Anda di halaman 1dari 8

STUDI KELAYAKAN BISNIS

Pendahuluan
Studi Kelayakan mempunyai arti penting bagi perkembangan dunia usaha.
Beberapa proyek gagal di tengah jalan, bisnis yang berhenti beroperasi, dan kredit yang
macet di dunia perbankan, serta kegagalan investasi lainnya merupakan bagian dari tidak
diterapkannya studi kelayakan secara konsisten. Studi kelayakan yang diterapkan secara
benar akan menghasilkan laporan yang komprehensif tentang kelayakan proyek/bisnis
yang akan didirikan/dikembangkan/didanai dan kemungkinan-kemungkinan resiko yang
akan dihadapi/terjadi.
Secara umum, tujuan penyusunan studi kelayakan adalah mencari jawaban atas
pertanyaan-pertanyaan berikut :
1. Apakah produk yang ditawarkan marketable atau tidak?
2. Dari sisi produksi, apakah secara teknis dapat dilakukan dan sustainable?
3. Dari sudut pandang manajemen, apakah bisnis tersebut efektif dan efisien?
4. Ditunjau dari sisi hukum, apakah termasuk usaha yang legal atau ilegal?
5. Dari sisi keuangan, apakah bisnis tersebut profitable atau tidak?
Jika jawabannya adalah marketable, sustainable, efektif dan efisien, legal dan
profitable, berarti bisnis tersebut layak, layak untuk dibiayai/ diberikan kredit/didirikan dan
atau disetujui izinnya.

Pengertian Studi Kelayakan


Studi Kelayakan dapat dilakukan untuk menilai kelayakan investasi baik pada suatu
proyek maupun bisnis yang sedang berjalan. Studi kelayakan yang dilakukan untuk menilai
kelayakan sebuah proyek yang akan dijalankan disebut studi kelayakan proyek,
sedangkan studi kelayakan yang dilakukan untuk menilai kelayakan dalam pengembangan
sebuah usaha disebut studi kelayakan bisnis. Maksud layak atau tidak layak disini adalah
perkiraan bahwa proyek yang akan dapat atau tidak dapat menghasilkan keuntungan yang
layak bila telah dioperasionalkan. Menurut Ahmad Subagyo Studi Kelayakan adalah
penelitian yang mendalam terhadap suatu ide bisnis tentang layak atau tidaknya ide
tersebut untuk dilaksanakan.
Adapun yang dimaksud ide bisnis menurutnya adalah bermacam-macam bentuk, antara
lain :
a. Pendirian usaha baru
b. Pengembangan usaha yang sudah ada, seperti merger, penambahan permodalan,
penggantian teknologi, pembukaan kantor baru/cabang/perwakilan dsbnya
c. Pembelian perusahaan dengan cara akuisisi.
Sedangkan menurut Kasmir dan Jakfar yang dimaksud dengan Studi Kelayakan
Bisnis adalah Suatu kegiatan yang mempelajari secara mendalam tentang suatu kegiatan
atau usaha atau bisnis yang akan dijalankan, dalam rangka menentukan layak atau tidak
usaha tersebut dijalankan. Ukuran kelayakan masing-masing jenis usaha sangat berbeda,
misalnya antara usaha jasa dan usaha non jasa seperti pendirian hotel dengan usaha
pembukaan perkebunan atau usaha peternakan dengan pendidikan. Akan tetapi aspek-
aspek yang digunakan untuk mneytakan layak atau tidaknya adalah sama sekalipun bidang
usahanya berbeda. Penilaian masing-masing aspek nantinya harus dinilai secara
keseluruhan bukan berdiri sendiri-sendiri.

