Anda di halaman 1dari 33

BAHAN AJAR

MATA PELAJARAN

INSTALASI PENERANGAN LISTRIK

MATERI

KOMPONEN DAN TATA LETAK SISTEM KENDALI INSTALASI PENERANGAN


(SMART BUILDING)

OLEH

RAMADHAN WEDHA YOGA

TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK

2017
A. Kompetensi Dasar
3.17 Memahami komponen dan tata letak sistem kendali instalasi penerangan (Smart
Building).
4.17 Menerapkan komponen dan tata letak sistem kendali instalasi penerangan (Smart
Building)
3.18 Menerapkan prosedur pemasangan sistem kendali instalasi penerangan (Smart
Building).
4.18 Memasang sistem kendali instalasi penerangan (Smart Building)
3.19 Mengevaluasi pemasangan sistem kendali instalasi penerangan (Smart Building).

4.19 Memeriksa pemasangan sistem kendali instalasi penerangan (Smart Building).

B. Bangunan pintar (Smart Building)


Smart building merupakan sebuah konsep teknologi otomatis pada bangunan
yang dapat memberikan kenyamanan dan efisiensi. Konsep smart building memiliki
nilai investasi awal yang tidak sedikit dan tidak murah, namun tidak sedikit pula
manfaat yang dapat diperoleh dengan menerapkan konsep tersebut. Kenyamanan dan
kemudahan yang diberikan konsep smart building merupakan langkah peningkatan
layanan bangunan yang dapat diterapkan pada beberapa elemen bangunan.
Terdapat 9 sektor energi yang akan di jadikan target efisiensi dari sistem
manajemen Smart Building seperti pada gambar dibawah ini:
Sembilan sektor energi tersebut yang sebenarnya bisa dihubungkan satu sama lain
menjadi suatu bentuk sistem bangunan pintar merupakan satu hal yang belum banyak di
pikirkan pada konsep bangunan yang ada di negara indonesia.
Penerapan konsep smart building dapat memberikan efisiensi energi bangunan.
Konsep ini diterapkan untuk sistem penerangan bangunan. Sistem penerangan
buatan yang dikontrol secara manual menjadi salah satu penyebab pemborosan
energi listrik. Kelalaian pengguna dalam hal switching power dari on ke off
seringkali menyebabkan penggunaan energi listrik terbuang percuma. Efisiensi energi
listrik dapat diperoleh dengan mengoptimalkan penggunaan penerangan alami di
siang hari dan menggunakan penerangan buatan (lampu) sesuai kebutuhan. Hal ini
dilakukan dengan mengintegrasikan penerangan alami dan penerangan buatan
dengan alat kontrol/sensor yang berkonsep smart building, sehingga efisiensi energi
pada bangunan dapat diperoleh.

C. Sistem kendali instalasi penerangan


1. Definisi sistem kendali
Kata kata sistem kendali diterjemahkan dari kata control system. Sistem itu
sendiri adalah kombinasi dari beberapa komponen yang bekerja sama dalam
melakukan suatu sasaran tertentu. Sedangkan kata kendali dan mengendalikan
mempunyai unsur dinamika yang mempunyai pengertian tidak hanya mengatur atau
merapikan, tetapi juga menggandung nilai nilai yang bersifat menguasai dan
mengekang secara dinamis.
Dari pengertian diatas maka sistem kendali dapat didefinisikan sebagai
hubungan timbal balik antara komponen komponen yang membentuk suatu
konfigurasi sistem dan memberikan suatu hasil sesuai dengan yang diharapkan. Hasil
ini adalah keluaran yang dinamakan respon sistem yang dimaksud. Jika harus ada
yang dikendalikan, dalam bidang keteknikan yaitu berupa sistem fisis yang biasa
disebut dengan kendalian (plat). Sebuah sistem kendali sederhana dapat dibuat dalam
bentuk diagram blok seprti pada gambar berikut :

masukkan keluaran
Proses

Masukkan dan keluaran merupakan suatu variabel atau besaran fisis. Keluaran
merupakan hal yang dihasilkan oleh kendali. Sedangkan masukkan adalah yang
mempengaruhi kendalian (yang mengatur keluaran). Kedua dimensi masukkan dan
keluaran tidak harus sama.

Sistem kendali umpan balik(Feedback Control System) adalah syatem kendali


yang mempunyai elemen umpan balik, berfungsi untuk mengamati keluaran yang
terjadi untuk dibandingkan dengan masukkan (yang diinginkan).

2. Manfaat sistem kendali


Sistem kendali mempunyai peranan penting sangat penting dalam kemajuan
ilmu dan teknologi. Peranan sistem kendali meliputi semua bidang aspek kehidupan,
bidang ekonomi, pertanian, perternakan, medis, industri, lingkungan dan lain
sebagainya. Sebagai contoh, dalam system kendali yang membawa kemajuan pada
proses indusri pesawat terbang, peluru kendali, pesawat ruang angkasa dll. Dalam
industri sistem kendali dipergunakan dalam pengendalian peralatan peralatan
otomatis untuk kerja mesin produksi seperti motor motor.

