Anda di halaman 1dari 6

MANAJEMEN PEMBNGUNAN

PONDOK PESANTREN MASYAUL ULUM

A. Konsultan Perencana DEDC (Design, Engineering, Detail, Consultan)


Konsultan Perencana adalah pihak yang ditunjuk oleh pemberi tugas untuk
melaksanakan pekerjaan perencanaan, perencana dapat berupa perorangan atau badan usaha
baik swasta maupun pemerintah. Konsultan perencana bertugas merencanakan arsitektur,
struktur, mekanikan elektrikal, rencana anggaran biaya (RAB) serta dokumen-dokumen
pelengkap lainnya. Konsultan perencana mendapatkan proyek melalui proses lelang yang
diadakan panitia tender pekerjaan konstruksi. Berikut ini untuk lebih jelasnya mengenai tugas
dan wewenang konsultan perencana dalam pelaksanaan proyek konstruksi.
TUGAS KONSULTAN PERENCANA
1. Mengadakan penyesuaian keadaan lapangan dengan keinginan pemilik proyek (bisa pihak
swasta maupun pemerintah).
2. Membuat gambar kerja pelaksanaan. Membuat Rencana kerja dan syarat sayarat
pelaksanaan bangunan ( RKS ) sebagai pedoman pelaksanaan.
3. Membuat rencana anggaran biaya (RAB).
4. Memproyeksikan keinginan keinginan atau ide ide pemilik proyek ke dalam desain
bangunan. Melakukan perubahan desain bila terjadi penyimpangan pelaksanaan pekerjaan
dilapangan yang tidak memungkinkan untuk dilaksanakan.
5. Mempertanggungjawabkan desain dan perhitungan struktur jika terjadi kegagalan
konstruksi. kemudian proses pelaksanaanya diserahkan kepada konsultan pengawas.
Konsultan pengawas ini sendiri adalah orang/instansi yang menjadi wakil pemilik proyek
di lapangan.
KONSULTAN PERENCANA
1. Mempertahankan desain dalam hal adanya pihak pihak pelaksana bangunan yang
melaksanakan pekerjaan tidak sesuai dengan rencana.
2. Menentukan warna dan jenis material yang akan digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan
konstruksi.
B. Arsitektur
Aspek perencanaan arsitektur atau architectural planning diartikan sebagai
kegiatan perencanaan tahapawal dalam bidang arsitektur yang akan menggiring atau
mengantarkan tata-atur arsitektur yang dilanjutkan ketahap pembuatan program arsitektur
hingga kegiatan perancangan (desain) arsitektur. Beberapa hal penting yang termasuk
dalam perencanaan arsitektur yang memiliki kontribusi pada perencanaan kota, antara
lain: (a) penetapan/penentuan fungsi/kegunaan dari kawasan atau site (lahan) yang
berhubungan dengan tata gunalahan (land use planning), (b) penetapan atau arahan-
arahan dari tata-bangunan atau building ordering, dan (c) penetapan atau arahan-arahan
berkaitan dengan peraturan bangunan atau building regulation.
Arsitektur dari bangunan ini yaitu :
a. Struktur
Struktur adalah bagian-bagian yang membentuk bangunan seperti pondasi, sloof,
dinding, kolom, ring, kuda-kuda, dan atap. Pada prinsipnya, elemen struktur berfungsi
untuk mendukung keberadaan elemen nonstruktur yang meliputi elemen tampak,
interior, dan detail arsitektur sehingga membentuk satu kesatuan. Setiap bagian struktur
bangunan tersebut juga mempunyai fungsi dan peranannya masing-masing.
Kegunaan lain dari struktur bangunan yaitu meneruskan beban bangunan dari
bagian bangunan atas menuju bagian bangunan bawah, lalu menyebarkannya ke tanah.
Perancangan struktur harus memastikan bahwa bagian-bagian sistem struktur ini
sanggup mengizinkan atau menanggung gaya gravitasi dan beban bangunan, kemudian
menyokong dan menyalurkannya ke tanah dengan aman.
Terdapat tiga bagian dari struktur bangunan antara lain :
Struktur bawah (substruktur) adalah bagian-bagian bangunan yang terletak di
bawah permukaan tanah. Struktur bawah ini meliputi pondasi dan sloof.
Struktur tengah merupakan bagian-bagian bangunan yang terletak di atas
permukaan tanah dan di bawah atap, serta layak ditinggali oleh manusia. Yang
dimaksud struktur tengah di antaranya dinding, kolom, dan ring.
Struktur atas (superstruktur) yaitu bagian-bagian bangunan yang terbentuk
memanjang ke atas untuk menopang atap. Struktur atas bangunan antara lain rangka
dan kuda-kuda.
C. Sistem Mekanikal Dan Elektrikal (ME)
Suatu Bangunan (Gedung) terdiri dari 3 komonen penting, yaitu struktur, arsitektur
dan ME (Mekanikal & Elektrikal). Ketiganya satu sama lain saling terkait. Jika struktur
mengedepankan kekuatan, arsitek lebih mengedepankan keindahan, maka ME (mekanikal
& Elektrikal) lebih mengedepankan pada fungsi. Sekuat apapun bangunan dan seindah
apapun bangunan, jika tidak ditunjang dengan sistem ME (mekanikal & elektrikal) maka
bangunan tersebut tidak ada fungsinya.
Sistem mekanikal dan elektrikal (ME) suatu bangunan / gedung sangat tergantung
maksud suatu gedung itu dibangun. ME suatu gedung perkantoran mempunyai perbedaan
dengan gedung rumah sakit, atau bandara, pembangkit listrik atau pabik. Tetapi secara
prinsip mempunyai berbagai persamaan.
Pada umumnya sistem ME yang sering digunakan dalam suatu gedung,
diantaranya:
a. Sistem Plumbing
b. Sistem Pemadam Kebakaran (Fire Fighting)
c. Sistem transfortasi vertikal (lift)
d. Sistem Elektrikal
e. Sistem Penangkal petir
f. Sistem Fire Alarm (Fire Protection)
g. Sistem telepon
h. Sistem tata suara (sound system)
i. Sistem data
j. Sistem CCTV
b. SistemMATV
c. BAS (Building Automatic sistem), sistem ini digunakan untuk mengontrol suatu
sistem tersebut diatas), terutama menyalakan dan mematikan ac (AHU & fan) atau
panel listrik secara automatic. Tetapi sistem ini kadang masih jarang digunakan pada
kebanyakan gedung, sehingga yang utama yang digunakan dalam sustu gedung adalah
ke-11 sistem tersebut.
Maksud dan fungsi utama dari suatu gedung menjadi landasan dasar dalam
menentukan kekhusususan sistem ME dalam suatu bangunan/ gedung. Gedung rumah sakit
misalnya akan mempunyai sistem yang khusus yang digunakan di gedung tersebut yang
tidak digunakan di gedung lain. Demikian juga bandara atau mall/plaza.
Salah satu kekhususan sistem yang ada di rumah sakit diantaranya adalah sistem
instalasi gas (oksigen) dan compressor, disamping sistem ipal-nya juga harus mempunyai
sistem pennngan khusus.
Disamping itu dalam menentukan suatu sistempun sangat tergantung pada maksud dan
fungsi gedung itu sendiri. Mislanya untuk sistem AC, sistemnya akan berbeda, Jika hanya
untuk perkantoran biasanya digunakan sistem AC split. Sedang untuk bandara atau mall
atau perkantoran dalam skala besar biasanya digunakan sistem AC terpusat.

