAN DAERAH LINGKUNGAN KERJA BANDAR


UDARA DAN PENYAJIAN DATA HASIL PENGUKURAN
A. Penyajian Daerah Lingkungan Kerja Bandar Udara akan
mencakup :
1. Penyajian besaran Koordinat Titik - titik Batas Daerah
Lingkungan Kerja Bandar Udara.
2. Besaran Luasan Daerah Lingkungan Kerja Bandar Udara
dan masing - masing alat bantu Navigasi yang berada diluar
bandar udara.
B. Penyajian Data Pengukuran GPS
Tahap pekerjaan ini terdiri dari :
1. Persiapan penyajian data
Titik referensi koordinat untuk keperluan perencanaan teknis
Bandar Udara disebut Aerodrome Coordinate System ( ACS)
atau sistim koordinat Bandar Udara. Sebagai titik nol
(Original Point) X = 20.000 meter dan Y = 20.000 meter
ditempatkan pada salah satu ujung landasan pada as
landasan (9-27).

Published by : PT. Anuresi


Created by: hpy.kharisma@gmail.com

2. Penyajian besaran koordinat


Penyajian data topografi berupa besaran koordinat harus
disajikan dalam sistim koordinat proyeksi U.T.M, Sistim
Koordinat Bandar Udara (ACS) dan koordinat Geografis
WGS 84
3. Penggambaran
Peta Situasi Daerah Lingkungan Kerja Bandar Udara.
Gambar peta dibuat dengan format A3 ( 415 mm x 295 mm )
dengan keterangan (informasi tepi) di sebelah kanan peta,
disajikan dengan skala peta 1 : 2.500. Keterangan nama-
nama gedung atau bangunan di sajikan dengan memberi
kode nomor

Published by : PT. Anuresi


Created by: hpy.kharisma@gmail.com

EASTING ( X ) NORTHING ( Y )
Perbandingan POINTS Rencana Induk Hasil Selisih Rencana Induk Hasil Selisih
Koordinat Bandara Pengukuran (meter) Bandara Pengukuran (meter)
Masterplan P1 552205.747 552452.516 -246.769 9994825.825 9994823.374 2.451
P2 548880.254 548879.483 0.771 9994828.128 9994852.606 -24.478
& DLKr P3 548883.808 548886.579 -2.771 9995186.441 9995179.222 7.219
P4 550397.535 550387.081 10.454 9995186.441 9995204.228 -17.787
P5 550397.535 550391.403 6.132 9995572.448 9995512.308 60.140
P6 550984.003 551005.31 -21.307 9995572.448 9995538.175 34.273
P7 550986.321 551000.176 -13.855 9995336.674 9995342.335 -5.661
P8 551198.090 551208.993 -10.903 9995336.674 9995338.855 -2.181
P9 551202.758 551205.744 -2.986 9995181.804 9995186.722 -4.918
P10 552210.415 552595.419 -385.004 9995174.865 9995180.763 -5.898