3. Jenis jenis sistem kendali


a. Berdasarkan jenis pengendalian yang digunakan:
1) Sistem pengendalian manual
Sistem kendali yang pengendaliannya dilakukan oleh manusia sebagai
operatotnya (genterus). Sistem pengendalian manual masih banyak dipakai
pada aplikasi tertentu. Biasanya sistem ini dipakai pada proses proses yang
tidak banyak mengalami perubahan beban (load) atau proses yang tidak kritis.
Keuntungan dari sistem pengendalian ini adalah :
Lebih sederhana
Instrumentasi kendali manual lebih murah dilihat dari segi
ekonomi.
Keuntungan dari sistem pengendalian ini adalah :
Masih membutuhkan tenaga manusia sebagai operator
Tidak dapat dikendalikan dari jarak jauh
2) Sistem pengendalian otomatis
Sistem pengendalian diamana peran operator sudah digantikan oleh
sebuah alat (komponen)yang dinamakan pengendali (controller). Sistem
pengendali otomatis merupakan sistem kendali yang berumpan balik, atau
sistem kendali ikal tertutup.

b. Berdasarkan pengaruh keluaran / respon terhadap prosesnya:


1) Sistem kendali terbuka (Open Loop Control System ).
Suatu kendali yang keluarannya tidak berpengaruh pada aksi
pengontrolan. Jadi pada sistem kendali terbuka ini keluaran (output) tidak
diukur atau diumpan baliknya untuk dibandingkan dengan set point. Sistem
kendali terbuka dapat dilihat pada gambar berikut :

2) Sistem kendali tertutup (Close Loop Control System)


Sistem kendali terbuka tidak bisa menjamin keluaran yang diinginkan
dari suatu proses jika terjadi gangguan. Beberapa teknik yang perlu untuk
memonitor keluaran aktual membandingkannya dengan nilai yang
dikehendaki dan menempatkan kembali aktuator untuk mengeleminasi
(menghilangkan) galat/error, teknik inilah yang dinamakan sistem kendali
tertutup. Sistem kendali tertutup adalah sistem kendali yang sinyal
keluarannya mempunyai pengaruh langsung pada aksi pengendalian.
Keluaran dari sistem ini akan diumpan balikkan ke dalam set point. Sistem
kendali tertutup dapat dilihat pada gambar berikut :

Keuntungan sistem loop tertutup adalah adanya pemanfaatan nilai


umpan balik yang dapat membuat respon sistem kurang peka terhadap
gangguan eksternal dan peruba han internal pada parameter sistem.
Kerugiannya adalah tidak dapat mengambil aksi perbaikan terhadap suatu
gangguan sebelum gangguan tersebut mempengaruhi nilai prosesnya.

4. Komponen kendali
a. Switch / Saklar
Saklar adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk memutuskan dan
menghubungkan aliran listrik. Jadi saklar pada dasarnya adalah suatu alat yang
dapat atau berfungsi menghubungkan atau pemutus aliran listrik (arus listrik) baik
itu pada jaringan arus listrik kuat maupun pada jaringan arus listrik lemah.
Pembeda saklar arus listrik kuat dan saklar arus listrik lemah adalah bentuknya
kecil jika dipakai untuk alat peralatan elektronika arus lemah, demikian pula
sebaliknya, semakin besar saklar yang digunakan jika aliran listrik semakin kuat.
Relay merupakan alat yang menggunakan gaya elektromagnetik untuk menutup
(atau membuka) kontak saklar atau saklar yang digerakkan (secara mekanis) oleh
daya atau energi listrik. Berikut ini, gambar berbagai macam jenis saklar :
Secara sederhana, saklar terdiri dari dua bilah logam yang menempel pada
suatu rangkaian, dan bisa terhubung atau terpisah sesuai dengan keadaan
sambung (on) atau putus (off) dalam rangkaian itu. Material kontak sambungan
umumnya dipilih agar supaya tahan terhadap korosi. Kalau logam yang dipakai
terbuat dari bahan oksida biasa, maka saklar akan sering tidak bekerja. Untuk
mengurangi efek korosi ini, paling tidak logam kontaknya harus disepuh dengan
logam anti korosi dan anti karat. Pada dasarnya saklar tombol bisa diaplikasikan
untuk sensormekanik, karena alat ini bisa dipakai pada mikrokontroller untuk
pengaturan rangkaian pengontrolan.
b. Jenis-Jenis Switch / Sakelar
1) Jenis saklar berdasarkan besar tegangannya
Saklar tegangan rendah
Saklar tegangan menengah
Saklar tegangan tinggi
2) Jenis saklar berdasarkan tempat dan pemasangannya :
Saklar in low yaitu saklar yang ditanam didalam tembok.
Saklar out bow yaitu saklar yang dipasang pada permukaan tembok.
3) Jenis saklar berdasarkan fungsinya :
Saklar on off, merupakan saklar yang bekerja menghubungkan arus listrik
jika tombolnya ditekan pada posisi on. Untuk memutuskan hubungan arus
listrik tombol saklar harus ditekan pada posisi off. Saklar jenis ini
biasanya digunakan untuk jenis lampu.
Saklar push on, merupakan saklar yang menghubungkan arus listrik jika
tombolnya ditekan pada posisi on dan akan secara otomatis memutus arus
listrik, jika tombolnya dilepas dan kembali ke posisi off dengan
sendirinya. Biasanya saklar jenis ini digunakan untuk saklar bel rumah
tangga.
Saklar push off, merupakan saklar yang fungsi berkebalikan dengan sklar
push on.
4) Jenis saklar berdasarkan jenis perunitnya :
Saklar tunggal, merupakan saklar yang hanya mempunyai satu buah kanal
input yang terhubung dengan sumber listrik, serta kanal output yang
terhubung dengan beban listrik/ alat listrik yang digunakan.
Saklar majemuk, merupakan saklar yang memiliki satu buah kanal input
yang terhubung dengan sumber listrik, namun memiliki banyak kanal
output yang terhubung dengan beberapa beban/alat listrik yang
digunakan. Jumlah kanal output tergantung dari jummlah tombol pada
saklar tersebut.