Tujuan dan manfaat Studi Kelayakan Bisnis


1. Tujuan Studi Kelayakan Bisnis
Menurut Kasmir dan Jakfar ada lima tujuan mengapa sebelum suatu usaha atau proyek
dijalankan perlu dilakukan studi kelayakan yaitu :

a. Menghindari resiko kerugian


Resiko kerugian untuk masa yang akan datang yang penuh dengan ketidak pastian,
dalam hal ini fungsi studi kelayakan untuk meminimalkan resiko baik yang dapat
dikendalikan maupun yang tidak dapat dikendalikan.

b. Memudahkan Perencanaan
Perencanaan meliputi berapa jumlah dana yang diperlukan, kapan usaha akan
dijalankan, dimana, bagaimana pelaksanaannya, berapa besar keuntungan yang
akan diperoleh serta bagaimana mengawasinya jika terjadi penyimpangan.

c. Memudahkan Pelaksanaan Pekerjaan


Dengan rencana yang telah tersusun maka sangat memudahkan pelaksanaan bisnis,
pengerjaan usaha dapat dilakukan secara sistematik.

d. Memudahkan Pengawasan
Dengan melaksanakan proyek sesuai rencana maka memudahkan untuk melakukan
pengawasan terhadap jalannya usaha.
e. Memudahkan Pengendalian
Jika dapat diawasi maka jika terjadi penyimpanganakan muidah terdeteksi, sehingga
mudah untuk mengendalikan penyimpangan tersebut.

2. Manfaat Studi kelayakan Bisnis


Manfaat Studi kelayakan dapat dibedakan karena dua pihak yang berkepentingan atas
studi kelayakan itu sendiri :
Pihak Pertama (bagi analisis)
a. Memberikan pengetahuan tentang cara berpikir yang sistematis (runtut) dalam
menghadapi suatu masalah (problem) dan mencari jawabannya (solusi)
b. Menerapkan berbagai disiplin ilmu yang telah dipelajari sebelumnya dan
menjadikannya sebagai alat bantu dalam penghitungan/pengukuran, penilaian dan
pengambilan keputusan.
c. Mengerjakan studi kelayakan berarti mempelajari suatu objek bisnis secara
komprehensif sehingga penyusunannya akan mendapatkan pembelajaran dan
pengalaman yang sangat berharga.

Pihak kedua (bagi masyarakat)

a. Calon Investor
Dalam menilai studi kelayakan bisnis, calon Investor lebih terkonsentrasi pada
aspek ekonomis dan keuangan karena pada aspek inilah mereka dapat menentukan
tingkat pengembalian modal (IRR), payback period, aliran kas dan tentunya proyeksi
laba-rugi. Disini mereka juga dapat memperhitungkan return dan resiko yang
mungkin dihadapi.

b. Mitra penyerta modal


Calon Investor biasanya membutuhkan mitra penyerta modal baik perseorangan
maupun perusahaan. Hasil studi kelayakan ini akan membantu calon investor dalam
meyakinkan mitranya.

c. Perbankan
Dalam proses persetujuan perkreditan dari bank diperlukan rekomendasi yang
menyatakan bahwa proyek tersebut layak, maka diperlukan studi kelayakan bisnis

d. Pemerintah
Penilaian Pemerintah terhadap studi kelayakan adalah biasanya yang menyangkut
pada aspek legalitas dan perizinan (izin prinsip dan izin operasional proyek).

e. Manajemen Perusahaan
studi kelayakan bisnis untuk pengembangan bisnis baru akan berhubungan dengan
pihak menajemen terutama direksi.

f. Masyarakat
Acuan penilaian masyarakat terhadap suatu proyek atau bisnis biasanya yang
menyangkut AMDAL (dampak lingkungan). Dan AMDAL ini biasanya untuk proyek-
proyek besar.
Faktor-faktor penyebab kegagalan suatu Bisnis
1. Data dan Informasi tidak lengkap
2. Tidak teliti
3. Salah perhitungan
4. Pelaksanaan pekerjaan salah
5. Kondisi lingkungan
6. Unsur sengaja

Aspek-Aspek Studi Kelayakan Bisnis


1. Aspek Teknis
Evaluasi aspek teknis ini mempelajari kebutuhan-kebutuhan teknis proyek, seperti
penentuan kapasitas produksi, jenis teknologi yang dipakai, pemakaian peralatan
dan mesin, lokasi proyek dan letak pabrik yang paling menguntungkan. Lalu dari
kesimpulannya dapat dibuat rencana jumlah biaya pengadaan harta tetapnya.