2. Rab
D. Konsultan Pengawas
Konsultan pengawas adalah pihak yang ditunjuk oleh pemilik proyek (owner) untuk
melaksanakan pekerjaan pengawasan. Konsultan pengawas data berupa nadan usaha atau
perorangan perlu sumber daya manusia yang ahli dibidangnya masing-masing seperti tekhnik
sipil, arsitektur, mekanikal elektrikal, listrik dan lain-lain sehingga sebuah bangunan dapat
diabngun dengan baik dalam waktu yang cepat dan efisien.
Konsultan pengawas dalam sebuah proyek memiliki tugas sebagai berikut :
a. Menyelenggarakan administrasi umum mengenai pelaksanaan kontrak kerja.
b. Melaksanakan pengawasan secara rutin dalam pelaksanaan proyek.
c. Menerbitkan laporan prestasi pekerjaan proyek untuk dapat dilihat oleh pemilik proyek
d. Konsultan pengawas memberikan saran atau pertimbangan kepada pemilik proyek
maupun kontraktor dalam proyek pelaksanaan.
e. Mengoreksi dan menyetujui gambar shop drawing yang diajukan kontraktor sebagai
pedoman pelaksanaan pembangunan proyek.
f. Memilih dan memberikan persetujuan mengenai tipe dan merek yang diusulkan oleh
kontraktor agar sesuai dengan harapan pemilik proyek namun tetap berpedoman dengan
kontrak kerja konstruksi yang sudah dibuat sebelumnya.
Konsultan pengawas memiliki wewenang sebagai berikut :
a. Memperingatkan atau menegur pihak pelaksana pekerja jika terjadi penyimpangan
terhadap kontrak kerja.
b. Meningkatkan pelaksanaan pekerjaan jika pelaksanaan proyek tidak memperhatikan
peringatan yang diberikan.
c. Memberikan tanggapan atas usul pihak pelaksana proyek.
d. Konsultan pengawas berhak memeriksa gambar shopdrawing pelaksana proyek.
e. Melakukan perubahan dengan menerbitkan berita acara perubahan.
f. Mengoreksi pekerjaan yang dilaksanakan oleh kontrator agar sesuai dengan kontrak kerja
yang telah disepakati sebelumnya.
Konsultan pengawas biasa diadakan pada proyek bangunan dengan skala besar seperti
gedung bertingkat tinggi, bagian ini bisa merangkap dalam hal management konstruksi atau
MK namun perbedaannya adalah MK mengelola jalannya proyek dari mulai perencanaan,
pelaksanaan sampai berakhirnya proyek., sedangkan konsultan pengawas hanya bertugas
mengawasi jalannya pelaksanaan proyek saja. Dalam kondisi nyata dilapangan diperlukan
kerjasama yang baik antara konsultan pengawas dengan kontraktor agar bisa melengkapi
dalam pelaksanaan pembangunan sehingga tidak ada pihak yang dirugikan misalnya
kontraktor dibatasi oleh waktu dalam melaksanakan pekerjaan, jadi akan sangat berpengaruh
dari proses approval material atau shop drawing dari.
E. Kontraktor
Dalam pelaksanaan sebuah proyek konstruksi, kontraktor pelaksana akan membentuk satu
tim dengan struktur organisasi proyek yang mewakili kompleksitas proyek tersebut. Beberapa
kontraktor menerapkan pola manajemen yang berbeda satu sama lain, yang kemudian
tercermin pada struktur organisasi proyeknya. Namun struktur organisasi yang berbeda
tersebut pada intinya tetap harus mewakili fungsi-fungsi utama pada sebuah organisasi
proyek.