Selain macam-macam saklar diatas juga terdapat macam saklar yang


lainnya,Jenis-jenis saklar pada dasarnya dibedakan menjadi :

1) Saklar Manual
Saklar manual cara mengoperasikannya ialah dengan memindahkan
tuas saklar secara mekanis oleh operator. Biasanya saklar manual dipakai
pada rangkaian elektronik dengan kapasitas daya yang kecil dan tegangan
yang kecil agar tidak menimbulkan kemungkinan bahaya yang besar.
Ukuran, bentuk dan cara pemasangannya sangat bervariasi. Saklar manual
biasanya dipasang pada rangkaian kontrol. Saklar manual menurut
penggunaannya untuk:
Instalasi penerangan.
Instalasi tenaga.

Berdasarkan jumlah terminal dan kutub, saklar manual antara lain :

Sakelar SPST (Single Pole Single Throw Switch)


Sakelar SPST adalah sakelar yang terdiri dari satu kutub dengan satu
arahFungsinya untuk memutus dan menghubung saja. Sakelar jenis
SPST inhanya digunakan pada motor dengan daya kurang dari 1 PK.

Sakelar SPDT (Single Pole Double Throw Switch)


Sakelar SPDT adalah sakelar yang terdiri dari satu kutub dengan dua
arah hubungan. Sakelar ini dapat bekerja sebagai penukar.
Pemutusan dan penghubungan hanya bagian kutub positif atau fasanya
saja.

Sakelar DPST (Double Pole Single Throw Switch)


Sakelar DPST adalah sakelar yang terdiri dari dua kutub dengan satu
arah. Jadi hanya dapat memutus dan menghubung saja.

Sakelar DPDT (Double Pole Double Throw Switch)


Sakelar DPDT adalah sakelar yang terdiri dari dua kutub dengan dua
arah. Sakelar jenis ini dapat bekerja sebagai penukar. Pada instalasi
motor dapat digunakan sebagai pembalik putaran motor arus searah
dan motor satu fasa. Juga dapat digunakan sebagai pelayanan dua
sumber tegangan pada satu motor.

Sakelar TPST (Three Pole Single Throw Switch)


Sakelar TPST adalah sakelar dengan satu arah pelayanan.
Digunakan untuk melayani motor 3 fasa atau sistem 3 fasa lainnya.

Sakelar TPDT (Three Pole Double Throw Switch)


Sakelar TPDT adalah sakelar dengan tiga kutub yang dapat bekerja ke
dua arah. Sakelar ini digunakan pada instalasi motor 3 fasa atau sistem 3
fasa lainnya. Juga dapat digunakan sebagai pembalik putaran motor
3 fasa, layanan motor 3 fasa dari dua sumber dan juga sebagai
starter bintang segitiga yang sangat sederhana.

Drum Switch
Sakelar Drum Switch adalah sakelar yang mempunyai bentuk seperti
drum dengan posisi handle (tangkai) penggerak memutus dan
menghubung berada di ujungnya. Drum switch digunakan pada
motor-motor kecil sebagai penghubung motor dengan jala-jala
(sumber tegangan). Jenis sakelar ini banyak dipakai pada industri
dan perbengkelan. Drum switch biasanya dipasang pada dinding
mesinnya. Pada bagian bawah sakelar terdapat lubang untuk
pemasangan pipa.
Cam switch (sakelar putar cam)
Sakelar ini adalah salah satu jenis dari sakelar manual. Cam switch
banyak digunakan dalam rangkaian utama pada rangkaian kontrol.
Misalnya untuk hubungan bintang segitiga, membalik putaran motor
1 fasa atau motor 3 fasa. Alat ini terdiri dari beberapa kontak, arah
pemutaran dan sakelar akan mengubah kontak-kontak menutup atau
membuka dan beroperasi dalam satu putaran.