2. Aspek Pemasaran
Pada dasarnya analisis pasar, pertumbuhan permintaan dan pangsa pasar (market
share) dari produk bersangkutan. Analisis dapat dilakukan dengan cara deskriptif
maupun inferensial, sedangkan datanya dapat digunakan data kuantitatif maupun
kualitatif.

3. Aspek Hukum
Evaluasi ini berguna antara lain untuk kelangsungan hidup proyek serta dalam
rangka meyakinkan kreditur dan investor bahwa proyek yang akan dibuat tidak
menyimpang dari aturan yang berlaku.

4. Aspek Manajemen
Aspek manajemen yang dievaluasi ada dua macam :
a. Manajemen saat pembangunan proyek antara lain menyusun rencana kerja,
siapa saja yang terlibat, bagaimana mengkoordinasikan dan mengawasi
pelaksanaan proyek dengan sebaik-baiknya.
b. Manajemen saat proyek telah dioperasionalkan antara lain menentukan secara
efektif dan efisien mengenai bentuk badan usahan, jenis-jenis
pekerjaan,struktur organisasi serta pengadaan tenaga kerja yang dibutuhkan

5. Aspek Lingkungan
Analisa lingkungan diperlukan untuk melihat kondisi lingkungan sekitar yang
berpengaruh positif atau negatif bagi perusahaan meliputi sistem nilai masyarakat,
sistem birokrasi, iklim politik, perekonomian, lingkungan alam dan lingkungan hidup
6. Aspek Keuangan
Dari sisi keuangan, suatu proyek dikatakan sehat jika memberikan keuntungan yang
layak dan mampu memenuhi kebutuhan kewajibannya. Analisa yang diperlukan
dalam aspek keuangan ini meliputi menghitung perkiraan jumlah dana yang
diperlukan untuk keperluan modal kerja awal dan untuk pengadaan harta tetap
proyek, struktur pembiayaan yang paling menguntungkan

TAHAPAN STUDI KELAYAKAN BISNIS


1. Menemukan ide baru/intruksi atasan/penggantian alat yang sudah rusak
2. Membuat analisa aspek teknis, pemasaran, hukum, manajemen, lingkungan, dan
keuangan
3. Mengumpulkan informasi dan data serta menyusun asumsi-asumsi yang digunakan
4. Membuat analisa keuangan (Profitabilitas index, Net Present Value, Payback Period
dan Internal Rate Return)
5. Menyusun kesimpulan layak atau tidak layak

TAHAPAN PERHITUNGAN PAYBACK PERIOD, PROFITABILITAS INDEX, NET PRESENT VALUE


DAN IRR
1. Kebutuhan dana
- Modal Investasi
- Modal Kerja

2. Sumber Dana
- Uang Sendiri
- Patungan
- Pinjaman Bank

3. Perhitungan pendapatan dan biaya


- Rencana Pendapatan
- Rencana Biaya :
o Biaya Bahan Medis Habis Pakai
o Biaya SDM
o Biaya Penyusutan

4. Proyeksi Laba Rugi


- Biaya SDM
- Biaya Listrik, Air dan Bahan Bakar
- Biaya Pemeliharaan
- Biaya Operasional lainnya
5. Proyeksi Kas
6. Proyeksi Neraca
7. Proyeksi Kas Bersih
8. Penilaian Investasi

PENILAIAN INVESTASI

Laba Kotor
Pendapatan Biaya

Arus Kas Masuk


Laba Kotor + Penyusutan

Kas Masuk Bersih


Kas Masuk x Diskon Faktor

Payback Period (PP)



x 1 tahun

Dikatakan layak jika Payback Period lebih kecil dari tahun penyusutan/ketentuan
lainnya

Profitabilitas Index (PI)



Dikatakan layak jika Profitabilitas Index lebih besar dari 1

Net Present Value (NPV)


Total Kas Masuk Bersih Total Investasi
Dikatakan layak jika Net Present Value bernilai positif

Internal Rate Return (IRR)


