Anda di halaman 1dari 3

PENJAHITAN ROBEKAN PORTIO Disahkan oleh

No. Kode :
Kepala Puskesmas
Terbitan :
No. Revisi :
SPO Tgl. Mulai Berlaku :
PUSKESMAS Halaman : Dewi Y S, MKes
SELOMERTO 1 NIP. 197107241991032007

1. Tujuan Menghentikan perdarahan dan mempercepat proses penyembuhan


2. Kebijakan Sebagai pedoman Standar Asuhan Kebidanan
Pelaksanaan menjahit luka harus mengikuti langkah langkah
yang tertuang dalam SPO
3. Definisi Ruptur perineum adalah robekan yang terjadi pada perineum
sewaktu persalinan
Menjahit ruptur perineum adalah tindakan mendekatkan tepi tepi
luka dan mempertahankan dengan benang atau jahitan dilakukan
lapis demi lapis dan memperhatikan jaringan jangan sampai
terjadi ruang kosong terbuka kearah vagina yang biasanya dapat
dimasuki bekuan-bekuan darah yang akan menyebabkan tidak
baiknya penyembuhan luka

4. Prosedur a. Petugas mencuci tangan


b. Petugas menyiapkan alat
c. Petugas memakai sarung tangan
d. Petugas mengeksplorasi untuk mengidentifikasi sumber
perdarahan
e. Petugas melakukan pemeriksaan vagina, perineum dan serviks
untuk melihat beratnya robekan,
f. Jika robekan panjang dan dalam, petugas memeriksa apakah
robekan tersebut mencapai anus dengan memasukkan jari yang
bersarung tangan ke anus dan merasakan tonus sfingter ani..
g. Petugas mengganti sarung tangan untuk melakukan perbaikan
robekan
h. Petugas melakukan irigasi pada tempat luka dan membersihkan
dengan antiseptik
i. Petugas memberikan suntikan anastesi lokal dengan lidokain 2%
dibawah mukosa vagina dibawah kulit perineum, dan pada otot-
otot perineum.
j. Petugas melakukan penjahitan sesuai dengan prinsip melakukan
jahitan pada robekan perineum :
1) Reparasi mula-mula dari titik pangkal robekan sebelah
dalam/proksimal ke arah luar/distal. Jahitan dilakukan lapis
demi lapis, dari lapis dalam kemudian lapis luar
2) Robekan perineum tingkat I : tidak perlu dijahit jika tidak ada
perdarahan dan aposisi luka baik, namun jika terjadi
perdarahan segera dijahit dengan menggunakan benang catgut
secara jelujur atau dengan cara angka delapan
3) Robekan perineum tingkat II : untuk laserasi derajat I atau II
jika ditemukan robekan tidak rata atau bergerigi harus
diratakan terlebih dahulu sebelum dilakukan penjahitan.
Pertama otot dijahit dengan catgut kemudian selaput lendir.
Vagina dijahit dengan catgut secara jelujur. Penjahitan
mukosa vagina dimulai 1 cm diatas puncak luka sampai pada
batas vagina. Lanjutkan jahitan pada daerah otot perineum
sampai ujung luka pada perineum secara jelujur, lihat ke
dalam luka untuk mengetahui letak ototnya. Penting sekali
untuk menjahit otot ke otot agar tidak ada rongga di
antaranya.
4) Jahitan kulit
a) Petugas mencarilah lapisan subkutikuler persis di bawah
lapisan kulit, dilanjutkan dengan jahitan subkutikuler
kembali ke arah batas vagina, akhiri dengan simpul mati
pada bagian dalam vagina, kedua ujung benang dipotong,
dan hanya disisakan masing-masing 1 cm.
b) Jika robekan cukup luas dan dalam, petugas melakukan
colok dubur, dan memastikan tidak ada bagian rektum
terjahit.
5) Robekan perineum tingkat III : penjahitan yang pertama pada
dinding depan rektum yang robek, kemudian fasia perirektal
dan fasia septum rektovaginal dijahit dengan catgut kromik
sehingga bertemu kembali secara interuptus.
6) Robekan perineum tingkat IV : ujung-ujung otot sfingter ani
yang terpisah karena robekan diklem dengan klem pean lurus,
kemudian dijahit antara 2-3 jahitan catgut kromik sehingga
bertemu kembali secara interuptus. Selanjutnya robekan
dijahit lapis demi lapis seperti menjahit robekan perineum
tingkat I.
k. Petugas melakukan penjahitan luka lapis demi lapis lalu
mekompres dengan larutan antiseptik
l. Petugas memberitahu pasien untuk menjaga luka tetap bersih, obat
yang harus diminum dan kapan kontrol
m. Petugas membersihkan alat
n. Petugas mencuci tangan
o. Dokumentasi
1. Diagram Alir Petugas menyiapkan alat Petugas memakai
Petugas mencuci
tangan sarung tangan