2) Saklar Mekanik
Saklar mekanik akan on atau off secara otomatis oleh sebuah proses
perubahan parameter, misalnya posisi, tekanan, atau temperatur. Saklar akan
On atau Off jika set titik proses yang ditentukan telah tercapai. Saklar
mekanik digunakan untuk automatisasi dan juga proteksi rangkaian. Terdapat
beberapa tipe saklar mekanik, antara lain: Limit Switch, Flow Switch, Level
Switch, Pressure Switch dan Temperature Switch.
Limit Switch (LS)
Limit switch termasuk saklar yang banyak digunakan di industri. Pada
dasarnya limit switch bekerja berdasarkan sirip saklar yang memutar tuas
karena mendapat tekanan plunger atau tripping sirip wobbler. Konfigurasi
yang ada dipasaran adalah: (a).Sirip roller yang bisa diatur, (b) plunger, (c)
Sirip roller standar, (d) sirip wobbler, (e) sirip rod yang bisa diatur. Pada saat
tuas tertekan oleh gerakan mekanis, maka kontak akan berubah posisinya.
Contoh aplikasi saklar ini adalah pada PMS (Disconecting Switch) untuk
menghentikan putaran motor lengan PMS.
Flow Switch (FL)
Saklar ini digunakan untuk mendeteksi perubahan aliran cairan atau gas
di dalam pipa, tersedia untuk berbagai viskositas. Pada saat cairan dalam pipa
tidak ada aliran, maka kontak tuas/piston tidak bergerak karena tekanan
disebelah kanan dan kiri tuas sama. Namun pada saat ada aliran, maka
tuas/piston akan bergerak dan kontak akan berubah sehingga dapat
menyambung atau memutusklan rangkaian.
Level Switch atau Float Switch (FS)
Saklar level atau float switch, merupakan saklar diskret yang
digunakan untuk mengontrol level permukaan cairan di dalam tangki. Posisi
level cairan dalam tangki digunakan untuk men-trigger perubahan kontak
saklar. Posisi level switch ada yang horizontal dan ada yang vertikal.
Pada posisi horizontal, apabila permukaan cairan turun, pelampung
juga akan turun, sehingga kontak akan berubah dari posisinya. Jika
permukaan cairan naik lagi, maka pelampung akan naik dan kontak akan
berubah lagi.
Pada posisi vertikal, di dalam pelampung terdapat magnet tetap, yang
bergerak naik turun mengikuti tinggi permukaan cairan. Di dalam pipa
bagian tengah pelampung terdapat saklar yang membuka dan menutupnya
dikerjakan oleh piston yang bergerak mengikuti magnet tetap di dalam
pelampung.
FS tersedia dua konfigurasi, yaitu open tank dan closed tank. Open tank
digunakan untuk tanki terbuka sehingga terbuka juga terhadap tekanan
atmosfir. Sedangkan closed tank digunakan untuk tanki tertutup dan
bertekanan.
Saklar Tekanan atau Pressure Switch
Pressure switch merupakan saklar yang kerjanya tergantung dari
tekanan pada perangkat saklar. Tekanan tersebut berasal dari air, udara atau
cairan lainnya, misalnya oli. Terdapat dua macam Pressure Switch: absolut
(trigger (pemicu) terjadi pada tekanan tertentu) dan konfigurasi diferensial
(trigger terjadi karena perbedaan tekanan).
Saklar Temperatur atau Temperature Switch
Secara fisik saklar ini terdiri dari dua komponen, yaitu bagian yang
bergerak/bergeser (digerakkan oleh tekanan) dan bagian kontak. Bagian yang
bergerak dapat berupa diafragma atau piston. Kontak elektrik biasanya
terhubung pada bagian yang bergerak, sehingga jika terjadi pergeseran akan
menyebabkan perubahan kondisi (On ke Off atau sebaliknya). Saklar
temperatur biasanya disebut thermostat, bekerja berdasarkan perubahan
temperatur. Perubahan kontak elektrik di-trigger (dipicu) oleh pemuaian
cairan yang ada pada chamber yang tertutup (sealed chamber) chamber ini
terdiri dari tabung kapiler dan silinder yang terbuat dari stainless steel.
Cairan di dalam chamber mempunyai koefisiensi temperatur yang
tinggi, sehingga jika silinder memanas, cairan akan memuai, dan
menimbulkan tekanan pada seluruh lapisan penutup chamber. Tekanan ini
menyebabkan kontak berubah status.

c. Push Botton
Push Botton merupakan suatu jenis sakelar yang banyak dipergunakan
dalam rangkaian pengendali dan pengaturan. Sakelar ini bekerja dengan
prinsip titik kontak NC atau NO saja, kontak ini memiliki 2 buah terminal
baut sebagai kontak sambungan. Sedangkan yang memiliki kontak NC dan NO
kontaknya memiliki 4 buah terminal baut. Push botton akan bekerja bila ada
tekanan pada tombol dan sakelar ini akan memutus atau menghubung sesuai
dengan jenisnya. Bila tekanan dilepas maka kontak akan kembali ke posisi
semula karena ada tekanan pegas. Push Button pada umumnya memiliki
konstruksi yang terdiri dari kontak bergerak dan kontak tetap. Dari
konstruksinya, maka push button dibedakan menjadi beberapa tipe yaitu:
1) Tipe NO
Tombol ini disebut juga dengan tombol start karena kontak akan menutup
bila ditekan dan kembali terbuka bila dilepaskan. Bila tombol ditekan maka
kontak bergerak akan menyentuh kontak tetap sehingga arus listrik akan
mengalir.

2) Tipe NC
Tombol ini disebut juga dengan tombol stop karena kontak akan membuka
bila ditekan dan kembali tertutup bila dilepaskan. Kontak bergerak akan
lepas dari kontak tetap sehingga arus listrik akan terputus.

