Anda di halaman 1dari 3

PROSEDUR PENANGANAN

MILIARIA Ditetapkan Oleh


Kepala Puskesmas
No. Kode
Rangas
Terbitan :

SOP No. Revisi :


PEMERINTAH Tanggal Berlaku :
KABUPATEN PUSKESMAS
MAMUJU Halaman : Muchlis, S.Kep, NS RANGAS
NIP : 197011141994031007

Kelainan kulit akibat retensi keringat yang ditandai oleh adanya vesikel
1. Pengertian milier. Sinonim untuk penyakit ini adalah biang keringat, keringat buntet,
liken tropikus, prickle heat.

2. Tujuan Sebagai acuan dalam penatalaksanaan miliaria di puskesmas rangas

1. Undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan.


2. Undang-undang nomor 29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran
3. Kebijakan
3. Keputusan mentri kesehatan no. 128 tahun 2004 tentang kebijakan
dasar pusat kesehatan puskesmas
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 5 Tahun 2014
4. Referensi tentangpanduanpraktikklinisbagidokter di fasilitaspelayanankesehatan
primer
5. Sarana dan
Lup
Prasarana
6. Prosedur / Anamnesa
langkah langkah Keluhan gatal yang disertai timbulnya vesikel, atau bintil terutama muncul
saat berkeringat, pada lokasi predileksi, kecuali pada miliaria profunda.

Faktor Risiko
a. Tinggal di lingkungan tropis, panas, kelembaban yang tinggi.
b. Pemakaian baju terlalu ketat.

Pemeriksaan fisik
Tergantung pada jenis miliaria.
Klasifikasi
a. Miliaria kristalina
1. Terdiri atas vesikel miliar (1-2 mm), sub korneal tanpa tanda
inflamasi, mudah pecah dengan garukan, dan deskuamasi dalam
beberapa hari.
2. Predileksi pada badan yang tertutup pakaian.
3. Gejala subjektif ringan dan tidak memerlukan pengobatan. Cukup
dengan menghindari panas yang berlebihan, mengusahakan
ventilasi yang baik, pakaian tipis dan menyerap keringat.
b. Milaria rubra
1. Jenis tersering, vesikel miliar atau papulo vesikal di atas dasar
eritematosa sekitar lubang keringat, tersebar diskret.
2. Tatalaksana cukup dengan menghindari panas yang berlebihan,
mengusahakan ventilasi yang baik, pakaian tipis dan menyerap
keringat.
3. Gejala subjektif gatal dan pedih pada di daerah predileksi.
c. Miliaria profunda
1. Merupakan kelanjutan miliaria rubra, berbentuk papul putih
keras berukuran 1-3 mm, mirip folikulitis, dapat disertai pustul.
2. Predileksi pada badan dan ekstremitas.
d. Miliaria pustulosa
Berasal dari miliaria rubra, dimana vesikelnya berubah menjadi
pustule.

Diagnosis Banding
Campak / morbili.
Folikulitis
Varisela.
Kandidiasis kutis.
Erupsi obat morbiliformis

Komplikasi
Infeksi sekunder

Penatalaksanaan
Prinsip: mengurangi pruritus, menekan inflamasi, dan membuka retensi
keringat. Penatalaksanaan yang dapat dilakukan adalah:
a. Melakukan modifikasi gaya hidup, yaitu:
1. Memakai pakaian yang tipis dan dapat menyerap keringat.
2. Menghindari panas dan kelembaban yang berlebihan
3. Menjaga kebersihan kulit
4. Mengusahakan ventilasi yang baik
b. Memberikan farmakoterapi, seperti:
1. Topikal
Bedak kocok: likuor faberi atau bedak kocok yang
mengandung kalamin dan antipruritus lain (mentol dan
kamfora) diberikan 2 kali sehari selama 1 minggu.
Lanolin topikal atau bedak salisil 2% dibubuhi mentol -2 %
sekaligus diberikan 2 kali sehari selama 1 minggu. Terapi
berfungsi sebagai antipruritus untuk menghilangkan dan
mencegah timbulnya miliaria profunda
2. Sistemik (bila gatal dan bila diperlukan)
Antihistamin sedatif: hidroksisin 2 x 25 mg per hari selama 7
hari, atau
Antihistamin non sedatif: loratadin 1x 10 mg per hari selama 7
hari.

Konseling dan Edukasi


Edukasi dilakukan dengan memberitahukan keluarga agar dapat membantu
pasien untuk:
a. Menghindari kondisi hidrasi berlebihan atau membantu pasien untuk
pakaian yang sesuai dengan kondisinya.
b. Menjaga ventilasi udara di dalam rumah.
c. Menghindari banyak berkeringat.
d. Memilih lingkungan yang lebih sejuk dan sirkulasi udara (ventilasi)
cukup.
e. Mandi air dingin dan memakai sabun.

Kriteria Rujukan
Tidak ada indikasi rujukan

7. Diagram Alur

1. Poli Umum
8. Unit terkait
2. Pustu/Poskesdes.