Petugas memasang jegul


Petugas membersihkan luka Petugas memeriksa dan
dari gumpalan darah memastikan perdarahan dari
ruptur perineum

Petugas membersihkan luka Petugas memberikan


dengan cairan antiseptik suntikan anastesi lokal

Bila luka terbuka dan dalam, jari


jari petugas meraba mencari Petugas membersihkan Petugas melakukan
sisa kotoran yang menempel luka dengan cairan penjahitan luka lapis demi
pada luka dan bilas kembali antiseptik lapis lalu kompres dengan
dengan NaCl 0,9% larutan antiseptik

Petugas membersihkan
alat Petugas memberitahu pasien untuk Petugas menutup luka
menjaga luka tetap bersih dan
kering,obat yang harus diminum dengan kassa steril
dan kapan kontrol

Petugas mencuci tangan


Dokumentasi

2. Referensi Buku Saku Pelayanan Kesehatan Ibu Di Fasilitas Kesehatan Dasar


dan Rujukan
3. Dokumen Terkait Rekam medik, Buku register VK, Resep obat
4. Distribusi Ruang bersalin

9. Rekaman historis perubahan


No Yang dirubah Isi Perubahan Tgl mulai diberlakukan
PENJAHITAN RUPTUR PERINEUM Disahkan oleh
No. Kode :
Kepala Puskesmas
Terbitan :
DAFTAR TILIK No. Revisi :
Tgl. Mulai Berlaku :
PUSKESMAS Halaman : Dewi Y S, MKes
SELOMERTO 1 NIP. 197107241991032007

Langkah Kegiatan Ya Tidak Tidak Berlaku


No
1. Apakah petugas mencuci tangan ?
2. Apakah petugas menyiapkan alat ?
3. Apakah petugas memakai sarung tangan ?
4. Apakah petugas Petugas mengeksplorasi untuk
mengidentifikasi sumber perdarahan ?
5. Apakah petugas melakukan pemeriksaan vagina,
perineum dan serviks untuk melihat beratnya
robekan ?
6. Jika robekan panjang dan dalam, apakah petugas
memeriksa robekan tersebut mencapai anus
dengan memasukkan jari yang bersarung tangan
ke anus dan merasakan tonus sfingter ani ?
7. Apakah petugas mengganti sarung tangan untuk
melakukan perbaikan robekan ?
8. Apakah melakukan irigasi pada tempat luka dan
membersihkan dengan antiseptik?
9. Apakah petugas memberikan suntikan anastesi
lokal dengan lidokain 2% dibawah mukosa
vagina dibawah kulit perineum, dan pada otot-
otot perineum ?
10. Apakah petugas melakukan penjahitan luka lapis
demi lapis lalu mengompres dengan larutan
antiseptik ?
11. Apakah petugas melakukan penjahitan sesuai
dengan prinsip penjahitan robekan perineum ?
12. Apakah petugas memberitahu pasien untuk
menjaga luka tetap bersih dan kering,obat yang
harus diminum dan kapan kontrol ?
13. Apakah petugas membersihkan alat ?
14. Apakah Petugas mencuci tangan ?
15. Apakah petugas membuat dokumentasi?

CR: %.

Pelaksana/ Auditor

()