3) Tipe NC dan NO
Tipe ini kontak memiliki 4 buah terminal baut, sehingga bila tombol
tidak ditekan maka sepasang kontak akan NC dan kontak lain akan
NO, bila tombol ditekan maka kontak tertutup akan membuka dan
kontak yang membuka akan tertutup.
d. Sakelar Elektro Mekanik ( KONTAKTOR MAGNET )
Kontaktor magnet atau sakelar magnet ialah sakelar yang bekerja berdasarkan
kemagnetan. Artinya sakelar ini bekerja jika ada gaya kemagnetan. Magnet
berfungsi sebagai penaik dan pelepas kontak-kontak. Sebuah kontaktor harus
mampu mengalirkan arus dan memutuskan arus dalam keadaan kerja
normal. Arus kerja normal ialah arus yang mengalir selama pemutusan tidak
terjadi. Sebuah kontaktor dapat memiliki koil yang bekerja pada tengangan DC
atau AC. Pada tengangan AC, tegangan minimal adalah 85% tegangan kerja,
apabila kurang maka kontaktor akan bergetar. Ukuran dari kontaktor
ditentukan oleh batas kemampuan arusnya. Biasanya pada kontaktor terdapat
beberapa kontak, yaitu kontak normal membuka (Normally Open = NO) dan
kontak normal menutup (Normally Close = NC). Kontak NO berarti saat
kontaktor magnet belum bekerja kedudukannya membuka dan bila kontaktor
bekerja kontak itu menutup/menghubung. Sedangkan kontak NC berarti saat
kontaktor belum bekerja kedudukan kontaknya menutup dan bila kontaktor
bekerja kontak itu membuka. Jadi fungsi kerja kontak NO dan NC
berlawanan. Kontak NO dan NC bekerja membuka sesaat lebih cepat
sebelum kontak NO menutup.
Pada gambar diatas, kontak 3 dan 4 adalah NC sedangkan kontak 1 dan 2 adalah
NO. Apabila tidak ada arus maka kontak akan tetap diam. Tetapi apabila
arus dialirkan dengan menutup switch maka kontak 3 dan 4 akan menjadi
NO sedangkan kontak 1 dan 2 menjadi NC.
Fungsi dari kontak-kontak dibuat untuk kontak utama dan kontak bantu.
Kontak utama terdiri dari kontak NO dan kontak bantu terdiri dari kontak
NO dan NC. Konstruksi dari kontak utama berbeda dengan kontak bantu,
kontak utamanya mempunyai luas permukaan yang luas dan tebal. Kontak bantu
luas permukaannya kecil dan tipis. Kontaktor pada umumnya memiliki kontak
utama untuk aliran 3 fasa dan juga memiliki beberapa kontak bantu untuk
berbagai keperluan. Kontak utama digunakan untuk mengalirkan arus utama,
yaitu arus yang diperlukan untuk beban, misalnya motor listrik, pesawat
pemanas dan sebagainya. Sedangkan kontak bantu digunakan untuk
mengalirkan arus bantu yaitu arus yang diperlukan untuk kumparan magnet,
alat bantu rangkaian, lampu lampu indikator, dan lain-lain. Notasi dan
penomoran kontak-kontak kontaktor sebagai berikut:
Dewasa ini kontaktor magnet lebih banyak digunakan di bidang industri dan
laboratonium. Hal ini karena kontaktor mudah dikendalikan dari jarak jauh.
Selain itu, dengan perlengkapan elektronik dapat mengamankan rangkaian listrik.
Keuntungan menggunakan kontaktor ialah:
a. pelayanannya mudah,
b. momen kontak cepat.
Sedangkan Kerugiannya:
a. mahal harganya,
b. perawatannya cukup sukar,
c. jika sakelar putus sedangkan kontaktor dalam keadaan bekerja, maka
kontaktor akan lepas dengan sendirinya. Kontaktor tidak akan bekerja lagi
walaupun sakelar induk telah disambung kembali sebelum tombol start
ditekan lagi. Tidak seperti sakelar mekanis, dalam merakit dan menggunaan
kontaktor harus dipahami rangkaian pengendali (control) dan rangkaian
utama. Rangkaian pengendali ialah rangkaian yang hanya menggambarkan
bekerjanya kontaktor dengan kontak-kontak bantunya. Sedangkan rangkaian
utama ialah rangkaian yang khusus memberikan hubungan beban dengan
sumber tegangan (jaIa-jala) 1 fasa atau 3 fasa. Bila kedua rangkaian itu dipadu
akan menjadi rangkaian pengawatan (circuit diagram).
Konstruksi umum sebuah kontaktor dapat dilihat pada gambar 18.
Kontaktor memiliki kontak diam dan kontak - kontak yang bergerak apabila koil
mendapat arus dari sumber. Kontaktor akan bekerja selama koil mendapat
arus. Apabila arus terputus maka kontaktor akan kembali ke posisi semula.

e. TIME DELAY RELAY


Relay timer atau relay penunda batas waktu banyak digunakan dalam instalasi
motor terutama instalasi yang membutuhkan pengaturan waktu secara otomatis.
Peralatan kontrol ini dapat dikombinasikan dengan peralatan kontrol lain,
contohnya dengan MC (Magnetic Contactor), Thermal Over Load Relay dan lain-
lain.
Fungsi dari peralatan kontrol ini adalah sebagai pengatur waktu bagi
peralatan yang dikendalikannya. Timer ini dimaksudkan untuk mangatur
waktu hidup atau mati dari kontaktor atau untuk merubah sistem bintang ke
segitiga dalam delay waktu tertentu. Timer dapat dibedakan dari cara kerjanya
yaitu timer yang bekerja menggunakan induksi motor dan menggunakan rangkaian
elektronik. Timer yang bekerja dengan prinsip induksi motor akan bekerja bila
motor mendapat tegangan AC sehingga memutar gigi mekanis dan menarik serta
menutup kontak secara mekanis dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan relay
yang menggunakan prinsip elektronik, terdiri dari rangkaian R dan C yang
dihubungkan seri atau paralel. Bila tegangan sinyal telah mengisi penuh
kapasitor, maka relay akan terhubung. Lamanya waktu tunda diatur berdasarkan
besarnya pengisian kapasitor. Bagian input timer biasanya dinyatakan sebagai
kumparan dan bagian outputnya sebagai kontak NO atau NC

Kumparan pada timer akan bekerja selama mendapat sumber arus. Apabila
telah mencapai batas waktu yang diinginkan maka secara otomatis timer akan
mengunci dan membuat kontak NO menjadi NC dan NC menjadi NO.

