Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM TTL

JOB 4

MAGNETISASI INTI TRANSFORMATOR

Tanggal Percobaan : 8 Mei 2014

Tanggal Penyerahan :

Oleh:

Kelompok 1 Kelas LT-2B :

1. Alam Setiawan (3.31.12.1.01)


2. Aldo Sosa P (3.31.12.1.02)
3. Annisa Rosyada (3.31.12.1.03)

Program Studi Teknik Listrik

Jurusan Teknik Elektro

Politeknik Negeri Semarang

2014
1
I. TUJUAN
Setelah melaksanakan praktek ini mahasiswa dapat:
a. Menggambar kurva karakteristik magnetisasi inti transformator.
b. Menjelaskan jerat histerisis

II. DASAR TEORI


Trasformator merupakan sebuah mesin listrik yang dapat merubah dan
mentrasfer tenaga listrik dari suatu rangkain kerangkain lainnya dengan cara
induksi melalui gabungan elektromagnet pada frekuensi konstan.
Arus Listrik yang mengalir pada kumparan transformator menimbulkan
gaya gerak magnet (g.g.m.) : F=N.I yang mampu mengalirkan fluksi pada inti
trafo.

Gambar 2.1. Transformator

Kemampuan untuk mengalirkan arus magnet / fluksi persatuan panjang


inti disebut kuat medan magnet H yang menginduksi fluksi dengan kerapatan B.
gambar 2.1. memperlihatkan perubahan kuat medan H terhadap kerapatan fluksi
B.

2
Perubahan harga ggl E terhadap arus eksitasi I (arus beban 0) dikenal
sebagai lengkung magnetisasi E I yang mula-mula linear kemudian melengkung
atau berarti bahwa inti tranformator mulai jenuh.

III. ALAT DAN BAHAN


a. ACPS 220 V 1 Buah
b. Transformator 1 Buah
c. Multimeter Analog 2 Buah
d. Kabel jumper 10 Buah

IV. GAMBAR RANGKAIAN

Gambar 4.1. Rangkaian Percobaan Karakteristik Magnetisasi Inti

V. LANGKAH KERJA
1. Memastikan alat dan bahan yang digunakan dalam keadaan baik dan tidak
rusak, lalu membuat rangkaian seperti pada gambar rangkaian.
2. Mengamati hasil pengukuran V dan I, kemudian mengisikan pada tabel hasil
pengamatan dan membuat grafik V=f (I).
3. Mengamati grafik V=f (I) pada tegangan naik tidak sama dengan pada saat
tegangan turun.
4. Memberikan koreksi terhadap kurva magnetisasi hasil pengamatan
dibandingkan kurva magnetisasi sebenarnya (V terhadap I dibandingkan E
terhadapa I).

3
VI. TABEL
Tabel 4.1 Percobaan Karakteristik Magnetisasi Inti
TEGANGAN NAIK TEGANGAN TURUN
NO
V (Volt) I (mA) V (Volt) I (mA)
1 10 6.2 200 21.0
2 20 9.9 180 18.1
3 30 12.4 150 15.1
4 40 14.3 120 12.8
5 50 15.6 100 11.6
6 60 16.9 90 10.9
7 70 18.0 80 10.4
8 80 19.3 70 9.8
9 90 20.4 60 9.2
10 100 21.6 50 8.5
11 120 23.8 40 7.5
12 150 27.7 30 6.4
13 180 32.6 20 5.1
14 200 37,9 10 3.7

VII. ANALISA DATA


Dari hasil percoban tabel tersebut maka arus pada tegangan naik arus
pada tegangan turun. Hal ini dikarenakan oleh transformator mulai jenuh, dimana
pada saat tegangan naik tegangan masih linier pada saat tegangan mencapai
nominal dan setelah tegangan mencapai 120 % tegangan nominal kemudian di
tahan selam 30 menit dan setelah itu trafo mulai jenuh dan seterusnya tegangan
diturunkan, disanalah tampak terjadi adanya rugi hyterisis dan rugi tersebut
tergantung pada jenis bahan, dan kerugian ini selalu terulang jika arusnya ac. Dan
juga tampaklah tegangan berkurang pada saat tegangan diturunkan.

4
VIII. PERTANYAAN
1. Gambarkan grafik magentisasai inti transformator

40
35
30
25
20 Tegangan Naik
15 Tegangan Turun
10
5
0
10 20 30 40 50 60 70 80 90 100120150180200

Gambar Grafik Magnetisasi Inti Transformator

2. Jelaskan mengapa kurva pada saat saat tegangan naik tidak sama dengan pada
saat tengan turun.
Jawab : karena pada saat tegangan naik dan mencapai 120% tegangan
nominal dan di tahan selama 30 menit, trafo akan jenuh, dan pada
saat diturunkan tegangan mulai berkurang. Hal ini disebabkan
adanya rugi-rugi.

3. Jelaskan jerat histerisis yang baik untuk inti transformator.


Jawab : histeresis berarti tertinggal, yaitu fluks magnet tertinggal oleh
kenaikan atau penurunan gaya magnetisasi. Bila arus di dalam
suatu kawat kumparan berbolak-balik ratusan kali tiap detik,
hysteresis yang dapat menyebabkan kehilangan energi.

5
IX. KESIMPULAN
Kesimpulan yang kita dapat dalam praktikum ini adalah sebagai berikut :
1. Trafo adalah bagian terpenting dalam penyaluran tenaga listrik, untuk
kesempurnaan penyaluranya (step up-step down) maka dibutuhkan trafo yang
ideal.Namun, pada kenyataannya tidak ada transformator yang ideal. Hal ini
karena pada transformator selalu ada rugi-rugi yang antara lain sebagai
berikut:
a) Rugi-rugi tembaga
Rugi-rugi yang disebabkan oleh pemanasan yang timbul akibat
arus mengalir pada hambatan kawat penghantar yang terdapat pada
kumparan primer dan sekunder dari transformator. Rugi-rugi tembaga
sebanding dengan kuadrat arus yang mengalir pada kumparan.
b) Rugi-rugi arus eddy
Rugi-rugi yang disebabkan oleh pemanasan akibat timbulnya arus
eddy (pusar) yang terdapat pada inti besi transformator. Rugi-rugi ini
terjadi karena inti besi terlalu tebal sehingga terjadi perbedaan
tegangan antara sisinya maka mengalir arus yang berputar-putar di sisi
tersebut. Rugi-rugi arus eddy sebanding dengan kuadrat tegangan yang
disuplai ke transformator.
c) Rugi-rugi histeresis
Rugi-rugi yang berkaitan dengan penyusunan kembali medan
magnetik di dalam inti besi pada setiap setengah siklus, sehingga
timbul fluks bolak-balik pada inti besi. Rugi-rugi ini tidak linear dan
kompleks.
2. Tegangan pada saat turun garis terletak dibawah garis tegangan naik. Dan ini
tidak sesuai dengang grafik yang sebenarnya, dimana garis tegangan turun
terletak diatas garis tegangan tegangan naik.

6
X. SARAN
Terdapat beberapa saran untuk praktikum ini, diantaranya adalah :
1. Sebelum kita melakukan praktikum, sebaiknya cek kembali alat-alat yang di
gunakan dalam praktikum. Apakah layak atau tidak untuk melakukan
praktikum.
2. Pada saat kita merangkai praktikum, sebaiknya switch utama dimatikan
terlebih dahulu, agar keamanan operator saat merangkai terjaga.

Anda mungkin juga menyukai