Koordinat
DLKr

Published by : PT. Anuresi


Created by: hpy.kharisma@gmail.com

Published by : PT. Anuresi


Created by: hpy.kharisma@gmail.com

Published by : PT. Anuresi


Created by: hpy.kharisma@gmail.com

27
30 29

Published by : PT. Anuresi


Created by: hpy.kharisma@gmail.com

10

23 34 34

10
24

8
3
9

26 19
25 13

30 27 29
3
36 3 36

22
1
17 2 7 12
11 5 14 4 18 20 21

APRON

JARINGAN JALAN RENCANA


JARINGAN JALAN EKSISTING

Published by : PT. Anuresi


Created by: hpy.kharisma@gmail.com

Rekapitulasi Perbandingan Hasil Pengukuran Titik Koordinat Berdasarkan Data


Rencana Induk Bandar Udara Tebelian Dengan Hasil Data Pengukuran DLKr
EASTING NORTHING
POINTS KETERANGAN
(X) (Y)
Patok P1 bergeser sekitar 246 meter ke arah Timur dari koordinat sebelumnya
P1 -246.769 2.451 dan sekarang posisi patok berada dekat pinggir jalan desa sesuai dengan
penambahan area yang ke arah timur.
Patok P2 bergeser sekitar 24 meter ke utara, dikarenakan posisi yang sesuai
P2 0.771 -24.478 koordinat sebelumnya menurut yang menunjukan batas masih masuk tanah
warga dan tidak ditemukan patok terpasang.
Patok P3 bergeser sekitar 7 meter dari nilai koordinat sebelumnya, tetapi posisi
P3 -2.771 7.219 patok sebelumnya di lapangan itu hanya berjarak tidak lebih dari 1 meter dari
patok terbaru.
Patok bergeser sekitar 20 meter dari koordinat sebelumnya dan tidak
P4 10.454 -17.787
ditemukan patok lama.
Patok bergeser sekitar 60 meter ke selatan dari nilai koordinat sebelumnya
dikarenakan pada posisi koordinat sebelumnya itu merupakan daerah rawa-
P5 6.132 60.140
rawa yang cukup dalam sehingga tidak memungkinkan memasang patok pada
posisi itu.
Patok bergeser sekitar 40 meter dari nilai koordinat sebelumnya karena posisi
P6 -21.307 34.273 yang sebelumnya berada di daerah rawa-rawa sehingga patok baru di pasang
pata lokasi yang aman dekat dengan sikuan pagar bandara.
Patok bergeser sekitar 15 meter dari nilai koordinat sebelumnya dekat sikuan
P7 -13.855 -5.661
pagar bandara existing.
Patok bergeser sekitar 11 meter dari nilai koordinat sebelumnya dekat sikuan
P8 -10.903 -2.181
pagar bandara existing.
P9 -2.986 -4.918 Patok bergeser sekitar 5 meter dari nilai koordinat sebelumnya .
Patok P10 bergeser sekitar 385 meter ke arah Timur dari koordinat sebelumnya
P10
Published by -385.004
: PT. Anuresi -5.898 dan sekarang posisi patok berada dekat pinggir jalan desa sesuai dengan
penambahan area yang ke arah timur.
Created by: hpy.kharisma@gmail.com DESKRIPSI TITIK BM01

Published by : PT. Anuresi


Created by: hpy.kharisma@gmail.com DESKRIPSI TITIK TH-09

Published by : PT. Anuresi


Created by: hpy.kharisma@gmail.com DESKRIPSI TITIK TH27

Published by : PT. Anuresi


Created by: hpy.kharisma@gmail.com DESKRIPSI TITIK P-01

Published by : PT. Anuresi


Created by: hpy.kharisma@gmail.com DESKRIPSI TITIK P-02

Published by : PT. Anuresi


Created by: hpy.kharisma@gmail.com DESKRIPSI TITIK P-03

Published by : PT. Anuresi


Created by: hpy.kharisma@gmail.com DESKRIPSI TITIK P-04

Published by : PT. Anuresi


Created by: hpy.kharisma@gmail.com DESKRIPSI TITIK P-05

Published by : PT. Anuresi


Created by: hpy.kharisma@gmail.com DESKRIPSI TITIK P-06

Published by : PT. Anuresi


Created by: hpy.kharisma@gmail.com DESKRIPSI TITIK P-07

Published by : PT. Anuresi


Created by: hpy.kharisma@gmail.com DESKRIPSI TITIK P-08

Published by : PT. Anuresi


Created by: hpy.kharisma@gmail.com DESKRIPSI TITIK P-09

Published by : PT. Anuresi


Created by: hpy.kharisma@gmail.com DESKRIPSI TITIK P-10

Published by : PT. Anuresi


Created by: hpy.kharisma@gmail.com KESIMPULAN DAN SARAN
KESIMPULAN
Pengukuran batas lahan DLKr telah dilakukan untuk pengamatan
posisi titik-titik BM pada pekerjaan pembuatan Daerah
Lingkungan Kerja (DLKr) Bandar Udara Tebelian sebanyak 10 titik
BM DLKr dan 2 titik treeshold, pengukuran ini meliputi
pengamatan BM agar dapat digunakan sebagai acuan batas area
kerja Bandar Udara Tebelian.

SARAN
Dengan adanya perbedaan titik-titik koordinat dari data rencana
induk bandara udara tebelian dengan kondisi eksisting tata letak
fasilitas bandara serta hasil pengukuran DLKr, maka diperlukan
tindak lanjut untuk segera dilakukan review dokumen rencana
induk bandar udara tebelian.

Published by : PT. Anuresi


Created by: hpy.kharisma@gmail.com

Published by : PT. Anuresi


Created by: hpy.kharisma@gmail.com

Published by : PT. Anuresi


Created by: hpy.kharisma@gmail.com

Published by : PT. Anuresi


Created by: hpy.kharisma@gmail.com

Published by : PT. Anuresi


Created by: hpy.kharisma@gmail.com

Published by : PT. Anuresi


Created by: hpy.kharisma@gmail.com

HASIL REVISI ASISTENSI 2


TELAH DISERAHKAN :

Published by : PT. Anuresi