Pada umumnya timer memiliki 8 buah kaki yang 2 diantaranya merupakan kaki koil
sebagai contoh pada gambar 23. yaitu kaki 2 dan 7, sedangkan kaki yang lain
akan berpasangan NO dan NC, kaki 1 akan NC dengan kaki 4 dan NO dengan
kaki 3. Sedangkan kaki 8 akan NC dengan kaki 5 dan NO dengan kaki 6.
Kaki kaki tersebut akan berbeda tergantung dari jenis relay timernya.
D. Penggunaan sistem kendali penerangan
Untuk menunjang perkembangan dari adanya industri rumah tangga, hotel dan
villa , sarana dari penggunaan energi listrik harus dibuat handal salah satunya
keamanan dengan cukup tinggi dan dapat dipergunakan secara efektif dan efisien.
Pada saat sekarang ini, PLN mulai mencanangkan program penghematan energi listrik
untuk industri, rumah tangga, hotel dan villa . Untuk lebih mensiasati program
tersebutperlu dipasang sistem kontrol pada seluruh peralatan listrik. Banyak terdapat
jenis sistem kontrol yang dipergunakan seperti sistem kontrol penerangan dan suhu.
Kelebihan dari pemakaian sistem kontrol pada penerangan adalah dapat mengontrol
penggunaan energi listrik yang dipakai pada sistem penerangan sehingga dapat
menghemat penggunaan energi listrik. Sensor gerak dan fitting sensor gerak berfungsi
sebagai kontrol untuk penerangan di dalam ruangan villa apabila terjadi suatu
gerakan. Sedangkan photocell berfungsi sebagai kontrol untuk penerangan di luar
villa. Sangat perlu dipasang sistem kontrol pada sistem penerangan untuk menghemat
dalam pemakaian energi listrik. Sistem kontrol yang dimaksud harus dapat diandalkan
dalam pemakaiannya sebagai sarana perbaikan kondisi pemakaian energi listrik.
1. Key tags
Key tags merupakan salah satu alat kontrol untuk di dalam villa atau hotel.
Alat kontrol ini adalah sebagai kontrol utama seluruh peralatan listrik di dalam
villa . Kontrol ini terdiri dari kartu atau tag dan tempat kartu yang dipasang
seperti sakelar biasa. Bentuk dari tempat key tags menyerupai bentuk sakelar
namun terdapat lubang di bagian atas tempat kartu atau key tags dimasukkan.
Apabila kartu dimasukkan ke dalam tempat key tag, maka semua peralatan
listrik akan hidup. Bentuk dari key tags dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
Input dari key tags diambil dari salah satu fase, seperti contoh fase R, kemudian
masuk ke input ke key tags , apabila key tags dimasukkan ke dalam tempat key
tags, maka terminal di dalam tempat key tags tertutup dan tegangan menuju ke
coil sehingga coil atau magnet akan menarik kontak-kontak yang ada di dalam
kontaktor sehingga kontak-kontak tersebut tertutup dan semua beban pun
menyala. Begitu juga sebaliknya, apabila key tags dilepas, maka semua beban
mati. Kontaktor yang dipakai untuk mengalirkan tegangan ke beban hanya kontak
utama. Karena kontak ini yang mempunyai daya hantar arus yang besar.
Sedangkan kontak-kontak yang lain sebagai kontak bantu yang biasa digunakan
untuk kontrol.
2. Kontaktor
Kontaktor magnet atau sakelar magnet adalah sakelar yang bekerja
berdasarkan kemagnetan. Artinya sakelar ini bekerja bila ada gaya kemagnetan.
Magnet berfungsi sebagai penarik dan pelepas kontak-kontak. Sebuah kontaktor
harus mampu mengalirkan arus dan memutuskan arus dalam keadaan kerja
normal. Arus kerja normal ialah arus yang mengalir selama pemutusan tidak
terjadi.
Sebuah kontaktor kumparan magnetnya (coil) dapat dirancang untuk arus
searah (arus DC) atau arus bolak-balik (arus AC). Kontaktor arus AC ini pada inti
magnetnya dipasang cincin hubung singkat, gunanya adalah untuk menjaga arus
kemagnetan agar kontinu sehingga kontaktor tersebut dapat bekerja normal.
Sedangkan pada kumparan magnet yang dirancang untuk arus DC tidak dipasang
cincin hubung singkat.
Gambar Skema Pemasangan Kontaktor dan Key tags dapat dilihat di
bawah ini :
Sedangkan, Gambar rangkaian grup kulkas dapat dilihat di bawah ini :
3. Photocell
Photocell adalah sejenis rangkaian elektronik yang berisi komponen
LDR ( light dependent resistor ) di dalamnya, berfungsi sebagai saklar
otomatis yang ON dan OFF-nya bisa disetting secara otomatis berdasarkan
sensor cahaya. Photocell menggunakan prinsip kerja resistor dengan
sensitivitas cahaya (LDR=Light Dependent Resistor). Apabila kondisi
gelap atau mendung maka nilai resistansi akan menjadi rendah sehingga
arus mengalir dan lampu akan menyala. Sebaliknya pada kondisi terang,
nilai resistansi menjadi tinggi sehingga arus tidak dapat mengalir dan
lampu akan mati.
Photocell juga merupakan elemen-elemen yang daya hantarnya
merupakan fungsi dari radiasi elektromagnetik yang masuk. Banyak bahan
bersifat fotokonduktif sampai tingkat tertentu, akan tetapi yang terpenting
secara komersial adalah kadmium-sulfida, germanium dan silikon.
Respons spektral dari sel kadmium-sulfida hampir sesuai dengan mata