Mencari tingkat bunga untuk mendiskon aliran kas bersih yang akan diterima dimasa
mendatang sehingga jumlahnya sama besar dengan investasi awal
Dikatakan layak jika Internal Rate Return lebih besar dari % Bunga Bank
Contoh :
Kajian Keuangan Studi Kelayakan Alat CT Scan 128 slices :

ASUMSI - ASUMSI :
- Nilai Investasi Alat Rp. 9.900.000.000
- Kegiatan ditahun pertama sebanyak 1.500 dan naik 5% per tahun
- Tarip Tindakan Rp. 2.000.000 dan naik 10% per 2 tahun
- Biaya SDM sebesar Rp. 35.000 per tindakan dan naik 5% per tahun
- Biaya BMHP sebesar Rp. 200.000 per tindakan dan naik 10% per tahun
- Biaya Listrik sebesar Rp. 50.000 per tindakan dan naik 10% per tahun
- Biaya Service Sebesar Rp. 2.000.000 ditahun ke-2 dan naik 10% per tahun

JUMLAH HARGA JUMLAH PENYUSUTAN PENYUSUTAN


NO. KETERANGAN
SATUAN RP PER TAHUN

1 Harga Alat CT Scan 128 slices LS 1 9.900.000.000 9.900.000.000 5 1.980.000.000


- -
JUMLAH 9.900.000.000 1.980.000.000

PENDAPATAN, BIAYA DAN LABA RUGI

Tahun ke- 1 2 3 4 5

Kegiatan 1.500 1.575 1.654 1.736 1.823

Tarip 2.000.000 2.100.000 2.205.000 2.315.250 2.431.013

TAHUN PENDAPATAN BIAYA SDM BIAYA BMHP BIAYA LISTRIK BIAYA SERVICE PENYUSUTAN LABA KOTOR

1 3.000.000.000 52.500.000 300.000.000 75.000.000 1.980.000.000 892.500.000


2 3.307.500.000 55.125.000 330.000.000 82.500.000 2.000.000 1.980.000.000 1.187.875.000
3 3.646.518.750 57.881.250 363.000.000 90.750.000 2.100.000 1.980.000.000 1.515.787.500
4 4.020.286.922 60.775.313 399.300.000 99.825.000 2.205.000 1.980.000.000 1.877.481.609
5 4.432.366.331 63.814.078 439.230.000 109.807.500 2.315.250 1.980.000.000 2.276.429.503

ARUS KAS MASUK

Kas DF
Tahun Laba kotor PV
Masuk 14%
1 892.500.000 2.872.500.000 0,877 2.519.736.842
2 1.187.875.000 3.167.875.000 0,769 2.437.576.947
3 1.515.787.500 3.495.787.500 0,675 2.359.556.989
4 1.877.481.609 3.857.481.609 0,592 2.283.938.781
5 2.276.429.503 4.256.429.503 0,519 2.210.656.106
JUMLAH 7.750.073.613 17.650.073.613 11.811.465.665
1). Payback Periode

Total Investasi 9.900.000.000


Kas masuk s.d. tahun ke 3 9.536.162.500
363.837.500
Kas masuk s.d. akhir tahun ke 4 3.857.481.609
Kekurangan diterima selama 1 Bln
3 Hari
Jadi Payback Periode : 03 tahun 01 bulan 03 hari

2). Profitabilitas Index


Present Value Cash In flow = 11.811.465.665
Present Value Cast Out flow = 9.900.000.000
PI = PVCI / PVCO 119,31%

Dengan PI sebesar 119,31 %, maka investasi layak

3). NPV

PV dari kas masuk 11.811.465.665


PV dari Investasi 9.900.000.000
NPV 1.911.465.665

Dengan tingkat bunga 14% NPV positif, atau lebih kecil dari 1

4). IRR ( Tingkat Laba Intern )

Tahun Kas
Masuk
(9.900.000.000)
1 2.872.500.000
2 3.167.875.000
3 3.495.787.500
4 3.857.481.609
5 4.256.429.503
Jumlah 17.650.073.613

Jadi IRR = 21,22%


Dengan IRR sebesar 21,22 %, maka proyek ini layak