manusia, dan dengan demikian sel ini sering digunakan dalam pemakaian
dimana penglihatan manusia merupakan suatu faktor, seperti halnya
pengontrolan cahaya jalan atau pengontrol selaput pelangi otomatik pada
alat-alat kamera. Elemen-elemen dasar dari sebuah photocell adalah
substrat keramik, lapisan bahan konduktif, elektroda metalik untuk
menghubungkan alat ke sebuah rangkaian, dan sebuah penutup tahan uap
air. Sebuah pandangan terpotong lancip dari sebuah fotosel diperlihatkan
pada. Gambar rangkaian photocell, yaitu :
4. Sakelar Waktu
Sakelar waktu atau timer switch digunakan untuk menghidupkan
lampu berdasarkan kontrol waktu. Sakelar waktu biasanya dipakai di
bangunan komersial kecil, bangunan apartemen, dan papan reklame
outdoor, pencahayaan parkir dan di dalam rumah tinggal biasa.
Sakelar waktu merupakan rangkaian sakelar yang bekerja dengan
menggunakan waktu tunda tertentu. Rangkaian sakelar tunda ini boleh di
bilang serba guna dalam penggunaanya misalnya untuk memadamkan
lampu, penerapan lainnya adalah sebanyak kemampuan fantasi kita. Tapi
yang perlu diperhatikan adalah kemampuan pembebanan relay karena
relay ini punya type berbeda dan kemampuan pembebanan maksimumnya
juga beda. Perangkat ini sederhana mengganti sakelar dinding
konvensional. Setelah interval waktu yang ditentukan setelah
mengaktifkan operasi, tombol pengatur waktu akan mematikan lampu.
Sakelar ini dapat diprogram untuk memberikan sinyal peringatan sebelum
lampu dimatikan.
Menggunakan sakelar waktu merupakan salah satu cara untuk
menghemat energi. Perangkat ini mematikan lampu setelah periode waktu
yang telah ditentukan setelah lampu telah diaktifkan. Sebagai contoh,
pengguna masuk ke sebuah ruangan, saat timer aktif lampu menyala dan
ketika timer berakhir, lampu dimatikan. Namun sakelar waktu menghemat
energi tidak sebaik sensor yang lebih efektif menghemat energi. Gambar
timer dan rangkaian seperti di bawah ini :
5. Sensor Gerak
Sensor gerak adalah sakelar otomatis yang menyalakan lampu ketika
mendeteksi gerakan dan akan terus menyala hingga beberapa waktu
setelah gerakan berakhir. Sensor gerak menghemat energi dan menambah
kemudahan. Sensor gerak yang paling sering digunakan adalah jenis
sakelar dinding, didesain untuk menggantikan sakelar manual biasa.
Tersedia beberapa jenis sakelar dengan sensor gerak termasuk sakelar
dengan sensor gerak dan dimmer. Namun, sensor dinding tidak selalu
dipasang pada tempat yang terbaik untuk mendeteksi gerakan, penempatan
sensor yang paling baik adalah dekat dengan tempat dimana gerakan biasa
yang paling sedikit harus dideteksi terjadi. Sensor gerak dipasang pada
plafon, pada bagian atas dinding sudut ruang, atau pada rak kerja. Jenis
sensor ini biasa mengoperasikan relay yang terdapat di bawah plafon.
Salah satu jenisnya didesain sebagai penghubung ke stop kontak panjang
yang spesifik dapat mengontrol lampu kerja dan peralatan kantor seperti
monitor komputer dan printer.
Di samping itu terdapat jenis sensor gerak yang jadi satu dengan fitting
lampu. Fitting lampu dengan sensor infra merah, jangkauan jarak 3
meter dan 360 derajat. Lampu akan menyala otomatis apabila terdeteksi
gerakan memasuki ruangan. Lamanya lampu menyala bisa disetel antara 5
- 100 detik setelah tidak ada orang atau gerakan. Apabila ruangan kosong
dan tidak terdeteksi gerakan, lampu akan mati secara otomatis. Gambar
lampu dengan sensor gerak dan diagram instalasinya, seperti di bawah ini :
6. Limit Switch
Limit switch (saklar pembatas) adalah saklar atau perangkat
elektromekanis yang mempunyai tuas aktuator sebagai pengubah posisi
kontak terminal (dari Normally Open/ NO ke Close atau sebaliknya dari
Normally Close/NC ke Open). Posisi kontak akan berubah ketika tuas
aktuator tersebut terdorong atau tertekan oleh suatu objek. Sama halnya
dengan saklar pada umumnya, limit switch juga hanya mempunyai 2
kondisi, yaitu menghubungkan atau memutuskan aliran arus listrik.
Dengan kata lain hanya mempunyai kondisi ON atau Off.
Namun sistem kerja limit switch berbeda dengan saklar pada
umumnya, jika pada saklar umumnya sistem kerjanya akan diatur/
dikontrol secara manual oleh manusia (baik diputar atau ditekan).
Sedangkan limit switch dibuat dengan sistem kerja yang berbeda, limit
switch dibuat dengan sistem kerja yang dikontrol oleh dorongan atau
tekanan (kontak fisik) dari gerakan suatu objek pada aktuator, sistem kerja
ini bertujuan untuk membatasi gerakan ataupun mengendalikan suatu
objek/mesin tersebut, dengan cara memutuskan atau menghubungkan
aliran listrik yang melalui terminal kontaknya. Limit switch mempunyai
beberapa jenis atau tipe aktuator yang disesuaikan dengan kebutuhan
pengoperasiannya di lapangan. Gambar sistem kerja limit switch, yaitu :

Contoh aplikasi limit switch, seperti berikut


Kontak C disambung ke tegangan listrik 220VAc, dan kontak B
disambung ke lampu pijar.Pada aplikasi ini, lampu pijar akan menyala
jika pada kait tidak ada tekanan. Dan akan padam jika ada tekanan.
Contoh aplikasi pada lampu ruangan yaitu lampu akan menyala jika
pintu dibuka.Dan lampu akan padam jika pintu ditutup.

Kontak C disambung ke tegangan listrik 220VAc, dan kontak


A disambung ke lampu pijar.Pada aplikasi ini, lampu pijar akan
menyala jika pada kait mendapat tekanan. Contoh aplikasi pada
lampu kamar mandi yaitu lampu akan menyala jika pintu ditutup.Dan
lampu akan padam jika pintu dibuka.

E. Pengukuran Tahanan Isolasi


Mengetahui besarnya tahanan isolasi dari suatu peralatan listrik merupakan hal
yang penting untuk menentukan apakah peralatan tersebut dapat dioperasikan dengan
aman. Secara umum jika akan mengoperasikan peralat-an tenaga listrik seperti
generator, transformator dan motor, sebaiknya terlebih dahulu memeriksa tahanan
isolasinya, tidak peduli apakah alat tsb baru atau lama tidak dipakai. Untuk mengukur
tahanan isolasi digunakan Megger (Mega Ohm Meter). Isolasi yg dimaksud adalah
isolasi antara bagian yang bertegangan dengan bertegangan maupun dengan bagian
yang tidak bertegangan seperti body / ground.
Jenis megger, antara lain :
1. Megger dengan engkol sbg pembangkit tegangan. Sumber tenaga pada megger
jenis ini berasal dari generator pembangkit tenaga listrik yang ada dalam alat ukur
ini dan untuk membangkitkannya poros megger harus diputar; dengan alat
penunjukannya jarum
2. Megger dengan sumber tenaga dari baterai dan alat penunjukkanya berupa jarum
juga.

Salah satu contoh penggunaan dari alat ukur ini adalah untuk mengukur
kemungkinan gangguan lain adalah terjadinya hubung singkat pada belitan antar
phasa, antara phasa dengan bodi dan antar belitan pada phasa yang sama

Megger digunakan untuk mengukur tahanan isolasi instalasi tegangan menengah


maupun tegangan rendah

Untuk instalasi tegangan menengah digunakan Megger dengan batas ukur Mega
sampai Giga Ohm dan tegangan alat ukur antara 5.000 sampai dengan 10.000 Volt
arus searah.

Untuk instalasi tegangan rendah digunakan Megger dengan batas ukur sampai Mega
Ohm dan tegangan alat ukur antara 500 sampai 1.000 Volt arus searah.

Ketelitian hasil ukur dari Megger ditentukan oleh cukup tidaknya tegangan generator
/ baterai yang dipasang pada alat ukur tsb. Dewasa ini telah banyak pula Megger yang
mengeluarkan tegangan tinggi, yang didapatkan dari baterai sebesar 8 12 volt (megger
dengan sistem elektronis). Megger dgn bateri umumnya membangkit kan tegangan tinggi
yang jauh lebih stabil dibanding megger dengan generator yang diputar dengan tangan.
Prinsip pengukuran Megger sama dengan ohm meter, yaitu memberikan tegangan dari
alat ukur ke isolasi peralatan, dan karena nilai resistance isolasi ini cukup tinggi maka
diperlukan tegangan yang cukup tinggi pula agar arus dapat mengalir. Tegangan
pengukuran yang digunakan tergantung pada tegangan kerja dari alat yang akan diukur.
Tegangan untuk mengetes isolasi dapat diubah2 tergantung pada kelas isolasi yang
digunakan seperti:
Tegangan DC 500 Volt untuk mengukur rangkaian tegangan rendah
Tegangan DC 1000 Volt s/d DC 5000 Volt untuk mengukur rangkaian tegangan sampai
dengan 6000 Volt.
Besar tegangan tersebut pada umumnya adalah : 500, 1000, 2000 atau 5000 volt
Batas pengukuran dapat bervariasi antara 0,02 sampai 20 ohm dan 5 sampai 5000 ohm
dll, sesuai dengan sumber tegangan dari megger tersebut.
Dengan demikian, maka sumber tegangan megger yang dipilih tidak hanya tergantung
dari batas pengukur, akan tetapi juga terhadap tegangan kerja (system tegangan) dari
peralatan ataupun instansi yang akan diuji isolasinya.
Besar tahanan isolasi yang memenuhi persyaratan secara umum, ditentukan oleh
tegangan kerja dari peralatan tersebut.
Harga tahanan isolasi bervariasi tergantung dari kelembaban udara, kotoran dan
kwalitas material isolasi.
Ada pun untuk mengetahui standart harga minimal hasil pengukuran tahanan isolasi suatu
peralatan dapat dihitung dengan menggunakan rumus pendekatan :
( 1000 . U )
R = U 2,5
Q
Dimana :
R = Tahanan isolasi minimal.
U = Tegangan kerja.
Q = Tegangan Megger.
1000 = Bilangan tetap.
2,5 = Faktor Keamanan (apabila baru).
Contoh :
Pengukuran yang menggunakan Megger dengan tegangan DC 500 Volt, 1000 Volt dan
5000 Volt, dengan memasukkan faktor keamanan (2,5), bila tegangan kerja 400 V, maka :
( 1000 . U )
R = -------- U 2,5
Q
(1000 . 400)
R = . 400 . 2,5 = 0,80 M.
500

Prosedur Pengukuran.
Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum melaksanakan pengukuran adalah alat yang
diukur harus bebas tegangan AC / DC atau tegangan induksi, karena tegangan tersebut
akan mempengaruhi hasil pengukuran.
Perhatikan Gambar Megger Metriso 5000 berkikut:

Keterangan gambar :
1. Socket out put + (positip).
3. Socket out put (negatip).
4. Lampu indicator skala pengukuran 3.
5. Lampu indicator skala pengukuran 2.
6. Lampu indicator skala pengukuran 1.
7. Selektor skala pengukuran.
8. Selektor tegangan pengukuran.
9. Switch / tombol On dan Off.
10. Pengatur posisi awal jarum penunjuk.
11. Pengatur posisi jarum Zero Calibrasi pada test hubung singkat.

Gambar rangkaian dalam megger


Cara kerjanya
Penahan isolasi dipasang pada apitan A dan E
Tangkai generator D diputar dengan cepat
Saklar P dipijat hingga jarum petunjuk menyimpang kekanan ke angka Nol
Bila kondisi ini sudah tercapai saklar P dilepas, sambil memutar terus tangkai
generator dg kecepatan yang sama.
Maka jarum akan bergerak kembali dan berhenti pada suatu harga penahan isolasi
dengan satuan M.Ohm